PDA

View Full Version : Edu-Flash Ini Alasan Dirombaknya Kurikulum !



Sunday_KNIGHT
02-12-2012, 04:18 PM
Kontroversi terhadap perubahan kurikulum ini terus bermunculan. Banyak pihak menanyakan alasan digantinya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 dengan standar isi yang jauh berbeda, khususnya untuk pendidikan tingkat dasar.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Ditjen Dikdas Kemendikbud Ibrahim Bafadal mengatakan bahwa perubahan ini juga melihat kondisi yang ada selama beberapa tahun ini. KTSP yang memberi keleluasaan terhadap guru membuat kurikulum secara mandiri untuk masing-masing sekolah ternyata tak berjalan mulus.

"Tidak semua guru memiliki dan dibekali profesionalisme untuk membuat kurikulum. Yang terjadi, jadinya hanya mengadopsi saja," kata Ibrahim ketika dijumpai seusai Pemberian Penghargaan Siswa Berprestasi Tingkat Internasional dan Penganugerahan Piala Apresiasi Sastra Bagi Peserta Didik Sekolah Dasar, di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Untuk itu, kurikulum yang baru ini dibuat dan dirancang oleh pemerintah, terutama untuk bagian yang sangat inti. Dengan demikian, pihak sekolah dan guru tinggal mengaplikasikan saja pola yang sudah dimasukkan dalam struktur kurikulum untuk masing-masing jenjang tersebut.

Ia mengakui bahwa untuk tingkat SD terjadi perubahan yang cukup besar mengingat basis tematik integratif yang dianut saat ini. Mata pelajaran yang dulu ada 10 bidang dikurangi menjadi tersisa enam mata pelajaran saja dengan pembagian empat mata pelajaran utama dan dua mata pelajaran muatan lokal.

"Jadi untuk pendidikan dasar, kami ambil yang sangat inti, seperti PPKn, Agama, Bahasa Indonesia, dan Matematika," ungkap Ibrahim.

"Kami yakin dengan revisi ini, pendidikan di Indonesia akan menghasilkan generasi yang jauh lebih baik lagi dan siap menjawab tantangan ke depan," tandasnya.

SUMBER (http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/29/11113348/Ini.Alasan.Dirombaknya.Kurikulum)

zz11
02-12-2012, 08:02 PM
Nggak jelas nih ditjen kemendiknasnya.
Masak alasannya cuman "berdasarkan perkembangan tahun2 terakhir" ~ perkembangan semacam apa yg dimaksud ya?

Lalu yakin tuh revisi itu akan menghasilkan generasi yang lebih baik?
Udah coba simulasi belum?

Sunday_KNIGHT
02-12-2012, 11:52 PM
Lalu yakin tuh revisi itu akan menghasilkan generasi yang lebih baik?
Udah coba simulasi belum?
saya yakin kalo itu tidak berdasarkan data-data,
tapi berdasarkan pendapat pribadi mereka saja,
selain itu untuk simulasi aja belum dilakukan masih dalam proses mau diuji cobakan,
http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/28/20243486/Kurikulum.Juga.Diuji.Publik.di.33.Kabupaten/Kota
http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/30/12461123/Ini.Dia.Bahan.Uji.Publik.Kurikulum.2013

pchan
03-12-2012, 12:01 AM
kenapa selalu coba2...
yg jadi masalah yg satu angkatan yg jadi coba2...
mereka kelempar sana sini...
menurut gw pribadi sekolah dasar itu lebih baik pengenalan semua pelajaran..
sewaktu kenaikan kelas 6..baru diberi sistem pemilihan minat dan bakat..
itu baru berdaya guna menurut ane...
(pengalaman pendidikan LN begitu gan...maaf kalo ga berkenan )

dyer_maker
03-12-2012, 12:16 AM
IMO,
kegagalan KTSP bukan karena konsep dan kontennya. rancangan KTSP itu sudah ok punya. kegagalan KTSP lebih disebabkan tidak siapnya sumber daya pengajar.
kalau dulu, ketika kesejahteraan guru belum cukup baik, justru kualitasnya jauh lebih bagus. sampai awal dekade 90, sarjana pendidikan yang diluluskan dari IKIP mayoritas matang teori. pilihan bekerja menjadi guru juga bukan sekedar pilihan bermotif ekonomi, tapi ada motif moral yang kuat.
sekarang, guru diberikan kesejahteraan yang bagus, gaji + tunjangan lumayan dan jauh diatas angka KHL (terutama guru PNS), malah jauh menurun kualitasnya.
sarjana fakultas keguruan, diberi test teori pengajaran, nggak bisa jawab. mahasiswa yang sedang PPL, cuma 'nongkrong' aja di kelas, tidak sesuai misi PPL itu sendiri.
gw tulis begini karena itulah yang gw hadapi. ngetest fresh grad yang ngelamar di perusahaan tempat gw kerja kemarin, jarang sekali yang bisa menjawab pertanyaan2 mendasar teoritis.
gw lihat di sekolah yang jadi client perusahaan gw, mahasiswa PPL malah kabur-kaburan. di dalam kelas malah utak atik smartphone mereka.

archilles
03-12-2012, 08:52 AM
kenapa selalu coba2...
yg jadi masalah yg satu angkatan yg jadi coba2...
mereka kelempar sana sini...
menurut gw pribadi sekolah dasar itu lebih baik pengenalan semua pelajaran..
sewaktu kenaikan kelas 6..baru diberi sistem pemilihan minat dan bakat..
itu baru berdaya guna menurut ane...
(pengalaman pendidikan LN begitu gan...maaf kalo ga berkenan )

satu angkatan memang bakal coba2...
total 3 angkatan dalam kurun waktu 12 thn jd angkatan coba2 (soalnya !2 thn ini kita kalo g slh dah 3x ganti kurikulum)

kalo menurut ane sebelum diberlakukan kurikulum baru, staf pengajar hrs dikasih pendidikan dulu atau ada sosialisasi, biar nantinya mereka g bingung dan g slh tafsir ttg kurikulum baru..
pengalaman ane waktu yg jd angkatan pertama ktsp, msg2 guru beda2 tafsirannya ttg cara mengajaran kurikulum ktsp, jd cara ngajar & penilaiannya beda..

jgn sampe pendidikan kita hanya jago perencanaannya aja, sedangkan pelaksanaannya g sebagus perencanaannya

zz11
03-12-2012, 07:47 PM
kenapa selalu coba2...
yg jadi masalah yg satu angkatan yg jadi coba2...
mereka kelempar sana sini...
menurut gw pribadi sekolah dasar itu lebih baik pengenalan semua pelajaran..
sewaktu kenaikan kelas 6..baru diberi sistem pemilihan minat dan bakat..
itu baru berdaya guna menurut ane...
(pengalaman pendidikan LN begitu gan...maaf kalo ga berkenan )

Itulah,
Seperti kita sendiri deh, kalo kita tidak pernah terpapar dengan banyak hal, mana kita bisa memilih mana yg sesuai dengan minat kita.

Kualitas guru tuh yg mesti diliat...
Jangan melulu kurikulum yg disalahin.
Kadang justru masalah bermula dari pendidikan di FKIP (fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, CMIIW)

qorabum
04-12-2012, 05:54 AM
Itulah,
Seperti kita sendiri deh, kalo kita tidak pernah terpapar dengan banyak hal, mana kita bisa memilih mana yg sesuai dengan minat kita.

Kualitas guru tuh yg mesti diliat...
Jangan melulu kurikulum yg disalahin.
Kadang justru masalah bermula dari pendidikan di FKIP (fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, CMIIW)

bener tuh kak..ane dulu ngalamin ada guru yang ngajarnya "kurang" lah..cuman ngandalin powerpoint doang..terus klo ditanyain dsuruh liat di buku aja...
wah gimana mau anak didiknya berhasil nih... :madesu:

xerogame
04-12-2012, 09:47 PM
Kualitas guru tuh yg mesti diliat...
Jangan melulu kurikulum yg disalahin.
Kadang justru masalah bermula dari pendidikan di FKIP (fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, CMIIW)

Setuju gan, lama2 orang bakalan bertanya apa ada gunanya ya pendidikan khusus guru seperti FKIP. Lihat aja pengalaman waktu SMA dulu...
Kebanyakan ngajar hanya seputar kurikulum, buku-papantulis-slide, sekedar agar bagus nilai ujian. Apa gunanya itu ilmu ya gak tahu..
Akhirnya banyak guru terlihat sekedar "pelempar-tugas" dan "pendongeng" belaka. Gak heran ujung2 nya guru terlihat murah... (no offense btw,pernah denger ada yang ngomong "Yah,cuman jadi guru......" ??? )
Memprihatinkan terus terang, pencerdas bangsa kalo begini :sigh: :madesu:




.cuman ngandalin powerpoint doang..terus klo ditanyain dsuruh liat di buku aja...


Dibayar untuk baca slide hehe

paling males masuk kelas kalau ngajarny model begini... :sigh:
ngeliat muka yang ngajarnya aj dah bosen..

Sunday_KNIGHT
05-12-2012, 07:45 AM
Dibayar untuk baca slide hehe
paling males masuk kelas kalau ngajarny model begini... :sigh:
ngeliat muka yang ngajarnya aj dah bosen..
kalo di PT rata-rata begini, tapi emang cocok sih,
dulu di SMA pernah di terapkan sistem pengajaran dengan PPT,
hasilnya nihil, siswa cuma di suruh baca slide yang kasusnya sudah ada,
ketika dikasih kasus yang berbeda sedikit dengan isi slide langsung mudeng dah,

bagusnya untuk tingkat dasar tidak seperti ini,
mereka harus lebih sering dikasih kasus ketimbang di suruh ngikutin isi buku,
sistem pengajaran dengan slide kebanyakan cuma kopas dari buku dan siswa di tuntut untuk cari kasus dan selesaikan sendiri,
dan ini tidak cocok untuk tingkat dasar (SMA aja susah)

keemchee
05-12-2012, 02:57 PM
kalo di PT rata-rata begini, tapi emang cocok sih,
dulu di SMA pernah di terapkan sistem pengajaran dengan PPT,
hasilnya nihil, siswa cuma di suruh baca slide yang kasusnya sudah ada,
ketika dikasih kasus yang berbeda sedikit dengan isi slide langsung mudeng dah,

bagusnya untuk tingkat dasar tidak seperti ini,
mereka harus lebih sering dikasih kasus ketimbang di suruh ngikutin isi buku,
sistem pengajaran dengan slide kebanyakan cuma kopas dari buku dan siswa di tuntut untuk cari kasus dan selesaikan sendiri,
dan ini tidak cocok untuk tingkat dasar (SMA aja susah)

dulu semasa saya kuliah lebih sering studi kasus pada akhir sesi jam perkuliahan, gunanya adalah untuk mengaplikasikan teori yang telah disampaikan dosen pada sesi awal (teori ini bukan teori baru, tetapi sudah cukup umum, dan sudah sering diterapkan di dunia nyata).
sekarang kalau siswa SD disuruh untuk mencari kasus dan menyelesaikan nya sendiri, bagaimana bisa? Logikanya, mereka aja belum tahu betul apa yang sedang mereka pelajari sebenarnya, apalagi disuruh mencari kasus dan menyelesaikan kasus tersebut.

anggap mata pelajaran biologi, guru sedang membahas binominal nomenclature (penamaan latin makhluk hidup). Lalu si guru menyuruh mereka untuk mencari kasus terkait (anggap anda adalah anak SD yang baru belajar Biologi, tidak tahu apa" ttg Biologi dan baru saja tahu sedikit dari si guru). Berapa lama anda dapat menyelesaikan nya?

saya rasa mustahil anda dapat menyelesaikannya, apalagi ditambah dengan guru/pengajar yang super cuek, yg cuma datang baca slide/buku tanpa ada pengarahan yang mendetil dari mata pelajaran yang diajarkan.

zz11
05-12-2012, 07:11 PM
Studi kasus memang bagus tapi harusnya dipertimbangkan juga kalo anak yg masih kecil belum tentu sesuai dgn metode belajar dgn studi kasus karena mereka terkadang pun bahkan belum mandiri dalam hal motivasi utk belajar banyak tentang sesuatu.
Ditambah 'budaya' pendidikan Indonesia yg orientasinya masih lebih ke kejar nilai, makanya menurut saya memang percuma saja klo kurikulum SD dianeh2in atau dibuat kayak kurikulum SMA atau malah kayak PT.
Bukan esensi pembelajaran yg didapat, tapi lebih ke kepuasan dapat nilai. Dan dijamin habis ujian, langsung deh yg dipelajarin dan dikerjakan di latihan2 tadi hilang semua dari otak.


Not bad for a number two Tapatalk!

akenokarasuma
06-12-2012, 08:39 AM
Pendidikan dasar itu adalah mengenali diri. :unyil:
Jadi, langkah yang benar adalah menghapuskan kurikulum dan membiarkan anak memelajari apa yang sesuai dengan passionnya. :hmm:


dulu semasa saya kuliah lebih sering studi kasus pada akhir sesi jam perkuliahan, gunanya adalah untuk mengaplikasikan teori yang telah disampaikan dosen pada sesi awal (teori ini bukan teori baru, tetapi sudah cukup umum, dan sudah sering diterapkan di dunia nyata).
sekarang kalau siswa SD disuruh untuk mencari kasus dan menyelesaikan nya sendiri, bagaimana bisa? Logikanya, mereka aja belum tahu betul apa yang sedang mereka pelajari sebenarnya, apalagi disuruh mencari kasus dan menyelesaikan kasus tersebut.

anggap mata pelajaran biologi, guru sedang membahas binominal nomenclature (penamaan latin makhluk hidup). Lalu si guru menyuruh mereka untuk mencari kasus terkait (anggap anda adalah anak SD yang baru belajar Biologi, tidak tahu apa" ttg Biologi dan baru saja tahu sedikit dari si guru). Berapa lama anda dapat menyelesaikan nya?

saya rasa mustahil anda dapat menyelesaikannya, apalagi ditambah dengan guru/pengajar yang super cuek, yg cuma datang baca slide/buku tanpa ada pengarahan yang mendetil dari mata pelajaran yang diajarkan.

Sebenarnya guru hanya bisa "turut campur" sampai pada pemberian sudut pandang terhadap apa yang di"ajar"kannya. Dia tidak bisa menjejali bermacam-macam teori yang sudah tertera dalam buku, terlebih teori-teori yang tidak valid dan tidak kredibel. Bahkan, dalam kasus ekstrim, guru yang menyenangkan adalah guru yang membiarkan anak didiknya membuat kesalahan, dalam rangka sebuah pembelajaran.

Steve7th
25-12-2012, 07:43 AM
alasannya jelas, ganti kurikulum ganti buku
Ganti buku = untung berlipat 2, ga bisa make buku bekas
Ga ganti buku = penerbit buku pelajaran gag kaya
Kalo untung besar, banyak yg kcipratan :cerutu:

andy_kevin
27-12-2012, 03:10 PM
"Tidak semua guru memiliki dan dibekali profesionalisme untuk membuat kurikulum. Yang terjadi, jadinya hanya mengadopsi saja," kata Ibrahim ketika dijumpai seusai Pemberian Penghargaan Siswa Berprestasi Tingkat Internasional dan Penganugerahan Piala Apresiasi Sastra Bagi Peserta Didik Sekolah Dasar, di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Untuk itu, kurikulum yang baru ini dibuat dan dirancang oleh pemerintah, terutama untuk bagian yang sangat inti. Dengan demikian, pihak sekolah dan guru tinggal mengaplikasikan saja pola yang sudah dimasukkan dalam struktur kurikulum untuk masing-masing jenjang tersebut.



super duper ngaco nih ? :facepalm:
ini sama aja, pengajar udah kayak babu pemerintah aja... ga boleh keluar aturan.

trus emang pemerintah sendiri profesional???
kalo profesional kenapa HAMPIR tiap tahun berubah kurikulum?

gimana siswa bisa lebih pandai dan kreatif?? :swt:
yang ada sekarang pendidikan makin ketinggalan dari negara lain, padahal dulu banyak negara yang belajar dari kita.

:facepalm:

tuan_buncis2002
09-01-2013, 09:52 AM
jika kita anggap staf pengajarnya emg byk yg blum mengerti KTSP, lalu ngapain buat kurikulum baru lagi yg justru semakin bikin pusing
sebetulnya kan bisa tinggal diajarin lagi staf pengajarnya agar lebih mengenal KTSP, dan kuyakin itu lebih hemat dana meski kuakui tdk segampang yg aku katakan
tp kurikulum baru? materi baru? biaya baru? buku baru? bukannya justru memperumit pihak pengajar ya? dan apakah segampang itu diterapkan?

se7enseas
10-01-2013, 08:04 AM
kelas 1 sampai 5 kenalin dengan semua mata pelajaran yang mengenai beberapa intelejensia dari 8 intelejensia pada anak;

Cerdas bahasa cerdas dalam mengolah kata
Cerdas gambar memiliki imajinasi tinggi dan bisa menuangkannya dalam ekspresi menggambar
Cerdas musik peka terhadap suara dan irama
Cerdas tubuh terampil dalam mengolah tubuh dan gerak
Cerdas matematika dan logika cerdas dalam sain dan berhitung
Cerdas sosial kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain
Cerdas alam peka terhadap alam sekitar
Cerdas Spiritual - menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta.

setelah udah 'matang' bagi si anak Cerdas seperti apa yang dia miliki, barulah pada tahun terkhir (kelas 6) dia fokus pada Cerdasnya dan ujian pada bidang yang dia benar2 kuasai tersebut
ntar masuk tingkat Menangah Pertama dan Atas dia udah tau MAU JADI APA...

menurut ane sih, gimana gan? :iii:
(ane bercita2 bikin sekolah dengan kurikulum Multiple Intillegence seperti ini gan doain ya hehe :semangat: :semangat: :semangat: )

hite46
15-01-2013, 12:45 PM
"Tidak semua guru memiliki dan dibekali profesionalisme untuk membuat kurikulum. Yang terjadi, jadinya hanya mengadopsi saja," kata Ibrahim ketika dijumpai seusai Pemberian Penghargaan Siswa Berprestasi Tingkat Internasional dan Penganugerahan Piala Apresiasi Sastra Bagi Peserta Didik Sekolah Dasar, di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

pernah denger pepatah "guru kencing berdiri,murid kencing berlari gak? klo gurunya gak bisa bikin kurikulum kasih pelatihan aja donk supaya si guru bisa jadi pendidik yang profesionalisme,,,,klo gurunya aja di suapin terus gimana siswanya?

miwacantik
22-01-2013, 11:32 AM
Yang saya sayangkan dari kurikulum pendidikan di Indonesia ini adalah tidak adanya pendidikan basic PKK seperti zaman dahulu. Di Jepang, pendidikan memasak, menjahit, belajar alat musik, menggambar, dll itu diharuskan. Jadi kedua otak kanan dan kiri bisa terlatih. Banyak orang pintar di Indonesia tapi tidak kreatif (contohnya saya, otaknya stag tidak bisa memikirkan ide briliat karena tidak terbiasa melakukan hal kreatif, hanya belajar teori). Sangat disayangkan...

andy_kevin
23-01-2013, 11:24 AM
^
disini ga diajarin cara untuk menjadi seorang mandiri dan PERCAYA DIRI.

kenapa?
selalu diajarin untuk jadi orang yang PINTAR.
padahal PINTAR belum tentu kreatif.

dan juga kadang, impian siswa, sering di-hancur leburkan oleh para guru dan orang tua sendiri.
kayak mereka suka musik, atau lukis, tapi nilai lain jeblok.
yang di-push bukannya apa yang jadi PASSION nya, tapi malah nilai nya.

ini realita. hampir 90% terjadi di sini.

yogdogz
24-01-2013, 10:25 AM
IMO,
kegagalan KTSP bukan karena konsep dan kontennya. rancangan KTSP itu sudah ok punya. kegagalan KTSP lebih disebabkan tidak siapnya sumber daya pengajar.
kalau dulu, ketika kesejahteraan guru belum cukup baik, justru kualitasnya jauh lebih bagus. sampai awal dekade 90, sarjana pendidikan yang diluluskan dari IKIP mayoritas matang teori. pilihan bekerja menjadi guru juga bukan sekedar pilihan bermotif ekonomi, tapi ada motif moral yang kuat.
sekarang, guru diberikan kesejahteraan yang bagus, gaji + tunjangan lumayan dan jauh diatas angka KHL (terutama guru PNS), malah jauh menurun kualitasnya.
sarjana fakultas keguruan, diberi test teori pengajaran, nggak bisa jawab. mahasiswa yang sedang PPL, cuma 'nongkrong' aja di kelas, tidak sesuai misi PPL itu sendiri.
gw tulis begini karena itulah yang gw hadapi. ngetest fresh grad yang ngelamar di perusahaan tempat gw kerja kemarin, jarang sekali yang bisa menjawab pertanyaan2 mendasar teoritis.
gw lihat di sekolah yang jadi client perusahaan gw, mahasiswa PPL malah kabur-kaburan. di dalam kelas malah utak atik smartphone mereka.

gue setuju nih sama ini, perubahan dalam pendidikan bukan sesuatu yang instan, karena sifatnya jangka panjang, perubahan yang kita bisa liat juga perubahan yang gradual. ibaratnya generasi sekarang adalah generasi 'jembatan' menuju generasi emas indonesia (yang katanya) bakal hidup di taun sekitar 2030an. mungkin contoh dari 'generasi jembatan' kayak generasi renaissance di eropa kali yah?

matiawak
31-01-2013, 06:15 PM
kurikulum memang harus sering dirombak untuk mengikuti perkembangan jaman.
karena dari hari ke hari bermunculan metode mengajar yg jauh lebih baik yg sesuai dengan keadaan saat itu
dan dari metode2 ini d pilihlah metode yg terbaik, maka kurikulum juga harus disesuaikan dengan metode ini.
makanya kurikulum harus dirombak

Sunday_KNIGHT
31-01-2013, 06:22 PM
kurikulum memang harus sering dirombak untuk mengikuti perkembangan jaman.
karena dari hari ke hari bermunculan metode mengajar yg jauh lebih baik yg sesuai dengan keadaan saat itu
dan dari metode2 ini d pilihlah metode yg terbaik, maka kurikulum juga harus disesuaikan dengan metode ini.
makanya kurikulum harus dirombak
yup emang seharusnya seprti itu, dan kurikulum apapun menurut gw juga berkembang,,
tapi yang terjadi di kita itu sebaliknya, seakan-akan suatu kurikulum bisa di sulap langsung berubah / ganti,

mungkin kalo dilihat dari satu sisi (bahan ajaran misalnya) bagus,
tapi kalo dilihat dari sisi pengajar seperatinya susah menerima hal ini,
apalagi pergantiannya terlalu cepat dari satu K ke K yang lain bahkan secara instans,

dan pengajar di tuntut untuk mampu mengajar dengan kurikulum baru ini,
secara tidak langsung hal ini akan menekan si pengajar, walopn di paksakan,
yang terjadi malah tidak seperti yang kita inginkan (pake kurikulum baru, tapi cara ajar masih sistem lama)
* Pengalaman gw waktu KBK dulu :ngacir:

akenokarasuma
05-02-2013, 06:46 AM
yup emang seharusnya seprti itu, dan kurikulum apapun menurut gw juga berkembang,,
tapi yang terjadi di kita itu sebaliknya, seakan-akan suatu kurikulum bisa di sulap langsung berubah / ganti,

mungkin kalo dilihat dari satu sisi (bahan ajaran misalnya) bagus,
tapi kalo dilihat dari sisi pengajar seperatinya susah menerima hal ini,
apalagi pergantiannya terlalu cepat dari satu K ke K yang lain bahkan secara instans,

dan pengajar di tuntut untuk mampu mengajar dengan kurikulum baru ini,
secara tidak langsung hal ini akan menekan si pengajar, walopn di paksakan,
yang terjadi malah tidak seperti yang kita inginkan (pake kurikulum baru, tapi cara ajar masih sistem lama)
* Pengalaman gw waktu KBK dulu :ngacir:

Masalahnya cuman satu, pendidikan itu, berubahnya bahkan lebih cepat dari tarikan napas. :rokok:
Gimana caranya rombak kurikulum kalau begini? :pusing:

kinema
05-02-2013, 01:32 PM
Solusi yg paling bagus "HOME SCHOOL".. kurikulum mamak yg buat sendiri.. :P