Page 1 of 9 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 82

Thread: Vega "Ngatini" Darwanti
http://idws.in/163326

  1. #1

    Join Date
    Nov 2009
    Location
    Nun Jauh Disana
    Posts
    2,096
    Thank(s)
    12/7,727
    Blog Entries
    15
    Rep Power
    6

    Thumbs up Vega "Ngatini" Darwanti

    BIOGRAPHY



    Code:
    Nama Asli : Vega Darwanti
    Panggilan Di Bukan Empat Mata : Ngatini
    Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta, 12 Maret 1986
    Agama : Islam
    Pendidikan Terakhir : Akademi IJTI Jakarta
    Nama Orangtua : Bambang Sudarmanto dan R.A. Dian Arunda Dewanty
    Nama Suami / Anak : Dema Sany Senjaya / Razqa Aatmadeva Senjaya
    Makanan Favorit : Makanan Pedas
    Zodiac : Pisces
    Program TV : 35 Besar AFI 3, Bukan Empat Mata, Rahasia Hati Lelaki
    Iklan : Kuku Bima Energi, XL
    Video Klip : Elemen (Cinta Tak Bersyarat)
    Show About Vega quotNgatiniquot Darwanti Part 1
    Aku tak mengelak, berkat acara Empat Mata (kini menjadi Bukan Empat Mata ) wajahku dikenal masyarakat luas. Kekompakanku dengan Mas Tukul Arwana sudah berjalan 3 tahun ini. Dulu aku hanya didapuk sebagai waitress yang nyaris tanpa ada adegan dialog. Berkat kecerewetan dan gaya centil, sekarang aku bisa nyambung dengan guyonan Mas Tukul.

    Perlu 8 tahun orangtuaku, pasangan Bambang Sudarmanto dan R.A. Dian Arunda Dewanty menunggu punya momongan. Aku lahir di Jakarta, tepatnya di kawasan Utan Kayu, 12 Maret 1986. Oleh Eyang yang berdarah Yogya, aku diberi nama Vega Darwanti. Vega itu nama bintang tertinggi. Makanya mereka berdoa aku menjadi manusia tertinggi, baik akhlak, perilaku, dan untuk urusan financial.

    Mungkin karena selalu dimanja, saat kecil aku tumbuh menjadi anak yang bandelnya enggak ketulungan. Misalnya saja, sehabis dimandiin Mama, bukannya diam malah main di comberan! Ha ha ha.

    Aku juga kerap iseng. Saat ada anak naik sepeda melintas di depan, aku tarik sampai dia nangis. Mama sampai pusing memikirkan kenakalanku. Aku juga suka nyanyi di atas meja. Menirukan artis Anggun C. Sasmi. Mungkin saking semangatnya bergaya, suatu kali aku sempat terjatuh dan kepalaku bocor.

    Ada cerita unik. Ada orangtua anak yang aku isengin menyarankan Mama agar membawaku ke dokter. “Jangan-jangan gila.” Begitu dia menuduhku. Ternyata setelah diperiksa dokter, aku memang hiperaktif, tapi enggak parah. Namanya juga anak-anak, kalau diam malah aneh.

    Tidak hanya di rumah, di sekolah pun aku aktif. Tapi dampaknya justru positif. Aku tumbuh jadi murid yang mudah bergaul. Malah ketika ada pemilihan siswa primadona di TK, malah aku yang terpilih jadi juaranya. Terpilihnya aku bukan karena aku cantik tapi karena katanya gampang bergaul, dengan siapa saja mau berteman, baru beberapa hari sekolah temannya sudah banyak. Sifat supel itu memang menurun dari kedua orangtuaku yang selalu bersikap hangat pada setiap orang.

    Dipukul Gayung

    Mungkin karena kehadiranku sudah lama dinantikan orangtua, maka meski orangtua bukan berlebihan tapi juga bukan keluarga yang kekurangan, semua permintaanku dituruti. Misalnya, aku pernah minta boneka atau sepeda langsung dibelikan.

    Dulu aku juga minta sepatu Doc Mart. Ternyata yang jualan hanya ada di Monas. Nah, sementara rumahku ada di Cakung. Tapi demi anaknya, Papa rela membelikan. Begitu juga ketika aku pengin main bom bom car. Awalnya enggak dikasih, sampai-sampai aku nangis dan marah. Karena kesal Papa sampai memukul kepalaku dengan gayung mandi. Gagangnya sampai patah, lho. Melihat kejadian itu, Papa kasihan dan mengizinkan aku main bom bom car . Jadi, meski ada rintangan dari apa yang aku inginkan tapi ujung-ujungnya pasti tercapai.

    Meskipun akhirnya aku punya 2 adik, tetap saja setiap keinginanku selalu dituruti. Ada-ada saja yang aku minta. Pernah aku pengin radio compo. Kebetulan kebutuhan Papa lagi banyak. Tapi diam-diam Om mengajakku ke mal dan menyuruh memilih radio yang aku inginkan.

    Dituduh Mencontek

    Selain akrab dan hangat dengan orangtua, hubungan dengan kedua adikku pun sangat akrab. Kami berbeda 2 dan 11 tahun. Apalagi yang terakhir adikku cowok, kami senang banget. Bahkan, kalau tidur masih suka bareng Papa Mama. Segala hal terkecil kami bicarakan hingga tahu cerita masing-masing orang

    Untuk urusan sekolah, orangtua memang sangat tegas. Makanya saat di SD Cakung aku selalu dapat rangking. Sementara waktu sekolah di SMP 44 Rawamangun paling tidak masuk 10 besar. Pelajaran yang paling menonjol adalah Agama, Matematika, dan Olahraga. Sekali waktu, pernah, lho, saat ujian SMP, aku mendapatkan nilai agama 10. Teman-temanku bilang nilai itu aku peroleh dari mencontek. Ya, enggak mungkinlah, apalagi pelajaran agama masa nyontek, sih, dosanya bisa dobel, dong.

    Nah, ketika SMA aku enggak pernah dapat rangking lagi, mungkin karena malas belajar. Selepas SMA, aku sempat kuliah jurnalistik selama 3 tahun.

    Honor Pertama Rp 3 Juta

    Lalu dari mana darah seniku mengalir? Papa orangnya ramah dan humoris. Itu mungkin yang menurun padaku. Aku masih ingat, sewaktu SMP aku sudah sering melucu. Kalau ada teman penampilannya lucu, selalu aku komentari. Pernah sekali waktu ada teman Mama yang memakai baju kembang-kembang dan berkacamata. Kami pun menyebutnya dengan guru Matematika karena penampilannya yang serius.

    Sebelum memutuskan kuliah, aku aktif di grup band sebagai penyanyi. Band adalah dunia yang aku sukai dan nikmati. Sejak itu aku suka nyanyi dari kafe ke kafe. Pernah aku manggung di Anyer. Kebetulan kegiatanku ini didukung orangtua.

    Kalau nyanyi aku memang mengutamakan penampilan meski skill juga enggak boleh diremehkan. Yang dilihat orang, kan, performance , jadi ya nyontek gaya siapa saja, digabung-gabung jadilah penampilan sendiri.

    Setelah puas ngeband , aku mulai mencoba dunia peran. Kegiatan sehari-hariku main ke lokasi kasting dengan naik bajaj, ojek atau bis. Kadang suka heran, melihat penampilan orang-orang yang dikasting, kan, cantik-cantik tapi enggak lolos kasting. Wah, apa aku bisa lolos juga sementara penampilanku biasa saja.

    Karena ingin lolos, saat kasting aku pakai wig dengan dandanan menor. Tujuannya agar bisa tampil beda. Lucunya, ke tempat kasting naik metromini. Eh, aku malah jadi sasaran orang, diliatin dengan pandangan aneh. Masih untung aku enggak diteriakin orang gila, ya. Ha ha ha.

    Ternyata yang lolos seleksi tidak harus cantik. Makanya aku makin pede saja ikut kasting ke sana ke mari. Ya, semua, kan, tergantung rezeki, hoki, dan karakter yang dimainkan cocok enggak.

    Akhirnya aku lolos dalam iklan layanan masyarakat dengan honor Rp 3 juta. Bagiku jumlah tersebut terhitung lumayan. Malah Mama yang nganterin aku kasting dapat peran juga di iklan tersebut. Akhirnya kami pun main bareng.

    Keberhasilan ikut dalam iklan layanan masyarakat tersebut membuatku makin semangat. Aku yakin ada kesempatan besar yang akan diberikan Allah kepadaku. Mama pun tidak pernah putus asa selalu mengajak aku kasting. Pernah aku down dan putus asa karena berkali-kali gagal. “Ah, enggak Ma, aku enggak mau ikutan lagi. Mungkin duniaku bukan di situ,” kataku pada Mama setengah putus asa.

    Melihat hal tersebut Mama kembali berusaha membangkitkan semangatku. “Gini ya, Ga, kalau kita tidak berhasil selama bertahun-tahun harus terus berusaha. Coba lihat orang yang selalu kita temui pas kasting, mereka, kan, juga sudah ikut kasting bertahun-tahun. Jadi, tidak ada pengorbanan yang sia-sia,” kata Mama. Nasihat itulah yang membuatku tersadar dan mulai berusaha menunjukkan semangat baru, ikut kasting dan ngeband lagi.


    Show About Vega quotNgatiniquot Darwanti Part 2
    Setelah menjalani berbagai kasting, sampailah aku mengikuti kasting di program Empat Mata (EM). Aku dikasting sebagi waitress (pelayan restoran) yang membantu Mas Tukul Arwana. Karena yakin aku menjalaninya dengan semangat. Masa, sih, berperan sebagai waitress saja enggak bisa, apalagi enggak perlu tampil cantik. Aku pun tampil maksimal berkat dukungan dari orang-orang terdekat, tidak hanya berdoa, tapi juga berusaha. Tugasku di acara itu hanya mengantarkan minum. Namun, aku tidak hanya tampil biasa saja, aku berusaha centil dan banyak omong.

    Pertama tampil, sih, syukurnya aku enggak grogi karena biasa menjadi vokalis band. Apalagi yang banyak bicara Mas Tukul, aku sesekali saja nyeletuk. Pertama tampil, rambutku pirang kayak bule. Lalu, Mas Tukul suka dibercandai ndeso, katro, eh akupun dipanggil dengan nama Ngatini, karangannya Mas Tukul. Ternyata nama itu membawa berkah, sebuah perusahaan jamu terkenal memilih aku menjadi bintang iklannya. Bahkan sudah 3 tahun ini aku masih dipakai menjadi bintang iklan. Katanya, sih, aku dipilih karena polos dan energik.

    Kembali ke acara EM, lama-lama aku penasaran melihat Mas Tukul yang pintar memberikan lawakan-lawakan segar. Jadi aku pengen mengimbangi dia. Untungnya, Mas Tukul banyak membantu. Lama-lama aku bukan sekadar menjadi waitress saja, yang hanya mengantarkan minuman, Mas Tukul suka ngeledekin, lalu aku tanggapi. Ternyata dari sana munculah kelucuan-kelucuan yang membuat pemirsa senang. Rupanya acara tersebut makin disenangi pemirsa hingga bertahan sampai 3 tahun ini. Peran aku tidak hanya menjadi waitress tapi sudah berganti menjadi co-host, istilahnya. Sebenarnya dulu juga aku sempat tampil berdua dengan temanku. Mungkin karena aku banyak ngomong sementara temanku lebih diam, akhirnya aku terpilih sampai saat ini mendampingi Mas Tukul. Semua memang sudah jalannya dan rezeki dari Allah.

    Banyak sekali pengalaman berharga yang aku dapatkan dari acara ini, baik itu mengesankan atau menyedihkan. Dari aku yang enggak bisa apa-apa, bisa bikin orang ketawa, ibaratnya kalau parfum, baunya tuh sekarang sudah nempel di hati para pelawak. Hahaha. Aku juga belajar tepat waktu, karena kalau melihat bintang tamu yang telat datang, rasanya enggak enak bagi kami yang menunggu kedatangan dia. Aku mendapatkan pengalaman yang berbeda setiap kali mengenali pengisi acara.
    Pengalaman yang paling mengesankan saat merayakan Hari Pers dimana kami syuting di Senayan dihadiri Presiden SBY. Aku bangga banget bisa bersalaman dengan Bapak dan Ibu SBY, Menteri, dan beberapa pejabat penting lain. Tidak terbayang sama sekali, aku bisa berhadapan langsung dengan mereka. Tentu saja kami harus melakukan persiapan khusus, bayangkan bertemu dengan orang nomor 1 di Indonesia. Ada, sih, rasa groginya, tapi, kan, acara harus berjalan terus. Ternyata bukan aku saja yang grogi, yang lebih pengalaman dari aku pun merasakan hal sama. Ya, takut-takut salah bicara, kan, bisa bikin enggak enak hati.

    Nah, soal bicara yang salah, aku juga pernah mengalami peristiwa yang kurang mengenakkan, ketika EM harus berganti nama menjadi Bukan Empat Mata (BEM). Waktu itu, acara ini diskors tidak boleh tayang sama sekali, akhirnya boleh seminggu sekali, sampai sekarang kembali tayang tiap Senin-Jumat. Padahal, sebenarnya kesalahan bukan dari kami, tapi dari pengisi acara. Aku ikut prihatin dengan kejadian ini. Aku hanya bisa pasrah dan kecewa. Untungnya aku masih mengisi tayangan lain seperti Selebritis Up Date, atau acara-acara off air. Memang, sih, kalau bercanda di teve akan berbeda saat di luar acara. Akhirnya kami bisa berdiri lagi. Kan, katanya begitu, kalau mau merasakan kesempurnaan harus jatuh dulu. Pokoknya harus sabar, deh, menghadapi ujian. Di balik semua itu, aku selalu bersyukur dengan apa yang telah aku terima. Kalau Allah sudah mau kasih rezeki dan jalan, siapa yang bisa mencegah, Dia akan memberi lewat jalan apapun yang enggak pernah diduga.

    Dampak Kesuksesan

    Selain acara teve, aku dan Mas Tukul suka ketemu di acara off air. Dampak dari kesuksesan acara itu memang banyak, salah satunya banyak panggilan acara off air yang pendapatannya lebih besar. Tidak ada kesulitan mengimbangi lawakan Mas Tukul. Paling tidak saat ini sudah kebangun chemistrynya. Kalau Mas Tukul ngelawak begini jawabnya begini. Aku banyak dan mulai belajar. Artinya, aku enggak boleh hanya siap berhadapan dengan Mas Tukul saja, tapi juga pelawak lain yang punya ciri khas masing-masing. Tiap kali aku jadi bintang tamu dan bertemu dengan pelawak lain, aku harus belajar bagaimana menjawabnya.

    Mas Tukul juga banyak memberikan nasihat padaku. Kalau bercanda jangan maunya sendiri tapi harus disaring dulu. Tidak boleh sampai melecehkan orang lain, bersikap sombong, jangan menyinggung suku, agama. Aku harus memikirkan bagaimana kalau mereka tidak suka dengan celetukan yang aku lontarkan. Mas Tukul juga banyak memberikan contoh, bagaimana gaya temannya melawak tapi menyakitkan hati orang tersebut. Maksudnya tak lain agar aku tidak mencontoh gaya lawakan seperti itu.

    Pelawak itu, kan, enggak ada sekolahnya. Jadi, aku belajar dari keseharian saja, misalnya di rumah ada joke apa, lalu aku pakai sebagai bahan lawakan. Selain lawak, aku juga pernah main sinetron di stasiun teve lain. Hanya saja karena jadwal syuting BEM dari Senin-Jumat, lalu Sabtu Minggu ada acara off air akhirnya aku ambil yang waktunya sebentar saja. Tawaran lain aku tahan dulu, nanti kalau ada waktu senggang saja. Memang honor di teve lebih sedikit dibanding off air. Tapi kalau di teve wajah dan nama kita banyak dikenal orang.

    Jika ditanya bagaimana senang dan sedihnya kerja di dunia entertainment, kerja dimana saja sebenarnya ada senang dan sedih. Bedanya, di dunia entertainment memberikan hiburan ke semua orang, pekerjaan aku berbaur dengan humor dan lucu. Tapi yang sulit adalah saat membohongi diri sendiri, jika kondisi badan sudah cape, bęte, mau enggak mau kepengaruh dengan wajah kita. Tapi di sisi lain, kita harus tampil dengan wajah ceria dan tertawa, jadi harus profesional tetap tersenyum. Agar tidak ketinggalan dengan orang lain, aku harus update dan belajar terus. Mencari lawakan baru yang segar dan lucu.
    Rasa jenuh pasti pernah dialami setiap orang termasuk aku, apalagi acara yang aku bawakan ini sudah berjalan selama 3 tahun. Namun, kalau aku mengeluh berarti tidak bersyukur terhadap apa yang diberikan Allah. Bayangkan, sudah dikasih Allah acara stripping, kenapa harus mengeluh. Lebih baik dikerjakan dengan ikhlas dan senang, pasti tidak akan bosan. Sementara orang lain masih harus mencari kerja, sementara aku sendiri hanya cape bekerja kenapa harus jenuh. Jadi, kalau mau berangkat kerja ada rasa kantuk, harus dilawan dan ikhlas menjalaninya. Seterusnya tidak akan merasa jenuh lagi.

    Yang paling aku ingat dan lucu, pertama kali tampil di EM aku norak banget foto-fotoan dengan artis yang tampil. Siapa yang tidak bangga dan senang bisa bertemu langsung dengan mereka. Kalau orang lain susah, sementara aku bisa bertemu langsung tanpa kesulitan. Bayangkan dalam sehari bisa ketemu dengan 4-5 artis. Tapi, bukannya sombong atau apa, sekarang sudah mulai berkurang karena bisa beberapa kali aku bertemu artis yang sama. Pekerjaan ini memang aku sukai hingga menjalaninya dengan hati senang. Rasanya pun, lain, lho, terasa lebih nikmat.

    Selain acara BEM, sudah 3 bulan ini aku menjadi presenter Espresso antv. Kalau di sini agak berbeda, aku harus mengeluarkan lebih banyak perbendaharaan kata. Tidak banyak kesulitan yang aku temui, karena sebelumnya aku pernah membawakan acara gosip juga. Yang penting, tahu poinnya apa, lalu dikembangkan lagi. Pembawaan aku meski agak kalem tapi harus banyak bertanya juga pada nara sumbernya.

    Berkah Dapat Jodoh

    Berkat acara BEM pula, aku mendapatkan berkah lain, bertemu dengan suami, Dema Sany Sanjaya ketika sedang syuting. Dema adalah sahabat Peppy, yang pernah mengisi acara EM. Rupanya Dema tidak main-main, serius mendekati aku dan mengajak menikah. Dia adalah seorang dokter, tapi aku bukan melihat dari sisi dokternya ya. Selain karena pengen menikah muda, aku juga menyukai sosok dia yang baik. Aku bisa merasakan, kok, bagaimana memiliki pasangan yang seirama dengan aku. Selain itu, orangnya dewasa, meski beda 10 tahun dengan aku tidak menjadi masalah. Dari sisi pekerjaan, dia memang sudah mapan, ya sudah mau apa lagi. Yang tersulit saat ini mempertahankan hal-hal yang baik, kan.

    Setelah melalui proses pacaran dulu, akhirnya kami menikah Minggu, 1 Maret 2009. Bagiku Dema adalah sosok yang sudah tepat. Aku enggak boleh bilang, karierku yang lagi naik bakal menurun kalau menikah. Yang namanya rezeki datangnya dari Allah, bukan berdasarkan masalah tersebut. Menikah adalah untuk masa depan aku juga. Aku bilang pada suami, “Kalau sudah menikah aku ingin terus bekerja.” Ternyata suami mengizinkan, tentu saja aku senang. Buktinya aku masih syuting sampai sekarang. Tentu saja ada aktivitas yang agak dikurangi agar aku tidak terlalu cape. Aku, kan, lagi hamil 5 bulan. Memang, sih, tadinya pengen menunda dulu kehamilan, paling tidak setahun. Eh, ternyata diberi rezeki Allah, tiga bulan setelah menikah aku hamil. Syukur banget, kehamilan ini baik banget, enggak ngidam atau mual.

    Banyak sudah yang aku peroleh dari keberhasilan ini. Seperti kesempatan bisa tampil di teve menghibur penonton, kenal dengan artis-artis di dunia entertainment, banyak pengetahuan yang aku peroleh, relasi, banyak hal-hal yang sebelumnya belum aku tahu jadi tahu. Tapi kalau dari segi financial enggak usah disebutkanlah, pokoknya apa yang aku lakukan sudah kelihatan hasilnya. Mobil, rumah, memang sudah aku miliki. Berhubung suami sering kerja di luar kota, aku masih tinggal bersama Mama. Apalagi kondisi aku lagi hamil enggak mungkin tinggal sendirian. Nah, disinilah kesempatan aku mengajak keluarga bersenang-senang dan menghibur mereka.

    Merasa puas? Di dalam agama, kan, enggak boleh cepat merasa puas, aku pengen berkarier terus karena masih banyak rencana yang aku inginkan. Aku tidak mau berhenti begitu saja. Kebetulan aku punya suami yang profesinya dokter, mungkin bikin usaha yang enggak jauh dari itu. Pokoknya tetap berusaha, deh. Sebenarnya aku pengen jadi guru, entah itu mengajar anak kecil atau apa saja. Aku sangat menyukai anak kecil dan dunianya. Nanti setelah melahirkan pengen sekolah lagi, karena cita-cita, kan, harus digantung setinggi langit. Aku melihat antara aku dan suamiku berbeda jauh banget. Suamiku itu termasuk yang haus ilmu, dia pengen sekolah lagi ambil spesialis. Sebagai istri, aku harus mengimbangi.


    Gallery Vega "Ngatini" Darwanti


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show pic


    Show Buka
    Source 1
    Source 2
    Source 3
    Source 4
    Source 5

  2. #2

    Join Date
    Jul 2009
    Posts
    22,949
    Thank(s)
    1/62,392
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    34

    Default

    vega ada yang buat akhirnya ...... sekarang tambah ndut aja dia ...masih sering lihat juga di bukan empat mata

  3. Who Said Thanks:


  4. #3
    leaver's Avatar

    Join Date
    May 2010
    Location
    Posts
    8,271
    Thank(s)
    1/28,120
    Rep Power
    19

    Default

    yang bikin fans beratnya vega

  5. Who Said Thanks:


  6. #4

    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Mother Earth
    Posts
    5,344
    Thank(s)
    1/24,228
    Blog Entries
    36
    Rep Power
    9

    Default

    wah, vega habis nikah ama lahiran tambah hot aja yah... pantesan suaminya tambah "sehat" ajah....

    dulu waktu vega off beberapa waktu di BEM, gue sempet kecewa... ga bisa liat Vega lg donk,aplg ada Chyntia Sari..wah ga nemenin tukul lg deh si vega...

    eh habis lahiran, ga taunya si Vega come-back...

  7. Who Said Thanks:


  8. #5

    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Denpasar
    Posts
    800
    Thank(s)
    1/27
    Rep Power
    4

    Default

    selain karena acaranya emng lucu, vega juga slah satu bwt ane demen nntn BEM, hehehe...

  9. Who Said Thanks:


  10. #6

    Join Date
    Apr 2010
    Location
    jakarta
    Posts
    75
    Thank(s)
    1/8
    Rep Power
    0

    Default

    iya ni, si vega kan dipake buat ngimbangin kejelekan si tukul.. hahahaha

  11. Who Said Thanks:


  12. #7

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    Surabaya Gresik
    Posts
    233
    Thank(s)
    0/41
    Rep Power
    0

    Default

    wah ada mbak vega.. bukmark trit dlu ah..

  13. #8

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Alang" Kumitir
    Posts
    2,173
    Thank(s)
    1/2,753
    Rep Power
    7

    Default

    Show top


    ini yang paling top dah, kelihatan banget masih imut dan kawaii..

  14. Who Said Thanks:


  15. #9

    Join Date
    Aug 2011
    Location
    jakarta
    Posts
    8
    Thank(s)
    0/0
    Rep Power
    0

    Default

    tampah cantik sekarang ma tambah montok...ceria & centil

  16. #10

    Join Date
    Sep 2011
    Location
    manado
    Posts
    7
    Thank(s)
    0/0
    Rep Power
    0

    Default

    vega biasa sudah punya anak tapi bodynya masih mantappp. memang gak salah tukul pilih assisten

Page 1 of 9 12345 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia