PDA

View Full Version : Science Waspada Terhadap Asap Hasil Pembakaran Batu Bara



gamz
17-01-2010, 09:43 PM
WASPADA TERHADAP ASAP HASIL PEMBAKARAN BATUBARA

http://2.bp.blogspot.com/_0HV73BKN3zE/SZqBCOu9SlI/AAAAAAAAAgM/xRJ_2bjaVdA/s320/btbr.jpg

PASCA kenaikan harga BBM membuat sebagian besar ibu-ibu rumah tangga rakyat kecil beralih menggunakan kompor briket batubara untuk memasak. Pilihan tersebut hanya didasari oleh keinginan menghemat pengeluaran. Karena harga 1 kg. briket batubara seharga Rp.1.000,- dapat menggantikan 1 liter minyak tanah yang harganya sekitar Rp.2.500,-.

Beberapa produsen kompor briket batubara mengaku bisa menjual 20 hingga 30 kompor per hari seharga Rp.60.000,- hingga Rp.65.000,- selang 3 minggu pasca kenaikan BBM. Pemerintah juga telah memutuskan untuk membantu rakyat miskin dengan membagikan 10 juta tungku briket batubara yang dibagikan secara gratis bagi penduduk miskin. Sepintas keputusan itu memang cukup baik, ditengah-tengah himpitan hidup, rakyat kecil mendapatkan angin segar.

Namun perlu diwaspadai bahwa penggunaan briket batubara untuk memasak tersebut me-nimbulkan masalah baru yang lebih serius.
Pada pertemuan dunia Sustainable Development (pembangunan berkelanjutan) di Bali tahun 2002, dikemukakan oleh Partnership for Clean Indoor Air (Kemitraan untuk udara bersih di dalam ruangan), bahwa penggunaan bahan bakar padat di dalam ruangan sangat bertentangan dengan inisiatif untuk kesehatan masyarakat. Salah satunya yang dibahas adalah risiko kesehatan yang bakal diterima jutaan penduduk negara berkembang jika briket batubara digunakan untuk memasak.
Saat ini diperkirakan lebih dari 1,6 juta orang telah meninggal setiap tahunnya akibat terkena infeksi pernapasan dan dampak pembakaran bahan bakar padat (Sumber WHO). Di antaranya yang paling banyak meninggal adalah perempuan termasuk ibu-ibu dan anak-anak.

Hasil penelitian yang dimuat American Journal of Epidemiology menyatakan bahwa memasak di dalam ruangan dengan bahan bakar padat, termasuk batubara, tanpa cerobong asap, akan meningkatkan risiko kanker paru secara signifikan. Lain halnya memasak dengan cara modern “menggunakan bahan bakar cair” akan menurunkan risiko tersebut.

Batubara dan perangkatnya yang dibakar untuk memasak dapat menghasilkan zat-zat racun seperti sulfur, merkuri, arsenik, selenium dan fluorida. Selama pembakaran, batubara juga menghasilkan polyevclie aromatic hydrocarbons yang dapat menyebabkan kanker tenggorokan dan kanker paru. Di samping itu zat-zat tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi pernapasan kronis seperti bronchitis dan emfisema.

Para peneliti dari US Geological Survey and the Institute of Geochemistry, Guizhou, juga memperkirakan paling sedikit 3.000 penduduk di Provinsi Guizhou di barat daya China telah keracunan arsen kronis yang disebabkan mengkonsumsi makanan yang dimasak di atas api batubara.
Disamping itu bahan perekat bubuk batubara dari tanah liat untuk membuat briket, dapat meningkatkan kandungan fluorida pada batubara tersebut. Hal ini telah menimbulkan 10 juta penduduk China menderita penumpukan fluoride pada gigi dan tulang yang menyebabkan perubahan bentuk tulang.

“Kekurangan” lain penggunaan briket batubara adalah ketidakpraktisan. Memasak dengan briket batubara masih juga menggunakan sedikit minyak tanah, karena briket yang berada dilapisan paling atas pada tungku batubara tersebut harus direndam dulu dengan minyak tanah selama 10 menit. Setelah briket terendam, baru kemudian dibakar. Proses pembakaran ini akan berlangsung sampai 20 menit, sampai briket batubara menjadi bara, baru kemudian setelah ini peralatan masak dapat dinaikkan ke atas tungku. Hal tersebut akan semakin merepotkan pengguna.

Meskipun harga briket batubara lebih murah daripada minyak tanah, tetapi 1 kg. briket batubara hanya mengandung 60% energi (5.500 kcal) daripada yang dikandung minyak tanah (8.900 kcal). Selain itu energi briket batubara hanya separoh dari 1 kg. gas elpiji (11.900 kcal).

Kebijaksanaan menggunakan bahan bakar pengganti minyak tanah tersebut seharusnya lebih dulu dilakukan kajian secara komprehensif dan melalui hasil penelitian (berbasis penelitian) yang melibatkan berbagai pihak terkait termasuk perguruan tinggi, tidak hanya sekadar keputusan ekonomi yang hanya disosialisasikan lewat siaran pers saja.

Bahan bakar biomassa merupakan energi yang terbarukan (kotoran hewan, sabut kelapa, dll.) justru lebih akrab dan merakyat di pedesaan ketimbang batubara, disamping lebih mudah bahan bakunya dan murah, bahan bakar ini juga tidak serumit batubara.

Berita terakhir, pemerintah menganjurkan agar ibu rumah tangga beralih dari minyak tanah ke gas karena persediaan gas nasional yang besar, sementara minyak bumi makin terbatas produksinya. Tujuan lain dari pemerintah agar industri beralih ke gas, juga mobil taksi secara bertahap memakai gas. Tujuan baru selalu menimbulkan pro dan kontra...Siap, maju?:hehe:

Sumber (http://toni-komara.blogspot.com/2009/02/waspada-terhadap-asap-hasil-pembakaran.html)


Ane buat trit ini, karena pengalaman ane waktu acara Malam Tahun Baru 2010 kemaren...
Biar rameinya, kita sekeluarga buat acara bakar2an di depan rumah pake batubara,,:hehe:

Nah waktu gy Manasin tuh batubara ane berdiri di depan panggangan sembari ngipasin tuh batubara...
otomatis asapnya kena ane kan,
eh selang 10 menit ane jadi pusing dan panas di bagian belakang kepala...:pusing:
Ane Hampir pingsan,
dan tergolek lemas di lantai...:demam:
:haha:

Pas dicari2 apa bner asap batubara ada efek negatifya,
ketemu deh artikel tentang asap Batubara ini...:hehe:

just for share..

baru
18-01-2010, 01:56 PM
ya pasti, karena menghirup co2 kan bisa modar

Diozzz
18-01-2010, 02:22 PM
mana ada manusia yang kebal ma CO2....

:fufufu:

anyway gan.. thank infonya...

untung wa gag pernah pake batu bara....

:yareyare:

Rincar
18-01-2010, 03:36 PM
efeknya serem jg.. ampe bs menyebabkan kanker gitu..

emang klo terhirup lsg asapnya bs bikin pusing.. kurang oksigen kali ya.. :pusing:
wah.. tukang sate mesti dikasih tau nih efek samping penggunaan batubara.. :hehe:

info yg bermanfaat nih..

Animers
18-01-2010, 03:53 PM
bukan CO2 sebenernya, tapi CO (Carbon Monoksida), CO lebih berbahaya daripada CO2, karena hemoglobin di darah kita lebih cenderung untuk berikat dengan gas CO dibandingkan O2, tentunya tubuh kita memerlukan O2.

Shuichi
18-01-2010, 04:02 PM
Hmmmmm ...
thanks buat Infonya kka :top:

emg gas CO & CO2 bagi tubuh manusia ini ...
sekebal apapun anti body nya ...

yg pasti tidak akan bisa ditangkal ...

hidey-holey
18-01-2010, 05:06 PM
apapun ahsil bakar emang ga cocok sama paru-paru.

but apa gak lebih baik amsuk SF Keep Yer Health ya:???:

jaacoozee
18-01-2010, 05:08 PM
ya ga usahh asap batubara.. asap sampah kebakar juga bikin mabok :lol:

:niceinfo:

smrizki
18-01-2010, 07:14 PM
nice share bro
laen kali hati2 de klo ngasep pake batubara

eflaze
18-01-2010, 09:22 PM
yg berbahaya itu "aromatic hidrocarbon" nya
selain mengganggu pernafasan
juga resiko jangka panjang spt kanker...
yah ga beda jauh lah ama rokok walo ga ada yg peduli

hidey-holey
18-01-2010, 09:23 PM
yg berbahaya itu "aromatic hidrocarbon" nya
selain mengganggu pernafasan
juga resiko jangka panjang spt kanker...
yah ga beda jauh lah ama rokok walo ga ada yg peduli
maksudnya aromatic hidrokarbon itu asab yang dipakein wangi-wangian gitu ya?
berarti semcaam aroma therapy itu juga berbahaya:???:

gamz
19-01-2010, 06:08 PM
maksudnya aromatic hidrokarbon itu asab yang dipakein wangi-wangian gitu ya?
berarti semcaam aroma therapy itu juga berbahaya:???:

Moso Sih???
berarti bahaya juga berarti aroma therapy klo dihirup...:???:

@hidey-holey
maaph salah kmar ya ane..:hehe:

nafsu waktu buat tritnya kemarin...

solidcroc
19-01-2010, 09:20 PM
emang gitu, makanya batu bara kan dibakar dalam ruang tertutup xx

yuma
18-01-2013, 02:46 PM
Waktu masih kerja di pabrik, saya ingat betul bagaimana para karyawan di unit boiler yang berbahan bakar batu bara harus menjalani pemeriksaan kesehatan ekstra waktu musim tes kesehatan tahunan. SOP juga harus betul-betul ditegakkan untuk meminimalkan risiko yang timbul akibat bekerja di lingkungan yang sangat rentan terpapar asap hasil pembakaran batu bara. Kalau pekerja di unit lain cuma menggunakan masker, para pekerja di unit boiler sampai harus pakai masker ganda plus masker gas :keringat:

gamz
20-05-2013, 04:54 PM
Waktu masih kerja di pabrik, saya ingat betul bagaimana para karyawan di unit boiler yang berbahan bakar batu bara harus menjalani pemeriksaan kesehatan ekstra waktu musim tes kesehatan tahunan. SOP juga harus betul-betul ditegakkan untuk meminimalkan risiko yang timbul akibat bekerja di lingkungan yang sangat rentan terpapar asap hasil pembakaran batu bara. Kalau pekerja di unit lain cuma menggunakan masker, para pekerja di unit boiler sampai harus pakai masker ganda plus masker gas :keringat:

wah penanganan nya terhadap pegawai boiler khusus ya gan..
btw thanks buat infonya, biar lebih mantap lagi isi thread ini.. hehehe

yuma
20-05-2013, 06:38 PM
wah penanganan nya terhadap pegawai boiler khusus ya gan..
btw thanks buat infonya, biar lebih mantap lagi isi thread ini.. hehehe

Petugas di bagian boiler bertenaga batu bara memang butuh SOP ekstra detail karena level exposure bahayanya juga lebih tinggi dibandingkan bagian lain. Sebab, sisa hasil pembakaran boiler tenaga batu bara itu tergolong kategori limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

chosenone
24-07-2013, 12:29 PM
PEngalaman ente ane pernah ngalamin gan, makanya kalo bakar2an sama temen jangan mau disuruh yang ngipas2 :p