Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 21

Thread: Legenda Batu Gantung dan Asal-Usul Nama Kota Prapat
http://idws.in/216741

  1. #1

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Di depan Laptop
    Posts
    575
    Thank(s)
    1/206
    Rep Power
    6

    Smile Legenda Batu Gantung dan Asal-Usul Nama Kota Prapat


    Batu Gantung

    Alkisah, di sada huta terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni.
    Selain rupawan, Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba, dan hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

    Suatu hari, Seruni pergi ke ladang seorang diri, karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. Sesampainya di ladang, gadis itu tidak bekerja, tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. Sementara anjingnya, si Toki, ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan, namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya.

    Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. Ia sangat sedih, karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. Ia sangat bingung. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu, ia pun mulai putus asa.

    “Ya, Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini,” keluh Seruni.

    Beberapa saat kemudian, Seruni beranjak dari tempat duduknya. Dengan berderai air mata, ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu. Sementara si Toki, mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong.

    Dengan pikiran yang terus berkecamuk, Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. Tanpa diduga, tiba-tiba ia terperosok ke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. Gadis cantik itu sangat ketakutan. Di dasar lubang yang gelap, ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya.

    “Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku, Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya.

    Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong, namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Akhirnya gadis itu semakin putus asa.

    “Ah, lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita,” pasrah Seruni.
    Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat.

    “Parapat[2]… ! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya..

    Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. Merasa tidak mampu menolong sang majikan, ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan.

    Sesampai di rumah majikannya, si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya.

    “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya.

    “Toki…, mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu.

    “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat.

    “Pak, sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya,” sahut ibu Seruni.

    “Ibu benar. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya,” kata ayah Seruni.

    “Tapi hari sudah gelap, Pak. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni.

    “Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga,” seru sang ayah.

    Tak lama kemudian, seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. Sesampainya mereka di ladang, si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu.

    Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!”

    “Pak, dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik.

    “Benar, bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik.

    “Tapi, kenapa dia berteriak: parapat, parapatlah batu?” tanya sang ibu.

    “Entahlah, bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana,” jawab sang ayah cemas.

    Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya, namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor.

    “Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni.

    “Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak.

    Beberapa kali mereka berteriak, namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya.

    “Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!”

    “Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris.

    Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. Salah seorang warga mengulurkan seutastampar (tali) sampai ke dasar lubang, namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu.

    “Bu, pegang obor ini!” perintah sang ayah.

    “Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu.

    “Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang,” jawabnya tegas.

    “Jangan ayah, sangat berbahaya!” cegah sang ibu.

    “Benar pak, lubang itu sangat dalam dan gelap,” sahut salah seorang warga.

    Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. Sesaat kemudian, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. Tebing-tebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan mulut lubang batu, sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas.

    Beberapa saat setelah gempa itu berhenti, tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batucadas di dalam lubang. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”.

    Beberapa hari kemudian, tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup, terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”
    Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya, maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

    Show Bila
    Bila Thread ini salah lokasi ataupun sudah ada sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Momod, mohon dikoreksi...
    ~ PRINCESS OF DARKNESS ~

    Embrace the DARK, Dissociate theLIGHT
    Reply With Quote Reply With Quote

  2. Who Said Thanks:


  3. #2

    Join Date
    Apr 2009
    Location
    Indonesia
    Posts
    522
    Thank(s)
    0/6,823
    Rep Power
    6

    Default

    dulu katanya gak boleh nunjukin tangan ke arah batu gantung
    tapi sekarang udah boleh...
    gak tau kenapa
    Reply With Quote Reply With Quote

  4. #3

    Join Date
    Jan 2012
    Location
    nomaden
    Posts
    1
    Thank(s)
    0/0
    Rep Power
    0

    Default

    baru kali ini kelihatan jelas Batu Gantungnya gan.
    Reply With Quote Reply With Quote

  5. #4

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Di depan Laptop
    Posts
    575
    Thank(s)
    0/206
    Rep Power
    6

    Default

    Quote Originally Posted by mafia View Post
    dulu katanya gak boleh nunjukin tangan ke arah batu gantung
    tapi sekarang udah boleh...
    gak tau kenapa
    Serius tu gan? padahal dulu pas di perapat, aku tunjuk-tunjuk itu batu. Jangan-jangan ada kutukannya tu. Orang sana menganggap batu itu sedikit keramat sih.

    Quote Originally Posted by somsektapian View Post
    baru kali ini kelihatan jelas Batu Gantungnya gan.
    Aku sendiri belum pernah melihat langsung gan. Mungkin harus naik boat ya ke sana.
    Last edited by harumiya; 16-01-2012 at 01:31 PM.
    ~ PRINCESS OF DARKNESS ~

    Embrace the DARK, Dissociate theLIGHT
    Reply With Quote Reply With Quote

  6. #5

    Join Date
    Jan 2010
    Location
    Bogor - Bandung
    Posts
    519
    Thank(s)
    0/6,222
    Rep Power
    5

    Default

    waduh baru kemarin nih mampir ke tempat ini..
    tapi sayang yah kurang dirawat objek wisata yang ada di sekitar danau toba..
    Reply With Quote Reply With Quote

  7. #6

    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Medan
    Posts
    54
    Thank(s)
    0/4
    Rep Power
    0

    Default

    untuk prapat sekitarnya sih banyak yang bisa dikunjungi termasuk batu gantung ini...

    tapi perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat sekitar masih kurang...

    padahal sebenarnya pnya potensi..
    Reply With Quote Reply With Quote

  8. #7

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Medan
    Posts
    2,615
    Thank(s)
    0/611
    Rep Power
    7

    Default

    ada banyak versi2 ceritanya ya....
    MNI Changes My Life!!!
    Dare to Dream!!!
    Reply With Quote Reply With Quote

  9. #8

    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Malang
    Posts
    4
    Thank(s)
    0/0
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by mafia View Post
    dulu katanya gak boleh nunjukin tangan ke arah batu gantung
    tapi sekarang udah boleh...
    gak tau kenapa
    Dulu orang2 percaya , kalo nunjuk batu itu, jarinya2 bakal jadi bengkok semua , gan .
    Tapi karna sampe sekarang, gk ada yg kebukti, makanya jadi banyak yg nunjuk2 . .
    Gitu ceritanya, gan . .
    Reply With Quote Reply With Quote

  10. #9

    Join Date
    Jul 2010
    Posts
    37,456
    Thank(s)
    0/7,557
    Rep Power
    42

    Default

    [niat hati mau bunuh diri ternyata setelah mau dikasih malah teriak2 minta tolong..akhirnya jadi batu dan obyek wisata ]
    Reply With Quote Reply With Quote

  11. #10

    Join Date
    Oct 2009
    Location
    Depok
    Posts
    33
    Thank(s)
    0/3
    Rep Power
    0

    Default

    Salah satu tempat wisata yang unik di sekitar danau toba...
    Ke sana aja harus naik kapal baru bisa keluhatan..
    Reply With Quote Reply With Quote

Page 1 of 3 123 LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia