Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 21

Thread: Tragedi Tenggelamnya KMP Tampomas II
http://idws.in/40343

  1. #1

    Join Date
    May 2009
    Location
    Dibawah Langit
    Posts
    1,919
    Thank(s)
    0/6,149
    Rep Power
    7

    Default Tragedi Tenggelamnya KMP Tampomas II

    Celoteh camar tolol dan cemar

    Api menjalar dari sebuah kapal
    Jerit ketakutan
    Keras melebihi gemuruh gelombang
    Yang datang

    Sejuta lumba lumba mengawasi cemas
    Risau camar membawa kabar
    Tampomas terbakar
    Risau camar memberi salam
    Tampomas Dua tenggelam

    Asap kematian
    Dan bau daging terbakar
    Terus menggelepar dalam ingatan
    Hatiku rasa
    Bukan takdir tuhan
    Karena aku yakin itu tak mungkin

    Korbankan ratusan jiwa
    Mereka yang belum tentu berdosa
    Korbankan ratusan jiwa
    Demi peringatan manusia
    Korbankan ratusan jiwa
    Mereka yang belum tentu berdosa
    Korbankan ratusan jiwa
    Demi peringatan manusia

    Bukan bukan itu
    Aku rasa kita pun tahu
    Petaka terjadi
    Karena salah kita sendiri

    Datangnya pertolongan
    Yang sangat diharapkan
    Bagai rindukan bulan
    Lamban engkau pahlawan
    Celoteh sang camar

    Bermacam alasan
    Tak mau kami dengar
    Di pelupuk mata hanya terlihat
    Jilat api dan jerit penumpang kapal

    Tampomas sebuah kapal bekas
    Tampomas terbakar di laut lepas
    Tampomas tuh penumpang terjun bebas
    Tampomas beli lewat jalur culas
    Tampomas hati siapa yang tak panas
    Tampomas kasus ini wajib tuntas
    Tampomas koran koran seperti amblas
    Tampomas pahlawanmu kurang tangkas
    Tampomas cukup tamat bilang naas

    By : Iwan Fals



    “Pergi! Jangan tonton kematian kami!”, teriak seorang penumpang Kapal. Makian-makian itu makin menjadi-jadi manakala kapal-kapal lain yang mencoba membantu malah menjauh dari kapal tersebut. 40 menit kemudian lenyaplah semua suara-suara dan makian-makian memilukan itu. Kapal tersebut akhirnya karam dan menghunjam dasar Laut Jawa pada siang hari naas tersebut, bersama semua skandal-skandal persoalan dan penyebabnya.

    Bagi mereka yang hidup pada paruh pertama dekade 80-an, pastilah mengenal musibah ini, sebuah musibah yang menggemparkan Indonesia, dan tergolong sebagai Musibah Terparah Keempat Dunia. Tragedi Tenggelamnya KMP Tampomas II di Perairan Kepulauan Masalembo (114˚25’60” BT – 53˚0’0” LS), Laut Jawa pada tanggal 27 Januari 1981. Sebuah kapal “bekas” terbesar Indonesia yang dibeli dari Jepang.

    SELAYANG PANDANG

    KMP Tampomas II yang semula bernama MV Great Emerald diproduksi tahun 1956, tergolong jenis Kapal RoRo (Roll On-Roll Off) dengan tipe Screw Steamer berukuran 6139 GRT (Gross Registered Tonnage) dan berbobot mati 2.419.690 DWT (Dead-Weight Tonnage). Dimodifikasi ulang (Retrofit) tahun 1971 di Taiwan. Kapal ini berkapasitas 1250-1500 orang penumpang, dengan kecepatan maksimum 19.5 knot. Memiliki lebar 22 meter dan Panjang 125,6 meter.

    Kapal ini dibeli oleh PT. PANN (Pengembangan Armada Niaga Nasional) dari Pihak Jepang, Comodo Marine Co. SA seharga US$ 8.3 Juta. Kemudian PT. PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) membeli secara mengangsur selama sepuluh tahun kepada PT. PANN. Berbagai pihak telah heran akan mahalnya harga kapal ini, mengingat pernah ditawarkan ke Perushaan Pelayaran Swasta lain hanya seharga US$ 3.6 Juta. Berbagai pihak, termasuk Jepang sendiri telah menyatakan kapal ini Afkir karena telah berumur 25 tahun.

    Begitu dioperasikan, kapal penumpang ini langsung dipacu untuk melayani jalur Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujungpandang yang memang padat. Setiap selesai pelayaran, kapal ini hanya diberi waktu istirahat selama 4 jam dan harus siap untuk melayani pelayaran selanjutnya. Perbaikan dan perawatan rutin terhadap mesin dan perlengkapan kapal pun hanya dapat dilaksanakan sekedarnya saja, padahal mengingat usianya yang sudah cukup berumur, seyogyanya kapal ini perlu mendapat perawatan yang jauh lebih cermat.

    Namun dibalik semua kejanggalan itu, kapal ini memulai Pelayaran Perdananya menuju Ujungpandang pada bulan Mei 1980. Pada pelayaran ini pun, yang diikuti oleh beberapa anggota DPR, sempat menyaksikan sendiri dan turut pula mempertanyakan perihal mesin yang sering mengalami kerusakan selama perjalanan. Anggota DPR dari Fraksi PDI-P, Ahmad Soebagyo menyebutkan berbagai kejanggalan selama perjalanan diantaranya kapal yang berputar-putar dalam radius yang sama dikarenakan rusaknya salah satu Knop Otomatis pengatur mesin kapal, dan dibatalkannya Acara Show Kapal karena matinya aliran listrik dalam waktu yang lama.

    LAUT JAWA, 24 – 27 JANUARI 1981

    KMP Tampomas II bertolak dari Dermaga Tanjungpriok hari Sabtu, 24 Januari 1981 Pukul 19.00 WIB dengan tujuan Ujungpandang, perjalanan seyogyanya memakan waktu 2 hari 2 malam di atas laut, sehingga diperkirakan hari Senin, 26 Januari 1981 Pukul 10.00 WIB akan tiba. Seorang pemandu kapal menyebutkan bahwa salah satu mesin kapal telah mengalami kerusakan sebelum bertolak.

    Kapal membawa Puluhan Kendaraan Bermotor termasuk Mesin Giling SAKAI, Skuter Vespa, dll yang diletakkan di Cardeck. Berdasarkan Data Manifest Kapal menyebutkan, terdapat 191 Mobil dan 200 Motor di atas kapal. Dalam Pelayaran tersebut, sebanyak 1055 Penumpang Terdaftar dan 82 Awak Kapal berada di atas kapal. Estimasi Total Penumpang adalah 1442 termasuk penumpang gelap.

    24 Januari Malam, tidak terjadi apa-apa. Yang terlihat hanyalah Awan Senja yang memukau dan Pemandangan Laut Jawa yang datar. Namun diakui Ombak Januari memang sangat besar dibandingkan di bulan-bulan lain, Ombak setinggi 7-10 meter dengan kecepatan angin 15 knot sangat wajar terjadi. Di dalam kapal sendiri direncanakan sebuah Acara Show di Bar Kapal dengan Penyanyi Ida Farida dari Band Kapal. Namun berbagai tanda keanehan terjadi, diantaranya dibawakannya Lagu Salam Perpisahan oleh seorang yang bernama Ferry, yang kemudian tidak diketahui keberadaannya.

    25 Januari Pagi, keadaan berlangsung seperti biasa. Namun, 25 Januari Malam, sekitar Pukul 20.00 WITA, dalam kondisi badai laut yang hebat, beberapa bagian mesin mengalami kebocoran bahan bakar, dan Puntung Rokok yang berasal dari ventilasi menyebabkan Percikan Api. Para kru melihat dan mencoba memadamkannya menggunakan Tabung Pemadam Portabel, namun gagal. Api semakin menjalar ke Kompartemen Mesin karena Pintu Dek terbuka. Akibatnya selama 2 jam tenaga utama mati, dan generator darurat pun gagal (Failure) dan usaha pemadaman pun dihentikan karena sudah tidak memungkinkan. Ditambah dengan Bahan Bakar yang “ternyata” masih terdapat disetiap Kendaraan, menyebabkan Api merambat dan membakar semua dek dengan cepat.

    30 menit setelah Api Muncul, para penumpang diperintahkan menuju dek atas dan langsung menaiki sekoci. Namun hal ini berlangsung lambat, karena hanya ada 1 Pintu menuju Dek Atas. Begitu berada di Dek Atas, para ABK dan Mualim Kapal tidak ada yang memberitahu arah dan lokasi Sekoci. Beberapa ABK malah dengan egois menurunkan sekoci bagi dirinya sendiri. Dari 6 sekoci yang ada, masing-masing hanya berkapasitas 50 orang. Sebagian penumpang nekat terjun bebas ke Laut, dan sebagian lagi menunggu dengan panik pertolongan selanjutnya.

    Tanggal 26 Januari Pagi, Laut Jawa dilanda Hujan yang sangat deras. Api mulai menjalar ke ruang mesin dimana terdapat bahan bakar yang tidak terisolasi. Akibatnya Pagi Hari tanggal 27 Januari, terjadi ledakan di Ruang Mesin dan membuatnya penuh oleh air laut. Ruang Propeller dan Ruang Generator turut pula terisi air laut, yang mengakibatkan Kapal miring 45 derajat.

    Akhirnya pada siang hari tanggal 27 Januari 1981 Pukul 12.45 WIB atau Pukul 13.45 WITA (sekitar 30 jam setelah percikan api pertama), KMP Tampomas II tenggelam ke dasar Laut Jawa untuk selamanya, bersama 288 korban tewas di Dek Bawah.

    EVAKUASI DAN AFTERMATH


    Tanggal 25 Januari Pukul 23.00 WITA Syahbandar Ujungpandang (Pelabuhan Pangkalan Hatta), menerima berita dari KMP Wayabula, bahwa KMP Tampomas II terbakar di sekitar Perairan Kepulauan Masalembo, 220 Mil dari Ujungpandang. KMP Wayabula sendiri mendapat kabar dari KMP Sangihe yang sedang memberikan pertolongan kepada para korban KMP Tampomas II.

    Nakhoda KMP Sangihe, Kapten Agus KS mengaku melihat Kepulan Asap sejak Pukul 06.00 WITA. Dengan spontan mereka mengarahkan kapal ke arah tersebut. 90 menit kemudian, sekitar 100 mil dari sumber asap, barulah dapat dipastikan bahwa KMP Tampomas II terbakar. Berita S.O.S segera dikirimkan ke Surabaya dan mendapat balasan agar mengawasi keadaan kapal dan mengkoordinir Tim SAR dari kapal lainnya. Namun akibat cuaca yang kurang bersahabat, sehari semalam KMP Sangihe hanya dapat menyelamatkan 149 orang.

    Tanggal 26 Januari Pagi, KMP Sangata yang bermuatan Kayu sedang menuju Pagetan, Kalimantan Selatan untuk kemudian menuju Korea. Namun, mereka berhasil menangkap berita S.O.S dari Radio Surabaya atas dasar siaran dari KMP Sangihe, sehingga mereka mengubah haluan kapal berdasarkan koordinat yang diberikan, dengan kecepatan penuh. Pukul 10.30 WIB, kapal tiba di lokasi dan segera menurunkan jala-jala muat di kiri-kanan lambung kapal sepanjang 200 meter dan mencoba menghubungi KMP Tampomas II di bagian haluan.

    Tanggal 26 Januari Malam, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Sekditjen PERLA) J.E. Habibie mengumumkan dalam Siaran TVRI bahwa KMP Tampomas II mengalami Kebakaran Kecil namun telah berhasil diatasi oleh ABK Kapal. Namun demikian, Kapal tetap harus menurunkan Jangkar untuk memperbaiki Mesin Kapal. Sebuah Pengumuman yang sangat menyesatkan dan merugikan, yang ditebus dengan kehilangan ratusan nyawa. J.E. Habibie beralasan bahwa ia mengumumkan demikian bertujuan untuk menenangkan Keluarga Penumpang Kapal. Namun konsekuensi yang dibayar sangat mahal, karena seluruh tenaga penolong dibatalkan karena “ucapannya”.

    Tanggal 28 Januari, KMP Niaga XXIX merapat di Dermaga Pangkalan Hatta Ujungpandang, membawa 56 Orang Korban, 5 diantaranya berupa Jenazah. Kemudian menyusul KMP Sangata, membawa 169 Orang Korban, 1 diantaranya berupa Jenazah Anak Kecil.

    Tanggal 29 Januari, KMP Ilmamui membawa 34 Orang Korban, semuanya dalam keadaan hidup. Menyusul KMP Adhiguna Kurnia, membawa 21 orang korban yang semuanya dalam keadaan hidup, namun cacat karena KMP Adhiguna Kurnia merapatkan badan kapal dengan KMP Tampomas II yang terbakar, sehingga banyak yang terjepit.

    Sampai tanggal 29 Januari Tim SAR gagal melakukan pencarian karena besarnya badai laut, dan 5 hari kemudian 80 orang yang selamat dalam sekoci ditemukan 150 km dari lokasi kejadian karamnya Tampomas. Estimasi tim menyebutkan 431 tewas (143 ditemukan mayatnya dan 288 karam bersama kapal) dan 743 berhasil diselamatkan.

    Tanggal 30 Januari, KMP Thamrin membawa 30 Jenazah, hanya seorang yang hidup termasuk Gadis Cilik berusia 3 Tahun. Menyusul kemudian KMP Wayabula membawa 36 korban dan 3 Jenazah.

    Hari Terakhir tanggal 31 Januari, KMP Brantas yang datang dari Surabaya dengan Tenaga Pengobatan, menjaring 35 Jenazah, dan 1 Korban Kritis. Yang terakhir, Kapal Ivy berbendera Inggris, menyelamatkan 1 orang korban.

    Tak ada pejabat yang bertanggung jawab, semuanya berujung dengan kesalahan awak kapal. Hasil penyidikan Kejaksaan Agung yang menugaskan Bob Rusli Efendi Nasution sebagai Kepala Tim Perkara pun tidak ada tuntutan kepada pejabat yang saat itu memerintah, salah satunya J.E. Habibie selaku Sekditjen PERLA. Skandal ini kemudian ditutup-tutupi oleh pemerintahan Suharto-Habibie, kendati banyak tuntutan pengusutan dari sebagian anggota parlemen. Dalam suatu acara dengar pendapat yang diadakan oleh DPR-RI tentang kasus ini, Menteri Perhubungan menolak permintaan para wakil rakyat untuk menunjukkan laporan Bank Dunia yang merinci pembelian kapal bekas seharga US$ 8.3 Juta itu. Makelar kapal Tampomas II — Gregorius Hendra yang mengatur kontrak pembelian antara Jepang dan pemerintah Indonesia itu juga lepas dari tuntutan Kejaksaan Agung.

    ===============================
    Sumber :D
    Tidak semua yang anda lihat, dengar dan rasakan adalah benar dan kenyataan. Kadang sesuatu yang tak terlihat, tak terdengar dan tak dapat dirasakan adalah kebenaran yang nyata

  2. #2

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    PALEMBANG
    Posts
    9
    Thank(s)
    0/2
    Rep Power
    0

    Default

    ......Itulah Indonesia Raya.....

  3. #3

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    ~Kutek~
    Posts
    1,384
    Thank(s)
    0/360
    Rep Power
    8

    Default

    wah.... turut priatin gan..... walo dah lama....

    Klo soal pemerintah yg tak bertanggungjawab..... tu merupakan ciri Indonesia.....

  4. #4

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    Pinggir Sawah
    Posts
    35
    Thank(s)
    0/5
    Rep Power
    0

    Default

    Indonesia tanah air ku tanah tumpah darahku..

    begitu banyah darah tertumpah di negri ini..

    ......itulah indonesia

  5. #5

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Milano
    Posts
    496
    Thank(s)
    0/273
    Rep Power
    0

    Default

    Hobi membeli barang bekas untuk pelayanan umum...
    Yang disalahkan .?????

  6. #6

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Jakarta
    Posts
    159
    Thank(s)
    0/247
    Rep Power
    0

    Default

    tambah aja dosa-dosa bangsa ini yang terungkap...
    walaupun sudah berselang lama ..tapi hebatnya sampe sekarang tidak ada satupun dari keluarga korban yang menuntut akan musibah ini..tanya kenapa?

  7. #7

    Join Date
    Sep 2009
    Location
    Bandung
    Posts
    46
    Thank(s)
    0/2
    Rep Power
    0

    Default

    informasi menarik... tapi ya begitulah indonesia..

  8. #8

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    Hakurei Shrine
    Posts
    8,762
    Thank(s)
    0/6,518
    Rep Power
    44

    Default

    mirip2 Titanic, kurang perahu penyelamat sisa penumpangnya tinggal nunggu nasib
    Last edited by Lyco; 11-09-2009 at 08:00 AM.

    Even if you do not forgive the world, I will forgive you.
    So please tell me. What will it take for you, to forgive me?

  9. #9
    ★- Rest In Pieces - ★ pandakadabra's Avatar

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    ~Bamboo Forest~
    Posts
    1,446
    Thank(s)
    0/5,415
    Rep Power
    11

    Default

    Menenggelamkan pemerintahan Soeharto memang lebih sulit daripada menenggelamkan KMP Tampomas II.


    Quote Originally Posted by kzha View Post
    Tanggal 26 Januari Malam, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Sekditjen PERLA) J.E. Habibie mengumumkan dalam Siaran TVRI bahwa KMP Tampomas II mengalami Kebakaran Kecil namun telah berhasil diatasi oleh ABK Kapal. Namun demikian, Kapal tetap harus menurunkan Jangkar untuk memperbaiki Mesin Kapal. Sebuah Pengumuman yang sangat menyesatkan dan merugikan, yang ditebus dengan kehilangan ratusan nyawa. J.E. Habibie beralasan bahwa ia mengumumkan demikian bertujuan untuk menenangkan Keluarga Penumpang Kapal. Namun konsekuensi yang dibayar sangat mahal, karena seluruh tenaga penolong dibatalkan karena “ucapannya”.
    Dusta putih yg membawa petaka...
    Emang dia pikir nyawa manusia gada artinya dibanding KMP Tampomas II???

  10. #10

    Join Date
    Nov 2008
    Location
    RiverSide
    Posts
    307
    Thank(s)
    0/645
    Rep Power
    0

    Default

    wah parah..... tuh para pejabat2 pada sembunyi tangan...... orang2 kayak gtu mesti di

Page 1 of 3 123 LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia