PDA

View Full Version : Olahraga bukan penyembuh obesitas



yanuarep
01-12-2009, 08:37 PM
Olahraga memperkuat tulang dan otot, memperbaiki kesehatan mental dan mood, menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskuklar, diabetes, kanker payudara dan kanker usus. Olahraga juga baik untuk otak kita. Namun demikian, olahraga tidak dapat menyembuhkan obesitas.

Sebuah studi baru menjelaskan diet secara nyata lebih berperan walaupun nutrisi baik digabung olahraga telah lama disarankan untuk menurunkan berat badan dan menghidari obesitas. Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Obesity bulan September 2008. Para peneliti dari Loyola University Health System dan beberapa pusat lain membandingkan wanita Afro-Amerika di kota Chicago dengan yang tinggal di pinggiran Nigeria. Wanita yang tinggal di Chicago rata-rata berbobot 184 pon dan wanita Nigeria berbobot 127 pon.

Para peneliti berharap menemukan bahwa wanita Nigeria yang lebih ramping akan lebih aktif secara fisik. Mereka terkejut menemukan tidak ada perbedaan bermakna antara kedua kelompok dalam jumlah kalori yang dibakar selama aktivitas fisik.

Bakar lebih banyak, makan lebih banyak

Pedoman di negara Amerika menjelaskan bahwa setiap minggu, orang dewasa perlu paling sedikit 2,5 jam aktivitas aerobik sedang (seperti jalan cepat) atau 75 menit aktivitas seperti joging. Orang dewasa juga harus melakukan aktivitas penguatan otot seperti angkat berat atau sit up, paling sedikit 2 kali seminggu. manfaatnya bagi kesehatan secara umum sudah jelas. Olahraga terbukti dapat mengingkatkan porforma akademik anak-anak. Menurut Richard Cooper, penulis pendamping studi ini dan kepala Departement of Preventive Medicine and Epidemiology. Orang-orang membakar kalori lebih banyak ketika olahraga. Masalahnya, mereka harus mengkompensasi dengan makan lebih banyak.

Perbedaan-perbedaan diet

Diet cenderung lebih menjelaskan aktivitas ekspenditur, mengapa wanita Chicago berbobot lebih dibandingkan wanita Nigeria. Wanita Nigeria diet kaya fiber dan karbohidrat dan rendah lemak dan protein hewani. Sebaliknya, diet wanita Chicago adalah 40-45% lemak dan kandungan tinggi makanan diproses. Tidak ada kaitan antara penambahan berat abdang dan pembakaran kalori selama aktivitas fisik.

CREDIT TO : http://pelatihanherbal.blogspot.com/

Ryosuke
01-12-2009, 08:59 PM
ya sama aj boong emank klo olahraganya banyak makannya juga banyak apa lagi lebih dari porsi biasa ya ngga ngaruh....

Veda
01-12-2009, 09:09 PM
olahraga rutin plus atur asupan sayur:daging 70:30
ngga usah diet karbohidrat segala.. secara karbohidrat justru penting buat sel2 otak..(daripada langsing tapi aho..)

o ya lupa.. atur asupan gula dan protein hewani karena kata Dr.Oz tu dua hal yg merupakan biang masalah kegemukan.. :piss:

senbonsakura
02-12-2009, 04:45 PM
bah kalo yg nigeria makan ubi yg chicago makan burger keju dengan aktivitas yg sama ya jelas beda beratnya =_=

kun20
02-12-2009, 06:22 PM
emang bukan kok, kan percuma olahraga rutin tiap hari tapi makan 3x sehari porsinya 5 piring