Page 1 of 66 123451151 ... LastLast
Results 1 to 10 of 651

Thread: [TUTORIAL] Overclocking AMD Athlon II / Phenom II buat pemula ^.^
http://idws.in/111597

  1. #1

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Tanjungpinang
    Posts
    4,866
    Thank(s)
    24/4,378
    Rep Power
    9

    Default [TUTORIAL] Overclocking AMD Athlon II / Phenom II buat pemula ^.^

    Singkat Tentang Overclock

    Overclocking adalah sebuah kegiatan memaksa kecepatan (clock speed) dari processor (CPU/GPU) dan memory dari keadaan default atau standar pabrik menjadi lebih tinggi sesuai dengan keinginan user, tentunya dibatasi oleh kemampuan hardware itu sendiri, biasanya menggunakan satuan Megahertz (MHz) atau Gigahertz (GHz).

    Clock speed itu sendiri adalah hasil multiplier dikalikan bus speed. AMD Athlon II X2 240 yang memiliki clock speed 2.8GHz didapatkan dari multiplier x14 dan bus speed 200MHz. Semua processor AMD saat ini memiliki bus speed 200MHz dengan nilai multiplier yang berbeda-beda. Jadi, gampangnya overclocking bisa dilakukan dengan menaikkan multiplier ataupun bus speed. Sayangnya tidak semua processor bisa dinaikkan nilai multipliernya, hanya processor khusus saja yang bisa dinaikkan multipliernya. Di processor AMD sendiri disebut dengan Black Edition.



    Apa Alasan Saya Melakukan Overclock??

    Beberapa alasan mengapa dilakukannya overclocking:

    Butuh Performa Lebih
    Beberapa orang komplain, pekerjaan berat mereka dengan PC. Dan dengan extra MHz akan membantunya dengan video-codification, atau 3D rendering, proses matematika atau pekerjaan berat lainnya. Untuk kategori ini, medium overclocking akan sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi waktu dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.

    Mengurangi atau Mengatasi Bottleneck
    Bottleneck adalah suatu istilah untuk mendeskripsikan komponen pada PC, dimana sebuah komponen akan membatasi performa ataupun efisiensi dari komponen yang lainnya. Overclock dapat mengurangi bahkan mengatasi bottleneck, apabila penyebab bottleneck tersebut berasal dari kecepatan processor, memory maupun VGA. Ingatlah, kecepatan PC adalah sama dengan kecepatan komponen yang paling lambat.

    Efisiensi Pengeluaran Dalam Membeli Komponen
    Ketika saya hanya memiliki uang yang cukup untuk membeli processor dengan kecepatan terendah, padahal saya membutuhkan processor yang memiliki kecepatan lebih tinggi beberapa ratus MHz, dan harga processor tersebut beberapa persen lebih mahal, bahkan mungkin 2 kali lipat lebih mahal. Maka dengan overclocking saya bisa memaksimalkan pengeluaran dalam membangun sebuah PC, karena bisa digunakan untuk membeli komponen lain, misal membeli memory atau harddisk dengan kapasitas lebih besar. Processor dari generasi yang sama, dengan kecepatan 2.7GHz dengan harga US$50 dan di-overclock bisa melampaui kecepatan processor dengan kecepatan 3.2GHz dengan harga US$100.

    Untuk Kesenangan, Hobi ataupun Kompetisi
    Beberapa orang sangat enjoy dengan kemampuan maksimal PC-nya tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Beberapa yang lain membelanjakan uangnya untuk membeli cooling yang kompleks misalnya watercooling. Sedangkan kompetisi overclocking semakin popular dan memberikan kesempatan kepada para overclocker untuk menunjukkan skill overclocknya.

    Untuk Mempelajari Sistem yang Digunakan
    Secara tidak langsung, overclocking membuat kita menjadi mengerti akan komponen dalam sistem yang digunakan, terhadap hubungan dan fungsi antar komponen. Mengerti akan kemampuan komponen yang kita gunakan, sehingga bisa mengerti apa yang dibutuhkan ketika menginginkan sistem yang lebih optimal.



    Pengenalan Software:

    CPU-Z: Software untuk mendeteksi status clock speed dari processor maupun memory. Juga info tentang spesifikasi processor, motherboard, memory dan VGA. http://www.cpuid.com/softwares/cpu-z.html

    Core Temp: Software untuk mendeteksi suhu processor (per core). http://www.alcpu.com/CoreTemp/

    AMD Overdrive: Software dari AMD untuk overclocking processor AMD lewat Windows. http://game.amd.com/it-it/drivers_overdrive.aspx

    Cinebench R11.5: Benchmark terbaru dari MAXON untuk mengetahui kemampuan sistem dalam mengerjakan rendering 2D (support multicore). http://www.maxon.net/index.php?id=162

    wPrime v.155: Benchmark untuk mengetahui kemampuan sistem dalam melakukan perhitungan bilangan prime, tersedia iterasi hingga 32M dan 1024M. http://hwbot.org/benchmark.applicati...ionId=14#rules

    Prime95: Test stabilitas sistem, terutama untuk processor dan memory. Tes ini lebih tepat sebagai torture test (penyiksaan), untuk mengetahui stabilitas sistem dalam mengerjakan aplikasi yang sangat berat. http://www.softpedia.com/progDownloa...oad-76537.html

    3Dmark (03/05/06/Vantage): Benchmark dari Futuremark untuk mengetahui performa sistem dalam menjalankan aplikasi 3D, khususnya gaming. http://www.futuremark.com/download/



    Sebelum melakukan Overclocking...

    Sebaiknya kenali terlebih dahulu komponen yang digunakan, terutama processor, motherboard, memory, VGA, Power Supply Unit (PSU), serta cooling yang digunakan.
    Gunakanlah selalu PSU yang berkualitas (pure power) untuk menjaga stabilitas ketika overclocking, baik dalam keadaan overclocking maupun standar.
    HARDWARE FAILURE IS YOUR OWN RISK



    Glossary of Terms

    Hyper Transport Reference Clock (HTRef): Bus clock internal dari processor AMD. HTRef clock default adalah 200MHz. CPU, CPU-NB, HT Link dan memory clock berhubungan dengan nilai HTRef clock ini. Kemampuan HTLink untuk berjalan pada frekuensi tinggi sangatlah tergantung dari motherboard dan BIOS yang digunakan.

    CPU: Central Processing Unit. CPU clock speed memiliki efek terbesar dalam menentukan performa keseluruhan dari sistem. Di sini target utama overclocking.

    CPU-NB: CPU-Northbridge. Bukanlah northbridge yang biasa dikenal, yaitu pada chipset motherboard. CPU-NB di sini adalah bus yang menghubungkan CPU dan memory controller yang terintegrasi pada processor. CPU-NB memiliki clock speed maupun voltage sendiri, terpisah dari CPU clock speed. Frekuensi CPU-NB menentukan kecepatan memory controller.

    CPU FID: CPU multiplier. AMD Athlon II X2 240 memiliki nilai multiplier default x14 (14x200MHz = 2800MHz). Nilai multiplier dapat diturunkan, tetapi hanya model Black Edition processor yang dapat dinaikkan nilai multipliernya (unlock multiplier). Contoh AMD Phenom II X2 555 BE.

    CPU-NB FID: CPU-NB Clock multiplier. Menentukan frekuensi CPU-NB. Contohnya pada AMD Athlon II X2 240, nilai defaultnya adalah x10 (10x200MHz=2000MHz). Nilai ini juga menentukan nilai maksimum dari frekuensi HT Link, yaitu HT Link multiplier tidak bisa lebih tinggi ketimbang CPU-NB multiplier. Dalam keadaan default, CPU-NB dan HT Link memiliki nilai yang sama. Nilai multiplier CPU-NB hanya bisa dinaikkan pada model Black Edition processor.

    HT Link FID/multiplier: Multiplier ini menentukan frekuensi dari HT Link. Contohnya pada AMD Athlon II X2 240, nilai defaultnya adalah x10 (10x200MHz=2000MHz). Nilai multiplier maximum dari HT Link tidak bisa lebih tinggi daripada multiplier CPU-NB. Nilai HT Link multiplier hanya bisa dinaikkan pada model Black Edition processor.

    CPU VID: CPU Voltage Identification Digital. Pendek kata, CPU VID menentukan nilai CPU Core Voltage (vCore). Nilai maksimum CPU VID adalah 1.55v. NOTE: Nilai CPU VID bukan nilai sebenernya dari vCore (lihat Voltage Offset). Nilai CPU VID hanya bisa diubah pada model Black Edition processor.

    CPU-NB VID: CPU-NB Voltage Identification Digital. Pendek kata, CPU-NB VID menentukan nilai CPU-NB Voltage. Nilai maksimum CPU VID adalah 1.55v. NOTE: Nilai CPU-NB VID bukan nilai sebenernya dari CPU-NB Voltage (lihat Voltage Offset). Nilai CPU-NB VID hanya bisa diubah pada model Black Edition processor.

    CPU / CPU-NB Voltage Offset: Voltage Offset berguna untuk mengatur nilai +(positif) dan -(negatif) dari nilai CPU / CPU-NB VID. Nilai voltage sebenarnya adalah nilai dari CPU / CPU-NB VID + Offset. Contoh: VID 1.35v + Offset 0.1v = 1.45v (nilai yang sebenarnya).
    Last edited by bondhahnmrt85; 25-08-2010 at 03:42 PM.
    Reply With Quote Reply With Quote

  2. #2

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Tanjungpinang
    Posts
    4,866
    Thank(s)
    19/4,378
    Rep Power
    9

    Default

    TUNING MEMORY AM3 / DDR3

    Memory clock speed terikat kepada HTRef clock dengan beberapa ratio/divider. Memory clock divider pada platform AMD AM3 adalah sbb:
    • DDR3-800 (400MHz) = 2:1 divider = multiplier x4 (800MHz = 4 x 200MHz)
    • DDR3-1066 (533MHz) = 8:3 divider = multiplier x5.33 (1066MHz = 5.33 x 200MHz)
    • DDR3-1333 (667MHz) = 10:3 divider = multiplier x6.66 (1333MHz = 6.66 x 200MHz)
    • DDR3-1600 (800MHz) = 4:1 divider = multiplier x8 (1600MHz = 8 x 200MHz)


    Voltage yang optimal tergantung dengan modul memory itu sendiri. Umumnya ada dua kategori DDR3: high voltage (1.80v – 2.00v) dan low voltage (1.6v – 1.7v).

    Parameter yang optimal dalam menentukan timing tRAS dan tRC adalah:
    • tRAS = CL + tRCD + tRP. Contoh: tRAS disetting dengan nilai 21 apabila CL7-7-7
    • tRC = tRAS + CL. Contoh: tRC disetting dengan nilai 28 apabila CL7 + tRAS = 21

    NOTE: Tergantung karakter memory. Beberapa memory ada yang dapat berjalan dengan tRAS yang lebih ketat. Tapi utk DDR3 ada baiknya tRAS berada dikisaran 21-27.

    Teknisnya, timing yang ketat (ditunjukkan dengan angka yang lebih rendah) memiliki performa yang lebih baik.

    Dalam memperketat timing, ada baiknya mencari CL terketat, baru diikuti tRCD dan tRP. Ketika ada kalanya timing yang ketat ternyata hasilnya tidak stabil, cobalah memperlonggar timing tRCD (Misal: 7-9-7-24). Kalau ternyata tetap tidak stabil, barulah timing CL yang dilonggarkan (Misal: 8-9-7-24)

    Mode 2T akan meningkatkan stabilitas memory dengan kapasitas 4GB atau 8GB, tetapi akan sedikit menurunkan performa.

    Sebelum bermain-main dengan frekuensi dan timing memory, ada baiknya mengetahui spesifikasi dari modul memory yang digunakan. Silahkan menggunakan software CPU-Z tab SPD untuk mengetahui SPD yang digunakan oleh produsen memory...
    Sebagai patokan, gunakan spesifikasi standar JEDEC untuk DDR3...
    • DDR3-800 [5-5-5] ~ [6-6-6] @1.5v
    • DDR3-1066 [6-6-6] ~ [7-7-7] ~ [8-8-8] @1.5v
    • DDR3-1333 [8-8-8] ~ [9-9-9] @1.5v
    • DDR3-1600 [9-9-9] ~ [10-10-10] @1.5v


    Ada dua konfigurasi memory controller AMD Athlon II / Phenom II, yaitu Ganged Mode dan Unganged Mode. Ganged Mode berarti dengan single 128-bit dual-channel DRAM Controller (DCT). Sedangkan Unganged Mode berarti mengaktifkan 2x64-bit dual-channel DRAM Controller (DCT0 dan DCT1). Settingan yang direkomendasikan dalam banyak kasus adalah Unganged Mode. Sedangkan Ganged Mode sedikit lebih bagus performanya dalam single-threaded benchmark.



    MAXIMUM VOLTAGE

    Voltage maksimum yang direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari menggunakan pendinginan udara (termasuk high-end HSF) adalah:
    • CPU Core Voltage (vCore) adalah 1.35v – 1.50v
    • CPU-NB Voltage adalah 1.35v – 1.50v
    • HT Link Voltage adalah 1.20v – 1.35v
    • DDR3 Voltage adalah 1.80v – 2.00v (tergantung modul memory)

    NOTE: Nilai tersebut adalah kisaran nilai maksimum, semakin rendah masih lebih baik.

    Kalo ada yg nanya perhitungan memory utk processor AM2 (Athlon64 series), perhitungannya memang agak beda, sedikit gw jabarin dsini. Rumusnya cari sendiri yah
    Show Tabel perhitungan memory DDR2 pada AMD Athlon64 Athlon64 X2


    Last edited by bondhahnmrt85; 21-12-2010 at 11:50 AM.
    Reply With Quote Reply With Quote

  3. #3

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Tanjungpinang
    Posts
    4,866
    Thank(s)
    16/4,378
    Rep Power
    9

    Default

    Langkah-langkah Overclocking

    Setting BIOS untuk memaksimalkan performa processor:
    • Disable ‘Cool n Quiet’ – Fitur hemat daya dari processor AMD
    • Disable ‘C1E’
    • Disable ‘CPU Fan Control’ – Agar kecepatan fan processor pada kecepatan maksimum.
    • Memastikan nilai CPU-NB, Memory atau HT Link berkerja stabil pada nilai default.


    Last edited by bondhahnmrt85; 23-08-2010 at 11:04 AM.
    Reply With Quote Reply With Quote

  4. #4

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Tanjungpinang
    Posts
    4,866
    Thank(s)
    16/4,378
    Rep Power
    9

    Default

    Overclocking Test

    Sebagai sample, digunakan processor AMD Athlon II X2 215 sebagai processor dual-core termurah dari AMD. Juga akan digunakan AMD Phenom II X2 555 BE yang harganya dua kali lipat, sebagai pembanding hasil dari overclocking.


    Dengan software CPU-Z, terlihat spesifikasi dari processor AMD Athlon II X2 215.
    Core Speed = CPU Clock Speed = (CPU FID * HTRef)
    Multiplier = CPU FID (CPU multiplier)
    Bus Speed = HyperTransport Reference Clock (HTRef). Defaultnya adalah 200MHz
    HT Link = (HT Link FID * HTRef). HT Link FID default adalah x10. Jadi frequency HT Link = 2000MHz




    CPU-Z tab memory. Terlihat tipe memory yg digunakan adalah DDR3 dengan kapasitas 2GB. Terpasang dalam modus dual channel unganged, yg berarti lebar busnya adalah 2*64-bit. Selain itu juga terlihat kecepatannya adalah 666.7MHz (real clock) atau 1333MHz (effective clock). Dengan divider 3:10 atau multiplier x6.66 (200MHz x6.66 = 1333MHz). Timing yang tercantum adalah 9-9-9-24-33-1T (CL-tRCD-tRP-tRAS-tRC-CR).



    Spesifikasi Tes

    AMD Athlon II X2 215
    AMD Phenom II X2 555 BE
    Biostar TA880GB+
    Elixir PC3-1333MHz 2x1GB
    VGA onboard HD 4250
    CPU stock cooling
    PSU Corsair VX550W
    Windows 7 Home Basic SP1
    Show pc

    Last edited by bondhahnmrt85; 23-08-2010 at 11:04 AM.
    Reply With Quote Reply With Quote

  5. #5

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Tanjungpinang
    Posts
    4,866
    Thank(s)
    12/4,378
    Rep Power
    9

    Default

    Kini menuju layar BIOS, tentunya yang menjadi perhatian penting dalam overclocking.




    Menu overclocking ada pada tab T-Series. Setiap merk motherboard memiliki penamaan sendiri-sendiri. Pada menu ini, ada CPU/HT Reference Clock untuk mengubah nilai dari HTRef. Disinilah kunci overclocking terutama bagi processor yang bukan model Black Edition.




    Pada Sub-Menu Over Voltage Configuration terdapat opsi untuk settingan voltage. Perlu diperhatikan, CPU Vcore dan CPU-NB Over Voltage adalah sebagai Voltage Offset, yaitu sebagai menambah maupun pengurang dari nilai CPU VID dan CPU-NB VID. Selain itu terdapat opsi utk voltage memory, chipset, dan HyperTransport.




    Pada Sub-Menu CPU FID/VID Control terdapat opsi untuk mengubah Core FID (CPU multiplier), Core VID untuk memberikan nilai vCore dan CPU-NB VID, tentunya dikombinasikan dengan Voltage Offset.
    Last edited by bondhahnmrt85; 23-08-2010 at 12:35 AM.
    Reply With Quote Reply With Quote

  6. #6

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Tanjungpinang
    Posts
    4,866
    Thank(s)
    9/4,378
    Rep Power
    9

    Default



    Masih di layar yang sama, CPU-NB FID ada beberapa opsi. Nilai 800MHz dst melambangkan nilai multiplier x4 dst. Nilai 800MHz dst sendiri didapat dari HTRef dikalikan CPU-NB FID. NOTE : Nilai tersebut tidak otomatis berubah, jadi tetap harus dihitung secara manual.




    Sub-Menu Hyper Transport Configuration adalah untuk mengubah settingan HT Link FID (multiplier).




    Sub-Menu DRAM Timing Configuration memberikan opsi pengaturan memory clock speed, divider, dan timing memory. Pada Memclock Value terdapat opsi pengaturan divider memory. Nilai tersebut didapat dari hasil perkalian multiplier memory dan HTRef (Misal: DDR3-1066 yang sama dengan multiplier x5.33 dikalikan HTRef 200MHz).




    Fokus timing memory ada pada CL-TRCD-TRP-TRAS.
    Last edited by bondhahnmrt85; 23-08-2010 at 12:47 AM.
    Reply With Quote Reply With Quote

  7. #7

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Tanjungpinang
    Posts
    4,866
    Thank(s)
    577/4,378
    Rep Power
    9

    Default

    BENCHMARK

    Maka dilakukan benchmark dengan software Cinebench R11.5 (32-bit), MaxxPi (1M dan 8M), SuperPi (1M dan 8M), wPrime (32M dan 1024M).


    Menggunakan beberapa settingan, yaitu:
    1. AMD Athlon II X2 215 default @2700MHz

    2. AMD Athlon II X2 215
    • HTRef 250MHz * CPU FID x13.5 = 3375MHz
    • CPU-NB FID x8 = 2000MHz
    • HT Link FID x8 = 2000MHz
    • Memory multiplier x5.33 = 1333MHz


    3. AMD Athlon II X2 215
    • HTRef 260MHz * CPU FID x13.5 = 3510MHz
    • CPU-NB FID x8 = 2340MHz
    • HT Link FID x8 = 2340MHz
    • Memory multiplier x5.33 = 1385MHz


    4. AMD Athlon II X2 215 (optimize)
    • HTRef 260MHz * CPU FID x13.5 = 3510MHz
    • CPU-NB FID x9 = 2340MHz
    • HT Link FID x9 = 2340MHz
    • Memory multiplier x5.33 = 1385MHz
    • Memory timing 8-8-8-24-33 1T


    5. AMD Phenom II X2 555 BE default @3200MHz



    Maka didapat hasil benchmark sbb:



    Dapat dilihat, ternyata processor hasil overclock bisa melampau performa processor yang harganya dua kali lipatnya yang tentunya tidak di-overclocking. Apalagi overclocking yang digunakan pun tidak menggunakan perangkat tambahan apapun dan masih sangat layak digunakan untuk harian. Karena ketika pengujian, suhu full load processor yang sudah teroverclock ini hanya maksimum 45 derajat Celcius pada pengujian wPrime 1024 sebagai benchmark terberat. Ini bisa dilakukan, karena masih belum sama sekali ada tambahan voltage sama sekali.



    Utk proc Intel, kalo ada waktu gw bikinin juga hehehehe....
    Coz nyusun materi yg ini doank ampe 3 hari neh, maklum nubie, msh harus byk belajar...

    Yang mau versi pdf bisa didonlod aj...
    You must click 'Thank You' before you can see the data contained here.
    You do not have sufficient rights to see the hidden data contained here.
    Last edited by bondhahnmrt85; 18-12-2010 at 08:46 PM.
    Reply With Quote Reply With Quote

  8. Who Said Thanks:

    There are too many to display.

  9. #8

    Join Date
    Jan 2010
    Location
    doing 240kmh
    Posts
    3,693
    Thank(s)
    0/234
    Rep Power
    7

    Default

    NIICEEEE...PERTAMAAAXX.. sampe 5 post lohh wkakwakwaw.....
    Reply With Quote Reply With Quote

  10. #9

    Join Date
    Jun 2010
    Location
    jakarta
    Posts
    1,685
    Thank(s)
    0/61
    Rep Power
    6

    Default

    ^
    om bond...
    mantab bgt postnya...

    nice post
    ini dia yg di tunggu2...
    Reply With Quote Reply With Quote

  11. #10

    Join Date
    Sep 2008
    Location
    Budapest
    Posts
    7,470
    Thank(s)
    0/7,950
    Blog Entries
    2
    Rep Power
    11

    Default

    Tanya dong, jaman Athlon XP dulu kan OC seringkali dilakukan dengan menaikkan FSB tapi multiplier diturunkan. Misalnya 200*10 dari standarnya 133*15 bedanya cukup jauh. Untuk athlon II ini masih se-sensitif itu ngga sama perubahan bus? Terus kalau iya, berapa nilai HTref clock yang aman untuk daily supaya mobo ngga meledak?
    Follow my twitter @thisisant
    Reply With Quote Reply With Quote

Page 1 of 66 123451151 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia