Page 1 of 15 1234511 ... LastLast
Results 1 to 10 of 146

Thread: 10 Budaya Indonesia Yang Di Klaim Malaysia
http://idws.in/37958

  1. #1

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    Central Borneo
    Posts
    4,619
    Thank(s)
    1/27,812
    Blog Entries
    43
    Rep Power
    11

    Thumbs up 10 Budaya Indonesia Yang Di Klaim Malaysia

    Show
    Sungguh sangat Menyakitkan hati bangsa indonesia atas ulah negeri tetangga yang telah banyak meng klaim budaya-budaya indonesia,mengapa negara tetangga tersebut begitu leluasa meng klaim budaya kita?apakah karena kita terlihat begitu lemah??mengutip perkataan bapak jero wacik selaku menteri budaya dan pariwisata sore tadi yang mengatakan bahwa "Kita adalah negara kaya kebudayaan,sedangkan negara tetangga miskin kebudayaan,makanya dia berusaha untuk memiliki sebagian kebudayaan tersebut"..sepertinya kok tenang-tenang saja dan cenderung pasrah begitu saja budaya kita dicomot dan di injak2 oleh negara tetangga.sungguh sangat ironis sekali,padahal yang namanya budaya itu adalah smbol suatu negara,jikalau budaya kita sudah dipermainkan serta di klaim,itu sama saja menginjak2 harga diri bangsa indonesia...dari semua budaya yang di klaim malaysia,saya menulis 10 besar yang telah di klaim ....

    1.Batik

    Klaim Malaysia atas batik sangat meresahkan perajin batik Indonesia. Bangsa ini harus segera menghapus bayang-bayang yang meresahkan itu agar perajin batik Indonesia di kemudian hari tidak perlu memberi royalti kepada negara lain.
    Perajin batik Pekalongan, Romi Oktabirawa, mengatakan hal itu dalam pembentukan Forum Masyarakat Batik Indonesia di Jakarta. Romi mengatakan, generasi batik masa lampau hanya melihat kompetisi antarperajin di dalam negeri. Kini, sudah saatnya perajin batik bersatu, menunjukkan eksistensi bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia.

    Untuk melestarikannya, Pemerintah Indonesia akan menominasikan batik Indonesia untuk dikukuhkan oleh Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage).
    2.Tari Pendet

    Geram dan marah muncul dari masyarakat Indonesia menyikapi klaim kebudayaan yang dilakukan Malaysia. Berbagai aset budaya nasional dalam rentang waktu yang tak begitu lama, diklaim negara tetangga. Pola pengklaimannya pun dilakukan melalui momentum formal kenegaraan. Seperti melalui media promosi ‘Visit Malaysia Year’ yang diselipkan kebudayaan nasional Indonesia.
    3.Wayang Kulit
    4.Angklung
    5.Reog Ponorogo
    6.Kuda Lumping
    7.Lagu Rasa Sayange
    8.Bunga Rafflesia Arnoldi
    9.Keris
    10.Rendang Padang

    Sepertinya Malingsia tidak ada puas-puasnya meng klaim kesana kemari terhadap budaya indonesia,malah belakangan ini bahasa Indonesia akan di klaim juga sebagai milik malingsia dengan nama bahasa melayu...sungguh suatu tindakan yang sangat tidak beretika.
    sepuluh budaya yang di klaim tersebut diatas masih sebagian kecil dari yang sudah di klaim,masih banyak lagi budaya serta milik bangsa indonesia yang di klaim malingsia...misalnya pulau sipadan dan ligitan,tenun ikat sambas,pulau gosong di kal-bar,tari poco-poco,sebuah lagu dari sumatra barat,rapa'i dan serunai dari aceh,dan yang masih heboh klaim pulau ambalat,dan masih banyak lagi...masihkah kita berdiam diri sementara negara telah di obok-obok oleh malingsia?sungguh sangat ironis sekali apabila pemerintah hanya terdiam dan cuma geleng-geleng kepala tanpa mengambil tindakan..



    Code:
    http://bughisy-anda.blogspot.com/2009/08/10-budaya-indonesia-yang-di-klaim.html
    Malaysia Bantah Klaim Budaya Indonesia sebagai Budaya Aslinya


    Code:
    http://www.antara.co.id/view/?i=1196868408&c=NAS&s=
    Lagu Untuk Malingsia



    PAMAN JIRAN
    Cipt : HARI WIDI ( GATEL BAND )
    Kupunya paman disebrang lautan, biasaku memanggilnya paman jiran
    Hidupnya mewah serba kecukupan, berbudaya santun juga dermawan
    Membuat banyak saudaraku berduyun-duyun tinggalkan kampung halaman kenegeri jiran
    Entah kenapa kini paman jiran, sikapnya membuat hatiku tak nyaman
    Karna seringkali memperlakukan saudaraku bagai budak belian
    Dimana sopan-santunmu sbagai saudara serumpun, bila kau gemar berlagak arogan
    Paman jiran mengapa kini kau menjengkellkan…?
    Setan mana yang mendidikmu jadi arogan…?
    Paman jiran kenapa kini kau menyebalkan…?
    Iblis mana yang membuatmu hilang ingatan…?
    Sadarlah wahai paman, jangan engkau teruskan, agar kelak tak ada penyesalan
    Pasca sucses sipadan dan ligitan, paman jiran semakin keranjingan
    Mondar-mandir melanggar perbatasan, pamer senapan takuti nelayan
    Dimana sopan-santunmu sbagai saudara serumpun, bila kau gemar berlagak aroganPaman jiran mengapa kini kau menjengkellkan…?
    Setan mana yang mendidikmu jadi arogan…?
    Paman jiran kenapa kini kau menyebalkan…?
    Iblis mana yang membuatmu hilang ingatan…?Sadarlah wahai paman jangan engkau teruskan, agar kelak tak ada penyesalan
    Sadarlah paman jangan kau teruskan, agar kelak tak ada penyesalan
    Bukankan kita saudara serumpun, tak baik bila slalu bermusuhan.
    Code:
    http://netzseek.co.cc/index.php/artikel/umum/44-lagu-untuk-malingsia.html
    Code:
    http://ctoonz.wordpress.com/2008/10/01/malaysia-miskin-budaya-megklaim-budaya-asli-indonesia/
    Sebab Musabab Klaim Malaysia menurut Dekan Universitas


    Code:
    http://www.animedie.com/forum/News-Politics/Sebab-Musabab-Klaim-Malaysia-menurut-Dekan-Universitas..
    Lagu Kebangsaan Malingsia "Negaraku" Hasil Menjiplak Juga

    Memang Malingsia benar-benar bangsa yang tidak punya asal usul yg jelas, lagu kebangsaan saja hasil jiplakan, jangan-jangan negara Malingsia juga hasil menjiplak.

    Lagu Kebangsaan Malingsia “Negaraku” ternyata nadanya diambil dari lagu Mamula Moon karya dari Felix Mendelssohn.

    berikut keterangan dari wikipedia, dan cuplikan klip dari youtube coba bandingkan nada lagu Mamula Moon dengan lagu kebangsaan malingsia“Negaraku” (English: “My Country”) is the national anthem of Malaysia. “Negaraku” was selected as a national anthem at the time of the Federation of Malaya’s independence from Britain in 1957. The tune was originally used as the state anthem of Perak[1]. The tune was also used for a popular song of that time, Terang Bulan[2], which was later borrowed by the song Mamula Moon, sang by Felix Mendelssohn and his Hawaiian Serenaders.
    Lyrics

    Negaraku, tanah tumpahnya darahku,
    Rakyat hidup, bersatu dan maju,
    Rahmat bahagia, Tuhan kurniakan,
    Raja kita, selamat bertakhta.
    Rahmat bahagia, Tuhan kurniakan,
    Raja kita, selamat bertakhta.

    In English[1]:

    Oh, My Motherland,
    The Land where my life began,
    Where people live in harmony and prosperity,
    With God-given blessings of happiness,
    Our King reigns in peace.
    With God-given blessings of happiness,
    Our King reigns in peace.

    A more literal translation would be:

    My country, land where my blood was spilt,
    The people live united and in progress,
    Blessings of happiness, may God grant,
    (And that) our King may reign in peace.
    Blessings of happiness, may God grant,
    (And that) our King may reign in peace.
    Code:
    http://koalung.blogspot.com/2007/10/lagu-kebangsaan-malingsia-negaraku_30.html
    10 kegoblokan forumer malingsia

    etelah diteliti lebih jauh ternyata forumers malingsia tidak pernah berfikir panjang apa yang akan mereka tulis, seperti:

    1. Mereka mengatakan bahwa Indonesia tidak kreatif dan mengambil budaya malaysia,nyatanya..semua budaya dan lagu Indonesia telah nyata2 diclaim malingsia (batik mereka bilang batik malaysia padahal batik hanya ada satu yaitu dari Indonesia dan kualitasnya jauh lebih baik; Reog mereka hanya mengubah nama saja menjadi barongan padahal semua itu sama saja dengan reog; dan lain2..). Tidakkah itu tindakan yang GOBLOK!

    2. Mereka mengatakan lagu Indonesia jelek..malingsia GOBLOK..mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa di malingsia mayoritas yang disukai lagu Indonesia. Peringkat pertama Top hits di salah satu stasiun radio malingsia adalah PETERPAN. Malahan lagu daerah di Indonesia di claim malingsia (Rasa Sayange)

    3. Malingsia GOBLOK telah mengatakan bendera dan lambang garuda Indonesia menjiplak dari Polandia, sedangkan mereka tidak tahu sejarah bendera Indonesia, dan mereka tidak tahu bahwa di dunia ini banyak negara yang memiliki lambang garuda. Sedangkan bendera malingsia persis sama dengan Amerika hanya beda di bulan dan mataharinya saja. Tidakkah malingsia tahu itu,tidak karena mereka GOBLOK!!!

    4. Mereka mengatakan bahwa Indonesia bodoh2, padahal malingsia paling GOBLOK. nama mereka tidak pernah terdengar di peringkat pertama di olimpiade pendidikan international. Dan tidakkah mereka tahu bahwa dokter2 Indonesia selalu menjadi guru besar dan mengajari dokter2 malingsia disana (saya tahu ini karena saya mahasiswa fakultas kedokteran!). Jikalau kaum terpelajar kita diadu dengan kaum terpelajar mereka, kita jauh lebih unggul!

    5. Salah satu dari forum yang ditulis malingsia bahwa mereka bangga dijajah British, GOBLOK banget kan! Dan kemerdekaan mereka hanyalah pemberian semata dan bukan merupakan hasil perjuangan

    6. Mereka mengatakan kita (Indonesia) pencuri..karena mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa merekalah (malingsia) yang pencuri (Ambalat, illegal-logging, dll). Dasar malingsia GOBLOK

    7. Forumers malingsia mengatakan bahasa Indonesia banayk bahasa inggrisnya, memang tapi hanya pada istilah2 penting saja. Sedangkan bahasa malingsia lebih banyak mengadaptasi dari bahasa inggris dalam bahasa sehari2 mereka. Dan bahasa Indonesia menjadi kurikulum bahasa asing di Australia. Dasar malingsia GOBLOK ga bisa buat bahasa sendiri!

    8. Malingsia tidak tahu bahwa di negara mereka banyak tenaga pengajar yang dari Indonesia sedangkan tenaga pengajar malingsia tidak laku di Indonesia. karena mereka (malingsia) GOBLOK, buktikan saja!

    9. Malingsia GOBLOK mengatakan bahwa negara Indonesia tidaklah maju, karena mereka tidak memandang dari aspek geografis negara Indonesia yang berupa kepulauan sehingga sulit dalam pembangunan dan sumber daya alam kita yang terus menerus dimalingi malingsia. Malingsia tidak tahu Indonesia mendapatkan peringkat 3-5 besar jumlah penduduk terkaya di dunia!

    10. Malingsia bangga dengan kekuatan militer mereka karena mereka GOBLOK tidaktahu apa2. Indonesia masuk 13 besar forces terkuat didunia sedangkan malingsia masih dibawah 60! Dan kita (Indonesia) selalu menjadi forces inti dari pasukan PBB International.

    ++ sesungguhnya masih banyak lagi kelebihan Indonesia dari Malingsia hanya saja malingsia GOBLOK itu akan selalu membantah dan tidak mau menerima kenyataan saat ini,dan mereka tidak pernah mau belajar dari apa yang telah mereka alami saat ini. Jadi percuma saja kita mengatakan semua ini pada malingsia GOBLOK, seperti kita mengajari Fisika Quantum pada anak kecil!!!

    nb: kutipan di atas bersumber dari forumer2 Indonesia dan dari sumber2 di luar (buku, internet, dll)
    Code:
    http://id-top.blogspot.com/2007/12/10-keegoblokan-forumers-malingsia.html
    enjoy!kalau ada yang salah mohon dimaafkan.

    Anak Muda Malaysia Lebih Sreg Bahasa Gaul Indonesia
    Pengaruh budaya Indonesia di negeri Jiran setiap harinnya bak arus mengalir tak terbendung oleh ruang dan waktu. Dari laporan kontributor di Kuala Lumpur mengatakan musik Indonesia di Kuala Lumpur sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Malaysia.

    " Lagu-lagu band Padi, Dewa, Letto, Glend Fredly, Agnes Monica, Peterpan dan Wali misalnnya setiap pagi sampai malam hari, sering di putar di beberapa stasiun televisi dan radio di Kuala Lumpur. Ini menandakan bahwa betapa eratnnya hubungan masyarakat Indoensia dan Malaysia secara budaya, " Ujar Joe dari Kuala Lumpur.

    Dalam persaingan musik di negeri Jiran ini, Hampir seluruh musik yang di gandrungi anak muda sampai dewasa musik lokal hampir tidak terdengar bunyinya.

    Tak hanya musik yag merasuk dalam hati masyarakat Malasyia, dalam berbahasa pun diakuinnya , hampir semua warga kota mengunakan bahasa khas Indonesia, seperti kata " Gue-Gua-Loe " dan lainya.

    "Bahasa Gua atau Gue sudah menjadi bahasa gaul disini, anak muda biasannya lebih suka memakai bahasa gua, loe dan lainnya untuk bahasa pergaulan," Ujar Joe dari Kuala Lumpur, Senin (24/8).

    Lanjut Joe, biasannya tempat tongkrongan anak muda di Kuala Lumpur sudah seperti di Jakarta, bahkan para pelajar Indonesia yang belajar di Malasyia sudah berbaur menjadi satu dengan warga setempat.

    " Apalagi kalau kita pergi ke kota-kota besar di Malaysia pasti yang namannya gaya hidup berbahasa sudah seperti di Indonesia, hal ini juga tak lepas dari keterkaitan budaya Indonesia dan Malaysia." bebernya.

    Namun sayang, pihak Malaysia kini seperti ingin sekali memiliki beberapa budaya Indonesia bahkan pulau Indonesia, klaim Malaysia sendiri mengakui bahwa budaya-budaya di Indonesia merupakan warisan nusantara yang juga bagian dari sejarah itu.

    Namun tanpa disadari Malaysia rupanya ingin sekali bergabung dengan Indonesia menjadi salah satu provinsi termuda di negara ramah dan berbudaya ini.(Fz/Jo/Dul/)
    Code:
    http://berita8.com/news.php?tgl=2009-08-24&cat=2&id=14401
    malaysia, murid yang murtad dan durhaka

    Penyebab "ganyang malaysia" 1966 bermula dari keinginan malaysia untuk mengggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak serta tanah Kalimantan dalam Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961. Jelas sudah keinginan malaysia itu ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap malaysia sebagai "boneka" Britania. Hal ini menyebabkan terjadinya Konfrontasi Indonesia-Malaysia sebagai sebuah perang mengenai masa depan pulau Kalimantan, antara Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966. Kebangkitan semangat nasionalisme Indonesia untuk mempertahankan wilayahnya terpancar dengan slogan "GANYANG MALAYSIA". Kontrol dan back-up Inggris atas malaysia juga menyebabkan Presiden Soekarno menentang keras keinginan malaysia tersebut dan hal ini tentu saja mengancam kemerdekaan Indonesia dan kesatuan wilayah Republik Indonesia.

    Di Kuala Lumpur, terjadi demonstrasi anti-Indonesia, dimana para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno. Mereka juga membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Perdana Menteri Malaysia saat itu, Tunku Abdul Rahman, dan memintanya untuk menginjak Garuda. Soekarno marah terhadap Malaysia. Rakyat Indonesia marah terhadap malaysia.

    20 Januari 1963, melalui Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio, Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Filipina memutuskan hubungan diplomatik dengan malaysia. Brunei menolak bergabung dengan federasi malaysia. Singapore walaupun telah ikut bergabung dengan malaysia, kemudian menyatakan sikap keluar dari federasi malaysia.
    12 April 1963, sukarelawan Indonesia memasuki Sarawak dan Sabah dan menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase.
    27 Juli, Sukarno mengumumkan bahwa dia akan meng-"ganyang Malaysia".
    16 Agustus, pasukan dari Rejimen Askar Melayu DiRaja berhadapan langsung dengan gerilyawan Indonesia.
    17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan membentuk pasukan gerilya.
    Pertengahan 1965, pasukan resmi Indonesia menyerang malaysia melalui wilayah timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah.
    (lengkapnya dapat dibaca di wikipedia)

    Dari cerita sejarah Riau, dinyatakan bahwa rakyat Riau sangat tidak mau bergabung dengan malaysia, terutama rakyat Riau Kepulauan yang dilatarbelakangi oleh sejarah kerajaan Melayu Riau-Lingga.

    Konfrontasi selesai dengan pengumuman penyelesaian konflik antara Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia tanggal 28 Mei 1966 dalam sebuah konferensi di Bangkok. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditanda tangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.

    Sangat jelas dari dulu, malaysia sangat jatuh hati dan jatuh cinta kepada Indonesia serta berminat menjadikan Indonesia sebagai bagian wilayah kedaulatannya. Dan tentu saja malaysia didukung Inggris yang gagal menjajah Indonesia secara keseluruhan dan harus berbagi dengan Belanda.

    Setelah konfrontasi, banyak guru (cik gu) malaysia yang belajar di Indonesia dan kemudian menjadikan pendidikan malaysia lebih maju. Selain itu, dalam bidang sumberdaya energi, PSC (Production Sharing Contract) Indonesia dipelajari malaysia (bahkan juga Afrika). Tetapi sayangnya, malaysia kini seolah menjadi "murid yang durhaka", bukannya berterima kasih malah sering membuka konfrontasi baru dengan Indonesia. Seperti, malaysia berusaha mencaplok wilayah "ambalat" yang banyak mengandung minyak dan gas bumi (migas). Pertamina sebagai "Sang Guru" yang sudah sepuh tertatih-tatih dibantai muridnya "petronas" dan "bp (bumi putera)". Tidak ada tanda terima kasih sedikitpun. (perspektif Majalah Indocita).

    Dalam bidang hak cipta, jelas-jelas malaysia mengambil hak cipta Indonesia
    Bunga Rafflesia dianggap tumbuhan malaysia, kurasa hal ini karena "kenangan" orang inggris-malaysia yang harus keluar dari wilayah Bengkulu jaman penjajahan dulu. Termasuk juga rasa sayange, kemungkinan lagu Erni Djohan "Kau selalu dihatiku" karangan Wedhasmara, Reog Ponorogo, Batik, Tari Pendet Bali yang semuanya berasal dari Indonesia.

    Beberapa bulan lalu, budayawan Riau uring-uringan karena beberapa naskah kuno Melayu yang dipegang oleh beberapa orang pribadi di Kepulauan Riau (Tanjung Pinang) telah dibeli oleh orang malaysia. Hal ini dilakukan malaysia, salah satunya, untuk menetapkan jati diri bangsa Melayu itu berasal dari malaysia. Aku yakin tak lama lagi akan muncul Federasi Melayu Malaysia.

    Dalam bidang kehutanan dan perkebunan, pengusaha-pengusaha malaysia dengan sengaja membeli kayu bulatan Indonesia. Pengusaha-pengusaha malaysia dengan sengaja membeli tanah di Indonesia dengan menggunakan nama warga negara Indonesia untuk dibuat perkebunan. Ketika tanah tersebut masih hutan, kayunya ditebang dan dijual, lahan tanah yang masih belum bersih tersebut dari semak dan kayu-kayu kecil, lalu dibersihkan dengan cara dibakar. Pembakaran semak untuk pembersihan lahan tersebut mengakibatkan asap yang menyebar kemana-mana. Lalu malaysia dan singapore melancarkan komplen alias keberatan kepada pemerintah Indonesia atas asap yang merayap sampai ke negara mereka. Hahahahaha padahal yang berbuat tersebut adalah warga negara mereka sendiri.

    AKANKAH KITA MAU MENJADI GURU YANG DILECEHKAN OLEH MURID?


    Semua harus berperan serta dalam mempertahankan budaya dan seluruh hak cipta yang ada di Indonesia, baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun perusahaan-perusahaan swasta, serta lembaga-lembaga non-pemerintah. Dalam hal hak cipta budaya, seni dan lainnya, dapat dilakukan dengan cara :

    1. Pemerintah dapat melakukan permudahan regulasi hak cipta seni perorangan maupun lembaga, dan mempercepat penetapan hak cipta berbagai budaya Indonesia yang hanya bisa dilakukan dan dimiliki pemerintah.
    2. Masyarakat tetap terus melestarikan, memajukan, dan mengembangkan budaya tradisi, dan bukan hanya mengedepankan budaya barat/modern dan budaya komersialisasi.
    3. Iklan-iklan perusahaan swasta maupun perusahaan negara sebaiknya menggunakan atau menampilkan budaya Indonesia secara jelas, nyata dan terang-terangan, bukan hanya sekedar imajinasi teatrikal.
    4. Lembaga-lembaga non-pemerintah dapat menggerakkan masyarakat dan budaya Indonesia dan menyiarkannya melalui berbagai media massa.


    Pidato Presiden Soekarno

    Ini dadaku, mana dadamu?
    Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi,
    Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi.
    Kalau Malaysia mau konfrontasi politik,
    Kita hadapi dengan konfrontasi politik.
    Kalau Malaysia mau konfrontasi militer,
    Kita hadapi dengan konfrontasi militer.


    Update :
    Menurut berita Metro tv tadi sore (24/08/09), pemerintah malaysia telah menyampaikan maaf atas penggunaan Tari Pendet Bali dalam iklan malaysia, dengan alasan bahwa iklan tersebut dibuat oleh pihak ketiga.

    Bullshit... gak jantan. Iklan itu pesanan pemerintah malaysia, maka jangan salahkan pihak ketiga yang telah memasukkan Tari Pendet Bali tersebut. Seharusnya pemerintah malaysia meminta maaf dan bertanggung jawab penuh tanpa menyalahkan pihak ketiga pembuat iklan tersebut.

    Tulisan ini terinspirasi dari Perspektif Majalah Indocita Oil & Gas Business and Community, Edisi Juli 2009
    Malingsia is malingsial
    Code:
    http://attayaya.blogspot.com/2009/08/malaysia-murid-yang-murtad-dan-durhaka.html
    Inilah komentar warga Malaysia soal tari Pendet yang diributkan
    kalau tulisan sebelumnya kami sudah menyampaikan pandangan dan pembelaan diri dari pihak pemerintah malaysia,maka pada kesempatan ini kita perlu juga tahu seperti apa pendapat masyarakat malaysia



    Setelah kisruh rumah tangga Mahonara Odelia Pinot dan sengketa di perairan Ambalat, munculnya tari khas Bali, Tari Pendet dalam iklan 'Enigmatic Malaysia' yang ditayangkan Discovery Channel makin memanaskan hubungan antar negeri jiran, Indonesia dan Malaysia.

    Di dunia maya pun masalah tari Pendet jadi polemik yang ramai. Di satu sisi, warga Indonesia menuding Malaysia telah mengklaim bahkan mencuri kebudayaan Indonesia. Disisi lain, warga Malaysia menganggap negaranya tak pernah mengklaim tarian tersebut. Orang Malaysia tak mau dituding sebagai pencuri.

    "Kalau memang Pendet milikmu, kenapa kau khawatir berlebihan. Malaysia tak pernah mengklaim itu," kata seorang warga Malaysia, Harris, seperti dimuat laman Malay Mail, Rabu 26 Agustus 2009.

    Ditambahkan dia, Discovery Channel telah mengaku salah. "Berhenti menuduh Malaysia mencuri kebudayaan. Kebudayaan seharusnya menyatukan kita, bukan justru memisahkan, betapa bodohnya," tambah dia.

    Dalam laman yang sama, seseorang yang tak mau disebutkan namanya justru menganggap media di Indonesia memanfaatkan isu tari Pendet untuk tujuan komersial dan menarikan ratingnya. Ini pendapatnya soal pemakaian identitas kultural Indonesia oleh Malaysia.

    "Apa Anda tidak tahu di Malaysia ada orang Jawa, Bugis, Maluku, Minang, Dayak, Melayu, Manado, dal lain-lain. Darimana kebudayaan dan tradisi yang mereka miliki?," kata dia.

    Sementara, seseorang yang mengatasnamakan dirinya sebagai 'creative person' menganggap orang Indonesia terlalu sensitif.

    "Dalam salah satu film dokumenter Malaysia tentang kelahiran batik, ada cuplikan sebuah tarian Jawa. Dijelaskan pula pengaruh batik Jawa pada batik Malaysia. Saya tidak merasa ini adalah kekeliruan."

    "Pemerintah dan bangsa Indonesia seharusnya berterimakasih pada rumah produksi Malaysia yang menyelipkan informasi tentang itu dan menyiarkannya di saluran internasional seperti Discovery Channel," kata dia.

    Indonesia seharusnya tak terlalu sensitif dan memandang negatif Malaysia. "Ironisnya, satu episode 'Enigmatic Malaysia' berjudul 'Melakan Portuguese' memenangkan penghargaan dalam Bali International Film Festival tahun lalu. Hmmmmm...," tambah si 'creative person'

    Satu lagi warga Malaysia, Iskandar Khazimin Razali mengatakan Indonesia dan Malaysia datang dari nenek moyang yang sama, dari Sumatera dan Jawa. Mereka juga datang ke Malaysia membawa kebudayaannya. "Mengapa kami tidak dapat merasa memiliki kebudayaan itu?," kata dia.

    Ditambahkan iskandar, tari Pendet bukan isu besar. "Masih banyak isu yang harus Anda beri perhatian besar, misalnya terorisme, pembangunan ekonomi, teknologi," kata dia.

    Jika tari Pendet diaku sebagai asli Indonesia dan hanya Indonesia yang memiliki, kata Iskandar, mengapa dpemerintah Indonesia tak menjadikannya komersial secara internasional. "Yah, saya tahu mengapa, mungkin karena Anda menghadapi birokrasi yang panjang dan urusan yang berkaitan dengan uang."

    "Terus terang, kami orang Malaysia tak peduli dengan persoalan ini, sejujurnya kami muak. Kalian bisa mengklaim apapun sebagai milik Indonesia," kata dia seperti dimuat laman Malay Mai, Selasa 25 Agustus 2009.

    Pendapat tersebut hanya mewakili sebagian kecil masyarakat Malaysia. Bagaimana pendapat Anda?


    SUMBER ;vivanews.com
    Code:
    http://news-choice.blogspot.com/2009/08/inilah-komentar-warga-malaysia-soal.html
    Malaysia Sampaikan Maaf Soal Pendet

    akarta (ANTARA News) - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima permintaan maaf dari Menteri Pelancongan Malaysia soal Tari Pendet.

    "Tadi sore (Kamis, 27/8) Menteri Pelancongan Malaysia menelepon saya untuk minta maaf soal Tari Pendet," kata Jero Wacik di Jakarta, Kamis.

    Ia mengatakan, permintaan maaf terkait penggunaan Tari Pendet dalam iklan promo pariwisata di televisi pada program Discovery Channel berjudul Enigmatic Malaysia tanpa seizin resmi pemerintah Indonesia memang baru disampaikan secara lisan.

    Namun, Jero menegaskan, pihaknya masih menunggu jawaban resmi dari Pemerintah Malaysia atas surat nota protes yang disampaikan kemarin.

    "Kami masih tetap menanti jawaban resmi dari pemerintah Malaysia," katanya.

    Menteri memperkirakan surat nota protes soal Pendet sudah diterima Pemerintah Malaysia per hari ini sehingga diharapkan pekan depan sudah ada jawaban resmi.

    Dalam pembicaraan lisan melalui sambungan telepon internasional, Jero menjelaskan, Pemerintah Malaysia mengatakan, iklan wisata bermuatan Tari Pendet bukan dibuat oleh Pemerintah Malaysia melainkan pihak swasta; sebuah rumah produksi.

    "Rumah produksi yang membuat iklan itu juga sudah mengirimkan e-mail untuk meminta maaf pada Pemerintah Indonesia melalui saya," katanya.

    Namun, Jero menegaskan permintaan maaf hendaknya disampaikan secara resmi dan bukan melalui e-mail.

    "Saya tetap masih menunggu jawaban resmi nota protes yang saya kirim," katanya.

    Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada pers yang telah menaruh perhatian besar soal produk budaya Indonesia khususnya Tari Pendet.

    Menurut dia, maraknya media mempublikasikan isu klaim Tari Pendet oleh Malaysia menunjukkan kecintaan pers terhadap pariwisata dan budaya Indonesia.

    "Terima kasih rekan wartawan, dua pekan ini saya juga jadi beken," demikian Jero Wacik.
    Code:
    http://www.antaranews.com/berita/1251375308/malaysia-sampaikan-maaf-soal-pendet
    Discovery Channel Inc Minta Maaf Soal Tari Pendet
    KUALA LUMPUR - Discovery Channel Inc telah mengirim surat kepada Ditjen Nilai Budaya Seni dan Film (NBSF) untuk mengklarifikasi penayangan iklan film Enigmatic Malaysia yang menyelipkan tarian Pendet Bali.

    Dalam emailnya kepada Dirjen NBSF Tjejep Suparman itu, Direktur Regional Asia Advertising Sales Discovery Channel Inc, Angie Santa Maria, menegaskan bahwa iklan promosi film dokumenter Enigmatic Malaysia itu bukan dibuat oleh kementerian Pariwisata Malaysia.

    Angie mengakui bahwa itu adalah kesalahan dari staf promosi Discovery Channel. Email itu dikirim kepada Ditjen NBSF, Senin, 24 Agustus 2009.

    Ia berjanji akan minta maaf secara langsung kepada menteri pariwisata dan kebudayaan Indonesia, Jero Wacik.

    Hal itu senada dengan apa yang diungkapkan oleh Presdir KRU Sdn Bhd bahwa iklan promosi tayangan Enigmatic Malaysia ternyata dibuat sendiri oleh Discovery Channel yang bermarkas di Singapura, dan bukan dibuat oleh KRU Sdn Bhd, kementerian pelancongan atau kementerian kebudayaan Malaysia.

    "Iklan promosi serial dokumenter Enigmatic Malaysia bukan dibuat oleh kami tapi dibuat sendiri oleh Discovery Channel," kata Presiden dan CEO Group KRU Sdn Bhd Norman Abdul Halim di KBRI Kuala Lumpur, Selasa.

    Norman juga menegaskan bahwa pembuatan film serial Enigmatic Malaysia itu bukan dana dari pemerintah Malaysia, tapi murni bisnis antara KRU Sdn Bhd dengan Discovery Channel.

    KRU membuat enam film dokumenter Enigmatic Malaysia yang disiarkan oleh 23 negara di seluruh dunia. Tema-tema fil dokumenter ialah "The Melakan Portuguese - Preserving Their Heritage, "Bajau Laut - Nomad of The Sea", "Keris - The Myth & The Magic" dan Kellie`s Castle - Myth & Mystery", dan "Batik" dan "Wau".

    "Dalam mengungkap Batik di Malaysia, dalam film dokumenter kami jelas mengungkapkan bahwa batik Malaysia itu asalnya dari batik Jawa," kata Norman, yang mengaku orang tuanya adalah keturunan Sumatera Utara. (Ant)
    Code:
    http://www.koran-jakarta.com/ver02/berita-terkini.php?id=657
    Inilah pendapat mahasiswa indo s2 di malingshit (Yang sudah dicuci otaknya?

    Show
    Inilah pendapat mahasiswa indo s2 di malingshit (Yang sudah dicuci otaknya?)
    sekedar sharing2 pendapat seorang mahasiswa s2 yang percakapannya ga jelas deh
    media: y**** massanger
    4.00 P.M (dengan editan)

    M: orang indo tinggal di sby
    L : Mahasiswa s2 indo kul di malon
    percakapannya kya gni gan...

    berikut percakapannya
    M: ati2 disandera bang
    M: haha
    L: huahahaha..
    L: gilak..
    L: gk ada apa2 kalee..
    L: di indonesia aja yg ngeboh2in
    M: gilak kmren masuk brita polis malingsit menghajar TKI
    M: ya malaysia takut sih
    M: malay kan pnyanya cma british
    L hahaha..
    M: malay emang pnya apa lagi?he
    L: ya byk lah..
    M: PM nya aja mah*
    L: terutama dlm hal hubungan bilateral...
    M: wkkw
    L: palagi polisi2 kita tuh..
    L: klo prang gk dpt lg sogokan dri ***** malaysia..hahaha
    M: dsini siap2 bwt angkat senjata
    M: :
    L: ah..
    L: gk caya ak bkl jd..
    M: gak baca orng malay jelek2in indo ya
    L: masalahnya pemerintah kita gk peduli ama nasib rakyatnya..
    L: udah lah..
    L: ngapain kw capek2 ngurusin gtuan..
    L: gk bakal terjadi deh..
    M: parah tu malay da g pnya apa2 lagu kebangsaan aja nyolong
    L: ngerugiin kita semua..
    L: klo perang ntar am****a bkl masuk ketengah2..
    M: emang kita di rugiin malingshit
    L: lgian jg yg nyiksa itu **** malay..
    L: harusnya mereka yg dberantas..hahaha
    M: koq bsa?
    L: makanya hrs dbedakan dl..
    L: kita perang ama malaysia..
    L: malaysia mayoritas ******..
    L: berarti kita perang ama sodara kita sendiri..
    M: keknya ada yg adu domba
    M: haha
    L: pdhl dsisi yg lain yg ngerugikan bkn melayunya..
    L: makanya..
    L: kita di indonesia keburu panas2 gk jelas..
    M: bkn gag jelas
    L: ngerugiin kita aja kali..
    M: panasnya jelas panas bner
    L: anggap lah kita menang..
    L: trs am****a kali yg bkl seneng..
    L: senjatanya jd laris djual..
    L: mumpung mereka lg kekurangan duit skrg kan..
    M: kalo perlu malay jadi bagian indonesia
    L: otomatis nambah pemasukan dr penjualan senjata..
    L: ya klo mw jd bagian caranya kan bisa dtempuh lwt jalan lain...
    L: mgkn ngerubah indonesia jd negara ******..
    L: jelas2 kita mayoritas ******..
    L: 90%..
    L: yg salah itu negara kita kali..
    M: mana bisa
    L: gk usah ngeliat negara luar..
    M: hmm..
    M: siapa yg ga panas
    M: kebudaayan direbut
    L: lbh bobrok kita dbandingkan ama malaysia..
    L: klo kita dh pebaikin negara kita..
    M: lagu dijelek2kan
    L: br lah bisa ngomong malaysia bobrok..
    L: skrg gini lah ..
    L: mereka itu dl bagian dr nusantara..
    M: prsaan hutang banyakan malingshit
    L: gk kw denger dl penjelasan ak..
    L: mereka ada melayu, jawa, bugis..
    L: kita jg ada melayu, bugis ama jawa..
    L: ya otomatis kebudayaan mereka sama dunk ama kebudayaan kita..
    L: trs merebut dan mengambil dr segi mana yg kw maksud..??
    L: yg dmaksud org indonesia??
    M: ya merebut lah kan itu da dipaten kan sma indo
    L: mana hak patennya..
    L: buktinya departemen kita gk bisa ngebantah kan..
    L: ya krn kita sendiri gk peduli ama kebudayaan kita..
    L: cth,,
    L: kita punya anak..
    L: trs kita buang anak kita..
    L: lalu diasuh ama malaysia mpe jd besar dan pintar..
    L: lalu pas dh terkenal lantas kita ngaku itu anak kita..
    L: skrg yg keliatan piciknya indonesia ato malaysia..??
    M: ya ngga gtu juga
    M: emang spa yg membuang n jadi terbuang ya
    L: ngeliat permasalahan jgn dr satu arah...
    L: gk org2 indonesia berpikiran itu kepunyaan dia..
    L: sedangkan malaysia jg berpikiran kepunyaan dia..
    L: ya masing2 punya hak, krn memang kebudayaan masing2..
    L: nah berarti solusinya kan sapa cepet dia dapet..
    L: kan gt...
    L: nah p********* kita yg dpimpin org2 tua itu dh ********* semua..
    L: gk ada yg cepet..
    L: makanya kalah kita ama malaysia..
    L: MRT, monorail mpe jembatan selat sunda aja gk kelar2..
    L: it dl diurusin...
    L: cthnya lg gini lah..
    L: kita bersodara kan M..
    L: misalnya..
    L: trs meninggal org tua kita..
    L: lantas harta ortu itu ke siapa..
    M: haha
    L nah permasalahn indo ma malaysia itu kek gt..
    L: marah2 gk jelas abisnya..
    M: oke
    L: dasar kita marah gk jelas..
    M: haha
    L: klo mslh ligitan ama sipadan..
    L: itu wajar klo kita marah..
    L: tp klo kebudayaan mah gk sepantasnya..
    L: sebab gk ada unsur kedaulatan..
    M: ngga juga si mnrutku
    M: kebudayaan tu hasil rasa karsa suatu daerah yg ditempati yg mnjadi ciri khas daerah itu
    L: cth satu lg la gini..
    L: bunga bangkai..
    L: bunga bangkai itu ada dmn menurut kw??
    M: bkn diambil dri daerah orng lain
    M: kebudayaan tu hasil rasa karsa suatu daerah yg ditempati yg mnjadi ciri khas daerah itu
    M: contohnya reog..ya emang buyutnya dri ponorogo
    L: ok, berarti malaysia berhak jg kan mengklaim, krn apa??krn memang kebudayaan itu ada di daerah mereka
    M: koq bsa smpe malay
    L: ya memang ada di malaysia kali...
    L: kwnya aja yg gk taw..
    M: iya makanya itu dia namanya malingshit
    M: brrti malingshit trully indonesia
    L: reog ponorog dh jd kebudayaan tradisional di malaysia dri jaman kakek kakek kita blom lahir..
    L: dan memang ada bukti menyatakan bhwa jaman penjajahan inggris reog menjadi salah satu hiburn pagi petinggi inggris..
    M: iya itu sebelum buyutnya malingshit lahir jga ada di ponorogo
    L: sekitr abad ke 17
    L: ya trs jaman itu kan blom ada indonesia...
    L: blom ada malaysia..
    L: yg adanya suku jawa, suku batak..
    L: nah konek gk kw skrg..
    M: zzz
    L: dan suku jawa itu ada di malaysia..
    L: begitu jg suku minang, suku melayu...
    L: sama kek bunga bangkai..
    M: iya itu cma pengungsi aja
    L: kutnyalah kw?? ada dmn??
    M: sedangkan ponorogo termasuk indo
    M: regional malaysia itu bner2 orng malay kan di kaskus brrti mereka ngeliat tulisan orng indonesia kan
    L: ok skrg kutanya ama kw..
    L: bahasa indonesia itu bahasa siapa??
    L:: klo argumen kw menyatakan bahwa segala sesuatu berdasarkan daerah..
    M: ya orng indonesia lah
    L: tu lah kw dah salah kan..
    L: bahasa indonesia ini berasa dri bahasa melayu...
    L: dan bahasa melayu adalah bhs utama org malaysia..
    L: kemudian berdasarkan konferensi bahasa seindonesia dtetap kan aturan2 tertentu..
    L: utk mengakomodasi banyaknya suku di indonesia..
    L: mk beberapa kata2 tertentu dmasukkan kedalam bahasa melayu tersebut..
    L: dgn mengubahsesuaikan berdasarkan keputusan bersama..
    L: maka bahasa tersebut menjadi bahasa indonesia..
    L: nah hrsnya org indonesia malulah dh ngambil bahasa malaysia...
    L: hahahaha...
    M: zz
    M: malaynya lah yg malu
    M: ngomongnya aja gak bener
    L: ya itu dr sisi kw kan.
    L: tp dr sisi historis..
    L: bahasa kita memang bahasa melayu..
    L: gk usah mutar2 ke gk bisa ngomong lah, gk bisa apa lah..
    L: makanya klo masalah kebudayaan..
    L: itu menjadi bias, krn mereka berhak mengklaim..
    L: dan kita jg berhak mengklaim..
    L: krn memang kita satu rumpun dan bersaudara dgn mereka..
    L: dr jaman sriwijaya mpe majapahit...
    L: tp kemudian dpisahkan setelah kekalahan belanda ama pemerintah inggris..
    L: berdasarkan perjanjian KMB wilayah indonesia hanyalah wilayah belanda...
    L: makanya malaysia gk masuk...
    L: TP klo kita ngomongin kedaulatan...
    L: wilayah negara dan batas2 negara...
    L: itu baru bisa..krn memang dh jelas perjanjiannya...
    L: jd,,,KLO org indonesia mw marah2,,,marahnya yg betul..
    L: jgn marah2 gk jelas..
    M: apa ne ksimpulannya?
    L: kesimpulannya, kesalahan ada di pemerintah kita dlm hal kebudayaan..
    L: klo soal TKI memang di pihak malaysia..
    L: dan kebayakan itu memang dilakukan oleh kaum ******* dan jg krn kekurang cakapan TKInya..
    L: so pihak malaysia dan indonesia hrs kerja sama dlm hal itu..
    L: terutama pihak malaysia, krn kjadian berlaku di daerahnya
    L: ak mwnya org2 kita ngeliat mslh ini dgn kepala dingin..
    L: jgn membabi buta gk jelas.
    L: kek anak2 malahan jdnya
    L: hahaha
    (8/2*/2009 4:04:46 PM):

    kesimpulannya: kayanya kita lagi diadu domba nih, damai itu indah n jangan liat suatu masalah dari satu sisi,,n jangan generalisasi dosa dri beberapa orang,,kita bangsa yg kuat dan tidak mudah terprovokasi hidup indonesiaku


    Code:
    http://www.kaskuserz.com/forum/Inilah-pendapat-mahasiswa-indo-s2-di-malingshit-Yang-sudah-dicuci-otaknya
    Show

    Inilah Politisi Malaysia Yang Sangat Menghargai Bangsa Indonesia
    Orang hebat dari negeri jiran malaysia gan... Namanya Anwar Ibrahim
    Di adalah sedikit dari masyarakat malaysia yg masih menghormati dan menghargai jasa-jasa 'GURU' mereka, bangsa Indonesia. Dia secara tegas berani mengkritik pedas pers mereka yang menurutnya terlalu kaku karena dikontrol penuh oleh pemerintah. Dia juga berani mengkritik masalah seni & kebudayaan indonesia yang diakui oleh pemerintah malaysia. Tapi di negaranya sendiri malaysia, dia dianggap orang sinting / tidak waras..

    Spoiler for anwar1:


    Spoiler for anwar2:


    Anwar Ibrahim juga pernah jadi bintang tamu di acara Kick Andy! Metro TV. Waktu itu gw juga liat dan itu udah lama banget kayaknya. Pertama gw liat acara tsb gw langsung heran masih ada orang malaysia yg begitu berbangga hati punya negara tetangga seluhur Indonesia.


    Rekaman acara Kick! Andy tersebut dapat juragan lihat di youtube


    ANWAR IBRAHIM @ KICK! ANDY


    Spoiler for kick!andy:




    “Saya tidak dendam pada Mahathir. Saya sudah memaafkan dia,” ujar Anwar Ibrahim. Pernyataan itu berkaitan dengan “penderitaan” yang harus dia tanggung di masa pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Muhamad. Datang langsung dari Malaysia dan tampil di Kick Andy, Anwar Ibrahim bicara blak-blakan tentang apa yang dialaminya waktu itu. Termasuk tuduhan dia melakukan perbuatan bejat yakni menyodomi supir istrinya dan saudara angkatnya. Mantan wakil perdana menteri Malaysia ini juga menceritakan bagaimana penyiksaan yang dilakukan polisi pada saat penangkapan atas dirinya dan kehidupannya selama di penjara. “Saya disingkirkan oleh Mahathir karena saya melawan praktek korupsi yang dilakukannya. Saya dulu wakil perdana menteri jadi saya tahu banyak penyelewengan yang terjadi. Itu salah satu alasan mengapa saya disingkirkan,” ujarnya. “Kalau mau aman, saya bisa saja diam. Toh tinggal satu langkah lagi saya jadi perdana menteri. Tapi, hati saya menolak untuk diam.” Soal tuduhan bahwa dia melakukan perbuatan sodomi juga diakuinya sebagai salah satu cara keji yang digunakan Mahathir untuk mendeskreditkan dirinya. Bahkan lebih jauh, dia dilaporkan melakukan perselingkuhan dengan istri salah satu stafnya. “Tuduhan itu tidak pernah bisa dibuktikan. Bahkan pelapor mencabut laporannya,” ujar Anwar yang ketika itu merupakan anak emas Mahathir dan dipersiapkan menggantikan orang nomor satu Malaysia itu.

    Anwar yang tidak bisa menutup mata atas penyimpangan keuangan yang terjadi pada masa itu, lalu turun berdemo di jalanan. Akibatnya, dia ditangkap. Tuduhan resminya, Anwar melakukan “korupsi” karena menggunakan kekuasaannya untuk mengancam saksi pelapor agar mencabut laporan mereka. Waktu itu supir istrinya dan saudara angkatnya melaporkan Anwar atas perbuatan sodomi yang mereka alami. Mereka kemudian mencabut laporan itu. Alasannya, dalam pemeriksaan mereka disiksa untuk mengakui telah disodomi Anwar. Namun, hakim yang mengadili perkara “korupsi” itu tetap pada keyakinannya dan memvonis hukuman enam tahun penjara bagi ayah empat anak ini. Selama di dalam penjara, istri Anwar, Datin Wan Azzisah mengambil alih perjuangan dengan mendirikan Partai Keadilan. “Saya beruntung mendapatkan istri seperti dia. Jelita wajahnya, jelita hatinya.”

    Anwar beruntung. Pada saat dia diadili untuk kasus sodomi, pemerintahan berganti. Perdana menteri yang baru, Abdullah Badawi, secara terbuka mengatakan tidak akan mencampuri urusan pengadilan itu. Ujung-ujungnya Anwar divonis bebas. “Saya berterima kasih pada Badawi. Dia orang baik. Tapi, dia terlalu lemah sehingga saat ini perekonomian Malaysia merosot tajam,” ungkap mantan menteri keuangan ini.

    Anwar yang sewaktu muda dulu pernah belajar di Indonesia mengaku memiliki hubungan emosional dengan Indonesia. Teman-temannya juga banyak. Antara lain Fahmi Idris, Adi Sasono, Amin Rais, Adnan Buyung Nasution, Taufiq Ismail, dan Rendra. “Itu sebabnya saya dibenci karena dianggap lebih pro Indonesia. Saya dituduh tidak nasionalis karena sering membela kepentingan Indonesia,” ujarnya. Salah satu yang paling sering dia kritik adalah perlakuan Malaysia terhadap tenaga kerja Indonesia. “Saya sering protes atas perlakukan terhadap TKI. Sering terjadi penyiksaan. Saya tidak ada urusan dengan nasionalisme. Saya melihat persoalan ini dari kacamata kemanusiaan,” dia menegaskan. Kondisi tersebut, menurut pria yang selalu tampil rapih ini, belakangan semakin menjadi-jadi. “Ini yang selalu saya kritisi. Sebab kalau pejabat tinggi seperti saya saja dipukuli, apalagi TKI,” ujarnya masgul. Karena itu, dia bertekad untuk memperbaiki keadaan dengan mencalonkan dirinya dalam pemilihan perdana menteri mendatang.

    Anwar mengaku tidak gentar pada berbagai cara yang dilakukan penguasa saat ini untuk mengganjalnya. Termasuk dengan adanya upaya mempercepat pemilihan pada 2008 nanti agar dia tidak bisa ikut bertanding. Pasalnya, akibat dihukum penjara enam tahun, hak poilitik Anwar dicabut.

    Selama lima tahun dia tidak boleh berpolitik. Karena baru dibebaskan 2004, maka kakek satu cucu ini baru boleh terjun ke politik pada 2009 nanti. “Saya akan maju terus. Saya sudah siapkan strategi kalau pemilihan dipercepat,” ujarnya. Kalau lawan politiknya menggunakan cara-cara kekerasan, apakah anak dan istri siap menanggung risiko untuk kedua kalinya? “Mereka sudah siap. Kami sudah berikrar. Saya akan maju terus.”





    Andai saja semua orang malaysia masih waras dan gak congak kayak dia ya gan..



    PUTRI SULUNG ANWAR IBRAHIM
    Spoiler for BOUNS:

    Code:
    http://www.kamusmalesbanget.com/forum/Inilah-Politisi-Malaysia-Yang-Sangat-Menghargai-Bangsa-Indonesia
    Malaysia Negeri Yang Sukses Dibangun Oleh Orang Indonesia
    Selasa, 01 September 2009, 14:06 WIB



    Hubungan Indonesia dan Malaysia sepertinya tak pernah ade ayem, perang dingin dan pencaplokan beberapa budaya, pulau serta seni Indonesia tak pernah berhenti dilakukan oleh Malaysia.

    Namun dibalik itu semua, ternyata para pemimpin negeri jiran tersebut berasal dari beberapa wilayah Indonesia alias import dari negara yang dikatakan Indon "budak" oleh sebagain media Malaysia.

    Hampir 80 persen keturunan Melayu di Malaysia adalah keturunan orang Indonesia. Ada keturunan Aceh, Padang, Sumatera Utara, Jambi, Palembang, Jawa, Madura, Bawean, dan Bugis.

    Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu di Gowa, Sulawesi Selatan, Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak mengatakan, saya datang bukan untuk merebut kekuasaan. Saya datang sebagai orang perantauan Bugis yang sukses dan kini menjadi Perdana Menteri Malaysia, di hadapan masyarakat Gowa, Sulawesi Selatan, tanah leluhurnya.

    Leluhurnya meninggalkan Gowa untuk merantau ke Pahang, salah satu negara bagian di Malaysia, demi menghindari konflik perebutan kekuasaan. Perantauannya ke Semenanjung Malaysia ternyata berujung sukses, setelah ayahnya menjadi PM Malaysia kedua, sementara dia sendiri menjadi PM Malaysia keenam.

    Selain itu, di jajaran kabinet saat ini, Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, berkakek orang Yogyakarta. Bahasa Jawanya pun masih medok.

    Begitu juga dengan Rais Yatim, Menteri Penerangan dan Kebudayaan Malaysia, yang menghabiskan masa kecilnya di Sawahlunto, Sumatera Barat.

    Kesuksesan perantauan Indonesia di Malaysia bukan hanya sampai tingkat menteri. Beberapa sultan di beberapa negara bagian juga keturunan Indonesia, contohnya Sultan di Johor Bahru dan Selangor adalah keturunan Bugis.

    Bukan saja di kalangan pemerintahan dan sultan, keturunan Indonesia di Malaysia sukses membina hidup di Malaysia.

    Bintang film legendaris Malaysia, P. Ramlee misalnya, adalah anak Aceh yang sukses di Malaysia. Penyanyi pria paling top saat ini, Mawi, juga masih keturunan orang Jawa.

    Bahkan pendiri Malaysia sendiri Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj adalah generasi ke 11 keturunan Bugis, Indonesia.

    Peran Indonesia Kekinian

    Kemajuan ekonomi Malaysia sebenarnya tidak terlepas dari peran tangan-tangan anak bangsa Indonesia sebagai negara tetangga dan serumpun Melayu,

    Peran warga Indonesia sangat besar dalam pembangunan ekonomi dan sosial Malaysia sejak awal pembangunan ekonomi dan sosialnya hingga kini.

    Presiden RI Soeharto pernah mengirim ribuan guru, dokter dan perawat ke Malaysia pada awal tahun 1970an. Banyak juga dosen-dosen Indonesia mengajar di Malaysia. Pada dekade 1970an, tenaga pendidik dan terampil banyak dikirim ke Malaysia.

    Jadi jika sebagian orang Malaysia atau pun media Malaysia mengatakan bangsa Indonesia bangsa budak adalah sangat kacau dan bisa dikatakan bangsa yang lupa leluhurnya. Kalau dilihat dari sejarah maka seharusnya mereka berkaca bahwa Indonesia lah negara yang turut membangun Malaysia sampai detik ini. (Fz/Duk/An)
    Code:
    http://www.berita8.com/news.php?tgl=2009-09-01&cat=18&id=14660
    Surat Perintah Pembubaran Malaysia
    dapet dari facebook


    Mengapa Indonesia Lebih Berjaya daripada Malingsia : Indonesia Negara Bebas, Malaysia Negara yang Mengekang

    Dalam era Mahatir United Malay National Organization (UMNO) – Barrisan Nasional mengekalkan dominasi mereka terhadap partai-partai oposisi secara licik dan keji. Dengan menggunakan undang-undang penjajahan warisan Inggris Internal Security Act, politik kroni-otoritarianisme menjadi “rapi.” Mereka menyiksa, dan membunuh, melenyapkan para pembangkang, seniman, aktivis, anggota partai lawan, ataupun tokoh oposisi.
    Jika pada tahun 1987 sebanyak 106 orang ditahan tanpa pengadilan, pada tahun 2000 Anwar Ibrahim diaibkan dan dipenjarakan. Gerakan reformasi dihentikan dengan tangan besi. Sebaliknya, di Indonesia, Partai Golongan Karya yang insaf dengan masa lalu telah belajar menjadi partai modern. Di parlemen, bersama partai-partai politik lain dan komunitas madani, partai ini punya andil melegislasi undang-undang yang pro-demokrasi dan penguatan hak-hak asasi manusia.Posisi berseberangan terhadap pemerintah dianggap wajar dan pengawasan yang sehat.Perguruan tinggi di Indonesia menikmati kebebasan akademik. Mahasiswa leluasa berpolitik, berunjuk rasa, mengkritik lembaga-lembaga kekuasaan dan kehakiman dengan bahasa paling kasar sekalipun. Di Malaysia, kebebasan intelektual dibungkam. Para kandidat mahasiswa dipaksa menandatangani perjanjian untuk menghindari kegiatan politik dan bersedia dikeluarkan bila itu berlaku.Contoh lain Profesor Chandra Muzaffar, seorang aktivis, intelektual terkemuka, kehilangan jabatan di Universitas Malaya. Chandra secara terus-menerus mengkritik pemerintahan Mahatir terutama pascapenangkapan Anwar Ibrahim.“Suasana kebebasan intelektual di Jakarta jauh lebih baik daripada Kuala Lumpur,” kata Andreas Harsono, seorang wartawan lepas.Di Indonesia, pada saat-saat puncak gerakan reformasi 1998, media massa berani mengambil resiko membebaskan diri dari belenggu pemilik modal yang sebagian berafiliasi rapat dengan Keluarga Istana. Gerakan reformasi menjadi popular dan memperoleh dukungan rakyat karena media massa menyediakan ruang bagi berita unjuk rasa mahasiswa, wawancara dengan tokoh-tokoh oposisi, dan pendudukan gedung parlemen di Jakarta.Di Malaysia, kepemilikan saham media massa dikuasai oleh pemerintah, sehingga media massa mengalami kendali dan pengawasan yang ketat. Alih-alih mengkritik kebobrokan struktur di Malaysia, media massa menjadi ajang propaganda UMNO dengan melakukan strategi politik “othering.”Othering adalah strategi menegaskan jati diri dengan membingkaikan pembanding secara negatif. Rakyat Malaysia dibodohi, ditakut-takuti dengan propaganda bahwa bila reformasi ala Indonesia ditiru, kekacauan akan merebak di Malaysia. Pemerintah menyebarkan propaganda bahwa “reformasi Indonesia menciptakan kekerasan politik, memakan korban jiwa, dan menghancurkan harta benda.” Selain itu dicitrakan pula kepada etnis non-Melayu bahwa bumiputera yang berkuasa di Malaysia (UMNO) lebih beradab memperlakukan mereka ketimbang peribumi di Indonesia.Pembingkaian ini secara efektif berhasil menakut-nakuti kelas menengah puak Melayu dan etnis Tionghoa di Malaysia. Mereka tidak berani mendukung gerakan reformasi pimpinan Anwar Ibrahim terang-terangan, betapapun mereka bersimpati kepadanya.Penguasaan media yang ketat menyebabkan kebobrokan rezim penguasa takterungkap, takterdedah. Rakyat Malaysia dibius dengan keberhasilan-keberhasilan semu yang tampak indah secara kasat mata, tapi buruk di akar.Semua itu menjelaskan mengapa berita-berita tentang rasuah, korupsi oleh para pejabat negara dan kroni-kroni Perdana Menteri Mahatir Muhammad serta keluarga takterungkap. Begitu juga kebengisan polis Diraja Malaysia. Rezim penguasa melalui media massa secara cerdik membius rakyat dengan mempropagandakan keberhasilan pembangunan negeri.Mungkin hanya mantan Deputi Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang sanggup gelisah menyaksikan kecurangan, pembodohan terhadap rakyat oleh penguasa. Proyek-proyek mega, dikerjakan tanpa tender, tidak terbuka, dan sekadar menguntungkan kroni dan keluarga Mahatir.Moralitasnya sampai pada titik taksanggup lagi membenarkan perampokan harta rakyat di depan mata oleh kroni dan keluarga Perdana Menteri Mahatir. Maka, dia tidak punya pilihan. Alih-alih menandatangani persetujuan dua juta dollar Amerika Serikat harta rakyat untuk anak perdana menteri, “Saya bersedia dipenjarakan dan difitnah,” katanya (Metro TV, 18 Oktober 2007 pukul 22.00).Pada tanggal 20 September 2000 Anwar ditangkap. Matanya ditutup. Lantas, Kepala Polis Diraja Malaysia memukulinya sampai pingsan. Padahal, dia mantan pejabat tinggi.Orang waras, takkan berlaku seperti itu, ujar Anwar. Menurutnya, ini pertanda bahwa sistem di Malaysia sudah begitu rusak. “Jika pemimpin dibegitukan, apatah lagi rakyat jelata?” katanya. “Kita berhadapan dengan manusia separuh siluman.”Sistem yang bobrok dan korup ini yang menyebabkan warga Indonesia dihinakan oleh Polis Diraja Malaysia berulang kali. “Padahal pada tahun 1970-an, Malaysia merayu Indonesia mengirimkan para guru, dosen, dan pekerja mahir membangun infrastruktur negara seperti bandara,” kata Anwar. Perlakuan yang menempatkan warga Indonesia sebagai hamba, tambahnya, “Bukan cara manusia beradab.”Pergantian kepemimpinan dari Mahatir Muhammad ke Ahmad Badawi tidak memberikan perbedaan penting. “Sistem sama bobrok,” ujarnya. “Ekonomi dipentingkan, tapi hak asasi manusia diketepikan. Angka-angka itu boleh memukau, tapi tidak secara kongkrit memberikan dampak kepada rakyat,” tambahnya.Kemapanan Malaysia, tambah Anwar, tidak boleh diukur dalam masa singkat. Dari sudut jangka menengah, Malaysia di bawah Badawi saat ini tertinggal, kata Anwar. “Ekonomi jauh mersosot, indeks korupsi turun lebih parah. ”
    Code:
    http://www.malonte.co.cc/2009/09/mengapa-indonesia-lebih-berjaya.html
    Show


    HUBUNGAN Indonesia dan Malaysia kembali memanas beberapa waktu yang lalu. Pemicunya lagi-lagi gara-gara Malaysia yang menggunakan kebudayaan Malaysia dalam iklan pariwisatanya. Kali ini giliran tari Pendet yang digunakan sebagai iklan Enigmatic Malaysia di Discovery Channel. Publik Indonesia langsung panas melihat iklan ini. Apalagi ditambah media yang gencar mengekspos berita ini. Memang iklan kali ini agak berbeda karena bukan dibuat semacam Departemen Pariwisata Malaysia, melainkan oleh pihak Discovery Channel. Dan mungkin itulah pula kenapa iklan itu bertajuk Enigmatic Malaysia bukan Visit Malaysia seperti yang biasanya. Kalau diartikan harfiyah Enigmatic Malaysia artinya ‘Malaysia yang Membingungkan‘. Jadi sebenarnya rakyat Indonesia tidak perlu terlalu marah karena bisa jadi sebenarnya iklan itu menunjukkan krisis identitas dalam kebudayaan yang sedang dialami oleh Malaysia sehingga mengambil budaya-budaya Indonesia:D

    Berbicara mengenai konflik Indonesia Malaysia, hal itu sudah lama terjadi bahkan ketika Malaysia baru berdiri. Seperti yang kita tahu kemerdekaan Malaysia adalah ‘pemberian’ Inggris sebagai penjajahnya. Secara nama, Malaysia yang berasal dari kata Malaya itu tentu saja logikanya jika akan dibuat Negara tentu ya wilayah jajahan Inggris di Semenanjung Malaya. Pertamanya memang seperti itu dan Indonesia tidak mempermasalahkan bedirinya Malyasia itu. Negara Malaysia atau yang lebih tepatnya Federasi Malaysia adalah negara federasi gabungan dari beberapa kerajaan local di wilayah Semenanjung Malaysia. Kalimantan Utara yang terdiri dari tiga wilayah yaitu Sabah, Sarawak dan Brunei tidak termasuk ke dalam wilayah Malaysia namun masih tetap berupa koloni Inggris.

    Namun ternyata Inggris memepunyai rencana lain tentang Negara Malaysia. Inggris hendak menggabungkan Kalimantan sebelah Utara bersama wilayah Semenanjung Malaya dalam satu Negara bernama Malaysia. Terang saja Soekarno selaku Presiden Indonesia saat itu sangat marah dan tidak terima. Bukan masalah Kalimantan Utara yang tidak masuk wilayah Indonesia itu tapi keberadaan Negara itu justru akan mengancam kedaulatan Indonesia karena hanya merupakan boneka Inggris. Jika wilayah Kalimantan Utara itu diisi Negara bentukan Inggris tentu peluang Inggris menguasai Indonesia, terutama Kalimantan, sangat besar. Tinggal lintas darat sudah sampai Kalimantan. Disamping itu semangat yang sedang berkembang di dunia adalah anti neo imperialism dan neo kolonialisme sedangkan penggabungan wilayah Inggris itu bisa dikatakan neokolonialisme.

    Soekarno tidak sembarangan beralasan seperti itu karena fakta memang membuktikan demikian. Indonesia mempunyai pengalaman yang tidak mengenakkan dengan percobaan neokolonialisme. Saat sekutu datang ke Indonesia, yang saat itu Indonesia sudah merdeka, dengan dalih melucuti Jepang ternyata sekutu diboncengi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Bukan tidak mungkin kelak Negara Malaysia yang terletak di utara Kalimantan itu bisa diboncengi kepentingan Inggris. Kalau sampai Federasi Malaysia dan Kalimanan Utara bergabung tentu control Inggris di wilayah Asia Tenggara itu bisa menjadi semakin kuat.

    Dan ternyata ketidaksetujuan penggabungan itu juga dirasakan oleh rakyat di sekitar Kalimantan Utara itu. Mereka mempunyai alasan berbeda dengan pemerintah Indonesia yang cenderung beralasan politik keamanan. Rakyat Kalimantan Utara ingin membentuk Negara sendiri karena mereka merasa berbeda baik secara ekonomi, politik, sejarah bahkan juga kebudayaan dengan rakyat di Semenanjung Malaya. Ketidaksetujuan itulah yang mengantarkan terjadinya peperangan diwilayah Kalimantan Utara sana. Peperangan itu praktis bukan antara Indonesia melawan Malaysia, tapi antara pasukan Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) melawan Tentara Inggris baik dari Komando Timur Jauh maupun Brigade Gurkha yang aslinya adalah orang-orang Nepal. Ketika ada segelintir TNI yang terlibat itu bukan tindakan resmi pemerintah. Tentara Malaysia? Tidak ada kabar dan semakin membuktikan bahwa Kalimantan Utara memang hanya hendak dijadikan boneka Inggris.

    Peperangan di wilayah Kalimantan Utara itu terus berlangsung dengan tanpa keterlibatan pemerintah Indonesia aktif secara resmi. Untuk mengatasi peperangan itu secara diplomasi, para calon Negara-Negara anggota Malaysia dan pemerintah Indonesia serta Filipina berunding di Manila 31 Juli 1963. Akhirnya dicapai kesepakatan pembentukan Negara Malaysia baru itu boleh terjadi asalkan diadakan referendum apakah wilayah yang disengketakan itu [Sabah, Sarawak, Brunei] ingin bergabung dengan Malaysia atau tidak. Sayangnya ternyata kesepakatan itu dikhianati oleh Malaysia yang secara sepihak menyatakan bahwa calon Negara-Negara bagian yang ada, termasuk Sabah dan Sarawak , bergabung dengan Malaysia. 16 September 1963 dijadikan hari persatuan mereka meskipun hari kemerdekaan tetap dianggap 31 Agustus 1957 saat semenanjung Malaya dimerdekakan Inggris. Soekarno benar-benar marah atas keputusan sepihak ini. Ketika Malaysia bergabung dengan PBB dan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesiapun dibawa Soekarno keluar dari PBB 7 Januari 1965.

    Sementara Sabah Sarawak dinyatakan bergabung dengan Malaysia, peperangan masih saja berlangsung di wilayah itu. Peperangan itu juga disertai demonstrasi di masing-masing kedutaan. Puncak peperangan itu adalah ketika terjadi serangan di wilayah Tebedu [perbatasan Indonesia Malaysia]. Versi lain menyebutkan adanya terjadinya perobekan foto Soekarno disertai diinjaknya Garuda Pancasila oleh Tunku Abdul Rahman, PM Malaysia pada tanggal 18 September 1963 atau dua hari setelah penggabungan itu. Meskipun tindakan itu dilakukan atas paksaan demonstran namun Soekarno terlanjur marah dan Indonesia secara resmi dan terbuka melakukan konfrontasi militer dengan Malaysia. Militer Indonesia menyerang Kalimantan Utara dan Semenanjung Malaya dengan slogan yang sangat terkenal bernama Ganyang Malaysia. Perseteruan dan konflik itu baru selesai setelah presiden Soekarno digantikan Soeharto sekitar tahun 1966.

    Jadi sebenarnya konflik Indonesia Malaysia boleh dibilang atas kuasa adu domba Inggris sekaligus terlalu patuhnya Malaysia pada Inggris. Soekarno sama sekali tidak ingin menganeksasi Sabah Sarawak [Kalimantan Utara] sebagai bagian dari Negara Indonesia. Ketidaksetujuan penggabungan Sabah Sarawak menjadi Malaysia itu lebih dikarenakan menghindari adanya control yang sangat berlebihan dari Inggris apabila Negara bonekanya bersatu. Iu adalah bentuk imperialism dan kolonialisme baru. Bersatunya wilayah jajahan Belanda menjadi Indonesia tidak bisa disamakan dengan persatuan Malaysia itu karena bersatunya Indonesia adalah dengan kuasa dan usaha rakyat Indonesia sendiri, bukan sekedar penyatuan tanpa keinginan rakyat. Soekarno mempersilahkan jika wilayah-wilayah Kalimantan Utara mendirikan Negara sendiri. Hal itu paling idak ditunjukan Indonesia dengan mempersilahkan rakyat Kalimantan Utara bereferendum menentukan nasibnya sendiri. Yang amat disayangkan lainnya Federasi Malaysia juga diam-diam saja waktu itu saat akan penggabungan Kalimantan Utara menjadi Negara Malaysia, padahal secara sejarah politik, ekonomi dua wilayah itu sangat berbeda.

    Sekalipun praktis secara perang terbuka sudah selesai namun ternyata bibit-bibit permusuhan itu masih ada sampai sekarang. Dan sayangnya lagi-lagi dipicu oleh Malaysia. Kalau dulu disebabkan imperialisme dan kolonialisme baru Inggris atas nama Malaysia kepada wilayah Kalimantan Utara, sekarang dilakukan sendiri oleh Malaysia tanpa bantuan Inggris dengan berbagai klaim budaya Indonesia dan pelanggaran perbatasan dalam usaha ekspansi wilayah sampai yang paling sering berupa tindakan represif structural terhadap TKI yang bekerja di sana. Ketika perseteruan itu mencapai puncaknya haruskah peperangan itu terjadi lagi? Padahal Indonesia dan Malaysia adalah Negara serumpun, Negara bertetangga yang bahkan sampai kiamatpun akan terus bertetangga.

    ______

    Sumber inspirasi: http://en.wikipedia.org/wiki/Indones..._confrontation dan beberapa sumber lainnya.

    Sumber gambar: http://media.photobucket.com/image/k...iyono/tni1.jpg dan http://www.inilah.com/kartun/pop_edi....php?id=148753

    Code:
    http://yasiralkaf.wordpress.com/2009/09/06/sejarah-asal-usul-konflik-indonesia-malaysia/
    Last edited by blacksheep; 07-09-2009 at 05:56 PM.
    http://www.indowebster.web.id/signaturepics/sigpic13456_59.gif
    ‎"Nobody's Perfect"... artinya gak ada body yang sempurna

  2. Who Said Thanks:


  3. #2

    Join Date
    May 2009
    Location
    sidoarjo
    Posts
    653
    Thank(s)
    0/1,252
    Rep Power
    6

    Default

    pulau sipadan dan ligitan gak di masukin juga???

  4. #3

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Sidoarjo
    Posts
    481
    Thank(s)
    0/20
    Rep Power
    0

    Default

    Emang Malaysia ini kalau belum perang sungguhan ga bakal kapok. Saking aja pemerintah kita kebanyakan nunggu di forum-forum internasional melulu tanpa buat tindakan pencegahan.

  5. #4

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Earth
    Posts
    355
    Thank(s)
    0/2,061
    Rep Power
    0

    Default

    sekali lg. cm liat pemerintah yg manyun. btw nurdin m top gk masuk?

  6. #5

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Jakarta
    Posts
    37
    Thank(s)
    0/1
    Rep Power
    0

    Default

    g bingung, emg pemenrintah indo ga ngadain pendekatan internasional terhdp pemerintah malaysia tentang masalah ini?
    kalo kayak gini terus2an kan bisa abis budaya indonesia ama mereka....

  7. #6

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Sidoarjo
    Posts
    481
    Thank(s)
    0/20
    Rep Power
    0

    Default

    Kabarnya para teroris yang ngebom disini juga organisasinya ada di Malingsia ya?

  8. #7

    Join Date
    Apr 2009
    Location
    Masih nebeng
    Posts
    453
    Thank(s)
    0/42
    Rep Power
    0

    Default

    Emang susah bro, klo ngomong sama orang Goblok..... :onion-70:
    Klo kita ngajakin perang jg ntar Kita yg keliatannya salah :onion-45:

  9. #8

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    dpn pos satpam
    Posts
    27
    Thank(s)
    0/186
    Rep Power
    0

    Default

    apa lagi yang mau diklaim malingsia??
    mreka memang ga tau diri, dulu aja waktu baru bebas dari inggris baek2 ama kita, minta tolong sgala macem
    nah skarang pas udah maju, malah kita diinjek2

  10. #9

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Perverted Mind
    Posts
    677
    Thank(s)
    0/16
    Rep Power
    6

    Default

    truly asia my as*...
    ganyang maling...

  11. #10

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Sidoarjo
    Posts
    481
    Thank(s)
    0/20
    Rep Power
    0

    Default

    Truly Asia Thief kali maksudnya, bro. Kan emang maling.

Page 1 of 15 1234511 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia