Page 1 of 6 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 59

Thread: 10 Film pertama Indonesia
http://idws.in/151023

  1. #1

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    Central Borneo
    Posts
    4,624
    Thank(s)
    4/27,104
    Blog Entries
    43
    Rep Power
    10

    Thumbs up 10 Film pertama Indonesia

    Show
    1. Loetoeng Kasaroeng (1926)

    Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.
    Sinopsis: Diambil dari kisah legenda Jawa Barat, Lutung Kasarung.

    2. Eulis Atjih (1927)

    Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin.

    3. Lily Van Java (1928)

    Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.

    4. Resia Boroboedoer (1928)

    Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.

    5. Setangan Berloemoer Darah (1928)
    Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.

    6. Njai Dasima I (1929)

    Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an. Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. Oleh sebab itu, akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia. Karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.

    7. Rampok Preanger (1929)
    Ibu Ining tidak pernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyi keroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyi berkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonil sebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelaran keliling di daerah Priangan Timur. Main film tahun 1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnya film bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah Ibu Ining dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II, ia masih terus menyanyi dan sempat pula membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Pada tahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.

    8. Si Tjonat (1929)
    Cerita dalam film ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakal sejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta) setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorang Belanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan, ia juga menggerogoti harta nyai tuannya itu. Tak lama kemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cinta kepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usaha jahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.

    9. Si Ronda (1930)

    Film ini disutradaria oleh Lie Tek Swie & A. LOEPIAS (Director of Photography), dan dibintangi oleh Bachtiar Efendy & Momo. Film ini bercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsur kebudayaan Cina.

    10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)

    Film bersuara pertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnis Cina & pribumi. Dalam film ini, The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.

    Bonus
    Darah dan Doa (1950), Film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia.

    Darah dan Doa adalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya.

    Code:
    http://ngisiotak.blogspot.com/2011/03/10-film-pertama-indonesia.html
    http://www.indowebster.web.id/signaturepics/sigpic13456_59.gif
    ‎"Nobody's Perfect"... artinya gak ada body yang sempurna
    Reply With Quote Reply With Quote

  2. #2

    Join Date
    Jul 2010
    Location
    Jakarta
    Posts
    206
    Thank(s)
    0/4
    Rep Power
    0

    Default

    filmx masih da ga ya????
    pengen liat..
    Reply With Quote Reply With Quote

  3. #3

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    dibawah langit
    Posts
    1,014
    Thank(s)
    0/10
    Rep Power
    5

    Default

    liat judul darah & doa jadi inget bang rhoma
    Reply With Quote Reply With Quote

  4. #4

    Join Date
    Feb 2010
    Location
    Samarinda
    Posts
    108
    Thank(s)
    0/14
    Rep Power
    0

    Default

    1926 udah ada ya... hebat...
    gimana bioskop tahun 1926 y... waw..
    Reply With Quote Reply With Quote

  5. #5

    Join Date
    Jan 2011
    Location
    Ujung Berung
    Posts
    11
    Thank(s)
    0/3
    Rep Power
    0

    Default

    mantep banget ya,,
    perfileman indonesia dah ada sebelom negara'nya merdeka..

    btw,, ada link donlotnya gak oom..
    penasaran mau liat niey..
    Reply With Quote Reply With Quote

  6. #6

    Join Date
    Feb 2010
    Location
    Solo
    Posts
    2,126
    Thank(s)
    0/1,059
    Blog Entries
    2
    Rep Power
    6

    Default

    wew..
    ternyata film di Indonesia dah ada di jaman belanda ya...

    emg rakyat Indo dlu doyan nonton film
    Reply With Quote Reply With Quote

  7. #7

    Join Date
    Sep 2008
    Location
    jakarta
    Posts
    15,162
    Thank(s)
    0/3,745
    Rep Power
    16

    Default

    mau liat ahh masih ada gak ya film nya..
    Reply With Quote Reply With Quote

  8. #8

    Join Date
    Aug 2010
    Posts
    1,830
    Thank(s)
    0/1,949
    Rep Power
    5

    Default

    jgn2 flimnya pake bahasa belanda kali. soalnya kan dibikin waktu jaman penjajahan belanda.
    klo nonton sapa tahu nanti bisa bahasa belanda.
    Reply With Quote Reply With Quote

  9. #9

    Join Date
    Feb 2010
    Location
    Bantoel
    Posts
    13,551
    Thank(s)
    0/65,440
    Blog Entries
    8
    Rep Power
    18

    Default

    ya ampyun dah da yg buat film tahun 1928an...
    masih sempat pa...bukannya pada perang ma penjajah...
    liatnya pakai layar lancep ya...
    :btw: ane lum lahir tahun segitu...
    Reply With Quote Reply With Quote

  10. #10

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Balik Meja
    Posts
    509
    Thank(s)
    0/400
    Rep Power
    5

    Default

    jaman bahela filmnya..pasti acting nya masih kaku bgitu dh..wkwkkwkw
    IDWS
    Reply With Quote Reply With Quote

Page 1 of 6 12345 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia