Results 1 to 10 of 10

Thread: Cerita Dari Tapal Batas (2011)
http://idws.in/370492

  1. #1

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Yggdrasil
    Posts
    8,885
    Thank(s)
    243/30,180
    Blog Entries
    6
    Rep Power
    17

    Default Cerita Dari Tapal Batas (2011)

    Cerita Dari Tapal Batas


    "Indonesia sudah merdeka, tapi di sini masih belum merasakan kemerdekaan," ujar Martini, seorang guru SDN 14 Badat Baru, Entikong, Kalimantan Barat. Martini bukan guru biasa, ia juga kepala sekolah, penjaga, dan pesuruh sekolah. Tiap hari ia berjalan kaki 8 jam ke sekolah.
    Berkisah tentang kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, film ini masuk dalam daftar nominasi Film Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia 2011. Berat untuk diakui, keberadaan mereka memang sering kali terlupakan. Tak sedikit dari mereka yang tak merasakan kedekatan dengan Republik Indonesia.
    Lewat kacamata kehidupan Martini dan juga Kusnadi, mantri kesehatan di dusun-dusun terluar di perbatasan Indonesia, sikap ketidakpedulian kita serasa diketuk. Film ini mendorong kita untuk ikut mebuat perubahan bagi kehidupan masyarakat perbatasan.
    Show SS

    Download Links
    You must click 'Thank You' before you can see the data contained here.
    You do not have sufficient rights to see the hidden data contained here.

    How slow can you go, sensei!?

  2. Who Said Thanks:

    There are too many to display.

  3. #2

    Join Date
    Jan 2011
    Location
    kudus
    Posts
    46
    Thank(s)
    0/14
    Rep Power
    0

    Default

    thanks bro, udah gw tonton ... film wajib tonton nie, biar pada tau gimana kehidupan dan kesejahteraan masyarakat perbatasan, seolah olah tidak diperhatikan ...

  4. #3

    Join Date
    Jan 2009
    Location
    parijs van java
    Posts
    1,303
    Thank(s)
    0/50,331
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    6

    Default

    ini kan film yang jadi soal di event
    Marvel Agents of SHIELDS-Rurouni Kenshin (2012)-Demonstrasi Setan-Samsara (2012)-Satus Library-Survival Adventure-▀█▀ █▀ █_█ ▀█▀ █▬█ BeKnown Я Ξ √ Ω L U T ↑ ☼ N

  5. #4

    Join Date
    Nov 2009
    Posts
    5,046
    Thank(s)
    2/15,258
    Rep Power
    12

    Default

    disuruh bikin review disini dulu

    Cerita dari Tapal Batas, sebuah Film dokumenter yang mengisahkan kehidupan masyarakat di suatu wilayah perbatasan yang berada di dusun Badat Baru di wilayah Entikong, Kalimantan. Dusun Badat Barut itu sendiri terletak di dekat perbatasan wilayah Republik Indonesia dengan Malaysia.

    Akibat jauhnya wilayah dusun Badat Baru dengan pemerintahan pusat, maka wilayah dusun badat baru kurang mendapat perhatian dari pemerintah sehingga menimbulkan banyak problematika kehidupan baik kehidupan sosial, kesehatan, pendidikan serta ekonomi bagi para penduduk di wilayah Entikong.


    Sebenarnya Cerita dari Tapal Batas merupakan sebuah film promo dari film Batas, tetapi menyadari adanya sesuatu yang kuat dan memiliki sisi yang menarik untuk menjadi sebuah cerita yang berdiri sendiri dari film batas, hasilnya cerita dari tapal batas menjadi sebuah film dokumenter

    Pada film ini mengangkat 3 sosok yang dijadikan kisah serta penutur cerita pada film dokumenter ini, yaitu Bu Martini, Kusnadi, dan Ella


    1. Bu Martini merupakan seorang guru sekaligus, staf pengajar, kepala sekolah, juru-kunci dan pesuruh di SDN Badat selama 8 tahun. Dengan hanya dibantu oleh 1 orang guru bantu, bantu ia mengajar 6 kelas secara sekaligus hal ini dikarenakan sangat kurangnya staff pengajar di SDN Badat baru. Ibu Martini sendiri tinggal di desa Semangit. Untuk pergi mengajar, Guru Martini harus melalui jalan sungai selama 8-12 jam, melewati 15 riam, termasuk Riam Pelanduk. Di riam tersebut, para penumpang perahu harus turun dan ikut mendorong perahu agar dapat melalui riam.

    2. Kusnadi merupakan seorang mantri yang mengurus kesehatan seluruh penduduk di wilayah Entikong, dengan seorang diri dan ditemani oleh seseorang penunjuk jalan ia berjalan kaki menyusuri tiap-tiap dusun wilayah Entikong. Walau jauh jarak yang ditempuh ia tidak pernah mengeluh, “lebih baik melayani masyarakat dibandingkan dilayani” itulah moto hidupnya

    3. Ella merupakan seseorang keturunan etnis yang menceritakan masalah trafficking manusia yang berkembang di daerah-daerah singkawang yang dilarikan ke Taiwan


    Secara garis besar cerita dari tapal batas menceritakan problematika kehidupan masyarakat perbatasan karena kurang adanya perhatian pemerintah.

    Akibatnya penduduk di daerah perbatasan tersebut mulai tidak mengenal Indonesia itu tersendiri dan malah lebih mengenal masyarakat tetangga karena dari segi budaya, pendidikan dan ekonomi negara tetangga lebih dekat kepada masyarakat perbatasan, hasilnya rasa nasionalisme mulai mulai terkikis dan banyak berpindah kewarganegaraan demi kehidupan yang lebih baik.

    Pada akhir kisah film ini diakhiri dengan apik oleh dimana seorang pria tua dan seorang anak-anak menyanyikan lagu Indonesia raya yang mencerminkan bahwa masih ada masyarakat di daerah perbatasan yang masih memiliki kecintaan terhadap tanah air.

    Namun sayangnya pada film ini tidak menceritakan sudut pandang pemerintah dalam memberikan perhatian pada masyarakat perbatasan, karena kemungkinan para penonton juga ingin mengetahui tanggapan pemerintah tentang soal masalah kehidupan masyarakat di perbatasan.
    Last edited by shangrila_21; 01-12-2012 at 02:46 PM.
    Niiyama Shiori
    Hakuna matata (\˳˘ ɜ˘)˳ ♬♪♫

  6. Who Said Thanks:


  7. #5

    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Sektor 23
    Posts
    562
    Thank(s)
    0/119
    Rep Power
    3

    Default

    eh, ada 3? presaan waktu nonton cm ibu guru ama pak mantri tu doank.

    btw, selamat buat para pemenang

    next event?, i'm ready

  8. #6

    Join Date
    Nov 2009
    Posts
    5,046
    Thank(s)
    0/15,258
    Rep Power
    12

    Default

    Quote Originally Posted by bencoal View Post
    eh, ada 3? presaan waktu nonton cm ibu guru ama pak mantri tu doank.

    btw, selamat buat para pemenang

    next event?, i'm ready
    ada 3 + bonus sama kepala dusun seharusnya, cuma ella yang di daerah pecinan memang agak sedikit durasinya
    jadinya ngga terlalu ke ekspos
    Niiyama Shiori
    Hakuna matata (\˳˘ ɜ˘)˳ ♬♪♫

  9. #7

    Join Date
    Oct 2012
    Location
    Afterglo Shiver
    Posts
    1,464
    Thank(s)
    2/13,099
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    2

    Default

    review dulu

    Film yang bagus, jarang-jarang ada dokumenter tentang kondisi perbatasan seperti ini
    Sayangnya pesan yang disampaikan terlalu banyak, saya pribadi setelah menonton masih agak gamang. Sebagian besar memang ditekankan pada 3 hal seperti yang sudah kk shangrila_21 sampaikan. Yaitu masalah ketidakmerataan pendidikan, kesehatan, dan hak asasi manusia sebagai warga negara.

    • Martini, guru SD yang sudah 8 tahun mengabdi sebagai tenaga pengajar di Desa Badat Baru. Beliau sendiri menghabiskan waktu perjalanan pulang-pergi yang melelahkan, itupun dalam kondisi cuaca cerah. Baginya, proses belajar tidak harus melulu berdasarkan peringkat kelas. Yang penting anak-anak termotivasi terus belajar walaupun sudah bukan di dalam kelas. Mengingat banyak anak yang memilih meneruskan usaha orang tuanya, sampai perlu ijin tidak masuk sekolah.
      Martini merasa miris karena pemerintah lebih memperhatikan kelayakan gedung sekolah ketimbang nyaman tidaknya tenaga pengajar.

    • Kusnadi, mantri kesehatan yang setiap hari berkeliling Desa-desa terluar untuk memeriksa kondisi kesehatan penduduk. Menurut dia, banyak penduduk yang tidak mampu berobat ke puskesmas karena biaya pulang pergi mencapai 2 juta rupiah hanya untuk pergi ke Entikong. Kusnadi bertekad untuk memberikan pesan bahwa masih ada yang peduli terhadap mereka di daerah perbatasan.

    • M.Lizet, kepala dusun Badat Baru. Melalui kisahnya kita diajak bertualang hingga ke daerah Malaysia. Adik perempuan M.Lizet sudah berpindah menjadi warga negara Malaysia karena desakan ekonomi. Selain itu, generasi muda di daerah perbatasan lebih memilih mencari nafkah ke negeri tetangga. Bahkan sebagian besar dari mereka menggunakan ringgit sebagai alat tukar.

    • Ella, korban trafficking yang dijanjikan akan menikah dengan orang Taiwan oleh salah seorang saudaranya. Beruntung Ella sempat kembali ke Indonesia sebelum dijual ke luar. Menurut dia, menikah dengan orang liar negeri merupakan hal yang jamak ditemui di daerah perbatasan. Sebagian besar karena tergiur jalan pintas untuk lari dari kemiskinan.
    Banyak dari kita yang tinggal di kota besar mengenal Malaysia sebagai musuh yang sering mencuri kebudayaan. Namun apakah semuanya itu benar? Melalui film ini kita melihat sisi lain saudara kita yang tinggal di perbatasan. Kenapa mereka lebih memilih Malaysia? Cerita Dari Tapal Batas mengingatkan kita untuk jangan melihat segalanya dari satu sudut pandang saja. Bukannya membangun jalan akses ke daerah perbatasan, atau membangun rumah dinas guru, negara malah membangun perpustakaan yang belum diperlukan

  10. Who Said Thanks:


  11. #8

    Join Date
    Oct 2012
    Location
    Afterglo Shiver
    Posts
    1,464
    Thank(s)
    1/13,099
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    2

    Default

    Quote Originally Posted by shangrila_21 View Post
    ada 3 + bonus sama kepala dusun seharusnya, cuma ella yang di daerah pecinan memang agak sedikit durasinya
    jadinya ngga terlalu ke ekspos
    sebenernya ada banyak lho kk
    yg tetua di daerah dayak, komunitas remaja, trus kakek2 dari China.

    ya disitu aku agak bingungnya, mana yang masuk cerita utama, mana yang jadi cerita pendukung

    NB: ini kupisah dari post yg review. tapi kalo misalnya gak boleh karena dianggap dopost, tolong dipindah

  12. Who Said Thanks:


  13. #9
    niknot's Avatar

    Join Date
    Aug 2010
    Location
    earth
    Posts
    2,596
    Thank(s)
    1/1,684
    Rep Power
    8

    Default



    Film dokumenter ini layak untuk ditonton, walaupun durasinya kurang dari 60 menit tp setidaknya kita bisa mengetahui seklumit permasalahan yg dialami warga perbatasan, mulai dari masalah infrastruktur, pendidikan, human trafficking, kesehatan. Di film ini , ada 3 tokoh utama yg coba diangkat ceritanya, yaitu
    1. Martini, seorang guru SD yg rela menempuh jarak yg sangat jauh dan medan yg cukup berat dilalui demi murid-muridnya yg berada di desa Badat Baru. Ibu guru ini mungkin salah satu contoh nyata penerus cita-cita “Ibu Kartini”. Disini ,dia dibantu guru bantu, mengajar dari kelas 1 s.d kelas 6 di sekolah yg terdiri dari 3 lokal kelas. Berbagai kendala dihadapi Ibu Martini seperti kurangnya tenaga guru,kondisi sekolah yg sudah mulai rusak, hingga rumah dinas yg belum direnovasi.
    2. Kusnadi, mantri kesehatan yg berprinsip “ lebih baik melayani daripada dilayani”, berkelilingi di 4 dusun perbatasan dengan ditemani seorang porter. Dia bekerja sangat keras dengan tujuan membantu permasalahan kesehatan yg dihadapi desa tersebut dan sedikit memberi harapan kepada penduduk desa bahwa pemerintah masih memperhatikan mereka.
    3. Ella, seorang gadis dari singkawang yg nyaris jadi korban Human Trafficking. Dikarenakan iming2 kehidupan yg jauh lebih baik dia rela dijodohkan kepada pengusaha Taiwan. Di Singkawang, banyak anak perempuan yg berhenti sekolah dan dinikahkan dengan alas an ekonomi. Hal inilah yg sering dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab. Banyak anak perempuan yg ditipu dan dijadikan PSK.


    Di film ini terdapat juga beberapa kritikan yg cukup pedas bagi pemerintah, yaitu :

    1. Kurangnya infrastuktur di daerah yg menyebabkan membengkaknya biaya yg dibutuhkan masyarakat untuk berobat ke entikong dan kesulitan berkembangnya perekonomian di dusun perbatasan setempat
    2. Sistem pendidikan Negara tetangga yg jauh lebih baik, hal ini bisa kita simpulkan dr cepatnya kemajuan yg diperoleh anak Shelly.
    3. Bantuan yg diberikan pemerintah yg dirasakan kurang tepat sasarannya sehingga hasil yg diharapkan tidak maksimal.
    4. Banyaknya penduduk desa di perbatasan yg berpindah kewarganegaraan demi kehidupan yg jauh lebih sejahtera
    5. Kurangnya kepedulian pemerintah terhadap desa perbatasan menimbulkan kesan negatif pada penduduk desa tersebut.
    6. Banyaknya perempuan yg menjadi korban Human Traficking

    yah ini mungkin sedikit review dari saya .
    Yg jadi pertanyaan mungkin mengenai beberapa highlite media yg membahas pembangunan jalan di entikong. Wacana pembuatan jalan ini apakah muncul setelah permasalahan yg dialami penduduk dusun tersebut diangkat dalam film ini atau tidak ?

  14. Who Said Thanks:


  15. #10

    Join Date
    Oct 2010
    Location
    earth
    Posts
    16
    Thank(s)
    0/22
    Rep Power
    0

    Default

    Film ini kyk film "Tanah Surga Katanya?"

    Mantep nih film-film kayak gini biar ngingetin kita betapa jauh berbeda kondisi di ibukota dibandingkan dengan daerah perbatasan..rasa Nasionalisme dipertaruhkan, namun seakan tidak ada yg mendengar..Mall2 terus dibangun di ibukota, sampe sumpek ini kota...kapan mereka akan diperhatikan..??

    Lihat filmnya Tanah Surga. pas scene anak2 SD itu disuruh menggambarkan bentuk bendera merah putih, sungguh miris.

    Maju terus indonesiaku, negeri makmur gemah ripah loh jinawi...MERDEKA

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia