Page 93 of 200 FirstFirst ... 4383899091929394959697103143193 ... LastLast
Results 921 to 930 of 1991

Thread: [Tips] Kumpulan Tips & Trik Berkendaraan Sepeda Motor
http://idws.in/111746

  1. #921

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    inside ur skull
    Posts
    47,923
    Thank(s)
    0/651,694
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    42

    Question [Info] Kampas Kopling Kawasaki KLX 150S Bisa Pakai Honda Tiger!



    Bukan berarti kampas kopling Kawasaki KLX 150 tidak bagus mutunya. Tapi, jika bisa substitusi dengan part lain yang kekuatannya juga tak kalah bagus, kenapa tidak. Ya, terutama jika dipakai buat adventure ‘main’ ke jalan off-road.

    "Bisa substitusi pakai kampas kopling Honda Tiger atau Honda Mega Pro. Enggak perlu repot pemasangannya. Karena bentuknya sama,” ungkap Syafrudin, mekanik Roby Steam di Jl. Arteri Kelapa Dua Raya, No. 25 (depan Sasak II), Jakarta Barat.




    Agar lebih yakin, silakan masukan kampas kopling Tiger di rumah kopling KLX 150. Pastinya, kampas akan mudah masuk layaknya pakai part orisinal motor dual purpose itu. Ya, kampas masuk tanpa harus memperkecil lebar kampas terluar.




    Dalam pemasangan, pelat gesek orisinal KLX masih bisa digunakan buat mendampingi kampas subsitusi itu. Namun saran One, baiknya pelat judder spring tak usah dipakai lagi. “Kalau dipakai, malah bikin kampas cepat aus. Gak dipakai juga gak apa kok,” sahut pria yang bengkelnya punya nomor telepon (021) 705-71145.




    Seperti disebut sebelumnya kalau kampas kopling KLX 150 dan Tiger tak berbeda dimensi. “Bedanya hanya di bahan, terutama warna. Milik Tiger gelap. Ketebalannya juga hampir sama saja,” bilang Oneni, sapaan karib Syafrudin.




    Penyesuaian hanya sebatas melubangi rumah kopling saja. Tapi, lubangnya jangan terlalu besar juga terlalu kecil. Tujuan proses ini agar oli atau pelumas bisa lebih masuk ke sela-sela kampas kopling. “Kalau terlalu besar, bisa kurangi kekuatan rumah kopling. Cukup pakai mata bor ukuran 6,” sahut pria yang juga dipanggil One itu.




    Ketika dipakai kompetisi, tentu butuh penyesuaian lain. Misalnya buat balap di grasstrack. Sobat juga bisa pakai per kopling tipe kompetisi agar daya balik kopling semakin spontan.

    Beragam merek per kopling buat KLX 150, bisa ditemukan dipasaran. Soal harga, juga bervariasi. Misal, merek Vertex yang dijual Rp 75 ribu.



    ================================================== ======


    ketahuan sekali kalo komponen parts onderdil si Kawasaki kagak ada dan susah di carinya di Indonesia, Honda memang selalu terdepan!!

  2. #922

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    inside ur skull
    Posts
    47,923
    Thank(s)
    0/651,694
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    42

    Question [Info] Perawatan Premium VS Pertamax Mana Lebih Murah?




    Sebentar lagi penggunaan bensin Premium akan dibatasi. Suplainya sudah pasti berkurang. Di SPBU dikhawatirkan akan membuat antrian panjang dan parahnya bisa langka.

    Itu yang membuat biker membuat pertimbangan harus menggunakan Pertamax dan Pertamax Plus. Dari sisi harga memang lebih tinggi. Tapi, segi perawatan bisa jadi lebih murah.

    Bisa lebih murah karena menurut beberapa mekanik, menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus membuat pembakaran lebih bersih. Lebih sedikit meninggalkan kerak di ruang bakar.

    Itu yang membuat usia atau jangka waktu servis besar bisa lebih lama tenggangnya. “Karena kerak di ruang bakar sedikit, tidak harus sering servis besar untuk membersihkannya,” jelas Bang Jay alias Zainudin dari Eka Jaya Motor.

    Bang Jay yang masih eksis di balap juga terima servis harian. Pelanggannya variatif, dari pengguna bensin Premium sampai Pertamax Plus pun ada. Sehingga bisa membandingkan segi perawatan motor yang menggunakan berbagai jenis bahan bakar.

    Menurut Bang Jay, Pertamax atau Pertamax Plus karakternya lebih kering. Artinya lebih mudah menguap dan mampu terbakar dengan lebih tuntas dibanding Premium. Membuat kandungan kerak dalam ruang bakar jadi sedikit.

    Akibat sifatnya yang kering, seperti menggunakan spuyer yang lebih kecil. Pertamax atau Pertamax Plus mampu terbakar habis. Ini yang membuat timbunan karbon atau kerak sedikit. Membuat lebih lama jangka waktu servis besarnya.

    Misalnya ketika menggunakan Premium harus servis besar setiap tahun, begitu pakai Pertamax Plus bisa 18 bulan atau 2 tahun baru servis besar. Uang yang harus dikeluarkan untuk biaya servis memang lebih sedikit.

    Ananlisa Bang Jay ada benarnya. Pertamax dan Pertamax Plus bisa lebih kering dibanding Premium. Cara awam paling mudah dengan meletakkannya di atas kertas putih. Premium akan lebih lama menguapnya dibandingkan dengan Pertamax dan Pertamax Plus.

    Apalagi Pertamax Plus sekarang diproduksi tanpa timbal. Untuk mengail oktan tinggi pakai High Octane Mogas Component (HOMC). Atau bahan bakar Bio Pertamax yang merupakan hasil pencampuran Pertamax dan etanol murni. Dipastikan lebih kering.

    Sifat etanol punya sifat lebih mudah menguap. Juga mudah mengikat air. Makanya lebih kering dibanding Premium.


    ================================================== =============

    tetep aja mahal harganya, kecuali 1 liter pertamax = 6 ribu rupiah

  3. #923

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    inside ur skull
    Posts
    47,923
    Thank(s)
    0/651,694
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    42

    Question [Info & Tips] Campur Premium dan Pertamax, Jadi Premium Plus!



    Antisipasi mulai dikuranginya pasokan premium setelah keputusan BBM bersubsidi yang akan dibatasi, kalangan bikers banyak yang melakukan trik pencampuran bahan bakar. Misalnya Premium dicampur dengan Pertamax. Tujuannya, menaikkan angka oktan dengan harga yang masih relatif terjangkau. Sebab, semakin tinggi angka oktannya, semakin lama bensin itu terbakar spontan.

    Sebagaimana kita ketahui, Pertamax punya angka oktan yang lebih tinggi, yaitu 92. Sedangkan Premium angka oktannya hanya 88. Semakin tinggi angka oktannya, akan tahan terhadap kompresi. Tidak mudah terbakar sebelum api busi meletik.

    Berbeda dengan bensin oktan rendah. Mudah menimbulkan pembakaran spontan. Akhirnya akan menimbulkan ketukan di dalam mesin yang biasa disebut gejala ngelitik atau knocking.

    Makanya pembakaran spontan ini sebisa mungkin dihindari dengan angka oktan yang tinggi. Jika masih menggunakan premium yang beroktan 88, maka mesin akan mudah ngelitik atau knocking jika dipakai pada mesin dengan rasio kompresi besar.

    Memilih BBM yang baik untuk kendaraan adalah penggunaan angka oktan yang harus sesuai dengan tekanan kompresi kendaraan kita. Semakin tinggi kompresinya maka sebaiknya menggunakan BBM berangka oktan tinggi.

    Untuk kendaraan berkompresi di bawah 9 : 1 masih dapat menggunakan Premium. Namun untuk kendaraan dengan kompresi 9,1 : 1 sampai 10 : 1 sebaiknya menggunakan Pertamax atau sejenisnya dan kendaraan dengan kompresi 10,1 : 1 ke atas sebaiknya menggunakan Pertamax Plus atau sejenisnya.

    Nah, salah satu cara menaikkan oktan dengan mengoplos bensin Premium dengan Pertamax. Premium dengan angka oktan 88 sedangkan Pertamax 92. Pencampuran ini bisa dinamakan Premium Plus. “Memang bisa meningkat jika dicampur antara kedua jenis bahan bakar ini,” kata M. Harun, Vice President Corporate Communication Pertamina.

    Secara matematis, menghitung nilai oktan Premium Plus sangat mudah. Secara sederhana, angka oktan bisa dihitung. Jika Premium dengan oktan 88 dicampur Pertamax dengan oktan 92.

    Maka hitungan secara linear dengan komposisi 50 : 50 adalah (88+92) dibagi 2, yaitu sekitar 90. Jika komposisinya berbeda, tinggal disesuaikan presentasenya.

    Secara hargapun Premium Plus bisa dihitung. Dengan asumsi pengoplosan fifty-fifty, harga Premium Plus saat ini sekitar Rp 6.425. Angkanya didapat dari harga Premium ditambah Pertamax dibagi dua. Yakni Rp 4.500 + Rp 8.350 dibagi 2.

    Lebih murah dan realistis dilakukan para biker. Terutama untuk motor-motor kecil yang diproduksi di lokalan. Rasio kompresinya masih bisa diatasi dengan Premium Plus.



    ================================================== =====


    daripada lo batesin bensin premium buat sepeda motor, mending lu batesin tu premium buat kendaraan pribadi ber plat item, eneg gw ngeliat kebijakan pemerintah yg mencla mencle



    Quote Originally Posted by choli View Post
    tambahan
    Sedikit meluruskan aja pemberitaan mengenai pembatasan premium...
    Pembatasan premium ini hanya berlaku untuk berkendaraan roda empat yang berplat hitam (kendaraan pribadi).
    Sedangkan untuk kendaraan roda dua tidak dikenai pembatasan BBM bersubsidi alias premium...
    CMIIW...

  4. #924

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Bandung
    Posts
    7,070
    Thank(s)
    0/2,922
    Rep Power
    12

    Default

    @carlos
    Sedikit meluruskan aja pemberitaan mengenai pembatasan premium...
    Pembatasan premium ini hanya berlaku untuk berkendaraan roda empat yang berplat hitam (kendaraan pribadi).
    Sedangkan untuk kendaraan roda dua tidak dikenai pembatasan BBM bersubsidi alias premium...
    CMIIW...

  5. #925

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    inside ur skull
    Posts
    47,923
    Thank(s)
    0/651,694
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    42

    Question [Info & Tips] Beda Pertamax dan Pertamax Plus, Bukan Sekedar 92 dan 95



    Selain Pertamax (P) sebagai bahan bakar non subsidi, Pertamina juga menjual Pertamax Plus (PP) yang kastanya tertinggi. Toh, sedikit yang tau bedanya. Kecuali bahwa nilai oktan PP lebih tinggi dari P. Yaitu, 95 untuk PP dan 92 untuk P. Warna P biru dan PP merah. Dan, harga PP lebih mahal.

    Namun, sebenarnya gak cuma oktan, warna dan harga pembeda kedua BBM non subsidi ini. Karena, pada dasarnya, keduanya mempunyai kandungan aditif berbeda. Aditif ini untuk meningkatkan mutu bahan bakar tersebut.

    "Dengan angka oktan yang lebih tinggi Pertamax Plus memiliki tingkat pembakaran yang idealnya lebih sempurna untuk menambah tenaga mesin," jelas Tomy Huang, bos Bintang Racing Team (BRT) di Cibinong, Jawa Barat.

    Memang energi yang dikeluarkan PP jadi lebih panas dibanding P. Ini dikarenakan nilai oktannya yang lebih tinggi tadi. Kandungan PP 95 persen oktana dan 5 persen heptana, atau campuran molekul lainnya. Sementara P dengan kandungan 92 persen oktana dan 8 persen heptana.

    Tinggi nilai oktan membuat semakin tinggi pula titik didihnya. Dengan semakin tinggi titik didih, pembakaran bisa lebih sempurna. Karena bahan bakar bisa dimampat hingga tekanan paling tinggi sebelum diledakan api dari busi. Sebagai hasil akhirnya, energi yang dihasilkan PP lebih tinggi dari P.

    Tapi, karena itu pula, panas yang dihasilkan dari pembakaran PP menjadi lebih tinggi. Efisiensi panas yang dihasilkan dari pembakaran lebih banyak. Sebagai hasil, "Idealnya, tenaga yang tercipta dengan memakai PP juga lebih besar dibanding P," sambung Tomy.

    Nah, dengan oktan yang lebih tinggi pula, PP menuntut spek mesin dengan rasio kompresi lebih tinggi dari P. Jika P untuk rasio kompresi di atas 10 : 1, kayak mesin Suzuki Satria FU-150 dan Jupiter MX, maka PP mengharuskan kompresi lebih tinggi.

    "Atau juga mesin dengan spek untuk balapan. Kerena PP bisa dipakai untuk mesin yang menerapkan rasio kompresi 12,5 : 1," jelas Tomy, yang percaya penggunaan PP untuk balapan nasional.

    Meski begitu, PP tidak harus untuk motor standar harian dengan rasio kompresi standar 12,5 : 1. Rasio standar bawaan pabrik bisa menggunakan PP. Karena angka oktan 95 masih aman. Kecuali sudah diatas 100.


    ================================================== ===

    ngapain juga bayar bensin mahal kayak gitu, makanya motor lebih bagus yg kompresinya masih standar untuk premium

  6. #926

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    inside ur skull
    Posts
    47,923
    Thank(s)
    0/651,694
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    42

    Question [Info & Tips] Mitos Pertamax dan Pertamax Plus, Banyak Gak Benarnya



    Isu mobil pribadi diwajibkan memakai Pertamax mulai April nanti memang belum menyentuh motor. Tapi, rencana pemerintah mematok motor kudu pakai Pertamax, start 2014. Namun biker banyak yang alergi pakai Pertamax, bukan saja karena harganya tinggi. Kenapa?

    Mitos soal Pertamax dan Pertamax Plus banyak beredar. Tapi, gak jelas kebenarannya. Terutama mitos negatifnya. Yaitu, bahwa Pertamax membuat tangki cepat keropos. Dan, karburator serta jalur bahan bakar jadi cepat kotor kemerahan. Ditambah lagi, Pertamax bisa membuat mesin jadi cepat panas. Serem, kan?!

    Semua mitos itu coba diulas Tomy Huang, dari Bintang Racing Team (BRT) Cibinong, Jawa Barat. Pebengkel, sekaligus inovator kelistrikan motor ini banyak menolak mitos di atas. Berikut uraiannya.

    Bahwa Pertamax atau Pertamax Plus bisa ‘menggerogoti' tangki bensin, ini salah. Ada penjelasan logisnya. Yaitu, dengan oktan lebih tinggi, Pertamax punya daya menangkap kandungan air di udara lebih tinggi dibanding Premium. Seperti yang kita tahu, air bisa membuat korosi jika bersentuhan dengan logam.

    "So, kalo pakai Pertamax atau Pertamax Plus dan tangki sering tidak kedap udara, baru ada kemungkinan tangki keropos. Tapi, biasanya, motor tipe sport lebih cepat keropos. Sebabnya, tutup tangki motor jenis ini modelnya terbuka di atas. Jadi, kemungkinan air hujan atau akibat mencuci merembes, lebih besar dari bebek atau skuter," ujar Tomy.

    Kemudian, soal kerak atau bercak merah di karburator atau jalur bensin. Ini tidak terjadi kalau pakai Pertamax. "Tapi, terjadi kalau pakai Pertamax Plus. Merah tadi adalah pewarna dari Pertamax Plus. Dan tidak meninggalkan kerak. Hanya pewarna saja," jelas Tomy.

    Kemudian muncul juga kesan kalau menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus mesin jadi panas. Perlu diluruskan pendapatnya. Mengacu kepada sistem kerja motor bakar.

    Power yang dihasilkan mesin adalah konversi dari energi panas bahan bakar jadi energi gerak. Semakin besar ledakan dari pembakaran, energi gerak atau power mesin jadi gede.

    Nah, agar power mesin gede, harus ditunjang pembakaran sempurna. Ciri pembakaran sempurna salah satunya menghasilkan kalor atau energi panas yang besar.

    Jadi, wajar kalau menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus mesin sedikit lebih panas. Karena pembakaran lebih sempurna. Namun powernya lebih gede.

    Penggunaan Pertamax dan Pertamax Plus idealnya memang perlu di motor sekarang. Sebagai contoh, Jupiter MX dan Satria FU yang punya perbandingan kompresinya di atas 10 : 1.

    Spek seperti itu, harusnya kedua tipe ini memakai bahan bakar jenis Pertamax. Tapi, kebanyakan biker memilih Premium karena lebih ekonomis. Hasilnya, jelas buruk.

    "Jelas tenaga Jupiter MX dan Satria FU bakalan katrok kalau dipaksa minum Premium. Nah, begitu penggunanya berpindah pakai Pertamax, ia merasakan tenaganya lebih besar dan mesin lebih panas. Padahal, yang terjadi, mesin dapat asupan bahan bakar sesuai spesifikasinya. Hasilnya, tenaga yang keluar sesuai seharusnya," ulas Tomy.

    Makanya, Tomy menganjurkan biker melihat standar kompresi mesin saat ingin menentukan BBM mana yang dipakai. So, jika spek mesin wajibkan Premium, tapi mau Pertamax, ya kudu sesuaiin spek. "Naikin kompresi dan majuin waktu pengapian. Kan, bahan bakar oktan tinggi lebih sulit terbakar," jelasnya.

    Jika ini tidak dilakukan, mitos soal mesin panas bisa terjadi. Sebab, "Waktu pengapian jadi tidak tepat. Bahan bakar tidak terbakar sempurna. Pelumasan yang dilakukan bahan bakar juga berkurang. Otomatis, mesin panas," sebut Tommy.

    Artinya, Tomy menegaskan, pemakaian bahan bakar yang tak sesuai spek mesin, membuat tenaga mesin tak maksimal. Ini berkaitan dengan mitos irit atau boros. "Dengan pakai bensin tidak sesuai mesin, jelas tenaga tidak maksimal. Makanya kita jadi ngotot buka gas. Akibatnya, bukannya irit, malah bisa boros," sambungnya.

    Soal Pertamax membuat ruang bakar dan kepala piston lebih bersih pun, tidak absolut benar. Sebab, kata Tomy lagi, pemakaian bahan bakar harus diseusaikan spek mesin.


    ================================================== =======

    intinya buat mesin yg standarnya pake premium, eh malah di masukin pertamax tetep kaga baek

  7. #927

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    inside ur skull
    Posts
    47,923
    Thank(s)
    0/651,694
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    42

    Question [Info & Tips] Tips P3K Hujan, Nggak Panik Kala Hujan


    Sekarang, hujan turun bukan cuma deras dan keras. Tapi, intensitasya lama dan bisa menimbulkan genangan air cukup tinggi di atas jalanan alias banjir.

    Kondisi ini memaksa pemilik motor tetap waspada. Apalagi motor rentan air yang dapat menyebabkan pengapian ngeground, gas bakar bercampur air atau komponen selip karena kebasahan.

    Biar enggak panik kalau mogok di jalan, nggak ada salahnya menyiapkan jurus tips P3K alias Pertolongan Pertama Pada saat Kebasahan. Seperti berikut ini :



    TIUP LUBANG COP BUSI

    Komponen pengapian yang paling rawan cipratan air dan banjir adalah busi. Apalagi posisinya ada di luar dan hanya dibukus cop busi yang didesian kedap air. Di motor bebek dan skubek ada di bawah, sedang untuk motor sport di atas.

    Tapi, sekedap-kedapnya cop busi, kalau karetnya sudah getas bikin celahnya jadi rengang. Begitu kena cipratan air setrum di kabel busi sangat mungkin terhubung ke blok mesin atau ngeground. “Akibatnya jadi mogok," ujar Slamet Edi mekanik Selta Motor di Condet, Jakarta Timur.

    Solusinya, cop busi dilepas dari kabel koil. Caranya dipelintir ke kiri. Kemudian tiup air yang membasahi. Termasuk tiup lubang cop businya.





    KABEL KELISTRIKAN DITUTUP
    Motor-motor yang masih terlidung cover bodi, kabel kelistrikan terbilang masih aman dari siraman dan guyuran hujan. Tapi, motor yang tampil naked atau setengah telanjang, pastikan soket-soket kabel pada terminal kelistrikan benar-benar aman dari genangan air. Hal itu juga pemicu motor mogok di jalan lantaran setrum korslet ke masa.

    Biasanya kejadian ini sering terjadi pada motor-motor yang punya soket atau terminal kabel sangat dekat dengan sasis. Begitu setrum ngeground ke rangka atau mesin, motor pun mogok di jalan lantaran tidak ada setrum ke pengapian.

    Biar tidak korslet, ada baiknya soket dan terminal diperkuat. Sekaligus diberi pelindung agar tidak mudah ngeground ketika kena air hujan.



    SLANG PEMBUANGAN KARBU
    Rupanya slang pembuangan dari karbu juga mengisap air. “Atau bahkan menarik butir-butir air atau uap saja. Akhirnya masuk ke dalam mangkuk karburator,” jelas Bule alias Samsuri, mekanik Pejuangan Motor Jakarta Barat.

    Karena masuk ke dalam mangkuk karburator, sudah pasti air tadi diam di dasar mangkuk. Atau bahkan ikut terisap juga ke dalam silinder. “Awalnya mesin hanya mbrebet dan akhirnya mogok,” jelas mekanik yang sekarang gabung di ADR Speed itu.

    Menghindari terjadinya isapan air, lebih baik posisi slang dinaikkan arahnya. Kalau di bebek, biasanya slang diikatkan pada kepala silinder. Tapi, kalau mau aman, sehabis libas genangan air, bensin di bak karbu dibuang lewat slang tadi.


    =======================================

    makin waspada resiko motor mogok di jalan sat hujan & banjir

  8. #928

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    inside ur skull
    Posts
    47,923
    Thank(s)
    0/651,694
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    42

    Question [Info & Tips] Tips P3K Hujan, Nggak Panik Kala Hujan


    Pada tulisan sebelumnya sudah dibahas trik mengeringkan lubang cop busi, melakukan antisipasi pada kelistikan dan waspada pada slang pembuangan karbu yang kadang kala bisa menghisap air. Nah, biar enggak panik mari kita teruskan. Simak terus ya!

    SKUBEK JALAN DI TEMPAT
    Setelah libas genangan air setinggi rumah CVT, jangan panik kalau skubek mendadak jalan di tempat meski mesin meraung. Gejalanya biasa timbul karena komponen pemindah daya terendam air yang masuk melalui filter udara CVT. Gerak V-belt selip dan membuat skubek enggan jalan.

    Untuk membersihkannya tak harus bongkar CVT. Tunggu sesaat lalu komponen basah di dalam dapat dikeringkan dengan cara memanaskan motor sambil gas dibuka perlahan. "Kalau memang sudah agak kering, biasanya roda belakang ikutan berputar tanda V-belt sudah tidak masalah," wanti Abdul Syukur alias Adung, mekanik Honda BeAT Club Jakarta (HBCJ). Kalau tetap selip, air harus dibuang lewat pembuangan.



    KAIN KERING
    Lihat material kain memang biasa saja. Tapi, untuk kondisi musim hujan sangat membantu. Dapat menolong saat mogok di jalan. Apalagi kalau ada komponen yang korslet akibat tersiram air hujan atau habis lewat genangan banjir.

    Kain lap kering yang tersedia di dalam bagasi sangat membantu untuk mengeringkan air yang menempel. Bisa menyerap dan mengeringkan dengan singkat.

    Dibanding lap dari bahan kulit, kain tetap lebih murah dan lebih efektif menyerap air. So, jangan ketinggalan.





    SLANG VENTILASI SKUBEK
    Posisi slang ventilasi udara girboks skubek, bebek dan sport rata-rata ada di atas, begitu juga arahnya. Meski di tempatkan di area paling aman, bukan jaminan kalau oli girboks aman dari ancaman genangan air.

    Contoh di Honda BeAT atau Vario yang slang ventilasinya ada di atas rumah CVT. Slang itu hanya diselipkan pada boks filter udara tanpa diikat kuat. Karena posisinya di girboks dan cuma diselipkan, begitu copot atau bocor karena usia pakai, air mudah masuk ke ruang oli. Pelumas jadi tercampur oli yang ditandai perubahan warna oli jadi putih susu.




    BUANG AIR DI CVT
    Untuk memastikan air masuk di dalam rumah CVT, bisa dilacak dari lubang pembuangan air. Misal di Suzuki Spin 125 dapat dibuktikan dengan membuka baut 8 berwarna terang (krom). "Air dapat dengan mudah mengalir keluar," imbuh Adung yang juga mekanik bengkel resmi Honda. Lho? Kok bisa tahu.

    Beda lagi lubang pembuangan air di Yamaha Mio atau Honda Vario. Keduanya tak pakai baut khusus, tapi didukung pipa L yang ditutup ulang pakai slang buntu. Jika warna slang berubah dari bening, akan ketahuan ada air atau tidak hingga mudah untuk segera dibersihkan.




    PERALATAN BANJIR
    Memang kita tidak mau terhadang banjir. Tapi, jika terpaksa harus melewati banjir atau genangan air dan mengakibatkan mesin motor mati, harus sedia peralatan darurat.

    Seperti kunci busi, ampelas, obeng plus-minus, tang dan kunci ring-pas yang biasa dipakai dan selalu ada di kotak bagasi. Tidak lupa juga tentunya mempersiapkan selalu kain lap kering untuk mamaksimalkan pekerjaan.

    Selain itu tadi, peralatan lain yang tidak kalah penting dan perlu disiapkan adalah jas hujan. Kantung plastik, lem sealer, isolasi, kawat dan cable tie. Semua itu bisa dikemas dalam satu kantung kecil. Lalu taruh di bawah jok atau dalam tas. Nggak terlalu repot juga kan.

    Jika mogok kena banjir, yang pertama kali dilakukan yaitu buka busi lebih dulu. Biasanya terkena basah lantaran cup busi sudah mengeras. Solusinya bisa dikeringkan dengan cara meniupnya.


    ================================================== ===

    makin siap menghadapi banjir

  9. #929

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    inside ur skull
    Posts
    47,923
    Thank(s)
    0/651,694
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    42

    Question [Info & Tips] Cermat Oversize, Cegah Ngelitik dan Piston Macet


    Perhatikan saat akan oversize liner silinder. Jika dikerjakan tukang bubut sembarangan, dinding atas-bawah permukaan seher enggak rata alias miring. Dapat timbulkan gejala ngelitik, getar dan piston sering macet.

    Bisa begitu karena ketika seher panas dan memuai, celah yang sempit bikin gerak piston jadi berat dan seret. Apalagi ditambah proses pembesaran liner yang miring.

    Makanya ada beberapa syarat penting. Paling dasar, konsumen mesti bawa seher pengganti ukuran lebih besar dari standar berikut blok silinder. Karena seher lama untuk patokan tukang bubut.

    Minta dibuat celah ideal 0,03~0,05 mm. Biar enggak kerja dua kali, periksa kelancaran gerak seher di dalam liner silinder baru. Caranya, seka minyak atau oli di liner dan seher sampai kering.

    Lalu masukkan seher ke lubang liner sambil ditekan perlahan. Bila seher ditekan terlalu paksa, minta ke tukang bubut untuk segara di huning ulang sampai lancar.

    Terakhir, lihat celah sekeliling bibir liner yang di dalamnya terdapat seher. Lewat pancaran cahaya, bila sinar disekeliling tidak rata, jangan segan-segan dipoles ulang. Karena tidak timbulnya cahaya, menandakan celah antara seher dengan liner terlalu rapat.

    ===============================================

    OS boasanya tu mesin udah pernah kena masalah serius

  10. #930

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    inside ur skull
    Posts
    47,923
    Thank(s)
    0/651,694
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    42

    Question [Info & Tips] Ganti Sil Roda, Cegah Bola Laher Terkikis



    Musim hujan baiknya cek sil laher roda depan-belakang. Karena tumpukan debu atau karat mengakibatkan sil roda mudah rusak atau usang.

    Jika sil koyak, ketika melintas kubangan bikin air kotor meresap ke laher hingga. Membuat bola-bola laher terkikis dan cepat oblak. Roda pun oleng kesana-kemari.

    Jika tak ingin terjadi seperti itu, lekas ganti sil roda dengan yang baru. Di toko onderdil, 2 sil roda depan kanan-kiri dan 1 sil roda belakang dilego sekitar Rp 25.000. Tapi, jangan lupa bawa sil bekas untuk memastikan kode silnya.

    Soal pasangnya gampang. Contoh ganti sil roda depan Honda Karisma. Melepas roda dengan cara mengendurkan mur-baut as roda pakai kunci ring 17. Setelah terlepas, congkel bibir sil lama di teromol pakai obeng min. Kemudian dilanjut dengan proses pembersihan.

    Begitu rumah laher dan sil bersih, tempatkan sil roda baru ke dudukannya. Tekan perlahan-lahan, sambil didukung alat pembantu macam kunci sok yang diameternya sama, supaya sil baru tak terkoyak.

    Baru deh pasang kembali roda di tabung sokbreker. Sambil diikuti pemasangan baut dan pengencangan mur as roda.


    ========================================

    kan gak lucu kalo bannya geal geol di jalan

Page 93 of 200 FirstFirst ... 4383899091929394959697103143193 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia