PDA

View Full Version : Other Kenapa Tabung Elpiji Mudah Meledak?



yopisukita
14-07-2010, 02:30 PM
http://binasafety.com/wp-content/uploads/2011/09/tabung-LPG1-300x282.jpg


http://3.bp.blogspot.com/_Q0VuqJIB_24/THlZoXGq5II/AAAAAAAAAMA/DIOZ_FqvUtw/s200/lpg-1.JPG


Waspadalah bila anda mencium bau gas di dapur anda. Tak perlu panik, hampiri tabung gas, lebaskan regulator, bawa tabung ke luar. Periksa apakah tabung mengeluarkan desis dari mana saja. Bila iya, biarkan tabung ditempat terbuka sampai gasnya habis. Jangan biarkan ada yang mendekat. Bila tak terdengar desis, tabung anda baik-baik saja. Mungkin ada yang lupa mematikan kompor, padahal api kompornya padam karena sesuatu sebab. Buka pintu dan jendela dapur. Biarkan sampai bau hilang, jangan menyalakan atau mematikan lampu atau apapun yang ada di dapur sampai bau hilang


http://2.bp.blogspot.com/_Q0VuqJIB_24/THlaQWiV02I/AAAAAAAAAMI/4if024rnqVM/s200/lpg-2.JPG


Semua berita mengenai “ledakan tabung Elpiji” tidak ada yang mengkonfirmasi ditemukan tabung yang pecah atau sobek karena isinya meledak. Tak cukup alasan bagi tabung Elpiji untuk meledak. Jutaan tabung dilempar-lempar, dipanggang terik matahari, semua siksaan ini dapat ditahan oleh baja dan lasan tabung, sekalipun tabung tidak ber-SNI karena bikinan Cina (tapi berlogo Pertamina).

Jadi, menurut hemat penulis, tabung tak akan meledak pada suhu normal (tekanan sekitar 7 atmosfir) karena tabung dirancang tahan sampai 28 atmosfir Kemungkinan besar, Elpiji bocor dengan deras dari tabung, melalui celah antara katup tabung dan regulator, lantaran sekatnya tidak melaksanakan tugas seperti seharusnya. Gambar-2 menunjukkan sekat dimaksud, yakni cincin yang terbuat dari karet, berwarna hitam.


http://1.bp.blogspot.com/_Q0VuqJIB_24/THlbbBF1UdI/AAAAAAAAAMQ/9icXVcqL1jA/s200/lpg-3.JPG


Mekanisme pemasangan regulator untuk tabung 3 dan 12 kg adalah tipe clip-on. Gambar-3 adalah diagram yang memperlihatkan mekanisme penahan regulator dan pembuka katup, regulator pada posisi OFF.


http://1.bp.blogspot.com/_Q0VuqJIB_24/THlcK_imU2I/AAAAAAAAAMY/qB0wMJXX9wg/s200/lpg-4.JPG


menunjukkan posisi “regulator ON”. Pengait menahan regulator tetap ditempat, plunger menekan katup sehingga membuka, mengalirkan uap Elpiji ke dalam regulator.


http://1.bp.blogspot.com/_Q0VuqJIB_24/THlclwXWn7I/AAAAAAAAAMg/dvGVyocoX6E/s200/lpg-5.JPG


Ilustrasi pemasangannya pada tabung


http://1.bp.blogspot.com/_Q0VuqJIB_24/THlc1NE9vSI/AAAAAAAAAMo/ifgDOZV9DgI/s200/lpg-6.JPG


Perhatikan bahwa hanya ada satu pengait, sehingga regulator dapat bergoyang-goyang bila tersentuh. Demikian pula, hanya ada satu penyekat antara regulator dengan katup. Cincin penyekat itu.Tabung, katup, regulator, dan selang bukanlah penyumbang utama dalam musibah Elpiji di tanah air. Benda-benda ini dipakai juga di banyak negara tanpa menimbulkan masalah berarti. Regulator tipe clip-on adalah favorit karena kemudahannya dalam memasang dan melepaskannya.Tekanan yang masuk ke regulator adalah tekanan penuh dari Elpiji. Di negri kita berkisar antara 5 sampai 7 atmosfir, tergantung campuran elpijinya dan suhu ruang. Tekanan ini cukup besar, kira-kira sama dengan tekanan kompressor tambal ban di pinggir jalan.

Tekanan sebesar ini sepenuhnya harus ditahan oleh cincin sekat hitam yang ditunjukkan pada Gambar-2. Inilah tempat kebocoran utama yang dapat membuat ruangan menjadi eksplosif. Inilah sambungan yang paling rawan, dan bocor atau tidak ditentukan oleh kualitas cincin penyekat (seal) ini. Tentu saja bila mulut katup pada tabung penyok atau cuil berat bagian tengahnya, seal sebaik apapun tak dapat menyekat.

Masih ada dua sambungan lagi yang juga diributkan, yakni sambungan antara regulator dengan selang, dan diujung selang lainnya, yaitu sambungan antara selang dengan kompor. Kedua sambungan ini tidak menanggung beban berat, karena tekanan dalam selang, yaitu tekanan keluaran dari regulator, sangat rendah. Tekanannya cuma sekitar 30 milibar (1,03 atmosfir). Tekanan sebesar ini tidak dapat keluar dari lubang yang dibuat dengan tusukan jarum pada selang. Seandainyapun keluar, jumlahnya tak akan cukup untuk membuat ruangan menjadi eksplosif, karena gas lebih cepat menyebar dibandingkan dengan pasokan dari kebocoran disini.

Selain itu regulator juga memiliki kapasitas, yang membatasi aliran gas yang keluar. Kapasitas umum regulator clip-on adalah 2 kilogram per jam. Gas bocor sebanyak 2 kg dalam dapur dengan ukuran sedang dapat meledak bila terpicu bunga api dari saklar lampu yang dinyalakan atau dimatikan.

Jadi kalau selang putus, dan tak diketahui selama sejam, bahaya mengancam.

Kebocoran pada seal yang tidak baik mutunya bisa lebih dari 2 kg per jam.

Bagaimana kebocoran pada kompor, misalnya karena lupa tidak mematikan katup kompor padahal kompor tidak menyala? Kepala kompor yang normal kapasitasnya mungkin seperempat kilogram per jam. Dapur bisa berbahaya bila ada satu kepala kompor yang tidak ditutup dalam waktu semalam.


Sebagai langkah pengamanan, Elpiji untuk konsumsi masyarakat harus diberi bau dengan kadar minimal 25 mililiter per ton Elpiji. Pembau yang digunakan adalah ethyl-mercaptan, senyawa hidrokarbon dengan belerang, baunya seperti durian atau telur busuk, tergantung siapa yang menciumnya. Ini zat tak berwarna dengan keenceran seperti bensin premium, dan cair dalam suhu dan tekanan ruang. Oleh karena itu ia harus dilarutkan dengan baik dalam Elpiji, agar bila elpiji bocor, dia juga keluar dan memberikan peringatan kepada yang menciumnya. Baunya kini dikenal sebagai “bau gas”.

Jadi masalahnya saya kira bukan tabung, regulator, selang atau kompor. Tapi penyekat karet kecil itu dan kadar pembau dalam Elpiji.



BPPT Luncurkan Desain Baru Tabung Gas
Kamis, 1 Juli 2010 | 03:46 WIB

Jakarta, Kompas - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT meluncurkan desain baru tabung gas tanpa komponen selang dan regulator untuk kompor gas. Tidak digunakannya kedua komponen tersebut karena selama ini kebocoran selang dan regulator menjadi salah satu penyebab sering terjadinya ledakan tabung elpiji.

”Desain baru tersebut telah disampaikan kepada Wakil Presiden pekan lalu melalui Menristek dalam rapat pembahasan program konversi minyak tanah,” kata Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT Arya Rezavidi, Selasa (29/6).

Desain rancangan BPPT ini diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi target penyediaan kompor elpiji 3 kilogram pada program konversi tersebut. Program konversi minyak tanah ke elpiji yang dimulai akhir tahun 2007 akan berakhir tahun 2011.

Prototipe desain kompor tersebut telah diuji keandalan sistemnya di laboratorium uji konstruksi milik BPPT.

”Dibandingkan dengan desain kompor lama, desain baru yang disebut kompor terintegrasi tersebut memiliki banyak keunggulan,” kata Arya.

Salah satu keunggulannya, antara lain, adalah desain baru itu hanya memiliki satu sambungan, sedangkan yang lama memiliki tiga persambungan, yaitu antara kompor dan selang, selang dan regulator, serta regulator dan tabung gas. ”Sambungan ini bila kurang baik dalam pemasangannya dapat menyebabkan kebocoran hingga berakibat fatal,” ujarnya.

Tahun 2007, desain tersebut telah diusulkan kepada Departemen Perindustrian, tetapi tidak disetujui karena tabung gas dianggap terlalu dekat dengan tungku atau burner. Padahal, dalam pengujian tungku api yang jaraknya sekitar 10 cm tidak sampai memanaskan tabung.

Desain BPPT pada sistem katup juga dilengkapi ulir. Katup ditanam dalam tabung supaya lebih aman.

Kelebihan lain desain baru adalah pada penggunaan unit pembakar yang terbuat dari tembaga. Burner kompor yang sekarang digunakan terbuat dari besi. Setelah lama, besi akan berkarat sehingga ukuran lubang tidak sesuai lagi dengan desain awal. ”Akibat lainnya, warna api menjadi merah, yang artinya pembakarannya tidak lagi efisien,” kata Arya.

Desain baru ini nantinya akan dilengkapi dengan pemantik dan ditambah sensor gas. Bentuknya yang kompak membuat sistem ini harganya lebih murah. Kompor gas sistem terpisah yang beredar saat ini harganya berkisar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per unit, bergantung pada mereknya. Adapun kompor yang terintegrasi dengan tabung gas, harganya hanya sekitar Rp 70.000 per unit.

Menurut Arya, rancangan tabung gas terintegrasi ini mengacu pada kompor gas yang biasa digunakan untuk berkemah. Kompor semacam itu banyak dipasarkan dan kebanyakan buatan Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. (YUN)


TABUNG GAS TERINTEGRASI BPPT, SOLUSI AMPUH CEGAH
Jumat, 02 Juli 2010 13:48

Maraknya kejadian kebakaran disebabkan ledakan gas terutama untuk tabung gas 3kg akhir-akhir ini, menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat Banyak pihak yang menyayangkan mengapa hal tersebut bisa terjadi, padahal gas 3kg semula ditujukan sebagai konversi dari minyak tanah dimana mayoritas penggunanya adalah masyarakat dengan penghasilan relatif kecil.

Sebagai badan pemerintah yang memiliki kompetensi dalam kajian teknologi, Pusat Teknologi Kenversi dan Konservasi Energi (PTKKE) BPPT, mencoba mengkaji apa sebetulnya yang menjadi penyebab utama terjadinya ledakan tersebut. Menurut Direktur PTKKE, Arya Rezavidi dalam konferensi pers yang digelar di Executive Lounge Gedung II BPPT (2/07), setidaknya terdapat tiga poin yang menjadi faktor pemicu, yakni antara katup (valve) dengan regulator, antara regulator dengan selang dan antara selang dengan kompor.

“Ketiga poin tersebut untuk saat ini dikontrol langsung oleh konsumen, baik dalam segi pengaturan maupun dalam segi pemasangan. Nah disitulah faktor human error dapat sangat mempengaruhi. Ditambah lagi dengan kualitas dari selang dan regulator yang belum terjamin kualitasnya”.

Lebih lanjut Arya menerangkan, ledakan yang terjadi bukanlah dari tabung, melainkan dari kebocoran gas yang terakumulasi dalam jumlah banyak dan dalam ruangan tertutup yang kemudian akhirnya meledak akibat tersulut api. “Saya merasa, sosialisasi kepada masyarakat adalah hal yang penting. Dengan adanya sosialisasi, masyarakat dapat dengan jelas mengetahui kiat-kiat memasang dan mengetahui hal-hal yang perlu dilakukan apabila terjadi kebocoran”.

Desain baru

Secara tegas Arya mengatakan, program konversi minyak tanah ke gas yang mulai dilakukan pemerintah sejak tahun 2007 tersebut adalah hal yang benar. Dengan perbandingan 1 lt minyak tanah sama dengan 0, 57 kg gas elpiji,, tentunya akan sangat mengurangi beban yang mesti dibayar masyarakat. “Namun akibat terlalu banyaknya ledakan yang terjadi, diperlukan adanya desain baru yang lebih aman dan memudahkan konsumen dalam penggunaannya”, imbuhnya.

Prototipe tabung gas 3kg dan kompor buatan PTKKE ini, diyakini Arya jauh lebih aman dibandingkan yang telah beredar saat ini. “Ide dasar dari desain kami adalah bagaimana mengurangi faktor human error yang rentan terjadi. Kami membuat desain tabung gas langsung terintegrasi dengan kompor. Kosumen hanya perlu memasukan regulator yang tersambung dengan burner kedalam tabung dengan cara memutar, persis seperti memutar baut”.

Secara gamblang Ia menerangkan, pemilihan material untuk komponen tabung gas dan kompor akan sangat mempengaruhi kualitas dan efesiensi gas. “Burner pada kompor misalnya, apabila dibuat dari bahan kuningan, maka akan lebih tahan lama dibandingkan dengan burner berbahan besi. Burner berbahan besi akan sangat mudah karatan yang akhirnya akan menyebabkan ketidakefisiensian. Api berwarna biru menunjukan keseimbangan antara gas dan oksigen, sedangkan pada pada burner yang rusak, api akan berwarna merah. Ketebalan pelat tabung pun akan berpengaruh terhadap daya tahan”.

“Sebenarnya kami telah menawarkan desain ini sejak awal diterapkannya program konversi gas. Namun saat itu banyak yang mengkhawatirkan akan posisi kompor yang dinilai terlalu dekat dengan tabung gas. Padahal kami mendesain tabung gas agar tahan hingga 110 bar. Kekuatan tersebut akan mampu mencegah terjadinya ledakan”. Arya mengakui, bentuk prototipe saat ini masih perlu dilakukan perubahan. “Nantinya kami akan membuat desain yang dapat memudahkan tabung untung dibawa dan ditumpuk-tumpuk. Apabila memungkinkan, kami juga ingin menambahkan alat deteksi kebocoran gas pada tabung. Dengan begitu maka konsumen dapat lebih tenang dalam memakai”. (YRA/humas)


Ayo, Moms Lakukan Safety Elpiji!

KONVERSI minyak tanah ke Elpiji sejak 2007 silam ternyata tak hanya menebarkan manfaat tapi juga keresahan. Pasalnya dari hari ke hari, utamanya tahun 2010, kejadian meledaknya Elpiji kian sering terjadi. Bahkan peristiwa ini tak hanya menjamah kawasan padat penduduk.

Pagi hari 27 Mei 2010, ledakan Elpiji terjadi di Tower A, Riverside Apartement Pluit - Jakarta Utara. Sedangkan 12 Juni 2010 silam, dua orang warga di Probolinggo mengalami luka bakar serius akibat ledakan tabung gas Elpiji 12 Kg.

Supaya tak ada lagi korban berjatuhan, yuk ikuti penelusuran Mom&Kiddie mengenai Safety Elpiji. Konon kalau digunakan dan dirawat dengan tepat, Elpiji bisa sangat ‘bersahabat’ loh!

Bukan Tabung Gas yang Meledak!

Dijelaskan oleh Basuki Trikora Putra, VP Corporate Communication Pertamina, “Dari keseluruhan kasus yang terjadi selama ini tidak ada tabung Elpiji yang meledak. Yang terjadi adalah kebocoran gas yang terakumulasi di dalam ruangan tertutup, di mana dalam ruangan itu terdapat sumber api. Maka volume gas yang semakin mengembang menyambar sumber api dan dari sanalah asal bunyi ledakan, karena pemuaian gas yang bocor.”

Jika diamati mengapa lebih banyak tabung 3 kg yang meledak dibandingkan 12 kg? “Kualitas baja dari PT Krakatau Steel sebagai bahan pembuat tabung Elpiji 3 kg dengan 12 kg sebenarnya sama saja. Jadi sama sekali tak ada hubungan antara kualitas bahan pembuat tabungnya dengan statistik tabung 3 kg yang lebih banyak meledak ketimbang 12 kg!,” urai Tiko, begitu Trikora akrab disapa.

Senada dengan Tiko, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta, Paimin Napitupulu, M.Si mengungkapkan, “Rentetan kejadian ledakan berakibat fatal tersebut mayoritas disebabkan kepanikan dan kurangnya pemahaman masyarakat khsususnya masyarakat menengah ke bawah seputar menggunakan Elpiji dengan tepat dan aman.”

Kembali Tiko menegaskan bahwa praktek ilegal oknum-oknum tak bertanggung-jawab juga menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya insiden kebocoran gas yang mengakibatkan terjadinya ledakan. Biasanya oknum melakukan dengan cara memindahkan gas dari tabung 3 kg yang bersubsidi ke tabung 12 kg yang tak bersubsidi melalui cara-cara yang tidak terawasi.

“Oleh karena itu, sangat penting untuk membeli tabung, kompor, regulator dan selang di agen resmi Pertamina dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)! Tidak usahlah membeli peralatan atau aksesoris penunjang di luar perangkat resmi yang diproduksi untuk Pertamina!” himbau Tiko.

Cara Mengidentifikasi Kebocoran Gas

Tidaklah sulit mengetahui terjadinya kebocoran gas. Asalkan Moms peka dan tidak panik pasti bisa teridentifikasi dengan baik.

“Tanda-tandanya antara lain tercium bau khas gas Elpiji yang menyengat, terdapat embunan pada tabung ELPIJI di sekitar sambungan pengelasan tabung, neck ring, valve (klep) maupun sambungan foot ring. Lalu ada bunyi mendesis pada regulator,” jelas Tiko.

Lantas setelah mengidentifikasi, apa yang harus segera dilakukan? Kali ini Paimin menerangkan, “Segera lepaskan regulator, matikan sumber api, buka pintu atau jendela di sekitar dapur. Jangan menyalakan api dan perangkat beraliran listrik seperti lampu yang mungkin saja memunculkan percikan api saat dinyalakan. Selanjutnya sesegera mungkin bawalah tabung gas keluar rumah dan letakkan di tempat terbuka!”

Tiko menambahkan, “Jangan malas untuk merawat perangkat Elpiji, jika sudah tak layak pakai ganti dengan perangkat yang baru. Idealnya ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke tempat aman, mengingat berat jenis Elpiji lebih berat dari udara, maka apabila terjadi kebocoran Elpiji akan berada di bagian bawah lantai atau pintu dapur dengan halaman belakang yang terbuka lebar.”

Untuk mendapatkan informasi lengkap seputar Elpiji, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Centre di: 500-000 atau (021) 79173000. Sedangkan untuk bantuan pemadam kebakaran Moms dapat menghubungi 113 atau 1131. Catat dan simpan baik-baik ya Moms!

Tips Pilih Produk Elpiji – Pertamina!

Untuk menghindari mendapatkan produk di bawah standar yang rentan menyebabkan kebocoran gas, Tiko membeberkan ciri-ciri perangkat Elpiji yang bermutu SNI sekaligus cara perawatannya:

1. Tabung Elpiji

Ciri-Ciri yang Tepat

- Penampilan secara umum harus tampak mulus, tidak penyok, atau mengalami kerusakan. Seal cap (plastik pembungkus valve) masih terpasang dengan baik.
- Pemasangan valve, sisa ulirnya harus masih tampak berkisar tiga hingga lima uliran.
Rigi-rigi (bentuk permukaan) hasil las baik (halus dan mulus). Mutu pengelasan baik, tidak terdapat cacat seperti penyok atau retak.
- Penandaan pada sisi hand guard tabung dengan stamping ‘Diproduksi untuk Pertamina’, kode produksi pabrikan dan nomor seri, water capacity, tara weight, test pressure, bulan dan tahun pembuatan, berlabel SNI pada stamping product-nya.
- Lingkaran merah di sekitar neck ring dengan lebar pengecatan 20 +/- 1 mm, emboss logo Pertamina, sablon pada sisi hand guard, sablon bulan dan tahun uji selanjutnya.

Cara Merawat

- Posisikan tabung berdiri di tempat yang datar, jangan digelindingkan, disimpan pada ruangan yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
- Tabung Elpiji diletakkan menjauh dari kompornya atau sumber api lainnya dan harus diupayakan tidak terpapar sinar matahari atau panas secara langsung.
- Rubber seal (karet) harus selalu ada! Jangan mencungkil-cungkil rubber seal dan menyimpannya. Karena setiap tabung Elpiji diproduksi dan diedarkan sudah bersamaan dengan rubber seal-nya. Pastikan rubber seal dalam keadaan baik, tidak sobek atau grepes. Jangan mencolok-colok valve tabung apabila Elpiji tidak keluar dari tabung, tukarkan dengan penjual atau agen.
- Pastikan segel atau seal cap dalam keadaan baik, pastikan tersedia inner seal cap dalam keadaan baik. Pastikan tidak ada kebocoran pada body tabung bagian las. Pastikan tidak ada kebocoran pada sambungan tabung dan valve. Pastikan tidak ada kebocoran pada sambungan tabung dan regulator.
- Periksa kemungkinan kebocoran gas dari tabung, kompor, selang maupun regulator dengan cara membasuh dengan air sabun pada bagian-bagian rawan bocor (sambungan regulator dengan valve tabung, sambungan selang ke regulator dan kompor). Apabila terjadi kebocoran akan terjadi gelembung-gelembung udara pada air sabun dan tercium bau khas Elpiji.

2. Selang Karet

Ciri-ciri yang tepat:

# Penampilan secara umum harus tampak mulus, tidak penyok, atau mengalami kerusakan. Seal cap (plastik pembungkus valve) masih terpasang dengan baik.
# Memiliki serat benang atau serat kawat
# Diameter lubang sesuai dengan sambungan regulator dan kompor.
# Terdapat merek produk, nominal ukuran lubang, bulan dan tahun kode produksi, serta nomor SNI selang.

Cara Merawat:

* Hindari gigitan tikus, sayatan benda tajam, nyala api.
* Jangan meletakkan selang dengan posisi tertindih dan terlipat suatu benda.
* Selang harus terpasang erat dengan klem pada regulator maupun kompor.
* Bersihkan dari sisa-sisa makanan yang bertumpah agar tidak menarik tikus.
* Sebelum digunakan, lakukan pemeriksaan harian pada selang untuk mengidentifikasi kebocoran gas.

3. Kompor Gas

Ciri-ciri yang Tepat:

* Penampilan visual secara umum (harus tampak mulus dan tidak mengalami kerusakan atau penyok). Pemantik berfungsi baik, tidak ada kebocoran pada kompor, kondisi api merata warna dan volumenya, tempat penyambungan selang karet pas dan tidak bocor.
* Mempunyai tanda pada kompor berupa kode produksi, nama pabrikan pembuat atau merek, nomor SNI.
* Terdapat buku petunjuk dan garansi sesuai ketentuan produsen kompor.

Cara Merawat:

# Selalu bersihkan secara rutin (harian).
# Lakukan pengecekan rutin pada pemantik, kondisi api, tempat sambungan selang.
Hindari menggunakan kompor minyak tanah secara bersamaan dengan penggunaan kompor gas terutama saat pemasangan regulator.(Mom& Kiddie//nsa)
Quote:

Tips Sederhana Deteksi Kebocoran Tabung Gas
Metro Siang / Metropolitan / Jumat, 28 Mei 2010 13:58 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang agen gas, Nahromi, memiliki kiat khusus untuk mengecek kelayakan tabung. Caranya sederhana dan tidak perlu alat khusus, apalagi yang berteknologi tinggi.

Setelah menerima tabung gas, Nahromi mencium bau tabung. Jika ada bau menyengat, ia tak akan mengambil tabung tersebut. Jika bau tak tercium, Nahromi akan merendam tabung dalam seember air. Tabung dimasukkan hingga terendam semua.

Dengan fara itu ia dapat mendeteksi kebocoran tabung jika ada gelembung air. Nahromi mengaku cara itu untuk memberikan rasa aman ketika warga membeli tabung gas. Apalagi, kebakaran akibat kebocoran gas sering terjadi di Jakarta.

ini videonya

http://www.metrotvnews.com/bank_vide...o/106131_1.flv


Cara Menggunakan Kompor Gas
July 6, 2010 By Vulkanis

Cara Menggunakan kompor Gas Dan Pemakaian Tabung Gas Agar Diperhatikan Beberapa Hal.

Begitu maraknya berita ledakan gas cukup membuat saya deg-deg an sewaktu dinas di dapur. Namun ketakutan tersebut memang sudah seharusnya diatasi untuk menjaga kelangsungan hidup orang-orang di rumah ini , karena takut dengan kemungkinan gas meledak bisa saja membuat seseorang takut memasak dengan kompor gas.

Ingat yah Postingan ini berkaitan dengan Kontes Seo gak yah Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. he..he..

Berangkat dari keprihatinan (dan ketakutan) atas kejadian ledakan kompor gas yang marak baru-baru ini, saya berusaha mengumpulkan tips-tips aman menggunakan kompor gas. Sungguh disayangkan, pemerintah nampaknya kurang serius dalam sosialisasi mengenai cara aman menggunakan kompor gas (atau saya aja yang gak tau ya ? :P ),, ya sudahlah, lepas dari semua itu, kita memang sudah seharusnya berbagi informasi ini kepada masyarakat sekitar kita. Jadi, selepas membaca artikel ini, silakan saja di edit yang keren, kemudian di-print, dan pajang di papan pengumuman balai desa! Oke!

Inilah dia cara aman menggunakan kompor gas beserta tabung gasnya:

1. Periksa kelengkapan dan bagian-bagian kompor gas yang sudah terpasang pada saat awal pemakaian:
-Periksa hubungan selang karet saluran gas pada kompor dan regulator apakah tersambung sempurna.
-Perhatikan kondisi selang apakah retak atau tidak (biasanya terjadi pada kompor yang sudah berusia lama).
2. Sebelum menyalakan kompor gas, cium udara di sekitar kompor dan tabung gas untuk mendeteksi bila terdapat kebocoran gas.
3. Gunakan regulator otomatis yang aman dan berlisensi yang secara otomatis menahan gas dari tabung dan hanya menyalurkan bila pemantik pada kompor dihidupkan, selain untuk menjaga selang tetap awet dari menahan tekanan gas bila kompor tidak digunakan.
4. Gunakanlah regulator yang memiliki meteran. Regulator ini berfungsi mengatur tekanan gas dari tabung LPG dan pastikan regulator terpasang dengan benar, tekanan yang ideal pada kompor berada pada posisi low pressure, hindari tekanan yang melebihi kekuatan tabung karena resikonya bisa meledak.
5. Bila ada suara mendesis atau tercium bau gas, itu tandanya regulator tidak baik kerjanya dan biasanya akibat seal karetnya yang tidak baik, coba ganti seal karetnya!
6. Sewaktu memperbaiki regulator, kompor harus dalam keadaan mati.
7. Membersihkan secara rutin bagian-bagian penting kompor:
Bersihkan bagian pada tempat keluarnya api (burner). Hilangkan kotoran yang menyumbat lubang-lubang kecil dengan menggunakan kawat kecil atau jarum agar pijar api merata secara melingkar dan berwarna biru sehingga memberikan panas yang optimal dan menghemat bahan bakar gas. Untuk mengetahui kompor yang kotor dan tersumbat, dapat dilihat timbulnya sedikit asap serta pijar api berwarna merah.
-Bersihkan juga bagian badan kompor lainnya untuk menghindari terjadinya kerak dan bau amis. Gunakan kain basah dan sabun lalu keringkan dengan lap. Pada kompor yang memiliki panggangan, gunakan spon dan air sabun agar tidak merusak lapisan teflon. Biasakan juga membersihkan dudukan plat bagian atas

setiap selesai memasak dengan menggunakan lap basah.

-Rendam besi kompor dalam air panas yang telah dicampur sabun cuci cair atau karbol. Gunakan sikat plastik untuk bagian yang bergerigi agar mudah dijangkau.
8. Untuk menghemat gas, jangan gunakan api terlalu besar, atur besarnya pijar api maksimal 1/3 dari luas bidang permukaan alat masak agar pemanasan optimal. Hindari juga pemanasan yang terlalu lama, segera matikan kompor bila sesuatu yang dimasak sudah mendidih atau dirasa sudah matang lalu pindahkan alat masak dari atas kompor ke tempat lain untuk menghindari pemanasan yang terus menerus pada kompor.
9. Upayakan pemakaian kompor gas sekaligus dalam satu waktu secara . bersamaan.Maksudnya bila kita akan memasak/memanaskan lebih dari satu masakan, jangan matikan kompor tapi langsung bergantian memanaskan masakan lainnya. Untuk ini, siapkan terlebih dahulu masakan–masakan yang akan dipanaskan.
10. Pilihlah tabung gas yang masih dalam keadaan baik, minimal 80 % permukaan tabung LPG masih tertutup cat, sedikit karat bagian tabung masih diijinkan asal tidak terlalu dalam. Tabung yang bagian bawahnya berkarat sebaiknya dihindari karena lebih kritis terhadap kebocoran. Jangan lupa perhatikan tanggal kadaluwarsanya. Bila ragu coba masukan tabung gas ke dalam air. Bila ada gelembung udara keluar dari tabung gas, berarti ada kebocoran dari tabung tersebut. Atau dengan menggunakan air sabun, kemudian air sabun tersebut di oleskan ke bagian erarna merah / sambungan las / ujung kuningan. Apabila timbul gelembung, maka dapat dipastikan bahwa tabung tersebut mengalami kebocoran. Segera lakukan penukaran tabung.
11. Berat tabung yang penuh harus sesuai jumlah berat tabung kosong ditambah berat isi gas Elpiji yaitu 8 kg ( berat tabung kosong 5 kg, isi gas Elpiji 3 kg). Informasi berat kosong dan isi gas Elpiji tertera pada tabung Elpiji. Timbanglah tabung Elpiji sebelum membeli untuk memastikan konsumen mendapatkan tabung dengan volume yang tepat.
12. Periksa gelang atau cincin karet karena meski ukurannya kecil perannya sangat besar. kalau perlu saat beli tabung gas minta stok karet kecil buat cadangan.
3. Pastikan selang masuk sedalam mungk1in untuk mencegah kebocoran.
14. Habiskan LPG dalam tabung sebelum menukarnya dengan tabung penuh. Fakta yang ada sekitar 20 % tabung LPG yang kembali ke perusahaan isi ulang ternyata masih tersisa, bisa jadi tabung yang hanya berisi gas tidak punya cukup tekanan untuk menyalurkan LPG ke kompor, sehingga pemiliknya menyangka tabungnya kosong. Hal ini disebabkan oleh regulatornya tidak berfungsi optimal karena banyak endapan yang menyumbat saluran LPG.
15. Lakukan pemeriksaan rutin sebulan sekali pada selang tabung.
16. Letakkan tabung gas pada posisi berdiri tegak agar regulator dapat mengunci dengan baik.
17. Jangan sekali- kali menyalakan api kalau tidak ada sesuatu yang dimasak diatasnya karena bisa menimbulkan bau gas walaupun hanya 5 *******
18. Jika mencium bau gas:
-Segera matikan kompor gas dan alat listrik yang lain yang bisa menimbulkan percikan api.
-Tutup katup regulator
-Buka lebar-lebar pintu, jendela dan semua ventilasi. Jangan hanya membuka jendela saja karena gas elpiji lebih berat dari udara, sehingga posisi gas elpiji berada di sekitar permukaan lantai.
19. Ruangan, baik dapur maupun ruangan lain di mana dinyalakan kompor gas, harus terbuka untuk menjaga agar bila ada kebocoran tidak terkumpul dalam ruangan tersebut. Bila masuk dapur atau ruangan tertutup dan tercium bau gas, jangan coba-coba menyalakan api baik lampu listrik (karena stop kontak listrik akan menimbulkan percikan api bila dinyalakan), membawa lilin yang menyala, apalagi bila menyalakan korek api/pemantik api, dan sebagainya.
20. Jarak antara tabung gas jangan terlalu dekat dengan kompor dan sumber api lainnya. Ingat gas dapat segera menyambar api yang menyala atau percikan api (fonk)! (Jangan memakai kompor minyak tanah secara bersamaan dengan kompor gas elpiji dalam posisi yang terlalu dekat)
21. Letakkan tabung gas elpiji 3 kg di bawah kompor gas, sehingga posisi tabung tidak sejajar dengan kompor.
22. Bila pemantik api kompor gas tidak jalan karena rusak dan sebagainya. Jangan menyalakan api pada saat gas sudah terbuka, karena dengan membuka keran gas akan terkumpul sekitar kompor dan gas yang terkumpul tersebut akan menyambar api, sehingga menimbulkan ledakan atau sambaran api yang besar. Sebaiknya membeli alat khusus pemantik api, untuk meyalakan kompor gas yang rusak penyalanya atau kopnya.
23. Jika Gas Elpiji habis ditandai dengan api tidak dapat menyala meskipun knop kompor telah diputar untuk menyalakan pematik api dan tabung menjadi ringan.
24. Cara melepaskan dan memasang Regulator pada tabung Elpiji 3 kg.:
-Lepas Regulator dari tabung gas Elpiji kosong dengan memutar knop berlawanan arah jarum jam.
-Pasang kembali regulator pada tabung yang berisi penuh.

Demikian sobat 24 tips agar terhindar dari bahaya penggunaan gas elpiji,Semoga bermanfaat.


Awasi Sendiri Tabung Elpiji 3 Kg
Jumat, 2 Juli 2010 | 03:49 WIB

Ledakan gas tabung elpiji 3 kilogram masih terus terjadi. Pemerintah memang bertekad mau menarik selang, regulator, dan katup tabung elpiji 3 kilogram yang tidak berlabel Standar Nasional Indonesia atau SNI. Hanya saja, semua tekad pemerintah ini masih berbentuk wacana, belum bisa segera dieksekusi.

Inti ceritanya, masyarakat pemakai tabung elpiji 3 kilogram dengan semua aksesorinya harus mengawasi sendiri semua benda tadi jika tak ingin menjadi korban berikutnya. Beruntung, apabila semua aksesori tadi sudah berlabel SNI sehingga tipis kekhawatiran terjadi kebocoran gas.

Masyarakat pengguna tabung elpiji 3 kg harus mengawasi sendiri karena sejak program konversi minyak tanah ke gas berlangsung akhir tahun 2007, sudah sekitar jutaan tabung gas 3 kg diedarkan.

Berdasarkan catatan Pusat Studi Kebijakan Publik atau Puskepi, sudah ada 44,4 juta tabung gas ini yang beredar di masyarakat sejak program konversi minyak tanah ke epliji diterapkan akhir tahun 2007. Sofyano Zakaria dari Puskepi mengemukakan, sejauh ini terjadi sekitar 57 kasus kebocoran tabung elpiji hingga Juni 2010. Kasus terbanyak terjadi pada tabung gas ukuran 3 kg, yang mencapai 38 kasus.

Hitungan persentase, memang kasus ledakan gas ini kecil dibandingkan dengan 44,4 juta tabung gas yang ada. Hanya saja, seperti dikemukakan Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT Arya Rezavidi, masa teknis tabung elpiji yang sudah dibagikan itu hanya sekitar dua tahun. Berarti, jika dihitung dari tahun 2007, tabung-tabung elpiji 3 kg berikut aksesorinya kini sudah harus diganti.

Selain kondisi masa teknis hanya dua tahun ini, masyarakat perlu mengawasi sendiri tabung elpiji 3 kg ini berkaitan dengan beredarnya tabung berikut aksesorinya yang boleh dikatakan ilegal. Tanpa label SNI. Soalnya, harga tabung elpiji ini relatif mahal, sekitar Rp 150.000 dari agen ke pangkalan. Kalau pangkalan ke konsumen bisa Rp 160.000 sampai Rp 175.000 per tabung.

Karena harga minyak tanah mulai mahal dan juga langka (karena pemerintah bertahap menghentikan distribusinya), tabung elpiji 3 kg ini laris manis. Muncullah tabung elpiji 3 kg tanpa SNI, yang dibuat seadanya. Dijual Rp 100.000 per tabung pun pasti laris manis.

Puluhan juta tabung

Menurut juru bicara Wakil Presiden, yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa, Yopie Hidayat, benar sudah sekitar 45 juta tabung elpiji 3 kg yang dibagikan pemerintah ke rumah tangga tidak mampu sejak program konversi minyak tanah ke elpiji dua tahun lalu.

”Tabung, kompor, dan aksesorinya yang dibagikan itu memiliki standar SNI. Namun, di luar tabung, kompor, dan aksesorinya yang dibagikan, beredar pula produk lain. Karena merupakan komoditas yang terbuka sehingga per 31 Mei, terdapat 60-65 juta tabung berikut aksesorinya di masyarakat. Ini yang tidak diketahui standarnya,” jelas Yopie mengutip laporan Menko Kesra Agung Laksono kepada Wapres Boediono.

Jadi, saat ini ada 15 juta sampai 20 juta tabung elpiji 3 kg berikut aksesorinya yang tidak berlabel SNI. Jika ditambah dengan masa pakai hanya dua tahun dari tabung elpiji yang telah dibagikan pemerintah sejak tahun 2007, berarti ada lebih dari 30 juta atau 40 juta tabung elpiji 3 kg yang bisa menjadi ”bom” karena rentan bocor.

Kalau sudah demikian, apa yang harus dilakukan? Pemerintah belum siap menyediakan penggantinya. Aksi operasi di pasar untuk memeriksa dan menyita tabung dan aksesori tanpa label SNI juga belum berlangsung. Pihak Kementerian Perdagangan sudah melakukan itu, tetapi tidak banyak berarti.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar, sampai kemarin pihak Polda Metro Jaya belum mengetahui kapan razia tabung dan aksesori akan dilakukan. ”Kami menunggu perintah saja, tetapi kami siap membantu razia,” lanjut Boy.

Boy juga menegaskan, niat pemerintah menarik produk regulator dan selang yang tak memiliki izin produksi atau tak berlisensi SNI bisa diikuti dengan memidanakan produsennya. Tindakan itu sekaligus untuk memberi efek jera bagi pelanggar aturan. Namun, yang terjadi, ledakan gas terus berlangsung sampai Kamis (1/7).

Ancaman pidana ini soal nanti. Langkah segera adalah sosialisasi bagaimana mengenali tabung gas dan aksesorinya yang tanpa SNI. Juga bagaimana mengenali bahwa tabung gas itu sudah habis usia pakainya.

Sofyano juga menekankan bahwa pemerintah harus menyosialisasikan cara mengenali tabung elpiji yang kondisinya bagus dan aman dipergunakanke masyarakat, selain tetap menyosialisasikan cara menggunakan elpiji secara aman. Pemerintah daerah, melalui dinas perindustrian dan perdagangan setempat, diimbau agar secara berkala memeriksa kondisi tabung-tabung elpiji yang beredar di masyarakat.

Apa sebenarnya yang sering rentan dari tabung elpiji 3 kg tadi?

Menurut Arya dari BPPT, kasus ledakan gas elpiji tadi terbanyak disebabkan oleh kebocoran gas dari selang dan regulator. Akan tetapi, apakah kebocoran ini bisa dideteksi lewat bau gas yang terciumnya?

Para agen atau subagen tabung elpiji 3 kg mengatakan, para pengguna elpiji, terutama tabung 3 kg, sebaiknya cermat dan memeriksa kondisi tabung gas sebelum membeli. Pada tabung gas 3 kg itu, bagian leher tabung dan pentilnya rawan rusak. Kerusakan pada bagian ujung tabung elpiji itu dapat menyebabkan kebocoran.

Kebocoran pada tabung gas dideteksi dengan cara merendam tabung gas itu ke ember berisi air. Apabila kondisi tabung gasnya utuh dan baik, tidak muncul gelembung pada air. Sebaliknya, dari tabung gas yang rusak dan bocor akan muncul banyak gelembung saat tabung itu dimasukkan ke air.

Kompas, yang melihat langsung pengetesan ini, melihat gelembung-gelembung air tersebut yang berasal dari sambungan pada leher tabung. Kebocoran tersebut ditemukan pada tabung elpiji yang terlihat mulus pada bagian tabungnya. Intinya, masyarakat harus awasi sendiri tabung elpiji 3 kg jika tak ingin menjadi korban berikutnya.


Tips Aman Menggunakan Tabung Gas LPG 3 Kg

Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan ledakan tabung gas elpiji 3 kg yang belakangan ini marak terjadi dikarenakan gas elpiji bocor di ruangan relatif tertutup dan terjadinya akumulasi gas. Dengan demikian, di saat ruangan tertutup tersebut penuh gas dengan kondisi ada api menyala, maka terjadilah kebakaran. Hal tersebut disampaikan sekretaris perusahaan pertamina toharso kemarin di kantor pusat pertamina, jakarta, belum lama ini.

"itu yang terjadi di lapangan. Untuk itu, kami sekali lagi sangat mengimbau masyarakat luas, kalau mencium bau elpiji yang baunya khas, jangan sekali-sekali menyalakan api, baik itu kompornya sendiri atau merokok di ruangan yang penuh dengan gas, saklar listrik, maupun kompor minyak tanah," imbau toharso.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian tim di lapangan ditemukan bahwa masyarakat pengguna gas elpiji ternyata di saat bersamaan masih ada juga yang menggunakan kompor minyak tanah.

Sebagai langkah pencegahan terjadinya kebakaran, lanjutnya, segeralah angkat tabung gas tersebut ke luar, lalu dicek. Cara pengecekannya pun mudah, yaitu menggunakan air sabun, lalu air tersebut ditempelkan ke sambungan las atau ujung kuningan.

"kalau tabung meragukan, segera hubungi tempat membeli. Setiap beli tabung elpiji harus diketahui di agen mana dan catat nomor teleponnya. Atau ke call center pertamina 500000," sarannya.

Toharso menyebutkan selama 2008 telah terjadi 27 insiden kebocoran gas elpiji, 2009 ada sembilan insiden, dan 2010 hingga april terdapat enam insiden.

Toharso mengatakan pertamina sudah mempunyai satuan petugas (satgas) elpiji pertamina yang dibentuk pertamina dan lintas direktorat. Satgas tersebut ada di bagian gas domestik pemasaran, bagian hse atau keselamatan kesehatan lindungan lingkungan.(adn)
(rhs)


9 Cara Aman Memakai Elpiji

1. Ketahui sifat elpiji. Elpiji adalah campuran berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair di tabung-tabung logam bertekanan. Elpiji memiliki sifat berikut:
* cairan dan gasnya sangat mudah terbakar,
* gas tidak beracun, tidak berwarna, dan biasanya berbau menyengat,
* gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder,
* cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.

2. Perlakukan tabung elpiji dengan hati-hati. Letakkan kompor dan tabung elpiji di tempat datar dan di ruangan yang memiliki ventilasi udara yang baik. Idealnya, ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke luar. Ini karena letak elpiji yang juga di bawah. Dengan demikian, jika tidak sengaja terjadi kebocoran, gas akan langsung tersalurkan ke luar. Tabung elpiji harus ditempatkan jauh dari kompor atau sumber api lain. Upayakan agar tabung tidak terpapar panas atau sinar matahari secara langsung.

3. Buka jendela sebelum menyalakan kompor. Jika dapur tak memiliki sirkulasi udara yang baik, bukalah jendela atau pintu terlebih dulu sebelum menyalakan kompor. Seandainya terjadi kebocoran, jendela atau pintu yang terbuka memungkinkan gas tersebut keluar. Lakukan hal yang sama bila dapur dalam keadaan tertutup dalam jangka waktu lama. Biarkan jendela dan pintu terbuka selama beberapa menit sebelum menyalakan lampu atau peralatan elektronik lainnya.

4. Perhatikan keadaan selang dan regulator. Selang harus terpasang erat dengan penjepit regulator maupun kompor. Pastikan selang tidak tertidih atau tertekuk. Pasang regulator pada mulut tabung elpiji. Setelah posisinya pas dan erat, putar tuas pengaturnya yang berwarna hitam sehingga tanda panahnya mengarah ke bawah dan terdengar bunyi "klik". Pemasangan yang baik tidak akan menyebabkan regulator terlepas dari mulut tabung elpiji.

5. Periksa kondisi tabung secara teratur. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seandainya terjadi kebocoran sehingga bisa segera dilakukan tindakan untuk mengatasinya. Periksa bagian-bagian yang rawan kebocoran, yaitu sambungan regulator dengan mulut tabung serta sambungan selang ke regulator dan ke kompor. Gosoklah bagian-bagian tersebut dengan air sabun. Apabila terjadi kebocoran, akan muncul gelembung-gelembung udara pada air sabun dan tercium bau khas elpiji.

6. Bersihkan kompor, selang, regulator, dan tabung secara teratur. Kompor maupun tabung gas yang kotor, juga bisa memicu insiden berbahaya. Saat memasak mungkin saja bagian-bagian itu terkena percikan makanan. Jika dibiarkan, baunya bisa mengundang binatang, terutama tikus. Tikus bisa menggigiti selang sehingga bolong.

7. Ketahui ciri-ciri terjadinya kebocoran. Berikut ini adalah poin-poin yang bisa dijadikan acuan:
* tercium bau khas elpiji yang menyengat,
* terdapat embunan di sekitar bagian tabung, seperti pegangan tabung (neck ring), mulut tabung, dan dudukan tabung (foot ring),
* terdengar bunyi mendesis pada regulator.

8. Bertindak cepat. Jika terjadi kebocoran pada tabung elpiji, segera lepaskan regulator dan bawa tabung ke luar ruangan. Letakkan di tempat terbuka. Jangan menyalakan api atau listrik saat terjadi kebocoran. Jika ragu, sebaiknya panggil agen atau penjual elpiji. Bila memang tabungnya bocor, kembalikan pada agen untuk diganti dengan tabung yang baru.

9. Gunakan peralatan yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Banyaknya insiden peledakan tabung elpiji juga terjadi karena penggunaan tabung gas dan peralatan konversi elpiji yang palsu. Anda tentu harus hati-hati. Untuk menghindarinya, sebaiknya manfaatkan paket konversi resmi keluaran Pertamina sesuai SNI.


Ciri-ciri Tabung Gas yang Baik dan Asli

Tabung Elpiji
* Tabung mulus dan tidak penyok.
* Terdapat lambang Pertamina, kode produksi, nomor seri, water capacity, tara weight, test pressure, bulan dan tahun pembuatan, tanda SNI.
* Terdapat sablon yang menunjukkan bulan dan uji tabung serta emboss logo Pertamina pada badan tabung.
* Segel dalam keadaan baik.
* Tidak ada kebocoran pada sambungan tabung dengan katup serta sambungan tabung dengan regulator.

Kompor Gas
* Penampilan mulus dan tidak penyok.
* Memiliki tanda kode produksi, nama pabrik pembuat atau merek, nomor SNI kompor.
* Memiliki buku petunjuk garansi sesuai ketentuan produsen kompor dan sambungan selang karet.
* Pemantik berfungsi baik, tidak ada kebocoran, serta kondisi api baik (api berwarna biru).

Regulator
* Mempunyai tanda nama pabrik atau merek, nomor SNI regulator, bulan, dan tahun pembuatan.
* Tidak ada kebocoran pada badan regulator.
* Ukuran regulator harus pas dengan mulut tabung.
* Tuas regulator dapat berfungsi dengan baik.

Selang Karet
* Mempunyai serat benang atau serat kawat.
* Diameternya sesuai dengan sambungan regulator dan kompor.
* Mempunyai tanda merek produk, nominal ukuran lubang, bulan dan tahun produksi, juga nomor SNI selang.
* Tidak ada kebocoran pada selang dan sambungan ke regulator dan kompor.

Mulut Tabung (katup)
* Terbuat dari bahan kuningan.
* Diameter di bagian atas mulut tabung sesuai dengan bagian dalam regulator.
* Terdapat karet (rubber seal) pada lubang katup dengan kondisi halus, tidak mudah robek, sesuai dengan diameter dalam lubang katup.
* Terdapat tanda lambang Pertamina, kode pabrik, bulan dan tahun pembuatan, petunjuk tekanan kerja maksimum.

Menggunakan elpiji Anda lebih menghemat energi dan biaya. Selain itu, memahami dan menerapkan cara penggunaan elpiji sesuai aturan juga membuat Anda tak perlu waswas saat memasak.

Dari Tetangga sebelah dan Menujuhijau.blogspot.com

yopisukita
14-07-2010, 02:48 PM
dari forum tetangga

gak kox om,,nie gwa ambil dari salah satu blog...bukan dari forum tetangga napa om?? di forum tetannga ada ya??gak masalah kan saya berbagi untuk pengetahuan...!! keberatan om!!

hruddye
14-07-2010, 02:52 PM
sip gan... mungkin kualitas karet nya memang harus ditingkatkan, selama ini saya melihat kualitas karetnya memang masih kurang bagus.

sebagai contoh saya sering menambah 1/2 potong karet lagi ke bawah karet utama biar tidak terjadi kebocoran ( saya sering dapat tabung yang kalau hanya satu karet yg dipasang ada kebocoran alias bunyi)

moga membantu.........

yopisukita
14-07-2010, 02:58 PM
sip gan... mungkin kualitas karet nya memang harus ditingkatkan, selama ini saya melihat kualitas karetnya memang masih kurang bagus.

sebagai contoh saya sering menambah 1/2 potong karet lagi ke bawah karet utama biar tidak terjadi kebocoran ( saya sering dapat tabung yang kalau hanya satu karet yg dipasang ada kebocoran alias bunyi)

moga membantu.........

harusnya om,,jngan suka menambah2kan sesuatu ke tabung gas kita,,klo pun tabung gas kita ada yang tidak beres segera laporkan itu....krena klo terjadi ledakkan atau kerusakan gak akan terlibat kita om....tapi klo ilmu om berguna dan tidak mempunyai efek samping ...good om..!! oh ya ijo2 nya mana om wkwkw

monblankk1
14-07-2010, 10:54 PM
dari pd pake elpiji mending pake kayu bakar

sunsphoenix
15-07-2010, 02:33 AM
moga2 dapat bermanfaat gan!!

jgn ada lg kasus kematian karena tabung meleduk :panik:

bikin jantungan itu......

arif_bmc
15-07-2010, 03:04 AM
mgkn belum terlambat kita memakai istilah yg benar, bukan memakai istilah media

yg menyebut "TABUNG ELPIJI MELEDAK", "KORBAN LEDAKAN TABUNG GAS 3KG" , dll.

seperti yg tertulis di atas, "Semua berita mengenai “ledakan tabung Elpiji” tidak ada yang mengkonfirmasi ditemukan tabung yang pecah atau sobek karena isinya meledak. Tak cukup alasan bagi tabung Elpiji untuk meledak. Jutaan tabung dilempar-lempar, dipanggang terik matahari, semua siksaan ini dapat ditahan oleh baja dan lasan tabung, sekalipun tabung tidak ber-SNI karena bikinan Cina (tapi berlogo Pertamina)."

Lunar87
15-07-2010, 05:46 AM
mgkn belum terlambat kita memakai istilah yg benar, bukan memakai istilah media

yg menyebut "TABUNG ELPIJI MELEDAK", "KORBAN LEDAKAN TABUNG GAS 3KG" , dll.

seperti yg tertulis di atas, "Semua berita mengenai “ledakan tabung Elpiji” tidak ada yang mengkonfirmasi ditemukan tabung yang pecah atau sobek karena isinya meledak. Tak cukup alasan bagi tabung Elpiji untuk meledak. Jutaan tabung dilempar-lempar, dipanggang terik matahari, semua siksaan ini dapat ditahan oleh baja dan lasan tabung, sekalipun tabung tidak ber-SNI karena bikinan Cina (tapi berlogo Pertamina)."

saya setuju ..
itu bukan tabung gas elpiji yang meledak .. mengapa media selalu berkata seperti itu pun saya tidak tahu ..

kayak nya bro yang satu ini tau kalo tabung kosong tu di lempar-lempar pas di masukin ke truk ..:piss:

Remy
15-07-2010, 07:09 AM
Moga2 bermanfaat buat yg care sama masalah "tabung samber nyawa".
Mumpung ane juga ada usaha katering yg "akrab" sama tabung LPG (Liquefied Petroleum Grenade).:haha:

nakamura197
15-07-2010, 10:57 AM
dari pd pake elpiji mending pake kayu bakar

coba diliat ruginya pake kayu ? pohon abis, polusinya lebih parah, lebih-lebih susah dimatiinnya...,sukur2 ga nyamber....
efek elpiji itu kan gara2 segelintir orang aja yang sengaja mengambil keuntungan tapi membahayakan orang... harusnya pemerintah ngeliat secara keseluruhan dan menjamin keamanannya....

yopisukita
15-07-2010, 03:47 PM
dari pd pake elpiji mending pake kayu bakar

wah sebenarnya,,lebih efisiensi pake gasom..karena slain tak mencemarkan juga lebih praktis....klo pake kayu bakar sama aj kita ngerusak hutan om...n keadaan lingkungan hutan kita..gmana dengan go green klo gni om...


moga2 dapat bermanfaat gan!!

jgn ada lg kasus kematian karena tabung meleduk :panik:

bikin jantungan itu......

Amin om,,kita semua hanya berharap gda kejadian seperti itu lagi...semoga kita dapat belajar dari pengalaman yang ada ya om...


mgkn belum terlambat kita memakai istilah yg benar, bukan memakai istilah media

yg menyebut "TABUNG ELPIJI MELEDAK", "KORBAN LEDAKAN TABUNG GAS 3KG" , dll.

seperti yg tertulis di atas, "Semua berita mengenai “ledakan tabung Elpiji” tidak ada yang mengkonfirmasi ditemukan tabung yang pecah atau sobek karena isinya meledak. Tak cukup alasan bagi tabung Elpiji untuk meledak. Jutaan tabung dilempar-lempar, dipanggang terik matahari, semua siksaan ini dapat ditahan oleh baja dan lasan tabung, sekalipun tabung tidak ber-SNI karena bikinan Cina (tapi berlogo Pertamina)."

nice inpo om...harusnya githu...tapi kita harusnya memkirkan knapa tabung gas ini bsa mledak....dari dasar baru kita memikirkan korban akibat meledaknya tabung gas ini om..

yopisukita
15-07-2010, 03:50 PM
saya setuju ..
itu bukan tabung gas elpiji yang meledak .. mengapa media selalu berkata seperti itu pun saya tidak tahu ..

kayak nya bro yang satu ini tau kalo tabung kosong tu di lempar-lempar pas di masukin ke truk ..:piss:

hahahaha curiga ya omm...jangan2 om arif BMC hahahahaha!! :piss: om wkwkwkw


Moga2 bermanfaat buat yg care sama masalah "tabung samber nyawa".
Mumpung ane juga ada usaha katering yg "akrab" sama tabung LPG (Liquefied Petroleum Grenade).:haha:

nah buat om remy bisa di perhatikan ya tu om..kita harus memikirkan kselamatan orang lain terlebih dahulu barulah keuntungan ya gak tu oM...!!!

yopisukita
15-07-2010, 03:52 PM
coba diliat ruginya pake kayu ? pohon abis, polusinya lebih parah, lebih-lebih susah dimatiinnya...,sukur2 ga nyamber....
efek elpiji itu kan gara2 segelintir orang aja yang sengaja mengambil keuntungan tapi membahayakan orang... harusnya pemerintah ngeliat secara keseluruhan dan menjamin keamanannya....

wah pinter om...!!tapi harusnya ga spenuh nya kita menyalahkan pemerintah kita sebgai masyarakt yg konsumen nya juga haruslebih jeli untuk pemakaiannya om....!!


bermanfaat gan...:top:
harus lebih hati2 nih.....:sigh:

iya om,,buruan kudu cpat pulang krumah trus langsung priksa wkwkwkwkwkw

happybratboy
15-07-2010, 03:55 PM
waspada juga neh
banyak berita tabung lpj 3kg meledak

yopisukita
15-07-2010, 04:51 PM
waspada juga neh
banyak berita tabung lpj 3kg meledak

iya om...jangan2 ntar kita buat rekor dengan peledak kan tabung gas elpiji om..!! wkwkwkw

coolz23
15-07-2010, 05:04 PM
mending pake minyak tanah , lebih aman.........................

yopisukita
15-07-2010, 05:35 PM
mending pake minyak tanah , lebih aman.........................

stok untuk pemakaian minyak tanah terbatas om...krena subsidi dari negara kita sangat kurang...

cRoZxXx
15-07-2010, 05:42 PM
mending pake minyak tanah , lebih aman.........................
ga mungkin pake minyak tanah terus om...........
bsa2 stock dunia bsa habis...
emg paling enk harus tabung elpigi.....

hruddye
15-07-2010, 07:07 PM
oh ya ijo2 nya mana om wkwkw

ijo2 apaan sih ga ngerti???? maklum newbie, gimana cara ngasinya???

Lyco
15-07-2010, 08:23 PM
selain itu juga plat yang dipakai buat mencetak tabung elpiji kadang terlalu tipis, dan gampang terkena karat

yopisukita
16-07-2010, 11:15 AM
ijo2 apaan sih ga ngerti???? maklum newbie, gimana cara ngasinya???

hmmm..klik thank ny aja om...ato GRP klo memang sangat berguna...diplajari lagi ya om..ane takut salah ngomong..ntar..


selain itu juga plat yang dipakai buat mencetak tabung elpiji kadang terlalu tipis, dan gampang terkena karat

Wah ga hanya plat om...gas nya pun di korupsi ,,, klo pun plat nya trus karatan ..mungkin itu bisa memicu kbocoran n ledakkan dari tabung gas elpiji ya om momod,,,

arif_bmc
16-07-2010, 11:17 AM
[spoiler="saya setuju"]

kayak nya bro yang satu ini tau kalo tabung kosong tu di lempar-lempar pas di masukin ke truk ..:piss:


hahahaha curiga ya omm...jangan2 om arif BMC hahahahaha!! :piss: om wkwkwkw



nah buat om remy bisa di perhatikan ya tu om..kita harus memikirkan kselamatan orang lain terlebih dahulu barulah keuntungan ya gak tu oM...!!!



http://www.indowebster.web.id/images/smilies/onion-90.gifhttp://www.indowebster.web.id/images/smilies/onion-90.gif
http://www.indowebster.web.id/images/smilies/onion-90.gif

ya sering liat aja bro.

sangat disayangkan, media malah yg jd "kompor" di masyarakat

yopisukita
16-07-2010, 11:25 AM
http://www.indowebster.web.id/images/smilies/onion-90.gifhttp://www.indowebster.web.id/images/smilies/onion-90.gif
http://www.indowebster.web.id/images/smilies/onion-90.gif

ya sering liat aja bro.

sangat disayangkan, media malah yg jd "kompor" di masyarakat

hahahahaha....ngeliat di media mana om??klo media yang jadi kompor nya udah biasa om...yang lebih bahaya klo masyarkat jadi api nya karena media hahahah

uyen
16-07-2010, 12:59 PM
Menurut saya, yang bermasalah bukan tabung nya justru sering kita lihat tabung tidak pecah. Kebocoran selalu disebabkan oleh regulator dan selang. Sekarang sangat sulit menemukan selang karet bersni, bahkan kemarin saya mencari selang karena ingin mengganti saya malah ditawari selang plastik bersni. Kemudian saya periksa periksa ternyata di masyarakat sangat jarang menemukan selang karet tidak seperti selang yang dulu dulu. Bukan kah plastik tidak tahan panas dan kimia KENAPA PEMERINTAH TIDAK MELARANG aneh!!!!!

rungga
16-07-2010, 01:56 PM
manusianya berarti yg harus hati2 berarti

yopisukita
16-07-2010, 03:38 PM
Menurut saya, yang bermasalah bukan tabung nya justru sering kita lihat tabung tidak pecah. Kebocoran selalu disebabkan oleh regulator dan selang. Sekarang sangat sulit menemukan selang karet bersni, bahkan kemarin saya mencari selang karena ingin mengganti saya malah ditawari selang plastik bersni. Kemudian saya periksa periksa ternyata di masyarakat sangat jarang menemukan selang karet tidak seperti selang yang dulu dulu. Bukan kah plastik tidak tahan panas dan kimia KENAPA PEMERINTAH TIDAK MELARANG aneh!!!!!

nah klo gwa bisa menanggapi..pemerintah itu hanya ambil untung om....selang karet Ber SNI itu sulit untuk di temui / di dapat.... susah untuk mencari selang yang baru dengan kualitas jaminan nya terpenuhi..


manusianya berarti yg harus hati2 berarti

ya siapapun itu yang menggunakan kompor gas....ya mereka harus berhati2 untuk itu..

passat
13-08-2010, 08:36 AM
kalo yang dibilang tabung gas elpijji meledak itu mungkin maksudnya gas yang tersembur keluar terkena api terus memberikan efek ledakan hingga melontarkan tabungnya..., dan lagi ada juga kok tabung yang bocor, tahunya dari dicelupin ke air sabun, ato disiram air sabun... :swt:

tanya neh, kalo terbau gas apa memang beresiko terjadi gas bocor :???:
soalnya sudah 2 kali ini gw bau gas LPG tapi pada waktu gas mau habis aja, gw terusin buat dipake, kemudian gas habis... :???:
apa bau gas juga merupakan indikator kalo gas dalam tabung sudah menipis.... ??

yopisukita
13-08-2010, 01:43 PM
kalo yang dibilang tabung gas elpijji meledak itu mungkin maksudnya gas yang tersembur keluar terkena api terus memberikan efek ledakan hingga melontarkan tabungnya..., dan lagi ada juga kok tabung yang bocor, tahunya dari dicelupin ke air sabun, ato disiram air sabun... :swt:

tanya neh, kalo terbau gas apa memang beresiko terjadi gas bocor :???:
soalnya sudah 2 kali ini gw bau gas LPG tapi pada waktu gas mau habis aja, gw terusin buat dipake, kemudian gas habis... :???:
apa bau gas juga merupakan indikator kalo gas dalam tabung sudah menipis.... ??

Sejauh ini yg gwa tau om,,habisnya gas didalam elpiji tidak ada kaitannya dengan adanya bau gas yg kluar dari tabung....indikator bahwa gas habis cuma klo waktu dinyalain ga nyala2 apinya om hahahahah :lol: logika nya kan githu,,coba di cek karetnya om..ada kemungkinan cincin karet yg digunain ga pas atau udah rusak,,atau cek pipa atau regulator nya om....makanya bau gas githu...

mohon maaf om klo da salah^^

oranggila
13-08-2010, 03:08 PM
klo tabung gas bocor tapi gak ada api bisa meledak gak sich :???:

cuber_boy
14-08-2010, 08:35 AM
sekarang bau gas LPG akan mirip bau durian..

moga2 dengan ini ledakan akibat tabung gas bisa berkurang..

ahonks1
14-08-2010, 03:19 PM
gak kox om,,nie gwa ambil dari salah satu blog...bukan dari forum tetangga napa om?? di forum tetannga ada ya??gak masalah kan saya berbagi untuk pengetahuan...!! keberatan om!!
wes...
sabar... sabar... kk... jgn marah... lg puasa loh...
nyang penting klo beli/pake elpiji harus ati-ati...
btul ??


klo tabung gas bocor tapi gak ada api bisa meledak gak sich :???:
asal jgn nyalain listrik secara tiba-tiba aja....
atw jgn sengaja nyalain korek api pas kecium bau gas...
wakakakakka

moonshine
14-08-2010, 07:18 PM
kalo gua sih pas udah masang regulator di tabung baru, gua taro telinga gua deket2 ama sumbunya (antara tabung dan regulator) kalo ada bunyi mendesis berarti regulator tidak terpasang dg baik (biasanya ini gara2 seal karet bawaan tabung udah longgar/oblak)

Xavier24
15-08-2010, 12:02 AM
Dtempat ane banyak yg balik lagi pake minyaakk..

udiemad
16-08-2010, 12:28 PM
Setuju bgt tu om...emang kadang karet sealnya dah rusak, kaga diganti ma agen pertamina pas isi ulang!

udiemad
16-08-2010, 12:30 PM
Sebagai langkah pengamanan, Elpiji untuk konsumsi masyarakat harus diberi bau dengan kadar minimal 25 mililiter per ton Elpiji. Pembau yang digunakan adalah ethyl-mercaptan, senyawa hidrokarbon dengan belerang, baunya seperti durian atau telur busuk, tergantung siapa yang menciumnya. Ini zat tak berwarna dengan keenceran seperti bensin premium, dan cair dalam suhu dan tekanan ruang. Oleh karena itu ia harus dilarutkan dengan baik dalam Elpiji, agar bila elpiji bocor, dia juga keluar dan memberikan peringatan kepada yang menciumnya. Baunya kini dikenal sebagai “bau gas”.

Jadi masalahnya saya kira bukan tabung, regulator, selang atau kompor . Tapi penyekat karet kecil itu dan kadar pembau dalam Elpiji.



Setuju bgt tu om...emang kadang karet sealnya dah rusak, kaga diganti ma agen pertamina pas isi ulang!

Hiei
16-08-2010, 12:57 PM
petasan baru . tabung gas 3kg (haha)

cman aye dari dulu ga berani dket" tabung gas . serem

simomone
16-08-2010, 04:13 PM
info yang bagus :top: apalagi sekarang banyak kasus bom elpiji

kalo cara pemasangan dan pemakaiannya benar berguna dan aman tabung LPG
tapi kalo salah sedikit, atau tabungnya rusak bahaya tuh bisa jadi musibah dimana-mana :dead:

sakuyaizayoi
16-08-2010, 04:24 PM
kata temen, penyebab ledakan tabung gas elpiji akhir2 ini tu gara2 selang penghubungnya yg kualitasnya abal2, bukan gara2 tabungnya,
jadi ya ati2 aja kalo milih selang tabung gas elpiji:ngacir:

kucing_alas
20-08-2010, 04:41 AM
g selama ini pake yg 12kg, pas beli kadang dapet tabung yg cincin penyekatnya ga bagus..jd klo dipasang tetap kluar gasnya dr sela2 regulatornya...saran g klo beli tabung sebaiknya yang bernomor...trus selang, regulator dan kompornya sebaiknya beli yg bermerk ternama...mahal dikit kan ga pa2 drpd yg murahan kualitasnya jelek, nyawa jd taruhan...trus klo selesai menggunakan kompor, putar pengunci regulator 45 derajat dr posisi on...ini untuk menutup keluarnya gas dr tabung tp regulator tetap pd posisinya...

GloriamSathanas
24-04-2011, 10:11 PM
Setahu saya sampai saat ini yang sudah terstandardisasi baru tabungnya, sedangkan karen klepnya belum. ini lah yang sering jadi masalah, pemicu bocornya gas kemudia meledak.

easyvalen
25-04-2011, 09:50 AM
klo ane saranin jgn beli yg 3 kg soalnya ane sering liat yang 3 kilo taruhnya dibanting2 mentang ringan beda ama yang 12 kg.
udah gitu juga minta cincin karet tambahan buat cadangan.

white_butler
25-04-2011, 12:45 PM
ane pernah ngalamin yang bau gas itu gan, untung langsung cepet2 dibawa keluar rumah :peace:

quro_one
25-04-2011, 03:37 PM
hmm, baru tau ane ttg kadar pembau itu.. :top: boljug tuh...
di rumah dulu yg 3 kg pernah bau lsg ane copot dari regulator, ane taruh di ruang terbuka trus ane tutup pake kain basah.. :takut:

vhykyu
26-04-2011, 03:34 PM
haddeeh lagian itu udh tau bau gas malah dinyalain kompornya ya meleduk deh :swt:
kurang sosialisasi aja pemerintah untuk masyarakat,bagaimana sebaiknya menggunakan kompor gas supaya save :ngacir:

Carma
04-05-2011, 08:59 AM
Dari masa anak2 Udah ada lagunya, yang meletus itu yang warna ijo...coba ganti catnya jadi warna lain... 12 - 15 Kg ( biru ) jarang meledak...



Just Kidding.... Gan....:hahai:

Artanis
30-05-2011, 06:03 AM
yaaaa, kok udah di hapus gambar2nya.. :kecewa:

ane kan blom liat kayak gimana.. :kecewa:

riobastian
30-05-2011, 06:20 AM
dari pd pake elpiji mending pake kayu bakar

Kayaknya mendingan pake minyak tanah deh bro.. :peace:

Artanis
30-05-2011, 06:36 AM
Kayaknya mendingan pake minyak tanah deh bro.. :peace:

tapi memang lebih aman pake kompor minyak tanah atau kayu bakar di banding LPG.. :elegan:

soalnya jarang denger kebakaran dari kompor minyak atau kayu bakar.. :hero:

triballance
30-05-2011, 09:01 AM
skrg masih banyak yg meledak? dulu rame bgt kan...
omong2 gambarnya nggak muncul gan :???:

teted
30-05-2011, 09:07 AM
pasti karna tabungnya warna ijo neh ketularan balon warna ijo :hahai:meletus tabung hijau dor :panik: asal ngga lupa cek in regulator secara berkala wa rasa aman aja tuh ngga tabung yang 3 kilo ato 12 kilo wa rasa sama aja :peace:

OuGh
30-05-2011, 09:42 AM
semoga ga ada lagi kejadian2 yg merugikan deh... apa lagi tabung yang biasa nya meledak yang tabung 3kg yang kebanyakan pemakainya orang2 yg masih kurang mampu..

easyvalen
30-05-2011, 12:11 PM
tapi memang lebih aman pake kompor minyak tanah atau kayu bakar di banding LPG.. :elegan:

soalnya jarang denger kebakaran dari kompor minyak atau kayu bakar.. :hero:
klo ane saranin sih pake biogas aja gan. udah murah, ramah lingkungan lagi. :peace:

Artanis
30-05-2011, 02:10 PM
klo ane saranin sih pake biogas aja gan. udah murah, ramah lingkungan lagi. :peace:

yupz.. betul..
mw nya sih kek gtu..
harus ada orang/ tenaga ahli yg mmpraktekan (dalam penyuluhan biasa nya) bio gas itu..

jdi masyarakat nnti ngert i cara buat dan pake nya kek gmna..
kan ga blh smbrgan juga pake nya..

Metal_Raiderz
30-05-2011, 02:30 PM
Kebocoran gas akibat selang penyalur gas (dari tabung ke kompor) yang berlubang/aus juga harus menjadi perhatian,, selang berlubang bisa akibat dari usia yang sudah lama n bisa juga akibat dari gigitan binatang (terutama tikus).. :peace:

Chikita77
31-05-2011, 02:42 AM
Nice Info tapi gw da pake regulator yang ok

Artanis
02-06-2011, 08:46 AM
Nice Info tapi gw da pake regulator yang ok

Harus di perhatikan tekanan per milibarnya juga..
yang bagus itu di atas 900 klo gak salah..

yopisukita
05-11-2011, 10:24 PM
Harus di perhatikan tekanan per milibarnya juga..
yang bagus itu di atas 900 klo gak salah..

emang batas ambang tekanan nya brapa om yang pasnya apa harus diatas 900 bar itu ??
apa sampe brapa om?


mantap gan...
ngomong2 TSnya tukang gas yah??? hehe

:shock1: bukan lah,, saya hanya sebagai media informasi aj....
bukan tukang gas nya.. :lol:

venantius_1
06-11-2011, 07:12 AM
Sudah lama sekali di rumah nggak pake LPG lagi, dulu sempat beralih ke minyak tanah.
lalu ketika sudah ada distribusi natural gas beralih ke itu.

Paling aman ya pake natural gas/gas alam yang didistribusikan, bukan yang ditabungkan (LNG).
Sebab tekanannya cukup rendah sehingga tidak mudah meledak bila terdapa kebocoran.

Selain itu harganya jauh lebih murah daripada LPG, sama minyak tanah bersubsidi gw rasa pun natural gas lebih murah.
Hanya saja sayangnya distribusinya nggak merata di Indonesia. cmiiw

yopisukita
10-11-2011, 02:16 AM
Sudah lama sekali di rumah nggak pake LPG lagi, dulu sempat beralih ke minyak tanah.
lalu ketika sudah ada distribusi natural gas beralih ke itu.

Paling aman ya pake natural gas/gas alam yang didistribusikan, bukan yang ditabungkan (LNG).
Sebab tekanannya cukup rendah sehingga tidak mudah meledak bila terdapa kebocoran.

Selain itu harganya jauh lebih murah daripada LPG, sama minyak tanah bersubsidi gw rasa pun natural gas lebih murah.
Hanya saja sayangnya distribusinya nggak merata di Indonesia. cmiiw

natural gas itu yang seperti apa ya om?? sya baru denagr itu??itu semacam dari kotoran2 itu kah? ato apa??
:bingung:

riyanjo
10-11-2011, 12:26 PM
setahua ne meledak tuh karna bocor..
n pemakai gak sadar klo LPG nya bocor..
padahal dari baunya da pasti tahu harusnya

yopisukita
14-11-2011, 01:19 AM
setahua ne meledak tuh karna bocor..
n pemakai gak sadar klo LPG nya bocor..
padahal dari baunya da pasti tahu harusnya


tabung tak akan meledak pada suhu normal (tekanan sekitar 7 atmosfir) karena tabung dirancang tahan sampai 28 atmosfir Kemungkinan besar, Elpiji bocor dengan deras dari tabung, melalui celah antara katup tabung dan regulator

jadi untuk suhu normal sekitar 7 atsmofir maka tidak akan terjadi apa2 , jadi ketika tekanan melebihi dari ++28 atsmofir maka terjadilah ledakan dari tabung LPG hal itu lah yang biasa nya di awali dengan bocornya gas dari LPG, makanya ketika ente telah mencium bau gas ini lebih pekat dari yang seharusnya tidak lebih baik ente cabut dan biarkan di alam terbuka maka secara otomatis tekanan udara yang lebih sempit tdi tidak memicu ledakan dan gas yang terlepas keudara langsung bercampur dengan udara dan lain2

muyrrrrrr
14-11-2011, 09:44 PM
gatau kenapa saya sama keluarga takut banget sama yg namanya elpiji
dirumah pun sekarang masih pake minyak tanah, kalo lagi dikosan pun saya minta tolong temen buat nyalain gas
jadi saya gatau ukuran aman elpiji tuh gimana

kifni41
15-11-2011, 12:37 PM
wah...

perlu di bookmark dulu... soalnya di kosan juga pake tabung yang 3 kilo...

kalo ane seringnya liat kuli2 yang bawa tabung gas biasanya cuma dilempar2 aja, atau digelindingin... dan gak papa, walaupun ane ngeri liatnya, tapi setidaknya itu menunjukan masalahnya bukan pada konstruksi tabungnya,..

chain94
16-11-2011, 06:28 PM
wah, bener tuh, biasanya karetnya jelek, kadang aja harus beli karetnya sendiri, gak aman kalo pake yang disediakan langsung di tabung..:suram:

Artanis
16-11-2011, 06:43 PM
sekilas info ajja..

ini yang ane tau dari pengalaman..

lingkaran merah yang di tabung LPG buat regulator itu merupakan daerah rawan panas penyebab kebocoran..

lingkaran merah itu memberitahukan suhu di sekitar itu tidak boleh lebih dari 50 derajat celcius..

yopisukita
20-11-2011, 12:10 PM
sekilas info ajja..

ini yang ane tau dari pengalaman..

lingkaran merah yang di tabung LPG buat regulator itu merupakan daerah rawan panas penyebab kebocoran..

lingkaran merah itu memberitahukan suhu di sekitar itu tidak boleh lebih dari 50 derajat celcius..

tambahan nih om :

Cara mengecek kebocoran gas yg kecil" aka bocor alus :

Pake air campur sabun ataw detergen...cipratin atau pake kuas ke selang ataw

sambungan" terutama yg dicurigai bocor...kalo ada bocor pasti keluar busa

sabun.

tarzanwangi
22-11-2011, 02:29 PM
sip gan... mungkin kualitas karet nya memang harus ditingkatkan, selama ini saya melihat kualitas karetnya memang masih kurang bagus.

sebagai contoh saya sering menambah 1/2 potong karet lagi ke bawah karet utama biar tidak terjadi kebocoran ( saya sering dapat tabung yang kalau hanya satu karet yg dipasang ada kebocoran alias bunyi)

moga membantu.........

La gw malah kadang karet yg ketebalan, ampe gak bisa dikunci kepala selangnya

yopisukita
26-11-2011, 01:53 PM
La gw malah kadang karet yg ketebalan, ampe gak bisa dikunci kepala selangnya

jangan sampe ketebalan juga om ,, bisa2 ga keluar itu gas karena karet ny ketebalan.,

lagian setau saya itu udah ada ukuran nya karetnya ga asal pasang ...

kalo asal pasang akibatnya ada yang kekecilan ato ketebalan

mahadi22
18-01-2012, 07:35 AM
knyakan ngira yg meledak tabung gas-nya....
pdhal tabung gas mledah itu cuma klo dibakar atau ditembak....

baja setbel itu mah g bkal rusak kcuali ada yg bcor... kl bcor juga jarang...
plgan dari valve ato regulator bcornya....

aldo1006
18-01-2012, 06:53 PM
Jadi mikir pake gas buat mobil....

Jenang
19-01-2012, 12:29 PM
info yg bermanfaat banget gan ..
info2 kaya' gini nih yg harus disebar luas kan kepada masyarakat umum :thumbup

masykur8d
19-01-2012, 12:37 PM
dari pd pake elpiji mending pake kayu bakar
kalo pke kayu bakar sih banyak ruginya, hutan ditebang, n asap pembakaran kayu bikin polusi udara juga :fufufu:

tabung elpiji meledak :lol: bukan tabungnya meledak, kan gasnya yang bocor, media massa memang banyak yang salah membahasakan hal ini

Artanis
19-01-2012, 04:20 PM
tambahan nih om :

Cara mengecek kebocoran gas yg kecil" aka bocor alus :

Pake air campur sabun ataw detergen...cipratin atau pake kuas ke selang ataw

sambungan" terutama yg dicurigai bocor...kalo ada bocor pasti keluar busa

sabun.

iya bener juga seperti itu..

regulator LPG juga mesti yang di atas 800milibar tekanannya untuk ukuran 3 kg..

dan yang LPG 12 kg mesti di atas 900 milibar untuk amannya..

karena kebocoran alus ini terjadi akibat tekanan gas yang gede tapi tekanan regulatornya di bawah 800 milibar..

Hudoq
24-01-2012, 09:49 AM
gak kox om,,nie gwa ambil dari salah satu blog...bukan dari forum tetangga napa om?? di forum tetannga ada ya??gak masalah kan saya berbagi untuk pengetahuan...!! keberatan om!!

y, setuju yang penting kita saling berbagi informasi

renday
25-01-2012, 10:23 AM
terima kasih bang infonya bermanfaat bwt sy terutama.

regards.

vasilivs
02-05-2012, 08:35 PM
kalo pke kayu bakar sih banyak ruginya, hutan ditebang, n asap pembakaran kayu bikin polusi udara juga :fufufu:

tabung elpiji meledak :lol: bukan tabungnya meledak, kan gasnya yang bocor, media massa memang banyak yang salah membahasakan hal ini

setuju bro.......^^

sebenarnya masih ada energy alternatif yg sampai sekarang masih jarang di gunakan...Briket Batubara

-Aman dan Praktis-

http://i47.tinypic.com/2u7t5qg.jpg

daripada pakai kayu bakar......Hutan cepat gundul.....:ngeselin:

kentungtambun
11-05-2012, 01:47 PM
masalahnya menurut saya itu, coba deh tengok ke agen2 gas ...

gas tabung 3kilo dilempar seenak jidat, karena lebih enteng dari 12 kilo..

menurut saya itu yang bikin kebocoran pada tabung

hunter934
11-05-2012, 02:04 PM
tritnya bermanfaat nih, mencegah supaya gak ada elpiji meledak

SolidSnake11
12-05-2012, 03:53 PM
Yg jelas kudu cek bocor apa ga tiap habis dipasang.Biasanya karet di tabung gasnya kurang pas,jadi bocor waktu di pasang.

gimgim
12-05-2012, 05:30 PM
- Rubber seal (karet) harus selalu ada! Jangan mencungkil-cungkil rubber seal dan menyimpannya. Karena setiap tabung Elpiji diproduksi dan diedarkan sudah bersamaan dengan rubber seal-nya. Pastikan rubber seal dalam keadaan baik, tidak sobek atau grepes. Jangan mencolok-colok valve tabung apabila Elpiji tidak keluar dari tabung, tukarkan dengan penjual atau agen.

yang ini
pernah ganti tabung yg sdh di isi,kok ada bau gas
di cabut,ngak ada bau lagi,di pasang,eh ada lagi,padahal sebelum nya bagus2 aja
di tanya ke penjual nya,malah cuma di kasi karet nya aja,karet dari tabung ku yang lama yang kosong itu
trus ganti sendiri karet nya,setelah itu ngak ada bau gas lagi

jadi tiap ganti tabung,selalu perhati kan,kadang ada yang karet nya ngak bagus

rexie00000
13-05-2012, 04:55 PM
Sebenernya elpiji 3kg itu kalau pakenya bener gk gampang meledak kok..
Cuman emang masyarakat suka aneh" lah.. Ada juga kejadian pas dinyalain api gk keluar, eh dipaksa pake api biasa.. Ya meledak dong..
Btw, nice info bro..

spaceboy
14-05-2012, 06:42 PM
Sebenernya elpiji 3kg itu kalau pakenya bener gk gampang meledak kok..
Cuman emang masyarakat suka aneh" lah.. Ada juga kejadian pas dinyalain api gk keluar, eh dipaksa pake api biasa.. Ya meledak dong..
Btw, nice info bro..

Hmm... Emang susah bro didik masyarakat itu. Pengalaman dengan yang udah mahasiswa aja masih susah banget dibilanginnya (*jadi curhat)

Joshualoves
15-05-2012, 02:33 AM
Makasih atas tips tabung gasnya. Bener2 bermanfaat karena memang saat ini saya sedang kebingungan bagaimana merawat dan menangani tabung gas. Maklum baru mau konversi dari minyak tanah ke gas karena minyak tanah sudah sangat susah. Dari dulu masih takut pake gas, tapi setelah membaca artikel ini, udah jadi berani lagi. Hehehe

ACG
08-11-2012, 07:24 AM
jadi sealnya itu yang bermasalah ya gan. kecil2 bahaya kalo bermasalah.

depan kosan ane dulu agen tabung gas 3 kilo. kalo lagi unload di bawah terik matahari n dibanting2 ampe bising tu tabung aman2 aja kok