Page 1 of 5 12345 LastLast
Results 1 to 10 of 50

Thread: Arie Hangggara [1985]
http://idws.in/19269

  1. #1

    Join Date
    Mar 2009
    Location
    ndjakarta
    Posts
    587
    Thank(s)
    1,878/399,087
    Rep Power
    6

    Default Arie Hangggara [1985]



    Show SS



    You must click 'Thank You' before you can see the data contained here.
    You do not have sufficient rights to see the hidden data contained here.




    NOTE : GUNAKAN TOMBOL THANKS UNTUK MENGUCAPKAN TERIMA KASIH !!!



    Show Cataku Says
    List and Rules Indonesia Movie in this Forum
    mulai 01 November 2008, no one liner post di bagian Movies dan TV Series seperti:

    * "Thanks", "Thanks for share"
    * "Mantap gan"
    * "Ijin Sedot", "Download dulu ah", "Cek TKP"
    * "Pertamax/Keduax/Ketigax/segala ax"
    * "Nunggu lokalnya", "Nunggu DVDRipnya"
    * dan post-post junk lainnya...

    File Error? Tidak bisa menghubungi uploadernya? Silahkan lapor di File Reporting Center Asian Movie.
    *klik tulisan berwarna hijau.
    POST YANG ISINYA SEKEDAR TERIMA KASIH AKAN DIHAPUS !!!
    Last edited by nikensepteria; 24-09-2013 at 07:26 AM. Reason: modertor note
    Reply With Quote Reply With Quote

  2. Who Said Thanks:

    There are too many to display.

  3. #2

    Join Date
    Feb 2009
    Location
    malang
    Posts
    210
    Thank(s)
    8/91,088
    Rep Power
    0

    Default

    udah pencet tuh thanks-nya..hehehe..

    bro ngad gw bantuin buat sinopsis nya ya

    Show sinopsis

    Film ini menceritakan tentang kisah nyata setelah warga Jakarta dihebohkan kasus meninggalnya seorang bocah 8 tahun akibat penyiksaan orang tuanya. Media massa meliput penuh gempita kabar ini.

    Film ini berkisah tentang seorang penganggur kelas berat bernama Tino Ridwan (Deddy Mizwar). Sifatnya yang pemalas, tukang janji kelas kakap, dan pembuat anak yang kuat menyebabkan saudara dari pihak istrinya menggunjinginya sebagai pejantan yang hanya kuat membuat anak.

    Karena tak punya kerjaan dan disertai dengan harga diri yang tinggi, sementara Jakarta meminta terlalu banyak, bersiteganglah si Tino dengan istrinya. Sang istri kembali ke Depok dan Tino menitipkan anak-anaknya ke rumah neneknya untuk kemudian diambil lagi sewaktu dia sudah hidup bersama dengan pacarnya, Santi (Joice Erna) secara kumpul kebo.

    Di rumah kontrakan kecil ini hiduplah lima orang manusia. Tino dan Santi serta tiga anak Tino dari istri pertamanya: Anggi (tertua), Arie, dan Andi (si kecil).

    Tino sadar betul dengan profesinya sebagai penganggur. Dia pun sehabis mengantar istri ke kantor, dia melamar kerja di sana dan di sini. Tapi tidak dapat-dapat juga. Teman-teman dihubungi, tapi semuanya menolak. Padahal di rumah rokoknya terus mengebul dan omongannya juga besar.

    Santi sudah mulai cerewet, kerja tidak didapatkan juga, anak-anak di rumah kian membandel saja. Oleh karena ini semua Tino selalu menetapkan aturan yang keras kepada anaknya. Apa saja harus diatur. Tapi Arie Hanggara, si anak kedua ini, selalu membandel dengan aturan ini. Wajah Yan Cherry Budiono yang memerankan Arie ini memang wajah memelas. Sosoknya pendiam. Tapi diamnya Arie adalah diam yang meresahkan Tino.

    Tino sebetulnya sayang dengan anak ini. Santi demikian juga adanya. Namun Santi mulai cerewet dan menyindir-nyindir Tino atas kenakalan anak-anaknya. Lama-lama dia mulai jengkel, terutama kepada Arie. Mula-mula kalau semuanya berkumpul di meja makan malam hari, Tino sudah memperingati dan memaklumkan aturan supaya jangan nakal dan jangan nakal.

    Akan tetapi Arie Hanggara tetap membandel dengan aturan itu. Awalnya dipukuli, Arie masih mengaduh, tapi lama-lama anak ini menjadi adiktif dan seperti meminta untuk dihukum. Lantaran takut melanggar, Arie sering berbohong.

    Di sekolah, si Ari jadi pendiam, asosial, dan jadi senang mengincar dompet teman-temannya. Maka jadi bulan-bulananlah dia.

    Karena merasa sakit prilaku Arie sudah tak bisa diobati di sekolah SD Negeri, Tino pun berencana membawa si Ari ke pesanntren di Jawa Timur.

    Tapi sayang sebelum dia dibawa ke pesantren, dia harus melakukan kesalahan lagi. Tapi kali ini kesalahan kakaknya. Tapi Arie mengaku bahwa dialah yang melakukannya. Bahkan dia minta digantung saja atau tangan diikat saja supaya tak nakal lagi. Sementara Arie diikat, dua saudaranya yang lain memberinya makan diam-diam.

    Tugas Ari di hari kedua sebelum kematian adalah mbersihkan kamar mandi. Tapi Arie malas-malasan. Arie dipanggil. Arie maju ke hadapannya. Bergeraklah tangan si Tino penganggur ini ke pantat. Dihukumlah anak ini berdiri jongok. Kakak dan adiknya melihat ari yang terhuyung-huyung ngantuk sambil memeluk lutut di lantai menjalani hukuman yang mestinya tak boleh ditanggungnya. Ia tak boleh makan, adik dan kakaknyalah yang diam-diam memberinya biskuit. Tatkala mereka menawarkan diri memberi ari minum, ari menolak. Dan malapetaka itu pun terjadi.

    Santi pada malam malapetaka dan besoknya Arie dan Tino akan berangkat ke Jatim itu masih manis menasehati Arie untuk minta maaf saja dengan Tino, ayahnya. Tapi Arie tak melakukannya, malah dibilangnya sama ibu tirinya itu, dia lebih baik dihukum terus saja. Maka menyambarlah tangan Santi yang mendorong Arie ke dinding. Tino berdiri dan menggampar pantat kecil anak malang ini sementara Santi duduk sambil menjahit di ruang makan. Mata Arie yang lebam kebiruan memandang sendu bapaknya. Tak tahan memandang mata anak itu, diambilnya tongkat sapu. Diganyangnya pantat itu dengan pukulan bertalu-talu. Menjeritlah Santi melihat ulah Tino. Anak ini tidak mau lagi menangis. Menatap bapaknya dengan sangat tajam, tapi raut wajah dingin yang mengerikan. Lalu dengan kesal dan kalap satu tamparan keras menghantam pipi kiri Arie dan terjungkallah ia ke lantai. Lalu Tino memberinya air minum. Arie tetap di dekat tembok menjalani hukuman. Mereka sempat pelukan dan suara Tino sudah mengendur. Mungkin capek menghadapi sikap Arie yang dingin, patuh, tapi kepatuhan yang melawan. Dan Arie minta minum lagi. Tapi Tino mengancam, setelah dia diberi minum, nggak boleh lagi minum tanpa seizinnya. Ari pun dengan datar berjanji untuk tak minum lagi.

    Mungkin karena jiwa anak ini sudah mau bunuh diri di tangan ayahnya sendiri, dia melanggar lagi sabda si penganggur ini. Dia mengambil air minum, tapi gesekan gelasnya di dengar oleh Tino. Tino bangun dan lupa bahwa mereka besok mau ke pesantren. Dia kalap. Arie, anak malang ini, harus menjadi santapan kemarahan jam dua dini hari itu. Tak ada teriakan. Tak ada rintihan. Tak ada apapun keluar dari mulut anak yang sudah mencium bau kematian sejak 6 November ini yang bahkan satu jam sebelum kematiannya dia sudah berpesan kepada dua saudaranya bahwa ia akan pergi dengan sangat jauh. Ari terjatuh di lantai. Paniknya Tino dan Santi subuh itu melihat anak itu dan membawanya ke RS dalam kondisi yang sebetulnya sudah tak bernyawa.

    Ada raut sesal berkecamuk dihati Tino. Matanya bersimbah airmata melihat Arie terbujur kaku di atas ranjang roda berkain putih yang ditarik perawat putih-putih menuju dunia putihnya. Tapi apa boleh buat. Arie sudah tiada. Arie, si anak malang yang sudah mencium bau kematiannya itu meninggal di dinding penghukumannya.

    Lalu koran-koran ibukota terbit sore pun menulis dengan besar di halaman depan kematian tragis bocah malang Ari Hanggara. Ari adalah korban dari perceraian orang tuanya.
    Reply With Quote Reply With Quote

  4. #3

    Join Date
    Apr 2009
    Location
    BDG
    Posts
    695
    Thank(s)
    1/21,162
    Rep Power
    6

    Default

    wah....film jadul banget. gw nonton ni film pas gw sd. bener2 menguras air mata. satu keluarga nonton ni film langsung nangis semua...emang nyesel tuh datangnya belakangan. makanya kalo mo ngehukum anak harus inget ma fil ni. jangan terlalu sadis ma anak. ato lo semua bakal nyesel kayak yang di film ni..
    Reply With Quote Reply With Quote

  5. Who Said Thanks:


  6. #4

    Join Date
    Apr 2009
    Location
    BDG
    Posts
    695
    Thank(s)
    0/21,162
    Rep Power
    6

    Default

    Quote Originally Posted by rekita View Post
    berguna ga sih film ginian, bukannya menjadi beban pikiran??
    menurut gw sih berguna banget. jadi kita bisa belajar tentang child abuse dan hukum yang berlaku tentang hal ini. mungkin dari film ini juga kita bisa berpikir lebih dalam. gak selamanya kalo mo ngehukum anak dengan maen hajar aja. dulu waktu film ini baru ditayangkan. satu kampung di tempat gw mulai hati2 ngehukum anak2 mereka..:D takut pada mati. nanti di kampung gw jadi sepi donkk...ga ada satu pun penerusnya.
    Reply With Quote Reply With Quote

  7. #5

    Join Date
    May 2009
    Location
    jakarta
    Posts
    28
    Thank(s)
    0/10
    Rep Power
    0

    Default

    buseettt nih filmmmm... yg gw tau gw masih kecil banget...bustettt... ibu tirinya bowww...edaaannnnn... seangkatan 70an boong kalo gak inget nih film.. secara jaman dulu kalo nakal ibu gw suka bilang.. untung kamu bukan sama ibu tiri..nanti disiksa loh kayag si Arie.. haha.. secara nama gw juga Arie..hehe cuma Arie Armend... hahaha (lebay mode ON)
    Reply With Quote Reply With Quote

  8. #6

    Join Date
    Feb 2009
    Location
    yogyakarta
    Posts
    613
    Thank(s)
    1/86,207
    Rep Power
    6

    Default

    Quote Originally Posted by armend28 View Post
    buseettt nih filmmmm... yg gw tau gw masih kecil banget...bustettt... ibu tirinya bowww...edaaannnnn... seangkatan 70an boong kalo gak inget nih film.. secara jaman dulu kalo nakal ibu gw suka bilang.. untung kamu bukan sama ibu tiri..nanti disiksa loh kayag si Arie.. haha.. secara nama gw juga Arie..hehe cuma Arie Armend... hahaha (lebay mode ON)
    klo gw baca review di depan, yg paling jahat kan ayahnya sendiri bukan ibu tiri???
    CMIIW
    soalnya aku blm nonton nih film. keluaran 82/83. wah lahir aja blm.

    setelah baca reviewnya, jd ga kuat buat nonton. dah pernah nonton film jadul yg sedih2, bener2 ga kuat. salah satunya yang dimainin ama Dewi Yul. lokasinya bali. tentang pria yg pernah nikah 2x, istri satunya (Dewi Yul) ngalah. judulnya apa ya???

    harus diakui film2 indonesia jadul tuh berkualitas.
    yg horror bener2 nyeremin, yg drama bener2 nguras air mata, yg musikal (rhoma irama) bener2 mantab lagunya (di jamannya), yg komedi bener2 lucu (Warkop), yg action perang bener2 membangkitkan semangat tempur.
    Update terus pilihanmu di thread PERINGKAT TERATAS FILM KOREA dan FILM JEPANG

    VIVA VIOLA, FORZA FIORENTINA
    Reply With Quote Reply With Quote

  9. Who Said Thanks:


  10. #7

    Join Date
    Sep 2009
    Location
    di kamar..
    Posts
    157
    Thank(s)
    0/108
    Rep Power
    0

    Default

    weiiits jadul abis ni pilm.. sedih banget jadinya liat pilm gambarnya burem..
    jadi inget tvri jaman dulu.. yg acara apa sih itu, yg ada tirai panggung kebuka trus lagunya keroncong "aku cinta.. semua cinta.. buataaaaan Innn..doo.nee.siiaaaaa.."
    yah itulah..
    Reply With Quote Reply With Quote

  11. #8

    Join Date
    Sep 2009
    Location
    Surabaya
    Posts
    3
    Thank(s)
    0/0
    Rep Power
    0

    Default

    nech soundtracknya yang ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja...
    itu ya???kalau gk salah seh....

    masih kecil...nangis2 nech nonton film ini....mirip ma kehidupanku...hehehehe...punya ibu tiri...
    Reply With Quote Reply With Quote

  12. #9

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Konohagure
    Posts
    175
    Thank(s)
    0/40
    Rep Power
    0

    Default

    *Fakta: sejak pelm ini muncul ga ada lagi anak yang dinamai Arie Hanggara..
    Reply With Quote Reply With Quote

  13. #10

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    tajgj
    Posts
    501
    Thank(s)
    0/226
    Rep Power
    6

    Default

    kalo lirisnya 82/83, berarti aku blom lahir, pantesan gak tau,

    tp kyknya pernah denger lagunya ratapan anak tiri,

    jg pernah denger dr ortu kalo ni film sedih bgt, berhubg msh kecil jd gak inget....
    Reply With Quote Reply With Quote

Page 1 of 5 12345 LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia