PDA

View Full Version : Pregnancy [Labor & Birth] Penyebab Bayi Lahir Kekurangan Oksigen



finoeci
14-04-2010, 06:41 AM
http://images.detik.com/content/2010/04/12/764/bayi-kurang-02-(sciencedaily)-dalam.jpg

Kekurangan oksigen pada bayi yang baru dilahirkan merupakan kasus serius. Kekurangan oksigen yang telat ditangani akan membuat sel-sel di otak mati yang bisa mengakibatkan kecacatan hingga kematian.

Kekurangan oksigen ke janin dapat terjadi pada setiap kehamilan. Maka itu penting buat paramedis memperlakukan bayi yang kekurangan oksigen dengan sigap.

Kekurangan oksigen dapat menyebabkan kecacatan yang serius yang dapat menghancurkan hidup si anak dan keluarga, menguras emosi dan finansial. Kasus cerebral palsy (cedera otak) pada bayi sebesar 20 persen disebabkan karena kekurangan oksigen.

Seperti dilansir dari babycenter, Senin (12/4/2010) ada tiga penyebab bayi lahir kekurangan oksigen:

1. Terbelit tali pusat atau tali pusat mampat
Tali pusat bisa terpelintir atau tertekan selama masa persalinan yang berhubungan posisi si bayi. Tali pusat ini sangat penting karena janin bisa menerima semua nutrisi lewat ini terutama yang paling penting adalah oksigen.
Jika tali pusat bengkok atau mampat selama persalinan maka bayi dalam posisi yang berbahaya.

2. Tali pusat mencekik leher
Ini biasa terjadi ketika bayi hendak dalam posisi turun. Gerakannya ketika turun terkadang membuat tali pusatnya melilit di leher. Pemantauan selama melahirkan harus cermat karena jika leher bayi terlilit tali pusat akan sulit mendapat pasokan oksigen.

3. Posisi bayi saat keluar lahir
Jika proses kelahiran sulit maka si bayi kadang terjebak di jalur keluar saat akan keluar. Paramedis harus bergerak cepat agar bayi tidak terlalu lama di jalur keluar karena bayi akan kekurangan oksigen.

Kebanyakan kekurangan oksigen terjadi karena janin belum dimonitor dengan hati-hati. Jika menemukan kondisi-kondisi yang sulit dokter biasanya akan segera melakukan operasi caesar.

Bayi yang kekurangan oksigen memiliki tanda-tanda:
1. Skor Apgar yang rendah
Segera setelah bayi lahir, paramedis akan melakukan serangkaian tes untuk melihat respons si bayi. Skornya akan rendah jika bayi mengalami kekurangan oksigen.

Skor Apgar pertama kali ditemukan Dr Virginia Apgar pada tahun 1952 yang mengevaluasi bayi baru lahir pada 5 kriteria dengan skala 0-2, kemudian menjumlahkan kelima kriteria tersebut. Nilai skor Apgar berkisar 0-10. Kelima kriteria itu adalah Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration.

2. Kejang pada 24-48 jam pertama setelah dilahirkan
3. Kesulitan makan, kesulitan mengisap dan tidak mampu menelan susu.
4. Mengalami apnea atau napas berhenti dalam beberapa waktu.
5. Kesulitan bangun dari tidur
6. Memiliki pH yang rendah yang menunjukkan asam terlalu banyak dalam tali pusat yang disebabkan kekurangan oksigen.

Efek Jangka Panjang

Anak yang ketika bayi mengalami kekurangan oksigen biasanya dalam masa pertumbuhannya akan mengalami kesulitan belajar, ketidakmampuan berkonsentrasi, masalah keseimbangan dan koordinasi tubuh. Autisme dan epilepsi juga diduga terkait dengan kekurangan oksigen saat lahir.

Untuk menghindari bayi lahir kekurangan oksigen, ibu harus rajin memantau posisi bayi apalagi menjelang masa kelahirannya.

Gas Xenon Cegah Kerusakan Otak Bayi Karena Kurang Oksigen

Bayi yang terlahir kurang oksigen bisa membuat otaknya rusak. Kini ada salah satu cara untuk mencegah kerusakan otak akibat kondisi tersebut, yaitu dengan memberikan gas xenon.

Sebuah rumah sakit di Inggris menjadi yang pertama di dunia dalam melakukan perawatan ini untuk mencegah bayi yang baru lahir mengalami cedera otak.

Bayi beruntung yang mendapatkan perawatan gas xenon tersebut adalah Riley Joyce yang mengalami gangguan kekurangan oksigen saat dilahirkan. Riley memiliki kemungkinan 50 persen luka permanen di otak yang dapat menyebabkan cacat seperti cerebral palsy.

Gas xenon yang diberikan tersebut berfungsi untuk menghambat kematian sel saraf yang nantinya dapat menyebabkan kerusakan di otak dan menimbulkan kecacatan.

Proses ini dilakukan di St Michael's Hospital, Bristol, Inggris. Di tempat ini para tim spesialis telah merintis teknik cara mencegah cedera otak pada bayi yang mengalami kekurangan oksigen saat lahir akibat komplikasi.

Gas xenon dapat meningkatkan efek pendinginan yang lebih baik dalam melindungi otak. Gas xenon ini sebelumnya telah digunakan pada orang dewasa yang menjalani operasi bypass jantung, tapi teknik ini belum pernah digunakan pada bayi yang baru lahir.

Prof Marianne Thoresen dan Dr James Tooley menstabilkan Riley pada suhu 33,5 derajat celsius, sebelum mesin pernapasan Riley terhubung ke sistem pengiriman xenon selama 3 jam.

Riley dijaga agar tetap dingin selama 72 jam, lalu secara perlahan mulai dihangatkan hingga akhirnya ia bisa bernapas secara normal tanpa bantuan mesin pada hari kelima.

"Setelah tujuh hari Riley mulai menunjukkan tanda-tanda kesadaran hingga bisa melihat wajah ibunya dan memegang kepalanya sambil menyusui," ujar Prof Thoresen, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (12/4/2010).

Riley dikirim dari Royal United Hospital dalam kondisi kritis, yaitu tidak ada tanda detak jantung sehingga harus dihidupkan kembali. Saat dipindahkan ke rumah sakit di Bristol, gelombang otaknya sudah menunjukkan tanda-tanda abnormal.

Prof Marianne Thoresen menuturkan pada tahun 2002, John Dingley dan dirinya mulai menyadari potensi dari xenon dalam hal pendinginan yang memungkinkan mengurangi potensi kecacatan.

"Selama 8 tahun kami telah melakukan percobaan di laboratorium dan melihat efek perlindungan dari xenon dalam hal pendinginan otak. Namun tantangan yang harus dihadapi saat itu adalah bagaimana memberikan gas yang aman dan efektif pada bayi baru lahir," ujar Prof Thoresen.

Dr Dingley pun telah mengembangkan peralatan untuk anestesi xenon pada orang dewasa selama 10 tahun, dan kini ia telah berhasil menciptakan sebuah mesin yang dapat mengirimkan gas xenon pada bayi yang baru lahir.

Tidak adanya efek samping dan kemampuannya untuk melindungi otak membuat pengobatan ini menjadi potensial untuk diterapkan pada bayi.

Sumber 1 (http://health.detik.com/read/2010/04/12/144624/1336681/764/penyebab-bayi-lahir-kekurangan-oksigen)
Sumber 2 (http://health.detik.com/read/2010/04/12/151655/1336721/764/gas-xenon-cegah-kerusakan-otak-bayi-karena-kurang-oksigen)

ilm
02-04-2014, 04:27 PM
:hi:
Dear all,

Thread ini telah di pindahkan dari Sub Forum KUYH (Library and Knowledge Center) ke Sub Forum Parenting and Pregnancy (Female Insight)
Dengan post ini thread dibuka kembali.

Silahkan berdiskusi dengan tetap mengacu kepada rules Zona Female Insight

Warm Regards,
Moderator Zona Female Insight.
:makasih-g: