PDA

View Full Version : Tips [Tips] Kumpulan Tips & Trik Berkendaraan Sepeda Motor



Pages : [1] 2 3 4 5 6 7 8

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:00 PM
Read Rules, FAQ, and Disclaimer First, U Have Been Warned!
:oii::lempar::voodoo::piso::pistol::cambuk::cerutu ::merah::ogcambuk::ogmarah::ogmerah::ogpanda::oggl ek:

http://idws.in/4462
&
http://oi49.tinypic.com/ml3zm9.jpg
Junker & New Bie Quote Image & One Liner Post = BRP (No Warning)




Go Forward IDWS!!! Be Safety On The Road Boys!!!



[Info] Peraturan Terbaru Undang-Undang Lalu Lintas

Mulai Januari 2010 ini, UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 akan efektif berlaku, menggantikan UU Nomor 14 Tahun 1992. Banyak peraturan baru yang harus dicermati jika tak mau disemprit ketika berkendara.

Sebab, hingga saat ini tak sedikit yang tak mengetahui aturan-aturan baru yang diberlakukan UU ini. Sanksi pidana dan denda bagi para pelanggarnya pun tak main-main. Jika dibandingkan UU yang lama, UU Lalu Lintas yang baru menerapkan sanksi yang lebih berat.


Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diketahui oleh para pengguna kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat/lebih:



• Kenakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
Jangan lagi kenakan helm batok. Gunakanlah helm SNI. Selain karena alasan keselamatan, menggunakan helm jenis ini sudah menjadi kewajiban seperti diatur dalam Pasal 57 Ayat (2) dan Pasal 106 Ayat (8). Sanksi bagi pelanggar aturan ini, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 291). Sanksi yang sama juga akan dikenakan bagi penumpang yang dibonceng dan tidak mengenakan helm SNI.

• Pastikan Perlengkapan Berkendara Komplet
Bagi para pengendara roda empat atau lebih, coba pastikan kelengkapan berkendara Anda. UU Lalu Lintas No 22 Tahun 2009, dalam Pasal 57 Ayat (3) mensyaratkan, perlengkapan sekurang-kurangnya adalah sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm, dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat/lebih yang tak memiliki rumah-rumah dan perlengkapan P3K. Bagaimana jika tak dipenuhi? Sanksi yang diatur bagi pengendara yang menyalahi ketentuan ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, seperti diatur dalam Pasal 278

• Tak Punya SIM? Denda Rp 1 Juta
Ketentuan yang satu ini mungkin harus menjadi perhatian lebih. Jika selama ini denda bagi pengendara yang tak punya SIM hanya sekitar Rp 20.000, UU Lalu Lintas yang baru tak mau memberikan toleransi bagi pengendara yang tak mengantongi lisensi berkendara. Sanksi pidana ataupun denda yang diterapkan tak lagi ringan. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, akan dipidana dengan pidana kurungan empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

• Konsentrasi dalam Berkendara
Pasal 283 UU Lalu Lintas mengatur, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000

• Perhatikan Pejalan Kaki dan Pesepeda
Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat/lebih, harus mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan Pasal 106 Ayat (2) ini, dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000

• Lengkapi kaca spion dan lain-lain
- Pengemudi sepeda motor
Diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban (diatur Pasal 106 Ayat (3)). Sanksi bagi pelanggarnya diatur Pasal 285 Ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

- Pengemudi roda empat/lebih
Bagi pengendara roda empat/lebih diwajibkan memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, dan penghapus kaca. Pasal 285 Ayat (2) mengatur, bagi pelanggarnya akan dikenai sanksi pidana paling lama dua bulan kurungan atau dendan paling banyak Rp 500.000.

• STNK, Jangan Lupa
Setiap bepergian, jangan lupa pastikan surat tanda nomor kendaraan bermotor sudah Anda bawa. Kalau kendaraan baru, jangan lupa membawa surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan Polri. Jika Anda alpa membawanya, sanksi kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 akan dikenakan bagi pelanggarnya (Pasal 288 Ayat (1)).

• SIM Harus yang Sah Ya…
Pasal 288 Ayat (2) mengatur, bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000.

• Pengemudi atau Penumpang Tanpa Sabuk Pengaman, Sanksinya Sama
Ini harus jadi perhatian bagi pengemudi mobil dan penumpangnya. Jangan lupa mengenakan sabuk pengaman selama perjalanan Anda. Selain untuk keselamatan, juga untuk menghindari sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 seperti diatur dalam Pasal 289.

• Nyalakan Lampu Utama pada Malam Hari
Saat berkendara pada malam hari, pastikan lampu utama kendaraan Anda menyala dengan sempurna. Bagi pengendara yang mengemudikan kendaraannya tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari, dipindana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 293).

• Wajib Nyalakan Lampu pada Siang Hari
Para pengendara motor yang berkendara pada siang hari diwajibkan menyalakan lampu utama. Sekarang, sudah bukan sosialisasi lagi. Bagi pelanggarnya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.

• Berbelok, Berbalik Arah, Jangan Lupa Lampu Isyarat!
Setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Jika melanggar ketentuan ini, Pasal 284 mengatur sanksi kurungan paling banyak satu bulan atau denda Rp 250.000

• Jangan Sembarangan Pindah Jalur
Para pengemudi yang akan berpindah jalur atau bergerak ke samping, wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan dibelakang kendaraan serta memberikan isyarat. Jika tertangkap melakukan pelanggaran, akan dikenai sanksi paling lama satu bulan kurungan atau denda Rp 250.000 (Pasal 295)

• Stop! Belok kiri tak boleh langsung
Ini salah satu peraturan baru dalam UU Lalu Lintas yang baru. Pasal 112 ayat (3) mengatur, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri. Bunyi pasal tersebut “Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas”.

• Balapan di Jalanan, Denda Rp 3 Juta!
Pengendara bermotor yang balapan di jalan akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (Pasal 297)

• Sesuaikan Jalur dengan Kecepatan
Ketentuan mengenai jalur atau lajur merupakan salah satu ketentuan baru yang dimasukkan dalam UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, yang diatur dalam Pasal 108. Agar menjadi perhatian, selengkapnya bunyi pasal tersebut adalah
(1) Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri
(2) Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika
a. pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau
b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri
(3) Sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.
(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bahi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain.



Aturan-aturan baru yang diterapkan di UU Lalu Lintas yang baru ini harus menjadi perhatian bagi para pengendara. Selain demi keselamatan, tentunya juga untuk menghindari merogoh kocek cukup dalam karena ditilang. Sanksi denda yang dikenakan lumayan besar jika dibandingkan dengan UU yang lama. Selamat berkendara!






Thread ini akan saya isi dengan kumpulan Artikel yang di rasa berguna bagi para Biker IDWS, supaya dapat berkendara Sepeda Motor dengan Aman dan Nyaman di Jalan Raya, serta akan membahas dan menggambarkan Tips & Trik Kendaraan, Safety Riding, Event Klub Motor, Info Modifikasi Motor Dan Artikel Yang Sedang Hot Yang Berhubungan Dengan Otomotif Tentunya.




Jika bro/Sist ada ingin mengkomentari salah satu artikel di thread ini dan ingin berdiskusi mengenai artikel tersebut, silakan di bicarakan di thread [Lounge]Obrolan Seputar Otomotif (dengan cara menunjukkan link address post artikel yang di maksud atau di quote juga boleh pada thread di bawah ini - tapi yang ada gambarnya di hilangkan dulu kode img nya):





[Lounge]Obrolan Seputar Otomotif (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111512)





Di larang Komentar di Thread ini, Hal ini di sarankan supaya thread Kumpulan Tips & Trik Berkendaraan Sepeda Motor Tetap Rapi dan Bersih Dari Komentar Junk dan OOT, dan akan segera di Index Artikel-Artikel Yang Sudah Ada, agar tidak terjadi Double Posting Artikel






Index Artikel Kumpulan Tips, Trik, Info Berkendaraan Sepeda Motor:








PAGE 1

1. Undang Undang No. 14 Tahun 1992 Tentang : Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141026&viewfull=1#post6141026)
2. Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang: Lalu Lintas & Angkutan Jalan (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141047&viewfull=1#post6141047)
3. [Info] Peraturan Terbaru Undang-Undang Lalu Lintas ! (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141057&viewfull=1#post6141057)
4. Keep on the left track! (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141070&viewfull=1#post6141070)
5. Kumpulan Artikel Di Bundling (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141084&viewfull=1#post6141084)
6. Aman di sekitar perlintasan kereta (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141094&viewfull=1#post6141094)
7. Cara Jitu Memilih dan Merawat Sepatu (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141105&viewfull=1#post6141105)
8. Biar Aki Motor Gak Cepat Jadi Aki-Aki (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141112&viewfull=1#post6141112)
9. MASKER teman setia para BIKER (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141123&viewfull=1#post6141123)

PAGE 2

10. Helm Apek? Jauh-Jauh Deh! (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141133&viewfull=1#post6141133)
11. No high heels, please (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141142&viewfull=1#post6141142)
12. Cara Bedain Helm SNI Asli atau Palsu (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141156&viewfull=1#post6141156)
13. Tattoo Helm (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141169&viewfull=1#post6141169)
14. Tas Aman Nyaman (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141186&viewfull=1#post6141186)
15. Glasses for Sun (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141202&viewfull=1#post6141202)
16. Helm Me! (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141215&viewfull=1#post6141215)
17. Gloves Up (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141225&viewfull=1#post6141225)
18. Tips irit (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141257&viewfull=1#post6141257)
19. Puasa Tetap Seger ala Anak Biker (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141283&viewfull=1#post6141283)

PAGE 3

20. Fashion motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141396&viewfull=1#post6141396)
21. Riding In The Rain (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141423&viewfull=1#post6141423)
22. Bersihin Helm (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141427&viewfull=1#post6141427)
23. Dengerin Musik Bisa Bahaya (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141439&viewfull=1#post6141439)
24. Helms Deep (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141467&viewfull=1#post6141467)
25. Tips Aman Boncengan (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141476&viewfull=1#post6141476)
26. Menjalankan Motor dengan aman (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141758&viewfull=1#post6141758)
27. Cara Pengereman Yang Benar (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141773&viewfull=1#post6141773)
28. Safety Riding On The Rain [Helm] (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141792&viewfull=1#post6141792)
29. Tips Trick Menerjang Banjir (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141806&viewfull=1#post6141806)

PAGE 4

30. Peraturan untuk berbelok (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141822&viewfull=1#post6141822)
31. Tips Untuk Biker (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141841&viewfull=1#post6141841)
32. Tindakan Pertama Pada Kecelakaan (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141845&viewfull=1#post6141845)
33. Tips Memilih helm (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141854&viewfull=1#post6141854)
34. Tips & Trick Menghadapi tanjakan dan turunan (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141871&viewfull=1#post6141871)
35. Safety Riding.. Apaan sih? (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141893&viewfull=1#post6141893)
36. Indahnya Saling Berbagi di Jalan (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141969&viewfull=1#post6141969)
37. Isi Oli Sesuai Anjuran (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6141999&viewfull=1#post6141999)
38. Komparasi Resistansi Busi Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142034&viewfull=1#post6142034)
39. Isi Bensin Apa, Ya? (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142113&viewfull=1#post6142113)

PAGE 5

40. Bensin Nyaris Kosong? Nggak Perlu Panik (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142157&viewfull=1#post6142157)
41. Caliper Rem Rawan Maling!! (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142201&viewfull=1#post6142201)
42. Macet, Boros BBM (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142239&viewfull=1#post6142239)
43. Daftar SPBU Pasti Pas Pertamina (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142249&viewfull=1#post6142249)
44. Bikin Hi-Pass Beam (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142276&viewfull=1#post6142276)
45. Perpanjang Masa Pakai Accu (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142313&viewfull=1#post6142313)
46. Ban diisi N2 …apaan sih? (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142333&viewfull=1#post6142333)
47. Kekuatan Komunitas (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142389&viewfull=1#post6142389)
48. Masa Inreyen.. apaan sih? (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142428&viewfull=1#post6142428)
49. Mengenal Seluk Beluk Ban Mobil dan Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6142519&viewfull=1#post6142519)

PAGE 6

50. Tetap Fit Selama Berkendara (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148682&viewfull=1#post6148682)
51. Tips Berkendara Dengan Motor Matic (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148735&viewfull=1#post6148735)
52. 7 Tips Bonceng Wanita dengan Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148768&viewfull=1#post6148768)
53. Perempuan, Sepeda Motor dan Keselamatan Berkendara (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148805&viewfull=1#post6148805)
54. Tips Memilih Jaket Untuk Mengendarai Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148841&viewfull=1#post6148841)
55. Tips Merawat Rantai Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148854&viewfull=1#post6148854)
56. Tips Motor Aman dari Curanmor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148863&viewfull=1#post6148863)
57. Tips Memilih Oli Untuk Sepeda Motor 4 Tak (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148888&viewfull=1#post6148888)
58. Tips Pengecekan Sepeda Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148902&viewfull=1#post6148902)
59. Tips Praktis Merawat Mesin Sepeda Motor! (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148933&viewfull=1#post6148933)

PAGE 7

60. Arti Warna Kabel Kelistrikan Sepeda Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148952&viewfull=1#post6148952)
61. Tips Bongkar Mesin motor Honda tipe Bebek 4 tak (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6148990&viewfull=1#post6148990)
62. Teknik Menyetel Karburator Langsam (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149006&viewfull=1#post6149006)
63. Cara Membersihkan Karburator (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149038&viewfull=1#post6149038)
64. Cara Setting Karburator Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149062&viewfull=1#post6149062)
65. Korek Harian 4-Tak : Setting Karburator (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149072&viewfull=1#post6149072)
66. Tips Menghindari Sepeda Motor Terbakar (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149089&viewfull=1#post6149089)
67. Istilah Dasar Spesifikasi Sepeda Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149104&viewfull=1#post6149104)
68. Lampu Sein Sepeda Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149114&viewfull=1#post6149114)
69. Bikin Cahaya Lampu Motor Stabil (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149123&viewfull=1#post6149123)

PAGE 8

70. Kompresi, Rasio Kompresi dan Tekanan Kompresi (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149143&viewfull=1#post6149143)
71. Rasio Kompresi dan Tenaga (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149187&viewfull=1#post6149187)
72. Siklus 4 Langkah (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149200&viewfull=1#post6149200)
73. Busi Panas dan Busi Dingin (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149209&viewfull=1#post6149209)
74. Perawatan Busi (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149217&viewfull=1#post6149217)
75. Busi, Cara Sederhana Ngecek Kondisi Mesin (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149227&viewfull=1#post6149227)
76. Busi basah kenapa? (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149241&viewfull=1#post6149241)
77. Lagi Jalan, Busi Mati ? (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149246&viewfull=1#post6149246)
78. Pembacaan kode busi NGK dan Denso (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149256&viewfull=1#post6149256)
79. Deteksi Kondisi Mesin Lewat Ujung Knalpot (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149258&viewfull=1#post6149258)

PAGE 9

80. Teknik Saat Turun Mesin (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6149274&viewfull=1#post6149274)
81. Tips Merawat Motor 4 Tak (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6152295&viewfull=1#post6152295)
82. Tips and Trik Merawat Mesin Sepeda Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6152301&viewfull=1#post6152301)
83. Tips dan Trik Ganti Oli Di Bengkel (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6194575&viewfull=1#post6194575)
84. Tips Mudik dengan Sepeda Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6208422&viewfull=1#post6208422)
85. Mudik Motor, Konvoi Murah Meriah (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6227354&viewfull=1#post6227354)
86. KA Pengangkut Motor Diserbu Pemudik (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6309909&viewfull=1#post6309909)
87. Tips Menggunakan Motor untuk perjalanan jauh (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6350434&viewfull=1#post6350434)
88. Tips Aman Pulang Kampung (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6372513&viewfull=1#post6372513)
89. Mudik Selamat Dengan Sepeda Motor (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6394963&viewfull=1#post6394963)

PAGE 10

90. Tips Touring dan Tata Tertib Touring (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6443092&viewfull=1#post6443092)
91. Bagaimana Membedakan Sparepart Asli dan Aspal (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6481277&viewfull=1#post6481277)
92. Tips membeli Motor Bekas (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6664333&viewfull=1#post6664333)
93. Kumpulan Alamat Bengkel Modifikasi (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6666033&viewfull=1#post6666033)
94. Tips Aman tuk Sepeda Motor saat Musim Hujan & Banjir (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=6834115&viewfull=1#post6834115)
95. Artikel "Pengendara Mental Sampah Dikala Hujan" (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=7364661&viewfull=1#post7364661)
96. Artikel "Mengapa Saya Harus Mengalah" (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=7364714&viewfull=1#post7364714)
97. Honda Pelopor Safety Riding (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=7364806&viewfull=1#post7364806)
98. Perbandingan Kawasaki Ninja 250 vs Honda CBR 250 (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=7536821&viewfull=1#post7536821)
99. All About Honda CBR 250R (http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111746&p=7541851&viewfull=1#post7541851)

PAGE 11

100.




[I]will be continued....










[I]


Info & Update List: 14-09-2012, At 16.41
Jumlah Halaman di Thread ini: Page 1 - Page 200
Jumlah Posting Di Thread ini: 1991 Post
Source: Kompas Otomotif, Motorplus Otomotifnet, Detik.com Otomotif, dan Artikel Otomotif lainnya










About TS "have the type of motorcycle and a member of"

http://4.bp.blogspot.com/_aJBilkx5Bxk/S80P-u0KdtI/AAAAAAAAABM/xP7s7Hqn4Dg/s1600/Tiger+Revo.jpg
http://img831.imageshack.us/img831/9606/clipboard01yp.jpg



http://img38.imageshack.us/img38/9510/htmlwhite600.jpg
"Safety & Smart Riding In The Road, Respect Others, and Brotherhood Has No Limit"


Tentang Honda Tiger Mailing List


Apakah HTML?
Bagi orang IT (Information Technology), nama HTML sudah tidak asing lagi, karena HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Language atau program yang digunakan untuk membuat website.

Namun HTML juga merupakan singkatan dari Honda Tiger Mailing List, yaitu komunitas penggemar dan pemilik motor Honda Tiger di Indonesia yang berinteraksi melalui Internet menggunakan Mailing List (Milis).
Milis HTML beralamat di honda-tiger@yahoogroups.com dan dibentuk pertama kali 18 Oktober 2000 pada server YahooGroups.

HTML secara organisasi/paguyuban baru terbentuk resmi pada tanggal 17 Agustus 2002, yang diawali dengan acara touring perdana ke Puncak, Bogor dan kemudian ditetapkan sebagai hari lahir HTML.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Profil pengurus terkini, regulasi dan agenda kerja terbaru, silakan baca di page Sekilas Tentang HTML

Apakah bentuk dan sifat HTML?

HTML adalah sebuah milis yang menjadi jaringan komunikasi dan interaksi diantara sesama pengguna Honda-Tiger. Keakraban dan Keguyuban yang terjadi didalam komunikasi dan interaksi tersebut, membuat HTML berkembang menjadi Paguyuban / Komunitas pengguna Honda Tiger tanpa menghilangkan basisnya yaitu Milis.

Sifat HTML :
• Egaliter : semua member HTML memiliki posisi dan derajat yang sama, tidak ada senior dan junior didalam HTML.
• Inklusif : HTML tidak tertutup, siapa saja bisa bergabung, singkat kata, lawannya dari yang eksklusif
• Universal : HTML tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, dengan perkembangan teknologi informasi, dimanapun dan kapanpun pecinta honda tiger berada tidak menjadi halangan untuk saling berinteraksi.

Apakah visi dan misi HTML?
Visi HTML :
Membentuk komunitas pemilik & penggemar Motor Honda-Tiger dan merangkul penggemar Honda-Tiger di seluruh Indonesia baik yang telah tergabung dalam perkumpulan/klub maupun yang tidak tergabung dalam perkumpulan/club (privateer) melalui dunia maya.

Misi HTML :
1.Menjadikan millist honda-tiger@yahoogroups.com sebagai komunitas para pemilik & penggemar motor Honda-Tiger di Indonesia, dan sebagai sarana forum diskusi seputar motor Honda-Tiger dan permasalahannya
2.Sebagai komunitas yang bersifat terbuka, HTML bertujuan untuk menjadikan wahana berkumpul & interaksi antar pemilik & penggemar motor Honda-Tiger serta club-club motor Honda-Tiger yang sudah ada di Indonesia, sehingga diharapkan, para bikers bisa saling berinteraksi melalui milis internet yaitu honda-tiger@yahoogroups.com
3.Sebagai kepanjangan lidah dari para pemilik & penggemar motor Honda-Tiger ke para produsen & vendor motor Honda Tiger di Indonesia. Dengan memanfaatkan jaringan yang sudah dan akan terus dibentuk. Media Networking (Jaringan) untuk para pemilik & pengguna motor Honda-Tiger.
4.Secara Aktif untuk ikut dalam kegiatan otomotif khususnya motor di Indonesia. Secara aktif untuk mensosialisasikan diri ke club-club motor baik club motor Honda-Tiger yang sudah ada ataupun club motor lain di Indonesia.

Berapa Jumlah member HTML?
Member milis saat ini (Sept 2006) berjumlah 5300 subscriber dari sejumlah itu member yang sudah kopdar rutin sekitar 1000 orang.
Update per 16 September 2010: subscriber milis sebesar 6436 miliser dan 2000 lebih member yang ikut kopdar.

Bagaimana menjadi member HTML?
Syaratnya mudah:
Daftarkan email anda di mailing list honda-tiger@yahoogroups.com dan mengisi database yang dikirimkan Moderator secara otomatis.

Cara mendaftarkan email ke milis:
1. kirim email kosong ke alamat ini: honda-tiger-subscribe@yahoogroups.com
2. tunggu sampai datang email balasan untuk konfirmasi ulang
3. langsung saja reply email tersebut
4. selamat, anda sudah bergabung bersama Honda-Tiger Mailing List
5. sebagai tambahan, isi database sesuai dengan form yang dikirim oleh milis.

atau kunjungi website yahoogroups HTML di sini: http://sports.groups.yahoo.com/group/honda-tiger/

Adakah prosedur maupun administrasi untuk menjadi member HTML?
Tidak ada prosedur maupun administrasi untuk menjadi member html, cukup dengan subscribe dan mengisi database di honda-tiger@yahoogroups.com.

Adakah iuran yang dikenakan kepada member HTML?
Tidak ada

Apakah ada peraturan dan ketentuan yang harus dipatuhi oleh member HTML?
Sebagaimana umumnya milis yang lain, aturan di milis adalah NETIKET, atau etika berinternet.
Aturan ini untuk mencegah digunakannya HTML bagi kepentingan yg tidak sesuai dengan tujuan didirikannya HTML seperti SARA, Spammer, MLM, iklan dan promosi, dll.

Aturan Kopdar tidak dibatasi oleh aturan tertentu kecuali etika social di masyarakat dan aturan formal dan normatif yang dikeluarkan pemerintah.

Apakah ada sanksi di HTML terhadap member?
Tidak ada sanksi administrative dan Fisik. Untuk milis, sanksi yang diberikan html sama dengan sangsi yang diterapkan oleh milist sejenis lainnya yaitu mulai berupa peringatan dengan memoderate email yang bersangkutan hingga dikeluarkan dari keanggota milist (banned). Di Kopdar, jika melanggar norma-norma masyarakat yang berlaku, maka sanksi yang diberikan adalah sanksi social seperti layaknya kita sebagai anggota masyarakat.

Apakah HTML mempunyai susunan pengurus?
Ketika beberapa orang bergabung menjadi suatu kelompok, mesti ada orang yang menjadi kordinator. Demikian pula dengan HTML, yang memiliki jumlah member yang semakin bertambah baik di dunia maya maupun di darat.

Untuk di milis pengurusnya ada para Moderator, kita menyebutkan Board of Moderator (BOM), terdapat 15 orang BOM yang bertugas memoderate postingan dan memanage jalannya diskusi di milis.

Sementara di kopi darat, ada BOS (Board of Sarasehan) dan Korwil (Koordinator Wilayah) yang tugasnya memoderate kegiatan-kegiatan kopi darat HTML.
Untuk lebih lengkapnya mengenai struktur organisasi HTML bisa dilihat di page About HTML

Apakah HTML mempunyai sekretariat?
HTML tidak memiliki kantor atau sekretariat. Kantor kami adalah di dunia maya, di Server masing-masing. Karena untuk meeting dan berdiskusi bisa setiap saat di depan komputer, melalui milis, chatting, atau conference. Kopi darat hanyalah menjadi transaksi dari apa yang dibicarakan di internet atau hanya sekedar temu kangen.

Dimana saya dapat menghubungi HTML sebagai organisasi?
HTML dapat dihubungi dengan subscribe di honda-tiger@yahoogroups.com, atau mengunjungi www.honda-tiger.or.id dan berkomunikasi melalui Forum Komunitas dan Kopdar Wilayah di website tersebut

Jika saya anggota suatu club honda tiger, bisakah saya menjadi member HTML dan sebaliknya?
HTML bersifat terbuka dan tidak terikat, siapa saja dapat menjadi member HTML baik privater, anggota club, karyawan, tua muda, miskin kaya tidak dibeda-bedakan.
Member HTML juga tidak dihalangi dan dibebaskan menjadi member suatu perkumpulan atau club.

Zaman sudah reformasi bukan lagi orla atau orba yang banyak larangan gak boleh ikut suatu organisasi. Asalkan tujuannya baik, dan bukan organisasi yang dilarang negara, siapapun bebas memilih asal bertanggung jawab terhadap pilihannya tersebut.

Bagaimana posisi member terhadap pengurus?
Pengurus di HTML baik BOM ataupun BOS, bukanlah Presiden atau Raja. Mereka hanya berfungsi sebagai Fasilitator saja. Mekanisme pelaksanaan kegiatan sepenuhnya diserahkan kepada keputusan bersama member HTML melalui Sarasehan.

Apakah yang dimaksud dengan Kopdar?
Kopdar adalah sebuah istilah dari kalimat Kopy Darat.
Istilah ini sering dipakai oleh para Break-er dan sekarang juga dipakai oleh para Netter untuk janjian bertemu di suatu tempat dengan hari dan waktu tertentu.
Kopdar ini terjadi karena komunikasi yang intensif di Mailing List membuat member menjadi akrab meski belum pernah bertemu muka dan keakraban yang sudah terjalin itu membuat masing-masing ingin bertemu lawan bicaranya.

Apakah yang dimaksud dengan Kopyah?
Kopyah adalah singkatan dari Kopdar Wilayah.
Ini hanyalah exit strategi member HTML yang menginginkan suasana yang lebih akrab diantara member HTML dalam area domisili yang sama.

Apakah HTML memiliki atribut (stiker, seragam dll)?
Ya punya. Kalau di milis kita punya tanda pengenal yaitu nick name imel yang bersangkutan, tapi kalo penampakan di darat ya gak keliatan nick name imelnya dong kan udah gak di depan komputer lagi..

Karena sering bingung si A yang mana si B yang mana orangnya, maka muncullah ide dari para pedagang untuk membuat tanda pengenal. Mulai dari stiker yang paling gampang. Stikernya juga dinomorin biar gak usah susah-susah ngapalin no polisi.

Trus ada yang mau bikin baju kemeja, jaket, dll. Maklumlah banyak pedagang di HTML. Nah daripada semua pada bikin dengan versi masing-masing dan nantinya jadi kayak pasar tanah abang, bom (BOS) menfasilitasi keinginan untuk beridentitas di darat tersebut dengan mengatur pembuatan dan pendistribusian semua atribut yang bersimbol HTML.

Ditekankan ke semua member: Atribut ini hanyalah pengganti nick name di internet. Dimaksudkan hanya untuk tujuan identitas dan pengenalan jika sesama Miliser bertemu dijalan.

Meski demikian, Sifat atribut : Tidak Wajib! Sangat terbuka artinya berhak untuk memiliki dan menggunakan, dan juga berhak untuk tidak memiliki dan tidak menggunakan atribut tersebut. Bahkan atribut HTML seperti jaket dan kemeja bisa dipesan untuk ukuran anak atau istrinya. Atribut HTML bukanlah suatu lambang yang harus dikultuskan oleh setiap membernya.

Bagaimana cara mendapatkan Stiker HTML bernomor resmi?
Prosedur mendapatkan stiker HTML bernomor :
1.Sudah Subscribe di milis HTML
2.Mengikuti kegiatan Kopdar sebanyak 5 kali di kopdar wilayah pilihan.
Member akan mendapatkan kartu kuning yang harus ditandatangani oleh petugas Stidat setiap kali mengikuti kopdar.
Untuk mengetahui lokasi Kopdar wilayah resmi HTML, silakan lihat subforum Kopdar Wilayah
3.Menyerahkan fotokopi SIM, KTP dan STNK yang masih berlaku
4.Mengisi database dengan form yang sudah disediakan
5.Mengikuti pembekalan Safety Riding Course, yang akan diadakan pada periode tertentu.

HTML memiliki seragam
Seragam HTML adalah hanya sebagai identitas, yang fungsinya sebagai keseragaman dan pengenalan jika HTML mengadakan/mengikuti sebuah event/kegiatan.
Seragam HTML tidak wajib hukumnya untuk dimiliki oleh member HTML.
Tidak semua Member memilki seragam HTML.

HTML memilki agenda kegiatan touring, baksos dsb
Disadari tidak seluruh aspirasi member html dapat tersalurkan di dunia maya. dan ada beberapa hal yang menjadi topic dalam perbincangan di milist yang manifestasinya diwujudkan di darat seperti :
Bakti Sosial, Donor Darah, Touring, Kunjungan atas undangan dsb.
Seiring dengan bertambahnya member sehingga memiliki banyak aspirasi maka melalui pengurus HTML dibentuklah semacam Agenda agar setiap kegiatan yang dilakukan dapat diikuti oleh sebagian besar member, mudah dalam koordinasi dan Responsibilty secara organisasi.
Karena bersifat sukarela maka dalam setiap kegiatan PIC ataupun kepanitian dibentuk dari member HTML sendiri. Dan keikutsertaan berdasarkan kesukarelaan setiap member (tanpa paksaaan)


HTML bekerjasama dengan pihak ketiga (sponsor)
Dengan berkembangnya aktifitas dan jumlah member, HTML telah melakukan kerjasama dengan beberpa pihak ketiga (Sponsorship).
Beberapa alasan dilakukannya kerjasama ini adalah :
1.Berawal dari aspirasi para member untuk mendapatkan pelayan service, kemudahan mendapatkan spare part dan murah. yang pada akhirnya terwujud dalam bentuk kerjasama.
2.Di satu sisi dengan besarnya jumlah member dan keikutsertaan secara sukarela sehingga tidak dipungkiri dalam setiap kegiatan HTML membutuhkan biaya tambahan yang jika dikenakan seluruhnya kepada para member akan memberatkan. Sementara di sisi lain HTML tidak memilki sumber dana dari para membernya (biaya administrasi)
3.Adanya Agenda kegiatan tahunan HTML

Bentuk kerjasama itu sendiri terdiri dari dua jenis :
• By Event
• Long Term (dalam jangka waktu tertentu)

Secara resmi pihak sponsor berhubungan dengan HTML melalui jalur Koperasi.

HTML memiliki bidang usaha
HTML memiliki badan usaha resmi dalam bentuk Koperasi.
Koperasi HTML telah disepakati sebagai satu-satunya lembaga resmi yang ditunjuk oleh Forum Sarasehan HTML untuk mengelola potensi ekonomi yang ada pada komunitas HTML.
Koperasi HTML memiliki otoritas penuh sebagai pemilik pasar HTML, pemegang hak cipta dan hak jual atas seluruh produk dan jasa yang bermerk HTML.
Dalam aktivitasnya Koperasi HTML akan menjadi House of Trading untuk seluruh aktivitas dan transaksi jual beli yang terjadi di ruang lingkup HTML baik di cyber space maupun di real space.

Dengan berlandaskan badan Koperasi ini, HTML saat ini memiliki 2 unit usaha yaitu berupa bengkel AHASS dan Kios Merchandise.
Bengkel AHASS HTML saat ini berada di daerah Ciputat, Tangerang, dan satu AHASS yang berafiliasi dengan HTML berada di daerah Lampung
sedangkan Kios dikembangkan oleh pengurus wilayah, saat ini kios berada di Depok dan Jakarta Utara

Apakah HTML sebuah club?
HTML bukanlah sebuah club dan tidak menjadi club.
Telah disepakati bersama pada awal pembentukannya hingga sekarang bahwa HTML hanya merupakan suatu komunitas/paguyuban untuk para pemilik & penggemar motor Honda-Tiger di Indonesia yang basis komunikasinya melalui dunia cyber (mailing list internet), dan tidak menjadi club.

Mengapa HTML tidak menjadi sebuah club?
Sudah cukup banyak klub yang ada. HTML hanya mengisi kekosongan yang ada yaitu dunia internet.
Internet adalah jendela dunia. Dunia menjadi tanpa batas di alam cyber. Kenapa tidak menjadi klub juga karena HTML tidak ingin membebankan kewajiban kepada para member milis, sesuai dengan visi HTML : yaitu Egaliter, Inklusif, dan Universal.

Mengapa HTML tidak mau dikatakan sebuah club honda tiger?
Jika pengertian klub adalah suatu organisasi formal yang lengkap dengan AD-ART, Hirarki struktur, budaya tertentu, hak dan kewajiban....jelas HTML bukan klub, karena HTML tidak memiliki itu semua.

Jika bukan club bagaimana posisi HTML terhadap club, organisasi sejenis lainnya (club, associate dll)?
HTML bukan competitor dari klub - klub yang sudah ada!
HTML justru seharusnya bisa menjadi sarana interaksi dan komunikasi antar klub di berbagai daerah melalui dunia cyber yang tidak mengenal jarak dan waktu.
Juga menjadi pelengkap dan support bagi klub-klub yang sudah ada. HTML lahir di dunia maya, yang kebetulan embrionya adalah para penggemar Tiger yang paham dunia cyber.

Jadi istilahnya mungkin, miliser yang bikers.

Jika bukan club Apa perbedaan HTML dengan club sejenis lainnya?
1. Sifat HTML yang Egaliter, Insklusive, dan Universal
2. Budaya, salah satunya adalah ; HTML dalam setiap menjalankan aktifitasnya tidak berdasar pada perintah/instruksi tetapi berdasarkan prinsip sukarela ( Voulenteer ), tidak ada Hirarki dan Senioritas dalam HTML
3. Fleksibilitas; dan terbuka artinya tidak terdapat peraturan, administrasi, sangsi, sebagai contoh member tidak harus posting dalam sebulan minimal 10 kali, wajib kopdar 3 kali, wajib touring, dsb.
4. HTML tidak berada dalam suatu wilayah, karena html suatu komunitas pemilik dan penggemar honda tiger di internet sehingga bersifat universal. Member HTML tidak dibatasi golongan, usia dan wilayah.
5. HTML menggunakan istilah member kepada anggotanya. Istilah ini biasa digunakan pada suatu komunitas di dunia internet (Cyber)

Jika HTML Bukan sebuah Club mengapa HTML memiliki stiker?
Stiker HTML dibuat sebagai id pengenal, tanda pengenal ataupun identitas setiap member bila bertemu di jalan, karena sulit menghapalkan ciri-ciri motor atau no polisi member milis.
Stiker bukan merupakan lambang komunitas hanya merupakan simbol pengenal dan tidak ada hal yang perlu dikeramatkan dari logo stiker tersebut.
Sejak Kopdar Perdana hingga saat ini (2006) sebanyak 500 bikers Honda-Tiger telah terdaftar berdasarkan nomor stiker, sementara di tahun 2010 sudah 2400 bikers yang telah memiliki stiker bernomor.


http://s05.flagcounter.com/count/XuMx/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CCCCCC/columns_8/maxflags_100/viewers_0/labels_1/pageviews_1/flags_1/ (http://s05.flagcounter.com/more/XuMx)

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:01 PM
Undang Undang No. 14 Tahun 1992
Tentang : Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan
Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 14 TAHUN 1992 (14/1992)
Tanggal : 12 MEI 1992 (JAKARTA)
Sumber : LN 1992/49; TLN NO. 3480




DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Presiden Republik Indonesia,



Menimbang :
a. bahwa transportasi mempunyai peranan penting dan strategis untuk
memantapkan perwujudan wawasan nusantara, memperkukuh
ketahanan nasional, dan mempererat hubungan antar bangsa dalam
usaha mencapai tujuan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang
Undang Dasar 1945;
b. bahwa transportasi di jalan sebagai salah satu moda transportasi tidak
dapat dipisahkan dari moda-moda transportasi lain yang ditata dalam
sistem transportasi nasional yang dinamis dan mampu mengadaptasi
kemajuan di masa depan, mempunyai karakteristik yang mampu
menjangkau seluruh pelosok wilayah daratan dan memadukan moda
transportasi lainnya, perlu lebih dikembangkan potensinya dan
ditingkatkan peranannya sebagai penghubung wilayah baik nasional
maupun internasional, sebagai penunjang, pendorong, dan penggerak
pembangunan nasional demi peningkatan kesejahteraan rakyat;
c. bahwa peraturan perundang-undangan yang mengatur lalu lintas dan
angkutan jalan yang ada pada saat ini tidak sesuai lagi dengan
kebutuhan dan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan
teknologi;
d. bahwa untuk meningkatkan pembinaan dan penyelenggaraan lalu
lintas dan angkutan-jalan sesuai dengan perkembangan kehidupan
rakyat dan bangsa Indonesia serta agar lebih berhasilguna dan
berdayaguna dipandang perlu menetapkan ketentuan mengenai lalu
lintas dan angkutan jalan dalam Undang-undang;

Mengingat :
1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 33 Undang-undang
Dasar 1945;
2. Undang-undang Nomor 13 tahun 1980 tentang Jalan (Lembaran
Negara Tahun 1980 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3186);


Dengan persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA


MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
UNDANG-UNDANG TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN.




BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :
1. Lalu lintas adalah gerak kendaraan, orang, dan hewan di jalan;
2. Angkutan adalah pemindahan orang dan/atau barang dari satu tempat
ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan;
3. Jaringan transportasi jalan adalah serangkaian simpul dan/atau ruang
kegiatan yang dihubungkan oleh ruang lalu lintas sehingga
membentuk satu kesatuan sistem jaringan untuk keperluan
penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan;
4. Jalan adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum;
5. Terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan memuat
dan menurunkan orang dan/atau barang serta mengatur kedatangan
dan pemberangkatan kendaraan umum, yang merupakan salah satu
wujud simpul jaringan transportasi;
6. Kendaraan adalah satu alat yang dapat bergerak di jalan, terdiri dari
kendaraan bermotor atau kendaraan tidak bermotor;
7. Kendaraan bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh
peralatan teknik yang berada pada kendaraan itu;
8. Perusahaan angkutan umum adalah perusahaan yang menyediakan
jasa angkutan orang dan/atau barang dengan kendaraan umum di
jalan;
9. Kendaraan umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan
untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran;
10. Pengguna jasa adalah setiap orang dan/atau badan hukum yang
menggunakan jasa angkutan, baik untuk angkutan orang maupun
barang.



BAB II
ASAS DAN TUJUAN


Pasal 2
Transportasi jalan sebagai salah satu moda transportasi nasional
diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, usaha bersama dan
kekeluargaan, adil dan merata, keseimbangan, kepentingan umum,
keterpaduan, kesadaran hukum, dan percaya pada diri sendiri.
Pasal 3
Transportasi jalan diselenggarakan dengan tujuan untuk mewujudkan lalu
lintas dan angkutan jalan dengan selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan
teratur, nyaman dan efisien, mampu memadukan moda transportasi lainnya,
menjangkau scluruh pelosok wilayah daratan, untuk menunjang pemerataan,
pertumbuhan dan stabilitas sebagai pendorong, penggerak dan penunjang
pembangunan nasional dengan biaya yang terjangkau oleh daya beli
masyarakat.



BAB III
PEMBINAAN


Pasal 4
(1) Lalu lintas dan angkutan jalan dikuasai oleh negara dan pembinaannya
dilakukan oleh pemerintah.
(2) Penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan dilaksanakan
bcrdasarkan ketentuan dalam Undang-undang ini.
Pasal 5
(1) Pembinaan lalu lintas dan angkutan jalan diarahkan untuk
meningkatkan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan dalam
keseluruhan moda transportasi secara terpadu dengan memperhatikan
seluruh aspek kehidupan masyarakat untuk mewujudkan tujuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3.
(2) Pembinaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.



BAB IV
PRASARANA


Bagian Pertama
Jaringan Transportasi Jalan
Pasal 6
(1) Untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang terpadu
dengan moda transportasi lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5
ditetapkan jaringan transportasi jalan yang menghubungkan seluruh
wilayah tanah air.
(2) Penetapan jaringan transportasi jalan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) didasarkan pada kebutuhan transportasi, fungsi, peranan,
kapasitas lalu lintas, dan kelas jalan.
Bagian Kedua
Kelas Jalan dan Penggunaan Jalan
Pasal 7
(1) Untuk pengaturan penggunaan jalan dan pemenuhan kebutuhan
angkutan, jalan dibagi dalam beberapa kelas.
(2) Pengaturan kelas jalan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 8
(1) Untuk keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas
serta kemudahan bagi pemakai jalan, jalan wajib dilengkapi dengan :
a. rambu-rambu;
b. marka jalan;
c. alat pemberi isyarat lalu lintas;
d. alat pengendali dan alat pengaman pemakai jalan;
e. alat pengawasan dan pengamanan jalan;
f. fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang
berada di jalan dan di luar jalan.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Ketiga
Terminal
Pasal 9
(1) Untuk menunjang kelancaran mobilitas orang maupun arus barang
dan untuk terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda secara
lancar dan tertib, di tempat-tempat tertentu dapat dibangun dan
diselenggarakan terminal.
(2) Pembangunan terminal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilaksanakan oleh pemerintah dan dapat mengikutsertakan badan
hukum Indonesia.
(3) Penyelenggaraan terminal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilakukan oleh pemerintah.
(4) Ketentuan mengenai pembangunan dan penyelenggaraan terminal
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 10
(1) Pada terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dapat
dilakukan kegiatan usaha penunjang.
(2) Kegiatan usaha penunjang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dapat dilakukan oleh badan hukum Indonesia atau warga negara
Indonesia.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Keempat
Fasilitas Parkir Untuk Umum
Pasal 11
(1) Untuk menunjang keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran
lalu lintas dan angkutan jalan dapat diadakan fasilitas parkir untuk
umum.
(2) Fasilitas parkir untuk umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dapat diselenggarakan oleh Pemerintah, badan hukum Indonesia, atau
warga negara Indonesia.
(3) Ketentuan mengenai fasilitas parkir sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.



BAB V
KENDARAAN

Bagian Pertama
Persyaratan Teknis dan Laik Jalan
Kendaraan Bermotor
Pasal 12
(1) Setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus sesuai
dengan peruntukannya, memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan
serta sesuai dengan kelas jalan yang dilalui.
(2) Setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan
kendaraan khusus yang dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri serta
diimpor, harus sesuai dengan peruntukan dan kelas jalan yang akan
dilaluinya serta wajib memenuhi pcrsyaratan teknis dan laik jalan.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Kedua
Pengujian Kendaraan Bermotor
Pasal 13
(1) Setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan, dan
kendaraan khusus yang dioperasikan di jalan wajib diuji.
(2) Pengujian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi uji tipe
dan/atau uji berkala.
(3) Kendaraan yang dinyatakan lulus uji sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2) diberikan tanda bukti.
(4) Persyaratan, tata cara pengujian, masa berlaku, dan pemberian tanda
bukti sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih
lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Ketiga
Pendaftaran Kendaraan Bermotor
Pasal 14
(1) Setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib
didaftarkan.
(2) Sebagai tanda bukti pendaftaran diberikan bukti pendaftaran
kendaraan bermotor.
(3) Syarat-syarat dan tata cara pendaftaran, bentuk dan jenis tanda bukti
pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2)
diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Keempat
Bengkel Umum Kendaraan Bermotor
Pasal 15
(1) Agar kendaraan bermotor tetap memenuhi persyaratan teknis dan laik
jalan, dapat diselenggarakan bengkel umum kendaraan bermotor.
(2) Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara penyelenggaraan
bengkel umum kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Kelima
Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan
Pasal 16
(1) Untuk keselamatan, keamanan, dan ketertiban lalu lintas dan
angkutan jalan, dapat dilakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di
jalan.
(2) Pemeriksaan kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) meliputi :
a. pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan;
b. pemeriksaan tanda bukti lulus uji, surat tanda bukti pendaftaran
atau surat tanda coba kendaraan bermotor, dan surat izin
mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Pasal 14,
Pasal 18, dan lain-lain yang diperlukan.
(3) Ketentuan mengenai syarat-syarat dan tata cara pemeriksaan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Keenam
Persyaratan Kendaraan Tidak Bermotor
Pasal 17
(1) Setiap kendaraan tidak bermotor yang dioperasikan di jalan wajib
memenuhi persyaratan keselamatan.
(2) Persyaratan keselamatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.



BAB VI
PENGEMUDI

Bagian Pertama
Persyaratan Pengemudi
Pasal 18
(1) Setiap pengemudi kendaraan bermotor, wajib memiliki surat izin
mengemudi.
(2) Penggolongan, persyaratan, masa berlaku, dan tata cara memperoleh
surat izin mengemudi, diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah.
Pasal 19
(1) Untuk mendapatkan surat izin mengemudi yang pertama kali pada
setiap golongan, calon pengemudi wajib mengikuti ujian mengemudi,
setelah memperoleh pendidikan dan latihan mengemudi.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Kedua
Pergantian Pengemudi
Pasal 20
(1) Untuk menjamin keselamatan lalu lintas dan angkutan di jalan,
perusahaan angkutan umum wajib mematuhi ketentuan mengenai
waktu kerja dan waktu istirahat bagi pengemudi.
(2) Ketentuan mengenai waktu kerja dan waktu istirahat bagi pengemudi
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut dengan
Peraturan Pemerintah.



BAB VII
LALU LINTAS

Bagian Pertama
Tata Cara Berlalu Lintas
Pasal 21
(1) Tata cara berlalu lintas di jalan adalah dengan mengambil jalur jalan
sebelah kiri.
(2) Dalam keadaan tertentu dapat ditetapkan pengecualian terhadap
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
(3) Persyaratan dan tata cara untuk melakukan pengecualian
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), diatur lebih lanjut dengan
Peraturan Pemerintah.
Pasal 22
(1) Untuk keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas
dan angkutan jalan ditetapkan ketentuan-ketentuan mengenai :
a. rekayasa dan manajemen lalu lintas;
b. gerakan lalu lintas kendaraan bermotor;
c. berhenti dan parkir;
d. penggunaan peralatan dan perlengkapan kendaraan bermotor
yang diharuskan, peringatan dengan bunyi dan sinar;
e. tata cara menggiring hewan dan penggunaan kendaraan tidak
bermotor di jalan;
f. tata cara penetapan kecepatan maksimum dan/atau minimum
kendaraan bermotor;
g. perilaku pengemudi terhadap pejalan kaki;
h. penetapan muatan sumbu kurang dari muatan sumbu terberat
yang diizinkan;
i. tata cara mengangkut orang dan/atau barang serta
penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain;
j. penetapan larangan penggunaan jalan;
k. penunjukan lokasi, pembuatan dan pemeliharaan tempat
pemberhentian untuk kendaraan umum.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 23
(1) Pengemudi kendaraan bermotor pada waktu mengemudikan
kendaraan bermotor di jalan, wajib :
a. mampu mengemudikan kendaraannya dengan wajar;
b. mengutamakan keselamatan pejalan kaki;
c. menunjukkan surat tanda bukti pendaftaran kendaraan
bermotor, atau surat tanda coba kendaraan bermotor, surat izin
mengemudi, dan tanda bukti lulus uji, atau tanda bukti lain
yang sah, dalam hal dilakukan pemeriksaan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 16;
d. mematuhi ketentuan tentang kelas jalan, rambu-rambu dan
marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, waktu kerja dan
waktu istirahat pengemudi, gerakan lalu lintas, berhenti dan
parkir, persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor,
penggunaan kendaraan bermotor, peringatan dengan bunyi dan
sinar, kecepatan maksimum dan/atau minimum, tata cara
mengangkut orang dan barang, tata cara penggandengan dan
penempelan dengan kendaraan lain;
e. memakai sabuk keselamatan bagi pengemudi kendaraan
bermotor roda empat atau lebih, dan mempergunakan helm
bagi pengemudi kendaraan bermotor roda dua atau bagi
pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang
tidak dilengkapi dengan rumah-rumah.
(2) Penumpang kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang duduk di
samping pengemudi wajib memakai sabuk keselamatan, dan bagi
penumpang kendaraan bermotor roda dua atau kendaraan bermotor
roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah
wajib memakai helm.
Pasal 24
(1) Untuk keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas
dan angkutan di jalan, setiap orang yang menggunakan jalan, wajib :
a. berperilaku tertib dengan mencegah hal-hal yang dapat
merintangi, membahayakan kebebasan atau keselamatan lalu
lintas, atau yang dapat menimbulkan kerusakan jalan dan
bangunan di jalan,
b. menempatkan kendaraan atau benda-benda lainnya di jalan
sesuai dengan peruntukannya.
(2) Pengemudi dan pemilik kendaraan bertanggung jawab terhadap
kendaraan berikut muatannya yang ditinggalkan di jalan.
Bagian Kedua
Penggunaan Jalan Selain
Untuk Kegiatan Lalu Lintas
Pasal 25
(1) Penggunaan jalan untuk keperluan tertentu di luar fungsi sebagai
jalan, dan penyelenggaraan kegiatan dengan menggunakan jalan yang
patut diduga dapat mengganggu keselamatan, keamanan, dan
kelancaran lalu lintas hanya dapat dilakukan setelah memperoleh izin.
(2) Persyaratan dan tata cara untuk memperoleh izin sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah.
Bagian Ketiga
Pejalan Kaki
Pasal 26
(1) Pejalan kaki wajib berjalan pada bagian jalan dan menyeberang pada
tempat penyeberangan yang telah disediakan bagi pejalan kaki.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Keempat
Kecelakaan Lalu Lintas
Pasal 27
(1) Pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat peristiwa kecelakaan lalu
lintas, wajib :
a. menghentikan kendaraannya;
b. menolong orang yang menjadi korban kecelakaan;
c. melaporkan kecelakaan tersebut kepada pejabat polisi negara
Republik Indonesia terdekat.
(2) Apabila pengemudi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) oleh karena keadaan memaksa tidak dapat melaksanakan
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a dan b,
kepadanya tetap diwajibkan segera melaporkan diri kepada pejabat
polisi negara Republik Indonesia terdekat.
Pasal 28
Pengemudi kendaraan bermotor bertanggung jawab atas kerugian yang
diderita oleh penumpang dan/atau pemilik barang dan/atau pihak ketiga,
yang timbul karena kelalaian atau kesalahan pengemudi dalam
mengemudikan kendaraan bermotor.
Pasal 29
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 tidak berlaku dalam hal :
a. adanya keadaan memaksa yang tidak dapat dielakkan atau di luar
kemampuan;
b. disebabkan perilaku korban sendiri atau pihak ketiga;
c. disebabkan gerakan orang dan/atau hewan walaupun telah diambil
tindakan pencegahan.
Pasal 30
(1) Setiap pengemudi, pemilik, dan/atau pengusaha angkutan umum
bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan dan jembatan atau
fasilitas lalu lintas yang merupakan bagian dari jalan itu yang
diakibatkan oleh kendaraan bermotor yang dioperasikannya.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku dalam
hal adanya keadaan memaksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29
huruf a.
Pasal 31
(1) Apabila korban meninggal, pengemudi dan/atau pemilik dan/atau
pengusaha angkutan umum wajib memberi bantuan kepada ahli waris
dari korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman.
(2) Apabila terjadi cedera terhadap badan atau kesehatan korban,
bantuan yang diberikan kepada korban berupa biaya pengobatan.
Bagian Kelima
Asuransi
Pasal 32
(1) Setiap kendaraan umum wajib diasuransikan terhadap kendaraan itu
sendiri maupun terhadap kerugian yang diderita pihak ketiga sebagai
akibat pengoperasian kendaraan.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 33
(1) Pengusaha angkutan umum wajib mengasuransikan orang yang
dipekerjakannya sebagai awak kendaraan terhadap resiko terjadinya
kecelakaan.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.



BAB VIII
ANGKUTAN


Bagian Pertama
Angkutan Orang dan Barang
Pasal 34
(1) Pengangkutan orang dengan kendaraan bermotor wajib menggunakan
kendaraan bermotor untuk penumpang.
(2) Pengangkutan barang dengan kendaraan bermotor wajib
menggunakan kcndaraan bermotor untuk barang.
(3) Dalam keadaan tertentu dapat diberikan pengecualian terhadap
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) yang
persyaratannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 35
Kegiatan pengangkutan orang dan/atau barang dengan memungut
pembayaran hanya dilakukan dengan kendaraan umum.
Bagian Kedua
Angkutan Orang dengan Kendaraan Umum
Pasal 36
Pelayanan angkutan orang dengan kendaraan umum terdiri dari :
a. angkutan antar kota yang merupakan pemindahan orang dari suatu
kota ke kota lain;
b. angkutan kota yang merupakan pemindahan orang dalam wilayah
kota;
c. angkutan pedesaan yang merupakan pemindahan orang dalam dan/
atau antar wilayah pedesaan;
d. angkutan lintas batas negara yang merupakan angkutan orang yang
melalui lintas batas negara lain.
Pasal 37
(1) Pelayanan angkutan orang dengan kendaraan umum sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 36, dapat dilaksanakan dengan trayek tetap
dan teratur atau tidak dalam trayek.
(2) Pelayanan angkutan orang dengan kendaraan umum dalam trayek
tetap dan teratur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dilaksanakan
dalam jaringan trayek.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 38
(1) Pengangkutan orang dengan kendaraan umum untuk keperluan
pariwisata, dilakukan dengan memperhatikan ketentuan Undangundang
ini.
(2) Persyaratan dan tata cara memperoleh izin sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Ketiga
Angkutan Barang dengan Kendaraan Umum
Pasal 39
(1) Untuk keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas
dan angkutan jalan, dapat ditetapkan jaringan lintas angkutan barang
yang dapat dilayani dengan kendaraan bermotor barang tertentu.
(2) Persyaratan dan tata cara penetapan jaringan lintas sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah.
Pasal 40
Pengangkutah bahan berbahaya, barang khusus, peti kemas, dan alat berat
diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Bagian Keempat
Pengusahaan
Pasal 41
(1) Usaha angkutan orang dan/atau barang dengan kendaraan umum,
dapat dilakukan oleh badan hukum Indonesia atau Warga Negara
Indonesia.
(2) Usaha angkutan orang dan/atau barang dengan kendaraan umum
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dilakukan berdasarkan izin,
(3) Jenis, persyaratan, dan tata cara untuk memperoleh izin sebagaimana
dimaksud dalam ayat (2), diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah.
Bagian Kelima
Tarif
Pasal 42
Struktur dan golongan tarif angkutan dengan kendaraan umum, ditetapkan
oleh Pemerintah.
Bagian Keenam
Tanggung Jawab Pengangkut
Pasal 43
(1) Pengusaha angkutan umum wajib mengangkut orang dan/atau
barang, setelah disepakatinya perjanjian pengangkutan dan/atau
dilakukan pembayaran biaya angkutan oleh penumpang dan/atau
pengirim barang.
(2) Karcis penumpang atau surat angkutan barang merupakan tanda bukti
telah terjadinya perjanjian angkutan dan pembayaran biaya angkutan.
Pasal 44
Pengusaha angkutan umum wajib mengembalikan biaya angkutan yang telah
dibayar oleh penumpang dan/atau pengirim barang, jika terjadi pembatalan
pemberangkatan kendaraan umum.
Pasal 45
(1) Pengusaha angkutan umum bertanggungjawab atas kerugian yang
diderita oleh penumpang, pengirim barang atau pihak ketiga, karena
kelalaiannya dalam melaksanakan pelayanan angkutan.
(2) Besarnya ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), adalah
sebesar kerugian yang secara nyata diderita oleh penumpang,
pengirim barang atau pihak ketiga.
(3) Tanggung jawab pengusaha angkutan umum terhadap penumpang
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dimulai sejak diangkutnya
penumpang sampai di tempat tujuan pengangkutan yang telah
disepakati.
(4) Tanggung jawab pengusaha angkutan umum terhadap pemilik barang
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dimulai sejak diterimanya
barang yang akan diangkut sampai diserahkannya barang kepada
pengirim dan/atau penerima barang.
Pasal 46
(1) Pengusaha angkutan umum wajib mengasuransikan
tanggungjawabnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1).
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 47
Pengemudi kendaraan umum dapat menurunkan penumpang dan/atau
barang yang diangkut pada tempat pemberhentian terdekat, apabila temyata
penumpang dan/atau barang yang diangkut dapat membahayakan
keamanan dan keselamatan angkutan.
Pasal 48
(1) Pengusaha angkutan umum dapat mengenakan tambahan biaya
penyimpanan barang kepada pengirim dan/atau penerima barang
yang tidak mengambil barangnya, di tempat tujuan dan dalam waktu
yang telah disepakati.
(2) Pengirim dan/atau penerima barang hanya dapat mengambil barang
setelah biaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilunasi.
(3) Barang yang tidak diambil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) lebih
dari waktu tertentu, dinyatakan sebagai barang tak bertuan dan dapat
dijual secara lelang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.



BAB IX
LALU LINTAS DAN ANGKUTAN
BAGI PENDERITA CACAT


Pasal 49
(1) Penderita cacat berhak memperoleh pelayanan berupa perlakuan
khusus dalam bidang lalu lintas dan angkutan jalan.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.




BAB X
DAMPAK LINGKUNGAN


Pasal 50
(1) Untuk mencegah pencemaran udara dan kebisingan suara kendaraan
bermotor yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan hidup,
setiap kendaraan bermotor wajib memenuhi persyaratan ambang
batas emisi gas buang dan tingkat kebisingan.
(2) Setiap pemilik, pengusaha angkutan umum dan/atau pengemudi
kendaraan bermotor, wajib mencegah terjadinya pencemaran udara
dan kebisingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), yang
diakibatkan oleh pengoperasian kendaraannya.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.




BAB XI
PENYERAHAN URUSAN


Pasal 51
(1) Pemerintah dapat menyerahkan sebagian urusan pemerintahan dalam
bidang lalu lintas dan angkutan jalan kepada Pemerintah Daerah.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Pemerintah.



BAB XII
PENYIDIKAN


Pasal 52
Pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 16, atau penyidikan terhadap pelanggaran di bidang lalu lintas dan
angkutan jalan, tidak disertai dengan penyitaan kendaraan bermotor
dan/atau surat tanda nomor kendaraan bermotor, kecuali dalam hal:
a. kendaraan bermotor diduga berasal dari hasil tindak pidana atau
digunakan untuk melakukan tindak pidana;
b. pelanggaran lalu lintas tersebut mengakibatkan meninggalnya orang;
c. pengemudi tidak dapat menunjukkan tanda bukti lulus uji kendaraan
bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3);
d. pengemudi tidak dapat menunjukkan surat tanda nomor kendaraan
bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2);
e. pengemudi tidak dapat menunjukkan surat izin mengemudi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1).
Pasal 53
(1) Selain pejabat polisi Negara Republik Indonesia, pejabat pegawai
negeri sipil tertentu di lingkungan departemen yang lingkup tugas dan
tanggung jawabnya meliputi pembinaan dibidang lalu lintas dan
angkutan jalan, diberi wewenang khusus sebagai penyidik
sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981
tentang Hukum Acara Pidana, untuk melakukan penyidikan tindak
pidana dibidang lalu lintas dan angkutan jalan.
(2) Penyidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), berwenang untuk:
a. melakukan pemeriksaan atas kebenaran keterangan berkenaan
dengan pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan
bermotor;
b. melarang atau menunda pcngoperasian kendaran bermotor
yang tidak memenuhi persyaralan teknis dan laik jalan;
c. meminta keterangan dan barang bukti dari pengemudi, pemilik
kendaraan, atau pengusaha angkutan umum sehubungan
dengan tindak pidana yang menyangkut persyaratan teknis dan
laik jalan kendaraan bermotor.
d. melakukan penyitaan tanda uji kendaraan yang tidak sah;
e. melakukan pemeriksaan terhadap perizinan angkutan umum di
terminal;
f. melakukan pemeriksaan terhadap berat kendaraan beserta
muatannya;
g. membuat dan menandatangani berita acara pemeriksaan;
h. menghentikan penyidikan apabila tidak terdapat cukup bukti
tentang adanya tindak pidana yang menyangkut persyaratan
teknis dan laik jalan kendaraan bermotor serta perizinan
angkutan umum.
(3) Pelaksanaan penyidikan sebagaimana dalam ayat (1) dan ayat (2),
dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.



BAB XIII
KETENTUAN PIDANA


Pasal 54
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak sesuai
dengan peruntukannya, atau tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik
jalan, atau tidak sesuai dengan kelas jalan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 12 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga)
bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 3.000.0000,- (tiga juta rupiah).
Pasal 55
Barangsiapa memasukkan ke dalam wilayah Indonesia atau membuat atau
merakit kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan, dan
kendaraan khusus yang akan dioperasikan di dalam negeri yang tidak sesuai
dengan peruntukan, atau tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan,
atau tidak sesuai dengan kelas jalan yang akan dilaluinya sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling
lama 1 (satu) tahun dan denda setinggi- tingginya Rp. 12.000.000,- (dua
belas juta rupiah).
Pasal 56
(1) Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor, kereta gandengan,
kereta tempelan dan kendaraan khusus di jalan tanpa dilengkapi
dengan tanda bukti lulus uji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13
ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan
atau denda setinggi-tingginya Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).
(2) Apabila kendaraan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ternyata
tidak memiliki tanda bukti lulus uji, dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp.
6.000.000,- (enam juta rupiah).
Pasal 57
(1) Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak
didaftarkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda
setinggi-tingginya Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah).
(2) Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor tanpa dilengkapi
dengan surat tanda nomor kendaraan bermotor, atau tanda nomor
kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2)
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau
denda setinggi-tingginya Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).
Pasal 58
Barangsiapa mengemudikan kendaraan tidak bermotor di jalan yang tidak
memenuhi persyaratan keselamatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 17 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 7 (tujuh)
hari atau denda setinggi-tingginya Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu
rupiah).
Pasal 59
(1) Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor dan tidak dapat
menunjukkan surat izin mengemudi sebagaimana dimaksud dalam
pasal 18 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2
(dua) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 2.000.000,- (dua juta
rupiah).
(2) Apabila pengemudi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ternyata
tidak memiliki surat izin mengemudi, dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya
Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah).
Pasal 60
(1) Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dalam
keadaan tidak mampu mengemudikan kendaraan dengan wajar
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf a dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda
setinggi-tingginya Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).
(2) Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak
mengutamakan keselamatan pejalan kaki sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 23 ayat (1) huruf b dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp.
1.000.000,- (satu juta rupiah).
Pasal 61
(1) Barangsiapa melanggar ketentuan mengenai rambu-rambu dan marka
jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, gerakan lalu lintas, berhenti dan
parkir, peringatan dengan bunyi dan sinar, kecepatan maksimum atau
minimum dan tata cara penggandengan dan penempelan dengan
kendaraan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf
d, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau
denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).
(2) Barangsiapa tidak menggunakan sabuk keselamatan pada waktu
mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak
menggunakan helm pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor
roda dua atau pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda
empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah,
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf e, dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda
setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).
(3) Barangsiapa tidak memakai sabuk keselamatan pada waktu duduk di
samping pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau
tidak memakai helm pada waktu menumpang kendaraan bermotor
roda dua, atau menumpang kendaraan bermotor roda empat atau
lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp.
1.000.000,- (satu juta rupiah).
Pasal 62
Barangsiapa menggunakan jalan di luar fungsi sebagai jalan, atau
menyelenggarakan kegiatan dengan menggunakan jalan tanpa izin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,-
(satu juta rupiah).
Pasal 63
Barangsiapa terlibat peristiwa kecelakaan lalu lintas pada waktu
mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak menghentikan
kendaraannya, tidak menolong orang yang menjadi korban kecelakaan, dan
tidak melaporkan kecelakaan tersebut kepada pejabat polisi negara Republik
Indonesia terdekat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda setinggitingginya
Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah).
Pasal 64
Barangsiapa tidak mengasuransikan kendaraan bermotor yang digunakan
sebagai kendaraan umum, baik terhadap kendaraan itu sendiri maupun
terhadap kemungkinan kerugian yang akan diderita oleh pihak ketiga sebagai
akibat pengoperasian kendaraannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32
ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau
denda setinggi-tingginya Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).
Pasal 65
Barangsiapa tidak mengasuransikan orang yang dipekerjakannya sebagai
awak kendaraan terhadap resiko terjadinya kecelakaan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 33 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3
(tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).
Pasal 66
Barangsiapa melakukan usaha angkutan wisata sebagaimana dimaksud
Pasal 38, atau melakukan usaha angkutan orang dan/atau barang
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (2) tanpa izin, dipidana dengan
pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya
Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).
Pasal 67
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor yang tidak memenuhi
persyaratan ambang batas emisi gas buang, atau tingkat kebisingan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dan ayat (2), dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda setinggitingginya
Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).
Pasal 68
Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54, Pasal 55, Pasal 56,
Pasal 57, Pasal 58, Pasal 59, Pasal 60, Pasal 61, Pasal 62, Pasal 63, Pasal 64,
Pasal 65, Pasal 66, dan Pasal 67 adalah pelanggaran.
Pasal 69
Jika seseorang melakukan lagi pelanggaran yang sama dengan pelanggaran
pertama sebelum lewat jangka waktu satu tahun sejak tanggal putusan
pengadilan atas pelanggaran pertama yang telah mempunyai kekuatan
hukum tetap, maka pidana yang dijatuhkan terhadap pelanggaran yang
kedua ditambah dengan sepertiga dari pidana kurungan pokoknya atau bila
dikenakan denda dapat ditambah dengan setengah dari pidana denda yang
diancamkan untuk pelanggaran yang bersangkutan.
Pasal 70
(1) Surat izin mengemudi dapat dicabut untuk paling lama 1 (satu) tahun,
apabila dilakukan:
a. pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1)
huruf a dan huruf b, Pasal 24 ayat (1) huruf a, pasal 27 ayat
(1);
b. tindak pidana kejahatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
359, Pasal 360, Pasal 406, Pasal 408, Pasal 409, Pasal 410, dan
pasal 492 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan
menggunakan kendaraan bermotor.
(2) Surat izin mengemudi dapat dicabut untuk paling lama 2 (dua) tahun
dalam hal seseorang melakukan lagi pelanggaran sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak
tanggal putusan Pengadilan atas pelanggaran terdahulu yang telah
mempunyai kekuatan hukum tetap.



BAB XIV
KETENTUAN LAIN-LAIN


Pasal 71
Dengan Peraturan Pemerintah diatur lebih lanjut ketentuan-ketentuan
mengenai :
1. kendaraan bermotor Angkatan Bersenjata Republik Indonesia;
2. Penggunaan jalan untuk kelancaran:
a. pengantaran jenazah;
b. kendaran pemadam kebakaran yang melaksanakan tugas ke
tempat kebakaran;
c. kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi
tamu negara;
d. ambulans mengangkut orang sakit;
e. konvoi, pawai, kendaraan orang cacat,
f. kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau
mengangkut barang-barang khusus.



BAB XV
KETENTUAN PERALIHAN


Pasal 72
Pada tanggal mulai berlakunya Undang-undang ini, semua peraturan
pelaksanaan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1965 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan Raya (Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 25, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 2742) dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak
bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undangundang
ini.



BAB XVI
KETENTUAN PENUTUP


Pasal 73
Pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini, maka Undang-undang
Nomor 3 Tahun 1965 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya
(Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 2742) dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 74
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 17 September 1992.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undangundang
ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik
Indonesia.


Disahkan di Jakarta
pada tanggal 12 Mei 1992
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SOEHARTO


Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 12 Mei 1992



MENTERI/SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
MOERDIONO




PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 14 TAHUN 1992 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
I. UMUM
Bahwa berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa Negara Republik Indonesia telah
dianugerahi sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beribu pulau, terletak
memanjang di garis khatulistiwa, di antara dua benua dan dua samudera,
oleh karena itu mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dan
strategis dalam hubungan antar bangsa.
Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional sebagai pengamalan
Pancasila, transportasi memiliki posisi yang penting dan strategis dalam
pembangunan bangsa yang berwawasan lingkungan dan hal ini harus
tercermin pada kebutuhan mobilitas seluruh sektor dan wilayah.
Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam
memperlancar roda perekonomian, memperkukuh persatuan dan kesatuan
serta mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan negara.
Pentingnya transportasi tersebut tercermin pada semakin meningkatnya
kebutuhan akan jasa angkutan bagi mobilitas orang serta barang dari dan ke
seluruh pelosok tanah air, bahkan dari dan ke luar negeri.
Disamping itu, transportasi juga berperan sebagai penunjang, pendorong,
dan penggerak bagi pertumbuhan daerah yang berpotensi namun belum
berkembang, dalam upaya peningkatan dan pemerataan pembangunan serta
hasil-hasilnya.
Menyadari peranan transportasi, maka lalu lintas dan angkutan jalan harus
ditata dalam satu sistem transportasi nasional secara terpadu dan mampu
mewujudkan tersedianya jasa transportasi yang serasi dengan tingkat
kebutuhan lalu lintas dan pelayanan angkutan yang tertib, selamat, aman,
nyaman, cepat, tepat, teratur, lancar, dan dengan biaya yang terjangkau
oleh daya beli masyarakat.
Lalu lintas dan angkutan jalan yang mempunyai karakteristik dan keunggulan
tersendiri perlu dikembangkan dan dimanfaatkan sehingga mampu
menjangkau seluruh wilayah pelosok daratan dengan mobilitas tinggi dan
mampu memadukan moda transportasi lain.
Pengembangan lalu lintas dan angkutan jalan yang ditata dalam satu
kesatuan sistem, dilakukan dengan mengintegrasikan dan mendinamisasikan
unsur-unsurnya yang terdiri dari jaringan transportasi jalan, kendaraan
beserta pengemudinya, serta peraturan-peraturan, prosedur dan metoda
sedemikian rupa sehingga terwujud suatu totalitas yang utuh, berdayaguna
dan berhasilguna.
Untuk mencapai dayaguna dan hasilguna nasional yang optimal, di samping
harus ditata dengan moda transportasi laut dan udara, lalu lintas dan
angkutan jalan yang mempunyai kesamaan wilayah pelayanan di daratan
dengan perkeretaapian, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, maka
perencanaan dan pengembangannya perlu ditata dalam satu kesatuan sistem
secara tepat, serasi, seimbang, terpadu dan sinergetik antara satu dengan
lainnya.
Mengingat penting dan strategisnya peranan lalu lintas dan angkutan jalan
yang menguasai hajat hidup orang banyak, maka lalu lintas dan angkutan
jalan dikuasai oleh negara yang pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah.
Penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan perlu diselenggarakan secara
berkesinambungan dan terus ditingkatkan agar lebih luas daya jangkau dan
pelayanannya kepada masyarakat dengan memperhatikan sebesar-besar
kepentingan umum dan kemampuan masyarakat, kelestarian lingkungan,
koordinasi antar wewenang pusat dan daerah serta antar instansi, sektor,
dan antar unsur terkait serta terciptanya keamanan dan ketertiban
masyarakat dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan, sekaligus
dalam rangka mewujudkan sistem transportasi nasional yang handal dan
terpadu.
Keseluruhan hal tersebut perlu dicerminkan dalam satu Undang-undang yang
utuh.
Dalam Undang-undang ini juga diatur mengenai hak, kewajiban serta
tanggung jawab para penyedia jasa dan para pengguna jasa, dan tanggung
jawab penyedia jasa terhadap kerugian pihak ketiga sebagai akibat dari
penyelenggaraan angkutan jalan.
Disamping itu dalam rangka pembangunan hukum nasional serta untuk lebih
memantapkan perwujudan kepastian hukum, dengan Undang-undang ini
dimaksudkan untuk mengganti Undang-undang Nomor 3 Tahun 1965
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, karena tidak sesuai lagi
dengan perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
dan belum tertata dalam satu kesatuan sistem yang merupakan bagian dari
transportasi secara keseluruhan.
Pengaturan mengenai prasarana perhubungan darat sebagaimana diatur
dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 1980 tentang Jalan, merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari pengaturan mengenai lalu lintas dan
angkutan jalan, tetap berlaku mengingat masih dapat menampung
perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam Undang-undang ini juga diatur hal-hal yang bersifat pokok, sedangkan
yang bersifat teknis dan operasional akan diatur dalam Peraturan Pemerintah
dan peraturan pelaksanaan lainnya.
II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Angka 1
Cukup jelas
Angka 2
Dalam pengertian barang meliputi barang yang bersifat gas, cair,
padat termasuk tumbuh-tumbuhan dan hewan.
Angka 3
Simpul meliputi terminal transportasi jalan, terminal angkutan sungai
dan danau, stasiun kereta api, pelabuhan penyeberangan, pelabuhan
laut, dan bandar udara.
Ruang kegiatan antara lain berupa kawasan permukiman,
industri, pertambangan, pertanian, kehutanan, perkantoran,
perdagangan, pariwisata dan sebagainya. Ruang lalu lintas jalan
adalah prasarana dan sarana yang diperuntukkan bagi gerak
kendaraan, orang, dan hewan.
Wujud dari ruang lalu lintas jalan dapat berupa jalan, jembatan
atau lintas penyeberangan yang berfungsi sebagai jembatan, dan lain
lain.
Angka 4
Dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 1980 tentang Jalan,
ditetapkan pengertian jalan adalah suatu prasarana perhubungan
darat dalam bentuk apapun meliputi segala bagian jalan termasuk
bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi
lalu lintas, yang selanjutnya ditetapkan pula pengertian jalan umum
dan jalan khusus.
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan jalan adalah dalam
pengertian jalan umum sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang
Nomor 13 Tahun 1980, yaitu jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas
umum.
Berdasarkan hal tersebut maka dalam Undang-undang ini
pengertian jalan tidak termasuk jalan khusus, yaitu jalan yang tidak
diperuntukkan bagi lalu lintas umum, antara lain jalan inspeksi
pengairan, jalan inspeksi minyak atau gas, jalan perkebunan, jalan
pertambangan, jalan kehutanan, jalan komplek bukan untuk umum,
jalan untuk keperluan pertahanan dan keamanan Negara.
Dalam hal suatu ruas jalan khusus berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku atau oleh pemilik dinyatakan
terbuka bagi lalu lintas umum, maka terhadap ruas jalan tersebut
berlaku peraturan perundang-undangan mengenai jalan dan undangundang
ini.
Angka 5
Cukup jelas
Angka 6
Yang dimaksud kendaran tidak bermotor dalam ketentuan ini adalah
kendaraan yang digerakkan oleh tenaga manusia atau hewan.
Angka 7
Peralatan teknik dalam ketentuan ini dapat berupa motor atau
peralatan lainnya yang berfungsi untuk merubah suatu sumber daya
energi tertentu menjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yang
bersangkutan.
Pengertian kata berada dalam ketentuan ini adalah terpasang
pada tempat sesuai dengan fungsinya.
Termasuk dalam pengertian kendaraan bermotor adalah kereta
gandengan atau kereta tempelan yang dirangkaikan dengan
kendaraan bermotor sebagai penariknya.
Angka 8
Cukup jelas
Angka 9
Termasuk dalam pengertian kendaraan umum adalah kendaraan
bermotor yang disewakan kepada orang lain baik dengan maupun
tanpa pengemudi, selama jangka waktu tertentu.
Kendaraan bermotor roda dua tidak termasuk dalam pengertian
kendaraan umum.
Mobil belajar untuk sekolah mengemudi termasuk juga dalam
pengertian kendaraan umum, karena dalam biaya belajar telah
termasuk sewa untuk memakai kendaraan tersebut pada waktu
dipergunakan untuk belajar.
Angka 10
Cukup jelas
Pasal 2
Dalam ketentuan pasal ini yang dimaksud dengan:
a. asas manfaat yaitu, bahwa lalu lintas dan angkutan jalan harus dapat
memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemanusiaan,
peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengembangan perikehidupan
yang berkeseimbangan bagi warga negara;
b. asas usaha bersama dan kekeluargaan yaitu, bahwa penyelenggaraan
usaha angkutan dilaksanakan untuk mencapai cita-cita dan aspirasi
bangsa yang dalam kegiatannya dapat dilakukan oleh seluruh lapisan
masyarakat dan dijiwai oleh semangat kekeluargaan;
c. asas adil dan merata yaitu, bahwa penyelenggaraan lalu lintas dan
angkutan jalan harus dapat memberikan pelayanan yang adil dan
merata kepada segenap lapisan masyarakat dengan biaya yang
terjangkau oleh masyarakat;
d. asas keseimbangan yaitu, bahwa lalu lintas dan angkutan jalan harus
diselenggarakan sedemikian rupa sehingga terdapat keseimbangan
yang serasi antara sarana dan prasarana, antara kepentingan
pengguna dan penyedia jasa, antara kepentingan individu dan
masyarakat, serta antara kepentingan nasional dan internasional;
e. asas kepentingan umum yaitu, bahwa penyelenggaraan lalu lintas dan
angkutan jalan harus lebih mengutamakan kepentingan pelayanan
umum bagi masyarakat luas;
f. asas keterpaduan yaitu, bahwa lalu lintas dan angkutan jalan harus
merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, terpadu, saling menunjang
dan saling mengisi baik intra maupun antar moda transportasi;
g. asas kesadaran hukum yaitu, bahwa mewajibkan kepada pemerintah
untuk menegakkan dan menjamin kepastian hukum serta mewajibkan
kepada setiap warga negara Indonesia untuk selalu sadar dan taat
kepada hukum dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan;
h. asas percaya pada diri sendiri yaitu, bahwa lalu lintas dan angkutan
jalan harus berlandaskan pada kepercayaan akan kemampuan dan
kekuatan sendiri, serta bersendikan kepada kepribadian bangsa;
Pasal 3
Yang dimaksud dengan mampu memadukan moda transportasi lainnya
dalam ketentuan ini adalah kemampuan moda lalu lintas dan angkutan jalan
untuk memadukan moda transportasi perkeretaapian, laut dan udara satu
dengan lainnya, antara lain dengan menghubungkan dan mendinamisasikan
antar terminal atau simpul-simpul lainnya dengan ruang kegiatan.
Mampu menjangkau seluruh pelosok wilayah daratan mengandung
pengertian bahwa lalu lintas dan angkutan jalan memiliki kemampuan untuk
memberikan pelayanan sampai ke seluruh pelosok wilayah daratan baik
melalui prasarana lalu lintas dan angkutan jalan itu sendiri atau merupakan
keterpaduan dengan lintas sungai atau danau maupun keterpaduan dengan
moda transportasi perkeretaapian, laut dan udara.
Pasal 4
Ayat (1)
Pengertian dikuasai oleh Negara adalah bahwa Negara mempunyai hak
penguasaan atas penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan yang
pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah. Perwujudan pembinaan
tersebut meliputi aspek-aspek pengaturan, pengendalian, dan
pengawasan.
Aspek pengaturan mencakup perencanaan, perumusan dan
penentuan kebijaksanaan umum maupun teknis untuk mencapai
tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 antara lain berupa
persyaratan keselamatan, perizinan dan penyelenggaraan lalu lintas
dan angkutan jalan.
Aspek pengendalian dilakukan baik di bidang pembangunan
maupun operasi berupa pengarahan dan bimbingan terhadap
penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan.
Aspek pengawasan adalah pengawasan terhadap
penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 5
Ayat (1)
Dalam pengertian memperhatikan seluruh aspek kehidupan
masyarakat meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan
dan keamanan, termasuk memperhatikan lingkungan hidup, tata
ruang, energi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
hubungan internasional.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 6
Ayat (1)
Penetapan jaringan transportasi jalan merupakan salah satu unsur
pokok dalam rangka pembinaan lalu lintas dan angkutan jalan untuk
tercapainya tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3.
Dengan ditetapkannya jaringan transportasi jalan, akan
terwujud keterpaduan baik antara lalu lintas dan angkutan jalan
dengan perkeretaapian, angkutan sungai dan danau yang mempunyai
kesamaan wilayah pelayanan di daratan, maupun antara lalu lintas
dan angkutan jalan dengan moda transportasi laut dan udara, yang
keseluruhannya ditata dengan pola jaringan transportasi jalan dalam
satu kesatuan sistem transportasi.
Ayat (2)
Pengertian fungsi adalah kegiatan menghubungkan simpul dan ruang
kegiatan menurut kepentingannya yang meliputi kepentingan lalu
lintas dan kepentingan angkutan.
Pengertian peranan adalah tingkat hubungan antar simpul dan
ruang kegiatan menurut fungsinya, yang dikelompokkan dalam
jaringan antar kota, kota dan pedesaan menurut hirarkhinya masingmasing.
Pengertian kapasitas lalu lintas adalah volume lalu lintas
dikaitkan dengan jenis, ukuran, daya angkut, dan kecepatan
kendaraan.
Pengertian kelas jalan adalah klasifikasi jalan berdasarkan
muatan sumbu terberat (MST) dan karakteristik lalu lintas.
Muatan sumbu terberat (MST) adalah besarnya beban
maksimum sumbu kendaraan bermotor yang diizinkan, yang harus
didukung oleh jalan.
Karakteristik lalu lintas adalah kondisi tingkat kepadatan arus
lalu lintas pada waktu-waktu tertentu menurut jenis, ukuran dan daya
angkut kendaraan.
Dalam penetapan jaringan transportasi jalan selain
mendasarkan kepada ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang ini,
juga memperhatikan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1980 tentang
Jalan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Undang-undang ini.
Pasal 7
Ayat (1)
Pembagian dan penetapan jalan dalam beberapa kelas dimaksudkan
juga agar mencapai hasilguna dan dayaguna secara optimal.
Pembagian dan penetapan jalan dalam beberapa kelas tersebut
didasarkan pada kebutuhan transportasi, pemilihan moda secara tepat
dengan mempertimbangkan keunggulan karakteristik masing-masing
moda, perkembangan teknologi kendaraan bermotor, muatan sumbu
terberat (MST) kendaraan bermotor serta konstruksi jalan.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 8
Ayat (1)
Ketentuan mengenai kelengkapan jalan ditujukan untuk keselamatan,
keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta untuk mencapai
hasilguna dan dayaguna dalam pemanfaatan jalan untuk lalu lintas
serta kemudahan bagi pengguna jalan dalam berlalu lintas.
Huruf a
Pengertian rambu-rambu adalah salah satu alat perlengkapan
jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang, huruf,
angka, kalimat dan/atau perpaduan diantaranya, yang
digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah
dan petunjuk bagi pemakai jalan.
Huruf b
Pengertian marka jalan adalah suatu tanda yang berada di
permukaan atau di atas permukaan jalan yang meliputi
peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis
melintang, garis serong serta lambang lainnya yang berfungsi
untuk mengarahkan arus lalu lintas dan daerah kepentingan lalu
lintas.
Huruf c
Pengertian alat pemberi isyarat lalu lintas adalah peralatan
teknis berupa isyarat lampu yang dapat dilengkapi dengan bunyi
untuk memberi peringatan atau mengatur lalu lintas orang
dan/atau kendaraan di persimpangan, persilangan sebidang
ataupun pada ruas jalan.
Huruf d
Pengertian alat pengendali adalah alat tertentu yang berfungsi
antara lain untuk mengendalikan kecepatan, ukuran dan beban
muatan kendaran pada ruas-ruas jalan tertentu.
Pengertian alat pengaman pemakai jalan adalah alat
tertentu yang berfungsi sebagai alat pengaman dan pemberi
arah bagi pemakai jalan misalnya pagar pengaman jalan, dan
delinator.
Huruf e
Pengertian alat pengawasan dan pengamanan jalan adalah alat
tertentu yang diperuntukkan guna mengawasi penggunaan jalan agar
dapat dicegah kerusakan jalan yang diakibatkan oleh pengoperasian
kendaraan di jalan yang melebihi ketentuan.
Huruf f
Pengertian fasilitas pendukung dimaksud mencakup antara lain
fasilitas pejalan kaki, parkir dan halte.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 9
Ayat (1)
Pengertian tempat-tempat tertentu dalam ketentuan ini adalah
merupakan suatu kawasan yang memiliki batas tertentu. Pada
hakekatnya terminal merupakan simpul dalam sistem jaringan
transportasi jalan yang berfungsi pokok sebagai pelayanan umum
antara lain berupa tempat untuk naik turun penumpang dan/atau
bongkar muat barang, untuk pengendalian lalu lintas dan angkutan
kendaraan umum, serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar
moda transportasi.
Sesuai dengan fungsi tersebut maka dalam pembangunan
terminal perlu mempertimbangkan antara lain lokasi, tata ruang,
kapasitas, kepadatan lalu lintas dan keterpaduan dengan moda
transportasi lain.
Ayat (2)
Pembangunan terminal pada hakekatnya dilaksanakan oleh
Pemerintah, namun dapat pula diberikan kesempatan kepada badan
hukum Indonesia untuk ikut berperanserta.
Ayat (3)
Penyelenggaraan terminal yang merupakan pelayanan umum
dilakukan oleh Pemerintah dan dapat dilimpahkan pelaksanaannya
kepada Pemerintah Daerah atau badan usaha milik Negara atau badan
usaha milik Daerah yang didirikan untuk itu.
Ayat (4)
Cukup jelas
Pasal 10
Ayat (1)
Kegiatan usaha penunjang dalam ketentuan ini antara lain dapat
berupa usaha pertokoan, restoran, perkantoran sepanjang usaha
penunjang tersebut tidak mengganggu fungsi pokok dari terminal.
Ayat (2)
Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada warga
negara Indonesia atau badan hukum Indonesia berperan serta dalam
kegiatan usaha penunjang terminal dalam rangka memberikan
kemudahan kepada para pengguna jasa.
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 11
Ayat (1)
Penyediaan tempat-tempat parkir di pinggir jalan pada lokasi jalan
tertentu baik di badan jalan maupun dengan menggunakan sebagian
dari perkerasan jalan, mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas
dan penggunaan jalan menjadi tidak efektif.
Bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya pemilikan
kendaraan menambah permintaan akan ruang jalan untuk kegiatan
lalu lintas. Fasilitas parkir untuk umum juga dapat berfungsi sebagai
salah satu alat pengendali lalu lintas.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka pada kawasankawasan
tertentu dapat disediakan fasilitas parkir untuk umum yang
diusahakan sebagai suatu kegiatan usaha yang berdiri sendiri dengan
memungut bayaran. Fasilitas parkir untuk umum seperti ini antara lain
dapat berupa gedung parkir dan taman parkir.
Tidak termasuk dalam pengertian ini adalah fasilitas parkir yang
merupakan penunjang dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari kegiatan pokok dari gedung perkantoran, pertokoan dan lain
sebagainya.
Ayat (2)
Mengingat keterbatasan biaya pembangunan dan untuk meningkatkan
peranserta masyarakat dalam penyediaan fasilitas parkir untuk umum
maka usaha ini terbuka bagi warga negara Indonesia atau badan
hukum Indonesia.
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 12
Ayat (1)
Termasuk dalam pengertian dioperasikan di jalan adalah kendaraan
yang sedang berjalan atau yang berhenti di jalan. Pengertian sesuai
dengan peruntukkannya adalah setiap kendaraan bermotor yang
dioperasikan di jalan harus sesuai dengan rancangan peruntukannya.
Pengertian persyaratan teknis adalah persyaratan tentang
susunan, peralatan, perlengkapan, ukuran, bentuk, karoseri,
pemuatan, rancangan teknis kendaraan sesuai dengan
peruntukkannya, emisi gas buang, penggunaan, penggandengan, dan
penempelan kendaraan bermotor.
Pengertian laik jalan adalah persyaratan minimun kondisi suatu
kendaraan yang harus dipenuhi agar terjaminnya keselamatan dan
mencegah terjadinya pencemaran udara dan kebisingan lingkungan
pada waktu dioperasikan di jalan.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan kereta gandengan atau kereta tempelan
adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengangkut barang dan
dirancang untuk ditarik oleh kendaraan bermotor.
Rangkaian kendaraan bermotor dengan kereta gandengan atau
kereta tempelan ditetapkan sebagai kendaraan bermotor.
Yang dimaksud dengan kendaraan khusus adalah kendaraan
bermotor selain daripada kendaraan bermotor untuk penumpang dan
kendaraan bermotor untuk barang, yang penggunaannya untuk
keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.
Misalnya kendaraan bermotor derek, kendaraan bermotor
pemadam kebakaran, kendaraan bermotor untuk angkutan barang
berbahaya dan beracun, dan kendaraan bermotor pencampur beton,
dan lain sebagainya.
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 13
Ayat (1)
Pengujian dimaksudkan agar kendaraan bermotor yang akan
digunakan di jalan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan,
termasuk persyaratan ambang batas emisi gas buang dan kebisingan
yang harus dipenuhi.
Kendaraan-kendaraan khusus harus diuji secara khusus, karena
di samping memiliki peralatan standar yang dipersyaratkan untuk
kendaraan bermotor pada umumnya, kendaraan khusus memiliki
peralatan tambahan yang bersifat khusus untuk penggunaan khusus,
misalnya katup penyelamat, tangki bertekanan dan lain sebagainya.
Ayat (2)
Pengujian tipe kendaraan bermotor dimaksudkan untuk melakukan
pengujian terhadap tipe atau contoh produksi kendaraan bermotor
untuk memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebelum tipe
kendaraan bermotor tersebut disetujui diimpor atau diproduksi
dan/atau dirakit secara masal.
Termasuk dalam uji tipe ini adalah uji sampling yaitu pengujian
terhadap salah satu dari seri produksi kendaraan bermotor yang
tipenya telah disahkan dan disetujui.
Untuk menjamin agar kendaraan bermotor selalu dalam kondisi
memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, maka diberlakukan uji
berkala dalam satu periode tertentu.
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Dalam Peraturan Pemerintah diatur pula mengenai pentahapan
pemberlakuan ketentuan mengenai wajib uji.
Pasal 14
Ayat (1)
Kewajiban pendaftaran kendaraan bermotor adalah untuk
mengumpulkan data yang dapat digunakan untuk tertib administrasi,
pengendalian kendaraan yang dioperasikan di Indonesia,
mempermudah penyidikan pelanggaran atau kejahatan yang
menyangkut kendaraan yang bersangkutan serta dalam rangka
perencanaan, rekayasa dan manajemen lalu lintas dan angkutan jalan
dan memenuhi kebutuhan data lainnya dalam rangka perencanaan
pembangunan nasional.
Ayat (2)
Bukti pendaftaran kendaraan bermotor diberikan kepada orang yang
namanya tertera di dalamnya dan merupakan tanda bukti bagi yang
bersangkutan bahwa kendaraan telah didaftarkan dan dapat berfungsi
sebagai bukti pemilikan kendaraan bermotor.
Selain diberikan bukti pemilikan kendaraan bermotor, diberikan
pula surat tanda nomor kendaraan bermotor dan tanda nomor
kendaraan bermotor bagi kendaraan bermotornya sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk keperluan membawa kendaraan baru dari pabrik
pembuat/perakit dan/atau pelabuhan impor ke tempat-tempat
penjualan, serta untuk keperluan mencoba kendaraan baru sebelum
kendaraan tersebut dijual, dapat diberikan surat tanda coba dan tanda
coba kendaraan bermotor.
Ayat (3)
Dalam Peraturan Pemerintah ini diatur pula mengenai perubahan
nama atau karakter pokok kendaraan bermotor dari yang tercantum
dalam surat bukti pendaftaran.
Pasal 15
Ayat (1)
Bengkel kendaraan bermotor berfungsi untuk membetulkan,
memperbaiki, dan merawat kendaraan bermotor agar tetap memenuhi
persyaratan teknis dan laik jalan.
Untuk mencapai dayaguna dan hasilguna yang optimal serta
mencegah pencemaran udara dan kebisingan lingkungan, maka
ditetapkan persyaratan teknis yang wajib dipenuhi oleh penyelenggara
kegiatan pemberian jasa perbengkelan kendaraan bermotor untuk
umum.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 16
Ayat (1)
Sesuai dengan tujuannya yaitu untuk keselamatan, keamanan, dan
ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan, maka pemeriksaan
sebagaimana dimaksud dalam ayat ini dilakukan tidak pada satu
tempat tertentu dan tidak secara terus menerus.
Ayat (2)
Pemeriksaan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor dilakukan oleh
petugas yang memiliki kualifikasi tertentu, dalam rangka pemenuhan
persyaratan teknis dan laik jalan dari kendaraan bermotor yang
dioperasikan di jalan termasuk dalam hal ini pemenuhan terhadap
persyaratan ambang batas emisi gas buang dan kebisingan.
Sedangkan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam huruf b
ayat ini dilakukan terhadap kelengkapan persyaratan administrasi baik
bagi pengemudi maupun kendaraan bermotor yang berada di jalan.
Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan ini dapat
pula dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam rangka
pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan lainnya yang pelaksanaannya
dilakukan secara gabungan.
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 17
Ayat (1)
Kendaraan tidak bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh
tenaga orang atau hewan.
Persyaratan ini dimaksudkan untuk menjamin keselamatan lalu
lintas pada umumnya.
Persyaratan keselamatan sebagaimana dimaksud dalam
ketentuan ini ialah kelengkapan yang wajib berada pada kendaraan
tidak bermotor antara lain berupa rem, lampu, isyarat dengan bunyi,
serta persyaratan mengenai tatacara memuat dan batas maksimum
muatan yang diperkenankan.
Hewan yang secara langsung mengangkut barang dan/atau
orang, tidak dikategorikan sebagai kendaraan tidak bermotor.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 18
Ayat (1)
Pengemudi adalah orang yang mengemudikan kendaraan. Surat Izin
Mengemudi diberikan kepada orang yang namanya tertera di
dalamnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, dan merupakan tanda bukti kecakapan dan keabsahan
pengemudi untuk mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan
dapat pula digunakan sebagai identitas pengemudi.
Termasuk dalam pengertian pengemudi adalah orang yang
langsung mengawasi orang lain mengemudikan kendaraan misalnya
seorang instruktur pada sekolah mengemudi yang berada di samping
calon pengemudi pada waktu praktek mengemudikan kendaraan
bermotor di jalan.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 19
Ayat (1)
Ujian kemampuan mengemudi di samping meliputi pengetahuan dan
ketrampilan juga meliputi sikap mental calon pengemudi yang
merupakan salah satu pertimbangan pokok di dalam pemberian surat
izin mengemudi.
Kemampuan mengemudi dapat diperoleh melalui pendidikan
mengemudi, dengan maksud agar seorang calon pengemudi
memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut di atas.
Penyelenggaraan pendidikan mengemudi tersebut dilaksanakan
sesuai dengan Undang-undang Nomor, 2 Tahun 1989 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 20
Ayat (1)
Faktor kelelahan dan kejenuhan sangat berpengaruh terhadap
kemampuan pengemudi dalam mengemudikan kendaraan bermotor
secara wajar. Oleh karena itu diperlukan pengaturan waktu kerja dan
waktu istirahat pengemudi dan pergantian pengemudi setelah
menempuh jarak dan waktu tertentu mutlak diperlukan.
Ketentuan ini dimaksudkan untuk melindungi keselamatan
pengemudi dan masyarakat, baik sebagai penumpang maupun sebagai
pemilik barang serta pengguna jalan lainnya. Selain itu, ketentuan ini
juga diperlukan untuk menjaga keselamatan lalu lintas pada
umumnya.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 21
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Pengecualian tersebut dilakukan dalam rangka keselamatan,
keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 22
Ayat (1)
Huruf a
Pengertian rekayasa lalu lintas meliputi perencanaan,
pengadaan, pemasangan, dan pemeliharaan fasilitas
kelengkapan jalan serta rambu-rambu lalu lintas, marka jalan,
lampu lalu lintas dan fasilitas keselamatan lalu lintas.
Pengertian manajemen lalu lintas meliputi kegiatan
perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian lalu
lintas yang bertujuan untuk keselamatan, keamanan,
ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Huruf b
Termasuk dalam pengertian gerakan lalu lintas kendaraan
bermotor antara lain adalah melewati, berpapasan, membelok,
memperlamabat kendaraan, posisi kendaraan di jalan, jarak
antara kendaraan dan hak utama pada persimpangan dan
perlintasan sebidang.
Huruf c
Cukup jelas
Huruf d
Pengertian peralatan adalah peralatan yang harus berada pada
kendaraan antara lain berupa peralatan yang berfungsi untuk
memperbaiki kendaraan apabila mengalami kerusakan di jalan,
sedangkan pengertian perlengkapan adalah kelengkapan dari
kendaraan yang harus ditempatkan pada kendaraan bermotor antara
lain berupa ban cadangan, segi tiga pengaman dan sebagainya.
Huruf e
Cukup jelas
Huruf f
Cukup jelas
Huruf g
Hal ini dimaksudkan agar pengemudi mengutamakan
keselamatan pejalan kaki.
Huruf h
Dalam hal karena sesuatu pekerjaan jalan atau terjadi
kerusakan jalan dan/atau jembatan sehingga mengakibatkan
daya dukungnya lebih rendah dari kelas jalan yang ditetapkan
semula, maka untuk keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan
ditetapkan besarnya muatan sumbu kendaraan yang diizinkan
lebih rendah dari muatan sumbu terberatnya.
Huruf i
Cukup jelas
Huruf j
Cukup jelas
Huruf k
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 23
Ayat (1)
Huruf a
Yang dimaksud dengan mampu mengemudikan kendaraannya
dengan wajar adalah tanpa dipengaruhi keadaan sakit, lelah,
atau meminum sesuatu yang mengandung alkohol atau obat
bius sehingga mempengaruhi kemampuannya dalam
mengemudikan kendaraan ataupun oleh hal lain.
Huruf b
Cukup jelas
Huruf c
Pengertian tanda bukti lain yang sah antara lain berupa tanda
bukti yang bersifat sementara yang berfungsi sebagai pengganti
Surat Tanda Nomor Kendaraan dan/atau Surat Izin Mengemudi
dan/atau tanda bukti pengujian, dan/atau perizinan angkutan
umum yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.
Huruf d
Cukup jelas
Huruf e
Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ketentuan ini
pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
Sesuai dengan kemajuan teknologi dapat digunakan
peralatan keselamatan dalam bentuk lain yang dapat
menggantikan fungsi sabuk keselamatan.
Ayat (2)
Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ketentuan ini
pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
Kewajiban penggunaan sabuk keselamatan dan helm bagi
pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor roda tiga akan diatur
kemudian oleh pejabat yang berwenang.
Pasal 24
Ayat (1)
Huruf a
Pengertian merintangi antara lain menyebrang jalan tidak pada
tempat yang telah disediakan, menggembala hewan di jalan,
pengemudi memotong jalan, mengangkut barang atau melewati
kendaraan lain sedemikian rupa sehingga mengganggu
pengemudi lainnya.
Pengertian membahayakan kebebasan dan keamanan lalu
lintas antara lain berjualan di jalan, melakukan kegiatan di jalan
selain untuk kegiatan lalu lintas dan angkutan di jalan tanpa
izin, mengemudikan kendaraan bermotor yang tidak memenuhi
persyaratan teknis dan laik jalan.
Pengertian yang dapat menimbulkan kerusakan jalan
antara lain dalam hal pengemudi mengangkut muatan melebihi
daya dukung jalan dan/atau melebihi kapasitas kendaraan.
Huruf b
Penempatan yang sesuai dengan peruntukkan antara lain
meliputi penempatan kendaraan sesuai dengan rambu-rambu jalan
misalnya parkir hanya ditempat yang ditunjuk.
Penggunaan jalan untuk parkir kendaraan atau
menempatkan barang sehingga mengganggu kelancaran dan keamanan lalu
lintas, termasuk merupakan kegiatan yang menimbulkan rintangan
sebagaimana dimaksud dalam huruf a.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 25
Ayat (1)
Pada dasarnya jalan digunakan untuk kepentingan lalu lintas umum,
tetapi dalam keadaan tertentu dan dengan tetap mempertimbangkan
keselamatan dan ketertiban lalu lintas umum, jalan dapat diizinkan
digunakan di luar fungsi sebagai jalan antara lain untuk perlombaan
atau pacuan.
Pengertian penyelenggaraan kegiatan sebagimana dimaksud
dalam ayat ini antara lain menyelenggarakan kegiatan yang
menyebabkan terjadinya limpahan orang atau kendaraan ke jalan
sehingga menggangu keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 26
Ayat (1)
Pejalan kaki yang berjalan pada jalan yang tidak dilengkapi dengan
bagian jalan dan tempat penyeberangan khusus bagi pejalan kaki,
tetap wajib diperhatikan dan dilindungi keselamatannya oleh setiap
pengemudi.
Pemerintah wajib mengatur berfungsinya bagian jalan dan
tempat penyeberangan bagi pejalan kaki, serta menjaga
keseimbangan antara ruang bagi pejalan kaki dengan ruang lalu lintas
bagi kendaraan bermotor.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 27
Ayat (1)
Ketentuan ini mengandung pengertian bahwa kewajiban pengemudi
untuk menolong korban yang memerlukan perawatan harus
diutamakan.
Ayat (2)
Pengertian keadaan memaksa dalam ketentuan ini adalah suatu
keadaan yang dapat membahayakan keselamatan atau jiwa
pengemudi kendaraan bermotor apabila menghentikan kendaraannya
untuk menolong korban.
Pasal 28
Dalam hal kecelakaan yang melibatkan lebih dari satu orang pengemudi
maka tanggung jawab terhadap kerugian materi yang ditimbulkan
ditanggung secara bersama-sama.
Pasal 29
Huruf a
Pengertian keadaan memaksa adalah peristiwa yang tidak dapat
dielakkan atau diluar kemampuan pengemudi untuk
mengelakkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Huruf b
Cukup jelas
Huruf c
Cukup jelas
Pasal 30
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 31
Ayat (1)
Bantuan yang diberikan kepada korban atau ahli warisnya adalah atas
dasar kemanusiaan, di luar hak korban yang dilindungi oleh peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Ayat (2)
Lihat penjelasan ayat (1).
Pasal 32
Ayat (1)
Kewajiban mengasuransikan kendaraan bermotor dimaksudkan untuk
memberikan perlindungan bagi masyarakat yang menderita kerugian
sebagai akibat dari kelalaian pengemudi dalam mengemudikan
kendaraan bermotor.
Ketentuan ini hanya mengatur mengenai kerugian harta benda
yang diderita oleh pihak ketiga, karena pada saat Undang-undang ini
diberlakukan kerugian yang menyangkut jiwa atau kesehatan orang
telah diatur di dalam Undang-undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang
Dana Sumbangan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas.
Kewajiban di dalam ketentuan ini diberlakukan secara bertahap
sesuai dengan perkembangan masyarakat.
Ayat (2)
Dalam Peraturan Pemerintah ditetapkan antara lain menyelenggarakan
kewajiban asuransi dan pentahapan pemberlakukan kewajiban
tersebut sebagaimana dimaksud dalam ketentuan ini.
Pasal 33
Ayat (1)
Kewajiban mengasuransikan orang yang dipekerjakan sebagai awak
kendaraan dimaksudkan karena dalam pengoperasian kendaraan
dihadapkan pada resiko yang tinggi baik bagi dirinya maupun orang
lain. Awak kendaraan adalah pengemudi dan kondektur untuk
kendaraan umum angkutan penumpang atau pengemudi dan
pembantunya untuk kendaraan umum angkutan barang.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 34
Ayat (1)
Kendaraan bermotor untuk penumpang adalah kendaraan bermotor
yang dipergunakan untuk mengangkut penumpang, baik dengan
maupun tanpa tempat bagasi. Ketentuan ini dimaksudkan terutama
untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Oleh karena itu penggunaan kendaraan bermotor untuk barang
dilarang digunakan untuk mengangkut penumpang.
Ayat (2)
Kendaraan bermotor untuk barang adalah kendaraan bermotor yang
peruntukkannya guna mengangkut barang.
Ayat (3)
Dalam keadaan tertentu, terutama di daerah yang sarana
transportasinya belum memadai, masih diperlukan kelonggaran dalam
penerapan ketentuan ayat (1) dan ayat (2), dengan tetap
mengutamakan keselamatan dan keamanan lalu lintas. Oleh sebab itu
pelaksanaannya perlu dilakukan dengan syarat- syarat yang ketat.
Pasal 35
Ketentuan ini tidak berlaku bagi kendaraan tidak bermotor.
Pasal 36
Huruf a
Cukup jelas
Huruf b
Dalam rangka menjamin kelangsungan pelayanan angkutan,
keseragaman dan keteraturan dalam pemberian pelayanan, ditentukan
pelayanan wilayah kota yang didasarkan pada sifat dan keteraturan
perjalanan, jarak dan waktu tempuh, berkembangnya suatu daerah
atau kawasan menjadi kawasan permukiman, perdagangan, industri,
perkantoran dan sebagainya.
Huruf c
Cukup jelas
Huruf d
Cukup jelas
Pasal 37
Ayat (1)
Pengertian trayek tetap dan teratur adalah pelayanan angkutan yang
dilakukan dalam jaringan trayek secara tetap dan teratur, dengan
jadwal tetap atau tidak berjadwal. Sedangkan pengertian tidak dalam
trayek adalah pelayanan angkutan yang dilakukan dengan tidak terikat
dalam jaringan trayek tertentu dengan jadwal pengangkutan yang
tidak teratur.
Ayat (2)
Ketentuan ini dimaksudkan untuk mengendalikan pelayanan angkutan
dengan kendaraan umum agar dapat dicapai keseimbangan antara
kebutuhan jasa angkutan dengan penyediaan jasa angkutan, antara
kapasitas jaringan transportasi jalan dengan kendaraan umum yang
beroperasi, serta untuk menjamin kualitas pelayanan angkutan
penumpang.
Di dalam jaringan trayek ditetapkan jenis, spesifikasi serta
jumlah kendaraan yang diizinkan melayani setiap trayek.
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 38
Ayat (1)
Angkutan wisata pada dasarnya merupakan angkutan yang memiliki
ciri pelayanan khusus, dan diperlukan bagi kelancaran
penyelenggaraan dan pelayanan wisata.
Namun demikian penyelenggaraannya harus tetap memenuhi
ketentuan Undang-undang ini.
Ketentuan ini dimaksudkan agar penyelenggaraan angkutan
untuk keperluan pariwisata dan penyewaan kendaraan baik dengan
pengemudi maupun tanpa pengemudi, dapat diselenggarakan secara
lebih teratur.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 39
Ayat (1)
Pengertian jaringan lintas adalah jaringan pelayanan angkutan
barang yang ditetapkan berdasarkan kelas jalan yang sama.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 40
Cukup jelas
Pasal 41
Ayat (1)
Termasuk dalam pengertian badan hukum Indonesia adalah koperasi.
Ayat (2)
Ketentuan ini dimaksudkan untuk menjamin adanya pemerataan
dalam pengusahaan angkutan umum dengan tetap
mempertimbangkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran
jasa angkutan dan kualitas pelayanan.
Ayat (3)
Dalam pengaturan tersebut diberikan pula kemungkinan pemberian
kelonggaran terhadap usaha tertentu di wilayah atau dalam keadaan
tertentu.
Pasal 42
Dalam penetapan struktur dan golongan tarif Pemerintah memperhatikan
epentingan masyarakat dan kepentingan perusahaan angkutan umum.
Pemerintah menetapkan tarif yang berorientasi kepada kepentingan dan
kemampuan masyarakat luas.
Dengan berpedoman kepada struktur dan golongan tarif tersebut perusahaan
angkutan umum menetapkan tarif yang berorientasi kepada kelangsungan
dan pengembangan usahanya dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan
serta perluasan jaringan pelayanan angkutan di jalan.
Tarif angkutan lintas batas ditetapkan berdasarkan perjanjian antara kedua
negara.
Pasal 43
Ayat (1)
Ketentuan wajib angkut ini dimaksudkan agar perusahaan angkutan
umum tidak melakukan perbedaan perlakuan terhadap pengguna jasa
angkutan, sepanjang pengguna jasa angkutan telah memenuhi
persyaratan sesuai perjanjian pengangkutan yang telah disepakati.
Ayat (2)
Pembayaran yang dilakukan penumpang dalam trayek tetap dan
teratur maupun tidak dalam trayek seperti pada angkutan kota dan
pedesaan, yang lazimnya tidak memakai karcis juga dianggap sebagai
bukti terjadinya perjanjian angkutan.
Namun demikian, dalam penetapan besarnya tarif tetap harus
berpedoman kepada struktur dan golongan tarif-yang ditetapkan
pemerintah.
Pemerintah secara bertahap memberlakukan penggunan karcis
angkutan penumpang bagi kendaraan umum yang belum
menggunakan karcis.
Pasal 44
Cukup jelas
Pasal 45
Ayat (1)
Dalam pelaksanaan angkutan, keselamatan orang dan barang yang
diangkut pada dasarnya berada dalam tanggung jawab pengusaha
angkutan.
Dengan demikian sudah sepatutnya apabila kepada pengusaha
angkutan dibebankan tanggung jawab terhadap setiap kerugian yang
diderita oleh penumpang atau pengirim barang, yang ditimbulkan
karena pelaksanaan pengangkutan yang dilakukannya.
Di samping hal tersebut ketentuan ini dimaksudkan pula agar
pengusaha angkutan dalam melaksanakan pengangkutan benar-benar
dapat menyadari besarnya tanggung jawab yang dipikulnya.
Ayat (2)
Besarnya ganti rugi yang harus ditanggung oleh pengusaha angkutan
yang harus dibayar kepada pengguna jasa atau pihak ketiga adalah
sebesar kerugian yang secara nyata diderita oleh penumpang atau
pengirim barang atau pihak ketiga.
Tidak termasuk dalam pengertian kerugian yang secara nyata
diderita antara lain adalah:
a. keuntungan yang diharapkan akan diperoleh;
b. kekurangnyamanan yang diakibatkan karena kondisi
jalan, atau jembatan yang dilalui selama dalam
perjalanan;
c. biaya atas pelayanan yang sudah dinikmati.
Ayat (3)
Cukup jelas
Ayat (4)
Cukup jelas
Pasal 46
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 47
Pertimbangan yang digunakan untuk dapat menurunkan orang atau barang
yang diangkut benar-benar harus dapat dipertanggungjawabkan secara
hukum dan norma kepatutan misalnya dalam hal melakukan keributan di
dalam kendaraan sehingga mengganggu penumpang lainnya, walaupun telah
diperingatkan secara patut atau barang yang diangkut ternyata barang
berbahaya atau dapat mengganggu penumpang.
Pengertian tempat pemberhentian terdekat adalah tempat-tempat yang telah
dihuni oleh manusia misalnya suatu kota atau desa atau tempat-tempat yang
dianggap layak untuk menurunkan barang yang patut diketahui barang
berbahaya.
Pasal 48
Ayat (1)
Cukup jelas
Ayat (2)
Cukup jelas
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah tambahan tenggang
waktu yang disepakati oleh pengusaha angkutan dan pengirim barang
mulai batas akhir waktu pengambilan barang sampai dengan barang
tersebut dapat dinyatakan tidak bertuan.
Pasal 49
Ayat (1)
Perlakuan khusus tersebut berupa antara lain penyediaan sarana dan
prasarana bagi penderita cacat, persyaratan khusus untuk
memperoleh surat izin mengemudi, pengoperasian kendaraan khusus
oleh penderita cacat.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 50
Ayat (1)
Pengertian emisi gas buang adalah gas dan/atau asap yang
dikeluarkan dari pipa gas buang kendaraan bermotor. Sedangkan
kebisingan adalah suara yang dikeluarkan dari kendaran bermotor.
Ayat (2)
Ketentuan ini diamaksudkan agar pemilik, pengusaha angkutan
dan/atau pengemudi tetap menjaga kondisi kendaraannya sehingga
tetap memenuhi persyaratan ambang batas emisi gas buang dan
kebisingan, disesuaikan dengan perkembangan teknologi kendaraan
bermotor di Indonesia.
Ayat (3)
Cukup jelas
Pasal 51
Ayat (1)
Penyerahan sebagian urusan pemerintahan dalam bidang lalu lintas
dan angkutan jalan, bertujuan untuk meningkatkan fungsi lalu lintas
dan angkutan jalan sehingga pelayanan terhadap masyarakat menjadi
lebih baik.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 52
Ketentuan ini dimaksudkan untuk menghindarkan kerugian dalam arti yang
luas.
Bagi pemeriksa atau aparat penyidik akan berarti berkurangnya beban
administrasi dan pemeliharaan atau pengamanan kendaraan bermotor yang
disita.
Selain itu, langkah ini juga menghindarkan kewajiban penyediaan ruang atau
halaman untuk menyimpan kendaraan bermotor tersebut, atau
menghindarkan penempatan kendaraan bermotor yang disita di jalan-jalan
umum yang bahkan dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
Bagi pemilik kendaraan bermotor, tidak dilakukannya penyitaan tadi juga
mengurangi kerugian dalam arti ekonomi. Hal ini terutama terasa apabila
kendaraan bermotor digunakan untuk kegiatan usaha atau pelaksanaan
tugas sehari-hari.
Tetapi sebaliknya apabila tanda bukti lulus uji tidak dapat ditunjukkan
pengemudi kendaraan bermotor, maka penyitaan tersebut memang harus
dilakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat dan keamanan lalu
lintas.
Penyitaan sebagaimana dimaksud dalam pasal ini adalah untuk mendidik
para pengemudi, pemilik kendaraan bermotor agar selalu sadar dan taat
kepada hukum, dan sifatnya sementara sampai dapat menunjukkan bukti
yang diperlukan, dan dilakukan secara wajar.
Pasal 53
Ayat (1)
Penyidikan pelanggaran terhadap persyaratan teknis dan laik jalan
memerlukan keahlian, sehingga perlu adanya petugas khusus untuk
melakukan penyidikan di samping pegawai yang biasa bertugas
menyidik tindak pidana. Petugas dimaksud adalah pegawai negeri sipil
di lingkungan departemen yang membawahi bidang lalu lintas dan
angkutan jalan.
Ayat (2)
Huruf a sampai huruf d
Cukup jelas
Huruf e
Yang dimaksud dengan perizinan angkutan umum adalah
perizinan yang berkaitan dengan pendirian usaha angkutan
umum dan perizinan yang berkaitan dengan pengaturan dan
pengendalian angkutan umum yang beroperasi dalam jaringan
trayek dan tidak dalam jaringan trayek. Walaupun ketentuan ini
menetapkan bahwa pemeriksaan terhadap perizinan angkutan
umum adalah di terminal, namun dalam keadaan-keadaan
tertentu pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di luar terminal.
Huruf f
Alat yang digunakan untuk memeriksa berat kendaraan beserta
muatannya dapat berupa alat untuk menimbang yang dipasang
secara tetap pada suatu tempat tertentu atau alat yang dapat
dipindah-pindahkan.
Huruf g
Cukup jelas
Huruf h
Cukup jelas
Ayat (3)
Pelaksanaan penyidikan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku antara lain Pasal 7 ayat (2) dan
Pasal 107 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara
Pidana.
Pasal 54 sampai pasal 58
Cukup jelas
Pasal 59
Ayat (1)
Ancaman pidana ini dimaksudkan untuk menangkal pelanggaran lalu
lintas oleh pengemudi yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi.
Ayat (2)
Cukup jelas
Pasal 60 pasal 74
Cukup jelas
______________________________________

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:02 PM
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 22 TAHUN 2009
TENTANG
LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN



DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,


Menimbang :
a. bahwa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai peran
strategis dalam mendukung pembangunan dan integrasi
nasional sebagai bagian dari upaya memajukan
kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945;
b. bahwa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai bagian
dari sistem transportasi nasional harus dikembangkan
potensi dan perannya untuk mewujudkan keamanan,
keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas dan
Angkutan Jalan dalam rangka mendukung pembangunan
ekonomi dan pengembangan wilayah;
c. bahwa perkembangan lingkungan strategis nasional dan
internasional menuntut penyelenggaraan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan yang sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, otonomi daerah, serta
akuntabilitas penyelenggaraan negara;
d. bahwa Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah tidak sesuai lagi
dengan kondisi, perubahan lingkungan strategis, dan
kebutuhan penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan saat ini sehingga perlu diganti dengan undangundang
yang baru;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d perlu
membentuk Undang-Undang tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan;
- 2 -
5. Simpul . . .
Mengingat : Pasal 5 ayat (1) serta Pasal 20 ayat (1) dan ayat (2) Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;


Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA


MEMUTUSKAN:
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN
JALAN.





BAB I
KETENTUAN UMUM



Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah satu kesatuan
sistem yang terdiri atas Lalu Lintas, Angkutan Jalan,
Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Prasarana
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kendaraan, Pengemudi,
Pengguna Jalan, serta pengelolaannya.
2. Lalu Lintas adalah gerak Kendaraan dan orang di Ruang
Lalu Lintas Jalan.
3. Angkutan adalah perpindahan orang dan/atau barang
dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan
Kendaraan di Ruang Lalu Lintas Jalan.
4. Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah
serangkaian Simpul dan/atau ruang kegiatan yang saling
terhubungkan untuk penyelenggaraan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
- 3 -
15. Parkir . . .
5. Simpul adalah tempat yang diperuntukkan bagi
pergantian antarmoda dan intermoda yang berupa
Terminal, stasiun kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan
sungai dan danau, dan/atau bandar udara.
6. Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah Ruang
Lalu Lintas, Terminal, dan Perlengkapan Jalan yang
meliputi marka, rambu, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,
alat pengendali dan pengaman Pengguna Jalan, alat
pengawasan dan pengamanan Jalan, serta fasilitas
pendukung.
7. Kendaraan adalah suatu sarana angkut di jalan yang
terdiri atas Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Tidak
Bermotor.
8. Kendaraan Bermotor adalah setiap Kendaraan yang
digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain
Kendaraan yang berjalan di atas rel.
9. Kendaraan Tidak Bermotor adalah setiap Kendaraan yang
digerakkan oleh tenaga manusia dan/atau hewan.
10. Kendaraan Bermotor Umum adalah setiap Kendaraan
yang digunakan untuk angkutan barang dan/atau orang
dengan dipungut bayaran.
11. Ruang Lalu Lintas Jalan adalah prasarana yang
diperuntukkan bagi gerak pindah Kendaraan, orang,
dan/atau barang yang berupa Jalan dan fasilitas
pendukung.
12. Jalan adalah seluruh bagian Jalan, termasuk bangunan
pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan
bagi Lalu Lintas umum, yang berada pada permukaan
tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan
tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali
jalan rel dan jalan kabel.
13. Terminal adalah pangkalan Kendaraan Bermotor Umum
yang digunakan untuk mengatur kedatangan dan
keberangkatan, menaikkan dan menurunkan orang
dan/atau barang, serta perpindahan moda angkutan.
14. Halte adalah tempat pemberhentian Kendaraan Bermotor
Umum untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
- 4 -
25. Penumpang . . .
15. Parkir adalah keadaan Kendaraan berhenti atau tidak
bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan
pengemudinya.
16. Berhenti adalah keadaan Kendaraan tidak bergerak
untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya.
17. Rambu Lalu Lintas adalah bagian perlengkapan Jalan
yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau
perpaduan yang berfungsi sebagai peringatan, larangan,
perintah, atau petunjuk bagi Pengguna Jalan.
18. Marka Jalan adalah suatu tanda yang berada di
permukaan Jalan atau di atas permukaan Jalan yang
meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis
membujur, garis melintang, garis serong, serta lambang
yang berfungsi untuk mengarahkan arus Lalu Lintas dan
membatasi daerah kepentingan Lalu Lintas.
19. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas adalah perangkat
elektronik yang menggunakan isyarat lampu yang dapat
dilengkapi dengan isyarat bunyi untuk mengatur Lalu
Lintas orang dan/atau Kendaraan di persimpangan atau
pada ruas Jalan.
20. Sepeda Motor adalah Kendaraan Bermotor beroda dua
dengan atau tanpa rumah-rumah dan dengan atau tanpa
kereta samping atau Kendaraan Bermotor beroda tiga
tanpa rumah-rumah.
21. Perusahaan Angkutan Umum adalah badan hukum yang
menyediakan jasa angkutan orang dan/atau barang
dengan Kendaraan Bermotor Umum.
22. Pengguna Jasa adalah perseorangan atau badan hukum
yang menggunakan jasa Perusahaan Angkutan Umum.
23. Pengemudi adalah orang yang mengemudikan Kendaraan
Bermotor di Jalan yang telah memiliki Surat Izin
Mengemudi.
24. Kecelakaan Lalu Lintas adalah suatu peristiwa di Jalan
yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan
Kendaraan dengan atau tanpa Pengguna Jalan lain yang
mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian
harta benda.
- 5 -
35. Penyidik . . .
25. Penumpang adalah orang yang berada di Kendaraan
selain Pengemudi dan awak Kendaraan.
26. Pejalan Kaki adalah setiap orang yang berjalan di Ruang
Lalu Lintas Jalan.
27. Pengguna Jalan adalah orang yang menggunakan Jalan
untuk berlalu lintas.
28. Dana Preservasi Jalan adalah dana yang khusus
digunakan untuk kegiatan pemeliharaan, rehabilitasi,
dan rekonstruksi Jalan secara berkelanjutan sesuai
dengan standar yang ditetapkan.
29. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas adalah
serangkaian usaha dan kegiatan yang meliputi
perencanaan, pengadaan, pemasangan, pengaturan, dan
pemeliharaan fasilitas perlengkapan Jalan dalam rangka
mewujudkan, mendukung dan memelihara keamanan,
keselamatan, ketertiban, dan kelancaran Lalu Lintas.
30. Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah suatu
keadaan terbebasnya setiap orang, barang, dan/atau
Kendaraan dari gangguan perbuatan melawan hukum,
dan/atau rasa takut dalam berlalu lintas.
31. Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah
suatu keadaan terhindarnya setiap orang dari risiko
kecelakaan selama berlalu lintas yang disebabkan oleh
manusia, Kendaraan, Jalan, dan/atau lingkungan.
32. Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah suatu
keadaan berlalu lintas yang berlangsung secara teratur
sesuai dengan hak dan kewajiban setiap Pengguna Jalan.
33. Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah suatu
keadaan berlalu lintas dan penggunaan angkutan yang
bebas dari hambatan dan kemacetan di Jalan.
34. Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan adalah sekumpulan subsistem yang
saling berhubungan dengan melalui penggabungan,
pemrosesan, penyimpanan, dan pendistribusian data
yang terkait dengan penyelenggaraan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
- 6 -
d. asas . . .
35. Penyidik adalah pejabat Kepolisian Negara Republik
Indonesia atau Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu yang
diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk
melakukan penyidikan.
36. Penyidik Pembantu adalah pejabat Kepolisian Negara
Republik Indonesia yang karena diberi wewenang
tertentu dapat melakukan tugas penyidikan yang diatur
dalam Undang-Undang ini.
37. Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah,
adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang
kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
38. Pemerintah Daerah adalah gubernur, bupati/walikota,
dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara
Pemerintahan Daerah.
39. Menteri adalah pembantu Presiden yang memimpin
kementerian negara dan bertanggung jawab atas urusan
pemerintahan di bidang Jalan, bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bidang
industri, bidang pengembangan teknologi, atau bidang
pendidikan dan pelatihan.
40. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah
pemimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia dan
penanggung jawab penyelenggaraan fungsi kepolisian
yang meliputi bidang keamanan dan ketertiban
masyarakat, penegakan hukum, perlindungan,
pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.




BAB II
ASAS DAN TUJUAN



Pasal 2
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diselenggarakan dengan
memperhatikan:
a. asas transparan;
b. asas akuntabel;
c. asas berkelanjutan;
d. asas partisipatif;
e. asas bermanfaat;
f. asas efisien dan efektif;
g. asas seimbang;
h. asas terpadu; dan
i. asas mandiri.
Pasal 3
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diselenggarakan dengan
tujuan:
a. terwujudnya pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu dengan
moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian
nasional, memajukan kesejahteraan umum,
memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta
mampu menjunjung tinggi martabat bangsa;
b. terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa; dan
c. terwujudnya penegakan hukum dan kepastian hukum
bagi masyarakat.




BAB III
RUANG LINGKUP KEBERLAKUAN UNDANG-UNDANG



Pasal 4
Undang-Undang ini berlaku untuk membina dan
menyelenggarakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang
aman, selamat, tertib, dan lancar melalui:
a. kegiatan gerak pindah Kendaraan, orang, dan/atau barang
di Jalan;
b. kegiatan yang menggunakan sarana, prasarana, dan
fasilitas pendukung Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; dan
c. kegiatan yang berkaitan dengan registrasi dan identifikasi
Kendaraan Bermotor dan Pengemudi, pendidikan berlalu
lintas, Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, serta
penegakan hukum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
- 8 -
Pasal 6 . . .




BAB IV
PEMBINAAN



Pasal 5
(1) Negara bertanggung jawab atas Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan dan pembinaannya dilaksanakan oleh
Pemerintah.
(2) Pembinaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. perencanaan;
b. pengaturan;
c. pengendalian; dan
d. pengawasan.
(3) Pembinaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan oleh instansi
pembina sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang
meliputi:
a. urusan pemerintahan di bidang Jalan, oleh
kementerian negara yang bertanggung jawab di
bidang Jalan;
b. urusan pemerintahan di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, oleh
kementerian negara yang bertanggung jawab di
bidang sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan;
c. urusan pemerintahan di bidang pengembangan
industri Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, oleh
kementerian negara yang bertanggung jawab di
bidang industri;
d. urusan pemerintahan di bidang pengembangan
teknologi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, oleh
kementerian negara yang bertanggung jawab di
bidang pengembangan teknologi; dan
e. urusan pemerintahan di bidang Registrasi dan
Identifikasi Kendaraan Bermotor dan Pengemudi,
Penegakan Hukum, Operasional Manajemen dan
Rekayasa Lalu Lintas, serta pendidikan berlalu lintas,
oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
- 9 -
b. pemberian . . .
Pasal 6
(1) Pembinaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang
dilakukan oleh instansi pembina sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 5 ayat (3) meliputi:
a. penetapan sasaran dan arah kebijakan
pengembangan sistem Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan nasional;
b. penetapan norma, standar, pedoman, kriteria, dan
prosedur penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan yang berlaku secara nasional;
c. penetapan kompetensi pejabat yang melaksanakan
fungsi di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
secara nasional;
d. pemberian bimbingan, pelatihan, sertifikasi,
pemberian izin, dan bantuan teknis kepada
pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota;
dan
e. pengawasan terhadap pelaksanaan norma, standar,
pedoman, kriteria, dan prosedur yang dilakukan oleh
Pemerintah Daerah.
(2) Dalam melaksanakan pembinaan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Pemerintah dapat menyerahkan sebagian
urusannya kepada pemerintah provinsi dan/atau
pemerintah kabupaten/kota.
(3) Urusan pemerintah provinsi dalam melakukan
pembinaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan meliputi:
a. penetapan sasaran dan arah kebijakan sistem Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan provinsi dan
kabupaten/kota yang jaringannya melampaui batas
wilayah kabupaten/kota;
b. pemberian bimbingan, pelatihan, sertifikasi, dan izin
kepada perusahaan angkutan umum di provinsi; dan
c. pengawasan terhadap pelaksanaan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan provinsi.
(4) Urusan pemerintah kabupaten/kota dalam melakukan
pembinaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan meliputi:
a. penetapan sasaran dan arah kebijakan sistem Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan kabupaten/kota yang
jaringannya berada di wilayah kabupaten/kota;
- 10 -
Pasal 8 . . .
b. pemberian bimbingan, pelatihan, sertifikasi, dan izin
kepada perusahaan angkutan umum di
kabupaten/kota; dan
c. pengawasan terhadap pelaksanaan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan kabupaten/kota.




BAB V
PENYELENGGARAAN




Pasal 7
(1) Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam
kegiatan pelayanan langsung kepada masyarakat
dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, badan
hukum, dan/atau masyarakat.
(2) Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh
Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
instansi masing-masing meliputi:
a. urusan pemerintahan di bidang Jalan, oleh
kementerian negara yang bertanggung jawab di
bidang Jalan;
b. urusan pemerintahan di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, oleh
kementerian negara yang bertanggung jawab di
bidang sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan;
c. urusan pemerintahan di bidang pengembangan
industri Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, oleh
kementerian negara yang bertanggung jawab di
bidang industri;
d. urusan pemerintahan di bidang pengembangan
teknologi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, oleh
kementerian negara yang bertanggung jawab di
bidang pengembangan teknologi; dan
e. urusan pemerintahan di bidang Registrasi dan
Identifikasi Kendaraan Bermotor dan Pengemudi,
Penegakan Hukum, Operasional Manajemen dan
Rekayasa Lalu Lintas, serta pendidikan berlalu lintas,
oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
- 11 -
Pasal 10 . . .
Pasal 8
Penyelenggaraan di bidang Jalan meliputi kegiatan
pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan
prasarana Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat
(2) huruf a, yaitu:
a. inventarisasi tingkat pelayanan Jalan dan
permasalahannya;
b. penyusunan rencana dan program pelaksanaannya serta
penetapan tingkat pelayanan Jalan yang diinginkan;
c. perencanaan, pembangunan, dan optimalisasi
pemanfaatan ruas Jalan;
d. perbaikan geometrik ruas Jalan dan/atau persimpangan
Jalan;
e. penetapan kelas Jalan pada setiap ruas Jalan;
f. uji kelaikan fungsi Jalan sesuai dengan standar keamanan
dan keselamatan berlalu lintas; dan
g. pengembangan sistem informasi dan komunikasi di bidang
prasarana Jalan.
Pasal 9
Penyelenggaraan di bidang sarana dan Prasarana Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7
ayat (2) huruf b meliputi:
a. penetapan rencana umum Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan;
b. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas;
c. persyaratan teknis dan laik jalan Kendaraan Bermotor;
d. perizinan angkutan umum;
e. pengembangan sistem informasi dan komunikasi di bidang
sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
f. pembinaan sumber daya manusia penyelenggara sarana
dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; dan
g. penyidikan terhadap pelanggaran perizinan angkutan
umum, persyaratan teknis dan kelaikan Jalan Kendaraan
Bermotor yang memerlukan keahlian dan/atau peralatan
khusus yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
Undang-Undang ini.
- 12 -
f. penegakan . . .
Pasal 10
Penyelenggaraan di bidang industri sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 7 ayat (2) huruf c meliputi:
a. penyusunan rencana dan program pelaksanaan
pengembangan industri Kendaraan Bermotor;
b. pengembangan industri perlengkapan Kendaraan
Bermotor yang menjamin Keamanan dan Keselamatan
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; dan
c. pengembangan industri perlengkapan Jalan yang
menjamin Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
Pasal 11
Penyelenggaraan di bidang pengembangan teknologi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf d
meliputi:
a. penyusunan rencana dan program pelaksanaan
pengembangan teknologi Kendaraan Bermotor;
b. pengembangan teknologi perlengkapan Kendaraan
Bermotor yang menjamin Keamanan dan Keselamatan
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; dan
c. pengembangan teknologi perlengkapan Jalan yang
menjamin Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
Pasal 12
Penyelenggaraan di bidang Registrasi dan Identifikasi
Kendaraan Bermotor dan Pengemudi, Penegakan Hukum,
Operasional Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, serta
pendidikan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
7 ayat (2) huruf e meliputi:
a. pengujian dan penerbitan Surat Izin Mengemudi
Kendaraan Bermotor;
b. pelaksanaan registrasi dan identifikasi Kendaraan
Bermotor;
c. pengumpulan, pemantauan, pengolahan, dan penyajian
data Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
d. pengelolaan pusat pengendalian Sistem Informasi dan
Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
e. pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli Lalu
Lintas;
- 13 -
(3) Rencana . . .
f. penegakan hukum yang meliputi penindakan pelanggaran
dan penanganan Kecelakaan Lalu Lintas;
g. pendidikan berlalu lintas;
h. pelaksanaan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas; dan
i. pelaksanaan manajemen operasional Lalu Lintas.
Pasal 13
(1) Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dilakukan
secara terkoordinasi.
(2) Koordinasi Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
oleh forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(3) Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bertugas
melakukan koordinasi antarinstansi penyelenggara yang
memerlukan keterpaduan dalam merencanakan dan
menyelesaikan masalah Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(4) Keanggotaan forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas unsur
pembina, penyelenggara, akademisi, dan masyarakat.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai forum Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan diatur dengan peraturan pemerintah.




BAB VI
JARINGAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN



Bagian Kesatu
Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal 14
(1) Untuk mewujudkan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
yang terpadu dilakukan pengembangan Jaringan Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan untuk menghubungkan
semua wilayah di daratan.
(2) Pengembangan Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada
Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sesuai dengan kebutuhan.
- 14 -
c. Rencana . . .
(3) Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan Nasional;
b. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan Provinsi; dan
c. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan Kabupaten/Kota.
Pasal 15
(1) Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (3)
huruf a disusun secara berkala dengan
mempertimbangkan kebutuhan transportasi dan ruang
kegiatan berskala nasional.
(2) Proses penyusunan dan penetapan Rencana Induk
Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus
memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.
(3) Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Nasional memuat:
a. prakiraan perpindahan orang dan/atau barang
menurut asal tujuan perjalanan lingkup nasional;
b. arah dan kebijakan peranan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan nasional dalam keseluruhan moda
transportasi;
c. rencana lokasi dan kebutuhan Simpul nasional; dan
d. rencana kebutuhan Ruang Lalu Lintas nasional.
Pasal 16
(1) Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (3)
huruf b disusun secara berkala dengan
mempertimbangkan kebutuhan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan dan ruang kegiatan berskala provinsi.
(2) Proses penyusunan dan penetapan Rencana Induk
Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan
memperhatikan:
a. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;
b. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi; dan
- 15 -
d. rencana . . .
c. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan Nasional.
(3) Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Provinsi memuat:
a. prakiraan perpindahan orang dan/atau barang
menurut asal tujuan perjalanan lingkup provinsi;
b. arah dan kebijakan peranan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan provinsi dalam keseluruhan moda
transportasi;
c. rencana lokasi dan kebutuhan Simpul provinsi; dan
d. rencana kebutuhan Ruang Lalu Lintas provinsi.
Pasal 17
(1) Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14
ayat (3) huruf c disusun secara berkala dengan
mempertimbangkan kebutuhan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan serta ruang kegiatan berskala
kabupaten/kota.
(2) Proses penyusunan dan penetapan Rencana Induk
Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan dengan memperhatikan:
a. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;
b. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan Nasional;
c. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi;
d. Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan Provinsi; dan
e. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota.
(3) Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Kabupaten/Kota memuat:
a. prakiraan perpindahan orang dan/atau barang
menurut asal tujuan perjalanan lingkup
kabupaten/kota;
b. arah dan kebijakan peranan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan kabupaten/kota dalam keseluruhan
moda transportasi;
c. rencana lokasi dan kebutuhan Simpul
kabupaten/kota; dan
- 16 -
c. jalan . . .
d. rencana kebutuhan Ruang Lalu Lintas
kabupaten/kota.
Pasal 18
Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan dan penetapan
Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
diatur dengan peraturan pemerintah.
Bagian Kedua
Ruang Lalu Lintas
Paragraf 1
Kelas Jalan
Pasal 19
(1) Jalan dikelompokkan dalam beberapa kelas berdasarkan:
a. fungsi dan intensitas Lalu Lintas guna kepentingan
pengaturan penggunaan Jalan dan Kelancaran Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan; dan
b. daya dukung untuk menerima muatan sumbu
terberat dan dimensi Kendaraan Bermotor.
(2) Pengelompokan Jalan menurut kelas Jalan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. jalan kelas I, yaitu jalan arteri dan kolektor yang
dapat dilalui Kendaraan Bermotor dengan ukuran
lebar tidak melebihi 2.500 (dua ribu lima ratus)
milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000
(delapan belas ribu) milimeter, ukuran paling tinggi
4.200 (empat ribu dua ratus) milimeter, dan muatan
sumbu terberat 10 (sepuluh) ton;
b. jalan kelas II, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan
lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor
dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 (dua ribu
lima ratus) milimeter, ukuran panjang tidak melebihi
12.000 (dua belas ribu) milimeter, ukuran paling
tinggi 4.200 (empat ribu dua ratus) milimeter, dan
muatan sumbu terberat 8 (delapan) ton;
- 17 -
Paragraf 2 . . .
c. jalan kelas III, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan
lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor
dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 (dua ribu
seratus) milimeter, ukuran panjang tidak melebihi
9.000 (sembilan ribu) milimeter, ukuran paling tinggi
3.500 (tiga ribu lima ratus) milimeter, dan muatan
sumbu terberat 8 (delapan) ton; dan
d. jalan kelas khusus, yaitu jalan arteri yang dapat
dilalui Kendaraan Bermotor dengan ukuran lebar
melebihi 2.500 (dua ribu lima ratus) milimeter,
ukuran panjang melebihi 18.000 (delapan belas ribu)
milimeter, ukuran paling tinggi 4.200 (empat ribu dua
ratus) milimeter, dan muatan sumbu terberat lebih
dari 10 (sepuluh) ton.
(3) Dalam keadaan tertentu daya dukung jalan kelas III
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dapat
ditetapkan muatan sumbu terberat kurang dari 8
(delapan) ton.
(4) Kelas jalan berdasarkan spesifikasi penyediaan
prasarana jalan diatur sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang Jalan.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai jalan kelas khusus
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d diatur
dengan peraturan pemerintah.
Pasal 20
(1) Penetapan kelas jalan pada setiap ruas jalan dilakukan
oleh:
a. Pemerintah, untuk jalan nasional;
b. pemerintah provinsi, untuk jalan provinsi;
c. pemerintah kabupaten, untuk jalan kabupaten; atau
d. pemerintah kota, untuk jalan kota.
(2) Kelas jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelompokan kelas
jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan tata
cara penetapan kelas jalan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan pemerintah.
- 18 -
(6) Hasil . . .
Paragraf 2
Penggunaan dan Perlengkapan Jalan
Pasal 21
(1) Setiap Jalan memiliki batas kecepatan paling tinggi yang
ditetapkan secara nasional.
(2) Batas kecepatan paling tinggi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kawasan
permukiman, kawasan perkotaan, jalan antarkota, dan
jalan bebas hambatan.
(3) Atas pertimbangan keselamatan atau pertimbangan
khusus lainnya, Pemerintah Daerah dapat menetapkan
batas kecepatan paling tinggi setempat yang harus
dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas.
(4) Batas kecepatan paling rendah pada jalan bebas
hambatan ditetapkan dengan batas absolut 60 (enam
puluh) kilometer per jam dalam kondisi arus bebas.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai batas kecepatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur
dengan peraturan pemerintah.
Pasal 22
(1) Jalan yang dioperasikan harus memenuhi persyaratan
laik fungsi Jalan secara teknis dan administratif.
(2) Penyelenggara Jalan wajib melaksanakan uji kelaikan
fungsi Jalan sebelum pengoperasian Jalan.
(3) Penyelenggara Jalan wajib melakukan uji kelaikan fungsi
Jalan pada Jalan yang sudah beroperasi secara berkala
dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) tahun
dan/atau sesuai dengan kebutuhan.
(4) Uji kelaikan fungsi Jalan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) dan ayat (3) dilakukan oleh tim uji laik fungsi
Jalan yang dibentuk oleh penyelenggara Jalan.
(5) Tim uji laik fungsi Jalan sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) terdiri atas unsur penyelenggara Jalan, instansi
yang bertanggung jawab di bidang sarana dan Prasarana
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
- 19 -
f. alat . . .
(6) Hasil uji kelaikan fungsi Jalan wajib dipublikasikan dan
ditindaklanjuti oleh penyelenggara Jalan, instansi yang
bertanggung jawab di bidang sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan, dan/atau Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
(7) Uji kelaikan fungsi Jalan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 23
(1) Penyelenggara Jalan dalam melaksanakan preservasi
Jalan dan/atau peningkatan kapasitas Jalan wajib
menjaga Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan
Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Penyelenggara Jalan dalam melaksanakan kegiatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkoordinasi
dengan instansi yang bertanggung jawab di bidang
sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pasal 24
(1) Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk
memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat
mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas.
(2) Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang
rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu
pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya
Kecelakaan Lalu Lintas.
Pasal 25
(1) Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum
wajib dilengkapi dengan perlengkapan Jalan berupa:
a. Rambu Lalu Lintas;
b. Marka Jalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. alat penerangan Jalan;
e. alat pengendali dan pengaman Pengguna Jalan;
- 20 -
Bagian Ketiga . . .
f. alat pengawasan dan pengamanan Jalan;
g. fasilitas untuk sepeda, Pejalan Kaki, dan penyandang
cacat; dan
h. fasilitas pendukung kegiatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan yang berada di Jalan dan di luar
badan Jalan.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai perlengkapan Jalan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
peraturan pemerintah.
Pasal 26
(1) Penyediaan perlengkapan Jalan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 25 ayat (1) diselenggarakan oleh:
a. Pemerintah untuk jalan nasional;
b. pemerintah provinsi untuk jalan provinsi;
c. pemerintah kabupaten/kota untuk jalan
kabupaten/kota dan jalan desa; atau
d. badan usaha jalan tol untuk jalan tol.
(2) Penyediaan perlengkapan Jalan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 27
(1) Perlengkapan Jalan pada jalan lingkungan tertentu
disesuaikan dengan kapasitas, intensitas, dan volume
Lalu Lintas.
(2) Ketentuan mengenai pemasangan perlengkapan Jalan
pada jalan lingkungan tertentu diatur dengan peraturan
daerah.
Pasal 28
(1) Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang
mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi
Jalan.
(2) Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang
mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan
Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1).
- 21 -
(2) Terminal . . .
Bagian Ketiga
Dana Preservasi Jalan
Pasal 29
(1) Untuk mendukung pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar, kondisi
Jalan harus dipertahankan.
(2) Untuk mempertahankan kondisi Jalan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), diperlukan Dana Preservasi
Jalan.
(3) Dana Preservasi Jalan digunakan khusus untuk kegiatan
pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi Jalan.
(4) Dana Preservasi Jalan dapat bersumber dari Pengguna
Jalan dan pengelolaannya sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 30
Pengelolaan Dana Preservasi Jalan harus dilaksanakan
berdasarkan prinsip berkelanjutan, akuntabilitas,
transparansi, keseimbangan, dan kesesuaian.
Pasal 31
Dana Preservasi Jalan dikelola oleh unit pengelola Dana
Preservasi Jalan yang bertanggung jawab kepada Menteri di
bidang Jalan.
Pasal 32
Ketentuan mengenai organisasi dan tata kerja unit pengelola
Dana Preservasi Jalan diatur dengan peraturan Presiden.
Bagian Keempat
Terminal
Paragraf 1
Fungsi, Klasifikasi, dan Tipe Terminal
Pasal 33
(1) Untuk menunjang kelancaran perpindahan orang
dan/atau barang serta keterpaduan intramoda dan
antarmoda di tempat tertentu, dapat dibangun dan
diselenggarakan Terminal.
- 22 -
c. kesesuaian . . .
(2) Terminal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa
Terminal penumpang dan/atau Terminal barang.
Pasal 34
(1) Terminal penumpang sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 33 ayat (2) menurut pelayanannya dikelompokkan
dalam tipe A, tipe B, dan tipe C.
(2) Setiap tipe sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi
dalam beberapa kelas berdasarkan intensitas Kendaraan
yang dilayani.
Pasal 35
Untuk kepentingan sendiri, badan usaha milik negara, badan
usaha milik daerah, dan swasta dapat membangun Terminal
barang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pasal 36
Setiap Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek wajib
singgah di Terminal yang sudah ditentukan, kecuali
ditetapkan lain dalam izin trayek.
Paragraf 2
Penetapan Lokasi Terminal
Pasal 37
(1) Penentuan lokasi Terminal dilakukan dengan
memperhatikan rencana kebutuhan Terminal yang
merupakan bagian dari Rencana Induk Jaringan Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Penetapan lokasi Terminal dilakukan dengan
memperhatikan:
a. tingkat aksesibilitas Pengguna Jasa angkutan;
b. kesesuaian lahan dengan Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional, Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi, dan Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten/Kota;
- 23 -
(3) Lingkungan . . .
c. kesesuaian dengan rencana pengembangan dan/atau
kinerja jaringan Jalan, jaringan trayek, dan jaringan
lintas;
d. kesesuaian dengan rencana pengembangan dan/atau
pusat kegiatan;
e. keserasian dan keseimbangan dengan kegiatan lain;
f. permintaan angkutan;
g. kelayakan teknis, finansial, dan ekonomi;
h. Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan; dan/atau
i. kelestarian lingkungan hidup.
Paragraf 3
Fasilitas Terminal
Pasal 38
(1) Setiap penyelenggara Terminal wajib menyediakan
fasilitas Terminal yang memenuhi persyaratan
keselamatan dan keamanan.
(2) Fasilitas Terminal sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi fasilitas utama dan fasilitas penunjang.
(3) Untuk menjaga kondisi fasilitas Terminal sebagaimana
dimaksud pada ayat (2), penyelenggara Terminal wajib
melakukan pemeliharaan.
Paragraf 4
Lingkungan Kerja Terminal
Pasal 39
(1) Lingkungan kerja Terminal merupakan daerah yang
diperuntukkan bagi fasilitas Terminal.
(2) Lingkungan kerja Terminal sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dikelola oleh penyelenggara Terminal dan
digunakan untuk pelaksanaan pembangunan,
pengembangan, dan pengoperasian fasilitas Terminal.
- 24 -
Bagian Kelima . . .
(3) Lingkungan kerja Terminal sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan dengan peraturan daerah
kabupaten/kota, khusus Provinsi Daerah Khusus
Ibukota Jakarta ditetapkan dengan Peraturan Daerah
Provinsi.
Paragraf 5
Pembangunan dan Pengoperasian Terminal
Pasal 40
(1) Pembangunan Terminal harus dilengkapi dengan:
a. rancang bangun;
b. buku kerja rancang bangun;
c. rencana induk Terminal;
d. analisis dampak Lalu Lintas; dan
e. analisis mengenai dampak lingkungan.
(2) Pengoperasian Terminal meliputi kegiatan:
a. perencanaan;
b. pelaksanaan; dan
c. pengawasan operasional Terminal.
Pasal 41
(1) Setiap penyelenggara Terminal wajib memberikan
pelayanan jasa Terminal sesuai dengan standar
pelayanan yang ditetapkan.
(2) Pelayanan jasa Terminal sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dikenakan retribusi yang dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Paragraf 6
Pengaturan Lebih Lanjut
Pasal 42
Ketentuan lebih lanjut mengenai fungsi, klasifikasi, tipe,
penetapan lokasi, fasilitas, lingkungan kerja, pembangunan,
dan pengoperasian Terminal diatur dengan peraturan
pemerintah.
- 25 -
b. lajur . . .
Bagian Kelima
Fasilitas Parkir
Pasal 43
(1) Penyediaan fasilitas Parkir untuk umum hanya dapat
diselenggarakan di luar Ruang Milik Jalan sesuai dengan
izin yang diberikan.
(2) Penyelenggaraan fasilitas Parkir di luar Ruang Milik
Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
dilakukan oleh perseorangan warga negara Indonesia
atau badan hukum Indonesia berupa:
a. usaha khusus perparkiran; atau
b. penunjang usaha pokok.
(3) Fasilitas Parkir di dalam Ruang Milik Jalan hanya dapat
diselenggarakan di tempat tertentu pada jalan
kabupaten, jalan desa, atau jalan kota yang harus
dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas, dan/atau Marka
Jalan.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Pengguna Jasa fasilitas
Parkir, perizinan, persyaratan, dan tata cara
penyelenggaraan fasilitas dan Parkir untuk umum diatur
dengan peraturan pemerintah.
Pasal 44
Penetapan lokasi dan pembangunan fasilitas Parkir untuk
umum dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan
memperhatikan:
a. rencana umum tata ruang;
b. analisis dampak lalu lintas; dan
c. kemudahan bagi Pengguna Jasa.
Bagian Keenam
Fasilitas Pendukung
Pasal 45
(1) Fasilitas pendukung penyelenggaraan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan meliputi:
a. trotoar;
- 26 -
b. mobil . . .
b. lajur sepeda;
c. tempat penyeberangan Pejalan Kaki;
d. Halte; dan/atau
e. fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan manusia
usia lanjut.
(2) Penyediaan fasilitas pendukung sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diselenggarakan oleh:
a. Pemerintah untuk jalan nasional;
b. pemerintah provinsi untuk jalan provinsi;
c. pemerintah kabupaten untuk jalan kabupaten dan
jalan desa;
d. pemerintah kota untuk jalan kota; dan
e. badan usaha jalan tol untuk jalan tol.
Pasal 46
(1) Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,
pengelolaan, dan pemeliharaan fasilitas pendukung Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 45 ayat (2) dapat bekerja sama dengan pihak
swasta.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembangunan,
pengelolaan, pemeliharaan, serta spesifikasi teknis
fasilitas pendukung Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
diatur dengan peraturan pemerintah.




BAB VII
KENDARAAN



Bagian Kesatu
Jenis dan Fungsi Kendaraan
Pasal 47
(1) Kendaraan terdiri atas:
a. Kendaraan Bermotor; dan
b. Kendaraan Tidak Bermotor.
(2) Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a dikelompokkan berdasarkan jenis:
a. sepeda motor;
- 27 -
b. kebisingan . . .
b. mobil penumpang;
c. mobil bus;
d. mobil barang; dan
e. kendaraan khusus.
(3) Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf b, huruf c, dan huruf d dikelompokkan
berdasarkan fungsi:
a. Kendaraan Bermotor perseorangan; dan
b. Kendaraan Bermotor Umum.
(4) Kendaraan Tidak Bermotor sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf b dikelompokkan dalam:
a. Kendaraan yang digerakkan oleh tenaga orang; dan
b. Kendaraan yang digerakkan oleh tenaga hewan.
Bagian Kedua
Persyaratan Teknis dan Laik Jalan Kendaraan Bermotor
Pasal 48
(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan
harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
(2) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
terdiri atas:
a. susunan;
b. perlengkapan;
c. ukuran;
d. karoseri;
e. rancangan teknis kendaraan sesuai dengan
peruntukannya;
f. pemuatan;
g. penggunaan;
h. penggandengan Kendaraan Bermotor; dan/atau
i. penempelan Kendaraan Bermotor.
(3) Persyaratan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) ditentukan oleh kinerja minimal Kendaraan Bermotor
yang diukur sekurang-kurangnya terdiri atas:
a. emisi gas buang;
- 28 -
b. penelitian . . .
b. kebisingan suara;
c. efisiensi sistem rem utama;
d. efisiensi sistem rem parkir;
e. kincup roda depan;
f. suara klakson;
g. daya pancar dan arah sinar lampu utama;
h. radius putar;
i. akurasi alat penunjuk kecepatan;
j. kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban; dan
k. kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat
Kendaraan.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis dan
laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat
(3) diatur dengan peraturan pemerintah.
Bagian Ketiga
Pengujian Kendaraan Bermotor
Pasal 49
(1) Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta
tempelan yang diimpor, dibuat dan/atau dirakit di dalam
negeri yang akan dioperasikan di Jalan wajib dilakukan
pengujian.
(2) Pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. uji tipe; dan
b. uji berkala.
Pasal 50
(1) Uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2)
huruf a wajib dilakukan bagi setiap Kendaraan Bermotor,
kereta gandengan, dan kereta tempelan, yang diimpor,
dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri, serta modifikasi
Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe.
(2) Uji tipe sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. pengujian fisik untuk pemenuhan persyaratan teknis
dan laik jalan yang dilakukan terhadap landasan
Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Bermotor dalam
keadaan lengkap; dan
- 29 -
Pasal 52 . . .
b. penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan
Bermotor yang dilakukan terhadap rumah-rumah,
bak muatan, kereta gandengan, kereta tempelan, dan
Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi tipenya.
(3) Uji tipe sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan oleh unit pelaksana uji tipe Pemerintah.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai uji tipe dan unit
pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
(3) diatur dengan peraturan pemerintah.
Pasal 51
(1) Landasan Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Bermotor
dalam keadaan lengkap yang telah lulus uji tipe diberi
sertifikat lulus uji tipe.
(2) Rumah-rumah, bak muatan, kereta gandengan, kereta
tempelan, dan modifikasi tipe Kendaraan Bermotor yang
telah lulus uji tipe diterbitkan surat keputusan
pengesahan rancang bangun dan rekayasa.
(3) Penanggung jawab pembuatan, perakitan, pengimporan
landasan Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Bermotor
dalam keadaan lengkap, rumah-rumah, bak muatan,
kereta gandengan dan kereta tempelan, serta Kendaraan
Bermotor yang dimodifikasi harus meregistrasikan tipe
produksinya.
(4) Sebagai bukti telah dilakukan registrasi tipe produksi
sebagaimana dimaksud pada ayat (3), diberikan tanda
bukti sertifikat registrasi uji tipe.
(5) Sebagai jaminan kesesuaian spesifikasi teknik seri
produksinya terhadap sertifikat uji tipe, dilakukan uji
sampel oleh unit pelaksana uji tipe Pemerintah.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai modifikasi dan uji tipe
diatur dengan peraturan pemerintah.
- 30 -
Pasal 54 . . .
Pasal 52
(1) Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 50 ayat (1) dapat berupa modifikasi dimensi,
mesin, dan kemampuan daya angkut.
(2) Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) tidak boleh membahayakan keselamatan
berlalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, serta
merusak lapis perkerasan/daya dukung jalan yang
dilalui.
(3) Setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga
mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib
dilakukan uji tipe ulang.
(4) Bagi Kendaraan Bermotor yang telah diuji tipe ulang
sebagaimana dimaksud pada ayat (3), harus dilakukan
registrasi dan identifikasi ulang.
Pasal 53
(1) Uji berkala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat
(2) huruf b diwajibkan untuk mobil penumpang umum,
mobil bus, mobil barang, kereta gandengan, dan kereta
tempelan yang dioperasikan di Jalan.
(2) Pengujian berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi kegiatan:
a. pemeriksaan dan pengujian fisik Kendaraan
Bermotor; dan
b. pengesahan hasil uji.
(3) Kegiatan pemeriksaan dan pengujian fisik Kendaraan
Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a
dilaksanakan oleh:
a. unit pelaksana pengujian pemerintah
kabupaten/kota;
b. unit pelaksana agen tunggal pemegang merek yang
mendapat izin dari Pemerintah; atau
c. unit pelaksana pengujian swasta yang mendapatkan
izin dari Pemerintah.
- 31 -
Pasal 55 . . .
Pasal 54
(1) Pemeriksaan dan pengujian fisik mobil penumpang
umum, mobil bus, mobil barang, kendaraan khusus,
kereta gandengan, dan kereta tempelan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 53 ayat (2) huruf a meliputi
pengujian terhadap persyaratan teknis dan laik jalan.
(2) Pengujian terhadap persyaratan teknis sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. susunan;
b. perlengkapan;
c. ukuran;
d. karoseri; dan
e. rancangan teknis Kendaraan Bermotor sesuai dengan
peruntukannya.
(3) Pengujian terhadap persyaratan laik jalan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya meliputi:
a. emisi gas buang Kendaraan Bermotor;
b. tingkat kebisingan;
c. kemampuan rem utama;
d. kemampuan rem parkir;
e. kincup roda depan;
f. kemampuan pancar dan arah sinar lampu utama;
g. akurasi alat penunjuk kecepatan; dan
h. kedalaman alur ban.
(4) Pengujian terhadap persyaratan laik jalan kereta
gandengan dan kereta tempelan meliputi uji kemampuan
rem, kedalaman alur ban, dan uji sistem lampu.
(5) Bukti lulus uji berkala hasil pemeriksaan dan pengujian
fisik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa
pemberian kartu uji dan tanda uji.
(6) Kartu uji berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
memuat keterangan tentang identifikasi Kendaraan
Bermotor dan identitas pemilik, spesifikasi teknis, hasil
uji, dan masa berlaku hasil uji.
(7) Tanda uji berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
memuat keterangan tentang identifikasi Kendaraan
Bermotor dan masa berlaku hasil uji.
- 32 -
c. segitiga . . .
Pasal 55
(1) Pengesahan hasil uji sebagaimana dimaksud dalam Pasal
53 ayat (2) huruf b diberikan oleh:
a. petugas yang memiliki kompetensi yang ditetapkan
oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang
sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan atas usul gubernur untuk pengujian yang
dilakukan oleh unit pelaksana pengujian pemerintah
kabupaten/kota; dan
b. petugas swasta yang memiliki kompetensi yang
ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di
bidang sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan untuk pengujian yang dilakukan oleh
unit pelaksana pengujian agen tunggal pemegang
merek dan unit pelaksana pengujian swasta.
(2) Kompetensi petugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dibuktikan dengan sertifikat tanda lulus pendidikan dan
pelatihan.
Pasal 56
Ketentuan lebih lanjut mengenai uji berkala sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 53, Pasal 54, dan Pasal 55 diatur
dengan peraturan pemerintah.
Bagian Keempat
Perlengkapan Kendaraan Bermotor
Pasal 57
(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan
wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan
Bermotor.
(2) Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi
Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.
(3) Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi
Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih sekurangkurangnya
terdiri atas:
a. sabuk keselamatan;
b. ban cadangan;
- 33 -
b. lampu . . .
c. segitiga pengaman;
d. dongkrak;
e. pembuka roda;
f. helm dan rompi pemantul cahaya bagi Pengemudi
Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih yang
tidak memiliki rumah-rumah; dan
g. peralatan pertolongan pertama pada Kecelakaan Lalu
Lintas.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai perlengkapan
Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan peraturan
pemerintah.
Pasal 58
Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan
dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu
keselamatan berlalu lintas.
Pasal 59
(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat
dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.
(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
terdiri atas warna:
a. merah;
b. biru; dan
c. kuning.
(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai
tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.
(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan
kepada Pengguna Jalan lain.
(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:
a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan
untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian
Negara Republik Indonesia;
- 34 -
(5) Pengawasan . . .
b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan
untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan
Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran,
ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan
c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan
untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol,
pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas
umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang
khusus.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur,
dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
peraturan pemerintah.
(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan
lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
Bagian Kelima
Bengkel Umum Kendaraan Bermotor
Pasal 60
(1) Bengkel umum Kendaraan Bermotor berfungsi untuk
memperbaiki dan merawat Kendaraan Bermotor, wajib
memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
(2) Bengkel umum yang mempunyai akreditasi dan kualitas
tertentu dapat melakukan pengujian berkala Kendaraan
Bermotor.
(3) Penyelenggaraan bengkel umum sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) wajib memenuhi persyaratan yang
ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di
bidang industri.
(4) Penyelenggaraan bengkel umum sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) harus mendapatkan izin dari pemerintah
kabupaten/kota berdasarkan rekomendasi dari
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
- 35 -
(2) Pesepeda . . .
(5) Pengawasan terhadap bengkel umum Kendaraan
Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata
cara penyelenggaraan bengkel umum diatur dengan
peraturan pemerintah.
Bagian Keenam
Kendaraan Tidak Bermotor
Pasal 61
(1) Setiap Kendaraan Tidak Bermotor yang dioperasikan di
Jalan wajib memenuhi persyaratan keselamatan,
meliputi:
a. persyaratan teknis; dan
b. persyaratan tata cara memuat barang.
(2) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a sekurang-kurangnya meliputi:
a. konstruksi;
b. sistem kemudi;
c. sistem roda;
d. sistem rem;
e. lampu dan pemantul cahaya; dan
f. alat peringatan dengan bunyi.
(3) Persyaratan tata cara memuat barang sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b sekurang-kurangnya
meliputi dimensi dan berat.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan
keselamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dengan peraturan pemerintah.
Pasal 62
(1) Pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas
bagi pesepeda.
- 36 -
d. perencanaan . . .
(2) Pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan,
keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu
lintas.
Pasal 63
(1) Pemerintah Daerah dapat menentukan jenis dan
penggunaan Kendaraan Tidak Bermotor di daerahnya
sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis dan penggunaan
Kendaraan Tidak Bermotor sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diatur dengan peraturan daerah kabupaten/kota.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis dan penggunaan
Kendaraan Tidak Bermotor sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) yang bersifat lintas kabupaten/kota diatur
dengan peraturan daerah provinsi.
Bagian Ketujuh
Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor
Pasal 64
(1) Setiap Kendaraan Bermotor wajib diregistrasikan.
(2) Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. registrasi Kendaraan Bermotor baru;
b. registrasi perubahan identitas Kendaraan Bermotor
dan pemilik;
c. registrasi perpanjangan Kendaraan Bermotor;
dan/atau
d. registrasi pengesahan Kendaraan Bermotor.
(3) Registrasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) bertujuan untuk:
a. tertib administrasi;
b. pengendalian dan pengawasan Kendaraan Bermotor
yang dioperasikan di Indonesia;
c. mempermudah penyidikan pelanggaran dan/atau
kejahatan;
- 37 -
Pasal 67 . . .
d. perencanaan, operasional Manajemen dan Rekayasa
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; dan
e. perencanaan pembangunan nasional.
(4) Registrasi Kendaraan Bermotor dilaksanakan oleh
Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui sistem
manajemen registrasi Kendaraan Bermotor.
(5) Data registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor
merupakan bagian dari Sistem Informasi dan Komunikasi
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan digunakan untuk
forensik kepolisian.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai registrasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan Kepala
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pasal 65
(1) Registrasi Kendaraan Bermotor baru sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf a meliputi
kegiatan:
a. registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan
pemiliknya;
b. penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor; dan
c. penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor
dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.
(2) Sebagai bukti bahwa Kendaraan Bermotor telah
diregistrasi, pemilik diberi Buku Pemilik Kendaraan
Bermotor, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, dan
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.
Pasal 66
Registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor untuk
pertama kali harus memenuhi persyaratan:
a. memiliki sertifikat registrasi uji tipe;
b. memiliki bukti kepemilikan Kendaraan Bermotor yang sah;
dan
c. memiliki hasil pemeriksaan cek fisik Kendaraan Bermotor.
- 38 -
(6) Ketentuan . . .
Pasal 67
(1) Registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor,
pembayaran pajak Kendaraan Bermotor, dan
pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan diselenggarakan secara
terintegrasi dan terkoordinasi dalam Sistem Administrasi
Manunggal Satu Atap.
(2) Sarana dan prasarana penyelenggaraan Sistem
Administrasi Manunggal Satu Atap sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) disediakan oleh Pemerintah
Daerah.
(3) Mekanisme penyelenggaraan Sistem Administrasi
Manunggal Satu Atap dikoordinasikan oleh Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan
prosedur serta pelaksanaan Sistem Administrasi
Manunggal Satu Atap sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) diatur dengan peraturan Presiden.
Pasal 68
(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan
wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.
(2) Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) memuat data Kendaraan
Bermotor, identitas pemilik, nomor registrasi Kendaraan
Bermotor, dan masa berlaku.
(3) Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) memuat kode wilayah, nomor
registrasi, dan masa berlaku.
(4) Tanda Nomor Kendaraan Bermotor harus memenuhi
syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara
pemasangan.
(5) Selain Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) dapat dikeluarkan Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor khusus dan/atau Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor rahasia.
- 39 -
c. kepemilikan . . .
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai Surat Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
Pasal 69
(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang belum diregistrasi dapat
dioperasikan di Jalan untuk kepentingan tertentu dengan
dilengkapi Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan
Tanda Coba Nomor Kendaraan Bermotor.
(2) Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba
Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diberikan oleh Kepolisian Negara Republik
Indonesia kepada badan usaha di bidang penjualan,
pembuatan, perakitan, atau impor Kendaraan Bermotor.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata
cara pemberian dan penggunaan Surat Tanda Coba
Kendaraan Bermotor dan Tanda Coba Nomor Kendaraan
Bermotor diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
Pasal 70
(1) Buku Pemilik Kendaraan Bermotor berlaku selama
kepemilikannya tidak dipindahtangankan.
(2) Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor berlaku selama 5 (lima)
tahun, yang harus dimintakan pengesahan setiap tahun.
(3) Sebelum berakhirnya jangka waktu sebagaimana
dimaksud pada ayat (2), Surat Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor wajib
diajukan permohonan perpanjangan.
Pasal 71
(1) Pemilik Kendaraan Bermotor wajib melaporkan kepada
Kepolisian Negara Republik Indonesia jika:
a. bukti registrasi hilang atau rusak;
b. spesifikasi teknis dan/atau fungsi Kendaraan
Bermotor diubah;
- 40 -
Pasal 74 . . .
c. kepemilikan Kendaraan Bermotor beralih; atau
d. Kendaraan Bermotor digunakan secara terusmenerus
lebih dari 3 (tiga) bulan di luar wilayah
Kendaraan diregistrasi.
(2) Pelaporan Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c disampaikan
kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia di tempat
Kendaraan Bermotor tersebut terakhir diregistrasi.
(3) Pelaporan Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf d disampaikan kepada Kepolisian
Negara Republik Indonesia di tempat Kendaraan
Bermotor tersebut dioperasikan.
Pasal 72
(1) Registrasi Kendaraan Bermotor Tentara Nasional
Indonesia diatur dengan peraturan Panglima Tentara
Nasional Indonesia dan dilaporkan untuk pendataan
kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(2) Registrasi Kendaraan Bermotor Kepolisian Negara
Republik Indonesia diatur dengan peraturan Kepala
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(3) Registrasi Kendaraan Bermotor perwakilan negara asing
dan lembaga internasional diatur dengan peraturan
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pasal 73
(1) Kendaraan Bermotor Umum yang telah diregistrasi dapat
dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi Kendaraan
Bermotor Umum atas dasar:
a. permintaan pemilik Kendaraan Bermotor Umum; atau
b. usulan pejabat yang berwenang memberi izin
angkutan umum.
(2) Setiap Kendaraan Bermotor Umum yang tidak lagi
digunakan sebagai angkutan umum wajib dihapuskan
dari daftar registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor
Umum.
- 41 -
(2) Setiap . . .
Pasal 74
(1) Kendaraan Bermotor yang telah diregistrasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 64 ayat (1) dapat dihapus dari
daftar registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor
atas dasar:
a. permintaan pemilik Kendaraan Bermotor; atau
b. pertimbangan pejabat yang berwenang melaksanakan
registrasi Kendaraan Bermotor.
(2) Penghapusan registrasi dan identifikasi Kendaraan
Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b
dapat dilakukan jika:
a. Kendaraan Bermotor rusak berat sehingga tidak
dapat dioperasikan; atau
b. pemilik Kendaraan Bermotor tidak melakukan
registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun
setelah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor.
(3) Kendaraan Bermotor yang telah dihapus sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) tidak dapat diregistrasi kembali.
Pasal 75
Ketentuan lebih lanjut mengenai Buku Pemilik Kendaraan
Bermotor, penghapusan registrasi dan identifikasi Kendaraan
Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70, Pasal 73,
dan Pasal 74 diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
Bagian Kedelapan
Sanksi Administratif
Pasal 76
(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan Pasal 53 ayat (1),
Pasal 54 ayat (2) atau ayat (3), atau Pasal 60 ayat (3)
dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembayaran denda;
c. pembekuan izin; dan/atau
d. pencabutan izin.
- 42 -
(2) Surat . . .
(2) Setiap orang yang menyelenggarakan bengkel umum
yang melanggar ketentuan Pasal 60 ayat (3) dikenai
sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembayaran denda; dan/atau
c. penutupan bengkel umum.
(3) Setiap petugas pengesah swasta yang melanggar
ketentuan Pasal 54 ayat (2) atau ayat (3) dikenai sanksi
administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pembayaran denda;
c. pembekuan sertifikat pengesah; dan/atau
d. pencabutan sertifikat pengesah.
(4) Setiap petugas penguji atau pengesah uji berkala yang
melanggar ketentuan Pasal 54 ayat (2) atau ayat (3)
dikenai sanksi administratif sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan tata cara
pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan
peraturan pemerintah.




BAB VIII
PENGEMUDI



Bagian Kesatu
Surat Izin Mengemudi
Paragraf 1
Persyaratan Pengemudi
Pasal 77
(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai
dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan.
- 43 -
Pasal 79 . . .
(2) Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) terdiri atas 2 (dua) jenis:
a. Surat Izin Mengemudi Kendaraan Bermotor
perseorangan; dan
b. Surat Izin Mengemudi Kendaraan Bermotor Umum.
(3) Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi, calon
Pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang
dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau
belajar sendiri.
(4) Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi Kendaraan
Bermotor Umum, calon Pengemudi wajib mengikuti
pendidikan dan pelatihan Pengemudi angkutan umum.
(5) Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada
ayat (4) hanya diikuti oleh orang yang telah memiliki
Surat Izin Mengemudi untuk Kendaraan Bermotor
perseorangan.
Paragraf 2
Pendidikan dan Pelatihan Pengemudi
Pasal 78
(1) Pendidikan dan pelatihan mengemudi diselenggarakan
oleh lembaga yang mendapat izin dan terakreditasi dari
Pemerintah.
(2) Izin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
mengemudi yang diberikan oleh Pemerintah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Pemerintah
Daerah.
(3) Izin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
mengemudi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan
berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang
ditetapkan oleh Menteri yang membidangi sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Kepala
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(4) Akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
- 44 -
(2) Syarat . . .
Pasal 79
(1) Setiap calon Pengemudi pada saat belajar mengemudi
atau mengikuti ujian praktik mengemudi di Jalan wajib
didampingi instruktur atau penguji.
(2) Instruktur atau penguji sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) bertanggung jawab atas pelanggaran dan/atau
Kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi saat calon
Pengemudi belajar atau menjalani ujian.
Paragraf 3
Bentuk dan Penggolongan Surat Izin Mengemudi
Pasal 80
Surat Izin Mengemudi untuk Kendaraan Bermotor
perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2)
huruf a digolongkan menjadi:
a. Surat Izin Mengemudi A berlaku untuk mengemudikan
mobil penumpang dan barang perseorangan dengan
jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 (tiga
ribu lima ratus) kilogram;
b. Surat Izin Mengemudi B I berlaku untuk mengemudikan
mobil penumpang dan barang perseorangan dengan
jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 (tiga
ribu lima ratus) kilogram;
c. Surat Izin Mengemudi B II berlaku untuk mengemudikan
Kendaraan alat berat, Kendaraan penarik, atau Kendaraan
Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau
gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan
untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000
(seribu) kilogram;
d. Surat Izin Mengemudi C berlaku untuk mengemudikan
Sepeda Motor; dan
e. Surat Izin Mengemudi D berlaku untuk mengemudikan
kendaraan khusus bagi penyandang cacat.
Pasal 81
(1) Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 77, setiap orang harus memenuhi
persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus
ujian.
- 45 -
Pasal 82 . . .
(2) Syarat usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditentukan paling rendah sebagai berikut:
a. usia 17 (tujuh belas) tahun untuk Surat Izin
Mengemudi A, Surat Izin Mengemudi C, dan Surat
Izin Mengemudi D;
b. usia 20 (dua puluh) tahun untuk Surat Izin
Mengemudi B I; dan
c. usia 21 (dua puluh satu) tahun untuk Surat Izin
Mengemudi B II.
(3) Syarat administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:
a. identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk;
b. pengisian formulir permohonan; dan
c. rumusan sidik jari.
(4) Syarat kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:
a. sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter;
dan
b. sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis.
(5) Syarat lulus ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:
a. ujian teori;
b. ujian praktik; dan/atau
c. ujian keterampilan melalui simulator.
(6) Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), setiap Pengemudi
Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan
permohonan:
a. Surat Izin Mengemudi B I harus memiliki Surat Izin
Mengemudi A sekurang-kurangnya 12 (dua belas)
bulan; dan
b. Surat Izin Mengemudi B II harus memiliki Surat Izin
Mengemudi B I sekurang-kurangnya 12 (dua belas)
bulan.
- 46 -
5. tempat . . .
Pasal 82
Surat Izin Mengemudi untuk Kendaraan Bermotor Umum
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) huruf b
digolongkan menjadi:
a. Surat Izin Mengemudi A Umum berlaku untuk
mengemudikan kendaraan bermotor umum dan barang
dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi
3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram;
b. Surat Izin Mengemudi B I Umum berlaku untuk
mengemudikan mobil penumpang dan barang umum
dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500
(tiga ribu lima ratus) kilogram; dan
c. Surat Izin Mengemudi B II Umum berlaku untuk
mengemudikan Kendaraan penarik atau Kendaraan
Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau
gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta
tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 (seribu)
kilogram.
Pasal 83
(1) Setiap orang yang mengajukan permohonan untuk dapat
memiliki Surat Izin Mengemudi untuk Kendaraan
Bermotor Umum harus memenuhi persyaratan usia dan
persyaratan khusus.
(2) Syarat usia untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi
Kendaraan Bermotor Umum sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) ditentukan paling rendah sebagai berikut:
a. usia 20 (dua puluh) tahun untuk Surat Izin
Mengemudi A Umum;
b. usia 22 (dua puluh dua) tahun untuk Surat Izin
Mengemudi B I Umum; dan
c. usia 23 (dua puluh tiga) tahun untuk Surat Izin
Mengemudi B II Umum.
(3) Persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
sebagai berikut:
a. lulus ujian teori yang meliputi pengetahuan mengenai:
1. pelayanan angkutan umum;
2. fasilitas umum dan fasilitas sosial;
3. pengujian Kendaraan Bermotor;
4. tata cara mengangkut orang dan/atau barang;
- 47 -
b. Surat . . .
5. tempat penting di wilayah domisili;
6. jenis barang berbahaya; dan
7. pengoperasian peralatan keamanan.
b. lulus ujian praktik, yang meliputi:
1. menaikkan dan menurunkan penumpang
dan/atau barang di Terminal dan di tempat
tertentu lainnya;
2. tata cara mengangkut orang dan/atau barang;
3. mengisi surat muatan;
4. etika Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum; dan
5. pengoperasian peralatan keamanan.
(4) Dengan memperhatikan syarat usia, setiap Pengemudi
Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan
permohonan:
a. Surat Izin Mengemudi A Umum harus memiliki Surat
Izin Mengemudi A sekurang-kurangnya 12 (dua belas)
bulan;
b. untuk Surat Izin Mengemudi B I Umum harus
memiliki Surat Izin Mengemudi B I atau Surat Izin
Mengemudi A Umum sekurang-kurangnya 12 (dua
belas) bulan; dan
c. untuk Surat Izin Mengemudi B II Umum harus
memiliki Surat Izin Mengemudi B II atau Surat Izin
Mengemudi B I Umum sekurang-kurangnya 12 (dua
belas) bulan.
(5) Selain harus memenuhi persyaratan usia dan
persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dan ayat (3), setiap orang yang mengajukan permohonan
untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi Kendaraan
Bermotor Umum harus memenuhi ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (3) dan ayat
(4).
Pasal 84
Surat Izin Mengemudi untuk Kendaraan Bermotor dapat
digunakan sebagai Surat Izin Mengemudi Kendaraan
Bermotor yang jumlah beratnya sama atau lebih rendah,
sebagai berikut:
a. Surat Izin Mengemudi A Umum dapat berlaku untuk
mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya
menggunakan Surat Izin Mengemudi A;
- 48 -
Paragraf 4 . . .
b. Surat Izin Mengemudi B I dapat berlaku untuk
mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya
menggunakan Surat Izin Mengemudi A;
c. Surat Izin Mengemudi B I Umum dapat berlaku untuk
mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya
menggunakan Surat Izin Mengemudi A, Surat Izin
Mengemudi A Umum, dan Surat Izin Mengemudi B I;
d. Surat Izin Mengemudi B II dapat berlaku untuk
mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya
menggunakan Surat Izin Mengemudi A dan Surat Izin
Mengemudi B I; atau
e. Surat Izin Mengemudi B II Umum dapat berlaku untuk
mengemudikan Kendaraan Bermotor yang seharusnya
menggunakan Surat Izin Mengemudi A, Surat Izin
Mengemudi A Umum, Surat Izin Mengemudi B I, Surat Izin
Mengemudi B I Umum, dan Surat Izin Mengemudi B II.
Pasal 85
(1) Surat Izin Mengemudi berbentuk kartu elektronik atau
bentuk lain.
(2) Surat Izin Mengemudi berlaku selama 5 (lima) tahun dan
dapat diperpanjang.
(3) Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
(4) Dalam hal terdapat perjanjian bilateral atau multilateral
antara Negara Kesatuan Republik Indonesia dan negara
lain, Surat Izin Mengemudi yang diterbitkan di Indonesia
dapat pula berlaku di negara lain dan Surat Izin
Mengemudi yang diterbitkan oleh negara lain berlaku di
Indonesia.
(5) Pemegang Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud
pada ayat (4) dapat memperoleh Surat Izin Mengemudi
internasional yang diterbitkan oleh Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
- 49 -
Paragraf 2 . . .
Paragraf 4
Fungsi Surat Izin Mengemudi
Pasal 86
(1) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai bukti
kompetensi mengemudi.
(2) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai registrasi
Pengemudi Kendaraan Bermotor yang memuat
keterangan identitas lengkap Pengemudi.
(3) Data pada registrasi Pengemudi dapat digunakan untuk
mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan
identifikasi forensik kepolisian.
Bagian Kedua
Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi
Paragraf 1
Penerbitan Surat Izin Mengemudi
Pasal 87
(1) Surat Izin Mengemudi diberikan kepada setiap calon
Pengemudi yang lulus ujian mengemudi.
(2) Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(3) Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib
menyelenggarakan sistem informasi penerbitan Surat Izin
Mengemudi.
(4) Setiap petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia di
bidang penerbitan Surat Izin Mengemudi sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) wajib menaati prosedur
penerbitan Surat Izin Mengemudi.
Pasal 88
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara, persyaratan,
pengujian, dan penerbitan Surat Izin Mengemudi diatur
dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik
Indonesia.
- 50 -
Bagian Keempat . . .
Paragraf 2
Pemberian Tanda Pelanggaran pada Surat Izin Mengemudi
Pasal 89
(1) Kepolisian Negara Republik Indonesia berwenang
memberikan tanda atau data pelanggaran terhadap Surat
Izin Mengemudi milik Pengemudi yang melakukan
pelanggaran tindak pidana Lalu Lintas.
(2) Kepolisian Negara Republik Indonesia berwenang untuk
menahan sementara atau mencabut Surat Izin
Mengemudi sementara sebelum diputus oleh pengadilan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian tanda atau
data pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan ayat (2) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
Bagian Ketiga
Waktu Kerja Pengemudi
Pasal 90
(1) Setiap Perusahaan Angkutan Umum wajib mematuhi dan
memberlakukan ketentuan mengenai waktu kerja, waktu
istirahat, dan pergantian Pengemudi Kendaraan Bermotor
Umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
(2) Waktu kerja bagi Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lama 8
(delapan) jam sehari.
(3) Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum setelah
mengemudikan Kendaraan selama 4 (empat) jam
berturut-turut wajib beristirahat paling singkat setengah
jam.
(4) Dalam hal tertentu Pengemudi dapat dipekerjakan paling
lama 12 (dua belas) jam sehari termasuk waktu istirahat
selama 1 (satu) jam.


Bagian Keempat
Sanksi Administratif
Pasal 91
(1) Setiap petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia di
bidang penerbitan Surat Izin Mengemudi yang melanggar
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 ayat
(4) dikenai sanksi administratif berupa sanksi disiplin
dan/atau etika profesi kepolisian.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan prosedur
pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
Pasal 92
(1) Setiap Perusahaan Angkutan Umum yang tidak
mematuhi dan memberlakukan ketentuan mengenai
waktu kerja, waktu istirahat, dan pergantian Pengemudi
Kendaraan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal
90 dikenai sanksi administratif.
(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) berupa:
a. peringatan tertulis;
b. pemberian denda administratif;
c. pembekuan izin; dan/atau
d. pencabutan izin.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan tata cara
pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) diatur dengan peraturan pemerintah.
- 52 -
Pasal 94 . . .



BAB IX
LALU LINTAS


Bagian Kesatu
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas
Paragraf 1
Pelaksanaan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas
Pasal 93
(1) Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas dilaksanakan
untuk mengoptimalkan penggunaan jaringan Jalan dan
gerakan Lalu Lintas dalam rangka menjamin Keamanan,
Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
(2) Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:
a. penetapan prioritas angkutan massal melalui
penyediaan lajur atau jalur atau jalan khusus;
b. pemberian prioritas keselamatan dan kenyamanan
Pejalan Kaki;
c. pemberian kemudahan bagi penyandang cacat;
d. pemisahan atau pemilahan pergerakan arus Lalu
Lintas berdasarkan peruntukan lahan, mobilitas, dan
aksesibilitas;
e. pemaduan berbagai moda angkutan;
f. pengendalian Lalu Lintas pada persimpangan;
g. pengendalian Lalu Lintas pada ruas Jalan; dan/atau
h. perlindungan terhadap lingkungan.
(3) Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas meliputi kegiatan:
a. perencanaan;
b. pengaturan;
c. perekayasaan;
d. pemberdayaan; dan
e. pengawasan.
- 53 -
d. pelatihan . . .
Pasal 94
(1) Kegiatan perencanaan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 93 ayat (3) huruf a meliputi:
a. identifikasi masalah Lalu Lintas;
b. inventarisasi dan analisis situasi arus Lalu Lintas;
c. inventarisasi dan analisis kebutuhan angkutan orang
dan barang;
d. inventarisasi dan analisis ketersediaan atau daya
tampung jalan;
e. inventarisasi dan analisis ketersediaan atau daya
tampung Kendaraan;
f. inventarisasi dan analisis angka pelanggaran dan
Kecelakaan Lalu Lintas;
g. inventarisasi dan analisis dampak Lalu Lintas;
h. penetapan tingkat pelayanan; dan
i. penetapan rencana kebijakan pengaturan
penggunaan jaringan Jalan dan gerakan Lalu Lintas.
(2) Kegiatan pengaturan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
93 ayat (3) huruf b meliputi:
a. penetapan kebijakan penggunaan jaringan Jalan dan
gerakan Lalu Lintas pada jaringan Jalan tertentu; dan
b. pemberian informasi kepada masyarakat dalam
pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan.
(3) Kegiatan perekayasaan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 93 ayat (3) huruf c meliputi:
a. perbaikan geometrik ruas Jalan dan/atau
persimpangan serta perlengkapan Jalan yang tidak
berkaitan langsung dengan Pengguna Jalan;
b. pengadaan, pemasangan, perbaikan, dan
pemeliharaan perlengkapan Jalan yang berkaitan
langsung dengan Pengguna Jalan; dan
c. optimalisasi operasional rekayasa Lalu Lintas dalam
rangka meningkatkan ketertiban, kelancaran, dan
efektivitas penegakan hukum.
(4) Kegiatan pemberdayaan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 93 ayat (3) huruf d meliputi pemberian:
a. arahan;
b. bimbingan;
c. penyuluhan;
- 54 -
(2) Menteri . . .
d. pelatihan; dan
e. bantuan teknis.
(5) Kegiatan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 93 ayat (3) huruf e meliputi:
a. penilaian terhadap pelaksanaan kebijakan;
b. tindakan korektif terhadap kebijakan; dan
c. tindakan penegakan hukum.
Pasal 95
(1) Penetapan kebijakan penggunaan jaringan Jalan dan
gerakan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
94 ayat (2) huruf a yang berupa perintah, larangan,
peringatan, atau petunjuk diatur dengan:
a. peraturan Menteri yang membidangi sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk
jalan nasional;
b. peraturan daerah provinsi untuk jalan provinsi;
c. peraturan daerah kabupaten untuk jalan kabupaten
dan jalan desa; atau
d. peraturan daerah kota untuk jalan kota.
(2) Perintah, larangan, peringatan, atau petunjuk
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dinyatakan
dengan Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, dan/atau Alat
Pemberi Isyarat Lalu Lintas.
Paragraf 2
Tanggung Jawab Pelaksanaan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas
Pasal 96
(1) Menteri yang membidangi sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan bertanggung jawab atas
pelaksanaan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a,
huruf b, huruf c, huruf e, huruf g, huruf h, dan huruf i,
Pasal 94 ayat (2), Pasal 94 ayat (3) huruf b, Pasal 94 ayat
(4), serta Pasal 94 ayat (5) huruf a dan huruf b untuk
jaringan jalan nasional.
- 55 -
Pasal 98 . . .
(2) Menteri yang membidangi Jalan bertanggung jawab atas
pelaksanaan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a,
huruf b, huruf d, huruf g, huruf h, dan huruf i, serta
Pasal 94 ayat (3) huruf a untuk jalan nasional.
(3) Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
bertanggung jawab atas pelaksanaan Manajemen dan
Rekayasa Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 94 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf f, huruf g, dan
huruf i, Pasal 94 ayat (3) huruf c, dan Pasal 94 ayat (5).
(4) Gubernur bertanggung jawab atas pelaksanaan
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) untuk jalan provinsi
setelah mendapat rekomendasi dari instansi terkait.
(5) Bupati bertanggung jawab atas pelaksanaan Manajemen
dan Rekayasa Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dan ayat (2) untuk jalan kabupaten dan/atau
jalan desa setelah mendapat rekomendasi dari instansi
terkait.
(6) Walikota bertanggung jawab atas pelaksanaan
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) untuk jalan kota
setelah mendapat rekomendasi dari instansi terkait.
Pasal 97
(1) Dalam hal terjadi perubahan arus Lalu Lintas secara
tiba-tiba atau situasional, Kepolisian Negara Republik
Indonesia dapat melaksanakan Manajemen dan Rekayasa
Lalu Lintas kepolisian.
(2) Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas kepolisian
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan
menggunakan Rambu Lalu Lintas, Alat Pemberi Isyarat
Lalu Lintas, serta alat pengendali dan pengaman
Pengguna Jalan yang bersifat sementara.
(3) Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat memberikan
rekomendasi pelaksanaan Manajemen dan Rekayasa Lalu
Lintas kepada instansi terkait.
- 56 -
(2) Hasil . . .
Pasal 98
(1) Penanggung jawab pelaksana Manajemen dan Rekayasa
Lalu Lintas wajib berkoordinasi dan membuat analisis,
evaluasi, dan laporan pelaksanaan berdasarkan data dan
kinerjanya.
(2) Laporan pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) disampaikan kepada forum Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan.


Bagian Kedua
Analisis Dampak Lalu Lintas
Pasal 99
(1) Setiap rencana pembangunan pusat kegiatan,
permukiman, dan infrastruktur yang akan menimbulkan
gangguan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan
Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan wajib
dilakukan analisis dampak Lalu Lintas.
(2) Analisis dampak Lalu Lintas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) sekurang-kurangnya memuat:
a. analisis bangkitan dan tarikan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan;
b. simulasi kinerja Lalu Lintas tanpa dan dengan
adanya pengembangan;
c. rekomendasi dan rencana implementasi penanganan
dampak;
d. tanggung jawab Pemerintah dan pengembang atau
pembangun dalam penanganan dampak; dan
e. rencana pemantauan dan evaluasi.
(3) Hasil analisis dampak Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) merupakan salah satu syarat
bagi pengembang untuk mendapatkan izin Pemerintah
dan/atau Pemerintah Daerah menurut peraturan
perundang-undangan.
Pasal 100
(1) Analisis dampak Lalu Lintas sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 99 ayat (1) dilakukan oleh lembaga
konsultan yang memiliki tenaga ahli bersertifikat.
- 57 -
Paragraf 2 . . .
(2) Hasil analisis dampak Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 99 ayat (3) harus mendapatkan
persetujuan dari instansi yang terkait di bidang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 101
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan analisis
dampak Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99
dan Pasal 100 diatur dengan peraturan pemerintah.
Bagian Ketiga
Pengutamaan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,
Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, dan Petugas yang Berwenang
Paragraf 1
Syarat dan Prosedur Pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,
Rambu Lalu Lintas, dan Marka Jalan
Pasal 102
(1) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Rambu Lalu Lintas,
dan/atau Marka Jalan yang bersifat perintah, larangan,
peringatan, atau petunjuk pada jaringan atau ruas Jalan
pemasangannya harus diselesaikan paling lama 60 (enam
puluh) hari sejak tanggal pemberlakuan peraturan
Menteri yang membidangi sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan atau peraturan daerah
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 ayat (1).
(2) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Rambu Lalu Lintas,
dan/atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mempunyai kekuatan hukum yang berlaku mengikat
30 (tiga puluh) hari setelah tanggal pemasangan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kekuatan hukum Alat
Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Rambu Lalu Lintas,
dan/atau Marka Jalan diatur dengan peraturan
pemerintah.
- 58 -
(3) Pengguna . . .
Paragraf 2
Pengutamaan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dan Rambu Lalu Lintas
Pasal 103
(1) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas yang bersifat perintah
atau larangan harus diutamakan daripada Rambu Lalu
Lintas dan/atau Marka Jalan.
(2) Rambu Lalu Lintas yang bersifat perintah atau larangan
harus diutamakan daripada Marka Jalan.
(3) Dalam hal terjadi kondisi kemacetan Lalu Lintas yang
tidak memungkinkan gerak Kendaraan, fungsi marka
kotak kuning harus diutamakan daripada Alat Pemberi
Isyarat Lalu Lintas yang bersifat perintah atau larangan.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Rambu Lalu Lintas,
Marka Jalan, dan/atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
peraturan Menteri yang bertanggung jawab di bidang
sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Paragraf 3
Pengutamaan Petugas
Pasal 104
(1) Dalam keadaan tertentu untuk Ketertiban dan
Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, petugas
Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat melakukan
tindakan:
a. memberhentikan arus Lalu Lintas dan/atau
Pengguna Jalan;
b. memerintahkan Pengguna Jalan untuk jalan terus;
c. mempercepat arus Lalu Lintas;
d. memperlambat arus Lalu Lintas; dan/atau
e. mengalihkan arah arus Lalu Lintas.
(2) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib
diutamakan daripada perintah yang diberikan oleh Alat
Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Rambu Lalu Lintas,
dan/atau Marka Jalan.
- 59 -
f. peringatan . . .
(3) Pengguna Jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan
oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(4) Pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam
peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bagian Keempat
Tata Cara Berlalu Lintas
Paragraf 1
Ketertiban dan Keselamatan
Pasal 105
Setiap orang yang menggunakan Jalan wajib:
a. berperilaku tertib; dan/atau
b. mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan
Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan Jalan.
Pasal 106
(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar
dan penuh konsentrasi.
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan wajib mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki
dan pesepeda.
(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan
teknis dan laik jalan.
(4) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan wajib mematuhi ketentuan:
a. rambu perintah atau rambu larangan;
b. Marka Jalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. gerakan Lalu Lintas;
e. berhenti dan Parkir;
- 60 -
(2) Pengemudi . . .
f. peringatan dengan bunyi dan sinar;
g. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau
h. tata cara penggandengan dan penempelan dengan
Kendaraan lain.
(5) Pada saat diadakan pemeriksaan Kendaraan Bermotor di
Jalan setiap orang yang mengemudikan Kendaraan
Bermotor wajib menunjukkan:
a. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat
Tanda Coba Kendaraan Bermotor;
b. Surat Izin Mengemudi;
c. bukti lulus uji berkala; dan/atau
d. tanda bukti lain yang sah.
(6) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
beroda empat atau lebih di Jalan dan penumpang yang
duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk
keselamatan.
(7) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
beroda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan
rumah-rumah di Jalan dan penumpang yang duduk di
sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan dan
mengenakan helm yang memenuhi standar nasional
Indonesia.
(8) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan
Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang
memenuhi standar nasional Indonesia.
(9) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa
kereta samping dilarang membawa Penumpang lebih dari
1 (satu) orang.
Paragraf 2
Penggunaan Lampu Utama
Pasal 107
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan
lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di
Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.
- 61 -
(3) Jika . . .
(2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan
lampu utama pada siang hari.
Paragraf 3
Jalur atau Lajur Lalu Lintas
Pasal 108
(1) Dalam berlalu lintas Pengguna Jalan harus
menggunakan jalur Jalan sebelah kiri.
(2) Penggunaan jalur Jalan sebelah kanan hanya dapat
dilakukan jika:
a. Pengemudi bermaksud akan melewati Kendaraan di
depannya; atau
b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara
Republik Indonesia untuk digunakan sementara
sebagai jalur kiri.
(3) Sepeda Motor, Kendaraan Bermotor yang kecepatannya
lebih rendah, mobil barang, dan Kendaraan Tidak
Bermotor berada pada lajur kiri Jalan.
(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan
bagi Kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan
membelok kanan, mengubah arah, atau mendahului
Kendaraan lain.
Pasal 109
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan melewati
Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur
Jalan sebelah kanan dari Kendaraan yang akan dilewati,
mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia
ruang yang cukup.
(2) Dalam keadaan tertentu, Pengemudi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan lajur Jalan
sebelah kiri dengan tetap memperhatikan Keamanan dan
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
- 62 -
Pasal 113 . . .
(3) Jika Kendaraan yang akan dilewati telah memberi isyarat
akan menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan,
Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang
melewati Kendaraan tersebut.
Pasal 110
(1) Pengemudi yang berpapasan dengan Kendaraan lain dari
arah berlawanan pada jalan dua arah yang tidak
dipisahkan secara jelas wajib memberikan ruang gerak
yang cukup di sebelah kanan Kendaraan.
(2) Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika
terhalang oleh suatu rintangan atau Pengguna Jalan lain
di depannya wajib mendahulukan Kendaraan yang
datang dari arah berlawanan.
Pasal 111
Pada jalan yang menanjak atau menurun yang tidak
memungkinkan bagi Kendaraan untuk saling berpapasan,
Pengemudi Kendaraan yang arahnya menurun wajib memberi
kesempatan jalan kepada Kendaraan yang mendaki.
Paragraf 4
Belokan atau Simpangan
Pasal 112
(1) Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik
arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di
samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan
isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat
tangan.
(2) Pengemudi Kendaraan yang akan berpindah lajur atau
bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas
di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta
memberikan isyarat.
(3) Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi
Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang
langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh
Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.
- 63 -
Paragraf 5 . . .
Pasal 113
(1) Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan
dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi
wajib memberikan hak utama kepada:
a. Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau
dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal itu
dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka
Jalan;
b. Kendaraan dari Jalan utama jika Pengemudi tersebut
datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil
atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan;
c. Kendaraan yang datang dari arah cabang
persimpangan sebelah kiri jika cabang persimpangan
4 (empat) atau lebih dan sama besar;
d. Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri
di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus; atau
e. Kendaraan yang datang dari arah cabang
persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga)
tegak lurus.
(2) Jika persimpangan dilengkapi dengan alat pengendali
Lalu Lintas yang berbentuk bundaran, Pengemudi harus
memberikan hak utama kepada Kendaraan lain yang
datang dari arah kanan.
Pasal 114
Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan,
Pengemudi Kendaraan wajib:
a. berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta
api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain;
b. mendahulukan kereta api; dan
c. memberikan hak utama kepada Kendaraan yang lebih
dahulu melintasi rel.
- 64 -
Paragraf 6 . . .
Paragraf 5
Kecepatan
Pasal 115
Pengemudi Kendaraan Bermotor di Jalan dilarang:
a. mengemudikan Kendaraan melebihi batas kecepatan
paling tinggi yang diperbolehkan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 21; dan/atau
b. berbalapan dengan Kendaran Bermotor lain.
Pasal 116
(1) Pengemudi harus memperlambat kendaraannya sesuai
dengan Rambu Lalu Lintas.
(2) Selain sesuai dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) Pengemudi harus memperlambat
kendaraannya jika:
a. akan melewati Kendaraan Bermotor Umum yang
sedang menurunkan dan menaikkan Penumpang;
b. akan melewati Kendaraan Tidak Bermotor yang
ditarik oleh hewan, hewan yang ditunggangi, atau
hewan yang digiring;
c. cuaca hujan dan/atau genangan air;
d. memasuki pusat kegiatan masyarakat yang belum
dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas;
e. mendekati persimpangan atau perlintasan sebidang
kereta api; dan/atau
f. melihat dan mengetahui ada Pejalan Kaki yang akan
menyeberang.
Pasal 117
Pengemudi yang akan memperlambat kendaraannya harus
mengamati situasi Lalu Lintas di samping dan di belakang
Kendaraan dengan cara yang tidak membahayakan
Kendaraan lain.
- 65 -
(2) Ketentuan . . .
Paragraf 6
Berhenti
Pasal 118
Selain Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek, setiap
Kendaraan Bermotor dapat berhenti di setiap Jalan, kecuali:
a. terdapat rambu larangan berhenti dan/atau Marka Jalan
yang bergaris utuh;
b. pada tempat tertentu yang dapat membahayakan
keamanan, keselamatan serta mengganggu Ketertiban dan
Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; dan/atau
c. di jalan tol.
Pasal 119
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum atau mobil bus
sekolah yang sedang berhenti untuk menurunkan
dan/atau menaikkan Penumpang wajib memberi isyarat
tanda berhenti.
(2) Pengemudi Kendaraan yang berada di belakang
Kendaraan Bermotor Umum atau mobil bus sekolah yang
sedang berhenti sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
wajib menghentikan kendaraannya sementara.
Paragraf 7
Parkir
Pasal 120
Parkir Kendaraan di Jalan dilakukan secara sejajar atau
membentuk sudut menurut arah Lalu Lintas.
Pasal 121
(1) Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang
segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya,
atau isyarat lain pada saat berhenti atau Parkir dalam
keadaan darurat di Jalan.
- 66 -
b. memindahkan . . .
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak
berlaku untuk Pengemudi Sepeda Motor tanpa kereta
samping.
Paragraf 8
Kendaraan Tidak Bermotor
Pasal 122
(1) Pengendara Kendaraan Tidak Bermotor dilarang:
a. dengan sengaja membiarkan kendaraannya ditarik
oleh Kendaraan Bermotor dengan kecepatan yang
dapat membahayakan keselamatan;
b. mengangkut atau menarik benda yang dapat
merintangi atau membahayakan Pengguna Jalan lain;
dan/atau
c. menggunakan jalur jalan Kendaraan Bermotor jika
telah disediakan jalur jalan khusus bagi Kendaraan
Tidak Bermotor.
(2) Pesepeda dilarang membawa Penumpang, kecuali jika
sepeda tersebut telah dilengkapi dengan tempat
Penumpang.
(3) Pengendara gerobak atau kereta dorong yang berjalan
beriringan harus memberikan ruang yang cukup bagi
Kendaraan lain untuk mendahului.
Pasal 123
Pesepeda tunarungu harus menggunakan tanda pengenal
yang ditempatkan pada bagian depan dan belakang
sepedanya.
Paragraf 9
Tata Cara Berlalu Lintas bagi Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum
Pasal 124
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum untuk angkutan
orang dalam trayek wajib:
a. mengangkut Penumpang yang membayar sesuai
dengan tarif yang telah ditetapkan;
- 67 -
Bagian Kelima . . .
b. memindahkan penumpang dalam perjalanan ke
Kendaraan lain yang sejenis dalam trayek yang sama
tanpa dipungut biaya tambahan jika Kendaraan
mogok, rusak, kecelakaan, atau atas perintah
petugas;
c. menggunakan lajur Jalan yang telah ditentukan atau
menggunakan lajur paling kiri, kecuali saat akan
mendahului atau mengubah arah;
d. memberhentikan kendaraan selama menaikkan
dan/atau menurunkan Penumpang;
e. menutup pintu selama Kendaraan berjalan; dan
f. mematuhi batas kecepatan paling tinggi untuk
angkutan umum.
(2) Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum untuk angkutan
orang dalam trayek dengan tarif ekonomi wajib
mengangkut anak sekolah.
Pasal 125
Pengemudi Kendaraan Bermotor angkutan barang wajib
menggunakan jaringan jalan sesuai dengan kelas jalan yang
ditentukan.
Pasal 126
Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum angkutan orang
dilarang:
a. memberhentikan Kendaraan selain di tempat yang telah
ditentukan;
b. mengetem selain di tempat yang telah ditentukan;
c. menurunkan Penumpang selain di tempat pemberhentian
dan/atau di tempat tujuan tanpa alasan yang patut dan
mendesak; dan/atau
d. melewati jaringan jalan selain yang ditentukan dalam izin
trayek.
- 68 -
(2) Pejabat . . .
Bagian Kelima
Penggunaan Jalan Selain untuk Kegiatan Lalu Lintas
Paragraf 1
Penggunaan Jalan Selain untuk Kegiatan Lalu Lintas yang Diperbolehkan
Pasal 127
(1) Penggunaan jalan untuk penyelenggaraan kegiatan di
luar fungsinya dapat dilakukan pada jalan nasional, jalan
provinsi, jalan kabupaten/kota, dan jalan desa.
(2) Penggunaan jalan nasional dan jalan provinsi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diizinkan
untuk kepentingan umum yang bersifat nasional.
(3) Penggunaan jalan kabupaten/kota dan jalan desa
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diizinkan
untuk kepentingan umum yang bersifat nasional, daerah,
dan/atau kepentingan pribadi.
Paragraf 2
Tata Cara Penggunaan Jalan Selain untuk Kegiatan Lalu Lintas
Pasal 128
(1) Penggunaan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
127 ayat (1) yang mengakibatkan penutupan Jalan dapat
diizinkan jika ada jalan alternatif.
(2) Pengalihan arus Lalu Lintas ke jalan alternatif
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dinyatakan
dengan Rambu Lalu Lintas sementara.
(3) Izin penggunaan Jalan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 127 ayat (2) dan ayat (3) diberikan oleh Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
Paragraf 3
Tanggung jawab
Pasal 129
(1) Pengguna Jalan di luar fungsi Jalan bertanggung jawab
atas semua akibat yang ditimbulkan.
- 69 -
(3) Pejalan . . .
(2) Pejabat yang memberikan izin sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 128 ayat (3) bertanggung jawab
menempatkan petugas pada ruas Jalan untuk menjaga
Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 130
Ketentuan lebih lanjut mengenai penggunaan Jalan selain
untuk kegiatan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 127, Pasal 128, dan Pasal 129 diatur dengan peraturan
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bagian Keenam
Hak dan Kewajiban Pejalan Kaki dalam Berlalu Lintas
Pasal 131
(1) Pejalan Kaki berhak atas ketersediaan fasilitas
pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan,
dan fasilitas lain.
(2) Pejalan Kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat
menyeberang Jalan di tempat penyeberangan.
(3) Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Pejalan Kaki berhak
menyeberang di tempat yang dipilih dengan
memperhatikan keselamatan dirinya.
Pasal 132
(1) Pejalan Kaki wajib:
a. menggunakan bagian Jalan yang diperuntukkan bagi
Pejalan Kaki atau Jalan yang paling tepi; atau
b. menyeberang di tempat yang telah ditentukan.
(2) Dalam hal tidak terdapat tempat penyeberangan yang
ditentukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b,
Pejalan Kaki wajib memperhatikan Keselamatan dan
Kelancaran Lalu Lintas.
- 70 -
(4) Manajemen . . .
(3) Pejalan Kaki penyandang cacat harus mengenakan tanda
khusus yang jelas dan mudah dikenali Pengguna Jalan
lain.
Bagian Ketujuh
Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas
Pasal 133
(1) Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
penggunaan Ruang Lalu Lintas dan mengendalikan
pergerakan Lalu Lintas, diselenggarakan manajemen
kebutuhan Lalu Lintas berdasarkan kriteria:
a. perbandingan volume Lalu Lintas Kendaraan
Bermotor dengan kapasitas Jalan;
b. ketersediaan jaringan dan pelayanan angkutan
umum; dan
c. kualitas lingkungan.
(2) Manajemen kebutuhan Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara:
a. pembatasan Lalu Lintas Kendaraan perseorangan
pada koridor atau kawasan tertentu pada waktu dan
Jalan tertentu;
b. pembatasan Lalu Lintas Kendaraan barang pada
koridor atau kawasan tertentu pada waktu dan Jalan
tertentu;
c. pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor pada koridor
atau kawasan tertentu pada waktu dan Jalan
tertentu;
d. pembatasan Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Umum
sesuai dengan klasifikasi fungsi Jalan;
e. pembatasan ruang Parkir pada kawasan tertentu
dengan batasan ruang Parkir maksimal; dan/atau
f. pembatasan Lalu Lintas Kendaraan Tidak Bermotor
Umum pada koridor atau kawasan tertentu pada
waktu dan Jalan tertentu.
(3) Pembatasan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) huruf a dan huruf b dapat dilakukan dengan
pengenaan retribusi pengendalian Lalu Lintas yang
diperuntukkan bagi peningkatan kinerja Lalu Lintas dan
peningkatan pelayanan angkutan umum sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
- 71 -
(2) Petugas . . .
(4) Manajemen kebutuhan Lalu Lintas ditetapkan dan
dievaluasi secara berkala oleh Menteri yang
bertanggung jawab di bidang sarana dan Prasarana
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pemerintah provinsi,
dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan
lingkup kewenangannya dengan melibatkan instansi
terkait.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai manajemen
kebutuhan Lalu Lintas diatur dengan peraturan
pemerintah.
Bagian Kedelapan
Hak Utama Pengguna Jalan untuk Kelancaran
Paragraf 1
Pengguna Jalan yang Memperoleh Hak Utama
Pasal 134
Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk
didahulukan sesuai dengan urutan berikut:
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang
melaksanakan tugas;
b. ambulans yang mengangkut orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada
Kecelakaan Lalu Lintas;
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta
lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
f. iring-iringan pengantar jenazah; dan
g. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu
menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
Paragraf 2
Tata Cara Pengaturan Kelancaran
Pasal 135
(1) Kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas
Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau
menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi
sirene.
- 72 -
(2) Angkutan . . .
(2) Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia
melakukan pengamanan jika mengetahui adanya
Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dan Rambu Lalu Lintas
tidak berlaku bagi Kendaraan yang mendapatkan hak
utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.
Bagian Kesembilan
Sanksi Administratif
Pasal 136
(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 99 ayat (1), Pasal 100 ayat (1),
dan Pasal 128 dikenai sanksi administratif.
(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) berupa:
a. peringatan tertulis;
b. penghentian sementara pelayanan umum;
c. penghentian sementara kegiatan;
d. denda administratif;
e. pembatalan izin; dan/atau
f. pencabutan izin.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan tata cara
pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan
pemerintah.



BAB X
ANGKUTAN


Bagian Kesatu
Angkutan Orang dan Barang
Pasal 137
(1) Angkutan orang dan/atau barang dapat menggunakan
Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Tidak Bermotor.
- 73 -
(2) Pemerintah . . .
(2) Angkutan orang yang menggunakan Kendaraan Bermotor
berupa Sepeda Motor, Mobil penumpang, atau bus.
(3) Angkutan barang dengan Kendaraan Bermotor wajib
menggunakan mobil barang.
(4) Mobil barang dilarang digunakan untuk angkutan orang,
kecuali:
a. rasio Kendaraan Bermotor untuk angkutan orang,
kondisi geografis, dan prasarana jalan di
provinsi/kabupaten/kota belum memadai;
b. untuk pengerahan atau pelatihan Tentara Nasional
Indonesia dan/atau Kepolisian Negara Republik
Indonesia; atau
c. kepentingan lain berdasarkan pertimbangan
Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau
Pemerintah Daerah.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai mobil barang yang
digunakan untuk angkutan orang sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) diatur dengan peraturan
pemerintah.
Bagian Kedua
Kewajiban Menyediakan Angkutan Umum
Pasal 138
(1) Angkutan umum diselenggarakan dalam upaya
memenuhi kebutuhan angkutan yang selamat, aman,
nyaman, dan terjangkau.
(2) Pemerintah bertanggung jawab atas penyelenggaraan
angkutan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Angkutan umum orang dan/atau barang hanya
dilakukan dengan Kendaraan Bermotor Umum.
Pasal 139
(1) Pemerintah wajib menjamin tersedianya angkutan umum
untuk jasa angkutan orang dan/atau barang antarkota
antarprovinsi serta lintas batas negara.
- 74 -
(2) Standar . . .
(2) Pemerintah Daerah provinsi wajib menjamin tersedianya
angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau
barang antarkota dalam provinsi.
(3) Pemerintah Daerah kabupaten/kota wajib menjamin
tersedianya angkutan umum untuk jasa angkutan orang
dan/atau barang dalam wilayah kabupaten/kota.
(4) Penyediaan jasa angkutan umum dilaksanakan oleh
badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah,
dan/atau badan hukum lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Bagian Ketiga
Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum
Paragraf 1
Umum
Pasal 140
Pelayanan angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor
Umum terdiri atas:
a. angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor Umum
dalam trayek; dan
b. angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak
dalam trayek.
Paragraf 2
Standar Pelayanan Angkutan Orang
Pasal 141
(1) Perusahaan Angkutan Umum wajib memenuhi standar
pelayanan minimal yang meliputi:
a. keamanan;
b. keselamatan;
c. kenyamanan;
d. keterjangkauan;
e. kesetaraan; dan
f. keteraturan.
- 75 -
c. kemampuan . . .
(2) Standar pelayanan minimal sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan berdasarkan jenis pelayanan yang
diberikan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai standar pelayanan
minimal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dengan peraturan Menteri yang bertanggung jawab di
bidang sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan.
Paragraf 3
Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek
Pasal 142
Jenis pelayanan angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor
Umum dalam trayek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140
huruf a terdiri atas:
a. angkutan lintas batas negara;
b. angkutan antarkota antarprovinsi;
c. angkutan antarkota dalam provinsi;
d. angkutan perkotaan; atau
e. angkutan perdesaan.
Pasal 143
Kriteria pelayanan angkutan orang dengan Kendaraan
Bermotor Umum dalam trayek sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 140 huruf a harus:
a. memiliki rute tetap dan teratur;
b. terjadwal, berawal, berakhir, dan menaikkan atau
menurunkan penumpang di Terminal untuk angkutan
antarkota dan lintas batas negara; dan
c. menaikkan dan menurunkan penumpang pada tempat
yang ditentukan untuk angkutan perkotaan dan
perdesaan.
Pasal 144
Jaringan trayek dan kebutuhan Kendaraan Bermotor Umum
disusun berdasarkan:
a. tata ruang wilayah;
b. tingkat permintaan jasa angkutan;
- 76 -
Pasal 147 . . .
c. kemampuan penyediaan jasa angkutan;
d. ketersediaan jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
e. kesesuaian dengan kelas jalan;
f. keterpaduan intramoda angkutan; dan
g. keterpaduan antarmoda angkutan.
Pasal 145
(1) Jaringan trayek dan kebutuhan Kendaraan Bermotor
Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 disusun
dalam bentuk rencana umum jaringan trayek.
(2) Penyusunan rencana umum jaringan trayek sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara terkoordinasi
dengan instansi terkait.
(3) Rencana umum jaringan trayek sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) terdiri atas:
a. jaringan trayek lintas batas negara;
b. jaringan trayek antarkota antarprovinsi;
c. jaringan trayek antarkota dalam provinsi;
d. jaringan trayek perkotaan; dan
e. jaringan trayek perdesaan.
(4) Rencana umum jaringan trayek sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dikaji ulang secara berkala paling lama 5
(lima) tahun.
Pasal 146
(1) Jaringan trayek perkotaan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 145 ayat (3) huruf d disusun berdasarkan kawasan
perkotaan.
(2) Kawasan perkotaan untuk pelayanan angkutan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh:
a. Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana
dan Prasana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk
kawasan perkotaan yang melampaui batas wilayah
provinsi;
b. gubernur untuk kawasan perkotaan yang melampaui
batas wilayah kabupaten/kota dalam satu provinsi;
atau
c. bupati/walikota untuk kawasan perkotaan yang
berada dalam wilayah kabupaten/kota.
- 77 -
c. Menteri . . .
Pasal 147
(1) Jaringan trayek dan kebutuhan Kendaraan Bermotor
Umum lintas batas negara sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 145 ayat (3) huruf a ditetapkan oleh Menteri yang
bertanggung jawab di bidang sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan sesuai dengan perjanjian
antarnegara.
(2) Perjanjian antarnegara sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dibuat berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.
Pasal 148
Jaringan trayek dan kebutuhan Kendaraan Bermotor Umum
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145 ayat (1) dan ayat (3)
huruf b, huruf c, dan huruf d ditetapkan oleh:
a. Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk jaringan
trayek dan kebutuhan Kendaraan Bermotor Umum
antarkota antarprovinsi dan perkotaan yang melampaui
batas 1 (satu) provinsi;
b. gubernur untuk jaringan trayek dan kebutuhan
Kendaraan Bermotor Umum antarkota dalam provinsi
dan perkotaan yang melampaui batas 1 (satu)
kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi setelah mendapat
persetujuan dari Menteri yang bertanggung jawab di
bidang sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan; atau
c. bupati/walikota untuk jaringan trayek dan kebutuhan
Kendaraan Bermotor Umum perkotaan dalam 1 (satu)
wilayah kabupaten/kota setelah mendapat persetujuan
dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 149
Jaringan trayek dan kebutuhan Kendaraan Bermotor Umum
perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145 ayat (3)
huruf e ditetapkan oleh:
a. bupati untuk kawasan perdesaan yang menghubungkan 1
(satu) daerah kabupaten;
b. gubernur untuk kawasan perdesaan yang melampaui 1
(satu) daerah kabupaten dalam 1 (satu) daerah provinsi;
atau
- 78 -
b. bupati . . .
c. Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk
kawasan perdesaan yang melampaui satu daerah provinsi.
Pasal 150
Ketentuan lebih lanjut mengenai angkutan orang dengan
Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek diatur dengan
peraturan pemerintah.
Paragraf 4
Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek
Pasal 151
Pelayanan angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor
Umum tidak dalam trayek sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 140 huruf b terdiri atas:
a. angkutan orang dengan menggunakan taksi;
b. angkutan orang dengan tujuan tertentu;
c. angkutan orang untuk keperluan pariwisata; dan
d. angkutan orang di kawasan tertentu.
Pasal 152
(1) Angkutan orang dengan menggunakan taksi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 huruf a harus
digunakan untuk pelayanan angkutan dari pintu ke
pintu dengan wilayah operasi dalam kawasan perkotaan.
(2) Wilayah operasi dalam kawasan perkotaan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat:
a. berada dalam wilayah kota;
b. berada dalam wilayah kabupaten;
c. melampaui wilayah kota atau wilayah kabupaten
dalam 1 (satu) daerah provinsi; atau
d. melampaui wilayah provinsi.
(3) Wilayah operasi dalam kawasan perkotaan sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) dan jumlah maksimal kebutuhan
taksi ditetapkan oleh:
a. walikota untuk taksi yang wilayah operasinya berada
dalam wilayah kota;
- 79 -
(2) Angkutan . . .
b. bupati untuk taksi yang wilayah operasinya berada
dalam wilayah kabupaten;
c. gubernur untuk taksi yang wilayah operasinya
melampaui wilayah kota atau wilayah kabupaten
dalam 1 (satu) wilayah provinsi; atau
d. Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu lintas dan Angkutan Jalan untuk
taksi yang wilayah operasinya melampaui wilayah
provinsi.
Pasal 153
(1) Angkutan orang dengan tujuan tertentu sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 151 huruf b dilarang menaikkan
dan/atau menurunkan Penumpang di sepanjang
perjalanan untuk keperluan lain di luar pelayanan
angkutan orang dalam trayek.
(2) Angkutan orang dengan tujuan tertentu diselenggarakan
dengan menggunakan mobil penumpang umum atau
mobil bus umum.
Pasal 154
(1) Angkutan orang untuk keperluan pariwisata
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 huruf c harus
digunakan untuk pelayanan angkutan wisata.
(2) Penyelenggaraan angkutan orang untuk keperluan
pariwisata sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus
menggunakan mobil penumpang umum dan mobil bus
umum dengan tanda khusus.
(3) Angkutan orang untuk keperluan pariwisata tidak
diperbolehkan menggunakan Kendaraan Bermotor
Umum dalam trayek, kecuali di daerah yang belum
tersedia angkutan khusus untuk pariwisata.
Pasal 155
(1) Angkutan di kawasan tertentu sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 151 huruf d harus dilaksanakan melalui
pelayanaan angkutan di jalan lokal dan jalan lingkungan.
- 80 -
Bagian Keempat . . .
(2) Angkutan orang di kawasan tertentu sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) harus menggunakan mobil
penumpang umum.
Pasal 156
Evaluasi wilayah operasi dan kebutuhan angkutan orang
tidak dalam trayek dilakukan sekurang-kurangnya sekali
dalam 1 (satu) tahun dan diumumkan kepada masyarakat.
Pasal 157
Ketentuan lebih lanjut mengenai angkutan orang dengan
Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam trayek diatur dengan
peraturan Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana
dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Paragraf 5
Angkutan Massal
Pasal 158
(1) Pemerintah menjamin ketersediaan angkutan massal
berbasis Jalan untuk memenuhi kebutuhan angkutan
orang dengan Kendaraan Bermotor Umum di kawasan
perkotaan.
(2) Angkutan massal sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus didukung dengan:
a. mobil bus yang berkapasitas angkut massal;
b. lajur khusus;
c. trayek angkutan umum lain yang tidak berimpitan
dengan trayek angkutan massal; dan
d. angkutan pengumpan.
Pasal 159
Ketentuan lebih lanjut mengenai angkutan massal
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 diatur dengan
peraturan Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana
dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
- 81 -
d. membongkar . . .
Bagian Keempat
Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor Umum
Paragraf 1
Umum
Pasal 160
Angkutan barang dengan Kendaraan Bermotor Umum terdiri
atas:
a. angkutan barang umum; dan
b. angkutan barang khusus.
Paragraf 2
Angkutan Barang Umum
Pasal 161
Pengangkutan barang umum sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 160 huruf a harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut:
a. prasarana Jalan yang dilalui memenuhi ketentuan kelas
Jalan;
b. tersedia pusat distribusi logistik dan/atau tempat untuk
memuat dan membongkar barang; dan
c. menggunakan mobil barang.
Paragraf 3
Angkutan Barang Khusus dan Alat Berat
Pasal 162
(1) Kendaraan Bermotor yang mengangkut barang khusus
wajib:
a. memenuhi persyaratan keselamatan sesuai dengan
sifat dan bentuk barang yang diangkut;
b. diberi tanda tertentu sesuai dengan barang yang
diangkut;
c. memarkir Kendaraan di tempat yang ditetapkan;
- 82 -
Bagian Kelima . . .
d. membongkar dan memuat barang di tempat yang
ditetapkan dan dengan menggunakan alat sesuai
dengan sifat dan bentuk barang yang diangkut;
e. beroperasi pada waktu yang tidak mengganggu
Keamanan, Keselamatan, Kelancaran, dan Ketertiban
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; dan
f. mendapat rekomendasi dari instansi terkait.
(2) Kendaraan Bermotor Umum yang mengangkut alat berat
dengan dimensi yang melebihi dimensi yang ditetapkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 harus mendapat
pengawalan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(3) Pengemudi dan pembantu Pengemudi Kendaraan
Bermotor Umum yang mengangkut barang khusus wajib
memiliki kompetensi tertentu sesuai dengan sifat dan
bentuk barang khusus yang diangkut.
Pasal 163
(1) Pemilik, agen ekspedisi muatan angkutan barang, atau
pengirim yang menyerahkan barang khusus wajib
memberitahukan kepada pengelola pergudangan
dan/atau penyelenggara angkutan barang sebelum
barang dimuat ke dalam Kendaraan Bermotor Umum.
(2) Penyelenggara angkutan barang yang melakukan
kegiatan pengangkutan barang khusus wajib
menyediakan tempat penyimpanan serta bertanggung
jawab terhadap penyusunan sistem dan prosedur
penanganan barang khusus dan/atau berbahaya selama
barang tersebut belum dimuat ke dalam Kendaraan
Bermotor Umum.
Pasal 164
Ketentuan lebih lanjut mengenai angkutan barang dengan
Kendaraan Bermotor Umum diatur dengan peraturan Menteri
yang bertanggung jawab di bidang sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
- 83 -
Pasal 167 . . .
Bagian Kelima
Angkutan Multimoda
Pasal 165
(1) Angkutan umum di Jalan yang merupakan bagian
angkutan multimoda dilaksanakan oleh badan hukum
angkutan multimoda.
(2) Kegiatan angkutan umum dalam angkutan multimoda
dilaksanakan berdasarkan perjanjian yang dibuat antara
badan hukum angkutan Jalan dan badan hukum
angkutan multimoda dan/atau badan hukum moda lain.
(3) Pelayanan angkutan multimoda harus terpadu secara
sistem dan mendapat izin dari Pemerintah.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai angkutan multimoda,
persyaratan, dan tata cara memperoleh izin sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan
pemerintah.
Bagian Keenam
Dokumen Angkutan Orang dan Barang
dengan Kendaraan Bermotor Umum
Pasal 166
(1) Angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor Umum
yang melayani trayek tetap lintas batas negara, antarkota
antarprovinsi, dan antarkota dalam provinsi harus
dilengkapi dengan dokumen.
(2) Dokumen angkutan orang sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) meliputi:
a. tiket Penumpang umum untuk angkutan dalam
trayek;
b. tanda pengenal bagasi; dan
c. manifes.
(3) Angkutan barang dengan Kendaraan Bermotor Umum
wajib dilengkapi dengan dokumen yang meliputi:
a. surat perjanjian pengangkutan; dan
b. surat muatan barang.
- 84 -
Pasal 170 . . .
Pasal 167
(1) Perusahaan Angkutan Umum orang wajib:
a. menyerahkan tiket Penumpang;
b. menyerahkan tanda bukti pembayaran
pengangkutan untuk angkutan tidak dalam trayek;
c. menyerahkan tanda pengenal bagasi kepada
Penumpang; dan
d. menyerahkan manifes kepada Pengemudi.
(2) Tiket Penumpang harus digunakan oleh orang yang
namanya tercantum dalam tiket sesuai dengan dokumen
identitas diri yang sah.
Pasal 168
(1) Perusahaan Angkutan Umum yang mengangkut barang
wajib membuat surat muatan barang sebagai bagian
dokumen perjalanan.
(2) Perusahaan Angkutan Umum yang mengangkut barang
wajib membuat surat perjanjian pengangkutan barang.
Bagian Ketujuh
Pengawasan Muatan Barang
Pasal 169
(1) Pengemudi dan/atau Perusahaan Angkutan Umum
barang wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara
pemuatan, daya angkut, dimensi Kendaraan, dan kelas
jalan.
(2) Untuk mengawasi pemenuhan terhadap ketentuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
pengawasan muatan angkutan barang.
(3) Pengawasan muatan angkutan barang dilakukan dengan
menggunakan alat penimbangan.
(4) Alat penimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
terdiri atas:
a. alat penimbangan yang dipasang secara tetap; atau
b. alat penimbangan yang dapat dipindahkan.
- 85 -
Bagian Kedelapan . . .
Pasal 170
(1) Alat penimbangan yang dipasang secara tetap
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (4) huruf a
dipasang pada lokasi tertentu.
(2) Penetapan lokasi, pengoperasian, dan penutupan alat
penimbangan yang dipasang secara tetap pada Jalan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh
Pemerintah.
(3) Pengoperasian dan perawatan alat penimbangan yang
dipasang secara tetap dilakukan oleh unit pelaksana
penimbangan yang ditunjuk oleh Pemerintah.
(4) Petugas alat penimbangan yang dipasang secara tetap
wajib mendata jenis barang yang diangkut, berat
angkutan, dan asal tujuan.
Pasal 171
(1) Alat penimbangan yang dapat dipindahkan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 169 ayat (4) huruf b digunakan
dalam pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan
penyidikan tindak pidana pelanggaran muatan.
(2) Pengoperasian alat penimbangan untuk pemeriksaan
Kendaraan Bermotor di Jalan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan oleh petugas pemeriksa
Kendaraan Bermotor.
(3) Pengoperasian alat penimbangan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan bersama dengan petugas
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pasal 172
Ketentuan lebih lanjut mengenai pengawasan muatan
angkutan barang diatur dengan peraturan pemerintah.
- 86 -
(2) Perpanjangan . . .
Bagian Kedelapan
Pengusahaan Angkutan
Paragraf 1
Perizinan Angkutan
Pasal 173
(1) Perusahaan Angkutan Umum yang menyelenggarakan
angkutan orang dan/atau barang wajib memiliki:
a. izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek;
b. izin penyelenggaraan angkutan orang tidak dalam
trayek; dan/atau
c. izin penyelenggaraan angkutan barang khusus atau
alat berat.
(2) Kewajiban memiliki izin sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) tidak berlaku untuk:
a. pengangkutan orang sakit dengan menggunakan
ambulans; atau
b. pengangkutan jenazah.
Pasal 174
(1) Izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1)
berupa dokumen kontrak dan/atau kartu elektronik yang
terdiri atas surat keputusan, surat pernyataan, dan kartu
pengawasan.
(2) Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan melalui seleksi atau pelelangan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.
(3) Izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa
izin pada 1 (satu) trayek atau pada beberapa trayek
dalam satu kawasan.
Pasal 175
(1) Izin penyelenggaraan angkutan umum berlaku untuk
jangka waktu tertentu.
- 87 -
e. walikota . . .
(2) Perpanjangan izin harus melalui proses seleksi atau
pelelangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174 ayat
(2).
Paragraf 2
Izin Penyelenggaraan Angkutan Orang dalam Trayek
Pasal 176
Izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1) huruf a
diberikan oleh:
a. Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk
penyelenggaraan angkutan orang yang melayani:
1. trayek lintas batas negara sesuai dengan perjanjian
antarnegara;
2. trayek antarkabupaten/kota yang melampaui wilayah
1 (satu) provinsi;
3. trayek angkutan perkotaan yang melampaui wilayah 1
(satu) provinsi; dan
4. trayek perdesaan yang melewati wilayah 1 (satu)
provinsi.
b. gubernur untuk penyelenggaraan angkutan orang yang
melayani:
1. trayek antarkota yang melampaui wilayah 1 (satu)
kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi;
2. trayek angkutan perkotaan yang melampaui wilayah 1
(satu) kabupaten/kota dalam satu provinsi; dan
3. trayek perdesaan yang melampaui wilayah 1 (satu)
kabupaten dalam satu provinsi.
c. Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk
penyelenggaraan angkutan orang yang melayani trayek
yang seluruhnya berada dalam wilayah Provinsi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta.
d. bupati untuk penyelenggaraan angkutan orang yang
melayani:
1. trayek perdesaan yang berada dalam 1 (satu) wilayah
kabupaten; dan
2. trayek perkotaan yang berada dalam 1 (satu) wilayah
kabupaten.
- 88 -
d. bupati . . .
e. walikota untuk penyelenggaraan angkutan orang yang
melayani trayek perkotaan yang berada dalam 1 (satu)
wilayah kota.
Pasal 177
Pemegang izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek
wajib:
a. melaksanakan ketentuan yang ditetapkan dalam izin yang
diberikan; dan
b. mengoperasikan Kendaraan Bermotor Umum sesuai
dengan standar pelayanan minimal sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 141 ayat (1).
Pasal 178
Ketentuan lebih lanjut mengenai izin penyelenggaraan
angkutan orang dalam trayek diatur dengan peraturan
Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Paragraf 3
Izin Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak dalam Trayek
Pasal 179
(1) Izin penyelenggaraan angkutan orang tidak dalam trayek
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1) huruf b
diberikan oleh:
a. Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk
angkutan orang yang melayani:
1. angkutan taksi yang wilayah operasinya
melampaui 1 (satu) daerah provinsi;
2. angkutan dengan tujuan tertentu; atau
3. angkutan pariwisata.
b. gubernur untuk angkutan taksi yang wilayah
operasinya melampaui lebih dari 1 (satu) daerah
kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi;
c. Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk
angkutan taksi dan angkutan kawasan tertentu yang
wilayah operasinya berada dalam wilayah Provinsi
Daerah Khusus Ibukota Jakarta; dan
- 89 -
b. tarif . . .
d. bupati/walikota untuk taksi dan angkutan kawasan
tertentu yang wilayah operasinya berada dalam
wilayah kabupaten/kota.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan
persyaratan pemberian izin sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diatur dengan peraturan Menteri yang
bertanggung jawab di bidang sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
Paragraf 4
Izin Penyelenggaraan Angkutan Barang Khusus dan Alat Berat
Pasal 180
(1) Izin penyelenggaraan angkutan barang khusus
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1) huruf c
diberikan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang
sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
dengan rekomendasi dari instansi terkait.
(2) Izin penyelenggaraan angkutan alat berat sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1) huruf c diberikan oleh
Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan
persyaratan pemberian izin penyelenggaraan angkutan
barang khusus dan alat berat diatur dengan peraturan
Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Bagian Kesembilan
Tarif Angkutan
Pasal 181
(1) Tarif angkutan terdiri atas tarif Penumpang dan tarif
barang.
(2) Tarif Penumpang sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
terdiri atas:
a. tarif Penumpang untuk angkutan orang dalam trayek;
dan
- 90 -
(2) Tarif . . .
b. tarif Penumpang untuk angkutan orang tidak dalam
trayek.
Pasal 182
(1) Tarif Penumpang untuk angkutan orang dalam trayek
terdiri atas:
a. tarif kelas ekonomi; dan
b. tarif kelas nonekonomi.
(2) Penetapan tarif kelas ekonomi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan oleh:
a. Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk
angkutan orang yang melayani trayek antarkota
antarprovinsi, angkutan perkotaan, dan angkutan
perdesaan yang wilayah pelayanannya melampaui
wilayah provinsi;
b. gubernur untuk angkutan orang yang melayani
trayek antarkota dalam provinsi serta angkutan
perkotaan dan perdesaan yang melampaui batas satu
kabupaten/kota dalam satu provinsi;
c. bupati untuk angkutan orang yang melayani trayek
antarkota dalam kabupaten serta angkutan perkotaan
dan perdesaan yang wilayah pelayanannya dalam
kabupaten; dan
d. walikota untuk angkutan orang yang melayani trayek
angkutan perkotaan yang wilayah pelayanannya
dalam kota.
(3) Tarif Penumpang angkutan orang dalam trayek kelas
nonekonomi ditetapkan oleh Perusahaan Angkutan
Umum.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tarif penumpang
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
peraturan Menteri yang bertanggung jawab di bidang
sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 183
(1) Tarif Penumpang untuk angkutan orang tidak dalam
trayek dengan menggunakan taksi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 151 huruf a ditetapkan oleh
Perusahaan Angkutan Umum atas persetujuan
Pemerintah sesuai dengan kewenangan masing-masing
berdasarkan standar pelayanan minimal yang ditetapkan.
- 91 -
Pasal 188 . . .
(2) Tarif Penumpang untuk angkutan orang tidak dalam
trayek dengan tujuan tertentu, pariwisata, dan di
kawasan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal
151 huruf b, huruf c, dan huruf d ditetapkan
berdasarkan kesepakatan antara Pengguna Jasa dan
Perusahaan Angkutan Umum.
Pasal 184
Tarif angkutan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal
181 ayat (2) huruf b ditetapkan berdasarkan kesepakatan
antara Pengguna Jasa dan Perusahaan Angkutan Umum.
Bagian Kesepuluh
Subsidi Angkutan Penumpang Umum
Pasal 185
(1) Angkutan penumpang umum dengan tarif kelas ekonomi
pada trayek tertentu dapat diberi subsidi oleh Pemerintah
dan/atau Pemerintah Daerah.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian subsidi
angkutan Penumpang umum sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.
Bagian Kesebelas
Kewajiban, Hak, dan Tanggung Jawab Perusahaan Angkutan Umum
Paragraf 1
Kewajiban Perusahaan Angkutan Umum
Pasal 186
Perusahaan Angkutan Umum wajib mengangkut orang
dan/atau barang setelah disepakati perjanjian angkutan
dan/atau dilakukan pembayaran biaya angkutan oleh
Penumpang dan/atau pengirim barang.
Pasal 187
Perusahaan Angkutan Umum wajib mengembalikan biaya
angkutan yang telah dibayar oleh Penumpang dan/atau
pengirim barang jika terjadi pembatalan pemberangkatan.
- 92 -
(5) Ketentuan . . .
Pasal 188
Perusahaan Angkutan Umum wajib mengganti kerugian yang
diderita oleh Penumpang atau pengirim barang karena lalai
dalam melaksanakan pelayanan angkutan.
Pasal 189
Perusahaan Angkutan Umum wajib mengasuransikan
tanggung jawabnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188.
Pasal 190
Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum dapat menurunkan
penumpang dan/atau barang yang diangkut pada tempat
pemberhentian terdekat jika Penumpang dan/atau barang
yang diangkut dapat membahayakan keamanan dan
keselamatan angkutan.
Pasal 191
Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jawab atas
kerugian yang diakibatkan oleh segala perbuatan orang yang
dipekerjakan dalam kegiatan penyelenggaraan angkutan.
Pasal 192
(1) Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jawab atas
kerugian yang diderita oleh Penumpang yang meninggal
dunia atau luka akibat penyelenggaraan angkutan,
kecuali disebabkan oleh suatu kejadian yang tidak dapat
dicegah atau dihindari atau karena kesalahan
Penumpang.
(2) Kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung
berdasarkan kerugian yang nyata-nyata dialami atau
bagian biaya pelayanan.
(3) Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dimulai sejak Penumpang diangkut dan berakhir di
tempat tujuan yang disepakati.
(4) Pengangkut tidak bertanggung jawab atas kerugian
barang bawaan Penumpang, kecuali jika Penumpang
dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut disebabkan
oleh kesalahan atau kelalaian pengangkut.
- 93 -
Paragraf 2 . . .
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai besarnya ganti kerugian
diatur dengan peraturan pemerintah.
Pasal 193
(1) Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jawab atas
kerugian yang diderita oleh pengirim barang karena
barang musnah, hilang, atau rusak akibat
penyelenggaraan angkutan, kecuali terbukti bahwa
musnah, hilang, atau rusaknya barang disebabkan oleh
suatu kejadian yang tidak dapat dicegah atau dihindari
atau kesalahan pengirim.
(2) Kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung
berdasarkan kerugian yang nyata-nyata dialami.
(3) Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dimulai sejak barang diangkut sampai barang diserahkan
di tempat tujuan yang disepakati.
(4) Perusahaan Angkutan Umum tidak bertanggung jawab
jika kerugian disebabkan oleh pencantuman keterangan
yang tidak sesuai dengan surat muatan angkutan
barang.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai besaran ganti kerugian
diatur dengan peraturan pemerintah.
Pasal 194
(1) Perusahaan Angkutan Umum tidak bertanggung jawab
atas kerugian yang diderita oleh pihak ketiga, kecuali jika
pihak ketiga dapat membuktikan bahwa kerugian
tersebut disebabkan oleh kesalahan Perusahaan
Angkutan Umum.
(2) Hak untuk mengajukan keberatan dan permintaan ganti
kerugian pihak ketiga kepada Perusahaan Angkutan
Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
disampaikan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
terhitung mulai tanggal terjadinya kerugian.
- 94 -
(2) Ketentuan . . .
Paragraf 2
Hak Perusahaan Angkutan Umum
Pasal 195
(1) Perusahaan Angkutan Umum berhak untuk menahan
barang yang diangkut jika pengirim atau penerima tidak
memenuhi kewajiban dalam batas waktu yang ditetapkan
sesuai dengan perjanjian angkutan.
(2) Perusahaan Angkutan Umum berhak memungut biaya
tambahan atas barang yang disimpan dan tidak diambil
sesuai dengan kesepakatan.
(3) Perusahaan Angkutan Umum berhak menjual barang
yang diangkut secara lelang sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan jika pengirim atau
penerima tidak memenuhi kewajiban sesuai dengan
kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal 196
Jika barang angkutan tidak diambil oleh pengirim atau
penerima sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati,
Perusahaan Angkutan Umum berhak memusnahkan barang
yang sifatnya berbahaya atau mengganggu dalam
penyimpanannya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Bagian Kedua Belas
Tanggung Jawab Penyelenggara
Pasal 197
(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah sebagai
penyelenggara angkutan wajib:
a. memberikan jaminan kepada Pengguna Jasa
angkutan umum untuk mendapatkan pelayanan;
b. memberikan perlindungan kepada Perusahaan
Angkutan Umum dengan menjaga keseimbangan
antara penyediaan dan permintaan angkutan umum;
dan
c. melakukan pemantauan dan pengevaluasian
terhadap angkutan orang dan barang.
- 95 -
(2) Ketentuan . . .
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab
penyelenggara angkutan umum sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan peraturan Menteri yang
bertanggung jawab di bidang sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
Bagian Ketiga Belas
Industri Jasa Angkutan Umum
Pasal 198
(1) Jasa angkutan umum harus dikembangkan menjadi
industri jasa yang memenuhi standar pelayanan dan
mendorong persaingan yang sehat.
(2) Untuk mewujudkan standar pelayanan dan persaingan
yang sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah harus:
a. menetapkan segmentasi dan klasifikasi pasar;
b. menetapkan standar pelayanan minimal;
c. menetapkan kriteria persaingan yang sehat;
d. mendorong terciptanya pasar; dan
e. mengendalikan dan mengawasi pengembangan
industri jasa angkutan umum.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai standar pelayanan dan
persaingan yang sehat diatur dengan peraturan
pemerintah.
Bagian Keempat Belas
Sanksi Administratif
Pasal 199
(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 167, Pasal 168, Pasal 173, Pasal
177, Pasal 186, Pasal 187, Pasal 189, Pasal 192, dan
Pasal 193 dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. denda administratif;
c. pembekuan izin; dan/atau
d. pencabutan izin.
- 96 -
Pasal 201 . . .
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan tata cara
pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan peraturan Menteri yang
bertanggung jawab di bidang sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.



BAB XI
KEAMANAN DAN KESELAMATAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN


Bagian Kesatu
Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal 200
(1) Kepolisian Negara Republik Indonesia bertanggung jawab
atas terselenggaranya kegiatan dalam mewujudkan dan
memelihara Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Penyelenggaraan kegiatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilakukan melalui kerja sama antara pembina
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan masyarakat.
(3) Untuk mewujudkan dan memelihara Keamanan Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), dilaksanakan kegiatan:
a. penyusunan program nasional Keamanan Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan;
b. penyediaan dan pemeliharaan fasilitas dan
perlengkapan Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan;
c. pelaksanaan pendidikan, pelatihan, pembimbingan,
penyuluhan, dan penerangan berlalu lintas dalam
rangka meningkatkan kesadaran hukum dan etika
masyarakat dalam berlalu lintas;
d. pengkajian masalah Keamanan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan;
e. manajemen keamanan Lalu Lintas;
f. pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan/atau
patroli;
g. registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan
Pengemudi; dan
h. penegakan hukum Lalu Lintas.
- 97 -
(2) Kendaraan . . .
Pasal 201
(1) Perusahaan Angkutan Umum wajib membuat,
melaksanakan, dan menyempurnakan sistem keamanan
dengan berpedoman pada program nasional Keamanan
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Kendaraan Bermotor Umum harus dilengkapi dengan
alat pemberi informasi untuk memudahkan pendeteksian
kejadian kejahatan di Kendaraan Bermotor.
Pasal 202
Ketentuan lebih lanjut mengenai penetapan program nasional
Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 200 dan Pasal 201 diatur dengan
peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bagian Kedua
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal 203
(1) Pemerintah bertanggung jawab atas terjaminnya
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Untuk menjamin Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan
rencana umum nasional Keselamatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan, meliputi:
a. penyusunan program nasional kegiatan Keselamatan
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
b. penyediaan dan pemeliharaan fasilitas dan
perlengkapan Keselamatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan;
c. pengkajian masalah Keselamatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan; dan
d. manajemen Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan.
Pasal 204
(1) Perusahaan Angkutan Umum wajib membuat,
melaksanakan, dan menyempurnakan sistem manajemen
keselamatan dengan berpedoman pada rencana umum
nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
- 98 -
(5) Inspeksi . . .
(2) Kendaraan Bermotor Umum harus dilengkapi dengan
alat pemberi informasi terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas
ke Pusat Kendali Sistem Keselamatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
Pasal 205
Ketentuan lebih lanjut mengenai penetapan rencana umum
nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203 ayat (2) dan
kewajiban Perusahaan Angkutan Umum membuat,
melaksanakan, dan menyempurnakan sistem manajemen
keselamatan serta persyaratan alat pemberi informasi
Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
204 diatur dengan peraturan pemerintah.
Bagian Ketiga
Pengawasan Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal 206
(1) Pengawasan terhadap pelaksanaan program Keamanan
dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
meliputi:
a. audit;
b. inspeksi; dan
c. pengamatan dan pemantauan.
(2) Audit bidang Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
dilaksanakan oleh auditor independen yang ditentukan
oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(3) Audit bidang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
dilaksanakan oleh auditor independen yang ditentukan
oleh pembina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(4) Inspeksi bidang Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b
dilaksanakan secara periodik berdasarkan skala prioritas
oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
- 99 -
(3) Pembina . . .
(5) Inspeksi bidang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b
dilaksanakan secara periodik berdasarkan skala prioritas
oleh setiap pembina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(6) Pengamatan dan pemantauan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf c wajib dilaksanakan secara
berkelanjutan oleh setiap pembina Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
(7) Hasil pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditindaklanjuti dengan tindakan korektif dan/atau
penegakan hukum.
Pasal 207
Ketentuan lebih lanjut mengenai pengawasan Keamanan dan
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 206 ayat (1) diatur dengan peraturan
pemerintah.
Bagian Keempat
Budaya Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal 208
(1) Pembina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bertangggung
jawab membangun dan mewujudkan budaya Keamanan
dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Upaya membangun dan mewujudkan budaya Keamanan
dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui:
a. pelaksanaan pendidikan berlalu lintas sejak usia dini;
b. sosialisasi dan internalisasi tata cara dan etika
berlalu lintas serta program Keamanan dan
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
c. pemberian penghargaan terhadap tindakan
Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan;
d. penciptaan lingkungan Ruang Lalu Lintas yang
mendorong pengguna jalan berperilaku tertib; dan
e. penegakan hukum secara konsisten dan
berkelanjutan.
- 100 -
Pasal 212 . . .
(3) Pembina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menetapkan
kebijakan dan program untuk mewujudkan budaya
Keamanan dan Keselamatan berlalu lintas.



BAB XII
DAMPAK LINGKUNGAN



Bagian Kesatu
Perlindungan Kelestarian Lingkungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal 209
(1) Untuk menjamin kelestarian lingkungan, dalam setiap
kegiatan di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan harus
dilakukan pencegahan dan penanggulangan pencemaran
lingkungan hidup untuk memenuhi ketentuan baku
mutu lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pencegahan dan
penanggulangan pencemaran lingkungan hidup di bidang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.
Bagian Kedua
Pencegahan dan Penanggulangan
Dampak Lingkungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal 210
(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang beroperasi di Jalan
wajib memenuhi persyaratan ambang batas emisi gas
buang dan tingkat kebisingan.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara, persyaratan,
dan prosedur penanganan ambang batas emisi gas buang
dan tingkat kebisingan yang diakibatkan oleh Kendaraan
Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dengan peraturan pemerintah.
Pasal 211
Setiap pemilik dan/atau Pengemudi Kendaraan Bermotor dan
Perusahaan Angkutan Umum wajib mencegah terjadinya
pencemaran udara dan kebisingan.
- 101 -
(2) Perusahaan . . .
Pasal 212
Setiap pemilik dan/atau Pengemudi Kendaraan Bermotor dan
Perusahaan Angkutan Umum wajib melakukan perbaikan
terhadap kendaraannya jika terjadi kerusakan yang dapat
mengakibatkan terjadinya pencemaran udara dan kebisingan.
Bagian Ketiga
Hak dan Kewajiban
Paragraf 1
Kewajiban Pemerintah
Pasal 213
(1) Pemerintah wajib mengawasi kepatuhan Pengguna Jalan
untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dalam
penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Pemerintah wajib:
a. merumuskan dan menyiapkan kebijakan, strategi,
dan program pembangunan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan yang ramah lingkungan;
b. membangun dan mengembangkan sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang
ramah lingkungan;
c. melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap
Perusahaan Angkutan Umum, pemilik, dan/atau
Pengemudi Kendaraan Bermotor yang beroperasi di
jalan; dan
d. menyampaikan informasi yang benar dan akurat
tentang kelestarian lingkungan di bidang Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan.
Paragraf 2
Hak dan Kewajiban Perusahaan Angkutan Umum
Pasal 214
(1) Perusahaan Angkutan Umum berhak memperoleh
kemudahan dalam penyelenggaraan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan yang ramah lingkungan.
- 102 -
Bagian Keempat . . .
(2) Perusahaan Angkutan Umum berhak memperoleh
informasi mengenai kelestarian lingkungan di bidang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 215
Perusahaan Angkutan Umum wajib:
a. melaksanakan program pembangunan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan yang ramah lingkungan yang telah
ditetapkan oleh Pemerintah;
b. menyediakan sarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang
ramah lingkungan;
c. memberi informasi yang jelas, benar, dan jujur mengenai
kondisi jasa angkutan umum;
d. memberi penjelasan mengenai penggunaan, perbaikan,
dan pemeliharaan sarana angkutan umum; dan
e. mematuhi baku mutu lingkungan hidup.
Paragraf 3
Hak dan Kewajiban Masyarakat
Pasal 216
(1) Masyarakat berhak mendapatkan Ruang Lalu Lintas
yang ramah lingkungan.
(2) Masyarakat berhak memperoleh informasi tentang
kelestarian lingkungan bidang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan.
Pasal 217
Masyarakat wajib menjaga kelestarian lingkungan bidang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
- 103 -
(2) Pemberdayaan . . .
Bagian Keempat
Sanksi Administratif
Pasal 218
(1) Pelanggaran terhadap ketentuan mengenai dampak
lingkungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211 dikenai sanksi
administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. denda administratif;
c. pembekuan izin; dan/atau
d. pencabutan izin.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan kriteria
pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.



BAB XIII
PENGEMBANGAN INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SARANA
DAN PRASARANA LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN



Bagian Kesatu
Umum
Pasal 219
(1) Pengembangan industri dan teknologi sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan meliputi:
a. rancang bangun dan pemeliharaan Kendaraan
Bermotor;
b. peralatan penegakan hukum;
c. peralatan uji laik kendaraan;
d. fasilitas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan
Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
e. peralatan registrasi dan identifikasi Kendaraan dan
Pengemudi;
f. teknologi serta informasi Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan;
g. fasilitas pendidikan dan pelatihan personel Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan; dan
h. komponen pendukung Kendaraan Bermotor.
- 104 -
f. dimensi . . .
(2) Pemberdayaan industri dan pengembangan teknologi
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan melalui:
a. pengembangan riset dan rancang bangun Kendaraan
Bermotor;
b. pengembangan standardisasi Kendaraan dan/atau
komponen Kendaraan Bermotor;
c. pengalihan teknologi;
d. penggunaan sebanyak-banyaknya muatan lokal;
e. pengembangan industri bahan baku dan komponen;
f. pemberian kemudahan fasilitas pembiayaan dan
perpajakan;
g. pemberian fasilitas kerja sama dengan industri
sejenis; dan/atau
h. pemberian fasilitas kerja sama pasar pengguna di
dalam dan di luar negeri.
Bagian Kedua
Pengembangan Rancang Bangun Kendaraan Bermotor
Pasal 220
(1) Pengembangan rancang bangun Kendaraan Bermotor
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219 ayat (1) huruf a
dan pengembangan riset rancang bangun sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf a dilakukan oleh:
a. Pemerintah;
b. Pemerintah Daerah;
c. badan hukum;
d. lembaga penelitian; dan/atau
e. perguruan tinggi.
(2) Pengembangan rancang bangun Kendaraan Bermotor
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib
memperhatikan:
a. dimensi utama dan konstruksi Kendaraan Bermotor;
b. kesesuaian material;
c. kesesuaian motor penggerak;
d. kesesuaian daya dukung jalan;
e. bentuk fisik Kendaraan Bermotor;
- 105 -
e. pengawasan . . .
f. dimensi, konstruksi, posisi, dan jarak tempat duduk;
g. posisi lampu;
h. jumlah tempat duduk;
i. dimensi dan konstruksi bak muatan/volume tangki;
j. peruntukan Kendaraan Bermotor; dan
k. fasilitas keluar darurat.
(3) Rancang bangun sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
harus mendapatkan pengesahan dari Menteri yang
bertanggung jawab di bidang sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 221
Pemberdayaan industri dan pengembangan teknologi Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 219 ayat (2) dilaksanakan dengan memanfaatkan
sumber daya nasional, menerapkan standar keamanan dan
keselamatan, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.
Bagian Ketiga
Pengembangan Industri dan Teknologi Prasarana Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan
Pasal 222
(1) Pemerintah wajib mengembangkan industri dan teknologi
prasarana yang menjamin Keamanan, Keselamatan,
Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan.
(2) Pengembangan industri dan teknologi Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan dilakukan secara terpadu
dengan dukungan semua sektor terkait.
(3) Pengembangan industri dan teknologi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) meliputi modernisasi fasilitas:
a. pengatur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
b. penegakan hukum;
c. uji kelaikan Kendaraan;
d. Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, serta
Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
- 106 -
(2) Pengembangan . . .
e. pengawasan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
f. registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan
Pengemudi;
g. Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan; dan
h. keselamatan Pengemudi dan/atau Penumpang.
(4) Metode pengembangan industri dan teknologi meliputi:
a. pemahaman teknologi;
b. pengalihan teknologi; dan
c. fasilitasi riset teknologi.
(5) Pengembangan industri dan teknologi sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) harus mendapatkan pengesahan
dari instansi terkait.
Bagian Keempat
Pemberdayaan Industri Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal 223
(1) Untuk mengembangkan industri Prasarana Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
222 ayat (2), Pemerintah mendorong pemberdayaan
industri dalam negeri.
(2) Untuk mendorong pengembangan industri dalam negeri
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan melalui
pemberian fasilitas, insentif bidang tertentu, dan
menerapkan standar produk peralatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
Pasal 224
(1) Pengembangan industri Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan terdiri atas:
a. rekayasa;
b. produksi;
c. perakitan; dan/atau
d. pemeliharaan dan perbaikan.
- 107 -
Bagian Kedua . . .
(2) Pengembangan industri Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan mencakup alih teknologi yang
disesuaikan dengan kearifan lokal.
Bagian Kelima
Pengaturan Lebih Lanjut
Pasal 225
Ketentuan lebih lanjut mengenai pengembangan industri dan
teknologi Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diatur
dengan peraturan pemerintah.



BAB XIV
KECELAKAAN LALU LINTAS


Bagian Kesatu
Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas
Pasal 226
(1) Untuk mencegah Kecelakaan Lalu Lintas dilaksanakan
melalui:
a. partisipasi para pemangku kepentingan;
b. pemberdayaan masyarakat;
c. penegakan hukum; dan
d. kemitraan global.
(2) Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan pola
penahapan yang meliputi program jangka pendek, jangka
menengah, dan jangka panjang.
(3) Penyusunan program pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas
dilakukan oleh forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di
bawah koordinasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
- 108 -
(4) Kecelakaan . . .
Bagian Kedua
Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas
Paragraf 1
Tata Cara Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas
Pasal 227
Dalam hal terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, petugas Kepolisian
Negara Republik Indonesia wajib melakukan penanganan
Kecelakaan Lalu Lintas dengan cara:
a. mendatangi tempat kejadian dengan segera;
b. menolong korban;
c. melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara;
d. mengolah tempat kejadian perkara;
e. mengatur kelancaran arus Lalu Lintas;
f. mengamankan barang bukti; dan
g. melakukan penyidikan perkara.
Pasal 228
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penanganan
Kecelakaan Lalu Lintas diatur dengan peraturan Kepala
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Paragraf 2
Penggolongan dan Penanganan Perkara Kecelakaan Lalu Lintas
Pasal 229
(1) Kecelakaan Lalu Lintas digolongkan atas:
a. Kecelakaan Lalu Lintas ringan;
b. Kecelakaan Lalu Lintas sedang; atau
c. Kecelakaan Lalu Lintas berat.
(2) Kecelakaan Lalu Lintas ringan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf a merupakan kecelakaan yang
mengakibatkan kerusakan Kendaraan dan/atau barang.
(3) Kecelakaan Lalu Lintas sedang sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf b merupakan kecelakaan yang
mengakibatkan luka ringan dan kerusakan Kendaraan
dan/atau barang.
- 109 -
b. melaporkan . . .
(4) Kecelakaan Lalu Lintas berat sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf c merupakan kecelakaan yang
mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat.
(5) Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dapat disebabkan oleh kelalaian Pengguna Jalan,
ketidaklaikan Kendaraan, serta ketidaklaikan Jalan
dan/atau lingkungan.
Pasal 230
Perkara Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 229 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diproses dengan acara
peradilan pidana sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Paragraf 3
Pertolongan dan Perawatan Korban
Pasal 231
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan
Lalu Lintas, wajib:
a. menghentikan Kendaraan yang dikemudikannya;
b. memberikan pertolongan kepada korban;
c. melaporkan kecelakaan kepada Kepolisian Negara
Republik Indonesia terdekat; dan
d. memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian
kecelakaan.
(2) Pengemudi Kendaraan Bermotor, yang karena keadaan
memaksa tidak dapat melaksanakan ketentuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf
b, segera melaporkan diri kepada Kepolisian Negara
Republik Indonesia terdekat.
Pasal 232
Setiap orang yang mendengar, melihat, dan/atau mengetahui
terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas wajib:
a. memberikan pertolongan kepada korban Kecelakaan Lalu
Lintas;
- 110 -
(3) Ketentuan . . .
b. melaporkan kecelakaan tersebut kepada Kepolisian Negara
Republik Indonesia; dan/atau
c. memberikan keterangan kepada Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
Paragraf 4
Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas
Pasal 233
(1) Setiap kecelakaan wajib dicatat dalam formulir data
Kecelakaan Lalu Lintas.
(2) Data Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) merupakan bagian dari data forensik.
(3) Data Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) harus dilengkapi dengan data yang berasal
dari rumah sakit.
(4) Data Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dikelola oleh Kepolisian Negara Republik
Indonesia dan dapat dimanfaatkan oleh pembina Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
Bagian Ketiga
Kewajiban dan Tanggung Jawab
Paragraf 1
Kewajiban dan Tanggung Jawab Pengemudi,
Pemilik Kendaraan Bermotor, dan/atau Perusahaan Angkutan
Pasal 234
(1) Pengemudi, pemilik Kendaraan Bermotor, dan/atau
Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jawab atas
kerugian yang diderita oleh Penumpang dan/atau pemilik
barang dan/atau pihak ketiga karena kelalaian
Pengemudi.
(2) Setiap Pengemudi, pemilik Kendaraan Bermotor,
dan/atau Perusahaan Angkutan Umum bertanggung
jawab atas kerusakan jalan dan/atau perlengkapan jalan
karena kelalaian atau kesalahan Pengemudi.
- 111 -
(2) Perusahaan . . .
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
(2) tidak berlaku jika:
a. adanya keadaan memaksa yang tidak dapat dielakkan
atau di luar kemampuan Pengemudi;
b. disebabkan oleh perilaku korban sendiri atau pihak
ketiga; dan/atau
c. disebabkan gerakan orang dan/atau hewan walaupun
telah diambil tindakan pencegahan.
Pasal 235
(1) Jika korban meninggal dunia akibat Kecelakaan Lalu
Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1)
huruf c, Pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan
Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada ahli
waris korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya
pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan
perkara pidana.
(2) Jika terjadi cedera terhadap badan atau kesehatan
korban akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf b dan huruf c,
pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan Angkutan
Umum wajib memberikan bantuan kepada korban
berupa biaya pengobatan dengan tidak menggugurkan
tuntutan perkara pidana.
Pasal 236
(1) Pihak yang menyebabkan terjadinya Kecelakaan Lalu
Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 wajib
mengganti kerugian yang besarannya ditentukan
berdasarkan putusan pengadilan.
(2) Kewajiban mengganti kerugian sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) pada Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2) dapat dilakukan di
luar pengadilan jika terjadi kesepakatan damai di antara
para pihak yang terlibat.
Pasal 237
(1) Perusahaan Angkutan Umum wajib mengikuti program
asuransi kecelakaan sebagai wujud tanggung jawabnya
atas jaminan asuransi bagi korban kecelakaan.
- 112 -
Pasal 241 . . .
(2) Perusahaan Angkutan Umum wajib mengasuransikan
orang yang dipekerjakan sebagai awak kendaraan.
Paragraf 2
Kewajiban dan Tanggung Jawab Pemerintah
Pasal 238
(1) Pemerintah menyediakan dan/atau memperbaiki
pengaturan, sarana, dan Prasarana Lalu Lintas yang
menjadi penyebab kecelakaan.
(2) Pemerintah menyediakan alokasi dana untuk pencegahan
dan penanganan Kecelakaan Lalu Lintas.
Pasal 239
(1) Pemerintah mengembangkan program asuransi
Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Pemerintah membentuk perusahaan asuransi Kecelakaan
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
Bagian Keempat
Hak Korban
Pasal 240
Korban Kecelakaan Lalu Lintas berhak mendapatkan:
a. pertolongan dan perawatan dari pihak yang bertanggung
jawab atas terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas dan/atau
Pemerintah;
b. ganti kerugian dari pihak yang bertanggung jawab atas
terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas; dan
c. santunan Kecelakaan Lalu Lintas dari perusahaan
asuransi.
- 113 -
Bagian Kedua . . .
Pasal 241
Setiap korban Kecelakaan Lalu Lintas berhak memperoleh
pengutamaan pertolongan pertama dan perawatan pada
rumah sakit terdekat sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.



BAB XV
PERLAKUAN KHUSUS BAGI PENYANDANG CACAT,
MANUSIA USIA LANJUT, ANAK-ANAK, WANITA HAMIL, DAN ORANG SAKIT


Bagian Kesatu
Ruang Lingkup Perlakuan Khusus
Pasal 242
(1) Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau Perusahaan
Angkutan Umum wajib memberikan perlakuan khusus di
bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada
penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak,
wanita hamil, dan orang sakit.
(2) Perlakuan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:
a. aksesibilitas;
b. prioritas pelayanan; dan
c. fasilitas pelayanan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian perlakuan
khusus di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
kepada penyandang cacat, manusia usia lanjut, anakanak,
wanita hamil, dan orang sakit diatur dengan
peraturan pemerintah.
Pasal 243
Masyarakat secara kelompok dapat mengajukan gugatan
kepada Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah mengenai
pemenuhan perlakuan khusus sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 242 sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
- 114 -
(3) Sistem . . .
Bagian Kedua
Sanksi Administratif
Pasal 244
(1) Perusahaan Angkutan Umum yang tidak memenuhi
kewajiban menyediakan sarana dan prasarana pelayanan
kepada penyandang cacat, manusia usia lanjut, anakanak,
wanita hamil, dan orang sakit sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 242 ayat (1) dapat dikenai sanksi
administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. denda administratif;
c. pembekuan izin; dan/atau
d. pencabutan izin.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan tata cara
pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.



BAB XVI
SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN


Bagian Kesatu
Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Komunikasi
Pasal 245
(1) Untuk mendukung Keamanan, Keselamatan, Ketertiban,
dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
diselenggarakan sistem informasi dan komunikasi yang
terpadu.
(2) Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan dilaksanakan oleh
Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah
kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
- 115 -
(3) Pusat . . .
(3) Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
digunakan untuk kegiatan perencanaan, pengaturan,
pengendalian, dan pengawasan serta operasional Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan yang meliputi:
a. bidang prasarana Jalan;
b. bidang sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan; dan
c. bidang registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor
dan Pengemudi, penegakan hukum, operasional
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, serta
pendidikan berlalu lintas.
Pasal 246
(1) Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 245
ayat (2) merupakan subsistem dalam Sistem Informasi
dan Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan terpadu sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dikendalikan oleh pusat kendali yang
mengintegrasikan data, informasi, dan komunikasi dari
setiap subsistem.
(3) Data, informasi, dan komunikasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) harus dapat diakses oleh setiap pembina
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Bagian Kedua
Pengelolaan Sistem Informasi dan Komunikasi
Pasal 247
(1) Dalam mewujudkan Sistem Informasi dan Komunikasi
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 246 ayat (1) setiap pembina Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan wajib mengelola subsistem informasi dan
komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sesuai
dengan kewenangannya.
(2) Subsistem informasi dan komunikasi yang dibangun oleh
setiap pembina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
terintegrasi dalam pusat kendali Sistem Informasi dan
Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
- 116 -
d. data . . .
(3) Pusat kendali sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dikelola oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bagian Ketiga
Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi
Pasal 248
(1) Untuk memenuhi tugas pokok dan fungsi berbagai
pemangku kepentingan, dikembangkan Sistem Informasi
dan Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang
meliputi sistem terstruktur, jaringan informasi, jaringan
komunikasi, dan pusat data.
(2) Sistem terstruktur, jaringan informasi, jaringan
komunikasi, dan pusat data meliputi:
a. perencanaan;
b. perumusan kebijakan;
c. pemantauan;
d. pengawasan;
e. pengendalian;
f. informasi geografi;
g. pelacakan;
h. informasi Pengguna Jalan;
i. pendeteksian arus Lalu Lintas;
j. pengenalan tanda nomor Kendaraan Bermotor;
dan/atau
k. pengidentifikasian Kendaraan Bermotor di Ruang
Lalu Lintas.
Bagian Keempat
Pusat Kendali Sistem Informasi dan Komunikasi
Pasal 249
(1) Pusat kendali Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan berfungsi sebagai pusat:
a. kendali;
b. koordinasi;
c. komunikasi;
- 117 -
Pasal 251 . . .
d. data dan informasi terpadu;
e. pelayanan masyarakat; dan
f. rekam jejak elektronis untuk penegakan hukum.
(2) Pengelolaan pusat kendali Sistem Informasi dan
Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk
mewujudkan pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu.
(3) Kegiatan pusat kendali Sistem Informasi dan Komunikasi
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sekurang-kurangnya
meliputi:
a. pelayanan kebutuhan data, informasi, dan
komunikasi tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
b. dukungan tindakan cepat terhadap pelanggaran,
kemacetan, dan kecelakaan serta kejadian lain yang
berdampak terhadap Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
c. analisis, evaluasi terhadap pelanggaran, kemacetan,
dan Kecelakaan Lalu Lintas;
d. dukungan penegakan hukum dengan alat elektronik
dan secara langsung;
e. dukungan pelayanan Surat Izin Mengemudi, Surat
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, dan Buku Pemilik
Kendaraan Bermotor;
f. pemberian informasi hilang temu Kendaraan
Bermotor;
g. pemberian informasi kualitas baku mutu udara;
h. dukungan pengendalian Lalu Lintas dengan
pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli;
i. dukungan pengendalian pergerakan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan; dan
j. pemberian informasi tentang kondisi Jalan dan
pelayanan publik.
Pasal 250
Data dan informasi pada pusat kendali Sistem Informasi dan
Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan harus dapat
diakses dan digunakan oleh masyarakat.
- 118 -
Pasal 254 . . .
Pasal 251
Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan dapat digunakan untuk penegakan hukum yang
meliputi:
a. penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan atau kejahatan lain;
b. tindakan penanganan kecelakaan, pelanggaran, dan
kemacetan Lalu Lintas oleh Kepolisian Negara Republik
Indonesia; dan/atau
c. pengejaran, penghadangan, penangkapan, dan
penindakan terhadap pelaku dan/atau kendaraan yang
terlibat kejahatan atau pelanggaran Lalu Lintas.
Bagian Kelima
Pengaturan Lebih Lanjut
Pasal 252
Ketentuan lebih lanjut mengenai Sistem Informasi dan
Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diatur dengan
peraturan pemerintah.



BAB XVII
SUMBER DAYA MANUSIA


Pasal 253
(1) Pembina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan wajib
mengembangkan sumber daya manusia untuk
menghasilkan petugas yang profesional dan memiliki
kompetensi di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Pengembangan sumber daya manusia di bidang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan
oleh:
a. Pemerintah;
b. Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan/atau
c. lembaga swasta yang terakreditasi.
- 119 -
(3) Pemerintah . . .
Pasal 254
(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan
layanan dan kemudahan serta menjamin
terselenggaranya pendidikan dan pelatihan bagi tenaga
mekanik dan Pengemudi.
(2) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib melakukan
pembinaan terhadap manajemen Perusahaan Angkutan
Umum untuk meningkatkan kualitas pelayanan,
Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pasal 255
Ketentuan lebih lanjut mengenai pengembangan sumber daya
manusia di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diatur
dengan peraturan pemerintah.



BAB XVIII
PERAN SERTA MASYARAKAT


Pasal 256
(1) Masyarakat berhak untuk berperan serta dalam
penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) berupa:
a. pemantauan dan penjagaan Keamanan, Keselamatan,
Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan;
b. masukan kepada instansi pembina dan penyelenggara
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di tingkat pusat dan
daerah dalam penyempurnaan peraturan, pedoman,
dan standar teknis di bidang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan;
c. pendapat dan pertimbangan kepada instansi pembina
dan penyelenggara Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di
tingkat pusat dan daerah terhadap kegiatan
penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
yang menimbulkan dampak lingkungan; dan
d. dukungan terhadap penyelenggaraan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
- 120 -
Paragraf 1 . . .
(3) Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah
mempertimbangkan dan menindaklanjuti masukan,
pendapat, dan/atau dukungan yang disampaikan oleh
masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
Pasal 257
Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal
256 dapat dilakukan secara perseorangan, kelompok,
organisasi profesi, badan usaha, atau organisasi
kemasyarakatan lain sesuai dengan prinsip keterbukaan dan
kemitraan.
Pasal 258
Masyarakat wajib berperan serta dalam pemeliharaan sarana
dan prasarana jalan, pengembangan disiplin dan etika berlalu
lintas, dan berpartisipasi dalam pemeliharaan Keamanan,
Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.



BAB XIX
PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN PELANGGARAN
LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN


Bagian Kesatu
Penyidikan
Pasal 259
(1) Penyidikan tindak pidana Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan dilakukan oleh:
a. Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan
b. Penyidik Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi
wewenang khusus menurut Undang-Undang ini.
(2) Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia di bidang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf a terdiri atas:
a. Penyidik; dan
b. Penyidik Pembantu.
- 121 -
Pasal 261 . . .
Paragraf 1
Kewenangan Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pasal 260
(1) Dalam hal penindakan pelanggaran dan penyidikan
tindak pidana, Penyidik Kepolisian Negara Republik
Indonesia selain yang diatur di dalam Kitab Undang-
Undang Hukum Acara Pidana dan Undang-Undang
tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, di bidang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berwenang:
a. memberhentikan, melarang, atau menunda
pengoperasian dan menyita sementara Kendaraan
Bermotor yang patut diduga melanggar peraturan
berlalu lintas atau merupakan alat dan/atau hasil
kejahatan;
b. melakukan pemeriksaan atas kebenaran keterangan
berkaitan dengan Penyidikan tindak pidana di bidang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
c. meminta keterangan dari Pengemudi, pemilik
Kendaraan Bermotor, dan/atau Perusahaan
Angkutan Umum;
d. melakukan penyitaan terhadap Surat Izin
Mengemudi, Kendaraan Bermotor, muatan, Surat
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Surat Tanda
Coba Kendaraan Bermotor, dan/atau tanda lulus uji
sebagai barang bukti;
e. melakukan penindakan terhadap tindak pidana
pelanggaran atau kejahatan Lalu Lintas menurut
ketentuan peraturan perundang-undangan;
f. membuat dan menandatangani berita acara
pemeriksaan;
g. menghentikan penyidikan jika tidak terdapat cukup
bukti;
h. melakukan penahanan yang berkaitan dengan tindak
pidana kejahatan Lalu Lintas; dan/atau
i. melakukan tindakan lain menurut hukum secara
bertanggung jawab.
(2) Pelaksanaan penindakan pelanggaran dan penyidikan
tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
- 122 -
(3) Dalam . . .
Pasal 261
Penyidik Pembantu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 259
ayat (2) huruf b mempunyai wewenang sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 260 ayat (1), kecuali mengenai
penahanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 ayat (1)
huruf h yang wajib diberikan dengan pelimpahan wewenang
dari Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia di bidang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Paragraf 2
Kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil
Pasal 262
(1) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 259 ayat (1) huruf b berwenang untuk:
a. melakukan pemeriksaan atas pelanggaran
persyaratan teknis dan laik jalan Kendaraan
Bermotor yang pembuktiannya memerlukan keahlian
dan peralatan khusus;
b. melakukan pemeriksaan atas pelanggaran perizinan
angkutan orang dan/atau barang dengan Kendaraan
Bermotor Umum;
c. melakukan pemeriksaan atas pelanggaran muatan
dan/atau dimensi Kendaraan Bermotor di tempat
penimbangan yang dipasang secara tetap;
d. melarang atau menunda pengoperasian Kendaraan
Bermotor yang tidak memenuhi persyaratan teknis
dan laik jalan;
e. meminta keterangan dari Pengemudi, pemilik
Kendaraan Bermotor, atau Perusahaan Angkutan
Umum atas pelanggaran persyaratan teknis dan laik
jalan, pengujian Kendaraan Bermotor, dan perizinan;
dan/atau
f. melakukan penyitaan surat tanda lulus uji dan/atau
surat izin penyelenggaraan angkutan umum atas
pelanggaran sebagaimana dimaksud pada huruf a,
huruf b, dan huruf c dengan membuat dan
menandatangani berita acara pemeriksaan.
(2) Kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan di Terminal
dan/atau tempat alat penimbangan yang dipasang secara
tetap.
- 123 -
Pasal 265 . . .
(3) Dalam hal kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan di Jalan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil
wajib berkoordinasi dengan dan harus didampingi oleh
Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Paragraf 3
Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil
Pasal 263
(1) Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, selaku
koordinator dan pengawas, melaksanakan pembinaan
dan pengawasan terhadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil
di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Dalam melaksanakan kewenangannya Penyidik Pegawai
Negeri Sipil wajib berkoordinasi dengan Penyidik
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(3) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) wajib menyerahkan berkas perkara hasil
penyidikan pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
beserta barang bukti kepada pengadilan melalui Penyidik
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
(4) Ketentuan mengenai pembinaan dan pengawasan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
Bagian Kedua
Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Paragraf 1
Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan
Pasal 264
Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dilakukan oleh:
a. Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan
b. Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
- 124 -
(4) Penyidik . . .
Pasal 265
(1) Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 264 meliputi pemeriksaan:
a. Surat Izin Mengemudi, Surat Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor, Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor,
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, atau Tanda Coba
Kendaraan Bermotor;
b. tanda bukti lulus uji bagi kendaraan wajib uji;
c. fisik Kendaraan Bermotor;
d. daya angkut dan/atau cara pengangkutan barang;
dan/atau
e. izin penyelenggaraan angkutan.
(2) Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara berkala
atau insidental sesuai dengan kebutuhan.
(3) Untuk melaksanakan pemeriksaan Kendaraan Bermotor
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), petugas Kepolisian
Negara Republik Indonesia berwenang untuk:
a. menghentikan Kendaraan Bermotor;
b. meminta keterangan kepada Pengemudi; dan/atau
c. melakukan tindakan lain menurut hukum secara
bertanggung jawab.
Pasal 266
(1) Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 265 ayat (1) dapat dilakukan
secara insidental oleh petugas Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
(2) Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 265 ayat (1) huruf b sampai
dengan huruf e dapat dilakukan secara insidental oleh
Penyidik Pegawai Negeri Sipil.
(3) Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan secara
berkala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265 ayat (2)
dalam keadaan tertentu dilakukan secara gabungan oleh
petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan
Penyidik Pegawai Negeri Sipil.
- 125 -
(2) Sebagian . . .
(4) Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan
pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) wajib didampingi oleh petugas
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Paragraf 2
Tata Cara Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Pasal 267
(1) Setiap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan yang diperiksa menurut acara pemeriksaan cepat
dapat dikenai pidana denda berdasarkan penetapan
pengadilan.
(2) Acara pemeriksaan cepat sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dapat dilaksanakan tanpa kehadiran pelanggar.
(3) Pelanggar yang tidak dapat hadir sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) dapat menitipkan denda kepada bank yang
ditunjuk oleh Pemerintah.
(4) Jumlah denda yang dititipkan kepada bank sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) sebesar denda maksimal yang
dikenakan untuk setiap pelanggaran Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
(5) Bukti penitipan uang denda wajib dilampirkan dalam
berkas bukti pelanggaran.
Pasal 268
(1) Dalam hal putusan pengadilan menetapkan pidana
denda lebih kecil daripada uang denda yang dititipkan,
sisa uang denda harus diberitahukan kepada pelanggar
untuk diambil.
(2) Sisa uang denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
yang tidak diambil dalam waktu 1 (satu) tahun sejak
penetapan putusan pengadilan disetorkan ke kas negara.
Pasal 269
(1) Uang denda yang ditetapkan pengadilan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 267 ayat (1) disetorkan ke kas
negara sebagai penerimaan negara bukan pajak.
- 126 -
(3) Pengumuman . . .
(2) Sebagian penerimaan negara bukan pajak sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dialokasikan sebagai insentif bagi
petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan
Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang melaksanakan
penegakan hukum di Jalan yang pelaksanaannya sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bagian Ketiga
Penanganan Benda Sitaan
Pasal 270
(1) Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia
berwenang melakukan penyitaan, penyimpanan, dan
penitipan benda sitaan yang diduga berhubungan dengan
tindak pidana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
(2) Benda sitaan disimpan di rumah penyimpanan benda
sitaan negara.
(3) Dalam hal belum ada rumah penyimpanan benda sitaan
negara di tempat yang bersangkutan, penyimpanan
benda sitaan dapat dilakukan di kantor Kepolisian
Negara Republik Indonesia, di kantor kejaksaan negeri, di
kantor pengadilan negeri, dan dalam keadaan memaksa
di tempat penyimpanan lain, atau tetap di tempat semula
benda itu disita.
(4) Tata cara penyitaan, penyimpanan, dan penitipan benda
sitaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
menurut ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara
Pidana.
Pasal 271
(1) Penyidik wajib mengidentifikasi dan mengumumkan
benda sitaan Kendaraan Bermotor yang belum diketahui
pemiliknya melalui media massa.
(2) Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
menyebutkan ciri-ciri Kendaraan Bermotor, tempat
penyimpanan, dan tanggal penyitaan.
- 127 -
(4) Penyelenggara . . .
(3) Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 6
(enam) bulan.
(4) Benda sitaan Kendaraan Bermotor sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) setelah lewat waktu 1 (satu)
tahun dan belum diketahui pemiliknya dapat dilelang
untuk negara berdasarkan penetapan pengadilan.
Pasal 272
(1) Untuk mendukung kegiatan penindakan pelanggaran di
bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dapat digunakan
peralatan elektronik.
(2) Hasil penggunaan peralatan elektronik sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat digunakan sebagai alat
bukti di pengadilan.



BAB XX
KETENTUAN PIDANA


Pasal 273
(1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan
patut memperbaiki Jalan yang rusak yang
mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan
korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan
dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6
(enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00
(dua belas juta rupiah).
(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan
pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda
paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta
rupiah).
(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku
dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)
tahun atau denda paling banyak Rp120.000.000,00
(seratus dua puluh juta rupiah).
- 128 -
Pasal 277 . . .
(4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau
rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana
dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau
denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima
ratus ribu rupiah).
Pasal 274
(1) Setiap orang yang melakukan perbuatan yang
mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi
Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu)
tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua
puluh empat juta rupiah).
(2) Ketentuan ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang melakukan
perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi
perlengkapan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
28 ayat (2).
Pasal 275
(1) Setiap orang yang melakukan perbuatan yang
mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu
Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,
fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau
denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima
puluh ribu rupiah).
(2) Setiap orang yang merusak Rambu Lalu Lintas, Marka
Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan
Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sehingga tidak
berfungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua)
tahun atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima
puluh juta rupiah).
Pasal 276
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
Umum dalam trayek tidak singgah di Terminal sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak
Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
- 129 -
Pasal 281 . . .
Pasal 277
Setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, kereta
gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik
Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan
Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta
gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang
dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban
uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun
atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat
juta rupiah).
Pasal 278
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak dilengkapi
dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga
pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan
pertolongan pertama pada kecelakaan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 57 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling paling banyak
Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
Pasal 279
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu
keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2
(dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima
ratus ribu rupiah).
Pasal 280
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor
yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau
denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
- 130 -
(2) Setiap . . .
Pasal 281
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau
denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).
Pasal 282
Setiap Pengguna Jalan yang tidak mematuhi perintah yang
diberikan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 ayat (3) dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau
denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh
ribu rupiah).
Pasal 283
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau
dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan
gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau
denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh
ribu rupiah).
Pasal 284
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau
pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2)
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan
atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu
rupiah).
Pasal 285
(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan
yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan
yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu
rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat
pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto
Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling
banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu
rupiah).
- 131 -
(4) Setiap . . .
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak memenuhi
persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson,
lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas
dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu
rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat
pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan,
spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, atau
penghapus kaca sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106
ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling
banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
Pasal 286
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak memenuhi
persyaratan laik jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (3) dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak
Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
Pasal 287
(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan
yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka
Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4)
huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2
(dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00
(lima ratus ribu rupiah).
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan
yang dinyatakan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf c
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua)
bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima
ratus ribu rupiah).
(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang melanggar aturan gerakan lalu lintas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf d
atau tata cara berhenti dan Parkir sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf e dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau
denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima
puluh ribu rupiah).
- 132 -
(3) Setiap . . .
(4) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan
atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor yang
menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat
(4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling
banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu
rupiah).
(5) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang melanggar aturan batas kecepatan paling
tinggi atau paling rendah sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 106 ayat (4) huruf g atau Pasal 115 huruf a
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua)
bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima
ratus ribu rupiah).
(6) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang melanggar aturan tata cara penggandengan
dan penempelan dengan Kendaraan lain sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf h dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau
denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima
puluh ribu rupiah).
Pasal 288
(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba
Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian
Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling
banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin
Mengemudi yang sah sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan/atau denda
paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu
rupiah).
- 133 -
Pasal 292 . . .
(3) Setiap orang yang mengemudikan mobil penumpang
umum, mobil bus, mobil barang, kereta gandengan, dan
kereta tempelan yang tidak dilengkapi dengan surat
keterangan uji berkala dan tanda lulus uji berkala
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf c
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua)
bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima
ratus ribu rupiah).
Pasal 289
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor atau
Penumpang yang duduk di samping Pengemudi yang tidak
mengenakan sabuk keselamatan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 106 ayat (6) dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak
Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
Pasal 290
Setiap orang yang mengemudikan dan menumpang
Kendaraan Bermotor selain Sepeda Motor yang tidak
dilengkapi dengan rumah-rumah dan tidak mengenakan
sabuk keselamatan dan mengenakan helm sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 106 ayat (7) dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 1(satu) bulan atau denda paling banyak
Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
Pasal 291
(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tidak
mengenakan helm standar nasional Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8)
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu)
bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua
ratus lima puluh ribu rupiah).
(2) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor yang
membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8)
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu)
bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua
ratus lima puluh ribu rupiah).
- 134 -
Pasal 296 . . .
Pasal 292
Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta
samping yang mengangkut Penumpang lebih dari 1 (satu)
orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (9)
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1(satu) bulan
atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima
puluh ribu rupiah).
Pasal 293
(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di
Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari
dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal
107 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling
lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak
Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
(2) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan
tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2)
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima
belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00
(seratus ribu rupiah).
Pasal 294
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang
akan membelok atau berbalik arah, tanpa memberikan isyarat
dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) dipidana
dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau
denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh
ribu rupiah).
Pasal 295
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang
akan berpindah lajur atau bergerak ke samping tanpa
memberikan isyarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112
ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1
(satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua
ratus lima puluh ribu rupiah).
- 135 -
b. tidak . . .
Pasal 296
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada
perlintasan antara kereta api dan Jalan yang tidak berhenti
ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah
mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak
Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
Pasal 297
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
berbalapan di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115
huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1
(satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga
juta rupiah).
Pasal 298
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang
tidak memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan
bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau Parkir
dalam keadaan darurat di Jalan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 121 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak
Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
Pasal 299
Setiap orang yang mengendarai Kendaraan Tidak Bermotor
yang dengan sengaja berpegang pada Kendaraan Bermotor
untuk ditarik, menarik benda-benda yang dapat
membahayakan Pengguna Jalan lain, dan/atau menggunakan
jalur jalan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
122 huruf a, huruf b, atau huruf c dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling
banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).
Pasal 300
Dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan
atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima
puluh ribu rupiah), setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor
Umum yang:
a. tidak menggunakan lajur yang telah ditentukan atau tidak
menggunakan lajur paling kiri, kecuali saat akan
mendahului atau mengubah arah sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 124 ayat (1) huruf c;
- 136 -
Pasal 305 . . .
b. tidak memberhentikan kendaraannya selama menaikkan
dan/atau menurunkan Penumpang sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 124 ayat (1) huruf d; atau
c. tidak menutup pintu kendaraan selama Kendaraan
berjalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124 ayat (1)
huruf e.
Pasal 301
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
angkutan barang yang tidak menggunakan jaringan jalan
sesuai dengan kelas jalan yang ditentukan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 125 dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak
Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
Pasal 302
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
Umum angkutan orang yang tidak berhenti selain di tempat
yang telah ditentukan, mengetem, menurunkan penumpang
selain di tempat pemberhentian, atau melewati jaringan jalan
selain yang ditentukan dalam izin trayek sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 126 dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak
Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
Pasal 303
Setiap orang yang mengemudikan mobil barang untuk
mengangkut orang kecuali dengan alasan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 137 ayat (4) huruf a, huruf b, dan
huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1
(satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua
ratus lima puluh ribu rupiah).
Pasal 304
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan angkutan orang
dengan tujuan tertentu yang menaikkan atau menurunkan
Penumpang lain di sepanjang perjalanan atau menggunakan
Kendaraan angkutan tidak sesuai dengan angkutan untuk
keperluan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat
(1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu)
bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus
lima puluh ribu rupiah).
- 137 -
d. menyimpang . . .
Pasal 305
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang
mengangkut barang khusus yang tidak memenuhi ketentuan
tentang persyaratan keselamatan, pemberian tanda barang,
Parkir, bongkar dan muat, waktu operasi dan rekomendasi
dari instansi terkait sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162
ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, atau huruf
f dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan
atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu
rupiah).
Pasal 306
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan angkutan
barang yang tidak dilengkapi surat muatan dokumen
perjalanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 ayat (1)
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan
atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima
puluh ribu rupiah).
Pasal 307
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan
mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi
kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1)
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan
atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu
rupiah).
Pasal 308
Dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan
atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu
rupiah), setiap orang yang mengemudikan Kendaraan
Bermotor Umum yang:
a. tidak memiliki izin menyelenggarakan angkutan orang
dalam trayek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173
ayat (1) huruf a;
b. tidak memiliki izin menyelenggarakan angkutan orang
tidak dalam trayek sebagaimana dimaksud dalam Pasal
173 ayat (1) huruf b;
c. tidak memiliki izin menyelenggarakan angkutan barang
khusus dan alat berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal
173 ayat (1) huruf c; atau
- 138 -
Pasal 311 . . .
d. menyimpang dari izin yang ditentukan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 173.
Pasal 309
Setiap orang yang tidak mengasuransikan tanggung jawabnya
untuk penggantian kerugian yang diderita oleh Penumpang,
pengirim barang, atau pihak ketiga sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 189 dipidana dengan pidana kurungan paling
lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak
Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah).
Pasal 310
(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan
Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau
barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2),
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam)
bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00
(satu juta rupiah).
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan
Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan
Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana
penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).
(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor
yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan
Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta
rupiah).
(4) Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00
(dua belas juta rupiah).
- 139 -
Pasal 313 . . .
Pasal 311
(1) Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan
Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang
membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan
pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda
paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan
kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), pelaku dipidana
dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau
denda paling banyak Rp4.000.000,00 (empat juta
rupiah).
(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan
korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau
barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3),
pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 4
(empat) tahun atau denda paling banyak Rp8.000.000,00
(delapan juta rupiah).
(4) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan
korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal
229 ayat (4), pelaku dipidana dengan pidana penjara
paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling
banyak Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).
(5) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku
dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua
belas) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00
(dua puluh empat juta rupiah).
Pasal 312
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang
terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak
menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan,
atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada
Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan
huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana
penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak
Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).
- 140 -
(2) Ketentuan . . .
Pasal 313
Setiap orang yang tidak mengasuransikan awak Kendaraan
dan penumpangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan
atau denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima
ratus ribu rupiah).
Pasal 314
Selain pidana penjara, kurungan, atau denda, pelaku tindak
pidana Lalu Lintas dapat dijatuhi pidana tambahan berupa
pencabutan Surat Izin Mengemudi atau ganti kerugian yang
diakibatkan oleh tindak pidana lalu lintas.
Pasal 315
(1) Dalam hal tindak pidana dilakukan oleh Perusahaan
Angkutan Umum, pertanggungjawaban pidana dikenakan
terhadap Perusahaan Angkutan Umum dan/atau
pengurusnya.
(2) Dalam hal tindak pidana lalu lintas dilakukan
Perusahaan Angkutan Umum, selain pidana yang
dijatuhkan terhadap pengurus sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), dijatuhkan pula pidana denda paling
banyak dikalikan 3 (tiga) dari pidana denda yang
ditentukan dalam setiap pasal dalam Bab ini.
(3) Selain pidana denda, Perusahaan Angkutan Umum dapat
dijatuhi pidana tambahan berupa pembekuan sementara
atau pencabutan izin penyelenggaraan angkutan bagi
kendaraan yang digunakan.
Pasal 316
(1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274,
Pasal 275 ayat (1), Pasal 276, Pasal 278, Pasal 279, Pasal
280, Pasal 281, Pasal 282, Pasal 283, Pasal 284, Pasal
285, Pasal 286, Pasal 287, Pasal 288, Pasal 289, Pasal
290, Pasal 291, Pasal 292, Pasal 293, Pasal 294, Pasal
295, Pasal 296, Pasal 297, Pasal 298, Pasal 299, Pasal
300, Pasal 301, Pasal 302, Pasal 303, Pasal 304, Pasal
305, Pasal 306, Pasal 307, Pasal 308, Pasal 309, dan
Pasal 313 adalah pelanggaran.
- 141 -
Pasal 322 . . .
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273,
Pasal 275 ayat (2), Pasal 277, Pasal 310, Pasal 311, dan
Pasal 312 adalah kejahatan.
Pasal 317
Dalam hal nilai tukar mata uang rupiah mengalami
penurunan, besaran nilai denda sebagaimana dimaksud
dalam Bab XX dapat ditetapkan dengan peraturan
pemerintah.



BAB XXI
KETENTUAN PERALIHAN


Pasal 318
Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, pendidikan dan
pelatihan Pengemudi yang diselenggarakan oleh lembaga
pendidikan dan pelatihan Pengemudi tetap berlangsung
sesuai dengan izin yang diberikan dengan ketentuan dalam
jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun wajib disesuaikan
dengan Undang-Undang ini.
Pasal 319
Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, audit yang
sedang dilaksanakan oleh auditor Pemerintah tetap dijalankan
sampai dengan selesainya audit.



BAB XXII
KETENTUAN PENUTUP


Pasal 320
Peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini harus ditetapkan
paling lama 1 (satu) tahun sejak Undang-Undang ini mulai
berlaku.
Pasal 321
Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan harus dibentuk paling
lama 1 (satu) tahun sejak Undang-Undang ini mulai berlaku.
- 142 -
Agar . . .
Pasal 322
Pusat kendali Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan harus dibentuk paling lama 2 (dua)
tahun sejak Undang-Undang ini mulai berlaku.
Pasal 323
Unit Pengelola Dana Preservasi Jalan harus berfungsi paling
lama 1 (satu) tahun sejak Undang-Undang ini mulai berlaku.
Pasal 324
Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua
peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun
1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3480)
dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau
belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-Undang
ini.
Pasal 325
Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, Undang-Undang
Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992
Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3480) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 326
Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
- 143 -
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya
dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Disahkan di Jakarta
pada tanggal 22 Juni 2009
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Diundangkan di Jakarta
Pada tanggal 22 Juni 2009
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
ANDI MATTALATTA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2009 NOMOR 96
Salinan sesuai dengan aslinya
SEKRETARIAT NEGARA RI
Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan
Bidang Perekonomian dan Industri,
Setio Sapto Nugroho
1) urusan . . .
P E N J E L A S A N
A T A S
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 22 TAHUN 2009
TENTANG
LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
I. UMUM
Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik
Indonesia telah dianugerahi sebagai negara kepulauan yang terdiri atas
beribu pulau, terletak memanjang di garis khatulistiwa, serta di antara
dua benua dan dua samudera, mempunyai posisi dan peranan yang
sangat penting dan strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi,
pemantapan integrasi nasional guna memperkukuh ketahanan nasional,
serta menciptakan ketertiban dunia dan kehidupan berbangsa dan
bernegara dalam rangka memajukan kesejahteraan umum sebagaimana
diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai peran strategis dalam
mendukung pembangunan dan integrasi nasional sebagai bagian dari
upaya memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagai
bagian dari sistem transportasi nasional, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
harus dikembangkan potensi dan perannya untuk mewujudkan
keamanan, kesejahteraan, ketertiban berlalu lintas dan Angkutan Jalan
dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi, otonomi daerah, serta akuntabilitas
penyelenggaraan negara.
Dalam Undang-Undang ini pembinaan bidang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan dilaksanakan secara bersama-sama oleh semua instansi terkait
(stakeholders) sebagai berikut:
- 2 -
Dalam . . .
1) urusan pemerintahan di bidang prasarana Jalan, oleh kementerian
yang bertanggung jawab di bidang Jalan;
2) urusan pemerintahan di bidang sarana dan Prasarana Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan, oleh kementerian yang bertanggung jawab di
bidang sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
3) urusan pemerintahan di bidang pengembangan industri Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan, oleh kementerian yang bertanggung jawab di
bidang industri;
4) urusan pemerintahan di bidang pengembangan teknologi Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan, oleh kementerian yang bertanggung jawab di
bidang teknologi; dan
5) urusan pemerintahan di bidang registrasi dan identifikasi Kendaraan
Bermotor dan Pengemudi, Penegakan Hukum, Operasional
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, serta pendidikan berlalu lintas
oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pembagian kewenangan pembinaan tersebut dimaksudkan agar tugas dan
tanggung jawab setiap pembina bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
terlihat lebih jelas dan transparan sehingga penyelenggaraan Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan dapat terlaksana dengan selamat, aman, tertib,
lancar, dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Terhadap hal-hal yang bersifat teknis operasional, yang semula dalam
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan diatur dalam peraturan pemerintah dan peraturan pelaksanaannya,
dalam Undang-Undang ini telah diatur secara tegas dan terperinci dengan
maksud agar ada kepastian hukum dalam pengaturannya sehingga tidak
memerlukan lagi banyak peraturan pemerintah dan peraturan
pelaksanaannya.
Penajaman formulasi mengenai asas dan tujuan dalam Undang-Undang
ini, selain untuk menciptakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang
aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain,
juga mempunyai tujuan untuk mendorong perekonomian nasional,
mewujudkan kesejahteraan rakyat, persatuan dan kesatuan bangsa, serta
mampu menjunjung tinggi martabat bangsa. Aspek keamanan juga
mendapatkan perhatian yang ditekankan dalam pengaturan Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan. Selain itu, di dalam Undang-Undang ini juga
ditekankan terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa (just
culture) melalui upaya pembinaan, pemberian bimbingan, dan pendidikan
berlalu lintas sejak usia dini serta dilaksanakan melalui program yang
berkesinambungan.
- 3 -
rekonstruksi . . .
Dalam Undang-Undang ini juga disempurnakan terminologi mengenai
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjadi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas lalu lintas, angkutan jalan,
Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan, Kendaraan, Pengemudi, Pengguna Jalan, serta
pengelolaannya.
Dalam rangka mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis global
yang membutuhkan ketangguhan bangsa untuk berkompetisi dalam
persaingan global serta untuk memenuhi tuntutan paradigma baru yang
mendambakan pelayanan Pemerintah yang lebih baik, transparan, dan
akuntabel, di dalam Undang-Undang ini dirumuskan berbagai terobosan
yang visioner dan perubahan yang cukup signifikan jika dibandingkan
dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
Undang-Undang ini berdasar pada semangat bahwa penyelenggaraan Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan yang bersifat lintas sektor harus dilaksanakan
secara terkoordinasi oleh para pembina beserta para pemangku
kepentingan (stakeholders) lainnya. Guna mengatasi permasalahan yang
sangat kompleks, Undang-Undang ini mengamanatkan dibentuknya forum
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tersebut merupakan badan ad hoc
yang berfungsi sebagai wahana untuk menyinergiskan tugas pokok dan
fungsi setiap instansi penyelenggara Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
dalam rangka menganalisis permasalahan, menjembatani, menemukan
solusi, serta meningkatkan kualitas pelayanan, dan bukan sebagai aparat
penegak hukum.
Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tersebut mempunyai tugas
melakukan koordinasi antarinstansi penyelenggara yang memerlukan
keterpaduan dalam merencanakan dan menyelesaikan masalah Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan, sedangkan keanggotaan forum tersebut terdiri
atas unsur pembina, penyelenggara, akademisi, dan masyarakat.
Untuk mempertahankan kelaikan kondisi jalan dan untuk menekan angka
kecelakaan, dalam Undang-Undang ini telah dicantumkan pula dasar
hukum mengenai Dana Preservasi Jalan. Dana Preservasi Jalan hanya
digunakan khusus untuk kegiatan pemeliharaan, rehabilitasi, dan
- 4 -
Untuk . . .
rekonstruksi jalan, yang pengelolaannya dilaksanakan berdasarkan
prinsip berkelanjutan, akuntabilitas, transparansi, keseimbangan, dan
kesesuaian. Dana Preservasi Jalan dikelola oleh Unit Pengelola Dana
Preservasi Jalan yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada
Menteri yang membidangi jalan, yang pelaksanaannya dilakukan sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan.
Dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan industri di bidang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan, dalam Undang-Undang ini ditegaskan bahwa
Pemerintah berkewajiban mendorong industri dalam negeri, antara lain
dengan cara memberikan fasilitas, insentif, dan menerapkan standar
produk peralatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengembangan
industri mencakup pengembangan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan dengan cara dan metode rekayasa, produksi, perakitan, dan
pemeliharaan serta perbaikan.
Untuk menekan angka Kecelakaan Lalu Lintas yang dirasakan sangat
tinggi, upaya ke depan diarahkan pada penanggulangan secara
komprehensif yang mencakup upaya pembinaan, pencegahan,
pengaturan, dan penegakan hukum. Upaya pembinaan tersebut dilakukan
melalui peningkatan intensitas pendidikan berlalu lintas dan penyuluhan
hukum serta pembinaan sumber daya manusia.
Upaya pencegahan dilakukan melalui peningkatan pengawasan kelaikan
jalan, sarana dan prasarana jalan, serta kelaikan Kendaraan, termasuk
pengawasan di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang lebih intensif.
Upaya pengaturan meliputi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas dan
modernisasi sarana dan Prasarana Lalu Lintas. Upaya penegakan hukum
dilaksanakan lebih efektif melalui perumusan ketentuan hukum yang
lebih jelas serta penerapan sanksi yang lebih tegas.
Dalam rangka mewujudkan kesetaraan di bidang pelayanan Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan, Undang-Undang ini mengatur pula perlakuan
khusus bagi penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, wanita
hamil, dan orang sakit. Bentuk perlakuan khusus yang diberikan oleh
Pemerintah berupa pemberian kemudahan sarana dan prasarana fisik
atau nonfisik yang meliputi aksesibilitas, prioritas pelayanan, dan fasilitas
pelayanan.
- 5 -
Dalam . . .
Untuk meningkatkan pelayanan di bidang keamanan, keselamatan,
ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Undang-Undang ini mengatur dan
mengamanatkan adanya Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan yang didukung oleh subsistem yang dibangun oleh
setiap Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang terpadu. Pengelolaan Sistem
Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dilakukan oleh
Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-undangan, sedangkan mengenai operasionalisasi
Sistem Informasi dan Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
dilaksanakan secara terintegrasi melalui pusat kendali dan data.
Undang-Undang ini juga menegaskan keberadaan serta prosedur
pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) untuk
menjamin kelancaran pelayanan administrasi Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan yang meliputi registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan
Pengemudi serta Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan Sumbangan
Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas (SWDKLL).
Dalam rangka memajukan usaha di bidang angkutan umum, Undang-
Undang ini juga mengatur secara terperinci ketentuan teknis operasional
mengenai persyaratan badan usaha angkutan Jalan agar mampu tumbuh
sehat, berkembang, dan kompetitif secara nasional dan internasional.
Selanjutnya, untuk membuka daerah terpencil di seluruh wilayah
Indonesia, Undang-Undang ini tetap menjamin pelayanan angkutan Jalan
perintis dalam upaya peningkatan kegiatan ekonomi.
Untuk menjamin terwujudnya penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan yang memenuhi standar keselamatan dan keamanan, Undang-
Undang ini mengatur persyaratan teknis dan uji berkala kendaraan
bermotor. Setiap jenis Kendaraan Bermotor yang berpotensi menyebabkan
Kecelakaan Lalu Lintas dan menimbulkan pencemaran lingkungan wajib
dilakukan uji berkala.
Untuk memenuhi kebutuhan angkutan publik, dalam norma Undang-
Undang ini juga ditegaskan bahwa tanggung jawab untuk menjamin
tersedianya angkutan umum yang selamat, aman, nyaman, dan
terjangkau menjadi tanggung jawab Pemerintah dan dalam pelaksanaanya
Pemerintah dapat melibatkan swasta.
- 6 -
Undang-Undang . . .
Dalam Undang-Undang ini diatur pula mengenai Manajemen dan
Rekayasa Lalu Lintas dengan tujuan untuk mengoptimalkan penggunaan
jaringan Jalan dan gerakan Lalu Lintas dalam rangka menjamin
keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas tersebut meliputi kegiatan
perencanaan, pengaturan, perekayasaan, pemberdayaan, dan
pengawasan.
Untuk menangani masalah Kecelakaan Lalu Lintas, pencegahan
kecelakaan dilakukan melalui partisipasi para pemangku kepentingan,
pemberdayaan masyarakat, penegakan hukum, dan kemitraan global.
Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas dimaksud, dilakukan dengan pola
penahapan, yaitu program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka
panjang. Selain itu, untuk menyusun program pencegahan kecelakaan
dilakukan oleh forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Berkaitan dengan tugas dan wewenang Penyidik Pegawai Negeri Sipil
(PPNS) bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dalam Undang-Undang ini
diatur bahwa dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya PPNS agar
selalu berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai
koordinator dan pengawas Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Hal ini
dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan serta adanya
kepastian hukum sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundangundangan,
antara lain Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana
(KUHAP).
Dalam Undang-Undang ini, pengaturan dan penerapan sanksi pidana
diatur lebih tegas. Bagi pelanggaran yang sifatnya ringan, dikenakan
sanksi pidana kurungan atau denda yang relatif lebih ringan. Namun,
terhadap pelanggaran berat dan terdapat unsur kesengajaan dikenakan
sanksi pidana yang jauh lebih berat. Hal ini dimaksudkan agar dapat
menimbulkan efek jera bagi pelaku pelanggaran dengan tidak terlalu
membebani masyarakat.
Selain sanksi pidana, dalam Undang-Undang ini juga diatur mengenai
sanksi administratif yang dikenakan bagi perusahaan angkutan berupa
peringatan, pembekuan izin, pencabutan izin, pemberian denda.
Ketentuan mengenai sanksi pidana dan administratif diancamkan pula
kepada pejabat atau penyelenggara Jalan. Di sisi lain, dalam rangka
meningkatkan efektivitas penegakan hukum diterapkan sistem
penghargaan dan hukuman (reward and punishment) berupa pemberian
insentif bagi petugas yang berprestasi.
- 7 -
Huruf d . . .
Undang-Undang ini pada dasarnya diatur secara komprehensif dan
terperinci. Namun, untuk melengkapi secara operasional, diatur ketentuan
secara teknis ke dalam peraturan pemerintah, peraturan Menteri, dan
peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dengan berlakunya Undang-Undang ini, Undang-Undang Nomor 14
Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku. Untuk menghindari kekosongan hukum, semua
peraturan pelaksanaan dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak
bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-
Undang ini.
II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup jelas.
Pasal 2
Huruf a
Yang dimaksud dengan ”asas transparan” adalah keterbukaan
dalam penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada
masyarakat luas dalam memperoleh informasi yang benar, jelas,
dan jujur sehingga masyarakat mempunyai kesempatan
berpartisipasi bagi pengembangan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan.
Huruf b
Yang dimaksud dengan ”asas akuntabel” adalah
penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dapat
dipertanggungjawabkan.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “asas berkelanjutan” adalah
penjaminan kualitas fungsi lingkungan melalui pengaturan
persyaratan teknis laik kendaraan dan rencana umum
pembangunan serta pengembangan Jaringan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
- 8 -
Pasal 6 . . .
Huruf d
Yang dimaksud dengan ”asas partisipatif” adalah pengaturan
peran serta masyarakat dalam proses penyusunan kebijakan,
pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan, penanganan
kecelakaan, dan pelaporan atas peristiwa yang terkait dengan
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Huruf e
Yang dimaksud dengan “asas bermanfaat” adalah semua
kegiatan penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang
dapat memberikan nilai tambah sebesar-besarnya dalam rangka
mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Huruf f
Yang dimaksud dengan “asas efisien dan efektif” adalah
pelayanan dalam penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan yang dilakukan oleh setiap pembina pada jenjang
pemerintahan secara berdaya guna dan berhasil guna.
Huruf g
Yang dimaksud dengan ”asas seimbang” adalah
penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang harus
dilaksanakan atas dasar keseimbangan antara sarana dan
prasarana serta pemenuhan hak dan kewajiban Pengguna Jasa
dan penyelenggara.
Huruf h
Yang dimaksud dengan “asas terpadu” adalah penyelenggaraan
pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dilakukan
dengan mengutamakan keserasian dan kesalingbergantungan
kewenangan dan tanggung jawab antarinstansi pembina.
Huruf i
Yang dimaksud dengan ”asas mandiri” adalah upaya
penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan melalui
pengembangan dan pemberdayaan sumber daya nasional.
Pasal 3
Cukup jelas.
Pasal 4
Cukup jelas.
Pasal 5
Cukup jelas.
- 9 -
Pasal 14 . . .
Pasal 6
Cukup jelas.
Pasal 7
Cukup jelas.
Pasal 8
Cukup jelas.
Pasal 9
Cukup jelas.
Pasal 10
Cukup jelas.
Pasal 11
Cukup jelas.
Pasal 12
Cukup jelas.
Pasal 13
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan”
adalah badan ad hoc yang berfungsi sebagai wahana untuk
menyinergikan tugas pokok dan fungsi setiap instansi
penyelenggara Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam rangka:
a. menganalisis permasalahan;
b. menjembatani, menemukan solusi, dan meningkatkan
kualitas pelayanan; dan
c. bukan sebagai aparat penegak hukum.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
- 10 -
Pasal 22 . . .
Pasal 14
Cukup jelas.
Pasal 15
Cukup jelas.
Pasal 16
Cukup jelas.
Pasal 17
Cukup jelas.
Pasal 18
Cukup jelas.
Pasal 19
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan ”keadaan tertentu” adalah dalam hal
berikut:
a. Lalu Lintas yang membutuhkan Prasarana Jalan adalah
Lalu Lintas dengan muatan sumbu terberat kurang dari 8
(delapan) ton; dan/atau
b. Penyelenggara Jalan belum mampu membiayai penyediaan
Prasarana Jalan untuk Lalu Lintas dengan muatan sumbu
terberat paling berat 8 (delapan) ton.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Pasal 20
Cukup jelas.
Pasal 21
Cukup jelas.
- 11 -
Pasal 36 . . .
Pasal 22
Cukup jelas.
Pasal 23
Cukup jelas.
Pasal 24
Cukup jelas.
Pasal 25
Cukup jelas.
Pasal 26
Cukup jelas.
Pasal 27
Cukup jelas.
Pasal 28
Cukup jelas.
Pasal 29
Cukup jelas.
Pasal 30
Cukup jelas.
Pasal 31
Cukup jelas.
Pasal 32
Cukup jelas.
Pasal 33
Cukup jelas.
Pasal 34
Cukup jelas.
Pasal 35
Cukup jelas.
- 12 -
Pasal 43 . . .
Pasal 36
Cukup jelas.
Pasal 37
Cukup jelas.
Pasal 38
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “fasilitas utama” adalah jalur
keberangkatan, jalur kedatangan, ruang tunggu penumpang,
tempat naik turun penumpang, tempat parkir kendaraan, papan
informasi, kantor pengendali terminal, dan loket.
Yang dimaksud dengan “fasilitas penunjang” antara lain adalah
fasilitas untuk penyandang cacat, fasilitas kesehatan, fasilitas
umum, fasilitas peribadatan, pos kesehatan, pos polisi, dan alat
pemadam kebakaran.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 39
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “lingkungan kerja Terminal” adalah
lingkungan yang berkaitan langsung dengan fasiltas Terminal
dan dibatasi dengan pagar.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan ”penyelenggara Terminal” adalah unit
pelaksana teknis dari Pemerintah Daerah.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 40
Cukup jelas.
Pasal 41
Cukup jelas.
Pasal 42
Cukup jelas.
- 13 -
Ayat (2) . . .
Pasal 43
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “Parkir untuk umum” adalah tempat
untuk memarkir kendaraan dengan dipungut biaya.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Pasal 44
Cukup jelas.
Pasal 45
Ayat (1)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “tempat penyeberangan” dapat
berupa zebra cross dan penyeberangan yang berupa
jembatan atau terowongan.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 46
Cukup jelas.
Pasal 47
Ayat (1)
Cukup jelas.
- 14 -
Ayat (2) . . .
Ayat (2)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “mobil penumpang” adalah
Kendaraan Bermotor angkutan orang yang memiliki tempat
duduk maksimal 8 (delapan) orang, termasuk untuk
Pengemudi atau yang beratnya tidak lebih dari 3.500 (tiga
ribu lima ratus) kilogram.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “mobil bus” adalah Kendaraan
Bermotor angkutan orang yang memiliki tempat duduk
lebih dari 8 (delapan) orang, termasuk untuk Pengemudi
atau yang beratnya lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus)
kilogram.
Huruf d
Yang dimaksud dengan “mobil barang” adalah Kendaraan
Bermotor yang digunakan untuk angkutan barang.
Huruf e
Yang dimaksud dengan “kendaraan khusus” adalah
Kendaraan Bermotor yang dirancang khusus yang memiliki
fungsi dan rancang bangun tertentu, antara lain:
a. Kendaraan Bermotor Tentara Nasional Indonesia;
b. Kendaraan Bermotor Kepolisian Negara Republik
Indonesia;
c. alat berat antara lain bulldozer, traktor, mesin gilas
(stoomwaltz), forklift, loader, excavator, dan crane; serta
d. Kendaraan khusus penyandang cacat.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Pasal 48
Ayat (1)
Cukup jelas.
- 15 -
Huruf c . . .
Ayat (2)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “susunan” terdiri atas:
a. rangka landasan;
b. motor penggerak;
c. sistem pembuangan;
d. sistem penerus daya;
e. sistem roda-roda;
f. sistem suspensi;
g. sistem alat kemudi;
h. sistem rem;
i. sistem lampu dan alat pemantul cahaya, terdiri atas:
1. lampu utama dekat, warna putih, atau kuning
muda;
2. lampu utama jauh, warna putih, atau kuning muda;
3. lampu penunjuk arah, warna kuning tua dengan
sinar kelap-kelip;
4. lampu rem, warna merah;
5. lampu posisi depan, warna putih atau kuning muda;
6. lampu posisi belakang, warna merah; dan
7. lampu mundur, warna putih atau kuning muda;
j. komponen pendukung, yang terdiri atas:
1. pengukur kecepatan (speedometer);
2. kaca spion;
3. penghapus kaca kecuali sepeda motor;
4. klakson;
5. spakbor; dan
6. bumper kecuali sepeda motor.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “perlengkapan” terdiri atas:
a. sabuk keselamatan;
b. ban cadangan;
c. segitiga pengaman;
d. dongkrak;
e. pembuka roda;
f. helm dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi
Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih, yang
tidak memiliki rumah-rumah; dan
g. peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan.
- 16 -
Ayat (3) . . .
Huruf c
Yang dimaksud dengan “ukuran” adalah dimensi utama
Kendaraan Bermotor, antara lain panjang, lebar, tinggi,
julur depan (front over hang), julur belakang (rear over
hang), dan sudut pergi (departure angle).
Huruf d
Yang dimaksud dengan “karoseri” adalah badan kendaraan,
antara lain kaca-kaca, pintu, engsel, tempat duduk, tempat
pemasangan tanda nomor Kendaraan Bermotor, tempat
keluar darurat (khusus mobil bus), tangga (khusus mobil
bus), dan perisai kolong (khusus mobil barang).
Huruf e
Yang dimaksud dengan “rancangan teknis kendaraan
sesuai dengan peruntukannya” adalah rancangan yang
sesuai dengan fungsi:
a. kendaraan bermotor untuk mengangkut orang; atau
b. kendaraan bermotor untuk mengangkut barang.
Huruf f
Yang dimaksud dengan “pemuatan” adalah tata cara untuk
memuat orang dan/atau barang.
Huruf g
Yang dimaksud dengan “penggunaan” adalah cara
menggunakan Kendaraan Bermotor sesuai dengan
peruntukannya.
Huruf h
Yang dimaksud dengan ”penggandengan Kendaraan
Bermotor” adalah cara menggandengkan Kendaraan
Bermotor dengan menggunakan alat perangkai.
Huruf i
Yang dimaksud dengan “penempelan Kendaraan Bermotor”
adalah cara menempelkan Kendaraan Bermotor dengan:
a. menggunakan alat perangkai;
b. menggunakan roda kelima yang dilengkapi dengan alat
pengunci; dan
c. dilengkapi kaki-kaki penopang.
- 17 -
Pasal 55 . . .
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Pasal 49
Cukup jelas.
Pasal 50
Cukup jelas.
Pasal 51
Cukup jelas.
Pasal 52
Cukup jelas.
Pasal 53
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “izin dari Pemerintah” adalah izin
dari kementerian negara yang membidangi sarana dan
Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berdasarkan
rekomendasi dari kementerian yang membidangi industri,
dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Huruf c
Cukup jelas.
Pasal 54
Cukup jelas.
- 18 -
Pasal 60 . . .
Pasal 55
Cukup jelas.
Pasal 56
Cukup jelas.
Pasal 57
Cukup jelas.
Pasal 58
Yang dimaksud dengan “perlengkapan yang dapat mengganggu
keselamatan berlalu lintas” adalah pemasangan peralatan,
perlengkapan, atau benda lain pada Kendaraan yang dapat
membahayakan keselamatan lalu lintas, antara lain pemasangan
bumper tanduk dan lampu menyilaukan.
Pasal 59
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah
Kendaraan yang karena sifat dan fungsinya diberi lampu isyarat
berwarna merah atau biru sebagai tanda memiliki hak utama
untuk kelancaran dan lampu isyarat berwarna kuning sebagai
tanda yang memerlukan perhatian khusus dari Pengguna Jalan
untuk keselamatan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan “Kendaraan Bermotor yang memiliki hak
utama” adalah Kendaraan Bermotor yang mendapat prioritas
dan wajib didahulukan dari Pengguna Jalan lain.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Ayat (6)
Cukup jelas.
Ayat (7)
Cukup jelas.
- 19 -
Ayat (2) . . .
Pasal 60
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan ”mempunyai kualitas tertentu” adalah
bengkel umum yang mampu melakukan jenis pekerjaan
perawatan berkala, perbaikan kecil, perbaikan besar, serta
perbaikan sasis dan bodi.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Ayat (6)
Cukup jelas.
Pasal 61
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan “dimensi” adalah ukuran muatan yang
didasarkan pada panjang, lebar, dan tinggi bak kendaraan yang
memenuhi persyaratan keselamatan Kendaraan, Pengemudi,
dan Pengguna Jalan lain.
Yang dimaksud dengan “berat” adalah beban yang sesuai
dengan kemampuan penarik atau pendorong, kemampuan rem,
dan daya dukung sumbu roda sesuai dengan daya dukung
Jalan.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Pasal 62
Ayat (1)
Cukup jelas.
- 20 -
e. memindahkan . . .
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “fasilitas pendukung” antara lain berupa
lajur khusus sepeda, fasilitas menyeberang khusus dan/atau
bersamaan dengan Pejalan Kaki.
Pasal 63
Cukup jelas.
Pasal 64
Cukup jelas.
Pasal 65
Cukup jelas.
Pasal 66
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “cek fisik Kendaraan Bermotor” adalah
cek fisik yang disesuaikan dengan dokumen hasil uji tipe dan
dokumen pendukung lain.
Pasal 67
Cukup jelas.
Pasal 68
Cukup jelas.
Pasal 69
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” meliputi:
a. memindahkan kendaraan dari tempat penjual, distributor,
atau pabrikan ke tempat tertentu untuk mengganti atau
melengkapi komponen penting dari Kendaraan yang
bersangkutan atau ke tempat pendaftaran Kendaraan
Bermotor;
b. memindahkan dari satu tempat penyimpanan di suatu pabrik
ke tempat penyimpanan di pabrik lain;
c. mencoba Kendaraan Bermotor baru sebelum kendaraan
tersebut dijual;
d. mencoba Kendaraan Bermotor yang sedang dalam taraf
penelitian; atau
- 21 -
Ayat (2) . . .
e. memindahkan Kendaraan Bermotor dari tempat penjual ke
tempat pembeli.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 70
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “pengesahan setiap tahun” adalah
sebagai pengawasan tahunan terhadap registrasi dan identifikasi
Kendaraan Bermotor serta menumbuhkan kepatuhan wajib
pajak Kendaraan Bermotor.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 71
Ayat (1)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “bukti registrasi hilang atau rusak”
adalah kehilangan atau kerusakan Buku Pemilik Kendaraan
Bermotor, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, dan/atau
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “spesifikasi teknis Kendaraan
Bermotor diubah” adalah perubahan yang terjadi pada
spesifikasi teknis Kendaraan Bermotor, antara lain perubahan
mesin penggerak, perubahan karoseri, dan modifikasi.
Yang dimaksud dengan “fungsi Kendaraan Bermotor diubah”
adalah terjadinya perubahan fungsi Kendaraan Bermotor
Umum menjadi Kendaraan Bermotor perseorangan atau
sebaliknya.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “beralih” adalah Kendaraan Bermotor
yang telah dijual atau dihibahkan.
Huruf d
Cukup jelas.
- 22 -
Huruf b . . .
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 72
Cukup jelas.
Pasal 73
Cukup jelas.
Pasal 74
Cukup jelas.
Pasal 75
Cukup jelas.
Pasal 76
Cukup jelas.
Pasal 77
Cukup jelas.
Pasal 78
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Yang dimaksud dengan “akreditasi” mencakup kelembagaan,
instruktur, kurikulum, kendaraan, pelatihan, dan sarana lain.
Pasal 79
Cukup jelas.
Pasal 80
Huruf a
Cukup jelas.
- 23 -
Angka 5 . . .
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “Kendaraan alat berat” antara lain
traktor, stoomwaltz, forklift, loader, excavator, buldozer, dan
crane.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Cukup jelas.
Pasal 81
Cukup jelas.
Pasal 82
Cukup jelas.
Pasal 83
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Angka 1
Yang dimaksud dengan “tempat tertentu lainnya”
antara lain, Halte, pusat distribusi barang, pusat
pemerintahan, pusat pendidikan, dan pusat
perekonomian.
Angka 2
Cukup jelas.
Angka 3
Cukup jelas.
Angka 4
Cukup jelas.
- 24 -
Pasal 92 . . .
Angka 5
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Pasal 84
Cukup jelas.
Pasal 85
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “Surat Izin Mengemudi bentuk lain”
adalah Surat Izin Mengemudi yang bentuknya disesuaikan
dengan perkembangan teknologi.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Pasal 86
Cukup jelas.
Pasal 87
Cukup jelas.
Pasal 88
Cukup jelas.
Pasal 89
Cukup jelas.
Pasal 90
Cukup jelas.
Pasal 91
Cukup jelas.
- 25 -
Ayat (3) . . .
Pasal 92
Cukup jelas.
Pasal 93
Cukup jelas.
Pasal 94
Ayat (1)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Cukup jelas.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Cukup jelas.
Huruf f
Cukup jelas.
Huruf g
Cukup jelas.
Huruf h
Yang dimaksud dengan ”tingkat pelayanan” adalah ukuran
kuantitatif (rasio volume per kapasitas) dan kualitatif yang
menggambarkan kondisi operasional, seperti kecepatan,
waktu perjalanan, kebebasan bergerak, keamanan,
keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam arus Lalu
Lintas serta penilaian Pengemudi terhadap kondisi arus
Lalu Lintas.
Huruf i
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
- 26 -
Pasal 98 . . .
Ayat (3)
Huruf a
Yang dimaksud dengan ”perbaikan geometrik ruas jalan”
adalah perbaikan terhadap bentuk dan dimensi jalan,
antara lain radius, kemiringan, alinyemen (alignment), lebar,
dan kanalisasi.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Pasal 95
Cukup jelas.
Pasal 96
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Ayat (6)
Yang dimaksud dengan “jalan kota” adalah seluruh Jaringan
Jalan yang berada dalam wilayah administratif kota, kecuali
jalan nasional dan jalan provinsi.
Pasal 97
Cukup jelas.
- 27 -
Ayat (3) . . .
Pasal 98
Cukup jelas.
Pasal 99
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “pembangunan pusat kegiatan,
permukiman, dan infrastruktur” adalah pembangunan baru,
perubahan penggunaan lahan, perubahan intensitas tata guna
lahan dan/atau perluasan lantai bangunan dan/atau perubahan
intensitas penggunaan, perubahan kerapatan guna lahan
tertentu, penggunaan lahan tertentu, antara lain Terminal,
Parkir untuk umum di luar Ruang Milik Jalan, tempat pengisian
bahan bakar minyak, dan fasilitas umum lain.
Analisis dampak lalu lintas dalam implementasinya dapat
diintegrasikan dengan analisis mengenai dampak lingkungan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 100
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “instansi terkait di bidang Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan” adalah instansi yang membidangi Jalan,
instansi yang membidangi sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pasal 101
Cukup jelas.
Pasal 102
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) hari adalah
waktu yang disediakan untuk memberikan informasi kepada
Pengguna Jalan.
- 28 -
Pasal 106 . . .
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 103
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan “marka kotak kuning” adalah Marka
Jalan berbentuk segi empat berwarna kuning yang berfungsi
untuk melarang Kendaraan berhenti di suatu area.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Pasal 104
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan ”keadaan tertentu” adalah keadaan
sistem Lalu Lintas tidak berfungsi untuk Kelancaran Lalu Lintas
yang disebabkan, antara lain, oleh:
a. perubahan Lalu Lintas secara tiba-tiba atau situasional;
b. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas tidak berfungsi;
c. adanya Pengguna Jalan yang diprioritaskan;
d. adanya pekerjaan jalan;
e. adanya bencana alam; dan/atau
f. adanya Kecelakaan Lalu Lintas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Pasal 105
Cukup jelas.
- 29 -
Pasal 107 . . .
Pasal 106
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang
yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh
perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah,
mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau
video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman
yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga
memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Cukup jelas.
Huruf d
Yang dimaksud dengan “tanda bukti lain yang sah” adalah
surat tanda bukti penyitaan sebagai pengganti Surat Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor, atau Surat Tanda Coba
Kendaraan Bermotor, Surat Izin Mengemudi, dan kartu uji
berkala.
Ayat (6)
Cukup jelas.
Ayat (7)
Cukup jelas.
Ayat (8)
Cukup jelas.
Ayat (9)
Cukup jelas.
- 30 -
Pasal 116 . . .
Pasal 107
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “kondisi tertentu” adalah kondisi jarak
pandang terbatas karena gelap, hujan lebat, terowongan, dan
kabut.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 108
Cukup jelas.
Pasal 109
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “keadaan tertentu” adalah jika lajur
sebelah kanan atau paling kanan dalam keadaan macet, antara
lain akibat Kecelakaan Lalu Lintas, pohon tumbang, jalan
berlubang, genangan air, Kendaraan mogok, antrean mengubah
arah, atau Kendaraan bermaksud berbelok kiri.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 110
Cukup jelas.
Pasal 111
Cukup jelas.
Pasal 112
Cukup jelas.
Pasal 113
Cukup jelas.
Pasal 114
Cukup jelas.
Pasal 115
Cukup jelas.
- 31 -
Pasal 121 . . .
Pasal 116
Cukup jelas.
Pasal 117
Cukup jelas.
Pasal 118
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “tempat tertentu yang dapat
membahayakan” adalah:
a. tempat penyeberangan Pejalan Kaki atau tempat
penyeberangan sepeda yang telah ditentukan;
b. jalur khusus Pejalan Kaki;
c. tikungan;
d. di atas jembatan;
e. tempat yang mendekati perlintasan sebidang dan
persimpangan;
f. di muka pintu keluar masuk pekarangan;
g. tempat yang dapat menutupi Rambu Lalu Lintas atau Alat
Pemberi Isyarat Lalu Lintas; atau
h. berdekatan dengan keran pemadam kebakaran atau sumber
air untuk pemadam kebakaran.
Huruf c
Cukup jelas.
Pasal 119
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “isyarat tanda berhenti” dapat berupa
peralatan elektronik atau mekanik yang menunjukkan isyarat
dengan tulisan berhenti.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 120
Cukup jelas.
- 32 -
Pasal 128 . . .
Pasal 121
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “isyarat lain” antara lain lampu darurat
dan senter.
Yang dimaksud dengan “keadaan darurat” adalah Kendaraan
dalam keadaan mogok, Kecelakaan Lalu Lintas, dan mengganti
ban.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 122
Cukup jelas.
Pasal 123
Cukup jelas.
Pasal 124
Cukup jelas.
Pasal 125
Yang dimaksud dengan “jaringan Jalan” adalah satu kesatuan
jaringan yang terdiri atas sistem jaringan primer dan sistem jaringan
Jalan sekunder yang terjalin dalam hubungan hierarkis.
Pasal 126
Cukup jelas.
Pasal 127
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “penyelenggaraan kegiatan di luar
fungsinya” antara lain:
a. kegiatan keagamaan;
b. kegiatan kenegaraan;
c. kegiatan olahraga; dan/atau
d. kegiatan budaya.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan “kepentingan pribadi” antara lain untuk
pesta perkawinan, kematian, atau kegiatan lain.
- 33 -
Huruf b . . .
Pasal 128
Cukup jelas.
Pasal 129
Cukup jelas.
Pasal 130
Cukup jelas.
Pasal 131
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “fasilitas lain” antara lain lampu yang
ada tandanya bagi Pejalan Kaki.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 132
Cukup jelas.
Pasal 133
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan “retribusi pengendalian Lalu Lintas”
adalah dana yang dipungut dari Pengguna Jalan yang akan
memasuki ruas jalan atau kawasan yang telah ditetapkan.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Pasal 134
Huruf a
Cukup jelas.
- 34 -
Huruf c . . .
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Cukup jelas.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Cukup jelas.
Huruf f
Cukup jelas.
Huruf g
Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah
kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara
lain, Kendaraan untuk penanganan ancaman bom,
Kendaraan pengangkut pasukan, Kendaraan untuk
penanganan huru-hara, dan Kendaraan untuk penanganan
bencana alam.
Pasal 135
Cukup jelas.
Pasal 136
Cukup jelas.
Pasal 137
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Cukup jelas.
- 35 -
Huruf d . . .
Huruf c
Yang dimaksud dengan “kepentingan lain” adalah
kepentingan yang dilakukan untuk mengatasi
permasalahan keamanan, sosial, dan keadaan darurat yang
disebabkan tidak dapat menggunakan mobil penumpang
atau mobil bus.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Pasal 138
Cukup jelas.
Pasal 139
Cukup jelas.
Pasal 140
Yang dimaksud dengan “trayek” adalah lintasan Kendaraan Bermotor
Umum untuk pelayanan jasa angkutan, yang mempunyai asal dan
tujuan perjalanan tetap, serta lintasan tetap, baik berjadwal maupun
tidak berjadwal.
Pasal 141
Cukup jelas.
Pasal 142
Huruf a
Yang dimaksud dengan ”angkutan lintas batas negara” adalah
angkutan dari satu kota ke kota lain yang melewati lintas batas
negara dengan menggunakan mobil bus umum yang terikat
dalam trayek.
Huruf b
Yang dimaksud dengan ”angkutan antarkota antarprovinsi”
adalah angkutan dari satu kota ke kota lain yang melalui daerah
kabupaten/kota yang melewati satu daerah provinsi yang terikat
dalam trayek.
Huruf c
Yang dimaksud dengan ”angkutan antarkota dalam provinsi”
adalah angkutan dari satu kota ke kota lain antardaerah
kabupaten/kota dalam satu daerah provinsi yang terikat dalam
trayek.
- 36 -
Pasal 149 . . .
Huruf d
Yang dimaksud dengan ”angkutan perkotaan” adalah angkutan
dari satu tempat ke tempat lain dalam kawasan perkotaan yang
terikat dalam trayek.
Kawasan perkotaan yang dimaksud berupa:
a. kota sebagai daerah otonom;
b. bagian daerah kabupaten yang memiliki ciri perkotaan; atau
c. kawasan yang berada dalam bagian dari dua atau lebih
daerah yang berbatasan langsung dan memiliki ciri
perkotaan.
Huruf e
Yang dimaksud dengan “angkutan perdesaan” adalah angkutan
dari satu tempat ke tempat lain dalam satu daerah kabupaten
yang tidak bersinggungan dengan trayek angkutan perkotaan.
Pasal 143
Cukup jelas.
Pasal 144
Cukup jelas.
Pasal 145
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “instansi terkait” adalah instansi
pembina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Pasal 146
Cukup jelas.
Pasal 147
Cukup jelas.
Pasal 148
Cukup jelas.
- 37 -
Pasal 156 . . .
Pasal 149
Cukup jelas.
Pasal 150
Cukup jelas.
Pasal 151
Cukup jelas.
Pasal 152
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “dari pintu ke pintu” adalah pelayanan
taksi dari tempat asal ke tempat tujuan (door to door).
Yang dimaksud dengan “wilayah operasi” adalah kawasan
tempat angkutan taksi beroperasi berdasarkan izin yang
diberikan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 153
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “keperluan lain” adalah angkutan yang
digunakan untuk karyawan dan keperluan sosial, antara lain,
melayat, olahraga, dan hajatan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 154
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “tanda khusus” antara lain adalah
tulisan pariwisata dan nama perusahaan.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 155
Cukup jelas.
- 38 -
Huruf b . . .
Pasal 156
Cukup jelas.
Pasal 157
Cukup jelas.
Pasal 158
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “angkutan massal berbasis Jalan”
adalah suatu sistem angkutan yang menggunakan mobil bus
dengan lajur khusus yang terproteksi sehingga memungkinkan
peningkatan kapasitas angkut yang bersifat massal.
Yang dimaksud dengan “kawasan perkotaan” adalah kawasan
perkotaan megapolitan, kawasan metropolitan, dan kawasan
perkotaan besar sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
Ayat (2)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “lajur khusus” adalah lajur yang
disediakan untuk angkutan massal berbasis jalan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “tidak berimpitan” adalah trayek
angkutan umum memiliki kesamaan dengan trayek
angkutan massal sehingga memungkinkan timbulnya
persaingan yang tidak sehat.
Huruf d
Yang dimaksud dengan “angkutan pengumpan (feeder)”
adalah angkutan umum dengan trayek yang berkelanjutan
dengan trayek angkutan massal.
Pasal 159
Cukup jelas.
Pasal 160
Huruf a
Yang dimaksud dengan “angkutan barang umum” adalah
angkutan barang pada umumnya, yaitu barang yang tidak
berbahaya dan tidak memerlukan sarana khusus.
- 39 -
Pasal 166 . . .
Huruf b
Yang dimaksud dengan “angkutan barang khusus” adalah
angkutan yang membutuhkan mobil barang yang dirancang
khusus untuk mengangkut benda yang berbentuk curah, cair,
dan gas, peti kemas, tumbuhan, hewan hidup, dan alat berat
serta membawa barang berbahaya, antara lain:
a. barang yang mudah meledak;
b. gas mampat, gas cair, gas terlarut pada tekanan atau
temperatur tertentu;
c. cairan mudah menyala;
d. padatan mudah menyala;
e. bahan penghasil oksidan;
f. racun dan bahan yang mudah menular;
g. barang yang bersifat radioaktif; dan
h. barang yang bersifat korosif.
Pasal 161
Cukup jelas.
Pasal 162
Cukup jelas.
Pasal 163
Cukup jelas.
Pasal 164
Cukup jelas.
Pasal 165
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “angkutan multimoda” adalah angkutan
barang dengan menggunakan paling sedikit 2 (dua) moda
angkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kontrak yang
menggunakan dokumen angkutan multimoda dari 1 (satu)
tempat penerimaan barang oleh operator angkutan multimoda
ke suatu tempat yang ditentukan untuk penyerahan barang
tersebut.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
- 40 -
Pasal 169 . . .
Pasal 166
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “tiket Penumpang” adalah dokumen
yang memuat informasi paling sedikit:
a. nomor, tempat duduk, dan tanggal penerbitan;
b. nama Penumpang dan nama pengangkut;
c. tempat, tanggal, dan waktu pemberangkatan serta
tujuan perjalanan;
d. nomor pemberangkatan; dan
e. pernyataan bahwa pengangkut tunduk pada ketentuan
dalam Undang-Undang ini.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “tanda pengenal bagasi” adalah
tanda yang paling sedikit memuat informasi tentang:
a. nomor tanda pengenal bagasi;
b. kode tempat keberangkatan dan tempat tujuan; dan
c. berat bagasi.
Huruf c
Cukup jelas.
Ayat (3)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “surat perjanjian pengangkutan
barang” adalah bukti pembayaran sah antara pengangkut
barang dan pengirim barang.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “surat muatan barang” adalah surat
yang menerangkan jenis dan jumlah barang serta asal dan
tujuan pengiriman. Pengangkutan barang dengan surat
muatan barang tidak termasuk angkutan untuk barang
pribadi.
Pasal 167
Cukup jelas.
Pasal 168
Cukup jelas.
- 41 -
Pasal 178 . . .
Pasal 169
Cukup jelas.
Pasal 170
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “lokasi tertentu” adalah tempat
pengawasan angkutan barang yang dilakukan secara efektif dan
efisien.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Pasal 171
Cukup jelas.
Pasal 172
Cukup jelas.
Pasal 173
Cukup jelas.
Pasal 174
Cukup jelas.
Pasal 175
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan ”jangka waktu tertentu” adalah masa
berlaku izin penyelenggaraan angkutan umum.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 176
Cukup jelas.
Pasal 177
Cukup jelas.
- 42 -
Pasal 191 . . .
Pasal 178
Cukup jelas.
Pasal 179
Cukup jelas.
Pasal 180
Cukup jelas.
Pasal 181
Cukup jelas.
Pasal 182
Cukup jelas.
Pasal 183
Cukup jelas.
Pasal 184
Cukup jelas.
Pasal 185
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “trayek tertentu” adalah trayek angkutan
penumpang umum orang yang secara finansial belum
menguntungkan, termasuk trayek angkutan perintis.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 186
Cukup jelas.
Pasal 187
Cukup jelas.
Pasal 188
Cukup jelas.
Pasal 189
Cukup jelas.
Pasal 190
Cukup jelas.
- 43 -
Ayat (3) . . .
Pasal 191
Cukup jelas.
Pasal 192
Cukup jelas.
Pasal 193
Cukup jelas.
Pasal 194
Cukup jelas.
Pasal 195
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “memungut biaya tambahan” adalah
pengenaan biaya tambahan di luar biaya yang telah disepakati
oleh pengirim atau penerima barang kepada Perusahaan
Angkutan Umum karena adanya biaya penyimpanan barang
sebagai akibat keterlambatan pengambilan barang.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 196
Cukup jelas.
Pasal 197
Cukup jelas.
Pasal 198
Cukup jelas.
Pasal 199
Cukup jelas.
Pasal 200
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
- 44 -
Pasal 201 . . .
Ayat (3)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “program nasional Keamanan Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan” antara lain:
a. Polisi Sahabat Anak;
b. Cara Aman ke Sekolah;
c. Patroli Keamanan Sekolah;
d. Pramuka Saka Bhayangkara Krida Lalu Lintas;
e. Kemitraan Lalu Lintas; dan
f. Pedoman Sistem Keamanan bagi Perusahaan Angkutan
Umum.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “fasilitas dan perlengkapan
Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan” antara lain:
a. pusat manajeman Lalu Lintas (traffic management
centre);
b. pusat komunikasi dan sambungan langsung (call centre
and hotline);
c. sirkuit televisi terbatas (closed circuit television);
d. alat pemberi isyarat terjadinya bahaya;
e. Pos Polisi;
f. sarana peraga; dan
g. tombol untuk pemberitahuan keadaan panik (panic
button);
Huruf c
Yang dimaksud dengan “pelaksanaan pendidikan dan
pelatihan” antara lain:
a. cara aman dan selamat ke sekolah; dan
b. cara aman dan selamat berkendara.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Cukup jelas.
Huruf f
Cukup jelas.
Huruf g
Cukup jelas.
Huruf h
Cukup jelas.
- 45 -
Pasal 204 . . .
Pasal 201
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “alat pemberi informasi” adalah
perangkat elektronik yang berisi informasi dan komunikasi
dengan menggunakan isyarat, gelombang radio, dan/atau
gelombang satelit untuk memberikan informasi dan komunikasi
terjadinya tindak pidana, antara lain lampu isyarat, alat
pelacakan, dan alat petunjuk posisi geografis (global positioning
system).
Pasal 202
Cukup jelas.
Pasal 203
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “program nasional Keselamatan
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan” antara lain:
a. Polisi Mitra Kampus (Police Goes to Campus);
b. Cara Berkendara dengan Selamat (Safety Riding);
c. Forum Lalu Lintas (Traffic Board);
d. Kampanye Keselamatan Lalu Lintas;
e. Taman Lalu Lintas;
f. Sekolah Mengemudi; dan
g. Kemitraan Global Keselamatan Lalu Lintas (Global Road
Safety Partnership).
Huruf b
Yang dimaksud dengan “fasilitas dan perlengkapan
Keselamatan Lalu Lintas” antara lain alat pemantau
kecepatan dan alat pemantau kemacetan.
Huruf c
Cukup jelas.
Huruf d
Cukup jelas.
- 46 -
Pasal 218 . . .
Pasal 204
Cukup jelas.
Pasal 205
Cukup jelas.
Pasal 206
Cukup jelas.
Pasal 207
Cukup jelas.
Pasal 208
Cukup jelas.
Pasal 209
Cukup jelas.
Pasal 210
Cukup jelas.
Pasal 211
Cukup jelas.
Pasal 212
Cukup jelas.
Pasal 213
Cukup jelas.
Pasal 214
Cukup jelas.
Pasal 215
Cukup jelas.
Pasal 216
Cukup jelas.
Pasal 217
Cukup jelas.
- 47 -
Pasal 225 . . .
Pasal 218
Cukup jelas.
Pasal 219
Cukup jelas.
Pasal 220
Ayat (1)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “badan hukum” adalah badan
(perkumpulan dan sebagainya) yang dalam hukum diakui
sebagai subjek hukum yang dapat dilekatkan hak dan
kewajiban hukum, seperti perseroan, yayasan, dan
lembaga.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 221
Cukup jelas.
Pasal 222
Cukup jelas.
Pasal 223
Cukup jelas.
Pasal 224
Cukup jelas.
- 48 -
Ayat (3) . . .
Pasal 225
Cukup jelas.
Pasal 226
Cukup jelas.
Pasal 227
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “menolong korban” adalah upaya yang
dilakukan untuk membantu meringankan beban penderitaan
korban akibat Kecelakaan Lalu Lintas, antara lain memberikan
pertolongan pertama di tempat kejadian dan membawa korban
ke rumah sakit.
Huruf c
Cukup jelas.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Cukup jelas.
Huruf f
Cukup jelas.
Huruf g
Cukup jelas.
Pasal 228
Cukup jelas.
Pasal 229
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
- 49 -
Pasal 234 . . .
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan “luka ringan” adalah luka yang
mengakibatkan korban menderita sakit yang tidak memerlukan
perawatan inap di rumah sakit atau selain yang di klasifikasikan
dalam luka berat.
Ayat (4)
Yang dimaksud dengan “luka berat” adalah luka yang
mengakibatkan korban:
a. jatuh sakit dan tidak ada harapan sembuh sama sekali atau
menimbulkan bahaya maut;
b. tidak mampu terus-menerus untuk menjalankan tugas
jabatan atau pekerjaan;
c. kehilangan salah satu pancaindra;
d. menderita cacat berat atau lumpuh;
e. terganggu daya pikir selama 4 (empat) minggu lebih;
f. gugur atau matinya kandungan seorang perempuan; atau
g. luka yang membutuhkan perawatan di rumah sakit lebih
dari 30 (tiga puluh) hari.
Ayat (5)
Cukup jelas.
Pasal 230
Cukup jelas.
Pasal 231
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “keadaan memaksa” adalah situasi di
lingkungan lokasi kecelakaan yang dapat mengancam
keselamatan diri Pengemudi, terutama dari amukan massa dan
kondisi Pengemudi yang tidak berdaya untuk memberikan
pertolongan.
Pasal 232
Cukup jelas.
Pasal 233
Cukup jelas.
- 50 -
Pasal 238 . . .
Pasal 234
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “bertanggung jawab” adalah
pertanggungjawaban disesuaikan dengan tingkat kesalahan
akibat kelalaian.
Yang dimaksud dengan “pihak ketiga” adalah :
a. orang yang berada di luar Kendaraan Bermotor; atau
b. instansi yang bertanggung jawab di bidang Jalan serta
sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “keadaan memaksa” termasuk
keadaan yang secara teknis tidak mungkin dielakkan oleh
Pengemudi, seperti gerakan orang dan/atau hewan secara
tiba-tiba.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Cukup jelas.
Pasal 235
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan membantu berupa biaya pengobatan
adalah bantuan biaya yang diberikan kepada korban, termasuk
pengobatan dan perawatan atas dasar kemanusiaan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 236
Cukup jelas.
Pasal 237
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “awak kendaraan” adalah Pengemudi,
Pengemudi cadangan, kondektur, dan pembantu Pengemudi.
- 51 -
Ayat (3) . . .
Pasal 238
Cukup jelas.
Pasal 239
Cukup jelas.
Pasal 240
Cukup jelas.
Pasal 241
Cukup jelas.
Pasal 242
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “perlakuan khusus” adalah pemberian
kemudahan berupa sarana dan prasarana fisik dan nonfisik
yang bersifat umum serta informasi yang diperlukan bagi
penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, wanita
hamil, dan orang sakit untuk memperoleh kesetaraan
kesempatan.
Ayat (2)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Yang dimaksud dengan “prioritas pelayanan” adalah
pengutamaan pemberian pelayanan khusus.
Huruf c
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 243
Cukup jelas.
Pasal 244
Cukup jelas.
Pasal 245
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
- 52 -
Pasal 246 . . .
Ayat (3)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “bidang prasarana Jalan” antara
lain informasi tentang:
1. jaringan Jalan;
2. kondisi Jalan dan jembatan;
3. tingkat pelayanan Jalan dan jembatan;
4. bangunan pelengkap;
5. pemeliharaan Jalan; dan
6. pembangunan Jalan;
Huruf b
Yang dimaksud dengan “bidang sarana dan Prasarana Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan” antara lain informasi tentang:
1. jaringan angkutan;
2. Terminal;
3. izin trayek;
4. perlengkapan jalan;
5. aturan perintah dan larangan;
6. pengujian Kendaraan Bermotor;
7. alat penimbang Kendaraan Bermotor; dan
8. fasilitas pendukung.
Huruf c
Yang dimaksud dengan “bidang registrasi dan identifikasi
Kendaraan Bermotor dan Pengemudi, Penegakan Hukum,
Operasional Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, serta
pendidikan berlalu lintas” antara lain informasi tentang:
1. registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor;
2. Kecelakaan Lalu Lintas;
3. pelanggaran Lalu Lintas;
4. situasi dan kondisi Lalu Lintas;
5. administrasi manunggal satu atap;
6. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas kepolisian;
7. manajemen operasional lalu lintas kepolisian;
8. pendidikan berlalu lintas; dan
9. pelayanan, pelaporan, dan pengaduan masyarakat.
Yang dimaksud dengan “manajemen operasional” adalah
pengelolaan pergerakan dalam sistem Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan, antara lain pengaturan, penjagaan,
pengawalan, patroli, kendali, koordinasi, komunikasi, dan
informasi di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
- 53 -
Pasal 252 . . .
Pasal 246
Cukup jelas.
Pasal 247
Cukup jelas.
Pasal 248
Cukup jelas.
Pasal 249
Ayat(1)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Cukup jelas.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Yang dimaksud dengan “pusat pelayanan masyarakat”
adalah wadah yang berfungsi sebagai penyedia informasi
dan sarana berkomunikasi masyarakat di bidang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
Huruf f
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 250
Cukup jelas.
Pasal 251
Cukup jelas.
- 54 -
Ayat (2) . . .
Pasal 252
Cukup jelas.
Pasal 253
Cukup jelas.
Pasal 254
Cukup jelas.
Pasal 255
Cukup jelas.
Pasal 256
Cukup jelas.
Pasal 257
Cukup jelas.
Pasal 258
Cukup jelas.
Pasal 259
Cukup jelas.
Pasal 260
Cukup jelas.
Pasal 261
Cukup jelas.
Pasal 262
Cukup jelas.
Pasal 263
Cukup jelas.
Pasal 264
Cukup jelas.
Pasal 265
Ayat (1)
Cukup jelas.
- 55 -
Pasal 269 . . .
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “berkala” adalah pemeriksaan yang
dilakukan secara bersama-sama demi efisiensi dan efektivitas
agar tidak terjadi pemeriksaan yang berulang-ulang dan
merugikan masyarakat.
Yang dimaksud dengan “insidental” adalah termasuk tindakan
petugas terhadap pelanggaran yang tertangkap tangan,
pelaksanaan operasi kepolisian dengan sasaran Keamanan,
Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan, serta penanggulangan kejahatan.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Pasal 266
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Yang dimaksud dengan “keadaan tertentu” adalah adanya
peningkatan antara lain:
a. angka pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan;
b. angka kejahatan yang menyangkut Kendaraan Bermotor;
c. jumlah Kendaraan Bermotor yang tidak memenuhi
persyaratan teknis dan persyaratan laik jalan;
d. tingkat ketidaktaatan pemilik dan/atau pengusaha angkutan
untuk melakukan pengujian Kendaraan Bermotor pada
waktunya;
e. tingkat pelanggaran perizinan angkutan umum; dan/atau
f. tingkat pelanggaran kelebihan muatan angkutan barang.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Pasal 267
Cukup jelas.
Pasal 268
Cukup jelas.
- 56 -
Pasal 282 . . .
Pasal 269
Cukup jelas.
Pasal 270
Cukup jelas.
Pasal 271
Cukup jelas.
Pasal 272
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan ”peralatan elektronik” adalah alat
perekam kejadian untuk menyimpan informasi.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 273
Cukup jelas.
Pasal 274
Cukup jelas.
Pasal 275
Cukup jelas.
Pasal 276
Cukup jelas.
Pasal 277
Cukup jelas.
Pasal 278
Cukup jelas.
Pasal 279
Cukup jelas.
Pasal 280
Cukup jelas.
Pasal 281
Cukup jelas.
- 57 -
Pasal 296 . . .
Pasal 282
Cukup jelas.
Pasal 283
Cukup jelas.
Pasal 284
Cukup jelas.
Pasal 285
Cukup jelas.
Pasal 286
Cukup jelas.
Pasal 287
Cukup jelas.
Pasal 288
Cukup jelas.
Pasal 289
Cukup jelas.
Pasal 290
Cukup jelas.
Pasal 291
Cukup jelas.
Pasal 292
Cukup jelas.
Pasal 293
Cukup jelas.
Pasal 294
Cukup jelas.
Pasal 295
Cukup jelas.
- 58 -
Pasal 310 . . .
Pasal 296
Cukup jelas.
Pasal 297
Cukup jelas.
Pasal 298
Cukup jelas.
Pasal 299
Cukup jelas.
Pasal 300
Cukup jelas.
Pasal 301
Cukup jelas.
Pasal 302
Cukup jelas.
Pasal 303
Cukup jelas.
Pasal 304
Cukup jelas.
Pasal 305
Cukup jelas.
Pasal 306
Cukup jelas.
Pasal 307
Cukup jelas.
Pasal 308
Cukup jelas.
Pasal 309
Cukup jelas.
- 59 -
Pasal 324 . . .
Pasal 310
Cukup jelas.
Pasal 311
Cukup jelas.
Pasal 312
Cukup jelas.
Pasal 313
Cukup jelas.
Pasal 314
Cukup jelas.
Pasal 315
Cukup jelas.
Pasal 316
Cukup jelas.
Pasal 317
Cukup jelas.
Pasal 318
Cukup jelas.
Pasal 319
Cukup jelas.
Pasal 320
Cukup jelas.
Pasal 321
Cukup jelas.
Pasal 322
Cukup jelas.
Pasal 323
Cukup jelas.
- 60 -
Pasal 324
Cukup jelas.
Pasal 325
Cukup jelas.
Pasal 326
Cukup jelas.
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5025

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:03 PM
Mulai Januari 2010 ini, UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 akan efektif berlaku, menggantikan UU Nomor 14 Tahun 1992. Banyak peraturan baru yang harus dicermati jika tak mau disemprit ketika berkendara.

Sebab, hingga saat ini tak sedikit yang tak mengetahui aturan-aturan baru yang diberlakukan UU ini. Sanksi pidana dan denda bagi para pelanggarnya pun tak main-main. Jika dibandingkan UU yang lama, UU Lalu Lintas yang baru menerapkan sanksi yang lebih berat.


Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diketahui oleh para pengguna kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat/lebih:



• Kenakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
Jangan lagi kenakan helm batok. Gunakanlah helm SNI. Selain karena alasan keselamatan, menggunakan helm jenis ini sudah menjadi kewajiban seperti diatur dalam Pasal 57 Ayat (2) dan Pasal 106 Ayat (8). Sanksi bagi pelanggar aturan ini, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 291). Sanksi yang sama juga akan dikenakan bagi penumpang yang dibonceng dan tidak mengenakan helm SNI.

• Pastikan Perlengkapan Berkendara Komplet
Bagi para pengendara roda empat atau lebih, coba pastikan kelengkapan berkendara Anda. UU Lalu Lintas No 22 Tahun 2009, dalam Pasal 57 Ayat (3) mensyaratkan, perlengkapan sekurang-kurangnya adalah sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm, dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat/lebih yang tak memiliki rumah-rumah dan perlengkapan P3K. Bagaimana jika tak dipenuhi? Sanksi yang diatur bagi pengendara yang menyalahi ketentuan ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, seperti diatur dalam Pasal 278

• Tak Punya SIM? Denda Rp 1 Juta
Ketentuan yang satu ini mungkin harus menjadi perhatian lebih. Jika selama ini denda bagi pengendara yang tak punya SIM hanya sekitar Rp 20.000, UU Lalu Lintas yang baru tak mau memberikan toleransi bagi pengendara yang tak mengantongi lisensi berkendara. Sanksi pidana ataupun denda yang diterapkan tak lagi ringan. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, akan dipidana dengan pidana kurungan empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

• Konsentrasi dalam Berkendara
Pasal 283 UU Lalu Lintas mengatur, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000

• Perhatikan Pejalan Kaki dan Pesepeda
Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat/lebih, harus mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan Pasal 106 Ayat (2) ini, dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000

• Lengkapi kaca spion dan lain-lain
- Pengemudi sepeda motor
Diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban (diatur Pasal 106 Ayat (3)). Sanksi bagi pelanggarnya diatur Pasal 285 Ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

- Pengemudi roda empat/lebih
Bagi pengendara roda empat/lebih diwajibkan memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, dan penghapus kaca. Pasal 285 Ayat (2) mengatur, bagi pelanggarnya akan dikenai sanksi pidana paling lama dua bulan kurungan atau dendan paling banyak Rp 500.000.

• STNK, Jangan Lupa
Setiap bepergian, jangan lupa pastikan surat tanda nomor kendaraan bermotor sudah Anda bawa. Kalau kendaraan baru, jangan lupa membawa surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan Polri. Jika Anda alpa membawanya, sanksi kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 akan dikenakan bagi pelanggarnya (Pasal 288 Ayat (1)).

• SIM Harus yang Sah Ya…
Pasal 288 Ayat (2) mengatur, bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000.

• Pengemudi atau Penumpang Tanpa Sabuk Pengaman, Sanksinya Sama
Ini harus jadi perhatian bagi pengemudi mobil dan penumpangnya. Jangan lupa mengenakan sabuk pengaman selama perjalanan Anda. Selain untuk keselamatan, juga untuk menghindari sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 seperti diatur dalam Pasal 289.

• Nyalakan Lampu Utama pada Malam Hari
Saat berkendara pada malam hari, pastikan lampu utama kendaraan Anda menyala dengan sempurna. Bagi pengendara yang mengemudikan kendaraannya tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari, dipindana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 293).

• Wajib Nyalakan Lampu pada Siang Hari
Para pengendara motor yang berkendara pada siang hari diwajibkan menyalakan lampu utama. Sekarang, sudah bukan sosialisasi lagi. Bagi pelanggarnya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.

• Berbelok, Berbalik Arah, Jangan Lupa Lampu Isyarat!
Setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Jika melanggar ketentuan ini, Pasal 284 mengatur sanksi kurungan paling banyak satu bulan atau denda Rp 250.000

• Jangan Sembarangan Pindah Jalur
Para pengemudi yang akan berpindah jalur atau bergerak ke samping, wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan dibelakang kendaraan serta memberikan isyarat. Jika tertangkap melakukan pelanggaran, akan dikenai sanksi paling lama satu bulan kurungan atau denda Rp 250.000 (Pasal 295)

• Stop! Belok kiri tak boleh langsung
Ini salah satu peraturan baru dalam UU Lalu Lintas yang baru. Pasal 112 ayat (3) mengatur, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri. Bunyi pasal tersebut “Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas”.

• Balapan di Jalanan, Denda Rp 3 Juta!
Pengendara bermotor yang balapan di jalan akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (Pasal 297)

• Sesuaikan Jalur dengan Kecepatan
Ketentuan mengenai jalur atau lajur merupakan salah satu ketentuan baru yang dimasukkan dalam UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, yang diatur dalam Pasal 108. Agar menjadi perhatian, selengkapnya bunyi pasal tersebut adalah
(1) Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri
(2) Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika
a. pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau
b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri
(3) Sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.
(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bahi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain.



Aturan-aturan baru yang diterapkan di UU Lalu Lintas yang baru ini harus menjadi perhatian bagi para pengendara. Selain demi keselamatan, tentunya juga untuk menghindari merogoh kocek cukup dalam karena ditilang. Sanksi denda yang dikenakan lumayan besar jika dibandingkan dengan UU yang lama. Selamat berkendara!

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:04 PM
Belakangan kan lagi digalakkan tuh yang namanya jalur khusus sepeda motor, letaknya di kiri jalanan. Saking seriusnya, pemerintah sampai perlu menandai aspal, mana lajur khusus buat kita-kita para bikers.

Jangan keburu marah dan merasa dianak-tirikan, peraturan ini justru bikin kita makin aman loh. Secara ya, kita enggak usah selap-selip di kanan kiri mobil yang bisa bikin kita kesenggol mobil dan jatuh. Terus jalanan juga jadi lancar karena motor-motor enggak lagi memenuhi jalanan.

Memang sih, jalan di jalur kiri tuh rada ribet. Soalnya ada kendaraan umum yang kadang suka berhenti seenaknya dan bikin perjalanan kita jadi terganggu. Tapi kalau memang lagi enggak buru-buru dan enggak lagi ditunggu, apa salahnya bersabar. Namanya juga jalan raya, apalagi di kota besar. Macet sih sudah jadi makanan sehari-hari.

Coba deh, mulai sekarang kita ikutin peraturan pemerintah untuk tetap berada di jalur kiri. Rasanya lebih asik deh, kayak lagi touring sama pengguna motor lain. Lebih aman lebih seru.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:05 PM
Merawat Cat Motor Tetap Kinclong


Penampilan itu memang nomor satu dan pastinya hal tersebut juga berlaku untuk motor kita dong.. Walaupun motor kamu orisinil (gak dimodif macem-macem), penampilan motor kamu juga bisa tetap menarik loh asalkan tau bagaimana cara merawatnya, terutama bagian catnya. Berikut adalah tips bagaimana cara merawat cat motor agar tetap kinclong dan menarik lebih lama..

1. Rusaknya cat pada motor biasa diakibatkan karena proses pencucian motor yang kurang baik, seperti penggunaan sabun untuk mencuci yang kurang cocok. Sabun colek atau detergent dibuat khusus untuk menghilangkan noda/kotoran pada kain, sehingga kandungan zat-zat kimianya pastilah sangat keras dan bisa merusak cat motor. Selain itu, sabun colek atau detergent sulit larut dalam air, sehingga sisa sabun yang terbawa sponge beresiko menyebabkan gores/lecet pada permukaan cat. Selalu gunakan shampoo motor ketika mencuci motor, karena zat-zat kimia yang digunakan telah disesuaikan agar tidak merusak warna cat.

2. Proses pengeringan yang tidak sempurna juga dapat membuat cat motor kamu menjadi rusak, karena bercak air yang tertinggal bisa menyebabkan timbulnya noda air dan jamur yang nantinya sangat sulit untuk dihilangkan. Maka dari itu sehabis mencuci motor pastikan kamu mengeringkan motor kamu sampai ke bagian celah-celah motor, dan selalu gunakan chamois/kanebo yang bersih untuk mengeringkan motor agar permukaan cat tidak gores dan kering dengan sempurna.

3. Hindari parkir di area terbuka (tanpa atap) dalam waktu yang lama, karena terik sinar matahari, air hujan, dan embun bisa membuat warna cat motor kamu menjadi kusam dan bisa menimbulkan karat pada bagian motor yang terbuat dari logam. Hal tersebut bisa kamu atasi dengan cara menutupi motor menggunakan sarung motor atau terpal khusus bila sedang parkir di area terbuka dalam waktu yang cukup lama.

4. Janganlah terlalu sering mengunakan cairan khusus untuk mengkilapkan body motor, karena bila terlalu sering lama-kelamaan lapisan cat pada body motor kamu akan terkikis sehingga warna cat akan menjadi pudar atau luntur.

5. Pemasangan stiker motor yang berlebihan sebenarnya juga kurang baik untuk cat motor kita. Ketika stiker tersebut dicopot atau terlepas, lapisan pelindung cat pada body motor akan ikut terlepas dan bekasnya akan jelas terlihat pada body motor kita. Walaupun bekasnya kecil tapi kalau banyak, kan gak enak juga dilihatnya.




Trik Isi BBM Agar Kantong Tidak Bolong

Situasi lalu lintas di Jakarta yang makin semrawut dan kemacetan terjadi di hampir semua ruas jalan harus disikapi dengan langkah-langkah strategis agar kantong tak cepat bolong gara-gara harus sering mampir ke SPBU. Apalagi harga BBM yang cenderung terus naik, jika tak intar-pintar melakukan penghematan, anggaran bulanan akan habis hanya untuk membeli BBM, sementara keperluan lain terabaikan.

Berikut ini ada beberapa trik yang mungkin berguna untuk memperpanjang jarak tempuh kendaraan Anda alias berhemat BBM:

- Biasakan mengisi BBM pada pagi hari ketika suhu di tanah masih dingin. Kenapa begitu? Ini karena SPBU memiliki tangki penyimpanan BBM di dalam tanah, sehingga lebih dingin suhu di tanah akan membuat BBM lebih kental atau lebih pekat. Dan ketika suhu mulai meningkat, kekentalan itu mulai berkurang, sehingga ketika kita mengisi di siang hari, belum pasti angka yang tertera di pompa sama persis dengan jumlah BBM yang masuk ke tangki mobil. Hal ini disebabkan karena tangki di SPBU tidak memiliki kompensasi suhu di pompa BBM untuk menyesuaikan dengan gravitasi dan suhu BBM. Jadi setiap derajat suhu udara memiliki pengaruh besar dalam total penelaran Anda untuk BBM.

- Minta kepada petugas SPBU untuk tidak menekan keran BBM untuk posisi paling cepat, tapi lebih baik mengisi tangki perlahan. Pengisian cepat hanya akan memicu terjadinya penguapan ketika BBM terpompa dari tangki penyimpanan. Lebih bagus mengisi tangki mobil dengan perlahan karena cairan BBM tidak akan menguap. Padahal uap dari BBM itu akan kembali masuk ke tangki penyimpanan BBM milik SPBU, sementara BBM yang masuk ke tangki mobil sudah berkurang.

- Salah satu tips terpenting adalah jangan biasa mengisi BBM setelah tangki kosong. Sebaiknya saat BBM di tangki mobil sudah tingal separuh, segera ditambah. Ini untuk mencegah agar udara tidak masuk ke dalam tangki. Jika sampai banyak udara masuk ke dalam tangki, penguapan BBM akan lebih cepat, sehingga yang terjadi BBM akan cepat habis menguap sia-sia.

- Jika melihat di SPBU sedang dilakukan pengisian pada tangki penyimpanan, sebaiknya Anda tak usah berhenti untuk mengisi BBM. Kenapa? Pada saat pengisian BBM baru di tangki penyimpanan, terjadi perputaran di dalam tangki sehingga kotoran di dasar tangki terangkat. Jika memaksa untuk mengisi BBM karena tangki mobil Anda sudah kosong, BBM yang masuk ke dalam tangki mobil Anda pasti bercampur kotoran. BBM bercampur kotoran ini akan membuat kinerja mesin mobil Anda tak optimal, belum lagi jika kotoan menyumbat nosel, pasti kocek harus dirogoh lagi untuk membersihkannya.

Nah, jika tips ini dilaksanakan, besar kemungkinan jarak tempuh sepeda motor Anda lebih panjang. Itu artinya, kantong Anda tak cepat jebol.




Pilah Pilih Bahan Bakar yang Pas

Bingung milih jenis bensin apa yang cocok buat motor kamu? Ada baiknya kamu tahu dulu beberapa hal ini:
1. Penggunaan bahan bakar atau bensin untuk motor kita haruslah disesuaikan antara ratio kompresi (compression ratio) pada kendaraan, dengan kandungan nilai oktan pada bensin yang kita gunakan. Mesin yang berkompresi tinggi memerlukan bensin dengan kandungan nilai oktan yang tinggi pula (namun tidak melebihi nilai ratio kompresi).

2. Informasi mengenai ratio kompresi (compression ratio) pada motor bisa kita lihat di brosur kendaraan pada bagian spesifikasi mesin (vehicle specifications) ketika kita membeli motor. Untuk bahan bakarnya, nilai kandungan oktan untuk bensin pertamax adalah 92, sedangkan nilai kandungan oktan pada premium lebih rendah yaitu 88.

Nah berikut ini ada info akibat penggunaan bahan bakar yang tidak disesuaikan dengan ratio kompresi mesin.
1. Terlalu rendahnya oktan pada bahan bakar membuat pengunaan bahan bakar menjadi lebih boros.
2. Terlalu tingginya oktan pada bahan bakar membuat gagalnya pembakaran, sehingga bahan bakar yang mengendap dapat menimbulkan kerak pada ruang pembakaran.
3. Dapat menyebabkan rusaknya ring piston pada mesin motor (retak atau patah).
4. Berkurangnya tenaga pacu motor yang dihasilkan oleh mesin.





Nyetir Malem-Malem? Ya No Problem!



Apa kamu termasuk riders yang sering naik motor di malam hari? Baik karena urusan pekerjaan, kuliah, atau hanya sekedar nongkrong bareng temen-temen? Emang sih berkendara motor di malam hari punya keasikan tersendiri, soalnya cuaca gak panas kaya siang hari yang bisa bikin kulit kamu jadi hitam. Nah, biar kamu makin nyaman lagi waktu berkendara di malam hari, ada beberapa hal yang harus kamu perhatiin nih..


1. Pada malam hari jarak pandang jadi terbatas, maka dari itu pastiin lampu motor kamu berfungsi dengan baik termasuk lampu rem/sein belakang supaya pengendara lain tau keberadaan kamu. Kalau kamu kurang puas dengan jangkauan penerangan motor, coba ganti lampu motor kamu dengan lampu tipe halogen. Lampu halogen bikin sorot lampu menjadi lebih terang yang pastinya bikin jarak pandang kamu semakin luas.


2. Usahain pakai helm berkaca bening atau transparan yang tanpa gores dan pastinya berlogo SNI kayak helm Honda, supaya pandangan kamu gak gelap dan sorot lampu dari kendaraan di depan kamu gak pecah dan bikin silau.


3. Satu lagi item yang harus kamu gunakan adalah jaket. Manfaat pakai jaket di malam hari adalah supaya kamu terlindung dari terpaan angin malam yang berbahaya buat tubuh, yang katanya sih bisa bikin paru-paru kamu bolong/rusak. Baiknya, pakai jaket berbahan tebal, kuat, tidak tembus angin seperti jaket kulit, jaket jeans, atau sweater. Selain bahan yang tebal, warna jaket yang cerah juga penting loh. Bila perlu tempeli jaket kamu dengan stiker fluorescent yang memiliki efek menyala ketika kena cahaya, supaya kamu bisa terlihat jelas oleh pengendara lain terutama di kondisi jalan yang minim penerangan.






Kenalan sama ban motor, yuk?

Bingung mau pake jenis ban with tube (dengan ban dalam) atau ban tubles (tanpa ban dalam)? Nah, sebelum Honda lovers pilih mau pake yang mana, mendingan kamu baca dulu nih profile dari masing-masing ban.

1. With tube (dengan ban dalam)
Ban with tube biasanya memiliki bentuk yang agak kotak yang fungsinya memberikan keseimbangan ketika kamu nyelip di antara mobil-mobil, terutama pada kondisi jalan yang lagi macet. Karena bentuknya yang sedikit kotak, ban with tube kurang cocok dan berbahaya buat diajak miring waktu lagi tikungan. Harga ban with tube berkisar antara 100 - 150 ribu, yang dalam kondisi normal bisa tahan sampai 2,5 tahun lebih. Tapi inget loh kondisi ban juga dipengaruhi oleh jarak tempuh dan bagaimana cara kamu memacu motor.

2. Tubeless (tanpa ban dalam)
Bentuknya yang relatif bulat, cocok buat kamu yang suka melakukan manufer atau cara belok yang cukup ekstrim dalam kecepatan tinggi. Enaknya lagi, ban tubeless gak langsung kempes loh kalau kena paku. Jadi waktu ke tukang tambal ban, kamu tetap bisa mengendarai motor tanpa harus mendorongnya. Harga ban tubeless berkisan antara 200 - 500 ribu. Bahannya lebih tipis dari ban with tube. Untuk pemakaian sehari-hari ban tubeless bisa awet sampai 1,5 tahun lebih.

Buat info tambahan, gak ada salahnya kamu tau soal groove/kembang pada ban nih;
Groove atau kembang pada ban baiknya disesuaikan dengan kondisi jalan yang kita tempuh. Cuaca di Indonesia yang sebentar panas sebentar hujan membuat kondisi jalanan kadang berpasir, kadang berair (becek). Untuk itu, sebaiknya memakai ban dengan groove bertipe composite. Tipe ini memiliki groove horizontal pada sisi permukaan ban dan groove vertikal pada bagian tengah permukaan ban. Fungsi groove horizontal adalah untuk menahan stabilitas motor pada jalan aspal berpasir, sedangkan fungsi groove vertikal adalah sebagai pemecah dan pengalir air pada ban ketika berada pada jalan yang berair (becek).

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:05 PM
Biker Lovers pasti sering dengar kan, berita tentang kecelakaan antara kereta api dengan mobil/motor di pintu perlintasan kereta. Penyebab yang kita dengar pun relatif sama, pengemudi yang tidak sabaran atau mesin kendaraan yang tiba-tiba mati dan sulit dihidupkan kembali ketika berada di perlintasan rel. Sebenernya apa sih yang menyebabkan mesin kendaraan kita suka mati dan sulit dihidupkan kembali ketika berada di perlintasan rel? Ulah mahluk goib, tumbal tahunan, atau adakah alasan lain yang lebih masuk akal?

Berikut penjelasannya;

Penyebab suka matinya mesin kendaran ketika berada di perlintasan rel kereta sebenarnya disebabkan karena adanya arus listrik dan medan magnet pada rel kereta yang timbul akibat gesekan antara roda kereta dengan relnya. Arus listrik dan medan magnet tersebut juga mempengaruhi kinerja dinamo starter pada kendaraan, akibatnya mesin kendaraan sulit untuk dihidupkan kembali.

Ada tipsnya nih supaya kamu aman di sekitar perlintasan kereta..

1. Kecepatan kereta bisa mencapai 100 km/jam. Jadi, meskipun keretanya belum terlihat ketika palang pintu perlintasan sudah ditutup, baiknya kamu tunggu saja sampai keretanya benar-benar sudah lewat.

2. Jika kamu terpaksa menyebrang walau palang pintu perlintasan sudah ditutup, menyebranglah sambil menekan klakson berkali-kali. Hal tersebut juga perlu dilakukan apabila kendaraan kita sudah terlanjur mogok di perlintasan kereta. Dengan menekan klakson berkali-kali, bisa mengurangi efek arus listrik dan medan magnet yang mengganggu terhadap dinamo starter pada kendaraan kita.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:06 PM
SEPATU merupakan salah satu item yang wajib digunakan oleh seorang rider. Tentunya selain untuk melindungi bagian kaki, sepatu juga dapat menambah nilai plus pada fesyen ketika kita mengendarai motor. Gak matching juga dong kalau motornya keren tapi alas kakinya sandal jepit.

Berikut ada tips bagaimana cara memilih dan merawat sepatu yang, agar sepatu kamu lebih awet dan tentunya kamu lebih aman dan nyaman ketika berkendara.

1. Usahakan jangan menggunakan high heels waktu mengendarai motor. Karena selain tidak aman, sepatu high heels pastinya sangat menyulitkan kamu waktu ganti perseneling. Selain itu dari segi kesehatan, sepatu high heels juga dapat menghambat peredaran darah dibagian kaki yang menyebabkan kamu gampang kesemutan.

2. Pilih sepatu yang menutupi seluruh bagian kaki, minimal tertutup dari bagian ujung jari hingga mata kaki.

3. Pada sepatu yang menggunakan tali, pastikan tali terikat dengan kencang agar tali tidak tersangkut pada bagian motor seperti ban, gear, rantai, dan lainnya. Untuk lebih amannya sih gunakan sepatu yang memakai perekat (Velcro) saja.

4. Agar warna sepatu lebih awet, ketika mencuci jangan mengunakan sabun colek atau direndam dengan detergen. Cukup disikat dengan sikat halus seperti sikat gigi dan gunakan shampoo/sabun cair.

5. Simpan sepatu di tempat yang kering agar tidak berbau dan berjamur atau bahkan jadi rumah seranga dan binatang kecil lainnya. Khusus sepatu berbahan kulit, jangan lupa untuk mengganjal isi sepatu dengan kertas supaya kulit sepatu tidak mengkerut/menciut.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:07 PM
Aki terdiri dari dua macam, yaitu aki basah dan aki kering. Aki merupakan salah satu elemen penting di motor karena menjadi sumber energi listrik. Khususnya pada motor yang menggunakan electric starter, pastinya kamu akan kewalahan bila aki sedang bermasalah. Nah ada beberapa trik sederhana yang sebaiknya kamu lakukan supaya usia aki lebih lama, naik motor pun jadi nyaman;
1. Perhatikan ketinggian air aki, pastikan air aki selalu di atas garis low level, bila kurang segera tambahkan usahakan jangan sampai air aki benar-benar kosong. Jika tidak hal tersebut dapat mengurangi umur pemakaian aki tersebut.
2. Selesai berkendara, matikan lampu terlebih dahulu sebelum mematikan motor agar beban aki tidak terlalu besar ketika motor dinyalakan kembali.
3. Sesekali bersihkan bagian isi aki dengan cara mengurasnya dengan air hangat. Setelah dikuras keringkan aki sebelum diisi air aki, kemudian cas selama 2 jam.
4. Untuk aki kering tidak terlalu banyak perawatannya, yang penting lepas saja kabel negatif pada aki jika motor tidak dinyalakan dalam waktu yang cukup lama.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:07 PM
Udara kotor dan debu merupakan hal yang setiap hari dihadapi para pengendara motor. Maka dari itu, menggunakan masker sangat penting waktu berkendara. Bagaimana dan seperti apa masker yang layak digunakan? Nih tipsnya;

1. Masker harus memiliki busa/sponge yang cukup tebal pada bagian dalamnya yang berfungsi sebagai filter terhadap udara kotor dan debu.
2. Bagian pengikat masker harus kuat, bukan diikat seperti tali agar posisi masker tidak berubah-ubah ketika dipakai saat berkendara.
3. Jangan mengunakan saputangan/slayer, selain tidak memiliki pengikat yang baik, saputangan/slayer tidak cukup ampuh dalam menyaring udara kotor dan debu.
4. Jika helm yang kamu pakai adalah helm halfface, kamu bisa mengunakan masker COMBAT (masker khusus berkendara yang memiliki sistem saluran udara terpisah antara udara yang masuk dengan udara yang keluar, masker ini juga memiliki filter khusus yang bisa diganti ulang).
5. Cuci masker secara berkala dengan air sabun, untuk menghilangkan kotoran dan debu yang tersaring.
6. Perhatikan kondisi masker, jika sudah tidak layak pakai sebaiknya segera ganti dengan yang baru.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:08 PM
Motor mengkilap, atribut lengkap, helm juga gak kalah keren tapi... bau apek? Wah, bisa bikin ilfill cewek-cewek tuh. Menjaga kebersihan helm sebenarnya gampang kok, asalkan kamu tau bagaimana triknya;

1. Jangan langsung menggunakan helm jika rambut kamu dalam keadaan basah. Kondisi rambut yang basah bisa menyebabkan bagian dalam helm menjadi lembab dan bau, bahkan rambut kamu pun bisa ikut menjadi bau.
2. Jika sedang parkir usahakan selalu menitipkan helm pada bagian penitipan helm, selain demi keamanan juga agar helm kamu terhindar dari debu dan hujan.
3. Sarung helm juga dapat berfungsi melindungi helm, agar helm kamu tidak mudah kotor dan berbau.
4. Selesai digunakan simpan helm pada tempat yang bersih dan kering, bila perlu beri wewangian seperti kapur barus (kamper) agar helm tetap fres, tidak berjamur dan tidak menjadi sarang kutu atau binatang kecil lainnya.
5. Jangan terlalu sering meminjamkan helm kepada orang lain, karena makin bemacam-macam keringat yang nempel pada helm, makin bermacam-macam pula bau yang ditimbulkan.
6. Cuci helm secara berkala pada tempat-tempat khusus pencucian helm.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:08 PM
Kamu termasuk cewek yang hobi pakai high heels? Bahkan waktu kamu lagi naik motor? Haddehh... jangan dong. Apa gunanya keren kalau bisa membahayakan?

Bukan tanpa alasan ngomongin ini, soalnya belakangan makin banyak cewek-cewek yang pakai high heels waktu nyetit motor. Padahal... sepatu kayak gini enggak bisa dijadiin pilihan untuk naik motor loh. Soalnya bagian bawahnya enggak rata dan bikin kita jadi enggak bisa menapak bumi dan nahan bodi motor dengan mantab.

Apalagi kalau jalanan lagi macet, wah... bisa dipastikan kaki bakalan turun naik nginjek jalanan. Selain pegal, ada kemungkinan kita bisa keseleo loh. Terus, kalau kita harus tiba-tiba ngerem mendadak dan menjaga keseimbangan dengan kaki... salah-salah malah bisa jatuh gara-gara kakinya enggak kuat.

Paling pas sih kita pakai sepatu teplek atau boots khusus motor yang bisa melindungi kaki dari basah dan becek. Kalau mau tetap gaya, kita bisa nyimpan dulu high heels kita di bagasi motor. Jadi begitu sampai tujuan, bisa langsung diganti deh.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:09 PM
SNI bukan sekedar logo loh. Jangan sampai deh, hanya karena helm yang kita pakai berlogo SNI terus kita jadi aman. Soalnya ternyata, banyak beredar helm SNI palsu yang hanya memajang logo tapi gak berkualitas.

Hey, kita kan beli safety bukan stiker. Makanya kalau mau cari helm perlu kita perhatika beberapa hal berikut:

1. Cek harganya. Helm SNI asli enggak ada yang berharga di bawah Rp50.000. Bahan-bahan untuk membuat helm berkualitas ini diimpor dari luar, jadi enggak mungkin dijual dengan harga murah.

2. Cek bagian tali. Kalau bagian ini hanya ditempel dengan paku dan tanpa braket, maka bisa dipastikan itu helm SNI palsu. Jangan lupa cek juga bagian soket (yang ditempel di dagu), kalau terbuat dari plastik, mending cari yang lain.

3. Sebenarnya, helm SNI palsu tuh bisa dilihat dengan mata telanjang loh. Coba deh pegang dan perhatiin kalau terasa ringan dan ringkih, itu pasti palsu. Helm yang baik bakalan enak dan mantap dipegang. Rada berat tapi kuat.

4. Lihat juga bagian logo. Pada helm SNI yang asli, biasanya logo SNI-nya enggak hanya ditempel, tapi juga di-emboss. Jadi perhatiin baik-baik, kalau ada helm dengan stiker SNI tapi enggak ada logo emboss-nya, itu udah pasti palsu.

5. Yang paling penting sih, mending beli helm SNI di toko-toko yang bisa diminta pertanggung jawaban. Jangan beli di pinggir jalan apalagi di kaki lima, karena bisa jadi helm yang mereka jual itu palsu.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:10 PM
Helm merupakan item paling penting buat para bikers. Nah, biar kamu makin semangat pakai helm dan kelihatan makin keren waktu naik motor, mending helm kamu yang polos itu dibikin lebih berwarna. Caranya? Pakai sticker tatto khusus helm. Nih tips-nya:

1. Baiknya pilih helm yang warnanya sesuai sama motor. Ingat, jangan yang banyak motif dan striping ya.
2. Siapkan sticker tattoo yang bisa dibeli di toko-toko asesoris motor/helm. Motif dan jumlah sticker-nya sesuai selera kamu aja.
3. Siapkan juga kuteks bening.
4. Tentuin posisi sticker yang mau dipasang di helm.
5. Tempel sticker di sisi yang udah kamu tentuin, terus lapisi dengan kuteks bening supaya enggak mudah copot dan terkelupas.

Don'ts:
- Ngelupas sticker dengan cutter atau benda tajam lain, atau bahan beralkohol yang bisa ngerusak cat dan tekstur helm.
- Kalau tempatnya kurang pas, jangan terus-terusan dicopot sticker-nya karena bikin lemnya enggak rekat lagi dan bikin helm penuh noda bekas tempelan. Baiknya sebelum ditempel, diatur dulu posisinya biar pas.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:11 PM
Salah satu masalah kalau naik motor adalah ruang yang terbatas buat bawa-bawa barang. Nah, makanya penting banget bawa tas yang mampu menyimpan semua barang tapi enggak ganggu posisi waktu nyetir. Makanya, ada tips nih buat Honda Lovers, khusus cewek ya..

1. Kalau kamu malas pake ransel, pilihan terbaik jatuh pada tas selempang atau postman bag. Hindari membawa terlalu banyak barang biar enggak berat, karena beban hanya menimpa satu bahu. Talinya juga enggak boleh terlalu panjang, karena nanti tasnya bakal mengganggu posisi kaki kita.

2. Usahakan jangan pakai tas jinjing/tangan karena ganggu konsentrasi kamu waktu nyetir. Kamu harus sering-sering benerin posisi tas yang suka turun, selain itu bikin bahu kiri pegal. Menaruh tas di bagian pijakan kaki (untuk motor matik) atau dikepit di bagian leher motor (untuk motor bebek) juga berbahaya lho! Tas kamu bisa jadi incaran para penjahat yang dalam sekejap bisa dijambret!

3. Biar tetep fashionable meskipun naik motor, pilih tas jinjing yang bisa dikreasikan jadi tas ransel/selempang. Sekarang ini banyak banget tuh kreasi model tas 3 in 1. Jadi, kamu tetap keliatan girly dan fashionable meskipun naik motor! Dan pastinya, gak ganggu perjalanan kamu.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:11 PM
Biker Lovers, ada lagi nih item yang baiknya kamu pakai biar tetep nyaman n aman pas jalan-jalan naik motor Honda kesayangan. Namanya kacamata. Eh, bukan sembarang kacamata loh, tapi kacamata hitam yang bisa melindungi mata kita dari sengatan matahari.

Item ini penting banget, apalagi kalau helm yang kita pakai adalah tipe kaca bening yang enggak mampu ngelindungin mata dari sinar UV yang lagi ganas-ganasnya belakangan ini. Penggunaan kacamata hitam ini, bikin kita enggak perlu micingin mata kalau silau, karena hal ini bisa bikin mata cepat keriput.

Jangan pilih kacamata hitam sembarangan. Pilih yang dilengkapi lensa anti UV supaya area sekitar mata kamu benar-benar terlindungi. Selain itu, kamu juga harus hati-hati dan pastiin ukurannya pas dan nyaman. Kalau terlalu kencang, bakal bikin area sekitar kupingmu sakit karena tergencit waktu pakai helm. Buat kamu yang bermata minus, ada baiknya kamu bikin kacamata minus dengan kaca gelap khusus buat naik motor.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:12 PM
Masih pakai helm hanya karena takut ditilang polisi? Waduuh… jangan dong Biker Lovers, secara ya tanpa mengecilkan fungsi item lain, helm nih memiliki makna terpenting saat digunakan berkendara. Fungsi utamanya adalah pelindung kepala. Bukan sekedar melindungi dari panas atau dari tilangan polisi, dan bikin kita menggunakan helm ala kadarnya *itu loh, helm catok yang kayak tukang insinyur* dan melupakan fungsi utama si helm itu sendiri.

Bayangkan deh, kalau sampai terjadi sesuatu sama motor tercinta dan bikin kita jatuh dan kepalanya terbentur, apa yang akan terjadi kalau kita lagi pakai helm murahan yang sama sekali enggak ada fungsinya? Brrr…. Jangan sampai deh…

Makanya, mulai sekarang gunakan helm dengan kualitas yang baik. Mulai bulan ini kan pemerintah menggalakan penggunaan helm dengan logo SNI, yang terbukti secara kualitas mampu melindungi kepala dengan baik.

Harganya memang mahal, tapi coba deh pikirin, masa iya kita menghargai kepala kita dengan hanya Rp45.000 saja? Yuk sekarang, kita lindungi diri kita saat berkendara dengan motor tercinta!

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:13 PM
Jangan pikir karena sudah pakai helm dan jaket maka kita sudah siap melajukan motor tercinta di jalan raya! Sering banget kita ngelupain satu item yang kecil tapi penting banget, sarung tangan. Whoops, kenapa sih sarung tangan tuh penting?

Enggak hanya mampu melindungi tangan dari panas matahari yang bisa dengan mudah bikin kulit belang dan dari suhu dingin kalau kita naik motor malam-malam, tapi juga merupakan alat pelindung kalau-kalau kita mengalami benturan hingga jatuh. Yups, coba deh bayangin, kalau kita jatuh pasti telapak tanganlah yang menghantam lantai (aspal) pertama kali. Itu sudah refleks kawan, secara otomatis tangan kita akan menjaga supaya badan enggak terlalu keras membentur lantai. Makanya, sarung tangan diperlukan banget untuk menjaganya supaya enggak cedera.

Jangan sembarangan pilih sarung tangan loh, contohnya pakai sarung tangan dari bahan kain seperti yang digunakan kalau mau upacara pengibaran bendera! Enggak ada efeknya buat tangan kamu. Gunakan sarung tangan berbahan kulit yang kuat dan keras supaya dapat melindungi dengan baik.

Sarung tangan yang baik biasanya bagian telapak tangannya lebih tebal, supaya bisa mengurangi efek benturan. Sebaiknya, pakai sarung tangan yang menutupi seluruh jari (bukan yang bagian ujung jarinya terbuka) kalau enggak mau jari jadi belang. Buat para riders cewek, sekarang banyak banget lho sarung tangan yang bermotif lucu-lucu. Bikin gaya berkendara kamu makin fashionable deh! Pilih yang ukurannya pas yah, supaya nyaman dipakai dan awet.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:15 PM
SEPEDA MOTOR
Gunakan motor yang sudah jelas terbukti irit!

PEMELIHARAAN

Ukur tekanan ban dan pastikan ban tidak kempes sebelum berkendara.
Pastikan seluruh komponen bergerak lancar, dan lumasi jika dirasa sudah mulai seret, seperti rantai, gir, dan bearing roda.
Pastikan jarak bebas main rem cukup, sehingga roda tidak tertahan ketika rem tidak dioperasikan.
Pastikan kondisi motor selalu dalam keadaan prima dengan menservis rutin.
Gunakan selalu Genuine Parts . Suku cadang asli ini sama persis dengan parts yang menempel pada motor dalam kondisi baru. Parts ini dibuat dan sudah diuji sedemikian rupa, sehingga dapat bekerja sempurna dengan parts lain yang ada di motor.
Gunakan ban dengan ukuran standar pabrik. Ukuran ban yang lebih besar dan lebar akan membebani mesin lebih berat.
Hindari pemasangan aksesoris yang tidak perlu, apalagi memiliki bobot yang cukup berat.


CARA BERKENDARA
Setelah 2 hal di atas terpenuhi, cara berkendara merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai konsumsi bahan bakar yang irit.

Konsumsi BBM paling optimal adalah dengan kecepatan konstan sekitar 30-40 km/jam di gigi 4.
Buka gas secara perlahan-lahan (diurut) dan gunakan rem seperlunya.
Jika ada hambatan di depan (misal ada lampu lalu lintas atau kendaraan berhenti), hentikan motor secara perlahan, jika kondisi memungkinkan, gunakan (injak) kopling dan biarkan motor melambat dengan sendirinya.
Pilih jalan yang mulus dan tidak berlubang. Jalan yang berlubang akan menghambat laju motor.
Hindari menggunakan putaran mesin yang tinggi, segera pindahkan gigi transmisi (lebih tinggi) ketika putaran mesin mulai tinggi.
Bawa beban secukupnya. Tinggalkan barang-barang yang tidak perlu dibawa. Jika memiliki box tambahan, sebaiknya tidak perlu dipasang jika tidak membawa barang banyak. Semakin ringan bobot yang dibawa, semakin sedikit BBM yang diperlukan.
Minimalkan hambatan udara/angin.

Gunakan pakaian dan jaket yang pas. Hindari membuka resleting jaket ketika motor berjalan karena akan memperbesar hambatan udara.
Gunakan helm standar dan gunakan visor (kaca helm) ketika berkendara. Visor (kaca helm) yang terbuka akan menambah hambatan udara.
Sebisa mungkin, hindari rute yang padat/macet dan melewati banyak lampu lalu lintas.

Nah, daripada menghabiskan uang untuk beli bensin, lebih baik uang yang tersisa hasil dari penghematan bensin tadi dikumpulkan dipakai buat keperluan lain, misalnya beli buku atau diberikan kepada yang lebih membutuhkan. Jauh lebih bermanfaat kan?!

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:16 PM
Ramadhan telah tiba, rasa lapar, haus, dan lemas adalah hal yang sudah pasti dirasakan oleh kamu semua yang menjalankan ibadah puasa. Nah, karena kamu seorang biker, pastinya kamu harus punya tenaga lebih selama berpuasa karena kamu berhadapan langsung dengan cuaca yang saat ini sangat ekstrim dan selalu berubah. Kamu bisa coba beberapa tips sederhana ini:

1. Istirahat/tidur yang cukup sebelum tiba waktu sahur.
2. Ketika sahur, makan makanan yang kaya karbohidrat dan serat, seperti nasi, sayur, susu dan buah.
3. Agar kamu tidak dehidrasi, jangan lupa banyak minum air putih layaknya di hari biasa.
4. Hindari mengkonsumsi segala jenis makanan dan minuman yang dapat menyebabkan ngantuk, seperti kangkung dan obat-obatan.
5. Bila perlu minumlah vitamin atau suplemen penambah tenaga.
6. Selesai sahur jika masih ada waktu, ada baiknya jika kamu manfaatkan waktu tersebut untuk istirahat/tidur kembali.
7. Di pagi hari lakukan stretching sekedar untuk merenggangkan otot-otot saja, agar peredaran darah menjadi lancar sehingga tubuh tidak lemas.

Jangan jadikan puasa sebagai alasan yang mengganggu segala aktivitas kita selama bulan ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:24 PM
Naik motor memang menyenangkan. Selain terhindar dari macet karena bisa nyelip-nyelip di antara mobil, juga bisa melewati gang-gang sempitalias mencari jalan tikus untuk bisa sampai ke lokasi yang dituju. Walau naik motor, tak berarti harus tampil macho. Sebaliknya, kita bisa memadu padankan busana yang tepat agar tetap terlihat stylish dan lucu sehingga mengundang pengendara lain untuk melirik. Siapa tahu ganteng, he he…

Ini nih, item yang diperlukan untuk tampil gaya..

- Jacket
Ini must item pertama yang harus anda gunakan untuk menghindari sengatan matahari di sepanjang perjalanan. Pilih jaket pendek yang nggak melambai karena bisa berbahaya. Pilih warna elektrik yang cacthy agar bisa terlihat saat berkendara di malam hari.

- Celana panjang
Pilih skinny jeans agar lebih simpel dalam bergerak ketika harus menurunkan kaki bila terjebak macet.

- Flat shoe
Meski sedang menggandrungi high heels, jangan memakai pernik ini saat mengendarai motor, apalagi jika motor yang digunakan bukanlah motor matic. Sebaliknya, gunakan flat shoe plus kaos kaki agar bisa lincah menggonta ganti persneling motor.

- Helm
Ini memang wajib digunakan jika tak ingin diincar polisi. Sekarang sudah ada helm dengan aneka warna dan print. Sambar salah satunya untuk melindungi kepala anda. Jangan lupa untuk memilih helm yang bersertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia), ya.

- Masker Hidung dan Mulut
Sudah banyak masker hidung dan mulut yang dijual. Pilihlah masker dari bahan terbaik agar kulit tidak cepat panas.

- Kacamata Hitam
Kadang kita sumpek jika harus memakai kaca helm. Solusinya adalah kacamata hitam. Pilih model bulat besar ala Nicole Richie agar mata tertutup aman dari silau matahari.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:26 PM
Tips Naik Motor Waktu Hujan

Beuh, sudah mulai masuk musim hujan nih. Saatnya untuk makin berhati-hati dalam mengendarai motor. Secara ya, motor adalah tunggangan tanpa atap, pastinya membuat kita terguyur hujan, serta langsung ditempa angin dari depan saat mengendarainya.

Nah, biar tetap aman dan nyaman, meskipun harus berkendara kala hujan dan angin, nih ada beberapa tipsnya.

1. Pakai helm full face. Berguna banget untuk melindungi wajah saat mengendarai motor. Secara ya, kalau lagi hujan angin gitu suka banyak terbawa benda-benda ajaib yang bisa kena muka.

2. Siapkan jas hujan. Wajib!! Daripada terhambat dan terlambat kan?? Begitu mendung dan hujan mulai turun rintik-rintik, mending tuh jas langsung digunakan soalnya kadang hujannya turun tiba-tiba. Oh iya, lebih baik gunakan yang model two pieces, soalnya yang tipe jubah rentan kesangkut!

3. Air hujan bisa menyebabkan permukaan jalan yang bersih sekalipun menjadi licin. Nah, mengenali traksi motor adalah tugas anda ketika hendak berkendara dalam hujan. Lakukan pengereman disertai dengan pengurangan gigi secara bertahap. Begitupun ketika hendak berakselarasi, lebih cepat memindahkan gigi pada yang lebih tinggi, lebih baik. Itu bisa mengurangi risiko ban sliding.

4. Perhatikan juga aquaplaning, meskipun hal itu jarang terjadi pada motor, karena ban motor relatif lebih bulat, tidak seperti ban mobil yang datar dan lebar. Kalaupun ternyata motor anda menggunakan ban lebar, usahakan memiliki kembangan yang masih dalam, serta berkompond lembut. Compound lembut, biar bagaimanapun memiliki daya traksi lebih baik dari yang keras.

5. Kemudian, sebisa mungkin anda harus terlihat, seperti dengan menggunakan warna-warna cerah, baik pada motor maupun pakaian anda. Karena seperti kita tahu, kalau hujan, jarak pandang jadi terbatas dan semuanya kabur.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:27 PM
Suka bete gara-gara helm-nya bau tapi harus tetap dipakai? Jangan khawatir dicuci saja teman! Kalau nggak ada waktu, boleh menggunakan jasa cuci helm di beberapa tempat. Tapi kita bisa kok bersihin helm sendiri

• Untuk visor/kaca helm, cuci dengan menggunakan air dan sabun cair. Gosok dengan telapak tangan (nggak usah pakai lap apalagi sikat). Jangan menggunakan cairan kimia ya! Keringkan dengan kain lap yang lembut dan kering, jangan pakai tissue, nanti sisa-sisanya menempel dan bikin kotor lagi!
• Busa bagian dalam yg dapat dilepas juga dapat dicuci menggunakan sabun cair atau shampoo (mild soap/shampoo). Hindari menggunakan deterjen, karena dapat merusak lapisan perekat/lem. Juga bisa menimbulkan bau kurang sedap bila tidak dibilas dgn bersih. Jangan direndam terlalu lama! 5-10 menit sudah cukup lah... Kalo mau pake mesin cuci juga boleh, tapi mendingan pakai kantong khusus mencuci
• Hindari sinar matahari langsung ketika mengeringkan. Trik lainnya bisa pakai hembusan hawa panas dari belakang AC di rumah
• Lapisan EPS/styrofoam bagian dalam cukup dibersihkan dengan lap dan sedikit air. Hindari menggunakan bahan kimia (alkohol, dll)
• Membersihkan batok/shell helm juga sama seperti membersihkan visor. Gunakan cotton bud atau sikat gigi kecil untuk membersihkan ventilasi helm. Batok/shell helm juga boleh dipoles menggunakan wax atau cairan poles lainnya
• Bersihkan bagian ratchet/engsel/mekanisme kaca helm menggunakan minyak silikon (silicone oil/spray). Silicone oil juga berguna sebagai pelumas mekanisme yg bergerak.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:27 PM
Sering mengenakan earphone/headphone saat bekerja, di jalan sambil menunggu bus, atau menjelang tidur? Hati-hati, riset mengatakan bahwa penggunaan earphone/headphone bisa berbahaya untuk kesehatan telinga!

Berdasarkan sebuah penelitian baru-baru ini di Amerika Serikat, sekitar 5,2 juta anak berusia 6-19 tahun terganggu pendengarannya gara-gara terlalu sering terpapar musik keras. Salah satu biang keladinya adalah pemakaian earphone/headphone selama berjam-jam dengan volume keras.

Para ahli kesehatan di sana memperkirakan, anak-anak generasi "iPod" ini bakal lebih awal mengalami presbiakusis, yakni ketulian akibat usia lanjut, sekitar usia 40-an. Normalnya, kondisi ini baru muncul sekitar usia 60-70 tahun.
Mengapa suara keras bisa merusak pendengaran? Suara yang masuk ke telinga diteruskan sel-sel rambut yang terletak pada koklea (rumah siput). Sel-sel rambut ini berfungsi menangkap frekuensi suara dan meneruskannya ke pusat persepsi pendengaran di otak.

Nah, suara berfrekuensi lebih dari 80 desibel (frekuensi suara dari earphone/headphone mencapai 95 desibel) dapat membuat sel-sel rambut kelelahan. Sel-sel yang terlalu lelah ini lama-kelamaan bisa rusak dan menurunkan fungsi pendengaran. Awalnya hanya sementara. Tetapi, bila kebisingan terus berlangsung, kerusakannya bisa permanen.

Jadi, jangan terlalu sering menggunakan earphone/headphone. Kalaupun memang ingin mendengarkan lagu lewat earphone/headphone, cukup dengarkan di saat lengang dan sepi. Karena, kalau lagi ramai, bawaannya pengen ngencengin tuh lagu. Ya kan?

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:29 PM
Bukaan... Bukan mau ngomongin film Lord of The Rings, tapi mau ngomongin penggunaan helm kalau lagi naik motor.

Tahulah pasti, helm tuh punya manfaat yang penting sangat. Benda bulat keras ini ditengarai bisa melindungi kepala dari benturan dan air hujan *sudah melalui uji klinis loh*. Tapi entah mengapa masih banyak orang yang enggan menggunakan helm dengan baik dan benar. Dalam hal ini, helm sesungguhnya yang kokoh dan menutupi wajah dengan sempurna.

Ada banyak alasan yang dikemukakan soal keengganan mereka mengenakan helm dengan semestinya. Ada yang suka merasa gerah, ada yang males ribet harus bawa-bawa helm bahkan ada yang nggak mau pakai karena takut rambut jadi berantakan dan bau *duh!*.

Paling penting sih, ingat saja kalau kita hanya punya satu kepala, kalau sampai kenapa-napa *ketok meja 3x* nggak ada gantinya. Itulah mengapa helm penting banget.

Soal gerah, well... Itu konsekwensi dari berkendara siang bolong. Kalau khawatir rambutnya bau, mending rajin-rajin membersihkan helm supaya tetap wangi. Sekarang banyak kok tempat yang menyediakan jasa pencucian helm. Tips terakhir supaya rambut nggak berantakan, selepas penggunaan helm segera menunduk sambil mengacak-ngacak rambut sambil dikipas, supaya nggak berkeringat, baru deh dikibaskan ke atas *kayak iklan shanpoo gitu*.

Tuh, masalah post-penggunaan helm bisa dibereskan. Sekarang nggak ada alasan untuk nggak menggunakan helm kan?? Drive safely, man!

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:30 PM
Buat sobat yang suka ngeboncengin teman, info “safety riding” kali ini penting nih. Bahkan, yang hobi nebeng juga harus tau lho..

Buat pengendara dan penumpang:
1. Jangan lupa pake helm, jaket, sarung tangan, celana panjang & sepatu ya!
2. Sadar dengan tanggung jawab keselamatan selama berboncengan. Inget, hindari nyelap-nyelip di jalan Sobat!
3. Berdoa penting lho supaya bisa ngejaga emosi

Khusus buat pengendara:
1. Harus orang yang benar-benar mampu berkendara berboncengan. Nah, buat Sobat yang baru belajar mengendarai motor lebih baik hindari dulu menggonceng adik atau teman
2. Motor kamu harus ada pijakan kaki atau kelengkapan lainnya
3. Perhatikan tekanan angin ban dan suspensinya. Kalo bisa, hindari bawa penumpang yang melebihi batas berat motor kamu ya
4. Kalau terpaksa harus mendahului kendaraan lain, perhatikan waktu, area & kemampuan motormu
5. Yang paling penting; lakukan pengereman lebih dini karena pada kondisi berboncengan jarak pengereman menjadi lebih jauh & lebih labil

Jangan salah, buat yang ”diboncengin” juga ada aturannya lho… Pegang pinggang pengendara dan lutut menjepit ringan agar dapat mengikuti gerakan pengendara sehingga memudahkan pengendaraan. Ikuti gerakan teman yang mengendarai motor, termasuk saat menikung, sehingga pengendalian akan lebih mudah. Ingat berboncengan tidak lebih dari 1 orang…Tetap berkendara dengan aman ya..!!

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:49 PM
Posisi duduk

Untuk dapat mengemudikan dengan baik :

* Ambil posisi duduk yang nyaman, dapat mencapai stang kemudi dengan baik posisi siku tidak lurus tetapi tertekuk sedikit sehingga dapat membelokkan motor dengan sempurna tanpa harus menggerakan pinggang.

* Dapat memegang stang kemudi dengan mantap, genggam hendel sedemikian sehingga dapat menarik tuas kopling dan tuas rem depan dengan baik, stel stang dan kedudukan tuas rem serta kopling pada posisi siku dan tangan kiri dan kanan pada ketinggian yang sama sehingga otot bahu dan tangan seimbang kiri dan kanannya.

* Lutut agar dirapatkan kearah tangki, kecuali pada bebek lutut tidak direnggangkan untuk mempermudah menyeimbangkan dan kestabilan jalannya motor.

* Letakkan kaki pada pedal kaki untuk menyeimbangkan jalannya motor, letakkan posisi kaki dekat pada rem belakang ataupun gigi percepatan sehingga dapat bereaksi dengan cepat bila menghadapi kondisi lalu lintas yang berbahaya.



Membelok

Pengendara motor sering berjalan terlalu kencang ditikungan atau pada saat
membelok yang sering mengakibatkan terpaksa keluar lajur atau masuk ke jalur
lawan atau keluar dari jalan ataupun bereaksi terlalu keras dengan menginjak rem secara mendadak yang dapat mengakibatkan motor tergelincir. Untuk dapat menikung dengan baik harus mengambil langkah:

* Mengurangi kecepatan dengan mengecilkan gas, dan bilamana diperlukan, mengerem dengan kedua rem depan dan belakang

* Amati tikungan atau belokan yang akan dilalui, pilih lintasan yang akan dilalui, arahkan kepala kejurusan yang akan dilalui tanpa menggerakkan bahu serta posisi mata tetap pada bidang datar/horizontal

* Untuk membelok pengendara harus memiringkan motornya untuk mengatasi gaya sentrifugal, pada kecepatan normal pengendara ikut memiringkan badan, dan pada kecepatan rendah hanya motornya saja yang dimiringkan.

* Hindari menurunkan kecepatan pada saat sedang membelok, lebih baik mempercepat perlahan-lahan.



Mengerem

* Jarak pengereman tergantung pada rem mana yang digunakan, rem depan lebih baik dari rem belakang, akan lebih baik kalau menggunakan kedua rem sekaligus karena dapat berhenti pada jarak yang lebih pendek dalam keadaan lebih stabil. Penggunaan rem depan saja atau rem belakang saja pada kecepatan tinggi dapat mengganggu kestabilan jalannya motor terutama pada saat jalan dalam keadaan basah ataupun berpasir, bahkan bisa terjatuh. Untuk itu disarankan untuk menggunakan kedua rem.

* Pada saat ditikungan gesekan dijalan sebagian digunakan untuk mengatasi gaya sentrifugal sehingga gaya pengereman berkurang, dan dapat mengakibatkan slip.



Pemindahan versneling

* Pemindahan gigi versneling harus disesuaikan dengan kecepatan motor melaju, ataupun pemindahan ke gigi yang lebih rendah pada saat menikung, pergantian gigi dapat juga dilakukan pada saat ditikungan, jangan menarik kopling pada saat berada ditikungan kecuali pada saat mengganti gigi versneling. Demikian juga pada saat melalui lintasan yang menurun perlu digunakan gigi yang rendah ataupun pada saat menanjak perlu menggunakan gigi yang rendah untuk memberikan tenaga yang lebih besar.

* Pada saat menurunkan gigi versneling dilakukan pada saat menurunkan kecepatan.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:50 PM
Mengerem dengan cara Defensive Riding
Lihat jauh ke depan - jangan cuma perhatiin speedometer sama setang aja bro, antisipasi gangguan dan rintangan, pilih jalur yang tepat di jalan raya dan hindari permukaan jalan yang jelek. Baru ngerem.
Cara ini paling aman.


Mengerem dengan rem depan.
Cara ini mempengaruhi roda depan serta distribusi berat. Kalo gak jago – jago amat jangan coba – coba deh.

Mengerem dengan rem belakang, menutup gas dan menurunkan gigi.
Cara ini mempengaruhi roda belakang. Ini cara yang paling umum dilakukan para biker.

Perhatikan lampu rem biker yang punya skill diatas rata-rata saat di jalan raya atau saat turing, jarang banget lampu remnya menyala. Doi biasanya mengurangi kecepatan dan mengatur posisi motor terlebih dulu, jauh sebelum pengereman dibutuhkan.

Banyak biker hanya mengunakan cara ketiga. Akibatnya roda belakang terkunci sehingga selip saat melibas tikungan. Oleh karena itu pengereman yang benar tidak gampang, perlu belajar dan latihan karena kondisi permukaan jalan sangat berpengaruh. Secara umum cara mengerem yang benar adalah sebagai berikut;

1. Gunakanlah rem depan! (Jangan cuma rem belakang doang bro) Inilah yang paling baik dilakukan. Mengerem roda depan dengan yakin, bertahap dan kuat adalah skill yang harus dimiliki dan harus selalu dilatih disaat / ditempat yang aman. Lakukan tanpa boncenger dan dengan boncenger untuk merasakan perbedaan berat mempengaruhi jarak berhenti. Jangan mengerem dengan mengencangkan lengan tapi jepit motor dengan kaki dan jaga agar lengan tetap rileks.

2. Mengerem dengan kuat dan keras dilakukan saat motor dalam kondisi tegak dan meluncur lurus.
3. Jangan sekalipun mengerem sampai mengunci roda!
Jika roda depan terkunci (kelamaan dikit aja) saat meluncur lurus, roda depan akan selip dan ente dijamin mencium aspal.
Kalau roda depan mengunci saat belok dijamin langsung nyusruk dan bodi kita lecet-lecet.
Jika roda belakang yang mengunci saat berjalan lurus, kita tetap aman selama tetap melihat ke depan dan menjaga motor tetap tegak dan meluncur lurus (Nggak gampang lho bro!)
Kalo roda belakang mengunci saat belok berarti elo dalam masalah. Roda belakang akan selip dan motor ngepot. Dalam kondisi ini kalo elo melepas tekanan pada pedal rem, (insting kita biasanya seperti itu) biasanya motor bakalan terpelanting dan bisa berakibat fatal. Sebaiknya tetap mengunci rem dan biarkan motor nyusruk menjauh (ente pastinya sudah baring-baringan di aspal).

4. Jangan langsung menarik tuas rem dengan keras karena bisa mengunci roda depan. Sebaiknya tarik tuas rem perlahan-lahan terlebih dulu baru diperkeras sedikit-sedikit. Gunanya agar bagian depan sepeda motor menekan suspensi depan dan berat sepeda motor berpindah ke depan untuk menambah grip pada ban. Setelah berat motor terasa pindah ke depan baru kita bisa menarik tuas rem depan lebih keras dengan kemungkinan kecil roda bisa terkunci (biasanya motor bakalan nungging). Catatan: Saat motor nungging jangan kakuin lengan dan menahan berat badan pada setang. Lebih baik jepit motor dengan kaki keras-keras dan jaga agar lengan tetap rileks.

5. Saat mengerem jaga pandangan lurus ke depan. Amati permukaan jalan seperti pencopet lihat dompet. Usahakan roda depan tetap berada di jalan yang rata, bersih dan kering. Hindari perubahan warna yang mencurigakan diatas pemukaan jalan. Kalo sudah telat nggak bisa dihindari lagi entengin tekanan pada tuas rem depan dan beratin tekanan pada pedal rem belakang. Turunin gigi untuk memperlambat tapi angkat tuas kopling pelan-pelan. Angkat tuas kopling secara tiba-tiba bisa mengunci roda belakang yang akibatnya selip. Solar yang berceceran di jalan adalah penyebab yang paling umum biker kehilangan kontrol. Parahnya adalah bau solar baru ke cium 2 detik sebelum kelihatan sebagai bercak gelap di permukaan jalan (kalo ente lagi ngebut alamat dah).

6. Di jalan dalam kota yang ramai sebaiknya tangkringin dua jari pada tuas rem depan. Ini perlu karena banyak kendaraan yang lebih pelan berseliweran deket banget di depan kita. Tapi jangan melakukan hal ini di jalan yang sepi dan saat melalui jalan tanah. Pokoke jangan sampai pegangan terlepas dari setang.

7. Bila pengereman mendadak (emergency stop) dibutuhkan di atas permukaan jalan yang licin, lebih baik memanfaatkan celah yang ada (kalau ada!) daripada mencoba untuk berhenti (jangan lupa untuk bunyiin klakson keras-keras sambil berusaha ngeles-ngeles dan berdoa supaya nggak nabrak). Alternatif lain yang telah banyak menyelamatkan banyak nyawa adalah dengan mengunci roda belakang, ngepot, lepas motor dan meluncur nyaman di atas jalan (amit-amit jangan sampe kejadian!).

8. Saat menuruni jalan tanah yang curam dengan batu-batu bertebaran (misalnya saat jalan lagi diperbaiki dengan tebaran batu split / kerikil), gunakan kombinasi rem belakang dan gigi rendah untuk menjaga agar kecepatan sepeda motor tidak terlalu kencang. Pusatkan berat pada roda belakang. Boleh saja tarik tuas rem depan (pelan-pelan) kalau permukaan jalan dirasa bisa menghasilkan grip yang cukup pada ban depan. Tapi kalo nggak yakin mending jangan deh.

9. Kalau biasa menghabiskan waktu di atas sepeda motor, keliling kemana-mana tanpa boncenger, skill ngerem ente yang mumpuni biasanya berantakan saat bawa boncenger. Oleh karena itu jangan langsung jalan kenceng-kenceng, coba dulu jalan pelan-pelan sambil cari selahnya dan mengerem lebih awal dari yang biasa dilakukan. Misalnya kalo tanpa boncenger kita baru ngerem 10m menjelang tikungan, dengan boncenger kita sudah ngerem 25m sebelumnya.

10. Belok rebahan dengan kecepatan tinggi lantas melepas gas mendadak efeknya sama dengan menekan pedal rem belakang keras-keras. Gaya belok begini bisa menghilangkan traksi ban belakang. Ente bakalan ngepot terus nyusruk.

11. Jangan ngerem saat belok (lihat nomor 2). Ngerem harus dilakukan sebelum belok. Jadi ngerem dulu baru deh belok. Gitu loh!

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:51 PM
Sama seperti mika helm, mika batok lampu motor sekarang rawan baret. Ketika hujan banyak kotoran dan keburu mengering, jangan gegabah untuk mengelapnya. Walau kain lap dalam kondisi basah, efeknya sudah jelas.

Debu dan kerikil halus yang menempel di permukaan mika akan ikut terseret kain dan menimbulkan baret halus. "Kalau sudah baret, cahaya lampu bias dan membuat mata silau," jelas Zaen Martin yang buka lapak stiker dan variasi gaul di Jl. Pakubuwono dan Petukangan, Jakarta Selatan.

Memang buat yang kurang paham, biasanya dalam keadaan kotor, mika lampu langsung diseka kain lap tanpa bantuan siraman air. Bahkan ada yang sengaja mengandalkan cairan pembersih produk instan, dengan perlakuan proses pembersihan yang sama.


Padahal cara aman untuk membersihkan mika lampu, baiknya gunakan cairan pembersih berbahan kimia ringan (gbr. 1). Bisa pakai shampo rambut, sabun bayi atau cairan pembersih khusus yang semuanya bisa dicampur air hangat untuk mempercepat proses penghancur kotoran.

Sebaliknya bila pakai cairan khusus dengan kandungan kimia keras yang kerap dipakai untuk pembersih kaca. Meski bersih, ada kemungkinan memperburuk kondisi mika. Contohnya timbul retak-retak seperti kaca helm yang sering kena terik matahari.

"Soalnya mika lampu bukan kaca seperti diterap motor sport. Kaca kan sering muncul jamur, hingga perlu dimusnahkan pakai cairan pemusnah khusus," lanjut Zaen Martin.

Jadi, biar tetap cemerlang, saat kena kotoran jangan langsung diseka kain. Sekali lagi jangan, meski sudah didukung cairan khusus, guyur atau basahi dulu pakai air bersih. Lalu campurkan air hangat dan shampo untuk dioleskan ke mika dengan bantuan kuas halus sampai semua rata.

Setelah air shampo aktif bekerja, baru deh diguyur lagi pakai air bersih (gbr. 2). Nah, begitu tampak sudah tidak ada kotoran lagi, baru dilap pakai kain bersih untuk kembali kinclong. Ingat, usahakan pilih kain berpori-pori halus. Sebab selain tidak bikin baret, permukaan mika yang rata dan bersih tidak bikin residu gampang bersarang. Ingat tuh.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:51 PM
Motor Bebek Mau Aman Terjang Banjir
Musim hujan berkepanjangan - turun setiap hari, bisa pagi, sore atau malam - tampaknya sudah mulai datang. Paling tidak mengenakkan dialami pengendara sepedamotor bila siraman air dari langit jatuhnya pagi saat hendak pergi kerja. Kalau sekadar hujan saja mungkin bisa diatasi dengan memakai jas khusus.

Repotnya, hujan menyebabkan banjir. Tingginya tidak kepalang tanggung, bisa sampai sebatas dengkul orang dewasa. Untuk pemilik motor jenis bebek - bukan skubek ya - ini ada tips ringan mencegah motor tidak mogok kala menerjang banjir.

Balik Standar
Bagian-bagian yang dilepas, seperti pelindung kaki (tameng) dipasang kembali. Atau bodi yang sudah dimodifikasi, semisal sepatbor depan dan belakang, balikkan ke standarnya. Begitu juga mesin, tenaga yang besar (akibat sudah dimodifikasi) bisa membuat roda belakang spin. Kalau gejala itu berlangsung saat menikung, bisa-bisa terjatuh.

Tekanan Angin Ban
Saat musim hujan begini, pemakaian ban jenis semi-slick kurang tepat. Daya cengkerem kurang gigit dan sebaiknya kembali menggunakan ban standar, baik depan maupun belakang. Sebelum jalan - bila kondisi jalan basah (bertepatan hujan) - periksa tekanan angin ban. Pastikan tidak melewati ukuran standar, malah dikurangi 1-2 psi agar permukaan ban minimal 70% menapak ke aspal.

Lindungi Busi
Untuk mencegah agar busi tidak terendam air, lindungi dengan plastik akrilik dengan memanfaatkan sisi kiri dan kanan tameng sebagai peganggannya. Mulai dari bagian paling bawah tameng menutupi blok mesin. Agar plastik tidak koyak - karena terkena tekanan air, trus membentur kepala silinder - bagian atas dan bawah dikasih triplek atau bisa juga bambu. Boleh dilem atau diikat dengan kawat halus.

Untuk menempelkan plastik akrilik ke tameng bisa menggunakan plakban atau solatape (bukan dari kertas) yang lebar. Ketika menerjang banjir, upayakan kecepatan rata (5 km/jam) jangan dientak-entak yang bisa membuat air masuk melepas pelindung.

Kepala Busi di Sealer
Sekalipun busi sudah dilingdungi, untuk lebih meyakinkan, sambungan kepala busi dengan kabel sebaiknya diberi cairan perapat (sealer) untuk menutupi lubang pernafasan.

Tutup plastik
Seumpama ketinggian air hampir menutupi roda, kalau mau tetap melewati, jangan mengandalkan mesin hidup. Lebih baik didorong (mesin matikan), namun sebelum menerabas lakukan langkah-langkah ini. Copot kabel busi ujungnya ditutup dengan plastik (diikat karet).

Begitu juga dengan blok dan kepala silinder. Kalau masih panas, tunggu sampai dingin, baru dibungkus dengan plastik (bila perlu berlapis ganda) dan diikat pakai karet.
Stik Oli
Periksa tongkat pengukur oli mesin dan pastikan masih rapat. Kalau sudah longgar, sebaiknya ditutup juga dengan plastik agar air tidak masuk bercampur dengan oli.
Terjang deh, tuh banjir. Jika sudah lolos, copot semua pelindung, tunggu beberapa menit agar air jatuh. Bila perlu dibantu dengan memiringkan ke kiri dan kekanan. Trus, pasang standar tengah, tekan ke belakang dan ke depan beberapa kali. Baru kemudian nyalakan mesin dan tunggu beberapa menit.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:52 PM
Semoga bermanfaat.. ,

Berhati-hati dan tertib di jalan akan memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kesadaran masing-masing pengemudi baik itu mobil dan motor terhadap aturan-aturan yang tidak tertulis, berkaitan dengan tata krama di jalan juga dapat berpengaruh terhadap tingkat terjadinya kecelakaan. Yang menjadi masalah adalah tidak semua orang mempunyai kesadaran, pola berpikir, tata krama yang sama di jalan.

Artikel ini di buat untuk mencoba menyampaikan aturan tidak tertulis tadi yang semoga dapat diingat selalu saat kita berkendara baik dengan motor maupun mobil di jalan.

BELOK - 1

Sering terjadi saat mobil (C) akan berbelok ke kiri, tiba-tiba muncul sepeda motor (A) dari sisi kiri atau sisi dalam belokan. Beruntung apabila mobil (C) melihat ada sepeda motor tersebut di sisi kirinya, jika tidak, maka motor (A) akan terjepit oleh mobil tersebut.

Mengapa bisa terjadi kecelakaan?
Pengemudi mobil (C) yang akan berbelok ke kiri, pertama-tama akan berkonsentrasi melihat ke arah kanan (1) melihat adanya mobil lain dari arah kanan (E), kemudian dia akan melihat mobil dari arah kiri (2) (D) untuk mulai berbelok ke kiri.
Saat seperti itu umumnya pengemudi mobil tidak terpikir untuk melihat sisi kiri mobil apakah aman atau tidak.
Sekalipun melihat spion, umumnya posisi sepeda motor yang menyelip masuk tidak terlihat karena masuk dalam sudut BLIND SPOT (sudut tidak terlihat oleh kaca spion).

Pengendara motor (B) posisinya benar, dia berjalan di belakang mobil yang sedang berbelok, sehingga aman. Pengendara motor (B) pun harus melihat kondisi lalin dari arah kanan, dan mengatur jarak dengan mobil di depannya saat berbelok.



BELOK - 2

Sering terjadi juga, saat mobil akan masuk jalur di seberangnya pada suatu pertigaan, sepeda motor yang ikut berbelok dengan arah yang sama mengambil ruang gerak belok mobil. Hal ini sangat berbahaya apabila si pengendara mobil tidak melihat dan menginjak rem saat sepeda motor itu memotong jalur beloknya.



Sebaiknya, pengendara motor menunggu mobil tersebut berbelok pada ruang geraknya dan tidak memotorngnya.

BELOK - 3

Pada jalan yang tidak terlalu ramai, sering terjadi motor atau mobil berbelok dengan mengambil jalur arah berlawanan saat memasuki pertigaan atau tikungan.

Untuk itu mobil atau motor yang akan memasuki tikungan atau pertigaan, sempatkan untuk membunyikan klakson atau menyalakan beam (jika malam) agar pengendara lain tau akan ada mobil / motor yang keluar tikungan, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan.



Sebaiknya tetaplah berjalan di jalur masing-masing. Bayangkan ada garis pembatas jalur (imajiner) yang tidak boleh kita langgar saat berbelok, juga perlu berhenti, sebelum berbelok apabila ada kendaraan lain dari arah berlawanan yang akan lurus (C), sehingga aman.

BELOK - 4

Kecelakaan antar sesama sepeda motor sering terjadi saat memasuki suatu tikungan. Ketika salah satu pengendara motor menyusul memasuki tikungan dan mengambil jalur belok sepeda motor di belakangnya, sehingga apabila pengendara yang dibelakang tidak sigap, akan terjadi kecelakaan.

Sebaiknya tetaplah berbelok di jalurnya, bayangkan garis belokan yang akan kita lalui maupun yang akan dilalui oleh pengendara di dekat kita, sehingga kita tidak mengambil atau menyerobot jalur beloknya.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:54 PM
Sekedar Tips Bagi Bikers

Jakarta - Tips-tips berikut mungkin berguna untuk menjaga keamanan bikers selama di jalanan Jakarta yang begitu ramainya.

1. Pakai helm standard half face atau full face. Kalau bisa DOT standard, karena helm cetok kadang mendapat standard SNI pula. Ingat kenapa Tuhan membuat batok kepala kita keras karena yang didalamnya sangat berharga.

2. Pergunakan jaket yang memadai kalau bisa berbahan kulit, ini lebih aman apabila terjadi kecelakaan bisa meredam trauma pada tubuh akibat benturan atau gesekan.

3. Pergunakan sepatu, no sandal apalagi jepit (kecuali kebelet mau ke WC). Idealnya sampai menutupi mata kaki.

4. Lakukan pengecekan berkala seminggu sekali terhadap kondisi motor terutama rem dan ban. Karena 2 alat ini yang sangat menentukan keselamatan kita di jalan. Lalu cek juga fungsi lain motor terutama lampu-lampu.

5. Ketika berkendara, setiap keluar dari gang atau belokan senatiasa melihat kiri-kanan untuk memastikan bahwa kita dapat melaju aman. Dan ketika melaju pastikan bahwa kita mengambil jalan seperlunya tanpa memblok jalan kendaraan dari belakang.

6. Setiap melakukan manuver mendahului atau akan menepi/berhenti senantiasa melihat dari spion pastikan kita clear dan aman. Jangan sampai kita berasumsi orang yang ada di belakang akan memberikan jalan sehingga kita memaksa untuk melaju. Dan jangan melakukan manuver/menyalip pada posisi blind corner (belokan buta) dimana kita tidak melihat pasti kondisi didepan/arah berlawanan.

7. Perhatikan jarak pengereman, kita harus tahu bahwa jarak pengeraman pada kecepatan berbeda jarak berhentinya akan berbeda pula. Apalagi motor rem-nya ABS (Agak Belok Sedikit) apabila kita tidak bisa menguasai kestabilan stang dan bodi motor.

8. Pergunakan area jalan seperlunya, apabila kita ingin santai pakai jalur paling kiri, ingin menyalip kendaraan di depan menyalip jarak seperlunya jangan memotong kendaraan di belakangnya dan kembali ke posisi awal.

9. Ketika kondisi hujan atau jalan berpasir, usahakan jangan mengerem sekuat-kuatnya. Atur ritme dan jarak pengereman perhitungkan jarak pengereman kita. Dan juga selalu mengecek kondisi rantai apalagi pada saat cuaca hujan, bila kondisi rantai kering segeralah untuk diberikan pelumas rantai.

10. Nah, ketika di traffic light berhentilah di belakang garis zebra cross, ingat pada jalur itu ada hak penyebrang jalan, kalau mengambil-nya berarti kita dzalim.

Supaya lebih yakin baca lagi panduan lalu lintas, seharusnya pihak berwajib membagikan kepada pengguna kendaraan. Karena banyak pengguna yang tidak mengerti atau SIM-nya mungkin tidak lulus test.

"Sudah barang tentu setiap negara yang maju dicerminkan dari kondisi kehidupan yang tertib salah satunya di Jalan raya. Mari kita hidupkan, laksanakan, jangan hanya tulisan slogan 'Sopan dan Santun di Jalan Raya' saja,


Tambahan

Jurus jitu aman berkendara

1. Tidak melibas lampu merah. Pangkal dari kemacetan dan kecelakaan di perempatan lampu merah kerap terjadi lantaran pengendara yang tidak sabar menunggu lampu hijau menyala. Padahal bahaya besar menanti ketika lampu merah dilanggar. Salah-salah nyawa melayang terlanggar mobil atau truk.

2. Jaga jarak dengan kendaraan lain agar aman bila ingin berpindah arah. Atau bila kendaraan lain di depan Anda mengerem mendadak, Anda punya ruang lebih untuk menginjak rem tanpa menabrak kendaraan lain.

3. Hindari untuk berjalan disamping truk atau bus. Bila ingin menyalip mereka usahakan memberi sinyal seperti lampu jauh atau membunyikan klakson. Seandainya sinyal tersebut tidak direspon kemungkinan besar mereka tidak mengetahui keberadaan motor Anda sehingga bila truk atau bus tersebut ganti jalur bukan tidak mungkin akan langsung berbelok karena dikiranya jalur itu kosong.

4. Menyalakan lampu di siang hari. Manfaatnya kendaraan lain lebih mudah melihat motor yang melaju di depan, di belakang atau di sampingnya.

5. Tidak mengebut. Sering kali di jalan melintas kendaraan secara tidak terduga, bila motor terlalu cepat dikhawatirkan tidak dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi akibatnya tabrakan.

6. Gunakan selalu helm standard untuk pengendara maupun yang dibonceng.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:54 PM
TINDAKAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

TINDAKAN PERTAMA

Didalam kita menjumpai peristiwa lalu lintas baik kemacetan, pelanggaran atau kecelakaaan lalu lintas, maka tindakan pertama pada peristiwa tsb adalah merupakan suatu hal yang sangat penting artinya bagi Polisi Lalu Lintas untuk memperlancar proses pemeriksaan dan penyelesaian daripada peristiwa tsb apabila dibantu atau ditunjang dengan bantuan-bantuan yang aktif dari masyarakat dengan penuh kesadaran



1. Pada peristiwa kecelakaan lalu lintas.

a. Terlibat kecelakaan lalu lintas.
Sebagai pedoman bagi setiap individu dalam masyarakat, apabila terlibat dalam suatu kecelakaan lalu lintas, maka tindakan-tindakan yang seyogyanya patut dikerjakan demi terciptanya KAMTIBCAR LANTAS adalah sbb :

1) Menguasai keadaan / sikap
Apabila akibat yang diderita tidak terlalu parah / masih cukup sadar,maka sikap yang diambil adalah :

a) Jangan panik/emosi dan bersikap tenang / waspada, sebab panik/emosi justru akan memperburuk keadaan.

b) Jangan menyalahkan orang lain. Setelah terjadi kecelakaan sering kali terjadi dimana salah satu pihak iingin benar sendiri, sikap demikian tidak benar, malah mempersulit pemeriksaan/ penyidikan petugas.

c) Jangan melarikan diri, sekalipun dalam kecelakaan itu terdapat korban jiwa, apakah merasa bersalah dan lain alasan.

d) Karena disamping perbuatan ini dinilai pengecut/tidak bertanggung jawab juga akan mengakibatkan memperberat diri sendiri dalam hukuman yang sebenarnya tidak perlu diterapkan kepadanya.

e) Seandainya terpaksa harus melarikan diri karena keadaan (menghindari pengroyokan) , maka tempat berlindung yang paling aman adalah kantor kantor pejabat keamanan terdekat atau kantor Polisi.

f) Mengamankan tempat kejadian, merupakan langkah yang sangat baik dalam usaha pengusutan dan penentuan kondisi yang sebenarnya dari kejadian tersebut, misalnya mematikan mesin kendaraan, menimbun dengan pasir tumpahan bahan bakar yang ada.

2) Pertolongan.
Kalau anda cukup sadar dan dapat memberikan pertolongan kepada korban lain, ini merupakan tindakan yang sangat mulia, segera dalam kesempatan pertama membawa korban ke RS.

3) Menghubungi Petugas.

a) Menghubungi petugas dengan alat perhubungan yang ada/terdekat dengan memberitahukan apa yg terjadi dan lokasinya.

b) Serahkan pada Petugas yang hadir pertama kali ditempat kejadian tsb segala apa yang diperlukan dan ceritakan dari awal sampai akhir kejadian tsb, jawab pertanyaan yg diajukan dgn sejujur-jujurnya dan ikuti petunjuk/periintah petuas lebih lanjut.

c) Memindahkan kendaraan dilakukan setelah diketahu oleh petugas atau bila menetapkan kedudukan/letak kendaraan tsb telah Saudara kerjakan dengan menggunakan benda yang tidak mudah terhapus.

b. Mendapat kecelakaan.
Sebagai pedoman bila menjumpai peristiwa kecelakaan lalu lintas, lakukan hal sbb :

1) Menguasai keadaan / sikap.

� Setelah melihat adanya kecelakaan lalu lintas
Catat kendaraan yg terlibat kecelakaan bila kendaraan tsb ada yg akan melarikan diri seperti : Nopol, Jenis, merk, type dan warna dari kendaraan tsb.

Jauhkan penonton yg berkerumun terutama yg merokok atau yg akan merokok.

Menolong korban bila ada, segera diteruskan ke RS tedekat.

Mengamankan barang-barang milik korban, jangan samapi dicuri tangan tangan jahhil, sambil mematikan kendaraan untuk menghindari kemungkinan terjadi kecelakaan, tutuplah tumpahan bahan bakar yang terdekat.

Bila pada malam hari, hindari penggunaan penerangan dengan api. Penerangan hanya dibolehkan dengan menggunakan baterai dan sejenisnya.



2) Memberikan pertolongan :

a) Dalam memberi pertolongan, gunakan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan tepat, kalau tidak tepat justru dapat membahayakan si korban.

b) Hentikan kendaraan yang ada pada kesempatan pertama bila ada korban yang perlu dibawa ke RS, jangan lupa catat nomor kendaraan dan kemana korban tsb dibawa.

c) Bila kendaraan memungkinkan, diusahakan menghubungi keluarga famili si korban berdasarkan petunjuk/keterangan yang ada padanya.

d) Dalam menolong korban diusahakan mengutamakan yang menderita luka berat, baru kemudian yang luka ringan dengan meminta bantuan orang-orang yang ada disekitarnya.



3) Menghubungi petugas.

a) Usahakan menghubungi petugas terdekat ditempat kejadian/kecelakaan baik dengan telepon atau perantara orang-orang disekitarnya.

b) Korban dapat dipindahkan dari tempat semula dengan sebelumnya memberikan tanda pada tempat korban terletak dengan menggunakan kapur/benda yang lain.

c) Menyerahkan ke petugas. Semua yang anda kerjakan, lihat� serahkan atau ceritakan serta menjawab bila ditanya. Beri alamat anda ke petugas serta anda sangat terpuji bila saudara dengan sukarela bersedia menjadi sakksi dikemudian hari.

d) Kemungkinan tidak ada petugas yang datang, mak andalah yang datang ke kantor Polisi terdekat serta melaksanakan petunjuk sebelumnya.





2. Pada peristiwa pelanggaran lalu lintas.

a. Terlibat pelanggaran lalu lintas.
Pada umumnya orang merasa melanggar peraturan lalu lintas kalau sudah tertangkap oleh petugas, kalau tidak tertangkap merasa melanggar, tapi sebenarnya tidak demikian, suatu pelanggaran tetap pelanggaran, tertangkap atau tidak.

1) Dalam hal tertangkap/menghada pi petugas, sbb :

a) Berhentikan kendaraan anda sesuai perintah petugas, usahakan jangan sampai mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

b) Bersikap sopan menghadapi petugas, jawab seperlunya sesuai pertanyaan petugas.

c) Kalau anda ragu tentang pelanggaran yang anda lakukan, mintalah penjelasan petugas dan kalau anda mengakui telah melanggar hendaknya mematuhi tindakan petugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Tilang).

d) Jangan mencoba menyuap petugas karena hal itu sudah melanggar per UU an dan juga mendidik/membiasaka n petugas tidak baik.

2) Dalam hal pelanggaran tidak tertangkap petugas.
Kalau anda melakukan pelanggaran dan tidak tertangkap petugas, hendaknya berjanji pada diri sendiri tidak akan mengulangi lagi, pelanggaran pada hakekatnya dapat membahayakan diri sendiri.

b. Mendapat pelanggaran lalu lintas.
Dalam rangka menegakkan hukum/peraturan lalu lintas yang berlaku, ialah sbb :

1) Kalau membawa potret, ambil kejadian tsb dan catat waktu, tempat dan kendaraan yang melanggar tsb, kalau mungkin identitas dari orang yang melakukan pelanggaran tsb.

2) Serahkan pada petugas lalu lintas / kantor Polisi terdekat dan tulis alamat anda dengan jelas. Percayalah bahwa identitas anda dilindungi (dirahasiakan) yang yang berwajib.

3. Pada peristiwa kemacetan lalu lintas.

1) Terlibat kemacetan.

a) Hendaknya dengan sabar mengikuti perintah petugas/orang yg mengatur lalu lintas, tidak perlu beramai-ramai membunyikan klakson, justru akan memperburuk keadaan.

b) Kalau belum terlanjur terlibat kemacetan, mengambil jalan lain dan memberitahu petugas bahwatempat tsb macet.

2) Mendapati kemacetan lalu lintas.

a) Cari sebab-sebab kemacetan dan usahakan mengatasi dengan :

b) Kendaraan mogok : Dipinggirkan, kalau tidak mungkin minta pengemudinya meletakkan segitiga pengaman beberapa puluh meter dari kendaraan tsb agar pengendara berikutnya siap menghindarinya.

c) Setelah petugas datang, serahkan ke petugas tsb dan bila anda diminta memberikan bantuan dan ada waktu hendaknya diterima dengan senang hati.

4. Pada peristiwa pidana.

Dalam keadaan arus lalu lintas tertentu sering juga dijumpai adanya orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan siruasi yang ada untuk melakukan tindak pidana antara lain :

1. Penodongan/perampas an dalam bis, taxi, dan angkutan lain.
2. Penodongan/penjambr etan dijalan umum, persimpangan, traffic lightsatau suasana lalu lintas macet total atau pada jalan-jalan yang rawan.



Langkah-langkah yang diambil :

1) Lakukan usaha penangkapan bila keadaan mengijinkan.

2) Paling tidak mendapat bantuan dari lingkungan setempat.

3) Dalam keadaan yang tidak memungkinkan sama sekali, berusaha mengenali ciri-ciri penodong tsb untuk dilaporkan yang berwajib.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:55 PM
ImageHelm Flip Up Adalah :
Helm yang dapat dilipat memungkinkan kita melakukan sesuatu seperti makan dan minum tanpa melepas helm.
Yang penting diingat: terkancing rapat, jangan biarkan talinya terjuntai

Umumnya helm mempunyai ventilasi saluran udara agar pengendara merasa lebih nyaman.

Image Image

dan ini bahan dasar dalam pembuatan Helm :

Batok Luar :

-Polycarbonate – resin Polimer + Carbon
-Fibreglass
-Kevlar
-Carbon Fibre
-Tri Composite (Spread the load of impact)

Inner Layer – Lapisan dalam :

-Polystyrene (Absorb the impact)

Helmet Liner:

-Comfort Liner (For fit, comfort, dryness)

Dalam Membeli Helm Kita Juga Tidak Bisa Sembarangan…

Kita Juga harus meneliti :

- Fit and comfort (chin strap secured)
- Enak dan pas (ada tali untuk dagu)
- Materials (weight)
- Berat dan bahannya
- Style - modelnya
- Features - kelebihannya
- Colour - warnanya
- AS1698 - sertifikatnya
- SNELL

salah satunya yang harus di teliti juga adalah :

Bagaimana bentuk kepala anda?

- Bulat
- Gepeng
- Lonjong
- Bulat Telur
- Bulat Telur Peyang

Ingat 4 S :

- Size – ukurannya, cobalah beberapa helm pilih yang paling nyaman
- Strap – talinya, menutupi dagu dengan nyaman dan rapat
- Straight – tidak menutupi mata anda, coba anda mengaca
- Sticker – sertifikatnya, periksalah apakah sertifikatnya asli dan sesuai standar.

Dan Yang Satu Ini Kita Juga Jangan Sampai Lupa, Bagai Mana Kita Merawat Helm :

- Jangan letakan helm anda pada jok sepeda motor, di kaca spion atau di atas tangki. Letakan pada permukaan yang datar.
- Helm sebaiknya dicuci dengan air hangat dan sabun cair pencuci piring jangan gunakan zat kimia.
- Helm jangan dicat karena dapat merusak lapisan luarnya.
- Masa pakai helm sekitar 3 - 5 tahun saja.
- Jika helm sudah sering terjatuh atau pernah terbentur dalam kecelakaan sebaiknya segera diganti.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:56 PM
Untuk tanjakan yang tinggi, biasanya flyover yang mencapai 10-15m tingginya

Dalam keadaan jalanan macet/slow
sebelum mulai nanjak usahakan gigi dalam kondisi rendah. kalo untuk hsx 125 kecepata 60 km/jam bisa pake gigi 2. tapi kl udah mulai turun jadi 40 km/jam langsung ja pindah ke gigi 1. jangan biarkan motor kehilangan tenaga. motor lebih teriak sedikit ga apa2. dari pada motor malah mundur lagi.

kalo mau ngadepin turunan harus lebih hati-hati lagi. kalo turunan itu panjang n terjal usahakan pake cara break engine. pake gigi rendah, biar mesin bisa melakukan pengereman. soalnya kalo ngandelin kampas rem bisa bahaya,,,suka nyelonong aja.

Dalam keadan jalanan lancar
tidak perlu menaikkan kecepatan apalagi menurunkan secara drastis, cukup menyeimbangkan kecepatan, karena jika melakukan akselerasi akan menyebabkan beban motor akan bertambah. Pada saat menurun sama saja dengan cara diatas

Dalam keadaan Macet total/stop
Kalau yang ini sudah pasti harus pakai gigi 1 dalam menanjak. hanya saja pada saat menurun pakai gigi 2 karena gigi 1 punya akselerasi yang tinggi, kalau jalan macet salah" menabrak kendaraan depan

jadi intinya untuk ngadepin tanjakan n turunan tinggal disesuaikan ma gigi n kemampuan motor sendiri.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 05:59 PM
Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga.
Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan ‘bebas macet’ dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.

Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang-kencangnya, atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya.
Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan.

Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib.
Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara.
Beberapa klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan.

Safety Riding ! Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek.
Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal, dan lain-lain.

Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:

Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.
Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm ‘catok’ dan sejenisnya.
Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.

Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan:

-Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.

-Teknik “slalom” dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya dengan asumsi kendaraan sedang src=”http://www.saft7.com/techtips/safetyriding/safetyriding-03.jpg” />

-Teknik berjalan di lintasan ala “bumpy-road” , teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.

-Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:05 PM
Macet di jalan saat ini sudah merata dan terjadi setiap harinya, saat akan pergi kerja, jam makan siang dan pulang kerja. Baik mobil atau motor rasanya tidak bisa mengelak dari rutinitas tersebut, bahkan selalu juga terjadi di jalan bebas hambatan (jalan tol).

Saya sendiri sehari-hari beralih menggunakan sepeda motor, karena praktis, cepat dan ekonomis tentunya. Ketika akan pergi kerja ternyata hujan, barulah pakai mobil.
Ketika mengalami sendiri antara mengendarai mobil dengan mengendarai sepeda motor, saya belajar banyak hal dan saya rasa perlu di sharing.

Saat mengendarai mobil, banyak hal yang bisa saya lakukan sembari memegang kemudi ketimbang saya mengendarai motor. Panas terik matahari hingga hujan rintik-rintik sampai deras tidak terlalu mengganggu aktifitas saya di mobil. Apalagi mobil sudah didesain begitu nyaman dengan berbagai kelengkapannya.

Pada saat mengendarai motor, berbagai kenyamanan yang sebelumnya pernah saya rasakan di mobil harus saya tanggalkan. Sisanya ya berkeringat dengan jaket atau jas hujan, berhadapan dengan berbagai macam asap knalpot, kondisi jalan yang jelek dan banyak genangan air, hingga macetnya lalu lintas yang benar-benar secara psikologis membuat ingin segera sampai tujuan.

Dalam mengendarai motor, disarankan untuk berada di sebelah kiri. Namun karena ukuran motor tidaklah besar, maka motor seringkali akan memanfaatkan ruang gerak yang ada.
Maka sering dilihat, begitu ada ruang gerak kosong, motor akan mengisi ruang gerak tersebut.
Jika jalan cukup lebar, maka ruang gerak motor bisa di kiri jalan dan di tengah (di antara mobil).

Belajar dari situ, maka ketika saya menyetir mobil, saya akan usahakan untuk selalu lurus dengan mobil-mobil di depan saya agar memberikan ruang gerak motor.
Dengan demikian para pengendara motor dapat menggunakan jalur tersebut dengan baik dan lancar.

Kendalanya adalah pada angkutan umum. Angkutan umum sering memposisikan kendaraannya hingga menutup ruang gerak motor tadi.
Akibatnya motor akan tersumbat disitu dan berusaha mencari ruang gerak baru dengan pindah jalur ke jalur tengah atau bahkan naik ke trotoar sesaat untuk melewati kendaraan umum tersebut.

Untuk mobil yang akan belok ke kiri atau masuk trotoar jalan (parkir), perlu tegas memposisikan kendaraannya hingga tidak membuat bingung pengendara motor, dengan cara menggunakan lampu sen dan kalau perlu klakson untuk memberitahu kalau mobil akan menepi.
Jika tidak demikian yang terjadi akan seperti ini, beberapa pengendara motor tergiring ke trotoar.

Nah, singkat cerita..
Marilah kita saling berbagi di jalan, buat pengguna mobil agar rapat dan lurus barisan di depannya sehingga memberi dan dapat mengarahkan ruang gerak pengendara motor.
Hasilnya, lalu lintas walau dalam kondisi macet terlihat damai dan rapih.
Untuk pengendara mobil pun akan diuntungkan, mobil tidak tergores oleh motor yang berpindah jalur.

Memang sharing ini tidak bisa langsung merubah seketika dan seluruhnya, namun mari kita mulai dari diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:07 PM
Peranan Oli sangat penting bagi mesin, khususnya untuk mesin motor maupun mobil. Namun apabila tidak sesuai dengan anjuran produsen mesin tersebut, tentunya akan mendatangkan masalah bagi mesin itu sendiri. Banyak kasus teman-teman yang mengisi oli melebihi batas maksimal dari yang dianjurkan, juga banyak teman-teman motoris yang mengisi oli mesin mobil ke dalam mesin motornya. Wah, wah.. semoga tidak terjadi pada mesin motor maupun mobil kita ya.

Pada mesin mobil dan motor disediakan alat untuk mengukur kapasitas oli yang ada di mesin, sering disebut dengan Dipstick Oil. Pada Dipstick Oil tersebut ada petunjuk High/Full dan Low/Add.

http://www.saft7.com/techtips/isioli/isioli5.jpg


Pada gambar di atas dijelaskan bahwa apabila ketinggian oli berada diantara batas Maksimal dan Minimal, maka kapasitas oli dalam mesin dapat dikatakan berada dalam kondisi NORMAL. Jika berlebihan, segera dikurangi (dibuang melalui Oil Drain). Jika kurang, segera ditambahkan dengan oli yang sama jenisnya dengan oli yang ada di dalam mesin.


http://www.saft7.com/techtips/isioli/isioli10.jpg


Mengapa tidak dibenarkan mengisi oli melebihi batas Maksimal?

Seluruh produsen mesin motor maupun mobil melarang kita untuk mengisi oli melebihi batas maksimal, karena akan berdampak buruk pada mesin. Seperti apakah kira-kira dampak buruknya?

Apabila kapasitas oli berlebihan, maka putaran poros engkol / crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak karter, sehingga membuat oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Hal ini dapat menimbulkan oli menjadi lebih cepat panas / overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).
Oli yang berbusa sukar untuk dipompa oleh pompa oli sehingga komponen mesin yang seharusnya mendapatkan pelumasan menjadi kering, dan akan rusak / macet.
Selain itu, oli yang berbusa akan membuat tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga melalui jalur sirkulasi (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke filter udara. Biasanya filter udara menjadi basah oli.
Motor dengan karburator, akan banyak ditemukan lapisan tipis oli, lebih parah akan menyumbat jalur-jalur dan needle valve (float valve) yang ada di karburator tersebut.
Tekanan udara dari oli yang berbusa tersebut, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin.


Pada mesin motor, pengisian oli yang berlebihan juga mengganggu plat kopling (clutch). Karena plat kopling menjadi terendam oli, sehingga terlalu banyak oli yang membasahi plat kopling tersebut dan menjadi Slip. Normalnya, oli akan terlempar dengan sendirinya oleh putaran plat kopling (clutch) tersebut. Jika plat kopling slip, maka akan mengurangi umur pakainya, kehilangan tenaga dan pemborosan bensin.

Nah, jadi jelas sekarang, mengapa produsen mesin motor maupun mobil membatasi jumlah oli yang boleh dimasukkan ke dalam mesin. Kelebihan dan kekurangan adalah tidak baik buat mesin.

Jangan kelebihan isi oli dong ya…

Bisakah oli mesin mobil dipakai di mesin motor?

Bisa dibilang seluruh pabrik oli akan berkata TIDAK DIANJURKAN. Mengapa demikian?

Oli mesin motor bisa dibilang lebih rumit spesifikasi dan karakteristiknya ketimbang oli mesin mobil.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:11 PM
Melanjutkan artikel sebelumnya, kali ini disajikan perbandingan resistansi dari 10 macam busi untuk sepeda motor yang banyak dijual di pasaran. Sama dengan mesin mobil, busi perlu disesuaikan dengan karakter dan sistem mesin. Jadi jika busi model A dibilang bagus jika dipasang pada motor merek X, belum tentu busi tersebut bisa cocok jika dipasang di motor merek Y, dan seterusnya.

Buka lagi buku manual pemakaian dan perawatan motor Anda, pilih busi sesuai dengan karakter mesin motor Anda,.. jangan termakan rayuan manis toko tentunya.

Berikut referensi dari saya tentang resistansi busi motor..


http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-01.jpg


http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-01.jpg


http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-01.jpg


http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-01.jpg


http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-02.jpg


http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-02.jpg



http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-02.jpg



http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-03.jpg


http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-03.jpg

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:18 PM
Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita.

Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan seterusnya.

Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin mobil/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga. Wah jadi bagaimana dong?

Jika kita cermati spesifikasi kendaraan kita (mobil atau motor) pada brosur yang baik akan menampilkan informasi rasio kompresi (Compression Ratio / CR). CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja. terlihat pada foto, bahwa CR mesin mobil Timor DOHC S515i adalah 9.3 : 1

Dari informasi spesifikasi brosur tersebut, kita bisa menentukan bahwa mesin mobil timor tersebut memerlukan jenis bensin yang bernilai oktan 92, yaitu bensin Pertamax.
Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah?

Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking). Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku… kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan… dan bahkan bisa bolong!.. hiiii….

Saat terjadi ‘ngelitik’, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (oktan tinggi).

Nah, jadi untuk teman-teman, cermati nilai CR mesin mobil/motor kita (bisa intip pada daftar di bawah), isilah bensin yang sesuai untuk mesin tersebut.

Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?

Bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dsb), umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih ‘bertenaga’.
Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.

Kesimpulan:

- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).

- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).

- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)

- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Solusi Alternatif

Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami ‘ngelitik’, antara lain:
- Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)
- Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung timbal, tidak ramah lingkungan).
- Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih lambat (******).
- Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya).
- dan lain-lain.
Fakta…

Pada kenyataannya.. banyak kita lihat, khususnya di SPBU, motor-motor baru yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Premium. Faktor ekonomi lebih mendesak ketimbang dampak rusak ke depan pada mesin motornya.. atau memang kurangnya informasi mengenai pemilihan bensin ini.

http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-05.gif


Berkat bantuan banyak teman baik dari beberapa milis, saya coba kumpulkan dan sajikan daftar Rasio Kompresi untuk mobil dan motor berbagai merek. Atas segala keterbatasan dan kekurangan saya, mohon maaf apabila mobil atau motor Anda belum terdaftar, bagi yang mempunyai data untuk melengkapi silahkan tambahkan pada kolom komentar.

Tabel di bawah sengaja di beri warna, sesuai dengan bensin yang direkomendasi.

semoga bermanfaat!


http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-06.gif


http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-06.gif



http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-07.gif


http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-07.gif

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:21 PM
Dalam perjalanan, mungkin kita pernah dihadapkan pada situasi dimana bensin mobil atau motor kita ternyata sudah minim, bahkan hingga lampu berlambang pompa bensin menyala atau berkedip.
Beberapa teman saya mengakui jika dihadapkan pada masalah seperti itu pasti sangat panik dan was-was, apalagi jika saat itu sedang dalam kondisi macet dan jauh dari SPBU (pom bensin).

Supaya tidak terjadi hal demikian, sudah pasti kita harus selalu memastikan tangki selalu terisi bensin atau solar (untuk diesel) yang cukup. Minimal sepertiga tangki untuk amannya, sehingga pada saat-saat darurat kita tidak perlu panik karena bensin mau habis.
Tips di atas sudah terlalu umum rasanya, ya…

Coba kita mulai mengenal lebih jauh kendaraan kita, baik itu mobil maupun motor, coba cari tahu berapa sih rata-rata konsumsi bensinnya? 1 liter bensin bisa menempuh berapa kilometer?

Bagaimana cara mengukur konsumsi rata-rata bensin mobil dan motor?

Mobil dan motor, pada dashboard selalu ada Odometer.
Odometer adalah perangkat untuk mencatat jarak yang telah ditempuh oleh suatu kendaraan, cara bekerjanya secara mekanik atau elektronik.

Biasanya odometer sering dikaitkan untuk menentukan kendaraan tersebut jarang digunakan atau sering digunakan pada saat kita akan membeli mobil atau motor bekas. Sialnya odometer ini sering dimanipulasi pedagang mobil bekas agar terlihat mobil atau motor tersebut jarang digunakan

Selain Odometer, biasanya dilengkapi juga dengan Tripmeter.
Perbedaannya adalah, Tripmeter bisa di Reset menjadi 0 (nol). Hal ini berguna untuk mengukur jarak tempuh dari lokasi A ke lokasi B.

Nah, dengan memanfaatkan Odometer atau Tripmeter, kita bisa mengukur konsumsi rata-rata bahan bakar mobil atau motor kita secara sederhana.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

Datangi SPBU, isi bensin hingga penuh (Full Tank).
Sebelum meninggalkan SPBU, catat angka pada Odometer setelah bensin terisi penuh, atau Tekan RESET untuk membuat Tripmeter menjadi 0 (nol).
Gunakan mobil atau motor hingga bensin kurang dari setengah tangki atau hingga tinggal sedikit.
Datangi SPBU, isi bensin hingga penuh (Full Tank).
Catat berapa liter bensin yang diisi hingga penuh tadi.
Catat angka pada Odometer atau Tripmeter.

Jika ingin selalu memantau konsumsi bahan bakar kita, lakukan selalu no.1-6 di atas setiap mengisi bensin, tulis dalam buku catatan atau PDA.

Sekarang lanjut dengan perhitungan sederhana…

Angka Odometer saat pengisian terakhir, dikurangi angka Odometer pada saat pengisian sebelumnya, hasilnya dibagi dengan jumlah liter bensin yang diisi pada saat pengisian terakhir.

Untuk contoh di atas, motor Suzuki Shogun 125R saya ternyata rata-rata konsumsi bahan bakarnya 1 liter dapat menempuh jarak hingga 51kilometer. ( Pertamax Plus )

1ltr : 51km atau 51km/liter

TIPS:

Memperkirakan jarak tempuh disaat kondisi kritis.

Mari bermain dengan kondisi kritis, kita coba menghitung berapa jarak tempuh mobil atau motor kita jika bensin di isi fulltank?

Kita perlu mencari tahu berapa kapasitas tangki bensin mobil atau motor kita terlebih dahulu.

Untuk motor saya contohnya begini..

Kapasitas tangki Suzuki Shogun = 4,5 liter
Dikurangi cadangan agar tidak mogok di jalan = 0.3liter
Konsumsi rata-rata bensin = 51km/liter
Perkiraan jarak yang dapat ditempuh jika fulltank adalah = 51km x (4,5 – 0,3) = 219,3km

Untuk mobil saya contohnya begini..

Kapasitas tangki BMW 520i = 81 liter
Dikurangi cadangan agar tidak mogok di jalan = 10 liter
Konsumsi rata-rata bensin = 6 km/liter
Perkiraan jarak yang dapat ditempuh jika fulltank adalah = 6km x (81 – 10) = 426km

Dengan mengetahui hal di atas, maka akan bermanfaat ketika kita mengalami situasi sebagai berikut:

Saya akan pergi cukup jauh, kira-kira jarak tempuhnya adalah 40km, maka saya membutuhkan bensin sebanyak 40 : 6 = 6,66 liter.
Bensin sudah cukup minim, namun tidak menemukan SPBU selama perjalanan. Jarak yang akan ditempuh sekitar 20km lagi, namun ketika melihat odometer dan catatan sebelumnya saya dapat memperkirakan jarak yang masih dapat ditempuh dengan kondisi bensin saat itu sehingga lebih tenang.
Kita bisa menganalisa pemakaian BBM setiap minggunya, apakah minggu ini boros, dan sebagainya.
Karena mobil sudah cukup tua, tiba-tiba jarum penunjuk bensin di dashboard mati. Saya tetap bisa memperkirakan jarak yang dapat ditempuh dari jumlah bensin yang saya isi di SPBU. Misalnya saya isi 20liter, maka saya akan reset Tripmeter, dan diperkirakan mobil saya akan dapat menempuh sekitar 100-120km.
Jika kita mengetahui persis kapasitas tangki bensin kita, maka kita dapat menilai SPBU mana yang metering nya tidak akurat atau malah bisa dikatakan korupsi.

TIPS TAMBAHAN:

Umumnya ketika jumlah bensin sudah minimum, indikator berlambang pompa bensin (Tentile Light) akan menyala atau berkedip. Indikator ini juga dapat kita manfaatkan untuk memperkirakan jarak yang masih dapat ditempuh oleh mobil atau motor kita. Tentunya setiap jenis mobil maupun motor akan berbeda-beda pada saat bensin tinggal berapa liter lampu itu akan menyala.

Contohnya, pada motor Suzuki Shogun 125R indikator akan berkedip pada saat bensin tinggal sekitar 0,5 liter. Artinya, saya masih dapat menempuh jarak sejauh sekitar 25 kilometer untuk mencari SPBU.
Untuk mobil BMW 520i e34, indikator akan menyala pada saat bensin tinggal sekitar 8 liter. Artinya, saya masih dapat menempuh jarak sejauh sekitar 48 kilometer untuk mencari SPBU.

Nah setelah kita sudah mengenal mobil atau motor kita, maka kita tidak perlu panik jika bensin nyaris kosong. Kita bisa lebih tenang dan melakukan perhitungan jarak tempuh dan sebagainya.

Semoga bermanfaat.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:25 PM
Buat pemakai kendaraan motor, sekarang perlu lebih hati-hati terhadap tangan jahil. Yang bikin gemas adalah komponen yang diambil merupakan komponen penting keselamatan yaitu Caliper Rem!
Konon caliper rem ‘copotan’ banyak diminati.

Wuaduuuh… Apa iya semudah itukah?
Si tangan jahil bergerak sangat cepat, membuka baut pengikat Caliper, kemudian memotong selang rem dengan cutter.. BAH!!
Kalau melihat konstruksi pemasangan caliper pada umumnya sepeda motor, hanya dua baut saja yang mengikat caliper dengan suspensi/bracketnya.
Sayang sekali motor jenis bebek keluaran Suzuki seperti Suzuki Shogun dan Suzuki Smash menggunakan baut biasa! Sementara produk merek lain menggunakan baut jenis bintang-6.
Akibatnya hanya bermodal kunci pas atau kunci ring, dalam waktu kurang dari 2 menit dua baut itu bisa dilepas dengan mudah. Itu yang menyebabkan motor bebek tersebut sering mengalami apes hilangnya caliper rem pada saat diparkir.

http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-01.jpg


Namun untuk motor lainnya yang menggunakan baut HEX (baut-L) maupun baut Bintang-6 jangan berbangga hati dulu…
Membanjirnya produk Hand Tools asal China ke pedagang kaki lima, memudahkan orang memperoleh kunci untuk membuka baut-HEX yang berbentuk Kunci-L (berbentuk huruf L), bahkan juga bisa ditemui kunci untuk membuka baut Bintang-6 dengan berbagai ukuran… Nah lho!!

Lantas, bagaimana solusi pencegahan dini untuk melindungi caliper dari si tangan jahil?
Paling tidak bisa membuat si tangan jahil enggan untuk mencuri caliper dari motor kita.

Berikut tips sederhananya..

Foto di bawah memperlihatkan dua baut bintang-6.
Motor pada foto tersebut adalah Suzuki Shogun 125R yang sebelumnya masih menggunakan baut biasa, kemudian diganti dengan baut bintang-6 seperti yang digunakan oleh motor-motor merek Yamaha.
Dipilih bentuk yang bulat seperti itu agar tidak mudah diputar dengan tang jepit (akan licin).
Target operasi kita adalah menambal atau menimbun lubang baut tersebut dengan lem epoxy agar baut tidak bisa dibuka dengan mudah, karena ketika epoxy mengering, akan menjadi material yang keras dan kuat.

http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-03.jpg


Sediakan lem Epoxy yang banyak dijual di pasaran.
Untuk spesifikasi lem epoxy tersebut tidak harus tinggi, tidak perlu yang tahan suhu tinggi, tidak perlu yang tahan tekanan tinggi dan seterusnya.
Di supermarket harganya mungkin sekitar 5ribu hingga 10ribu rupiah saja.
Lem Epoxy terdiri dari 2 komponen.
1. EPOXY : adalah bahan utama lem tersebut.
2. HARDENER : adalah katalis untuk mengeraskan epoxy tersebut.

http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-04.jpg


Mulailah dengan tube EPOXY terlebih dahulu, kemudian tube HARDENER.
Ingat, campuran 2 komponen tersebut harus dengan perbandingan yang sama persis.

Jika terlalu banyak epoxy, maka lem akan lama sekali mengering, atau bahkan tidak bisa mengeras.
Jika terlalu banyak hardener, maka lem akan terlalu cepat kering, bahkan pecah atau retak-retak.

Segera setelah campuran lem tersebut diaduk rata, tutuplah lubang baut tersebut hingga rata

http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-08.jpg


Rapihkan sisa lem yang ada pada baut tersebut hingga benar-benar bersih, dengan menggunakan kain atau tissue.

http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-09.jpg


Eitss.. sebentar dulu.

Lantas muncul pertanyaan… bagaimana untuk membongkarnya???

Untuk membongkarnya adalah dengan cara memahat epoxy tersebut dengan obeng kecil yang tajam, hingga kunci baut bintang-6 bisa masuk untuk membukanya.
Memahatnya tidaklah mudah, paling tidak butuh waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk satu baut.

Nah dengan modal lem epoxy, kita bisa melindungi komponen yang berharga sekitar 400ribu hingga 700ribu rupiah!

Ga ada ruginya untuk dicoba.

Semoga bermanfaat.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:28 PM
Kemacetan lalu-lintas terjadi di mana-mana, apalagi kota-kota besar. Bertambahnya kendaraan di jalan tidak sebanding dengan ketersediaan dan kualitas jalan itu sendiri. Jadi tidak hanya jumlah atau lebar jalan yang kurang, tetapi juga kondisi jalan itu sendiri juga berpengaruh terhadap kelancaran lalu-lintas. Jalan yang berlubang, membuat kendaraan harus melalui dengan perlahan, sehingga menyebabkan kemacetan yang panjang hanya karena lubang di jalan.

Pemerintah Daerah juga berusaha mengatur pola waktu penggunaan jalan raya, seperti contohnya di Jakarta, seluruh sekolah dihimbau untuk memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 pagi. Sehingga porsi penggunaan jalan bisa teregulasi, hasilnya memang terjadi pengurangan kemacetan pada daerah-daerah yang biasanya macet di sekitar jam 07-08 pagi.

Melalui artikel ini saya mencoba berbagi pengalaman mengenai dampak kemacetan lalu-lintas terhadap konsumsi BBM pada kendaraan kita, berlaku untuk mobil maupun motor. Jika macet, Konsumsi BBM akan boros. Mengapa?
STOP & GO, Boros BBM..

Ibarat kita mendorong mobil yang mogok,.. mendorong.. kemudian berhenti.. kemudian mendorong lagi.. berhenti lagi.. mendorong lagi.. Tentunya akan lebih banyak mengeluarkan tenaga dan keringat, kita akan sangat kehausan.
Beda dengan mendorong mobil yang mogok.. hingga si mobil bergerak. kita terus mendorong… hingga kemudian beberapa saat mesin mobil hidup. Tenaga kita tidak banyak terkuras.
Kurang lebih sama analoginya dengan mobil/motor kita saat melalui jalan yang macet.

Mobil/motor memerlukan banyak energi untuk mulai bergerak dari kondisi diam. Jauh lebih banyak energi yang diperlukan daripada untuk menambah kecepatan saat sudah bergerak. Dalam hal ini energi didapat dari bahan bakar / BBM.

Jadi semakin banyak Stop and Go, konsumsi bensin akan lebih boros, ketimbang melalui jalan yang lancar.

SOLUSI:

Dari tulisan di atas, di dapat kesimpulan bahwa sebisa mungkin kita hindari terjadinya Stop and Go. Sulit memang untuk mengelak dari kenyataan tersebut. Namun ada beberapa tips yang bisa membantu menghemat bahan bakar kendaraan kita.

1. Selalu Pantau Konsumsi BBM
Setiap mengisi bensin full tank, kita bisa mereset tripmeter pada dashboard agar terukur berapa konsumsi BBM. Apakah minggu ini boros atau lebih irit? dan seterusnya. Tips menghitung konsumsi bbm bisa dibaca di sini

2. Injak Pedal Rem Seperlunya Saja
Manfaatkan gaya luncur mobil/motor hingga diperlukan untuk berhenti barulah kita injak pedal rem. Hal ini cukup membantu untuk menghemat bahan bakar, karena saat kendaraan di depan yang tadinya berhenti, kemudian jalan, kita tidak sampai berhenti total, sehingga mesin tidak terlalu berat untuk mendorong mobil/motor ber akselerasi.

3. Selalu Waspada
Untuk menerapkan point nomor dua di atas, mengharuskan kita selalu waspada dengan kondisi di sekitar kendaraan kita agar tidak terjadi kecelakaan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas termasuk lampu lalu lintas. Keasikan meluncur, hingga menerobos lampu merah, bisa fatal akibatnya.

4. Seakan Naik Sepeda
Saat akan melalui suatu tanjakan, sebisa mungkin tingkatkan kecepatan, saat di tanjakan, biarkan mobil/motor meluncur hingga perlahan kecepatan akan berkurang, bila perlu barulah tekan gas lagi untuk menyelesaikan rute tanjakan tersebut. Dengan cara demikian, mengurangi konsumsi BBM sebab mesin tidak dipaksa mendorong mobil dengan kondisi beban yang lebih berat (jalan menanjak).

5. Kondisi Kendaraan yang Prima
Tekanan ban yang tepat, Mesin selalu di Tune-Up secara berkala, Menggunakan bensin dengan oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin, membantu menghemat konsumsi BBM.

6. Rencanakan Rute Perjalanan
Rencanakan Rute Perjalanan perlu dilakukan khususnya jika kita akan bepergian ke beberapa tempat. Juga menentukan jalan mana yang akan dilalui, untuk dipilih jalan yang tidak macet.

7. Rencanakan Waktu Perjalanan
Bepergian di waktu yang padat, misalnya jam pergi dan pulang kantor akan memperbesar kemungkinan kita berhadapan dengan macet dan stop and go.

8. Kaca Pintu Tertutup Rapat
Dengan menutup rapat kaca pintu, akan mengurangi hambatan angin selama mobil bergerak / meluncur, dengan demikian akan mengurangi beban kerja mesin.

9. Tinggalkan Barang yang Tidak Perlu
Kurangi berat kendaraan dengan meninggalkan barang-barang yang tidak perlu di bagasi mobil.

10. Akselerasi Halus
Lakukan akselerasi secara perlahan / halus (tidak langsung gaspol apalagi hingga spin / burnout)

12. Pilih Kendaraan Hemat BBM
Jika berencana untuk membeli mobil/motor, pilihlah yang hemat BBM dan sesuaikan dengan kebutuhan.


KESIMPULAN AKHIR

1. Kemacetan Lalu-Lintas, membuat konsumsi BBM menjadi tinggi (boros)
2. Polisi Tidur di perumahan atau jalan umum, turut membuat Konsumsi BBM menjadi tinggi
3. Perlu menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima
4. Mengendarai mobil/motor dengan sabar, tidak agresif
5. Memilih kendaraan yang hemat BBM.

Semoga sharing ini bermanfaat.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:29 PM
Propinsi : DKI Jakarta

Kota : Jakarta Selatan

SPBU 34.129.02, Jl. Gatot Subroto Kav 54 (Sebelum Gedung Patra Jasa)

SPBU 34.125.06, Jl. TB Simatupang (Setelah Gedung Elnusa)

SPBU 34.121.13, Jl. Pangeran Antasari (Setelah Apartemen Prapanca)

SPBU 34.127.07, Jl. Raya Pasar Minggu (Setelah perumahan Trikora TNI AU)

SPBU 34.128.05, Jl. Casablanca Menteng Dalam Tebet (Seberang Wisma Staco)

SPBU 34.125.10, Jl. TB. Simatupang, Ragunan (Sebelum Dept. Pertanian)

SPBU 34.126.11, Jl. Moch. Kahfi, jagakarsa ()

SPBU 34.122.09, Jl. Raya Ciledug (Setelah Kelurahan Petukangan Selatan)

SPBU 34.123.06, Jl. Kesehatan Raya No.15 ()

SPBU 34.124.09, Jl. Karang Tengah Raya ()

SPBU 34.122.11, Jl. Tentara Pelajar, Kebayoran baru ()

SPBU 34.125.09, Jl. Taman Margasatwa No.20-21, Pasar Minggu ()

SPBU 34.122.12, Jl. M. Saidi Raya, Petukangan Selatan – Pesanggrahan ()

SPBU 34.129.01, Jl. Minangkabau No. 33, Manggarai ()

SPBU 34.124.10, Jl. Jl Karang Tengah Raya ()

SPBU 34.124.11, Jl. Jl Marga AGuna Pondok Indah ()

SPBU 34.125.11, Jl. Jl Pejaten Raya No.1 ()

SPBU 34.126.10, Jl. Jl Moh Kaffi II No.17 Jagakarsa ()

SPBU 34.128.03, Jl. Jl KH Abdul Syafei (Lapangan Ross) ()

SPBU 34.121.14, Jl. Gandaria Selatan 1 ()

SPBU 34.123.05, Jl. RC Veteran Rempoa Raya,Bintaro ()

SPBU 34.125.08, Jl. Jagakarsa Pasar Minggu ()

SPBU 34.128.06, Jl. Dr.Soepomo No.50, Tebet ()

SPBU 34.124.08, Jl. Raya Pasar Jumat Lebak Bulus ()

SPBU 34.103.03, Jl. Cikini raya No. 113-115 ()

SPBU 34.122.08, Jl. Ciputat Raya ()

SPBU 34.123.03, Jl. Bintaro Permai Raya ()

SPBU 34.123.04, Jl. Bintaro Permai Raya No.45 ()

SPBU 34.125.07, Jl. Cilandak KKO Raya ()

SPBU 34.127.08, Jl. Kapten Tendean No. 38 ()

SPBU 34.127.08, Jl. Kapten Tendean No. 38 ()

SPBU 34.121.01, Jl. Jend.Sudirman Semanggi ()

Kota : Jakarta Utara

SPBU 34.141.08, Jl. Surabaya Kbn Marunda ()

SPBU 34.143.08, Jl. Jl Enggano Raya No.14-16 ()

SPBU 34.143.10, Jl. Jl Gaya Motor Sunter ()

SPBU 34.141.07, Jl. Raya Cakung - Cilincing KBN Cilincing ()

SPBU 34.142.01, Jl. Boulevard Barat Kelapa Gading ()

SPBU 34.142.06, Jl. Pegangsaan Dua ()

SPBU 34.142.09, Jl. Loguistik Pegangsaan Dua ()

SPBU 34.142.10, Jl. Boulevard Artha Gading ()

SPBU 34.143.07, Jl. Danau Sunter Selatan ()

SPBU 34.143.11, Jl. Yos Sudarso No. 36 ()

SPBU 34.144.01, Jl. Raya Pluit Selatan ()

SPBU 34.144.03, Jl. Raya Pluit Selatan ()

SPBU 34.144.08, Jl. Budi Mulia Raya ()

SPBU 34.144.11, Jl. Kapuk Kamal Raya ()

SPBU 34.144.14, Jl. Gedong Panjang No. 44 ()

SPBU 34.144.13, Jl. Benjamin Sueb ()

SPBU 34.144.07, Jl. Jembatan Tiga ()

SPBU 34.142.05, Jl. Kelapa Gading Boulevard Timur ()

SPBU 34.144.09, Jl. Kapuk Kamal No. 133 ()

SPBU 34.142.08, Jl. Jl Bulevard Artha Gading Blok A3 No.3 ()

SPBU 34.143.06, Jl. Jl Danau Sunter Selatan ()

SPBU 34.144.10, Jl. Kapuk Raya No.36 (Depan Pasar Darurat)

Kota : Jakarta Pusat

SPBU 31.107.01, Jl. Industri Raya Kemayoran (Setelah Hotel Sheraton)

SPBU 34.102.02, Jl. Tanah Abang II No. 6 (Sebelah Markas Paspampres)

SPBU 34.104.01, Jl. Kramat Raya Kwitang (Seberang Gd. STIE Muhammadiyah)

SPBU 34.107.02, Jl. Pangeran Jayakarta, Mangga Dua Selatan ()

SPBU 34.106.04, Jl. Raya Bungur Besar ()

SPBU 34.102.04, Jl. Tanah Abang I No 23 ()

SPBU 34.102.05, Jl. Cideng Timur No.50 ()

SPBU 34.103.05, Jl. HOS. Cokroaminoto ()

SPBU 34.105.04, Jl. A. yani Kav 48 ()

SPBU 34.105.06, Jl. LetJen. Suprapto ()

SPBU 34.106.05, Jl. Letjen. Soeprapto Kav. 26 ()

SPBU 34.106.05, Jl. Letjen. Soeprapto Kav. 26 ()

SPBU 34.104.02, Jl. Jl Pramuka ()

SPBU 31.102.02, Jl. Abdul Muis No. 68 ()

SPBU 31.129.02, Jl. Hr. Rasuna Said Kav.x No.2 ()

SPBU 34.102.01, Jl. Penjernihan I Pejompongan ()

SPBU 34.103.03, Jl. Cikini raya No. 113-115 ()

SPBU 34.105.05, Jl. Letjen Soeprapto ()

SPBU 34.103.01, Jl. Gereja Theresia Menteng ()

SPBU 34.105.01, Jl. Pramuka Raya No. 68 (Samping Hotel Sentral) ()

Kota : Jakarta Barat

SPBU 34.117.07, Jl. Kamal Raya Cengkareng Barat (Outher Ringroad) ()

SPBU 34.117.11, Jl. Jl Cendrawasih 99 Cengkareng ()

SPBU 34.117.08, Jl. Raya Duri Kosambi ujung aspal cengkareng ()

SPBU 34.116.04, Jl. Ulujami Srengseng ()

SPBU 34.117.03, Jl. Kamal Raya No. 13 Cengkareng JakBar ()

SPBU 34.117.10, Jl. Outer Ringroad Cengkareng ()

SPBU 34.117.13, Jl. Daan Mogot KM 10 ()

SPBU 34.117.13, Jl. Daan Mogot KM 10 ()

SPBU 34.111.03, Jl. KS Tubun No.20 ()

SPBU 34.114.05, Jl. Palmerah Utara ()

SPBU 34.114.06, Jl. S. Parman N0. 109 Grogol ()

SPBU 34.118.04, Jl. Peta Barat Kali Deres ()

SPBU 34.118.04, Jl. Peta Barat Kali Deres ()

SPBU 34.115.08, Jl. Kelapa Dua, Kebon Jeruk ()

SPBU 34.116.08, Jl. Raya Pos Pengumben ()

SPBU 34.117.12, Jl. Daan Mogot Km 12 No.5 ()

SPBU 34.115.07, Jl. Arteri Kelapa Dua ()

SPBU 34.115.10, Jl. Jl Arteri Panjang No. 38 ()

SPBU 34.116.10, Jl. Jl Outer Ringroad Kembangan ()

SPBU 34.113.01, Jl. Prof. Dr. Latumenten, Angke ()

SPBU 34.117.09, Jl. Daan Mogot KM. 10 ()

SPBU 34.114.03, Jl. Kemanggisan Utama Raya no.6-8 ()

SPBU 34.116.09, Jl. Raya Joglo ()

SPBU 34.114.02, Jl. Tomang Raya No. 59 ()

SPBU 34.114.04, Jl. Prof. DR. Latumenten ()

SPBU 34.118.03, Jl. Daan Mogot Km. 18 ()

Kota : Jakarta Timur

SPBU 34.134.20, Jl. Raya Kalimalang Cipinang Bali ()

SPBU 34.134.10, Jl. Raden intan II (Masjid An Nur)

SPBU 34.134.19, Jl. Raden Intan ()

SPBU 34.132.08, Jl. Rawamangun Muka Raya ()

SPBU 34.134.14, Jl. Basuki Rachmat ()

SPBU 34.134.17, Jl. DI.Panjaitan ()

SPBU 34.132.06, Jl. Pemuda ()

SPBU 34.139.08, Jl. Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ujung Menteng, Cakung Timur ()

SPBU 34.138.03, Jl. Raya Ceger ()

SPBU 34.138.06, Jl. Outer Ring Road (Puskopad)

SPBU 34.136.02, Jl. Dewi Sartika No. 184 ()

SPBU 31.131.01, Jl. Jl. Pramuka Kemayoran ()

SPBU 34.139.09, Jl. Dr. Radjiman Cakung ()

SPBU 34.134.18, Jl. H. Naman No. 29 Pondok Kelapa ()

SPBU 34.133.06, Jl. Jatinegara Timur No. 54 ()

SPBU 34.138.02, Jl. Raya Pondok Gede No.40 ()

SPBU 34.134.15, Jl. R.S. Sukamto ()

SPBU 34.133.05, Jl. Otista Raya No.64B, Bidara Cina ()

SPBU 34.137.09, Jl. Jl Raya PKP Ciracas ()

SPBU 34.135.04, Jl. Jl Raya Pondok Gede Pinang Ranti ()

SPBU 34.134.07, Jl. Raden Intan Buaran Duren Sawit ()

SPBU 34.131.02, Jl. Matraman Raya No.44 ()

SPBU 34.133.07, Jl. Jatinegara Barat No. 83 ()

SPBU 34.135.03, Jl. Taman Mini Pintu I ()

SPBU 34.135.05, Jl. Kramat Jati No. 109-110 ()

SPBU 34.138.08, Jl. Raya Cipayung ()

SPBU 34.139.07, Jl. Sentra Primer Pulogebang, Cakung ()

SPBU 34.134.16, Jl. RS Soekamto No.26 ()

SPBU 34.135.02, Jl. Condet Raya ()

SPBU 34.131.01, Jl. Ahmad Yani 114 A Utan kayu ()

SPBU 34.131.03, Jl. Matraman Raya No. 84 ()

SPBU 34.132.09, Jl. Pemuda 40-41 Rawamangun ()

SPBU 34.136.04, Jl. Dewi Sartika No.232 ()

SPBU 34.137.06, Jl. Raya Jambore ()

SPBU 34.138.01, Jl. TMII Pintu 2 Pomdok Gede ()

SPBU 34.138.07, Jl. Raya Cilangkap Masjid Al- Qohir ()

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:31 PM
Umumnya sepeda motor ‘laki-laki’ dilengkapi dengan tombol “Hi-Pass Beam”. Seperti pada mobil.. tombol tersebut berfungsi untuk memberi tanda dengan menyalakan lampu jauh dengan singkat, biasanya saat akan menyusul kendaraan di depannya, makanya disebut Hi-Pass Beam.
Ketika saya membeli motor jenis bebek, seperti ada yang kurang rasanya.. kebiasaan menyalakan Hi-Pass Beam saat menyusul atau menyapa teman dari arah berlawanan sulit dilakukan pada motor jenis ini yang memang tidak dilengkapi tombol tersebut.
Umumnya motor jenis bebek hanya dilengkapi tombol untuk memilih posisi lampu HI atau LOW Beam saja. Dan repot sekali untuk melakukan gerakan cepat. Tidak tahan dengan kondisi tersebut… akhirnya bikin sendiri saja deh.. – www.saft7.com –

Artikel ini khusus dibuat untuk diaplikasikan pada motor jenis bebek pada umumnya yang bermerek Suzuki.
Hal ini dikarenakan warna pada kabel bawaan pabrik dan skematik diagram setiap merek selalu ditemukan berbeda.
Jadi perlu beberapa modifikasi minor lain jika ingin diaplikasikan pada merek selain Suzuki.
Yang perlu diperhatikan apabila akan diaplikasikan pada merek lain adalah, kabel COMMON pada skema ini berarus positif dimana kabel HI dan LOW Beam berarus negatif, sebaliknya pada merek lain ada yang berarus sebaliknya.

Yang perlu disiapkan adalah:
1. Relay BOSCH 4 kaki dengan tipe : 0 332 019 453
2. Relay BOSCH 5 kaki dengan tipe : 0 332 209 151
3. Saklar Push ON
4. Kabel-kabel

http://www.saft7.com/techtips/hipass-szk/hipass-szk-01.jpg

Mengapa perlu dua relay?
Relay 5 kaki ditujukan untuk memutuskan arus listrik LOW BEAM apabila tombol Hi-Pass Beam diaktifkan/ditekan. Tujuannya adalah agar cahaya lampu tidak menjadi redup khususnya pada saat kondisi saklar pemilih HI/LOW BEAM pada posisi LOW (default), sehingga cukup satu filamen saja yang menyala. Jika dua filamen menyala bersamaan, arus listrik menjadi kurang maksimal, sinar akan redup.

Relay 4 kaki ditujukan untuk mengaktifkan lampu Hi-Beam.

Setelah dipasang dengan teliti dan benar, kini pilihlah lokasi pemasangan saklar push-on pada body motor.
Usahakan pemasangan di posisi yang ergonomis. Bisa mencontoh lokasi seperti pada motor ‘laki-laki’ pada umumnya yang ada tombol Hi-Pass Beam. Saya sendiri membuat lubang pada body untuk penempatan saklar tersebut.

Nah.. jika sudah terpasang, semakin nyaman kita berkendara…

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:34 PM
Accu (aki) mobil ataupun motor yang paling banyak digunakan adalah jenis accu basah. Accu basah yang dimaksud adalah Lead Acid Battery. Paling tidak sebulan sekali kita perlu melihat ketinggian air accu yang bisa dilihat dari body samping accu tersebut. Jangan sampai berada di bawah Level Minimumnya karena akan merusak sel accu itu sendiri. Umur pakai accu jenis ini berkisar sekitar 1.5-2.5 tahun tergantung kondisi mobil/motor yang menggunakannya.

Suatu accu mulai rusak ketika tidak bisa menyimpan arus listrik dengan baik atau tegangan (voltase) nya turun dari yang seharusnya. Biasanya ditandai dengan bunyi klakson tidak selantang biasanya, lampu tidak seterang biasanya, waktu starter mesin jadi lebih panjang.. bahkan lebih parah adalah tidak bisa starter mesin. Bahasa paling umum adalah “Aki Soak”.

Baik tidaknya kondisi accu bisa diukur dengan alat tes accu khusus, seperti simulasi pembebanan pada accu kemudian terukur seberapa kuat accu tersebut.

Selain di tes dengan pembebanan arus, baik tidak accu juga dipengaruhi oleh kualitas air accu itu sendiri yang bisa diukur dengan Battery Hydrometer. Alat ini wajib bagi toko atau tukang service accu. Jika kita ingin mempunyai alat ini bisa saja.. ga ada ruginya.. karena bisa mengontrol kondisi ‘kesehatan’ air accu. Harganya berkisar mulai dari 25ribu rupiah. (tidak mahal, khan?)

Cara penggunaannya sangat sederhana, yaitu dengan menyedot air accu, kemudian melihat bandul penunjuknya memperlihatkan kondisi apa.

Jika permukaan air accu berada pada bidang Hijau, berarti kondisi air accu sangat baik.
Jika permukaan air accu berada pada bidang Putih, berarti kondisi air accu juga masih baik.
Jika permukaan air accu berada pada bidang Merah, berarti kondisi air accu butuh di recharge, atau sekaligus bisa juga menunjukkan ada masalah charging pada alternator (alternator bermasalah/rusak).

Perpanjang Masa Pakai Accu…

Seiring dengan masa/usia pakai accu basah pada kendaraan, lembar cell accu akan terlapis oleh deposit Sulfat. Semakin tebal deposit sulfat ini membuat accu semakin rendah performanya. Hingga saking tebalnya deposit tadi.. akhirnya membuat accu benar-benar mati / soak, tidak bisa diisi (recharge) lagi. Umumnya .. solusinya adalah harus mengganti dengan accu baru.

Kita bisa membuat langkah alternatif untuk memperpanjang masa pakai accu basah pada mobil atau motor kita.
Banyak informasi yang di dapat di Internet tentang bubuk EDTA ( ethylenediamine tetraacetic ) . Bubuk EDTA sendiri umumnya sering digunakan untuk pengawet makanan. Namun karena penggunaannya ternyata juga bermanfaat untuk merontokkan deposit sulfat pada cell accu, dibuat EDTA yang lebih khusus dengan kode Na4-EDTA (Tetrasodium EDTA) . Pada beberapa toko kimia menyebutnya sebagai “EDTA Teknis“. Saya mendapatkannya dengan harga 33ribu/kg.

Menurut pengalaman teman-teman dan referensi di Internet, khasiat Na4-EDTA (Tetrasodium EDTA) ini bisa membuat accu menjadi segar kembali, dan jika rutin menggunakan Na4-EDTA setiap bulannya, dapat membuat masa pakai accu bisa mencapai 2-3 kali lebih lama.. atau sekitar hingga 4-5 tahun!
Tentunya ini adalah solusi murah, hemat dan tepat guna.
Mari ber-EDTA…

Kita persiapkan terlebih dahulu adalah:
1. Na4-EDTA (Tetrasodium EDTA) atau (EDTA Teknis)
2. Air Destilasi (Air Aquadest), saya menggunakan air accu botol BIRU. (bukan air accu zuur!)
3. Sendok Teh
4. Gelas
5. Battery Hydrometer
6. Lap untuk bersih-bersih.

http://www.saft7.com/techtips/edta/edta6.jpg


ebelum membuat ‘vitamin’, lihat dulu kira-kira seberapa banyak diperlukan untuk menambahkannya pada accu, sehingga tidak mubazir jika berlebih.

Pastikan komposisinya terjaga:
Untuk ritual perawatan rutin accu, Siapkan 2-3 sendok teh Na4-EDTA untuk 1 liter air Aquadest
Untuk accu yang sudah soak, siapkan 4-6 sendok teh Na-EDTA untuk 1 liter air Aquadest

Na4-EDTA harus diaduk larut dengan air accu, untuk itu agar mudah, pengadukan dilakukan di luar accu.

Setelah semua siap, mari kita mendekati accu yang akan kita kasih ‘vitamin’ ini.

Setiap lubang / cell, kita lihat kondisinya dengan Hydrometer, saya menemukan ukuran yang berbeda-beda untuk tiap cell.
Cell yang terlihat lebih dekat ke ‘merah’ memerlukan ‘vitamin’ lebih banyak ketimbang Cell yang sehat (hijau).
Tapi tiap Cell tetap perlu dituangkan ‘vitamin’ setiap bulannya agar deposit sulfat bisa dirontokkan, sehingga performa accu tetap prima.

Tentunya juga.. jika air accu kurang dari level yang dianjurkan, segera tambahkan juga dengan air accu berbotol BIRU.


CATATAN:
Tips ini hanya untuk accu berjenis Accu Basah, dengan ciri-ciri ada baut untuk mengisi air accu pada tiap Cell nya. 6 baut Cell untuk accu 12volt, dan 3 baut Cell untuk accu 6volt.
Accu jenis MF (Maintenance Free) tidak dapat memanfaatkan tips ini, karena konstruksi MF tidak memungkinkan kita menambahkan air accu kecuali dengan cara khusus (misalnya dengan cara disuntik, dsb).
Accu jenis Gell atau Spiral Gel juga tidak dapat memanfaatkan tips ini.
Tidak semua accu basah yang soak bisa di’hidup’kan kembali karena beberapa sebab, antara lain korslet (short circuit) di dalam Cell, Cell sudah rusak parah, dsb.

Semoga bermanfaat, Salam hemat!

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:37 PM
Ban adalah komponen penting pada kendaraan. Apapun kendaraannya (mobil, motor, sepeda, angkutan umum, truk, dan sebagainya) tekanan gas (angin) dalam ban perlu diperhatikan agar kinerja (grip/daya cengkram) ban terhadap jalan tetap optimal dan umur pakai ban menjadi lebih panjang.

http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-01.jpg


Jika tekanan gas di dalam ban lebih rendah dari yang disarankan, maka bidang yang menapak dan mencengkram jalan tidak merata sehingga bidang tapaknya menjadi lebih sedikit yaitu hanya pada daerah pinggir ban saja.

Begitu juga jika tekanannya berlebihan dari yang dianjurkan, maka yang menapak hanya daerah tengah ban saja. Akibat dari kekurangan dan kelebihan tekanan gas tersebut adalah tapak ban akan menipis tidak merata, sering orang menyebut “botak luar, atau botak dalam”. Sebaliknya apabila tekanan gas di dalam ban diisi sesuai anjuran, maka bidang tapak ban yang mencengkram jalan menjadi lebih luas dan merata. Untuk keamanan berkendara akan lebih terjamin.


Ban yang habis tidak merata juga bisa disebabkan oleh kerusakan komponen lain seperti Shock Breaker (Shock Absorber), suspensi, pengereman mendadak, kondisi jalan, Posisi kelurusan roda (perlu spooring), Keseimbangan roda (perlu di Balance), dan lain-lain.

Setiap ban yang terpasang pada velg perlu dibalance untuk menjaga keseimbangan ban saat berputar.

Gas Pengisi Ban

Ban yang diisi gas (angin) bertekanan tertentu umumnya terdiri dari 21% gas Oksigen dan 78% gas Nitrogen. Dimana campuran gas tersebut didapat dari udara sekitar pompa gas/angin tersebut, atau gas yang kita hirup sehari-hari.
Partikel gas Oksigen lebih kecil dibanding gas Nitrogen, sehingga gas Oksigen bisa tiga kali lebih cepat merembes keluar ketimbang gas Nitrogen, melalui celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek maupun mekanik sekat/valve pada pentil (ventil).

Secara perlahan tapi pasti, membuat ban mobil akan berkurang tekanan gas nya dan perlu selalu di cek tekanannya, jika kurang segera tambahkan hingga sesuai anjuran pabrik mobil maupun spek ban yang digunakan. Tekanan gas yang kurang membuat berkurangnya keamanan dan kenyamanan, juga membuat BBM boros.


Udara yang bertekanan cenderung bersifat lembab, untuk yang masih menggunakan velg dari bahan besi dapat membantu proses terjadinya karat yang tentunya merusak velg itu sendiri.

Kita dianjurkan untuk melakukan pengecekan tekanan ban pada kondisi ban dingin, ini dikarenakan saat ban digunakan (berkendara), suhu gas dalam ban akan meningkat (panas). Meningkatnya suhu gas tersebut membuat naiknya tekanan gas dalam ban. gas Nitrogen (N2) di klaim memiliki tekanan yang stabil terhadap perubahan suhu kerja ban, sehingga akan aman untuk kendaraan yang sering dipacu kencang (ngebut) maupun mengangkut beban berat.

Ikuti anjuran yang tertera pada panel rekomendasi tekanan ban yang biasanya terpasang pada pilar pintu mobil maupun rangka motor jika menggunakan ban standar, atau ikuti anjuran dari ban yang digunakan jika spesifikasi ban tersebut tidak tertulis dalam panel rekomendasi tekanan ban.


Gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban

Dikarenakan partikel gas Nitrogen (N2) lebih besar dibandingkan Oksigen (O2), maka N2 dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban. Selain itu Nitrogen aman digunakan karena tidak bisa terbakar, tidak berbau, dan merupakan bagian dari gas yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-hari.


Untuk membedakan mana ban yang di dalamnya berisi gas biasa dan yang berisi gas N2, umumnya disepakati dengan menggunakan tutup pentil (ventil) berwarna Hijau bertuliskan N2 untuk ban yang diisi gas N2.


Keuntungan menggunakan N2 sebagai gas pengisi ban

1. Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)
2. Daya cengkram dan kinerja ban menjadi optimal (akibat grip yang baik, tekanan yang tidak berkurang)
3. Menghemat BBM (tekanan tepat, meringankan kerja mesin)
4. Memperpanjang umur pakai ban (tekanan tepat, habisnya ban akan merata)
5. Meningkatkan keselamatan (tekanan tepat, grip dan stabilitas terjaga)
6. Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang umur elastisitas karet ban)
7. Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)
8. Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban (mengurangi kecelakaan akibat pecah ban – overpressure)

N2 sendiri sudah digunakan terlebih dahulu di arena balap, pesawat terbang dan kendaraan berat khusus, sebelum diperkenalkan ke publik untuk digunakan di kendaraan sehari-hari mobil maupun motor.


Kelemahan gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban.
1. Harga yang masih mahal

Umumnya berkisar sekitar 10ribu hingga 20ribu rupiah untuk setiap ban. Belum lagi ada tambahan biaya apabila sebelumnya gas pengisi ban tersebut bukan N2, karena harus dikuras terlebih dahulu untuk kemudian diisi gas N2. Biaya kuras berkisar sekitar 5ribu – 10ribu rupiah.
2. Perawatan

Setiap kali ban sudah terisi oleh N2, maka selanjutnya jika tekanan berkurang, sangat disarankan untuk menambahkannya dengan N2 juga.
3. Ketersediaan

Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.


NOTE:
Apabila tekanan N2 berkurang dan tidak ditemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, kita dapat menambahkannya dengan gas / angin ban seperti biasa yang mudah ditemui di tepi jalan, sebagai langkah darurat. Namun apabila kita sudah dapat menemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, sebaiknya ban tersebut kembali dikuras ulang untuk diisi kembali dengan gas N2 murni.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:42 PM
Hampir setiap model dari berbagai merek kendaraan baik itu motor maupun mobil memiliki komunitas. Komunitas yang dimaksud adalah para pemakai kendaraan tertentu yang membentuk suatu kelompok atas satu kesamaan ketertarikan / interest dan memiliki visi-misi. Tidak aneh lagi kita melihat berbagai macam
singkatan yang tertulis dalam bentuk sticker ditempel di body kendaraan tersebut untuk memperlihatkan “aku klub ini loh”, dan sebagainya hingga penomoran kendaraan berdasarkan nomor anggota di kelompoknya.

Komunitas mobil maupun motor, baik itu secara klub utuh (fisik) tetapi ada juga yang virtual berupa mailing list. Diawali dari surat-menyurat melalui mailing list, hingga akhirnya saling tatap muka (kopi darat/kopdar), sehingga membuat bertambahnya keakraban antar anggota di dalam komunitas tersebut. Itulah hebatnya Internet yang dapat menyatukan banyak orang tanpa peduli jarak dan waktu.


MANFAAT KOMUNITAS BAGI ANGGOTA

Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari suatu komunitas. Apalagi jika pengurus komunitas itu bisa membuat agenda kegiatan yang bermanfaat bagi anggotanya. Antara lain:

- Plant Tour / Kunjungan ke Pabrik:
Kunjungan ke pabrik dapat memberikan informasi yang sangat berguna bagi pesertanya tentang bagaimana produk kendaraan yang mereka biasa pakai itu dirakit dan di test sebelum dijual ke publik. Atau juga kunjungan ke pabrik komponen mobil, misalnya Ban, Accu, dan lain-lain. Tanpa disadari, dengan melihat sendiri bagaimana kendaraannya dirakit, akan meningkatkan kecintaannya terhadap produk tersebut.

- Tips & Konsultasi Teknis:
Sharing / saling berbagi ilmu yang berkaitan dengan hal teknis kendaraan sangat membantu antar anggota. Bahkan di dalam suatu mailing list, antar anggota bisa bertanya tentang masalah teknis pada kendaraannya, kemudian dijawab ramai-ramai oleh anggota mailng list tersebut. Tanpa disadari yang akan berkembang adalah seluruh anggota di komunitas itu (Community Development). Semua menjadi ikut pandai.

- Workshop / Ngoprek Bareng:
Beberapa klub melakukan hal ini. Jelas ini bermanfaat untuk pesertanya. Anggota yang awam tentang mesin menjadi mengerti bagaimana merawat dan memperbaiki sendiri kendaraannya apabila terjadi masalah ringan atau dalam kondisi darurat. Sekaligus tentunya bisa menghemat biaya ke bengkel.

- Sosialisasi Safety Riding/Driving:
Peserta dibekali pengetahuan mengemudi yang benar dan aman agar selamat selama di jalan. Melalui pelatihan Safety Riding maupun Safety Defence Driving peserta menjadi lebih dewasa selama berkendara di jalan, tahu kapan harus mengalah, bagaimana menghindari kecelakaan, bagaimana mengatasi / mengendalikan kendaraan dalam kondisi darurat dan sebagainya.

- Jual-Beli:
Ini juga seru, dimana antar anggota bisa saling menjual-beli komponen maupun asesoris mobil maupun motor. Tidak heran apabila banyak juga disusupi oleh penjual/pedagang, bahkan spam (di mailing list).

- Merchandise:
Komunitas / klub itu sendiri juga bisa menghidupi biaya operasional dari biaya administrasi (registrasi pendaftaran anggota) maupun dari dibuatnya merchandise inisial dari komunitas tersebut. Mulai dari kaos, topi, jaket, pin baju, bendera kecil dan lain-lain.

MANFAAT KOMUNITAS BAGI PRODUSEN KENDARAAN

Produsen kendaraan perlu jeli melihat komunitas-komunitas yang ada khususnya yang menggunakan produknya. Walaupun produknya sudah tidak diproduksi lagi, produsen tetap perlu menjaga kesetiaan pengguna (user) terhadap merek dari produk tersebut.

- Kesetiaan terhadap Merek Kendaraan:
Beberapa produsen/ pemegang merek masih ada yang kurang memperhatikan atau kurang menjalin kerja sama dengan komunitas yang ada, mungkin karena produk yang dipakai oleh para komunitas tersebut jenis/ model nya sudah tua. Hal ini kurang tepat, karena bukan tidak mungkin pengaruh mereka (komunitas) terhadap lingkungannya cukup besar, yaitu mampu meyakinkan lingkungannya bahwa merek tersebut adalah baik dan handal, sehingga secara otomatis mampu membuka peluang penjualan produk baru dari merek tersebut.

- Ajang Promosi:
Melalui kerjasama / partisipasi di dalam kegiatan suatu komunitas, produsen dapat melakukan kegiatan promosi. Untuk Komunitas adalah suatu hal yang saling menguntungkan, dan untuk produsen kegiatan promosi menjadi fokus dan tepat guna.

- Alokasi Masalah:
Hal yang penting bagi produsen untuk ikut turut masuk melebur dalam suatu komunitas atau mailing list adalah mendengarkan keluhan atau permasalahan yang dialami anggota komunitas tersebut. Akan lebih baik lagi apabila produsen dapat membantu menjawab masalah teknis tersebut secara langsung.

- Meramaikan Acara:
Apabila produsen melansir suatu kendaraan baru, akan lebih baik jika komunitas yang ada diundang, sehingga terjalin hubungan yang baik antara pengguna (komunitas) dengan produsen. Bukan tidak mungkin anggota komunitas tersebut kemudian membeli produk baru tersebut.

Suka maupun duka kita bisa lalui dalam suatu komunitas. Banyak manfaat yang kita peroleh dari komunitas yang kita ikuti, dan yang lebih berharga adalah bertambahnya teman dan sahabat dalam hidup kita.

Keep The Brotherhood’s Spirit Alive!

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:46 PM
Masa Inreyen (Belanda: inrijden) atau Break-in atau Running-in selalu disampaikan untuk dipatuhi saat membeli kendaraan baru, dan anjuran tersebut ada di buku pedoman pemakaian kendaraan, baik itu mobil maupun motor.

Banyak informasi yang mengatakan Inreyen tidak perlu lagi, alasannya karena mesin sudah di test di pabrik dan antar komponen sudah dibuat sedemikian presisi. Bahkan informasi itu muncul dari kalangan ATPM (pemegang merek) dan pabrikan kendaraan itu sendiri.

Namun informasi tersebut bukan informasi tertulis dan dapat dipertanggung jawabkan, karena nyatanya seluruh pabrikan kendaraan tetap menganjurkan untuk mengikuti proses Masa Inreyen untuk kendaraan baru (mobil maupun motor) yang tertulis pada Buku Pedoman Pemakaian Kendaraan (User Manual / Owner Manual).


http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-20.jpg




APA MANFAAT MASA INREYEN?

Selama Masa Inreyen, permukaan komponen-komponen baru yang saling bersentuhan memiliki tingkat kehalusan yang berbeda-beda. Sekalipun komponen tersebut dibuat dengan sangat presisi, jika permukaannya dilihat dengan bantuan mikroskop akan terlihat tekstur yang kasar, berlubang ataupun bergaris/alur. Jika mesin dijalankan secara tidak benar, maka komponen yang bergesekan tadi akan mengalami keausan yang cepat, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kerusakan komponen.



INREYEN DIABAIKAN?

Yang umumnya terjadi apabila Masa Inreyen diabaikan, di beberapa bulan ke depan dan tahun-tahun mendatang akan terjadi:
Konsumsi BBM akan semakin boros
Konsumsi Oli akan meningkat (lebih cepat tambah oli / topping-up)
Kerusakan mesin lebih cepat terjadi.


Jadi manfaat dari mematuhi Masa Inreyen ini adalah:

“Untuk mendapatkan penghematan dan keawetan kendaraan kita di masa mendatang”


BAGAIMANA PROSEDUR INREYEN?

Masa Inreyen perlu dijalankan oleh kendaraan baru dan yang baru diperbaiki (turun mesin, ganti kampas rem, ganti ban baru, ganti kopling).

Prosedurnya sangat mudah dan sederhana:
Hindari melakukan akselerasi dengan gas penuh (wide open throttle) saat start dan mengendarai.
Hindari memacu mesin hingga lebih dari 4250rpm (untuk Motor tidak lebih dari 6000rpm) atau kecepatan lebih dari 100 km/jam
Sebaiknya cobalah untuk menghindari melakukan pengereman mendadak selama 500 km pertama, baik untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti kampas/disc rem.
Tidak berjalan perlahan dengan transmisi manual di posisi gigi tinggi dan sebaliknya.
Tidak berkendara dalam waktu lama dengan posisi gigi yang sama terus menerus, baik saat kecepatan tinggi atau lambat.
Lakukan perpindahan gigi dengan kopling secara halus hingga kopling bekerja optimal dan efisien selama 500km pertama. Berlaku untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti kopling set.
Kurangi kecepatan saat melalui jalan licin atau saat hujan, karena grip roda belum optimal terhadap aspal/jalan, selama 300km pertama. Berlaku untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti ban baru.
Sebaiknya gunakan oli mineral selama 1000km pertama
Tidak menarik mobil/mengangkut beban berat selama 1000km pertama


APA MASIH PERLU INREYEN?

Pada penjelasan di atas, sudah dijelaskan manfaat dan bagaimana mudah dan sederhananya prosedur Inreyen. Tetapi saya yakin Pro dan Kontra masih perlu tidaknya Masa Inreyen akan terus ada dan seru untuk diperdebatkan. Saya coba uraikan beberapa hal teknis yang membuat semua pabrikan kendaraan mencantumkan anjuran Masa Inreyen / Masa Uji Kendaraan pada Buku Pedoman Pemakaian Kendaraan.


Komponen Mesin
Masa Inreyen diperlukan untuk membersihkan sisa-sisa “debris” (sisa machining saat komponen mesin dibuat). Saat komponen mesin dibuat, banyak proses yang dilalui seperti: casting, forging, machining/shaping dan sebagainya, akan meninggalkan serpihan-serpihan logam berukuran sangat kecil, meski sudah dilakukan pembersihan di setiap proses.
Masa Inreyen diperlukan untuk membersihkan sisa coolant dari proses machining, sebab lapisan coolant akan masih tetap menempel pada komponen, meski sudah dibersihkan
Masa Inreyen diperlukan untuk membuang sisa-sisa oli pengawet, setelah dibuat dan dibersihkan, komponen mesin biasanya dicelup oli pengawet agar saat dalam perjalanan menuju jalur perakitan tidak teroksidasi akibat kelembaban. Bisa dilihat saat membeli komponen, biasanya ada yang dibungkus dalam plastik yang ada oli, untuk melindunginya
Komponen Bergerak

Setiap komponen yang bergesekan mempunyai tingkat kehalusan permukaan yang berbeda-beda, apalagi komponen tersebut adalah suatu produksi massal. Sekalipun komponen itu dibuat sedemikian presisi, tetap memerlukan proses penghalusan dan fitting yang dilakukan secara tidak terburu-buru/instant.


Komponen Mesin

Komponen mesin yang bergerak lainnya seperti Piston, Cam, Crankshaft, dll. juga sama-sama memerlukan proses Break-in. Bahkan dibutuhkan waktu hingga 1000km pertama.

Selama masa Inreyen, oli akan menyebar merata ke seluruh komponen bergerak dan membuat lapisan film (tipis) antar komponen tersebut.

Apabila proses pelapisan tersebut tidak optimal akibat selama masa inreyen mesin dipaksakan dengan beban tinggi atau putaran tinggi, akan berakibat cacatnya komponen-komponen bergerak tadi.

Faktor Keselamatan (safety)
Kampas Rem dan Disc / Tromol

Masa Inreyen pada sistem rem, dikenal dengan bedding atau pre-burnish.

Karena permukaan kampas rem dengan disc atau tromol berbeda tingkat kehalusannya, maka umumnya saat masih baru, pengereman masih kurang efektif. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya permukaan yang saling bergesekan untuk menghentikan kendaraan.

Dengan demikian Masa Inreyen diperlukan untuk:
mengoptimalkan gesekan antara pads dengan disc atau kanvas dengan drum, saat proses break-in ini terbentuk alur-alur yang membuatnya lebih pakem daripada saat benar-benar baru.
mengoptimalkan kekerasan kanvas, saat break ini kanvas seolah dimampatkan sehingga kepadatan material gesek lebih optimum

Untuk itu diperlukan proses masa Inreyen (break-in) bagi sistem rem hingga berfungsi optimal dan efektif.


Traksi Ban Terhadap Aspal/Jalan

Berkaitan dengan hal-hal teknis dan perbedaan spesifikasi dan lainnya, membuat ban mempunyai tingkat yang berbeda-beda terhadap potensi traksi terhadap jalan/aspal hingga periode waktu Break-in terlewati. Yaitu perlu waktu sekitar 300km untuk membuat ban mempunyai potensi traksi yang optimal terhadap jalan/ aspal.


Sewaktu melalui jalan basah/licin, ketika melewati genangan air, bisa terjadi fenomena Hydroplaning yang membuat ban kehilangan traksi terhadap aspal/jalan, sehingga kendaraan menjadi hilang kontrol dan kehilangan kemampuan rem untuk menghentikan kendaraan. Kurangi Kecepatan saat melalui jalan yang ada genangan air.

Proses Masa Inreyen diperlukan ban untuk:
membuang carnauba wax yang biasa dipakai sebagai mould release, pada cetakan ban, yang masih menempel pada ban
“mencukur” permukaan kontak ban sehingga menjadi kasar dan ban lebih grip/menggigit di aspal/jalan
KESIMPULAN

Manfaat dari mematuhi Masa Inreyen adalah: Untuk mendapatkan penghematan dan keawetan kendaraan kita di masa mendatang

Masa Inreyen tidak hanya untuk mesin, tetapi juga faktor keselamatan seperti Ban dan sistem Rem

Masa Inreyen bagi produsen kendaraan (mobil dan motor) adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh Pemilik/Pengguna Kendaraan

(Tertulis di buku Panduan Pemakaian seluruh merek Mobil dan Motor apapun)

Masa Inreyen bagi Pemilik/Pengguna Kendaraan adalah suatu pilihan…

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 06:53 PM
Ban adalah bagian terpenting dari sebuah kendaraan bermotor karena ban satu-satunya bagian dari kendaraan bermotor yang mempunyai kontak langsung dengan jalan. Walaupun merupakan faktor terpenting pada sebuah kendaraan bermotor, namun banyak pemilik kendaraan yang sering mengabaikannya, baik yang karena alasan ekonomi maupun keterbatasan ilmu mengenai ban yang dimiliki pengendara. Karena alasan tersebut diatas saya menulis sedikit untuk sharing kepada pengendara lain agar dalam mengemudikan kendaraannya tahu batasan yang dimiliki oleh ban yang digunakannya.

Sedikit Flashback, mungkin sudah banyak orang tahu bahwa ban (dengan bahan karet) yang sampai sekarang digunakan ditemukan oleh DUNLOP (John Boyd Dunlop) pada tahun 1888. Perkembangan ban sampai saat ini menyempurnakan hasil penemuan DUNLOP tersebut.


Struktur Ban

Struktur Ban Bias dan Ban Radial

Dari hasil pengembangan hingga saat ini struktur yang biasa digunakan oleh produsen ban adalah sbb:

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-01.jpg


1. Tread/Telapak Ban:
Tread/Telapak Ban adalah bagian dari ban yang kontak langsung dengan permukaaan jalan. Bahan yang digunakan tergantung dari utilitas kendaraan sehingga berpengaruh terhadap ketahanan ban, daya cengkeram dan juga dalam melakukan maneuver.
2. Steel Belts:
Menjaga kekokohan struktur ban dan juga menjaga keamanan dari benda-benda yang dapat menusuk permukaan ban.
3. Spiral Layer:
Lapisan ini berfungsi agar ban lebih tahan dan lebih mudah melakukan maneuver.
4. Shoulder:
Shoulder bagian yang paling tebal pada sebuah ban yang berfungsi melindungi ban dari guncangan maupun benda-benda berbahaya dari luar.
5. Sidewall:
Sidewall adalah bagian yang paling lentur pada sebuah ban. Faktor kenyamanan berkendara pada sebuah ban di dapat dari bagian ini.
6. Plycord:
Plycord adalah bagian utama sebuah ban yang melapisi bagian dalam pada sidewall dan juga bagian dalam telatak ban dari tekanan udara dari dalam ban, beban kendaraan dan juga goncangan dari luar.
7. Bead Filler:
Bead Filler lapisan pengisi yang membuat ban lebih tahan dan memudahkan kendaraan dalam melakukan maneuver.
8. Bead Wires:
Lapisan kawat yang berfungsi menahan ban tetap pada tempatnya pada velg/rim.
9. Chafer
Bagian yang melindungi plycord dibagian bead dari panas yang terjadi karena gesekan bagian bead dengan velg/rim.


Dari keseluruhan Struktur ban diatas yang paling banyak mempengaruhi ketahan, maneuverability dan juga factor keiritan bahan bakar adalah PLYCORD.

1. Radial
Struktur lapisan Plycord pada Ban Radial dari Bead dalam Ke Bead luar saling tegak lurus.
Disamping lapisan plycord masih ada lapisan steel belts.
2. Bias
Lapisan untuk jenis ini plycord diletakkan secara diagonal secara bersilangan, tidak ada lapisan tambahan pada konstruksi Bias ini.
Diantara ban Radial dan ban Bias manakah yang lebih menguntungkan pengendara?

Secara umum ban radial lebih menguntungkan pengendara karena:
1. Lebih Safety, karena ban lebih menapak pada permukaan jalan
2. Penggunaan bahan bakar yang lebih irit
3. Lebih kokoh karena adanya lapisan steel belts

Tube dan Tubeless

Disamping struktur plycord yang ada struktur ban juga dibagi lagi menjadi tipe yang menggunakan ban dalam (Tube Type) dan tipe yang tidak menggunakan ban dalam (Tubeless).

1. Tubeless
Ban tubeless mempunyai lapisan dalam (inner liner) yang lebih kuat dari pada ban yang menggunakan ban dalam

2. Tube Type
Tipe ban ini menggunakan ban dalam untuk dapat digunakan.

Kelebihan ban Tubeless :
1. Lebih aman. Gambar dibawah memperlihatkan kenapa ban tubeless lebih tahan bocor apabila ban terkena benda tajam
2. Lebih efisien dan ekonomis, efisien dalam konsumsi bahan bakar karena lebih ringan (tidak menggunakan ban dalam) lebih ekonomis karena tidak perlu membeli ban dalam.
3. Lebih dingin, karena tidak ada gesekan antara ban dalam dan ban luar pada saat terjadi “Rolling Resistance”

Banyak pertanyaan yang dilontarkan di milis-milis apakah aman ban yang menggunakan ban dalam dijadikan ban tubeless ataupun sebaliknya ban tubeless menggunakan ban dalam.

Mari kita bahas !:
Untuk alasan safety tidak dianjurkan ban tube dijadikan tubeless maupun ban tubeless menggunakan ban dalam.

1. Ban Tube dijadikan tubeless:
Perbedaan konstruksi ban Tube dan Tubeless bisa dilihat pada gambar berikut.

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-10.jpg

Pada gambar tersebut bisa dilihat bahwa ban tubeless mempunyai inner liner yang pada ban tube lapisan ini tidak ada sama sekali. Inner liner ini lebih membuat kaku bentuk ban sehingga walaupun ban kekurangan angin bentuk ban masih sesuai dengan bentuknya dan tetap menempel pada rim.
Apakah bisa digunakan ban tube menjadi tubeless?
Jawabannya bisa, namun untuk alasaan safety tidak dianjurkan karena jika ban kekurangan angin bisa menyebabkan kecelakaan yang fatal bagi pengendaranya.

2. Ban Tubeless menggunakan ban dalam
Karena alasan tertentu banyak juga yang menggunakan ban tubeless menggunakan ban dalam. Apakah aman?
Memang bisa ban tubeless menggunakan ban dalam, namun ini tidak dianjurkan dan tidak safety.

Kesimpulan:

Penggunaan ban tube dijadikan tubeless atau ban tubeless dengan menggunakan ban dalam jawabannya adalah bisa.
Namun penggunaan hanya dianjurkan untuk keadaan darurat, bukan untuk digunakan harian

Berapa ukuran ban maksimum

Ratio maksimum lebar bibir velg : lebar tapak ban dari berbagai sumber membatasi angka antara 0.5” s/d 0.58”

Contoh perhitungan :
Lebar bibir velg=1.85”
Lebar maksimum ban yang dianjurkan
= 1.85” / 0.58
= 3.189”
≈ 3.00 ~ 3.50”

Jadi Lebar ban (konversi ke satuan mm)
= 3.50” x 25.4mm
= 88.9mm
≈ 90.0mm; atau maksimum 100mm

Sebenarnya ukuran yang terlalu lebar maupun kekecilan bisa dilihat pada saat ban belum terpasang pada velg. Ban yang terlalu lebar akan terlihat lebih menggembung, sedangkan ban yang lebarnya terlalu kecil akan menyebabkan ban tidak rekat pada velg/rim
Membaca Kode Ban
1. Ukuran Ban

Ukuran ban biasa menggunakan ukuran METRIC dan ukuran INCH.

a. Ukuran Metric

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-12.jpg


80 / 90 – 17
80 = adalah lebar telapak ban dalam ukuran mm
90 = adalah prosentase tinggi ban yang dihitung dari lebar ban
Jadi tinggi ban = 120 x 90% = 72 mm
17 = Ring Velg yang digunakan

b. Ukuran Inch

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-13.jpg

275 – 17
275 = adalah lebar telapak dan tinggi ban dalam ukuran mm.
17 = Ring Velg yang digunakan

2. Tread Wear Factor

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-14.jpg

Indikator ke ausan ban. Jika ban sudah mencapai indicator ini ban sebaiknya lekas diganti


3. Tube/Tubeless

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-15.jpg

Type ban menggunakan ban dalam atau tubeless


4. Lot Number

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-16.jpg

Lot number produksi ban 2607 artinya ban diproduksi pada minggu ke 26 (2 digit pertama) pada tahun 2007 (2 digit terakhir)


5. Speed Symbol & Load Index

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-17.jpg


41P
41 = dilihat pada table pertama maksimum load yang disarankan 145kg
P = dilihat pada table 2 batas maksimum yang disarankan 150km/jam

.
Index Beban dan Kecepatan yang tertera bagi kendaraan roda dua

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-18.jpg


6. Rotation

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-20.jpg


Indikator arah berputar ban semestinya



7. Maximum Load

http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-21.jpg



Maksimum load yang dianjurkan. 160kg beban maksimum dengan tekanan ban 33Psi pada kondisi dingin

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 11:51 PM
Sebagai motobiker, sering kali lupa bahwa sehari - hari kita membawa harta yang paing mahal dalam hidup ini. Harta termahal itu bernama kesehatan. Aktifitas riding sceara rutin tentunya akan berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Selain perilaku Safety Riding ada juga tips berkendara yang kali ini tentang pengaruh kesehatan bagi motobikers dan bagaimana cara mengantisipasinya.

Seringkali perjalanan jauh hingga 6 - 8 jam diatas motor membuat kondisi badan seperti "remuk". Memang tidak mudah menuntut kondisi fisik untuk selalu prima, tapi paling tidak motobiker mengetahui bagaimana caranya utnuk mengantisipasi kecelakaan yang diakibatkan menurunnya kesehatan selama berkendara. Tips ini sederhana dan layak dipraktekan. Yuks, dibaca, disimak dan diterapkan.

1. Cegah Kelelahan
Untuk mencegah fatigue atau kelelahan karena melakukan riding rutin harian atau jarak jauh, lakukan pemanasan minimal 2 menit dengan lari - lari kecil untuk melemaskan otot. Tujuannya untuk menghindari rasa pegal - pegal pada bagian pinggang, tangan, kaki dan persendian.

2. Istirahat
Aktifitas riding jarak jauh maksimal 2 jam riding nonstop. Biasakanlah istirahat sejenak dselingi pelemasan, jangan lupa sesuaikan posisi mengendarai motor dengan postur tubuh. Misalnya menyesuaikan posisi stang yang tinggi dan tidak membungkuk, agar dapat membuat posisi riding lebih nyaman. Biasakanlah tidak menekuk punggung selama perjalanan agar tidak cepat lelah.

3. Celana Dalam
Pada saat melakukan aktifitas riding jarak jauh, disarankan tidak memakai celana dalam yang ketat. Tujuannya agar mencegah alergi kulit yang bisa timbul. Pakailah celana hawaii atau celana berbahan katun yang longgar dan fleksibel.

4. Masker
Perhatikan kebersihan hidung, pakailah masker dengan filter udara (jika memakai helm half face) dan selalu bersihkan hidung setiap sesudah riding.

5. Cuci Mata
Cuci mata disini adalah dalam arti yang sebenarnya dan bukan berarti lihat perbelanjaan. Mata akan semakin beresiko kotor jika memakai helm yang memungkinkan udara untuk masuk ke muka. Biasakan bersih - bersih mata dengan boor water atau obat tetes mata secara rutin, paling tidak seminggu sekali, ketika mata perih atau setelah melakukan perjalanan jauh.

6. Perlindungan Leher
Biasakan memakai masker atau balaclava yang bisa menutupi leher dan tengkuk yang terbuka antara helm dan jaket. Tujuannya untuk menghindari kotoran berupa debu yang menempel ke leher, jika dibiarkan kotoran tersebut bisa menjadi daki atau alergi kulit lainnya.

7. Keringat dan Jaket
Meskipun hanya duduk diatas motor, badan motobiker pasti berkeringat, apalagi saat melakukan riding jarak jauh. Hal ini bisa menimbulkan gatal dan rasa tidak nyaman. Solusinya, sesuaikan jaket dengan cuaca. Jika cuaca panas, pakailah jaket yang memungkinkan aliran udara masuk agar ada sirkulasi udara. Pada saat mandi bersihkan persendian dan lipatan kulit lainnya secara intensif, untuk mengangkat kotoran dan sisa keringat.

8. Ngantuk kok Riding?
Jangan melakukan aktifitas berkendara langsung, terutama ketika baru bangun tidur, karena kesadaran belum penuh dan panca indra belum siap. Lakukan pemanasan dengan olahraga kecil untuk melenturkan seluruh otot persendian.

9. Maki - maki atau Ngopi?
Aktifitas riding rutin setiap hari, pasti banyak menemukan masalah di jalan. Apalgi di Jakarta dan kota - kota besar lainnya, banyak orang yang asal - asalan membawa sepeda motornya. Jangan terpancing emosi, tetap sabar. Kalaupun terpancing emosi dan merasa sebal, luapkan sesekali dengan cara mengumpat dibalik helm. Kalu masih sebal juga, silahkan minggir di tempat yang aman dan teduh, kemudian cari minuman, kopi misalnya untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 11:54 PM
Potensi bahaya dalam mengendarai sepeda motor matic pun bisa saja terjadi. Untuk meminimalisir potensi bahaya tersebut kita perlu mengenali terlebih dahulu karakteristik sepeda motor matic. Berikut beberapa tips yang dapat kita gunakan :

I. Proses menyalakan sepeda motor matic adalah menekan rem dan menekan tombol electric stater. Proses menekan rem adalah untuk mencegah sepeda motor melompat saat membuka putaran gas, karena posisi belt langsung menghubungkan gerak yang dihasilkan oleh mesin ke roda belakang. Untuk mengurangi potensi kecelakaan beberapa langkah yang diambil :

Gunakan rem belakang saat menyalakan mesin sehingga tangan kanan bisa memegang handle gas dengan lebih baik
Hindari melepas genggaman tangan di handle gas pada saat mesin menyala. Untuk mencegah tindakan-tindakan di luar kontrol kita yang dapat menyebabkan sepeda motor bergerak (seperti video diatas)

II. Sepeda motor matic tidak perlu melakukan perpindahan gigi. Prinsip kerjanya adalah menggunakan pulley yang menentukan rasio putaran mesin dan putaran roda belakang. Untuk mengurangi potensi kecelakaan beberapa langkah yang diambil :

Berlatih berkendara dengan kecepatan konstan, mengingat pulley depan dan belakang akan membesar dan mengecil sesuai dengan putaran gas.
Akan lebih menguntungkan bila sepeda motor matic anda dilengkapi dengan brake lock (seperti Honda Vario atau Honda Beat). Pada saat parkir atau berhenti di jalan yang menurun, brake lock akan menahan pergerakan motor.
Berlatih berkendara pada jalan yang menanjak dan saat akan mendahului, karena pada sepeda motor konvensional kita dapat melakukan perpindahan gigi ke gigi rendah dengan cepat, sedangkan sepeda motor matic membutuhkan proses perubahan diameter pulley.

III. Rem belakang untuk sepeda motor konvensional dioperasikan menggunakan kaki sedang rem belakang sepeda motor matic dioperasikan menggunakan tuas rem di sebelah kanan. Untuk mengurangi potensi kecelakaan beberapa langkah yang diambil :

Pengoperasian tuas rem menggunakan 4 jari, sehingga kekuatan pengereman akan lebih baik.
Gunakan rem depan dan belakang secara bersamaan. Operasikan rem depan sedikit lebih kuat.

IV. Sepeda motor matic memiliki engine brake yang sangat kecil, terlebih lagi bila dibandingkan dengan sepeda motor konvensional lainnya. Hal ini menyebabkan proses memperlambat sepeda motor hanya menggunakan rem depan dan belakang saja. Untuk mengurangi potensi kecelakaan beberapa langkah yang diambil :

Berlatih mengontrol kecepatan dengan menggunakan rem di jalan yang menikung, sehingga sepeda motor tidak keluar jalur
Berlatih mengontrol kecepatan dengan menggunakan rem di jalan yang menurun, agar sepeda motor tidak melaju terlalu kencang.

Demikian karakteristik sepeda motor matic, pahami karakteristiknya dan kita dapat mencegah kecelakaan. Bertindak aman untuk hidup yang lebih baik.

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 11:56 PM
Mau malam mingguan pertama dengan si Dia? Pastinya seru dong, apalagi pake sepeda motor. Tapi tahu tidak, biasanya wanita identik dengan kebersihan. Jadi bagi anda yang tidak ingin acara malam mingguan menjadi berantakan, perawatan mesin dan kebersihan sepeda motor menjadi prioritas utama.

Berikut tipsnya:

1. Santun dalam berkendaraan. Tidak menyetir secara zig-Zag, menaati semua rambu-rambu lalu lintas dan tidak melanggar marka jalan.

2. Tidak ngebut. Ingat orang yang anda sayangi menunggu anda di rumah, dan juga jalan itu kan milik umum, kalau mau ngebut ya di sirkuit aja!

3. Memakai perlengkapan berkendara yang lengkap, misalnya helm dan jaket.

4. Motor memenuhi syarat alias layak jalan. Jangan memodifikasi motor yang mengurangi perangkat keselamatan, misalnya kaca spion dilepas atau knalpot yang nyaring. Yang jelas, silahkan bermodifikasi-ria asal jangan mengurangi fungsi.

5. Motor harus bersih. Kalau ingin membonceng cewek tapi motornya kotor pastinya si dia akan segan. Ingat, kebersihan adalah sebagian dari iman.

6. Motor harus dirawat. Malu donk lagi boncengan mogok ditengah jalan, acara kencan bisa berantakan.

7. Jangan lupa bawa jas hujan, kalau kehujanan make-up nya bisa luntur.

Dijamin malam mingguan dengan si doi pasti sukses. Selamat mencoba!

carlos_roy_fajarta
23-08-2010, 11:59 PM
Saat ini mengemudi motor matic seringkali diidentikkan dengan wanita perempuan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya program promosi yang dikaitkan dengan perempuan.

Sebagai contoh, di dekat rumah saya ada bengkel yang memberikan diskon jasa dan spare part kalau yang bawa motornya perempuan. Hal ini sebagai impak yang luar biasa dari perjuangan ibu kita Kartini untuk emansipasi perempuan.

Terkait perempuan juga, disini kita berusaha meningkatkan emansipasi perempuan khususnya dalam hal keselamatan berkendara dengan menjadi pengendara yang lebih aman.

Beberapa hal berbahaya yang sering dilakukan oleh perempuan adalah:


Memegang setang kemudi dengan posisi terbalik atau punggung tangan menghadap ke bawah dengan alasan panas dan supaya tidak menjadi jauh lebih gelap. Hal ini beresiko cukup besar saat dalam kondisi panik (refleks yang bekerja), maksud hati ingin menutup putaran gas, tetapi karena posisinya terbalik, yang terjadi malah membuka putaran gas sehingga menambah kecepatan. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan penggunaan jaket lengan panjang dan sarung tangan sehingga tidak tersengat sinar matahari.
Berkendara menggunakan rok span mini. Hal ini memaksa pengendara untuk duduk lebih kedepan, karena kaki tidak bisa dibuka lebar, sehingga proses pengemudian dan kontrol instrumen terganggu dan posisi tersebut menyebabkan tubuh mudah lelah. Selain itu, biasanya kosentrasi pengendaraan terpecah dengan berusaha menutupi bagian yang masih terbuka karena menggunakan rok mini. Memang sedikit merepotkan bila harus memakai celana panjang terlebih dahulu selama berkendara dan menggantinya dengan rok kerja sesampainya di tempat tujuan, tetapi akan mendapatkan potensi terlibat dalam kecelakaan lebih kecil.
Membonceng dengan posisi duduk menyamping. Hal ini berbahaya bagi pengemudi karena berat beban tidak seimbang antara kanan dan kiri. Selain itu, pada saat berbelok, khususnya belok ke kanan, pembonceng cenderung melawan kemiringan motor karena takut jatuh. Tentu saja semua ini mengganggu keseimbangan sepeda motor dan beresiko terlibat dalam kecelakaan. Lebih baik membonceng dengan menghadap ke depan sehingga titik berat menjadi lebih seimbang.


Berharap dengan posting ini, kita semua menjadi lebih berhati-hati dalam berkendara dan menciptakan keselamatan berkendara bersama di jalan raya.

Bertindak aman untuk hidup yang lebih baik.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:01 AM
Mengenakan jaket saat mengendarai sepeda motor sangat dianjurkan. Selain melindungi badan dari terpaan angin dan debu, jaket juga dapat dipakai untuk gaya. Sebagian orang menyebutnya jaket motor. Jaket yang bagus akan menambah rasa percaya diri anda saat berkendara.

Namun sebaiknya pilihlah jaket yang nyaman dan aman digunakan sesuai dengan kondisi cuaca dan kebutuhan. Untuk itu ada berapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengenakan atau memilih jaket saat menunggangi motor / memilih jaket motor:

Jaket kulit sangat cocok untuk dikenakan baik cuaca panas maupun dingin, baik siang atau malam. Sifat jaket kulit selain kuat dan tidak tembus angin, juga memiliki daya serap keringat yang baik. Selain nyaman dan cocok untuk segala cuaca, kelebihan jaket kulit adalah mampu meminimalisir dan memberikan perlindungan bagi tubuh dari luka akibat kecelakaan. Kelebihan lainnya, tipikal model jaket ini yang tidak ketinggalan jaman. Namun jaket kulit juga punya kelemahan. Karena terbuat dari kulit, maka model jaket ini cepat pula menimbulkan bau yang tidak sedap. Jaket ini banyak yang dijadikan sebagai jaket club motor. Jadi jaket kulit dapat dipilih sebagai “baju balap atau jaket balap” Anda.

Lalu ada pula jaket sintetik. Jaket ini terbuat dari perpaduan kulit dan bahan lubrikan. Kelebihannya hampir sama dengan jaket kulit, hanya saja jaket ini tidak cocok untuk digunakan di siang hari, terutama saat matahari terik. Bahan sintetik tidak memiliki daya serap keringat. Di sisi lain, jaket sintetik relatif mudah dibersihkan dan baik dikenakan pada malam hari.

Jaket parasut atau rain coats memiliki sifat kedap air, sangat cocok dikenakan jika hujan maupun di udara dingin. Selain melindungi tubuh dari siraman air, bahan parasut mudah dibersikan dan tidak menimbulkan bau. Jika Anda sering mengetes kendaraan dari bengkel, jenis ini bisa dijadikan sebagai baju bengkel di kala musim hujan.

Jaket jeans atau denim, juga baik dikenakan pada siang hari (tidak terlalu terik) maupun malam hari. Memiliki tekstur rajutan yang tebal mampu mengurangi terpaan angin ke tubuh. Meski daya serap keringat lumayan baik, tapi lama kering bila terkena hujan. Bila memaksa naik motor dengan mengenakan jaket ini saat hujan, maka badan terasa berat. Karena jenis bahan jaket ini dapat menyerap air cukup banyak. Jaket jenis ini lumayan juga digunakan sebagai jaket club.

Demi keselamatan, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah kemampuan warna jaket untuk dapat dilihat oleh pengendara lain, terutama pada malam hari atau situasi gelap (mendung/hujan). Jika Anda ke toko tempat jual jaket, jual baju & ingin membelinya, dianjurkan memilih berwarna cerah, terang atau model yang dapat memantulkan cahaya. Hal yang sama juga dianjurkan saat memakai jas hujan. Intinya jangan asal membeli jaket murah.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:02 AM
Kadang kita tak ambil peduli terhadap bunyi-bunyi yang timbul pada rantai motor, padahal bunyi-bunyi tersebut bisa jadi awal bencana terhadap kerusakan, dan parahnya lagi bisa menyebabkan kerusakan pada komponen pendukung rantai lainnya.

Rantai yang tidak beres bisa menyebabkan laju motor kita tidak stabil, maka dari itu perawatan terhadap rantai motor sangatlah penting, selain sebagai pengerak roda, rantai juga berhubungan dengan komponen mesin lainnya.. perawatan rantai bisa dilakukan oleh siapapun, tak mesti ke bengkel (biar irit,ehhhehhee…)

1. Selalu meminta petugas bengkel setiap kali melakukan servis motor, paling tidak setiap 20.000 km.

2. menjaga rantai tetap kering (jangan terlalu kering) dan jangan memberikan pelumas secara berlebihan, pilihlah pelumas khusus untuk rantai kalau tidak ada, pelumas bekaspun tak masalah dan lakukan pemberian pelumas secara berkala.

3. periksa bunyi yang keluar dari perputaran rantai, jika ada bunyi berarti ada yang tak beres pada rantai atau komponen pendukung lainnya, segera perbaiki jika ada bunyi pada rantai tersebut…

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:02 AM
Kehilangan motor merupakan hal yang tidak diinginkan, terlepas dari apakah memiliki jaminan asuransi kendaraan bermotor penuh atau tidak. Memang menjaga motor menjadi suatu keharusan dan selalu menjaga kehati-hatian.

Berikut beberapa tips.

1. Selalu gunakan kunci ganda selain kunci stang. Ani dimaksudkan untuk menghambat kerja para pencuri. dalam sebuah investigasi, pencuri motor menggunakan kunci T serbaguna untuk membobol kunci stang. Dalam waktu kurang dari 2 menit motor kesayangan anda bisa raib. Yang paling susah adalah kunci jari2 berupa rantai, rata2 para pencuranmor akan mikir seribu kali untuk menggergaji rante kapal, eh rantai kunci, resiko ketauannya besar. Jadi sebaiknya dalam belajar motor semuanya harus dipahami, bukan hanya mengendarai tapi juga mengenai masalah keamana kalau tidak sedang dikendarai.

2. Parkirkan motor anda di tempat parkir yang ada penjaganya. Tidak apa-apa memberikan seribu dua ribu untuk tukang parkir

3. Kalo perlu tambahin alarm. gak tau nih namanyah apa yah, yang kalau motor kita disentuh orang bakalan berbunyi. Beberapa tempat sewa motor di kawasan pariwisata sudah mulai menggunakan ini untuk keamanan kendaraan motor.

4. Tawakal. Kalau sudah diiket, motor sudah dikunci, serahkan sama Allah. Kalau masih hilang berarti sudah nasib.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:03 AM
Mendengar kata Oli pastinya tidak asing lagi di telinga brader semua, Ya benda ini adalah “Darah” Motor kita, fungsi oli seringkali hanya dianggap sebagai pelumas mesin padahal oli juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, seperti sebagai pendingin, pelindung dari karat, pembersih dan penutup celah pada dinding mesin.

Sebagai pelumas, oli membuat gesekan antar komponen dalam mesin menjadi lebih halus dan memudahkan mesin mencapai suhu kerja yang ideal. Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar ke bagian lain dari mesin yang lebih dingin.

Melihat fungsi penting dari oli, maka perlulah kita mengetahui bagaimana cara memilih oli yang tepat untuk mesin sepeda motor kita agar mesin sepeda motor bekerja secara optimal dan lebih awet tentunya.

Memilih Oli untuk motor kita tidaklah sulit, perhatikan langkah – langkah berikut ini:

Pertama, kenali dulu bahan dasarnya, ada 3 jenis oli dilihat dari bahan dasarnya yaitu:

1.Mineral

2.Synthetic blend (Semi Sintetik)

3. Full Synthetic

Secara kasat mata sulit untuk membedakannya namun yang pasti tiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing oli mineral lebih tahan terhadap penguapan namun viskositas (kekentalannya) mudah berubah karena tidak tahan suhu tinggi dan kondisi ekstrim sedangkan oli sintetik lebih mudah menguap tapi viskositasnya lebih stabil dan tahan dalam kondisi ekstrim panas maupun dingin.

Oli mineral cocok untuk motor keluaran tahun lama karena clearance atau celah-celah mesinnya lebih renggang, lain halnya dengan oli semi sintetik yang lebih cocok untuk motor-motor keluaran tahun terbaru, sedangkan oli full sintetik lebih cocok pada motor high performance, multi silinder, multi klep dan berkompresi tinggi atau motor yang digunakan untuk keperluan kompetisi (balap), sebenarnya motor harian tidak haram menggunakan oli full sintetik hanya saja akan menjadi mubazir karena dari segi ekonomis oli yang benar-benar full sintetik harga per liternya bisa bikin nangis mewek mencapai 100 sd 150rb bahkan lebih, mending beli bensin dapet berliter-liter he..he.. bisa jalan sampe jauuuuuhhhhh……

Kedua, kenali kode – kode dan sertifikasi pada kemasan Oli.

Kalau kita baca dan perhatikan pada kemasan Oli ada tulisan kode huruf dan angka misalnya seperti ini : (10W-40 API service SL / JASO MA2). Kalau brader baca tulisan tersebut gak usah bingung apa maksudnya, kode – kode tersebut merupakan “sertifikat” dan keterangan yang diberikan oleh perusahaan pembuat oli tersebut, Sertifikat terhadap kualitas oli secara internasional beragam, namun yang umumnya sering dipakai sebagai standar oli di dunia adalah API dan JASO. Lalu apakah API dan JASO itu?

API yang ini bukan buat masak locah melainkan American Petroleum Institute, adalah lembaga yang mengetes dan memeriksa kualitas oli yang dipakai di negara-negara eropa dan amerika dan umumnya standar API sudah dimiliki oleh hampir seluruh merek oli.

API Service biasanya menggunakan inisial S = untuk bensin dan C = untuk solar. Adapun huruf yang mengikuti di belakangnya merupakan tingkatan (grade) dari oli tersebut. Contoh: SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ, SL (bensin) CA, CB, CF, CH, CH4 (solar).

Semakin jauh abjad yang mengikutinya, semakin bagus kualitas oli tersebut dan telah memenuhi syarat oli sebelumnya. Dengan kata lain kendaraan yang dianjurkan menggunakan oli dengan grade SH dapat menggunakan oli grade SL. Tetapi tidak sebaliknya karena akan ada efek samping seperti mudah oli menguap, terlalu cepat minta diganti, mudah berubah warna dll. Berikut grade yang ada di pasaran (untuk bensin):

API Service SL: untuk kendaraan tahun 2001
API Service SJ: untuk kendaraan tahun 1996
API Service SH: untuk kendaraan tahun 1996
API Service SG: untuk kendaraan tahun 1993

Sedangkan JASO (Japanese Automotive Standar Association) adalah lembaga di jepang yang mengecek dan menguji kualitas oli untuk kendaraan di negaranya (timbul pertanyaan kok jepang ngeluarin standar oli sendiri?) itu karena karakteristik mesin dan kendaraan buatan eropa dengan kendaraan buatan jepang berbeda. Motor-motor buatan jepang umumnya menggunakan kopling basah sedangkan kendaraan buatan eropa menganut sistem kopling kering yang artinya tidak terendam oli sehingga kendaraan buatan eropa cukup dengan sertifikasi API sedangkan kendaraan buatan jepang selain sertifikasi API wajib memiliki sertifikasi JASO.

JASO MA adalah kode untuk menunjukkan bahwa oli tersebut sangat cocok untuk motor berkopling basah (terendam oli) dan umumnya semua motor yang masuk ke indonesia menganut sistem kopling basah jadi saya sarankan pilih oli HARUS punya sertifikasi ini, kalau gak ada kode ini mendingan jangan pilih oli tersebut, karena akan beresiko kanvas kopling motor sobat cepat aus dan selip bahkan gosong. Sedangkan kode di belakang JASO menunjukkan kualitas sertifikat. Yang paling tinggi adalah JASO MA2 jadi klo bisa pilih yang kode MA nya paling tinggi. Khusus untuk motor matic pilih yang ada kode JASO MB karena tipe mesinnya berbeda.

Terus kode angkanya (misal 20w-50 atau 10w-40) artinya apa tuh? ini artinya oli memiliki tingkat viskositas atau kekentalan dengan indeks (10) pada keadaan dingin (Winter) dan akan berubah menjadi kekentalan dengan indeks (40) pada suhu 100 derajat celcius.

Banyak sobat kita diluar sana masih kurang paham dalam memilih oli untuk sepeda motor bingung bahkan ada yang menggunakan oli mobil untuk motor mereka atau bahkan ada yang salah beli karena sama sekali gak ngeh bedanya oli motor ama oli mobil bingung (mungkin pas beli di tokonya mati lampu sehingga gelap dan salah ngambil, xixixixi…)ngakakngakakngakak, timbul pertanyaan sebenarnya boleh gak sich pake oli mobil di motor kita?

Jawabannya bukan tidak boleh, hanya saja tidak direkomendasikan, alasannya bahan yang digunakan untuk membuat oli motor dan mobil jauh berbeda, oli mobil lazim dilengkapi bahan yang masuk kategori friction modifier. Maksudnya, sejenis aditif yang bikin pelumasan makin lama makin licin dan makin licin makin asik.(Itu lain lagi kalee yaa ngakak…ha..ha..) Untuk kebutuhan hindari gesekan material dalam mesin, memang bahan itu memberi efek bagus. Meski memakai oli yg termasuk katagori encer, tapi tidak khawatir gesekannya akan merusak material. Tapi ingat! Oli tersebut tidak cocok untuk motor dengan kopling basah. Soalnya akan terjadi slip kopling, kanvas kopling gampang aus atau bahkan gosong. Itu sebabnya oli mobil tidak direkomendasikan untuk motor.

Lalu bagaimana dengan motor matic bisakah pakai oli mobil? Kan sistem transmisinya terpisah dari mesin tuch. Jawabannya sama yaitu tidak direkomendasikan, alasannya meskipun mesinnya mirip-mirip dengan mobil tapi faktanya mesin motor baik itu matic atau motor apapun lebih stress daripada mesin mobil, bisa dilihat dari RPM nya. Putaran mesin motor bisa sampai 9000 RPM (belum red line) bahakan lebih, sedangkan mobil pada umumnya hanya 6000 RPM (lebih dari itu masuk red line), sehingga motor lebih memerlukan oli yang tahan banting dan tahan stress karena melumasi tiga bagian penting yaitu mesin ( piston, klep, kem, kruk as brikut teman2 nya), kopling, dan gearbox. Jika dipaksakan pake oli mobil yang hanya diformulasikan untuk mesin saja dikhawatirkan olinya lebih cepat minta ganti, performanya cepat menurun lalu kekentalannya mudah berubah sehingga tidak mampu bekerja maksimal melindungi mesin, ujung – ujungnya bisa merusak mesin.

Untuk membedakan mana oli buat motor dan mana yang buat mobil sebenarnya mudah, bisa dilihat dari kemasannya. Oli motor umumnya ada gambar motor bukan yang ada gambar cewek seksinya loch, kalau oli yang itu beda lagi kegunaannya walaupun sama-sama bikin licin. : p ( kok nyasar kesitu terus jadinya, he..he..) hammer dan biasanya ada tulisan 4T atau kalau gak ada tanda tersebut cukup baca kodenya saja kalau ada kode JASO MA itu tandanya untuk motor kopling basah, kalau JASO MB untuk motor matic.

Jadi dari penjabaran diatas rasanya kita para biker jangan lagi salah dan bingung memilih oli untuk cewek… waduh… maksud saya motor kesayangannya, walaupun sebenarnya oli yang paling aman untuk motor kita adalah oli rekomendasi pabrikan namun kita sebagai konsumenlah yang memiliki hak dalam memilih oli apa yang digunakan untuk motornya, dimanapun konsumen adalah raja! so…. apapun merek motor dan tipenya yang penting olinya harus tepat ya bro… Trus jangan sampe jadi korban iklan dan terpaku pada merek oli tertentu dengan jargon atau semboyan andalannya…

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:04 AM
Kendaraan merupakan salah satu faktor utama penyebab kecelakaan. Untuk menghindari terlibat dalam kecelakaan akibat terjadinya masalah pada kendaraan harus dilakukan pengecekan kendaraan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Untuk kendaraan roda 2, dilakukan pengecekan pada :


Bahan bakar, sesuaikan dengan rencana perjalanan
Minyak pelumas, sesuaikan dengan anjuran buku perawatan sepeda motor. Gunakan pengukur ketinggian oli yang biasanya merupakan tutup bak oli
Blok Mesin, periksa di seluruh blok mesin apakah terdapat kebocoran oli. Biasanya ditandai dengan debu yang menempel pada oli yang bocor.
Rantai, sesuaikan kekencangan rantai. Terlalu kendor akan menyebabkan rantai mudah terlepas dan bila terlalu kencang akan mengurangi umur dari ranti.
Ban, periksa tekanan angin, alur ban dan kotoran-kotoran yang dapat mengganggu kinerja ban.
Pengereman, periksa fungsi, jarak main bebas rem depan dan belakang.
Kopling, periksa funsi kopling, jarak main bebas dan karat di kabel gas. Karat akan berpotensi menyebabkan kabel kopling putus.
Kelistrikan, periksa semua fungsi lampu-lampu dan klakson
Kaca spion, posisikan agar 1/3 dari spion terlihat badan kita dan sisanya adalah kondisi di belakang kita


Kenali tips pengecekan sepeda motor, prediksi potensi bahayanya dan hindari..untuk hidup kita yang lebih baik.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:06 AM
Tips ini saya berikan bukan untuk meniadakan/menggantikan perawatan rutin yang sudah biasa anda lakukan terhadap motor anda. Akan tetapi kalau hal ini dilakukan sebenarnya perawatan rutin tersebut bisa di mundurkan/ jadwal ulang.

Tips ini telah saya praktekkan bertahun tahun khususnya ke mesin motor saya dan hasilnya memang memuaskan (dan ini juga mungkin dapat anda lakukan pada mesin mobil anda). Yang utama dan perlu diperhatikan dalam perawatan terhadap mesin motor anda ada 2 hal:

1. Bensin/ bahan bakar.
Saran saya JANGAN PERNAH BELI BENSIN OPLOSAN. Belilah bahan bakar untuk motor anda di SPBU resmi. Kalau memang emergency sekali maka itu tidak apa2 (asal jangan emergency terus2an ya ). Segera buang (di-drain) dan diganti begitu kita telah mendapatkan/ membeli bensin dari SPBU resmi. Bensin Oplosan biasanya sudah turun nilai oktannya karena telah dicampur dengan unsur lain (biasanya minyak tanah). Kalau nilai oktan sudah turun mengakibatkan pembakaran jadi tidak sempurna dan meninggalkan kerak di kepala silinder dari mesin motor/ mobil anda. Apabila telah terbentuk kerak maka akan menyebabkan mesin anda menurun performanya. Kalau dipakai terus menerus biasanya mesin akan menggelitik dan bergetar. Ada baiknya anda membaca manual yang menyertai motor anda. Disitu biasanya diterangkan bahan bakar dengan nilai oktan berapa yang bagus/ optimal untuk mesin motor anda.

2. Oli.
Ini merupakan komponen terpenting ke-dua yang mesti diperhatikan. Fungsi oli itu kurang lebih adalah sebagai cleaning, cooling, cushioning, and lubrication. Disini saya tidak akan membahas fungsi2 itu secara detail. Rekomendasi dari pabrik untuk penggantian oli mesin adalah sekitar 2000 sampai dengan 2500 km (besaran bervariasi tergantung merk motor). Kalau berdasarkan pengalaman dan yang telah saya praktekkan, maka saya melaksanakan penggantian oli mesin setiap 1200 s.d. 1700 km. Walah… bukannya kalau kaya gitu jauh lebih boros? Weits ntar dulu…kenapa? Karena jakarta atau kota2 besar lainnya terkenal dengan kemacetannya. Tidak hanya mobil tapi motor pun bisa mengalaminya. Pada saat macet, mesin motor tetap berputar. Inilah alasan mengapa saya melakukan seperti tadi.

Apabila motor anda jarang digunakan, maka disarankan untuk mengganti oli per 3 bulan (istilahnya kena calendar time). Kenapa juga sih per 3 bulan? Karena kalau oli tersebut sudah di pergunakan untuk melumasi mesin, biasanya sedikit bersifat asam/ acid. Asam itu apabila terkena metal dan bereaksi dapat menyebabkan korosi. Ini juga dapat merusak mesin. Oleh karena itu ganti oli anda per 3 bulan apabila kilometernya tidak mencapai 1200 atau 1700. sebagai contoh nyata dengan perlakuan ini umur plat kopling basah (seperti motor bebek) dapat lebih dari 5 – 6 tahun (rata2 umurnya antara 3 sampai 4 tahun; harganya sekitar 300 – 500 ribu rupiah).

Trus oli apa sih yang sebaiknya di pakai? Kalau untuk yang ini sebaiknya anda bereferensi kepada manual dari pabrik. Jangan pernah di turunkan misalnya dari 20W 50 ke 10W 40 karena itu akan mempengaruhi tingkat keausan dari komponen mesin yang berputar dan bergesekan, walaupun katanya dapat memperingan tarikan (mesin jadi enteng).

Cara mengganti oli yang benar adalah sebagai berikut: Panaskan mesin motor anda kurang lebih selama 5 menit. Setelah itu drain/ buang oli lama anda. Untuk memastikan oli lama sudah keluar semuanya, lakukan cranking/ putar mesin anda dengan menggunakan foot starter beberapa kali. Boleh menggunakan electric starter tapi dibatasi. Setelah itu masukkan oli baru. Yang perlu di perhatikan disini adalah pada saat kita akan membuka oli baru ada baiknya kita menggoyang-goyang kaleng oli atau botol oli tersebut (olinya di kocok2 terlebih dahulu). Kenapa? Karena biasanya di dalam oli itu ada lapisan tipis yang sering disebut dengan “film”. film atau lapisan tipis itu berguna sebagai pelindung mesin pada saat bergesekan. Kalau kita beli oli biasanya film yang ada di dalam oli itu pada ngumpul di bawah. Secara kasat mata film atau lapisan tipis itu tidak kelihatan. Dengan di kocok2 tadi film tersebut akan tercampur kembali dengan baik (ini saya ambil dari arahan untuk penggantian oli di pesawat terbang). Setelah itu barulah oli tersebut dimasukkan ke dalam mesin. Sebelum di start, ada baiknya pergunakan starter kaki beberapa kali untuk mensirkulasikan oli baru ke bagian2 mesin anda. Barulah setelah itu nyalakan mesin anda selama beberapa menit.

Oh iya hampir kelupaan. Tutup oli itu sebaiknya di kencangkan hanya dengan tangan. Tidak perlu mempergunakan alat seperti tang (biasanya kalau anda bawa motor anda untuk service rutin, mekaniknya akan melakukan hal tersebut; maksudnya tutup oli dikencangkan dengan tang, coba deh perhatikan). Kenapa? Karena pengecekan kuantitas oli itu sebenarnya masuk dalam pre-start check (check yang harus anda lakukan sebelum mesin dihidupkan). Jangan pernah start mesin motor anda tanpa ada oli.

Ini yang menurut saya hal2 paling penting yang harus diperhatikan dari mesin motor anda. Intinya hanya 2 yaitu bahan bakar dan Oli.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:07 AM
Warna kabel tiap merek motor berbeda-beda. Pada dasarnya warna kabel itu hanya mewakili muatan positif(+) dan negatif (-).

Berikut penjelasannya arti warna kabel kelistrikan sepeda motor :

1. HONDA
Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) aki
Hitam : (+) kunci kontak
Putih : (+) alternator pengisian
(+) lampu dekat
Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) lampu jauh
Abu-abu : (+) flasher
Biru Laut : (+) sein/reting kanan
Oranye : (+) sein/reting kiri
Coklat : (+) lampu kota
Hitam-Merah : (+) spul CDI
Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
Hitam-Kuning: (+) koil
Biru-Kuning : (+) pulser CDI
Hijau-Kuning: (+) lampu rem

2. YAMAHA
Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Hijau : (+) arus beban penerangan
Merah : (+) arus positif dari aki
Kuning : (+) lampu jauh
Coklat : (+) sein/reting kiri
Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
Putih-Merah : (+) pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) rem

3. SUZUKI
Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
Putih-Biru : (+) koil ke CDI
Putih-Hitam : (+) lampu rem
Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
Merah : (+) aki
Oranye : (+) kunci kontak
Abu-abu : (+) lampu belakang
Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
Hitam : (+) sein/reting kiri

4. KAWASAKI
Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) aki
Merah-Hitam : (+) lampu jauh
Merah-Kuning: (+) lampu dekat
Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
Hijau : (+) sein/reting kiri
Biru : (+) lampu rem
Merah : (+) lampu belakang
Coklat : (+) klakson

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:10 AM
Sedikit tips untuk para motoris yang ingin belajar untuk membongkar mesin motor, khususnya tipe honda bebek sendiri;

1. siapin alat-alatnya

* kunci-kunci standar seperlunya
* kunci-kunci khusus seperti; tracker magnit & tracker kopling
* bak ukuran kecil sebanyak 3pcs — > fungsinya buat tempat baut-baut yang terpisah antara mesin bagian tengah-kiri, bagian atas, dan bagian tengah-kanan
* bak ukuran sedang sebanyak 4pcs — > fungsinya tempat komponen-komponen mesin yang terpisah yaitu komponen mesin kiri,atas,kanan dan tengah
* bensin secukupnya buat nyuci komponen mesin
* lap secukupnya buat ngelap tangan kalo kotor, dan komponen mesin bila perlu
* balok kayu penyangga mesin kalo mesin udah diturunin
* kompresor, buat ngeringin komponen yang udah di bersihin pake bensin
* buku panduan (catalog mesin Honda) yang nanti bisa di download dari blog ini secara gratis… tapi tunggu yach… sabar!

2. proses pembongkaran mesin saya sarankan secara berurutan yaitu;

* mesin bagian kiri
o komponennya al; blok magnit, magnit, gear stater, rante stater
* mesin bagian atas
o komponennya al; rante keteng, head cylinder, rocker arm, cam shaft (noken as), klep, piston, blok silinder
* mesin bagian kanan
o komponennya al; blok kopling, kopling primer (otomatis) 1 set, kopling skunder (ganda) 1 set
* mesin bagian tengah
o komponennya al; gigi transmisi, kick stater, kruk as, stang seher

3. jangan lupa kumpulkan baut – baut dan komponen – komponen pada bak yang berbeda sesuai dengan kelompok bagian mesinnya agar pada saat pemasangan kembali tidak salah

4. setelah semua selesai di bongkar, maka lakukan pemeriksaan pada setiap komponen secara berurutan pula sekaligus bersihkan komponen yang diperiksa menggunakan bensin yang bersih, catat komponen yang rusak dan pisahkan pada bak yang berbeda

5. lakukan perbaikan atau penggantian part yang rusak

6. beberapa item part yang wajib di ganti kalo Anda bongkar mesin adalah ;

* gasket kit A ( paking top set )
* gasket kit B ( paking full set )
* oil seal selah
* oil seal operan / persnelling
* oil seal gear
* oli mesin 1 liter

7. pastika semua komponen mesin bersih, karena KEBERSIHAN ADALAH FAKTOR PENTING dalam proses bongkar mesin,

8. lakukan proses perakitan secara berurutan pula tetapi kebalikan dari proses pembongkaran yaitu dari tengah – kanan – atas – kiri

9. setelah semua mesin terpasang, jangan lupa isikan oli sebanyak 1 liter

10. lakukan pemeriksaan kebocoran oli pada semua bagian blok – blok mesin

Semoga bemanfaat

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:11 AM
Banyak pemakai motor suka mengotak-atik stelan langsam motornya, dengan alasan langsamnya kegedean, akhirnya dikecilin sampai sekecil mungkin. Eit… hati-hati… cara begitu tidak dianjurkan oleh pihak pabrikan, Tanya Ken-apa?

Karena mesin butuh pelumasan yang bagus, nah… pelumasan ini bekerja dengan baik berdasarkan tekanan dari putaran pompa oli dari mesin bagian bawah ke mesin bagian atas, kalo pada saat langsam RPM mesin dibawah ketentuan pabrikan, maka akan berdampak tidak baik pada motor ente! karena system pelumasan kurang sempurna ujung-ujungnya usia mesin jadi ngga seperti seharusnya…. Begitu bro…

Nah disini saya akan bahas sedikit mengenai cara menyetel langsam motor yang bener.

Pertama, kita harus tahu berapa ukuran RPM standart tipe motor yang akan di stel, misalnya tipe Tiger Revolution.

Besarnya putaran mesin langsam tipe motor ini adalah 1300 – 1500RPM

Nih caranya:

Putar penyetel langsam yang ada dikarburator pada sebelah kiri motor hingga putaran mesin menengah atau kira-kira 2000-2500RPM

Langkah berikutnya menyetel skrup udara yang ada di bagian bawah pada karburator dengan menggunakan alat Obeng (-) kecil

Besarnya stelan angin untuk tipe motor Tiger ini adalah kurang lebih antara 2 – 2,5 putaran. (putar kekanan mentok dan kembalikan kekiri hingga 2 – 2,5 putaran (sampe ketemu putaran mesin yang paling stabil).

Kemudian kecilkan RPM dengan memutar baut penyetel langsam kekiri hingga ditemukan 1200 – 1300RPM, dengan melihat jarum penunjuk pada Tachometer. seperti pada gbr dibawah ini…

Kendala yang dihadapi saat menyetel langsam :


Mesin tersendat-sendat (tidak bisa stabil)
Periksa lubang main jet dan slow jet, pastikan tidak tersumbat dan sudah terpasang dengan baik
Ukuran Main jet dan slow jet tidak berubah ( sesuai dengan standar ) apabila tidak sesuai, maka bisa susah langsam, karena campuran BB tidak tepat
Periksa apakah ada kebocoran udara pada karburator dan intake manifold
Putaran mesin turun terlalu lama (nge-gerung)
Periksa kemungkinan baut karburator masih kendor, sehingga ada kebocoran udara
Periksa kedudukan jarum skep & skep sudah tepat dan tidak macet/seret pada saat balik
Periksa per skep mungkin sudah lemah
Periksa lubang main jet dan slow jet, pastikan tidak tersumbat dan sudah terpasang dengan baik
Periksa, kemungkinan BB bercampur dengan air
Knalpot nembak-nembak setelah gas ditarik
Periksa lubang main jet dan slow jet, pastikan tidak tersumbat dan sudah terpasang dengan baik
Periksa tidak ada kerusakan pada seal(karet) pada stelan angin, dengan membuka dan melepas skrup stelan angin dari karburator.
Periksa dan pastikan bahwa skrup stelan angin tidak cacat (ujung yang lancip pada stelan angin tidak patah)

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:13 AM
Karburator memiliki peran yang sangat vital bagi kendaraan Anda. Jika perawatannya tidak baik, maka besar kemungkinan motor menjadi rewel dan bisa ngadat saat Anda kendarai. Untuk itu membersihkan karburator, paling tidak 3 bulan sekali. Karena kalau sering dibongkar pasang dapat membuat baut cepat aus. Lalu, bagaimana cara membersihkannya?

1. Bersihkan filter udara/penampung debu
Lepaskan filter udara yang terpasang pada mulut karburator, lepas busa filter lalu bersihkan dengan cairan pembersih, kemudian biarkan kering sendiri. Jangan dibersihkan dengan cara disemprot udara bertekanan tinggi, karena dapat menyebabkan rusaknya pori-pori busa filter tersebut.

2. Bersihkan karburator
Buka karburator dengan cara melepas baut-baut pengikat, tutup karburator, katup cuk/choke, kran bensin. Gunakan kunci yang sesuai agar alat-alat tersebut tidak gampang dol. Lepas komponen-komponen karburator lalu tempatkan dalam wadah yang berisi cairan pembersih, biar gampang gunakan cairannya bensin. Lepas mangkok karburator, pelampung dan jarum pelampung, main jet, pilot jet, dan yang lainnya. Hati-hati terhadap parts yang kecil-kecil dan seal/karet pelindung, tempatkan dalam wadah yang mudah terlihat, agar nanti saat pemasangan tidak bingung mencarinya.
Jika sudah terlepas semuanya maka bersihkan karburator dengan kuas, lalu semprot lubang-lubangnya dengan udara bertekanan tinggi. Gunakan amplas halus untuk membersihkan kotoran pada spuyer-spuyer, Jangan terlalu banyak mengamplasnya, karena dapat menyebabkan perubahaan ukuran diameter spuyer. Setelah bersih, pasang kembali spuyer-spuyer tersebut. Gunakan obeng spuyer dan pengecangannya jangan terlalu keras, cukup gunakan dua jari pada ujung obeng.

3. Setel tinggi pelampung
Sebelum dipasang komponen-komponen karburator, jangan lupa untuk mengatur tinggi pelampung bensin dengan menggunakan jangka sorong/stigmat.

4. Rakit karburator
Pasang kembali bagian-bagian karburator yang tadi dilepas. Rakit karburator dan filter udara dengan dipasangkan kembali pada lubang mesin. Lalu setel kongdisi langsam motor pada keadaan mesin hidup. Setel spuyer angin-angin dengan cara memutar searah jarum jam smpai mentok, lalu putar balik beberapa putaran sesuai dengan standar mesin atau kondisi mesin motor kita.
Setel juga baut penyetel langsam yang terletak di pinggir badan karburator. Setel pada keadaan panas mesin yang ideal. Setelan putaran mesin jangan terlalu rendah atau pelan, hal ini dapat menyebabkan oli tidak dapat naik karena tidak terpompa akibat rendahnya putaran mesin.


Tips Membersihkan Karburator


Karburator merupakan elemen yang sangat vital bagi kendaraan anda. Jika perawatanny tidak baik, maka besar kemungkinan kendaraan anda akan rewel saat anda kendaraai. Berikut ini adalah tips – tips yang dapat anda pergunakan untuk merawat karburator kendaraan anda.

1. Membersihkan filter udara atau penampung debu. Lepaskan filter udara yang terpasang pada mulut karburator, lepas busa filter lalu bersihkan dengan cairan pembersih lalu biarkan kering sendiri. Jangan dibersihkan dengan cara disemprot udara bertekanan tinggi karena dapat menyebabkan rusaknya pori-pori busa filter tersebut.2. Membersihkan karburator. Bukalah karburator dengan cara melepas baut-baut pengikat, tutup karburator, katup cuk (choke) dan kran bensin. Gunakan kunci yang sesuai agar alat-alat tersebut tidak gampang dol. Lepas komponen-komponen karburator lalu tempatkan dalam wadah yang berisi cairan pembersih, agar mudah gunakan saja cairannya bensin.

Lepas mangkok karburator, pelampung dan jarum pelampung, main jet, pilot jet dan yang lainnya. Hati-hati terhadap parts yang kecil-kecil dan seal atau karet pelindung. Sebaiknya anda tempatkan dalam wadah yang mudah terlihat agar pada saat pemasangan tidak bingung mencarinya.

Jika sudah terlepas semuanya maka bersihkan karburator dengan kuas, lalu semprot lubang-lubangnya dengan udara bertekanan tinggi. Gunakan amplas halus untuk membersihkan kotoran pada spuyer-spuyer. Jangan terlalu banyak mengamplasnya karena dapat menyebabkan perubahaan ukuran diameter spuyer.

Setelah bersih, pasang kembali spuyer-spuyer tersebut. Gunakan obeng spuyer dan pengecangannya jangan terlalu keras, cukup gunakan dua jari pada ujung obeng.

3. Menyetel tinggi pelampung. Sebelum dipasang komponen-komponen karburator sebaiknya anda jangan lupa untuk mengatur tinggi pelampung bensin dengan menggunakan jangka sorong atau stigmat.

4. Merakit karburator. Pasanglah kembali bagian-bagian karburator yang tadi dilepas. Rakit karburator dan filter udara dengan dipasangkan kembali pada lubang mesin. Lalu setel kondisi langsam motor pada keadaan mesin hidup. Setel spuyer angin-angin dengan cara memutar searah jarum jam hingga mentok lalu putar balik beberapa putaran sesuai dengan standar mesin atau kondisi mesin motor anda.

Anda juga harus menyetel baut penyetel langsam yang terletak di pinggir badan karburator. Setel pada keadaan panas mesin yang ideal. Setelan putaran mesin jangan terlalu rendah atau pelan karena akan membuat oli tidak dapat naik karena tidak terpompa akibat rendahnya putaran mesin.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:15 AM
Tugas utama karburator adalah mencampur Bahan Bakar (BB) + Udara (O2). Kira-kira dengan perbandingan range nya BB : O2 adl 1 : 13-15. Pokoknya gmn caranya biar mesin dapet suplai campuran segitu.

Kenapa pake range, padahal teori di buku2 pembakaran ideal itu 1:14?

Jwbannya adl Karena kondisi mesin & linkungan mempengaruhi settingan campuran BB:O2.

Misal:

Kompresi makin tinggi BERARTI mesin makin panas BERARTI butuh suplai BB lebih banyak biar mesin gak jebol.
Humidity (kelembaban) lingkungan makin tinggi BERARTI campuran BB terkontaminasi air, BERARTI campuran makin miskin, BERARTI bensin hrs lebih banyak.
Suhu lingkungan rendah BERARTI suhu kerja mesin turun BERARTI bensin harus dikurangi agar suhu kerja mesin jadi ideal.
Knalpot bobokan (Free flow) BERARTI rpm makin tinggi BERARTI suhu mesin meningkat BERARTI butuh BB makin tinggi.
Dan masih banyak lagi parameter yg harus diperhatiin termasuk desain lubang masuk pada blok yg b’pengaruh dg settingan spuyer sebagai penyalur BB.
Itu teori dasarnya.

Setting Karbu:

Karbu pny 2 spuyer :

Satu buah main jet (tuk NSR std ukurannya 130) yg berperan meyalurkan BB saat bukaan gas sekitar setengah putaran keatas
Satu buah pilot jet (NSR std ukurannya 45) yg berperan menyalurkan BB dari putaran gas 0 derajat sampe penuh, cm efek dari pilot jet ini bisa dikatakan tidak terlalu signifikan pada bukaan gas penuh N rpm mesin yg sudah tinggi.
Hal lain yg berpengaruh dengan setingan termasuk :

Ukuran Venturi karbu
Jarum skep
Stelan angin
Power jet.
Venturi karbu makin besar maka makin banyak udara yg lewat shg butuh spuyer lebih besar baik pilot atau main jetnya spy campuran bisa pas.

Trus kapan kita membesarkan ato mengecilkan spuyer2 tadi?

Sebelumnya hrs tahu dulu gejala2 mesin saat kekurangan BB dan kebanyakan BB:

1. “Ngempos” adalah gejala mesin spt kehilangan tenaga yg disebabkan kekurangan BB

2. “Mberebet” adl gejala mesin yg sebenernya dirasa padat cm tenaga seperti tertahan dan kadang dibarengi dengan suara benturan logam kalo settingannya terlalu basah.

Berarti kl NGEMPOS mesin butuh BB, kl BREBET mesin kebanyakan BB.

Kasus-Kasus

Nah berikut kasus2 yg sering terjadi krn masalah pilot jet :

Motor kl pagi susah hidup krn begitu gas dibuka ngempos terus mati ya berarti naekin pilot jet.
Motor dah jalan tapi sering tiba2 kehilangan tenaga saat putaran gas N putaran rendah berarti naekin pilot jet
Motor sering over heat saat jalan pelan berarti minta naek pilot jet
Motor brebet di putaran bawah tapi enak di put atas berarti pilot jet kebesaran.
Motor gak pake di cuk kl pagi N bisa langsung start
(ini jg gak normal) berarti pilot hrs turun.

Kesimpulannya, kl ada gejala ngempos,suhu tinggi diputaran yg relatif rendah maka minta naek pilot jet, N kl ada gejala brebet di put rendah jg maka pilot hrs turun.

Trus tuk kasus2 mainjet:

Motor dibawa kebut-kebutan sampe putaran atas trus begitu finish jalan pelan2 jadi ngempos dibarengi asep ngebul BERARTI suhu saat putaran tinggi meningkat drastis BERARTI main jet minta naik
Nafas motor di putaran atas terlalu panjang berarti mainjet minta naik.
Mtr ngelitik padahal yg lain normal BERARTI suhu mesin SANGAT TINGGI saat putaran atas BERARTI main jet minta naik.
Motor Brebet di put atas saja berarti main jet minta turun
dll
Kesimpulannya, jika motor Brebet di put atas berarti main jet hrs turun, jika motor suhunya tinggi di putaran atas berarti main jet minta naik.

Note:

Setiap ada perubahan ukuran spuyer wajib setting angin
Jangan berpatokan pada indikator suhu di dashboard tuk panduan setting krn pasti gak sesuai, ini butuh joki yg feelingnya dah kuat.
Adakalanya detonasi tdk bisa diobati dengan naekin spuyer jika detonasinya sudah parah. Ini berarti ada ketidaknormalan pada komponen mesin lainnya.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:16 AM
Meski bisa pertahankan karbu standar bawaan pabrik, kohar alias korek harian 4-tak tetap perlu ubah setingan. “Kompresi sudah naik dan kem dikorek, karbu sebagai pemasok gas bakar harus disesuaikan,” jelas Teng Suang Hak, mekanik Ahak Motor, yang mangkal di Jl. Kapuk Raya, No. 55D, Jakarta Utara.

Pria akrab dipanggil Ahak itu, ajukan tips simpel nyeting main-jet dan pilot-jet. “Tidak pake patokan. Soalnya karakter masing-masing kohar beda. Kuncinya, rasakan saja dampak di mesin,” kata Ahak yang sibuk garap motor balap pesanan saat ditemui Em-Plus di bengkelnya.

Lakukan penyetelan gas dan angin secara maksimal. “Jika teriakan mesin pada setelan gas tertinggi kurang njerit, berarti main-jet memang kurang. Coba naikan 5 angka dulu,” kata lelaki berambut cepak ini.

Setelah itu, coba tarik gas. Jika pada gas tinggi tampak kayak ada kosong, alias ada jeda pada pasokan bensin. “Itu main-jet masih kurang. Bisa naikan satu step lagi, atau jadi 7 atau 7,5 angka. Biasanya, untuk kohar kenaikan itu sudah cukup tinggi,” ingatnya.

Sebaliknya, jika saat digas malah terasa mbrebet di putaran atas. Itu artinya, kenaikan main-jet yang dilakukan terlalu besar dan harus diturunin. Selain mbrebet, setelan main kegedean juga berdampak bensin boros. “Bensin terbuang dan nggak terbakar maksimal. Bisa dilihat di busi. Kalau cepat sekali hitam, berarti setelan kegedean pas,” ujar Ahak lagi.

Sementara untuk setelan pilot-jet, gejalanya juga dideteksi dengan beberapa hal. Gejala pertama, jika motor susah hidup setelah dilakukan korekan. “Atau setelah hidup, tapi pada putaran bawah tampak seperti ada kosongnya. Kayak bensin enggak jalan. Itu artinya pilot-jet perlu dinaikan,” katanya.

Cara menaikan juga bertahap. “Sama kayak kenaikan main-jet, coba dinaikan 5 angka dulu,” tambah mekanik yang sukses bikin Kanzen melejit di pentas pasar senggol Jakarta.

Ahak kasih ancer-ancer, kebiasan yang dilakukannya, setelan pilot-jet maupun main–jet untuk kohar, pas pada penambahan antara 5 sampai 7,5 angka. Tentu saja, tergantung karakter korekan dan jenis karburator. “Tapi dari pengalaman, setingan pilot dan main-jet koharenggak pernah sampai 10. Jenis karburator apapun, deh,” tutup Ahak

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:17 AM
Semoga anda belum pernah mengalami yang namanya sepeda motor kesayangan terbakar. Tetapi bukan hal yang mustahil, apabila kita melakukan kesalahan dalam modifikasi sepeda motor yang akibatnya adalah terjadi kebakaran. Cerita mengenai kebakaran sepeda motor dan hasil pengamatan berikut semoga dapat menjadi tips untuk menghindari sepeda motor terbakar.

Cerita ini terjadi di kota Yogyakarta, ketika terjadi demam modifikasi penggunaan lampu LED dalam jumlah besar dan dipasang secara berlebihan. Tujuannya agar sepeda motor terlihat berbeda dibanding yang lain dan tentu saja akan menarik perhatian karena lampu LED yang menyala secara bergantian seperti lampu pohon Natal :)

Tetapi banyak yang tidak disadari oleh beberapa pecinta modifikasi, yaitu keamanan dari modifikasi tersebut karena banyak ditemui :

Penggunaan kabel yang terlalu kecil. Hal ini tentu saja wajar demi keuntungan yang lebih besar bagi pedagang selain memang pengetahuan tentang kelistrikan yang kurang. Akibatnya ketika terjadi beban berlebih dalam waktu lama, kabel akan menjadi panas dan meleleh.
Routing kabel yang sembarangan. Demi mengejar jumlah lampu yang banyak, semakin banyak lampu maka semakin untung, routing atau jalur kabel dibuat tanpa memperhitungkan kemungkinan terjepit, terkelupas, terkena panas mesin atau terlalu dekat dengan tangki bahan bakar.
Instalasi listrik yang sembarangan. Sepanjang pengetahuan saya, semua arus listrik diambil dari battery atau aki, yang menjadi masalah adalah para pedagang enggan untuk menambahkan sekering ke dalam instalasi listrik yang di buat.

Seperti yang sudah dibayangkan potensi bahayanya, ternyata sepeda motor itu terbakar sesaat setelah melakukan pengisian bahan bakar, masih untung tidak terjadi di SPBU (udah kebakar masih untung juga :)

Percikan api akibat ada bagian kabel yang terkelupas dan tanpa pengaman sekering menyambar sisa bahan bakar yang basah di sekitar tangki maka terjadilah kebakaran.

Pengalaman tersebut semoga dapat menjadikan kita untuk terus belajar bagaimana modifikasi yang tepat, sehingga kita dapat menghindari kasus sepeda motor terbakar.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:19 AM
Sepeda motor listrik adalah kendaraan tanpa bahan bakar minyak yang digerakkan oleh dinamo dan akumulator. Seiring dengan mencuatnya masalah pemanasan global dan kelangkaan BBM maka kini produsen kendaraan berlomba-lomba menciptakan kendaraan hibrida, dan sepeda motor listrik termasuk salah satu di dalamnya.

Sampai sekarang di Indonesia telah tersedia tipe dengan kecepatan 60 km/jam, dilengkapi rem cakram, lampu penerangan dekat dan jauh, lampu sein, lampu rem serta klakson.

Kapasitas Mesin

Kapasitas mesin ditunjukkan oleh volume yang terbentuk pada saat piston bergerak keatas dari TMB ke TMA, disebut juga sebagai volume langkah. Volume langkah dihitung dalam satuan cc (cm3). Rumus untuk menghitungnya adalah:

Volume langkah = luas lingkaran silinder x panjang langkah
= phi r2 x S
= phi (1/2 D)2 x S
= phi/4 .D2.S cc

Volume Ruang Bakar
Volume ruang bakar adalah volume dari ruangan yang terbentuk
antara kepala silinder dan kepala piston yang mencapai TMA.
Dilambangkan dengan Vc (Volume compressi)

Volume Silinder
Volume silinder adalah jumlah total dari pertambahan antara
volume langkah dengan volume ruang bakar.
Rumusnya: Vs = Vl + Vc

Keterangan:
Vs= Volume silinder (cc)
Vl = Volume langkah (cc)
Vc= Volume ruang bakar (cc)

Perbandingan Kompresi
Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume silinder
dengan volume kompresinya. Perbandingan kompresi berkaitan dengan
volume langkah.

Bila dinyatakan dalam suatu rumus maka:

E= (Vs + Vc)/Vc

E = perbandingan kompresi
Vs = volume silinder
Vc = Volume ruang bakar

dimana: Besarnya perbandingan kompresi untuk sepeda motor jenis touring berkisar antara 8 : 1 dan 9 : 1. ini artinya selama langkah kompresi muatan yang ada di atas piston dimampatkan 8 kali lipat dari volume terakhirnya. Makin tinggi perbandingan kompresi, maka makin tinggi tekanan dan temperatur akhir kompresi.

Torsi
Gaya tekan putar pada bagian yang berputar disebut Torsi, sepeda motor digerakan oleh torsi dari crankshaft Makin banyak jumlah gigi pada roda gigi, makin besar torsi yang terjadi. Sehingga kecepatan direduksi menjadi separuhnya.

Torsi = gaya x Jarak

Besarnya Torsi maksimum setiap sepeda motor berbeda-beda. Ketika sepeda motor bekerja dengan torsi maximum, gaya gerak roda belakang juga maximum. Semakin besar torsinya, semakin besar tenaga sepeda motor tersebut. Besarnya torsi biasanya dicantumkan dalam data spesifikasi teknik, buku pedoman servis atau dalam brosur pemasaran suatu produk motor.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:19 AM
Ada apa dengan lampu sein sepeda motor? Kita sadari bahwa alat komunikasi kita saat berkendara di jalan, secara resmi adalah klakson dan lampu. Untuk lampu sendiri terbagi ke dalam beberapa tipe lampu yaitu mulai dari lampu jauh, lampu dekat, lampu senja, lampu rem, lampu stop dan lampu sein kanan – kiri.

Sebagai alat komunikasi tentu saja kita tidak boleh salah menggunakannya karena dampaknya adalah persepsi atau asumsi yang keliru dari lawan “bicara” kita.

Penggunaan lampu sein yang salah terbagi dalam 3 kondisi, yaitu:

Tidak menyalakan lampu sein saat akan berbelok. Tentu saja pengendara di belakang anda tidak dapat mengantisipasi jika anda tiba-tiba berbelok. Untuk amannya adalah nyalakan lampu sein 3 detik sebelum berbelok tetapi apabila dalam rentang waktu tersebut anda melewati persimpangan selain yang akan anda tuju, akan lebih baik bila kita menyalakan lampu sein setelah persimpangan tersebut. Hal ini untuk menghindari persepsi yang keliru dari pengguna jalan yang lain.

Lupa mematikan lampu sein setelah berbelok. Bila ini kita lakukan, pengendara yang lain pasti berpikir bahwa anda akan berbelok atau berpindah lajur, padahal anda lurus-lurus aja. Hampir semua mobil yang saya tahu sudah otomatis mematikan lampu sein setelah selesai berbelok, kecuali yang rusak :) Sedangkan untuk motor, saya baru melihat Pulsar yang mempunyai sistem otomatis seperti mobil, setelah berbelok, lampu sein akan mati. Untuk motor saya yang dulu (Yamaha F1Z) dilengkapi dengan bunyi yang cukup keras, untuk mengingatkan kita, bahwa lampu sein dalam kondisi menyala. Sedangkan motor yang lain hanya mengandalkan display lampu di area speedometer. Jadikan kebiasaan kita untuk melihat speedometer setelah berbelok atau menekan switch lampu sein. Hal harus dilatih.

Menyalakan lampu sein kanan saat akan berbelok kekiri atau sebaliknya. Ini merupakan kesalahan yang sering terjadi juga. Biasanya karena lupa mematikan lampu sein dalam tikungan sebelumnya atau anda berada dalam kondisi yang membingungkan, apakah harus ke kanan atau ke kiri. Bila terjadi secara cepat atau tiba-tiba, tentu saja akan menimbulkan persepsi yang salah oleh pengendara yang lain.

Bertindak aman hanya dari lampu sein karena salah komunikasi dapat berakibat salah tindakan dan berpotensi terjadinya kecelakaan.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:20 AM
Hampir semua motor jenis bebek atau skubek, penyinaran lampu utamanya tidak stabil. Cahayanya tergantung putaran mesin. Makin tinggi putaran mesin, kian terang sorotannya. Bisa begitu lantaran pakai sistem semi-DC, yakni kabel keluar dari sepul terbagi jadi 3 bagian. Masing-masing ke massa, lampu dan aki.

Sistem penerangannya diambil langsung dari sepul. Sehingga, nyala lampu mengikuti naik-turun putaran (rpm) mesin.
Beda dengan jenis sport, banyak yang mengaplikasi full DC. Kabel dari sepul keluar hanya dua dan semuanya masuk ke regulator pengisian. Makanya, sekalipun mesin mati, asal kontak masih “ON” lampu tetap menyala karena arus listrik untuk lampu diambil langsung dari aki. “Secara safety, di jalan jelek malam hari dengan rpm rendah, lampu tetap terang,” tegas Arthur Wulur, punggawa bengkel VRT di Bintaro, Jakarta Selatan.
Cara seperti di motor sport pernah dipraktikkan pada bebek dan skubek, tapi muncul keluhan, aki jadi tekor.”Karena tidak mengubah sistem kerja pada sepul dan regulator,” ungkap Sinyo, Arthur biasa disapa. Ia pun coba mendesian regulator sendiri dan sudah dipakai pada banyak bebek, hasilnya tidak ada masalah.
Jadi, di sini Sinyo mengubah pengapian dari semi-DC menjadi full DC. “Ditambah ubahan pada sepul agar lebih banyak menopang kebutuhan regulator,” papar Sinyo. Dan sepul mau kuat supportnya ke regulator, diameter kawat gulungannya diubah dari 1 mm menjadi 1,5 mm atau lebih.

Logikanya, aki diibaratkan bak mandi, sedang regulator jadi keran yang menyuplai air ke bak. Sementara cahaya ibarat gayung yang menimba air. Jadi, jika kucuran airnya deras, digayung banyaknya, cadangan air tak bakalan habis.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:21 AM
Dalam dunia otomotif kita mengenal istilah kompresi, kompresi rasio dan tekanan kompresi. Sering kita membicarakannya, namun kadang kita kurang mengerti apa artinya kata-kata di atas. Baik, mari saya coba untuk menjelaskan nya satu persatu.

Kompresi atau menekan, biasa disebut untuk menunjukkan proses langkah kompresi yang ada dalam salah satu siklus 4 langkah. Dimana siklus 4 langkah terdiri dari :
1. Langkah hisap (suction stroke)
2. Langkah kompresi (compression stroke)
3. Langkah usaha (power stroke)
4. Langkah buang (exhaust stroke)

Nah langkah kompresi ada di urutan kedua dalam siklus 4 langkah (kayaknya abis ini saya tulis lebih detail aja ya).
Btw kembali ke laptop.. Langkah kompresi adalah proses penekanan piston terhadap campuran bahan bakar-udara agar terjadi pemadatan volume serta agar campuran bahan bakar – udara dapat bercampur secara homogen sehingga ketika busi memercikkan bunga api akan di dapat kualitas pembakaran yang bagus sehingga di dapat ledakan yang besar.

Langkah kompresi ini posisi piston bergerak dari titik mati bawah menuju ke titik mati atas, proses ini juga menyebabkan volume mengecil dan tekanan ruang bakar menjadi naik.

Dan beberapa derajad sebelum piston mencapai titik mati atas, busi memercikkan bunga api untuk menyalakan bahan bakar – udara, hal ini menyebabkan tekanan ruang bakar menjadi naik hingga 10x lipatnya (tergantung faktor kualitas bbm dan rasio kompresi).

Tekanan kompresi adalah tekanan efektif rata-rata yang terjadi di ruang bakar tepat di atas piston. Tekanan kompresi ini juga dibagi dengan 2 definisi, tekanan kompresi motorik dan tekanan kompresi pembakaran.

Tekanan kompresi motorik ini adalah tekanan yang sering di ukur oleh mekanik dengan alat compression gauge dengan satuan kPa, psi atau bar. Tekanan motorik akhirnya lebih dikenal dengan tekanan kompresi.

Tekanan ini membaca tekanan kompresi di ruang bakar tanpa adanya penyalaan busi, caranya dengan memasang compression gauge pada lubang busi kemudian handle gas kita tarik penuh (full open throttle) kemudian kita engkol dengan kick starter hingga jarum bergerak naik dan berhenti pada angka tertentu. Nah angka tadi adalah tekanan kompresi motorik.

Tekanan kompresi motorik ini kisaran 900 kPa hingga 1400kPa untuk motor standar, atau 9 – 13 psi.
Yang kedua adalah tekanan ruang bakar. Tekanan ini dihitung saat mesin menyala atau terjadi proses pembakaran. Pengukuran ini tidak menggunakan alat compression gauge lagi, namun memakai sensor pressure yang ditanam di silinder head. Tekanan kompresi pembakaran ini bisa mencapai 10x lipat dari tekanan motorik. Tekanan ini akhir nya di gambarkan dalam sebuah diagram grafik P – teta (pressure vs derajad poros engkol).

Nah, kata-kata yang terakhir adalah rasio kompresi atau perbandingan kompresi. Ini adalah suatu angka yang menyatakan perbandingan volume antara volume total silinder dengan volume ruang bakar nya. Volume total adalah penjumlahan dari volume silinder dan volume ruang bakar. Volume silinder sering kita sebut dengan simbol V2 (contoh 100cc, 160cc, 200cc) sedangkan volume ruang bakar kita beri simbol V1. Sehingga perbandingan kompresi memakai rumusan, Cr= (V1+V2) / (V1). Untuk motor satu silinder standar yang dijual dipasaran, rasio kompresi berkisar 8,8:1 sampai 9,2:1 . Semakin tinggi rasio kompresi, semakin sempit V1 atau pula semakin besar V2, semakin tinggi pula tenaga yang dihasilkan, logikanya, semakin kecil volume ruang bakar berarti pemadatan bahan bakar – udara semakin padat, sehingga ledakan pembakaran semakin besar, semakin besar pula tenaganya.
Motor-motor balap atau high performance engine memiliki rasio kompresi dari 11:1 hingga 16:1 .

Dari ketiga kata kompresi diatas, memang tidak ada hubungan yang langsung, namun bisa saya jelaskan begini,
1. Tekanan kompresi baik motorik dan pembakaran dihitung pada saat langkah kompresi.
2. Tekanan kompresi tinggi tidak selalu identik atau sama dengan rasio kompresi tinggi.
3. Rasio kompresi tinggi terkadang menyebabkan tekanan kompresi juga tinggi (tergantung rasio kompresi aktual).

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:24 AM
APA ITU RASIO KOMPRESI?
Para engineer atau tuner kerap memfokus diri dalam tuning mesin 4 tak menuju langsung pada cylinder head. Salah satunya adalah, ruang bakar, atau bahasa jawanya combustion chamber :)

So… apa kaitan ruang bakar dengan tenaga? Oh pasti ada… besaran ruang bakar ini nantinya akan sangat menentukan dalam tugas menampung emulsi udara-bahan bakar yang sudah dihisap oleh piston kemudian dipadatkan di kubah ini sebelum akhirnya diledakkan busi.

pernah dengar orang berkomentar tenaga mesinnya semakin padat…? Yup, bisa jadi karena memang combustion chamber dapat dimanfaatkan dengan optimal. Kubah ruang bakar tentu memiliki volume sendiri, sedangkan kapasitas mesin merupakan volume pembanding. Seberapa banyak volume kapasitas mesin mampu dipadatkan di ruang bakar hingga seper-sekian bagian inilah yang disebut rasio kompresi.

Contoh sebuah mesin bebek dengan kapasitas mesin 100 cc, sedangkan volume ruang bakar adalah 10 cc dimasukkan dalam rumusan rasio kompresi adalah

(Kapasitas mesin / Volume ruang bakar ) + 1

= (100 / 10 ) + 1

= 10 + 1

= 11 : 1

Yahhh itu mah rumus sederhana aja, kalo mau rumus ribet coba cari di wikipedia, kompresi rasio dihitung pake rumus…


http://upload.wikimedia.org/math/3/a/f/3afd933b679b7b20f1561c841867f901.png
dimana:
b = diameter piston
s = panjang stroke
Vc = volume ruang bakar + volume paking cylinder head.

Ini adalah rumusan minimum, kalau mau lebih detail sebenarnya volume pembanding tidak hanya ruang bakar, melainkan juga : Cylinder Head Combustion Chamber, Tebal Gasket, Deck Clearance, Ring Kompresi terhadap Piston, Dan Dome Piston. Huahahahaha… Ini nih kepusingan berawal :)
Mau dihitung satu-satu? Capee… deh, coba bayangin kita pakai piston Izumi high dome dengan coakan klep dalem, hitung berapa volume jenong pistonnya…? Mending ngisep rokok sambil ngopi daripada botak mikir itu hehehehe…

Saya bilang teknik menghitung seperti wikipedia yang ribetz ni ga selamanya efektif, bagaimana jika piston memiliki permukaan highdome, ada yang bisa menghitung volumenya, yah… walaupun bisa tapi kok ya menyusahkan diri sendiri seandainya piston seperti foto dibawah ini

Jaahhh… bikin males belajar matematika tu ya gara2 rumus ribet ini. Mending ketika blok dan cylinder head terpasang, posisikan piston pada TMA, lepas lubang busi kemudian suntikkan cairan untuk mengukur volume ruang bakar. Inilah rumus ruang bakar riil dibandingkan yang harus mengukur dan menghitung satu per satu.

Ngomong-ngomong dah pada bisa nge-hitung volume kapasitas mesin kan?

VOLUME MESIN = ( Phi * Bore * Bore * Stroke ) / 4,000

Phi adalah konstanta bernilai 3.1416
Bore adalah diameter lebar piston dalam satuan milimeter
Stroke adalah langkah piston bergerak dari TMA ke TMB dalam satuan milimeter
Volume mesin akan diperoleh dalam satuan centimeter cubic alias CC

Contoh, sebuah mesin dengan diameter piston 53.5mm, serta panjang langkah piston 54mm, akan memiliki Volume Silinder sebesar 121.4 CC

Nah setelah kapasitas mesin didapat, baru ukur volume kubah ruang bakar, finally diukur deh rasio kompresinya.
Mengejar Kompresi tinggiMengejar Rasio Kompresi tinggi

Ingat memang meningkatkan kompresi adalah sebuah cara paling efektif dan mudah untuk meningkatkan keluaran tenaga pada mesin naturally aspirated (non-Turbo). Namun, kita tentu saja tidak bisa langsung meningkatkan kompresi tanpa memikirkan batasan bahwa semakin tinggi nilai kompresi maka bahan bakar yang dibutuhkan mesin juga harus beroktan tinggi.
Jika kamu bisa memperoleh racing fuel, maka mainkan rasio kompresi hingga diatas 15 : 1, bahkan kamu bisa pakai rasio lebih tinggi jika memakai alcohol, ingat Drag NHRA yang mobil dragnya mirip formula, tuh semua pada pemabok heheheh.. kan mimik alkohol. Kumat ngelantur…
Papas noken as, timing dan durasi, airflow, volumetric efisiensi, aliran di porting, dan banyak kombinasi dari berbagai faktor berpengaruh besar terhadap kompresi dan sang maut yang mengancam nyawa mesin – DETONASI -

Detonasi

Dapat dipahami sebuah kondisi yang menyebabkan bahan bakar meledak – bukan terbakar dengan cepat – Parah! Biasa terjadi pada mesin dengan beban tinggi dan kecepatan tinggi, kerusakan detonasi bisa mengalahkan bearing-bearing seperti di kruk as yang jika sudah tidak balance bisa-bisa melintir tuh kruk as.
Kecepatan bahan bakar normal berada pada 23 – 56 meter tiap second. Semakin tinggi nilai oktan, semakin lambat kecepatan rambatnya. Sebuah percikan busi membutuhkan waktu 0.003 detik untuk melakukan sebuah pembakaran sempurna, jadi bisa menghitung kan berapa RPM batasan mesin biar gak Detonasi

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:25 AM
Masa-masa kini sangat intens dibicarakan mengenai teknologi otomotif terutama roda 2, baik 2 tak atau 4 tak bahkan 6 tak ataupun mesin wangkel. Nah menunjang posting saya dibawah, lagi pula tenology 4 tak ini lg booming beberapa tahun belakang. maka saya bantu untuk menjelaskan teori dasar mesin bersiklus 4 langkah.

Siklus 4 langkah terdiri dari:
1. Langkah hisap
2. Langkah kompresi
3. Langkah usaha
4. Langkah buang

Kita bahas satu-satu.
1. Langkah hisap atau suction stroke adalah langkah memasukkan bbm-udara ke dalam silinder melalui katub masuk, langkah ini di mulai saat piston berada di TMA (titik mati atas) hingga menuju TMB (titik mati bawah) dengan posisi katub masuk terbuka.. Pergerakan piston dari atas ke bawah dengan kecepatan yang cepat ini (hingga 20m/s) menyebabkan kevacuman yang sangat tinggi. Sehingga mampu menyedot bbm-udara masuk ke dalam silinder. Proses ini membuat tekanan di dalam ruang bakar menjadi dibawah tekanan atmosfer.

2. Langkah kompresi atau compression stroke adalah langkah pemampatan bbm-udara yang telah dimasukkan ke dalam silinder. Langkah ini memaksa bbm dan udara untuk di padatkan dan dicampur sampai homogen sehingga mudah dibakar oleh busi. Pada langkah ini piston bergerak dari TMB menuju ke TMA (katub masuk dan buang sama-sama menutup) menyebabkan volume silinder mengecil dan tekanan ruang bakar meningkat. Sesaat mencapai TMA, busi memercikkan bunga api untuk membakar campuran bbm-udara yang telah dimampatkan tadi. Akibatnya tekanan ruang bakar naik drastis.

3. Langkah usaha atau power stroke adalah langkah yang paling efektif karena satu-satunya langkah yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan mesin. Langkah ini dimulai saat piston bergerak dari TMA menuju ke TMB (kedua katub masih menutup). Pada awal langkah ini tekanan ruang bakar tinggi sekali namun seiring dengan pergerakkan piston yang mundur ke bawah menyebabkan volume silinder membesar sehingga tekanan ruang bakar menurun.

4. Langkah buang atau exhaust stroke adalah proses pengeluaran sisa gas hasil pembakaran untuk di keluarkan melalui lubang knalpot atau muffler. Proses ini berjalan saat piston dari TMB menuju ke TMA dan katub buang dalam kondisi membuka. Proses ini menyebabkan tekanan ruang bakar menjadi bocor hingga mendekati tekanan admosfer di luar atau lingkungan sekitar.

Jadi siklus 4 langkah memerlukan 4 x langkah yang bergerak dari atas ke bawah lalu ke atas lalu ke bawah lagi dan di akhiri menuju ke atas, atau dengan kata lain terjadi 2x naik dan 2x turun. Atau pula terjadi 2x putaran poros engkol.
Inilah akhirnya timbul istilah siklus 4 langkah adalah 2x putaran poros engkol menghasilkan 1 x tenaga.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:26 AM
Busi merupakan suatu sarana atau alat bagian dari sebuah sistem pengapian pada motor bakar yang digunakan untuk menghasilkan energi percikan bunga api dan kemudian percikan ini digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder pada akhir langkah kompresi pada sebuah siklus mesin 4 langkah.

Pemakaian busi yang tepat pada mesin akan memberikan performa mesin yang lebih baik, namun dalam pemakaiannya, kita harus memperhatikan beberapa faktor di bawah ini :
1. Suhu lingkungan tempat mesin itu berada. Sepeda motor dalam iklim panas dan dingin memberikan radiasi panas berbeda kepada mesin.
2. Besarnya kapasitas silinder mesin. Mesin dengan kapasitas silinder besar akan memberikan panas berlebih dari pada mesin CC kecil.
3. Besarnya perbandingan kompresi serta tekanan kompresi mesin. Semakin besar rasio kompresi atau perbandingan kompresi mesin akan memberikan panas lebih banyak dari pada mesin dengan rasio kompresi rendah. (Standar rasio kompresi motor masal adalah 9 : 1 )

Berikut akan dibahas terlebih dahulu definisi dari busi panas dan busi dingin.

Busi Panas
•busi panas adalah busi yang memiliki kemampuan menyerap serta melepas panas kepada sistem pendinginan lebih lambat dari busi standarnya.
•busi panas ini tidak diharapkan bekerja pada temperatur ruang bakar tinggi, bila temperatur ruang bakar mencapai sekitar 850 derajad celcius, maka akan terjadi proses “pre ignition”, dimana bahan bakar akan menyala dengan sendirinya sebelum busi memercikkan bunga api.
•”pre ignition” ini adalah proses yang tidak diharapkan dalam siklus pembakaran motor 4 langkah tipe “spark engine” atau mesin dengan penyalaan busi.
•kondisi terjadinya pre ignition ini bisa dikatakan “over heating” (pemanasan extrem).
•terjadinya pre ignition ini dapat merusak kinerja dari piston, valve, connecting rod, bahkan crankshaft atau poros engkol.
•warna yang tampak pada busi bila terjadi pre ignition adalah putih pucat, bahkan dalam kondisi terburuk busi bisa meleleh.

Busi Dingin
•busi dingin adalah busi yang memiliki kemampuan menyerap serta melepas panas kepada sistem pendingin lebih baik atau lebih cepat daripada busi standarnya.
•busi dingin ini tidak diharapkan bekerja pada temperatur ruang bakar yang rendah. Jika temperatur ruang bakar terlalu rendah hingga dibawah 400 derajad celcius, maka akan terjadi proses “carbon fouling”, dimana bahan bakar tidak mampu terbakar habis bahkan gagal pembakaran sehingga bahan bakar tadi akan menumpuk pada busi.
•apabila suhu ruang bakar semakin rendah, maka terjadi “miss fire” atau ketidakmampuan busi membakar bahan bakar akibat suhu mesin tidak ideal.
•penumpukan endapan karbon ini semakin semakin lama akan menyebabkna tumpukan kerak karbon yang lama kelamaan menjadi keras dan akibatnya menjadi sumber panas kedua (arang) setelah busi dan hal inilah juga yang menyebabkan gejala “detonasi” atau “knocking” atau ledakan kedua setelah busi memercikkan bunga api.
•gejala “detonasi” ini adalah proses pembakaran yang tidak diharapkan untuk mesin “spark engine”. Detonasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada piston.
•terjadinya “carbon fouling” ini dapat mempercepat umur pakai busi.
•warna yang tampak pada busi bila terjadi “carbon fouling” adalah hitam kering.

Oleh sebab masalah-masalah yang timbul diatas, maka perlunya memilih tingkat panas busi yang sesuai dengan kebutuhan sepeda motor kita.

Memilih tingkat panas busi dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa faktor yang paling dominan dalam memilih tingkat panas busi adalah

1. Suhu lingkungan tempat mesin atau sepeda motor anda berada.
Untuk daerah dengan cuaca iklim yang lebih dingin, seperti daerah pegunungan, dataran tinggi. Maka direkomendasikan memakai tingkat panas busi yang lebih panas.
Pemakaian busi dingin akan menyebabkan terjadinya “carbon fouling” (penumpukan carbon). Mesin akan susah hidup.
Untuk daerah dengan cuaca iklim lebih panas, seperti dataran rendah, perkotaan dengan tingkat populasi tinggi, maka direkomendasikan menggunakan tingkat panas busi yang lebih dingin. Memakai busi panas pada kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya “pre ignition” (pembakaran dini) dapat menyebabkan part mesin jadi cepat aus.

2. Besarnya kapasitas silinder (CC)
Untuk mesin dengan kapasitas silinder besar (>160), direkomendasikan menggunakan busi dingin. (Standar 22 denso dan 7 ngk) (pembacaan kode busi ada di materi bawah).

3. Besarnya rasio kompresi dan tekanan kompresi
Mesin high performance dengan rasio kompresi tinggi (diatas 10:1) dan tekanan kompresi tinggi (>1500kPa) direkomendasikan menggunakan busi type dingin.

4. Desain high performance & high speed engine
Mesin yang dirancang untuk kebutuhan balap, kompetisi sangat direkomendasikan memakai busi dingin. Pemakaian busi panas akan menyebabkan pre ignition, detonasi berat yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada katub, piston, connecting rod dan crankshaft.
Contoh motor Honda CS1 type busi dingin U24ESR9, bila motor di bore up hingga 150cc type race maka di ganti busi yg lebih dingin U27ESR9.

Semoga info ini dapat membantu anda mengerti dan memilih busi yang tepat bagi motor anda.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:27 AM
Busi merupakan salah satu bagian dari sebuah sistem pengapian motor yang berfungsi untuk menghasilkan energi percikan bunga api dan kemudian digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder pada akhir langkah kompresi pada sebuah siklus mesin.

Berikut ini tips perawatan busi :

- Periksalah busi 1.000 km pertama dan setiap 3.000 km selanjutnya. Ganti busi setiap 6.000 km

- Mengabaikan perawatan busi akan mengakibatkan mesin sukar dihidupkan dan berkurang tenaganya.

- Bila busi digunakan dalam waktu yang cukup lama, elektroda sedikit demi sedikit akan aus terbakar dan akan terjadi endapan arang di sekitar bagian dalam busi.

- Sesuai jadwal perawatan berkala, busi harus dikeluarkan untuk diperiksa, dibersihkan dan disetel jarak celah busi.

- Penimbunan arang di dalam kepala busi menghalangi percikan bunga api dan mengakibatkan gangguan pembakaran.

- Bersihkan arang busi secara berkala.

- Bila elektroda bagian tengah aus sama sekali, maka busi harus diganti dan celahnya disetel dengan menggunakan alat ukur ketebalan (tickness gauge).

Tips :

1. Periksa kondisi pembakaran pada busi. Bila tidak normal ganti sesuai spesifikasi. 2. Kencangkan busi dalam kepala cylinder sesuai dengan kekencangan yang telah ditentukan

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:28 AM
Kalau mau tahu kondisi mesin sepeda motor kita cek aja businya. Caranya adalah buka busi lalu lihat kondisi ujungnya.

1. Normal
Warna abu-abu merata atau merah bata dari ujung elektroda sampai selongsong busi. Kalau ada warna abu-abu muda, maka settingan karburator terlalu irit bensin. Kalau ada warna gelap atau hitam pekat, maka setingan karburator terlalu boros bensin.

2. Basah
Ujung busi basah, basahnya ini basah oli bukan bensin, maka ada yang bocor di mesin kita, bisa dari ring piston goyang, bos klep bocor atau oli mesin terlalu banyak hingga seal klep kalah/bocor. Oli ini ikut terbakar di ruang pembakaran mesin dan meninggalkan sisa basah oli. Biasanya pada motor 2-tak disebabkan karena terlalu banyaknya campuran oli samping.

3. Tertutup Kerak
Hal ini disebabkan karena kualitas bahan bakar yang kita pakai jelek, ada campuran kotoran, atau sudut pengapian yang terlalu maju, dan bisa jadi salah pilih jenis busi.

4. Rata dengan keramik
Ini artinya businya udah kebanyakn diamplas jadi udah abis, beli lagi donk yang baru, cuma Rp. 10.000 per biji.

5 Cacat/Rusak
Artinya bensin yang kita pakai jelek sehingga terjadi gejala detonasi (nglitik) atau jarak elektroda busi terlalu jauh. Makanya beli bensin harus pilih-pilih, jangan asal cepat, nggak antri. Tapi jangan kira juga loh kalau di SPBU bensinnya bagus, ada juga SPBU yang nakal, nyampur bensin + minyak tanah. Coba sekali-kali cek kondisi bensin yang kita beli.

6. Penuh Bulu Putih
Ini artinya ada cairan radiator yang bocor dan ikut terbakar di ruang pembakaran mesin.

7. Meleleh
Ini artinya busi menyala sebelum waktunya disebabkan nilai oktan bensin yang terlalu jelek/rendah, derajat pengapian terlalu maju atau mesin terlalu panas.

8. Mengkilap.
Busi basah karena sisa bensin yang tidak ikut terbakar, bukan oli. Ini artinya settingan karburator kurang pas, terlalu boros. Atau bisa juga salah pilih jenis busi, kurang dingin.

Nah , selamat ngecek ya. Kalau udah ketemu kerusakannya, langsung aja dibetulin. Jangan ditunggu-tunggu. Motor bisa ngadat atau boros bensin.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:29 AM
Busi selalu basah, sudah diganti tetapi setelah dipakai baru beberapa hari atau bahkan beberapa jam sudah basah motor macet sehingga busi harus dibersihkan dulu atau diganti./em>

Hal itu dapat terjadi karena beberapa sebab :
1. Bahan bakar yang kotor
Artinya bensin yang digunakan mungkin bercampur dengan oli atau minyak, atau mungkin mengisi bahan bakar disembarangan tempat, yang tidak menjamin kemurnian bahan bakar / bensin.
2. Karburator Kotor
Karburator kotor juga dapat menyebabkan busi cepat kotor, solusinya segera service motor Anda dibengkel langganan
3. Oli bocor
Kebocoran Oli bisa saja masuk ketempat saluran bensin sehingga pembakaran tidak sempurna dan menyebabkan busi kotor dan motor menjadi mogok.
4. Kondisi mesin
Busi basah terus juga bisa disebabkan oleh seher yang harus diganti atau bagian mesin ada yang rusak. Solusinya lakukan service besar.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:30 AM
Paling sebel rasanya kalau lagi enak-enak jalan, eh tiba-tiba motornya mati karena businya ngadat, mogok deh. Tapi tenang kalau udah baca ini, nggak perlu khawatir.

Busi mati karena sudah tidak mampu memberikan percikan api pada ruang bakar, sehingga mesin tidak bisa jalan, hal itu disebabkan adanya kotoran yang melekat di sekitar isolator elektroda tengah, sehingga api langsung ke massa tanpa menimbulkan percikan api.

Untuk sementara dapat diakali dengan :

1. Membakar ujung elektroda busi, hal ini bermanfaat untuk merontokkan dan membuang kotoran yang melekat atau dengan cara membersihkan kotoran yang menempel dengan amplas.
Beres deh, tinggal pasang lagi, tapi ingat setel kembali jarak kerenggangan elektroda dengan ground pada kepala busi. Ketuk aja ujung kepala businya.
2. Pilihan kedua adalah dengan cara memecahkan isolator elektroda, lalu setel kembali celah elektroda tengah ke ground harus presisi/tepat, agar loncatan api tidak lari ke samping.
3. Kalau masih belum bisa juga, pakai aja jurus pamungkas, yaitu beli aja busi yang baru sekitar Rp. 10.000. Tinggal pasang, gampang kan ?

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:30 AM
Tidak banyak orang yang tau akan kode-kode yang tercantum pada busi kendaraannya. Padahal dibalik kode tersebut kita dapat mengetahui jenis busi yang kita beli tersebut. Berikut adalah kode-kode yang muncul di box part busi.

NGK
1. C : diameter ulir busi (B : 14mm, C : 10mm, D : 12mm)

2. P : type rancangan busi (hanya pabrikan yg tahu kode ini)

3. R : busi dengan resistor di dalamnya (untuk mesin dengan teknology digital menggunakan busi type ini untuk menghindari terjadinya frekuensi yg dapat mengganggu pembacaan sensor digital)

4. “7″ : tingkat panas busi ( semakin kecil angkany 6, 5, 4 disebut busi panas. Semakin besar 8, 9 disebut busi dingin)

5. H : panjang ulir busi (H : 12,7mm , E : 19mm, L : 11,2mm)

6. S : type elektroda tengah (IX : inti elektroda dari bahan iridium, G : type busi racing , P : inti tengah berbahan platinum, S : inti tengah tembaga )

7 . “9″ : celah inti elektroda busi (9 : celah busi 0,9mm , 10 : celah busi 1mm)

Denso
1. U : diameter ulir busi (U : 10mm, X : 12mm, W : 14mm)

2. “22″ : tingkat panas busi (semakin kecil angkany 20, 19 disebut busi panas. Semakin besar 24, 26 disebut busi dingin)

3. F : panjang ulir busi (E : 19mm, F : 12,7mm , L : 11,2mm)

4. S : type rancangan busi

5. U : bentuk elektroda samping “U”

6. “9″ : celah inti tengah elektroda (9 : celah busi 0,9mm , 10 : celah busi 1mm)

Semoga informasi ini dapat membantu anda untuk mengetahui spesifikasi busi motor, atau pun untuk mensubsitusi atau memakai busi dari motor jenis lain bahkan merek lain asalkan dengan kode yang sama, baik diameter ulir, panjang ulir, tingkat panas busi dsb.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:31 AM
Bepergian jarak jauh dengan mobil (bensin) pribadi untuk berlebaran dengan sanak saudara di kampung halaman, ada baiknya persiapkan kondisi mobil. Paling utama, mesin karena rewel di perjalanan bisa membatalkan acara mudik. Apalagi jalan yang dilalui beragam kondisi, di antaranya jalanan menanjak.

Nah, untuk mengetahui kondisi dapur pacu, tak perlu membuka kap mesin. Repot mencopot busi, terus teliti satu persatu kabel busi (untuk yang masih karburator) dan komponen lainnya. Tapi cukup dengan mencermati ujung knalpot.

Kerak Hitam
Di ujung knalpot banyak kerak menandakan terlalu banyak bensin yang terbuang lewat asap knalpot. Penyebabnya, biasanya konsumsi bensin sangat boros dan tenaga kurang, terutama pada akselerasi awal. Bisa disetel sistem karburasinya.

Kerak Abu-Abu
Kondisi ini menandakan pembakaran di mesin sempurna. Campuran udara, bensin dan pemantik api dalam kondisi ideal hingga pembakaran didapat.Dalam kondisi lalulintas padat (macet) sulit dirapat kerak abu-abu. Karena bensin mentah banyak terbuang melalui knalpot. Meski setelan mesin sudah ideal, kadang ujung knalpot berkerak hitam.
Untuk mengetahuinya, geber mobil pada rpm tinggi di jalan bebas hambatan. Tahan selama beberapa menit, selain untuk membuang sisa kerak di ruang bakar, juga efekttif mengetahui kondisi ujung pipa knalpot.

Percikan Air
Kejadian ini normal saat kondisi mesin masih dingin. Sumber air bukan dari mesin, namun efek kondensasi (embun) di saluran knalpot. Seiring dengan naiknya suhu di dalam pipa dan muffler, percikan air akan hilang. Kondisi ini sekaligus mengindikasikan saluran pipa yang bersih dari lelehan oli atau kerak yang menumpuk.

Serpihan Kotoran
Serpihan ini keluar saat mesin bekerja di rpm tinggi. Bentuknya bisa berupa besi karatan atau benda mirip kapas yang terbakar. Ini sekaligus menunjukkan kondisi saringan knalpot (muffler) yang keropos akibat karat. Serpihan karat dan peredasm glasswool di dalam muffler lepas, sehingga keluar bersamaan dengnan asap knalpot. Biasanya kondisi seperti ini disertai bunyi gemuruh dari knalpot yang bocor dan diikuti konsumsi bahan bakar boros.

Lelehan Oli
Kondisi ini mengisyaratkan adanya oli mesin yang masuk ke ruang bakar dalam kuantitas cukup banyak. Bersamaan dengnan sisa gas buang, oli akan terbuang melalui saluran pipa knalpot. Saat mesin dinyalakan, juga disertai munculnya asap putih yang tebal.
Penyebabnya, bisa karena kondisi ring piston yang aus atau longgar. Atau berasal dari rembesan oli akibat sil katup pecah. Perbaiki atau periksa kedua komponen ini sebelum kerusakan bertambah parah.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 12:32 AM
Jangan salah langkah dan ngambil keputusan buat turun mesin alias servis besar. Terutama pas ada tawaran langsung dari bengkel. Pemilik motor kudu ngerti patokan dasar mengapa mesti turun mesin. Maksudnya, tentu supaya jangan keluar duit tapi malah jadi percuma.

Turun mesin atau servis besar di bengkel resmi Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki bukanlah sebuah kewajiban. “Servis besar akan dilakukan kalau ada masalah,” jelas Hartono, Claim Technical Service Manager, PT Indomobil Suzuki International (ISI).

“Misal, tenaga turun atau mendadak asap ngebul waktu motor dijalankan,” timpal Endro Sutarno, Technical Service Training Instructur PT Astra Honda Motor (AHM).

Berarti bongkar mesin dilakukan jika melihat ada gejala enggak normal di motor. Bisa jadi ada kelainan saat motor sudah melakukan servis berkala setiap 2.500 km – 3.000 km. Pertimbangan usia pakai motor bisa bikin komponen aus.

Makanya ada beberapa poin yang mesti diketahui konsumen saat bongkar mesin. “Kita akan cek sekitar ruang bakar,” jelas Hartono yang berkantor di Tambun, Bekasi. “Seandainya nggak ditemukan setelah lepas blok, pastinya belah mesin. Mungkin aja bearing crankshaft aus karena usia pakai,” tambah Endro yang berkantod di Astra Honda Training Center (AHTC), Sunter, Jakarta Utara.

Supaya enggak rugi atau diboongin bengkel, berikut dibeberkan beberapa gejala untuk mengetahui kapan saatnya mesti bongkar mesin.

Pertama adalah putaran mesin seperti tertahan alias ngeden. Mesin ogah diajak berakselerasi saat gas dipelintir. Kalau sudah begini, tangan jadi gampang pegal atau malah kapalan.

Berarti pasokan bahan bakar enggak mengalir maksimal ke ruang bakar. Kemungkinan ada penumpukan kerak di silinder head. Bersihkan kepala silinder dari kerak. Sementara klep mesti diskir.

Gejala di atas biasanya ditandai mesin susah hidup di pagi hari atau ketika pertama menghidupkan motor. Ini gejala awal sebelum mesin nyala. Setelah hidup, masalah yang muncul akan sama seperti di atas.

Ada asap dari knalpot. Ini juga gejala kompresi bocor untuk mesin 4-tak. Selain keluar asap, mesin juga susah diajak langsam dan sering mati sendiri. Blebek…blebek… Masalah kayak gini bisa dirunut penyakitnya. Ring piston mesti ganti karena usia, paking blok silinder aus, atau sil klep bocor lantaran sobek.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 07:56 AM
Kalau motor sudah mulai rewel, paling nyebelin! Padahal hal itu gara-gara kita juga yang kurang merawat motor. Nih simak tips merawat motor !

Cek Kondisi Oli
Oli mesin ini sangat penting peranannya untuk melumas komponen-komponen mesin, seperti stang seher, seher, dan ring seher, kruk as dan noken as atau stang klep. Oleh karena itu, jika keberadaan minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang, maka sebaiknya diganti. Ganti oli secara periodic dan gunakan sesuai dengan rekomendasi Pabrikan.

Cek Kondisi Aki
Jangan dibiarkan air accu melewati batas maksimum dan minimum yang akibatnya bisa mempercepat kerusakan pada sel-sel accu. Tambahkan aki pada pagi hari.

Selain itu, jika baterei atau accu tersebut sudah melemah secepatnya diganti, sebab jika dipaksakan selain kedua kutub positif dan negatif akan mengeluarkan korosi (serbuk putih), korosi tersebut akan menjalar ke bagian kabel-kabel utama yang menghubungkan arus listrik ke saluran lampu, dinamo, atau bagian-bagian lainnya.

Oleh karena itu, jika terjadi hal itu, arus listrik yang dihantarkan baterei atau accu tidak sempurna dan bisa menyebabkan kerusakan pada komponen dinamo, kontak mesin maupun switch lampu. Satu hal yang perlu diperhatikan jika accu sudah lemah atau tidak mampu di starter dan distarter, jangan dipaksakan dengan mendorong sepeda motor untuk menghidupkannya. Sebab bisa merusak gigi transmisi.

Periksa Rantai dan Gir
Jangan biarkan rantai terlalu kendor, atau terlalu kencang. Terlalu kendor bisa membuat rantai copot dari girnya, sementara terlalu kencang bisa mengakibatkan putus rantai. Cek juga kondisi gir, jika sudah tajam segera ganti karena jika tidak rantai bisa tiba-tiba putus. Bahaya kan, kalo lagi ngebut tiba-tiba putus rantai?

Periksa Kabel Koil dan Busi
Perhatikan keberadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi. Jika sudah cukup umur dan sudah terlihat ada retakan dan pengerasan pada kabel tersebut, maka sebaiknya diganti. Juga perhatikan keberadaan busi karena busi sangat vital untuk kelancaran sebuah mesin kendaraan.

Perhatikan Selang Bensin
Komponen lainnya yang perlu diperhatikan selang bensin ke karburator. Jangan membiarkan kondisi selang bensin mengeras atau terjadi retakan-retakan, karena bagian dalam selang bisa jadi sudah tidak elastis yang mengakibatkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa ke karburator. Yang pada akhirnya akan terjadi penyumbatan suplai bensin dari tanki ke karburator sehingga mengganggu sistem pembakaran.

Panaskan Mesin paling lama 2 Menit
Panaskan mesin sebelum motor dijalankan, tak perlu lama-lama cukup 1-2 menit. Ini supaya sirkulasi oli bisa melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak. Jangan terlalu lama memanaskan karena akan membuat pipa knalpot menguning selain itu pastinya jadi buang-buang bensin.

Periksa tekanan angin ban
Jangan terlalu keras dan juga jangan kurang karena bisa berakibat kembang ban motor rusak.

Gunakan Selalu Sparepart Asli
Lebih baik mahal sedikit, tapi puas dan tahan lama daripada memakai yang tidak asli, meski murah tapi tapi daya tahan kurang.

Ok sobat selamat merawat motor, jika langkah-langkah tersebut dilakukan dengan benar, motor kesayangan Anda senatiasa tampil prima.

carlos_roy_fajarta
24-08-2010, 07:57 AM
Setiap pengguna sepeda motor pasti berharap bisa mengendarainya untuk jangka panjang. Untuk itu pemilik sepeda motor harus memperhatikan perawatan mesin karena kondisi mesin sepeda motor tergantung dari pemeliharaan dan kebiasaan pemiliknya dalam mengendarai. So tak ada salahnya Anda cermati tips dan trik tentang merawat mesin sepeda motor berikut:

- Tanda-tanda kerusakan

Pada umumnya setiap kerusakan pasti akan terdapat tanda-tanda terlebih dahulu kecuali jika terjadi hal-hal yang menyimpang misalnya kecelakaan. Untuk mengantisipasinya maka perhatikan apabila ada gejala yang tidak normal/tidak seperti biasanya pada sepeda motor Anda. Sikap demikian akan membantu dan memudahkan Anda untuk mendeteksi kerusakan lebih dini.

- Cermati kerusakan

Apabila terjadi kerusakan mesin maka perbaikan tidak boleh ditunda lebih lama dengan kata lain harus segera diperbaiki. Namun ingat, jika Anda tidak punya cukup keahlian jangan sekali-sekali membongkar dan memperbaikinya seorang diri. Karena disamping buang waktu dan tenaga maka kerusakan bisa jadi akan tambah parah. Lebih baik segera Anda bawa ke bengkel.

- Kerusakan beruntun

Apabila sepeda motor Anda mengalami gejala kerusakan yang berturut-turut dan lebih dari satu sebab maka cara yang paling tepat adalah periksalah bagian-bagian yang mudah dicapai terlebih dahulu satu per satu baru kemudian ke bagian-bagian lain. Anda bisa membawanya ke bengkel dengan keterangan yang lengkap jadi akan memudahkan mekanik nya untuk memperbaikinya.

- Kerusakan kecil

Apabila terjadi kerusakan kecil di jalan seperti kerusakan pada mur, baut, kabel-kabel, kebocoran bensin/oli yang tidak memerlukan pembongkaran mesin yang ruwet maka Anda bisa melakukan perbaikan sendiri. Akan tetapi jika kerusakan yang terjadi mengakibatkan patahnya komponen utama dan memerlukan pembongkaran mesin Anda harus membawanya ke bengkel service.

Nah, tak sulit bukan jika Anda mulai mencoba bersahabat dengan kendaraan sendiri, semakin rajin merawat, tentu semakin sedikit biaya yang bakal anda kelurkan.

carlos_roy_fajarta
26-08-2010, 10:09 AM
Sebuah pesan orang tua mengatakan: “Teliti Sebelum Membeli”.

Artinya kita harus tahu dulu barang yang mau dibeli, cari tau tentang mutu dan kualitas barang yang hendak dibeli, dan setidaknya sudah di teliti atau diperiksa sebelum dibayar.

Apakah itu barang palsu, barang berkualitas rendah, atau sebagai barang gelap (black market). Demikian pula, kita harus memperhatikan kebutuhannya, apakah itu memang sangat dibutuhkan, sebagai barang prioritas atau bukan prioritas.

Demikian pula pesan ini perlu kita pahami ketika kita ingin membeli oli atau minyak pelumas dimana sekarang banyak beredar ragam merek A s/ Z dengan berbagai kualitas. Jika kita salah membeli, akibatnya bisa fatal, mesin bisa rusak atau jebol. Oleh karena itu, disini kita perlu waspada menghadapi gencarnya minyak pelumas palsu di pasaran oli saat ini.

Semakin tinggi angka penjualan sepeda motor di Indonesia, di ikuti pula dengan tingginya permintaan atas barang-barang komponen motor, spare-parts termasuk permintaan oli mesin. Banyak pengusaha nakal memainkan “oli bekas” yang dituang di drum dan ternyata mereka bisa jual kembali dengan kemasan palsu.

Perhatikan ketika Anda di bengkel saat mengganti oli mesin, pasti oli bekas akan ditampung di sebuah drum. Setelah oli bekas terkumpul dalam satu drum penuh, maka tak lama kemudian datang orang membeli oli bekas tersebut. Kemanakah oli bekas tersebut? Pasti itu bakal di reproduksi lagi oleh pihak tertentu.

imgp0579Beredarnya barang palsu di negeri kita ini memang sudah sering terjadi karena adanya permintaan dari pasar yang memang lumayan tinggi.

Apalagi jika konsumen merasakan harga oli mesin kini semakin mahal, maka dicarilah harga oli dengan harga “terjangkau” dengan selisih hanya dua ribu s/d lima ribu rupiah tapi mendapati barang palsu.

Sadarkah konsumen dengan hal ini?

Ada konsumen yang cuek, dan ada juga yang serius dan sangat teliti sebelum membeli.

Jika Anda termasuk orang yang sangat concern terhadap kualitas oli mesin, sebaiknya tetaplah berhat-hati ketika Anda hendak membeli minyak pelumas.

Penggantian minyak pelumas dan menuangkan oli kedalam mesin adalah bagian yang sangat krusial, kenapa demikian? Cairan oli yang dituang kedalam mesin itu sebetulnya memiki pengaruh yang sangat besar bagi kenyamanan Anda sendiri. Jika barang palsu, berkualitas rendah, maka effeknya mesin Anda akan mengalami kerusakan dan ini tentunya merugikan Anda sebagai konsumen.

Karena itu, sebagai pemilik kendaraan bermotor, Anda sebaiknya perlu juga mengenali ciri-ciri minyak pelumas palsu. Dibawah ini adalah tips dan trik ketika Anda ingin melakukan penggantian oli mesin di bengkel, menghindari pemalsuan sekaligus trik menghadapi ulah bengkel:

Hal Pertama:

Ketika Anda masuk bengkel, jangan pernah memberikan kepada mekanik untuk langsung ganti oli. Berikan dulu waktu sejenak kepada Anda untuk melihat dan memegang langsung botol oli yang akan dituang. Ingat, disini Anda kan sebagai konsumen berhak untuk melihat barang yang Anda bayar.

Jadi, jangan sekali-sekali memberi kesempatan bagi mekanik bengkel untuk main langsung tuang oli mesin tanpa memberi kesempatan kepada Anda untuk mempelajari botol olinya. Lain halnya jika Anda sudah memberikan izin dan percaya bahwa oli yang bakal dituang adalah sesuai dengan selera Anda. Hati-hati, banyak oli palsu beredar, jika Anda lengah, bagi bengkel disinilah kesempatan untuk menuangkan oli bekas untuk mesin Anda.

imgp0582Hal Kedua:

Perhatikan dulu baik-baik setiap kemasan atau botol oli yang siap dituang ke dalam mesin. Botol oli seharusnya dalam kondisi bersih, baru, tidak cacat, tidak ada bekas tusukan, stiker atau label masih utuh, tutup botol masih ada seal pengunci, dikocok sejenak memastikan oli masih penuh, dan baca petunjuk yang tertulis di kemasan. Kalaupun ada tulisan periode berhadiah, mintakan hadiahnya. Misalkan minyak pelumas PERTAMINA ENDURO RACING pernah memiliki program hadiah pemoles bodi KIT, dan bagi bengkel yang jujur akan memberikan hadiahnya (terbungkus dalam kemasan botol pelumas, tidak dilepas).

Seharusnya botol minyak pelumas asli punya kode/tanda khusus. Bahkan produk minyak pelumas PERTAMINA memiliki nomor batch pada tutup kemasannya yang dicetak dengan sinar laser.

Hal Ketiga:

Jangan pernah termakan dengan omongan mekanik bengkel atau omongan orang lain. Seringkali konsumen mendapatkan rekomendasi dari orang-orang sekitar bengkel yang mengatakan pakai merek A saja pasti kenceng, irit bensin dll. Istilah ”kompor” alias di komporin oleh orang-orang sekitar seringkali membuat konsumen goyah dalam pendirian maka seketika itu juga ia bisa beralih merek. Mudah-mudahan saja Anda tidak mendapatkan barang palsu.

imgp0588Ketika Anda masuk dalam bengkel yang rame, dan disitu banyak anak klub atau komunitas, pastikan Anda punya sikap dan pendirian. Hal yang sering terjadi, adalah Anda bakal di ”kompor-komporin” oleh sesama teman anggota klub untuk berganti merek minyak pelumas, dan ikut memamakai merek oli yang katanya (telah dipakai) oleh teman-teman yang lain. Mungkin saja mereka bercanda, tapi jika Anda tidak tidak punya sikap dan tidak mau kalah gengsi pula, nah biasanya orang yang begini sangat mudah termakan atau terpengaruh dengan omongan mereka. Hati-hati, yang Anda harus ingat adalah ‘kebutuhan’ untuk mesin motor milik Anda sendiri.

Hal Keempat:

Jika ragu tapi barang tinggal satu, lebih baik batalkan. Disini seringkali bengkel bermain dengan kata-kata: ”mas.. olinya cuma sisa satu nih.. yang satu tadi sudah diambil sama motor yang itu, yang satu lagi saya siapin buat mas, jadi di ambil aja yah.. sebelum barang habis”. B

Bahkan bisa jadi sang mekanik menambahkan: ”wah.. coba datang kemarin.. barang baru datang satu lusin, hari ini malah sudah habis.” Hati-hati dengan kata-kata ’bullshit’ bengkel. Jika Anda tidak cerdik, maka Anda pasti menjadi korban kebohongan, padahal dibelakang sana, ada banyak stok yang mungkin produk tidak laku.

Hal ini lebih mengarah kepada ”menjual produk” dengan cara mekanik bermain kata-kata dan memaksa Anda secara tidak langsung agar jadi mengambil barang tersebut. Disini Anda diarahkan untuk ganti merek, Anda diarahkan mengikuti apa kata bengkel. Nah, kalau Anda ragu sebaiknya Anda batalkan, atau hindari dengan sopan omongan mekanik atau orang-orang yang ada disekitar bengkel, karena kejadian ini hanya sebuah permainan bengkel agar Anda kalah dan punya persepsi: ”wah.. susah juga ya cari oli merek A ini. Ya sudahlah.. ikut saja apa kata bengkel”.

Hal Kelima:

Trik yang paling aman untuk menghindari minyak pelumas palsu dan mendapatkan layanan yang profesional, maka sebaiknya Anda membiasakan diri membeli minyak pelumas di toko-toko yang terpercaya dan bukan beli di warung atau kios pinggir jalan yang kumuh. Dengan demikian, kemungkinan Anda tertipu dengan minyak pelumas palsu bisa dihindari.

imgp0515Sebut saja minyak pelumas merek PERTAMINA untuk semua jenis adalah produk sangat mudah diperoleh di SPBU PERTAMINA.

Anda bisa mendapatkan harga konsumen dan jaminan barang asli 100%.

Jika Anda masih ragu-ragu apakah minyak pelumas yang hendak dipakai palsu atau tidak, maka cara yang mudah adalah melakukan pendeteksian.

Disini Anda terpaksa memakainya untuk sementara waktu, misalkan jarak 500 s/d 1000 km. Setelah itu perhatikan warna oli, jika sudah bwerwana hitam pekat dan kotor akibat oksidasi hebat maka segera ganti oli yang baru.

Hindari kerusakan mesin dengan rajin menggati oli agar usia mesin bisa dipakai untuk waktu yang lebih lama. Untuk penggantian oli motor ambil jarak sekitar 1000 KM, sedangkan untuk mobil ambil jarak sekitar 5,000 KM

carlos_roy_fajarta
27-08-2010, 01:28 AM
Mudik dengan Sepeda Motor beberapa tahun terakhir menjadi primadona. Sebab selain lebih hemat dalam hal ongkos mudik dengan sepeda motor juga lebih cepat. Namun mudik dengan speda motor cukup riskan dan rawan.

Untuk itu sedikit Tips Mudik dengan Sepeda Motor :

1. Pastikan bahwa sebelum mudik anda dan keluarga berada dalam kondisi yang fit. Terutama bagi driver atau pengendara motor. Makan secukupnya, untuk perut terisi. Lakukan dulu pemanasan sebelum berangkat.
2. Periksa kendaraan anda sebelum berangkat, dengan maksud anda mempunyai sepeda motor sebelum memutuskan untuk mudik naik motor. Paling tidak cari teman yang punya motor untuk jadi boncenger, kecuali anda mau naik ojek sampe rumah.
3. Pastikan kondisi motor sehat. Sebelum dipakai ‘bertempur’ alias mudik, periksakan kondisi motor anda di bengkel motor langganan anda
4. Jangan lupa surat-surat seperti SIM, STNK dan membawa perlengkapan/alat-alat (tools kit), pompa, ban serep, busi cadangan yang masih bagus, lap kering/ kanebo, amplas, bohlam lampu depan, lampu rem dan sign, kabel kopling cadangan, kabel gas cadangan, tools untuk tambal ban, P3K dsbnya….tapi kalo anda sudah bawa semuanya, biasanya anda akan ditunjuk sebagai bengkel berjalan dan lainnya.
5. Gunakan Helm Full Face atau Helm cakil, dan pastikan elem anda ada logo SNI. Baik buat driver maupun boncenger. Pastikan juga jika anda membawa anak keamanannya baik. Jangan Menempatkan anak di depan karena itu berarti menjadikan anak sebagai tameng anda.
6. Gunakan jaket, sepatu, kalau ada body protector yang di pasang di dada, sarung tangan, kacamata jika perlu, siapkan pula jas hujan.
7. Buat boncenger wanita, sebaiknya anda tidak duduk menyamping hanya agar kelihatan feminim. Duduk menghadap kedepan jauh lebih aman. Tapi jangan ketiduran, ntar berabe…
8. Pastikan anda membawa bekal makanan yang praktis dan bisa dimakan saat istirahat berkendara. Sehingga saat mudik anda tidak asal makan di restoran/rumah makan tempat pemberhentian Bus Antar Kota karena di saat-saat seperti itu dikhawatirkan cara masak dan mencuci piringnya kurang bersih karena pengunjung sangat padat dan banyak yang harus dilayani. Air mineral, permen karet sangat cocok buat bekal perjalanan karena efektif mengusir kantuk.
9. Bawa obat-obatan yang biasa digunakan, jangan lupa itu! Terutama untuk anak-anak
10. Jangan membawa muatan terlalu banyak, karena akan memngganggu keseimbangan berkendara
11. Jangan lupa berdoa sebelum berangkat.
12. Tetap menjaga etika berlalulintas yang baik. Jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas dengan seenaknya, seperti terobos lampu merah, selip kiri selip kanan tanpa sein, Jaga jarak anda dengan kendaraan di depan dan sebaiknya tidak bergerombol dan jangan buang sampah se-enaknya
13. Jangan istirahat di pom bensin atau SPBU, karena ada peraturan baru yang melarang hal tersebut.
14. Yang harus diingat adalah jika kita melewati Jalur Pantura adalah siap mengalah dengan Bus Antar Kota/Propinsi, mereka ini Raja Setan Jalanan Pantura. Jangan coba-coba adu balap meski kita ada di jalur yang benar. Bila dari arah berlawanan tiba-tiba ada Bus yang melancangi truk gandeng yang berjalan lamban, Anda harus siap mengurangi kecepatan dan minggir ke kiri. Bahkan bila perlu turun/keluar dari jalan aspal. Jangan ambil resiko, lebih baik mengalah. Bukankah Anda dan keluarga ingin tiba di kampung halaman dengan selamat?
15. Lain bus lain lagi truk gandeng maupun truk engkel. Kalau truk-truk ini dikenalnya sebagai si Keong atau si Kura-Kura karena begitu lamban jalannya. Sudah jalnnya lambat, mereka ‘ngotot’ berjalan di jalur kanan pula. Jika bertemu dengan truk jenis ini kita harus ekstra sabar dan hati-hati, cobalah menyalip dari sebelah kiri. Yang perlu diperhatikan adalah apakah di kiri depan ada motor,becak, sepeda, mobil ogok/parkir, lobang, jembatan sempit. Pastikan kondisinya aman untuk mendahului.
16. Jangan lupa membawa peta jalur mudik, karena ini sangat penting dan berguna. Hendaknya pilihlah peta yang memuat jalur-jalur alternatif secara detail, ini penting sekali apabila terjadi kemacetan di suatu titik. Dan jangan lupa peta tersebut dilengkapi dengan nomor-nomor telepon penting, info tol sepanjang Pulau Jawa, dll. Jangan sampai anda gagal sampai di rumah karena buta jalan.
17. Sebaiknya sebelum berangkat charge HP anda sampai penuh. Untuk daerah/area tertentu yang Anda lewati akan terjadi blank spot untuk kartu tertentu, lebih baik jika salah satu anggota keluarga punya HP dengan kartu yang berbeda. Jadi bila terjadi blankspot masih bisa pakai HP satunya lagi.
18. Berikan No HP anda kepada keluarga, teman, tetangga yang ada di kampung halaman jika perlu informasi mendadak. Ini juga dimaksutkan agar Anda bisa dihubungi kalau terjadi sesuatu di rumah Anda.
19. Jika anda berangkat pagi jam 06.00: Bisa lihat pemandangan, restoran dan bengkel pasti buka, resikonya panas apalagi kalau macet, sepanjang jalan yang dilewati kita akan ketemu pasar tradisional di kota kecamatan/kabupaten yang pasti macet, banyak orang menyeberang, becak, sepeda, ojek, dll, ketemu dengan Panitia Pembangunan Masjid yang minta sumbangan. Harap hati-hati dengan drum yang ditaruh di tengah-tengah jalan, jangan sampai ngebut melewati mereka. Bagi anda yang berkacamata minus sebaiknya jalan pagi saja.
20. Berangkat sore/malam jam 17.00: Tidak bisa lihat pemandangan, hanya restoran dan bengkel 24 jam saja yang buka, tidak panas, tidak ada pasar tradisional, tidak ada Panitia Pembangunan Masjid. Bila kita mau menyalip di tikungan akan kelihatan dari sinar lampu mobil dari arah berlawanan. Hanya saja kita harus ekstra hati-hati dan jangan sampai mengantuk.
21. Bawa uang tunai secukupnya, tak perlu bawa banyak-banyak, toh ATM banyak sekali dijumpai di daerah.
22. Tempelkan stiker favorit Anda atau tanda pengenal komunitas tertentu di kaca belakang mobil /spatboard kendaraan Anda. Siapa tahu nanti di perjalanan Anda berjumpa dengan teman baru?
23. Yang terakhir yaitu konsentrasi…! Pepatah mengatakan alon-alon asal klakon!

carlos_roy_fajarta
28-08-2010, 05:00 AM
Dari tahun ke tahun, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor semakin meningkat. Menurut data tahun lalu saja, setidaknya 3,9 juta pemudik memilih menggunakan sepeda motor untuk sampai ke kampung halaman. Meski risiko keamanan mengitari, mudik menggunakan sepeda motor masih menjadi tren.

Untuk mudik tahun ini, sejumlah perusahaan sepeda motor seperti Honda dan Yamaha juga menggelar mudik bareng. Ada yang konvoi, ada pula yang mengangkut pemilik kendaraan dengan bis, sedangkan sepeda motor dinaikkan truk. Jika menilik persyaratan dan biaya, bisa dikatakan mudik dengan menggunakan sepeda motor murah meriah. Tak harus merogoh kocek terlalu dalam untuk biaya transportasi dan mendapatkan sejumlah fasilitas dari penyelenggara.

Panitia Mudik Aman, Santai, dan Berkesan (Asik) Bareng Yamaha 2010, Alex, mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan membawa 1.000 pemudik untuk dua kali keberangkatan. Pemudik yang mengikuti konvoi sepeda motor akan diberangkatkan pada tanggal 6 September 2010. Konvoi sepeda motor ini ditargetkan diikuti 1.000 orang pengendara.

Syarat mengikutinya pun relatif gampang, hanya menunjukkan STNK sepeda motor Yamaha, SIM, dan membayar biaya sebesar Rp 35.000 per sepeda motor. Dengan biaya semurah ini, peserta mendapatkan jaket, sarung tangan, oli Yamaha Lube, asuransi jiwa, free service Yamaha, dan voucer bensin senilai Rp 30.000.

Alex juga mengakui, jika melihat trennya, pemudik sepeda motor terus meningkat. "Mungkin karena biaya relatif murah dan fun karena berangkat rame-rame," kata Alex kepada Kompas.com, Jumat (27/8/2010).

Untuk keamanan dan keselamatan para pemudik, penyelenggara mengadakan pengarahan yang dipandu petugas kepolisian terkait safety riding. Para pengendara juga diharuskan menggunakan standar keselamatan. "Motor juga akan dicek sebelum berangkat oleh mekanik kami, apakah layak jalan jauh atau tidak. Selain itu, selama perjalanan juga dikawal oleh pihak kepolisian," kata Alex.

Pendaftaran Mudik Asik Bareng Yamaha 2010 ini akan dibuka hingga 4 September 2010 di beberapa dealer Yamaha di lima wilayah kotamadya di DKI Jakarta. Para peserta mudik akan diberangkatkan dari pabrik Yamaha di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

carlos_roy_fajarta
02-09-2010, 09:03 AM
Anjuran Polri agar warga ibukota tidak mudik dengan mengendarai sepeda motor sepertinya dipatuhi. PT Kereta Api (KA) yang menyediakan kereta khusus pengangkut motor yang disambung dengan rangkaian gerbong penumpang dilirik pemudik sebagai satu alternatif untuk pulang kampung.

"Kemarin sekitar 80 persen tiket terjual, kereta diberangkatkan dari stasiun Jakarta Gudang dengan rangkaian tujuh gerbong untuk motor dan tiga gerbong untuk penumpang," ujar Kepala Stasiun Senen, Taviv Saryono ketika ditemui diruangannya, Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2010).

Sedianya kereta khusus itu akan dijalankan mulai H-10 sampai H-5. Dua kereta ekonomi tersebut nantinya akan melayani lintas utara tujuan Surabaya Pasar Turi melalui Semarang dan lintas selatan tujuan Madiun melalui Yogyakarta dan Solo.

Terkait dengan keamanan penumpang, Taviv mengatakan sejumlah petugas telah ditempatkan di sejumlah titik. Petugas keamanan terdiri dari 45 satuan pengamanan, Petugas Polsek 40 orang, Anggota Garnisun 4 orang, Anggota Propam 4 orang serta dibantu dengan polisi dari Polda Metro Jaya.

Menurut Taviv, patroli dilakukan setiap satu jam berkeliling stasiun oleh petugas polsek Senen. Dirinya juga mengimbau kepada pemudik untuk tidak membawa perhiasan dalam jumlah banyak dan tidak menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal. "Waspada terhadap kejadian pembiusan," katanya.

carlos_roy_fajarta
05-09-2010, 12:46 AM
• Cek kondisi Alur & tekanan Ban depan,belakang
Periksa kondisi ketebalan alur ban dan tekanan ban depan, belakang sesuai dengan standard yang telah ditentukan. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan anda diperjalanan mudik anda yang berkelok-kelok dan penuh rintangan.

• Cek Fungsi Rem depan belakang
Pastikan Rem anda berfungsi dengan sewajarnya. Pastikan tidak terlalu pakem dan tidk terlalu longgar supaya perjalanan anda lebih aman dan nyaman.

• Cek Fungsi Lampu & Signal ( lampu Sign,lampu rem,indikator bensin,oli )
Pastikan seluruh fungsi lampu pada kendaraan Mudik anda berfungsi dengan normal. Hal ini sangat diperlukan untuk memberikan penerangan dan sinyal kepada pengguna jalan lainnya pada perjalanan anda di malam harinya. Jikalau ada sedikit kendala atau masalah pada motor anda yang menurut anda tidak wajar, segera ganti lampu sebelum melakukan perjalanan jauh anda.

• Cek kelengkapan sepeda motor ( Spion ,Tool kit )
Kelengkapan sepeda motor merupakan kelengkapan yang penting, dimana ada beberapa orang yang mengabaikan kelengkapan tersebut. Periksa kelengkapan sepeda motor ini, sangat perlu untuk diperhatikan untuk membantu anda menyelesaikan permasalahan ringan pada motor anda.

• Cek sistem kemudi & suspensi depan belekang
Sistem kemudi dan suspensi motor merupakan faktor yang sangatlah vital. Dimana motor yang pernah mengalami benturan keras pada kemudi nya ini akan rawan mengalami ketidaksentralan pada sistem kemudi yang akan berakibat pada ketidakstabilan pada penggunaan kendaraan bermotor.

• Cek kelayakan sproket ( gear ) depan,belakang & rantai.
Hal ini berkaitan dengan kelancaran perputaran roda pada motor anda. Pastikan Rantai anda tidak putus ditengah jalan ataupun Sproket motor anda tidak gundul.


• Periksa kondisi Battery ( Accu )
Baterry merupakan komponen kelistrikan yang paling vital. Apabila kekurangan daya pada battery akan menyebabkan melemahnya fungsi pada klakson motor anda dan pada fungsi Stator dan penerangan pada motor anda. Apabila terjadi kekurangan daya pada baterry motor anda, segera lakukan pengisian kembali baterry anda supaya prima menemani perjalanan jauh anda.

carlos_roy_fajarta
06-09-2010, 04:23 PM
Persiapan pribadi

- Persiapan kondisi phisik baik kendaraan yang dipakai maupun phisik
individu, karena untuk touring dengan jarak menengah (100-200 km)
dibutuhkan waktu perjalanan sedikitnya 3 - 4 jam perjalanan sekali jalan.
- Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya makan seperlunya (paling ngga
perut ke-isi dulu).


Persiapan/barang yang kudu dipersiapkan
- Pakaian yang adem, maksudnya sesuaikan pakaian yang akan dipakai dengan
lokasi tujuan touring. Kalo mo kedaerah dingin jangan lupa pakai baju
yang agak tebelan.
- body protector yang dipasang di-dada jika diperlukan, banyak kow dijual
di pinggir jalan, kalo ngga ada, bisa juga pake lapisan koran beberapa
lembar.
- Jaket, sebaiknya gunakan jacket yang pas dengan badan, jangan yang
model sayap batman yang berkibar-kibar. Hal ini dapat memepngaruhi
hambatan angin yang ditimbulkan, dan mempengaruhi kecepatan.
- Jas Hujan, sebaiknya disiapkan, kali kali ajah hujuan. Sebaiknya pilih
jas hujan model terpisah antara baju dengan celana, kalo perlu yang pake
ada penutup sepatu.
- Sarung tangan, ini gunanya supaya tangan kita masih bisa mulus pas
megang tangan pacar/istri/pasangan kita hehehe, selain itu untuk
melindungi tangan dari terik matahari, bahkan jika menggunakan protektor
juga sangat baik untuk melindungi tangan jika terjadi kecelakaan.
- Sepatu, pilih yang modelnya sangat nyaman dengan kaki kita, jangan
kesempitan. Dan sebaiknya pilih yang modelnya menutupi mata kaki kita.
Bisa juga pake sepatu model sneaker (sepatu kets)
- Kacamata hitam, ini penting untuk ngeredam keganasan matahari di siang
hari bolong.
- Helm, sebaiknya gunakan yang model full-face, atau paling tidak helm
yang dapat menutupi kepala bagian belakang (di atas leher). Jangan pake
model helm cetok yang biasa dipake kalo JJS (jalan jalan sore) di
komplek/kampung, itu mah ngga aman untuk kepala kita. Helm sepeda juga
tidak disarankan mengingat rasio kecepatan sepeda dengan motor berbeda,
sehingga ketahanan helm pun juga berbeda.
- Surat surat kendaraan, seperti SIM, STNK dan KTP, siapa tau ada
pemeriksaan dijalan, kalo ngga lengkap bisa mengganggu perjalanan
lainnya.
- Duit secukupnya. Untuk keamanan sebaiknya tidak membawa uang kas
terlalu banyak. Anda bisa ambil di ATM begitu sampai tujuan mudik, selain
nyaman juga aman.
- Tools motor yang cukup, biasanya cukup bawa tools standar dari motor
- Ada baiknya juga membawa :
· busi cadangan yang masih bagus
· lap kering/ kanebo
· amplas,
· bohlam lampu depan, lampu rem dan sign.
· kabel kopling cadangan,
· kabel gas cadangan,
· tools untuk tambal ban, dsbnya....tapi kalo anda sudah bawa
semuanya, biasanya anda akan ditunjuk sebagai bengkel berjalan : )


Kendaraan

Untuk kesiapan kendaraan, jangan lupa untuk memastikan bahwa kendaraan
yang kita bawa dalam keadaan sehat atau laik jalan jauh. Yang sebaiknya
harus diperiksa :
- Olie mesin, cepat ganti apabila sudah lewat batas KM-nya.
- Minyak Rem.
- Kekencangan/kerenggangan rantai motor
- Kopling, kalo selah kopling dirasa sangat berat, coba cek lagi.
- Ban, kalo udah gundul,mendingan mikir dulu deh, apalagi kalo akan
melaksanakan perjalanan jauh dalam kondisi hujan.
- Cek kondisi lampu-lampu kendaraan, terutama lampu depan (head lamp),
lampu belakang, lampu sein.
- Kaki-kaki, cek dan rasakan di kemudi apakah kurang stabil saat jalan
lurus, jika ya segera cek untuk stel velg atau kelurusan kaki-kaki,
komstir, tabung sok depan.
- Ada baiknya untuk memeriksakan kondisi kendaraan/motor di bengkel
kepercayaan, yah sekalian tune-up lah, biar dijalan dapet jalan dengan
baik dan tenang.


Etika Touring
- Jaga jarak aman antar kendaraan, tidak ada aturan baku jarak aman dalam
berkendara tetapi ingat, berikan ruang gerak untuk anda menghindar dari
keadaan yang tidak diinginkan misalnya kendaraan di depan anda berhenti
mendadak atau menikung mendadak tanpa sinyal
- Tetap menjaga etika berlalulintas yang baik. Jangan melanggar rambu
rambu lalu lintas dengan seenaknya, seperti terobos lampu merah, selip
kiri selip kanan tanpa sein, jangan buang sampah se-enaknya.... hehehe
- Oh iya, sekarang ada aturan baru . gak boleh istirahat di pom bensin.
Siap-siap deh cari tempat istirahat yang OK. Kalo bisa ada kamar mandinya
supaya di tengah perjalanan kalo kita mo seger2 bisa mandi. Favourit gue
sih cari masjid yang bersih.
- Nyalakan lampu depan kendaraan. Hal ini penting supaya kendaran lain
yang didepan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui
keberadaan motor kita dan lebih dapat mengantisipasi insiden.
- Berhati hati di daerah tertentu, sebaiknya kita tetap waspada jika ada
hal2 yang mencurigakan. Sediakan nomor-nomor penting yang bisa dihubungi.
- Berdo'a . ini penting banget nih . suka ada penampakan terutama kalo
kita jalan malem .. ihhhh sereeeeeeeeeeeeem
- Nah buat bikers klub, jangan lupa tuh kalo ketemuan dan kenal dengan
bikers dari klub lainnya ga ada salahnya tegur sapa tuh . klakson kek,
kasih jempol kek, asal jangan ngagetin aja yah . ntar jatoh ga jadi
lebaran lu.

carlos_roy_fajarta
08-09-2010, 12:04 AM
Saat pekan mudik lebaran tiba, ruas-ruas jalan di pantura (pantai utara) Pulau Jawa khususnya pantura Jawa Barat akan dipenuhi kendaraan jenis sepeda motor para pemudik.

Ada beberapa alasan mengapa mereka memilih naik sepeda motor saat mudik, antara lain:

1. Anti macet, setidaknya masih bisa bergerak atau bisa mengambil jalan alernatif melalui gang sempit atau jalan setapak saat terjadi kemacetan di jalur utama.
2. Lebih santai dalam artian dapat berhenti untuk beristirahat kapan saja dan di mana saja: res area, masjid, bawah pohon atau bahkan di pos ronda pinggir jalan.
3. Punya cerita tersendiri yang lebih asik dan lebih unit dibandingkan dengan kendaraan lain.
4. Bisa dengan mudah memperoleh sepeda motor baru dengan mengambil kredit tanpa atau dengan uang muka yang sangat ringan.
5. Tentunya, ya… karena punyanya cuma sepeda motor alias tidak punya mobil sendiri.

Namun apapun alasannya yang harus diperhatikan adalah bagaimana agar dapat bersepeda motor dengan aman dan nyaman serta selamat sampai tujuan, inilah yang penting untuk dibahas di sini.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh mereka yang mudik dengan sepeda motor. Namun untuk lebih mudahnya dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok: Anjuran dan Larangan.

A. Kelompok Anjuran:

1. Persiapkan mental dan nyakinkan kondisi fisik dalam keadaan fit (termasuk tidak dalam pengaruh / mengkonsumsi obat).
2. Periksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan SIM.
3. Gunakan helm untuk melindungi kepala dan sepatu atau alas kaki yang lain sebagai tumpuan selama berkendara.
4. Gunakan jaket tangan panjang (jika memungkinkan pakai pelindung dada) dan celana panjang sebagai pelindung utama tubuh kita untuk kenyamanan berkendara (hal ini menjadi sangat penting dikarenakan pelindung utama tubuh kita adalah jaket).
5. Persiapkan mantel / jas hujan yang sesuai standar kenyamanan dan keamanan pengendara dan penumpangnya.
6. Periksa tekanan angin, ukuran dan ke-ausan alur ban sesuai standar dari pabrikan motor untuk kestabilan kontrol saat melakukan pengereman dan berbelok dalam kecepatan tertentu.
7. Periksa ketersediaan bahan bakar karena bahan bakar yang cukup akan memberikan ketengangan.
8. Periksa fungsi normal rem depan dan belakang, termasuk kanvas rem, minyak rem dan tali rem.
9. Periksa fungsi alat-alat pendukung lancarnya berkendaraan seperti lampu sain, lampu depan dan belakang, lampu rem dan periksa posisi kaca spion agar memberikan hasil yang maksimal untuk kenyamanan dan keamanan.
10. Selalu membaca basmalah dan berdo’a sebelum berangkat.
11. Duduk senyaman mungkin pada posisinya dengan pandangan bebas dan posisi tangan maupun kaki dalam jangkauan yang nyaman untuk mengoperasikan semua fungsi kendaraan.
12. Selalu gunakan lajur kiri dan jalur peruntukan khusus untuk kendaraan bermotor,
13. Berikan kesempatan kepada orang lain untuk mendahului. Mengalahlah demi keselamatan.
14. Selalu memberikan tanda dengan menyalakan lampu sein kepada pengendara lain sebelum berpindah jalur, belok kiri atau kanan, serta pastikan kondisi lalu lintas dalam kondisi aman sebelum melaksanakan pindah jalur.
15. Lakukan pengereman disertai dengan pengurangan gigi secara bertahap. Begitupun ketika hendak berakselarasi, lebih cepat memindahkan gigi pada yang lebih tinggi, lebih baik. Itu bisa mengurangi risiko ban sliding.
16. Apabila tidak sengaja menabrak kendaraan lain, maka minta maaflah secara terus terang, bukan malah menghindar dan melarikan diri
17. Usahakan sebisa mungkin anda harus terlihat, seperti dengan menggunakan warna-warna cerah, baik pada motor maupun pakaian anda.
18. Ingat, kepanikan adalah pemicu terbesar kecelakaan motor. Karenanya, pelajarilah situasi motor Anda, serta lingkungan sekitar dengan baik, serta berkendara tidak melebihi kapasitas diri dan motor Anda.
19. Waspadalah terhadap aksi kejahatan di jalanan sepertri perampokan, perampasan tas atau sepeda motor.

B. Kelompok Larangan:

1. Usahakan jangan membawa masalah dari rumah karena dapat mengacaukan konsentrasi berkendara.
2. Jangan biarkan emosi mengendalikan kita dan jangan terpancing pengendara lain untuk balapan atau ugal-ugalan.
3. Jangan mengambil jalur kanan dan mengambil jalur yang bukan merupakan peruntukan motor seperti trotoar dan sejenisnya karena sangat beresiko terhadap kecelakaan dan bisa menyebabkan resiko yang sangat fatal.
4. Hindari kecepatan tinggi, berbelok patah dan pengereman keras saat melewati jalan penuh batu, lubang, lumpur, pasir atau pada kondisi lalu lintas ramai dengan pejalan kaki atau mungki hewan yang menyebrang.
5. Operasikan rem depan lebih kuat dari rem belakang dan lakukan pengereman pada saat bersamaan antara depan dan belakang.
6. Hindari berkendara dengan satu tangan dengan alasan apapun, serta tingkatkan kewaspadaan berkendara terutama pada malam hari dikarenakan penyinaran sepeda motor yang menyebabkan pandangan kita terbatas.
7. Jangan gunakan earphone untuk menggunakan walkman atau radio atau MP3 set saat berkendara, karena hal ini sangat membahayakan bagi keselamatan diri dan orang lain.
8. Tidak menggunakan perangkat handphone saat berkendara, carilah area aman untuk menerima handphone dan berhentilah sejenak jika panggilan dimaksud memang sangat penting untuk diterima.

Semoga bermanfaat dan selamat sampai tujuan. Amin.

carlos_roy_fajarta
12-09-2010, 12:45 PM
Persiapan Touring

Touring adalah perjalanan jarak jauh, biasanya ke luar kota atau luar propinsi. Untuk itu perlu persiapan yang memadai, selain fisik dan mental, juga perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini:

* Perikasa surat-surat kendaraan seperti STNK, SIM dan identitas lainnya.
* Gunakan selalu pelindung kepala (helm)
* Siapkan atribut kendaraan seperti sarung tangan dan jaket.
* Periksa kondisi kendaraan motor apakah layak jalan atau tidak.
* Siapkan aksesoris kendaraan seperti klakson.
* Siapkan pakaian secukupnya.
* Siapkan makanan ringan.
* Matikan handphone dan dilarang merokok selama perjalanan.
* Ikuti petunjuk Fouridjer.
* Biasakan berdoa sebelum memacu kendaraan.
* Patuhi rambu lalulintas di sepanjang jalan.

Hand Signal
Apabila kita melakukan rolling atau touring, maka diperlukan seorang yg bertugas sebagai Fouridjer, yaitu yang memandu anggota di belakangnya.
Agar perjalanan menjadi teratur dan aman, diperlukan informasi dari pengendara di depannya. Informasi ini diberikan dalam bentuk aba-aba tangan atau kaki. Foridjer yang mengendarai paling depan.. harus mengawali memberikan aba-aba ini.


Tata Tertib Touring


1. PERATURAN KELENGKAPAN BAGI PENGENDARA SEPEDA MOTOR

Setiap pengendara wajib memiliki surat izin mengemudi (SIM C),
bagi anggota yang tidak memiliki SIM tidak diperbolehkan mengikuti
aturan touring

Setiap pengendara harus memeriksa kelengkapan pada setiap kendaraan
sepeda motornya yang meliputi , sbb:
* SpiOn
* Lampu Depan & Belakng
* Lampu Sein
* Plat Nomor standart POLDA

Setiap pengendara wajib mengenakan keselamatan tubuh , sbb :
* HeLm FulL FaCe
* Sarung Tangan
* Sepatu
* Masker
* Jas Hujan / PONCO ( Rain Cout )

Setiap pengendara wajib membawa peralatan kunci ( TOOL KIT ), sbb :
* Kunci Pass ukuran standar motor masing-masing
* Kunci Busi
* Dan lain-lain

Setiap pengendara disarankan membawa fasilitas ban dalam dengan ukuran type masing-masing sepeda motor (Bagi motor yang tipe memakai ban dalam)

Untuk menjaga adanya kebocoran pada ban luar anda & hindari seperti pecahan kaca dan kerikil tajam

Setiap pengendara wajib membawa surat jalan yang telah di buat oleh panitia touring

2. PERATURAN LALIN SEPEDA MOTOR

Setiap pengendara wajib mentaati rambu-rambu lalu lintas seperti lampu merah, marka jalan dll.

Setiap pengendara tidak diperkenankan saling mendahului rombongan

Setiap pengendara diharuskan menyalakan lampu malam pada saat rombongan berjalan pada siang hari

Setiap pengendara dilarang keras membawa senjata tajam dan NARKOBA

Setiap pengendara harus melihat aba-aba dari petugas yang telah ditentukan

Setiap pengendara harus dalam keadaaan sehat, bagi yang sakit tidak boleh mengikuti touring

3. PETUGAS PENANGGUNG JAWAB ROMBONGAN

Setiap kegiatan touring rombongan mempunyai beberapa petugas , sbb :
* ROAD CAPTAIN
* SWEEPER
* BLOKER
* ANGGOTA
* MEKANIK

Setiap satu rombongan memiliki petugas yang berbeda-beda fungsinya berikut keterangannya :

a. ROAD CAPTAIN
Fungsi kerjanya adalah membawa satu rombongan yang terdiri lebih dari 50 sepeda motor dengan melihat satu jalur jalan dengan memberikan aba-aba / code yang telah ditentukan

b. SWEEPER
Fungsi kerjanya adalah memberikan arahan pada rombongan apabila terjadi sesuatu halangan di depan jalur jalan dan membuka jalur jalan apabila di depan ada kemacetan untuk melancarkan perjalanan rombongan

c. BLOKER
Fungsi kerjanya adalah menutup bahu jalan apabila di depan ada suatu perempatan/pertigaan jalan yang mana rombongan tidak dapat dilalui kendaraan lain

d. ANGGOTA
Fungsi kerjanya adalah mengikuti setiap arahan dari petugas dan tidak diperkenankan anggota menghalangi laju jalur petugas (SWEEPER) dan tidak boleh saling mendahului

e. MEKANIK
Fungsi kerjanya adalah memperbaiki kendaraan sepeda motor apabila di satu rombongan mengalami kerusakan ringan / berat

PERATURAN DIBUAT SEMATA-MATA HANYA MENGINGATKAN BAGI PENGENDARA AGAR MELAKSANAKAN DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB.

carlos_roy_fajarta
15-09-2010, 08:56 AM
Dalam dunia otomotif pasti tidak lepas dari yang namanya sparepart. Kebutuhan akan sparepart kendaraan pasti akan meningkat seiring dengan meningkatnya umur kendaraan. Semakin tua kendaraan kita pasti akan semakin membutuhkan penggantian suku cadang atau spare part.

Belanja Spare part atau suku cadang terkadang menjadi suatu hal yang cukup membingungkan dan bahkan memusingkan....
membingungkan karena banyaknya pilihan merk untuk satu jenis parts yang akan di beli...
memusingkan karena dana yang dikeluarkan terkadang tidak sedikit.....
terlebih lagi yang belanja adalah awam (jarang membeli spare part) maka akan tambah pusing lagi...sebab kalau belanja sendiri ke toko-toko yang belum dikenal dan diketahui reputasinya akan takut di tipu atau di "bodohi" sama toko2 nakal...sebaliknya belanja atau di belanjakan oleh montir malah di mark up lebih besar oleh montir tersebut....

hal ini lah yang saya temui tiap hari di toko eceran kami.... pertama konsumen yang takut di tipu oleh kami yang kedua montir-montir "nakal " yang me-mark up harga barang hingga 3X lipat.....

Masih mending di tipu harga tapi barang di kasih yang bener2 berkualitas.. namun karena persaingan dagang juga semakin ketat, tidak tertutup kemungkinan cara-cara tidak sehat digunakan... misalnya dengan menjual produk bukan original namun di balut kemasan original. Hal ini lah yang sangat merugikan konsumen..sudah beli dengan harga tinggi dapatnya barang palsu lagi.....atau di pasaran di sebut G-Box (genuine Box).

Parts-parts yang sering atau marak di buat G-Box antara lain adalah fast moving parts seperti Filter oli, filter udara, Busi, Rack end, Tie rod, plat kopling dan Dekrup, Bearing, Timing belt dan lain-lain sebagainya.
Barang G- box sendiri terdiri dari 3 kelas :

1. Kelas 1 : Barang import taiwan atau jepang dengan pemesanan semirip mungkin dengan aslinya sehingga tinggal diberi kemasan asli
2. Kelas 2 : Barang import taiwan atau jepang namun tidak mirip dengan aslinya yang penting bungkusnya mirip original
3. Kelas 3 : Barang Refurbish atau rebuilt..Barang dasar sebenarnya adalah barang asli yang sudah rusak kemudian di perbaiki lagi , di cat ulang bahkan di plating sehingga menyerupai barunya.


Untuk kelas 1 sangat sulit membedakan dengan yang aslinya, hanya akan terlihat pada kemasan yang sedikit berbeda atau kualitas kardus pembungkusnya....untuk kualitas kelas 1 ini cukup dapat dihandalkan..karena memang pembuatannya rapih dan dengan QC yang cukup...biasanya harganya juga selisih sedikit dengan yang bener2 genuine kira-kira selisih 20-35% saja.

Untuk kelas 2 Cukup mudah membedakannya dengan yang genuine, biasanya kemasannya terlihat tidak rapih walaupun terdapat sablonan logo genuine misalnya Toyota, SGP dll.......kemudian bendanya atau parts tersebut tidak mirip dengan yang aslinya....
untuk kualitas biasanya kurang memuaskan bahkan ada yang membahayakan (misalnya balljoint kalau yang asli atau produk jepang paling kalau rusak oblak, nah kalau yang kelas rendah ketika rusak dia patah), masalah lainnya produk terkadang lebih susah untuk di pasang di kendaraan karena QC (Quality control )yang kurang. Untuk harga biasanya sangat miring..bisa selisih hingga %40-70% dengan produk aslinya.

Untuk kelas 3 : kelas 3 sendiri terdiri dari dua jenis lagi yaitu :

* Rebuilt ex singapore
* Rebuilt Ex Lokal


Rebuilt ex singapore menggunakan parts2 second dari mobil scrap yang transit di singapore. Parts2 hasil produk ini sangat layak digunakan.bahkan jauh lebih baik daripada kelas 1 dan 2. Biasanya spare part dari mobil-mobil scrap itu masih dalam kondisi prima (80-95%) dan benar-benar produk OEM..bawaan mobil..biasanya proses rebuilt untuk barang ex singapore cukup dengan pembersihan dan pengecatan ulang.

Sedangkan Rebuilt Ex lokal merupakan pekerjaan kerajinan tangan. Spare part kendaraan original yang sudah rusak yang tidak digunakan oleh pemiliknya lagi akan di kumpulkan oleh pengepull kemudian di pisah2 kan berdasarkan jenisnya..hasilnya akan di rebuilt atau refurbish....

Contoh yang sering ditemukan adalah shock absorber : Biasanya shock absorber yang sudah rusak akan dibuang oleh pemiliknya dibengkel atau di tempat sampah...Ditangan pengrajin ini shock yang sudah tidak terpakai karena bocor tersebut dapat menjadi kinclong lagi dan menjadi baru lagi...

Kualitas rebuilt barang lokal ini hasilnya lumayan dan tidak membahayakan dalam pemakaiannya namun umur dan ketahanannya tidak akan bertahan lama....

carlos_roy_fajarta
26-09-2010, 01:52 PM
Anda berminat untuk membeli motor bekas, usahakan untuk berhati-hati dan perhatikan motor itu sendiri. Karena tidak sedikit pula pembeli yang kecewa karena kesalahan mereka sendiri yang kurang berhati-hati memilih motor bekas tersebut. Langkah yang dapat anda lakukan adalah:

Langkah ke-satu cek harga pasaran.
Sebelum anda melakukan pencarian motor bekas yang akan anda beli, sebaiknya lakukan cek harga pasaran terlebih dahulu baik dari koran, majalah atau mungkin bisa juga dari situs namaotomotif.com.

Langkah ke-dua cek nomor rangka dan mesin motor.
Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB.

Langkah ke-tiga cek kondisi fisik.
Periksa kondisi body, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Usahakan juga akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.

Langkah ke-empat cek kondisi oli.
Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran Oli tidak berlebihan, karena Oli yg berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yg mungkin berbunyi kasar atau berisik.

Langkah ke-lima cek speedometer.
Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera anda diganti. Tentunya akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Langkah ke-enam hidupkan mesin motor.
Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm. Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar didalam mesin.

Langkah ke-tujuh cek perpindahan gigi.
Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.

Langkah ke-delapan cek rangka atau sasis motor.
Perhatikan kelurusan roda depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.

Langkah ke-sembilan cek kebocoran.
Usahakan anda dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.

Langkah ke-sepuluh cek kondisi kelistrikan.
Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki tidak ada permasalahan.

carlos_roy_fajarta
26-09-2010, 04:15 PM
* TODA Pusat Oli Terlengkap Oli Murah dan ASLI
Pusat: Jl boulevard raya Blok PD1/2 Telp. (021) 4503457 / 4524122
Cabang: Jl Radio Dalam Raya No:9-11 Telp. (021) 7237966
Cabang : Jl Cideng Barat 47h Jak-Pus Telp. (021) 6317972
AJI (Dukun Sepul GSX250)
bengkel opname T250
081311329254



* Recet Motor (RMC)
Modifikasi racing, airbrush, service panggilan 24 jam.
Jl. Dr. Saharjo I No.60 Manggarai, Jakarta Selatan
Telp. 021-8310457
Hp. 08161321159

* OBELIX EXTREME MOTORCYLE
modifikasi, cat, Grafis, pemasangan limbah moge untuk semua motor bergaransi sesuasi keinginan
Jl. Raya Condet Jakarta Timur
telp.021 9257393

* KODOY
Jl. Gedong Panjang II (Arabika)
Jakarta Barat
081310319369

* ASIA MOTOR INDONESIA [/b]
Perlengkapan Helm, Jacket, Sepatu, Sarung Tangan, Shoulder Pad,
Emblem dan Perangkat serta Asesori Balap Motor lainnya.
Jl. Hayam Wuruk No. 42 Jakarta
Telp. (021) 628-2561/2

* AQUATRO MOTOR [/b]
Spesialis Pijat Sasis Motor Tanpa Bakar atau Las
Jl. KS Tubun I, RT 03/02, No. 19
Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat
HP. 0812-883-6016, 0812-868-7128

*BERKAT MOTOR
Specialist Modification
Jl. Raya Cileduk 1A
Telp. (021) 5847631
Hp. 081808399777 - Rudi Gunawan

* INTI JAYA MOTOR [/b]
Jln.Kebun Jeruk III / 32 Jakarta-Barat
Tel. 021-6012360
Jl. Kebon Jeruk V no. 260 Hayam Wuruk, Jakarta Barat
Telp. (021) 6012360 / 6397982
SMS : 081.295.296.93

* JATAYU MOTOR SPORT [/b]
Jl. Tubagus Angke
Komplek Taman Harapan Indah Blok Q No. 29
Jakarta Barat.
HP. 0811839391 - Budi

*JET HOT AUTO MUFFLER
Customize Silencer
Jl. Raya Joglo No. 35 Jakarta Barat
Telp. (021) 5859290
Hp.0815964 6772

*KAM SPEED
Setting mesin motor 2 tak
Jl. Arteri Kelapa Dua No. 5, Jakarta Barat
Telp. (021) 536 1001

* KENCANA MOTOR SPORTS [/b]
Onderdil dan Aksesoris Berbagai Merek Motor
Jl. Panjang No. 20, Jakarta Barat
Telp. (021) 5367 7526

* LAKSA MOTOR STATION [/b]
Modifikator dan Toko variasi
Toko :
Jl. Dr. Satrio no.39 Casablanca Jakarta Selatan
Bengkel :
Jl. Karet Pedurenan Gg. Sidik No.100, Karet Kuningan Jakarta.
Telp. (021) 5254385/5253536
HP. 0812-8705638 - Aming Aliwarga

* MANIAK MESIN CILONG [/b]
Cat Metode Powder Coating
Bpk. Oci Tanubrata
Jln. Raya Condet Pejaten No.1 Pasar Minggu, Jaksel
Telp. (021) 7986525
HP. 0816-1972824

* OLET MOTOR [/b]
Service-tune up-cat body&chasis-modifikasi
Jl. Cibubur 3
Telp. (021) 8729247 - Joyo

* PRESSINDO TEKNIK [/b]
Bubut - Las Babet - Ahli Press Rangka Motor menggunakan mesin press hidrolik
Jl. Raya Depok - Ps. Minggu
Lenteng Agung No. 2A Jakarta Selatan
HP. 081316397179 - Sarjuwandi

*ALEX SPORT RACING
Jl. Kopo 304
Bandung
ANEKA BAN
Specialist Ban Motor BATTLAX,MIZZLE,IRC ,DUNLOP,FEDERAL,dll
Jl. Ir H. Juanda Ciputat (Depan Polsek Ciputat)
CP : Bp Stefanus Telp 021 - 74706822

*ASTORIA - Asia Motor Indonesia
Menjual perlangkapan pakaian sepeda motor dengan merk-merk terkenal untuk helm, jacket,
sepatu, sarung tangan, shoulder pad, emblem dan perangkat serta asesori balap motor lainnya.
Jl. Hayam Wuruk No. 42 Jakarta
Telp. (021) 628-2561/2
http://www.astoria-racing.com/

*AQUATRO MOTOR
Spesialis Pijat Sasis Motor Tanpa Bakar Atau Las
Jl. KS Tubun I, RT 03/02, No. 19 Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Telp. 0812-883-6016, 0812-868-7128
1. Pres bodi utuh (rangka dan segitiga) : Rp 180.000
2. Pres bodi : Rp 130.000
3. Pres bodi belakang : Rp 70.000
4. Pes segitiga (bongkar) : Rp 60.000
5. Pres pelek racing (bongkar) : Rp 85.000
6. Pres cakram : Rp 60.000

*THOLE MOTOR
Modifikator monoshock unitrack, disc brake blakang, cari spakbor orsi cagiva/apprilia/dll,
Jl. Serdang Baru Raya No. 23 Belakang Ps Inpres Serdang, Kemayoran
Jakarta Pusat [Depan Jalan Serdang Baru 3] Belakang Kantor Kecamatan Kemayoran
Telp : +62811872325

*BERKAT MOTOR
Specialist Modification
Jl. Raya Cileduk 1A
Telp 021-5847631
Hp. 081808399777
Attn : Rudi Gunawan

*BINTANG TERANG MOTOR
Jual segala asesoris motor..
Terima Debet & BCA Card
lokasi per4an terakhir jalan Casablanca arah ke bengkel Yudha Yudhadi
yg hobby kredit bisa puas deh pilih barang
Telp. 866 11897

*BRIDGESTONE MOTORSPORT (BSM)
Buat yg lagi nyari ban moge, lengkap murah dan ada perlengkapan helm,jaket kulit dll.
Brand holder merk BRIDGESTONE ,Battlax dll dan SPIDI (baju balap)
Harganya miring,service memuaskan.
Attn: Ibu Walla
Jl.Pangeran Antasari No.32 Jakarta
Telp: 021 765 4084

*Cat metode powder coating
Bpk. Oci Tanubrata 'Maniak Mesin Cilong'
Jln. Raya Condet Pejaten No.1 Pasar Minggu, Jaksel
Telp. (021) 7986525
HP. 0816-1972824

*CHANDRA MOTOR
Jl Kebon jeruk III no 14
Telp: 021 6245688
CLINK Chrome Technology
Clink membuat kendaraan anda lebih kinclong
Jl.Kol.Sugiono No.100 Pondok Bambu Jakarta Timur
sebelah jalan layang Pondok Bambu
Phone : 021.86613154

*CMC [ Chronicles Motorist Chrome ]
Jl. Bintara 12A , Bintara/Kranji , Bekasi Barat
CP : Heri (021) 70040124 , 70098124, HP 0818973612
Harga terjangkau / tersedia pricelistnya.
Patokannya persis didepan toko Mebel Karya Ayu, masuk jalan kecil
kiosnya kira 10 dari jalan raya.

*CUSTOM WORLD
Jln Summagung III, blok E-3 No.1 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Telp: 021-4515532, 4527414
CP : Johny Lipurnomo 0812 92 11 5 11, 0815 11 55 00 15

*CV. JAYA BINTANG KENCANA BERSAMA
Ahli Press rangka dan komponen motor (sasis,cakram,segitiga komstir dan pelek)
Jl. Raya Ciracas , Gg. Bandag No.2 Jakarta Timur
Tlp. (021) 8719248, 0815 14288537
Patokan Harga :
Body = Rp.120 ribu
Segitiga komstir = Rp 25 ribu - 45 ribu
Cakram = Rp.50 ribu
Velg biasa = Rp.10 ribu
Velg racing = Rp.60 ribu

*CV. PRESSINDO TEKNIK
Bubut - Las Babet - Konstruksi Bangunan - Produksi Press JBB dll.
Jl. Raya Depok - Ps. Minggu Lenteng Agung No. 2A - Jakarta Selatan
Ahli Press Rangka Motor menggunakan mesin press hidrolik
CP : Sarjuwandi +6281316397179

*Distributor Safety Shoes KING
Kompleks Ruko Mitra Bahari Block C-7 Jakarta Utara
Telp : 662-5656.

*Distributor Safety Shoes RED WING:
PT. Trimaxindo Adimitra
Mangga 2 Dalam Blok HI No. 28 Jakarta Utara
Phone : (+62-21) 628 9977 (Hunting)
Fax : (+62-21) 612 8143
E-mail : [EMAIL <mailto: [EMAIL PROTECTED] > PROTECTED]
Homepage: http://www.trimaxindo.com/

*DYSHA Motorsport
Jl. Joe No.27A Kelapa III RT.02 /RW.03 Jagakarsa Jak-Sel.
Phn.(021)7871644
Web: http://www.dyshamotorsport.com/
Contact person: Martin

*ESPEDE Ban
Tempat servis velg CW
Jl. Sawah Besar 8, (3453272, 3456830)
Cabang:
Jl. Pemuda 11, Jak Tim (4701054),
Plaza Mitra Blok A/2, Jl. Cut Mutiah, Bekasi Timur (82404403, 8240437).
HOT PIPES MOTOR SHOP
Cynthia KD Munthe

*PT. MOTO PRIMA
Moto Prima Building
Jl. RS Fatmawati No. 15A-B Jakarta Selatan 12420
Telp : 021 - 7656405 & 7698916 / Fax : 021 - 7511027

*INDAH MOTOR
Jl.Kebon Jeruk III.36C. Jak-Brt
Phn. (021)6494054,6255878
CP : Koh Ahin

*INTI JAYA MOTOR
Jl. Kebun Jeruk III / 32 Jakarta-Barat
(021) 6012360
Jl. Kebon Jeruk V no. 260 Hayam Wuruk, Jakarta Barat
Telp : 021-6012360 / 6397982 [no telp ga berubah]
SMS : 081.295.296.93

*JATAYU MOTOR SPORT
Jl. Tubagus Angke Komplek Taman Harapan Indah Blok Q No. 29, Jakarta Barat.
No. telp. 0811839391
CP : Budi Udin Fakkar

*JET HOT AUTO MUFFLER
customize silencer
Jl. Raya Joglo No. 35 Jakarta Barat
Tel 5859290
Contact: Muhadjirin M.S +62815964 6772
PETA JETHOT: http://mx135.multiply.com/photos/photo/5/1.gif

*JET HOT AUTO MUFFLER
produksi knalpot mobil & motor besar segala merek
stainless steel - galvanis - alumunium
Jl. mayjend. Panjaitan 15 Telp. (0281) 7610693
purbalingga - jawa tengah
CP : Muhadjirin M.S hp. 08159646772

*KiNG Motor,
modifikasi,Fiberwork, monoshok., Konsultasi modifikasi(gratis)dll
Jl. Jenderal sudirman Barat 141 Purwokerto (depan Lapangan Porka)
(0281)642328

*KUMIS
modif swingarm supertrack KUMIS + monoshock unitrack, disc brake KUMIS
bengkel KUMIS :
LAMPUNG JAYA MANDIRI
Jl. Raya kembangan utara no 9 RW 01/03 Jakarta Barat
Tel 58301317

*LAKSA MOTOR STATION
Modifikator dan Toko variasi
Toko :
Jl. Dr. Satrio no.39 casablanca jakarta selatan
Bengkel :
Jl. Karet Pedurenan Gg. Sidik No.100, Karet Kuningan Jakarta.
Telp. Aming Aliwarga 0812-8705638 atau 5254385/5253536

*PETA LAKSA: http://mx135.multiply.com/photos/photo/5/3.jpg
LEATHER GOODS PRODUCTION
Jl. Raya Cibatu, No. 649, Garut
Telepon : 0852-2026-5710

*MAJU JAYA MOTOR
Toko suku cadang
jl merdeka no.200 Tangerang
Telp. 5520671
Disediakan daftar HET (harga eceran tertinggi)

*MITRA 2000 Center
(Sebelah Kampus Universitas Bunda Mulia)
Jl. Lodan Raya No. 2 Jakarta Utara
Tel. (021) 6930777, Fax. (021) 6916568
Website : http://www.mitra2000-online.com/

*MOTOR MANIA
Jl. Harsono RM No.32 Ragunan Jak-Sel
Phn.(021)70112350 Fax.(021)78812446.
Web: http://www.tokomotormania.com/
CP : Velino

*MULAN SPORT RACING
Jl. Cemara No 6A, cengkareng jak-bar
Telp : 021 540 7934
Up. Reggie

*NEOBURSA
menjual ban Moge second kondisi prima,Metzeller,Prelli,BS,Dunlop
Jl. M. Kahfi 1/31. Cilandak arah Ciganjur
ph : 021.70728066 / 081310828465
OBELIX EXTEREME MOTOR CYCLE
Jl. Raya Condet No.5A Jakarta Timur
Telp : 021.9257393

*OLET MOTOR
service-tune up-cat body&chasis-modifikasi
Jl. Cibubur 3 Telp. (021) 8729247
PIC. Joyo
OTOMOTIF Redaksi
Jalan Panjang No.8A Kebon jeruk, Jakbar
Tlp: 5330185

*PEDATI MOTOR
Otista sebelum jl pedati kalau dr arah kp melayu
Telp : 8569858

*POLARIS MOTOR (Toko Aksesori)
Jl. Kebon Jeruk III/51, Jakarta Barat
Telp. (021) 6592128, Fax. (021) 6598971

*PT FUBORU INDONESIA GROUP
Produsen & Supplier MANIFOLD POWERMAN
Automotive Parts Manufacturer
Branch: Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok Q5
Jl. Letjen Suprapto Kemayoran - Jakarta Pusat 10640
Phone: (021) 42888901
Fax: (021) 42886628

*PT. SUKABUMI TRADING COY.
Distributor Repsol Oil
Wisma Bumiputera 8th floor
Jl. Jend. Sudirman kav.75 Jakarta 13910
Ph. 5703803, fax. 5713006

*RAJA MOTOR
Jln Alternatif Trans Yogie Komplek DDN Kav 131, Cibubur
Telp. 021-8775 4764
website : http://www.rajamotor.com/


*ROBERT MOTOR
cat oven, cat duco, body repair untuk motor
Jl. Ngampilan NG I/46 Yogyakarta
Telp : (0274) 518113 / 085228019945

*SACS ( Specialist Auto Colour Speedo)
Tempat pembuatan speedometer indiglow buat tiger dan motor atau mobil:
Workshop Asia Jaya Motor
Jl. Pondok Gede Raya No. 24 - Bekasi 17414, Indonesia
Phone: (021) 8487623 HP: 08167627773 (Wira)
PETA SACS: http://mx135.multiply.com/photos/photo/5/7.jpg

*SUZUKI CONDET
(021) 80888058
Mekanik GSX250 : pak Kendar 081808115251
SUZUKI SENAJAYA
Jl. Kebon Jeruk VII
6299624.

*SUZUKI TAMBUN
Bag. Sparepart : Bpk. Ngatiran
8809940
SERIBU DOLOK
distributor Ban Battlax
Jl. Kebon Jeruk III No. 6
Telp. 021.6497275

*Tempat pencucian helm (tanpa lepas busa) pengeringan dengan mesin
(katanya sih ngga bikin kempes busa)
JL. Kav Polri Blok E 5 NO. 1356 Jelambar
08161942817

*SINAR ABADI SPORT RACING
Jl. Cileduk Raya No.11 A-B
CP : Handoko 08161133969 , 021-92793632

*SMS Motor Sport (Mekanik Bang Satiri).
Jl.Raya Srengseng Sawah Cipedak Lenteng Agung Jak-Sel.

*Tiwa Motor Sport (TMS)
Jalan Sukaraja II Bandung
CP : Kang Herman 0818631400 Update No telepon yang baru :
08121493762

*TODA RACING - Pusat Oli Terlengkap
alamat: Pusat: Jl boulevard raya, kelapa gading Blok PD1/2 TELP: 4503457 / 4524122
Cabang: Jl Radio Dalam Raya No:9-11 Telp (021) 7237966
Cabang : jl cideng barat 47 h jak-pus Telp (021) 6317972

*TOMOST modification
Limbah Moge/Trail: UpSide Down - Shock Telescopic - MonoShock - Velg -
Ban - Banana Arm - Cover Body - Disc Brake
Jl. Nurtanio No. 106 Bandung
022-6032585
Contact: Wildan +62 816 1177324

*UNIVERSAL PROTECSINDO - SAFETY,FIRE,RESCUE,MARINE & ENVIROMENTAL
A Safety Division From Hengtraco
Jl P.Jayakarta No 93BC,Jakarta.
Telp : 6399195 ( Hunting ), 6243443 ( Hunting )
Fax : 6018924
Selain REDWING, company ini juga menyediakan Second line nya REDWING,
merknya WORX. Menurut salespersonnya, kualitas WORX hampir sama dengan
REDWING dengan harga yang lebih murah. karena WORX diproduksi di RRC
sedang REDWING made in USA.

*WILLYS MOTOR
mekanik : Bang Udin, HP : 08161481849
buka 08.00 - 17.00 wib sabtu minggu buka
Jl.RTM Kelapa Dua (dari arah depok ketemu perempatan kelapa dua belok
kanan, sehabis Mesjid di kanan, 20m sebelah kiri depan TK sebelah
bengkel las)

*X-16
Pasar Mobil Kemayoran Jak-Pus
Blok X No.16 . Msk Pintu 8
Phn. (021) 65861510

*YUDHA YUDADI
Spesialis Setting Karburator
Jl. Pondok Kopi Pemancingan No.1 jakarta timur
Telp. 021-9196021
PETA YUDHA: http://mx135.multiply.com/photos/photo/5/5.jpg

*YOGI MOTOR
SPAREPART 2ND
Jual Beli Sparepart Motor Bekas
Kios :
Jl. Raya Bogor Km 20 Depan Apotek ABBA Jakarta Timur
Rumah :
Jl. Masjid Al Barokah Rt. 03/08 No. 3 Jakarta Timur
Pak Tarsa +628159931780
Yogi +628129369954

*YONG'S MOTOR
Jl. Kenari 12A Bandung
(022)420 4766

*YONK JAYA
Jl. A.Yani, Bandung
(022)727 1337

carlos_roy_fajarta
07-10-2010, 05:22 PM
Bagi pengguna sepeda motor, musim hujan ini merupakan musibah, karena kendaraan mereka bisa menjadi “korban” dari banjir yang selalu datang saat musim penghujan tiba. Karena itu, untuk menghadapinya, ada baiknya menyiasati kemungkinan motor Anda menjadi “korban” banjir. Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bermanfaat untuk mensiasati banjir.

Di musim penghujan ini, ada baiknya Anda memarkirkan motor di tempat yang aman. Tips parkir aman saat musim hujan adalah sebagai berikut:

* Pastikan motor Anda diparkir di tempat yang lebih tinggi untuk menghindari genangan air yang bisa saja meluas dan meninggi dengan cepat.
* Jika parkir di tempat terbuka, usahakan tutup motor Anda dengan cover, atau bisa juga tutup dengan jas hujan untuk menghindari kerusakan cat. Jika seluruh motor tidak bisa ditutup, usahakan tutup tangki motor dengan bahan yang tidak tembus air (jas hujan dll) untuk menghindari masuknya air ke tangki bensin melalui celah-celah yang ada di tangki (tutup tangki dll).
* Pastikan standar motor Anda berpijak pada aspal, coran, batu, atau apapun yang keras dan kuat untuk menahan pijakan motor, jangan standarkan motor Anda di tanah untuk menghindari amblasnya tanah akibat hujan atau air yang mungkin mengalir.
* Tutup keran bensin menuju karburator.
* Pastikan kunci motor Anda tidak tertinggal.

Jika Anda hendak menggunakan kembali motor Anda, sementara motor Anda dibiarkan kehujanan sebelumnya, dan ternyata motor Anda tidak bisa nyala, jangan khawatir. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, di antaranya air masuk ke karburator. Adapun cara menyiasatinya:

1. Tutup keran bensin menuju karburator, lalu buka/kendurkan baut saluran pembuangan bensin di karburator. Biarkan bensin yang tersisa di karburator terbuang sampai benar-benar bersih. Ada kemungkinan bensin yang ada di karburator tersebut telah tercampur air. Tutup kembali/kencangkan baut saluran pembuangan bensin tersebut. Setelah itu, nyalakan motor dengan kick stater, jangan dulu menggunakan electric stater. Jika motor tetap tidak mau menyala, ada kemungkinan busi motor Anda kemasukan air.
2. Buka busi dari kepala busi. Gunakan lap kering untuk mengeringkan busi yang basah. Lap sampai benar-benar bersih dan kering. Setelah itu, sumpal lubang busi yang di mesin dengan lap kering. Sambil disumpal, kick stater motor Anda beberapa kali dalam keadaan mesin mati/kunci kontak off. Sebelum memasang kembali dan mengencangkan busi, pastikan kembali tidak ada air di kepala maupun di busi. Lalu, kick stater motor Anda, insya allah nyala kembali. Jika tetap tidak menyala, mungkin busi motor Anda bermasalah, sebaikanya segera diganti dengan busi baru.

Apa yang harus dilakukan jika terpaksa menggunakan motor dalam keadaan hujan dan banjir? Yups, sebelum memulai aktivitas dengan menggunakan sepeda motor dalam keadaan hujan dan kemungkinan menerobos banjir, ada baiknya mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pastikan di motor Anda tersedia jas hujan. Jangan hujan-hujanan ketika membawa motor tanpa menggunakan jas hujan. Jangan gunakan jas hujan model ponco karena sangat membahayakan Anda dan pengendara lain.
2. Cek bensin. Pastikan bensin dalam keadaan penuh untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakar apabila harus mencari jalan yang bebas banjir atau hendak melewati banjir. Jangan sampai kehabisan bensin di daerah banjir yang jauh dari pom bensin.
3. Cek kondisi mesin motor. Pastikan mesin dalam keadaan sehat. Jangan mengambil risiko membawa kendaraan yang “kurang sehat” saat hujan atau banjir.
4. Bawa tools standar/peralatan mekanik praktis, terutama kunci busi dan obeng (untuk membuka karburator).
5. Siapkan busi cadangan, kemudian simpan di tempat yang aman dari basah/lembab.
6. Siapkan kantong plastik, kain kering/kanebo, dan pengikat (karet/tali).

Saat bertemu banjir atau genangan air, jangan panik. Lakukan beberapa hal berikut:

1. Pertimbangkan dengan matang apakah Anda dan motor Anda bisa menerobos banjir itu dengan aman dan terhindar dari kemungkinan terjebak di tengah-tengah banjir. Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah ketinggian air. Pastikan air tidak lebih tinggi dari kendaraan Anda (maksimal setengahnya atau tidak melebihi lubang knalpot). Hal kedua yang harus diperhatikan adalah jarak banjir. Dalam hal ini Anda sangat membutuhkan pengetahuan lokasi. Apabila Anda baru pertama kali melewati daerah yang dilalui dan tidak terlalu yakin dengan medan yang akan dilalui, jangan gambling, pertimbangkan mencari jalan lain (hati-hati selokan/sungai yang terlihat sama tinggi dengan jalan yang akan dilalui).
2. Apabila Anda yakin dan tetap memutuskan untuk melalui jalan tersebut, matikan motor dan biarkan mesin dingin.
3. Tutup lubang knalpot dengan plastik dan ikat kuat dengan tali atau karet yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, untuk mencegah air masuk ke mesin melalui lubang knalpot. Namun hal ini bukan jaminan air tidak akan masuk melalui celah-celah kecil yang ada di mesin. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisasi masuknya air ke dalam mesin dan bercampur dengan oli mesin.
4. Buka kepala busi dan tutup dengan plastik, kemudian pasang kembali.
5. Pastikan tanki bensin dalam posisi tertutup.
6. Setelah persiapan selesai, tuntun motor Anda melewati banjir hingga lokasi yang kering.

Setelah melewati banjir, motor jangan langsung di-start! Lakukan terlebih dahulu beberapa hal berikut:

1. Pastikan karburator bebas air. Caranya keluarkan residu bensin pada karburator dengan menggunakan obeng plus atau minus sesuai jenis karburator motor Anda. Air dan bensin tidak dapat menyatu, maka air akan terlihat seperti gelembung-gelembung udara. Kemudian setelah campuran bensin dan air dibuang, kencangkan kembali baut-baut yang tadi dibuka/dikendurkan. Selain di karburator, buka keran bensin beberapa saat, kemudian tutup kembali untuk membuang residu campuran bensin dan air. Lakukan hal ini berulang-ulang hingga tidak ada air (tidak ada gelembung) di dalam tangki.
2. Buka plastik di knalpot.
3. Buka plastik pada kepala busi. Pastikan kepala busi dan busi dalam keadaan kering. Apabila basah, ganti dengan busi cadangan yang masih kering.
4. Dalam keadaaan konci kotak off, kick stater motor berulang-ulang untuk memastikan tidak ada air di knalpot. Jika ada air di knalpot, maka ketika motor di-kick stater, air tersebut akan menyembur keluar dari lubang knalpot. Akan lebih baik jika knalpot dicopot dari mesin untuk mengeluarkan air yang kemungkinan mengendap di dalam knalpot.
5. Nyalakan mesin dengan menggunakan kick starter, jangan gunakan electric stster untuk mengantisipasi terjadinya korsleting pada kabel-kabel kelistrikan akibat terendam air. Apabila motor Anda tidak memiliki kick starter, pastikan kabel-kabel ke aki dalam keadaan kering sebelum menekan tombol start.
6. Panaskan mesin hingga keadaan stabil.
7. Setelah motor panas, jangan lupa pakai kembali helm Anda!

Selamat berkendara…ride safe!

carlos_roy_fajarta
15-11-2010, 07:44 AM
Lagi2 saia nih merutuki pengendara roda dua tanah air, moga2 pada ga bosen, kwkw
waktu itu lagi lumayan hujan gerimis setelah hujan deres, cuma gerimis berat lumayan bikin basah, mulai dari keluar kantor di jalan raya udah mulai ada yang bikin darah..

keserempet dikit amapengendara *BATMAN* yang sruntulan di kepadatan lalu lintas, untung ga jatuh..mau dikejar dia udah meliuk2 dan hilang..

dan apesnya lagi, ternyata lalin padat merayap gara pengendara2 pada berteduh di bawah jembatan layang, what the hell..!!! kalo ga sanggup beli jas hujan ya face it hujan lah, paling basah doank, ini jalan raya milik bersama, bukan milik pengendara sampah macam mereka, ga mau basah en ngerugiin pengguna jalan lain..bayangin brader jalan raya yang udah sempit makin sempit gara2 motor2 kucing berserakan dimana2..gw bilang kucing karena takut aer..

gimana saia ga esmosi, en pengguna jalan lain esmosi juga..
klakson mobil, motor, bus hiruk pikuk meminta jalan, tapi tetep aja semakin banyak yang bergabung menjadi pengendara mental sampah...wekss...
setelah susah payah melewati kerumunan kucing takut air, ada lagi pengendara sampah lainnya..

udah keujanan, basah, kaki dia diangkat ke tengah rangka bebek, trus jalan pelan ditengah..what a idiot!! kan udah basah, udah kotor, kenapa musti begitu..
gw mau nyalip jadi susah karena gerakan tuh pengendara kemayu banget..kadang kanan, kadang kiri...
aaahhh...udahlah ugal2an mode on ajah, tanpa basa basi urut gas, tarik kopling cari genangan gw libas aja..

huh...diteriakin pengendara itu..sebodo amat..kejar kalo bisa..i think, eh gw liat dispion, weks..tetep kemayu..kaki diangkat, trus jalan pelan...
what a day brader...sampai kapan pengendara kita bermental kayak begini...dikasarin salah, dilembutin dibilang cemen..

carlos_roy_fajarta
15-11-2010, 07:50 AM
Sesuai judul diatas mengapa saya harus mengalah..??,

Kenapa..? Saya akan menjawab TIDAK AKAN!!

Tidak akan mengalah oleh kezoliman para pelanggar jalur saya yang dipotong seenak jidatnya

Tidak akan mengalah saya harus berhenti lama di depan lampu hijau karena pengendara dari jalur lain terus berjalan kencang

Tidak akan mengalah disuruh minggir gara2 ada pengendara hendak naik ke atas trotoar cuman ga mau kena macet

Tidak akan mengalah dengan pengendara yang cuek keluar masuk jalur busway, emangnya jalanan punya mereka, cuih!! makan tu battlax 110 depan!!

Tidak akan mengalah ama yang namanya pengendara abg yang beramai2 ngobrol di tengah jalan sambil mboncengin cewe yang make hotpants, sudah pasti saya acak2, mau dibilang jagoan sok silahkan..yang jagoan dijalanan sapa? enak bener menuh2in jalan ganggu orang lain.


Tidak akan mengalah ama pengendara yang melawan arah menghindari macet, adu kambing adu kambing lah! mantep masuk rumah sakit bareng!! minimal cacat tu orang..


Jika saya tidak benar atau salah, coba jelaskan kenapa saya harus mengalah dengan pengendara2 kurap seperti itu..


Mohon Maaf jika ada kata2 yang kurang berkenan..

carlos_roy_fajarta
15-11-2010, 07:59 AM
http://stephenlangitan.files.wordpress.com/2009/08/safety-riding-03.jpg?w=350



Jakarta, 27 Agustus 2009. “Honda Safety Riding” dan Penghargaan Terhadap Nilai Kehidupan Manusia. Demikian sebuah judul yang tertera pada halaman Advertorial harian Kompas, 27 Agustus 2009 hal. 25.

Cepat dan mudah. Dua alasan itulah yang membuat banyak orang lebih senang menggunakan sepeda motor. Namun, pesatnya perkembangan jumlah sepeda motor, ternyata tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam berkendara, khususnya bagi para pengguna sepeda motor itu sendiri.

Semakin padatnya arus lalu lintas, terutama di kota-kota besar, membuat para pengendara sepeda motor semakin terpacu untuk bermanuver dalam kecepatan yang sangat tinggi. Tidak heran jika, setiap harinya Anda akan disuguhi oleh manuver-manuver yang berbahaya dari para pengendara sepeda motor, lihat saja ketika mereka selap-selip di antara padatnya mobil-mobil, dan juga ketika mereka membawa motor dalam kecepatan tinggi dan tidak memperhatikan keselamatan dirinya, maupun keselamatan bagi orang lain.

Celakanya, para pengendara sepeda motor tersebut terkadang tidak memperhatikan kondisi jalan, apakah rusak, jalan padat atau ramai, jalan sempit, ataupun jalan licin. Seharusnya, keadaan seperti ini harus bisa disikapi oleh para pengendara motor itu sendiri dengan mengutamakan “kesadaran” akan pentingnya keselamatan berkendara, selain dengan penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap untuk melindungi diri, seperti penggunaan helm, sarung tangan, jaket (lengan panjang) dan sepatu untuk melindungi bagian kaki.

Komitmen Honda

Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan kesadaran dan kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari pihak produsen kendaraan bermotor itu sendiri. Sebenarnya usaha ini telah dilakukan oleh beberapa produsen kendaraan bermotor, dan salah satu pihak yang sukses hingga sekarang adalah “Kampanye Safety Riding” yang terus digalakkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) selau produsen dan distributor sepeda motor merek Honda di Indonesia.

Sesuai dengan visinya yang memposisikan Safety atau Keselamatan sebagai hal utama karena menghargai nilai kehidupan manusia, maka Honda percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan berkendara pada setiap individu merupakan suatu langkah maju untuk menghindari atau mengurangi kecelakaan lalu lintas.

Sejak tahun 2002, Honda telah membuktikan suatu keseriusan dan komitmennya terhadap masalah-masalah keselamatan berkendara. Hal ini ditandai dengan kepeloporan AHM ketika mendirikan departemen khusus yang menangani Safety Riding dan kampanye Safety Riding itu sendiri, yakni “Safety Riding Promotion Department”.

Sekitar satu tahun kemudian, kegiatan ini mulai aktif diadakan baik di tingkat dealer maupun masyarakat umum yang melibatkan berbagai pihak seperti dealer, kepolisian, lembaga pendidikan, hingga komunitas
atau klub-klub sepeda motor.

“Program Safety Riding Honda ini akan dijalankan secara terus menerus dan secara konsisten dan juga berkesinambungan di seluruh Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitment Honda terhadap keselamatan konsumen sepeda motor Indonesia, terutama untuk generasi muda dalam menciptakan kesadaran berlalu-lintas yang aman sejak dini,” ungkap Bapak Julius Aslan, Marketing Director PT AHM.

Sementara itu, Bapak Johannes Loman, Executive Vice President Director PT AHM berpendapat bahwa, “Keselamatan dan keamanan adalah prioritas kami sebagai produsen motor Honda. Oleh karena itu, aktifitas Safety Riding merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Honda untuk masyarakat Indonesia.”

Komitment Honda dalam menggalakkan kampanye Safety Riding ini-pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Contohnya adalah piagam Honda memperoleh penghargaan dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ir. Jusman Syafii Djamal kepada Pimpinan PT Astra Honda Motor atas “Peran Aktif dan Partispansinya pada Kegiatan Bidang Keselamatan Jalan” dan juga sebagai “Pelopor Safety Riding.”

Kampanye Honda Safety Riding ini merupakan langkah positif yang akan diharapkan dapat menekan laju kecelakaan lalu-lintas di Indonesia. Semoga untuk ke-depannya, semua pengendara motor di Indonesia dapat berkendara dengan aman dan nyaman, serta angka kecelakaan lalu-lintas mudah-mudahan akan bisa berkurang.

carlos_roy_fajarta
27-11-2010, 01:46 PM
Honda CBR 250R VS Kawasaki Ninja 250R



Jalan lengang yang selama ini dirasakan Kawasaki Ninja 250R dipastikan bakal lebih sempit dengan bakal munculnya Honda CBR250R.

Sama-sama masuk dalam kelas motor sport 250 cc, kedua motor ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan.

CBR250R menggunakan mesin 249 cc liquid cooled 4-tak DOHC single cylinder berkode CS250RE dengan kompresi rasio 10,7:1. Ini berbeda dengan Ninja yang punya jeroan 248 cc 4-tak 2 cylinder liquid cooled yang memiliki kompresi rasio 11,6:1.

Namun jangan lantas remehkan CBR, karena Honda telah menjejalkan Program Fuel Injection System (PGM-FI). Sementara Kawasaki masih percaya dengan kaburator lansiran Keihin CVK30.

Untuk menopang dimensi motor dengan panjang 2.035 mm, lebar 0.720 mm, dan 1.125 mm, Honda menggunakan ban berukuran 110/70-17M/C di depan dan 140/70-17M/C dibagian belakang.

Sedangkan Kawasaki memiliki si karet bundar berukuran 100/70 50S dan 130/70 64S jenis Tubeless yang bersanding dengan pelek racing ukuran 17 inci.

Urusan variasi warna Honda menawarkan Candy Ruby Red, Sword Silver Metalic, dan Asteroid Black Metalic. Kawasaki punya lebih banyak pilihan dengan Candy Plasma Blue, Ebony, Passion Red, dan Lime Green.

Nah sekarang tinggal keputusan Honda berapa akan membanderol CBR250R di Indonesia. Bila berdekatan dengan Kawasaki Ninja 250R yang harganya ada pada kisaran Rp46 juta, maka persaingan motor sport 250 cc akan semakin sengit.




Performa : Ninja 250 vs CBR 250 dan Implikasinya



http://i51.tinypic.com/e0io9u.jpg
Power : Ninja 250R ( 31hp @ 1100o rpm) vs CBR 250R (26hp @ 8500 rpm)



Ninja 250R memiliki tenaga puncak yang lebih tingi dibanding CBR 250R. Selisih tenaga sebesar 5 hp itu cukup signifikan. Meski ninja 250R memiliki tenaga yang lebih besar tapi itu didapat dari putaran mesin yang sangat tinggi. Konsekwensinya keunggulan tersebut baru terasa signifikan saat motor dipacu di lintasan lurus, sebaliknya tenaga puncak CBR didapat pada putaran mesin yang lebih rendah dan keuntungan yang didapat adalah CBR 250r bisa lebih lincah dibanding Ninja 250R.



http://i54.tinypic.com/347h2wy.jpg
Torsi : Ninja 250R ( 20nm @ 8500 rpm) vs CBR 250r (23nm @ 7000 rpm)



Ini adalah efek silinder tunggal CBR 250R. perbedaan torsi ini berguna disaat motor harus melakukan stop and go atau bemanufer dikecepatan rendah – sedang dengan “main” rpm rendah. Situasi ini cocok digunakan di dalam lintasan urban dimana motor wajib mampu bermanufer dikecepatan sedang dan ketersediaan torsi di putaran bawah. Sedangkan Torsi kecin Ninja 250r bukan tanpa sebab. Karena fokus awal ninja adalah jalanan eropa atau negara bule disitu jalanan sepi dan relatif banyak jalanan lurus atau tikungan panjang. Kalau disini keunggulan ninja terasa saat dipake turing atau nyentul !



http://i54.tinypic.com/2nlfnro.jpg
Power to Weight Ratio Ninja 250R (0.183hp/kg) vs CBR 250r (0.161 hp/kg)



Power to weight ratio ninja 250r jelas lebih baik dibanding CBR, tapi itu jika dipraktekan di sirkuit dimana 1 kg saja merupakan hal yang sangat berharga dan signifikan. Karena dalam prakteknya untuk penggunaan harian dimana beban bawaan motor begitu bervaratif semua jadi nggak penting. Jadi dalam skenario khusus memang Ninja 250R memiliki keunggulan dibanding CBR tapi untuk penggunaan harian hal itu nggak menjadi signifikan !






http://i54.tinypic.com/10qxnp0.jpg
Kesimpulan : Untuk Track tetap Ninja 250R tapi untuk Daily mbah pilih CBR … semua sama sama oke !!



Ninja 250R meski mengusung teknologi era 80an tetapi lebih menguntungkan untuk dieksploitasi secara performa. Apalagi varian karburator jelas lebih gampang buat di oprek. Sebaliknya CBR 250R lebih nyaman untuk harian dan fashion mengingat penampilanya yang lebih glamor. Kesimpulanya adalah kembali ke orientssi pemiliknya, mau gimana nanti do’i menggunakan motornya!








Komparasi Spesifikasi CBR 250R vs Ninja 250R.. Siapa Yang Lebih Baik?




http://i56.tinypic.com/avrde1.jpg
CBR 250 vs Ninja 250
http://i53.tinypic.com/2rrq7w5.jpg





http://www.youtube.com/watch?v=P-hzUIZQ-Wc



VS



http://www.youtube.com/watch?v=4ZWkOwRMENY


http://i55.tinypic.com/mk7r00.jpg






http://i56.tinypic.com/194inn.jpg

carlos_roy_fajarta
27-11-2010, 08:55 PM
Fun. Cool. Capable. CBR250R.




http://i56.tinypic.com/nb9g06.jpg



If you’re looking for an affordable, smart, capable and fun way to enjoy life on two wheels—have we got a bike for you: the all-new Honda CBR250R!

The new, fuel-injected CBR250R offers everything you want in a first-time bike: Light weight. A powerband that’s immensely user-friendly. Excellent fuel economy. Unmatched reliability. And a fun factor that’s off the chart.

Since the new CBR250R is a Honda, it’s full of features few other bikes in its class can match. And it offers a build quality that means you’ve got dependable cross-town or cross-country transportation.

Best of all, the new CBR250R is available in two versions: the CBR250R and the CBR250R ABS with our Anti-lock Brake System – a first for the segment and a really valuable option that both first-timers and experienced riders will appreciate.


Light, Narrow, Low.

Because it’s a single-cylinder machine, the new CBR250R is narrow, and with its low 30.5-inch seat height and light 359-pound curb weight, putting your feet down in parking lots or at stoplights can be a lot easier.



The Power of One.

The new CBR250R uses a single-cylinder engine with fuel injection, double-overhead cams and a counterbalancer. Sure that’s tech talk, but the architecture offers some very real advantages. Maybe the most important is power delivery: a single offers the kind of torque and midrange power that’s well suited for all levels of riders.



Stop with Confidence.

The option of Honda’s Anti-lock Brake System (ABS) is a perfect matchup with a bike like the new CBR250R. ABS helps you cope with unanticipated challenges and stop with added confidence.






Innovations



http://i55.tinypic.com/2nlr67a.jpg
Speedometer





http://i52.tinypic.com/23342g.jpg
Brake Systems





http://i51.tinypic.com/ta4o6x.jpg
Fairing Style



http://i56.tinypic.com/2a92sxv.jpg
Machine Type





http://i51.tinypic.com/atnfa8.jpg
Valve



http://i55.tinypic.com/5ufz9s.jpg
Machine Balance





http://i52.tinypic.com/1zm1m5d.jpg
Seat Dimension



http://i51.tinypic.com/xeefpd.jpg
Suspension





http://i54.tinypic.com/11cab6h.jpg
Two Seater Ready





http://i56.tinypic.com/vpxpwh.jpg
Brake System






http://i54.tinypic.com/htg07s.jpg
Compact Luggage







Specifications


http://i54.tinypic.com/2d14uaf.jpg

carlos_roy_fajarta
28-11-2010, 01:09 PM
http://i54.tinypic.com/i4g0oj.jpg


It's time to put your trust in the world's best bike tyres



Car drivers may think it's enough to give their tyres the occasional kick, but, as a biker, you know the importance of those two little contact patches where the rubber meets the road… or the track… or the grass and the mud. That's why more bikers, the world over, put their trust in Bridgestone, the UK's favourite bike tyres.



Jenis Produk:


http://i56.tinypic.com/jafn5w.jpg





Harga Produk:


http://i53.tinypic.com/icsmwy.jpg






CORSA


Jenis Produk:


http://i53.tinypic.com/amozr.jpg



http://i56.tinypic.com/23wusqo.jpg



http://i53.tinypic.com/1j5mj4.jpg





Keunggulan Produk:




http://i56.tinypic.com/118eja1.jpg






Harga Produk:

NO SIZE PATTERN TYPE USER
1 70/90 - 17 SS09 TUBETYPE 102,600
2 80/90 - 17 SS09 TUBETYPE 134,900
3 2.50 - 18 SS09 TUBETYPE 111,000
4 2.75 - 18 SS09 TUBETYPE 150,400
5 3.00 - 18 SS09 TUBETYPE 169,300
6 2.25 - 17 ST08 TUBETYPE 85,100
7 2.50 - 17 ST08 TUBETYPE 102,600
8 2.75 - 17 ST08 TUBETYPE 134,900
9 70/90 - 14 S 01 TUBETYPE 90,000
10 80/90 - 14 S 01 TUBETYPE 100,500
11 70/90 - 17 S 01 TUBETYPE 98,400
12 80/90 - 17 S 01 TUBETYPE 127,900
13 80/80 - 17 S 01 TUBETYPE 109,000
14 90/80 - 17 S 01 TUBETYPE 142,000
15 2.50 - 17 MT007 TRAIL TUBETYPE 100,500
16 2.75 - 17 MT007 TRAIL TUBETYPE 120,900
17 70/80 - 17 SS 18 TUBETYPE 88,600
18 80/80 - 17 SS 18 TUBETYPE 104,000
19 90/80 - 17 SS 18 TUBETYPE 137,000
20 70/90 - 17 SS 18 TUBETYPE 97,000
21 80/90 - 17 SS 18 TUBETYPE 126,500
22 70/90 - 14 SS09T TUBETYPE 90,000
23 80/90 - 14 SS09T TUBETYPE 100,500
24 60/80 - 17 SS09T TUBETYPE 80,900
25 70/90 - 17 SS09T TUBETYPE 97,000
26 80/90 - 17 SS09T TUBETYPE 126,500
27 70/90 - 17 * TERMINAT 012 TUBETYPE 97,000
28 80/90 - 17 * TERMINAT 012 TUBETYPE 126,500
29 80/80 - 17 * TERMINAT 012 TUBETYPE 104,000
30 90/80 - 17 * TERMINAT 012 TUBETYPE 137,000
31 2.50 - 17 * ST 12 TUBETYPE 97,000
32 2.75 - 17 * ST 12 TUBETYPE 126,500
33 70/90 - 17 * S 33 TUBETYPE 98,400
34 80/90 - 17 * S 33 TUBETYPE 127,900
35 80/80 - 17 * S 33 TUBETYPE 104,000
36 90/80 - 17 * S 33 TUBETYPE 137,000
37 3.00 - 17 MTCROSS TUBETYPE 149,000
38 70/90 - 14 SS 09T TUBELESS 108,900
39 80/90 - 14 SS 09T TUBELESS 123,000
40 70/90 - 17 SS09T TUBELESS 126,500
41 80/90 - 17 SS09T TUBELESS 150,400
42 80/80 - 17 SS 18 TUBELESS 151,800
43 90/80 - 17 SS 18 TUBELESS 191,800
44 100/80 - 17 SS 18 TUBELESS 239,000
45 120/80 - 17 SS 18 TUBELESS 291,500
46 70/90 - 14 S 01 TUBELESS 113,900
47 80/90 - 14 S 01 TUBELESS 123,000
48 90/90 - 14 S 01 TUBELESS 146,900
49 70/90 - 17 S 01 TUBELESS 127,900
50 80/90 - 17 S 01 TUBELESS 151,800
51 100/80 - 17 S 01 TUBELESS 234,000
52 70/90 - 17 * TERMINATOR TUBELESS 127,900
53 80/90 - 17 * TERMINATOR TUBELESS 151,800
54 80/80 - 17 * TERMINATOR TUBELESS 149,000
55 90/80 - 17 * TERMINATOR TUBELESS 189,000
56 70/90 - 17 S123 TUBELESS 127,900
57 80/90 - 17 S123 TUBELESS 151,800
58 90/90 - 17 * S123 TUBELESS 170,000
59 100/90 - 17 * S123 TUBELESS 237,600
60 90/70 - 17 S123 TUBELESS 184,800
61 100/70 - 17 S123 TUBELESS 240,400
62 110/70 - 17 S123 TUBELESS 262,100
63 120/70 - 17 S123 TUBELESS 287,300
64 130/70 - 17 * S123 TUBELESS 336,500
65 110/80 - 17 S123 TUBELESS 258,600
66 120/80 - 17 S123 TUBELESS 298,600
67 90/90 - 18 S123 TUBELESS 220,600
68 100/80 - 18 S123 TUBELESS 263,500
69 110/80 - 18 S123 TUBELESS 289,400
70 80/80 - 14 S 33 TUBELESS 123,700
71 90/80 - 14 S 33 TUBELESS 149,000
72 100/80 - 14 S 33 TUBELESS 181,300
73 110/80 - 14 S 33 TUBELESS 199,500
74 70/90 - 17 * S 33 TUBELESS 127,900
75 80/90 - 17 * S 33 TUBELESS 151,800
76 80/80 - 17 * S 33 TUBELESS 149,000
77 90/80 - 17 * S 33 TUBELESS 184,000
78 120/70 - 14 SPORT RAIN TUBELESS 219,200


http://www.multistrada.co.id/en/files/products/S123_2ae174.jpg
SIZE - HET
70/90-17 150.000
80/90-17 179.000
90/90-17 205.000
90/70-17 221.000
100/70-17 278.000
110/70-17 308.000
120/70-17 339.000
130/70-17 399.000
150/60-17 480.000
90/90-18 260.000
100/80-18 310.000
110/80-18 347.000
http://www.multistrada.co.id/en/files/products/S33_23d404.jpg
SIZE - HET
80/80-14 145.000
90/80-14 175.000
100/80-14 213.000

http://www.multistrada.co.id/en/files/products/S01_ba53c3.jpg
SIZE - HET
70/90-14 129.000
80/90-14 143.000
90/90-14 173.000
http://www.multistrada.co.id/en/files/products/racing_a26471.jpg
SIZE - HET
120/70-14 260.000



http://www.multistrada.co.id/en/files/products/SS09_207388.jpg
SIZE - HET
70/90-17 118.000
80/90-17 157.000
2.50-18 133.000
2.75-18 174.000
3.00-18 203.000
http://www.multistrada.co.id/en/files/products/S01_ba53c3.jpg
SIZE - HET
70/90-14 103.000
80/90-14 119.000

carlos_roy_fajarta
29-11-2010, 09:17 AM
BULLBAR:

Besi melintang yang lebarnya max. selebar stang. Awalnya dipake di motor2 Harley. Fungsi utamanya utk melindungi kaki rider-nya kalo terjadi benturan.
Krn bentuknya yg lebar, pas buat dipasangin macem2. Mulai dari strobo, sirene, lampu tembak, dsb.

http://w3.bikepics.com/pics/2008%5C05%5C14%5Cbikepics-1288721-800.jpg
http://w3.bikepics.com/pics/2008%5C05%5C14%5Cbikepics-1288743-800.jpg





ENGINE GUARD:

Besi yang melindungi blok mesin andai motor jatoh. Sesuai namanya, maka bentuknya berupa batangan pipa yang mengelilingi mesin. (NOTE: Tidak berfungsi sbg pelindung kaki)

http://www.amotostuff.com/Merchant2/graphics/00000001/Givi_tn528.jpg




ENGINE COVER:

Pelindung mesin berupa lempengan plat ato fiber. Sejatinya dipake sama motor2 trial atau cross. Fungsinya utk menahan lontaran kerikil, batuan kecil, dsb spy gak ngerusak bagian depan dan bawah mesin

http://tozzymodif.files.wordpress.com/2007/12/cvg-003-pic-1.jpg
http://www.cs.princeton.edu/~lbauer/klr/bash-plate-engine-guard-right-1024x768.jpg

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 12:53 PM
Hitung Untung Ruginya


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/05/05/2774365p.jpg


Direkomandasikan jika hujan memang perlu berteduh. Maklumlah hujan di era ini kadang disertai angin hingga berbahaya buat riding. Apalagi jika saat menembus jalanan yang banyak pohon atau baliho rentan ambruk. Banyak kejadian, pengendara tertimpa pohon atau baliho.

Tapi di sisi lain, ada baiknya juga menghitung-hitung apakah perlu berhenti atau berteduh. Pasalnya banyak biker salah kaprah dan berteduh di bawah fly over hingga membuat kerumunan dan bikin macetkan lalu lintas.

Dari situasi itu kami berdiskusi dengan para die harder. Wariyok Amak, ketua MACI Pusat yang juga sesepuh Pemudis Surabaya malah berkomentar, ”Kalau hujan tidak perlu berhenti, ditrobos ae (terobos saja),” jelas Pak Amak.

Tentu lelaku ini perlu dikritisi dan dihitung untung ruginya. Kadang-kadang biker berteduh setelah dia kehujanan. Badan sudah basah dan diam di suatu tempat. Hal ini menyimpan kerugian. Badan basah dan statis, tak sampai tujuan dalam waktu lama bisa bikin masuk angin dan sakit.

Antisipasi hujan tentunya terkonsentrasi pada handling yang benar saat kena hujan dan pakaian biker yang pas. Kalau tutup busi basah, tingal semprotkan cairan itu, kemungkinan besar mesin bisa jalan lagi.

”Demi kesempuraan handling saat hujan, biker harus menguasai riding position yang benar,” tambah Joel Deksa Mastana, pakar safety riding yang juga instruktur riding Mabes Polri.

Joel menambahkan jika ingin berteduh tentu harus lihat situasi dan kondisi. “Jangan sampai berteduh malah membuat bahaya diri sendiri dan juga orang lain,” kata Joel.

Daya prediksi tentunya juga penting. Tahu situasi sudah hujan tiba-tiba, tidak ada salahnya juga kok sudah siap-siap pakai jas hujan untuk short atau middle trip. Jas hujan ngepas ke badan sangat recommended daripada model Batman yang berkibar-kibar hingga rentan terselip masuk gir belakang. Direkomen jas ngepas potongan seperti jaket ketat termasuk celana khusus hujan.

Oakley, Bro! Silakan geber terus, daripada berhenti di bawah fly over. Bikin macet dan rentan diseruduk.

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 01:01 PM
TEKNOLOGI IRIT, RAMAH & TERJANGKAU


http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6228bedah-cbr-250-yudi-1.jpg


Mr. Tetsuo Suzuki, dari Honda R&D Co. Ltd. Japan, bilang kalau New Honda CBR 250R yang diluncurkan di Bangkok-Thailand (27/10) lalu sudah mengusung mesin 249,4 cc yang rendah emisi, irit tapi tetap bertanaga.

Untuk menekan emisi gas buang menggunakan Programmed Fuel Injection System (PGM-FI) pada komponen penyuplai gas bakarnya. Agar suplai bahan bakar akurat pada setiap tingkatan rpm.

PGM-FI juga disempurnakan sensor udara di throttle body dan sensor oksigen di exhaust. Tidak ketinggalan Air Induction System (AIS) pun sudah ikut dipasang di kepala silinder.

Aliran udara murni dari boks filter 2 ruang 2 pipa berkapasitas 5,5 liter, mix dengan semburan bensin yang perbandingannya sangat tepat. Tidak hanya itu, sisa gas bakar dinetralisir knalpot yang dilengkapi katalis di silencer. Mau lebih detail lihat jeroan mesin, yuk baca terus ulasan kompletnya.




DOHC PLUS ROCKER ARM ROLLER


http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6229bedah-cbr-250-yudi-2.jpg



Untuk mendapatkan kesan mesin sport bike, kudu menghasilkan tenaga bagus. Namun di sisi lain harus rendah emisi. Maka dipilih penggerak klep DOHC.

Menurut pihak Honda, DOHC mampu memaksimalkan pembakaran dan mengurangi berat klep. Pemilihan ini mempertimbangan sudut antar klep, bentuk porting dan bentuk ruang bakar.

Sementara untuk mekanisme klep, menggunakan rocker arm roller yang dipasang di head DOHC. “Di mesin motor, DOHC rocker arm roller adalah yang pertama di dunia,” jelas Tetsuo Suzuki.

Mekanisme penggerak klep rendah gesekan dipasang pada kepala silinder ukuran kecil namun lay-outnya kompak.

Penggantian sim penyetel celah klep juga tidak perlu repot bongkar kem. Per klep juga rancang paling ringan namun katup masih bisa menutup rapat dan tidak floating. Ini agar mesin lebih efisien.





JARAK OFFSET KRUK-AS 4 MM


http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6230bedah-cbr-250-yudi-3.jpg


Untuk dapatkan tenaga optimal, smooth dan efesiensi bensin, selain pakai roller rocker arm, mesin yang rasio kompresi 10,7:1 ini juga menerapkan jarak offset 4 mm. Ketika piston sedang top, antara titik tengah kruk as dan pin terdapat jarak 4 mm.

Keunggulan dari jarak offset di mesin bertipikal oversquare ini, saat seher bergerak naik menekan liner jadi minim gesekan. Terutama di bagian permukaan badan seher yang menghadap langsung ke lubang exhaust dan memiliki gaya tarik grafitasi lebih besar.

Makanya gerak naik-turun piston tipe molybdenum coating itu jadi ringan dan pastinya berumur lebih panjang.

Ruang bakar dan sudut antar klep juga dirancang agar sesuai dengan bensin berbeda karakter di pasar dunia. Ruang bakar yang digunakan model pen-roof. Banyak digunakan untuk racing.



LUAR LINER MODEL BERDURI




http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6231bedah-cbr-250-yudi-4.jpg


Selajutnya untuk meredam impact hasil pembakaran,liner silinder yang dianut Honda CBR 250R memilki permukaan luar yang berbeda dari generasi yang sudah-sudah. Ini kali liner silinder yang dirancang memiliki permukaan luar berbentuk berduri.

Bahkan kemampuan lain dari liner tipe ini diklaim jauh lebih kuat menahan distorsi gesek, yang disebabkan oleh tekanan atau impact piston di dalam lingkar silinder saat terjadi proses ledakan. Sehingga tidak mudah lepas.

Nah, model liner berduri seperti itulah salah satu penunjang perfoma mesin Honda CBR 250R tetap. Boring tidak mudah bergeser dari blok.




METAL BEARING KRUK-AS



http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6232bedah-cbr-250-yudi-5.jpg


Untuk pertama kalinya mesin Honda CBR 250R menggunakan bantalan poros kruk-as yang beda dari biasanya. Jika tunggangan sejenis umumnya pakai bantalan berupa bearing atau laher, di kruk-as Honda CBR 250 justru andalkan metal bearing (half-split, press-fit). Kita tahu bantalanan jenis ini kerap dipakai kruk-as mobil yang notabene bergasing tinggi.

Metal bearing atau dikenal dengan sebutan metal duduk. Konon dibuat dari besi tuang yang dirancang khusus memiliki keunggulan sangat tahan gesek juga kuat menahan beban pukul (impact) hasil proses pembakaran.

Keunggulan lain metal bearing juga sangat rigid di posisinya ketika bandul kruk as berputar kecepatan rendah maupun tinggi. Bahkan lempengan tahan panas ini juga dirancang memiliki aliran oli yang mampu melindungi dari gesekan hingga bagian pori terkecil sekalipun.




BALANCER PRIMER




http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6233bedah-cbr-250-yudi-6.jpg


Karakter CBR 250R yang jago di putaran bawah bukan cuma terbaca dari spesifkasi volume silindernya. Tapi, juga bisa dilihat dari bentuk bandul kruk-as yang besar. Bahkan kinerjanya semakin kokoh setelah pin kruk-as yang diadopsi connecting-rod berdiameter sangat besar, yaitu 35 mm.

Lalu untuk meredam getar hasil putaran kruk-as, mesin yang punya diameter payung klep in (30 mm) dan out (24 mm) itu didukung primary balancer. Konon komponen dibuat dari bahan khusus berkualitas tinggi itu, dipercaya tangguh meredam getar mesin satu silinder. Makanya suara mesin terdengar halus.

Makin sempurna poros primary balancer yang duduk di batalan model laher, terhubung langsung ke gir primer di bak mesin sebelah kanan. Keuntungannya bukan cuma rigid tapi juga hasilkan kinerja komponen di rumah kopling tetap stabil.

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 01:05 PM
http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6227mr-montir---endro-1.jpg




Kualitas pabrikan tentu saja harga yang ditawarkan standar pabrikan pula. Mr. Montir yang baru diluncurkan sejak November tahun lalu ini berani menjamin Kualitas Bengkel Resmi Harga Bengkel Umum.

“Harga kami lebih murah 50 persen dibanding bengkel resmi. Namun dengan standar pelayanan, peralatan dan spare part sama dengan bengkel resmi,” kata Davy Makimian, President Director PT Techno Motor Indonesia (TMI).

Dengan standar layanan seperti ini PT TMI berani menawarkan konsep bengkel modern ini kepada pihak lain. Waralaba Mr. Montir ini sudah ada 8 bengkel di Jakarta. Sebanyak 18 bengkel sedang dalam progress untuk dilaunching. “Kami akan mengembangkan sayap ke seluruh Indonesia. Dalam tahun depan akan buka di Bandung, Surabaya dan Makassar,” papar pria berkantor di Jl. Letjen S. Parman, Kav.73, Slipi ini.

Untuk menjamin keberlangsungan usaha, Mr. Montir tidak hanya bergerak di jasa bengkel. Di sini konsumen bisa mendapatkan perlengkapan variasi motor yang diinginkan. “Termasuk kami kerja sama dengan beberapa lembaga pembiayaan motor. Bahkan, sudah saat ini kami menjual motor baru juga di Mr. Montir ini,” kara Davy.

Untuk bisa buka Mr. Montir, calon mitra dikenakan biaya Rp 199 juta. Biaya itu sudah termasuk untuk peralatan standar, 5 bikelift, seragam, toolbox, dan sumber daya manusia. Soal SDM ini pihak TMI juga menyelenggarakan Techno Motor Academy yakni sebuah lembaga pendidikan yang akan mencetak kader mekanik handal dengan proses pembelajaran yang sangat modern ditunjang fasilitas komplet.

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 01:09 PM
CASH ATAU KREDIT?

http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6223trik-beli-mtr-yudi-1.jpg



Serem deh, kalo kita punya duit, tapi malah dipersulit beli motor! Apalagi jika beli cash. Katanya, diler kehabisan motor unit yang dimau. Tapi, bila beli kredit, langsung datang tuh motornya. Bener, gak sih?

Jika bertanya ke pabrikan, pasti jawabannya politis, he he he. Lagipula, pabrikan kan maunya jual sebanyak-banyaknya. Tidak peduli tunai atau kredit. Yang penting jualannya laku. Tapi, kadang ada diler yang nakal.

“Itu dulu. Tapi sekarang banyak tidak begitu. Karena sudah banyak diler. Mereka kompetitif jual motor karena kejar target dan takut stok numpuk,” jelas Andy ‘Akong’, juragan diler Suzuki Puma, di Denpasar-Bali, Jakarta dan Lampung.

Jadi, sebenarnya diler gak nakal. Tapi memang, jual secara kredit lebih nguntungin diler. Sebab, “Biasanya ada subsidi dari leasing untuk pembelian kredit,” jelas Christhomas Oklen, dari diler Kawasaki Junior Motor Sport di Cibinong, Bogor.

Lagipula, “Meski kredit, kita ada jaminan dari leasing. Asuransi. Diler untung, konsumen juga aman,” bilang Vincent Apandi, diler Yamaha Eka Kencana Putra di Medan, Sumatera Utara.

Tapi, pada intinya, biasanya diler lebih mengutamakan pembelian kredit. Terutama untuk motor-motor yang laku. Misalnya, Yamaha Xeon 125, Jupiter, Honda Scoopy, Supra, Kawasaki Ninja, atau Suzuki Satria F-150.

Kalo dilihat dari sisi diler, tindakan mereka wajar. Sebab, seperti diakui Andy, Christhomas dan Vincent, keuntungan menjual dengan cara kredit lebih besar. jadi, jangan kaget kalau diler mengarahkan cara pembelian mencicil.

Nah, karena sudah tau itu, kudunya kita sebagai konsumen punya posisi tawar lebih baik. Lagipula, menurut ketiga orang tadi, biasanya diler mengembalikan lagi keuntungan tadi ke konsumen.

“Kita kasih diskon lebih untuk pembelian kredit,” jujur mereka. “Malah, kadang kita beri merchandise atau souvenir tambahan,” imbuh mereka lagi.

Tuh, kan! Jadi, kalau memang niat beli kredit, jangan lupa tanya diskon dan souvenir hadiahnya lagin.

Yang apes kalau beli ke channel alias pedagang motor yang jadi perpanjangan tangan dari diler. Karena mereka sudah tangan kedua, pasti untungnya lebih kecil dari diler. Makanya, mereka akan memaksa untuk beli kredit. Tentu agar mereka mendapatkan tambahan dari leasing.

“Kadang juga, untuk pembeli cash, channel nakal jual dengan harga lebih mahal. Itu biasa, karena mereka memang cari duit. Bukan cari pelanggan,” jelas Vincent.

Meski begitu, seandainya kita mau beli tunai juga ada triknya. Biasanya dengan pancingan bahwa di diler lain kasih diskon atau hadiah. Atau, dengan cara agak bohong. Bilang aja pertamanya mau beli kredit. Ntar kalau barang sudah dibilang ada, baru deh tuntaskan dengan tunai.

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 01:11 PM
SERBUAN KOMPONEN ASPAL




http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6202prj-%28stand-yamaha-%29---endro.jpg


Kasihan sekali nasib pemilik motor. Ancaman kesehatan dan nyawa pastinya selalu membidik pengendara saat ngegas. Tapi bukan cuma itu, ada ancaman lain yang bakal bikin rugi jangka panjang buat motor kesayangan. Serbuan komponen dan pelumas palsu bertebaran di bengkel sekitar kita.

Perkiraan, sekali lagi ini baru perkiraan, komponen tiruan dari spare-parts genuine 10%-20% dari peredaran aslinya. “Di busi mendekati angka itu. Peredaran paling banyak ada di Jakarta. Namun sekarang bisa kita minimalisir,” ungkap Widodo Eko Rijanto, Direktur PT Astra Otoparts (AO), Tbk, Jakarta. AO membawahi produsen busi Denso di Indonesia.

Ayo pakai perhitungan asli dan palsu dengan persentase 20 persen. Seandainya busi asli ada 10 biji berarti 2 unit busi yang palsu. Kalau begitu, siap-siap aja setiap 10 pengendar yang beli busi, dipastiakn ada dua yang imitasi.

Dahsyat, kan seandainya hitungan sudah jutaan komponen asli bisa puluhan ribut komponen palsu didapat konsumen. Itu hitungannya baru busi. Di AO yang banyak membawahi produksi komponen, kayak rantai, bearing, klep, sampai aki, paling banyak dipalsukan busi. Angka segitu sih enggak bikin kaget. 20 persen spare-parts palsu yang beredar dari total peredaran komponen asli bisa dialami siapa saja. “Kita sendiri pernah mengalaminya. 15 persen bearing yang palsu dari total peredaran produk kita yang asli,” ujar Priyono, Business Development Head PT. SKF Indonesia, Cakung, Jakarta Timur.

Masih beruntung SKF sudah bisa meredam pemalsuan produknya setelah menggunakan teknologi printing hologram. Teknologi ini resmi dipakai di BIN (Badan Intelejen Nasional). Dengan biaya yang cukup besar, SKF bisa membendung pemalsuan. “Semenjak itu sudah jauh berkurang pemalsuan produk kami,” sambung Priyono lagi.

Parahnya, komponen palsu yang beredar masuk kategori suku cadang sembako atau komponen fast moving. Kebutuhan fast moving kudu dipenuhi waktu motor masuk penggunaan maskimal km 5.000. “Parahnya, ada kedapatan di pedagang jumlah yang palsu setengah dari yang asli dalam satu kardus,” tambah Sagali Budi Setiawan, Sales Manager PT. Federal Karyatama (FK), Jakarta, produsen pelumas Federal Oil, Jakarta.

Wah, ini lebih gila lagi. Pemalsu menggabungkan produknya dengan yang asli dalam satu tempat. Seandainya ada 12 oli di dalam satu kotak atau 20 busi di satu kotak maka setengahnya bisa dipastikan sudah diselipkan yang palsu.

“Itu yang susah dilacak. Pedagangnya enggak tahu karena biasanya barang terima dari sales yang datang ke bengkel,” beber salah satu pihak dari produsen kampas rem di Karawang, Jawa Barat.

“Resmi cuma genuine part. Enggak ada tuh KW1 atau KW2 yang itu kami anggap palsunya,” tegas Freddyanto Basuki, Promotion Manager PT. Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Jakarta Timur.

Tuh dengar, produsen motor sendiri resmi bilang pilihan konsumen yang ada genuine part. Komponen genuine yang direkomendasi atau yang resmi ditunjuk produsen motor. Pastinya menggunakan merek motor dan sudah ada kode part berdasarkan tipenya.

Lanjut! Di luar genuine cuma ada aftermarket alias merek di luar genuine part. Tapi, di pasaran beredar komponen KW atau kependekan dari kualitas. Suku cadang KW bisa beragam dari KW satu sampai KW tiga.

Komponen KW dianggap suku cadang yang kondisinya di bawah OEM. Ada yang tanpa kotak dan ada juga enggak dibungkus plastik. Pedagang bilang suku cadang ini sama saja dengan yang asli, tapi tanpa kemasan seperti genuine part.

Darmady Tjuatja, Chief Operating Officer pabrikan TVS di Indonesia juga mengatakan, untuk part orisinal di jaringan dipastikan tidak akan ada oplosan. “Sebab, sangat berisiko bagi dealer atau bengkel yang bermain-main,” jelasnya.

Namun demikian untuk menghindari terjadinya pemalsuan, pabrikan biasanya telah mengeluarkan komponen lapis berikutnya yang tetap berkualitas namun standar agak sedikit dikurangi dibanding OEM. Tapi itu masih asli. Ingat dengan value line-nya AHM.

Sedihnya walau produk palsu sudah dekat sekali dengan lingkungan biker, namun hukum masih berpihak dengan si pemalsu. Maksudnya, si pemalsu masih bisa lenggang kangkung walau terbukti pemalsuan. “Kami dua kali kalah di pengadilan. Padahal, buktii pemalsuan sudah diserahkan. Pemalsu beredar seenaknya tanpa tersentuh hukum,” beber salah satu pihak produsen pelumas di Jakarta.

SUSAH DIDETEKSI MEKANIK

Barang atau komponen laku keras dan perputarannya cepat, nggak heran jika dilengkapi produk palsu, aftermarket, imitasi atau KW1, dan KW2. “Contohnya kampas rem depan-belakang, kampas kopling, oli, filter oli dan udara, busi juga bearing,” ujar Ronni Panggabean mekanik Pandawa Motor.

Namun dari sekian banyak produk yang disebut kan di atas, komponen paling cepat dan banyak dipalsukan adalah kampas rem, oli dan busi. Sedang untuk yang lain, musti ada palsunya, tapi cenderung diisi part aftermarket.

“Disebut part palsu karena isi produk dan kemasannya menyerupai komponen asli atau (OEM). Orang awam bakal sulit membedakan kecuali punya alat pendeteksi atau paham karakter isi dan kemasan,” lanjut mekanik di Jl. Bangka Raya, No. 1, Mampang, Jakarta Selatan.

Sedang part aftermarket biasanya mirip asli namun memiliki kualitas lebih baik dari orisinal. Dan menggunakan merek dagang tersendiri. Contohnya TDR, Kawahara, Kitaco atau Daytona.

Untuk mendeteksi komponen palsu meski caranya agak sulit. Saran Jimmy Hamdani mekanik Schnell Motorsport di Jl. Tubagus Angke, No. 38, Jakarta Barat, agar lebih waspada ketika pilih produk fast moving terutama yang penjualannya lagi laris.

“Misalkan oli. Kalau mau repot sedikit, biasanya bisa terlihat dari kode nomor print produk di botol dan karton. Kalau kode di semua botol dan karton sama, itu bisa dipastikan asli,” imbuh Jimmy.

Ciri lainnya adalah barcode di botol atau kemasan part. Yang palsu biasanya nggak bisa dibaca waktu scan pas bayar walau gambarnya sama. Dan part palsu paling mudah dilacak kalau warna kemasan, isi atau kode yang ada beda jauh sama aslinya. “Maka biar nggak salah, saat membeli part OEM pastikan dulu semua ciri yang ada,” pesan Jimmy yang pernah jadi mekanik Suzuki.

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 01:13 PM
LEBIH PUTIH DAN LEBIH BERESIKO



http://www.motorplus-online.com/uploads/article/6012hal13_karbucina1.jpghttp://www.motorplus-online.com/uploads/article/6013hal13_karbucina2.jpghttp://www.motorplus-online.com/uploads/article/6014hal13_karbucina3.jpg



Karburator yang ditiru oleh produsen Cina, awalnya hanya pada karbu motor bebek. Bahkan sebelumnya, mereka juga tidak berani langsung kasih merek Keihin atau Mikuni.

Namun kini karburator yang banyak dipakai untuk kompetisi, nasibnya juga sama. Semua bentuknya dijiplak. Termasuk merek yang ditulis terang-terangan.

Awalnya yang ditiru yaitu karburator Keihin PE 28. Bahkan karburator yang aslinya untuk Honda NSR150 SP ini hadir dalam banyak versi. “Macam atau versi karbu 28 ini ada 4,” jelas Ocin Mulyanto, bos toko Anugerah Motor.

Macamnya mulai dari KW3, KW2, KW1, versi Thailand dan asli Keihin. Duh, banyak sekali ya?

KW3 adalah sebutan karburator buatan Cina. Mutunya paling rendah dibanding jenis lainnya. Cirinya bodi karbu berwarna terang, jarum skep punya ulir untuk diseting dan finishing bodi rada kasar.

Karbu KW3 ini kebanyakan beredar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di komunitas pemakai Facebook yang hobi motor pasti enggak aneh. Kerap dijajakan dengan harga miring.

Di Facebook ditawarkan dengan harga Rp 320-350 ribu. Konon pedagangnya hanya bermodal Rp 280 ribu. Bahkan dari bisik-bisik pedagang di seputaran Kebon Jeruk 3 dan 9, Kota, Jakbar, modal aslinya bermain di angka 180 ribu. Itu kalau belinya minimal 1.000 piece.

Tapi, karbu buatan Cina kalau kita dapat dengan harga murah sebenarnya tidak masalah. Itu bagi yang mau irit dan mau susah seting. Paling sial tidak bisa diajak langsam.

Bagi pemakai motor harian yang tidak perfect sekali sebenarnya tidak masalah. Tapi, kalau dipakai untuk balap jelas malah jadi tidak pede.

Nah, karbu KW3 ini juga bukan hanya PE yang dijajakan. Keihin PWL 28 juga sudah banyak beredar. Karburator yang aslinya untuk Kawasaki Ninja 150 ini juga cirinya sama dengan PE.

Paling mencolok dari warnanya yang lebih putih atau lebih terang. Finishing kurang rapi di skep. Rada kasar dan seperti lapisan krom yang mudah lepas. Harga di pasaran bisa dijual Rp 450 ribu. Padahal modal pedegenya sama dengan Keihin PE 28 yang KW3 itu. Mungkin karena baru muncul masih dijual mahal. Nanti juga kalau sudah lama banderolnya pasti akan turun. Bisa Rp 320-350 ribu.

Memang sih ketimbang beli yang asli mahalnya bukan main. Jadi, karbu Cina bisa jadi solusi bagi yang mau murah. Tapi, tentu ada risikonya.

MURAH MERIAH

Bagi yang memburu karburator PE murah meriah sebenarnya ada. Yang direkomendasi bengkel korek pilihan tentu yang KW1. Jenis ini biasa disebut sebagai PE buatan Thailand. Meski bukan aseli dari Honda Thailand atau bukan buatan Jepang asli, tapi banyak dipakai balap.

Ciri fisiknya bodi karbu berwarna gelap, jarum skep tidak memiliki ulir setelan dengan finishing rapi. Biasa dijual tanpa kemasan atau hanya dibungkus plastik transparan. Harga yang dipasang ada di rentang Rp 500-600 ribuan.

Kalau mau bagus harus dikawinkan dengan nosel karburator PWK. Berikut spuyernya juga. Pilihan spuyer untuk setingnya juga tidak ribet. Bisa menggunakan pilot atau main-jet Kawasaki Ninja atau Honda Tiger.

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 01:16 PM
HARGA MURAH KUALITAS PAYAH




http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5888busi-palsu-yudi-1.jpghttp://www.motorplus-online.com/uploads/article/5889busi-palsu-yudi-2.jpg


Dalam setahun, kebutuhan busi di Indonesia mencapai 30 juta unit. Tidak heran jika ini membuat air liur para importir mengalir. Ini terlihat dari peningkatan jumlah masuknya busi Cina ke Indonesia.

Dari data yang masuk di 2008, terdapat sedikitnya 2,6 juta US Dollar transaksi impor busi yang masuk. Dan di 2009, melonjak 4,3 juta US Dollar. Sungguh peningkatan yang luar biasa. Dan saat ini, lebih dari 48 merek busi Cina beredar di Indonesia.

Bukan hanya jumlah, margin keuntungan yang ditawarkan busi cungkok pun menggiurkan toko dan pengecer. Dari penelusuran Em-Plus, busi Cina bisa dibeli hanya dengan Rp 3.000-4.000 ribu di kelas agen. Setelah itu, “Dijual ke konsumen dengan harga Rp 8 ribu,” ujar Didik Riyadi, mekanik tinggal di Surabaya.

Lalu bagaimana dengan konsumen? Apakah kualitas busi ini setera dengan uang yang dibelanjakan? Mengingat harga busi Cina tidak terpaut jauh dengan busi branded. “Busi NGK, Denso maupun Champion dijual di Rp 12 ribuan,” tambah Jalal, pebengkel tinggal di Tangerang.

Tim Em-Plus coba menguji kulitas busi Cina. Dari 48 merek yang ada, kami mengambil 8 sampel busi Cina mulai yang termahal (Rp 17 ribu) hingga termurah (Rp 7.500). Busi yang dipilih adalah tipe busi standar dan tipe R yang mengandung resistor. Tes pertama adalah mendeteksi kebocoran. Busi tidak boleh bocor. Saat di silinder head, harus tahan dikompressi oleh piston hingga 20 ribu kg.f dengan suhu mesin hingga 300 derajat celcius.

Kami pun mencoba kebocoran dengan leak test. Di dalam leak test ini, busi diletakkan pada besi yang disekrup. Setelah itu, dikompres dengan tekanan 20 ribu kg.f dan dialiri suhu 300° celcius. Suhu ini dibiarkan selama 15 menit. Hal ini untuk mendekatkan busi di habitat yang sebenarnya. Tepatnya di dalam mesin dan dipakai riding berjam-jam.

Tapi, itu terlalu ekstrem, makanya kami hanya mencoba dengan 1 menit saja. Hasilnya, semua sampel yang kami coba tidak lolos di tes ini. Bahkan hanya dengan tes kompresi, sudah menunjukkan kebocoran pada ring talc. Yaitu sambungan antara housing dan keramik isolasi. Kondisi ini lebih parah ketika ditambah panas. Housing atau bagian busi yang ada deratnya, langsung terlepas.

Terbayang gimana jadinya jika terjadi di mesin motor sobat. Bagian busi yang nempel di cop busi atau keramik, mungkin hanya akan terlempar keluar dari cop busi. Tapi, bagian housing akan masuk ke dalam silinder head dan dihajar piston. Bisa terbayang, berapa parah kerusakan di dalam mesin mtor.

RESISTOR TAK BERFUNGSI OPTIMAL

Sampel busi yang diimbuhi huruf R pertanda dilengkapi resistor (hambatan) digunakan pada motor yang terapkan spidometer digital. Agar imbas listrik busi tidak menyebar terhadap peranti digital. Diuji menggunakan ohm meter. Berapakah tahanan yang dipasang dari busi itu untukmenanggulangi kebocoran listriknya. Dari 4 sampel busi Cina yang diites, 3 di antaranya tahanannya bekisar tertinggi 8 ohm. Bahkan ada yang cuma 3 ohm.

“Padahal, nilai tahanan bila cuma sebatas di angka ohm, tidak sanggup menanggulangi kebocoran listrik. Batas minimal haruslah 3 kilo ohm,” tegas tester yang ogah disebut namanya. Ini artinya, label R yang ada pada busi Cina bisa disebut cuma hiasan. Karena resistor tak fungsi. Hanya satu busi Cina yang angkanya 3,23 kilo ohm. Sedang busi Jepang bisa mencapai 4,6 kilo ohm.

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 01:18 PM
HARGA DALEMAN CVT



http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5883hal15_lead_gt.jpg


Memilih skubek juga harus memikirkan jangka panjangnya. Jadi, tidak melulu murah di awal dan mahal belakangan.

Kalau di skubek, harga komponen daleman CVT yang bisa dibandingkan. Sebab, biasanya pemilik motor matik bakal berteriak ketika komponen CVT harus diganti. Teriak minta tolong karena harganya lumayan tinggi.

Supaya lengkap mari bandingkan banderol komponen fast dan slow moving. Part fast moving kemampuannya sangat terbatas pada jarak tempuh atau pemakain yang lebih cepat. Seperti contoh roller atau v-belt yang disarankan harus lakukan penggantian setiap tunggangan sudah menempuh jarak 10.000 km atau lebih 1 tahun.

Selain itu kudu lihat harga komponen slow moving. Kerusakan part terlacak dari tingkat keausan yang menyebabkan perubahan bentuk. Ya, misalnya rumah roller bakal lebih lama diganti baru ketimbang rollernya sendiri. Sebab memang kondisi dan kemampuan komponen yang dirancang tahan gesek juga tekanan.

Selain itu wajib tahu juga daleman CVT yang bisa saling tukar antar merek motor. Contoh kampas kopling. Kampas kopling ganda milik Honda BeAT. Banyak dipakai untuk merek lain.

Banyak pemilik Mio pasang kampas kopling BeAT. Alasannya karena lebih awet dan bagus untuk akselerasi karena lebih panjang,” ungkap Sugeng dari Cineng Motor di Batas, Kreo, Ciledug, Tangerang.

Selain lebih kuat, harga kampas kopling BeAT juga lebih murah. Kalau tidak percaya, lihat saja harganya di tabel atas. Lengkap kan?

KAMPAS KOPLING
Honda Vario : Rp 220.000
Honda BeAT : Rp 110.000
Honda Scoopy : Rp 110.000
Suzuki Spin 125 : Rp 225.000
Suzuki Skydrive 125 : Rp 225.000
Suzuki Skywave 125 : Rp 225.000
Yamaha Mio : Rp 233.000
Yamaha Nouvo : Rp 312.000
Yamaha Xeon 125 : Rp 209.000

GIGI RASIO
Honda Vario : Rp 149.000
Honda BeAT : Rp 149.000
Honda Scoopy : Rp 149.000
Suzuki Spin 125 : Rp 176.800
Suzuki Skydrive 125 : Rp 140.800
Suzuki Skywave 125 : Rp 140.800
Yamaha Mio : Rp 153.000
Yamaha Nouvo : Rp 243.000

RUMAH ROLLER
Honda Vario : Rp 60.000
Honda BeAT : Rp 54.000
Honda Scoopy : Rp 54.000
Suzuki Spin 125 : Rp 105.000
Suzuki Skydrive 125 : Rp 105.000
Suzuki Skywave 125 : Rp 105.000
Yamaha Mio : Rp 57.000
Yamaha Nouvo : Rp 57.000
Yamaha Xeon 125 : Rp 60.000

PER CVT
Honda Vario : Rp 19.000
Honda BeAT : Rp 22.500
Honda Scoopy : Rp 22.500
Suzuki Spin 125 : Rp 12.800
Suzuki Skydrive 125 : Rp 12.800
Suzuki Skywave 125 : Rp 12.800
Yamaha Mio : Rp 39.000
Yamaha Nouvo : Rp 66.000
Yamaha Xeon 125 : Rp 22.000

PULI KIPAS
Honda Vario : Rp 161.000
Honda BeAT : Rp 110.000
Honda Scoopy : Rp 110.000
Suzuki Spin 125 : Rp 55.000
Suzuki Skydrive 125 : Rp 55.000
Suzuki Skywave 125 : Rp 55.000
Yamaha Mio : Rp 18.000
Yamaha Nouvo : Rp 21.000
Yamaha Xeon 125 : Rp 19.000

MANGKUK KOPLING
Honda Vario : Rp 90.000
Honda BeAT : Rp 70.000
Honda Scoopy : Rp 70.000
Suzuki Spin 125 : Rp 82.000
Suzuki Skydrive 125 : Rp 82.000
Suzuki Skywave 125 : Rp 82.000
Yamaha Mio : Rp 165.000
Yamaha Nouvo : Rp 277.000
Yamaha Xeon 125 : Rp 86.000

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 01:35 PM
TAMBAH Rp 1 JUTAAN BEDA RASA?



http://www.motorplus-online.com/uploads/article/575001.jpghttp://www.motorplus-online.com/uploads/article/575102.jpg



Yamaha Scorpio Z dilego on the road di kisaran Rp 22, 5 juta. Nah, New Scorpio Z dibanderol di kisaran Rp 23,5 juta. Kalau begitu, perubahan desain dan teknologi meminta tambahan ke calon penunggang New Scorpio Rp 1 jutaan. Pastinya konsumen akan memilih New Scorpio karena Scorpio Z sendiri memang sudah tidak akan diproduksi lagi. Enggak ada pilihan!

Jelas kelihatan di bagian tangki dan bodi. Tangki dirancang lebih kekar dan besar dari Scorpio Z. “Kita ambi dari Yamaha MT-01. Konsepnya cocok buat diadaptasi di New Scorpio Z,” beber M. Abidin, Technical Service Manager PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

Tapi, kapasitas tangki berkurang dari 13,5 liter di Scorpio Z menjadi 13 liter buat New Scorpio Z. Desain tangki yang baru juga sudah diimbangi bentuk bodi yang enggak flat. Badan di bawah jok New Scorpio Z meruncing ke samping kalau dilihat dari belakang.

Meski ada perubahan di tangki dan bodi enggak bikin perubahan pada dimensi panjang-lebar-tinggi (mm) kalau dibandingkan dengan Scorpio Z. “Tapi, ubahan sedikit di Ekarangka karena penyesuaian tangki dan bodi,” tambah Abidin yang berkantor di Cakung, Jakarta Timur itu.

Makanya, waktu awak MOTOR Plus yang memiliki tinggi 178 cm, menjajal New Scorpio Z hanya sedikit ada kesan berubah. Perubahannya di riding style. Pijakan kaki ke tanah saat berhenti lebih menapak! Perubahan di setang pun jelas banget sedikit lebih rendah dibanding Scorpio Z.

Tambahan lagi, lampu dibentuk seperti punya Yamaha FZ8, penerang belakang pakai LED, bungkus body muffler baru yang berkesan seperti moge, dan panel spidometer dirancang triple.

Sepertinya terasa berbeda ketika berkendara dan melirik panel spidometer. Meski masih aplikasi model analog, tapi semua indikator bisa terbaca sempurna. Baik itu rpm mesin, kecepatan juga indikator bensin.

Jarum bensin posisinya di tengah panel. Posisinya sangat jelas dilihat dengan jarum yang bergerak kiri-kanan. Bukan model jarum panel bensin naik-turun yang dimensinya kecil untuk dilihat sepintas.

Tapi agak sedikit disayangkan! Meski sok belakang mampu meredam setiap kejut yang terjadi, tapi ketika dipakai berboncengan, bodi belakang turun agak jauh. Ini tak berbeda dengan Scorpio terdahulu!

Makanya tambahan Rp 1 jutaan enggak bikin perubahan di sektor mesin. Malah, torsi dan power maksimum turun. Torsi maksimum Scorpio Z 1,86 kgf.m/6.500 rpm, sedangkan momen puntir New Scorpio Z 1,78 kgf.m/6.500 rpm. Power maksimum Scorpio Z ada di 19 PS/8,000 rpm dan New Scorpio Z di 18,2 PS/8.000 rpm.

Tinggal konsumen yang menghitung apa yang didapat dari perubahan dan kenaikan Rp 1 jutaan untuk New Scorpio Z.

KARBU PP

Maksud karburator PP bukan pulang pergi. Melainkan tipe karbu sudah menerapkan push and pull. Karburator Mikuni BS30 sudah menerapkan push and pull untuk New Scorpio Z. Artinya, push and pull kabel gas yang mengerakkan naik-turun skep dibikin bercabang. Aplikasi ini persis dengan karbu Yamaha Xeon 125. “Supaya respon bukaan gas lebih cepat,” ujar Abidin.

Aplikasi push and pull memang berkesan lebih terasa berbeda. Saat dijajal begitu terasa menyentak! Makin terasa ketika New Scorpio Z kelir putih ini diajak mengangkat roda depan dengan perseniling dua. Tidak perlu puntiran grip gas berlebih! Brrreemmm.....

carlos_roy_fajarta
02-12-2010, 01:55 PM
DUEL STREETFIGHTER 150 CC





http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5516ilustrasi.jpg






Meski salah satu dari dua varian sport ini belum resmi mengaspal di Tanah Air, tapi tidak ada salahnya melirik keunggulan masing-masing tipe. Yup, Honda New MegaPro yang sudah bisa lebih dulu ditimang biker Indonesia, bakal bertemu pesaingnya Yamaha Byson yang rencananya bakal dilaunching akhir September atau awal Oktober ini.

Secara keseluruhan fitur dan teknologi yang diusung keduanya bisa membuat bingung sobat biker yang mengimpikan pacuan sport 150 cc. Misalnya, dari sisi engine. Meski New MegaPro dan Byson masuk di kategori sport 150 cc, tapi keduanya punya perbedaan di soal mesin.

Belum lagi, fitur yang diusung. Salah satunya monosok! Yup, Byson dan New MegaPro sama mengusung peredam kejut tunggal buat di lini belakang. Seperti yang sobat biker dambakan selama ini. Tapi sesungguhnya, sok yang diaplikasi juga punya model berbeda. Biar lebih seru, yuk lihat apa aja kelebihan masing-masing varian!





SOK DEPAN



http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5517adu-fitur-01.jpg



Untuk mendukung konsep yang dituangkan ke pacuan, YMKI menyandingkan sok berdiameter besar sebagai peredam kejut depan. Meski masih mengusung tipe sok teleskopik, tapi dengan diameter sok yang 43 mm tentu bisa bikin tampilan Byson jadi lebih gagah. Ini sesuai dengan konsep macho yang diusung si Byson.

Berbeda dengan New MegaPro lho. Pacuan terbaru PT Astra Honda Motor (AHM) ini, memiliki diameter sok lebih kecil ketimbang pesaingnya. Malah, part peredam kejut di bagian haluan itu terasa hilang di antara besarnya cover lampu depan yang modern dan shroud alias cover pemanis tangki. Begitunya diameter sok yang kecil tak membuat handling berubah, tetap mantap bermanuver.






MESIN


http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5518adu-fitur-02.jpg




Meski Byson dan New MegaPro masuk dalam kategori sport 150 cc, tapi sesungguhnya keduanya punya perbedaan isi silinder. New MegaPro dengan kombinasi piston 57,3 mm x stroke 57,8 mm, membuat varian ini bermain di angka 149,2 cc. Sedang Byson dengan bore 58 mm x stroke 57,9 mm bikin isi silinder jadi 153 cc.

Begitunya dari data yang didapat, keduanya punya tenaga yang tidak jauh beda. New MegaPro punya power 13,7 PS/ 8.500 rpm dan torsi 1,31 kgf.m/ 6.500 rpm. Sedang Byson, 13,73 hp/ 7.500 rpm dan torsi 13,6 N.m/ 6.000 rpm. Besarnya power keduanya juga didukung peran roller rocker arm sebagi pelatuk klep sehingga mampu minimkan gesekan anatar kem dan pelatuk klep.





COVER TANGKI

http://www.astra-honda.com/app/webroot/upload/produk/black.jpg
http://gustomobil.files.wordpress.com/2010/08/yamaha-byson.jpg



Baik Byson atau New MegaPro, mengusung desain tangki ciamik yang mampu mendukung konsep sebagai varian streetfighter. Terlebih, di tangki itu juga dipasang semacam shroud atau kondom alias cover pemanis tangki yang bisa dengan mudah di lepas-pasang. Ini sekaligus memperkuat image streefighter yang diusung.

Jika di New MegaPro shroud dibuat menyatu panjangnya hingga ke bagian blok mesin, di Byson peranti itu dibuat terpisah. Yap! Dari tangki tersedia cover sendiri, kemudian disambung cover lagi mulai dari sisi kepala silinder hingga blok mesin bawah.

Oh ya! Untuk kapasitas tangki, keduanya punya kemiripan volume untuk menampung konsumsi BBM. Yaitu, 12 liter.




REM


http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5519adu-fitur-03.jpg

Kencangnya laju pacuan bisa percuma tanpa didukung peranti ciet alias rem mumpuni. Masing-masing sport pabrikan Negeri Matahari Terbit ini punya keunggulan. Byson, misalnya! Untuk menghentikan dapur pacunya, memiliki piringan cakram yang lebih besar di bagian depan ketimbang New MegaPro.

Diameter cakram Byson yang 267 mm itu dilengkapi dengan kaliper dua piston buat menghentikan laju. Eits, tapi sabar! Buat yang memuja varian New MegaPro, ada kelebihan yang diusung kok. Yaitu, rem disc untuk roda belakang yang tidak dimiliki Byson. Yup, untuk membuat laju roda belakang berhenti, sport 150 cc dari Yamaha itu masih aplikasi model teromol. Sedang New MegaPro lebih pakem dengan model cakram.




KNALPOT

http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5520adu-fitur-04.jpg

Saluran buang di Yamaha Byson, mendukung konsep tampilan motor yang futuristik juga terkesan macho. Ini membuatnya berbeda dari kompetitor yang lebih muncul duluan lho. Ya, Honda New MegaPro. Pihak PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menyebut knalpot ini sebagai Mid Ship Muffler.

Menurut pihak YMKI sendiri, model knalpot seperti ini mengambil konsep dari pacuan Yamaha di Eropa. Yup! Kalau Em-Plus lihat, konsep knalpot ini seperti yang diusung Yamaha FZ1.

Dengan berat 5 kg, bobot distribusi knalpot yang memiliki tabung ini dipusatkan di bagian tengah. Tepatnya di posisi rider duduk. Sehingga, tidak membuat handling berubah banyak saat dipacu di tikungan. Konsep ini bertolak belakang dengan New MegaPro yang aplikasi muffler dengan model satu tabung yang memanjang hingga ke belakang.




BAN LEBAR


Sepertinya ini jadi salah satu nilai jual buat Byson. Karena sport yang aplikasi rangka double cradle ini didukung ban depan 100/80-17 dan belakang 120/70-17. Karet bundar ini membuat Byson tampil lebih gagah.

Selain lebih gagah dan macho, dengan aplikasi ban lebar ini, menikung pun jadi lebih percaya diri. Terlebih, ketika melahap tikungan demi tikungan. Dengan kecepatan tinggi, tapak lebar ban mampu mengambil peran yang sempurna.

Sedang New MegaPro, mengusung lingkar roda 80/100-17 buat ban depan dan 100/80-17 untuk roda belakang. Tapi lagi-lagi, menikung dengan ban itu di New MegaPro pun tidak masalah lho. Kan buat menikung, masih didukung dengan adjustable monosok canggih. He..he..he...




MONOSHOCK

http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5521adu-fitur-05.jpg


Kedua motor batangan alias sport ini sudah mengaplikasi peredam kejut model single alias mono buat sok belakang. Lazimnya, disebut monosok. Tapi, keduanya memiliki kata berbeda untuk penyebutannya. Misalnya, jika Honda tetap dengan monosok, maka Yamaha menyebutnya dengan monocross.

Begitunya untuk desain monosok yang diberikan New MegaPro. Yup! Meski sok Byson bisa diadjust hingga 5 tingkat kekerasan, tapi sok New MegaPro dilengkapi dengan dua mekanisme pegas yang bisa disetel lembut-kerasnya. Akhirnya, pegas bagian atas akan menyesuaikan dengan pegas di bawah. Apalagi, kedua per itu dibedakan dengan warna. So, terlihat lebih sporty tuh!

Namun sistem monocross Byson lebih advance menggunakan link.




SPEEDOMETER

http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5522adu-fitur-06.jpg

Bicara soal panel spidometer, kedua motor laki ini sudah menjunjung tinggi teknologi! Yup! Baik New MegaPro atau Byson sudah mengaplikasi teknologi digital. Tapi untuk New MegaPro, pabrikan berlogo sayap tunggal ini memadukan konsep analog dengan digital. Analog alias jarum untuk takometer, digital untuk indikator kecepatan dan fitur lainnya. Sedang di Byson, semuanya sudah menggunakan digital.

Bicara soal kelengkapan fitur spidometer sendiri, rasanya New MegaPro lebih lengkap. Karena di motor sport yang dibanderol Rp 19,5 juta ini juga dilengkapi indikator jam. Gitu juga soal warna. Dengan layar LCD biru, pengendara dipastikan jadi lebih mudah membacanya.

carlos_roy_fajarta
03-12-2010, 09:31 AM
BIAR NGGAK SALING SIKUT




http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5981jalur-motor-dvd.jpg




Pengguna motor di Bandung boleh angkat jempol dengan program baru kerja bareng Satlantas Poltabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung, dan Puslitbang Jalan dan Jembatan. Yoi, itu loh bikin program Ruang Henti Khusus (RHK) buat motor. Rencana ke depannya di setiap traffic light tertentu yang urgent bakal dibuat RHK.

Dengan RHK ketika berhenti di lampu ‘stop’-an, posisi mobil kudu berhenti di garis paling belakang ruang RHK. Motor jadi ada di paling depan. Makanya, biar tegas dan terlihat jelas, seluruh ruang RHK sengaja dilabur cat merah rada mencolok mata berikut huruf ekstra besar bertulisan RUANG HENTI KHUSUS.

Lumayan, meski program ini baru diluncurkan sekitar sebulan lalu, tepatnya 10 September 2010, tampaknya Sosialisasinya berjalan mulus. “Awalnya, kita kaku dengan kondisi ini. Namun, nyatanya ini bikin nyaman. Kita tidak lagi ‘sikut-sikutan’ dengan mobil,” ungkap Agus Himawan, pengendara Yamaha Mio yang warga Kosambi, Bandung.

Karena baru masih terlihat ada pelanggaran mobil yang tetap masuk ruang RHK. “Masih dimaklumi. Soalnya baru tahap sosialisasi. Kami akan terus menginformasikan soal RHK ini,” kata Aiptu Nasir, petugas jaga di lokasi.

RHK ini memang baru satu. Tepatnya, di empat titik trafic light, jalan yang menghubungkan antara Jl. Ahmad Yani ke arah Jl. Asia Afrika (sebaliknya) berikut dari arah Jl. RE Martadinata menuju Jl. Peta dan Jl. Sukabumi (sebaliknya).

Tempat berhenti ini mampu menampung sekitar 30-50 motor. Luas area panjang sekitar 8 meter dengan lebar 10 meter. Dan, sekitar tiga bulan ke depan lokasi RHK di Bandung nantinya dipastikan bakal terus bertambah. Ya, tampaknya bikin lebih nyaman dan efektif. Karena saat Em-Plus beberapa kali berkunjung ke Taiwan, hampir di setiap perempatan jalan sudah ada RHK.

carlos_roy_fajarta
03-12-2010, 09:33 AM
ATURAN PALING UTAMA




http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5947sim.jpg





Jumlah pelajar SMA yang menggunakan motor memiliki kecenderungan meningkat. Bahkan untuk pelajar di bawahnya yakni SMP pun telah banyak yang menggunakan motor.

Soal skill bisa jadi mereka sudah memiliki kemampuan untuk berkendara. Seperti diutarakan oleh AKBP Ipung Purnomo, Kasat Patwal Polda Metro Jaya. “Ada yang menggunakan untuk keperluan ke sekolah. Atau memakai motor untuk sekadar jalan-jalan. Dari sisi usia rata-rata mereka ada yang belum layak secara hukum untuk mendapatkan SIM C,” papar AKBP Ipung yang menyebut minimal usia 16 tahun untuk SIM C.

Masih ingatkah dengan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan pesinetron Adi Firansyah Desember 2006 silam? Kecelakaan ini merenggut 2 korban, lawan tabrakan Adi adalah bocah berusia 10 tahun. Em-Plus sempat melaporankan kejadian itu. Si anak jelas tak punya SIM.pihak kepolisian mengatakan seandainya si anak tidak meninggal, ia tidak bisa dituntut karena masih di bawah umur.

SIM wajib dimiliki. Dengan SIM mestinya diketahui seseorang memiliki kecakapan. Baik secara ketrampilan berkendara maupun secara emosional. “Karena minimal usia yang boleh membuat SIM dianggap sudah cukup mampu secara emosional,” papar AKBP Ipung.

Untuk itu, tambah, Rio Oktaviano, Ketua Umum Road Safety Association mengatakan keterampilan merupakan hal yang kesekian. yang paling utama adalah tegakkan aturan terlebih dahulu. “Rules is rules.Kalau memang si anak belum layak karena usia ya.. memang tidak diperbolehkan. Setelah aturan kemudian sikap. Baru keterampilan. Saya tidak setuju ada anggapan yang penting keterampilan membawa motor sudah bagus boleh bawa motor ke jalan dibanding punya SIM bawa motornya payah,” katanya.

Ia berharap orang tua dan sekolah agar lebih meningkatkan pengawasan bagi anak-anak di bawah umur yang menggunakan motor. Pendidikan mengenai keselamatan berkendara sejak usia dini mendesak dilakukan.

carlos_roy_fajarta
03-12-2010, 09:36 AM
SEKADAR PATOKAN AGAR SIAP





http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5913biker-dan-hujan-adib-1.jpghttp://www.motorplus-online.com/uploads/article/5914biker-dan-hujan-adib-2.jpg





Dulu kalau ada bulan akhirannya ber... ber... berarti musim hujan. Selebihnya, ya kemarau. Indonesia cuma ada 2 musim itu dan relatif ada kepastian. Tapi kini, cuaca sudah tidak menentu dan sulit diprediksi.

Rihbudiyanto kasubdit cuaca ekstrem BMKG di berbagai media massa bilang kalau cuaca sekarang memang ekstrem dan tak menentu. Dampak dari topan Lanila masih terasa sampai 2011 mendatang.

Tuh makanya sekarang ini hujan sulit diprediksi hingga motoris harus jeli juga membaca tanda alam. Walau tak sepenuhnya akurat, nggak ada salahnya tahu agar dapat gambaran.

Simak visual matahari saat terbenam (barat) dan terbit (timur). Jika melihat cahaya merah saat mentari terbenam dan berpendar di langit berarti adanya udara bertekanan tinggi yang mengumpulkan debu. Arus udara biasanya bergerak dari barat ke timur, maka kesimpulannya udara kering sedang menuju kita.

Sebaliknya jika melihat cahaya merah saat mentari terbit (timur) berarti udara kering sudah lewat diikuti udara bertekanan rendah yang membawa udara lembab.

Sayang, brothers di kota besar jarang melihat pelangi karena polusi udara. Tapi jika kebetulan melihat pelangi di barat artinya cahaya matahari mengenai udara lembab, artinya hujan akan datang. Nah, jka melihat pelangi di timur berarti hujan telah lewat dan hari cerah dan terik akan menemani brothers semua.

“Harus jeli membaca situasi di jalan. Ingat hambatan sebenarnya ada di dalam pikiran kita,” jelas Jefrey Polnaja, peturing ke-72 Negara.

Menurut Jeffrey coba kuatkan indera tubuh! Misalnya penciuman. Jika bunga, tumbuhan, bau tanah dan aroma tumbuh terasa kuat, berarti udara sedang bertekanan rendah dan lembab sebagai ciri datangnya hujan.

Setelah angin dan aroma udara, bolehlah menengok ke atas untuk memperhatikan awan. Perhatikan pergerakan awan berbeda arah. Satu lapis misalnya dari Utara ke Selatan satu lapis lagi dari dari Timur ke Barat. Ini pertanda cuaca buruk akan datang.

Saat pagi ada awan tebal, kemungkinan cuaca buruk akan menghadang. Jika terlihat awan berbentuk pita di langit artinya hampir sama, akan ada cuaca buruk di 36 jam ke depan.

Binatang pun bisa memberikan pertanda. Lihat! jika sekumpulan burung terbang tinggi, artinya cuaca akan cerah. Alasannya, jika tekanan udara menurun, burung akan terbang rendah. Bagi yang tinggal di pesisir pantai, burung Camar berhenti terbang dan berlindung di pantai berarti badai akan datang.

Brother juga bisa melihat perilaku hewan ternak. Sapi misalnya, cenderung berbaring dan berkumpul dengan sesamanya sebelum cuaca buruk atau badai datang. Kucing juga layak disimak. Binatang ini suka menggaruk belakang telinganya sebelum hujan turun. Nah coba deh lebih teliti membaca gejala alam.

carlos_roy_fajarta
03-12-2010, 09:39 AM
Apa Itu Smart SIM?





http://www.motorplus-online.com/uploads/article/4328sim-baru-dvd-1.jpghttp://www.motorplus-online.com/uploads/article/4329sim-baru-gt2.jpg




Sejak dua tahun belakangan ini, kepolisian khususnya Satpas SIM wilayah Metropolitan Jakarta sudah mengenalkan Surat Izin Mengemudi (SIM) cerdas atau Smart SIM. Model SIM baru seperti kartu telepon, dilengkapi chip sebagai penyimpan data pemegangnya.

Jadi, selain berisi data SIM cerdas ini juga berisi poin. Setiap pemegang yang melakukan pelanggaran, poin yang tersimpan di dalam kartu akan berkurang.

SIM cerdas ini akan terus dikembangkan lagi. Nantinya juga akan dilengkapi dengan biaya denda tilang. Maksudnya, chip selain menyimpan data pribadi pemiliknya, juga berisi sejumlah uang sebagai deposit jika pemiliknya melakukan pelanggaran. Sehingga data pelanggaran pun otomatis akan terekam.

Di lapangan, polisi akan dibekali scanner yang mirip mesin gesek ATM. Polisi tidak lagi membawa slip tilang sebagai bukti tilang. “Jika pemiliknya melakukan pelanggaran, polisi tinggal memasukkan data pelanggaran dan menggesek SIM pada scanner. Jumlah denda otomatis terbayar dari deposit di kartu,” sebut AKBP Nelida, Kasie Gakkum Ditlantas Polri saat hadi di seminar yang digelar Em-Plus beberapa waktu lalu.

"Rencananya kartu ini akan diluncurkan pertengahan April 2010," bisik Iptu Robiin, SH, dari Timsus pengaduan Satpas SIM Jakarta Barat. Sampai saat ini Satpas masih melakukan persiapan.

"Masih menjadi pemikiran, berapa jumlah nominal yang harus dibayarkan. Penghitungannya bukan hanya dari kepolisian, tetapi juga dari BRI sebagai mitra kerja," tambah Iptu Robiin.

Jumlah nominal masih jadi pemikiran, karena berhubungan dengan masyarakat banyak. Sampai saat ini biaya pembuatan SIM juga belum dipublikasi. "Tunggu aja nanti," janji Iptu Robiin.

carlos_roy_fajarta
04-12-2010, 09:44 AM
LIFE SKILL EDUCATION


http://asmarantaka.files.wordpress.com/2010/10/pengendara-motor-yang-cewek-banget.jpghttp://sectiocadaveris.files.wordpress.com/2010/08/g2hlbjwz9in2hpavtsgbtwmco1_400.jpg?w=394&h=324


Kini mayoritas anak sekolah pergi dan pulang belajar naik motor. Jadilah mereka daily rider sejati. Tentu dengan segala faktor bahaya yang bakal menghadang.

Logikanya, riding skill mereka wajib diasah, tidak cuma berdasarkan pengalaman dan hasil obrolan di tempat konkow. Klub motor semisal Trabas, TAC, SOG atau beberapa klub lainnya sudah memulai kampanye safety riding di dalam internal klub.

Anggota mereka kebanyakan juga pelajar. ”Dari situ mereka bisa memahami kaidah safety dan diterapkan di kehidupan di luar klub termasuk di sekolahan,” jelas Boy Januar Ariska salah satu founder Scooter Owner Group.

Langkah yang dilakoni klub patut diacungi jempol. Nah di dalam lingkup sekolah sendiri, hal ini patut juga disosialisasikan. Buat beberapa pendidik, safety riding kini memang menjadi isu yang sangat penting.

Ambil contoh yang dilakoni STM Prakarya International berlokasi di di Inhoftank Bandung. Rully Suzeta Spd, R Ade Gumilar, Denny Hendriansyah dan Febriadhy MS, pengajar sekolahan ini menganggap safety riding adalah sebuah persoalan serius.

”Di sini, siswa kami tak hanya dibekali pengetahuan teknik otomotif di antaranya mesin motor tapi juga cara yang aman dan ideal mengendarai motor itu sendiri,” jelas Rully.

Untuk soal ini mereka juga telah membuktikannya lewat menjalin kerja sama dengan pabrikan oli Castrol. ”Mereka menggelar coaching clinic dan simulasi ikhwal safety riding di sekolah ini,” tambah Ade.

Dalam kegiatan ini, semua murid diberi pengetahuan tentang riding skill, perlengkapan aman berkendara yang langsung dari instruktur safety riding professional.

Di sisi lain, praktik riding juga dilakoni dengan metode turing bareng.” Murid-murid sangat senang dan mereka antusias mengikuti turing yang dibuat sekolah. Baru lalu kita jalan ke Ciwidey dan sebelumnya ke Pangandaran.

Sambil menikmati asyiknya turing juga dibekali pemahaman pada mereka soal keamanan di jalanan,” kata Rully. Uniknya, saat kali pertama digelar banyak murid menyangka kalau turing sama dengan balapan.

“Pas bendera start dikibarkan mereka ngebut dan berlomba jadi nomor satu sampai tempat tujuan. Hasilnya banyak yang jatuh. Nah kini kesadaran mereka tentang safety makin besar dan riding skill mereka juga semakin baik,” tutur mereka lagi.

Sebagai pendidik mereka berharap safety riding masuk dalam kurikulum semua sekolah di mana saja. ”Idealnya masuk dalam materi pelajaran life skill education,” tutup mereka.

Setuju!

ANTARA PABRIKAN DAN SEKOLAH

Untuk wilyaha Jakarta-Tangerang, hampir seluruh SMA di kawasan ini telah mengikuti berbagai kegiatan safety riding. Baik itu yang dilakukan atas kerja sama dengan pabrikan motor maupun swadaya sendiri.

Pabrikan Honda dan Yamaha hampir tiap minggu mengadakan kegiatan ini. PT Wahana Makmur Sejati main-dealer Honda wilayah Jakarta-Tangerang misalnya, kerja sama dengan dinas pendidikan Jakarta terus aktif membina pelajar.

Toni Purnama, Safety Riding Dept. Head PT WMS mengatakan pelajar SMA di Jakarta saat ini mayoritas pergi ke sekollah menggunakan motor, untuk itu pihaknya memiliki kepentingan agar para pelajar ini mendapatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai cara berkendara yang benar. “Bahkan kami juga mengadakan kompetisi safety antar pelajar,” tambah pria berkantor di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat ini.

Parameter yang digunakan untuk penilaian terdiri dari beberapa. Di antaranya pelanggaran siswa di dalam area sekolah, pengetahuan mengenai Undang Undang No. 22 tahun 2009, pembangunan prasarana fisik dan lainnya. “Dengan adanya kompetisi ini diharapkan siswa bisa lebih mudah memahami pentingnya keselamatan berkendara,” semangat Toni.

carlos_roy_fajarta
04-12-2010, 09:47 AM
Perilaku Alay Bersepeda Motor


http://sectiocadaveris.files.wordpress.com/2010/08/20090719_031917_z-liar.jpg?w=297&h=234


Ada satu golongan makhluk yang tidak kusukai saat bersepeda motor. Mereka adalah kelompok orang yang sebenarnya belum layak mendapat license di jalan raya. Kenapa? Perilakunya mengemudikan roda dua cukup mengganggu, bahkan membahayakan pengendara lain. Mulai dari penampilan motornya, cara mengemudi, kepatuhan terhadap peraturan, sering tidak menunjukkan ciri seorang pengendara yang bertata krama dan menghargai sesama pengendara lainnya.

Banyak orang menyebut mereka ini sebagai alay nya jalan raya.

Hmm.. aku tidak berniat membahas definisi ‘alay’ secara umum di sini. Silahkan cari sendiri di google, apa yang dimaksud dengan ‘alay’ baik menurut Selo Soemardjan, Koentjara Ningrat atau referensi populer lainnya. Dan orang yang hobi menulis dengan hUruF b3s4R k3c!L n0124k, berfoto dengan bibir monyong, belum tentu tergolong alay di jalan raya

Mari kita mengidentifikasi mereka. Hasil pengamatanku di jalan raya, mereka selalu menunjukkan salah satu/beberapa ciri berikut ini (boleh tidak berurutan):


Mayoritas mereka adalah anak muda tanggung (ini nggak wajib. orang tua juga banyak yang alay)
Motor dihias norak, misalnya: kaki-kaki ceper, lampu rem diganti jadi warna putih atau biru (berbahaya!)
Knalpot berisik, boleh merusak gendang telinga siapa saja.
Tidak ada spion. Kalaupun ada, spionnya dilipat ke dalam alias tidak digunakan.
Jarang pakai helm.
Suka bonceng bertiga hingga berempat. Ironisnya, semuanya nggak pakai helm.
Sering nyelip-nyelip, meliuk-liuk di antara celah kendaraan, walaupun kendaraan tsb sedang bergerak dalam kecepatan tinggi.
Tidak jarang mereka masuk ke jalur berlawanan supaya bisa mendahului.
Setelah mendahului sebuah kendaraan dgn cara selip-selip, mereka menoleh ke belakang seolah mengejek/menantang pengendara yang disalipnya tsb.
Suka teriak-teriak kesetanan. Apalagi kalau boncengan bertiga.
Konvoy rame-rame sampai-sampai pengendara lain harus minggir (padahal bukan pengawal Presiden atau pengiring keranda mayat)
Tidak menyalakan lampu sein kalau belok.
Kalau belok tidak menurunkan kecepatan. Motornya malah dimiringkan lebih dari 45 derajat seperti MotoGP.
Tidak sabaran kalau antre. Suka mengklakson dengan bunyi kodok merintih.
Suka keluar tiba-tiba dari gang kecil, tanpa melihat ada kendaraan yang datang dari jalan besar.
Berhenti sesukanya, bahkan sering tiba-tiba balik arah tanpa mengindahkan ada kendaraan di belakangnya.
Sering adu balapan kalau ketemu saingannya di jalan raya.
Satu tangan memegang stang, tangan yang lainnya dipakai merokok sambil kecepatan tinggi.
Suka menggas-gas di lampu merah. Sering berhenti di depan garis putih, biar jadi nomor satu.
Naik-naik ke trotoar atau separator busway (tidak konsisten di satu jalur).
Kalau berkelompok mereka suka memarkir motornya hingga tengah jalan raya, lalu duduk di atasnya sambil kongko-kongko. Seolah-olah jalan nenek moyangnya.


Pengalamanku sering bertemu dengan alay-alay ini terutama di jalan-jalan yang jarang ada polisinya. Kalau aku lagi bawa motor, mereka sering muncul tiba-tiba dari belakangku lalu melesat seperti dikejar setan. Kadang sambil teriak. Makin malam makin banyak jumlahnya.

Pernah juga saat aku mengendarai mobil di jalan kecil, dan ada perbaikan jalan yang membuat para pengendara harus antre sebentar dengan sabar. Harus menunggu giliran. Saat antre, celah antara mobilku dengan mobil di depanku sangat sempit, dan sangat sulit bagi sebuah motor untuk lewat.

Tiba-tiba saja, dari samping seorang pemuda alay tanpa helm masuk ke celah tesebut, meliuk, dan …dharrr…. menggores spatbor depan mobil Kijangku. Tanpa menunjukkan tanda-tanda merasa bersalah, dia langsung kabur dengan cara menyelip-nyelip di tengah kerumunan. Huh…aku cuma bisa bersabar dan berharap semoga dia ditibakan dengan selamat di tujuannya.

Uniknya, ada anggapan kalau para alay kebanyakan pengguna motor skutik/bebek… Hmm… terus terang aku tidak setuju dengan yang satu ini. Alay adalah masalah perilaku dan tata krama, bukan masalah jenis kendaraannya.

Pernahkah kalian dengan berita tentang gerombolan motor gede (moge) yang berlaku seenaknya di jalan dan mengintimidasi pengendara lain? Menurutku itu termasuk perilaku alay juga.

Sebagai sesama pengendara di jalan raya, terlepas dari jenis kendaraannya, kita harus saling menghargai dan mematuhi aturan-aturan yang ada. Semua ingin sampai di tujuan dengan selamat. Hal-hal kecil, seperti mengganti lampu rem dari merah menjadi biru apalagi kuning adalah contoh perbuatan yang tidak menghargai hak orang lain untuk menjaga keselamatan dirinya. Dan bisa fatal akibatnya.

carlos_roy_fajarta
04-12-2010, 12:31 PM
Suzuki Hayabusa(2008)


http://4.bp.blogspot.com/_h0SHa98VbHY/S8hF3Mt19LI/AAAAAAAAAJI/7uJ5IsUlUeE/s1600/Suzuki+Hayabusa+GSX1300+Red.jpg


As we all know this has to be the most powerful bike in the world.you do not need an introduction if you are a motor bike freak.for those who don’t know here is it,originating in the 1999 ,it’s name is a Japanese translation of the black bird(also the fastest bird in the world) . this bike has recorded 220 miles per hour in 2000 itself , making it the most fastest bike in the world.it’s engine comprises of 1350cc ,4-stroke,4-cylinder,16 valve.





Kawasaki Ninja ZX-14

http://autoshopnew.com/images/manufacturers/2008_ZX14_34.jpg

First invented in November 2006 in north America,the Kawasaki ninja zx-14 received an overwhelming welcome not only in the American market but also the world market.the bike was first exhibited in the Tokyo show in 2005 and released the following year.it was released as a competition to the then “king” Suzuki Hayabusa.it’s engine comprises of 1352 cc four-stroke, liquid-cooled, DOHC, four valve per cylinder, in line-four.it’s maximum speed recorded was 186 miles per hour.




Kawasaki Ninja ZX-10R

http://pdfresh.com/wp-content/uploads/2010/06/Kawasaki-Ninja-ZX-10R-World-Motorcycle.jpg


The second Kawasaki ninja making into the list! originated in late 2004,with some minor changes made in 2005.it was known for fuel-efficiency,low-weight and super strong engine.it’s engine contains 998 cc, 4-stroke, 4-cylinder, liquid-cooled, DOHC, 4 valve cylinder head and 6 speed transmission.it’s maximum speed recorded was 182 miles per hour.





Suzuki GSX-R1000


http://www.raptorsandrockets.com/images/Suzuki/GSXR1000_Phantom_r.jpg


Introduced to the market in 2001 ,this model of Suzuki was known for it’s hidden engine power. it’s engine comprised of 999 cc (61.0 cu in) in line four-cylinder 4-stroke .it’s maximum speed recorded was 178 miles per hour.






Yamaha YZF-R1


http://www.desktopexchange.com/gallery/albums/Yamaha_wallpaper/Yamaha_yzf_r1_07_7.jpg


Introduced by the Yamaha company in 1998 with an genesis engine.there have been serious modifications from 2002 to 2009 .the 2009 model is said to be the best looking but far less performer than the R1 ( 2001)/it’s maximum speed is 177 miles per hour.

carlos_roy_fajarta
05-12-2010, 06:09 AM
Di Amerika, Honda CBR250R Di Jual Mulai Rp 36 Jutaan


http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOBIL/ATPM/2010/Desember/20101203-CBR250Amrik-1.jpg

Sebagai produk global, Honda CBR250R bakal dijual diberbagai negara di dunia dengan basis produksi dari Thailand. Selain Indonesia tahun depan, Honda CBR250R juga akan masuk pasar Amerika dan Eropa.

Di Amerika sendiri, harga juga motor 250cc satu silinder ini sudah dirilis. Padahal di Indonesia, pihak ATPM Honda, PT Astra Honda Motor (AHM) masih bungkam soal harga.

Di Amerika, Honda CBR250R bakal dijual muali 3.999 US Dolar atau sekitar Rp 36 jutaan untuk versi standar tanpa ABS. Sedang yang paling mahal dengan ABS dilepas 4.499 US Dolar atau sekitar Rp 40,5 jutaan.

Selain Amerika Serikat, Canada juga bakal jadi negara tujuan ekspor Honda CBR250R dari Thailand. Di Canada, harganya akan dibuka dari 4.499 CN Dolar atau sekitar Rp 40,3 jutaan untuk versi non ABS dan 4.999 CN Dolar atau sekitar Rp 44,8 jutaan untuk versi ABS.

Sedang di Indonesia sendiri belum ada kepastian harganya. Namun PT AHM memastikan harga jualnya tidak akan lebih mahal dari kompetitornya Kawasaki Ninja 250 yang dijual Rp 46,5 jutaan.

Oiya, sebagai tambahan info. Honda CBR250R adalah sepeda motor Honda dibawah 250cc pertama yang sudah mengaplikasikan Anti-lock Brake System (ABS). Selain itu, motor dengan kapasitas mesin 249cc ini juga sudah dilengkapi dengan fitur Combined Brake System (CBS).

carlos_roy_fajarta
06-12-2010, 09:16 AM
Klarifikasi Kontroversi Bore Up Tiger Hingga 270cc


OTOMOTIFNET - Masih ingat modifikasi Honda Tiger 2005 milik Ahmad Rifai, yang termuat di edisi No.21/XX hal.17? Kala itu disebutkan volume silindernya mencapai 270 cc, karena pakai piston Suzuki Carry berdiameter 75 mm. Sebuah angka yang tergolong ekstrem untuk Tiger.


Maka tak heran jika pada edisi berikutnya banyak yang menanyakan cara pasang, maupun kebenaran data tersebut. Salah satunya dari Nero Speed, “Sangat tidak mungkin memasang piston diameter 75 mm dengan blok standar Tiger. Piston Carry bukan 75 mm, tapi 65 mm,” ujarnya di rubrik Dialog.



http://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/2010/OtoTips/11_november_2010/bedahtiger01-Arseen.jpg
Piston Suzuki Carry hanya 65 mm, sama dengan Tiger oversize 150


http://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/2010/OtoTips/11_november_2010/bedahtiger02-Arseen.jpg
Crank case dibubut maksimal hanya bisa sampai 74,8 mm, amannya hanya pakai boring 74,3 mm


http://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/2010/OtoTips/11_november_2010/bedahtiger03-Arseen.jpg
Dengan dibubut sampai 74,8 mm, dudukan baut tanam kiri belakang pun sudah tergerus


http://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/2010/OtoTips/11_november_2010/bedahtiger04-Arseen.jpg
Jika dihitung, piston yang bisa masuk dengan aman di blok Tiger 71 mm, atau Scorpio oversize 100



Nah untuk mengorek sekaligus membuktikan betul-tidaknya data tersebut, kami pun melakukan investigasi langsung. Tepatnya ke bengkel Tolle Motor (bukan Thole Motor seperti tertulis sebelumnya) milik Bang Tolle, yang ada di Jl. Gang Masjid, Sudimara Timur. Bengkel yang menggarap motor Ahmad Rifai.

Beruntungnya, Bang Tolle yang punya nama asli Wihananto, bersedia dengan senang hati untuk membongkar hasil olah tangannya. Kontroversi pertama mengenai piston. Dengan terus terang Bang Tolle mengakui jika piston Carry bukan 75 mm, “Benar hanya 65 mm,” ungkapnya sekaligus meralat data sebelumnya.

Artinya hanya oversize 150 dari standarnya Tiger (63,5 mm). Nah kalau dihitung, dengan stroke standar (62,2 mm) maka hasilnya hanya 206,3 cc. Pemasangan pun cukup mengorter boring bawaan motor. Ubahan besar justru ada pada piston Carry, mesti dibubut lumayan banyak bagian atasnya, karena jenongnya mencapai 5 mm.

Nah kontroversi selanjutnya, kenapa piston 75 mm susah masuk di blok standar? Hal ini karena posisi baut tanam sangat mepet dengan boring. Jika crank case dibubut maksimal, hanya bisa sampai 74,8 mm. Itu pun dudukan baut kiri belakang sudah tergerus.

Nah dengan diameter 74,8 mm, dikurangi untuk pemuaian sekitar 0,5 mm, maka boring yang bisa masuk maksimal berdiameter luar 74,3 mm. Artinya piston yang masuk dengan aman (menyisakan boring 1,5 mm), hanya 71,3 mm. Akan lebih aman jika maksimal 71 mm, karena sedikit lebih tebal.

Diameter segitu berarti bisa pakai piston Scorpio oversize 100. Volumenya pun jadi 246,1 cc. Namun apakah hanya mentok segitu? Tentu tidak, jika tetap ingin 270 cc bisa kok. “Naikkan stroke-nya, untuk harian bisa sampai 6 mm,” lanjut mekanik yang sudah dikaruniai 2 anak itu.

Jika naik stroke 6 mm, artinya langkah piston jadi 68,2 mm, maka volumenya jadi 269,9 cc, jika dibulatkan 270 cc. Namun langkahnya tentu tak mudah. Pertama harus memilih tukang bubut yang bagus agar kruk as tetap balance. Kedua harus menghitung ulang rasio kompresi, panjang keteng, timing pengapian dan ketebalan paking dan lainnya.

Kesimpulan
Ternyata tetap bisa Tiger jadi 270 cc, namun caranya tak cukup sekadar ganti piston, selain memaksimalkan diameter piston, juga harus menaikkan stroke, berikut ubahan lain agar sempurna.

Tolle Motor: 0856-95057243

carlos_roy_fajarta
06-12-2010, 09:19 AM
Motor Sulit Menyala Pagi Hari? Cek Sistem Bahan Bakar


OTOMOTIFNET - Terutama di pagi hari, menurut beberapa mekanik, yang sering terjadi adalah lantaran tidak bekerja dengan baiknya sistem bahan bakar. Paling kerap dialami yakni aliran bensin ke karburator gak lancar atau bahkan tidak mau ngalir sama sekali.


Tentu kendala itu pasti ada sebabnya dong. Untuk memastikannya, “Yakni dengan memeriksa ada tidaknya aliran bahan bakar pada slang bensin yang terhubung ke karburator,” bilang Budhi Yanto, mekanik Mad Cat’s di kawasan Lenteng Agung, Pasar Minggu.


http://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/2010/OtoTips/11_november_2010/atasikendala01-Arseen.jpghttp://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/2010/OtoTips/11_november_2010/atasikendala02-Arseen.jpghttp://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/2010/OtoTips/11_november_2010/atasikendala03-Arseen.jpghttp://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/2010/OtoTips/11_november_2010/atasikendala04-Arseen.jpg



Langkahnya begini. Parkir motor pakai standar tengah, lalu buka cover bodi yang menutupi karburator. Jika sudah, coba cabut slang bensin yang nancap di karbu. Tapi sebelumnya, untuk motor yang menganut keran bensin konvensional kayak Yamaha RX-King, Honda Grand dan sebagainya, sebaiknya keran diposisikan ‘Off’ lebih dulu.

Bila slang sudah terlepas, coba buka keran bensin tadi dan perhatikan apakah ada bensin yang mengalir atau tidak. Sementara pada motor yang menganut keran bensin otomatis alias model membran kayak Honda Karisma/Supra X125, Yamaha Nouvo, Mio dan sebagainya, Anda kudu melepas slang vakum dari keran yang biasa terpasang di intake manifold. Lalu coba tiup slang vakum itu sembari memperhatikan keluar tidaknya bensin dari slang bensin yang menuju karburator (gbr.1).

Kalau ternyata aliran bensinnya lancar-lancar saja, kemungkinan penyebab mesin mati atau susah hidup pada sistem bahan bakar ini sumbernya ada pada karburator, bukan pada sistem penyalurannya.

“Tapi bila bensin tak mau ngalir atau alirannya kecil, bukan tak mungkin ada penyumbatan di saluran bahan bakarnya. Bisa dari keran bensin, filter bensin atau di tangki bahan bakar,” urai Yanto.

Nah, buat melancarkan kembali, diperiksa satu per satu bagian mana yang jadi biang keroknya. Untuk filter bensin, biasanya dari visual akan kelihatan. Terutama filter bensin yang terbuat dari bahan tembus pandang. Bila tampak sudah terlalu butek, tandanya sudah terlalu banyak kotoran bersarang di dalamnya. Disarakan untuk diganti baru karena umumnya filter tersebut susah dibersihkan.

Tapi jika filter bensin baik-baik saja, atau jika sudah diganti baru namun bensin tetap tidak mau ngalir ke karburator, mau tak mau mesti periksa keran bensinnya. Buat motor yang keran bensinnya menyatu dengan tangki (umumnya pada motor jenis sport), saat membongkar keran bensin, kosongkan isi tangki terlebih dulu.

Hitung-hitung sekalian kuras tangki (gbr.2). Oh iya, kata Yanto, tangki bahan bakar disarankan dikuras setiap 1-2 tahun sekali. Ini untuk mengantisipasi adanya kotoran atau endapan yang dapat menyumbat saluran bahan bakar dari tangki menuju karburator.

Setelah keran dibongkar, cek apakah ada penyumbatan kotoran atau tidak. Mulai dari saringannya hingga lubang-lubang salurannya. Cara membersihkannya bisa disemprot dengan angin bertekanan. Begitu pula pada keran model vakum (gbr.3). Tapi saat penyemprotan saluran-salurannya, mebran kudu dilepas. Karena jika tidak, bisa memyebabkan membrannya sobek.

Untuk keran model vakum ini, selain memeriksa dan membersihkan kemungkinan adanya kotoran pada semua lubang saluran yang ada (lubang vakum maupun bensin), cek juga kondisi membran, per hingga sil pembuka tutup aliran bensinnya (gbr.4).

Umumnya selain terjadi penyumbatan kotoran, ogah mengalirnya bensin bisa juga dikarenakan membran sobek. Kalau sudah begini, mau tau mau mesti ganti keran baru lantaran repair kit-nya tidak dijual ketengan.

carlos_roy_fajarta
08-12-2010, 10:19 PM
TIPS TURING ZERO ACCIDENT





http://www.motorplus-online.com/uploads/article/5398belajar-turing-eka.jpg



Sedikit berkaca dari turing yang dilakukan Honda melalui event Smart Revolution Jouney (SRJ). Event turing yang memakai Revo Techno AT dengan rute Jakarta-Bali dilaksanakan dengan catatan zero accident alias tanpa kecelakaan. Wuihh..., salut, Bro!

Dengan sepuluh rider, mereka mampu menyelesaikan turing yang menempuh jarak sekitar 1.700 km itu. Tetapi apa yang membuatnya tidak sentuh angka kecelakaan ya? Coba kita intip! Setidaknya, langkah ini bisa menjadi panduan bagi sobat bikers yang juga ingin melakukan turing serupa bersama teman-teman klub atau ketika hendak pulkam saat mudik Lebaran tiba nanti.

“Intinya kekompakan, meski kita berbeda klub. Sebelum mulai perjalanan turing, kita sudah berkomitmen untuk menghindari hal yang tidak diinginkan nantinya,” ungkap Adam Nugroho salah satu rider SRJ dari Honda Revo Club.

Salah satu bentuk komitmen yang mereka lakukan adalah disiplin. Mereka pun menjaga displin menjadi dua bagian. Disiplin diri dan juga disiplin acara. Bicara disiplin diri dulu ya!

“Kita coba untuk berkomitmen bahwa setiap waktu yang dilalui itu sangat berharga. Makanya kami gunakan waktu istirahat, ya untuk istirahat,” ujar Adam yang sebelum SRJ hanya melakukan turing terjauh ke Solo, Jawa Tengah aja.

Selain memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, mereka juga tidak ingin memaksakan diri. Ya! Misalnya dalam kondisi fisik yang tidak memadai untuk lakukan turing, maka mereka pun mengakui kondisi kesehatannya kepada kordinator turing atau teman-teman rider lain. Artinya, kalau sakit ya bilang sakit tuh. Mawas diri!

“Kalau tidak sehat tetapi dipaksakan, ya jelas berbahaya. Selain berbahaya bagi diri sendiri, juga orang sekitar,” tambah Toni dari Honda Supra Jakarta. Maklum! Faktor kecelakaan di jalan itu bisa disebabkan dari diri sendiri atau bisa juga dari lingkungan.

Oh ya, tidak hanya kapten atau sweeper aja yang terus memantau kondisi rombongan. “Setiap rider juga berperan memberitahu kondisi rider di sebelah atau depan-belakang jika ada sesuatu yang diluar kebiasaan,” tutup Adam.

Sip!

carlos_roy_fajarta
09-12-2010, 10:30 PM
Mengenal & Merawat Kaca Helm


http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2010/Desember/20101202RawatHelm_Lead.jpghttp://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2010/Desember/20101202RawatHelm_Lead1.jpg


OTOMOTIFNET - Helm adalah peranti keselamatan mutlak bagi pengguna motor. Di bagian itu terdapat kaca helm (gbr.1). Komponen boleh dibilang merupakan bagian ‘terbuka' karena bisa tembus pandang dan seolah-olah menjadi mata pengendara ketika menggunakan si pelindung kepala tersebut.

Supaya bisa memperhatikan pandangan ke depan dengan jelas, tentu kaca helm dirawat dan diperhatikan kondisinya agar selalu fit. "Kaca helm ini bermacam-macam, mulai bening, kemudian smoked, kehijauan serta berefek titanium," ujar Eka Satria, dari Motoritz di kawasan Jl. Mahakam, Jaksel.

Memang, bermacam-macam jenis ‘kaca' yang sebenarnya terbuat dari polycarbonat ini, disesuaikan dengan kondisi saat perjalanan dilakukan. "Untuk yang berwarna, dipakai siang hari, karena berfungsi sebagai penahan sinar matahari agar tidak silau, sementara untuk malam pilih kaca helm bening," ungkapnya.

Sementara ada lagi helm yang menggunakan double visor (gbr.2), selain menggunakan kaca bening, di dalamnya ada lagi pelindung sinar yang mirip kacamata hitam, agar menahan teriknya sinar matahari.

Memang, peranti ini mungkin bisa rusak sehingga perlu penggantian, lantas seperti apa penggantinya? "Sebaiknya gunakan kaca helm orisinal, agar sesuai dengan bentuk dan kualitas yang diberikan produsen helmnya," tutur Johanes Cokrodiharjo, Marketing Director, PT Danapersadaraya Motor Industry, produsen helm NHK.

Baik Johanes maupun Eka, sama-sama menganjurkan untuk menggunakan produk asli, karena pembuatannya melalui proses yang sudah teruji. "Seperti pengetesan soal kualitas menggunakan alat dari pabrikan, berupa optical test," terang Eka, soal helm Nolan, salah satu helm yang dipasarkan Motoritz.


"Pemasangannya pun tentu lebih mudah karena sudah sesuai dengan komponen lain di helmnya, misal pengait kaca helm itu sendiri," timpal Johannes. Ada hal lain kenapa pemilihan kaca helm ini cukup penting.

Selain kemudahan pemasangan, juga perlu diperhatikan bahwa kaca tersebut sudah melalui pengujian dalam pembuatan. Misalkan, dengan bentuk kaca helm yang cembung, berbagai benda di depan tak boleh berubah bentuk saat terlihat mata. Begitu pun saat terkena sinar, pandangan tidak boleh terpengaruh.

Lantas, bagaimana merawatnya? Karena berhubungan dengan pandangan dan kondisi jalan, tentu perlu kualitas kaca helm sempurna. "Sering-seringlah dibersihkan, jika terlalu kotor disiram dengan air dan sabun (gbr.3), lalu keringkan," ungkap Johannes. Hal yang diamini oleh Eka, yang menyarankan dibersihan dengan air dan sabun atau shampo menjadi cara yang efektif.

Ketika disinggung apakah ada waktu kedaluarsa untuk kaca helm? Keduanya menyatakan tidak ada, selama tidak terjadi kerusakan seperti tergores atau retak. "Mengikuti umur helmnya saja," tutur Eka. Rata-rata helm berusia sekitar 5 tahun pemakaian.

carlos_roy_fajarta
10-12-2010, 02:13 PM
Agar Yamaha Mio Enggak Gerah Lagi, Yuk Pasang Oil Cooler


http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2010/November/20101126OilCoolerMio_Lead.jpg



OTOMOTIFNET - Oli mesin selain berfungsi sebagai pelumas, juga ikut membantu mendinginkan dapur pacu. Makanya pada motor berpendingin udara, ada beberapa produk yang diberi tambahan oil cooler oleh pabrikannya guna mengantisipasi mesin cepat kegerahan. Contohnya kayak di Suzuki Satria FU.

Bila dari sononya gak dikasih fitur oil cooler, sebenarnya enggak masalah. Selama mesinnya masih standar. Tapi kalau sudah di-upgrade atau dikorek, tak ada salahnya mengaplikasi peranti ini biar suhu dapur pacu selalu terjaga. Maklum, mesin oprekan, biasanya kerjanya lebih keras, sehingga kadang membuat suhu mesin lebih tinggi dari biasanya.

Contohnya kayak di motor bore up atau yang mengusung rasio kompresi tinggi dan sebagainya. Nah, buat pembesut Yamaha Mio yang mesinnya sudah diup-grade seperti itu, sok bila ingin memasang peranti pendingin oli alias oil cooler. Toh, produk aftermarketnya udah cukup banyak di pasaran.



Misalnya merek Cool asal Thailand (gbr.1) yang bisa ditebus seharga Rp 350 ribu. “Paketnya lengkap berikut slang dan nipel (gbr.2) untuk dihubungkan ke jalur oli di kepala silinder. Tinggal pasang,” bilang Johanes Hanafi, bos X-16 yang gerainya kini pindah di kawasan Ruko Lima Permai Jl. Moh. Mansyur No.11 blok A-4, Jembatan Lima Permai, Jakpus.

Cara mengaplikasinya mudah kok. Kata Johanes yang pernah menerapkannya di motor milik konsumennya, untuk oil cooler-nya sendiri bisa di tempatkan di puncak kepala silinder pakai braket tambahan yang telah disediakan. Atau dipasang di cover bodi di bawah jok.

“Kemudian tanggalkan sebuah baut 10 mm yang ada di kepala silinder sebelah kanan atas lalu pasang nipel yang bentuknya panjang pada derat dudukan baut tadi,” terang Hendi, mekanik X-16. Jika sudah, hubungkan slang dari oil coller ke nipel yang dipasang tadi.

Selanjutnya, tancapkan nipel yang ujung berbentuk kayak ring di slang out atau yang keluar dari oil cooler. Oh iya, jalur keluar oli dari oil cooler bisa berpatokan pada tulisan ‘Cool’ (gbr.3) yang tertera di badan oil cooler.

Kelar itu, lepas salah satu mur kepala silinder, boleh yang mana saja, lalu masukkan nipel berbentuk ring tadi ke baut kepala silinder yang mur-nya dilepas. Lalu pasang lagi mur-nya dan kencangkan. Beres deh!

Tapi ingat, jika sudah mengaplikasi oil cooler ini, jangan lupa menambah volume oli sekitar 200 ml. Jadi bila takaran standarnya 800 ml, tambah jadi 1.000 ml (1 liter).

carlos_roy_fajarta
11-12-2010, 11:39 AM
Undangan Honda Bikers Day 2010


http://stephenlangitan.com/wp-content/uploads/2010/12/vertikal-rev3.jpg



Jakarta, 7 Desember 2010. Lagi, PT Astra Honda Motor (AHM) bikin acara besar-besaran menutup tahun 2010 dengan acara “HONDA BIKERS DAY 2010” atau HBD 2010 yang berlokasi di Kiarapayung, Jatinangor, Jawa Barat tanggal 11-12 Desember 2010. Acara ini terbuka untuk umum, tidak dibatasi oleh merek dan jenis motornya, maupun tidak ada batasan klub atau komunitas motor. Pokoknya, siapa saja yang punya motor boleh datang dan bergabung.


http://stephenlangitan.com/wp-content/uploads/2010/12/image001-580x243.png

Honda Bikers Day 2010 (HBD 2010) merupakan gathering akbar/jambore terbesar komunitas dan pengguna sepeda motor Honda dengan konsep “Kampung Bikers” (one stop event) dengan tema “Brotherhood in One HEART‘. Teknisnya semua perwakilan klub yang berminat, akan menginap (camping) di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor Jawa Barat.

Jangan kuatir soal penginapan, makan dan minum, yang pasti pihak panitia sudah menyiapkan beberapa tenda peleton full flooring dan aula tempat menginap. Yang perlu disiapkan oleh peserta adalah perlengkapan pribadi seperti jaket atau mantel (baju hangat) karena udara dingin di lokasi acara. Bagi para peserta yang ingin membawa perlengkapan camping seperti tenda pramuka atau sleeping bag, dipersilahkan. Wouw.. bakal seru tuh!

Untuk tahap persiapan seluruh calon peserta, sebaiknya mendaftarkan diri ke PIC Community Main Dealer atau Koordinator Wilayah dari Asosiasi atau Paguyuban klub di wilayah Main Dealer Honda masing-masing, agar memudahkan panitia di lokasi untuk mendata dan menempatkan perwakilan klub yang hadir.

Koordinator Wilayah akan mengupdate jumlah peserta dan teknis keberangkatan perwakilan klub kepada tim penjemputan dan Koordinator panitia di Bandung, karena panitia sudah mempersiapkan tim penjemputan sebagai berikut:


Perwakilan Asosiasi Honda Jakarta dan Tangerang, untuk melakukan penjemputan dan mengarahkan naik angkutan shuttle PRIMAJASA / CIPAGANTI ke Bandung di terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno Hatta
Perwakilan Ikatan Motor Honda Bandung untuk melakukan penjemputan di Pool PRIMAJASA Bandung Super Mall (BSM)
Perwakilan Paguyuban Honda Banten, untuk melakukan penjemputan di Pelabuhan MERAK, Banten
Perwakilan Surabaya Honda Community, untuk melakukanpenjemputan di Pelabuhan TANJUNG PERAK, Surabaya
Perwakilan Paguyuban Honda Semarang, untuk melakukan penjemputan di Pelabuhan TANJUNG EMAS, Semarang (jika ada)
Perwakilan Ikatan Motor Honda Cirebon, untuk melakukanpenjemputan di Pelabuhan CIREBON, Jawa Barat (jika ada)
Perwakilan Ikatan Motor Honda Jawa Barat, untuk melakukan penjemputan di Terminal LEUWI PANJANG Bandung
Perwakilan Ikatan Motor Honda Jawa Barat, untuk melakukan penjemputan di Stasiun Kereta Api Bandung
Perwakilan Ikatan Motor Honda Jawa Barat, untuk melakukan penjemputan di Bandara Husein Sastranegara Bandung (jika ada perwakilan yg langsung ke Bdg menggunakan pesawat)
Perwakilan Ikatan Motor Honda Bandung, untuk melakukan penjemputan di empat titik gerbang masuk menuju Kota Bandung


Registrasi dapat juga secara online melalui officialhbd2010@gmail.com atau dilakukan scara langsung di lokasi pada saat acara akan berlangsung, yaitu pada puncaknya tangal 11 Desember 2010 di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jawa Barat. Ada banyak acara selama event HBD 2010, antara lain:


Permainan Akbar “Benteng One HEART” yang diadopsi dari permainan benteng takeshi di jepang terbatas hanya untuk 500 orang bikers yg beruntung mendapatkan undian
Penciptaan Rekor MURI “Konfigurasi 1500 orang dan 1500 motor membentuk tulisan One HEART” maksimum pukul 15:30 WIB, 1500 bikers yang terlibat akan mendapat T-SHIRT eksklusif, dan rekor MURI tersebut milik seluruh klub dan komunitas Honda se-Indonesia.
Sharing & Discuss mengenai “One HEART.” dan Sosialisasi Honda Community Web
Kenduri Karisma Nasional IV merupakan acara Jambore Nasional Honda Karisma Klub.
Ulang Tahun ke-6 Honda Mega Pro Club Indonesia
Launching Ikrar Honda Bikers, yang merupakan ikrar suci seluruh Honda Bikers yang akan dibacakan oleh perwakilan klub dari Main Dealer Bapk/Ibu secara bersamaan.
Bhakti sosial symbolis penanaman 1000 pohon sebagai kampanye “Bikers support Astra Go Green”dan Kampanye Helm SNI


Uang tiket masuk ke lokasi HBD 2010, serta biaya registrasi sebagai berikut:


* Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) untuk bikers anggota klub/komunitas (dibuktikan dengan kartu anggota/KTA)
* Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) untuk bikers umum (privater/non-klub)

Fasiltas yang bakal diperoleh oleh setiap peserta:


1 kali makan malam
Penginapan di tenda peleton/aula
1 pcs Pin One Heart
1 pcs Pin Metal “Honda Bikers Day 2010”
Kesempatan mendapatkan doorprize 1 unit Honda New Mega Pro
Kesempatan ikut permainan “Benteng One HEART”
Free Air Minum berupa Mineral selama berada di venue
Asuransi Jiwa sejak H-7 dan H+7 dengan nilai pertanggungan Rp. 10 juta untuk meningal dunia, Rp. 3 Juta untuk Cacat Tetap, dan Rp. 1 juta untuk Cacat Tidak Tetap (ketentuan mengenai claim diatur oleh pihak asuransi dan dilakukan dengan system reimburse)



Informasi lengkap hubungi Ikatan Motor Honda Bandung (IMHB) dengam Agung Budiman Hp. 0821-1544-1555 atau 0856-5915-8157

carlos_roy_fajarta
11-12-2010, 02:03 PM
Pemerintah Seperti "Testing The Water"

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/10/4100729p.jpg
Pengisian BBM di SPBU di Jakarta. Pemerintah hingga saat ini masih menggodok model pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi. Program pembatasan pemakaian BBM bersubsidi tahun 2010 ditargetkan sebanyak 4 juta kiloliter.



JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah dinilah hanya melakukan testing the water ketika menggembar-gemborkan rencana penerapan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi. Jika akar rumput merespons biasa-biasa saja, pemerintah akan berusaha mengegolkannya segera di DPR. Jika masyarakat protes keras, pemerintah tanpa harus malu bisa segera membatalkannya.

Anggota Komisi VII DPR, Effendy Simbolon, mengatakan, pemerintah belum pernah secara resmi mengajukan usul pembatasan BBM. Oleh karena itu, lanjutnya, DPR belum bisa menentukan sikap.

Politikus PDI-P ini pun menilai pola penerapan kebijakan publik di pemerintah agak di luar prosedur konstitusi. Pemerintah melalui Menko Perekonomian mengatakan ini kebijakan pemerintah. Padahal, DPR belum juga menyetujuinya.

"Pemerintah tampak malu-malu. Presiden belum ngomong. Pemerintah seperti testing the water. Kalau enggak ada yang mau, enggak jadi. Kalau ada penguatan dari masyarakat, ya diterapkan," katanya dalam diskusi mingguan Polemik bertajuk "Pembatasan BBM" di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (11/12/2010).

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi. Dia menilai pemerintah sama sekali belum siap dalam penerapannya, misalnya dalam infrastruktur. Jawa-Bali yang dinilai paling siap pun baru 35 persen SPBU yang siap untuk menyalurkan pertamax.

"Ini seperti test the water, kalau masyarakat menerima, ya akan dilanjutkan, tetapi kalau menolak, ya berhenti tanpa dampak apa-apa," tegasnya.

carlos_roy_fajarta
11-12-2010, 02:10 PM
Usul Pembatasan Belum Diajukan ke DPR


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/27/1742591620X310.JPG




JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi VII DPR, Effendy Simbolon, menegaskan bahwa pemerintah sebetulnya belum pernah mengajukan usul kebijakan pembatasan BBM bersubsidi ke DPR. Oleh karena itu, kabar bahwa kebijakan ini akan diterapkan per 1 Januari masih harus dipertanyakan.

"Pemerintah belum pernah secara resmi mengajukan usul pembatasan BBM bersubsidi. Sampai raker Kamis lalu, Menteri ESDM hanya menyampaikan jumlah alokasi volume kiloliter," tuturnya dalam diskusi mingguan Polemik di Jakarta, Sabtu (11/12/2010).

Oleh karena itu, lanjutnya, DPR belum bisa menentukan sikapnya terhadap rencana tersebut. Padahal, kabarnya hal itu terus menjadi polemik di tengah masyarakat. Menurut politikus PDI-P ini, rencana kebijakan pembatasan BBM bersubsidi tersebut baru hanya dilontarkan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Tindakan Menko ini dinilai sebagai pola penerapan kebijakan publik di pemerintah yang di luar prosedur konstitusi. Menurut Effendy, rakyat harusnya paham bahwa penyelenggara negara itu bukan hanya pemerintah, melainkan juga DPR.

"Dalam penerapan kebijakan, pemerintah tak sendiri, harus minta persetujuan DPR, terutama soal jumlah dan kiloliter BBM bersubsidi. Itu baru usulan pemerintah, baru kebijakan kalau sudah disetujui DPR," tandasnya.

Effendy juga menegaskan, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh sendiri telah mengaku bahwa dirinya belum mau langsung masuk dalam pembahasan kebijakan. Darwin, ungkapnya, baru ingin berdiskusi terlebih dahulu.

carlos_roy_fajarta
11-12-2010, 02:12 PM
Pembatasan BBM Terkendala Infrastruktur



http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/01/05/3142388p.jpg
Kelangkaan bahan bakar minyak terutama premium dan pertamax terjadi di sejumlah SPBU di Kota Solo, salah satunya di SPBU Jalan Bhayangkara, Solo, Jawa Tengah, Minggu (4/1). Kelangkaan ini karena keterlambatan pengiriman oleh mobil tangki ke SPBU.





JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah sudah menggembar-gemborkan rencana kebijakan pembatasan BBM bersubsidi akan diterapkan per 1 Januari mendatang. Namun, rencana ini tampak tak sadar diri. Pasalnya, pemerintah dinilai belum siap.

"Pemerintah, menurut saya, belum siap dalam penerapan, misalnya dalam infrastruktur," ungkap Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi di diskusi mingguan Polemik, Sabtu (11/12/2010).

Komaidi mengatakan, dari 600 SPBU yang terdata di DKI Jakarta, baru sekitar 400 SPBU yang dinilai siap menyalurkan pertamax saat ini. BPH Migas mencatat butuh waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk bisa menyiapkan 200 SPBU yang lain untuk mampu menjual pertamax.

Sementara itu, lanjutnya, dari seluruh SPBU di Jawa dan Bali, baru 35 persen SPBU yang siap. Oleh karena itu, tampaknya, menurut Komaidi, rencana kebijakan ini seperti melakukan testing the water.

Pengamat ekonomi LIPI, Latif Adam, juga menegaskan bahwa pemerintah belum siap. Jika ditujukan untuk tujuan pro-growth, pun jelas tak cocok. Selain infrastruktur, pemerintah juga belum siap dalam antisipasi masa peralihan.

"Kalau kebijakan ini diberlakukan, pengguna kendaraan pribadi akan beralih ke transportasi umum. Jadi belum ada setting pengguna kendaraan pribadi ke umum. Selain itu juga, kalau tidak dipersiapkan, ada blackmarket untuk BBM bersubsidi ini," katanya.

Pemerintah juga harus memikirkan cara memenuhi permintaan pertamax yang tinggi dari masyarakat nantinya. Diperkirakan setidaknya ada kebutuhan sekitar 4 juta kiloliter setelah kebijakan diterapkan. "Mau dari mana?" tandasnya.

carlos_roy_fajarta
12-12-2010, 07:50 AM
Premium Mulai Langka



http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/08/19/0959501620X310.jpg



CILEGON, KOMPAS.com - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Kota Cilegon Provinsi Banten sudah kehabisan persediaan premium sehingga antrean kendaraan roda dua dan empat harus membeli BBM jenis Pertamax yang harganya lebih tinggi.

"Saya terpaksa beli Pertamax, karena premiumnya sudah habis. Jadi terpaksa pengeluaran untuk membeli bahan bakar motor lebih besar. Kalau harga premium per liternya Rp4.500, tapi sekarang bayar Rp6.500/liter," kata seorang pembeli di SPBU Priok, Cilegon, Marsani, Sabtu (11/12/2010).

Dia mengakui, kelangkaan premium baru terjadi Sabtu karena sebelumnya masih lancar dan tidak terjadi antrean. "Bukan di Priok aja, di SPBU juga premium sudah tidak ada," katanya menjelaskan.

Senada diungkapkan Amin. Dia mengaku mengantre sampai 30 menit untuk bisa mendapatkan BBM di SPBU Priok. Begitu juga, dengan SPBU yang ada di wilayah Gerem dan Cibeber.

"Tadi saya lihat di SPBU lain banyak yang antre, bahkan di Cibeber kemarin SPBU nya tutup," katanya menambahkan.

Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM itu terlihat hampir disemua SPBU, nmun antrean belum sampai tumpah ke jalan, hanya masih di kawasan SPBU saja. Menurut salah satu petugas SPBU di Priok, Maman, pegiriman yang dilakukan oleh pertamina masih seperti biasa, tidak ada pengurangan.

"Pengiriman premium masih seperti biasa, kalau saya melihat masyarakat sekarang sepertinya resah dengan adanya penarikan subsidi BBM yang akan diberlakukan pada awal tahun nanti, dan mereka beramai-ramai membeli bahan bakar diluar kebiasaan," katanya singkat.

carlos_roy_fajarta
13-12-2010, 02:07 PM
BMKG: Hujan Lebat Hingga Maret 2011


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/03/16/3244089620X310.jpg



JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan secara terus menerus masih akan terjadi di Jakarta hingga Maret 2011. Masyarakat pun diminta waspada terjadinya banjir dan penyakit.

Puncak musim hujan diperkirakan terjadi antara Desember 2010 dan akhir Februari 2011.

Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrim BMKG, Kukuh Ribudiyanto saat dihubungi Warta Kota, Minggu (12/10/2010), mengatakan, secara umum seluruh wilayah Indonesia mengalami peningkatan curah hujan dan berpotensi menimbulkan banjir. Walau berbeda-beda, kali ini curah hujannya melebihi angka normal di musim hujan biasa.

Anomali cuacana yang ekstrem kali ini, dipengaruhi oleh badai La Nina yang akan terus terjadi hingga Maret 2011. Badai La Nina akan membawa jumlah awan penghujan yang besar di udara Indonesia, terutama Jakarta.

Menurut Kukuh, untuk wilayah Jabodetabek, curah hujan tertinggi diprediksi akan terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Depok, dan Bogor. Namun hujan ini belum berpotensi menimbulkan banjir besar merata seperti yang terjadi di Jakarta pada tahun 2007.

"Hujan tidak merata. Jadi tidak seluruh Jakarta akan terus hujan. Tidak seperti yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur saat ini. Potensi banjir juga bervariasi tergantung lingkungannya," ujar Kukuh.

Meski begitu, daerah yang mesti diwaspadai akan banyak genangan, kata Kukuh, adalah wilayah Jakarta Barat yang meliputi Cengkareng, Grogol Petamburan, Kalideres, Kebon Jeruk, Tamansari. Wilayah Jakarta Pusat meliputi Cempaka Putih, Gambir, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, dan Tanah Abang. Wilayah Jakarta Selatan meliputi Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Tebet.

Sementara wilayah Jakarta Timur meliputi Cakung, Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramat Jati, Maksar, Pulogadung.

Wilayah Jakarta Utara meliputi Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, clan Tanjung Priok. "Ini barn potensi saja, karena daerah-daerah diatas adalah langganan banjir," katanya.

Perekayasa Madya BMKG, Achmad Sasmito, mengungkapkan, potensi banjir bandang bisa terjadi jika curah hujan di laut, daratan, dan sungai menggelontorkan air hampir bersamaan atau dalam waktu berdekatan. Dia menambahkan, cuaca saat ini telah memasuki musim penghujan dan berpotensi menimbulkan curah hujan yang tinggi.

Pemerintah Kota Adminisrasi Jakarta Timur mewajibkan seluruh aparat terkait untuk saling koordinasi dan turun ke lapangan, saat terjadinya banjir, dan kemacetan lalu lintas.

Khusus kemacetan lalu lintas saat hujan, Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Krisdianto meminta pengendara sepeda motor tidak berteduh di kolong fly over dan jembatan penyeberangan.

"Satgas dan polisi harus bergabung untuk mengatasi penumpukan orang yang berteduh itu," katanya.

carlos_roy_fajarta
14-12-2010, 07:29 AM
Tenaga Berkurang, Kawasaki Recall ZX-10R 2011 Dari Amerika!




http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Umum/2010/Desember/20101213KawasakiRecall.jpg



Amerika - Apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan Ninja ZX-10R 2011 di Amerika? Ini seperti pepatah ‘Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga’. Padahal kejayaan Ninja ini baru saja berlangsung. Begitu banyak orang memuji performa monsternya, yang telah mengkudeta BMW S1000R sebagai motor dengan tenaga terbesar di kelas 1.000 cc.

Apa yang salah? Awal minggu ini para pembeli ZX-10R 2011 mendapat surat dari Kawasaki Amerika yang meminta motor ini dikembalikan ke dealer. Sekalipun disitu tertulis bahwa uang pembeli akan digantikan 100% plus dispensasi berupa pengiriman pertama untuk motor baru nanti. Tetap saja banyak pemilik tidak rela akan hal tersebut.

Semua ZX-10R 2011 di Amerika akan ditarik dari peredaran, baik yang telah dimiliki konsumen dan yang berada di gudang dealer. Kawasaki beralasan ini demi kesempurnaan produk. Padahal belum ada satu media pun yang memberitakan adanya cacat pada motor ini.

Beberapa pengamat menghubungkan hal ini ada kaitannya dengan hasil dynotest Speed Tech Motorsports yang berlokasi di Amerika Utara. Hasil dyno tersebut menyatakan tenaga ZX-10R tiba-tiba mengendur setelah mencapai tenaga 176 dk. Jauh berbeda dengan hasil tes Kawasaki sebelumnya yang hampir 200dk.

Namun ini hanya terjadi di Amerika yang memang mendapat pengiriman motor terlebih dulu. Sedangkan jadwal pengiriman ZX-10R di Inggris yang akan dijual pada awal tahun 2011 akan tetap pada waktu yang ditentukan.

Yang membuat para pemilik lebih bingung lagi, karena penarikan ini tidak ditentukan batas waktunya. Hal tersebut membuat banyak pemilik kendaraan yang protes, karena mereka harus menunggu lagi untuk beberapa waktu lamanya yang belum jelas.

carlos_roy_fajarta
14-12-2010, 07:31 AM
Di Amerika, Honda CBR250R Di Jual Mulai Rp 36 Jutaan


http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOBIL/ATPM/2010/Desember/20101203-CBR250Amrik-1.jpg



Sebagai produk global, Honda CBR250R bakal dijual diberbagai negara di dunia dengan basis produksi dari Thailand. Selain Indonesia tahun depan, Honda CBR250R juga akan masuk pasar Amerika dan Eropa.

Di Amerika sendiri, harga juga motor 250cc satu silinder ini sudah dirilis. Padahal di Indonesia, pihak ATPM Honda, PT Astra Honda Motor (AHM) masih bungkam soal harga.

Di Amerika, Honda CBR250R bakal dijual muali 3.999 US Dolar atau sekitar Rp 36 jutaan untuk versi standar tanpa ABS. Sedang yang paling mahal dengan ABS dilepas 4.499 US Dolar atau sekitar Rp 40,5 jutaan.

Selain Amerika Serikat, Canada juga bakal jadi negara tujuan ekspor Honda CBR250R dari Thailand. Di Canada, harganya akan dibuka dari 4.499 CN Dolar atau sekitar Rp 40,3 jutaan untuk versi non ABS dan 4.999 CN Dolar atau sekitar Rp 44,8 jutaan untuk versi ABS.

Sedang di Indonesia sendiri belum ada kepastian harganya. Namun PT AHM memastikan harga jualnya tidak akan lebih mahal dari kompetitornya Kawasaki Ninja 250 yang dijual Rp 46,5 jutaan.

Oiya, sebagai tambahan info. Honda CBR250R adalah sepeda motor Honda dibawah 250cc pertama yang sudah mengaplikasikan Anti-lock Brake System (ABS). Selain itu, motor dengan kapasitas mesin 249cc ini juga sudah dilengkapi dengan fitur Combined Brake System (CBS).

carlos_roy_fajarta
15-12-2010, 05:22 PM
Pembatasan BBM Tidak Jadi Januari 2011



http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/03/18/2695161p.jpg




JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi VII DPR menyepakati pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap, yang dimulai jenis premium di wilayah Jabodetabek, dilakukan akhir Maret 2011.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan di Jakarta, Selasa (14/12/2010) dini hari.

Komisi VII DPR meminta pemerintah melakukan kajian teknis pembatasan dan disetujui komisi terlebih dahulu pada masa sidang berikutnya, yakni Januari 2011, sebelum memulai pelaksanaannya.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya berlangsung hampir 14 jam, yakni sejak Senin (13/12/2010) pukul 10.30 WIB hingga selesai Selasa pukul 00.10 WIB, dengan diselingi tiga kali skors.

Pada awal rapat Hatta mengajukan pembatasan BBM subsidi secara bertahap yang dimulai di wilayah Jabodetabek untuk jenis premium pada minggu ketiga Januari 2011.

Namun, sebagian besar anggota Komisi VII DPR menilai pembatasan belum siap dilakukan mulai Januari 2011.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKB, Nur Yasin, mengatakan, program pembatasan memerlukan kajian yang memadai. "Selain kesiapan infrastruktur, kami melihat sosialisasi tidak cukup kalau dimulai Januari 2011," katanya. Menurut dia, pemerintah mesti belajar dari kasus konversi elpiji.

Hal senada dikemukakan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PPP, M Romahurmuziy. "Kami setuju pembatasan BBM yang merupakan amanat UU APBN 2011. Tapi, bukan Januari 2011," ujarnya.

Ia juga menambahkan, program tersebut memerlukan kesiapan empat hal terlebih dahulu, yakni infrastruktur, pelaksana lapangan, sosialisasi, dan antisipasi penyalahgunaan.

Hatta mengatakan, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) siap melaksanakan pembatasan tersebut mulai akhir Maret 2011. Menurut dia, kebijakan subsidi dilakukan dengan dua pendekatan, yakni berkeadilan berupa perlindungan rakyat yang tidak mampu dan ketersediaan anggaran. "Pemerintah bisa saja menutup kebutuhan subsidi dengan anggaran yang ada, tapi instrumen keadilannya terabaikan," katanya.

Ia menambahkan, kebijakan pembatasan selalu memiliki risiko, tetapi harus dilakukan demi sesuatu yang lebih baik.

Hatta juga mengatakan, pembatasan ini merupakan amanat UU Nomor 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011 yang meminta pemerintah mengatur pemakaian BBM subsidi secara bertahap agar lebih tepat sasaran.

Sesuai dengan amanat APBN 2011, kuota BBM subsidi ditetapkan 38,6 juta kiloliter, sementara diperkirakan realisasinya melebihi angka kuota sehingga memerlukan pengaturan.

Darwin menambahkan, dampak inflasi pembatasan tidak terlalu mengkhawatirkan karena dilakukan bertahap dan mobil pribadi. "Tambahan inflasi langsung akibat pengaturan BBM di Jabodetabek mencapai 0,15 persen dan Jawa-Bali di luar Jabodetabek 0,29 persen," ujarnya.

Agus Martowardojo mengatakan, penggunaan dana penghematan subsidi yang didapat dari program pembatasan akan dibicarakan dalam pembahasan RAPBN Perubahan 2011.

carlos_roy_fajarta
15-12-2010, 05:23 PM
Pelat Hitam Tidak Hanya untuk Pribadi


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/05/25/122013p.jpg




JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dan DPR sepakat per akhir Maret 2011 akan menerapkan pengaturan konsumsi BBM bersubsidi di kawasan Jabodetabek. Kendaraan pribadi roda empat dilarang mengonsumsi BBM bersubsidi. Namun, pengaturan itu dinilai kalangan pengamat berpotensi menimbulkan distorsi dalam pelaksanaannya.

Dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, serta Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan di Jakarta, Selasa (14/12/2010) dini hari, disepakati penerapan pengaturan konsumsi BBM subsidi secara bertahap, dimulai dari jenis premium di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang dilakukan mulai akhir Maret 2011. Sedianya pengaturan itu akan diterapkan per 1 Januari 2011.

Namun, Komisi VII DPR meminta pemerintah melakukan kajian komprehensif, termasuk dampak sosial ekonomi terkait rencana pembatasan itu. Kajian itu harus disetujui Komisi VII terlebih dahulu pada masa sidang berikutnya, yakni Januari 2011, sebelum memulai pelaksanaannya.

Pengamat minyak dan gas Pri Agung Rakhmanto mengemukakan, pembatasan subsidi BBM untuk kendaraan roda empat di Jabodetabek berpotensi menimbulkan persoalan baru dan distorsi dalam pelaksanaannya.

Menurut Pri Agung, pembatasan subsidi BBM di Jabodetabek hanya akan mengurangi volume pemakaian BBM subsidi. Nilai penghematan yang diperoleh berkisar Rp 1,5 triliun.

Namun, ujar Pri Agung, tak ada jaminan bahwa pengendara kendaraan pribadi roda empat tidak akan beralih ke sepeda motor. Sejumlah potensi penyimpangan juga berpeluang muncul, di antaranya kendaraan umum memanfaatkan pembelian BBM subsidi untuk dijual lagi. Kendaraan roda empat di wilayah perbatasan Jabodetabek berpotensi membeli BBM subsidi di luar Jabodetabek.

”Tidak ada mekanisme yang sanggup mengontrol dan mencegah munculnya penyimpangan dalam pelaksanaan,” ujarnya. Kebijakan pembatasan BBM subsidi juga dinilai tidak antisipatif terhadap kemungkinan naiknya harga minyak dunia tahun 2011.

Pri Agung meminta pemerintah mengkaji kembali kebijakan pembatasan BBM subsidi dengan mempertimbangkan opsi lain. Di antaranya, revisi Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2006 dengan mengurangi alokasi subsidi BBM untuk kapal ikan besar dan kendaraan penunjang industri.

Selain itu, juga mempertimbangkan opsi menaikkan harga BBM premium secara bertahap Rp 200-Rp 300 per liter. Peningkatan itu akan mampu menghemat subsidi Rp 7 triliun-Rp 11 triliun.

Hal senada diungkapkan pengamat ekonomi Faisal Basri. Kebijakan itu akan menimbulkan banyak persoalan baru akibat disparitas harga yang tinggi antara BBM bersubsidi Rp 4.500 dan Pertamax Rp 6.900 per liter.

Menurut Faisal, akan terjadi perpindahan besar-besaran masyarakat di wilayah perbatasan Jabodetabek ke luar wilayah untuk mencari BBM subsidi. ”Dampaknya, terjadi kelangkaan di daerah sekitar Jabodetabek yang memasok BBM subsidi,” ujarnya

Ia mengatakan, lebih baik pemerintah mengkaji opsi menaikkan harga BBM secara bertahap dan merata. Dengan kenaikan secara bertahap, pemerintah bisa fokus untuk mengalihkan subsidi dari komoditas menjadi subsidi untuk sistem jaminan sosial nasional bagi masyarakat miskin.

Pengamat ekonomi Hendri Saparini mengemukakan, pemerintah dan DPR tidak memperhitungkan bahwa kendaraan pelat hitam tidak hanya digunakan untuk keperluan pribadi, tetapi juga komersial.

”Apa betul 53 persen dari kendaraan pelat hitam seperti yang disebut pemerintah itu kendaraan pribadi semua. Banyak kegiatan usaha, termasuk usaha kecil menengah, yang menggunakan pelat hitam untuk kegiatan mereka. Dampaknya akan luar biasa,” kata Hendri.

Dengan peralihan dari premium seharga Rp 4.500 ke Pertamax Rp 6.900 per liter, berarti ada kenaikan Rp 2.400 per liter yang harus ditanggung konsumen. Kenaikan biaya transportasi ini otomatis akan mendorong kenaikan biaya produksi.

Hendri mengatakan, dampak kenaikan biaya ini akan memunculkan efek bergulir luar biasa yang mengakibatkan daya beli masyarakat turun dan daya saing produk Indonesia melemah. ”Pemerintah harus ingat, tahun 2011 tahun tekanan tinggi terhadap inflasi. Dampaknya tidak sebanding dengan penghematan subsidi hanya Rp 3,8 triliun,” ujar Hendri.

Penjualan ilegal BBM

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas Tubagus Haryono mengakui, bakal banyak celah praktik untuk mengakali mendapatkan BBM subsidi, penimbunan, atau penjualan BBM secara ilegal.

”Kami sudah memperkirakan, warga yang tinggal di wilayah perbatasan Jabodetabek, terutama Tangerang, bisa berupaya mendapatkan BBM bersubsidi di luar wilayah. Ini akan sulit dikontrol karena memang tidak ada aturan pembeli BBM harus sesuai domisili,” kata Tubagus.

Praktik penimbunan BBM bersubsidi untuk dijual lagi oleh pengemudi kendaraan umum juga berpotensi sangat besar. ”Apalagi kalau tidak ada pembatasan pemakaian, bisa-bisa angkot itu bolak-balik puluhan kali hanya untuk menimbun BBM. Ini yang sedang kami siapkan antisipasinya dengan menggunakan kartu kendali, pemakaian BBM kendaraan umum perlu dibatasi,” ujarnya.

Menurut Tubagus, dibutuhkan koordinasi antara BPH Migas, Gaikindo, Kementerian Perhubungan, dan Polri terkait pendataan kendaraan angkutan umum dan pengawasan penggunaan BBM bersubsidi.

Diakui Tubagus, waktu tiga bulan sebelum kebijakan diterapkan pada Maret 2011, rawan terjadi penimbunan dan praktik penjualan BBM subsidi antarwilayah. ”Ini masalah-masalah yang harus kita antisipasi mengingat disparitas harga premium dan Pertamax yang besar sekali,” ujarnya.

carlos_roy_fajarta
15-12-2010, 05:27 PM
Penjualan BBM di SPBU Asing Melonjak


http://i867.photobucket.com/albums/ab234/rifkyprdn/SPBU.jpg



http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/26/1457477p.jpg
Kampanye simpatik gerakan cinta BBM Non Subsidi oleh Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) di Bundaran Hotel Indonesia



JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana pemerintah membatasi konsumsi bahan bakar minyak atau BBM subsidi membawa berkah bagi perusahaan minyak asing, seperti Shell, Total, dan Petronas. Mereka mengaku penjualannya meningkat hingga 20 persen dari sebelumnya.

Country Chairman and President Director PT Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan, kampanye pembatasan konsumsi BBM subsidi yang dilakukan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir membuat penjualan BBM nonsubsidi meningkat. Penjualan BBM nonsubsidi dipastikan akan meningkat lebih tinggi lagi jika pembatasan konsumsi BBM subsidi resmi diterapkan.

Seorang pengawas SPBU Shell di bilangan MT Haryono mengatakan, Shell memasok sebanyak 48 kiloliter (kl) untuk SPBU MT Haryono. Biasanya, pasokan sebanyak itu baru habis sekitar seminggu. Namun sekarang, dalam dua tiga hari pasokan sebanyak itu sudah ludes. Jika penggunaan BBM bersubidi resmi diberlakukan, "Kenaikan permintaannya akan lumayan signifikan," kata si pengawas SPBU Shell yang meminta namanya tidak disebutkan.

Petronas juga menyambut gembira rencana pemerintah melakukan pembatasan BBM bersubsidi mulai awal tahun depan. "Kami dari Petronas sangat mendukung program pemerintah," ujar Media Relation Petronas Niaga Indonesia Bayu Anggraeni. Bayu mengakui, penjualan di SPBU Petronas meningkat seiring ramainya rencana pembatasan BBM bersubsidi. Sayangnya, ia enggan menyebutkan berapa besar kenaikan tersebut.

Namun, menurut Juru Bicara Petronas Jino Sugianto, penjualan Petronas meningkat rata-rata 10 persen-20 persen. Selain karena rencana pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, buruknya kualitas BBM bersubsidi beberapa waktu lalu turut mendongkrak penjualan BBM nonsubsidi. "Nah, akhirnya banyak konsumen sampai sekarang masih pakai BBM nonsubsidi," tutur Jino.


Pertamina siap bersaing

SPBU asing yang lain, Total, juga ikut semringah lantaran penjualannya semakin moncer. Agus Salim, pengawas SPBU Total di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, mengatakan, penjualan di SPBU tersebut naik 20 persen dibanding sebelumnya. Dalam sehari, tutur Agus, pasokan BBM ke SPBU Total normalnya hanya dua kali sehari, tetapi belakangan ini naik jadi tiga kali sehari. Adapun jumlah pasokan sekali kirim sebanyak 48 kl.

Agus menambahkan, soal harga, Total tetap mengikuti harga internasional. Namun, Total selalu mencermati pergerakan harga di SPBU Pertamina. "Acuannya tetap harga di Pertamina," kata Agus.

Meski para kompetitor mencatat lonjakan penjualan, PT Pertamina tidak khawatir. Mochamad Harun, Vice President Communication Pertamina, optimistis Pertamina bisa bersaing dengan SPBU asing meski konsumsi BBM bersubsidi dibatasi. Sebab, Pertamina memiliki jaringan yang lebih luas ketimbang operator lain. "Pertamina sudah head to head dengan operator asing sejak 2006, jadi kami sangat siap," tandasnya.

Pertamina yakin bisnis BBM nonsubsidinya akan berkibar tahun depan. Tak mau kalah dengan para kompetitornya, BUMN migas ini menargetkan, penjualan Pertamax tumbuh 30 persen dibanding penjualan rata-rata 2010 yang sekitar 2.000-2.200 kl per hari.

Jika target ini tercapai, penjualan Pertamax pada 2011 bisa mencapai 2.600-2.660 kl per hari. Dari sisi stok, Pertamina yakin tak akan terjadi kelangkaan Pertamax. Sebab, stok tiap hari sudah 200.000 kiloliter dan bisa ditingkatkan sesuai permintaan.

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:04 PM
http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2009/07/circuit-300x225.jpg



Apa yang terfikirkan oleh anda ketika anda bersiap-siap untuk melakukan balapan motor disirkuit Sentul ?

Saya yakin, anda akan berfikir untuk menggunakan helm yang baik, menggunakan sepatu balap, sarung tangan, celana dan pakaian balap, untuk berjaga-jaga apa bila anda terjatuh saat balapan.

Kemudian apa yang terfikirkan oleh anda ketika anda bersiap-siap untuk berkendara motor dari rumah ke kantor di keseharian anda ?

Saya yakin, anda akan berfikir untuk mengenakan pakaian kerja biasa, jaket seadanya, sepatu kerja, helm yang ada dan sarung tangan. Untuk alasan-alasan pragmatis seperti “biar ringkas dan simple”.

Lhooo ?

Anda yakin bahwa kondisi jalan raya lebih aman dari pada kondisi di sirkuit balap ?

Mari kita bayangkan, kondisi di sirkuit balap. Jalanan yang mulus, tidak bercabang. Tidak ada marka jalan yang rumit. Tidak ada rambu-rambu lalulintas. Tidak ada orang yang menyebrang. Tidak ada pepohonan dipinggir jalan. Tidak ada kendaraan-kendaraan lain selain pembalap, tidak ada truk, tidak ada becak atau bajaj. Semuanya adalah pengedara yang sudah siap untuk berlomba dan memiliki keahlian rata-rata yang baik. Sisi jalan banyak diberi bantalan berupa ban-ban bekas atau terkadang foam lembut.

Sekarang, ayo kita tengok jalan raya dilingkungan kita. Jalan yang tidak selalu mulus, lubang disana dan sini, speed bump, pertigaan dan perempatan kerap ditemui, pagar-pagar rumah yang kokoh dan keras di sisi jalan, penyebrang jalan, anak kecil berlarian disisi jalan. Truk dan mobil sibuk berlalu lalang. Kepadatan yang tinggi dan sesak. Keahlian pengguna jalan yang sangat beragam dan perubahan lalulintas yang sangat dinamis

Jadi, mana lebih berbahaya menurut anda ? Jalan raya atau sirkuit balap ?

Lalu, mengapa orang-orang cendrung bersiap-siap untuk menggunakan safety gear yang baik dan komplit saat akan masuk sirkuit balap ? sementara mereka lebih santai dan longgar bila akan naik motor memasuki jalan raya yang logikanya justru lebih berbahaya ?

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:07 PM
http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2009/07/motorbike_rider.jpg



Coba kita fikirkan, kejadian-kejadian yang menimpa kita, terutama kejadian-kejadian buruk, sebagian besar adalah kesalahan kita sendiri. Tapi sebagai manusia yang punya sifat alami yang sok merasa benar, kita sering-kali menyalahkan orang lain.

Bila kita berinteraksi dengan pengendara lain di jalanan, Kita harus selalu berasumsi :

bahwa, pengendara lain tidak melihat kita, maka berusahalah untuk terlihat. Pergunakan pakaian yang menyala, hidupkan lampu, dsb
bahwa, pengendara lain susah untuk mengetahui kecepatan kita (karena motor memang susah dinilai kecepatannya, jika dilihat oleh orang lain, terutama dari jarak yang agak jauh. Melambatlah, bila anda melihat ada potensi pengendara lain didepan anda yang sedang "Searching" kearah anda.
bahwa, pengendara lain tidak mengetahui apa yang akan kita lakukan, maka berusahalah untuk memberi tahu. Pergunakan sein saat akan berpindah jalur, menikung. Matikan sein setelahnya. Kedipkan lampu rem. Berikan signal tangan.
bahwa, pengendara lain memiliki kesadaran etika yang buruk. Selalu berikan ruang dan waktu antara anda dan mereka.

Banyaaak sekali contoh-contoh yang bisa kita lihat :

Nyaris ber-serempet dengan motor lain. Motor anda bergerak lurus, sementara ada motor yang terlihat di sudut mata anda seperti sedang “me-mepet” motor anda, kejadian itu terjadi di pertemuan antara kedua jalur. Setelah benar-benar hampir nye-rempet, dalam hati anda mengumpat menyalahkan pengendara lain itu yang bergerak mepet ke motor anda. Siapa yang salah ? Yang salah anda sendiri. Karena, 1), Anda tidak langsung berhati-hati dan melambatkan motor dipersimpangan jalan, 2), Anda sudah melihat gelagat motor yang masuk ke jalur yang sama, nampun tetap mempertahankan posisi dan kecepatan.
Tentang motor yang hampir bersenggolan dengan motor anda itu ? Apakah ada yang bisa anda lakukan terhadap perilaku dan kebodohan pengedara itu ? Tidak ada… maka anda tidak bisa menyalahkan mereka. Anda lah yang bertanggung jawab atas keselamatan anda sendiri.

Anda mengunggu dilampu merah, dengan sabar anda menunggu. Kemudian lampu berubah menjadi kuning, anda masih terus menunggu, beberapa detik kemudian lampu berubah hijau, perlahan-lahan anda menambah gas untuk mulai menyebrangi persimpangan. Baru setengah jalan, kemudian sebuah kendaraan dari arah yang seharusnya sudah berubah merah, dengan cepat melewati anda, nyaris menabrak motor anda. Sadar hampir ter-tabrak, anda marah-marah sambil mengumpat. Siapa yang salah ? Yang salah anda. Karena 1) Anda sadar kalau anda di persimpangan, dimana banyak terjadi interaksi diantara kendaraan bermotor dari berbagai arah, harusnya anda benar-benar memeriksa segala arah sebelum maju, walaupun lampu sudah berwarna hijau. Lalu mengenai kesalahan kendaraan yang menerobos lampu merah ? Itu adalah masalah pengendara itu sendiri bukan masalah anda, anda bertanggung jawab atas keselamatan anda sendiri dan keselamatan orang lain dari tindakan-tindakan anda sendiri

Coba anda fikirkan lagi, ingat-ingat lagi kejadian-kejadian near-miss yang pernah anda alami, fikirkan bagaimana anda bisa menghindarinya. Jangan untuk berfikir mengubah cara berkendara orang lain, ubahlah cara berkendara anda sendiri, dan tingkatkan awareness anda. Kalau anda bisa menemukan jawaban mengenai cara menghindari near-miss tersebut, maka anda tahu, pada waktu itu, andalah yang melakukan kesalahan.

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:11 PM
http://202.43.165.157/gramedia/otomotif/otoweb/images/image/News/02_%20Februari%2009/Minggu%203/awas-jatuh_gede.jpg


Mungkin anda sudah tahu, secara umum, jatuh dari motor itu ada 2 model. Dua-duanya sama-sama menyakitkan. Namun satu diantaranya memiliki resiko fatalitas yang lebih tinggi. "So, boys and girls, don’t try to fall from your bike."

"Gaya jatuh" yang pertama adalah yang disebut dengan Low Side Fall, dimana motor tergelincir dalam posisi yang miring, dengan pengendara masih melekat ke motor dalam posisi riding. Salah satu kaki pengendara bisa-saja berada antara permukaan jalan dan motor. Berakibat pada lecet-lecet pada bagian kaki tangan atau bahu pada sisi yang bersentuhan dengan jalan.

Jatuh seperti ini biasanya disebabkan oleh pengereman yang berlebihan hingga roda mengunci, atau hilangnya traksi roda depan. Untuk memperbaiki posisi saat tergelincir, anda sebaiknya segera melepaskan rem dan membiarkan roda depan kembali berputar dan mendapatkan traksi kembali. Pencegahannya adalah, melakukan pengereman roda depan yang gradual, dan tidak tiba-tiba.

Sedangkan "gaya" yang kedua adalah, yang disebut dengan High Side Fall, dimana motor tergelincir dalam posisi miring akibat roda belakang yang terkunci, dan dalam prosesnya, motor berubah arah/posisi dimana roda belakang dan roda depan sudah tidak searah lagi, pada saat itulah si pengendara melepas rem belakang. Roda motor belakang tiba-tiba mendapatkan traksi dan serta-merta motor tegak dan membanting ke kemiringan yang berlawanan, menyebabkan pengendara motor terlempar. Fatalitas High Side Fall ini biasanya cukup parah dan sampai menyebabkan beberapa patah tulang atau cidera berat.

Maka untuk mencegah high-side-fall ini, sebaiknya sang pengendara motor tetap mempertahankan agar rem belakang tetap aktif hingga motor berhenti. Sukur-sukur bisa berhenti dalam posisi yang baik, atau tetap terjatuh dengan gaya Low Side Fall. Setidaknya High Side Fall tidak terjadi.

Lalu, apakah sama sekali tidak boleh melepaskan rem belakang saat roda belakang tergelincir ? Tentu boleh, dengan satu kondisi, saat sliding, yakinkan roda belakang dan roda depan menjadi cukup searah dengan arah perjalanan.

Karenanya, selalu gunakan pengereman di kedua roda, depan dan belakang. Dengan rasio roda depan 70% dan 30% roda belakang, dan biasakan untuk selalu menggunakan rem depan dan belakang setiap kali anda hendak berhenti atau melambat

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:17 PM
http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2009/07/helmet-impact1-300x142.gifhttp://pasaronderdil.com/go/wp-content/uploads/2008/03/helm_ink_dragoneye.jpg



Sesuai peraturan pemerintah, dan juga literatur-literatur yang banyak beredar di dunia saat ini mengenai penggunaan helm, disebutkan bahwa seluruh pengendara motor, baik yang mengendarai dan penumpangnya wajib menggunakan helm. Disebutkan juga, bahwa tipe helm yang boleh dipakai adalah helm Full-Face dan helm Half-Face. Melihat kategori helm yang boleh dipergunakan ini, bisa kita lihat, bahwa kedua jenis helm lebih difungsikan untuk melindungi seluruh bagian batok kepala, mengingat tingkat fatalitas yang bisa terjadi apabila terjadi cidera dibagian kepala. Bedanya adalah, helm Half-Face tidak melindungi bagian wajah dan rahang bawah.

Sebuah riset dulu, sekitar tahun 1977-an, oleh Dietmar Otte, yang membuat statistik tentang lokasi benturan yang terjadi pada helm, menunjukan lebih dari 30% kemungkinan benturan pada helm saat kecelakaan adalah pada bagian dagu.

Cidera pada dagu tidak bisa dianggap enteng, paling beruntung adalah cuma bibir yang jontor atau gigi yang tanggal, tapi apabila dagu yang retak ? Semoga tidak terjadi pada kita.

Naah… sekarang kita sudah tau resikonya, maka, walaupun diizinkan oleh kepolisian atau literatur-literatur internasional, kami menyarankan agar anda tidak menggunakan helm half-face. Gunakan selalu helm Full-Face.

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:18 PM
http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2009/07/mika-putih.JPG


Banyak sekali pelanggaran-pelanggaran terjadi di jalan raya, yang dilakukan oleh pelaku kendaraan bermotor. Apalagi yang ber-roda-dua. Ketahuilah, bahwa pelanggaran lalulintas yang menggunakan accessori bisa sangat merugikan diri sendiri.

Coba anda bayangkan skenario yang banyak kita temui seperti ini.

Seorang anak muda masih getol-getolnya bawa motor kesayangannya untuk jalan-jalan. Melihat temannya mengganti mika lampu rem belakang yang berwarna merah menjadi yang berwarna bening, dengan latah ia tertarik untuk mengikuti trend itu. Anak itu berfikir, dengan menggunakan mika bening, maka lampu rem belakang akan menjadi sangat terang dan menyilaukan seolah-olah lampu besar depan diposisikan terbalik kebelakang. Ia pikir hal tersebut keren. Yang tidak Ia sadari adalah, hal tersebut melanggar peraturan dan dapat menjadi bumerang baginya. Suatu saat, motornya ditabrak oleh mobil di siang hari. Bukan karena si mobil kesilauan oleh lampu rem belakang, melainkan karena si mobil dengan sembrono menabrak karena kantuk. Mengetahui motor menggunakan mika putih, si pemilik mobil meng-klaim bahwa ia silau karena motor didepan melakukan pengereman tiba-tiba. Hasilnya, motor hancur, dan tetap saja yang nabrak tidak bisa dituntut, karena perbuatan korban sendiri.

Seorang pengendara motor tidak mengenakan helm. Hanya karena alasan kalau pakai helm akan merepotkan saja dan panas. Sebuah kejadian kecelakaan ringan menimpa pengendara motor tersebut, namun berakibat fatal dimana ada cidera di kepala. Pemilik motor tidak akan mendapatkan ganti rugi pengobatan karena ia sendiri tidak mengenakan helm sebagaimana yang dimandatkan oleh undang-undang.

Jadi, kesimpulannya, jika anda mulai berkompromi pada peraturan, dan melakukan pelanggaran, maka hak-hak anda sebagai pengguna jalan secara otomatis akan hilang dan segala resiko ditanggung sendiri. Dan satu lagi, akan memberikan ruang oleh orang-orang yang memang benar-benar bersalah untuk membebankan kesalahan mereka pada anda.

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:23 PM
http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2009/07/D2-Blind-Turn-x2-300x225.jpg



Kejadian nyata yang diambil dari "Proficient Motorcycling" karangan David L Hough.

23 Agustus 1998, Hari yang cerah di pegunungan Colorado. Cuaca yang sempurna, lalulintas yang lengang. Jalan aspal yang kering dan bersih. Norman dan Christine sedang berkendara motor di dari sebelah kiri Boulder Canyon, sedang menikmati perjalanan dan juga panorama. Keduanya menggunakan pakaian pelindung yang memadai, termasuk helm yang mempunyai kualitas yang baik. Norman sedang memperhatikan dengan baik sebuah tikungan, merencanakan jalur menikung yang baik dan berusaha menjaga Suzuki-nya dalam keadaan yang terkontrol.

Dari sebelah barat, Mark beserta tiga temannya sedang mengendarai motor sport dengan cepat, saling mendahului, dan menikmati kemampuan motor masing-masing, bagusnya kondisi jalan, dan andrenalin yang membludak dari kompetisi kecil yang mereka ciptakan, mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap marka pembatas jalan. Pada saat itu, Mark sedang mood untuk lebih mengambil resiko dengan mengenjot gas dan hondanya melesat melewati tiga rekannya.

Di sebelah timur bukit, Norman melambatkan suzuki-nya untuk memasuki tikungan “blind” yang cukup tajam, dan memiringkan motornya untuk menyusuri lekukan tikungan dengan baik, cukup agar ban motornya tidak melewati garis marka jalan di tengah. Pada saat yang sama, Mark memasuki tikungan yang sama dari arah barat diatas honda-nya, terlambat sadar bahwa tikungan yang dimasukinya terlalu tajam dari perkiraannya. Sulit bagi Mark untuk menjaga agar jalur motornya tidak melebar melewati marka jalan, tepat memasuki jalur Suzuki yang mendekat.

Dengan kasar, Norman berusaha menekan pegangannya kearah kanan untuk menikungkan Suzuki guna menghindar dari tabrakan kecepatan tinggi, dan Mark juga menekan kuat-kuat motornya dalam kemiringan dimana aspal telah mengikis besi dan plastik motornya. Roda honda menghajar roda suzuki dengan sedemikian rupa cukup untuk melontarkan roda suzuki kearah tebing batuan. Norman meninggal seketika karena kepala yang berada didalam helmnya terlepas dari tubuhnya. Mark terjatuh dan berguling-guling dalam keadaan cidera parah dan berdarah, namun tetap hidup. Beberapa detik kemudian, teman-teman mark tiba dilokasi dan dihadapkan pada situasi yang kacau atas serpihan motor dan tubuh manusia. Istri Norman, Christine, meninggal sejam kemudian di rumah sakit.

Ini adalah kejadian nyata. Dan kejadian sejenis banyak sekali terjadi di tikungan-tikungan “Blind” diseluruh dunia. Dan ya, ada pelajaran yang dapat kita pelajari dari kejadian ini, bahwa kita tidak cukup hanya jalan-jalan dengan motor kita dengan hanya memikirkan diri sendiri. Kita harus juga memikirkan bahwa banyak sekali pengendara-pengendara bodoh dan arogan disekitar kita. Pikirkan lah taktik dan strategi untuk berkendara bersama mereka, demi keselamatan anda sendiri.

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:24 PM
http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2009/07/groupriding-225x300.jpg


Waktu yang dibutuhkan bagi seorang pengendara motor untuk bereaksi pada saat dihadapkan pada bahaya yang tidak diduga, rata-rata adalah sekitar satu seconds. Apabila kebutuhan untuk bereaksi di antisipasi (seperti belokan yang sudah diketahui), maka biasanya pengendara bisa bereaksi di bawah satu detik setelah motor di depannya bereaksi. Pada saat sekelompok pengendara merubah kecepatan secara bertahap, bagaimanapun, biasanya membutuhkan dua atau tiga detik bagi seorang pengendara untuk menyadarinya dan mulai merubah kecepatannya untuk menjaga posisinya dalam rombongan.

Satu atau dua detik memang tidak terdengar seperti waktu yang lama, namun bagi para pengedara yang berpengalaman dalam grup riding berhasil mengurangi resiko dengan mengaplikasikan interval minimum satu detik antar motor (staggered formation) dan interval minimum dua detik antar motor (single formation). Pada saat rombongan terdiri lebih dari enam motor, bagaimanapun, perubahan kecepatan secara bertahap dalam rombongan bisa menjadi hal yang cukup rumit.

Pada saat motor paling depan (lead bike) mulai berakselerasi, motor kedua tidak secara langsung berjalan pada kecepatan yang sama. Namun, jarak antar motor pertama dan kedua akan bertambah sementara motor kedua mulai bereaksi, jarak tersebut akan bertambah hingga motor kedua benar-benar berada pada kecepatan yang sama dengan motor pertama. Jelas pada saat kecepatan antara motor pertama dan motor kedua sama, jarak antara mereka akan tetap sama. Namun dikarenakan kebanyakan grup riding mengaplikasikan interval minimum satu detik antar motor (staggered formation) dan interval minimum dua detik antar motor (single formation), jarak antar motor yang diakibatkan oleh akselerasi lead bike menjadi lebih besar dan mengakibatkan kendaraan kedua akan memacu kendaraan lebih cepat dari pada lead bike untuk mengejar dan memperkecil jarak.

Apabila kita berasumsi bahwa lead bike berakselerasi dari 100kpj ke 110kpj dalam waktu 2 detik, motor kedua akan memacu kecepatan hingga 120kpj dalam waktu detik untuk menutup jarak yang membesar (menjauh) akibat akselerasi motor pertama. Selanjutnya motor kedua akan menurunkan kecepatanya hingga 110kpj pada detik berikutnya untuk menciptakan jarak yang sesuai seperti semula.

Apabila dalam rombongan hanya terdiri dari 2 motor hal tersebut diatas tidak akan terlalu jadi masalah, namun apabila jumlah motor dalam rombongan lebih banyak, efek karet gelang / yoyo akan sangat berbahaya khususnya bagi motor yang berada di posisi tengah ke belakang.

Sebagai contoh, motor ketiga dalam rombongan menemui masalah seperti ini: Sekitar 2 detik setelah motor kedua mulai berakselerasi, motor ketiga merespon. Sekarang, bagaimanapun, motor kedua bergerak pada kecepatan 120 kpj lebih cepat dari pada motor pertama 110kpj. Motor ketiga harus melakukan usaha lebih untuk mengejar motor kedua, apabila jarak antar motor relative konstan. Motor ketiga akan bergerak dengan kecepatan 120kpj selama empat detik, bukan dua detik, untuk mengejar motor kedua. Sementara motor keempat akan berakselerasi hingga 128kpj !!!

Dalam rombongan yang terdiri dari enam motor, motor terakhir (keenam) akan menyadari bahwa jarak dia dengan motor kelima semakin jauh, pada saat dia mulai berakselerasi, berdasarkan perhitungan rata-rata waktu reaksi. Setidaknya motor keenam akan mulai berakselerasi 11 detik setelah motor pertama berakselerasi.

Sekarang bayangkan apa yang akan terjadi pada rombongan apabila, lead bike tiba-tiba melakukan pengereman mendadak! Efek karet gelang ini menjadi sangatlah penting apabila Leadbike tiba2 melakukan perubahan kecepatan secara mendadak, seperti pada saat menjelang tikungan tajam ato belokan yang berbahaya.

Efek karet gelang ini dapat dikurangi dengan mengikuti petunjuk berikut ini:

Lead Bike melakukan perubahan kecepatan lebih bertahap
Lead bike mengumumkan perubahan kecepatan pada saluran radio komunikasi (apabila menggunakan)
Semua pengendara melihat lebih jauh kedepan ketimbang memperhatikan motor di depannya, hal ini dilakukan agar dapat mengetahui dan bereaksi pada perubahan kecepatan yang terjadi dalam rombongan.
Lead bike tidak menaikan kecepatan dalam 15 detik pada saat memasuki tikungan yang mungkin membutuhkan pengereman atau penurunan kecepatan untuk bermanuver lebih aman.
Jumlah peserta rombongan sebaiknya tidak lebih dari enam motor sekalipun terdapat seorang pengendara yang tidak berpengalaman. Setidaknya tidak lebig dari delapan motor, lebih baik di bagi ke dalam kelompok kecil

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:28 PM
http://www.cartoonstock.com/newscartoons/cartoonists/dms/lowres/dmsn50l.jpg



Tail-Gating adalah suatu kondisi dimana kendaraan dibelakang mengikuti kendaraan kita dalam jarak yang sangat dekat walaupun dalam kecepatan yang cukup tinggi.

Tail-Gating adalah sangat berbahaya karena tidak tersedianya ruang yang cukup antara kedua kendaraan dimana apabila kendaraan yang didepan melakukan pengereman yang agak tiba-tiba maka kendaraan yang dibelakang dapat terkejut dan berakibat pada terjadinya tabrakan.

Apabila anda mengendarai kendaraan yang dibelakang, maka mudah saja, cukup melambat dan menciptakan ruangan yang cukup bagi anda untuk bereaksi andai kendaraan didepan anda melambat dengan tiba-tiba. “Two second rule” adalah salah satu metoda yang baik untuk digunakan bagi anda untuk menjaga jarak dengan kendaraan didepan.

Berbeda halnya dengan apabila anda mengendarai kendaraan yang didepan, sementara kendaraan dibelakang anda adalah seorang yang tidak mengerti Safety Riding dan terus-menerus menempel di belakang anda. Apa yang sebaiknya anda lakukan ?

Mempercepat kendaraan anda, dengan harapan akan tercipta jarak antara kendaraan anda dengan kendaraan dibelakang adalah bukan ide yang baik. Karena, kalau memang kendaraan dibelakang melakukan tail-gating, maka secara intuitif kecepatan relatif kendaraan dibelakang lebih cepat dari pada kendaraan anda. Apabila anda menambah kecepatan, kemungkinan besar kendaraan dibelakang akan terpacu untuk ikut menyeimbagi kecepatan hingga terjadi tail-gating pada kecepatan yang lebih tinggi. Hal ini justru memicu aktifitas kejar-kejaran yang berbahaya.

Menciptakan lingkarang aman, metodologi ini memang adalah metoda defensive. Anda menciptakan lingkaran imaginer disekeliling kendaraan anda, apa bila ada kendaraan yang memasuki lingkaran ini, anda segera menghindar. Namun ketahuilah, untuk kasus tail-gating, metoda ini tidak begitu efektif. Ini karena perilaku pengendara tailgating yang memang sudah offesive dan posisi mereka yang berada dibelakang anda, bagaimanapun anda menghindar, maka mereka akan terus menempel. Lagipula, menyibukan diri dengan kondisi tailgating dibelakang anda hanya akan menimbulkan resiko baru yaitu terpecahnya konsentrasi.

Kita harus berasumsi bahwa kendaraan tail-gating dibelakang kita memiliki tingkat responsif yang buruk serta skill yang buruk, dan sadar bahwa tidak cukup ruang antara kendaraan anda dengan kendaraan dibelakang apabila kita harus melakukan pengereman mendadak. Jadi, kuncinya adalah, jangan pernah melakukan pengereman mendadak, dengan menciptakan ruangan yang cukup antara kendaraan kita dengan kendaraan didepan kita.

Apabila motor kita berada dalam situasi tail-gating dimana ada mobil dibelakang yang menempel. Maka kita sebaiknya melambat untuk meciptakan ruangan dengan kendaraan didepan kita, setelah itu pertahankan kecepatan agar konstan mengikuti kecepatan kendaraan didepan. Ruangan yang cukup akan memberi kesempatan bagi motor kita untuk mengerem secara perlahan, progressive dan gradual. Pengereman yang perlahan dan terprediksi mudah diikuti oleh kendaraan dibelakang kita, walaupun dalam kondisi tail-gating sekalipun.

Selain itu, begitu anda mengetahui ada kendaraan yang melakukan tail-gating dibelakang anda, informasikan pada mereka bahwa anda bisa saja melakukan pengereman mendadak, dengan mengedipkan lampu rem tanpa benar-benar melakukan pengereman. Dengan harapan, kendaraan dibelakang akan aware bahwa kendaraan kita bisa-saja melambat.

Menciptakan ruang dengan kendaraan didepan juga dapat merangsang kendaraan yang tail-gating dibelakang kita untuk segera melewati dan mengakhiri kondisi tail-gating.

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:32 PM
http://plis-deh.com/wp-content/uploads/2009/02/jagajarak.jpg


Apakah anda pernah mengalami “near-miss” ? Oh. Mungkin pertanyaan ini harusnya didahului dengan pertanyaan; Apakah anda tahu apa itu “near-miss” ? Near-miss atau orang bule juga sebut “Close Call” atau orang Indonesia sebut “Nyaris” atau “Hampir” adalah suatu kejadian dimana seseorang hampir saja mengalami kecelakaan. Seperti hampir nabrak, hampir jatuh, hampir nyerempet, hampir di tabrak, dan lain sebagainya.

Saya rasa hampir semua pengendara motor, atau mobil, pernah mengalami apa yang disebut nearmiss. Malahan banyak yang sudah pernah mengalami musibah sesungguhnya. Tapi, kalo sudah mengalami musibah sesungguhnya, yang ada adalah penyesalan, dan barulah benar-benar menarik pelajaran dan hikmah dari kejadian itu agar tidak terulang kembali. Tapi, bagi yang baru mengalami near-miss, anda diberi keuntungan oleh Yang Maha Kuasa dimana anda diberi kesempatan merasakan betapa dekatnya anda dengan bahaya. Karenanya, ambil-lah hikmahnya, mumpung belum kejadian.

Sebagian besar orang-orang yang mengalami nearmiss atau musibah mengatakan, “Saya kaget karena sebelumnya saya tidak menduga”. Atau “Saya tidak lihat kalau ada tong besar di situ”. Atau “Saya tidak tau kalau ternyata mobil itu menikung”. Dan banyak lagi alasan-alasan lain. Namun dari alasan tersebut dapat dilihat kesamaan pola-pola yang menggambarkan penyebab utama kejadian, terutama near-miss.

Pengendara terkejut oleh perubahan situasi jalan yang tiba-tiba, mungkin tidak tiba-tiba hanya saja pengendara kurang awas. Dalam terkejutannya, pengendara melakukan reaksi spontan seperti menghindar atau mengerem dan untungnya masih ada “ruang” dan “waktu” antara dirinya dengan sumber bahaya yang memberikan kesempatan bagi pengendara untuk lepas dari bencana. Bisa dibilang, nyaris celaka dan masih beruntung.

Cara yang terbaik adalah mencegah dan bukan menghindari. Jadi jangan sampai suatu near miss atau bahkan musibah terjadi. Strategi yang cukup ampuh untuk mencegah terjadinya near-miss adalah dengan jaga jarak. Yap, jarak antara anda dan sumber masalah. Jarak akan menciptakan ruang antara anda dan masalah. Jarak juga akan memberi waktu.

Ada 3 jenis jarak yang harus anda pahami; 2 seconds Reaction, 4 seconds Anticipation dan 12 seconds Prediction.

2 detik jarak Reaction.

Ini adalah jarak terdekat antara anda dan masalah. Heh… tidak sealalu masalah, tapi “bakal” masalah. Contohnya bila anda mengikuti kendaraan didepan. Jaga-lah jarak minimal 2 detik dengan kendaraan tersebut. Apapun aktifitas yang terjadi oleh kendaraan didepan itu akan mengharuskan anda untuk ber-reaksi.

4 detik jarak Anticipation.

Ini adalah jarak anda dengan apapun yang berada 4 detik didepan anda. Dimana anda sadar bahwa apapun itu dapat menjadi potensi masalah bagi anda dan hendaknya meningkatkan kehati-hatian. Evaluasi terus menerus hendaknya dilakukan. Selain itu, apapun yang terjadi 4 detik didepan akan menyebabkan reaksi secara langsung pada apapun yang ada di 2 detik didepan, yang akhirnya menyebabkan anda untuk juga ber-reaksi.

12 detik jarak Prediction.

Ini adalah jarak anda dengan seluruh faktor-faktor resiko yang tengah bergerak secara dinamis sejauh 12 detik didepan anda. Orang bule bilang “Roll your eyes”. Terus-menerus melakukan pemindaian, bagaikan radar. Mencari faktor resiko, mengidentifikasi “resiko apa yang ditimbulkannya”, serta memprediksi apa yang akan terjadi. Seperti ; melihat anak kecil berlarian di ujung jalan, melihat anjing yang berlari memotong jalanan didepan, mobil yang terlihat mendekati pertigaan didepan, dan lain sebagainya. Dengan mengidentifikasikan hal tersebut, anda memprediksi, mengira-ngira, apa yang akan terjadi pada 4 detik dan 2 detik didepan.

Near-miss dan bencana akan lebih dapat dicegah bila anda bisa memprediksi apa yang akan terjadi.

So… Jaga Jarak Dude…

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:37 PM
http://www.hot-screensaver.com/wp-myimages/motorcycle-stunt.jpg

Berkendara, mau apapun kendaraanya, motor atau mobil, memang enak jika dikendarakan dengan kecepatan yang tinggi. Dengan pemikiran cepat sampai di tujuan, juga terasa enak rasanya, melewati mobil-motor yang lamban. Sewaktu melintas melewati kendaraan-kendaraan itu kita mikir, kadang sedikit kesal, “Kok lambat amat sih ?” berfikir dalam hati.

Terus, sewaktu melewati, kadang kita amati orang yang sedang mengendarai. Pada umumnya, mereka itu perempuan, ibu-ibu, dan kelihatan agak tegang tersirat di wajah.

Ini banyak hubungannya dengan kepercayaan diri. Biasanya ibu-ibu itu kurang percaya diri dalam berkendara, tapi jangan salah, banyak juga yang percaya diri dan bisa dibilang cukup “sruntulan”. Kurang percaya diri menjadikan dirinya takut-takut dan ekstra hati-hati. Keinginan hati ingin cepat sampai, namun takut celaka dan jadi berhati-hati. Ujung-ujungnya lambat.

Jangan salah, ibu-ibu itu banyak yang naik mobil mewah dengan cc 3000-an. Anda boleh pikirkan bagaimana mesin yang punya performa tinggi dibawa dengan hati-hati. Tetap saja lambat. Jadi, bukan mobilnya yang lamban, tapi pengendaranya yang berhati-hati.

Kehati-hatian juga bisa timbul bukan hanya dari percaya diri yang kurang, bisa juga karena pengalaman dimasa yang lalu, atau kesadaran akan keselamatan yang cukup tinggi. Coba kita amati. Saya adalah pengendara motor yang setia. Sering saya temui di jalan-jalan, pengendara motor dengan atribut-atribut klubnya dan sangat mudah diidentifikasikan (dari atribut-atribut tersebut) bahwa pengendaranya adalah “anak motor”. Biasanya, anak motor lebih sadar akan keselamatan (kalau klubnya klub yang positif dan serius), kalo gak, buat apa ikutan klub ?

Nah, anak-anak motor itu, biasanya justru lebih lambat bawa motor dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya yang pake helm cetok, celana pendek, pake sendal dan bawa motornya serabutan. Dilihat dari motornya, itu motor bagus, cc nya lebih gede dari motor bebek, dan pasti bisa ngebut dengan kecepatan tinggi. Namun, kenapa tetap dibawa pelan ? takut ? Pastinya anak motor gak takut ngebut, mereka cenderung lambat karena hati-hati dan sadar keselamatan.

Dengan ngebut, atau berkecepatan tinggi, banyak faktor resiko yang anda kumpulkan. Resiko dinamika jalan raya yang sangat cepat berubah, Waktu reaksi yang menjadi lebih pendek dan singkat, Ruang antara kendaraan anda dan kendaraan didepan yang berkurang dan berubah-ubah dengan cepat, dan lain-lain sebagainya.

Buku BRC handbook dari MSF bilang “Good rider keep risk factor number in check”. Berusahalah untuk selalu menjaga jumlah faktor resiko yang mengancam tetap rendah. Jangan menambah faktor-faktor resiko baru. Orang yang sadar hal ini, akan lebih berhati-hati dan otomatis, biasanya, jalannya lambat. Bukan berarti takut, tapi bertindak cerdas dan elegan. Anak motor tetep keliatan keren kok walaupun jalan lambat, malah kelihatan simpatik. Kalo ngebut, orang bukannya malah memuji, tapi malah mencibir.

Jalan lambat bukanlah AIB.

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:38 PM
http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2009/08/bebektour-300x225.jpg


Beberapa kali saya mendengar kalimat dari teman-teman pengendara motor yang mengakatakan bahwa berkendara dalam group berbahaya dan lamban, lebih enak jalan “solo” dan berkendara dalam group tidak lebih cuma seperti permainan “Follow the leader”. Atau cuma jadi buntut pemimpin saja. Namun demikian tetap menyenangkan untuk jalan bersama-sama karena itu adalah pengalaman yang dirasakan bersama dan dapat di ceritakan bersama-sama sambil bercanda tawa.

Saya sih gak ada masalah kalo orang lebih milih untuk jalan sendiri-sendiri. Cuma, paradigma atau pikiran bahwa jalan-jalan dalam group hanyalah semacam permainan “Follow the leader” adalah salah, dan harus diperbaiki. Percaya atau tidak, teman-teman sesama pengendara motor saya, pengendara-pengendara yang sudah berpengalaman dan sudah sangat sering melakukan touring, masih tetap memiliki “jam terbang” yang cukup panjang, masih tetap punya cara pemikiran seperti ini.

Ketika anda bergabung dalam perjalanan bersama group, anda setuju untuk dipimpin oleh seorang pemimpin, si kapten, dan juga di atur oleh petugas-petugas yang ditunjuk oleh kapten (sweeper dan safety officer). Anda juga setuju untuk di posisikan pada urutan tertentu dan mengatur jarak dan formasi seperti yang telah di instruksikan. Anda juga setuju dengan peraturan utama dalam group riding “Jangan nabrak motor didepan anda”.

Memang, terdengar seperti permainan “Follow the leader”, tapi sesungguhnya lebih dari itu. Contohnya, anda setuju untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh sang kapten KECUALI TIDAK MEMBAHAYAKAN. Anda setuju untuk meneruskan signal-signal tangan/kaki dari depan kebelakang KECUALI TIDAK MEMBAHAYAKAN. Anda juga setuju bahwa anda mengandalkan diri sendiri untuk menilai dan menentukan apakah suatu aktifitas aman untuk anda lakukan. Dengan kata lain, anda juga setuju bahwa anda bertanggung jawab atas keselamatan diri anda sendiri. Memang Kapten bertanggung jawab atas keseluruhan keamanan dan keutuhan rombongan, tapi diri anda juga bertanggung jawab atas keselamatan anda sendiri.

Berkendara dalam group bukan berarti ikut berpartisipasi secara pasif dan “ngekor” saja. Tapi juga lebih ikut andil sebagai peserta AKTIF. Menjadi peserta AKTIF adalah masalah kemauan dan keperdulian dari peserta demi kebaikan seluruh rombongan. Tidak diam saja dan terus mengekor.

Sebuah contoh yang dapat anda simak, beberapa tahun yang lalu, saya berkendara motor sebagai “anak baru” yang baru pertama kali touring ke tempat dengan jarak 550 km. Perjalanan direncanakan untuk dimulai pada jam 1 malam hari. Group kami bergabung 11 motor, dan saya diposisikan sebagai peserta biasa.

Tampaknya tidak semua dari kami mempersiapkan perjalanan jauh dan melelahkan ini. Terlihat ketika menjelang subuh, motor didepan saya mulai sesekali berjalan melebar ketika dalam track lurus, dan kembali pada jalurnya. Melihat kejanggalan ini, saya memutuskan untuk “ketok helm” dan meminta waktu untuk beristirahat. Mengatakan kepada kapten bahwa ada pengendara yang mulai kelelahan dan kantuk sudah mulai menggerogoti konsentrasi. Maka diputuskan untuk beristirahat selama 2 jam di pom bensin terdekat.

Dari kejadian ini dapat anda simpulkan bahwa seorang peserta hendaknya secara aktif memperhatikan situasi sekeliling kita dan juga mengambil tindakan yang dirasakan perlu dan tidak perlu merasa sungkan, jangan hanya karena tidak mau mengganggu perjalanan rombongan. Kita harus aktif mengingatkan yang lain dan mengambil tindakan.

Contoh yang lain adalah, beberapa tahun yang lalu, kami dalam sebuah group touring kecil, hanya berjumlah 3 orang. Kami semua dilengkapi dengan radio komunikasi (HT). Saya berada dalam posisi yang di tengah, motor ke 2. Suatu saat, group kami terhalang oleh sebuah truk besar dan kami berniat untuk mendahului truk tersebut. Kami mengalami kesulitan karena saat itu menikung dan jalanan menikung itu terhalang oleh truk, kami tidak berani terburu buru mengingat, kendaraan lain bisa saja muncul dengan tiba-tiba didepan truk saat kami hendak melewati truk.

Bagi kapten, yang secara langsung berada pas dibelakang truk, tidak dapat melihat kondisi lalu lintas didepan truk. Namun bagi saya, saya dapat melihat situasi tikungan didepan truk karena posisi saya yang masih beberapa meter dibelakang kapten. Melihat tikungan yang kosong dan saya rasa aman, maka saya berinisiatif untuk memberi tahu kapten (lewat HT) bahwa dia bisa bebas melewati truk karena jalur didepan cukup lengang dan aman.

Berada dalam group memberikan banyak mata dan kepala ekstra untuk dapat menghadapi situasi-situasi yang mungkin kurang dapat diantisipasi oleh teman-teman dalam selama berkendara bersama, memberikan nasehat-nasehat dan input bagi pengendara lain (TERMASUK KAPTEN) mengenai hazard dan signal-signal bagi yang lain agar menjadi aware mengenai suatu kondisi. Jadi, tidak seorangpun ingin mengikuti pemimpin/kapten untuk masuk dalam situasi berbahaya dan yang lebih penting, jangan biarkan pemimpin/kapten masuk dalam situasi berbahaya dengan berusaha memberikan input dengan cara apapun. Peran AKTIF untuk siapapun.

carlos_roy_fajarta
16-12-2010, 12:43 PM
http://www.saft7.com/techtips/maludong.jpg



Bagi para pengendara sepeda motor keselamatan berkendara secara prinsip dasar adalah meliputi kelengkapan sepeda motor seperti rem, kaca spion, kondisi lampu motor hidup, dan kondisi ban tidak bocor atau kempis. Kemudian, kelengkapan surat-surat seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM) jenis C. Selain itu, bagi pengendaranya harus melengkapi diri dengan helm standar baik itu yang menutup seluruh kepala (full face) atau separuh kepala (half face), serta menggunakan jaket pelindung dan sarung tangan. Dalam keadaan tertentu, seperti berkendara jarak jauh saat touring, sebaiknya menggunakan sepatu lars panjang atau sepatu boot.

Saking seriusnya menekan kecelakaan sepeda motor
pemerintah bahkan memasukan penggunaan helm dalam Undang-undang No. 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 61 ayat (3) dan PP No. 44 tahun 1993 yang mensyaratkan bagi semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya untuk memakai helm.

Penumpang yang tidak memakai helm bisa kena pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan, atau denda sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah).
Banyak kecelakaan lalu lintas yang membuktikan bahwa pengendara yang tidak memakai helm standar mengalami gegar otak bahkan kehilangan nyawa. Penelitian Kepolisian RI pada tahun 1972 bahkan menemukan fakta bahwa 50% kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa dari pengendara sepeda motor disebabkan oleh luka di kepala. Tren tersebut berlangsung hingga penghujung 2008.

Perjalanan mengkampanyekan wajib menggunakan helm tidak berjalan mulus. Kota yang bisa disebut pelopor adalah Jakarta. Sebagai Ibukota Negara, wajib helm diberlakukan sejak 1985. Namun, tentangan terhadap aturan wajib helm mencuat pada 1987 di Kota Ujung Pandang (Makassar). Unjuk rasa menentang penggunaan helm bagi pengendara dan penumpang yang membonceng bahkan sempat menimbulkan tiga korban jiwa.
Upaya Kepolisian RI dan Departemen Perhubungan untuk mengkampanyekan penggunaan helm memang tak pernah henti. Sepuluh tahun kemudian, pemerintah bahkan sempat membagikan helm gratis bagi pengendara sepeda motor.

Tidak saja pemerintah, para agen tunggal pemegang merek (ATPM) dan para dealer juga mengkampanyekan penggunaan helm standar. Mereka bahkan menggelar operasi penukaran helm tidak standar yang populer disebut helm cetok, dengan helm standar. Kampanye seperti itu bergulir dan menguat pada tahun 2008. Terkait helm, pemerintah melalui Departemen Perindustrian (Depperin) bahkan menerbitkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Peraturan Menteri Perindustrian Nomor : 40/M-IND/PER/6/2008 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib, menegaskan bahwa seluruh helm yang beredar di Indonesia harus memiliki SNI tersebut. Tak terkecuali helm impor.

Dari kesemua itu, faktor paling penting adalah pengendara harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Termasuk berhenti di belakang garis putih di setiap perempatan jalan. Bergerak saat lampu hijau dan berhenti pada saat lampu merah. Tidak saling menyerobot dan menghormati pengguna jalan raya lainnya, terlebih para pejalan kaki.

carlos_roy_fajarta
17-12-2010, 09:33 AM
http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/inrain.jpg


Sekarang musim hujan, setiap hari hujan. Terkadang paginya hangat dan panas, tau-tau sorenya hujan. Pagi-pagi sebenarnya terlihat agak cerah, baru 15 menit jalan, tau-tau, tik-tik-tik… bunyi hujan dia dalam helm…. Langsung saja menepi dan siap-siap dengan sedikit repot mengenakan jas hujan. Repot sedikit tidak mengapa, yang penting pake jas hujan dan safety. Hujan deras hanya sebentar, 10 menit kemudian cerah lagi dan mulai terasa gerah dan panaaass. Dongkol sih, tapi, daripada hilang konsentrasi karena kepanasan, ya buka jas hujan, ganti jaket biasanya…. beberapa menit kemudian ….tik tik tik…

Pastinya apa yang saya rasakan pasti nyebeliiin banget. Tapi, eniwey, sebenarnya saya tidak mau curhat, cuma mau berbagi beberapa tips dibawah ini sangat membantu anda-anda untuk tetap aman dan nyaman dalam perjalanan dibawah guyuran hujan.

Pertama-tama, belilah rain gear yang tepat

Memang banyak orang yang berfikir bahwa pake rain gear merepotkan. Ada yang berfikir gak nyaman. Ada juga yang sengaja gak bawa jas hujan karena mereka tidak ada tempat untuk membawa jas hujan dalam perjalanan. Sebenarnya mereka gak ngerti kali ya, bahwa pake jas hujan itu justru nyaman, tentu saja kalau memang dipakai dalam hujan. Kalo pakai jas hujan di terik sinar matahari, wadaw… panas boo.

Pake jas hujan tentu aja bikin badan tetap kering, ummm.. gak kering-kering amat sih, karena hangatnya tubuh dan sedikit keringat akan membuat kondensasi udara dan jas hujan akan menjadi sedikit basah disisi dalam. Jadi ya agak lembab. Tapi setidaknya tetap kering dan tidak begitu kedinginan.

Tidak pake jas hujan yang tepat, atau pakai jaket biasa, akan menyebabkan semuanya jadi basah. Basah-basahan sambil naik motor itu gak enak. Dinginnya sangat tidak menyengangkan. Belom lagi kalau sampai masuk angin.

Jadi, pergunakanlah pakaian yang tepat untuk menghadapi hujan. Kalau anda mau baca artikel ini cukup pada bagian ini saja, saya sudah senang, tapi anda akan lebih senang lagi dan anda akan berterima kasih pada diri anda sendiri kalau anda mau baca lebih jauh lagi.

Ok, pilih pakaian atau gear yang tepat (selain gear standar seperti Helm).

1. Belilah jas hujan yang berbentuk setelan. Biasanya terdiri atas 2 bagian, Bagian baju dan celana. Ada juga yang model over-all, dimana baju sama celana jadi satu, cuma model ginian udah jarang banget. Jangan beli jas hujan yang model ponco atau batman. Bahaya booo. Bayangkan kalau jas ponco anda terselip kedalam jeruji roda belakang. Bayang kan kalau jas ponco anda bagian depan menutupi lampu utama. Bayangkan kalau jas ponco anda tertiup angin dari depan dan serta merta menutupi helm anda.



http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/jashujan.jpg


2. Pakailah sepatu boot anti air. Kalau ada sepatu-sepatu khusus lain yang anti air, ya sah-sah saja. Yang penting air tidak masuk. Yang tinggi hingga betis adalah yang terbaik. Kalau pakai sepatu biasa yang tembus air, kaki akan terendam air dan dingin akan mengganggu konsentrasi anda.



http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/boots.jpg


3. Pakailah sarung tangan yang sebaiknya kedap air. Lebih bagus lagi kalau ada lapisan karet pada punggung tangan untuk menyeka air dari kaca helm.


http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/handglove-rain.png


Kalau anda sudah siap dengan gear-gear ini, tentu saja dengan menggunakan helm, maka perjalan dalam hujan akan menyenangkan, jauh dari siksaan-siksaan dingin.

10 hingg 15 menit pertama sejak mulai turun hujan adalah paling licin.

Yap, ini adalah logika sederhana-sederhana saja. Dari waktu kewaktu, kendaraan mengotori jalanan. Entah itu percikan oli, bahan bakar, bahkan tanah atau pasir. Saat awal hujan, kotoran-kotoran tersebut tercampur dengan air dan menjadikan jalanan lebih licin. Hingga beberapa saat kemudian air membasuh kotoran-kotoran tersebut ke tepi jalan.

Jadi kalau mulai tik-tik-tik, hujan mulai turun, strategi yang terbaik adalah menepi, mampir ke warung kopi dan menikmati kopi hangat sambil menyiapkan jas hujan. Sambil menunggu jalanan lebih basah dan bersih dari kotoran-kotoran terutama tanah dan pasir.

Wadaw, gak bisa minggir pak, saya buru-buru. Okelah… yang penting jalannya lebih hati-hati dan jalan dengan kecepatan yang lebih rendah. Alon-alon, asal kelakon.

Hindari permukaan jalan yang tampak mengkilat.

Hhmmm.. maksudnya gak harus selalu mengkilat sih, yang saya maksudkan adalah apapun yang terbuat dari besi. Banyak contohnya, seperti rel kereta api, baja sambungan jembatan, ramp up/down yang terbuat dari besi. Ban yang terbuat dari karet akan menjadi sangat licin jika berjalan diatas metal/logam yang basah.

Selain itu, cat jalanan, seperti garis-garis marka jalan berwarna putih atau kuning. Permukaan cat ini juga menjadi sangat licin. Percaya deh.

Pelan-pelan bro dan sis.

Ini logika sederhana lagi. Dalam hujan, apapun permukaan di jalan pasti akan lebih licin dari biasanya. Otomatis pengereman akan lebih kurang efektif karena jarak pengereman yang memanjang.

Ikuti jalur ban orang lain.

Kalau anda membuntuti mobil, ikuti salah satu jalur bannya, jangan tepat ditengah mobil. Dengan demikian anda punya 2 keuntungan; Pertama, bilamana si mobil tiba-tiba melakukan pengereman, anda dengan mudah menghindar. Kedua, kalau anda melintasi genangan air dimana bisa saja ada lubang yang cukup dalam atau besar dibawah genangan tersebut, anda dengan mudah tahu karena ban mobil depan anda akan segera tenggelam saat melintas.

Sama juga dengan motor, kalo bisa, mengekor saja dan jaga jarak. Perhatikan jalur track motor didepan. Jangan jadi yang terdepan, karena yang terdepan akan merasakannya (terkena hazard) pertama kali. Kalau toch anda harus yang terdepan, hindari genangan air sebisa mungkin, anda tidak tau apa yang ada didalam sana.

Kalau anda rasa (feeling) bahwa track itu licin, maka track itu benar-benar licin.

Jangan pernah menduga-duga. Kalau anda ragu, sebaiknya jangan lakukan. Kalau anda lihat jalanan yang sepertinya terlihat licin, berpasir dan ada lumpur basah diatas jalan, jangan menduga-duga traksinya. Percayalah bahwa kalau perasaan anda mengatakan jalur itu licin, maka jalur itu benar-benar licin. Maka, berhati-hatilah. Percaya pada feeling dan mata anda.

Pergunakan Face Shield yang benar-benar melindungi muka.

Beberapa orang lebih senang jika hanya menggunakan kacamata motor, ya semacam googel gitu. Tapi, pada kecepatan 80 km/h keatas, tetesan air hujan bisa cukup menyakitkan. Sungguh tidak nyaman lho…

Satu Aksi

Mungkin anda agak bingung dengan istilah ini. “Satu Aksi”. Maksudnya begini. Kita harus mulai memikirkan roda-roda motor kita. Dalam kondisi normal dan kering, kita sering kali melakukan banyak aktifitas traksi dalam saat yang bersamaan. Berbelok sambil akselerasi, berbelok sambil melakukan pengereman, dan sebagainya.

Jadi maksud saya dengan “Satu Aksi” adalah, kita sebaiknya mulai mengurangi beberapa aktifitas yang dilakukan secara bersamaan disaat hujan-hujanan. Jika sedang menikung, sebisa mungkin tidak sambil melakukan pengereman berlebih. Juga saat menikung sebaiknya tidak melakukan akselerasi berlebihan.

Atau dengan kata lain, memaksimalkan traksi ban untuk satu kegiatan saja disaat hujan, berbelok, mengerem atau akselerasi. Jangan di campur-campur ya.

Kesimpulan

Berkendara dalam hujan tentu saja bisa kita lakukan dengan baik dan aman. Juga menyenangkan. Selama anda perduli akan keselamatan anda sendiri, mengerti resiko-resiko yang bisa timbul dan mengambil tindakan yang tepat untuk menanggulangi resiko-resiko itu tadi.

Jangan biarkan hujan menghentikan anda dan menghilangkan kesenangan yang bisa anda peroleh dalam perjalanan.

carlos_roy_fajarta
19-12-2010, 03:51 AM
http://www.positivethinking-toolbox.com/images/positive-thinking.jpg



Saya yakin, semua orang yang pernah turun kejalan pasti pernah rasakan. Kesal, jengkel, sebal dan lain sebagainya terhadap pengendara motor/mobil lain yang kita rasakan tidak tahu diri, tidak bertanggung jawab dan seterusnya.

Yah, begitulah perasaan kita terhadap orang-orang itu. Kena pepet, jalur dimakan, jalur dipotong jelas saja akan membuat kita habis kesabaran dan membuat stress. Tak jarang menjadikan kita lupa tujuan utama kita berkendara, untuk sampai dan tiba di tujuan dengan selamat. Kebut-kebutan, sumpah serapah hingga terkadang sampai ngajak berkelahi.

Tapi tunggu dulu. Coba kita fikirkan lagi. “Apakah anda kenal mereka secara pribadi ? Apakah anda layak untuk marah-marah ? Tidak rugi buang-buang emosi ?”.

Contohnya, … sebut saja Pak Rustam.

Pak Rustam sudah menjadi supir perusahaan selama 30 tahun. Beliau orang yang sangat menyenangkan, ramah, bertutur kata santun dan banyak temannya. Ia orang yang sederhana dan rajin ibadah serta siapapun yang berkenalan dengannya akan dengan sangat mudah menjadi akrab.

Karena sebuah keperluan, beliau hendak mengantarkan tamu perusahaan ke hotel dan dalam perjalanan berpapasan dengan motor anda. Karena menghindari sepeda, mobil Pak Rustam bermanuver dan hampir menabrak motor anda.

Apa reaksi anda ?

Amarah yang meluap memuntahkan sumpah serapah kearah pengendara mobil ? Memang anda hampir celaka, tapi apakah itu sebuah kesengajaan ? Apakah Pak Rustam pantas mendapatkan sumpah serapah itu ? Apakah memberikan sumpah-serapah itu bisa membawa perubahan ? membawa kegunaan bagi anda ? bagi Pak Rustam ?

Sekarang, apa bila anda mengenal Pak Rustam secara pribadi, apakah anda tetap ingin mencaci maki ? Iya sih…, mereka memang terkadang membahayakan anda, dan anda-pun kadang membahayakan orang lain, namun coba anda berfikir dengan positif;


Mereka mungkin berkendara dengan sedikit ceroboh, sebenarnya mereka tidak ingin ceroboh.
Mereka sebenarnya orang-orang yang menyenangkan dan bersahabat, kalau saja saya mengenal mereka.
Mungkin bisa saja saya lah yang membahayakan mereka saat itu, hanya saja saya tidak memikirkannya.
“Shit Happens”, karenanya Saya lah yang seharusnya lebih berhati-hati.
Saya tidak bisa mengendalikan cara orang lain berkendara, tapi saya bisa mengedalikan cara saya sendiri berkendara.
Mereka sebenarnya berusaha sebaik-baiknya, seperti halnya saya.


Apa bila anda berfikir negatif ;

Mereka semua orang-orang goblok, jadi wajar saja kalau saya teriak “GOBLOK LUH”. Saya kan orang pintar disini.
Mereka semua pastilah orang-orang tidak menyenangkan, suka masuk jalur orang se-enaknya, potong jalur orang seudelnya.
Saya selalu benar, posisi saya benar dan saya berhak dalam posisi itu, mereka lah yang harusnya “minggir”.
Semua yang melanggar jalur saya adalah Salah !
Cara saya berkendara sudah benar, cara kamu lah yang salah.
Saya sudah melakukan sebaik-baiknya, mereka semualah yang berkendara gak pakai otak.


Sekarang, apakah anda mau berfikir positif atau negatif ?

Mungkin pertanyaan-nya adalah “Kenapa saya harus berfikir Positif ? Kenapa Negatif ?”

Dengan berfikir positif, anda akan dapat berfikir lebih jernih dan jauh kedepan. Anda menjadi lebih tenang dalam menghadapi perjalanan. Berfikir negatif membuat anda berfikir yang tidak-tidak dan menjadi lebih emosional.
Berfikir positif menjadikan perjalanan anda selalu menyenangkan dan setiba di tujuan anda menjadi lebih lega. Berfikir negatif menjadikan perjalanan anda tidak nyaman dan menyebalkan.
Berfikir positif menjadikan anda lebih sadar akan keselamatan karena berusaha mencegah terulangnya kembali kejadian-kejadian yang membahayakan anda. Berfikir negatif membangkitkan emosi, tidak lagi berfikir jernih dan menjadikan perjalanan anda menjadi lebih berbahaya.
Dengan berfikir positif, anda memanjakan perasaan anda sendiri, dengan berfikir negatif anda hanya menyiksa perasaan anda.

Perasaan anda mahal harganya. Banyak orang mau mengeluarkan uang berjuta-juta hanya untuk mendapatkan suasana hati yang tenang dan menyenangkan. Sekarang, buat apa anda merusak suasana hati untuk hal-hal sepele ? “Its Not Worth It”.

Kalau saya berpapasan dengan Pak Rustam, dan motor saya hampir bersinggungan dengan mobil beliau karena mobil beliau masuk jalur saya tiba-tiba, maka yang akan saya lakukan adalah membuka kaca helm dan tersenyum. Saya akan memikirkan bahwa si supir sebenarnya orang yang menyenangkan kalau saja saya bisa mengenalnya, mereka juga punya keluarga yang menyenangkan. Dan saya akan lebih berhati-hati lagi kalau naik motor. Maka hari itu akan tetap menyenangkan dan perasaan tersebut mahal harganya, jangan sampai rusak.

“Positive Thinking” adalah salah satu SKILL yang tidak bisa anda dapatkan dari kursus manapun. Membutuhkan kebesaran jiwa, kematangan berfikir dan kesabaran. Mulai lah melatih SKILL yang satu ini.

carlos_roy_fajarta
20-12-2010, 12:42 AM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/11/24/1140532620X310.JPG

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, mengimbau kepada pengguna sepeda motor agar menggunakan sepatu dan jaket saat mengendarai motor.

"Jangan pakai sandal jepit dan harus memakai jaket," kata Royke kepada wartawan di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Rabu (24/11/2010).

Menurut Royke, para "biker" kebanyakan hanya mengenakan sandal jepit dan tidak mengenakan jaket saat mengendarai sepeda motor. "Ini sangat berbahaya bagi pengendara motor, apalagi kalau terjadi kecelakaan," kata Royke.
Kalau kita hanya pakai sandal, kesandung saja kaki bisa luka. Kalau tidak pakai jaket jika terjadi kecelakaan yang kena langsung kulit. Intinya "safety ride".
-- Royke Lumowa

"Sekarang kalau kita hanya pakai sandal, kesandung saja kaki bisa luka. Kalau tidak pakai jaket jika terjadi kecelakaan yang kena langsung kulit. Intinya safety ride," jelas Royke.

Namun, ia mengatakan, kepolisian belum akan menindak para pengendara yang memakai sandal jepit dan tidak memakai jaket. "Kita imbau dulu kepada masyarakat karena itu untuk keamanan dan keselamatan mereka juga," tegasnya.

Selain soal sandal dan jaket, Royke juga mengimbau para pengendara motor untuk mengenakan helm standar nasioal Indonesia dan menyalakan lampu di siang hari. "Pemeriksaan helm SNI terus kami lakukan. Bagi yang tidak menyalakan lampu kendaraan saat siang hari tetap akan kita tindak," tegasnya.

Sumber
(http://megapolitan.kompas.com/read/2010/11/24/11423022/Dilarang..Naik.Motor.Pakai.Sandal.Jepit-4)

carlos_roy_fajarta
20-12-2010, 12:45 AM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/10/02/1419176p.jpghttp://www.otomotifzone.com/wp-content/uploads/2010/12/polisi-naik-motor-sambil-sms.jpg



JAKARTA, KOMPAS.com — Mereka yang suka menelepon atau menulis SMS sambil mengemudi sebaiknya menghentikan kebiasaan itu. Selain membahayakan diri dan orang lain, perilaku tersebut juga melanggar peraturan yang diancam dengan tindakan tegas oleh polisi.

Komisaris Besar Royke Lumowa, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, menyatakan akan menindak tegas pengendara kendaraan bermotor yang mengendarai kendaraan sembari menggunakan telepon seluler.

"Di jalan sambil SMS (short message service)-an, telepon, atau BBM-an (BlackBerry Messenger) itu berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Selama ini anggota di lapangan masih memberikan toleransi terhadap pengendara yang melakukan aktivitas lain, seperti menelepon. Namun, ke depannya akan langsung dilakukan penilangan," kata Royke kepada wartawan, Rabu (1/12/2010).

Penilangan terhadap pengendara yang menggunakan telepon seluler sudah mulai diberlakukan dalam Operasi Zebra Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang berakhir pada Rabu (1/12/2010). "Dalam operasi Zebra, penilangan pengguna telepon genggam sudah dilakukan. Ada dua orang pengendara yang ditilang karena menggunakan telepon genggam saat mengemudi," katanya.

Royke mengatakan, alasan utama penilangan ini diberlakukan adalah karena merujuk pada tingginya tingkat kecelakaan. "Operasi Zebra 2010 menjadi titik tolak bagi petugas untuk tidak lagi melakukan teguran terhadap pengemudi yang masih saja menggunakan telepon genggam saat mengemudi, melainkan langsung ditilang," jelasnya.

carlos_roy_fajarta
20-12-2010, 12:50 AM
http://img56.imageshack.us/img56/2594/menyeberang21.jpg



DEPOK, KOMPAS.com — Naas bagi Dedi Irawan (25). Baru kali pertama masuk kerja, sales promotion boy aksesori di ITC Depok ini harus mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Balai Kota Depok, Rabu (8/12/2010).

Dedi yang tinggal di Cisalak, Sukmajaya, Depok, terjaring petugas Satpol PP Kota Depok karena menyeberang sembarangan. Dalam sidang tipiring tersebut, Dedi diputuskan bersalah karena melanggar Perda No 14 tahun 2001 tentang ketertiban umum dan UU Lalulintas No 22 tahun 2009.

Namun, hakim memutuskan bahwa Dedi hanya melanggar Perda No 14 karena dalam penjaringan itu Satpol PP tidak menyertakan pihak kepolisian. Dedi pun didenda Rp 50.000.

Dedi tidak sendirian. Sejumlah orang juga terjaring. Tidak semua pelanggar didenda. Ada warga yang hanya diminta push up karena berniat menyeberang jalan.

Menurut Dedi, dia disuruh atasannya memfotokopi berkas laporan tahunan. Dari depan ITC, dia menyeberangi Jalan Margonda dengan melewati taman dan melewati kolong pagar. Dedi kemudian ditangkap Satpol PP.

"Saya tidak tahu kalau tidak boleh menyeberang jalan melewati taman dan pagar. Kalau ada papan pengumumannya, saya tidak akan lewat," katanya.

Dedi mengatakan, dia yakin setiap orang akan menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada di depan terminal jika papan pengumuman itu dipasang.

Hal senada disampaikan Wawan (30). Dia mengaku menyeberangi Jalan Margonda tidak melalui JPO karena membutuhkan waktu yang lama.

"Saya buru-buru mau mengambil uang di ATM Bank Mega. Kalau lewati JPO, harus jalan dulu ke depan terminal. Belum lagi naik tangganya," paparnya.

Kepala Bidang Penegak Aturan Satpol PP Kota Depok Lutfi Fauzi mengatakan, penertiban itu dilakukan sebagai upaya tertib penggunaan jalan. Sesuai aturan, setiap orang yang ingin menyeberang jalan harus melalui JPO. Begitu juga para pedagang, mereka dilarang berjualan di trotoar karena itu memang bukan tempat berdagang.

carlos_roy_fajarta
20-12-2010, 12:52 AM
Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas.

langsung aja deh gan! cekitdot.


1.terjadi kecelakaan
http://img86.imageshack.us/img86/7084/tabrakandalam1.jpg
kecelakaan adalah bencana yg tidak bisa kita tebak.oleh karena itu jgnlah sengaja menabrakan kendaraan anda dgn kendaraan lain karena dpt merugikan diri sndri dan org lain dan yg terpenting pasti ngebuat macet.

2.kovoi liar
http://img86.imageshack.us/img86/1030/konvoi011.jpg
nah ini nih ngebuat macet juga karena kovoi yg gk beraturan trus kadang2 jlannya lambat bgt org2 kalo konvoi padaahal jalan padat susah untuk ngebalap akhirnya jadi macet.

3.Banjir
http://img214.imageshack.us/img214/5951/03banjir1.jpg
banjir juga bisa menjadi salah satu penyebab kemacetan.faktor yg satu ini terjadi karena faktor alam(bancana alam) dan faktor masyarakat yg sering membuang sampah sembarangan.

4.pohon jatoh/tumbang
http://img93.imageshack.us/img93/622/asignificanttreecrushed.jpg
penyebab yg satu ini jarang kita temui.kalo yg jatoh phon cabe sih its okay tapi kalo phonnya yg jatoh gde.bisa lama di bnrin dan psti kita di alihkan kejlan laen.sangat merugikan waktu yg bgini.

5.motor ugal-ugalan
http://img214.imageshack.us/img214/5531/21213ngebutangkat2copy1.jpg
nah yang ini nih kadang buat gue panas dan kesel.mentang2 kecil nyelapnyelip gue serempet nyaho.

6.nyebrang sembarangan
http://img56.imageshack.us/img56/2594/menyeberang21.jpg
masyrakat indonesia bnyk yg belom bisa nybrang nih.dari SD kan udah di ajarin tata cara menyebrang dan dimana kita harus menyebrang. gunakan tuh zebra cross atau jembatan penyebrangan sayang kalo gk di gnaiin tuh buatnya kan pke duit kita2 juga lagian lebih aman kalo nyebrang pada tmptnya udh gtu gk buat macet.

7.bintang kejalanan
http://img93.imageshack.us/img93/2108/p9203848resize1.jpg
yg ini sih no komen bingung nyalahiin siapa.

8.demo
http://img194.imageshack.us/img194/4561/demobikinmacetcaver1.jpg
demo oh demo. no comment.

9.kendaraan jalan pelan.
http://img214.imageshack.us/img214/5281/tank1.jpg
yg bgini sering kita jumpai di jalan tol dmna kendaran lambat mengambil lajur kendaraan cpat dan untuk membalap.sehingga mobil2 jd jlan pelan semua karena yg di dpan jalannya pelan.

10.parkir dan jualan sembarangan
http://img33.imageshack.us/img33/2886/0501penyempitanbadan1.jpg
akibat dari parkir dan jualan sembarangan adalah terjadi penyempitan jalan sehinga memacetkan kendaraan.agan-agan kalo parkir yg bnr ya jgn smpe buat macet.

11.jalanan rusak
http://img337.imageshack.us/img337/7476/58161perbaikanjalan1.jpg
hal ini sering kita jumpai kota besar maupun kota kecil.udah gitu jalannan yg rusak itu akan di perbaiki jika rusak semkin parah baru deh di bnrin.kenapa demikian? pdhal kalo jlanan mulus kan semua bisa lancar.

12.perbaikan jalan
http://img340.imageshack.us/img340/4711/bangyoshilangcincin30gt.jpg
jalanan rusak di perbaiki memang bisa bikin macet tp bgus deh dari pada gk di bnrin.

13.angkutan umum
http://img60.imageshack.us/img60/5023/13491259.png
nih dia the most problem nya.Saya Berasumsi dan mungkin bisa dikatakan 99% penyebab kemacetan lalu lintas adalah perilaku angkutan umum. angkutan umum tuh suka seenkanya memakai jalan tidak memikirkan pngendara jlanan yg lain.menurun naikan penumpang seenak jidat mereka menggangu tata tertib lalu lintas dan jalanan jadi macet.

14.arus yg melampaui kapasitas jalan
http://img83.imageshack.us/img83/7116/29443459331410l1.jpg
kalo ini sih sering kita jumpai di jkt.tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk.

15.si komo
http://img214.imageshack.us/img214/1439/sikomo1.jpg
sperti lagu jaman dulu komo penyebab kemactan."macet lagi macet lagi gara-gara komo lewat".

dampak negatifnya.
Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah
Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,
Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,
Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal,
Meningkatkan stress pengguna jalan,
Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya

carlos_roy_fajarta
21-12-2010, 09:44 AM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/21/0855007620X310.jpg



JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor siap mengimpor- sedikitnya 15.000 unit - CBR250 R ke Indonesia pada 2011. Hal itu terkuak dari dokumen aplikasi yang diajukan Honda kepada Kementerian Perindustrian.

Untuk pasar Indonesia, AHM menawarkan dua varian, yaitu dengan ABS dan tanpa ABS (standar). Untuk standar, Honda menargetkan penjualan 9.000 unit sedangkan versi ABS 6.000 unit.

"Belum final! Jumlah tersebut untuk satu tahun," jelas sumber AHM kepada KO MPAS.com, semalam (20/12/2010). Waktu peluncuran, diperkirakan sekitar akhir kuartal pertama atau awal kuartal kedua tahun depan. Sedangkan harga, belum diinformasikan.

Meski demikian, beberapa spekulasi memperkirakan, Honda mematok harga lebih murah dari Kawasaki Ninja250 yang dibandrol Rp 46 juta. Dengan strategi ini, Honda berharap bisa langsung memimpin penjualan di tahun pertamanya, memasarkan sepeda motor 250 cc ke pasar Indonesia.

Kalau strategi tersebut yang dilakukan Honda, patut diancungi jempol. Pasalnya, dari teknologi CBR250R lebih unggul. Pasalnya, sudah menggunakan sistem injeksi, sedangkan Ninja masih karburator. Belum lagi fitur terbaru dan penampilannya yang lebih gagah!

carlos_roy_fajarta
21-12-2010, 09:54 AM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/16/1202247620X310.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com — Sedikitnya tiga sampai empat nyawa melayang setiap harinya akibat kecelakaan lalu lintas di Jakarta. Dari semua kecelakaan di jalan raya, 90 persen disebabkan faktor manusia, selebihnya karena kendaraan atau kondisi jalan. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan membuat pendidikan tertib lalu lintas menjadi vital dilakukan sejak dini.

Begitu dikatakan Kasubdit Dikyasa Dirlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Kanton Pinem dalam memberi sambutan pada acara "Shell Road Competition (SRC) 2010" di Taman Lalu Lintas Shaka Bhayangkara, Cibubur, Jawa Barat, Kamis (16/12/2010). "Kita perlu menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak dini supaya bisa menekan angka korban di jalan," ujar Kanton.

Menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, sepanjang Januari-Juni 2010 tercatat 4.129 kecelakaan di jalan raya. Dari jumlah itu, sepeda motor menyumbang jumlah terbanyak, yaitu 3.995 kali atau 59 persen dari total kecelakaan.

Untuk korban jiwa meninggal, dalam periode yang sama tahun ini tercatat 501 jiwa. Terbanyak dari pengguna sepeda motor hingga 60 persen atau 301 jiwa.

Sementara itu, dalam acara SRC kali ini terdapat 400 pelajar kelas 4-6 dari 25 sekolah dasar di lima wilayah Ibu Kota yang turut serta. Mereka merupakan murid-murid terpilih dari 1.035 peserta lain yang sebelumnya mengikuti kegiatan pelatihan tertib lalu lintas dan keselamatan di jalan yang diselenggarakan PT Shell Indonesia.

Dalam acara puncak ini, sejumlah lomba diselenggarakan, mulai dari kompetisi bersepeda tertib, mendongeng, menggambar, puisi, sampai lomba sorak.

"Kami sudah memulai pendidikan tertib lalu lintas sejak 2008 dan terus berkesinambungan sampai sekarang. Kami harap akan lebih banyak lagi agen perubahan budaya berlalu lintas di jalan pada masa mendatang," tutup Budiman Moerdijat, General Manager Communications and External Relation PT Shell Indonesia.

carlos_roy_fajarta
22-12-2010, 12:13 PM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/21/1649068620X310.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com — PT Astra Honda Motor (AHM) menyumbangkan 81 sepeda motor kepada 26 sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia sebagai alat praktikum. Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis di Plant III AHM, Cikarang, kepada dewan guru perwakilan sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi, Senin (20/12/2010).

Kristanto, Head of Corporate Communication AHM, mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen selalu berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan, terutama yang terkait dengan teknologi di bidang otomotif. "Pendidikan merupakan salah satu fokus CSR (corporate social responsibility) kami, selain lingkungan dan keselamatan berkendara atau safety riding," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (21/12/2010).

Untuk perguruan tinggi, AHM mendonasi Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada. Di dua perguruan tinggi ini, sepeda motor Honda akan dijadikan alat untuk penelitian tentang teknologi sepeda motor Honda di kalangan mahasiswa.

Sebelum ini, AHM sudah menyumbangkan 66 motor yang sebagian diperuntukkan bagi pengembangan Laboratorium Otomotif Honda di beberapa SMK. Dengan demikian, sepanjang tahun 2010, AHM telah mendonasikan 147 unit.

carlos_roy_fajarta
23-12-2010, 11:07 PM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/23/2044036620X310.jpghttp://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/23/2052255620X310.jpghttp://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/23/2049107620X310.jpghttp://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/23/2056277620X310.jpg






KOMPAS.com - Teknologi dan desain sepeda motor supersport listrik semakin canggih. Terutama superbike yang digunakan untuk berpacu di ajang TTXGP atau eGrandPrix. Memasuki tahun ketiga TTXGP pada 2011, salah satu pesertanya, yaitu Mission Motors dari San Francisco, Amerika Serikat, Jumat lalu memperkenalkan sepeda motor listrik andalannya, yaitu Mission R.

Kombinasi Top
Sepeda motor dengan sosok seksi dan estetis ini merupakan karya dua perancang kenamaan Mission Motors, yaitu James Parker dan Tim Prentice dari Motonium Design. James Parker ditugaskan khusus untuk merancang sasis, sedangkan bodi, fairing dan bagian lainnya diserahkan kepada Tim Prentice, seorang perancang produk industri yang sudah banyak memodifikasi moge.

Dijelaskan pula, sosok eksotis Mission R dieperoleh karena perancangnya mampu menyatukan potongan sosok Honda CBR600R (pada fairing dan bodi), KTM RC8 (jok belakang) dan Ducati 900 (rangka).

Tak hanya itu, teknologi atau produk yang dicangkokkan untuk menopang performa sepeda motor ini juga hebat. Komponen suspensi depan dan belakang, peredam kejut (shock absorber) sama dengan yang digunakan oleh sepeda motor untuk MotoGP, yaitu Öhlin. Begitu juga dengan rem, Brembo dan pelek Marchesini.

Baterai Kompak
Kendati tidak merinci ukuran baterai dan motor listrik yang digunakan, termasuk komponen pendukung lainnnya, sumber tenaga sepeda motor ini dinilai Mission Motors sangat kompak, diklaim lebih kecil dibandingkan dengan mesin supersport 600 cc.

Jantung Mission R adalah motor listrik induksi tiga fasa yang menghasilkan tenaga 141 PS dan torsi 156 Nm @0-6.400 rpm. Motor listrik arus bolak-balik ini (AC) didinginkan oleh cairan. Sedangkan baterai lithium-ion punya kemampuan menyimpan energi listrik 14,4 kWh. Untuk sekali isi, baterai bisa menjalankan sepeda motor menempuh jarak 250 km dan kemampuan mencapai kecepatan top 250 km/jam.Tenaga motor listrik dipindahkan ke roda transmisi satu kecepatan.

Baterai yang terdiri dari beberapa modul, dilengkapi dengan sistem kontrol terpadu. Sistem manajemen baterai akan mengatur arus pengisian dan energi yang dilepaskan untuk memutar motor listrik. Sumber energi ini dikemas dalam kotak yang dibuat dari serat karbon berlapiskan bahan dielektrik.

Cukup menarik, Mission R menonjolkan rangkanya yang ditiru dari Ducati dengan cat warna kuning. Rangka ini dibuat dari campuran bilet aluminium dan pipa krom. Selanjutnya, data atau kondisi komponen utama, yaitu suhu baterai, tegangan listrik, tenaga saat melaju, kecepatan, koordinat GPS dan lainnya, dimonitor melalui koneksi WiFi dan 3G.

carlos_roy_fajarta
24-12-2010, 12:12 PM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/23/1716163620X310.jpg



JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan memberlakukan pajak progresif bagi kepemilikan kendaraan bermotor mulai 1 Januari 2011. Untuk meminimalisi pelanggaran oleh warga, maka penerapan kebijakan ini akan dilakukan secara bersamaan di lingkup Jabodetabek.

Kebijakan Pajak Progresif merupakan salah satu instrumen untuk mengatasi kemacetan di DKI Jakarta. Besaran tarif pajak progresif kendaraan pribadi dimulai dari 1,5 persen untuk kepemilikan kendaraan pertama, kendaraan kedua 1,75 persen, ketiga 2,5 persen dan keempat hingga seterusnya sebesar 4 persen. Artinya, sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) No.28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang menyebutkan besaran tarif pajak maksimal 10 persen.

Soetanto Soehodo Deputi Gubernur bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi kepada Kompas.com, hari ini (23/12/2010) mengatakan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta perlu dilakukan tindakan cepat. Pertumbuhan luas jalan dengan jumlah kendaraan sudah tak sebanding, terlebih area yang dijadikan jalan sudah tak tersedia.

"Sebenarnya, awalnya yang dibatasi itu penggunaan (kendaraan). Tapi kalau penggunaan sulit dibatasi bergeser ke pemilikan," ujar Soetanto di Jakarta, hari ini (23/12/2010). Ia menambahkan, pajak progresif bukan semata menambah beban masyarakat tapi akan disalurkan untuk mengembangkan sarana umum warga di sektor transportasi dan infrastruktur.

"MRT (Mass Rapid Transportation) misalnya, tapi memang baru bisa digunakan 2016 mendatang. Dalam periode transisi ini makannya dilakukan bertahap bukan langsung maksimal (10 persen). Tapi, hampir seluruh negara menerapkan hal ini (pajak), jadi bukan hal baru lagi," komentar Soetanto.

Untuk mencegah timbulnya praktik penyelewengan oleh warga Jakarta, Pemda DKI akan menyelaraska kebijakkan ini ke wilayah lain di sekelilingnya termasuk Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Terkait penerapan pajak progresif, Presiden Direktur PT Indomobil Sukses International Tbk (Indomobil Group) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah membebani otomotif dengan pajak baru tak akan berpengaruh signifikan pada kemacetan. "Inti masalahnya bukan di situ. Ini seperti orang sakit kepala dikasih obat tetes mata," tegas Gunadi.

Gunadi memastikan kebijakan ini berdampak negatif pada pasar otomotif nasional. Pasalnya, warga tak diberikan sarana transportasi alternatif yang memadai untuk digunakan. "Kebijakkan ini sangat tak memihak rakyat. Jangan cuma dibebani pajak tapi juga dikembalikan (ke rakyat) yang sebanding," tegas Gunadi.

carlos_roy_fajarta
25-12-2010, 05:15 PM
http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/10/risk-in-your-head.jpg


Resiko terbesar adalah apa yang “ada dikepala” anda sendiri. Apa yang anda pikirkan dan apa yang anda ketahui. Masalahnya adalah, apakah terfikirkan atau tidak ? Apakah anda mengetahui atau tidak ? Atau justru Apakah anda perduli atau tidak ? Ha, jawab sendiri ya.

Anda mungkin sudah tau bahwa kalau tidak pakai helm akan ber-resiko kena tilang polisi. Anda juga pastinya sudah tahu kalau tidak pakai helm dan terjatuh bakal punya resiko kematian yang tinggi. Apa yang akan anda lakukan setelah anda tahu ? He he he nenek-nenek (ugh… maaf ya nek) juga tau, “Pakai helm lah cuuuuk”. Dasar manusia, walaupun dikasih akal dan kecerdasan serta kesempatan, tetap saja ada yang seperti digambar dibawah



http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/10/singleters.jpg


Memang, pemakai motor sudah banyak yang pake Helm, dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Di pinggiran kota sih jangan tanya, tetap sangat banyak yang gak bener, maksudnya gak pake helm. Yah itu kembali lagi, apa yang ada di kepala orang-orang pinggiran he he he.

Nah, yang jadi masalah adalah, kalau yang bersangkutan sudah terfikirkan dan sudah tahu tentang resiko. Makin parah lagi kalau sudah sadar. Tapi masih tetap saja nekat. Sudah tahu kalau melawan arah itu sangat berbahaya, dan melanggar lalu-lintas, tapi tetap saja.



http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/10/vs-stream-1.jpg


Ampun deh. Dah tau resiko, sudah mengerti tapi tetap saja mengambil resiko yang tidak perlu. Kalau sudah kecelakaan, hanya ada penyesalan.

Jadi apa sih sebenarnya yang jadi masalah ? Masalah yang sebenarnya adalah bukan apa yang terlihat, bukan resiko jalanan yang licin, bukan resiko padatnya lalulintas yang mengancam dan arus yang berlawanan, bukan resiko kepala yang pecah karena terkantuk batu, bukan resiko di tilang polisi karena tidak patuh peraturan.

Melainkan resiko yang ada didalam kepala anda seperti :

1. Underestimate : Menganggap enteng keselamatan dan resiko.

2. Overestimate : Menganggap lebih kemampuan diri sendiri.

3. Over confident : Terlalu yakin bahwa segalanya telah tertangani dengan baik.

4. False Resignation : Pasrah pada nasib yang tidak pada tempatnya.

5. Comfort Reason : Alasan-alasan kenyamanan.

Yap, dari semua 5 poin diatas, datangnya dari dalam kepala anda sendiri. Maka, “PERBAIKI DULU KEPALA ANDA”.



http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/10/vs-stream-2.jpg

carlos_roy_fajarta
26-12-2010, 06:19 PM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/13/1413316620X310.jpghttp://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/13/1415307620X310.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com - Honda CBR 150R tidak dipasarkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Honda di Indonesia. Tapi, bagi yang kepincut bisa mendapatkannya di importir umum (IU) seperti Pro Bike. Nah, Motor Plus telah menjajalnya dan inilah hasilnya.

Tampilan New CBR 150R ini perpaduan CBR1000RR yang menonjol pada fairing dengan VFR1200F yang tampak pada cover depan. Bahkan secara keseluruhan, bentuknya sangat dekat dengan CBR250R, hanya dimensi lebih kecil.

kendati modelnya sport, posisi berkendara agak berubah. Dimensinya sedikit lebih lebar dari CBR 150 lama. Kemudian, spidometer gampang dibaca karena indikatornya perpaduan digital (penunjuk kecepatan) dan analog (takometer). Trus, posisi tangki bahan bakar yang memuat 13 liter, agak lebih tinggi.

Ubahan lain, sistem suplai bahan bakar bukan pakai karburator vakum dan sudah injeksi dengan sistem pramable fuel injection atau di Honda beken disebut PGM-FI. Dengnan diameter piston 63,5 mm dan langkah 47,2 mm, New CBR 150R ini punya perbandingan kompresi 11:1. Cukup tinggi, tapi di tangki tertulis bisa diisi bensin beroktan 91.

Karena sudah memakai teknologi PGM-FI, power terasa sangat berbeda. Maksudnya, tenaga terasa lebih menyentak. Gigi I saja mencapai 47 km per jam saat jarum putaran mesin berada pada 11.500 rpm. Untuk gigi II berada di kecepatan 76 km per jam.

Saat bermanuver, handling CBR 150R terasa lebih mantap. Sebab, kedua roda mengaplikasi ban lebar, yakni 100/80-17 (depan) dan 130/70-17 (belakang).

carlos_roy_fajarta
27-12-2010, 11:46 AM
http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2010/Desember/20101214_sepatu_01.jpg



Jakarta - Pada tipe motor tertentu, proses perpindahan persneling dilakukan pakai sistem ungkit. Posisi kaki bagian depan di bawah tuas persneling kemudian diungkit untuk menaikkan gigi.

Sistem perpindahan ini umum digunakan motor tipe sport atau bebek bergaya sport. Seperti Suzuki Thunder, Satria F-150, atau Kawasaki Ninja 250R.

Model perpindahan ini memang bikin pengendara nyaman. Hanya dengan memainkan ujung kaki bagian depan, pindah gigi bisa dilakukan. Injak untuk menurunkan gigi, ungkit menambah.

Jauh lebih simpel memang. Tapi, sistem ini juga akan memakan ‘korban’ sepatu. Apalagi buat pengendara yang menggunakan sepatu tidak tidak didesain untuk berkendara.

sistem ini juga akan memakan ‘korban’ sepatu. Apalagi buat pengendara yang menggunakan sepatu tidak tidak didesain untuk berkendara.

Bagaimana jika pengendara yang masih menggunakan sepatu biasa? Kan tidak semua orang naik motor pakai sepatu khusus.

Kerusakan akan cepat terjadi di bagian biasa dipakai mencungkil. Bagian ini pasti akan langsung menghitam. Untuk menghilangkannya, kata Hendri bisa dengan memyamarkannya. Pakai semir atau bahan khusus untuk pelembab kulit.

Tapi tetap, hasilnya dipastikan akan kurang maksimal. Karena bagian ini memang akan terus diajak bergesek dengan ujung tuas persneling.

Cara paling gampang untuk menghindari kerusakan ini bisa coba pakai kondom sepatu. Salah satunya produk keluaran Outsider Chop yang berbahan dasar kulit. Perlengkapan berkendara ini dijual Rp 60 ribu. Mau?

carlos_roy_fajarta
29-12-2010, 06:30 AM
http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2010/Desember/20101214_armtiger_01.jpg
Lengan kiri dan kanan mestinya lurus



Jakarta - Persoalan swing arm Honda Tiger menarik jadi bahasan. Mulai dari lubang adjuster chain yang tertekuk, lalu batang arm kena gesek gir belakang, ada juga posisi ban tidak lurus serta lengan ayun kiri miring sendiri.

Seperti dialami Febri, warga Pekanbaru. Arm kiri Tigernya tergerus putaran gir belakang. Bahkan saking parahnya, putaran gir tadi bisa saja menghantam sisi dalam batang lengan ayun hingga bengkok ke luar.

“Awalnya lubang setelan rantai atau adjuster chain tertekuk ke dalam. Karena sisi sekitar lubang penyok, otomatis posisi rantai jadi tidak lurus. Akibatnya gir menghantam arm,” cerita Febri.




http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2010/Desember/20101214_armtiger_02.jpg
Ban belakang gak lurus dengan sepatbor karena sudah ganti ban tapak lebar



Ada indikasi material lengan ayun enggak siap menahan beban tekan baut as roda pada saat mur dikencangkan.

Apalagi setelah Febri melihat ketebalan pelat yang dipakai sebagai material dasar arm seperti terlalu tipis.

Namun penyebab gir menghantam arm, menurut Bronto Laras alias Bronk, bukan semata karena material arm. Terlebih sampai menyalahkan pengunaan ban yang sudah pakai tapak lebar, hingga batang arm jadi gampang bengkok.

“Bisa jadi kesalahan saat melakukan penyetalan rantai. Karena sering dianggap sepele, beberapa mekanik hanya mengencangkan as roda dengan setelan rantai tanpa tahu patokan dasarnya. Baru ketahuan setelah ada bunyi logam beradu di sekitar lengan ayun,” imbuh mekanik Mandiri Motor dari Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini.

Selain arm dihantam gir, persoalan yang juga pernah dialami pemilik Tiger posisi ban tidak lurus dengan sepatbor belakang. Bahkan dulu, di mailinglist HTML, sampai ada kabar lengan ayun sebelah kiri terlihat miring parah.




http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOTOR/Tips/2010/Desember/20101214_armtiger_03.jpg
Lubang adjuster chain tertekuk ke dalam. Batang arm kena gesek gir belakang


Seperti diutarakan Agus Purwanto yang punya nama identitas Jithing. Katanya lengan ayun Tigi (sebutan Tiger) juga pernah miring ke kiri. Tapi sekarang sudah enggak lagi setelah diperbaiki di bengkel press AHHAS.

Begitu juga dengan apa yang dipaparkan oleh Yunawan Kurnia yang punya nama sebutan Uyunk. Katanya, dia pernah pegang beberapa Tiger dan memang arm sebelah kiri dekok ke dalem. “Awalnya agak khawatir,” ceritanya.

Deni Jaelani alias si Pitung, berani kasih informasi kalau sudah menemukan permasalahan yang ada di Tiger. Dia merasa lengan ayun Tigernya miring ke kiri dan bodi belakang kanan terangkat.

Katanya, pemilik Tiger coba disuruh buka bodi belakang dan lampu belakang. Trus perhatikan baik-baik. Pertama, dua rangka di bawah jok tidak sama (kiri lebih tinggi). Lalu dua rangka pemegang lampu belakang tidak sama (kanan lebih tinggi), dan jarak bos rangka tengah pemegang lengan ayun, yang sebelah kanan lebih pendek 0,2 mm.

Adri Bridjal Hanafi alias Mas Boy mekanik BMS yang juga biasa tangani Tiger mengaku, belum pernah menemui persolan swing arm miring. Justru persoalan yang sering dikeluhkan konsumennya, gir belakang sering bergesek dengan arm.

Penyebabnya selain cara setel rantai yang salah, pemilik Tiger kurang perhatian dalam perawatan seputar panel gir belakang. Sebab jika ring, clip pengunci gir di panel sudah mulai aus, maka putaran sproket tadi jadi tidak stabil.

“Tapi, kalau penyebab ban belakang tidak lurus dengan sepatbor buritan, biasanya lantaran motor sudah ganti ban tapak lebar (di atas 120) dan memaksa posisi arm dimodifikasi. Makanya jadi miring,” imbuh pria yang praktik di Perumahan Sukatani Permai, Cimanggis, Depok.

Kalau penyebab arm kiri miring, baik Mas Boy maupun Bronk mengaku belum pernah dapat keluhan seperti itu. Tapi, kalau memang ada, mereka akan lihat dulu sejarah motor yang dipakai konsumen.

“Jika masih standar, penyebab roda miring bukan dari arm, namun dari rangka. Dulu pernah ada ditemui. Penyebabnya bisa dari beban berlebih atau bisa juga saat proses perjalanan motor dari pabrik. Mungkin bagian belakang yang diikat tali terlalu kuat, makanya jadi ikutan bergeser,” timpal Bronk.

Penyebab lainnya bisa juga dari salah pemasangan sok ukuran tinggi atau part peninggi sokbreker. Sebab proses meninggikan sok sangat berkaitan dengan posisi lengan ayun. Atau bisa juga sering pakai standar samping lantaran standar tengah sudah tidak mampu menyangga ban ukuran besar.

MOTOR Plus coba konfirmasikan masalah Tiger yang lumayan serius ini langsung ke pihak PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai produsen. Jawaban AHM, mereka mengaku belum pernah mendapat informasi perihal lengan ayun miring. Baik produk Tiger keluaran lama maupun versi yang paling baru.

“Tapi, kalau memang ada masalah seperti itu, konsumen disarankan untuk segera datang langsung ke bengkel resmi terdekat. Tentunya agar bisa segera ditangani. Dan informasi ini tentunya juga bisa jadi masukan buat pabrikan,” kata Wedijanto Widarso, Technical Service Divison Haed PT AHM.

carlos_roy_fajarta
30-12-2010, 10:09 AM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/30/0941345620X310.jpg





JAKARTA, KOMPAS.com - PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) membuka lembaran 2011 dengan meluncurkan Lexam yang sosoknya sudah dipajang saat Jakarta Motorcycle Show 2010, November lalu. Dari informasi yang diperoleh Kompas.com, Yamaha akan memperkenalkan bebek matik tersebut pekan ketiga Januari 2011. "Mudah-mudahan jadi, Januari ini akan diluncurkan," ujar sumber YMKI kepada Kompas.com (29/12/2010).

Lexam akan head-to-head dengan rival Honda Absolute Revo AT yang sudah lebih dulu dipasarkan pertengahan tahun lalu. Meski pemasaran Revo AT yang diharapkan terjual 3.000 unit per bulan, masih di bawah performa terbaiknya. November lalu saja penjualan cuma 1.474 unit. Faktor harga yang tinggi (Rp15,8 juta) disebut-sebut sebagai faktor penyebabnya.

Peluncuran Lexam diharapkan bisa meningkatkan minat konsumen pada segmen baru bebek matik tahun depan. Kendati Yamaha tak gentar akan posisi harga jual Lexam nantinya yang diperkirakan di atas kompetitornya itu."Sepertinya harga (Lexam) akan berada di atas produk yang sudah ada di pasar (Revo AT). Berapanya belum fix," beber sumber tersebut.

Model Lexam sangat berbeda dengan Revo AT. Seperti sistem penghenti laju, untuk betik Yamaha, baik depan maupun belakang dioperasikan melalui tuas di tangan (kanan dan kiri). Sedang pijakan kakinya mengadopsi model skutik. Trus, pasokan bahan bakarnya masih tetap sistem karburator.

Sementara Honda Revo, pengoperasian rem belakang tetap dengan menginjak pedal rem di sebelah kanan. Untuk transmisinya dari maual ke CVT.

Untuk 2011 nanti, selain Lexam, Yamaha dikabarkan sudah menyiapkan dua model baru lain di segmen bebek (cub) dan skutik. Belum ada informasi lanjutan apakah skutik yang diluncurkan nantinya Fino yang disebut-sebut bakal menyaingi kesuksesan Honda Scoopy. Kita sama-sama nantikan saja!

carlos_roy_fajarta
01-01-2011, 02:09 PM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/31/1532158620X310.jpg




AMERIKA, KOMPAS.com — Grup Piaggio di Amerika Utara mengabarkan bahwa pada semester pertama 2011, penyuka moge bisa menikmati sepeda motor baru Moto Guzzi Griso 8V SE. Harganya Rp 130,9 juta dan dihadirkan dalam dua pilihan warna, hijau dikombinasi Tenni atau Rosso Mandello dengan mesin hitam.

Tampilannya begitu macho dengan jok kulit yang dipadu roda-roda dengan velg BER dibalut ban Pirelli Scorpion. Sistem penghenti laju mengandalkan Brembo dengan kaliper radial P4/34, sedangkan cakramnya berukuran 320 mm.

Kegagahan Moto Guzzi ini kian terasa begitu mesin "Quattrovalvole" yang merupakan inkarnasi terbaru mempunyai torsi 113Nm pada 5.800 rpm atau lebih besar dari versi sebelumnya yang hanya 108Nm pada 6.400 rpm. Peningkatan ini ada setelah penyempurnaan dilakukan pada cam, sistem injeksi bahan bakar, dan sistem pendingin yang diperbesar.

Yang menarik, desain knalpot model two-into-one (dua langsung menyatu) dan ujungnya sangat besar. Uniknya, posisi menyatunya kedua pipa knalpot berada di bawah kaki kiri.

"Keuntungan Griso 8V SE di jalan adalah ia pusat gravity rendah, bagian depan mantap, dan respons setang yang cukup baik setelah offset pelatnya dikurangi," ujar pihak grup Piaggio dalam rilisnya.

carlos_roy_fajarta
02-01-2011, 11:58 PM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/02/0818337620X310.jpg



Meski tampilan standar Yamaha Byson sudah sport banget, Ardiansyah ingin sepeda motor 150 cc ini lebih macho lagi. Untuk memenuhi keinginannya itu, ia lantas minta Jaedun Mukhtar dari JJ Airbrush untuk memodifikasinya, tapi simpel aja.

Oleh karena itu, pengerjaan hanya difokuskan pada bodi dan pemasangan kondom arm supaya terlihat sedikit lebih besar. Sementara pelek, kata Jeje (sapaan akrab Jaedun), dibiarkan pakai standarnya.

Bodi pertama yang disentuh adalah bagian buritan. Bentuknya mengarah ke Ducati Monster, "Karena konsep Byson mengarah ke streetfighter, kita pilih model itu," ungkap pemodifikator ini.

Bentuknya tetap sporty walaupun tidak meruncing. Untuk lampu belakang, dipakai variasi dari Ninja 250R, sedang lampu sein dipasang di bagian bawah atau undertail. Dan buntut seperti ini terlihat pas larena mengikuti kontur tangki bagian depan. "Jadi, lekukannya seakan nyambung antara depan dan belakang," papar Jeje.

Kolong mesin dirasa kosong sehingga ditambah dengan engine cover. Efeknya, membuat tampilan Byson jadi lebih gagah. Boleh ditiru, juga.

carlos_roy_fajarta
03-01-2011, 12:22 AM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/02/0851103620X310.jpg



Pasar sepeda motor di India masih dikuasai Hero-Honda, Bajaj dan TVS. Namun, pelan tapi pasti, Yamaha terus menunjukkan peningkatan penjualan. Bahkan, Desember lalu pasarnya meningkat sampai 68,71 persen menjadi 34.839 unit dibanding periode yang sama tahun lalu tercatat 20.529 unit.

Dari total tersebut, 26.567 unit diserap pasar lokal atau melesat 95,17 persen dibanding tahun lalu 13.612 unit. Sektor ekspornya pun naik 19,59 persen menjadi 8.272 unit dari 6.917 unit. Dengan pencapain ini, total penjualan perusahaan naik 30,75 persen atau 350.264 units dari posisi 2009 hanya 267.895 unit.

Untuk penjualan domestik 2010, totalnya mencapai 258.987 unit, naik 18,46 persen dari tahun lalu 218.625 unit. Sedang ekspor terkerek 85,26 persen menjadi 91.277 unit dari 49.270 unit (year on year).

"Kami sangat gembira pencapaian tahun ini, dan bisa memperkuat citra merek produk dan memperbesar pasar di hati konsumen India," komentar Hiroyuki Suzuki, Chief Executive Offcer sekaligus Direktur Pelaksana India Yamaha Motor, seperti diansir econoictimes (1/12/2010).

Tahun depan, perusahaan berharap bisa terus meningkatkan penjualan, salah satu strateginya menggelontor beberapa model unggulan.

carlos_roy_fajarta
03-01-2011, 12:57 AM
http://4.bp.blogspot.com/_VaZggO_6UCo/TLvZ0fI5IAI/AAAAAAAAAMw/_ByTIw7uJN0/s1600/html.jpg




File ini diposting secara otomatis tiap sebulan sekali.
harap tdk mereply postingan ini di milis.
bila ada hal hal yg kurang jelas, dpt menghubungi
honda-tiger-owner@yahoogroups.com
-----------------------------------------

BEBERAPA HAL YANG HARUS DIKETAHUI OLEH MEMBER HTML TENTANG SAFETY RIDING.

Dasar pemikiran.

Mengendarai sepeda motor, memiliki resiko kecelakaan yang jauh lebih besar
dibandingkan dengan kendaraan lain dan kecelakaan yang terjadi tidak hanya
bisa menimpa pengendara saja tetapi juga orang lain, penyebabnya bisa berbagai
hal mulai dari kondisi sepeda motor, kondisi lingkungan, kondisi fisik
pengendara,cara mengendarai dan yang utama kondisi mental pengendara.

Untuk itulah kita mengenal bahkan mungkin ada yang pernah mengikuti berbagai
program safety riding atau defensive riding guna meningkatkan keterampilan
kita mengemudikan sepeda motor, kemudian kita juga sering melihat berbagai
rambu/tanda yang memberikan informasi tentang kondisi lingkungan sekitar kita
yang berkaitan dengan lalu lintas kendaraan, kita juga mengenal keharusan
service rutin untuk kendaraan kita guna mempertahankan kondisi terbaik
kendaraan kita, juga kita mengetahui bahwa ada undang-undang lalu-lintas yang
khusus mengatur masalah lalu lintas, tetapi semua itu tidak akan menjamin
keselamatan kita dijalan jika sikap dan kondisi mental kita tidak mendukung.

HTML sebagai komunitas pengendara sepeda motor dimana resiko kecelakaan yang
cukup tinggi, memiliki anggota yang sebagian besar memiliki latar belakang
pendidikan menengah keatas dan didukung oleh kondisi sosial ekonomi yang cukup
memadai, karakter member HTML yang seperti ini bukan lagi masanya mendapatkan
pemahaman tentang hal-hal diatas melalui suatu doktrin yang kaku, tetapi
melalui pendekatan mental sehingga pelaksanaan safety riding bukan lagi suatu
pemaksaan tetapi telah menjadi suatu kebutuhan.

HSRT ( HTML Safety Riding Team ) adalah bagian dari HTML yang memiliki fungsi
salah satunya adalah mengingatkan member HTML untuk terus memperbaiki sikap
mentalnya tentang safety riding.

Atas pemikiran seperti diatas, maka dipandang perlu menyampaikan beberapa hal
yang harus diketahui oleh member baru HTML tentang upaya pemahaman safety
riding dikalangan HTML.

1. HELM
Seperti kita ketahui bahwa kepala adalah bagian paling vital dari anggota
badan kita, celakanya kepala adalah bagian dari tubuh kita yang memiliki
resiko tinggi menerima benturan saat terjadi kecelakaan, untuk itulah HSRT
mewajibkan semua membernya menggunakan dengan benar Helm untuk pengemudi
maupun penumpangnya. Helm yang baik adalah secara fisik mampu memberikan
perlindungan menyeluruh pada bagian kepala, seperti pada bentuk Full Face atau
Half Face, sementara untuk untuk helm Cetok, HSRT sangat tidak mengajurkan
untuk menggunakannya.

2. SEPATU
Banyak yang meremehkan tentang penggunaan sepatu dikala kita mengendarai
sepeda motor, tetapi faktanya beberapa rekan HTML mengalami kecelakaan cukup
serius dikakinya saat mengendarai sepeda motor, HSRT menghimbau agar
menggunakan sepatu saat berpergian dengan sepeda motor, dan mewajibkannya saat
touring.

3. JAS HUJAN
Banyak rupa jas hujan, tapi tahukah anda, bahwa jas hujan model ponco justru
membawa maut bagi pemakainya ?? berkibarnya jas hujan model ponco akan
memiliki kemungkinan tersangkut dengan kendaraan lain, beberapa kasus tentang
hal ini sudah terjadi, HSRT mewajibkan member HTML tidak menggunakan jas hujan
model ponco.

4. KACA SPION DAN LAMPU PENERANGAN
Dengan kaca spion dan lampu penerangan yang berfungsi baik kita akan mudah
memahami kondisi lalu lintas disekitar kita sehingga memberikan waktu yang
cukup untuk bereaksi, HSRT mewajibkan seluruh sepeda motor member HTML
memiliki kaca spion dan lampu penerangan yang berfungsi dengan baik.

5. MEMATUHI ATURAN LALU LINTAS
Ada hubungan yang jelas antara keselamatan mengendarai sepeda motor di jalan
dengan mematuhi aturan lalu lintas, HSRT selalu mengingatkan member HTML
dimanapun berada untuk berhenti dibelakang garis putih saat lampu merah
menyala, dan tidak memasuki jalur cepat yang bukan diperuntukan sepeda motor.

6. MENGGUNAKAN SIRINE
Sirine hanya boleh digunakan oleh aparat pemerintah yang memiliki wewenang
untuk menggunakannya, HSRT melarang penggunaan sirine terhadap member HTML,
kecuali untuk petugas touring resmi yang mendapat izin dari kepolisisan.

7. SOPAN DAN BERETIKA
Jalan raya bukan hanya milik pengendara sepeda motor apa lagi member HTML
saja, untuk itu diminta agar member HTML mengedepankan sikap saling menghargai
kepada sesama pengguna jalan dan mau menolong sesama pengguna jalan terutama
sesama member HTML dan club motor sejenis yang mengalami hambatan di jalan.

8. MEMATUHI ATURAN TOURING
Untuk keselamatan dan kenyamanan touring, HSRT telah menyusun prosedur safety
touring, prosedur ini bersifat wajib untuk diikuti oleh peserta touring.
Hubungi anggota HSRT untuk mendapatkan prosedur ini.

Delapan point tersebut selalu diingatkan oleh HSRT kepada semua member HTML
tanpa terkecuali melalui berbagai cara, diantaranya adalah melalui program
publikasi di milist HTML dan satelitenya, ketika anda sebagai member HTML lupa
menjalankannya, maka identitas anda berikut kesalahannya akan tertulis disemua
media informasi dan komunikasi HTML.



BEBERAPA TIPS Safety Riding.

· Cek dan jaga selalu kondisi sepeda motor anda, karena anda yang paling
mengetahui kondisi layak dan tidaknya motor anda.
· Biasakan melakukan pengereman dengan menggunakan rem depan dan belakang
bersamaan, dengan penekanan 60 % rem depan, 40 % rem belakang, pada saat
menekan tuas rem depan gunakan 3 atau 4 jari anda, dan posisi tuas kopling
tidak tertekan, latih teknik pengereman ini sehingga ketika mengerem
mendadak tidak terjadi penguncian putaran ban.
· Jangan menikung atau menyalip kendaraan lain, jika anda tidak bisa melihat
kondisi didepan anda.
· Selalu gunakan pakaian yang sesuai, dan mudah dlihat.

SEKILAS TENTANG HSRT

HSRT bukan Provost HTML, melainkan bagian dari HTML yang merencanakan dan
melaksanakan berbagai program kerja agar safety riding bisa berjalan dengan
baik di kalangan HTML dan pengguna sepeda motor umumnya, beberapa program
kerja diantaranya adalah menyusun dan menerapkan prosedur safety touring,
pelatihan safety riding, pelatihan Basic Life Support dan Kampanye safety
riding.

HSRT terbuka bagi semua member HTML untuk bergabung menjadi anggotanya, dengan
syarat utama memiliki komitmen untuk bekerja dan disetujui oleh pengurus HSRT,
silahkan hubungi koordinator wilayah anda atau wakilnya untuk bergabung dengan
HSRT.


Selamat berkendara yang aman,

HSRT

dham_baylisstic
03-01-2011, 07:48 AM
saya ikut nebeng naro video tentang bahaya sms-an atau telpon2an sambil mengendarai mobil/motor ya bro.. :lalala:

silahkan disimak baik2..

http://www.youtube.com/watch?v=Tvt3aWhm7NE

pembalap F1 aja yang jelas2 punya konsentrasi dan skill mengemudi yang yahud gak bisa konsentrasi kalo nyetir sambil sms-an.. apalagi kita yang punya skill berkendara yang biasa2 aja.. untung itu bukan pas lagi balapan (emangnya balapan bisa sambil bawa hape.. :XD:)
yang jelas pembalap F1 sama kita kan sama2 manusia.. :hihi:
so, jangan coba2 sms-an atau telpon2an sambil nyetir, baik itu mobil atau motor.. lebih baik berhenti dulu kepinggir jalan atau sms sama telponnya ditangguhkan dulu.. sesuai yang dikasih tau lewat video itu, reaksi kita bakal berkurang menjadi 35% lebih lambat kalo kita sms-an sambil berkendara..

carlos_roy_fajarta
03-01-2011, 06:50 PM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/03/1545352620X310.jpg




Jerman sebagai salah satu kiblat industri otomotif dunia mulai menerapkan penggunaan bahan bakar dengan kandungan ethanol 10 persen (E10) per 1 Januari 2011 di semua pengisian BBM. Langkah ini merupakan bagian dari target jangka panjang untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan hingga 80 persen pada 2050 mendatang.

Sampai 2013, seluruh kendaraan masih boleh menggunakan BBM E5. Meski bertujuan positif, masih banyak pemilik kendaraan khawatir mengonsumsi BBM E10 karena takut akan merusak komponen pompa bensinnya.

Menanggapi hal ini, Menteri Negara Lingkungan, Konservasi Alam, dan Keamanan Nuklir (Federal Ministry for the Environment, Nature Conservation and Nuclear Safety) Jerman, seperti dilansir autobloggreen (2/1/2011) menyatakan, hampir 90 persen lebih kendaraan yang beroperasi di Jerman sudah aman mengonsumsi E10.

Langkah konkret Jerman ini perlu diikuti Indonesia. Pasalnya, pembatasan BBM bersubsidi (premium) pada Maret mendatang diprediksi menimbulkan gejolak inflasi yang besar. Apalagi, harga minyak dunia terus terkerek mengakibatkan harga BBM nonsubsidi (pertamax dan pertamax plus) naik signifikan.

carlos_roy_fajarta
03-01-2011, 06:51 PM
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/03/1649275620X310.jpg



Di Indonesia, PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) baru mengumumkan rencananya memasarkan Pulsar 220 awal tahun ini. Tapi di India, prinsipal Bajaj Auto malah tengah menyiapkan model baru Pulsar 250cc untuk bersaing dengan Honda yang punya senjata andalan CBR 250R.

Hanya, dari segi teknologi, Pulsar 250 masih tertinggal jauh, meski menggunakan rangka dari baja ringan. Tapi, sistem suplai bahan bakar masih mengandalkan karburator.

Kendati begitu, mesin Pulsar memiliki tenaga 26-30 HP dan terbesar di kelas 250 cc. Lalu, kapan Pulsar 250 masuk ke Indonesia ?

carlos_roy_fajarta
04-01-2011, 10:10 PM
http://www.otofinance.co.id/Images/GeneralDocuments/DDOC-041110-0003.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com — Prediksi Kompas.com pada awal Desember lalu bahwa sepeda motor Honda peringkat teratas pada 2010 akhirnya terbukti dengan total penjualan sebanyak 3.416.049 unit, naik 26,3 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 2.704.097 unit. Meski demikian, hasil penjualan Desember 2010 tercatat 215.516 unit, turun 42 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 306.113 unit.

Penurunan distribusi Desember, menurut Sigit Kumala, Senior General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM), kepada Kompas.com sore ini, karena pabrik harus melakukan perawatan berkala tahunan selama tiga hari dan butuh istirahat setelah terus digenjot pada tahun lalu.

Akibatnya, posisi teratas bulanan (Desember) Honda disikat Yamaha dengan 248.108 unit. Namun, secara keseluruhan Honda masih memegang tampuk pimpinan, sedangkan Yamaha membayang di posisis kedua dengan 3.326.380 unit.

"Selisih kami dengan kompetitor menjauh. Tahun lalu (2009) hanya terpaut 52.000 unit, sekarang (2010) mencapai 98.000-an, jadi lebih bagus," beber Sigit.

Dijelaskan oleh Sigit, model skuter matik (skutik) menjadi kunci utama pendongkrak penjualan tahun lalu. Selain itu, juga didukung oleh penjualan Scoopy yang cukup bagus.

"Share (pangsa) Honda untuk skutik pada 2009 cuma 38 persen dan tahun ini sudah 45 persen. Bila selisih pada 2009 sampai 360.000 unit, sekarang tinggal 80.000 unit," ujar Sigit.

Pada tahun ini AHM memp