PDA

View Full Version : Official Sekilas Papua



khuma_putry
20-12-2011, 08:59 PM
Silahkan memberitahukan/post kondisi papua sekarang ini, No PORN dan SARA

trid ini ini dibuat sekedar untuk memberitahukan kondisi papua dan bukan yang laen.

tanya jawab masalah kondisi papua sekarang ini, silahkan di LOUNGE.

dan hanya boleh membalas post dengan seputar keadaan papua, tidak boleh yang laen ataupun mengomentari post yang ada.

jika dilanggar akan ditindak keras, Post di Delete dan atau di beri Merah-merah

khuma_putry
20-12-2011, 09:03 PM
20 Desember - Manokwari

Jalan menuju Bandara d Blokir dengan cara menebang pohon yang ada di dekat Jalan.

Jalan baru di Blokir.

sebab ada kekalahan dalam pemilihan PILGUB papua barat.

masa dari Calon Pemilih yang kalah tidak menerima kekalhan Calon yang di usungnya.

Tidak ada kekerasan ataupun korban.

khuma_putry
21-12-2011, 10:39 AM
21 Desember 2011 - Manokwari

Rumah Ataruri Dibakar oleh masa pendukung yang kalah dari masa PILGUB kemarin,

Ataruri merupakan pemenang PILGUB kemarin.

yang dibakar berupa pendopo, tak hanya Pendopo yang dibakar, 9 mobil dan 27 motor ikut di bakar oleh masa.

pasca pembakaran, aparat kepolisian melakukan penyisiran dan sejumlah orang ditangkap.

dari aksi pemalangan kemarin, banyak instansi pemerintahan ataupun pertokoan yang tidak beroperasi.

khuma_putry
21-12-2011, 07:54 PM
21 Desember 2011

Selama bulan desember, ada salah keunikan di seluruh wilayah papau, yaitu setiap kelompok/RT/RW yang ada di kelurahan (terutama di daerah kota)

mengadakan perlombaan membuat rumah honai ataupun gubuk yang dihiasi sedemikian rupa hingga nampak indah.

hal ini untuk menyambut Natal dan Tahun baru.

khuma_putry
22-12-2011, 07:53 AM
22 Desember 2011

jayapura. Kaplores menghimbau Masyarakat tidak terprovokasi dengan SMS sesat.

Maraknya SMS yang beredar di papua, bahwa KM Gunung Dempo (kapal pelni) yang terbalik dan terbakar, itu merupakan SMS provokasi untuk meresahkan masyarakat yang akan bepergian menggunakan KM Gunung Dempo.

Dan masyarkat diharapkan untuk tenang untuk melaksanakan Ibadah Natal. Kepolisian di bantu dengan Polda Papua akan memberikan rasa aman saat natal dan tahun baru. dan jangan terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang.

==================================

Jayapura. 22 Desember 2011

Persipuran mengelalr latihan di Pantai Base-G, dan hari ini merupakan latihan terakhir dari persipura menjelang libur natal.

adapun latihan di fokuskan pada latihan sirkuit training.

FAJRATSYAH
23-12-2011, 05:16 AM
23 Desember 2011
Hari pertama libur bersama dalam rangka Natal dan Tahun Baru,
situasi masih aman terkendali, aparat Kepolisian menyatakan siap mengamankan perayaan Natal
dan Tahun Baru 2012 di Papua.

khuma_putry
26-12-2011, 11:57 AM
Manokwari, 26 Desember 2011

Natal d papua aman dan berjalan lancar. Kondisi sorong dan manokwari pada tanggal 25 kmrin aman dan damai. Situasi terasa sepi d jalan-jalan. Kendatipun demikianbanyak kios dan bengkel buka. Banyak angkiutan umum yang tidak beroperasi.
Dan malam hari situasi kota manokwari d guyur hujan deras mulai jam 5 sore sampai jam 1 malam. Dan mengakibTkan banjor d daerah Transit Lembah hijau dan beberpa daerah lain yang ada d manpkwari.

FAJRATSYAH
31-12-2011, 06:03 PM
Jayapura, 31 Desember 2011 10.00 Wit
Kebakaran melanda Kompleks sekitar Pasar Sentral Hamadi,
beberapa rumah disekitar pasar terbakar.

Jayapura, 31 Desember 2011 jam 20.00 Wit
Situasi Kota Jayapura aman terkendali,
aktifitas masyarakat berjalan lancar,
Arus lalu lintas mulai macet,
Dibeberapa tempat terdengar suara petasan dan kembang api menghiasi langit Jayapura.
Rencananya akan dilaksanakan pesta kembang api di PTC dan Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

khuma_putry
31-12-2011, 06:56 PM
Sorong dan manokwari

Situasi Aman terkendali, dan cuaca hujan.

tapi d jalan2 utama mulai ramai dengan kendaraan dan orang2 yang akan merayakan tahun baru

FAJRATSYAH
31-12-2011, 09:24 PM
Jayapura, 31 Desember jam 23.25 Wit.

Setengah jam menjelang pergantian tahun,
kembang api mulai menghiasi langit Jayapura.
suaranya membahana kemana-mana,
sayang cuaca hujan agak mengurangi keramaian di jalan.
Situasi aman, arus lalu lintas maceeet.

khuma_putry
01-01-2012, 12:57 AM
Manokwari, 1 Januari 2012

Perayaan Tahun Baru d Kota Manokwari terpusat d dua tempat yaitu di Sanggeng dan d Wosi.

untuk di sanggeng titik sentral berada d depan toko Tengah dan sekaligus distribibutor kembang api.

sedangkan d wosi berpusat di pertokoan.

dalam perayaan pergantian tahun baru memakan salah satu korban luka. terkena petasan dan dilarikan k rumah sakit.

selama perayaan malam tahun baru cuaca kota manokwari gerimis, dan situasi aman terkendali,

aparat dari Polri dan TNI turun k jalan dan berpatroli untuk mengamankan perayaan pergantian tahun baru.

================

sedangkan menurut kabar dari sorong, perayaan pergantian tahun baru berpusat di Lapangan Hocky, Tembok dan alun-alun aimas.

kebanyakan orang berpusat untuk merayakn pergantian tahun baru di lapangan hocky dan tembok.

untuk cuaca dan keamanan tidak jauh berbeda dengan manokwari.

khuma_putry
06-01-2012, 01:32 PM
6 januari 2011
Lagi-lagi penembakan terhadap warga sipil terjadi di Ilag. Dua orang warga sipil di Distrik Ilaga Kabupaten Puncak Jaya tewas tertembak oleh orang tak dikenal [OTK], Rabu [4/1] sore sekitar pukul 15.30 WIT tepatnya di Kali Cemi, distrik Ilaga Kabupaten Puncak.

Juru bicara Polda Papua, Kombes (Pol) Wachyono ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kabar terjadinya penembakan di distrik Ilaga Kabupaten Puncak. Penembakan dilakukan orang tak dikenal yang mengakibatkan 2 orang warga sipil tewas.

Kita sudah mendapat kabar atas terjadinya penembakan itu. Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan serta mengejar siapa pelaku penembakan itu, hanya saja identitas korban belum diketahui katanya ketika ditemui di Mapolda Papua, kemarin.

Meskipun penembakan terjadi, tetapi kata Kabid Humas, saat ini situasi sudah aman dan kondusif, namun demikian aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih melakukan penyelidikan motif penembakan yang dilakukan para pelaku, tukasnya.

Kabid Humas mengakui, hingga saat ini motif pelaku melakukan penembakan itu belum diketahui karena penembakan dilakukan secara tiba-tiba. Yang jelas, atas perbuatan pelaku merupakan pelanggaran hukum dan tidak bisa dibiarkan, tandasnya.

Menurutnya, para pelaku penembakan tetap akan dikejar sampai tertangkap, sehingga tidak lagi terjadi kekerasan terhadap masyarakat. Adapun saat ini kata dia, aparat kepolisian setempat sudah melakukan persuasif serta melakukan penegakan hukum bagi yang melakukan pelanggaran hukum termasuk pelaku penembakan yang menewaskan warga masyarakat itu.

sumber : papua pos

khuma_putry
13-01-2012, 01:48 AM
Jumat, 13 Januari 2012

liburan telah usai, banyak dari masyarakat mulai dari para pelajar, mahasiswa dan masyarakat lainnya mulai kembali ke aktifitasnya masing-masing.

sekian ribu masyarakat yang berdomosili di wilayah papua untuk bepergian jauh menggunakan transportasi laut.

dari pantauan yang didapat kemarin melalui salah satu Kapal putih (kapal PELNI) para penumpang berdesak-desakan, dan hampir tidak ada celah untuk t4 istirahat.

mulai dari gang-gang, dan gang-gang kamar, tangga, dan geladak luar (DEK 7) penuh dengan ribuan manusia.

mereka menempati celah walaupun sempit untuk istirahat dan meletakkan barang.

Dan disamping itu juga untuk penerbangan semua penuh dari jauh-jauh hari.

khuma_putry
16-01-2012, 07:39 PM
16 Januari 2012

Masyarakat siaga 1 untuk pelantikan Gubernur esok (17 Januari 2012) khusus di daerah SP (daerah Transmigrasi).

apalagi terdengar isu akan adanya penyerangan dari kelompok2 yang tidak bertanggung jawab.

khuma_putry
17-01-2012, 02:40 AM
manokwari, 16 Januari 2012

Sampai saat ini Siaga satu wilayah transmigrasi dari SP 1-S P8, terkait kejadian kemarin siang (pemerkosaan dan pembakaran rumah pelaku).

para pemuda berkumpul di tiap2 pos yang telah di tentukan. dan komunikasi antar daerah melalu HP/HT tidak terputus untuk mengetahui perkembangan.

masyarakat yang berkumpul membawa peralatan mulai dari parang, samurai sampai tongkat untuk menjaga hal2 yang tidak di inginkan.

khuma_putry
17-01-2012, 10:53 AM
17 Januari 2012

Pelantikan Gubernur Abraham O. Ataruri Papua Barat di jaga ketat oleh pasukan TNI dan Polri.

Pelantikan Gubernur di laksanakan di Hotel Aston oleh Menteri Dalam negeri

khuma_putry
01-02-2012, 05:26 PM
Jacksen Boyong 21 Pemain

JAYAPURA [PAPOS]– Bermain di Pekanbaru melawan tuan rumah PSPS Pekanbaru, 3 Februari 2012 lusa, pelatih Persipura Jacksen F Tiago memboyong 21 pemain dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League [ISL] musim 2011/2012.

“Ada 21 pemain yang akan ikut tim ke Pekanbaru, termasuk kapten tim Boaz Solossa. Kami berharap Boaz tidak divonis mengalami cedera serius, karena dalam lawatan kali ini tenaga kami akan sangat terkuras,” ujar Jacksen kepada Papua Pos dalam pesan singkatnya, Selasa [31/1] kemarin.

Selain Boaz yang sempat diragukan akan ikut tim, Jacksen juga tetap menyertakan nama gelandang Imanuel Wanggai dalam tim ke Pekanbaru.

Jacksen menegaskan, pemain dengan nomor punggung 11 tersebut tetap akan ikut bersama tim dalam dua lawatan yaitu di Pekanbaru dan melawan Persija Jakarta di Yogyakarta.

“Manu tetap dibawa dalam tour kali ini, seperti yang pernah saya ungkapkan bahwa untuk menghilangkan rasa trauma yang dialami Manu maka ia akan tetap dibawa di setiap tour ini untuk membantu proses penyembuhannya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam tour kali ini dirinya sangat berharap dapat meraih hasil positif. “Empat poin sudah lumayan untuk menaga jarak dengan posisi kedua klasemen Indonesia Super League (ISL), Sriwijaya FC. Harapan kami tetap optimis meraih poin,” tandasnya.

Sumber : Papuapos.com

khuma_putry
01-02-2012, 05:26 PM
APBD Papua Tahun Ini Sebesar Rp.7,2 Triliun

JAYAPURA [PAPOS]- Anggaran Pendapatan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Papua tahun anggaran 2012 sebesar Rp.7,2 triliun, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah [BOS] sebesar Rp 331 miliar.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Provinsi Papua, Achmad Hatary kepada wartawan di kantor Gubernur Provinsi Papua, Senin [30/1] kemarin mengatakan, provinsi Papua merupakan Provinsi yang tercepat menyalurkan dana BOS ke daerah-daerah.Untuk penyaluran dana BOS kita yang tercepat, namun APBD kita sedikit mengalami keterlambatan,ujar Hatary.

Kata Hatary, Pemerintah rencananya akan melakukan sidang paripurna pada hari Selasa [7/2] dan akan ditutup pada tanggal [10/2]. Selain Papua, ternyata Provinsi Aceh juga mengalami keterlambatan dalam menetapkan APBD.

Kita sudah melapor kepada Kementerian Dalam Negeri bahwa kita bersama Provinsi Aceh APBD-nya akan masuk bersama-sama pada minggu pertama bulan Februari,imbuhnya.

Jadi kata Hatary antara Pemerintah Provinsi Papua dengan Badan Anggaran [Banggar] di DPRP sudah ada kesepakatan, pembahasan akan dilakukan pada tanggal [12/2] malam di Departemen Dalam Negeri

Sumber : papuapos

khuma_putry
01-02-2012, 05:35 PM
Penempatan Guru di Waropen Belum Merata


WAROPEN [PAPOS] – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Waropen, Drs. Harun Wenggi, M.Sc mengakui bahwa penempatan tenaga guru ke masing-masing sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA belum merata penyebarannya di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Karena kekurangan guru, banyak sekolah yang meminta agar diadakan penambahan guru, agar ada pemerataan guru baik di kota maupun di kampung. "Memang jumlah guru lebih banyak menumpuk di kota, sementara ada sekolah seperti di Wapoga bahkan di berbagai distrik lainnya sangat kekurangan guru," akunya kepada Papua Pos baru-baru ini di di Kampung Nonomi.

Selaku pimpinan, dirinya menyadari bahwa guru banyak menumpuk di kota di berbagai tingkat sekolah antara Urei Faisei dan Waren. Hal itu disebabkan karena memang kebutuhan guru di berbagai disiplin ilmu masih sangat terbatas. Menurut Wenggi, menumpuknya guru di kota bukan faktor kesengajaan melainkan kebutuhan sekolah itu sendiri. "Apabila guru dari disiplin ilmu yang sama lebih dari tiga di sekolah SMP, memang itu harus dipindahkan ke sekolah lain, sehingga kekurangan guru di sekolah tersebut dapat teratasi," katanya.

Khusus tenaga pengajar tingkat sekolah dasar dan SMP, kata Wenggi kemudian, masih sangat kurang atau sangat terbatas dengan jumlah sekolah yang ada. Kekurangan guru itu sangat terlihat di kabupaten Waropen, apalagi ketika melakukan kunjungan kerja ke wilayah distrik-distrik, banyak masukan dan laporan masyarakat dan para guru, bahwa mereka sangat kekurangan guru.

Ada sekolah yang gurunya hanya satu orang sekaligus merangkap sebagai kepala sekolah. Kata Wenggi hal itu tidak boleh terjadi, karena bagaimanapun kurikulum di sekolah tersebut tidak akan berjalan efektif dan efisien. Karena itu ia mengharapkan dengan adanya kerjasama Uncen dan program guru di Makassar di tahun anggaran 2012, penempatan guru di berbagai sekolah akan dibenahi.

khuma_putry
05-02-2012, 03:08 PM
Manokwari, 5 Februari 2012

tanggal 5 Februari merupakan tanggal masuknya injil di tanah papua di daerah Mansinam Manokwari,

untuk tahun ini 2012 cuaca manokwari di guyur hujan, walaun begitu perayaan untuk merayakan masuknya injil d tanah papua berjalan lancar d pulau mansinam.

khuma_putry
05-02-2012, 03:14 PM
Tiga Menteri Bangun Situs Pekabaran Injil di Papua

Tiga Menteri yang mewakili Presiden RI meletakkan batu pertama pembagunan situs Pekabaran Injil di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat.

Ketiga menteri yang datang memulai rencana pembangunan situs keagamaan itu adalah Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, dan Menteri Lingkungan Hidup Baltazar Kambuaya.

Bergantian, mereka meletakkan batu pertama situs, usai doa bersama perayaan Pekabaran Injil, Minggu (5/2/2012).

Peletakan batu pertama juga diikuti oleh staf khusus Presiden RI Felix Wanggai, Sekretaris Daerah Papua Barat ML Rumadas, dan Kelapa Suku Mansinam Deni Rumsayor.

Situs ini akan menjadi identitas Pulau Mansinam sebagai gerbang peradaban di tanah Papua. Djoko Kirmanto menegaskan, selain situs juga akan dibangun sejumlah sarana prasarana meningkatkan kesejahteraan warga Mansinam. Pembangunan situs akan dimulai Maret, dan ditargetkan selesai setahun.

"Pembangunan situs ini adalah realisasi komitmen Presiden RI yang tahun 2009 pernah berjanji akan membangun situs Pekabaran Injil," ujar Djoko. Dana yang dianggarkan untuk program ini mencapai Rp 165 miliar. Sementara itu, Felix mengatakan, situs diharapkan bisa menjadi motivasi untuk membangun tanah Papua dengan hati dan kasih.

khuma_putry
05-02-2012, 03:20 PM
Pulau Mansinam Dipadati Peziarah

Pulau Mansinam dipadati warga dan peziarah pada perayaan Pekabaran Injil 157 Tahun, Minggu (5/2/2012). Perayaan ini bukan ritual keagamaan semata, melainkan juga momentum penyatuan masyarakat tanah Papua.

Sejak pagi, ratusan peziarah dan warga dari Manokwari dan sekitarnya datang ke Pulau Mansinam mengikuti doa bersama. Doa dimulai pukul 09.00 WIT, didahului dengan tarian adat menyambut tamu undangan.

Selain mengikuti doa, sebagian warga mengunjungi situs-situs tua di Pulau Mansinam yang menjadi pulau peradaban. Pulau ini adalah tempat dua misionaris, CW Ottow dan JG Geissler, yang membawa dan mengenalkan Injil kepada orang Papua pada 1855.

Salah satu situs adalah sumur tua yang dibangun oleh para misionaris. Sejumlah warga mengatakan, mereka datang untuk berlibur dan menikmati Pulau Mansinam. Banyak dari mereka yang datang bersama keluarga dan temen-temannya menumpang perahu atau disebut taksi laut dengan membayar Rp 5.000 per orang.

Menurut Ketua Jemaat Gereja Lahai-Roi (Mansinam) Pendeta HR Weeflaar, perayaan Pekabaran Injil harus dihayati sebagai anugerah bagi rakyat Papua karena telah terbukanya tabir gelap peradaban. Dalam konteks kekinian, perayaan ini dimaknai sebagai penyatuan perdamaian di tanah Papua.

sumber :kompas.com

khuma_putry
07-02-2012, 10:15 AM
Anggota Brimob Tewas Ditembak Saat Patroli


JAYAPURA, KOMPAS.com - Seorang anggota Brimob Briptu Ronald, Selasa (7/2/2012) tewas ditembak gerombolan bersenjata saat melakukan patroli rutin di area PT Freeport Indonesia.
Anggota dari Detasemen B Brimob Timika itu, menurut keterangan Kepala Polda Papua Irjen B.L Tobing, tengah menjalankan patroli rutin di area kerja perusahaan tambang tersebut.

Menurut B.L Tobing, Briptu Ronald ditembak oleh kelompok bersenjata yang selama ini dicari oleh polisi. Ia menduga, kelompok yang menembak patroli polisi itu adalah kelompok separatis yang dulu dipimpin oleh Kelly Kwalik.

Dari informasi yang dihimpun dari masyarakat, patroli polisi itu ditembaki saat mereka melintas di tanggul timur. Seusai penembakan, korban langsung dilarikan ke Klinik Kuala Kencana.

Kepala Polda Papua Irjen B.L Tobing mengatakan, saat ini di tengah medan yang sulit, polisi tengah mengejar para pelaku penembakan. Sebelumnya, pada tanggal 9 Januari lalu, dua karyawan kontraktor yang bekerja untuk PT Freeport Indonesia juga tewas ditembak di jalur penghubung antara Tembagapura-Timika.

khuma_putry
07-02-2012, 10:18 AM
Papua Terima Bantuan Kapal Perintis

JAYAPURA, KOMPAS.com - Provinsi Papua dan Papua Barat mendapat bantuan satu kapal perintis. Kapal perintis dengan bobot mati 500 GT itu diserahkan oleh Menteri Perhubungan E.E Mangindaan, Selasa (7/2/2012) di Pelabuhan Kota Jayapura, Papua.

Hadir dalam penyerahan kapal perintis itu antara lain Pejabat Gubernur Papua Syamsul Arief Rifai, Kepala Polda Papua Irjen B.L Tobing, Kepala Staf Kodam XVII Cendrawasih Brigjen Daniel Ambat, serta Dirjen Perhubungan Laut Leon Muhamm ad. Kapal yang diberi nama Sabuk Nusantara 29 itu akan melayani rute Jayapura-Manokwari pulang pergi.

Kapal itu nantinya akan merapat di pelabuhan-pelabuhan yang berada di rute tersebut seperti Sarmi, Serui, dan Biak. Kapal itu dibangun pada tahun 2010 dan selesai pada akhir 2011. Dana pembangunan kapal itu berasal dari APBN sebesar Rp 20,14 miliar.

Kapal dengan kapasitas 250 orang penumpang itu dibuat oleh PT Mariana Bahagia, Palembang. Kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan 12 knot.

Menteri Perhubungan E. E Mangindaan mengatakan, bantuan kapal perintis itu merupakan bagian dari upaya pemerintah melayani masyarakat, terutama di wilayah sulit.

Selain menyerahkan kapal itu, Menteri Perhubungan juga menyerahkan bantuan berupa 12 bus perintis. Sebanyak sembilan bus diserahkan kepada Provinsi Papua dan tiga bus perintis diserahkan kepada pemerintah Provinsi Papua Barat.

khuma_putry
07-02-2012, 02:26 PM
Perda Larangan Miras Mulai Diresahkan Masyarakat

ASMAT [PAPOS] Pengesahan Raperda Larangan Miras menjadi Perda Miras yang sudah ditetapkan oleh DPRD dan ditandatangani Bupati Asmat, mulai diresahkan sebagian masyarakat. Pasalnya, aturan-aturan yang ada di dalam perda serta sanksi-sanksinya sangat keras dan tegas.

Di dalamnya mengatur berbagai hal tentang larangan miras yakni siapa yang membawa, menimbun, menjual, mengoplos dan mengkonsumsi akan disanksi dengan hukuman penjara maksimal 6 bulan penjara dan denda Rp 50.000.000. Bagi yang mengonsumsinya akan diberi sanksi kurungan maksimal 3 bulan penjara dan denda Rp 25.000.000.

Hasil wawancara Papua Pos di lapangan dengan sejumlah masyarakat yang berada di Kota Agats mengatakan bahwa masalah perda larangan miras tersebut sungguh menakutkan dan meresahkan bagi mereka. Apalagi hukuman penjara dan denda maksimal uang membuat bulu kuduk mereka merinding. Jelas, masyarakat yang ada di kota ini rata-rata biasanya mengkonsumsi miras baik oplos maupun lokal.

Mereka dengan leluarsa mengkonsumsi dan mngedarkan karena belum ada larangan yang mengatur dan belum ada kekuatan hukum. Kalau sudah begini mereka pasti tidak akan bebas lagi untuk mengkonsumsinya. Apalagi di Asmat tempat hiburan jarang. Paling masyarakat lari ke miras untuk menghilangkan stres.

Kalau miras sudah diperdakan dan dilarang, berarti Agats akan seperti kota mati. Karena yang bikin Agats hidup ini kan miras dan hiburan. Di sini, orang sudah capek mencari dan suasananya tidak begitu enak. Hiburan yang aman ya miras tapi kan di rumah saja dan tidak bikin ulah, ungkap salah satu masyarakat yang tidak ingin disebut namanya.

Ketika dikonfirmasi masalah tersebut kepada Kabag Hukum Setda Asmat, Ainur Rofiq, SH, Senin (6/2) dikatakannya, perda memang sudah disahkan dan akan segera disosialisasikan. Dengan ketentuan, usai triwulan II baru akan dilaksanakan dengan menggunakan instansi terkait dan tokoh masyarakat. Tidak bisa sekali langsung digalakkan, tetapi bertahap karena takutnya masyarakat akan kaget dengan perda yang ada.

Perda memang sudah disahkan. Larangan pengguna dan pengedar miras di kabupaten ini dan hukumannya juga maksimal. Miras ini kan penyebab dari segala macam kejahatan mulai dari mencuri, KDRT, pembunuhan perkelahian dan masih banyak lagi. Jadi kalau perda ini sudah mulai disosialisasikan dan sudah mulai digalakkan otomatis masyarakat dan penggunanya pasti merasa takut dengan aturan baku tersebut, ujarnya.

FAJRATSYAH
09-02-2012, 06:48 AM
Jayapura, 09 Februari 2012
Counter HP SMS di jln Percetakan Jayapura semalam tertimpa batu besar dari gunung di belakang toko, satu korban meninggal dunia.

Jalan raya Jayapura - Abepura semalam sempat terputus akibat genangan air di depan CV. Thomas Entrop.
Hingga saat ini air mulai berangsur surut dan kendaraan sudah bisa melintas di jalan tersebut.

khuma_putry
09-02-2012, 10:53 AM
akibat hujan yang mengguyur manokwari selama 2 hari, mengakibatkan jembatan Baja penghubung antara distrik masni dan distrik sidey putus.

akibat putusnya jembatan ini merengut nyawa satu orang dan 1 mobil terperosok k bawah kali.

khuma_putry
14-02-2012, 12:10 PM
Jacksen Sambut Gembira Bisa Berlaga di LCA

JAYAPURA [PAPOS]- Usai Federasi Sepakbola Asia (AFC) menginzinkan Persipura Jayapura dapat berlaga di Liga Champions Asia (LCA) musim ini, pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago menyambut gembira lolosnya Persipura Jayapura ke kompetisi elit tingkat Asia, Liga Champions Asia (LCA) itu.

Selain itu, yang paling utama Jacksen juga mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Persipura yang telah berjuang keras mempertahankan Persipura agar tetap mentas di LCA.

"Puji syukur pada Tuhan karena akhirnya kami bisa bermain di Liga Champions Asia. Kami semua menyambut gembira kabar tersebut dan kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen Persipura yang telah memperjuangkan hak Persipura," ujar Jacksen kepada Papua Pos saat dihubungi, Minggu [12/2] malam.

Atas kabar ini, baik Persipura maupun masyarakat Papua pada umumnya sempat khawatir tim kesayangan mereka batal berlaga di LCA setelah PSSI mengadukan tim “Mutiara Hitam” ke AFC dengan alasan tidak pantas main di LCA karena Persipura lebih memilih bermain di kompetisi tidak resmi yaitu ISL.

Tapi kabar gembira ini lalu diterima Persipura setelah pada Jumat [10/2] lalu menerima informasi bahwa sesuai dengan surat AFC tertanggal 10 Februari 2012 yang diterima pukul 17.45 WIB menyatakan bahwa Persipura diperbolehkan ikut berkompetisi di LCA.

Surat tersebut ditujukan kepada CEO & Sekjen FF Australia dan Sekjen FA Indonesia, di mana menjelaskan bahwa babak Play off ACL 2012 akan dilaksanakan di Hindmarsh Stadium Adelaide tanggal 16 Februari 2012 Pukul 19.30 waktu setempat mempertemukan Klub Adelaide United (Australia ) vs Persipura Jayapura (Indonesia).

Dengan surat yang diberikan AFC itu, sudah jelas dan dapat dipastikan bahwa Persipura Jayapura berhak mendapatkan haknya untuk berlaga di babak Play off LCA. Skuad Persipura sendiri direncanakan akan bertolak ke kandang Adelaide United Australia pada tanggal 13 Februari 2012.

Jacksen menambahkan, usai ada keputusan dari AFC itu, secara tim seluruh pemain siap tampil membela tim “Merah Hitam” di ajang Liga Champions Asia. “Kami siap melakoni debut di play off Liga Champions Asia, meski belum mengetahui pasti kekuatan lawan,” tandasnya.

FAJRATSYAH
18-02-2012, 08:13 AM
Rusuh Pilkada Tolikara

Telah terjadi kerusuhan di Kota Karubaga Kab. Tolikara tanggal 15 Februari 2012 antara pendukung kedua kandidat,
kerusuhan mengakibatkan 14 rumah terbakar, dan belasan orang lainnya luka-luka.

HIngga saat ini situasi mulai berangsur kondusif. Aparat Kepolisian dibantu TNI masih terus berjaga-jaga
untuk mengantisipasi bentrokan susulan.

Akibat bentrokan ini Pilkada Tolikara kembali ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

khuma_putry
27-02-2012, 07:39 AM
WAMENA [PAPOS]- Kepala Bandara Wamena, Thomas Alpa Edison mengungkapkan, pihaknya telah menerima anggaran pembangunan Bandara Wamena yang baru dengan nilai anggaran sebanyak Rp.20 miliar dan tahun ini pembangunannya mulai dilaksanakan.

Saat ini sudah mulai berjalan dalam proses konsultan perencanaan dan pengawasan untuk tahap tender pembangunannya, terang Thomas kepada wartawan, Sabtu (25/2) lalu di Wamena.

Menurutnya, hal itu dikarenakan pembangunan Bandara Kelas II yang nantinya dapat menjadi pintu masuk dan keluar bagi masyarakat di Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya melalui udara itu, akan menggunakan dana anggaran yang cukup besar, sehingga perlunya perencanaan yang matang agar nantinya dapat selesai sesuai dengan target yang diharapkan.

Adapun rencana pembangunan terminal Bandara yang terdiri dari ruang tunggu keberangkatan, ruang kedatangan serta beberapa ruang sarana pendukung lainnya direncanakan akan berdiri dua lantai serta berlokasi di bagian kantor Bandara dan di sekitar menara pengawas (tower).

Sesuai dengan master plant yang ada, maka kantor Bandara baru nanti termasuk tower nantinya akan disesuaikan dan tentunya akan direhab pula menjadi lebih baik, sementara lokasi terminal penumpang lama akan dijadikan terminal kargo, jelasnya lagi.

Ditambahkan, target pembangunan terminal Bandara Wamena ini diupayakan tahun 2012 ini akan rampung, menggantikan Bandara lama yang hangus terbakar pada September 2011 lalu. Terkait pembangunan Bandara Wamena ini, kami tentunya akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Jayawijaya terlebih dahulu, tandasnya

FAJRATSYAH
13-03-2012, 05:11 AM
Laga antara Persipura Jayapura melawan Persiwa Wamena
di Stadion Mandala Jayapura Senin 12 Maret 2012
berakhir imbang 1-1.

khuma_putry
26-03-2012, 01:10 AM
VIVAnews - Anggota TNI dari satuan Pleton Dua Kompi E Yonif 751/BS Skamto, Pratu Muh Ihksan, tewas akibat ditikam orang tak dikenal. Pria berusia 29 tahun itu ditemukan bersimbah darah di depan Mako Kompi E Yonif 751/BS Skamto, Distrik Skamto, Kabupaten Keerom, Papua, Minggu 25 Maret 2012.

Muh Ikhsan tewas setelah sempat di larikan ke RS Dian Harapan Waena, Distrik Heram, untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut Juru Bicara Kodam Cendrawasih, Kolonel Ali M Bougra, peristiwa itu bermula sekitar pukul 16.45 WIT. Saat itu, Pratu Ikhsan keluar dari markas Kompi E Yonif 751/BS Skamto untuk menelepon temannya. Namun, dia keluar markas karena sinyal di dalam kurang bagus.

Sekitar pukul 17.00 WIT, Ikhsan berada di luar markas dan menelpon di pinggir jalan. Namun, tiba-tiba ada sebuah mobil pribadi berhenti. Salah satu penumpang mobil tersebut menghampiri Ikhsan. Ikhsan tak memperhatikan orang yang menghampirinya itu. Orang tak dikenal itu tiba-tiba menikam dada sebelah kanannya.

Setelah ditikam, Ikhsan berteriak sambil berlari meminta tolong ke Penjagaan Kompi E Yonif 751/Skamto. Pada pukul 17.10 WIT, tubuh Ikhsan yang terluka dibawa ke Puskesmas Koya.

Namun, karena kondisinya sudah kritis dan peralatan puskesmas kurang memadai, sekitar pukul 17.20 WIT, pihak Puskesmas Koya menyarankan agar Ikhsan dibawa ke RS Dian Harapan guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sekitar pukul 18.00 WIT, Ikhsan dipindah dengan menggunakan mobil dinas anggota TNI-AD. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong.

sember :vivanews

khuma_putry
28-03-2012, 07:30 PM
Serui-Belum adanya kepastian Pemilukada ulang Kabupaten Kepulauan Yapen yang sudah hampir dua tahun ini dan terkesan dibiarkan, mulai menimbulkan keresahan masyarakat yang selama ini sudah menanti seorang pemimpin difenitif untuk memulihkan kembali semua sistim pemerintahan di daerah Kabupaten Kepulauan Yapen yang saat ini bisa dikatakan berjalan ditempat.

Sebab birokrasi yang ada selama ini kurang mengakomodir seluruh bidang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara baik. Demikian diungkapkan salah satu tokoh adat Ones Wayoi kepada Bintang Papua di kediamannya.

Sumber : bintangpapua.com

khuma_putry
29-03-2012, 04:11 PM
Jayapura-Meski utusan Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besarnya (Kedubesnya), antara lain ingin mengetahui situasi terkini di tanah Papua melalui masukan dari sejumlah pihak, namun pada prinsipnya Pemerintah Australia menyatakan mendukung sepenuhnya Papua tetap berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintah Australia,memberikan dukungan sepenuhnya bahwa Papua tetap dalam NKRI, demikian Ketua Komisi A DPRP Ruben Magai kepada wartawan usai pertemuan tertutup Staf Kedubes Australia Greg Ralph dan Emily Whela dengan Komisi A DPR Papua, Rabu (28/3).
Sebagai bukti dukungan itu katanya, Pemerintah Australia memberikan bantuan dana melalui bank dunia, UNDP dan lain lain untuk Otsus Papua. Ini bukti kepedulian Australia kepada rakyat Papua,jelas Magai mengutip hasil pertemuan tersebut.
Dikatakan, Kedubes Australia menunjukkan kepeduliaannya terhadap pembangunan di Papua yang antara lain memanfaatkan dana Otsus. Pasalnya, dana Otsus diberikan negara negara maju di dunia termasuk Australia melalui Bank Dunia, UNDP dan lain lain untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, kesehatan serta pendidikan.Jadi mereka wajib mengontrol sumbangan yang telah diberikan, lanjut dia.
Dijelaskan, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Papua yang pelaksanaannya makin molor, juga ikut mendapat sorotan dari Staf Kedubes Australia Greg Ralph dan Emily Whela.
Menurut Ruben Magay, pihaknya menyampaikan kepada Kedubes Australia bahwa pelaksanaan Pilgub sesuai Perdasus No 6 Tahun 2011 Tentang Pelaksanaan Pilgub Papua dan Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 2005 Tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Sumber : Bintangpapua.com

khuma_putry
10-04-2012, 01:08 PM
MANOKWARI- Tiga dari empat Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) yang rencananya diusulkan oleh DPR Papua Barat, ke MRPB, akhirnya harus ditunda. DPR Papua Barat, baru mengusulkan satu Raperdasus tentang tata cara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat.
Rencananya kita mengusulkan empat, tetapi setelah peninjauannya, hanya satu yang dapat kita usulkan ke MRPB untuk mendapatkan persetujuan. Satu Raperdasus ini pun sudah dibahas tahun 2011 lalu, yakni menyangkut tata cara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, ujar Wakil Ketua DPR Papua Barat, Robby Nauw, usai menyerahkan usulan tersebut ke MRPB kemarin di Mansinam Beach Hotel.
Dia lebih lanjut mengatakan, tertundanya pengusulan Raperdasus lebih disebabkan karena ada hal-hal baru dari perubahan atas regulasi yang lebih tinggi. Jadi setelah dilakukan kajian, ketiga Raperdasus tersebut belum memuat perkembangan-perkembangan terbaru terutama berkaitan dengan minyak dan gas. Untuk itu, kami mengambil kebijakan untuk menundanya, sambil menunggu Prolegda melakukan kajian untuk persoalan ini, aku Robby.
Dikatakan, usulan ke MRPB terkait dengan Raperdasus tata cara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, sebenarnya sudah disampaikan pihaknya setahun yang lalu. Karena tahun lalu itu belum mendapatkan persetujuan dari MRP, maka tahun ini diajukan kembali ke MRPB. Karena, menghadapi pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur 2017 mendatang, tentunya harus ada regulasi untuk mengatur tentang tata caranya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Jangan sampai hal ini terlambat, seperti terjadi pada tahun lalu, ujar wakil dari Partai Demokrat ini lagi. Disinggung lagi soal alasan lain dari rencana pengusulan tiga Raperdasus tersebut yang akhirnya tertunda, kata dia, lebih disebabkan karena ada beberapa pertimbangan mendasar. Soal dana bagi hasil minyak dan gas, soal Orang Asli Papua dan beberapa hal yang baru, perlu dikaji kembali. Nanti itu akan kita review dan kita akan usulkan kembali, bersamaan dengan sekitar 20-an Raperdasus lainnya, imbuhnya.
Dia mengakui, terkait dengan dana bagi hasil migas, dalam rapat koordinasi antara DPR Papua Barat dan BP LNG Tangguh serta Dirjen Migas, di Makassar beberapa waktu lalu, ada hal-hal baru yang nampaknya belum muat dalam Raperdasus itu.
Sementara berkaitan dengan Orang Asli Papua, Robby juga mengaku, pada pertemuan dengan Mendagri dan Dirjen Otda, ada referensi yang perlu dikaji. Untuk itu, dia lebih lanjut mengatakan, dalam waktu dekat, Balegda akan membahasnya secara internal. Hasil pembahasan tersebut DPR Papua Barat bersama Gubernur menyurati MRP untuk persetujuannya. Setelah disetujui oleh MRPB, diserahkan kembali lagi ke DPRPB dan diputuskan, selanjutnya masih harus dikonsultasikan ke Kemendagri untuk persetujuannya.


Sumber : bintangpapua.com

khuma_putry
10-04-2012, 01:17 PM
AYAPURA [PAPOS]- Tokoh masyarakat Frans Alberth Yocku menegaskan, pemerintah Indonesia tidak perlu merasa takut akan gerakan atau kegiatan yang gencar dilakukan oleh kelompok pendukung Papua Merdeka di luar negeri.

"Pemerintah maupun TNI/Polri tidak perlu takut karena Papua adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI, " tegas Frans Yocku di Jayapura seraya menambahkan, kelompok pendukung atau LSM di luar negeri yang gencar mendukung Papua Merdeka hanyalah segelintir orang saja."Saya juga pernah menjadi bagian dari kelompok tersebut, " ujarnya.

Dikatakannya, saat ini situasi dan kondisi di Indonesia khususnya Papua sudah berubah, karena sejak reformasi, rakyat sudah bebas mengemukakan pendapat tanpa diliputi rasa takut, sementara kesejahteraan juga semakin dirasakan oleh masyarakat.

Sebelum era reformasi, tuturnya, masyarakat memang tidak dapat mengemukakan pendapat karena takut ditangkap aparat keamanan, dan dirinya saat itu sempat menjadi 'menteri luar negeri' saat almarhum Theys Eluay menjadi ketua di Presidium Dewan Papua (PDP) dan ia masih warganegara Papua Nugini (PNG).Bahkan ia mengaku sebagai salah satu arsitek atau penggagas dibentuknya kelompok atau LSM di luar negeri yang selama ini bergerak di bidang Papua Merdeka, seperti IPWP.

Menurut dia, ia bersama beberapa tokoh Papua yang selama ini menyuarakan 'Papua Merdeka' di luar negeri saat ini kembali dan bermukim serta menjadi WN RI dan bermukim di Papua karena telah melihat langsung perubahan yang terjadi sehingga dirinya berharap kelompok yang saat ini seringkali menyuarakan kemerdekaan bagi Papua tidak lagi menggelar aksi yang akhirnya malah membuat masyarakat resah.

Saat pertemuan antara tokoh masyarakat dan adat dengan Kapolda Papua, Irjen Pol BL Tobing, Kamis lalu (5/4) di Mapolda Papua di Jayapura, ia sudah menyampaikan agar pihak kepolisian menindak tegas aksi demo yang dilakukan KNPB karena dalam melakukan aksinya, membuat masyarakat resah.

"Masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas karena diliputi rasa takut dan kelompok tersebut (KNPB) juga memaksa setiap warga untuk ikut mendukung aksi yang mereka lakukan, hingga sangat meresahkan masyarakat," jelas Frans Yocku seraya mengharapkan pihak kepolisian menindak tegas kelompok tersebut.

Disikapi

Kedatangan aksi unjuk rasa dari masyarakat untuk menyampaikan aspirasa mereka kepada DPRP mendapat perhatian khusus dari Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Bigman Lumban Tobing.

Dikatakannya, kedatang massa saat melakukan aksi demo ke DPRP, tidak langsung di temui oleh anggora Dewan. Jadi kami minta rekan kita dari Dewan ini langsung menemui mereka jika mereka sudah berada di gedung DPRP ini, sehingga mereka tidak menggangu ruas jalan dan gangguan kamtibmas yang tidak di inginkan, kata Kapolda saat tatap muka dengan elemen masyarakat di ruang Rupatama Mapolda Papua, belum lama ini.

Menurut Kapolda, pengunjuk rasa lama di Kota Jayapura karena anggota dewan tidak langsung menerima mereka. "Jangan hanya melirik-lirik mereka dari atas dan kalau sudah lama baru turun untuk menerima aspirasi mereka. Cobalah, begitu mereka datang ke DPRP langsung terima supaya mereka aman," ujarnya

Dengan demikian, lanjut Kapolda, aparat keamanan yang turut melakukan pengamanan atas aksi demo dari masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka itu tidak terlalu lama. Polisi juga manusia biasa, sehingga saya minta demo itu selalu di perhatikan dan menerima aspirasi mereka, ungkapnya

khuma_putry
21-04-2012, 09:30 AM
Gempa masih terus saja melanda Indonesia. Setelah kawasan Aceh yang terus dilanda gempa sejak malam tadi, kali ini giliran Manokwari, Papua Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom melalui BMKG, Sabtu (21/4/2012), gempa ini berkekuatan 6,8 SR. Terjadi pada pukul 08.16 WIB dengan lokasi di 88 km sebelah tenggara Manokwari, Papua Barat. Pusat kedalaman gempa sedalam 10 km.

Badan Nasioanal Penanggulangan Bencana hingga saat ini masih mendata mengenai korban dan kerusakan yang timbul akibat gempa ini. "Dampak gempa masih dikonfirmasi posko BNPB," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Di tempat lain, juga terjadi gempa. Di kawasan Teluk Bintuni, gempa berkekuatan 5,7 SR juga terjadi.


Sumber :detik.com

khuma_putry
05-06-2012, 10:28 PM
JAYAPURA [PAPOS]- Meski mampu mengemas kemenangan dari seluruh rangkaian uji coba dengan tim-tim lokal di Papua, tim sepak bola PON Papua saat ini tengah mencari lawan tangguh di pertandingan uji coba berikutnya, sebelum tim berangkat Riau bulan September mendatang.

Pelatih teknik dan taktik tim Sepak Bola PON Papua, Fernando Fairyo mengatakan, pengurus tim telah menyurati pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago untuk bisa melakukan uji coba dengan tim PON Papua, namum belum ada jawaban resmi dari Persipura.

Kami sudah membuat surat resmi ke Persipura melalui pelatih Jecksen F Tiago, tetapi belum ada respon. Mungkin karena Persipura masih kosentrasi di sisa laga Indonesia Super League sehingga belum ada konfimasi ulang, kata Nando kepada wartawan di Kantor KONI Papua, Senin [4/6] lalu.

Menurut Nando, tujuan tim asuhannya beruji coba dengan Persipura, sebagai persiapan tim sebelum tampil di PON XVIII Riau, September mendatang. Sebab, sejauh ini tim PON Papua hanya bisa melakukan uji coba dengan tim-tim kecil. Walaupun memperoleh hasil yang baik dengan mengemas rata-rata gol diatas empat, namun tim pelatih mengaku belum puas dengan permainan Permenas Iwanggin dkk.

Saya inginkan lawan tangguh seperti Persipura atau Persiwa, disitu kita bisa mengukur kemampuan permainan tim PON Papua. Karena, selama ini tidak ada tim yang bisa memberikan perlawanan yang berarti, tegasnya.

Mantan pemain PON dan Persipura ini menambahkan, melakukan uji coba dengan Persipura, selain menambah pengalaman anak-anak asuhnya, pemain PON Papua juga bisa sekaligus belajar dari senior-seniornya itu.

Dulu waktu Boas Solossa cs memperkuat tim PON Papua tahun 2004, kita minta uji coba dengan Persipura, hasilnya dua kali tim PON menang dari Eduard Ivakdalam dkk yang masih membela Persipura waktu itu. Dari hasil tersebut, tim PON Papua meraih medali emas di Palembang tahun 2004, kata Nando yang pada tahun itu bersama Rully Nere menjadi arsitek Boaz Solossa dkk. [ias]

FAJRATSYAH
11-06-2012, 02:50 PM
11 Juni 2012
Jayapura diguyur hujan sejak pagi hingga sore ini.
Waspada untuk daerah rawan banjir seperti depan CV. Thomas Entrop.

khuma_putry
15-06-2012, 05:11 AM
JAYAPURA [PAPOS] Ketua I KNPB, Mako Tabuni di tembak Polisi saat hendak ditangkap di jalan Kampwolker putaran taksi Perumnas III Waena, Kamis [14/6] sekitar 09.30 WIT. Mako Tabuni tewas setelah ditembak pada bagian kaki kiri dan perut.

Akibatnya, massa KNPB marah dan mengamuk dengan membakar sejumlah rumah toko [Ruko] dan puluhan kendaraan bermotor. Bahkan massa juga menganiaya 5 warga sipil antara lain, Indra Paraheng [17], warga Youtefa Graha Waena mengalami luka bacok pada bagian leher, pipi kiri dan tangan kanan hampir putus, Eddy Karapa [39] warga Expo Distrik Waena berprofesi sebagai staf dosen FKM Uncen mengalami luka robek bacok pada kepala belakang, luka tusuk pada tangan kanan dan luka robek akibat terkena panah pada kaki kanan.

Kini korban tengah mendapat perawatan medis dari RSU Dian Harapan, Azis [45] warga Pegawai PU Cipta Karya Provinsi Papua terkena kampak pada tangan kiri korban, Jafar [20] warga Yoka mengalami kena kampak dibagian kepala dan badan kena lemparan batu, sedangkan korban terakhir Indra Irianto [18] mengalami lengan kanan patah, luka robek dilehar dagu dan tangan kiri.

Pada waktu bersamaan pula, massa KNPB dari arah Asrama Perumnas III Waena membabi buta langsung menuju rumah warga di daerah pertigaan Perumnas III Waena dengan membakar sejumlah mobil dan puluhan kendaraan baik yang ada di dalam rumah maupun di bengkel. Selain melakukan pembakaran dan pengrusakan rumah, massa juga arak-arakan di putaran Perumnas III, sehingga warga berlarian dan bersembunyi di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Usai melakukan pembakaran, massa langsung melarikan diri menuju hutan.

Begitu mendapat informasi terjadi pengrusakan serta pembakaran aparat kepolisian Polda Papua, Brimob Polda Papua dan TNI. Masing-masing satuan dipimpin langsung Oleh Wakapolda, Brigjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, didampingi Kapolresta dan Dandim 1701/Jayapura menuju ke lokasi kejadian untuk mengejar massa KNPB.

Setelah tiba dilokasi kejadian, aparat Polri dan TNI memakai pakaian dinas lengkap dengan rompi anti peluru menuju ke Kampus Uncen Atas serta menyisir hutan untuk mengejar para pelaku, namun polisi tidak berhasil menangkap satupun pelaku.

Setelah melakukan pengejaran, polri dan TNI mengumpulkan sejumlah mahasiswa di lantai dasar Rusunawa [Rumah Susun Sewa] Perumnas III Waena dan selanjutnya menggeledah semua kamar milik para mahasiswa.

Hasil penggeledahan aparat kepolisian dan TNI berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa, ratusan busur panah, Bendera Bintang Kejora berukuran 2 2x1,5 M dan Bintang Kejora ukuran kecil, 1 buah bom Molotov, 1 buah senapan angin, 3 buah parang, 1 buah pipa, Borgol, baju loreng berlambang Bendera Bintang Kejora 5 buah, Nootbook 7 unit, tas hitam 3 buah, BK ukuran kecil 1 buah, Kamera Poket 1 buah, handicam 1 buah, Ponsel 4 unit, Sabit, sepatu PDH, dan sejumlah dokumen.

Tidak lama kemudian, aparat kepolisian berhasil menangkap salah seorang pria dari dalam asrama Rusuna yang diduga melakukan pengrusakan dan pembakaran kendaraan serta rumah di Perumnas III.

Beberapa saat kemudian, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs, Bigman Lumban Tobing tiba di Asrama Rusuna, selanjutnya memberikan arahan kepada para mahasiswa intuk memahami segala kejadian yang sebenarnya.Saya minta kita harus menjaga keamanan Kota Jayapura ini dan tidak boleh melakukan kekerasan apalagi melakukan pengrusakan dan pembunuhan kepada sesama manusia, kata Kapolda.

Kapolda berharap kepada semua mahasiswa maupun kepada masing-masing yang memiliki keluarga untuk menjaga kebersamaan dan jangan lagi menambah kesusahan. Saya minta kedepan tidak boleh melakukan kegiatan yang melanggar hukum. Kalian harus belajar dengan baik, bukan melakukan orasi yang bernuansa politik, tandasnya.

Kapolda kepada wartawan mengatakan penggeledahan yang dilakukan untuk mengecek apakah ada masyarakat yang melakukan pengerusakan dan pembakaran kendaraan ada di dalam Asrama.

Rampas Senjata

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen.Pol.Drs.BL.Tobing mengatakan bahwa korban penembakan Mako Tabuni sudah lama menjadi target pihak kepolisian. Sebelum pelaku ditembak berdasarkan keterangan yang diperoleh pihak kepolisian, Kamis [14/6] kemarin sekitar pukul 09.30 Wit, Mako Tabuni tengah bersama rekannya dipangkalan ojek di jalan Kampwolker Perumnas 3 Waena.

Salah satu anggota mendekati sekaligus menyalami korban, kemudian petugas mengatakan Bapak kami dari petugas Polda Papua hendak menangkap bapak. Karena korban tidak mau dibawa petugas, Mako melakukan perlawanan terhadap petugas dan sempat terjadi pergumulan antara petugas dengan Korban, bahkan Mako melakukan perlawanan dan berusaha merampas senjata milik salah satu anggota.

Ketika korban berusaha merampas senjata milik petugas dan menembak petugas tersebut. Anggota lain melihatnya kemudian sianggota melakukan penembakan peringatan ke atas, tetapi karena tidak dihiraukan si korban, akhirnya anggota mengarahkan tembakan kepada korban MT tepat pada bagian paha kanan dan pinggang. Setelah berhasil melumpuhkan Mako Tabuni, selanjutnya korban dibawa kerumah sakit Bhayangkara untuk diberikan pertolongan.

Lanjut Kapolda, ketika korban diperiksa tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara ditemukan pada baju korban barang bukti berupa 1 pucuk senpi laras pendek jenis Taurus No. seri 915682 No Body XK255556S, senjata ini diduga milik Briptu Hendra anggota Polres Keerom yang hilang dicuri dirumahnya dijalan Perumnas III Waena tahun 2010 lalu.

Selain itu di dalam tas korban, polisi juga menemukan 6 peluru kal 38 spesial, kondisinya masih utuh. Kemudian sekitar pukul 10.30 WIT Mako Tabuni dinyatakan meninggal dunia. Begitu mendengar Mako Tabuni ditangkap oleh Petugas Polda Papua, ratusan massa Komite Nasional Papua Barat [KNPB] mengamuk dengan membakar sejumlah ruko, mobil dan motor disekitar Perumnas III Expo Waena.

Akbat amukan dari massa KNPB itu 5 warga sipil men*jadi korban amukan massa. Sedangkan adik Mako Tabuni berinsial YL terkena tembakan pada bagian kaki.Saat ini tengah menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, ujar Kapolda Papua Irjen.Pol.Drs.BL.Tobing kepada wartawan saat memberikan keterangan pers diruang Mapolda Rupatama, Kamis [14/6] kemarin.

Melihat amukan massa brutal, puluhan dalmas Polres Jayapura Kota turun kelokasi untuk mengamakan situasi dan keadaan. Akibat kejadian 4 mobil dibakar, 2 mobil dirusak, ruko 6 unit dibakar dan 3 warung makan dirusak. Pada saat kejadian polisi langsung melakukan penyisiran dan ditemukan 2 buah parang, 1 buah senapan angin, 1 buah bom Molotov, 1 buah golok, 4 buah pisau, 40 anak panah, 5 busur, 5 ketapel, 10 buah tas gendong, 1 pasang sepatu PDL, 1 buah bendera KNPB berukuran 1 x 2 m, 8 buah pakaian loreng, 1 buah baju loreng disudut kanannya terdapat gambar bendera BK dengan sablon, 1 buah pipa besi, 1 buah borgol, 2 buah Bendera Kejora ukuran 1x1 m, 5 buah Bendera Bintang Kejora berukuran 10 x 20 m, 3 buah kampak, 2 buah clurit, 1 buah buku yang berjudul pilihan bebas, 3 buah laptop, 2 buah hardis, 1 kamera digital, 1 baret hijau, 1 buah petasan roket, 1 buah pakaian loreng TNI AD dengan pangkat Prada atas nama Anton Siswanto, 30 buah dokumen KNPB, 1 buah bendera Austalia ukuran 0,5 x 1,5 m.

Menurut Kapolda pe*nang*kapan Mako Tabuni, lantaran korban diduga terkait penembakan terhadap Warga Negara Jerman dan kasus kekerasan yang lainnya yang terjadi diwilayah kota Jayapura. Selain korban, polisi akan mengejar pelaku lainnya yang ikut terlibat didalam aksi kekerasan diwilayah Kota Jayapura ini, terangnya.

Kapolda meminta kepada elemen masyarakat yang ada di kota Jayapura supaya tidak mudah terprovokasi atas kejadian ini. Percayakan semuanya kepada pihak berwajib untuk mengusut secara tuntas kasus yang terjadi ini dengan tepat dan cepat , tukasnya.

Panik dan Ketakutan

Sebelumnya, dari pantauan Papua Pos setelah terjadi pembakaran, Nampak ma*hasiswa Uncen berjalan beriring-iringan turun kebawah dengan mendapat pengamanan dari Brimob dan situasi Perumnas III terlihat sepi rumah -rumah di tutup oleh warga mengungsi ketempat keluarga mereka yang lebih aman.

Dampak penangkapan Ketua I KNPB, Mako Tabuni dan aksi brutal yang dilakukan oleh massanya di Ekspo Waena dan di Perumnas III Waena, distrik Heram membuat aktifitas masyarakat lumpuh total

Insiden ini juga mengakibatkan aktifitas perkuliahaan mahasiswa Universitas Cenderawasih di kompleks Perumnas III Waena jadi terganggu dan terpaksa harus dipulangkan pada jam kuliah. Pertokoan, perkantoran dan sejumlah ruko-ruko di sekitar Abepura hingga Waena terpaksa tutup karena panic serta ketakutan atas kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab.

Pantauan Papua Pos dilapangan, kepanikan warga ini tidak hanya di wilayah Waena saja, warga masyarakat di Abepura, Kotaraja, dan sekitarnya pun merasa panik atas insiden yang terjadi di Waena hingga mengakibatkan terjadinya kemacetan di wilayah Abepura. Demikian juga para PNS ada yang lebih cepat pulang kerumah.

khuma_putry
15-06-2012, 05:13 AM
MERAUKE [PAPOS] Satu-satunya yang menjadi penopang dan harapan hidup dalam keluarga adalah sarang semut. Setelah menjolok di atas pohon, dicuci kembali dan diiris. Selanjutnya dijemur hingga kering dan dapat dibawa ke kota untuk jual. Pros*es untuk pengambilan sarang semut itu, sangat susah-susah gampang. Meski begitu, pekerjaan dimaksud, tetap digeluti atau dijalankan secara rutin.

Salah seorang ibu di Kampung Tanas, Distrik Elikobel, Selvina Samkakai yang ditemui Papua Pos dikediamannya Selasa (12/6) mengungkapkan, pekerjaan tersebut sudah lama digeluti. Karena itu merupakan penopang hidup dalam keluarga. Jika tidak mencari, otomatis pendapatan pun tak ada. Sehingga mau tidak mau, setiap hari harus dengan menggunakan perahu untuk mengambil diatas pohon. Memang sangat sulit untuk mendapatkan, tetapi saya tetap berusaha hingga mendapatkan, katanya.

Saat pengambilan di atas pohon, tuturnya, harus menahan sampan di tengah rawa. Selain itu juga, otomatis semut akan keluar dan berhamburan menyerang tubuh. Biasanya, sang suami juga ikut dan langsung memanjat di pohon yang menjadi tempat hinggapnya sarang semut. Jika suami berhalangan, otomatis jalan sendiri dan menggunakan kayu sekaligus menjolok dari atas pohon.

Biasanya, lanjut dia, kalau dijual ke kota Rp 20.000/kg. Namun, harga tersebut sangat rendah jika dibandingkan dengan proses mendapatkan hingga mengola dan dijemur. Ya, kalau kita tidak jual dengan harga begitu, orang tidak akan membeli. Mau tidak mau, kami lepas dengan harga tersebut sehingga bisa membeli beras atau kebutuhan lain agar dapat dibawa pulang ke kampung, tuturnya.

Dia mengaku jika ada juga yang datang ke kampungnya dan membeli secara langsung. Sarang semut itu memiliki khasiat sangat besar untuk menyembuhkan penyakit dalam terutama para ibu. Jadi, banyak sekali orang yang berusaha mencari. Memang kalau datang musim hujan, kami tidak bisa ke kota. Karena ruas jalan mengalami kerusakan sangat parah. Sehingga terkadang sarang semut yang ada dibuang saja, kata dia.

khuma_putry
10-08-2012, 11:31 PM
Praktek kebijakan represi yang anti-demokrasi kembali terjadi di Papua. Meningkatnya eskalasi kekerasan di Papua dalam beberapa bulan terakhir ditanggapi oleh pemerintah dengan melakukan pembungkaman dan pemberangusan kebebasan politik dan menyampaikan pendapat secara damai.

Hal tersebut diungkapkan Marthen Goo, Koordinator National Papua Solidarity (NAPAS) dalam konferensi pers di kantor Kontras, Jakarta (10/8/2012),terkait pembubaran dan penangkapan 15 aktivis Solidaritas Korban Pelanggaran HAM Papua (SKPHP) yang melakukan aksi kemanusiaan penggalangan dana untuk tahanan politik yang sakit.

Para aktivis yang berunjuk rasa ini dibubarkan dan sebagian ditangkap oleh kepolisian Polsek Abepura dan Polres Jayapura pada tanggal 19-20 Juli 2012. Peristiwa yang sama kembali terjadi pada tanggal 9 Agustus 2012, di mana pihak kepolisian membubarkan aksi damai rakyat Papua di Manokwari, Jayapura dan Wamena, yang melakukan aksi damai dalam memperingati Hari Masyarakat Adat Internasional.

"Negara tidak punya hak membungkam kebebasan berpendapat warganya, apalagi mereka ditangkap karena berkumpul dan menuntut pengakuan terhadap hak masyarakar adat, hak atas identitas budaya, dan hak atas pendidikan. Ini juga sudah diatur dalam ketetapan PBB," tegas Marthen.

Menurut Marthen, begitu banyaknya kasus pelanggaran HAM di Papua yang dilakukan oleh aparat keamanan diduga merupakan sebuah kejahatan struktural. "Pelanggaran HAM secara struktural membungkam kebebasan berpendapat masyarakat Papua. Hal tersebut sama dengan membunuh demokrasi di Papua," ujarnya.

Menanggapi tindakan represif pemerintah, secara khusus dalam hal kebebasan berkumpul dan berpendapat masyarakat Papua, National Papua Solidarity menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah.

Pertama, menjamin kebebasan bagi masyarakat untuk berpendapat dan berorganisasi tanpa intervensi TNI dan Polri. Kedua, Presiden segera mengevaluasi keberadaan militer (TNI/POLRI) di Papua. Ketiga, segera melakukan investigasi independen dan transparan dalam mengusut kasus kekerasan yang terjadi di Papua. Keempat, meminta masyarakat Internasional agar aktif situasi kemanusiaan di Papua yang cukup memprihatikan.



Sumber : www.kompas.com

khuma_putry
17-10-2012, 10:09 AM
Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Muyu, Martinus Torip, S.Sos
mengancam akan memindahkan patok perbatasan yang ada di Kabupaten Boven Digoel masuk ke PNG apabila Muyu tidak masuk dalam agenda pemekaran Pemerintah.
Kebetulan Muyu sendiri berada di perbatasan. Kalau memang Muyu tidak masuk dalam agenda pemekaran, maka saya siap cabut patok perbatasan itu dan pindahkan. Patok perbatasan yang ada di kampung saya, saya pindahkan dan kami masuk ke PNG. Saya ini bukan mengancam tapi fakta, kata Martinus Torip kepada wartawan saat jumpa
pers di Merauke, Selasa (4/9).
Menurut Martinus Torip, tercatat 7 tahun pihaknya telah berjuang untuk memekarkan Muyu sebagai kabupaten, namun sampai saat ini tidak ada realisasi. Kami jadi bingung. Karena semua permintaan sudah dilengkapi sesuai dengan prosedur pemerintah dan prosedur politik. Dan sesuai PP nomor 78 tahun 2007, Muyu telah melakukan seluruh jawaban yang ada dalam Peraturan Pemerintah. Kami tidak spekulasi dalam persoalan ini, terangnya.
Karena itu, lanjut Torip, dirinya meminta Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur dan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel sebagai kabupaten induk untuk turut
memperjuangkan pemekaran Muyu tersebut.
Dikatakan, bicara soal pemekaran di wilayah RI, memang memerlukan ketabahan dan ketajaman dalam melihat konteks politik. Karena politik di Republik ini, menurutnya
sangat tidak memberikan kesejahteraan rakyat di karena para pejabat dan petinggi di Jakarta memang tidak bisa secara jujur, iklas dan bertanggung jawab memperjuangkan kepentingan rakyat.
Dijelaskan lebih jauh, pada 8-9 Pebruari 2012, di Hotel Jakarta Depdagri dalam hal ini
Dirjen Otonomi Daerah telah telah melakukan identifikasi dan analisa data atas usulan daerah otonomi baru di seluruh Indonesia yang berjumlah 183 usulan daerah. Dari 183 itu, sebanyak 33 pemekaran provinsi, 132 kabupaten dan 17 kotamadya. Kemudian dilakukan pembagian cluster berdasarkan kelengkapan fisik kewilayaan dan administrasi.


Sumber : www.cenderawsihpos.com

pez_yek
23-10-2012, 09:24 PM
Bentrok di Manokwari, Lima Polisi Terluka


Lima polisi terluka dalam bentrokan dengan pengunjuk rasa Komite Nasional Papua Barat, di Manokwari, Selasa, 23 Oktober 2012.

Kepala Kepolisian Resor Manokwari, Papua Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Agustinus Supriyanto, mengatakan, lima anggotanya kini dirawat di rumah sakit. "Masih dirawat. Mereka terkena lemparan batu dari pendemo. Saya kurang tahu apakah dari KNPB ada juga yang luka," kata Agustinus Supriyanto, Rabu siang.

Ia membantah dugaan pihaknya menembak demonstran. Pengunjuk rasa marah setelah polisi dengan senjata lengkap menghadang aksi massa. Dalam insiden itu, seorang wartawan dari Suara Papua, Oktovianus Pogau, terluka karena dipukul aparat. "Tidak ada penembakan, kalau ada kabar bahwa ada yang tertembak, tidak benar," ujarnya.

Peristiwa itu bermula ketika seorang pengunjuk rasa melempar batu ke arah sejumlah orang yang mengambil gambar dari arah belakang polisi. Tak terima pelemparan itu, polisi kemudian menembak ke atas untuk membubarkan massa. Sempat terjadi kejar-kejaran polisi dan demonstran yang berpakaian adat. "Tidak ada yang ditangkap. Sekarang situasi sudah kembali kondusif," kata Supriyanto.

Unjuk rasa ratusan pendukung KNPB dimulai sekitar pukul 10.30 WIT. Akibat insiden itu, belasan pendemo ditangkap. "Massa KNPB masih memblokade jalan di wilayah Amban, dekat Universitas Negeri Manokwari. Mereka menuntut rekan mereka dibebaskan," kata Duma, warga Manokwari.

Ketua Umum Komite Nasional, Viktor Yeimo, mengecam tindakan aparat yang menahan anggotanya. "Ini tidak bisa diterima. Kami hanya menyampaikan aspirasi. Saya dengar ada dua orang dari pihak kami yang ditembak," katanya.

Ia meminta kepolisian tidak gegabah dalam menangani aksi massa. "Saya kira Kapolda harus bertanggung jawab. Kami tahu bagaimana latar belakang Tito Karnavian. Ini skenario untuk melemahkan perjuangan KNPB," ucapnya.

Unjuk rasa KNPB hari ini untuk mendukung International Lawyers for West Papua di London, Inggris, juga berlangsung di Jayapura, Biak, dan Kabupaten Fakfak. Di Jayapura, polisi membubarkan demonstran yang meminta referendum di Perumnas III Abepura dan Ekspo. Sedangkan di Fakfak, polisi menyita sejumlah alat tajam dari tangan pengunjuk rasa.

JERRY OMONA

Sumber :http://id.berita.yahoo.com

pez_yek
24-10-2012, 08:40 PM
Rencana Pemekaran Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak

Rencana pemekaran wilayah di Provinsi Papua Barat yaitu Kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak mendapat tanggapan positif sejumlah Anggota Komisi II DPR. Hal itu terungkap saat Bupati Manokwari Dominggus Mandacan dan sejumlah pejabat daerah setempat serta tokoh masyarakat diterima Komisi II DPR, Senin (19/7).
Anggota Komisi II Agus Purnomo (F-PKS) meminta supaya dua daerah yang akan dimekarkan itu menyiapkan infrastruktur sehingga tidak akan kesulitan dalam menjalankan aktifitas bila nanti telah dimekarkan.

Selain itu, ia berharap, usul pemekaran dua wilayah di Provinsi Papua Barat itu dapat segera direalisasikan. “Saya punya harapan dua usulan ini segera ditindaklanjuti,” kata Agus Purnomo.
Hal senada diungkap Ketua Komisi II Chairuman Harahap yang juga memimpin pertemuan itu. Menurutnya, pemekaran wilayah mempunyai tujuan untuk lebih mensejahterakan masyarakat dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Serupa diungkap Sukiman (F-PAN) yang menjelaskan pemekaran daerah telah memberi dampak positif terhadap perkembangan wilayah. Ia menjelaskan, berdasarkan laporan pemerintah, saat ini enam puluh persen daerah yang dimekarkan mengalami keberhasilan.

Sementara itu Gubernur Manokwari Dominggus Mandacan saat bertemu dengan Komisi II DPR berharap supaya dua kabupaten di wilayahnya dapat segera dimekarkan. Ia berharap setelah bertemu dengan Komisi II, usul pemekaran ini dapat ditindaklanjuti ke pemerintah.

Usul pembentukan Kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak telah disampaikan sejak tahun 2007.
Dalam perkembangannya, masyarakat setempat mempertanyakan realisasi usul pemekaran itu. Bahkan masyarakat telah melakukan tiga kali aksi demonstrasi menuntut segera direalisasikannya pemekaran wilayah di Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

Sumber: http://infosketsa.com

khuma_putry
14-11-2012, 11:30 PM
MERAUKE, KOMPAS.com - Keuangan daerah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua masih sangat bergantung dari kucuran dana-dana pusat. Hal ini memperlihatkan kurangnya kemandirian keuangan daerah.
Bupati Merauke Romanus Mbaraka mengakui kemandirian keuangan daerah da ri sisi pendapatan asli daerah (PAD) belum kuat. Hal ini tampak dari struktur APBD M erauke tahun 2012 yang mencapai sekitar Rp 1,3 triliun.
Dari anggaran tersebut, sebesar Rp 1,039 triliun adalah berasal dari dana alokasi umum (DAU), dan Rp 234 miliar adalah dari dana alokasi khusus (DAK) , sedangkan PAD Merauke hanya menyumbang sekitar Rp 100 miliar. "Kontribusi anggaran dari kemampuan asli daerah masih sangat kecil. Harusnya dengan potensi dan aset daerah yang ada mampu berkontribusi minimal 15 persen," katanya di Merauke.
Pada Tahun 2013, APBD Merauke meningkat menjadi sebesar Rp 1,496 triliun namun sumbangan PAD tetap berkisar Rp 100 miliar.
Romanus meminta jajarannya bekerja lebih keras dan berkreasi untuk mendongkrak PAD.

khuma_putry
17-11-2012, 01:44 PM
BIAK, KOMPAS.com - Pemkab Biak Numfor melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) telah mengedarkan Surat Keputusan Gubernur Papua Nomor 162 tahun 2012 tentang ketentuan kenaikan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Papua tahun 2013 sebesar Rp 1.710.000/bulan.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Disnaker Biak Drs Rahmat Rachman dihubungi di Biak, Sabtu (17/11/2012), mengakui, surat keputusan Gubernur Papua 2012 mengenai ketetapan UMP 2013 telah diedarkan kepada sekitar 100-an pengusaha dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Biak Numfor. "UMP Papua akan berlaku 1 Januari 2013 tetapi untuk pembayarannya bagi pekerja mulai Februari," ungkap Kepala Bidang Syarat Kerja dan Hubungan Industrial Disnaker Rahmat Rachman menanggapi ketentuan UMP 2013. Rahmat mengatakan, jika dibanding tahun 2012 maka ketetapan UMP Papua 2013 telah mengalam peningkatan berkisar delapan persen lebih dari sebelumnya sebesar Rp 1.585.000. Dia berharap ketentuan tentang UMP Papua 2013 yang ditetapkan pemerintah Provinsi Papua didukung berbagai pihak dan pengusaha setempat. "Disnaker Biak sudah menyebarluaskan keputusan Gubernur mengenai UMP Papua 2013 kepada perusahaan dan pengusaha.
Jajaran Disnaker akan meningkatkan pengawasan di lapangan terhadap keputusan dimaksud," ujarnya. Selain penetapan UMP Papua melalui SK Gubernur
Papua juga menetapkan upah minimum sektoral
Provinsi (UMSP) Papua sub sektor minyak dan gas
bumi sebesar Rp 1.881.000, sedangkan Emas dan
Tembaga sebesar Rp 1.881.000 dan Jasa
Konstruksi sebesar Rp 1.795.000 per bulan.

khuma_putry
05-12-2012, 08:37 AM
manokwari, 05 Desember 2012, akibat dari Demo yang di lakukan masyarakat di manokwari, mengakibatkan pos polisi sanggeng di bakar masa.

dan akibat demo masyarakat di sekitar sanggeng terbut aktifitas tidak berjalan normal.

jalan di utama sanggeng di palang, pertokoan tutup, pasar sentral sanggeng tutup,

kantor pemerintah/swasta pada tutup dan para pegawainya pada pulang.

sedangkan siswa-siswa sekolah yang ada di wilayah kota manokwari di pulangkan lebih awal.

untuk motif demo sendiri belum jelas apa yang di demokan (hasil pengamatan saya).

untuk arus lalu lintas masih lancar... dan aparat keamanan berjaga di tempat lokasi dan di tempat2 sentral lainnya.

===============================

situasi kota manokwari berangsur pulih. aparat kepolisian masih berjaga di lokasi kejadian.

adapaun kronologi demo yang di lakukan masyarakat adalah akibat pelaku (buronan) pencurian dan pemerkosaan.

dan tersangka (buronan) di dor oleh aparat karena mencoba melawan saat penangkapan.

akbatnya tersangkat di bawa kerumah sakit untuk perawatan dan tidak berapa lama mati di rumah sakit.

khuma_putry
05-12-2012, 09:53 AM
JAYAPURA [PAPOS]- Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Jonah Wenda mengatakan kedatangannya ke Polda Papua untuk menyerahkan dokumen-dokumen yang telah disetujui oleh Pemerintah Pusat melalui utusannya Dr. Farid Wadji Husain, SP, tertanggal 23 September 2011 lalu yang telah melakukan pertemuan di Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat [TPN-PB] yang dihadiri Staf Komando Markas Pusat TPN-PB mewakili Panglima TPN-PB, Brigjen. Richard H. Joweni.

Dari hasil pertemuan itu, dicapai kesepakatan bersama antara lain, mendorong status persoalan Papua dengan secara damai atau diberikan ruang untuk berbicara sehingga ada pembicaraan antara kelompok resisten dengan Pemerintah Pusat.

Semua ini demi mencegah jatuhnya korban baik dari pihak keamanan maupun dari masyarakat sipil , katanya Jonah Wenda kepada wartawan saat ditemui di Mapolda Papua, Selasa (4/12)kemarin.

Sesuai dengan surat misi Kepresidenan dengan No. R-50/Pres/09/2011 tertanggal 21 September 2011 di Swissbel Hotel Jayapura telah mengutus Dr. Farid Wadjdi Husain,SP untuk melakukan pertemuan dengan Panglima TPN-PB dengan tembusan kepada Perwakilan Papua Barat di Vanuatu, Austalia, London, Amerika Serikat, Komnas HAM Jakarta, dan Palang Merah Internasional yang kesepakatanya mendorong supaya pemerintah Pusat membuka ruang pembicaraan mengenai persoalan status Papua Barat yang akan diserahkan kepada Kapolda Papua melalui Kabid Humas Polda Papua.

Menurutnya, perjuangan dari TPN-PB tidak pernah menggunakan cara-cara kekerasan, namun dengan cara damai, sehingga bila anggapan bahwa penyerangan di Polsek Pirime dilakukan oleh kelompok TPN-OPM itu yang perlu dipertanyakan, dari kelompok TPN-OPM mana kelompok penyerangan Polsek Pirime itu.Perjuangan TPN-OPM dengan garis Komando di bawah kepimpinan Brigjen Richard H. Joweni tidak pernah menyakiti masyarakat sipil namun dengan menggunakan cara-cara damai dan selama Pemerintah Pusat tidak membuka ruang dialog maka di Papua dan Papua Barat akan terus terjadi gejolak yang ujung-ujung masyarakat sipil menjadi korban,tegasnya.

Selain itu kebijakan Pemerintah Pusat yang akan memekarkan Provinsi maupun daerah itu juga perlu untuk sementara tidak usah dilakukan dulu sebelum persoalan Politik di Papua Barat diselesaikan dengan pihak-pihak yang terlibat setelah hasil disepakati baru Pembangunan bisa dilakukan secara bertahap.

Hal itulah yang saat ini sedang gencar-gencar terjadi di Papua tanpa memperdulikan ruang pembicaraan antara kelompok Resisten dengan Pemerintah Pusat,imbuhnya.

Jadi yang terpenting sekarang ini menurutnya, Pemerintah Pusat perlu membuka ruang dialog supaya tidak ada lagi saling tuduh menuduh bila sewaktu-waktu timbul kejadian.Perjuangan TPN-OPM yang yang sebenarnya adalah menegak keadilan, kebenaran dan membuka ruang selebar-lebar untuk demokrasi bangsa Papua Barat, tukas Jonah Wenda.

khuma_putry
05-12-2012, 02:52 PM
Manokwari, Tercatat dua pos polisi dibakar massa pascatewasnya residivis sejumlah kasus kriminal di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Timotius Ap, yang ditembak pada Selasa petang (4/12/2012) sekitar pukul 17.45 WIT saat hendak ditangkap polisi.

Dua pos polisi yang dibakar itu adalah Pos Polisi Pasar Sanggeng dan Pos Polisi Amban. Wakapolda Papua Brigjen (Pol) Paulus Waterpauw, seperti dilaporkan Antara, membenarkan insiden dibakarnya dua pos polisi oleh warga, tetapi tidak membenarkan bila jenazah Timotius Ap diarak.

"Yang dibawa massa adalah peti kosong karena jenazah Timotius Ap sendiri berada di rumah duka di kawasan Venindi Pantai," aku Brigjen (Pol) Waterpauw.

Menurutnya, saat ini, pihaknya sudah mengerahkan pasukan untuk mengamankan situasi di kawasan tersebut, yakni dua pleton Brimob dan satu satuan setingkat kompi Dalmas.

"Personel TNI sendiri saat ini sudah disiagakan di satuan masing-masing sehingga bila dibutuhkan dapat segera dikerahkan," kata Birgjen (Pol) Paulus Waterpauw seraya mengakui hingga saat ini belum mendapat laporan lengkap tentang insiden tersebut.

Antara melaporkan dari Manokwari, Rabu (5/12/2012), saat ini, aktivitas masyarakat lumpuh akibat sejumlah ruas jalan diblokade warga. Pusat perbelanjaan ditutup, bahkan para pelajar dipulangkan guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Timotius Ap merupakan residivis sejumlah kasus kriminal di Manokwari, ibu kota Papua Barat. Ia ditembak di kawasan Pantai Maripi karena akan melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Ia sempat mengeluarkan senjata api yang kemudian diketahui merupakan senjata rakitan.

Peluru yang dilepaskan polisi mengenai pinggang kanan Timo. Pada Selasa, sekitar pukul 18.00 WIT, Timo dinyatakan meninggal di RS AL Manokwari.

================================

Timotius AP, narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas IIb Manokwari, yang kabur dari penjara pada Agustus 2012, tewas setelah ditembak Satuan Buru Sergap (Buser) Polsek Manokwari, Selasa (4/11) sore di Maripi pantai. Timotius ditembak karena berusaha melarikan diri ketika hendak ditangkap.

AP yang terkena timah panas aparat pada bagian punggung belakang, akhirnya tewas, setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital). Selain itu dalam penyergapan ini, polisi juga berhasil mengamankan satu pucuk pistol rakitan beserta 3 butir peluru dan 1 unit kendaraan Yamaha Mio warna putih.

"Kami terpaksa melumpuhkan Timotius AP, karena saat akan ditangkap mencoba melawan petugas dengan menggunakan senpi," kata Wakil Kapolres Manokwari, Kompol Mughoni SIk di Manokwari.

Mughoni mengatakan, awal penyergapan sempat terjadi kejar-kejaran antara anggotanya dengan Tomotius AP di Kampung Maripi pantai, Distrik Manokwari Selatan. "Kejar-kejaran dengan motor itu, Timo terjatuh dari motornya. Dan saat akan ditangkap Timo melakukan perlawanan dengan pistol yang dipegang. Anggota saya langsung keluarkan tembakan, karena keselamatannya terancam," ujar Mughoni.

Mughoni menjelaskan, Timotius AP, sebelumnya telah dilaporkan melarikan dari dari Lembaga Permasyarakatan pada bulan Agustus 2012 lalu. Pria yang divonis 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Manokwari melarikan diri dengan melompat tembok Lapas.

"Permintaan bantuan Lapas ini, kita sudah tangkap pelaku. Tapi saat dibawa ke Lapas hanya semalam Timo lari lagi. Waktu lari ini dia buat kasus lagi, jadi ada 11 kasus yang dibuat, yakni perampokan dan pemerkosaan," tutur Mughoni.

Perwira Pengawas Rumah Sakit Angkatan Laut, (Rumkital) Manokwari, Lettu drg, Iwan Kurniawan mengatakan, korban saat dibawa oleh pihak kepolisian, langsung dilakukan tindakan medis. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. "Kami telah mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuh korban. Proyektil itu bersarang di bagian punggung belakang tembus di depan," katanya.

khuma_putry
06-12-2012, 05:19 AM
MANOKWARI.KOMPAS.com - Situasi Kabupaten Manokwari, Papua Barat, berangsur-angsur kondusif. Tidak ada lagi konsentrasi massa dan aksi pembakaran. Warga sudah terlihat mulai menjalankan aktivitasnya seperti sedia kala sejak Rabu sore hingga malam.

Meski demikian, sejumlah fasilitas umum masih dijaga ketat oleh kesatuan TNI-AD dari Yonif 752 Arfai. "Situasi secara umum Kota Manokwari sudah kondusif. Kami juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat, agama, MRPB, agar dapat memberikan penjelasan secara baik kepada masyarakat, sehingga mereka paham persoalan sebenarnya," kata Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian di Manokwari, Rabu (5/12/2012).

Menurut Tito, kejadian yang terjadi pada Rabu siang itu dikarenakan kesalahpahaman informasi dari masyarakat. Warga mendengar ada warga Papua yang ditembak oleh polisi sehingga mereka mengamuk. Padahal, langkah aparat dengan menembak narapidana Timotius AP merupakan langkah tepat anggota polisi untuk membela diri. Saat itu Timo melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata api (senpi).

"Timo sempat menembak. Namun, pelurunya kelet, sehingga tidak keluar," kata Tito.

Dalam pantauan Kompas.com, Rabu sore, sejumlah ruas jalan-jalan di Manokwari masih dipenuhi material bangunan, batu, kayu, dan ban bekas. Di beberapa lokasi seperti Jalan Yos Sudarso Sanggeng terdapat tumpukan sampah yang menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Selain itu sejumlah fasilitas vital, seperti Kantor Perbendaharaan Papua Barat, Bank Papua, Bank Mandiri, dan BRI serta sejumlah supermarket besar dijaga ketat aparat TNI-AD dari kesatuan Yonif 752 Arfai.

Pasca tewasnya Timotius AP pada Selasa malam lalu, ratusan massa kerabat korban melakukan pembakaran pos polisi Sanggeng dan pos lalu lintas, serta kantor Polsek Kawasan Laut. Selain itu, massa juga merusak sejumlah fasilitas umum.

khuma_putry
07-12-2012, 09:47 AM
JAYAPURA, CEPOS, Aksi penembakan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya pada Senin (3/12) lalu, membawa dampak pada kehidupan masyarakat di sana. Laporan dari pihak kepolisian, situasi belajar mengajar menjadi terhenti dan ada masyarakat yang terpaksa mengungsi pasca kejadian penembakan itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, kelompok sipil yang membawa senjata masuk ke daerah Tiom. Disana mereka melakukan penembakan terhadap seorang warga bernama Ferdi Turualo (25) pada Senin (3/12). Korban yang adalah seorang tukang, saat itu hendak ke pasar ditembak di kepala belakang tembus ke dahi. Korban dilaporkan tewas ditempat.
Kabid Humas Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta Jaya, S.Ik ketika dikonfirmasi perkembangan situasi di Tiom mengatakan, sementara ini, situasi di Tiom sudah kondusif, namun hingga saat ini pihak kepolisian yang terdiri dari gabungan Brimob dan TNI masih melakukan pengejaran terhadap kelompok sipil bersenjata yang telah melakukan aksi penembakan yang membuat situasi di Kabupaten Lanny Jaya kacau.
"Aparat gabungan TNI/Polri dilapangan sudah berhasil memukul mundur kelompok tersebut dan situasi berangsur pulih. Ini juga berkat koordinasi anggota di lapangan untuk menyakinkan tokoh masyarakat agar kembali menciptakan situasi yang kondusif," tuturnya.
"Kami saat ini masih melakukan pengejaran di Tiom dan sekitarnya. Namun yang terpenting, kami memukul mundur dulu mereka. Agar tidak meresahkan masyarakat sipil yang ada di sana," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (4/12).
I Gede menjelaskan, motif para kelompok sipil bersenjata ini mencoba untuk masuk ke kota Tiom hanya ingin menganggu keamanan disana. Kemudian berusaha menghambat pembangunan. "Dugaan kami, mereka hanya ingin mengacaukan keadaan disana," paparnya.
Bahkan I Gede menjelaskan, meninggalnya Ferdi itu dikarenakan para kelompok sipil bersenjata ini ingin menghambat pembangunan yang tengah dilakukan oleh pemerintah setempat. Pasalnya korban adalah salah satu tukang bangunan yang handal.
"Dia tulang punggung pembangunan di Kabupaten Lanny Jaya. Akibat meninggalnya dia, dampaknya itu luas. Bahkan membuat terbengkalai pembangunan. Dia salah satu tukang yang handal," tuturnya.
I Gede juga mengklarifikasi, adanya tudingan yang mengklaim bahwa Ferdi, korban penembakan adalah seorang Intelejen. "Itu tidak benar, sebab Ferdi adalah seorang buruh bangunan yang handal. Dia saat itu bukan ada di tengah TKP ketika adanya baku tembak, dimana awalnya suara tembakan, yang diduga Ferdi tertembak," tegasnya.
I Gede menambahkan, karena perbuatan para pelaku kelompok bersenjata ini, banyak masyarakat yang mengungsi di Lanny Jaya. "Karena mereka mau membuat kekacauan dan masarakat tidak mau kena imbasnya. Jadi, ada masyarakat yang mengungsi, Namun untuk jumlah yang mengungsi, kami belum tau," tukasnya.
Disamping itu, lanjut I Gede, proses belajar anak-anak disekolah terganggu semenjak kejadian di Tiom. "Sampai saat ini anak-anak sekolah jadi pada takut. Mereka takut kelompok itu, berupaya menyusup ke Tiom untuk mengacau keamanan. Sehingga aktivitas terganggu,dan mama-mama yang hendak menghidupi keluarga dengan berjualan, juga mengurungkan niatnya karena merasa takut" tuturnya.
Selain proses belajar terganggu, sambung I Gede, distribusi bahan makan dari Wamena tersendat, lantaran jalur darat terputus. Tak hanya itu, sampai saat ini beberapa masyarakat berupaya mengungsi dari Tiom dan perekonomian juga terhenti.
"Benar-benar aktivitas masyarakat terganggu. Namun kami akan berupaya untuk memberikan rasa aman dan memulihkan kembali situasi disana menjadi kondusif," jelasnya.
Sedangkan terkait jenazah Ferdi, I Gede menuturkan, hari ini (red, Selasa) jenazahnya sudah diterbangkan ke kampung halamannya di Toraja.
"Jenazah Ferdi tadi pagi ( kemarin, red) sudah diterbangkan ke Kabupaten Jayapura dengan pesawat Trigana dan kemudian diterbangkan denga pesawat Merpati dari bandara Sentani," tandasnya.
Sementara itu, Juru Bicara TPN Papua Barat, Col. Jonah Wenda, meminta aparat keamanan lebih professional dalam mengungkap penembakan di Pirime mau pun Tiom, Kabupaten Lanny Jaya. Dia juga meminta agar penegakan hukum itu tidak mencedarai masyarakat tak bersalah.
"Penegakan hukum itu sudah kewenangan aparat keamanan. Tapi kami minta jangan sampai adanya masyarakat sipil yang tidak bersalah menjadi korban ketika penegakan hukum berlangsung," jelasnya, Selasa (4/12) saat dia temui wartawan di Mapolda Papua.
Sampai berita ini ditulis, Cenderawasih Pos belum mendapat konfirmasi langsung ke masyarakat atau aparat pemerintahan di Tiom tentang situasi sebenarnya yang terjadi di daerah tersebut. Laporan situasi disana baru diperoleh hanya dari pihak kepolisian.

khuma_putry
09-12-2012, 08:30 AM
JAYAPURA [PAPOS] Dinas Pariwisata Jayapura menilai bahwa Noken (tas anyaman multifungsi kerajinan tangan rakyat setempat) yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Bergerak harus menjadi ikon di bumi Cendrawasih itu.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Papua Eveerth Merauje di Jayapura, Rabu terkait keputusan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation) atau Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan menetapkan Noken sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Bergerak dalam Sidang UNESCO di Paris, Prancis, pada 4 Desember 2012.

"Noken harus diupayakan menjadi ikon dan ciri khas orang Papua," katanya. Dikatakanya bahwa dengan diakuinya Noken itu maka secepatnya hal ini perlu diapresiasikan oleh semua pihak yang ada di wilayah tersebut.

"Noken melukiskan identitas dan jati diri pribadi dan suku di Papua," katanya. Ia menilai bahwa menindaklanjuti keputusan salah satu badan khusus di PBB itu maka pemerintah daerah di provinsi itu harus memberikan perlindungan hukum, yakni Perda untuk upaya pelestarian Noken.

Ia juga mengatakan noken perlu dimasukan dalam pelajaran disekolah-sekolah yang ada didaerah tersebut sebagai suatu kearifan lokal, sehingga para generasi muda penerus bangsa tidak melupakan tentang noken. "Saya setuju jika noken dimasukan dalam pelajaran muatan lokal di sekolah," katanya.

Sementara itu, Marshel Suebu dari Komunitas Noken Papua (Konopa) yang telah mematenkan merk daganganya di Kemenkumham RI dengan nama "konopa" mengatakan pihaknya terus berupaya untuk melestarikan noken sebagai bagian dari budaya orang Papua.

"Dan kami ingin lestarikan noken. Tentunya perlu kajian-kajian yang mendalam dari pihak-pihak yang berkompeten karena noken menurut kami mempunyai makna yang sangat mendalam," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Noken atau tas rajutan khas Papua akhirnya diakui sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Bergerak dalam Sidang UNESCO di Paris, Prancis, pada 4 Desember 2012.

"Hari ini jam 10.30 waktu Paris Noken diakui oleh UNESCO. Delegasi Republik Indonesia termasuk dari Papua juga hadir dan kita semua patut bersyukur dan bangga pada Papua," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti dalam pesan singkat yang diterima di Pekanbaru, Riau, Selasa (4/12)

khuma_putry
09-12-2012, 08:33 AM
JAYAPURA [PAPOS] Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan [KontraS] Papua meminta pemerintah mendorong dan mengevaluasi kebijakan keamanan di Papua. Termasuk menolak pasukan organik dan non-organik serta rasionalisasi jumlah TNI dan Polri di Tanah Papua.

KontraS mengkhawatirkan, jika penambahan pasukan di Papua, bukannya membantu, malah menambah korban-korban kekerasan lagi di Tanah Papua.

Hal ini diungkapkan Plh Sekretaris BUK, Nehemia Yaribab dalam konferensi pers, didampingi Koordinator KontraS Papua, Olga Hamadi SH, Jumat [7/12) kemarin di Sekretariat KontraS Papua, Padang Bulan, Distrik Heram.

Memperingati tragedy Abepura berdarah 12 tahun silam, yaitu 7 Desember 2000 lalu, yang tidak tersentuh hukum pelaku-pelakunya, kata Nehemia masih meninggalkan trauma bagi para korban dan keluarganya.

Ia menuturkan, kasus pelanggaran HAM di Papua mulai dari tahun 1969 sampai saat ini, begitu banyak tertumpuk tanpa ada proses hukum yang jelas. Yang ada bagi orang Papua secara umum, rasa ketidakadilan, trauma dan luka yang sangat mendalam.

Dari sekian banyaknya kasus yang terjadi di Tanah Papua, dirinya menilai, ada tiga kasus yang kini masih dalam kategori kasus pelanggaran HAM berat. Di antaranya, kasus Abepura sejak tahun 2000 silam, Kasus Wasior 2001 dan kasus Wasior 2003.

Ketiga kasus ini, hanya 1 kasus yang dibawa ke proses pengadilan HAM permanen di Makassar pada tahun 2005 silam. Namun khusus untuk kasus Abepura yang terjadi pada tanggal 7 Desember tahun 2000 silam tidak ada penjelasan hukum yang jelas, ujarnya.

Padahal, jelas dia, kasus tersebut terjadi pada pukul 01.30 Wit terhadap Mapolsekta Abepura dengan pembakaran ruko Abepura karena tindakan orang tak dikenal (OTK) yang mengakibatkan 1 (satu) anggota polisi meninggal dunia bernama, almarhum Bripka Polisi Petrus Eppa dan 3 orang lainnya mengalami luka-luka.

Bahkan, di tempat yang sama dilakukan pembakaran ruko yang berjarak 100 meter dari Markas Mapolsek Abepura, kemudian terjadi juga penyerangan dan pembunuhan Satpam di Kantor Dinas Otonom Kotaraja, Abepura.

Pada hari yang sama, ia menuturkan, penyerangan ke Mapolsek Abepura, AKBP Drs. Daud Sihombing, SH setelah menelpon Kapolda Brigjen Pol Drs. Moersoertidarno Moerhadi D untuk langsung melaksanakan perintah operasi, jelasnya. Berdasarkan perintah itu, kata Nehemia, aparat langsung melakukan pengejaran terhadap tiga asrama mahasiswa, yakni Asrama Ninmin, Yapen Waropen, dan Asrama IMI (mahasiswa Ilaga) serta tiga pemukiman penduduk sipil lainnya.

Tidak hanya itu. anggota Brimob melakukan pengrusakan, pemindahan paksa (Involuntary displace persons), ancaman, makian, pemukulan dan pengambilan hak milik (right to property) mahasiswa dan mahasiswa digiring ke dalam truk dan dibawa ke Mapolsek.

Pemukulan, penangkapan dan penyiksaan (Persecution) berulang-ulang kali terhadap masyarakat yang tidak tahu menahu di pemukiman penduduk sipil kampung Wamena di Abe Pantai, Suku Lani asal Mamberamo di Kotaraja dan suku Yali di Skyline, katanya.

Berdasarkan pelanggaran HAM tersebut, Nehemia menyatakan sikap kepada kepada pemerintah. Pertama, Presiden Republik Indonesia dalam hal Ini Komnas HAM segera menindaklanjuti kasus pelanggaran HAM berat Wasior dan Wamena, karena proses hukum masih tidak jelas di Kejaksaan Agung. Komnas HAM Jakarta dan harus menjelaskan kepada para keluarga korban sampai dimana tahapan proses tindaklanjut atas pelanggara yang terjadi.

Kedua, mendesak kepada Gubernur Provinsi Papua, DPRP dan MRP untuk mendorong dan mengevaluasi secara resmi atas kebijakan keamanan di Papua dan menolak pasukan organik dan organik serta rasionalisasi jumlah TNI dan Polri di Tanah Papua yang akan mengakibatkan korban-korban baru di Tanah Papua.

Terakhir, kami minta hentikan segala macam upaya dan bentuk kekerasan, baik itu penembakan, penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, pembungkaman demokrasi dan lainnya, tukas Nehemia.

Sementara itu, Koordinator KontraS, Olga Hamadi SH, mengemukakan, pelanggaran HAM di Papua tidak hanya seperti yang dipaparkan. Masih banyak kasus masih ditutup oleh aparat kepolisian, bahkan pelaku yang melakukan pelanggaran HAM di Papua menurutnya sekan-akan dipelihara.

Terbukti, pelaku pelanggaran HAM tidak diberikan hukuman berat, melainkan diberikan hukuman yang begitu ringan-ringan. Anehnya lagi, ketika dibebaskan langsung naik pangkat setelah dipindahkan dari jabatannya, ujar Olga menyayangkan.

Olga menilai, ketika pelangaran HAM di tanah Papua tidak ditindaklanjuti sampai ke proses hukum, ditakutkan akan semakin banyak kasus pelanggaran HAM lainnya di tahun-tahun yang akan datang.

Untuk itu, pihaknya tidak akan pernah berhenti untuk menyampaikan hal ini kepada pemerintah, karena masyarakat menginginkan keadilan. Jangan melakukan pelanggaran HAM lalu tidak diproses, itu yang tidak kita inginkan, ujar Olga

khuma_putry
11-12-2012, 04:25 AM
JAYAPURA [PAPOS] Badan Eksekutif Mahasiswa [BEM] FISIP bersama Forum Anti Pelanggaran HAM di Papua dan beberapa aktivis lainnya sempat tarik ulur dengan aparat Kepolisian ketika melakukan aksi unjuk rasa di Putaran Taksi Perumnas III Waena, Distrik Heram dalam rangka memperiganti Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Se Dunia, dengan Koordinator Umum, Yason Ngelia dan Koordinator Lapangan, Septi Meidodga, Senin (10/12) kemarin.

Aksi unjuk rasa iikuti sekitar 70 orang lebih itu, membawa sejumlah spanduk yang intinya meminta kepada Pemerintah untuk menutaskan seluruh kasus pelanggaran HAM Papua, Biak berdarah, Wasior berdarah, Wamena berdarah, Abepura berdarah, stop penangkapan, pembunuhan aktivis HAM Papua dan Komnas PBB segera melakukan Intervensi HAM Papua demi penyelamatan orang Asli Papua serta Internasional segera mengadili Indonesia di Mahakamah Internasional dengan kasus pelanggaran HAM yang dilakukan di tanah Papua.

Dari aksi itu dilakukan pentahanan oleh aparat Kepolisian dari Polres Jayapura Kota, yang dipimpin Wakapolres Jayapura Kota, Kompol Jefri R Siregar, SiK dan Kabag Ops Polres Jayapura Kota, AKP Kiki Kurnia, Amk. Mahasiswa diminta untuk tidak melakukan aksi demo, karena tidak memegang Surat Ijin Tanda Terima Pemberitahuan [STP] aksi demo dari Polda Papua.

Para pendemo-pun tetap bersikap tegas untuk tetap melakukan aksi demo damai untuk menyampaikan aspirasi mereka ke DPRP selaku perwakilan rakyat Papua.

Karena di tanah Papua banyak terjadi pelanggaran HAM, sehingga selaku mahasiswa sudah saatnya berbicara untuk menyampaikan aspirasi. Demo ini bukan demo politik, akan tetapi ini merupakan Mahasiswa yang meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk menuntaskan atas pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua, ungkap Yason dalam orasinya.

Soal ijin pemberitahuan, Yason menegaskan bahwa pihaknya telah menyurat kepada Polda Papua untuk melakukan aksi demo ke DPRP dalam mempertingati Hari se-dunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2012 hari ini.

Kami tau persis tentang demo dan surat ijin sudah diberikan oleh Polda dan surat itu lengkap sesuai apa yang menjadi bahan untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah, kalau ada kesalahan bisa dikoreksi bukan untuk ditahan-ditahan saat menyampaikan aspirasi didepan umum. Polisi bertujuan, hanya memberikan keamanan bukan untuk menakut-nakuti, tukasnya.

Yason menuturkan, tanggal 10 Desember merupakan hari terpenting bagi rakyat Papua, dimana pelanggaran HAM yang dilakukan oleh bangsa Indonesia sejak Papua dipaksakan masuk ke dalam Indonesia tahun 1962.

Sampai sekarang, tahun 2012 ini pun pelanggaran itu masih terjadi di mana-mana seluruh tanah Papua. Tindakan brutal yang dilakukan Aparat TNI-Polri untuk menghilangkan nyawa orang Papua dengan berbagai cara ini harus dihentikan, sehingga melalui hari sedunia inikami ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa pelanggaran HAM di tanah Papua masih terus terjadi, tukasnya.

Para pendemo-pun tidak diijinkan untuk melakukan perjalanannya menuju ke DPRP karena mereka tidak memiliki surat ijin demo, sehingga Kapolres Jayapura Kota, AKBP, Alfred Papare, Sik menemui Koordinator Lapangan untuk menyampaikan atas ijin tersebut.

Dan selanjutnya para pendemo mengeluarkan surat ijin demo yang diberikan oleh Polda Papua, sehingga berdasarkan ijin tersebut diijinkan langsung untuk menyampaikan aspirasi mereka ke DPRP dengan menggunakan mobil truk.

Sementara itu, dari aksi demo yang mereka lakukan, proses perkuliahan mahasiswa baik di Kampus bawah maupun di kampus atas lumpuh total karena para pendemo memalang pintu gerbang Kampus dan mereka meminta mahasiswa maupun para Dosen untuk tidak melakukan perkuliahan di Kampus, karena hari ini merupakan hari pelanggaran HAM yang patut dirayakan dan diminta kepada Pemerintah untuk menyelesaikan terlebih dahulu atas pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua

khuma_putry
11-12-2012, 04:32 AM
MANOKWARI, KOMPAS.com - Kepolisian Manokwari mengamankan satu pucuk senjata api otomatis jenis Cobra kaliber 3.2 millimeter. Selain senpi juga diamankan sebuah magazen serta 12 butir peluru. Semuanya diperoleh dari sebuah kamar kos yang ditempati warga berinisial AA (25 tahun), di komplek Swapen Perkebunan, Manokwari.

"Kita temukan senpi dan magazennya dalam keadaan terpisah. Jadi, senpi dan magazennya itu dalam keadaan kosong," kata Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Diaz Sasongko, Senin (10/12/2012).

Diaz mengatakan, penemuan senpi ini didasarkan dari laporan masyarakat pada, Sabtu (8/12/2012). Namun dalam penggerebekan itu, pelaku AA tidak berada di kos-kosannya itu. Baru keesokan harinya, Minggu (9/12/2012) pelaku menyerahkan diri ke Polsek kota Manokwari. "Kita sudah tahan pelaku di sel Mapolres untuk penyidikan lanjutan," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku di hadapan penyidik Satreskrim Polres Manokwari, senpi itu dibeli pada awal Oktober 2012 lalu dari seorang yang tidak dikenalnya. Senpi itu dibeli seharga Rp 40 juta. "Dia mengaku membeli hanya untuk jaga diri, karena selalu diganggu sama orang di kawasan Wosi," ujar Sasongko.

Sasongko, menambahkan pelaku sejauh ini dapat dikenai Undang-Undang darurat Nomor 12 Tahun 51 tentang tanpa hak menguasai, memiliki, menyimpan, membawa, menggunakan senpi dan amunisi dengan ancaman hukuman kurungan hingga 12 tahun penjara.

khuma_putry
12-12-2012, 07:46 AM
BIAK[PAPOS]- Wilayah perairan laut sepanjang Kampung Opiaref, Kabupaten Biak Numfor, berdasarkan hasil penelitian ilmuwan Jepang ditemukan habitat hidup spesies ikan purba Kolakan.

"Ikan purba ini berukuran besar hidup ratusan tahun silam dan masih dapat dilihat di wilayah perairan Opiaref, Distrik Oridek, hingga sekarang," ujar Bupati Biak Yusuf Melianus Maryen di Biak, Selasa.

Ia mengakui, jika wilayah ikan purba Kolakan itu dikemas sebagai objek pariwisata bahari maka bisa menarik minat turis mannegara untuk melihat langsung kehidupan alam laut ikan tersebut.

Pemkab Biak, lanjut Bupati Maryen, sangat berterima kasih dengan ilmuwan Negeri Sakura itu karena telah melakukan studi potensi kelautan di wilayah kepulauan Biak Numfor.

"Untuk menghidupkan bidang pariwisata bahari di perairan Biak berupa menyelam, memancing dan snorkling maka habitat hidup ikan purba bisa menjadi daya tarik wisatawan unggulan," katanya.

Untuk retribusi penerimaan daerah dari sektor pariwisata, menurut Maryen, pendapatan bidang ini masih sangat terbatas karena minimnya investor memanfaatkan potensi pariwisata bahari yang dimiliki Biak.

"Pemkab telah membuat regulasi perlindungan sumber daya alam Pulau Biak sebagai komitmen pemerintah menjaga keaslian dan keberagaman sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Maryen.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara di Kabupaten Biak Numfor setiap tahun mencapai 15 ribuan orang.

khuma_putry
12-12-2012, 07:48 AM
BIAK[PAPOS]- Penangkaran burung Cenderawasih kuning dari Yapen (Paradieae minor) yang dikelola taman burung dan anggrek Kabupaten Biak Numfor tersisa satu ekor dari keseluruhan 22 ekor.

"Jumlah spesies Cenderawasih Kuning sejak tahun karena berbagai faktor, salah satu penyebab karena termakan usia hingga mati dan terbang melarikan diri ke alam bebas," kata petugas taman burung Ny J.Mirino kepada wartawan peserta Jurnalistik Pariwisata saat mengunjungi taman burung, Senin.

Ia mengatakan, jumlah keseluruhan burung yang dikelola taman burung Biak mencapai 122 ekor dengan 26 jenis spesies.

Diantara berbagai spesies burung yang dikelola taman Burung terdiri jenis burung bayan Biak (electus roratus), kasuari, beo, kakak tua rawa dan berbagai jenis lainnya.

"Dari 122 ekor burung yang kini hidup di area taman burung Biak tetap mendapat perawatan kesehatan secara rutin dan mendapat jatah makanan diberikan petugas," ujarnya.

Untuk kebutuhan makan bagi burung di taman burung Biak, lanjutnya, pihak pengelola memberikan makanan berupa pisang, pepaya dan jenis makanan lain sesuai kebutuhan.

"Ketersediaan makanan untuk burung setiap hari disediakan petugas, ya untuk jatah makan sesuai kebutuhan seperti pisang, pepaya dan lain sebagainya," ujarnya.

Areal taman burung dan anggrek Biak dibangun sejak 1991 Dinas Kehutanan Papua memiliki luas keseluruhan 28 hektare, lima hektare diantaranya sudah dikelola dengan penangkaran 26 spesies burung dan 100-an anggrek.

khuma_putry
13-12-2012, 07:59 PM
SERUI [PAPOS]-Sebanyak 79 Kepala Kampung se-kabupaten kepulauan Yapen dari 11 distrik, Rabu (12/12) kemarin dilantik Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos di alun-alun Trikora Kota Serui. Pelantikan ini juga terbilang istimewa sebab Menteri Lingkungan Hidup, Prof Berth Kambuaya dan Bupati Se-kawasan Teluk Cenderawasih.

Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar mengemukakan dalam proses pelaksanaan pemerintahan Kampung agar pembangunan di Kampung dapat lebih maju dan berkembang di masa yang akan dating butuh peran dairi seorang kepala kampung.

"Saya tegaskan bahwa di pundak epala kampung diletakkan idealisme yang merupakan akumulasi dari begitu besarnya harapan dan cita-cita masyarakat untuk mewujudkan masa depan kampung yang lebih baik dan sebagai landasan strategis pencapaian visi dan misi bupati dan wakil bupati Yapen peridoe 2012-2017, menuju Yapen yang nyaman, maju dan sejahtera," tegasnya.

Bupati menekankan agar para Kepala Kampung dapat bekerjasama dengan badan masyawarah Kampung. Disamping itu, penyelenggara Kampung harus duduk bersama-sama untuk memberikan jawaban yang baik sesuai dengan aspirasi masyarakat.

"Saya harapkan Kepala Kampung dapat membangun kemitraan yang kondusif dengan Bamuskam, keduanya supaya bergandengan tangan dan saling merangkul serta saling menghormati baik dalam tugas sehari-hari maupun dalam kehidupan bermasyarakat," pintahnya.

Bupati meminta kepada para Kepala Kampung yang baru ia lantik, supaya tampil sebagai figur Kepala Kampung yang dapat memaknai kepercayaan, mewujudkan ekspetasi masyarakat tentang pelayanan publik yang responsif serta akomodatif terhadap kebutuhan masyarakat, yang akan di pertanggung jawabkan melalui kepemimpinan para Kepala Kampung.

khuma_putry
14-12-2012, 10:07 AM
SERUI [PAPOS]-Masyarakat dari lima kabupaten di wilayah adat Teluk Saereri yaitu Kabupaten Biak, Serui, Waropen, Supiori dan Mamberamo Raya mendeklarasikan pemekaran Provinsi Teluk Cenderawasih, Rabu (12/12) dipusatkan alun-alun Kota Serui.

Deklarasi Provinsi Teluk Cenderawasih, dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Prof. Berth Kambuaya bersama rombongan dari Jakarta, Kadis Kehutanan Provinsi Papua Marten Kayai, Bupati Biak Numfor Yusuf Maryen bersama Ketua DPRD dan tokoh masyarakat, Bupati Waropen DR. Drs. Yesaya Buinei, MM, Wabup Waropen, Yermias Bisay, SH, Ketua DPRD Waropen, Pdt. Peneheas Hugo Tebay, STh, dan tokoh masyarakat Waropen, Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S.Sos, Wabup Yapen, Frans Sanadi, BSc, S.Sos, MBA, Ketua DPRD Yapen, Yotam Ayomi, Muspida Yapen, Sekda Yapen, Drs. Yan Piter Ayorbaba, MM, pimpinan dan anggota DPRD, para pimpinan SKPD Yapen dan ratusan warga masyarakat dan tokoh masyarakat serta 79 Kepala Kampung yang baru di lantik Bupati.

Ketua Badan Kerja Sama antar Daerah yang juga pengagas Provinsi Teluk Cenderawasih, Yusuf Melianus Maryen di Biak, Rabu mengatakan, dekalarasi disepakati di Serui sebagai tindak lanjut hasil kesepakatan bersama rapat kerja Bupati dan asosiasi Ketua DPRD se kawasan Teluk Cenderawasih di Biak 23 November 2012.

Ia mengakui, kota Serui dipilih sebagai pusat deklarasi Provinsi Teluk Cenderawasih karena Kabupaten ini punya sejarah historis melahirkan pahlawan Nasional Silas Papare yang berjuang mengusir penjajah Belanda serta mengikat. Wilayah tanah Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sebagai kota perjuangan dalam menegakan NKRI sangat wajar jika kota Serui dipilih sebagai tempat deklarasi pemekaran Provinsi Teluk Cenderawasih," ujarnya.

Ia menyebutkan, lima wilayah pemekaran Provinsi Teluk Cedenrawasih memiliki kesamaan geografis sebagai daerah kepulauan dan memiliki komitmen bersama untuk kemajuan daerah menjadi lebih sejahtera, mandiri dan sejajar dengan daerah lain di Indonesia.

Sementara Menteri Lingkungan hidup RI, Prof. Berth Kambuaya menegaskan bahwa pembentukan DOB Provinsi Teluk Cenderawasih sudah terlambat. Kendati demikian, ia meminta para pemimpin dan masyarakat di kawasan teluk Cenderawasih harus sehati dan sejiwa dalam mendorong dan memperjuangkan terbentuknya DOB Provinsi Teluk Cenderawasih. "Jangan ada muatan politik, tetapi saya yakin dan percaya jika pemimpin dan masyarakat sekawasan Teluk Cenderawasih bersatu hati, sehati dan sejiwa memperjuangkannya, alhasil DOB Provinsi Teluk Cenderawasih akan tergapai," katanya.

Setelah menerima aspirasi, Kambuaya secara tegas pula menegaskan setelah ia tiba di Jakarta hari ini, aspirasi DOB akan ditindak lanjuti kepada Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Menpan), bahkan sampai ke bapak Presiden RI aspirasi DOB Provinsi Teluk Cenderawasih akan dilaporkan.

Deklarasi DOB Provinsi Teluk Cenderawasih, kata Kambuaya, tidak ada dalam jadwal bahkan menghadiri pelantikan 79 Kepala Kampung di Yapen. Pasalnya, ia hadir di Kabupaten kepulauan Yapen adalah untuk menghadiri undangan perayaan Natal KNPI se-Provinsi Papua, yang di laksanakan kemarin malam di lapangan Alun-Alun Trikora Serui.

Namun demikian, ia merasa bangga karena anugerah dan perlindungan Tuhan bagi ia bersama rombongan lebih khusus bagi pemerintah dan masyarakat di kawasan teluk Cenderawasih, karena sejarah bahwa kawasan teluk Cenderawasih memiliki persamaan budaya dan adat istiadat yaitu Saireri, dan sumber daya alamnya sangat kaya.

khuma_putry
14-12-2012, 07:50 PM
KOMPAS.com- Keberadaan noken papua semakin terancam punah. Tas rajutan dari serat kulit kayu ini dimiliki oleh lebih dari 250 suku di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sidang Lembaga PBB untuk bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) di Paris, Selasa (4/12) lalu, menetapkan noken sebagai warisan budaya tak benda dengan kategori memerlukan perlindungan yang mendesak.

"Inskripsi UNESCO ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal upaya kita untuk bersama-sama menggali, melindungi, dan mengembangkan noken," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, Jumat (7/12/2012).

Noken adalah tas asli buatan perempuan papua. Tas tradisional ini biasa dipakai untuk membawa berbagai macam hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian, dan barang dagangan ke pasar.

Tas ini hanya dibuat oleh para perempuan papua dan dianggap memiliki simbol kehidupan yang baik, yaitu perdamaian dan kesuburan. Noken juga melambangkan kedewasaan perempuan papua.

"Jika perempuan papua belum bias membuat noken, maka dia belum bisa menikah, karena belum dianggap dewasa," kata Titus Pekei, Ketua Lembaga Ekologi Papua dan pencetus gagasan menominasi noken ke UNESCO.

Dahulu, perempuan papua membuat noken karena suku mereka membutuhan alat yang bisa dipakai untuk memindahkan barang-barang. Namun sekarang banyak perempuan papua sudah tidak bisa lagi membuat noken.

Inskripsi noken menambah satu lagi daftar warisan budaya takbenda Indonesia yang telah ditetapkan UNESCO, menyusul wayang, keris, batik, diklat warisan budaya batik untuk siswa sekolah, angklung, dan tari saman.

Aman Wirakarta Kusumah, anggota delegasi RI untuk UNESCO, mengharapkan, pengajuan nominasi ke UNESCO dapat terus dilakukan. "Hal ini akan memperkuat semangat dan kesadaran generasi penerus untuk melestarikan warisan budayanya," kata Aman.

khuma_putry
15-12-2012, 11:42 AM
JAYAPURA[PAPOS]-Pasangan Barnabas Suebu-Jhon Tabo (Basjon) akan menggungat KPU Provinsi Papua atas Keputusan KPU Provinsi Papua Nomor: 466/P/SET-KPU/XII/2012 tanggal 13 Desember 2012, diamana pasangan Basjon tidak lolos dalam verifikasi karena tidak mencapai 15 perse dukungan partai, pada hal dari cacatan pasangan Basjon, mereka didukung oleh Partai PBR, Partai Kedaulatan, PPRN, PPPI , PAN dan PNI-Marhaenis yang telah memiliki lebih dari 15 persen.

Namun dalam hasil verifikasi oleh KPU Provnsi Papua, pasangan Basjon memiliki kurang dukungan Partai karena beberapa partai yang menudung pasangan ini juga telah mendukung pasangan balon gubernur dan wakil gubernur lain.

Dalam keterangan persnya Barnabas Suebu dan Jhon Tabo yang berlangsung, Jumat (14/12) di Swissbel Hotel Jayapura mengatakan, perjuangan yang panjang dan melelahkan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, tidak sekadar dan tidak semata-mata untuk kepentingan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang sesaat, tetapi justeru untuk menegakkan hukum dan konstitusi, nilai-nilai demokrasi, hak-hak asasi manusia serta hak-hak konstuitusional setiap warga Negara, ternyata belum selesai hingga hari ini dengan diumumkannya hasil verifikasi bakal pasangan calon untuk menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubenurnur Provinsi Papua masa jabatan 2013-2018 oleh KPU Provinsi Papua.

Menurutnya, Keputusan KPU Provinsi Papua Nomor: 466/P/SET-KPU/XII/2012 tanggal 13 Desember 2012, tidak saja merupakan keputusan yang sangat tidak adil, arogan, sewenang-wenang, menginjak-nginjak kebenaran dan keadilan, konstitusi dan/atau semua perundang-undangan yang terkait, tetapi juga semua keputusan Pengadilan atau Mahkamah yang terkait, hak-hak asasi manusia, serta hak-hak konstitusional warga negara RI.

Setelah kami membaca dan meneliti Keputusan KPU tersebut, kami menilai bahwa alasan yang menjadi dasar bagi KPU untuk memutuskan demikian adalah tidak benar dan bertentangan dengan hokum, ujar Barnabas Suebu yang juga didampingi Ketua Tim Koalisi Papua Baru Jili II, Amir Madubun, SH, MH.

Lebih jauh ditegaskan, Keputusan KPU Provinsi Nomor: 466/P/SET-KPU/XII/2012 tanggal 13 Desember 2012 tersebut, dengan sengaja dan terang-terangan melanggar konstitusi, melanggar Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 41/PUU-IX/2011, Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Sengketa Kewenangan Lembaga Negara; Nomor 3/SKLN-X/2012, Keputusan Mahkamah Agung Nomor 18P/HUM/2011 tanggal 10 Mei 2011, Keputusan Mahkamah Agung Nomor 03P/HUM/2012 tanggal 9 Mei 2012, melanggar Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, melanggar Undang-Undang Pemilu, melanggar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2004 tentang Majelis Rakyat Papua, dan melanggar Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2012, melanggar hak-hak asasi manusia serta melanggar hak-hak konstitusional warga Negara Republik Indonesia.

Dengan demikian kata dia, Keputusan KPU Provinsi Papua tersebut, tidak saja merupakan pelanggaran hukum berat, tetapi juga menciderai harkat dan martabat serta kehormatan KPU itu sendiri sebagai lembaga yang netral, tidak memihak, dan wajib menegakkan konstitusi dan semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Oleh karena itu, demi kebenaran, keadilan, dan kepastian hukum, kami akan menempuh jalur hukum menggugat KPU Provinsi Papua pada lembaga peradilan yang berwenang, tegasnya.

Barnabas Suebu sangat menyesalakan Keputusa KPU Provinsi Papua tersebut, namun dia meminta kepada seluruh rakyat Papua, khususnya seluruh jajaran Tim Kampanye, seluruh jajaran partai koalisi pendukung, serta seluruh simpatisan bakal pasangan calon BasJohn dimana saja Anda berada di seluruh pelosok Papua, agar tenang, menahan diri, dan tidak melakukan kegiatan dalam bentuk apapun yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Sekali lagi kami serukan agar bersabar menunggu sampai proses hukum yang ditempuh melalui peradilan selesai dengan adanya keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dia juga menyadari, kalau Keputusan KPU tersebut akan berakibat pelaksanaan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi kian tertunda waktu pelaksanaannya.

Kita percaya bahwa kebenaran tidak akan pernah mati! Kita percaya bahwa kebenaran tidak akan pernah dibunuh oleh siapapun dan dengan kekuatan apapun! Kebenaran yang dikubur sekalipun, pasti akan bangkit dan bersinar kembali pada waktunya!, tegasnya.

Menurutnya pasangan ini akan terus berjuang menempuh jalan damai hanya dengan satu niat untuk sebuah kebenaran. Kita akan terus berjuang sampai kebenaran itu bersinar kembali di Bumi Papua.

khuma_putry
18-12-2012, 06:46 PM
WAMENA (PAPOS)- Menjelang perayaan Natal tanggal 25 yang tinggal beberapa hari lagi, jumlah penumpang yang hendak berangkat ke Jayapura dari Wamena membludak.

Sayangnya beberapa maskapai swasta yang beroperasi melayani masyarakat dengan tujuan Jayapura tidak memadai. Tiket dari maskapai penerbangan itu juga sudah habis dipesan tiga hari sebelumnya.

Akibatnya ratusan penumpang harus menyerbu pesawat Hercules untuk mendapatkan tiket agar bisa sampai ke Jayapura.

Dari pantauan Papua Pos, Senin (17/12) pagi kemarin, terlihat ratusan calon penumpang memadati Apron II Bandara Wamena untuk mendapatkan tiket pesawat Hercules milik TNI-AU menuju Sentani serta Biak.

Salah satu calon penumpang (yang enggan dikorankan namanya) mengatakan ia menggunakan Hercules untuk ke Jayapura dikarenakan penjualan untuk penerbangan komersial sudah penuh semenjak tiga hari lalu.

Pesawat hercules pun menjadi alternafif baginya dan para penumpang lain yang tidak mendapatkan tiket pesawat reguler untuk tujuan Jayapura.

Saya bersyukur karena ada hercules yang masuk ke Wamena, sehingga kami tidak terlalu kewalahan untuk mendapatkan tiket menuju ke Sentani Jayapura, lagian juga harga tiket per penumpang lebih murah sekitar 30 persen dari harga tiket pesawat regular,ungkapnya.

Hingga saat ini untuk pesawat reguler yang melayani penumpang rute Wamena-Jayapura maupun sebaliknya hanya dijalankan oleh Trigana Air saja setelah sebelumnya PT Merpati Nusantara Airlines tidak lagi mengoperasikan pesawatnya. PT Merpati Nusantara Airlines sempat membuka rute Jayapura-Wamena dan sebaliknya ini pada pertengahan November lalu. Sementara itu Manajer PT Trigana Air perwakilan Wamena Michael Bidure menjelaskan saat ini armada yang melayani rute Wamena-Jayapura menggunakan dua pesawat dan hari Rabu ini hanya satu pesawat saja yang melayani Rute Wamena-Jayapura.

Penjualan tiket sudah penuh sampai 24 desember mendatang dikarenakan hari ini (Rabu-red) salah satu pesawat dipakai oleh PT.Freeport dan diperkirakan selama satu minggu. Kami agak kewalahan melayani

penumpang dengan ketersediaan armada yang terbatas saat ini. ucapnya via ponsel.

Menurutnya, dengan kehadiran Hercules sangat membantu proses mobilisasi penumpang ke Jayapura, sehingga pihaknya sangat terbantu dalam mengatasi lonjakan penumpang saat ini yang bisa mencapai 600 sampai 700 penumpang perhariny

khuma_putry
18-12-2012, 06:47 PM
MERAUKE[PAPOS]-Masyarakat di Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke mempersoalkan tentang harga bahan bakar minyak (BBM) terutama bensin yang dijual oleh beberapa pedagang disana, mencapai hingga Rp 20.000/liter.

Padahal, bahan bakar tersebut adalah subsidi dan mestinya tidak dijual dengan harga relatif tinggi.Salah seorang staf Distrik Ngguti, Abrahan Koibur yang ditemui Papua Pos, kemarin menuturkan, BBM tersebut didroping langsung dari Distrik Okaba. Memang disana belum ada agen khusus, namun terdapat beberapa orang yang menjual dengan harga tinggi itu. Akibatnya, masyarakat yang memiliki kendaraan roda dua, berpikir panjang sebelum membeli. Ini kan BBM bersubsidi dan harusnya dijual dengan harga yang ditetapkan, ungkapnya.

Bagi dia, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi sangat pas-pasan, merasakan dampak dari harga BBM yang mencekik leher. Kami sangat mengharapkan adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke untuk melakukan penertiban terhadap harga tersebut. Karena justru masyarakat merasakan dampaknya secara langsung. Banyak orang yang hendak ke kota pun, harus berpikir terlebih dahulu, tegasnya.

Ditanya apakah sejauh ini tidak ada agen yang ada di distrik, Koibur mengaku, agennya ada di Okaba. Mereka melakukan pendropingan ke distrik tersebut dan ada beberapa pedagang yang mengambil dan menjual kembali kepada masyarakat dengan harga tidak sesuai. Ya, saya bersuara agar bisa ada perhatian dari instansi terkait, pintanya.

khuma_putry
22-12-2012, 03:23 PM
KOMPAS.com - Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya, menyatakan pihaknya bersedia melepas pemainnya untuk membela tim nasional jika task force memberi mandat. Hal itu sesuai keputusan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

PSSI memang telah merilis nama 43 pemain yang diproyeksikan memperkuat tim nasional Indonesia di kualifikasi Piala Asia 2015 Australia yang digelar mulai Februari mendatang.

Dari ke-43 pemain tersebut, ada beberapa pemain "Mutiara Hitam" seperti Ricardo Salampessy, Immanuel Wanggai, Boaz Solossa, Patrich Wanggai, Ian Kabes, Ferinando Pahabol, dan Lukas Mandowen.

Namun, sebagaimana yang disampaikan, Ketua Umum PSSI versi KPSI, La Nyalla Mattalitti, pihaknya bersedia melepas pemain Indonesia Super League (ISL) ke tim nasional Indonesia dengan syarat disetujui task force.

"Kami manajemen Persipura tetap berpegang terhadap keputusan KPSI yang akan melepas pemain jika task force mengizinkan kami melepas pemain," kata La Siya saat dihubungi wartawan, Jumat (21/12/2012).

"Kami juga meminta kepada PSSI untuk menerbitkan surat resmi pemanggilan pemain serta surat resmi dari task force untuk melepas pemain," tegasnya.

PSSI telah merencanakan bahwa 43 pemain tersebut akan melakoni pemusatan latihan mulai 4 Januari 2013. Kemungkinan besar pelatnas bakal digelar di Jakarta.

Nilmaizar diharapkan bisa menyiapkan timnya sebaik mungkin mengingat Indonesia harus menghadapi tim-tim raksasa sepak bola Asia, yakni Irak (juara Asia 2007), Arab Saudi (juara Asia tiga kali), dan China di Grup C.

Nantinya, setiap juara dan runner-up grup plus tim peringkat ketiga terbaik di antara lima grup itu akan lolos ke putaran final Piala Asia 2015 yang akan digelar di Australia tahun 2015.

Adapun putaran final Piala Asia 2015 akan digelar di empat kota di Australia, yaitu Melbourne, Brisbane, Sydney, dan Canberra. Terakhir kali Indonesia tampil di Piala Asia yakni tahun 2007 saat menjadi tuan rumah bersama Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Tim Merah Putih gagal lolos ke Piala Asia 2011 Qatar setelah sebelumnya selalu tampil di empat Piala Asia secara beruntun.

khuma_putry
31-12-2012, 11:50 PM
Manokwari, 01-01-2013

menyambut tahun baru 2013 kota manokwari dimeriahkan dengan pesta kembang api. adapaun dipusatkan didepan tokok tengah sebagai distributor kembang api.

selama pergantian tahun baru 2012-2013 situasi kota manokwari aman. dan tempat-tempat vital atau tempat-tempat kumpul masyarakat di jaga oleh aparat kepolisian.

sampe tulisan ini dibuat masyarakat masih membunyikan kembang api.

===============Selamat Tahun Baru 2013==================

khuma_putry
09-01-2013, 10:06 PM
http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/09/1552005-sekda-papua-barat-620X310.jpg
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, M.L Rumadas usai menjalani sidang Vonis di Pengadilan Tipikor Papua Barat, Rabu (9/1/2013). Majelis memvonis Rumadas 1 tahun penjara


MANOKWARI, KOMPAS.com - Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor), Papua Barat, Rabu (9/1/2013) menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Marthen Luther Rumadas.

Vonis bagi terdakwa kasus korupsi dana bagi hasil minyak dan gas bumi senilai Rp 11 miliar tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa dua tahun penjara. Dalam pertimbangan Ketua Majelis Hakim yang dipimpin hakim Tarima Saragih, Rumadas dinyatakan bersalah atas kasus korupsi tersebut.

Fakta hukum selama proses persidangan mengungkap, Rumadas melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Korupsi. Sementara, hal yang memberatkan terdakwa, menurut hakim, dia melakukan tindakan melawan program pemerintah dalam memberantas korupsi. Sedangkan, hal yang meringankan terdakwa adalah ia belum pernah dihukum dan sopan selama dalam persidangan.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa, Demianus Waney, langsung mengajukan banding. Sementara keluarga dan kerabat terdakwa yang tidak puas terhadap putusan tersebut, sempat mengajukan protes di luar persidangan. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, setelah ditengahi oleh kerabat terdakwa lainnya.

Selain itu, di tempat terpisah, terdakwa lainnya mantan Kadispenda Papua Barat, Harun Djitmau yang sebelumnya dituntut enam tahun penjara, dijatuhi vonis tiga tahun penjara, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 7,5 miliar. Atas putusan itu, Harun menyatakan pikir-pikir.

Selama berlangsungnya proses persidangan, terhadap terdakwa korupsi ini, tidak kurang dari dua pleton TNI-AD dan 150 personil dari Mapolres Manokwari bersenjata lengkap berjaga di kantor Pengadilan Negeri Manokwari dan Kejaksaan Negeri Manokwari, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

khuma_putry
15-01-2013, 08:42 PM
http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/15/1209117-banjir-di-depan-barak-pekerja-di-tembagapura-620X310.jpg

TIMIKA, KOMPAS.com -- Seorang anak umur 5 tahun terseret banjir bandang di Tembagapura, Kabupaten Mimika pada Senin (14/1/2013). Sejak kemarin sore hingga kini bocah tersebut belum ditemukan. Upaya pencarian yang dilakukan oleh aparat Polsek Tembagapura bersama warga, belum membuahkan hasil.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, curah hujan yang tinggi di Tembagapura dan sekitarnya mengakibatkan 2 sungai yang melalui Kota Tembagapura menjebol tanggul sungai dan menggenangi sejumlah fasilitas perkantoran, rumah sakit dan barak pekerja. Luapan air sungai yang membawa material batu dan pasir, juga mengakibatkan jalan tanah berbatu dan pipa air minum di Kota Tembagapura rusak berat.

Bahkan, menurut informasi yang dihimpun Kompas.com, pasien Rumah Sakit Tembagapura harus dipindahkan ke Sport Hall karena rumah sakit tergenang air.

Kepala Polisi Sektor Tembagapura, AKP Sudirman, yang dihubungi melalui ponselnya menyatakan bahwa saat ini pihak perusahaan sedang berusaha memperbaiki fasilitas jalan tanah berbatu dan memperbaiki pipa air minum yang rusak berat.

Sementara itu, aktivitas pelayanan kesehatan terpaksa dipindahkan ke Sport Hall karena bangunan Rumah Sakit Tembagapura masih tergenang air. Menurut AKP Sudirman, pihaknya saat ini sedang berupaya mencari seorang anak 5 tahun yang terseret air. Anak naas ini adalah warga Kampung Banti yang membangun pemukiman liar dekat sungai di Tembagapura.

Sudirman menyayangkan kejadian ini karena pihaknya sudah beberapa kali mengimbau warga untuk tidak membangun permukiman di dekat sungai karena sangat riskan terhadap ancaman banjir dan longsor, terlebih saat curah hujan yang tinggi.

Tembagapura adalah kota yang terletak diketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut dan berjarak sekitar 70 km dari Kota Timika. Kota ini menjadi pusat permukiman dan perkantoran bagi pekerja tambang emas dan tembaga PT. Freeport Indonesia.

khuma_putry
15-01-2013, 08:58 PM
JAKARTA, KOMPAS.com Persipura Jayapura dan PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali melanjutkan kerja sama dengan penandatanganan MoU yang berlangsung di Kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Selasa (15/1/2013). Kerja sama ini akan berjalan selama dua tahun ke depan untuk musim Indonesia Super League (ISL) musim 2013 dan 2014.

Sebelumnya, Persipura dan PTFI telah memulai kerja sama pada April tahun lalu. "Di antara sekian banyak kegiatan PTFI, Persipura menjadi salah satu yang penting untuk kami. Pada April tahun lalu, ada penandatanganan MoU untuk satu tahun. Pada Januari ini, kami berkomitmen bekerja sama lagi dengan Persipura dalam dua tahun," jelas Presiden Direktur PTFI, Rozik B Soecipto.

"Persipura menjadi pilihan pertama kerja sama kami dalam bidang olahraga. Kami ingin membina pemain-pemain muda di seluruh Papua, tak hanya di Persipura," lanjutnya.

Sementara itu, kubu Mutiara Hitam yang diwakili Ketua Umum Drs Benhur Tomi Mano menyambut gembira kerja sama lanjutan dengan PTFI. "Semua orang Papua menangis, karena Freeport mau membantu Persipura. Banyak orang bersukacita dengan masuknya Freeport ke Persipura. Tidak ada lagi demo di Freeport, karena mereka mau bekerja sama dengan Persipura," kata Benhur.

"Kami bersyukur ada kerja sama ini. Satu musim kompetisi ini, kami harus menghabiskan dana Rp 23 miliar. Meski dana dari Freeport tak banyak, namun kami tetap berterima kasih dengan kerja sama ini," tutup Benhur.

FAJRATSYAH
13-03-2013, 07:42 AM
JAKARTA [PAPOS] Mahkamah Konstitusi (MK) menguatkan kemenangan pasangan pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal
dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua setelah menolak permohonan yang diajukan lima pasangan calon gubernur
dan dua pasangan bakal calon gubernur.

Mahkamah Konstitusi di Jakarta dalam persidangan sengketa Pilgub pada Senin malam (11/3) memutuskan
memenangkan termohon KPU Papua yang menetapkan Lukas Enembe-Klemen Tinal sebagai gubernur/wakil gubernur terpilih.

Putusan MK dalam sidang secara maraton terhadap empat kasus gugatan yakni kasus nomor 14
dengan pemohon Habel Melkias Suwae-Yop Kogoya, nomor 15 dengan pemohon pasangan MR Kambu-Blasius Pakage,
kasus nomor 16 dengan pemohon pasangan Alek Hesegem-Marthen Kayoi, Welington Wenda-Weynand Watori
dan Noak Nawipa-Jhon Wob, serta kasus nomor 17 dengan pemohon Bas Suebu-Jhon Tabo dan
Jhon Karubaba-Willy Magay, menolak semua gugatan para pemohon.

Dengan ditolaknya gugatan para pemohon maka MK memenangkan termohon yakni KPU Papua
dan pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal yang dalam pleno KPU Papua tgl 13 Pebruari ditetapkan
sebagai pemenang dalam pilkada Papua dengan meraih 52 persen suara atau sekitar 1,1 juta suara.

Ketua MK Mahfud MD dalam salah satu amar putusannya yakni dalam kasus nomor 14 dengan tergugat
Habel Melkias Suwae-Yop Kogoya menolak permohonan para pemohon karena tidak terbukti dan tidak beralasan hukum.

Menurut mahkamah, pemohon tidak dapat memberikan bukti yang meyakinkan bahwa pelanggaran yang dilaporkan itu
terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif yang secara signifikan mempengaruhi perolehan suara suara pihak terkait.

Sedangkan pasangan bakal calon Barnabas Suebu-John Tabo dan pasangan bakal calon John Janes Karubaba-Willy Bradus Magay
menilai KPU memberlakukan tidak adil karena tidak meloloskan kedua pasangan ini mengikuti Pilgub Papua.

Dalam Pilgub Papua diikuti oleh enam pasangan calon, dimana total suara sah dari 28 kabupaten/kota di Papua mencapai 2.713.465 suara.
Pilgub Papua ini dimenangkan oleh pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal setelah memperoleh 1.199.657 suara atau 52 persen.

Sementara pasangan lainnya, yakni pasangan Habel Melkias Suawe-Yop Kogoya meraih 415.382 suara (18 persen),
pasangan MR Kambu-Blasius Pakage mendapat 301.349 (13 persen), pasangan Noahk Nawipa-Yohanes Wop mendapat 178.830 suara (8 persen),
pasangan Welington Wenda-Wenan Watori sengan 153.453 suara (7 persen) dan pasangan Alex Hasegem-Marten Kayoi hanya mendapat 72.120 suara (3 persen).
Sidang putusan sengketa pilkada Papua yang digelar secara maraton itu dihadiri delapan dari sembilan hakim konstitusi.

Ketua KPU Papua Benny Sweny seusai sidang mengatakan, dengan adanya keputusan MK maka pihaknya akan segera
melakukan pleno untuk mengusulkan ke DPRP Papua guna melanjutkan proses selanjutnya yakni pelantikan gubernur/wakil gubernur terpilih.

"Kami akan segera melakukan pleno guna menetapkan dan mengajukan nama gubernur/wagub terpilih
untuk diproses lebih lanjut oleh DPRP Papua," kata Ketua KPU Papua Benny Sweny.
Informasi yang dihimpun, rencana pelantikan pasangan yang menang Pilgub Papua ini,
akan dilaksanakan tanggal 9 April 2013 mendatang.

Kamtibmas Terkendali
Situasi kamtibmas menjelang putusan Mahkamah Konstitusi tentang pilkada Papua yang dijadwalkan Senin (11/3) pukul 19.00 WIB, aman dan terkendali.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Gede Sumerta yang dihubungi ANTARA melalui telepon selularnya,
mengatakan, hingga saat situasi kamtibmas di Papua masih aman dan terkendali. "Belum ada laporan menonjol dari polres-polres," kata Kombes I Gede Gede.
Menurutnya, walaupun demikian anggota tetap bersiaga guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Anggota tetap siaga dan melakukan patroli seperti biasanya, jelas Kombes Gede Sumerta seraya berharap situasi yang kondusif dapat tetap terpelihara dan terjaga.
Ditambahkan, khusus untuk Polres Kota Jayapura dilaporkan saat ini anggota bersiaga guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Sedang polres lainnya belum ada laporan apakah menggelar siaga atau tidak.

FAJRATSYAH
15-03-2013, 06:45 AM
MERAUKE [PAPOS]- Penjabat Gubernur Papua, Drh. Constant Karma mendesak kepada para Bupati maupun Walikota se-Papua, untuk mencabut izin bagi para investor yang tak mampu memberi hasil bagi daerah dan masyarakat, dan memberikan kepada investor lain yang ingin bekerja dengan serius.

Berkaitan dengan investasi terutama dalam era otonomi serta globalisasi saat ini, kabupaten/kota bahkan provinsi maupun negara, saling bersaing dalam menarik investasi, karena semua pihak menyadari bahwa pembangunan tidak akan cukup hanya dengan mengandalkan anggaran pemerintah, ujar Constant Karma dihadapan para peserta Rakerda Bupati/Walikota di Swissbell Hotel Merauke, Kamis (14/3) kemarin.

Menurutnya, pembangunan memerlukan partisipasi pihak swasta yang memiliki modal dan teknologi yang akan membuka kesempatan kerja, peluang usaha, menggerakan perekonomian maupun meningkatkan pendapatan pemerintah.

Faktor kunci yang menentukan keberhasilan menarik investasi adalah selain tersedianya data potensi, juga penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu atau disingkat PTSP. Di mana, lembaga ini yang menangani seluruh perijinan sekaligus merupakan bentuk nyata peningkatan pelayanan pemerintah kepada publik.

Lebih lanjut Constant Karma mengungkapkan, berkaitan dengan pembentukan daerah otonom baru di Provinsi Papua hingga tahun 2012, tercatat 20 usulan aspirasi yang belum ditindaklanjuti. Hal itu disebabkan, belum dipenuhinya sejumlah persyaratan sebagaimana diamanatkan dalam pasa 5 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 yakni menyangkut persyaratan administrasi teknis maupun fisik ke wilayahan.

Ditegaskan, aspirasi serta desakan pembentukan daerah otonom baru sering kali merupakan akumulasi dari perkembangan politik yang begitu cepat diresponi masyarakat.

Hanya saja, kurang memikirkan dengan cermat dampak jangka panjang dari aspirasi politik itu sendiri. Dengan demikian, tidak jarang jika perhatian masyarakat kepada aktivitas politik dan kurang memperhatikan pembangunan ekonomi yang sesungguhnya menjanjikan suatu masa depan lebih baik, terangnya. [frans]

FAJRATSYAH
18-03-2013, 07:01 AM
JAYAPURATernyata banjir di depan Kantor Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, sejak Sabtu (16/3) sekitar pukul 17.00 hingga Minggu (17/3) sekitar pukul 17.00 WIT menyebabkan jalur Entrop-Skyline macet selama 24 jam. Bahkan pada Sabtu (16/3) sekitar pukul 20.00 hingga Minggu dini hari tak ada aktivitas lalu-lintas.

Hal ini disampaikan seorang warga yang dijumpai di lokasi, Mohamad Reza, banjir setinggi lutut menutup sebagian marka jalan di depan Kantor Kelurahan Entrop, Distrik. Akibatnya, ratusan kendaran roda dua maupun empat dari Entrop menuju Skyline (PP) terjebak kemacetan. Beberapa kendaraan roda dua terpaksa ditanduh warga setempat dengan imbalan sejumlah uang. Walaupun sejumlah anggota Polsek Jayapura Selatan, Anggota TNI datang membantu, tapi beberapa kendaraan nekat menerobos lokasi banjir. Tapi peduli mogok.

Sejumlah penumpang Angkota dari Merpati menuju Terminal Entrop, terpaksa mengelus dada, lantaran tak ada Angkota yang melayani penumpang. Wartawan Bintang Papua terpaksa merogoh kocek Rp 30.000 ketika menumpang ojek dari Abepura menuju Terminal Entrop.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Alfred Papare, SIK ketika dikonfirmasi Minggu (17/3) menandaskan, guna mengantisipasi curah hujan yang tinggi melanda Kota Jayapura akhir-akhir ini, lantaran kondisi cuaca yang ekstrim seperti ini pihaknya meningkatkan patroli serta menyiagakan anggota Polres dan jajaran untuk membantu apabila terjadi bencana alam banjir maupun tanah longsor dan lain-lain.
Ditanya lokasi-lokasi bencana alam di wilayah Kota Jayapura, tukas dia, tanah longsor praktis diseluruh wilayah Jayapura Utara, banjir wilayah Jayapura Selatan, Abepura dan Muara Tami. Sebenarnya masyarakat sudah sadar kalau lokasi rumahnya. Hanya saja, ketika bencana alam tanah longsor ketiga korban lengah karena sudah tidur pada pukul 10.00 WIT.

sumber : http://www.bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/2676-banjir-entrop-macet-24-jam

FAJRATSYAH
18-03-2013, 07:09 AM
MANOKWARI - Beberapa pintuh Puskesmas Wosi yang beralamat di Jalan Esau sesa Sabtu pagi (16/3) lalu dipalang oleh sekelompok orang yang menuntut ganti rugi, pemalangan dilakukan mengunkan bambu dan papan yang di paku di pituh masuk kantur tersebut dan beberapa pintuh yang lain. Sesuai patauan Bintang Papua sabtu (16/3) pemalangan Puskesmas sampai dengan berita ini diturunkan aksi ini mengakibatkan aktifitas puskesmas terpaksa terhenti dan tidak ada petugas puskesmas yang di temukan pada saat itu.

Pemalangan ini di lakukan oleh Maikel pemilik hak wilyat dengan tuntutan pembayaran sebesar Rp. 100 juta yang harus di selesaikan hari Senin (17/3) hari ini.
jika tuntutan tersebut tidak terpenuhi maka pelang juga tidak bisa di buka,ujarnya saat di temui koran ini Minggu (17/3) kemarin.
Salah satu warga masyarakat yang merasa terganggu akibat pemalangan itu mengatakan akibat pemalangan Puskesmas Wosi banyak warga yang akan berobat terpaksa pulang, kalau hal ini tidak cepat di atasi maka akan terjadi penumpunan pasien di Puskesmas sanggeng dan rumah sakit umum Manokwari.

Puskesmas Wosi merupakan tepat pelayanan kesehatan untuk wilaya Wosi kalau dipalang seperti ini kami akan kewalahan, ujar lastri warga kampung jawa yang di temui Bintang Papua di Puskesmas, sembari berharap pemeritah secepatnya menagani masalah ini. Lastrik menambahkan dirinya cuma memiliki kartu sehat yang bisa di layani di Poskesmas Wosi bukan di Puskesmas Sanggeng hal ini yang mambuat dirinya merasa was-was kalau pemalangan ini tidak cepat di atasi maka dirinya terpaksa harus berobat ke rumah sakit umum. saya tidak terdaftar di Puskesmas Sanggeng, kalau sakit semakin parah karena tidak bisa ditangani di Puskesmas Wosi, terpaksa saya harus ke Rumah Sakit, biaya akan semakin besar, jelasnya. (sera/achi/l03)

SUMBER : http://www.bintangpapua.com/index.php/lain-lain/papua/papua-barat/item/2683-puskesmas-wosi-dipalang

FAJRATSYAH
22-03-2013, 07:11 AM
JAYAPURA [PAPOS] Sebanyak 1 juta liter Bahan Bakar Minyak[BBM] jenis Solar illegal berhasil disita Kepolisian Polda Papua di Pelabuhan Sorong Kota, Papua Barat, Kamis (21/3) pagi. Penyitaan ini langsung dipimpin oleh AKBP Mulyadi dari bidang Propam dibantu Tim Subdit Tipiter dari Direktorat Reskrimsus Polda Papua didampingi Bid Propam Polda Papua. Temuan BBM illegal tersebut diduga milik PT. Seno Adhi Wijaya milik seorang pengusaha berinisial JL. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya, membenarkan adanya BBM jenis Solar yang diduga ilegal diamankan oleh tim dari Polda Papua. Ada 1 Juta Liter Solar yang saat ini telah berhasil disita di Pelabuhan Sorong kota, ungkapnya, Kamis (21/3).
I Gede menjelaskan, BBM jenis Solar ini, diangkut oleh 3 kapal yang diduga milik PT. SAW, perusahaan yang bergerak di bidang APMS terapung sebagai penyuplai untuk kapal atau PLN setempat. Awalnya kasus ini mulai mencuat ketika pihaknyaya mendapat informasi dari masyarakat, yang menemukan sebuah perusahaan yang bergerak sebagai penyuplai BBM di perairan Sorong. Padahal ijin usahanya sudah dicabut November 2012 lalu sehingga timbul pertanyaan dari mana diperolehnya BBM tersebut. Terkait kasus ini, pihaknya telah menindaklanjuti dengan membentuk tim sesuai petunjuk dari Kapolda, untuk melakukan penyelidikan. Ternyata dari hasil koordinasi dengan pihak Depot Pertamina Sorong diketahui bahwa sejak Desember 2012 PT. Pertamina sudah tidak melayani PT. SAW. Menurutnya, dari penyelidikan yang berlangsung selama 4 hari, tim berhasil menemukan 3 unit kapal. Di antaranya 1 kapal LCT yang bermuatan 300 ribu liter BBM, 1 kapal Sentosa yang bermuatan 400 ribu liter dan 1 kapal lainnya dijadikan sebagai bunker terapung yang bermuatan 300 ribu liter.
Kini kapal itu sudah berstatus penyitaan sedangkan pemilik perusahaan akan kami panggil untuk dimintai keterangan tentang dari mana asal mula solar itu diperoleh dan akan dibawa kemana. Hal itu masih sementara kami didalami, tegasnya. Lanjut, I Gede, dari informasi yang berhasil diperoleh dapat bahwa BBM ini diduga dikumpul dari BBM bersubsidi yang diduga didapat dari hasil penyulingan di kapal-kapal kecil yang berlayar di Pelabuhan Sorong. Jadi bersangkutan diduga mengumpulkan BBM tersebut lalu kemudian dijual kepada kapal-kapal asing atau kepada penyuplai atau pengusaha yang membutuhkannya. Untuk melancarkan aksinya, mereka masih menggunakan logo resmi PT. Pertamina Persero, padahal Pertamina sudah memutus kerjasama dengan perusahaan tersebut, tuturnya.
Sedangkan sanksi hukum yang akan diberikan kepada pemilik perusahaan, tegas I Gede, masih di dalami. Apakah dia akan dikenakan Undang-Undang Migas atau KUHP sesuai dengan pasal 480 tentang penadahan. Kalau dia mendapatkan Solar dari subsidi, tentu dia melanggar UU Migas. Namun kalau dia mengumpulkan BBM dari hasil penyulingan, maka kami akan langsung menjadikannya tersangka atas kasus penadahan, lanjut I Gede. Dalam waktu dekat ini, pengusaha itu akan dipanggil untuk diperiksa.
Sementara itu, Kabid Propam Polda Papua, Kombes Pol Usman Heri Purwono mengungkapkan, mengapa anggota dari Bid Provam harus ikut dalam tim ini, dikarenakan untuk memback-up Reskrimsus dalam penyelidikan. Diduga bersangkutan sudah lama beroperasi sebagai pengusaha ilegal. Kami benar-benar akan menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam memback-up usahanya. Karena bisa saja anggota kami yang ikut terlibat, namun hingga saat ini kami belum menemukannya. Kami juga akan berkoordinasi dengan Polres Sorong Kota, katanya. Kabid Propam menegaskan, apabila menemukan adanya anggota yang terlibat, maka pihaknya tidak segan-segan untuk memprosesnya ke jalur hukum, sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya. Bisa disiplin, bisa juga kode etik.
Karena memang kami mendengar informasi oknum-oknum yang terlibat. Adanya informasi itu, kami menggandeng Reskrimsus untuk melakukan penyelidikan. Sebab dalam kasus ini, Reskrimsuslah yang melakukan penindakan, kami hanya sebatas memantau keterlibatan oknum-oknum, tukasnya. [tom]

SUMBER : http://www.papuapos.com/index.php/utama/item/1652-1-juta-liter-bbm-solar-ilegal-disita-polda-papua

khuma_putry
30-04-2013, 04:52 PM
Pelatih Persipuara Jayapura, Jacksen F Tiago, menyatakan tidak akan berbelanja pemain saat bursa transfer dibuka pada 3 Mei mendatang. Jacksen mengaku optimistis, skuad yang ada saat ini sudah cukup kompetitif untuk meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2012-2013.

"Kami sudah cukup memiliki pemain," jelas Jacksen melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (29/4/2013).

Mutiara Hitam cukup aktif dalam bursa transfer pada awal musim dengan mendatangkan Ruben Sanadi, Otavia Dutra, Ferinando Pahabol, Patrich Wanggai, Lim Jun Sik, Nelson Alom, Ricky Kayame, Fandry Imbiri, Nur Affandi, dan Victor Numberi. Perubahan tersebut berdampak positif setelah Persipura tampil sebagai juara paruh musim. Hingga pekan ke-16, Persipura kokoh di puncak klasemen dengan mengoleksi 40 poin, unggul enam poin dari pesaing terdekatnya, Arema Indonesia. Persipura masih memiliki kesempatan memperlebar jarak dari Arema saat menjamu Singo Edan pada pertai terakhir di Stadion Mandala, Rabu (2/5/2013).

Selama putaran pertama, Persipura satu-satunya tim yang belum terkalahkan dengan mencatat 12 kemenangan dan empat hasil imbang. Produktivitas Persipura juga luar biasa dengan rekor memasukkan sebanyak 37 gol dan hanya kemasukkan lima gol

Meski begitu, Jacksen menilai masih perlu melakukan pembenahan terhadap timnya agar bisa mempertahankan posisi di puncak klasemen hingga akhir musim. Rencanya, Jacksen akan menggelar pemusatan latihan tim di Batu, Malang, pada 5 Mei mendatang.

"Kami akan melakukan pemusatan latihan sampai pertandingan melawan Arema di Kanjuruhan pada 12 Mei. Pemusatan latihan ini penting untuk persiapan menjelang putaran kedua. Sebagus apa pun sebuah tim pasti ada kekurangan yang harus dibenahi," tutur pelatih berkebangsaan Brasil itu.


Sumber (http://bola.kompas.com/read/2013/04/30/05224552/Persipura.Stop.Belanja)

khuma_putry
30-04-2013, 05:12 PM
manokwari. tanggal 29 april kemarin merupakan tanggal yang sangat bersejarah bagi Provinsi Papua Barat.

karena tanggal 29 kemarin merupakan peresmian plat nomor dari DS ke PB.

Hal ini merupakan konsekuensi logis dari pemekaran wilayah Papua menjadi dua daerah, yakni Papua dan Papua Barat. Penggunaan plat PB ini ditandai dengan penyerahan plat nomor kendaraan PB dari Kakorlantas Irjen Pol. Drs Pudji Hartanto,MM kepada Gubernur Papua Barat, Abraham Octavian Atururi dan disaksikan oleh Kapolda Papua Irjen Pol. M. Tito.

Dalam acara itu juga ditandai dengan dimulainya Samsat Online di wilayah Papua Barat yang meliputi 10 Kabupaten dan 2 Kotamadya yang meliputi:

1. Manokwari,
2. Teluk Bintuni,
3. Wondama,
4. Sorong,
5. Sorong Kota,
6. Raja Ampat,
7. Sorong Selatan,
8. Fak Fak,
9. Kaimana,
10. Manokwari Selatan,
11. Pegunungan Arfak, dan
12. Tambraw.


****Kitorang mesti bangga karena kitorang su punya Plat Nomor Kendaraan Sendiri******

khuma_putry
30-04-2013, 05:30 PM
TIMIKA, KOMPAS.com - Aparat TNI-Polri se-Kabupaten Mimika menggelar apel siaga yang di gedung Eme Neme Yauware, Senin (29/4/2013) sore untuk mengantisipasi kerawanan menjelang 1 Mei. Namun 1 Mei di Papu rupanya bukan peringatan hari Buruh Internasional, tetapi hari bergabungnya Papu ke Indonesia.

Apel siaga yang dipimpin Kepala Kepolisian Resor Mimika AKBP Jermias Rontini diikuti personel dari Polres Mimika, Brimob Detasemen B Polda Papua, Kodim 1710 Mimika, dan Kesatuan TNI angkatan Darat, Laut dan Udara, serta petugas Pemadam Kebakaran Mimika dan Basarnas Mimika.

Seusai melaksanakan apel siaga, semua kesatuan TNI-Polri dengan menggunakan truk ditambah 2 Panser dari Denkav 3 melakukan pawai melalui jalan-jalan utama mengelilingi Kota Timika.

Kapolres Mimika AKBP Jermias Rontini menjelaskan, untuk pengamanan jelang 1 Mei, sebanyak 300-an personel Polri dibantu 100 personel gabungan TNI akan disiagakan mengantisipasi kemungkinan kerawanan yang timbul. Lebih lanjut, menurut Rontini, personel ini nantinya akan disebar di 7 titik rawan di Kota Timika dan sekitarnya, selain melakukan razia dan patroli rutin.

Terkait banyaknya isu negatif jelang 1 Mei, Rontini meminta warga Kota Timika untuk tidak terprovokasi dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.

"Mari masyarakat saya ajak untuk berpikir dewasa, apa manfaat yang kita lakukan di luar satu Mei, ya anggaplah sebagai hari biasa. Tapi jika menganggap sebagai hari bersejarah ambil dari sisi positif. Saya minta masyarakat tidak terprovokasi isu-isu dan tetap beraktivitas seperti biasa," jelasnya.

Tanggal 1 Mei yang diperingati sebagai hari bergabungnya Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun oleh sebagian orang di Papua justru menganggap sebagai hari Aneksasi (pengambilan paksa wilayah) Papua oleh Pemerintah Republik Indonesia. Tak heran setiap kali menjelang 1 Mei, dilakukan pengamanan khusus mengantisipasi gangguan keamanan dan pengibaran bendera Bintang Kejora.

khuma_putry
04-05-2013, 05:20 PM
SORONG –Seorang nelayan asal pulau Ram Kota Sorong, tewas de*ngan luka tembakan di punggung atas bagian kanan. Korban, La Bila (17) menghembuskan nafas terakhir*nya saat dalam perjalanan pulang usai menangkap ikan di perairan Kofiau Kabupaten Raja Ampat. Nyawa korban tak tertolong lagi akibat terkena timah panas yang dihamburkan kelompok penyerang yang belum dike*tahui identitasnya, mengenai pung*gungnya. Jenazah korban sempat dilarikan ke RSUD Sorong guna divisum demi kepentingan penyelidikan.
Kejadian penembakan yang dialami korban, terjadi di perairan Kofiau Kabupaten Raja Ampat, Jumat (3/5) sekira pukul 14.00 WIT. Jenasah korban dievakuasi temannya ke Sorong dengan menggunakan pe*rahu longboat yang digunakan untuk mencari ikan, dan tiba sekira pukul 21.00 WIT, semalam. Setibanya di dermaga Lido Kampung Baru, jenazah korban dijemput sanak saudara untuk dibawa ke RSUD Sorong, selanjutnya dibawa ke kamar mayat RSUD guna dilakukan proses visum dan otopsi. Sementara itu, saksi yang mengetahui kejadian penembakan tersebut, langsung dimintai keterangannya di Polsek Kawasan Pelabuhan.
Pantauan Koran ini, Kapolres Sorong Kota, AKBP Gatot Aris Purbaya,S.IK, tampak terjun langsung ke dermaga Lido bersama-sama keluarga menjemput jenasah. Kapolres didampingi Kabag Ops, Kompol Slamet Haryono,SH dan Kasat Polair Iptu, Berisky P. Gama Putra, mengawal kendaraan yang membawa jenasah. Setibanya jenasah di kamar mayat RSUD Sorong, Kapolres langsung mengajak saksi-saksi ke Polsek Kawasan Pelabuhan sekaligus untuk dimintai keterangannya. Kejadian tewasnya nelayan asal pulau Raam tersebut cepat menyebar dan membuat banyak warga mendatangi RSUD Sorong untuk memastikannya. Terlihat Ketua KKST, Wa Ode Nurhaya Umar juga langsung turun ke RSUD Sorong menemui warganya.
Ditemui Koran ini, AKBP Gatot Aris Purbaya,S.IK membenarkan adanya jenasah nelayan pulau Raam yang mengalami luka tembak di bagian punggung yang dibawa ke RSUD Sorong. Kejadian tewasnya korban tersebut masih dalam proses penyelidikan pihaknya dengan memintai keterangan saksi-saksi yang tak lain teman korban mencari ikan di perairan Kofiau Raja Ampat. “Sementara kita sedang memintai keterangan saksi-saksi untuk mengungkap kasus ini. Menurut pengakuan saksi, kejadian itu (Penembakan) pada saat mereka sedang dalam perjalanan pulang, dan dari arah belakang muncul speed yang langsung mengeluarkan tembakan dan mengenai satu orang (Korban,red) di bagian punggung. Mengenai siapa pelakunya, kita masih coba mendalaminya,” tutur Kapolres yang ditemui koran ini, semalam.
Dikatakannya, dari keterangan saksi, kronologis kejadian itu bermula saat korban bersama enam temannya dalam perjalanan pulang usai mencari ikan. Longboat yang saat itu berada di muara pulau Kofiau, tiba-tiba dikejar speed yang diduga mengangkut lima orang, satu diantaranya membawa senjata api. Longboat yang ditumpangi korban dan teman-temannya dihujani tembakan sekitar tujuh kali. Satu tembakan menenai korban yang saat itu bertindak sebagai motoris atau driver longboat dua mesin tersebut. Korban yang mengalami luka tembak di bagian punggung atas pun tewas. Usai menghujani tembakan, speed penyerang tersebut langsung memutar arah meninggalkan longboat yang ditumpangi korban bersama saksi-saksi. Saksi pun langsung melanjutkan perjalanan pulang dengan satu teman mereka yang sudah tidak bernyawa.
Pengakuan saksi-saksi yang dimintai keterangannya di ruang Polsek Kawasan Pelabuhan, bermula pada Rabu (1/5) sekira pukul 02.00 WIT, saksi La Aru (35) bersama enam orang lainnya termasuk korban, turun berlayar untuk mencari ikan dengan cara menggunakan bom ikan. Tujuan ketujuh nelayan pulau Raam ini yakni ke perairan pulau Kofiau. Sesampainya di perairan Kofiau, mereka langsung bekerja melakukan penangkapan ikan pada Kamis (2/5) sore hari hingga Jumat (3/5) siang setelah mengumpulkan hasil pencarian dan setelah menyelesaikan makan siang, para nelayan ini berniat pulang membawa hasil tangkapan. Naas, saat keluar dari perairan pulau Kofiau dan tiba di muara Kofiau, dari arah belakang muncul speed yang mengejar mere*ka. Dari jarak beberapa puluh meter dari atas speed yang diduga mengangkut sekitar lima orang satu diantaranya dilengkapi senjata, mengeluarkan tembakan. Saksi mendengar seekitar tujuh kali bunyi tembakan dan satu tembakan diantaranya yakni pada tembakan terakhir, mengenai punggung korban. “Sementara kita belum mengetahui secara pasti identitas pelakunya. Kita sedang lakukan penyelidikan dan mendalami kasusnya, masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi,” terang Kapolres. Pa
ntauan Koran ini, enam saksi yang tak lain rekan korban, semalam masih menjalani pemeriksaan penyi*dik kepolisian Polsek Kawasan Pelabuhan Sorong.


Source : http://www.radartimika.com

khuma_putry
04-05-2013, 05:38 PM
SORONG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie mengaku prihatin dan sedih, karena di tengah kesukacitaan merayakan tahun emas Irian Barat kembali ke NKRI, terjadi masalah yang berujung tewasnya dua warga Aimas. Karena itu, pihaknya di DPRD Papua Barat, mendesak Komnas HAM untuk mengusut tuntas kasus penembakan ini. ”Bukan karena saya mendukung gerakan Papua Merdeka, NKRI sudah pilihan dan idiologi saya. Tapi pendekatan kemanusiaan, cara- cara seperti ini jauh lebih kejam dari Belanda yang kita bilang colonial. Siapa sih pelaku pejuang kemerdekaan Indonesia yang pernah diberondong dengan senjata di depan kayak begitu terkecuali di medan perang. Apakah kemarin mereka sedang mengangkat senjata berperang, karena saya tidak melihat adanya senjata dan saya sudah datang melihat langsung ke TKP,” kata Jimmy Ijie kepada wartawan usai mengunjungi dua korban penembakan yang masih dirawat di RSUD Sele Besolu, Jumat (3/5) kemarin.
Pihaknya lanjut Jimmy, merasa curiga dengan baju yang dikenakan dua orang korban yang meninggal, seolah-olah ada yang memasok atau memberikan pakaian dengan pangkat yang lengkap, dan pakaian yang dikenakan tersebut sama dengan pakaian uniform TNI. Kedatangan Wakil Ketua DPRD Papua Barat ke RS Sele Besolu ini untuk membantu keluarga korban yang terkena musibah dalam kejadian di Aimas. “Apa beda kalau kita membantu mereka, saya minta aparat penegak hukum baik polisi maupun TNI, untuk tidak melakukan sweeping. Mari ajak mereka berdialog, mulai dengan dialog kecil-kecil di kota Sorong. Kalau itu berhasil, maka akan melangkah kepada dialog yang lebih besar dan sampai tingkat internasional,” tukas Jimmy.
Sementara itu, Ketua tim dokter yang menangani korban penembakan, dr. Kennedy Ginting S.pB menjelaskan, keadaan korban stabil setelah operasi dan tinggal menunggu pemulihan. “Yang terkena adalah usus halus dan kita sudah sambung, mudahan-mudahan cepat sembuh. Kalau kita lihat penembakan terhadap korban di perut sekali dan di paha sekali serta di tangan. Ini berbeda, hasil kourpal yang kita lihat, itu pelurunya akan tetapi pelurunya pecah,” terangnya. dr Kennedy menjelaskan, luka yang diderita korban disebabkan oleh benda tajam atau timah. “Kita baru angkat dari perut korban, kalau sudah bagus kita akan lakukan operasi kedua di paha sama tangan. Yang masuk ke sini ada 2 orang, satu orang ibu dan satu orang anak. Nah untuk anak kecil ini sebentar kita akan operasi kakinya, karena kakinya patah,” terangnya lagi.
Sementara itu, penyelidikan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui dengan pasti kejadian bentrokan antar warga dengan aparat gabungan pada Senin (30/4) malam di Aimas yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, hingga kini belum bisa dilakukan tim investitas Polda Papua yang dipimpin Wakapolda, Brigjen Pol.Drs.Paulus Waterpauw. Sebagaimana diketahui, bentrok massa dengan aparat TNI/Polri yang saat itu berpatroli dalam rangka pengamanan perayaan tahun emas integrasi Irian Barat kembali ke NKRI, mengakibatkan dua orang, Abner M (22) dan Thomas B (28) meninggal dunia, sementara Salomia K, Herman L dan Amberias S menderita luka akibat bentrok tersebut. Dari pihak aparat keamanan, seorang anggota TNI atas nama Pelda Sultoni, mengalami luka serius di bagian kepala. Bentrok ini juga mengakibatkan beberapa kendaraan yang digunakan aparat berpatroli, mengalami kerusakan.
Tim investigas Polda Papua yang dipimpin langsung Wakapolda, Brigjen Pol.Drs Paulus Waterpauw, didampingi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum dan Kabid Propam Polda Papua, hingga berita ini dilansir, belum bisa melakukan olah TKP dikarenakan adanya penolakan dari kelompok massa. Karena belum dilakukannya olah TKP, informasi yang beredar di kalangan masyarakat terkait kejadian tersebut masih simpang siur dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kapolres Sorong, AKBP E. Zul*pan,S.IK menjelaskan, diutusnya Wakapolda ke Kabupaten Sorong untuk melakukan investigasi guna mencari tahu permasalahan yang terjadi, namun hingga kini tim investigasi belum bisa melakukan olah TKP karena adanya penolakan dari kelompok massa. “Kita tidak tahu apa alasan penolakan tersebut, padahal Tim investigasi dikirim untuk membuat permasalahan jadi terang. Bagaimana kita bisa menerapkan hukum kalau penyelidikan yang akan kita lakukan mendapat penolakan? Kalaupun ada korban, kan harus dilakukan outopsi untuk mencari tahu penyebabnya,” kata Kapolres Sorong yang ditemui wartawan di ruang kerjanya.
Ditemui saat bersama Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH,M.Si, Kapolres menjelaskan, awal mula kejadian berawal saat patroli gabungan TNI/Polri sedang melakukan patroli untuk mengetahui situasi dan kondisi wilayah, dan tiba-tiba patroli gabungan tersebut yang dipimpin Wakapolres Sorong Kompol Yudhi Pinem, dicegat oleh ratusan massa dan secara tiba-tiba menyerang sehingga memaksa pasukan gabungan yang berpatroli mundur, tapi terus diserang hingga mengakibatkan satu anggota TNI mengalami luka serius di bagian kepala, diduga akibat terkena bacokan senjata tajam, serta beberapa kendaraan mengalami kerusakan. Karena situasi saat itu gelap dan keadaan sangat membahayakan, maka aparat mengeluarkan tembakan untuk pembelaan diri. “Awalnya kita mendapatkan informasi adanya kelompok massa yang melakukan kegiatan untuk pergerakan guna menggagalkan kegiatan peringatan 1 Mei kembalinya Papua ke pangkuan NKRI ke-50 tahun. Juga terdapat rencana mengibarkan bendera bintang kejora, melakukan aksi mengacaukan peringatan 1 Mei, ingin memisahkan diri dari NKRI, jadi ingin merdeka, mereka tidak setuju dengan peringatan 1 Mei yang dikatakan kembalinya Papua ke NKRI,” tukas Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres mene*rangkan, dengan adanya laporan, baik dari inteljen maupun dari masyarakat karena masyarakat yang lewat saat itu dihalang-halangi, dan juga ada peta yang didapati tentang perencanaan kegiatan diantaranya mengibarkan bendera bintang kejora, maka untuk menjaga situasi dan untuk pengamanan, dikerahkan patroli gabungan TNI/Polri, namun di tengah perjalanan malah dihadang massa yang berdasarkan keterangan anggota yang saat itu melakukan patroli, jumlah massa yang melakukan penghadangan sekitar 100-an orang le*bih. “Dari keterangan anggota yang melakukan patroli, jumlah massa sekitar 100 orang lebih, semuanya bersenjata dan menyerang anggota gabungan saat patroli mengakibatkan satu anggota TNI yang berada di mobil dibacok di bagian belakang leher sehingga harus dilarikan ke RS terdekat,” terang Kapolres.
Kapolres mengharapkan, masya*rakat jangan mudah terhasut dengan isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan serta bersama-sama aparat keamanan menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Sorong. “Jangan mudah me*ngikuti ajakan-ajakan yang melanggar hukum karena hal tersebut akan merugikan diri sendiri,” imbuhnya.
Pantauan media ini di Mapolres Sorong, kendaraan yang dirusak massa mengalami kerusakan yang cukup parah, kaca bagian belakang dan pintu samping pecah. Selain itu, juga peot di sejumlah bagian diduga terkena sabetan benda tajam dan benda tumpul. Dari kejadian ini, aparat mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam yang digunakan massa menyerang aparat gabungan TNI/Polri yang sedang melakukan patroli. Informasi yang diperoleh Koran ini, 2 korban meninggal yang diduga terkena tembakan, sudah di makamkan di Aimas. Situasi kondisi Kamtibmas di Kota Aimas dan sekitarnya, aman dan terkendali, masyarakat berkatifitas seperti biasa.

khuma_putry
05-05-2013, 10:07 PM
TIMIKA, KOMPAS.com - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Timika, Papua dilakukan mulai pertengahan Mei.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Timika Semuel Farwas di Timika Jumat mengatakan, material untuk pemancangan sebagian sudah ada di lokasi PLTU Timika di Kampung Ayuka (Pet 11), Distrik Mimika Timur Jauh. Sementara material pendukung berupa 3.007 batang tiang pancang sedang dalam perjalanan dengan kapal dari Surabaya ke Timika.

"Mudah-mudahan pertengahan Mei ini pekerjaan konstruksi sudah bisa dimulai sekaligus peletakan batu pertama," kata Farwas.

Menurut dia, kegiatan pembersihan lokasi proyek PLTU telah selesai dilakukan sejak akhir April.
Lokasi PLTU Timika di Kampung Ayuka tersebut dulunya merupakan lokasi pelabuhan bahan peledak untuk operasional pertambagan PT Freeport Indonesia seluas 10 hektare.

Pembangunan PLTU Timika berkapasitas 4x7 megawatt dipercayakan kepada PT Rekadaya Elektrikal dengan masa waktu pekerjaan 19 bulan dan menelan anggaran sekitar Rp1 triliun.
Kontrak pembangunan PLTU Timika sudah ditandatangani oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrikal Didi Hasan Putra di Jakarta Maret.

Menurut Farwas, diharapkan pada 2014 satu unit PLTU Timika dengan kapasitas tujuh megawatt sudah bisa dioperasikan dan diikuti oleh pengoperasian unit pembangkit yang lain setiap tiga bulan berikutnya.

"Kalau empat unit dengan daya terpasang 28 megawatt bisa beroperasi semua maka sudah pasti masalah krisis daya listrik di Timika teratasi," tutur Farwas.

Sampai saat ini PLN Timika masih mengandalkan pasokan daya listrik dari pengoperasian pembangkit disel baik milik PLN sendiri maupun yang disewa dari pihak ke tiga yaitu dari PT Manunggal dan PT Sewatama.

Pemkab Mimika juga turut menyewa beberapa unit pembangkit disel dari pihak ke tiga untuk mendukung ketersediaan daya listrik di Timika dan sekitarnya.

Jumlah pelanggan PLN Timika saat ini tercatat sebanyak 26 ribu dengan daya listrik terpasang 18 megawatt, sementara beban puncak telah mencapai 18,3 megawatt.

khuma_putry
07-05-2013, 05:15 AM
MANOKWARI - Polres Manokwari, Sabtu (4/5) melakukan olah Tempat Kejadian
Perkara (TKP) pasca terbakarnya Kantor Satlantas Polres Manokwari pada
Jumat (3/5) malam lalu. Olah TKP dilakukan sejak pukul 09.00 WIT - 12.00 WIT dengan tujuan mengumpulkan data awal untuk permintaan identifikasi oleh Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Polri.
 Kapolres Manokwari, AKBP Ricko Taruna Mauruh, SE, MM yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Kristian Sawaki, Sabtu (4/5) mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP tersebut akan dibuatkan data awal untuk kemudian dikirimkan permintaan identifikasi. ''Bersama seluruh kanit dan jajaran kami telah melakukan olah TKP sekitar 3 jam,'' ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya melakukan penanganan awal yanga mana telah melakukan pengamanan TKP, identivikasi awal,pengamanan barang bukti, pengukuran luas TKP, pemotretan TKP, pencatatan hasil temuan dan meminta keterangan saksi yang melaksanakan tugas.
 Dari TKP, ditemukan sejumlah barang bukti yang sudah hangus terbakar,
berupa Printer cetak SIM, material TNBK, Signature box SIM, CPU SIM dan sejumlah barang lainnya.

"Tidak ada berkas dokumen yang tertinggal pasca kebakaran tersebut.
Sejumlah barang bukti kendaraan yang ikut terbakar juga belum bisa diidentifikasi jumlah dan kisaran kerugiannya beserta kepemilikannya. Hanya saja, sebagian barang bukti kendaraan yang berada di gudang bagian belakang bisa diselamatkan pada saat kebakaran terjadi,"ujarnya.

Kata dia, sekitar 100 lebih barang bukti sepeda motor yang diselamatkan, harus diidentifikasi kepemilikan barang bukti tersebut. Karena merupakan barang bukti yang harus diidentifikasi, maka pihaknya iuga sudah berkoordinasi dengan Kasat Lantas untuk puing-puing bangunan beserta seluruh benda yang ikut terbakar, tidak dipindahkan,'' ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, kata Kasat, pihaknya belum bisa memastikan
penyebab pasti kebakaran tersebut. Termasuk belum bisa memastikan
berapa kerugian. Kasat menghimbau agar masyarakat yang merasa kendaraannya berada di Polres Manokwari, agar dapat menyerahkan foto copy STNK, SIM, dan BPKB untuk memudahkan penyelidikan kendaraan bermotor yang sudah terbakar
maupun yang berhasil diselamatkan.

Sumber (http://www.radartimika.com/index.php?mib=berita.detail&id=11596)

khuma_putry
07-05-2013, 05:23 AM
Wakapolda : Ada Kesiapan dan Persiapan Melakukan Tindak Kekerasan Pada 1 Mei

AIMAS-Olah tempat kejadian per*kara (TKP) bentrokan aparat gabu*ngan TNI-Polri dengan massa yang terjadi Selasa (30/4) malam lalu, yang dilakukan aparat Polres Sorong yang dipimpin Kapolres, AKPB E. Zulpan,SIK,M.Si, yang di back-up Polda Papua dibawa komando Wakapolda, Brigjen Pol.Drs. Paulus Waterpauw, didampingi Irwasda, Kombes Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra,SH,M.Si, berhasil mengungkap jaringan TPN/OPM yang beroperasi di Aimas Kabupaten Sorong.
Olah TKP yang dilangsungkan Sabtu (4/5) dari pukul 11.00 WIT sampai pukul 14.39 WIT, dilanjutkan dengan pemeriksaan sekitar TKP hingga pukul 16.00 WIT, dipimpin oleh Wakapolda Papua, juga dihadiri unsure pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Kabupaten Sorong, Dr.Drs.Stepanus Malak,M.SI, Ketua Klasis GKI Sorong, Pdt. A. Mofu,M.Th, tokoh adat dan tokoh agama. Tampak juga sejumlah personil Brimob Detasemen C Sorong yang bertugas membantu pengamanan. Pantauan Koran ini, awalnya Wakpolda dan jajaran Polres Sorong ditolak untuk melakukan olah TKP, pasalnya sejumlah penyampaian keluarga korban belum terdapat kesepakatan adat maupun keluarga. Teriakan, cacian dan umpatan sejumlah warga dialamatkan kepada aparat kepolisian yang turun ke TKP. Wakapolda Papua yang memimpin tim, kemudian meminta waktu untuk menyampaikan maksud dan tujuan pihaknya datang ke TKP.
“Maksud dan tujuan kedatangan sejumlah personil kepolisian adalah untuk melakukan olah TKP, dalam rangka menemukan fakta-fakta di lapangan, bukti-bukti, sehingga dapat diungkap permasalahan yang terjadi sebenarnya dan tentunya sesuai dengan prosedur standarnya sama dan diakui seperti kepolisian yang ada di dunia baik Amerika, Inggris, Belanda dan sejumlah kepolisian di negara lainnya,” kata Wakapolda di hadapan massa dan keluarga korban yang pada akhirnya menerima kedatangan personil kepolisian untuk melakukan olah TKP. Setelah diterima, tim olah TKP mulai melaksanakan tugasnya dan meminta saksi mata dalam hal ini yang melihat langsung, memegang, merasakan dan betul-betul di TKP saat kejadian, untuk menggambarkan pertama kali korban ditemukan, sementara TKP disterilkan dengan pemasa*ngan garis polisi (police line).
Saat tim melaksanakan olah TKP, Wakapolda Papua, Ketua Klasis GKI Sorong dan Bupati Sorong secara bergantian menyampaikan arahan dan memberikan pemahaman kepada sejumlah warga masyarakat yang hadir pada kesempatan tersebut. Pada intinya meminta masyarakat untuk tenang, tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.
Selain melakukan olah TKP, personil Polres Sorong juga melakukan pemeriksaan areal sekitar TKP, mencari sejumlah barang bukti yang dapat membantu proses penyidikan. Setelah beberapa lamanya pencarian, ditemukan sejumlah anak panah dan busur, disusul penemuan sejumlah tombak, parang dan sejumlah senjata tajam lainnya yang dapat membahayakan jiwa orang lain. Tak sampai di situ saja, pencarian yang terus dilakukan, akhirnya tim melihat gubuk yang tidak jauh dari perumahan warga, setelah dilakukan pengecekan ditemukan pakaian doreng TPN/OPM dan sejumlah kelengkapan atribut lainnya seperti sepatu, berkas dan dokumen organisasi TPN/OPM dalam jumlah yang cukup banyak, serta satu bendera Bintang Kejora.
Wakapolda Papua, Irwasda, Ka*polres Sorong, juga melakukan pengecekan langsung gubuk yang diduga tempat untuk melakukan latihan dan mengorganisir gerakan yang ingin mendirikan negara diatas negara dan sangat melanggar hukum, oleh karena itu pihak keamanan yang merupakan alat negara harus menidak tegas. “Kerja keras yang dilakukan Kapolres dan jajaran di back-up Polda Papua yang didampingi Bupati Sorong, Ketua Klasis, pihak gereja dan adat yang ada di Aimas membuahkan hasil, ternyata terdapat persiapan dan kesiapan dari kelompok yang dipimpin oleh Isak Kalaibin untuk berbuat tindak kekerasan pada 1 Mei. Upaya mengolah TKP yang dilakukan, ditemukan banyak sekali dokumen gerakan bersenjata, ada seragam mereka yang sudah disiapkan dengan sejumlah kepangkatan, alat tajam, panah, busur, tombak, parang, senpi rakitan, magazine dan banyak lagi,” kata Wakapolda Papua kepada wartawan di Mapolres Sorong, usai kegiatan olah TKP.
Dikatakannya, bendera Bintang Kejora dan sejumlah kelengkapan administrasi berupa kartu anggota dan dokumen TPN/OPM lainnya yang telah disita, hal ini menjawab bahwasanya persiapan dan kesiapan untuk melakukan tindak kekerasan sudah disiapkan. Seandainya tidak digagalkan anggota gabungan TNI-Polri yang melakukan patroli pada waktu itu, Wakapolda mayakini Kamtibmas akan lebih terganggu. “Ada penghasutan, ada pengajakan, kita kategorikan perbuatan yang melawan hukum. Kelompok yang dipimpin Isak kalaibin menyatakan dan bersiap mendeklarasikan 1 Mei 2013 merdeka, sehingga dilakukan persiapan untuk menyatakan kemerdekaan. Apa yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum, kita hanya memprosesnya. Saudara Isak, kami himbau menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan, sampai mengapa ada Bintang Kejora, ada senjata rakitan, magazine dan lain sebagainya, untuk apa barang-barang tersebut,” tegas Wakapolda.
Setelah direkap, sejumlah barang bukti yang diamankan dari sekitar TKP bentrokan Aimas ini diantaranya 3 bendera Bintang Kejora ukuran besar, ratusan anak panah, ratusan magazine berbagai jenis diantaranya untuk senpi SS1, ratusan parang, senpi rakitan, dokumen-dokumen organisasi TPN/OPM, puluhan pakaian doreng dan kelengkapannya, dan sebagainya.
Kodim Lakukan Penyidikan Internal
Terkait kejadian penembakan dalam bentrok massa dengan aparat gabungan TNI-Polri di Aimas tersebut, Kodim 1704/Sorong melakukan pemeriksaan internal terhadap 11 anggotanya yang ikut serta dalam patroli gabungan tersebut. Dandim 1704/Sorong, Letkol Inf. Rahman Yadi yang ditemui Radar Sorong, Sabtu (4/5) mengatakan, pihaknya saat ini juga tengah melakukan penyidikan internal terhadap kesebelas orang anggotanya yang ikut serta dalam patroli bersama pada malam 1 Mei. ”Kalau untuk ekternalnya kan pihak Polres yang melakukan penyidikan. Kita secara internal juga sudah melakukan penyidikan dan saat ini sedang berjalan,” terang Dandim.
Sementara itu, pantauan Radar Sorong di kantor Denpom XVII/1 Sorong, tampak pihak Denpom tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota TNI. Komandan Denpom XVII/1 Sorong, Mayor CPM Daniel Pra*koso hingga berita ini dilansir, belum bisa dikonfirmasi terkait pe*meriksaan yang dilakukan pihak*nya tersebut.

khuma_putry
07-05-2013, 05:31 AM
Mengungkap Gerakan Sparatis di Aimas Kabupaten Sorong

Dua belas tahunan wilayah Sorong Raya termasuk Kabupaten Sorong dan hingga saat ini dikenal sebagai wilayah aman dan damai, bahkan diusulkan menjadi daerah Bhineka Tunggal Ika. Namun tak disangka-sangka, momen peringatan tahun emas (50 tahun Irian Barat Kembali ke NKRI) di Kabupaten Sorong yang berlangsung meriah, juga memilukan
Puncak peringatan dilaksanakan ke 50 tahun, berbagai atraksi dari terjun payung, tarian kolosal, pembebasan sandera, termasuk sebelumnya sejumlah perlombaan digelar, baik untuk tingkat pelajar maupun untuk masyarakat umum, yang dilaksanakan di Kota Sorong, Kabupaten Sorong maupun Kabu*paten lain di Sorong Raya. Puncak peringatan yang sakral tersebut berlangsung dengan meriah aman dan tertib, hal ini tidak terlepas dari dukungan dan pengamanan dari petugas keamanan dari TNI maupun Polri, dan salah satunya adalah melakukan patroli dalam pengamanan di wilayahnya ma*sing-masing dalam rangka preventif atau pencegahan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Menjelang 1 Mei, petugas ke*amanan gabungan TNI-Polri me*lakukan patroli di sejumlah lokasi, salah satunya di sekitaran belakang kantor distrik Aimas, karena informasinya terdapat sekumpulan massa tengah melakukan kegiatan. Belum sampai di TKP, aparat gabungan TNI/Polri dihadang sekumpulan massa dan bahkan me*lakukan penyerangan kepada anggota yang melakukan patroli, anggota yang mundur terus didesak dan terjadinya pengrusakan kendaraan Wakapolres Sorong yang memimpin patroli, mengakibatkan kaca kendaraan pecah, body mobil mengalami kerusakan, bahkan ban mobil juga disayat dengan senjata tajam. Dalam kejadian ini, seorang anggota TNI yang sedang berpatroli, Pelda Sultoni, mengalami luka bacok di leher bagian belakang. Sementara di pihak massa, dua orang meninggal dunia diduga karena tembakan.
Jajaran Polres Sorong yang di back-up Polda Papua, melakukan negosiasi dan pendekatan melalui tokoh agama, tokoh adat, dan sebagainya, namun prosedur kepolisian untuk pengusutan suatu kasus yakni oleh TKP baru bisa dilakukan pada Sabtu (4/5) atau 4 hari setelah kejadian. Sekira pukul 09.00 WIT di tengah cuaca begitu terik, jajaran Polres Sorong mulai bersiap-siap melakukan olah TKP. Personil Satreskrim, Satlantas, Sabhara, Intelkam dan Brimob, serta seluruh jajaran Polres Sorong yang siaga satu sejak tanggal 1 Mei, namun meskipun lelah, para personil tetap semangat untuk melaksanakan tugasnya melakukan atau membantu terlaksananya oleh TKP. Sekira 150 personil dari berbagai satuan, bersiap dan berangkat menuju TKP dengan menggunakan bus, truk, dan kendaraan lainnya.
TKP yang tidak jauh dari Mapolres Sorong, hanya 15-an menit ditempuh dengan kendaraan. Rasa was-was dan khawatir lumrahnya manusia juga dirasakan wartawan koran ini, pasalnya sebelumnya sejumlah wartawan yang mencoba meliput ke lokasi kejadian untuk mendapatkan berita yang akurat, tidak dapat melaksanakan tugas jurnalistiknya dengan mendatangi TKP guna mencari sumber informasi A-1, karena adanya penolakan, hal ini juga sebelumnya dialami jajaran Polres Sorong.
Turun dari kendaraan masing-masing, selanjutnya jalan kaki menuju TKP, namun sayang baru sampai di TKP, mendapat penolakan dari sejumlah massa. “Kita tidak menerima anggota yang datang, kita korban, anak kami meninggal,” kata salah seorang diantara kerumunan massa yang menghadang kedatangan aparat kepolisian yang hendak melakukan oleh TKP dipimpin langsung Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Drs.Paulus Waterpauw, juga turut hadir Bupati Sorong, Dr.Drs. Stepanus Malak,M.Si, Ketua Klasis Sorong, Pdt A. Mofu, Kapolres Sorong, AKBP E. Zulpan,SIK,M.Si, Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Drs Gde Sugianyar Dwi Putra,SH,M.Si, sejumlah Kasat dan Kabag di jajaran Polres Sorong, termasuk sejumlah insane pers dari berbagai media cetak dan elektronik lokal maupun nasional.
Dibawah terik matahari yang cukup terik, sejumlah massa dengan emosi menyambut kedatangan Wakapolda Papua dan rombongan. Wakapolda yang memimpin tim, dengan sabar menerimanya, namun karena semua massa ingin bicara, Wakapolda pun dengan suara keras meminta massa untuk tenang, dan selanjutnya dijelaskan maksud kedatangan dari pihak kepolisian. Meskipun sudah dijelaskan, masih ada juga sejumlah orang yang belum mengerti, kembali Wakapolda menjelaskan terkait kedatangannya.
Setelah mendapatkan penjelasan Wakapolda dan dipahami oleh kelompok massa, bersama Bupati, Kapolres dan Ketua Klasis menuju rumah duka bertemu sejumlah masyakat di tenda biru yang berada di samping rumah Isak Kalaibin yang disebut-sebut sebagai panglima wilayah V TPN/OPM yang membawahi wilayah Sorong raya. Nampak kuburan seorang korban yang diduga terkena tembakan Thomas Blesia, yang masih nampak segar tanah timbunan pemakaman. Keadaan di sekitar TKP nampak biasa-biasa saja, tanpa adanya gerakan dan hal-hal yang melanggar hukum, terdapat perumahan warga, baik yang permanen maupun semi permanen.(bersambung)

Sumber (http://www.radartimika.com/index.php?mib=berita.detail&id=11596)

khuma_putry
31-05-2013, 12:45 PM
http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/31/1111224-kargo-wamena-620X310.jpg
Pesawat kargo milik maskapai Deraya sekitar pukul 07.13 WIT, Jumat (31/5/2013) mengalami kecelakaan di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.


TIMIKA, KOMPAS.com - Pesawat kargo milik maskapai Deraya sekitar pukul 07.13 WIT, Jumat (31/5/2013) mengalami kecelakaan di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Pesawat jenis turboprops ATP (advance turbo propeller) dengan nomor penerbangan PK-DGI dengan Pilot Kapten Hadi, co Pilot Kapten Monangka yang mengangkut barang seberat 6,8 ton, tergelincir keluar lintasan saat mendarat di bandara Wamena.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, diduga pesawat sudah oleng saat akan mendarat ke landasan pacu, dan saat melakukan pendaratan roda sebelah kiri masuk ke grass strip sepanjang 500 meter. kemudian pesawat serong ke kiri keseluruhan masuk ke grasstrip. Kecelakaan ini menyebakan nose wheel patah. Kurang lebih 100 meter terlepas dari badan pesawat.

Pesawat berhenti tepat di depan taxyway, 150 meter keluar landas pacu dengan posisi hidung menancap di tanah. Main wheel pun tertancap ke tanah, sementara propeller hancur.

Saat ini, aparat KP3 Udara Wamena bersama otoritas bandara sudah melakukan penyelamatan terhadap kru pesawat dan mengamankan lokasi kecelakaan. Akibat kejadian ini, bandara Wamena sempat ditutup sementara untuk penerbangan.

Sebelumnya pada Rabu (8/5/2013) lalu, pesawat kargo Nusantara Air Charter (NAC) meledak di Bandara Wamena Kabupaten Jayawijaya Papua.

khuma_putry
31-05-2013, 07:14 PM
Tidak hanya di sejumlah titik pada wilayah Kota Jayapura yang rawan longsor, di wilayah pegunungan Papua juga rawan longsor. Bila beberapa waktu lalu musibah longsor melanda beberapa titik di Tolikara hingga mengakibatkan beberapa orang meninggal dunia, maka kali ini musibah yang sama giliran terjadi di Kabupaten Paniai, tepatnya di Desa Zanamba, Distrik Hitadipa, Paniai.
Pada peristiwa yang terjadi Rabu (28/5) malam tepatnya pukul 21.00 WIT itu empat orang dikabarkan meninggal dunia, yaitu Botak Lawiya (19) laki-laki, Amutawa Lawiya (25) perempuan, dan Laris Lawiya (18) laki-laki. Ketiganya sudah berhasil ditemukan. Sedangkan satu korban lagi yaitu Tembi Kogoya (19) laki-laki, dikabarkan masih tertimbun longsoran.
Kepala Bidang Hubungan Ma*sya*rakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol. Drs. I Gede Sumerta Jaya saat dikonfirmasi Kamis (30/5) kemarin membenarkan adanya tregedi longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Paniai itu. Menurutnya, musibah longsor tersebut diduga akibat terjadi curah hujan yang cukup deras yang terjadi secara terus menerus di sana. “Informasinya, beberapa hari sebelum kejadian wilayah itu dilanda hujan. Sementara itu lokasi kejadian merupakan sebuah tempat pembuatan garam, mengingat di tempat itu ada air garam, kemudian dibangun camp atau honai di dekat jurang terjal dan di bawah ada kali besar,” ungkapnya.
Pihaknya menjelaskan, pada peristiwa longsor yang menghantam tempat tinggal warga ini, terdapat tiga orang yang selamat, yaitu Rupinus Tabuni (25) laki-laki, Giganus Lawiya (25) laki-laki dan Aki Tabuni (25) perempuan. “Mereka ini adalah warga di sekitar lokasi kejadian yang merupakan dua keluarga besar,” ujarnya.
Sementara untuk korban yang belum ditemukan, kata I Gede, anggota Polres setempat saat ini masih melakukan pencarian.”Pencarian terus dilakukan di lokasi kejadian hingga saat ini,”tuturnya.


Sumber (http://www.radartimika.com/index.php?mib=berita.detail&id=12529)

khuma_putry
31-05-2013, 07:20 PM
MANOKWARI - Ketua Balegda (Badan Legislasi Daerah) DPR Papua Barat, Amos H May, Kamis (30/5) menerima Draf Naskah Akademik Raperdasus tentang Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas). Draf ini diantar oleh Ketua Tim, Ir Frederik Luhulima, MM, dosen Unipa (Universitas Negeri Papua) Manokwari. Amos H May mengatakan, DPRPB telah bekerja sama dengan tim dari Unipa untuk menyusun sejumlah draf Raperdasus, salah satunya tentang DBH Migas. Dalam kerjasama ini, Unipa juga menggandeng dua perguruan tinggi lainnya, Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan UGM (Universitas Gaja Madah). ‘’Tim Unipa ini ditunjuk oleh pimpinan DPR Papua Barat untuk menyusun beberapa Raperdasus yang disusun berdasarkan inisiatif DPRPB. Dalam penyusunan ini, Unipa juga menggandeng BP dan dua perguruan tinggi,’’ tandasnya kepada wartawan di kantornya.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pembagian dana bagi hasil migas perlu diatur secara baik. Diketahui, Pemprov Papua Barat mendapat persentasi 70 persen dari dana bagi hasil ini migas ini. Dan pemerintah daerah perlu mengatur pembagian untuk kabupaten/kota. Dan tentunya daerah penghasil migas mendapat persentasi lebih besar. ‘’Namun tentunya kabupaten lain yang bukan penghasil juga ikut mendapat bagian. Kita perlu atur secara baik yang 70 persen ini, berapa bagian provinsi, berapa bagian daerah penghasil dan bukan penghasil,’’ tandasnya.
Dikatakan Amos, Raperdasus tentang DBH Migas merupakan salah satu dari 3 Raperdasus tambahan yang akan diajukan untuk dibahas pada masa sidang tahun 2013. Dua Raperdasus lainnya, yakni soal pengangkatan anggota DPRPB jalur otonomi khusus dan Raperdasus tentang Kebijakan Kepegawaian Pengangkatan Tenaga Honorer.


Sumber (http://www.radartimika.com/index.php?mib=berita.detail&id=12504)

khuma_putry
07-06-2013, 11:22 PM
Kapolres Sorong, AKBP E. Zulpan,SIK,MSi mengemukakan, gerakan TPN/OPM wilayah Sorong Raya yang dipimpin Isak Kalaibin (Kini telah ditahan atas sangkaan makar,red) ternyata telah merancang persiapan deklarasi kemerdekaan yang dinamakan Pemerintahan Revolusioner Sementara Papua Barat. Beruntung hal ini urung dilaksanakan karena keburu diamankan aparat meski sebelumnya terjadi bentrok antara pendukung Isak Kalaibin dengan aparat gabungan TNI/Polri yang saat itu melakukan patroli pengamanan jelang peringatan tahun emas integrasi Papua Barat kembali ke NKRI, 1 Mei lalu. Rencana proklamasi kemerdekaan yang hendak dilakukan gerakan TPN/OPM wilayah Sorong Raya ini diketahui dari dokumen-dokumen yang telah disita pihaknya terkait kasus makar yang melibatkan Isak Kalaibin dan enam orang lainnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Gerakan TPN-OPM wilayah Sorong Raya pimpinan Isak Kalaibin yang statusnya sudah kita tetapkan sebagai tersangka, ternyata sudah merancang dan menata dengan rapinya persiapan pembentukan Negara baru selain NKRI. Jadi pada 1 Mei sudah dibuat perencanaan akan diikrarkan atau diproklamirkan kemerdekaan. Ini dapat dibuktikan dengan didapatinya naskah Proklamasi tertanggal 1 Mei,” kata Kapolres Sorong sembari menunjukkan dokumen naskah yang disita pihaknya saat melakukan pemeriksaan di rumah Isak Kalaibin. Kapolres mengatakan, selain naskah proklamasi, juga diamankan nota persetujuan yang mana dalam nota persetujuan tersebut disebutkan adanya persetujuan dari sejumlah negara lain seperti PBB, USA, Uni eropa, Eropa Timur termasuk sejumlah negara Asia dan Timur Tengah yang mendukung kemerdekaan yang hendak diproklamirkan tersebut. “Jadi memang sudah dipersiapkan dan tertata rapi untuk melakukan deklarasi kemerdekaan,” tutur Kapolres. Selain itu, juga ditemukan dokumen yang berisikan susunan pemerintahan yang dinamakan Pemerintahan Revolusioner Sementara Papua Barat. Dokumen tersebut berisikan struktur kepemimpinan diantaranya menteri-menteri seperti Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Sosial Politik, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan dan sebagainya. Hal ini menunjukkan jika rencana proklamasi kemerdekaan oleh gerakan TPN/OPM wilayah Sorong Raya ini sudah disiapkan dengan rapi dan terencana. “Dari sejumlah barang bukti, selain magasin, senpi rakitan, parang, panah, bendera Bintang Kejora, KTA TPN/OPM, juga ditemukan naskah Proklamasi. Dokumen ini membuktikan dari kegiatan yang dilaksanakan di Aimas bukan hanya kegiatan biasa, melainkan kegiatan yang terencana. Jika dikatakan sebagai kegiatan ibadah, adalah tidak benar karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan dari kelompok sparatis yang ingin mendirikan satu Negara di atas negara, atau biasa disebut perbuatan makar,” tegas Kapolres. Ditambahkannya, yang terjadi di Aimas ini adalah permasalahan yang serius yang harus ditangani pihaknya dengan baik, sehingga masyarakat luas dapat mengetahui kejadian dan kegiatan apa yang dilakukan oleh kelompok separatis sebenarnya dan kegiatan tersebut benar-benar berbahaya, karena jika sampai mendeklarasikan kemerdekaan tentu akan mengganggu kamtibmas. Karena itu tegas Kapolres, pihaknya sangat serius menangani kasus dugaan makar yang diduga melibatkan pimpinan TPN/OPM wilayah Sorong Raya, Isak Kalaibin, beserta 6 orang tersangka lainnya yang telah diamankan pihaknya. Pasca pengungkapan gerakan sparatis TPN/OPM di Aimas dan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jajaran Polres Sorong hingga kini menetapkan status siaga. Selain jajaran Polres Sorong, anggota Brimob Detasemen C Sorong yang diperbantukan di Polres Sorong juga masih nampak siaga di Mapolres Sorong. Penahanan Tsk Makar Sudah Sesuai Prosedur Menanggapi statemen tim advokad tersangka kasus makar Aimas yang menilai penyidik menghindari pendampingan, ditanggapi dingin oleh Kapolres Sorong yang menegaskan apa yang dilakukan pihaknya sudah sesuai prosedur. “Setiap kasus makar apabila berkomunikasi dengan pihak lain, khususnya pengacara, memang harus didampingi pihak penyidik. Ketentuan kasus makar memang demikian, berbeda dengan kasus pidana lainnya, jadi jangan dianggap sebagai suatu pengekangan. Bahkan kita memfasilitasi yang terjerat kasus makar ini untuk mendapatkan bantuan hukum,” terang Kapolres Sorong yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (4/6) kemarin. Terkait soal makanan yang oleh tim advokat tsk makar menilai pihak Polres Sorong bertindak berlebihan karena mencurigai makanan dari mama ataupun dari istri tersangka sehingga makanan tersebut disuruh bawa pulang lagi, Kapolres mengatakan semua tahanan yang ditahan di sel tahanan kepolisian, makanannya ditanggung oleh Kepolisian dalam hal ini Negara. “Sesuai SOP setiap orang yang akan memberikan makanan dalam pembesukan tahanan adalah kewenangan pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan (disortir). Apabila ada yang memberikan sesuatu baik makanan maupun obat-obatan tidak harus diterima oleh TSK, karena tahanan tersebut dibawah pengawasan pihak kepolisian,” tandasnya. Mengenai perkembangan penyidikan kasus makar tersebut, Kapolres mengatakan berkas per*karanya sudah dilimpahkan ke pihak Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sorong. Pihak*nya tinggal menunggu petunjuk dari Kejaksaan, jika berkas perkaranya sudah lengkap, tentunya barang bukti dan tersangkanya segera dilimpahkan ke tahap penuntutan. “Berkas sudah kita kirim ke Kejaksaan, mudah-mudahan tidak ada kekurangan. Apabila ada yang harus dilengkapi, tentu penyidik akan melengkapinya. Semoga segera tuntas dan kita segera limpahkan barang bukti dan tersangkanya,” pungkas Kapolres.


sumber : http://www.radartimika.com

khuma_putry
22-06-2013, 09:32 PM
JAYAPURA [PAPOS]- Wali kota Jayapura Drs Benhur Tommy Mano, MM membantah jika Piala Adipura didapat dengan cara menyogok pihak panitia.

Hal itu disampaikan wali kota, menyusul beredarnya kabar miring jika pemerintah kota Jayapura mendapat Piala Adipura dengan cara tidak sehat.

"Saya mendapatkan keberhasilan bukan dengan cara membayar, justru saya bekerja dengan hati dan demi masyarakat," ucap BTM usai turun lapangan, Kamis (13/6) kemarin.

Menurutnya, piala adipura yang didapat merupakan kerja keras semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah kota sendiri.Ini juga tidak lepas dari sikap peduli warga Kota Jayapura, ungkap Wali kota.

Wali kota menegaskan, apa yang didapatkan ini merupakan mujizat dari Tuhan dimana orang yang bekerja dengan jujur setia, pasti akan mendapatkan tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain. Ini bukti dengan tanda heran ini, Kota Jayapura mendapatkan piala Adipura di saat musibah bertubi-tubi datang menghadang, tandas wali kota.

khuma_putry
03-09-2013, 09:13 AM
TIMIKA, KOMPAS.com Dalam waktu dekat, Kabupaten Mimika akan memiliki kompleks olahraga dengan fasilitas berstandar internasional. Peletakan batu pertama pembangunan Mimika Sport Complex(MMC) dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe di
Jalan Caritas, Satuan Permukiman (SP-2) Kampung
Timika Jaya, Distrik Mimika Baru, Senin (2/9/2013) siang. "Ini permintaan dari Pemerintah Kabupaten Mimika untuk membangun fasilitas olahraga yang memadai bagi penduduk setempat," kata Kepala Proyek Pembangunan MMC, Richard Moore, Senin (2/9/2013).
MMC yang akan dibangun di atas lahan seluas 25 hektar milik Pemerintah Kabupaten Mimika, merupakan kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. MMC nantinya akan berupa gedung tertutup untuk olahraga basket dan bulu tangkis dengan tribun yang menampung 4.000 penonton dan 75 penonton VIP lengkap dengan pusat pertokoan. Selain itu terdapat gedung terbuka dengan tribun untuk 950 penonton, dilengkapi pula dengan jalur lari jarak pendek dan menengah yang berstandar internasional. Selain itu, menurut Moore, di dalam kompleks ini terdapat asrama atlet yang menampung 100 orang serta gedung KONI.
Desain gedung ini sesuai dengan budaya setempat dan sudah dipublikasikan di majalah Asian Architectural, ujar dia. Presiden Direktur PTFI Rozik B Soetjipto berharap kehadiran MMC akan menjadi titik tolok lahirnya atlet-atlet dari Papua dan Kabupaten Mimika khususnya, yang dapat berprestasi ditingkat nasional. PTFI telah mensponsori Persipura Jayapura yang menjadi juara
ISL 2012/2013, tetapi Rozik berharap agar muncul atlet berprestasi dari cabang olahraga lain.
Karena itu ke depan kita harus bersama-sama
terus, tetap mendorong agar kegiatan olahraga
semakin meningkat di provinsi ini, ungkap Rozik
dalam sambutannya. Menurut dia, standar
internasional fasilitas olahraga ini bukan diukur dari
ukurannya melainkan dari standar lapangan,khususnya atletik.
Mungkin di Indonesia saat ini baru akan ada dua,
Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta dan di Timika
jika stadion ini sudah selesai dibangun. Karena dalam proses pembangunannya pun akan diawasi oleh konsultan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, urai Rozik. Pembangunan kompleks ini, lanjut dia, diperkirakan bakal rampung dalam 18 bulan, dengan menelan dana 25 juta dollar AS atau sekitar Rp 260
miliar. Pembangunan fasilitas ini memang dalam rangka pembinaan olahraga. Kebetulan ini disesuaikan dengan rencana pelaksanaan PON XX tahun 2020.
Dan bagi kami dari PT Freeport, ini merupakan bagian dari program-program CSR, tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat bersama-sama dengan pemerintah daerah, papar Rozik.

khuma_putry
30-12-2013, 12:15 AM
Manokwari kembali memanas... malam tadi kurang lebih jam 22.000 masyarakat bentok di sanggeng.

beberapa toko di bakar masa dan dapat di kendalikan oleh mobil pemadam kebakaran sebanyak 3 mobil Damker,

dan jalan2 di palang oleh warga. untuk situasi masih mencekam aparat Polisi dan TNI menjaga situasi.

kerusuhan ini disebabkan adanya pembunuhan anak kecil orang Buton oleh orang Biak.

Adapun toko yang di bakar Beberapa Konter HP, Toko Emas, Toko Sepatu, Toko Pakaian, Warung Makan, dan Notaris.

Aparat kepolisian Mengusahakan untuk mempertemukan kedua belah Pihak untuk bernegoisasi.

dan sampai sekrang situasi masih mencekam.

khuma_putry
10-01-2014, 09:26 PM
Setelah menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru di negara asalnya, Austria, pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, tiba kembali ke Tanah Air, Kamis (9/1/2014). Namun, ia dijadwalkan akan langsung terbang ke Jayapura untuk menyaksikan perhelatan turnamen Inter Island Cup (IIC) 2014.

Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, mengatakan, selain ke Papua, nantinya Riedl juga akan menyambangi Banjarmasin dan Kediri.

"Riedl hari ini ke Papua, ia akan memantau IIC. Setelah dari Papua, ia akan ke Kalimantan (Banjarmasin) dan Jawa timur, sepertinya di daerah Kediri," kata Joko, di kantor PSSI, Jakarta, Kamis siang.

IIC 2014 akan dimulai Jumat (10/1/2014). Turnamen pemanasan jelang bergulirnya Indonesia Super League 2014 itu akan berlangsung dari 10 hingga 25 Januari 2014.

Joko menjelaskan, Riedl akan memanfaatkan ajang tersebut untuk mencari pemain dalam persiapan menghadapi Arab Saudi pada laga terakhir kualifikasi Piala Asia 2015, di Jeddah, awal Maret.

"Ia sendiri ke Papua, tidak bersama asistennya. Planning pengumpulan pemain timnas pada 25 Februari," jelas Joko.

khuma_putry
02-02-2014, 02:37 AM
JAYAPURA, KOMPAS.com Satu orang anggota kelompok sipil bersenjata tewas dalam kontak tembak dengan aparat gabungan TNI-Polri di Kampung Sasawa, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu (1/2/2014) siang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kepolisian Daerah Papua, Kombes Sulistio Pudjo mengatakan kontak tembak terjadi sekitar pukul 10.30 WIT, ketika aparat gabungan TNI-Polri melakukan operasi penegakan hukum terhadap kelompok sipil bersenjata pimpinan Fernando Warobai di Kampung Sasawa, Distrik Yapen Barat.

Pudjo menambahkan, operasi dilakukan setelah aparat mendapat informasi adanya rencana latihan militer dan pertemuan sejumlah tokoh Papua Merdeka di Kampung Sasawa.

Operasi gabungan yang dipimpin Komandan Kodim 1709 Kepulauan Yapen, Letkol Inf Dedi Iswanto dan Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Muhammad Anwar Narsim dilakukan melalui jalur darat dan laut.

Tim gabungan berangkat sekitar pukul 07.00 WIT, dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIT. Saat tim yang masuk melalui laut hendak mendarat tiba-tiba ditembaki dari arah darat dan laut. Briptu Robert Danunan, tertembak di paha kanan, Praka Hashim terkena serpihan peluru di punggung kanan dan Marlon Bonay, motoris perahu motor terluka di pinggang kiri diserempet peluru, papar Pudjo.

Mengetahui tim yang masuk lewat laut ditembaki dan harus kembali ke Serui untuk evakuasi korban, tim darat langsung melakukan pengejaran. Dalam kontak tembak dengan tim TNI-Polri, Yohasua Arampayai (38) anggota kelompok bersenjata tewas di tempat.

Selain menewaskan Yohasua yang memegang senjata laras panjang rakitan, tim gabungan juga menahan 11 orang anggota kelompok sipil bersenjata dan menyita sedikitnya 13 senjata rakitan, dua bom ikan, sejumlah senjata tajam tradisional dan dua buah bendera Bintang Kejora, lanjut Pudjo.

Selanjutnya, ke-11 orang anggota kelompok bersenjata dan sejumlah barang bukti itu langsung diamankan ke Mapolres Kepulauan Yapen untuk menjalani pemeriksaan lanjut. Sedangkan dua anggota aparat keamanan dan pengemudi perahu motor sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen.

khuma_putry
16-02-2014, 06:41 PM
Manokwari, Papua Barat, hanyut terseret arus banjir luapan sungai Wariori. Tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil ditaksir miliaran rupiah.

Informasi yang dihimpun, sungai itu meluap sekitar pukul 05.00 WIT. Tanggul sungai itu jebol. Banjir bandang menerjang rumah-rumah yang berada di bantarannya.

Kepala Kampung Mansaburi, Robert Gasang, menyebutkan sedikitnya 139 rumah hanyut terseret arus dan. Sekitar 700 warga diungsikan untuk menghindari banjir susulan dari sungai Wariori.

Ketinggian air saat itu, mencapai 1,5 meter. Air meluap ke pemukiman warga di akibatkan pula, tanggul sungai Wariori di kampung Masaburi jebol sepanjang belasan meter.

"Kami sudah lakukan pengecekan ke semua warga yang dilanda banjir. Tidak terdapat adanya korban jiwa, maupun warga yang hanyut, hanya ratusan rumah yang terseret arus banjir," kata Robert Gasang.

Selain rumah warga, banjir juga menyapu puluhan ternak dan puluhan lahan pertanian warga seperti. Tanaman padi, cabe, kacang, tomat dan tanaman lainnya turut tersapu banjir.

Hingga Minggu, 16 Februari, warga masih mengungsi di SD inpres 45 wariori SP 8, Para belum berani pulang ke rumahnya, mereka khawatir banjir susulan kembali menyapu rumah mereka, jika hujan masih terjadi di hulu.

"Ratusan Warga masih menanti uluran tangan dari pemda manokwari serta pihak terkait, dimana bahan makanan mereka turut tersapu banjir," kata kepala Kampung.