Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 20

Thread: Niccolo Machiavelli: Lebih Baik Ditakuti Daripada Dicintai
http://idws.in/315966

  1. #1

    Join Date
    May 2012
    Location
    Belambangan
    Posts
    202
    Thank(s)
    4/86
    Rep Power
    0

    Post Niccolo Machiavelli: Lebih Baik Ditakuti Daripada Dicintai

    Show Sekapur Sirih
    Thread ini ditunjukkan untuk membahas pemikiran-pemikirannya yg terdengar ekstrim dan radikal tapi itu benar adanya dan semoga tidak
    Pemikirannya tersebut seharusnya dijadikan panduan untuk pemimpin negara kita, karena fakta berbicara, pemimpin yg hebat seperti yg disebutkan Machiavelli adalah pemimpin yg LEBIH BAIK DITAKUTI DARIPADA DICINTAI. Dan sejarah telah menorehkan banyak kisah pemimpin yg mengikuti nasihat Machiavelli. Hasilnya adalah, negara yg dipimpinnya itu cukup disegani dan ditakuti oleh dunia, meskipun tidak lama kemudian negara itu hancur.




    Seringkali orang mengatakan politik itu kejam, tak mengindahkan siapa kawan siapa lawan, semua cara dan tujuan dihalalkan. Praktek semacam ini pada dasarnya memiliki kecenderungan dengan pemikiran politik Machiavelli. Dalam hal ini,
    diyakini bahwa politik, tidak ada gunanya mengikuti peraturan moral (1). Atas dasar pandangan seperti ini, Machiavelli telah membenarkan pengunaan sarana dan alat apapun, untuk meraihkan kekuasaan. Ideologi politik ini merupakan sikap menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan adalah sikap yang dibenarkan. Selama bertahun-tahun gagasan politik
    Machiavelli ini telah menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering bagi banyak penguasa sejak awal dipopulerkannya sampai saat ini. Banyak negarawan dan penguasa dunia yang secara sembunyi atau terus terang mengakui telah menjadikan Machiavelli sebagai bapak kekuasaan. Tak terkecuali penguasan dan politisi di Indonesia, mereka secara sengaja telah mengadopsi dan mengimplementasikan gagasan-gagasan Machiavelli itu dalam kehidupan politik yang ada.

    Dalam sistem pemerintahan di negara ini, perilaku politik Indonesia memiliki peranan penting terhadap berlakunya politik kekuasaan Machiavelli. Dalam konteks sejarah di Indonesia, dapat dikatakan bahwa yang termasuk dalam konsep politik kekuasaan Machiavelli, seperti halnya era orde baru. Semua orang tahu apa sebenarnya yang terjadi selama masa pemerintahan tersebut. Pada kondisi itulah politik diperankan dengan cerdik dalam merebut kekuasaan dan membelanya. Politik yang mengalirkan secara langsung mentalitas pemujaan kekuasaan secara berlebihan. Politik kekuasaan ini melahirkan musuh bebuyutan keadilan seperti kolusi, korupsi dan nepotisme, juga prinsip asal bapak senang. Sistem politik orde baru secara tidak langsug juga telah melahirkan prinsip menghalalkan segala cara. Berdasarkan paham politik Machiavelli, penguasa negara bisa menggunakan cara binatang, terutama ketika menghadapi lawan-lawan politiknya. Ia juga bisa
    menggunakan sifat-sifat manusia untuk memelihara simpati rakyatnya.

    Tak heran banyak penguasa yang bermuka dua, di depan rakyat penguasa selalu bersikap manis, baik dan tulus, namun dibelakang rakyat, penguasa itu mengkhianatinya. Machiavelli juga memisahkan ajaran agama dari kekuasaan, akan tetapi menyarankan agar setiap penguasa mempertahankan dan memlihara ritual ibadah kegamaan dan senantiasa melaksanakannya sebaik-baiknya. Dalam pandangan ini, agama akhirnya didudukkan pada wilayah dimana ketika ia dianggap memberikan manfaat bagi penguasa, maka ajaran agama akan dipakai. 2 Dan siapapun boleh menginterpretasi hukum agama berdasarkan kepentingan masing-masing. Ini membuat praktek beragama akan tergantung pada selera penguasa. Bahkan dapat digunakan sebagai justifikasi kebijakan publik yang sebenarnya tidak bersumber dari agama tersebut. Hal ini merupakan gambaran nyata dari moralitas politik yang berlaku.

    Untuk mensinergikan moral dan politik, pemahaman politik yang bijaksana juga sangat penting. Politik tidak selalu identik dengan semua persoalan yang bermuara pada teknik bagaimana mendapatkan, mengelola, dan mempertahankan kekuasaan.
    Aristoteles pernah mengungkapakan, bahwa politik juga merupakan permasalahan yang berujung pada kemampuan politisi mensejahterakan masyarakat (3). Pada prinsipnya, logika politik Machiavelli bila dilihat sekilas dari kondisi sosial-politik saat itu, Ia menemukan karakter filsafat sosial (ilmu politik) baru untuk menolak regulasi aturan politik dan sosial yang merujuk pada norma moral transendental (dogma agama) (4). Hal ini yang luput dari pemahaman para politikus saat ini. Menggunakan konsep politik Nocollo Machiavelli, pada saat yang sama tidak menyertakan etika keutamaannya. Melainkan kebalikan dari itu, penghalalan segala cara digunakan untuk kepentingan individu dan kelompok.

    “Il Principe”

    Yg membuat nama Niccolo Machiavelli ini tersohor adalah, karya bukunya yg berisi filsafat, pemikiran, dan nasehat cara memimpin suatu negara yg benar. Il Principe (Eng: The Prince, Indo: Sang Pangeran), itulah "buku petunjuk" kepemimpinan ala Machiavelli. Buku ini diterbitkan tahun 1513.
    Ternyata, buku ini mendapat banyak cercaan dan kutukan dari banyak pihak. Alasannya, sosok pemimpin ideal versi Machiavelli sangat bertentangan dengan sosok pemimpin ideal versi orang kebanyakan. Jika masyarakat Florence saat itu mendambakan pemimpin yg adil, jujur, bijaksana, baik hati, rendah hati dan pemurah, maka menurut Machiavelli, pemikiran seperti itu adalah keliru.

    Machiavelli berpendapat, seorang Pangeran/ Pemimpin harus mengabaikan pertimbangan moral sepenuhnya dan mengandalkan segala sesuatunya atas kekuatan dan kelicikan. Dalam mempertahankan kekuasan, dibutuhkan cara kekerasan untuk mempertahankannya bila perlu.

    Baru pada abad ke sembilan belas upaya untuk mengangkat pemikiran dan harapan Machiaveli yang sesungguhnya mulai dilakukan. Sosok pemimpin amoral yg dikatakan Machiavelli adalah bentuk kegundahan dirinya melihat kondisi Italia saat itu. Italia saat itu masih labil karena setiap negara bagiannyanya terpecah-pecah menjadi beberapa bagian, termasuk Florence, tempat kelahirannya. Hal ini diperburuk karena masing-masing negara tersebut saling berebut dominasi atas wilayah suatu negara bagian yang lain. Dan semakin diperparah dengan adanya intervensi/ campur tangan dari negara-negara besar di dekat Italia, seperti Perancis, Jerman, dan Spanyol. Kondisi yang kacau balau ini menggugah Machiavelli sebagai orang yang lahir dan mantan negarawan di Italia menyusun sebuah anjuran cara berpolitik yang ditujukan kepada Medici, sang penguasa Italia.

    Dari buku Il Principe, Machiavelli menganjurkan agar Medici menjadi seorang pemimpin yang handal dengan perlambang, segarang harimau, secerdik rubah.

    Pemimpin yg baik adalah pemimpin yg cerdas dalam bertindak. Melihat Italia terpecah, satu keinginan Machiavelli kepada Medici adalah: Satukan Italia!

    Isinya memang mengejutkan karena penuh nasihat tentang intrik dan cara-cara kotor. Tapi, ketika membaca buku ini lebih dalam, kita serasa mencerca diri sendiri.

    "Il Principle" adalah hasil reportase jujur Machiavelli terhadap perilaku manusia, berbagai sistem kerajaan yang ada, bagaimana raja-raja mempertahankan kuasa mereka, dsb.

    Kejujuran Machiavelli tentang relung tergelap belantara politik inilah yang jarang atau bahkan tidak ada dalam literatur-literatur teori politik yang cenderung normatif dan "ideal tanpa cela".

    Kutipan "Il Principle" untuk kaum idealis : "Orang baik akan kecewa bila dikelilingi oleh orang-orang yang tidak baik. Oleh karenanya, orang baik perlu untuk belajar bagaimana caranya untuk menjadi tidak baik"


    --------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    Source :
    1 Franz Magnis Suseno, Kuasa dan Moral, Cetakan ketiga (Jakarta; Gramedia, 1995) hal 8.
    2 Machiavelli, Niccolo, Diskursus, Penerjemah, Yudi Santoso dan Sovia VP, (Yogyakarta;
    Bentang Budaya, 2003) hal 59.
    3 Deliar Noer, Pemikir Politik di Negeri Barat. (Jakarta: Gramedia, 1998) hal 28.
    4 Schmandt, Henry J. Filsafat Politik; Kajian Historis Dari Zaman Yunani Kuno Sampai Zaman
    Modern, Penerjemah Ahmad Baidowi dkk, Cetakan kedua (Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2005) hal
    257.
    5 S. P Lili Tjahyadi, Hukum Dan Moral; Ajaran Immanuel Kant Tentang Etika Dan Imperatif Kategoris (Yogyakarta; Kanisius, 1991).
    6 L. Frank Baum, The wonderful Wizard of Oz
    7 http://id.shvoong.com/books/1697554-il-prince/

  2. #2

    Join Date
    May 2011
    Location
    awareness
    Posts
    305
    Thank(s)
    1/13,111
    Rep Power
    0

    Default

    pernah dengar tentang Niccolo Machiavelli di buku 48 Hukum Kekuasaan dan 33 Strategi Perang
    Last edited by fybest; 10-07-2012 at 06:25 PM.

  3. Who Said Thanks:


  4. #3

    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Boson Higgs™
    Posts
    2,051
    Thank(s)
    0/3,719
    Blog Entries
    2
    Rep Power
    9

    Default

    Nice tret TS

    Filsuf yang aku kagumi dari Jaman Rennaisance. Faham realisme-nya telah banyak menginspirasi tokoh2 besar dunia, aku masih ingat pemikirannya bahwa : “apa yang nyata-nyata”, bukan “apa yang sepatutnya” ada. Manusia alamiah adalah manusia yang mempunyai nafsu menaklukkan. Manusia itu umumnya mempunyai sifat-sifat negatif. Ada kelihaian dan ketegangan. paham yang cocok untuk orang2 super agresif

    walau pemikirannya masih punya banyak keterbatasan, kita bisa mengumpamakannya demikian: membunuh musuh yang telah kalah megesampingkan segala macam hal yang lemah dan tidak penting dan terlalu terpaku pada kepentingan praktis

  5. #4

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    ~Kutek~
    Posts
    1,384
    Thank(s)
    0/360
    Rep Power
    8

    Default

    [
    gw kenal tokoh ini waktu smp kalo gk sma di pelajaran pkn. , tapi mulai suka pas baca komik "Cesare" yang tokoh utamany adalah Cesare Borgia yang kabarny merupakan ide dari pembuatan “Il Principe” .
    tambah suka lagi habis baca dari komik masterpieceny elex yang nyeritain Machiavelli ini. , perjuanganny sebagai pegawai sipil itu loh gan .

    tapi kalo “Il Principe” ,ane belum baca, jadi gk berani ngomong panjang lebar. ]

  6. #5

    Join Date
    May 2012
    Location
    Belambangan
    Posts
    202
    Thank(s)
    0/86
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by fybest View Post
    pernah dengar tentang Niccolo Machiavelli di buku 48 Hukum Kekuasaan dan 33 Strategi Perang
    Banyak literatur gan yang membahas tentang pemikiran Machiavelli : - Politik itu adalah bagaimana memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Niccolò Machiavelli (1469-1527), “Power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely.”-Lord Acton dan masih bnyk, "Il Principle", buku pegangan Napoleon, Hitler, dan Stalin. Mussolini secara khusus mengangkat buku ini sebagai studi ilmiahnya. Banyak diktator di dunia ini yg telah mempelajari isi buku Il Principe, salah satunya yg tidak bisa dibohongi lagi adalah Pak Harto...Banyak yg sukses dalam menjalankan pemerintahannya, tapi ga sedikit yg gagal di tengah jalan hingga akhirnya lengser.

    Quote Originally Posted by kimochi_neesan View Post
    Nice tret TS
    membunuh musuh yang telah kalah megesampingkan segala macam hal yang lemah dan tidak penting dan terlalu terpaku pada kepentingan praktis
    Tengkiu gan

    Pemikiran Machiavelli yg Lain:

    Seorang penguasa tidak perlu takut akan kecaman yang timbul karena kekejamannya selama ia dapat mempersatukan dan menjadikan rakyat setia, dan demi keselamatan negara. Menurut Machiavelli seorang penguasa jauh lebih baik ditakuti oleh rakyatnya daripada dicintai.

    Rakyat harus takut pada penguasa, bukan sebaliknya. Akibatnya, seperti lengsernya Suharto tahun 1998.

    Tindakan yang diambil oleh penguasa tidak berdasarkan kepentingan rakyat. Akan tetapi, tergantung dari keadaan dan desakan situasi sosial tanpa mempedulikan apakah tindakan tersebut dinilai baik atau buruk oleh rakyat.

    Dalam hal ini, penguasa boleh mengambil tindakan sesuka hatinya. Mau itu bertentangan dengan keinginan rakyat atau bukan.

    Dalam usaha menegakkan kekuasaannya seorang penguasa dapat melakukan tindakan yang mengabaikan penilaian moral dari masyarakat, seperti misalnya keluarga dari penguasa sebelumnya harus dimusnahkan semua untuk mencegah terjadinya pemberontakan di kemudian hari. Hal itu harus dilakukan penguasa atas desakan dan tuntutan situasi dalam menguasai suatu wilayah baru agar ancaman terhadap kekuasaan wilayah tersebut lenyap, setelah itu baru menarik simpati rakyat agar mendapatkan dukungan. Betul. Semakin bengis dia semakin baik.

    Cara lain untuk mengamanan kekuasaannya diwilayah baru adalah penguasa baru harus tinggal di wilayah tersebut, mendirikan koloni-koloni, dan menempatkan pasukan serta infanteri dalam jumlah yang besar.

    Bold: Machiavelli rupanya memperbolehkan seorang penguasa untuk melakukan penjajahan.

    Wilayah baru dapat diperintah oleh penguasa penggantinya tanpa adanya pemberontakan walaupun penguasa baru tersebut telah meninggal bila diperintah dengan bersatu dan para bangsawan tetap diberi kekuasaan di wilayah mereka dimana mereka diakui dan dicintai. Jadi tugas penguasa adalah mengamankan kekuasaan yang ada ditangannya agar dapat bertahan dengan langgeng. Perlu adanya kesetiaan dari penguasa penggantinya agar kekuasaan dari penguasa awal dapat bertahan. Disarankan untuk mempercayai anak pertama sebagai penggantinya.

    Tujuan berpolitik adalah memperkuat dan memperluas kekuasaan. Untuk itu segala usaha yang dapat mensukseskan tujuan dapat dibenarkan. Legitimasi kekuasaan membenarkan segala teknik pemanipulasian supaya dukungan masyarakat terhadap kekuasaan tetap ada. Disini Machiavelli membenarkan cara kotor dalam berpolitik. Terdengar menyayat telinga, tetapi memang begitu faktanya.

    Selain itu, untuk melanggengkan kekuasaannya seorang penguasa harus mempunyai hukum dan angkatan perang yang baik. Hukum tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya angkatan perang yang baik. Menurut Machiavelli, hukum yg dijalankan oleh militer = SAH. Faktanya, dipraktekkan oleh Hitler dengan Gestapo dan SS, dan Stalin dengan NKVD.
    Seorang penguasa yang bijaksana tidak harus memegang janji apabila akan merugikan diri sendiri dan tidak ada alasan yang mengikat. Seorang penguasa tidak akan kehabisan alasan untuk menutupi tipuannya dan kelihatan seolah-olah baik. Machiavelli membenarkan seorang penguasa berbohong pada rakyatnya.

    Quote Originally Posted by n_iz_are View Post
    [
    gw kenal tokoh ini waktu smp
    tapi kalo “Il Principe” ,ane belum baca, jadi gk berani ngomong panjang lebar. ]

    Machiavelli tidak hanya mengajarkan para penguasa agar menggunakan opresi dan teror saja untuk mendapatkan kesetiaan rakyat. Ia juga mengajarkan beberapa teknik halus dan elegan agara penguasa dapat meraih simpati rakyat.

    Dengan baik, Machiavelli menganjurkan pula agar penguasa melakukan hal-hal ini untuk dapat meraih legitimasi dan kepatuhan dari rakyat:

    1. Bila ingin melakukan suatu penindasan, maka suruhlah seorang menteri, atau orang yang kamu percaya, untuk melakukannya. Jangan pernah menampakkan dirimu sebagai orang yang bertanggung jawab atas penindasan tersebut.

    2. Bertindaklah seolah-olah kamu tidak mengetahui adanya penindasan itu.

    3. Dengarkanlah dan fasilitasi rakyat yang mengadu kepadamu atas kekejaman yang dilakukan menteri atau orang yang kamu suruh tadi. Jadilah bapak dan pendengar yang baik bagi rakyatmu dalam hal ini.

    4. Bila momentumnya tepat, ciptakanlah satu sosok "musuh bersama" untuk menyatukan rakyat di bawah sang penguasa. Siapakah sosok "musuh bersama" itu? Tidak lain adalah menteri atau orang yang kau suruh untuk melakukan penindasan terhadap rakyat.

    5. Hantamlah "musuh bersama" itu, dan kau akan dianggap sebagai pahlawan rakyat dan pembebas. Legitimasi dan kepatuhan rakyat otomatis akan mengikuti.

    Praktik konsep Machiavelli, sebetulnya, telah dilakukan oleh raja-raja zaman Mataram II (walaupun tentu buku-buku Machiavelli tidak pernah sampai kesana)
    Cara mendapat dukungan rakyat yg halus tanpa harus bertindak kasar pada rakyatnya

    Sumber:
    Bahan-bahan studi kuliah, buku "Il Principle", buku filsafat politik barat

  7. #6

    Join Date
    Feb 2011
    Location
    kampung
    Posts
    498
    Thank(s)
    0/1,465
    Blog Entries
    3
    Rep Power
    0

    Default

    Kalo ga salah yang menggagas salah satu paham kekuasaan itu ya
    Pangeran/ Pemimpin harus mengabaikan pertimbangan moral sepenuhnya dan mengandalkan segala sesuatunya atas kekuatan dan kelicikan. Dalam mempertahankan kekuasan, dibutuhkan cara kekerasan untuk mempertahankannya bila perlu.
    pandangannya emang sangat keji sih
    tapi nyatanya banyak yang mengikuti pandangan itu dan memulai perang

    menghalalkan segala cara
    memperbolehkan adudomba
    menganggap dunia politik sebagai kehidupan hewan buas, yang kuat dia yang menang

  8. #7

    Join Date
    May 2012
    Location
    Belambangan
    Posts
    202
    Thank(s)
    0/86
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by dindung View Post
    Kalo ga salah yang menggagas salah satu paham kekuasaan itu ya
    Dalam usaha menegakkan kekuasaannya seorang penguasa dapat melakukan tindakan yang mengabaikan penilaian moral dari masyarakat, seperti misalnya keluarga dari penguasa sebelumnya harus dimusnahkan semua untuk mencegah terjadinya pemberontakan di kemudian hari. Hal itu harus dilakukan penguasa atas desakan dan tuntutan situasi dalam menguasai suatu wilayah baru agar ancaman terhadap kekuasaan wilayah tersebut lenyap, setelah itu baru menarik simpati rakyat agar mendapatkan dukungan.

    Maka, Semakin bengis dia semakin baik.. Tujuan berpolitik adalah memperkuat dan memperluas kekuasaan. Untuk itu segala usaha yang dapat mensukseskan tujuan dapat dibenarkan. Legitimasi kekuasaan membenarkan segala teknik pemanipulasian supaya dukungan masyarakat terhadap kekuasaan tetap ada.

    Napoleon bahkan suka menyelipkan buku Il Principe dibalik bantalnya kala ia mau tidur, banyak diktator di dunia ini yg telah mempelajari isi buku Il Principe, salah satunya yg tidak bisa dibohongi lagi adalah Pak Harto....

  9. #8

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    lobang idung
    Posts
    4,693
    Thank(s)
    0/16,753
    Rep Power
    11

    Default

    pemikiran yg muncul krn kondisi saat itu yg kacau balau

    mungkin yg ada d pikiran machiavelli, lebik baik menindas drpd d tindas

    di satu sisi rakyat merasa terbelengu, tapi cara pikir seperti ini di sisi lain malah bisa membuat hidup rakyat sejahtera

    Prancis lebih stabil saat Napoleon dengan arogan mengangkat dirinya jadi kaisar, Jerman menjadi raja ekonomi di eropa & dunia saat Hitler jadi kanselir & bahkan Indonesia d juluki macan asia saat Pak Harto berkuasa
    "I have to get rid of my lies, so that my dreams would come true
    Now, Let's Go! ”.
    ~ Heroes ~


  10. #9

    Join Date
    May 2012
    Location
    Belambangan
    Posts
    202
    Thank(s)
    0/86
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by yudi_haryanto View Post
    pemikiran yg muncul krn kondisi saat itu yg kacau balau


    Dalam pandangan Machiavelli memisahkan teori politik dari etika, hal ini sangatlah bertolak belakang dengan teori2 politik sebelumnya yang mendefinisikan politik adalah sebagai perluasan dari etika. Ukuran-ukuran moral digunakan untuk mengevaluasi tindakan manusia di lapangan politik. Saat itu, Machiavelli telah menggunakan istilah la stato, yang berasal dari istilah latin status, yang menunjuk pada ada dan berjalannya kekuasaan dalam arti yang memaksa, tidak menggunakan istilah dominium yang lebih menunjuk pada kekuasaan privat.

    Pemikirannya tersebut seharusnya dijadikan panduan untuk pemimpin negara kita, karena fakta berbicara, pemimpin yg hebat seperti yg disebutkan Machiavelli adalah pemimpin yg LEBIH BAIK DITAKUTI DARIPADA DICINTAI. Dan sejarah telah menorehkan banyak kisah pemimpin yg mengikuti nasihat Machiavelli. Hasilnya adalah, negara yg dipimpinnya itu cukup disegani dan ditakuti oleh dunia, meskipun tidak lama kemudian negara itu hancur.

  11. #10

    Join Date
    Jan 2011
    Location
    Neo~Universe
    Posts
    939
    Thank(s)
    1/8,523
    Rep Power
    4

    Default

    Permisi,

    ini link ebook nya sang penguasa (il principe) :
    http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=318976

    kalau ada yg belum punya atau mau baca ebook nya

  12. Who Said Thanks:


Page 1 of 2 12 LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia