PDA

View Full Version : Overclocking



bondhahnmrt85
25-01-2009, 10:04 AM
Ketika mendengar tentang kata “overclocking”, pikiran kebanyakan orang awam tentulah tertuju pada keruwetan membongkar sistem komputer yang memang kompleks, sedangkan sebagian yang lain akan membayangkan sosok seorang maniak komputer (lengkap dengan segala atribut aneh-nya) sedang membongkar komputer. Tentu saja hal-hal tersebut banyak yang tidak benar.

Tulisan ini berusaha untuk memberi penjelasan yang lebih “membumi” mengenai dunia overclocking sekaligus mengajak kita yang masih awam untuk mengoptimalkan potensi tersembunyi komputer yang kita pakai sehari-hari dengan cara meng-overclock-nya. Selamat menikmati.


Pengenalan & pengertian overclocking

Overclocking sesuai namanya adalah memaksa clock sebuah peripheral, biasanya clock dari prosessor, lebih tinggi dari standarnya. Dalam perkembangannya overclocking tidak selalu harus berhubungan dengan kenaikan clock, tetapi juga ketika kita memaksa sebuah peripheral bekerja lebih cepat dari standarnya. (clock : satuan frekuensi yang terjadi dalam 1 waktu, untuk di ketahui saja : Mhz prosesor di hitung dari FSB di kalikan faktor pengali, atau yang biasa di sebut multiplier. Contoh : Intel Pentium 2,66 Ghz = 20 x 133, di mana 20 adalah faktor pengali, sedangkan 133 adalah FSB dari prosesor tersebut).

Awalnya, orang melakukan overclocking hanya untuk mendapatkan sistem yang lebih cepat dari standarnya bahkan sampai mendekati sistem yang spesifikasi nya berada di atas sistem yang dia miliki. Tetapi dalam perkembangannya overclocking menjadi sebuah hobi, sebuah trend baru di dunia komputer. Overclocking tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan sebuah sistem yang setara dengan sistem yang berada di atasnya tapi juga melampaui sistem tersebut. Bahkan sekarang ada trend di mana overclocking dipergunakan untuk mendapatkan sistem yang benar-benar di luar batas logika, atau bahkan jauh diatas kemampuan sistem tercepat yang telah ada.

Peripheral komputer yang biasa dan umum dioverclock adalah clock dari prosessor, FSB prosessor, FSB mainboard, timing memori, FSB memori, clock memori dan core VGA, timing memori VGA. Tidak berhenti sampai di situ, masih ada perubahan pada voltase/tegangan pada pro sessor, memori, vga, & chipset agar dapat berjalan stabil pada sistem yang di overclock.

Kenapa harus ada perubahan voltase/tegangan? Seperti yang kita tahu sebuah peripheral komputer sekecil apapun pasti memerlukan daya listrik agar bisa bekerja/berjalan. Apabila kita menaikkan/merubah clock dari sebuah peripheral jelas saja peripheral tersebut membutuhkan daya yang cukup agar dapat bekerja/berjalan dengan stabil. Oleh sebab itu salah satu faktor penting dalam overclocking adalah suplai daya yang cukup dari penyedia daya, yaitu Power Supply.

Pengaruh dari sebuah periferal ketika dioverclock adalah membuat kinerja periferal tersebut lebih cepat dari standarnya dengan efek samping suhu periferal lebih panas dari seharusnya, terjadi ketidakstabilan sistem, bahkan membuat peripheral tersebut tidak mau bekerja. Hal-hal inilah yang membuat seseorang yang ingin mendalami overclocking segan untuk memulainya, padahal dalam overclocking ada tingkatan-tingkatannya sendiri. Overclocking sendiri dibagi menjadi 3 : Safe-Overclocking, Real-Overclocking, & Extreme-Overclocking yang cara & tujuannya berbeda-beda.

Pada bagian selanjutnya akan diberikan cara singkat bagaimana mengoptimalisasi PC Anda dengan cara overclocking dengan efek samping sekecil mungkin dalam penggunaan komputer sehari-hari. Yang bisa disebut dengan ‘safe-overclocking’ atau juga kadang disebut ‘optimalisasi’.


Safe-overclocking/ optimalisasi pada PC

Safe overclocking adalah pengoptimalan PC dengan aman tanpa memerlukan perubahan-perubahan atau alat-alat tambahan pada sistem yang telah ada. Untuk cakupan kali ini, kami hanya akan membahas komputer yang bersistem operasi Windows saja, dengan alasan ba-nyaknya software yang tersedia bagi sistem operasi ini dan juga dengan pertimbangan banyak yang memakai sistem operasi ini. Microsoft Windows yang kami bahas disini adalah Windows yang paling banyak dipakai oleh pemakai komputer, yaitu Windows XP.
Sebelum memulai overclocking, sebaiknya Anda telah mengetahui apa-apa saja yang terdapat dalam sistem Anda, apa jenis prosessor-nya, berapa FSB standarnya, berapa timing memori Anda, dan lain sebagainya. Untuk mengetahuinya Anda dapat melihat pada box penjualannya, atau bila tidak ingin repot sebaiknya gunakan software ‘Hardware diagnostic’ yang gunanya untuk menginformasikan periferal apa saja yang terpasang di sistem Anda. Variasi dari software tersebut ada banyak, tapi kami biasanya menggunakan Sisoftsandra, atau Everest Home Edition yang bisa di download di www.lavalyst.com.

Patut diperhatikan sebelumnya bahwa tidak semua mainboard punya dukungan overclocking lewat BIOS. Untuk mengetahui apakah mainboard Anda mendukung fitur overclocking (dalam konteks ini adalah Safe Overclcoking), Bacalah manual mainboard Anda, di bagian BIOS, apakah terdapat pengaturan terhadap clock speed prosesor, fsb prosesor, timing prosesor. Bila tidak ada, ada alternatif lainnya yaitu menggunakan software overclocking (beberapa merek mainboard mempunyai software overclockingnya sendiri, dan biasanya bila ada software overclocking maka BIOSnya pun mendukung overclocking). Software-software yang biasa digunakan untuk mengoverclock adalah ClockGen yang bisa didownload di
www.cpuid.com.

Cara kerja ClockGen adalah dengan mengakses langsung IC pembangkit clock di mainboard. Tetapi software ini hanya bisa untuk menaikkan clock saja, tidak bisa merubah timing memori. Oleh karena itu di sini tidak akan membahas ClockGen lebih lanjut karena fokus kita kali ini adalah pada FSB memori terhadap FSB prosesor dan timing memori saja.

Setelah kita tahu apa isi dari sistem yang di pakai & juga BIOS mendukung fitur overclocking, sekarang kita harus tahu settingan apa sajakah yang harus diubah agar komputer kita berjalan secara optimal. Untuk konteks optimalisasi kita hanya akan mengubah settingan dari FSB memori terhadap FSB prosesor dan timing memori tanpa mengubah voltase dari memori maupun prosesor.

Sistem yang berbasiskan Intel berbeda cara optimalisasinya dengan sistem yang berbasis AMD. Disini kami akan memberikan garis besarnya bagaimana optimalisasi terhadap kedua sistem tersebut dalam lampiran tersendiri.
Walaupun kami yakin optimalisasi yang dilakukan tadi benar-benar bisa diaplikasikan tanpa adanya masalah, tetapi untuk pencegahan saja apabila komputer mengalami hal yang tidak beres, seperti misalnya tidak mau booting, atau komputer tiba-tiba restart ketika loading Windows (loading Windows gagal), atau juga kita mendapatkan pesan error saat masuk ke Windows maka lakukan langkah-langkah berikut :

Bila komputer tidak mau booting dan mengeluarkan bunyi panjang-panjang itu artinya settingan memori yang dimasukkan tidak sesuai dengan memorinya (memori tidak mau berjalan dengan settingan tersebut). Pemecahan dari masalah ini adalah coba kita matikan total komputer (langsung dari stavolt atau listrik utamanya, tunggu 1 menit dan hidupkan kembali, bila masih mati dan berbunyi maka kita harus mematikan komputer tersebut dan membuka casingnya, cari jumper untuk clear-cmos (bisa dilihat di manual mainboard anda di mana letak jumper tersebut).

Bila komputer tiba-tiba restart ketika loading Windows atau ada pesan error ketika akan masuk Windows, penyebabnya bisa macam-macam. Apabila Anda melakukan overclock terhadap prosessor maka bisa jadi listrik/voltase yang dibutuhkan oleh prosessor tidak cukup, coba untuk mengembalikan clock prosesor tersebut. Apabila permasalahan yang sama masih terjadi juga maka coba untuk mengembalikan settingan kembali seperti keadaan semula. Caranya dengan kembali masuk ke BIOS, lalu pilih [Load Optimized Defaults].
Ketika kita mengalami masalah pada saat harus mengembalikan keadaan ke kondisinya semula, itulah saatnya kita mengetahui bahwa peripheral yang kita gunakan sudah optimal (dalam konteks safe overclock).

Berikutnya,Real-Overclocking. Disini penambahan voltase adalah hal wajib, penggantian peripheral juga bisa merupakan sebuah pilihan tepat. Kapan ‘level’ Extreme-Overclocking tercapai? Bila sebuah komputer tidak lagi pada settingan standar seperti komputer normal, maka tidak lagi bisa berjalan sehari-hari tanpa menggunakan pendingin yang lebih bagus, dan Anda tentunya akan merasa bahwa itu semua masih belum cukup. Dan yang pasti Anda masih menginginkan lebih dari hasil sebelumnya.

bondhahnmrt85
25-01-2009, 10:08 AM
Pengujian safe-overclocking

Setelah kita melakukan optimalisasi pada PC sekarang waktunya untuk pengujian. Kenapa kita butuh pengujian? Karena kita harus memastikan sistem tersebut berjalan tanpa masalah. Pengujian juga dilakukan apabila kita ingin mengetahui berapakah kinerja yang didapatkan dari hasil optimalisasi tersebut.

Prime95 fungsi sebenarnya adalah mencari bilangan prima yang baru dengan cara menggunakan secara maksimal tenaga prosessor dan memori kita. Software ini rentan error apabila sistem kita berjalan ti-dak stabil. Hal ini disebabkan karena ketika menghitung dan mencari bilangan prima, bila menemui kesalahan sedikit saja maka program ini akan menolak untuk melanjutkan. Hal inilah yang menyebabkan Prime95 digunakan oleh overclocker untuk menguji kestabilan sistem mereka setelah di overclock. Prime95 yang biasanya digunakan adalah versi 22.1.2. Untuk mendapatkannya silahkan download di www.mersenne.org/prime.htm.

Download program tersebut di komputer anda. Berikut ini adalah langkah-langkah penggunaannya :

Install software Prime95 dan jalankan aplikasi tersebut.
Pilih menu [Options] lalu klik pada [CPU].

Setting [Daytime Available Memory] & [Nightime Available Memory] dengan nilai setengah dari jumlah memory utama yang terpasang (Contoh : Anda mempunyai RAM dengan kapasitas 512 MB, maka kedua kolom tersebut diisi 256 MB), lalu klik [OK].

Pilih lagi menu [Options] lalu klik pada [Torture Test] dan biarkan pengujian berjalan selama 24 jam.

Bila terdapat error, pertama kali yang harus Anda lakukan adalah menyetting timing memori kembali seperti keadaan semula. Bila masih ada error, lakukan [Load Optimized Setting] pada menu BIOS.

Sebenarnya pengujian yang paling penting adalah pengujian yang dilakukan dengan real-life application, dengan aplikasi yang biasa kita gunakan sehari-hari. Contohnya, apakah kita dapat mendengarkan musik sambil mengerjakan tugas kantor/kuliah/sekolah tanpa masalah, memainkan game favorit tanpa masalah, membuka file gambar dan mengeditnya dengan software gambar juga tanpa masalah? Dengan teknik optimalisasi yang barusan kita lakukan seharusnya sistem yang kita gunakan berjalan stabil dan dengan kinerja yang lebih tinggi dari sebe-lumnya (tidak ada jaminan 100% bahwa semua sistem dapat berjalan dengan stabil).

Dalam konteks optimalisasi/safe-overclocking yang baru saja kita lakukan maka dapat dijabarkan dari keuntungan & kerugiannya :


Keuntungan :

Kinerja sistem lebih tinggi dari sebelumnya tanpa mengeluarkan biaya.
Menambah pengetahuan tentang hardware.

Mengerti bagaimana mengatasi masalah pada komputer.


Kerugian :

Hampir tidak ada, kecuali waktu yang disisihkan untuk optimalisasi ini.


Keuntungan & kerugian yang didapat dari overclocking

Kenapa kerugian yang timbul tidak berhubungan dengan hardware di sistem Anda? Karena yang kita lakukan hanyalah optimalisasi setting. Kenapa dari pabriknya sebuah periferal tidak di setting seperti itu? Kompabilitas adalah masalah utamanya. Seperti yang kita tahu, sebuah perioheral yang sama (contoh-nya memori) di buat oleh pabrik yang berbeda, agar tidak terjadi masalah di kemudian hari terhadap produk yang mereka buat. Maka biasanya mereka membuat settingan pada peripheral tersebut ke settingan yang paling aman/rendah.

Berdasarkan pengalaman kami, peripheral-peripheral tersebut dapat disetting lebih tinggi tanpa ada masalah sama sekali. Inilah mengapa Safe-overclocking bisa & gampang untuk dipraktekkan langsung.


Lebih lanjut tentang overclocking

Setelah kita melihat contoh tadi, mungkin sekarang Anda bertanya-tanya apakah yang sebenarnya kita lakukan tadi? Yang kita lakukan tadi adalah memperbesar aliran data antara prosesor – chipset – memori pada sistem Intel atau prosesor –memori pada AMD dan memperpendek waktu akses memori terhadap data yang sedang di olah, sehingga aliran data yang ditransfer lebih cepat. Mengapa hal seperti itu bisa dikatakan overclocking, sedangkan tidak ada kenaikan clock prosesor?

Seperti yang telah kami kemukakan sebelumnya, bahwa overclocking itu pada dasarnya adalah membuat sistem yang kita gunakan saat ini berjalan lebih cepat dan stabil dari sebelumnya. Dan teknik yang baru dijelaskan adalah teknik yang paling mudah untuk dilakukan tanpa adanya resiko yang sampai merusak hardware Anda yang tentunya bisa merugikan. Perlu diperhatikan pula sewaktu meng-overclock tetap harus hati-hati.

Overclocking saat ini sebenarnya sudah mulai didukung oleh hampir semua produsen-produsen peri[heral komputer, yang dipelopori oleh salah satu produsen mainboard dari Taiwan sejak 1993. Mungkin bagi Anda yang sudah memakai komputer sejak dulu masih ingat bagaimana susahnya untuk merakit sendiri sistem yang telah kita beli karena harus merubah jumper di mainboard agar mainboard mengenali prosesor yang kita pakai. Tapi sekarang produsen sudah membuat agar settingan tersebut bisa dilakukan dari BIOS saja, tanpa harus menyentuh mainboard sama sekali, bahkan pada beberapa produsen sudah memberikan settingan untuk mengubah voltase/tegangan untuk periferal di dalamnya.

Inilah celah bagi para overclocker untuk memudahkan mereka meng-overclock sistem mereka, hingga produsen mainboard pun membuat software overclock Under-Windows yang bisa digunakan tanpa harus masuk ke BIOS.

Hal yang juga di lihat oleh para overclocker biasanya kualitas peripheral. Contohnya seperti pabrik pembuat mainboard, pabrik pembuat kapasitor-kapasitor yang terdapat dalam mainboard, pabrik pembuat serta seri chip yang digunakan oleh memori, tanggal dan seri tertentu dari sebuah prosesor, tanggal pembuatan sebuah VGA, dan masih ba-nyak lainnya. Hal-hal seperti di atas sangat mempengaruhi overclocking yang akan dilakukan. Kenapa seperti itu?

Kami akan jabarkan sedikit beserta contohnya :

Kita ambil contoh mudah pada prosessor. Mengapa pada tanggal dan seri-seri tertentu prosesor tersebut bisa di overclock lebih tinggi dari seri lainnya? Sebuah prosesor terdiri dari core dan board tempat meletakkan corenya, kedua hal tersebut mempengaruhi kualitas akhir dari sebuah prosesor yang di produksi. Satu kali proses produksi bisa terjadi kualitas keduanya bagus, maka seluruh prosesor yang dibuat pada tanggal tersebut berkualitas sangat baik. Tapi apabila hanya salah satu dari kedua hal tersebut yang bagus maka kualitasnya bagus. Begitu juga ketika proses produksi keduanya kurang begitu bagus maka kualitasnya bisa di bilang rata-rata. Kenapa pada suatu saat proses produksinya bisa bagus pada saat lainnya hanya rata-rata? Hal itu terkait dengan cara sebuah pabrik prosesor membuat produk mereka. Biaya untuk membuat prosesor tidaklah kecil. Selain itu yang mempengaruhi adalah dari cara pembuatan. Sebuah prosesor di buat menggunakan intensitas sinar laser yang ditembakkan sedemikian rupa sehingga terbentuklah prosesor seperti yang kita lihat sekarang.

“Pada saat-saat tertentu dari proses produksi prosesor tersebut terkadang laser kurang fokus sehingga hasilnya kurang sempurna. Inilah yang menyebabkan kenapa ada prosesor sangat bagus (kami menyebutnya prosesor “gold”) dan ada yang rata-rata. Untuk mengetahui perbedaan kualitas dari setiap prosesor tersebut biasanya kami mencoba satu per satu prosesor dengan tanggal dan seri yang berbeda atau biasa disebut batch code”.

Contoh lainnya yang gampang juga di lihat dari pabrik pembuat mainboard/peripheral lainnya. Kenapa bisa begitu? Karena bila sebuah pabrikan selalu membuat board yang berkualitas maka pabrikan tersebut akan selalu terkenal akan kehandalan produk mereka. Yang bisa kita lihat ada beberapa produsen yang khusus menciptakan mainboard untuk overclocker.

Produsen tersebut dari awal memang mengkhususkan diri membuat produk untuk para overclocker. Kualitas komponen dalam mainboard mereka adalah komponen kelas atas, fitur dari BIOS mereka sangat mendukung overclocking, karena merekalah yang pertama kali di dunia mengenalkan inovasi mainboard tanpa jumper, semua bisa di atur cukup dari BIOS. Seperti yang telah di bahas sebelumnya, fitur dari settingan FSB, voltase/tegangan, timing memori bisa dengan gampangnya di ubah dari BIOS. Sehingga kita bisa meniru settingan dari sebuah sistem yang sama tetapi spesifikasinya lebih tinggi dari sistem kita.

Itulah celah yang digunakan oleh overclocker untuk meng-overclock sistem mereka. Apapun cara akan mereka jalani demi mendapatkan sebuah sistem yang lebih tinggi dari yang lain hanya demi kepuasan batin saja. Untuk saat sekarang, overclocking belum bisa untuk dijadikan pekerjaan. Tetapi salah satu dampak dari overclocking yaitu pengetahuan tentang hardware dan cara perbaikannya bila ada kerusakan pada hardware tersebut bisa menempatkan kita sama dengan seorang teknisi komputer yang handal.

Overclocking bukanlah sesuatu hal yang menakutkan, Anda hanya perlu mengetahui sedikit karakter dari sebuah peripheral dan bagaimana cara mengoptimalkannya secara benar, itu saja. Semakin sering Anda berhadapan dengan hal tersebut & memecahkan permasalahan yang terjadi, maka overclocking sama mudahnya dengan menginstall software. Overclocking menurut kami adalah dampak dari adanya komputer di tengah-tengah kita. Karena komputer ada hacker, karena komputer juga ada overclocker. Dengan cara & minat yang berbeda tapi dengan maksud sama, yaitu menggunakan komputer mereka lebih dari sekedar ‘mesin hitung’ atau ‘mesin tik’.

bondhahnmrt85
25-01-2009, 10:09 AM
Agar mendapatkan hasil yang optimal, kita harus melewati tahap demi tahap proses overclocking secara benar. Namun saat kita melakukan optimalisasi dan overclocking, seringkali kita tidak sabar dan langsung berharap akan mendapatkan hasil istimewa dalam jangka waktu yang sesingkat mungkin. Kita tidak pernah mencoba mencermati tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum melakukan overclocking, karena sesungguhnya keseluruhan proses tersebut sangat berpengaruh besar terhadap hasil optimalisasi yang kita peroleh.

Biasanya tanpa step-step yang jelas dan banyak berpikir, kita langsung saja masuk ke BIOS, menaikkan FSB (Front Side Bus), menaikkan voltase, utak atik sana sini untuk mencari settingan tercepat dan sebagainya. Alhasil kinerja sistem bukannya meningkat namun justru kesetabilan yang menjadi korban.

Jikapun ada peningkatan hasilnya masih jauh dari harapan. Efek yang ditimbulkan dari overclocking asal-asalan tersebut, komputer menjadi sering hang, restart, blue screen, dan timbul berbagai masalah lain semacamnya. Sehingga banyak yang mengeluh bahkan menganggap overclocking adalah “momok” yang hanya membuat komputer menjadi tidak stabil, panas, dan gampang rusak. Sebetulnya proses optimalisasi komputer, terlebih overclocking itu harus melalui tahapan demi tahapan yang benar dan tidak asal-asalan agar hasil yang didapatkan memuaskan atau sesuai harapan.

Karena dengan optimalisasi dan overclocking yang tepat dan benar, mampu membuat komputer dengan spesifikasi sangat tinggi sekalipun sanggup dikalahkan dengan mudah menggunakan komputer yang memiliki spesifikasi diatas kertas jauh berada dibawahnya. Bukan hanya dikalahkan dalam hal kecepatan, namun juga dalam hal kestabilan dan kehandalan mengatasi aplikasi-aplikasi berat.

Dari sini kita mencoba memahami bahwa seni overclocking bukan hanya berusaha meningkatkan kinerja dan kecepatan saja, namun juga menjaga bahkan meningkatkan durabilitas atau kestabilan sistem. Untuk itu pada bahasan kali ini kami berusaha memberikan panduan tahap demi tahap yang harus kita lakukan dalam proses optimalisasi dan overclocking, yaitu :

Dalam tahap ini kita berusaha memahami setiap komponen yang ada pada sistem kita, satu persatu kita pahami karakteristiknya, kemampuan optimal dan maksimalnya. Hal ini sebetulnya sangat penting bagi mereka yang hendak merakit sebuah sistem. Karena seperti telah diutarakan diatas, sistem dengan pemilihan hardware yang “tepat” dengan harga jauh lebih murah, mampu memiliki kinerja, dan kestabilan jauh diatas sistem dengan harga dua atau bahkan tiga kali lipat darinya. Lalu bagaimana mungkin ini bisa terjadi ? Ini semua tampak aneh, tapi ini bukan omong kosong, karena yang paling penting dari pemilihan komponen hardware adalah “keseimbangan” kinerja. Dalam arti sistem yang di bangun benar-benar mampu memberikan kinerja yang sesungguhnya. Apakah yang dimaksud dengan “kinerja sesungguhnya” ? Yah ini adalah kinerja hardware optimal, karena label, kemasan, dan seri suatu produk belum tentu menggambarkan kinerja optimalnya. Baik itu processor, display card, memory, dan sebagainya, semua tidak dapat kita bandingkan kinerja optimalnya hanya dari “nama, label, dan typenya”. Karena semakin baru keluaran barangnya, semakin tinggi angkanya, dan semakin besar serinya, belum tentu itu menggambarkan kemampuannya yang semakin besar. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui kinerja ‘optimal’, atau kinerja sesungguhnya ? Berikut ini akan kami berikan gambaran awal untuk memahaminya :


PROCESSOR:

-CORE adalah die dari processor, masing masing seri memiliki code name tersendiri. Dengan mengenal code core processor, kita dapat mengenali type processor, FSB, ukuran cachenya, teknologinya, dan informasi penting lainnya. Untuk itu, agar kita bisa lebih memahami dan lebih mengenal tentang processor, mari kita berbicara soal core dan code corenya, jangan pernah lagi terjebak pada penamaan resmi dari produsen processor. Penamaan seri dari pihak produsen belum tentu menunjukkan kinerja dan potensi sesungguhnya, bahkan cenderung membingungkan dan menjebak. Dengan pemahaman code name core kita akan lebih jeli menentukan processor mana yang terbaik dan memiliki potensi overclocking terbesar. Sebagai contoh : FX 60 memiliki jenis core yang sama dengan X2 4400+ (Toledo) padahal harga yang ditawarkan dua kali lipat lebih mahal, dan tentu masih sangat banyak contoh-contoh lainnya. Dengan pengenalan core kita dapat banyak menghemat biaya karena mendapatkan barang yang jauh lebih murah dengan kinerja tidak jauh berbeda.

-CLOCK Processor seringkali membingungkan kita, untuk itu jangan pernah menilai kinerja processor dari clock (Ghz / Mhz) speednya. Sering kita terjebak dengan angka clock “GHz / Mhz” dari processor. Namun sebetulnya hal itu sangat-sangat salah, dan sangat-sangat tidak relevan lagi untuk kita jadikan patokan kinerja. Sebagai contoh, beberapa orang kebingungan dengan processor keluaran lama dengan clock 3000Mhz / 3Ghz, tapi kenapa justru processor baru-baru sekarang hanya memiliki clock yang lebih rendah (1.8Ghz, 2.4Ghz). Lebih parahnya lagi, kadang beberapa orang justru menganggap hal ini sebagai penipuan. Mungkin untuk jaman Pentium I, Pentium II, Pentium III, AMD K6 , dan processor-processor sebelumnya, kecepatan clock masih bisa dijadikan patokan, tapi sekarang tidak bisa lagi. Hal inilah yang semakin memusingkan ‘end-user’ karena kinerja processor yang semakin samar dan tidak jelas, karena penamaan seri yang sangat beraneka ragam dan tidak mudah dipahami. Hal ini dikarenakan Intel juga mulai menggunakan patokan kinerja, tidak lagi berdasarkan clock, yang sebelumnya telah dipelopori AMD. Tentu anda masih ingat saat Athlon XP 1700+ dengan clock 1463Mhz. Hal ini akan kita bahas lagi lebih dalam pada edisi khusus processor. Namun untuk memudahkan anda, sebagai patokan kasar dan gampang, jika kita hendak membeli processor, sebaiknya kita mencari clock yang “terendah” dengan teknologi atau type processor yang “terbaru”. Biarpun clocknya tampak lebih rendah, bila itu merupakan type terbaru, pasti kinerja yang ditawarkan akan lebih menjanjikan untuk anda, dan dijamin anda tidak akan salah pilih, atau kecewa dengannya.

-CODE seri processor, atau batch code produksi processor, kadang juga menjadi sangat penting untuk mendeteksi seri ‘Gold-Batch’ dari type processor tertentu. Karena kualitas processor untuk type dan seri yang sama bisa beragam. Lalu apa itu ‘Gold-Batch’? Penjelasan sederhananya begini, ratusan keping processor dengan teknologi yang sama, meskipun seri kecepatannya berbeda, dicetak dalam satu tempat cetakan yang sama yaitu “wafer” (wafer adalah lempengan bundar sebagai tempat cetakan processor). Disini processor yang berada di posisi tengah wafer tersebut diyakini cenderung memiliki kemampuan lebih tinggi, karena akurasi fokus sinar proyeksi ke silikon lebih tepat pada bagian tengah wafer tersebut. Dari prosessor yang dihasilkan tersebut dilakukan pengujian awal, dan biasanya selisih kinerja dari pengujian itu dibuat jenjang variasi kecepatan processor di pasaran. Sehingga, processor dengan kecepatan berbeda bisa saja dia berada pada cetakan yang sama. Untuk itu selisih kinerja “optimalnya” sesungguhnya sama juga, hanya saja pada lempeng PCB processor diberikan “FID” atau pengatur untuk menentukan clock speed yang dia jalankan pada kondisi standard. Kadang pada awal-awal produksi suatu type processor baru, satu lempeng wafer digunakan untuk satu seri yang sama, sehingga ada kemungkinan processor dengan kualitas tertinggi bisa dijual pada seri tersebut, dan seri-seri inilah yang code produksinya kemudian kita sebut “Gold-Batch”. Untuk mencari processor mana yg berada di posisi itu, ada batch code tertentu yang dapat ditelusuri, processor-processor pilihan dengan code-code istimewa tersebut yang biasa dicari oleh para overclocker. Istilah ‘Gold-Batch’ ini hanya untuk mempermudah menginisiali processor-processor tersebut. Setelah mengenal type dan batch CPU, anda perlu mengetahui dan mengenal batas maksimum kecepatan yang bisa dilampaui oleh CPU anda tersebut. Untuk selengkapnya bisa di lihat melalui forum atau internet.

bondhahnmrt85
25-01-2009, 10:10 AM
Mainboard

-CHIPSET adalah point utama yang pertama harus anda amati dari mainboard anda. Cobalah amati jenis chipset tersebut dan kenali karakteristik, fungsi, dan dukungannya. Chipset adalah chip controller utama pada mainboard yang mengatur jalur data semua komponen yang ada, chipset biasanya terdiri dari dua, yaitu south bridge (bagian selatan/bawah), dan north bridge (bagian utara/atas/tengah dekat CPU). South bridge biasanya mengatur I/O, PCI, HDD, FDD, Sound, Lan, dan komponen pendukung lainnya. Sedang North bridge biasa digunakan untuk pengatur alur data komponen utama seperti CPU, memory, dan Display slot (AGP/PCI-E). Namun ada pula chipset yag bekerja sendiri / chipset tunggal yang sekaligus mengatur semuanya. Semua pheriperal yang dapat terpasang dan kemampuan upgrade dari mainboard sangat ditentukan oleh chipset yang dipakai. Chipset juga sangat menentukan kemampuan upgrade dan dukungan hardware yang mampu ditangani oleh komputer anda.

-KOMPONEN yang berkualitas sangat berpengaruh pada kestabilan, performa dan kualitas mainboard. Sebetulnya untuk membedakan kualitas komponen yang dipakai, sangat mudah dideteksi dan sangat kasat mata. Tanpa perlu memperhatikan mereknya pun, kita dapat membedakan dengan jelas kualitas komponen yang dipakai hanya dengan melihat tampilan fisiknya saja. Lalu bagian apasajakah yang perlu kita perhatikan ?

1. PCB, Mainboard yang memiliki ketahanan dan kualitas tinggi sangat dapat dilihat dari kualitas PCBnya, mainboard high-end biasa menggunakan PCB 8 layer. Selain jumlah layer, untuk mencermati perbedaannya dapat dilihat dari ketajaman jalur dan kegetasan saat PCB kita coba sedikit bengkokkan. Untuk beberapa mainboard kualitas tinggi pada PCB terdapat lapisan pendingin untuk membuang panas.

2. Kapasitor, perbedaan kualitas mainboard dapat dengan mudah dilihat dari kerapatan, jumlah, ukuran dan yang paling penting adalah jenis kapasitor yang digunakan. Mainboard yang mampu menjaga kestabilan dalam kompresi tinggi untuk beberapa bagian biasa menggunakan kapasitor low-esr (kapasitor perak), untuk kapasitor kualitas tinggi dibawah low-esr adalah kapasitor-kapasitor 1st grade buatan Jepang, contohnya seperti ‘Rubycon’ dan ‘Nichicon’ dengan bentuk yang mudah kita kenali yaitu belahan atas kapasitor berbentuk huruf ‘K’ untuk ‘Rubycon’ dan huruf ‘Y’ untuk ‘Nichicon’. Ada juga kapasitor Jepang 2nd grade yang berkualitas cukup baik dengan beberapa ciri lainnya, sedangkan kapasitor China dikenal jauh lebih murah dengan kualitas yang kurang baik. Untuk saat ini hampir semua merek mainboard kelas atas menggunakan kapasitor Jepang, namun anda tetap harus teliti, karena ada pula beberapa yang menggunakan kapasitor 2nd grade dan 3rd grade. Semakin banyak jenis kapasitor kelas atas, biasanya board tersebut mampu menawarkan kestabilan dan daya tahan yang semakin tinggi.

3. Regulator, Kondensator, Mofset, dan komponen-komponen lain juga bisa kita amati secara fisik. Dengan demikian akan mudah diketahui mainboard yang lebih stabil biasanya memakai komponen yang lebih tinggi kelasnya.
4.Pendinginan dan pengaturan aliran udara, serta layout mainboard juga dapat dengan mudah dilihat. Dari kesemuanya itu mencerminkan kelas dan kualitas mainboard yang bersangkutan. Khusus untuk pendinginan, faktor ini memang cukup penting untuk diperhatikan, namun ini adalah faktor eksternal dalam arti diluar lingkup “kualitas” mainboard itu sendiri. Sehingga ini adalah faktor yang paling mudah untuk kita modifikasi, dengan penambahan pendingin secara individu.

Dengan demikian, sebetulnya hanya dengan melihat dan membandingkannya secara fisik saja kita cukup bisa mengenali kualitasnya, meskipun belum secara total kinerjanya. Minimal dari sisi kestabilan dan kekuatan mainboard dapat kita lihat secara pintas dari pengamatan fisik ini. Sehingga apapun mereknya, bila mainboard tersebut memiliki kualifikasi seperti yang tersebut diatas, produk tersebut biasanya handal dan pantas untuk anda jadikan pertimbangan pilihan.

-BIOS adalah pengontrol utama seluruh sistem, fungsi dan pheriperal yang ada. Kinerja dan kestabilan sistem dapat berpengaruh dari BIOS. Bahkan mainboard dengan kualitas komponen biasa-biasa saja, apabila didukung dengan BIOS yang handal, akan mampu berjalan lebih optimal dari mainboard high-end sekalipun. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk mempelajari secara khusus tentang BIOS, dan mengenali fungsi-fungsi yang ada di BIOS. Untuk mencermati kemampuan pengaturan pada BIOS, ha-hal yang harus diperhatikan adalah : fungsi pengatur FSB, multiplier, timing memory, divider/pembagi, penguncian AGP/PCI, system monitoring, dan terutama perhatikan secara seksama rentang voltase yang sanggup ditawarkan (Vcore, Vdimm, Vchipset, dll). Karena sesungguhnya, BIOS adalah senjata utama bagi kita untuk melakukan optimasi dan Overclocking.

-ONBOARD bisa dipandang positif dan negatif, namun jangan terlalu “anti” dengan onboard. Onboard artinya komponen tambahan yang langsung terintegrasi dalam mainboard (sound, LAN, VGA, dll). Onboard bukanlah masalah besar, dan belum tentu berkualitas buruk, dapat menjadi solusi ekonomis dan praktis, namun jangan pernah melupakan untuk memperhatikan slot ekspansi untuk peluang upgrade.

-FUNGSI tambahan baik berupa komponen chip tambahan, ataupun fungsi di luar BIOS (ini, itu, ini, itu, tidak perlu saya tulis di sini) baik itu fungsi penyetabil fungsi pengaturan kipas, fungsi overclocking tambahan dari windows (OC on the fly), maupun fungsi lain. Sebetulnya semua fungsi ini hanyalah kosmetika belaka, dan belum tentu akan anda gunakan. Bukan berarti fungsi-fungsi tersebut tidak ada gunanya, namun sebaiknya jangan menjadi prioritas utama, anggap saja sebagai tambahan, dan sesuaikan saja dengan kebutuhan anda karena yang terpenting untuk pengaturan segalanya adalah fungsi di BIOS. Untuk fungsi SLI dan Crossfire, sebaiknya untuk saat ini lupakan saja fasilitas tersebut karena kemungkinan sangat kecil anda akan menggunakannya, bukan berarti harus anda hindari, cukup abaikan saja. Kecuali anda memang langsung akan memasang sistem SLI-Crossfire, atau untuk kepentingan lain.

bondhahnmrt85
25-01-2009, 10:11 AM
Power Supply Unit

-DAYA dari Power Supply sebagai “Jantung” dari sistem kita harus dipastikan mampu memenuhi semua komponen yang terintegrasi di dalamnya. Coba temukan kapasitas daya optimal yang diperlukan untuk sistem anda, dan power supply apa yang sebaiknya digunakan untuk kebutuhan anda. Lalu bagaimana memperkirakan daya optimal yang diperlukan? Berikut adalah gambaran tentang daya murni PSU yang digunakan untuk keperluan sistem anda. Sebelumnya sebagai gambaran, PSU standard / low-end memiliki daya murni 50-70% dari daya yang tercantum pada label, sehingga anda bisa mengira-ira PSU yang sebaiknya anda gunakan sesuai kebutuhan sistem anda.
» Sistem standard dan low-end membutuhkan daya murni 180W-240W.
» Sistem Mainstream Pentium 4 / Athlon dengan kapasitas HDD besar, gaphic card kelas menengah, dan tambahan 2 optical drive membutuhkan = 300W-400W.
» Sistem High-end dengan beberapa drive namun hanya satu keping display card memerlukan daya murni 430W – 500W.
» Sistem High-end dengan Raid atau SLI/ Crossfire memerlukan daya 550W-750W.
» Sistem extreme dual GPU SLI/CF, dual core, dan RAID memerlukan daya diatas 800W.
Kapasitas daya tergantung dari komputer. Perkirakan kebutuhan daya dan PSU yang ada.

-FLUKTUASI. Sebetulnya ada yang lebih penting dari sekedar daya yang diperlukan, yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan overclocking, keawetan, dan kestabilan sistem, yaitu faktor fluktuasi daya dan voltase / tegangan saat sistem mendapatkan beban yang berat. Namun untuk mengatasi faktor ini anda terpaksa harus menyisihkan ekstra dana dengan membeli PSU berkelas. Selain fluktuasi yang bisa lebih dijaga, daya dan tegangan yang dihasilkan juga akan jauh lebih murni. Secara sederhana fluktuasi ini bisa di lihat di sistem monitor pada BIOS / program tertentu, atau untuk lebih tepatnya gunakan multitester untuk mengukurnya. Bila kondisi memungkinkan silahkan modifikasi power supply anda. Untuk lebih jelasnya bisa di baca pada bagian ‘modding PSU’. Sebagai sedikit panduan, PSU yang baik adalah PSU yang memiliki kesetabilan daya dan tegangan, dengan “apapun” yang terjadi pada sistem. Jadi semakin sedikit fluktuasi semakin baik pula PSU tersebut.


Display Card

Display Card merupakan modul miniatur dari sistem yang semi independent, karena didalamnya terintegrasi processor, memory, BIOS, dan sebagainya. Sehingga display card memiliki kompleksitas yang tinggi. Namun untuk memudahkan anda menyeleksi menganalisa display card silahkan cermati bagian-bagian berikut :

-GPU, hampir sama dengan processor, amati type chipset yang digunakan, jangan terjebak pada “penamaan” seri dan merek, karena dengan mengenali jenis dan type chipset, kita akan lebih mudah mengetahui kemampuan sesungguhnya.

-BIT, jumlah bit (64 bit, 128 bit, 256 bit) adalah lebar data bandwidth dalam RAM yang ditanamkan pada suatu VGA card. Semakin besar jumlah bit memungkinkan RAM menerima asupan data yang lebih banyak ketimbang jumlah bit yang lebih sedikit. Perbedaan mencolok dapat dilihat pada kecepatan loading suatu scene game masa kini yang menggunakan polygon yang banyak dan tekstur berukuran besar.

-TEKNOLOGI, setiap produsen chipset VGA card mempunyai arsitektur teknologi yang berbeda dengan kompetitornya, misalnya Nvidia dengan SLI-nya atau ATi dengan Crossfire-nya. Pelajarilah keunggulan arsitektur VGA card yang diusung oleh para produsen VGA card tersebut.

-MEMORY (RAM) VGA card berpengaruh pada saat loading suatu data 3D (polygon, tekstur, dll) dan sebagai tempat penampungan sementara ketika GPU memproses data tersebut. Semakin cepat dan besar jumlah RAM, semakin besar pula daya tampungnya, sehingga proses kalkulasi data 3D dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa harus menunggu ketersediaan data di-load oleh RAM terlalu lama (efek bottleneck). Coba perhatikan code seri pada memory VGA anda, dan temukan berapa nano kecepatannya (semakin kecil semakin tinggi potensinya. Timing memory pada VGA juga sangat berpengaruh pada kinerja, namun pengaturannya membutuhkan editor BIOS dari type VGA tersebut. Ingat saat ini teknologi memory untuk VGA jauh melesat lebih dari teknologi memory sistem.

-FISIK, Kualitas display card juga dapat diidentifikasi dari bentuk fisiknya dengan cara sama dengan mengidentifikasi kualitas mainboard seperti dijelaskan sebelumnya.

bondhahnmrt85
25-01-2009, 10:17 AM
Memory

-JENIS, type memory adalah pilihan pertama yang akan anda lakukan, karena saat ini kita dihadapkan dengan dua jenis memory, yaitu DDR dan DDR2. dan kini telah muncul DDR3. Dari sisi teknis DDR2 memang mampu berjalan pada clock yang lebih tinggi dari DDR, bahkan hingga tiga kali lipatnya, dan akhir-akhir ini telah muncul beberapa seri DDR2 dengan timing ketat (CL-3). Namun sesungguhnya untuk kecepatan standard, kinerja yang dihasilkan DDR dan DDR2 sendiri tidak memiliki perbedaan yang jauh.

Satu pedoman yang harus menjadi catatan bagi kita adalah perbedaan prinsip kerja memory pada AMD seri K8 (Athlon 64) dengan sistem lainnya. Pada sistem berbasis AMD K8 series (Athlon 64) terjadi pemotongan jalur data untuk memory, yaitu pemindahan memory controller pada chipset langsung ke dalam badan core processor, sedangkan pada Intel ataupun sistem AMD sebelumnya masih menggunakan bantuan chipset untuk controller memory ini, disini berarti kita memiliki dua cara pandang yang berbeda terhadap memory yang akan digunakan pada sistem berbasis K8 dengan sistem lainnya.

Perbedaan tersebut berhubungan dengan bus yang digunakan, timing yang diperlukan, dan kondisi kecepatan memory yang diselaraskan dengan processor pada sistem tersebut. Dengan demikian kita bisa menentukan pilihan chipset memory yang paling tepat untuk sistem kita, apakah mementingkan timing, mementingkan clock yang tinggi, atau mementingkan keselarasan antara bus processor dan memory. Namun perbedaan tersebut hanya akan penting dan terasa pada penggunaan sistem dengan memory DDR, sedang pada DDR2 semua tampak sama. Pada DDR2, semakin tinggi bus, akan semakin tinggi pula kinerjanya, disini bandwidth lebih berperan dari timing, karena clock yang sanggup digapai DDR2 sangat jauh melebihi DDR, sehingga keketatan timing tampak “seolah-olah” tidak lagi menjadi prioritas. (sebagai gambaran, bandwidth sistem dengan DDR rata-rata berkisar di angka 3000-5000, sedang pada DDR2 berkisar 7000-10000).

-TIMING, merupakan pengatur kecepatan data yang akan dan sedang diolah oleh memory, sehingga sangat berpengaruh dengan jumlah data yang sanggup diselesaikan untuk proses selanjutnya. Ada banyak sekali pengaturan timing pada memory, namun disini kami akan berikan beberapa gambaran dasar tentang itu. Di sini kami tampilkan keterangan mengenai timing.

Timing utama dari memory :

• CAS (tCL) Timing: CAS (Column Address Strobe / Column Address Select)
Adalah pengontrol waktu putaran saat pengiriman data pembacaan perintah sampai pembacaan tersebut berlangsung. Waktu dari awal CAS ke akhir CAS biasa disebut waktu ‘latency’. Semakin rendah nilai ini, berarti proses semakin cepat dan performance semakin tinggi. Jadi CAS latency merupakan waktu penundaan dalam perputaran waktu antara pengiriman perintah pembacaan sampai data pembacaan pertama itu terkirim ke output. Bagian ini adalah bagian terpenting dan yang paling menentukan kecepatan akses memory.
Contoh : 2.5-3-3-8 angka “2.5” adalah CAS timing.

• tRCD Timing: RAS to CAS Delay (Row Address Strobe/Select to Column Address Strobe/Select).
Adalah waktu penundaan perintah yang aktif hingga siap untuk dilakukan proses pembacaan / penulisan.
Contoh : 2.5-3-3-8 angka “3” adalah tRCD timing.

• tRP Timing: Row Precharge Time.
Adalah waktu minimum yang digunakan antara perintah yang aktif ke proses pembacaan/penulisan data pada keping memori berikutnya pada memori module.
Contoh : 2.5-3-4-8 angka “4” adalah tRP timing.

• tRAS Timing: Min RAS Active Time.
Adalah waktu pengaktifan dan penonaktifan perintah masing-masing baris memori sampai berakhirnya batas waktu tRAS yang ditetapkan. Semakin rendah, performanya semaki cepat, namun bila terlalu cepat data yang dipindahkan belum tentu terselesaikan semua, sehingga bisa mengakibatkan proses tidak sempurna dan data corrupt. Untuk penghitungan angka tRAS yang optimal adalah dengan menjumlahkan tCL, tRCD, dan tRP (tRAS = tCL + tRCD + tRP), dengan konfigurasi +/- 1 dari angka tersebut. (2.5+3+4 = 9.5) => jadi angka tRAS yang diambil 8, 9, atau 10.
Contoh : 2.5-3-4-8 angka “8” adalah tRAS timing.

Timing lainnya :

• tWR - Write Recovery Time
tWR adalah putaran waktu yang diperlukan untuk proses penulisan data dengan persiapan data untuk perintah selanjutnya. tWR diperlukan untuk memastikan semua data di buffer penulisan dapat tertulis dengan aman dan sempurna di chip memori.

• tRAS - Row Active Time
tRAS adalah putaran waktu yang diperlukan untuk proses tampungan perintah aktif yang akan dilaksanakan (bank active command) ke masuknya perintah tersebut ke perintah yang akan siap dikerjakan (precharge command).

• tRC - Row Cycle Time
tRC adalah waktu interval minimal perintah aktif yang telah terlaksana pada keping / bank yang sama.
tRC = tRAS + tRP

• tRP - Row Precharge Time
tRP adalah putaran waktu yang diperlukan untuk proses perintah yang siap dilaksanakan (precharge command) ke perintah aktif (active command). Pada waktu ini keping/bank memori telah aktif.

• tRRD - Row Active to Row Active Delay
tRRD adalah interval minimal antara perintah yang telah aktif ke proses yang akan dieksekusi di keping/bank selanjutnya.

• tCCD - Column Address to Column Address Delay
tCCD adalah waktu tunda untuk pengaturan perintah pada masing-masing column address.

• tRD - Active to Read Delay
tRD adalah penundaan waktu yang diperlukan untuk proses perintah yang telah aktif ke perintah baca.

• tWTR - Internal Write to Read Command Delay
tWTR adalah waktu tunda untuk proses penulisan di keping memori ke proses perintah pembacaan data yang telah dituliskan tersebut.

• tRDA - Read Delay Adjust
tRDA adalah pengaturan waktu tunda untuk proses pembacaan data di memory.


Write By HyperClocking Team (http://hyem.org/)

Thread ini dibuat bukan untuk menggurui atau sejenisnya tetapi lebih diutamakan pada share edukasi..

THANKS to Bro GuardianArmy :)

boljug
02-09-2009, 11:55 AM
kalo buat laptop safety nya gimana tuh bro?
kalo mau underclock laptop gimana yah? supaya ga cepet panas.. :D

ian
02-09-2009, 12:07 PM
cara tau oc maksimum gimana?

cyberwalk
02-09-2009, 01:40 PM
klo menurut saya sih OC maksimum itu dapat dikatakan adalah saat overclock mencapai titik teraman (dimana semua perangkat/device/peripheral dapat berjalan dengan stabil).

Contoh ketika seseorang melakukan overclock, 30% mungkin malah membuat hardware tidak stabil. Tetapi meningkatkan kecepatan pada overclock 20% malah hardware berjalan normal. Titik 20% adalah titik aman nya.

Kadang ada juga seseorang melakukan overclock, 20% mungkin malah membuat hardware tidak stabil. Tetapi meningkatkan kecepatan pada overclock 30% malah hardware berjalan stabil. Jadi titik 30% adalah titik aman nya.

CMIIW ... :)

zegun~kun
02-09-2009, 01:52 PM
bro bondhahn..
itu yg deskripsi kapasitor pake kapasitor elektrolit yah:???:

kalo liat deskripsi nya yang pake huruf "K" itu lho....

soalnya kl full solid caps kayaknya agak beda:p

cmiiw (looks like i'm mostly wrong though...)

yosuke_kun
02-09-2009, 04:58 PM
yup,itu deskripsi dari kapasitor elektrolit,klo yg dah solid menggunakan kode warna untuk menunjukkan produsennya

deepdive
23-11-2009, 05:07 PM
Wah, keren banget KK, bisa dijadiin pdf ng? biar dibacanya bisa lebih enak..
mkasi kk

al rasyid
23-11-2009, 06:26 PM
wah temennya guardian army juga ya
dia yg nyetok dfi kan?
id nya di mari apa?

silencer
23-11-2009, 10:56 PM
very nice thread bro.
kalo buat gw OC yang aman buat daily ya OC dengan menggunakan vcore default+HSF 3rd party yang mumpuni, max temp ga boleh lebih dari 60

wyvern2
24-11-2009, 01:16 PM
rate 5 for this thread ..kbetulan bgt ane lg nyari2 informasi soal OC...tp bacanya cape tulisannya njlimet :haha:
CTrl+d dlu dah :top:

deepdive
24-11-2009, 11:05 PM
Bro, aku bantu bikinin PDFny nih, mungkin bisa lebih enak dibaca.....
untuk bro bondhahnmrt85 dan nama yang tercantum di page 1 dah dimasukin ke creditnya....

http://www.mediafire.com/file/lwmlmiy2tqn/OVERCLOCKING COMPUTER.pdf

Moga bisa bermanfaat bagi yang baca :piss:

bondhahnmrt85
24-11-2009, 11:27 PM
^^
Wah, keren bro, sampe dibikinkan pdf-nya...
Ada daftar isinya lagi :top:

Ntar, gw lagi coba update-kan isinya supaya lebih sesuai dgn kondisi overclocking saat ini

deepdive
25-11-2009, 01:23 AM
gpp bro, aku juga skalian blajar....
klo kyk gtu kn enak buka filny klo butuh, g hrus buka internet ato save page....
soalnya juga klo di trit tulisanny kecil, jdiny bca juga males...

infony berarti banget :niceinfo:

kaliumcianida
24-01-2010, 01:24 AM
bos, jadi kesimpulannya kalo maw safe overclock brati cuma maen di fsb cpu, fsb memori, n timing memori aja ya? CMIIW
nah trus enak mana dulu yang di rubah, fsb cpu ato fsb memori ato timingnya?
trus di timing memori, semakin baek kalo angkanya kecil atau besar sih?
trus ni procesorku pentium d805 2,66ghz. fsb default 133. di bios ditulis bisa maximum 165. apakah aman kalo diseting sampe 165? ato bahkan boleh lebih? hehe

maklum bos, masi awam n jadi tertarik gara2 baca artikel bos haha

sigit182
28-01-2010, 11:10 AM
wah mantab neh, nice info

adventureboy
22-02-2010, 06:42 PM
thanks bro thread nya sangat membantu,informatif dan menambah pengetahuan ttg OC"an..:niceinfo:

jemabrut
22-02-2010, 07:31 PM
sepertinya dah pernah baca deh di forum sebelah..
tapi ndak ap2 bagus koq untuk pengetahuan...
thx mas guardian"panda"army kekekekke...

jemabrut
22-02-2010, 07:33 PM
wah temennya guardian army juga ya
dia yg nyetok dfi kan?
id nya di mari apa?

sama bro id nya tetep guardianarmy cuma bedanya orangnya semakin cabul sekarang :hahai: (mumpung orang nya nggak baca...
kekekekke...

ndung21
22-02-2010, 07:57 PM
bos, jadi kesimpulannya kalo maw safe overclock brati cuma maen di fsb cpu, fsb memori, n timing memori aja ya? CMIIW
nah trus enak mana dulu yang di rubah, fsb cpu ato fsb memori ato timingnya?
trus di timing memori, semakin baek kalo angkanya kecil atau besar sih?
trus ni procesorku pentium d805 2,66ghz. fsb default 133. di bios ditulis bisa maximum 165. apakah aman kalo diseting sampe 165? ato bahkan boleh lebih? hehe

maklum bos, masi awam n jadi tertarik gara2 baca artikel bos haha

pertama2 longgarkan timing memnya,terus usahakan cari async terendah,shg kita bisa melihat seberapa tinggi kenaikan procie tanpa terganggu dgn error di mem (*gampangannya spt itu)

kemanakemana
24-02-2010, 10:38 PM
ada software buat simulasinya dulu ga?
trus kalo di oc, perlu ganti kipas / pendingin ?
maaf, masih nubie

bondhahnmrt85
24-02-2010, 11:41 PM
ada software buat simulasinya dulu ga?
trus kalo di oc, perlu ganti kipas / pendingin ?
maaf, masih nubie

Mksdnya software simulasi tu yg kayak gmn yah... Adanya software benchmarking, itu utk melihat performa yg didapat sebelum maupun setelah di-OC sekaligus bisa menjadi stability test dari OC itu sendiri...
Kalo ganti cooling sih gak jadi kewajiban, itu tergantung procie apa yg digunakan, juga suhu ambient yg bisa berpengaruh kepada suhu dari procie. Intinya, kalo suhu ketika menggunakan stock cooling masih memadai, tdk diharuskan utk menggantinya dgn cooling yg lebih baik. Cooling yg lebih baik dibutuhkan apabila suhu procie udah menyentuh max suhu yg direkomendasikan utk procie tsb. Cooling hanya bertugas utk mengurangi panas yg dihasilkan karena overclocking, bukan membuat overclocking menjadi lebih tinggi, kecuali pada hal2 tertentu, misalnya penggunaan extreme cooling.

kemanakemana
25-02-2010, 01:36 PM
Mksdnya software simulasi tu yg kayak gmn yah... Adanya software benchmarking, itu utk melihat performa yg didapat sebelum maupun setelah di-OC sekaligus bisa menjadi stability test dari OC itu sendiri...
Kalo ganti cooling sih gak jadi kewajiban, itu tergantung procie apa yg digunakan, juga suhu ambient yg bisa berpengaruh kepada suhu dari procie. Intinya, kalo suhu ketika menggunakan stock cooling masih memadai, tdk diharuskan utk menggantinya dgn cooling yg lebih baik. Cooling yg lebih baik dibutuhkan apabila suhu procie udah menyentuh max suhu yg direkomendasikan utk procie tsb. Cooling hanya bertugas utk mengurangi panas yg dihasilkan karena overclocking, bukan membuat overclocking menjadi lebih tinggi, kecuali pada hal2 tertentu, misalnya penggunaan extreme cooling.


maksudnya, jadi kalau saya oc pake software ternyata gagal, trus bisa balik ke keadaan sebelum semula(sebelum di oc)

bondhahnmrt85
25-02-2010, 08:22 PM
maksudnya, jadi kalau saya oc pake software ternyata gagal, trus bisa balik ke keadaan sebelum semula(sebelum di oc)

Yup. Mau OC pake software ataupun lewat BIOS masih bisa dikembalikan jadi standar lagi kapanpun. Kalo pake software biasanya otomatis abis di restart balik standar, kalo lewat BIOS tinggal Clear CMOS beres :piss:

leekui
26-02-2010, 10:55 AM
wuih....makin banyak belajar ttg oc neh..kek gw yg masih nubitol ini
makasih ya om,nice share 4 the inpo ya..gan :top:

ahsanovic
26-02-2010, 04:00 PM
wah nice trit nih..

ijin baca ya:piss:

bondhahnmrt85
11-08-2010, 08:59 PM
Di up dulu deh, sapa tau ada yg belum tau apa itu overclocking, jadi bisa baca2 duu sebelum bertanya...

thisisant
11-08-2010, 09:45 PM
Pengujian safe-overclocking
Install software Prime95 dan jalankan aplikasi tersebut.
Pilih menu [Options] lalu klik pada [CPU].

Setting [Daytime Available Memory] & [Nightime Available Memory] dengan nilai setengah dari jumlah memory utama yang terpasang (Contoh : Anda mempunyai RAM dengan kapasitas 512 MB, maka kedua kolom tersebut diisi 256 MB), lalu klik [OK].
Pilih lagi menu [Options] lalu klik pada [Torture Test] dan biarkan pengujian berjalan selama 24 jam.


Berhubung ngga semua orang bisa (sempet) melakukan sampe segini, kalo rekomendasi saya sih minimal 1 jam. Lebih bagus lagi 1 jam Small FFT, 1 jam Blend, 1 jam In-place large FFT. Kalo udah lewat itu biasanya udah cukup stabil untuk penggunaan daily. CMIIW.

Atau tinggal tidur semaleman :haha:

bondhahnmrt85
11-08-2010, 10:00 PM
Berhubung ngga semua orang bisa (sempet) melakukan sampe segini, kalo rekomendasi saya sih minimal 1 jam. Lebih bagus lagi 1 jam Small FFT, 1 jam Blend, 1 jam In-place large FFT. Kalo udah lewat itu biasanya udah cukup stabil untuk penggunaan daily. CMIIW.

Atau tinggal tidur semaleman :haha:

Gw sendiri biasanya paling lama 2 jam Blend Test, udah... Penggunaan harian gw rasa gak akan melebihi beratnya pengujian tsb, sekalipun digunakan 24 jam non-stop :hehe:

sk8punk
12-08-2010, 09:57 PM
ane khan pake mobo asus p5qpl-am di bios ada pilihan untuk AI overclocking sebesar 5-20% tapi baru aq coba yang 5% dibuat untuk gaming selalu error..apa untuk OC harus manual...adapun jika pake yang AI overclocking apa ada settingan lain yang harus diubah???

bondhahnmrt85
12-08-2010, 10:12 PM
ane khan pake mobo asus p5qpl-am di bios ada pilihan untuk AI overclocking sebesar 5-20% tapi baru aq coba yang 5% dibuat untuk gaming selalu error..apa untuk OC harus manual...adapun jika pake yang AI overclocking apa ada settingan lain yang harus diubah???

AI overclocking gak selalu bisa digunakan, karena tergantung processor dan memory yg digunakan, kan setingan di Core 2 Duo beda ama Core 2 Quad (misalnya). So lebih baik gunakan settingan manual...

meyovy
14-08-2010, 08:36 AM
:niceinfo: bro sampe pusing nih bacanya :hot:

ijin safe page brother :top:

cempee
14-08-2010, 09:50 PM
overclock mudah buat amd athlon dual 3800 apa yak

ocky_de_larocha
16-08-2010, 04:53 AM
W pake Mobo Gigabite G41
Procesor Core 2 Duo 2,93Mhz
RAM DDR 2 667 3GB
VGA Pixelview Nvidia 9500 GT
Gmana Cara overclock'y ya?? :piss:

thisisant
16-08-2010, 08:01 AM
overclock mudah buat amd athlon dual 3800 apa yak


W pake Mobo Gigabite G41
Procesor Core 2 Duo 2,93Mhz
RAM DDR 2 667 3GB
VGA Pixelview Nvidia 9500 GT
Gmana Cara overclock'y ya?? :piss:

Sama aja sih, tinggal turunin divider memori, naikin fsb dikit2, cek kestabilan, naikin lagi dst...

saputpoleng
16-08-2010, 11:01 AM
tanya kk.. kalau uji pake 3dmark06 aja dah cukup blom ya?? pake prime takut proci terlalu berat kerjanya..

thisisant
16-08-2010, 11:29 AM
tanya kk.. kalau uji pake 3dmark06 aja dah cukup blom ya?? pake prime takut proci terlalu berat kerjanya..

Justru disuruh kerja berat supaya ketauan stabil atau engga..

zegun~kun
16-08-2010, 11:45 AM
hmmm nanya deh walau telat . . .
i7 gw OC di 3.8GHz cuma naikin 0.04v . . . total 1.28v . .
koq gw liat di web bench ato orang2 lain koq 4GHz pada sampe 1.3v ya:???:

ya walau ada juga yg 4GHz pake 1.26v <<< katanya ga naikin voltase . . lho ?????

gw aja standard 1.24v . . dinaikin jadi 1.28v . . koq voltase gw rendah amad ya :iii:

saputpoleng
16-08-2010, 12:07 PM
Justru disuruh kerja berat supaya ketauan stabil atau engga..

berarti test 3dmark aja blom cukup ya kk??

thisisant
16-08-2010, 05:12 PM
hmmm nanya deh walau telat . . .
i7 gw OC di 3.8GHz cuma naikin 0.04v . . . total 1.28v . .
koq gw liat di web bench ato orang2 lain koq 4GHz pada sampe 1.3v ya:???:

ya walau ada juga yg 4GHz pake 1.26v <<< katanya ga naikin voltase . . lho ?????

gw aja standard 1.24v . . dinaikin jadi 1.28v . . koq voltase gw rendah amad ya :iii:
Ya emang ngga bisa dipukul rata lah.. ada yang 1,20 bisa ke 3,8.. ada yang 1,26 baru bisa...

berarti test 3dmark aja blom cukup ya kk??
Yah.. biar lebih aman aja..

bondhahnmrt85
16-08-2010, 05:17 PM
berarti test 3dmark aja blom cukup ya kk??

Ya jelas blm cukup. 3DMark06 itu lebih membebani VGA ketimbang processor, coz CPU tes cuman bentar banget.
Pake Prime95 pun kudu minimal 45 menit sampe 1 jam baru masuk kategori stabil harian.
Atau pake y-cruncher (http://www.numberworld.org/y-cruncher/), ini lebih nyiksa ketimbang Prime95. Suhu processor bisa lebih tinggi sekitar 3-5deg Celcius ketimbang pake Prime95

thisisant
16-08-2010, 05:40 PM
Ya jelas blm cukup. 3DMark06 itu lebih membebani VGA ketimbang processor, coz CPU tes cuman bentar banget.
Pake Prime95 pun kudu minimal 45 menit sampe 1 jam baru masuk kategori stabil harian.
Atau pake y-cruncher (http://www.numberworld.org/y-cruncher/), ini lebih nyiksa ketimbang Prime95. Suhu processor bisa lebih tinggi sekitar 3-5deg Celcius ketimbang pake Prime95

yep, kalo pake y-cruncher ngga terlalu lama udah ketauan stabil atau engga. Tinggal ambil batch test yang dense aja. kalo udah lewat baru ambil stability test-nya untuk memastikan :hehe:

saputpoleng
18-08-2010, 10:28 AM
Ya emang ngga bisa dipukul rata lah.. ada yang 1,20 bisa ke 3,8.. ada yang 1,26 baru bisa...

Yah.. biar lebih aman aja..


Ya jelas blm cukup. 3DMark06 itu lebih membebani VGA ketimbang processor, coz CPU tes cuman bentar banget.
Pake Prime95 pun kudu minimal 45 menit sampe 1 jam baru masuk kategori stabil harian.
Atau pake y-cruncher (http://www.numberworld.org/y-cruncher/), ini lebih nyiksa ketimbang Prime95. Suhu processor bisa lebih tinggi sekitar 3-5deg Celcius ketimbang pake Prime95

sip deh kalau gitu.. tar coba tes pake Prime deh.. heehee selama ini cuma tes pake 3dmark/cinebench aja..
btw, ane gk bisa liat suhu proc ni.. pake CPU temp / everest, suhu tetep 0 aja..
denger2 kalau Procie Unlock emang gitu ya? ngaco suhunya, ane pake PII 555BE -> B55
ada saran gak pake ama liat suhunya??

bondhahnmrt85
18-08-2010, 11:23 AM
sip deh kalau gitu.. tar coba tes pake Prime deh.. heehee selama ini cuma tes pake 3dmark/cinebench aja..
btw, ane gk bisa liat suhu proc ni.. pake CPU temp / everest, suhu tetep 0 aja..
denger2 kalau Procie Unlock emang gitu ya? ngaco suhunya, ane pake PII 555BE -> B55
ada saran gak pake ama liat suhunya??

Cobain pake Thermod (http://cbid.softnology.biz/files/thermod.zip), tapi gw juga belum coba sih utk processor unlock-an.
Btw, pake Everest kan bisa toh. Suhu per core memang gak bisa, tapi suhu IHS masih bisa terbaca...

saputpoleng
18-08-2010, 12:17 PM
Cobain pake Thermod (http://cbid.softnology.biz/files/thermod.zip), tapi gw juga belum coba sih utk processor unlock-an.
Btw, pake Everest kan bisa toh. Suhu per core memang gak bisa, tapi suhu IHS masih bisa terbaca...

wahhh thanku gan, tar di coba dulu...
everest emang di t4 ane gk keliatan gan, apa saya salah baca ya?? coba tar tak liatin lagi deh...

ocky_de_larocha
19-08-2010, 04:14 AM
Sama aja sih, tinggal turunin divider memori, naikin fsb dikit2, cek kestabilan, naikin lagi dst...

bisa ga kl overclock lewat software aja??:???:
soalnya w baru mo nyoba2 nih!
d bios seeh ada settingan buat overclocknya tp w msh ragu gunainnya:ehem:

thisisant
19-08-2010, 06:58 AM
bisa ga kl overclock lewat software aja??:???:
soalnya w baru mo nyoba2 nih!
d bios seeh ada settingan buat overclocknya tp w msh ragu gunainnya:ehem:

Gigabyte ya? Bisa aja sih pake easytune, tapi kayanya kalo masalah oc2an lebih cihui dari bios :piss:

namsadin
19-08-2010, 07:30 AM
Gigabyte ya? Bisa aja sih pake easytune, tapi kayanya kalo masalah oc2an lebih cihui dari bios :piss:

kalau masih mau belajar mendingan make software saja, lebih safety, sedangkan kalau mau oc make langsung dari bios, sebaiknya minta temen/kerabat yg punya pengalaman OC untuk mendampingi. OC via bios yg ngasal, bukan meningkatkan kinerja, malah beresiko membuat komponen dalam PC tersebut Mokad, biasanya korban dari asal oc yg sering gw lihat: Hardisk/Soundcard Onboard.

thisisant
19-08-2010, 09:29 AM
kalau masih mau belajar mendingan make software saja, lebih safety, sedangkan kalau mau oc make langsung dari bios, sebaiknya minta temen/kerabat yg punya pengalaman OC untuk mendampingi. OC via bios yg ngasal, bukan meningkatkan kinerja, malah beresiko membuat komponen dalam PC tersebut Mokad, biasanya korban dari asal oc yg sering gw lihat: Hardisk/Soundcard Onboard.

Hmm, di easytune ada opsi lock PCI/PCIe ngga ya? Kalo ada sih bisa aja dicoba dari situ... :???:
Kalo HDD sama soundcard onboard eror sih biasanya dari clock PCI yang ngga ke lock...

detyan
19-08-2010, 09:45 AM
^
klo OC lewat sofware cara balikin ke semulanya gimana gan?

bondhahnmrt85
19-08-2010, 09:01 PM
^
klo OC lewat sofware cara balikin ke semulanya gimana gan?

Kalo pake software, biasanya kalo gagal settingannya otomatis jadi default lagi. Dan kalo OC lewat software, usahakan cukup dgn 'apply', tapi jgn di-save. Karena terkadang kalo ternyata settingan OC tsb bermasalah, susah buat masuk ke Windows lagi. Cuman kekurangannya ya hrs menyempatkan waktu setiap mulai msk Windows utk melakukan OC.

ocky_de_larocha
20-08-2010, 03:45 AM
kalau masih mau belajar mendingan make software saja, lebih safety, sedangkan kalau mau oc make langsung dari bios, sebaiknya minta temen/kerabat yg punya pengalaman OC untuk mendampingi. OC via bios yg ngasal, bukan meningkatkan kinerja, malah beresiko membuat komponen dalam PC tersebut Mokad, biasanya korban dari asal oc yg sering gw lihat: Hardisk/Soundcard Onboard.

kalo OC lewat software max barapa menit/jam kita ngetesnya:???:
takutnya tar jebol, mana msh baru lg:piss:

adhizoro
20-08-2010, 02:03 PM
^
klo OC lewat sofware cara balikin ke semulanya gimana gan?

klo lewat software biasanya pas windows di restart juga pasti kembali ke awal lagi

bondhahnmrt85
20-08-2010, 04:15 PM
kalo OC lewat software max barapa menit/jam kita ngetesnya:???:
takutnya tar jebol, mana msh baru lg:piss:

Pake software maupun BIOS, utk ngetes kestabilannya ya sama aj.
Misal kalo gw sih pake Prime95 sekitar 1 jam. Atau pake OCCT, itu juga 1 jam. Lama pengetesan tiap org berbeda2. Dan 1 jam itu sebenernya masih termasuk sebentar... Ada yg test kestabilan di mulai sebelum tidur malam, dan ntar kalo bgn baru dimatiin. Jadi bisa sampe 6 jam...

adhizoro
20-08-2010, 09:57 PM
Pake software maupun BIOS, utk ngetes kestabilannya ya sama aj.
Misal kalo gw sih pake Prime95 sekitar 1 jam. Atau pake OCCT, itu juga 1 jam. Lama pengetesan tiap org berbeda2. Dan 1 jam itu sebenernya masih termasuk sebentar... Ada yg test kestabilan di mulai sebelum tidur malam, dan ntar kalo bgn baru dimatiin. Jadi bisa sampe 6 jam...

yups 1 jam sebentar, rekomendasi prime95 itu di running 24jam buat ngetest ke stabilan

thisisant
20-08-2010, 10:14 PM
yups 1 jam sebentar, rekomendasi prime95 itu di running 24jam buat ngetest ke stabilan

Kalo PC ngga dipake sih bisa aja, tapi itu lumayan berat untuk sebagian besar orang.

Yang lebih praktis pake test-nya y-cruncher. Tinggal jalanin batch test 10k-250M ketauan stabil atau engganya (Kalau udah lewat itu untuk penggunaan sehari2 harusnya ngga ada masalah). Sisanya tinggal perhatiin temp di stress test (gag usah 24 jam, ~2-3jam juga cukup).

bondhahnmrt85
20-08-2010, 10:28 PM
Pengujian kestabilan sebenernya tergantung dipake apa tuh ntar PC yg udah di-OC. Kalo ntar rencana mo dipake rendering yg sangat lama (sampai seharian penuh), bolehlah melakukan tes kestabilan selama 24 jam. Tapi kalo cuman aplikasi sehari2 yg sangat2 jarang full load, 1-2 jam sebenernya dah cukup, karena toh aplikasi harian ga ada yg memaksa CPU usage sampe 100% sampe 1-2 jam

detyan
21-08-2010, 10:04 AM
Kalo pake software, biasanya kalo gagal settingannya otomatis jadi default lagi. Dan kalo OC lewat software, usahakan cukup dgn 'apply', tapi jgn di-save. Karena terkadang kalo ternyata settingan OC tsb bermasalah, susah buat masuk ke Windows lagi. Cuman kekurangannya ya hrs menyempatkan waktu setiap mulai msk Windows utk melakukan OC.

owh jadi klo di apply itu setelah di restart normal lagi toh....
bearti lebih aman yh..
trus klo OC lewat sofware itu pasti stabil g sih?

bondhahnmrt85
21-08-2010, 12:43 PM
owh jadi klo di apply itu setelah di restart normal lagi toh....
bearti lebih aman yh..
trus klo OC lewat sofware itu pasti stabil g sih?

Stabil enggaknya sih gw sendiri belum pernah nyoba kestabilan kalo OC pake software. Tapi yg pasti OC lewat software, performa bisa beda loh ketimbang lewat BIOS. Misal seperti benchmark PCMark05, kalo kita OC processor pake software (misal SetFSB) hasilnya akan jauh berbeda kalo kita OC lewat BIOS langsung. Kelihatannya ada beberapa software yg membaca clock processor ketika Windows mulai start up, jadi pas saat di OC lewat software bisa dikatakan hampir gak ngaruh.

adhizoro
22-08-2010, 12:27 AM
owh jadi klo di apply itu setelah di restart normal lagi toh....
bearti lebih aman yh..
trus klo OC lewat sofware itu pasti stabil g sih?

stabil nggannya ya tergantung kita nge OC nya lah gan, pada dasarnya sama aja dari software dengan di bios

detyan
22-08-2010, 08:25 PM
^
owh gitu toh..
oiyah nannya donks,klo misalnya kita OC vga kn ada saatnya kita naikin Voltasenya..
nah kira2 kita tw untuk harus naikin voltasenya dari mananya gan?

zegun~kun
22-08-2010, 08:48 PM
^
owh gitu toh..
oiyah nannya donks,klo misalnya kita OC vga kn ada saatnya kita naikin Voltasenya..
nah kira2 kita tw untuk harus naikin voltasenya dari mananya gan?

biasa nya sih feeling aja . . . (tanpa melalui OC test)
misal, klo uda dinaikin lebih dari 1GHz dari clock awal, biasa nya uda perlu dinaikin dikit sekitar 0.1-0.2v . . .
tapi ngga semua prosesor juga, contoh nya i7 920 dari 2.66GHz ke 4GHz sama sekali ga naikin voltase . . .

thisisant
22-08-2010, 08:52 PM
^
owh gitu toh..
oiyah nannya donks,klo misalnya kita OC vga kn ada saatnya kita naikin Voltasenya..
nah kira2 kita tw untuk harus naikin voltasenya dari mananya gan?

Sebisa mungkin sih jangan naikin voltase, soalnya panasnya naik secara kuadrat. Jadi ya dinaikinnya kalo perlu aja. (Kecuali udah yakin sama cooling systemnya.)

bondhahnmrt85
22-08-2010, 08:53 PM
@zegun
Ntu yg ditanya kan VGA, bukan processor :hehe:

Voltage GPU dari VGA bisa dinaikkan lewat software seperti MSI Afterburner. Tapi tentunya gak semua VGA bisa di-adjust voltagenya. Hanya yg voltage regulatornya mendukung saja baru bisa dinaikkan lewat software. Selain itu ya kudu hardmod dgn VR (Variable Resistant)

zegun~kun
22-08-2010, 08:58 PM
@zegun
Ntu yg ditanya kan VGA, bukan processor :hehe:

Voltage GPU dari VGA bisa dinaikkan lewat software seperti MSI Afterburner. Tapi tentunya gak semua VGA bisa di-adjust voltagenya. Hanya yg clock generatornya mendukung saja baru bisa dinaikkan lewat software. Selain itu ya kudu hardmod dgn VR (Variable Resistant)

oia VGA:swt:
ga liat maen asal jawab:sepi:

oia, VGA Vaikoo yg di flash BIOS ke ASUS katanya bisa diuprek2 voltase loh:hehe:

detyan
22-08-2010, 09:03 PM
@zegun
Ntu yg ditanya kan VGA, bukan processor :hehe:

Voltage GPU dari VGA bisa dinaikkan lewat software seperti MSI Afterburner. Tapi tentunya gak semua VGA bisa di-adjust voltagenya. Hanya yg clock generatornya mendukung saja baru bisa dinaikkan lewat software. Selain itu ya kudu hardmod dgn VR (Variable Resistant)

lha iya,jadi bingung gw,kok malah prosesor...:lol:

maksudnya VR itu apa kak bond?
kurang ngerti deh gw..

thisisant
22-08-2010, 09:09 PM
lha iya,jadi bingung gw,kok malah prosesor...:lol:

maksudnya VR itu apa kak bond?
kurang ngerti deh gw..

Kita nyolder variable resistor ke board vganya (poinnya bisa berbeda2), tapi kalo ngga lagi kompetisi atau kebanyakan duit ya jangan lah...

detyan
22-08-2010, 09:15 PM
Kita nyolder variable resistor ke board vganya (poinnya bisa berbeda2), tapi kalo ngga lagi kompetisi atau kebanyakan duit ya jangan lah...

owh gitu,iyah gw ngerti2..
sebisannya mending g usah di naikin yg gan voltasenya klo oc VGA?

bondhahnmrt85
22-08-2010, 09:17 PM
owh gitu,iyah gw ngerti2..
sebisannya mending g usah di naikin yg gan voltasenya klo oc VGA?

Kalo buat daily mah ga perlu sampe naikkan voltage GPU, coz OC tanpa naikkan voltage aj udah nambah panas. Belum lagi kalo VGA hi-end, running default aj dah panas :haha:

detyan
22-08-2010, 09:30 PM
^
iyah sih emang defaultnya aja dah panas...
oiyah satu lagi om bond n kawan2nya..hhe

klo OC RAM lewat bios apanya aja sih yg di rubah,?

zegun~kun
22-08-2010, 09:45 PM
^
iyah sih emang defaultnya aja dah panas...
oiyah satu lagi om bond n kawan2nya..hhe

klo OC RAM lewat bios apanya aja sih yg di rubah,?
paling ngetatin timing . . . .
trus klo bclk naik, clock ram juga ikut naik biasa nya . . . jadi paling diatur aja uncore / NB nya biar pas dapet berapa MHz . .
dan yg pasti, voltase nya . .

semakin ketat timing, makin susah di OC . . makin longgar makin gampang

detyan
22-08-2010, 09:48 PM
paling ngetatin timing . . . .
trus klo bclk naik, clock ram juga ikut naik biasa nya . . . jadi paling diatur aja uncore / NB nya biar pas dapet berapa MHz . .
dan yg pasti, voltase nya . .

semakin ketat timing, makin susah di OC . . makin longgar makin gampang

owh gitu,voltasenya kira2 di naekin seberapa kak gun?

zegun~kun
22-08-2010, 09:55 PM
owh gitu,voltasenya kira2 di naekin seberapa kak gun?

tergantung kemampuan memory controller nya aja . . .
klo i7 920 gw max tahan 1.65v . . . ga tau yg lain brapa

detyan
22-08-2010, 10:05 PM
tergantung kemampuan memory controller nya aja . . .
klo i7 920 gw max tahan 1.65v . . . ga tau yg lain brapa

oiyah,beda klo RAM yg bwat amd..
inget gw..hhe
thanks kak gun..

bondhahnmrt85
22-08-2010, 10:24 PM
oiyah,beda klo RAM yg bwat amd..
inget gw..hhe
thanks kak gun..

Pake AMD toh??
Gw lagi bikin tutor OC buat AMD neh, segampang mungkin supaya bisa dimengerti. Still wait... ^^

thisisant
22-08-2010, 10:36 PM
Pake AMD toh??
Gw lagi bikin tutor OC buat AMD neh, segampang mungkin supaya bisa dimengerti. Still wait... ^^

Ah, wajib ditunggu nih... :hehe:
ngga puas OC cuma 20% :lempar:

detyan
22-08-2010, 10:43 PM
Pake AMD toh??
Gw lagi bikin tutor OC buat AMD neh, segampang mungkin supaya bisa dimengerti. Still wait... ^^

iyah mwnya yg AMD..

sip2 ombond...gw tunggu...hhhe
:top:

bondhahnmrt85
22-08-2010, 10:59 PM
Ah, wajib ditunggu nih... :hehe:
ngga puas OC cuma 20% :lempar:

Ah, ini tutor buat yg blm tau caranya OC kog. Kalo buat yg dah tau caranya OC mah dilewatin aj hehehe :hehe:

ocky_de_larocha
23-08-2010, 02:03 AM
Ah, ini tutor buat yg blm tau caranya OC kog. Kalo buat yg dah tau caranya OC mah dilewatin aj hehehe :hehe:

Ditungguin gan tutornya......:piss:
masih ragu bgt nie mo mulai dr mana Oc'y:hehe:

bondhahnmrt85
23-08-2010, 02:25 AM
Ditungguin gan tutornya......:piss:
masih ragu bgt nie mo mulai dr mana Oc'y:hehe:

Udah ada kog bro... http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111597 :hehe:

ocky_de_larocha
25-08-2010, 03:32 PM
Udah ada kog bro... http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=111597 :hehe:

Thank You Tutor nya gan :piss:
ijin Save page ya:hehe:

namsadin
26-08-2010, 02:13 AM
Thank You Tutor nya gan :piss:
ijin Save page ya:hehe:

ini contoh postingan engga mutu, sengaja gw engga delet biar jadi sample, gw harap engga ada yg ngepost hanya sekedar berterimakasih, dll,.. silahkan ngepost kalau mau bertanya, atau ngasih tuts tambahan, dan kalau kedapatan ngepost gajes disini, langsung gw infrack.

sk8punk
03-09-2010, 01:05 AM
mau tanya nih klo ngetes hasil OC untuk GPU itu di 3Dmark05 ya?? atau ada software lain?? terus klo tau itu udah stabil indikatornya apa??

tygacg
03-09-2010, 01:28 AM
pindah kesini yahh.. gw jawab disana

http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=9762&page=97

cempee
06-09-2010, 02:34 AM
gigabyte m61sme-s2 support overclocking cpu ngga om ?

jruckziege
06-09-2010, 09:48 AM
ad teman sy bilang klo i5 750 2,66 di OC mpek 3,6 ghz tp voltase dkecilin,katanya mlh memperpanjang umur dari biasanya...
suhunya jg jd lbh adem

:pusing:
mksdnya apa y?

bknnya OC mlh memperpanas suhu Procie ?? :???:

nubi bgt nie...

tygacg
06-09-2010, 10:14 AM
kwakaw.... ga mungkin bisa itu.. ada jg mleduk i5nya.. kalo bisa :minta: fotonya ^^

wong kalo nurunin voltase harusnya clock speednya diturunin jg.. kalo digituin malah ngerusak :swt: sama aja lu suru maraton tapi udaranya ga ada oksigen T_T

jadi gini nurunin voltase itu ibaratnya badan itu oksigen di udara dikurangin.. kompensasinya kita harus nurunin metabolisme and aktivitas2.. kompensasinya kita relax ga ngapa2in ga mikirin apa2 jadi panjang umur dah....

kalo oc yah sebaliknya ^^

jruckziege
06-09-2010, 10:21 AM
kwakaw.... ga mungkin bisa itu.. ada jg mleduk i5nya.. kalo bisa :minta: fotonya ^^

wong kalo nurunin voltase harusnya clock speednya diturunin jg.. kalo digituin malah ngerusak :swt: sama aja lu suru maraton tapi udaranya ga ada oksigen T_T

jadi gini nurunin voltase itu ibaratnya badan itu oksigen di udara dikurangin.. kompensasinya kita harus nurunin metabolisme and aktivitas2.. kompensasinya kita relax ga ngapa2in ga mikirin apa2 jadi panjang umur dah....

kalo oc yah sebaliknya ^^

nanti deh sy krumah nya,,, bro kucing tunggu y...
nanti sy foto-in... (btw,emg dr foto kliatan OC ato Ga?)

gara2 pernyataan dia itu,... sy akhirnya memutuskan utk mengambil i5-750 :terharu:

kriee
06-09-2010, 10:26 AM
ad teman sy bilang klo i5 750 2,66 di OC mpek 3,6 ghz tp voltase dkecilin,katanya mlh memperpanjang umur dari biasanya...
suhunya jg jd lbh adem

:pusing:
mksdnya apa y?

bknnya OC mlh memperpanas suhu Procie ?? :???:

nubi bgt nie...tergantung dari processor nya juga sih, klo pun di stel speednya dan gak mw masuk windows, mw gak mw harus tambah setrumnya ... :peace:

thisisant
06-09-2010, 10:27 AM
ad teman sy bilang klo i5 750 2,66 di OC mpek 3,6 ghz tp voltase dkecilin,katanya mlh memperpanjang umur dari biasanya...
suhunya jg jd lbh adem

:pusing:
mksdnya apa y?

bknnya OC mlh memperpanas suhu Procie ?? :???:

nubi bgt nie...

Memang OC berakibat ke naiknya penggunaan daya prosesor, dan kenaikan penggunaan daya berbanding lurus dengan kenaikan clockspeed. Selain itu pada saat OC voltase juga seringkali diutak-atik. Dalam hal ini, kenaikan penggunaan daya berbanding kuadrat dengan kenaikan voltase (RoT, ngga 100% akurat.)

Jadi secara teori bisa aja sih oc tapi undervolt dan jadi lebih dingin. Tapi kalo clock speednya udah naik sampe 1GHz kemungkinan panas2 juga...

jruckziege
06-09-2010, 05:17 PM
@all : :malu: ternyata dia slh kata bro... ternyata dia OC mpek 3,2.. dari 2,66 .... voltase dari 1,2 v jd 1,064 v dan ternyata prime stress test stabil berjam jam... suhu max (100% load) turun dari 83 (stock voltage) menjadi 72 derajat,.,,,,

:sigh: kirain beneran 3,6 ghz...

tp ttp aja msie bingung sy ma OC OC an...

Assassin89
09-09-2010, 10:21 PM
wah serem nih klo hardware kita msh standart tru d overclock ap g ngos ngosan malah gan?

bondhahnmrt85
09-09-2010, 10:54 PM
wah serem nih klo hardware kita msh standart tru d overclock ap g ngos ngosan malah gan?

Indikator hardware standard itu yg kayak gmn?? Gw rasa, semua PC yg LAYAK digunakan, itu semua fine2 aj kog buat di-OC...

ozonenaruto
28-10-2010, 10:41 AM
thanks dah share pengetahuan bro, akhirnya jd tau apa yg dimaksud dgn overclocking

dracola
28-10-2010, 05:46 PM
saya pernah overclock vga geforce 8500 GT, pakai software rivaturner...saya overclock sampai 200% kok masih baek2 aja yahhh???
main game yang biasanya rada lag, malah jalan lancar jaya...cuman kadang2 HANG secara tiba2...hahaha

lief41th
07-12-2010, 10:10 AM
Haloo permisi maap OOT dikit neh, buat agan2 yang pada demen overclocking, ada lomba neh.
Permisi mau numpang pemberitahuan aja, kalo asus ada kompetisi "PRIDE", dengan salah satu kategori "Performance" dimana sepertinya tepat sekali untuk diikuti oleh overcloker-overclocker Indonesia.
Hadiah utama untuk juara masing-masing kategori di Indonesia antara lain: motherboard ASUS Rampage III Formula, monitor ASUS MS202N, wireless router ASUS RT-N16. Sedangkan hadiah untuk pemenang global, antara lain notebook ROG 3D (G73) terbaru atau perjalanan gratis ke ASUS headquarter di Taiwan, untuk kesempatan bertemu dengan overclocker teratas kelas dunia, tim ASUS R&D dan hadiah menarik lainnya.
Untuk menjadi pemenang pada kategori performance, gambar atau video Anda harus menceritakan bagaimana motherboard ASUS telah mencapai kinerja yang mengagumkan. Apakah Anda telah memecahkan rekor overclocking atau mencapai peningkatan hasil benchmark yang luar biasa? Jika ya, maka kategori ini tepat untuk Anda.
Untuk mengikuti kompetisinya bisa dilihat di http://event.asus.com/mb/2010/PRIDE/ID/
Terima kasih~~

vairinduai
11-12-2010, 11:51 AM
pengen banget nyoba tapi takut meleduk cpu nya...bisa2 gak da temen lagi dikamar :panik:

oh ya klo ganti kipas heatsink tu ngaruh bgt gak ya klo kita OC...:bingung:

cyberwalk
11-12-2010, 08:51 PM
oh ya klo ganti kipas heatsink tu ngaruh bgt gak ya klo kita OC...
Ngaruh lah... ngaruh bgt

Worldz20
12-12-2010, 08:41 AM
oow..
baru tau ane..
nice inpo..

kieslingklein
18-07-2011, 01:05 AM
numpang tanya, utk Overclocking prosesor tu yg aman sampe brp ya? ada ga cara buat tau kalo tuh prosesor msh bsa dinaekin lagi ap ngga? thx be4..^^

iCORESOFT
19-07-2011, 10:30 PM
Ane pake intel E2200 2.2 Ghz di Asus P5G41C-M LX,DDR3 Patriot 2 Gb,PSU Venom 400W. Ane naikin CPU Freq dr default 200 ke 236,
DRAM freq auto. Voltage nya ane naikin dikit,multiplier 11x. Di properties computer terbaca 2.6 Ghz tp kok di CPU-Z malah turun ke 1.4 Ghz.
Kira2 apanya yang salah ya gan?
Jadi bingung ane.....

thisisant
20-07-2011, 07:25 AM
Ane pake intel E2200 2.2 Ghz di Asus P5G41C-M LX,DDR3 Patriot 2 Gb,PSU Venom 400W. Ane naikin CPU Freq dr default 200 ke 236,
DRAM freq auto. Voltage nya ane naikin dikit,multiplier 11x. Di properties computer terbaca 2.6 Ghz tp kok di CPU-Z malah turun ke 1.4 Ghz.
Kira2 apanya yang salah ya gan?
Jadi bingung ane.....
Kalo prosesornya lagi ngga dipake emang SpeedStep-nya akan nurunin clocknya untuk menghemat daya dan menurunkan suhu. Normal kok itu. Kalau mau liat clock aslinya dibebanin aja sama prime95/superPI.

evo_ridho
22-07-2011, 02:10 AM
numpang tanya, utk Overclocking prosesor tu yg aman sampe brp ya? ada ga cara buat tau kalo tuh prosesor msh bsa dinaekin lagi ap ngga? thx be4..^^

tergantung procienya sendiri2, tiap procie kan beda2. dites aja yang paling stabil berapa, suhu gak naik terlalu banyak, gak tiba2 restart atau bsod, cmiiw

baygonus
22-07-2011, 10:29 AM
overclock cuma untuk yang hobi ngoprek PC kalo yang males mending nggak usah lah....

2X membunuh proc
3X power supply mati
1X mobo jebol...

wakakakakaka ampunnnnnn

tygacg
22-07-2011, 11:16 AM
^
pake proci apa ? mbo apa ? psu apa ? kalo abal2 yah wajar lah ^^ kalo proci mati masi bisa claim garansi ganti baru koq kawkaw...

KanezaneKenkyusa
14-08-2011, 12:02 AM
w dulu pernah oc gigabyte pentium 3 w kan di bios ada pilihanya :hmm:
w pilih setingan yg kalo ga salah naikin 300an watt
pentium 3 w dari 700mhz naik jadi 900mhz :kaget:
tapi mobo skarang oc setinganya manual jadi takut oc w :gaswat:

sicky
05-09-2011, 10:29 AM
gan, mo nanya donk..
ane pake mobo Asus P5KPL, sialnya ga ada opsi buat ngerubah core voltage, ada caranya ga gan buat naekin votase core dari software apa setting jumper gitu?

soalnya waktu ane overclock GPU ane, tadinya ga bisa dinaekin voltasenya, trus pake software dari nvidia bisa di unlock voltasenya..

mohon pencerahannya gan

thisisant
05-09-2011, 10:42 AM
gan, mo nanya donk..
ane pake mobo Asus P5KPL, sialnya ga ada opsi buat ngerubah core voltage, ada caranya ga gan buat naekin votase core dari software apa setting jumper gitu?

soalnya waktu ane overclock GPU ane, tadinya ga bisa dinaekin voltasenya, trus pake software dari nvidia bisa di unlock voltasenya..

mohon pencerahannya gan
P5KPL? Pakai core 2 kah? Coba googling BSEL mod deh.

the_jacks07
06-09-2011, 12:15 AM
Wah ternyata lumayan rumit yah<ijin menyimak yah

sicky
06-09-2011, 08:45 AM
Pake dual core gan E2180

BSEL yg nyambungin kaki prosesor yah?
hehehe.. ngeri gan.... takut mledug..

ga ada cara yg lebih 'low risk' lagi ya?

thisisant
06-09-2011, 08:56 AM
Pake dual core gan E2180

BSEL yg nyambungin kaki prosesor yah?
hehehe.. ngeri gan.... takut mledug..

ga ada cara yg lebih 'low risk' lagi ya?

hmm... ngga ada sih setau saya, lagian tanpa BSEL mod juga harusnya e2180 bisa sampai ke 2,5-2,7an kok. Udah ngebut itu :haha:

bondhahnmrt85
06-09-2011, 10:17 AM
BSEL Mod itu metode memaksa mengubah strap processor ke strap yg lebih tinggi yg diinginkan. Dulu populer waktu blm adanya mobo P35 yg support 333MHz bahkan dilanjut X48 yg bisa 400MHz, maka BSEL mod mulai ditinggalkan.
Tapi kalo misal mobo ga mendukung ke strap yg lebih tinggi atau tidak adanya bus pemisah FSB dgn PCIe, BSEL mode memang satu2nya cara :hehe:

thisisant
06-09-2011, 10:21 AM
Eeiya, kalo buat ngubah voltase namanya VID mod, lupa, ingetnya BSEL doang :haha:
metodenya mirip kok...

inf1nite
06-09-2011, 01:45 PM
dah bosen overclock...lebih asyik undervolt

Ademmmm:D:D

sicky
07-09-2011, 10:41 AM
Eeiya, kalo buat ngubah voltase namanya VID mod, lupa, ingetnya BSEL doang :haha:
metodenya mirip kok...

lah, gan.. kalo naekin FSB dari bios sih udah bisa 2.85 GHz + lulus prime..
katanya sih orang2 pake tipe prosesor sejenis dah bisa sampe 3 GHz (lebih2 dikit kali ya)...

kalo Vid Mod resikonya sama ya gan?

crows
15-09-2011, 02:40 PM
bukannya jadi turun y gan?

bondhahnmrt85
15-09-2011, 06:38 PM
bukannya jadi turun y gan?

Apanya yg turun? :???:

sicky
19-09-2011, 11:31 AM
Apanya yg turun? :???:

ho oh.. turun gimana??

ganive
22-01-2012, 11:33 AM
gan mw tanya, mainboard ane biostar TA790g+ am3, nha di spec nya ditulis memory 1600(OC)/1333 dst, . ,nha ntu cara mudah buat OC tuh slot ram gmn??sori masih awam soal OC, . , :peace:

STIG
22-01-2012, 10:56 PM
om mo nanya, kira2 mobo yang power phase nya 4+1 (polos ga ada heat spreader) aman ga dipake buat OC? OC ringan sih, ga yg extreme
ane make mobo MSI 770 G45 (bios udah di update), procie 1090t sekarang daily di 3,6 Ghz vcore 1,36v

trus mo nanya jg, memory DDR 3 devault di 1,65 di suntik di v core 1,73 dipake harian aman ga kira2?

thanks in advance :)

sikey
30-04-2012, 12:24 PM
bookmark dolo gan...sambil belajar2...:o

trikdasar
23-05-2012, 11:20 PM
walaupun agk rada panjang thread nya, tpi ane ksh Jempol bro.. :top:

kaptensolo
24-05-2012, 01:00 PM
gan mw tanya, mainboard ane biostar TA790g+ am3, nha di spec nya ditulis memory 1600(OC)/1333 dst, . ,nha ntu cara mudah buat OC tuh slot ram gmn??sori masih awam soal OC, . , :peace:

kalo mau OC ram, bisa dengan:
1. OC FSB. kalo FSB dinaikin, otomatis frekuensi ram juga ikut naik
2. ubah divider ram. kalo di mobo biostar masuknya ke T-Series Setting (kalo nggak salah), trus masuk ke pilihan DRAM Timing Configuration, memory clock mode diset ke manual, trus memclock value diset ke DDR3-1600MHZ


om mo nanya, kira2 mobo yang power phase nya 4+1 (polos ga ada heat spreader) aman ga dipake buat OC? OC ringan sih, ga yg extreme
ane make mobo MSI 770 G45 (bios udah di update), procie 1090t sekarang daily di 3,6 Ghz vcore 1,36v

trus mo nanya jg, memory DDR 3 devault di 1,65 di suntik di v core 1,73 dipake harian aman ga kira2?

thanks in advance :)

kalo cuman OC ringan sih masih aman om
tapi kalo OC lumayan tinggi kudu dikasih heatsink buat mosfet
untuk ram, kalo cuman jalan default, disetrum 1.65v nggak papa
ram DDR3 ane jalan 750MHz CL7 cuman disetrum 1.65v nggak papa kok :oghoho:

paruliandio
09-06-2012, 07:31 AM
sangat informatif.
saya jadi lebih Paham mengenai overclocking. tidak sebatas clock saja tapi seperti seni tersendiri.
thanks buat threadnya.

clone_48
09-06-2012, 11:14 AM
Entah kenapa gw gak begitu tertarik lagi main overclocking...
Karena terlalu sayang sama hardware mungkin, gak pengen kenapa2.
Sayang dah ini pake i5 2500K jalannya default doang :p

lordof_anarchy
10-06-2012, 06:40 PM
wah ada tritnya bro bondan juga disini :D sip sip mantab penjelasannya bro

peye
10-06-2012, 10:45 PM
kalo mau OC ram, bisa dengan:
1. OC FSB. kalo FSB dinaikin, otomatis frekuensi ram juga ikut naik
2. ubah divider ram. kalo di mobo biostar masuknya ke T-Series Setting (kalo nggak salah), trus masuk ke pilihan DRAM Timing Configuration, memory clock mode diset ke manual, trus memclock value diset ke DDR3-1600MHZ



kalo cuman OC ringan sih masih aman om
tapi kalo OC lumayan tinggi kudu dikasih heatsink buat mosfet
untuk ram, kalo cuman jalan default, disetrum 1.65v nggak papa
ram DDR3 ane jalan 750MHz CL7 cuman disetrum 1.65v nggak papa kok :oghoho:

share pengalaman buat OC RAM:
1. Voltase sangat penting dan berpengaruh terhadap kinerja (namun harus diingat apabila menaikan voltase berarti suhu juga naik :) )
2. Pilihan RAM adalah sangat penting (pilih yang memiliki heatsink dan timing yang ketat)
3. Formasi timming harus diperhitungkan dengan tepat (55514, 66621..dsb)
4. OC Procsie melalui FSB (bus) akan menaikan kinerja dari Procsie maupun RAM, jadi harus diingat benar apabila sudah di OC FSB maka Voltase dan Timing harus diperhitungkan
5. Daily use? don't use OC :)

CMIIW

dopodmx
13-06-2012, 11:05 PM
jaman pentium dua n pentium 3 dulu perasaan bela-belain pake grafit pensil 2b buat bikin jumpernya....klo sekarang mah enak, tinggal main software n bios....ga sampe kebakar...