Page 1 of 6 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 52

Thread: Karakter Konsumen Indonesia
http://idws.in/42780

  1. #1

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    Location
    Posts
    1,323
    Thank(s)
    2/337
    Rep Power
    6

    Default Karakter Konsumen Indonesia

    sorry banget kk klo repost...

    Show
    Karakter #1: BERPIKIR JANGKA PENDEK.
    Ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir
    jangka pendek dan sulit diajak berpikir jangka panjang salah satu
    cirinya adalah dengan mencari yang serba Instant.

    Produk semacam Extra Joss,Hemaviton Jreng,Indomie dsbnya laris manis.

    Sebaliknya masih sangat susah sekali memasarkan asuransi pada
    sebagian besar penduduk indonesia karena konsumen cenderung
    enggan melakukan investasi (dalam bentuk apapun) yang hasilnya
    bisa dinikmati mungkin belasan tahun ke depan.

    Salah satu strategi yang masih ampuh untuk konsumen berpikiran pendek
    adalah dengan memberikan Discount dan hadiah langsung.
    Survei AC Nielsen menunjukkan 76% pembeli menyukai diskon harga
    dan 18% menyukai hadiah langsung.



    Karakter #2: TIDAK TERENCANA.
    Konsumen Indonesia termasuk konsumen yang tidak terbiasa me-
    rencanakan sesuatu. Sekalipun sudah,tapi mereka akan mengambil
    keputusan pada saat-saat terakhir.
    Kebiasaan ini mirip dengan kebiasaan konsumen kelas satu.
    Namun jika kebiasaan pertama tidak melihat jauh ke depan,
    kebiasaan kedua ini tidak menyiapkan sesuatu jauh di belakang.

    Mungkin rata-rata kita kuliah dulu juga mengenal SKS
    (sistem kebut semalam)dalam belajar atau dalam menyelesaikan
    tugas-tugas tertentu.
    Termasuk dalam mendaftar seminar sampai membayar tagihan,
    semua dilakukan dalam waktu yang mepet.

    Salah satu bentuk perilaku konsumen yang tidak punya rencana adalah
    terjadinya IMPULSE BUYING (membeli tanpa rencana / spontan membeli
    ketika tertarik dengan sebuah produk).

    Berdasarkan survei Nielsen,ternyata 85% pembelanja ritel modern
    cenderung untuk berbelanja sesuatu yang tidak direncanakan.

    Strategi yang paling baik untuk karakter ini adalah dengan membuat
    display semenarik mungkin dan strategis tempatnya atau bisa juga
    dibantu dengan SPG.



    Karakter #3: SUKA BERKUMPUL
    Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita,
    sampai adanya istilah “mangan ora mangan ngumpul” dalam masyarakat jawa.

    Strategi paling efektif untuk karakter ini adalah strategi komunikasi Word of mouth, ini terbukti dari riset para pembeli rumah lewat KPR, awareness tertinggi konsumen terhadap produk KPR bukanlah berasal dari iklan atau brosur, tetapi justru datangdari teman atau relasi. Hal serupa juga terjadi dalam pembelian minyak pelumas.

    Kesuksesan yang di raih Amanda brownies dan Kartika Sari dari Bandung
    juga mengandalkan strategi ini. Kata kunci dari strategi word of mouth ini
    adalah terletak pada opini leader dari komunitas yang ada.
    Sebab jika sang pemimpin bisa diyakinkan pada sebuah merk, maka dia
    akan memberikan rekomendasi kepada komunitasnya.



    KARAKTER #4: GAGAP TEKNOLOGI.
    Rendahnya penetrasi teknologi tinggi di indonesia menunjukkan bahwa mayoritas konsumen kita relatif masih “gaptek” sehingga adopsi terhadap suatu teknologi relatif jauh lebih lambat.

    Hal ini tampak dalam survei Frontier tentang alasan konsumen tidak menggunakan mobile banking, 32,66% mengatakan tidak tahu mengoperasikannya dan 16,75 menganggapnya tidak aman.
    Begitu juga dengan penetrasi penggunaan internet, baru menyentuh angka 9,0% bandingkan dengan malaysia yang penetrasinya sudah 47,8%.

    Rendahnya tingkat penetrasi produk teknologi tinggi ini berhubungan erat dengan tingkat pendidikan masyarakat kita. Namun jangan pesimis dulu.
    Sebab,konsumen yang berusia muda kini lebih adaptif dengan teknologi baru
    karena dorongan arus globalisasi. Sayangnya,daya beli mereka tidak begitu tinggi. Untuk mengatasi masalah daya beli ini, pemasar bisa mengusung strategi PRICE BUNDLING, seperti yang di lakukan Fren, Esia,Flexi dan yang lainya.

    Bisa juga dengan mempermudah penggunaanyaseperti yang dilakukan
    oleh Nokia.



    KARAKTER #5: ORIENTASI PADA KONTEKS.
    Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya.
    Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik
    ketimbang hal itu sendiri.

    Tiga ciri spesifik konsumen kita dalam menyerap informasi.
    >Pertama, memiliki minat baca yang rendah.
    >Kedua,memilih segala sesuatu-baik dari membaca atau menonton
    yang ringan dan menghibur.
    >Ketiga, mudah diubah persepsinya.

    Dampak dari ciri tersebut terhadap perilaku komsumsi orang Indonesia
    dibuktikan dengan layanan informasi SMS yang didominasi layanan
    ring tones dan musik.Selain itu tampak pula dengan tingginya rating
    acara-acara infotainment.

    Keengganan membaca juga menyebabkan konsumen kurang
    memperhatikan informasi yang terdapat pada suatu produk.

    Banyak produk farmasi yang mempunyai kandungan yang sama persis
    dan fungsi yang sama tetapi karena cara komunikasinya berbeda,
    akhirnya persepsi yang tercipta lain pula.

    Sekitar 99% konsumen kita tidak mengerti kandungan obat bebas.



    Karakter #6: SUKA MERK LUAR NEGERI

    Soal menyamar, kita bisa belajar dari Polytron. Sebab sudah 28 tahun produk
    elektronika asli dalam negeri ini “menyamar” sebagai merek mancanegara,
    dan cukup berhasil. Kenapa harus menyamar alasanya menyangkut image dan kualitas merek luar negeri yang dipersepsi lebih baik dan bergengsi dibandingkan buatan Indonesia.

    Penjajahan selama berabad-abad,mau tidak mau memang membuat bangsa Indonesia sering memandang inferior terhadap diri sendiri atau bisa juga karena sifat gengsi sehingga membuat merek-merek dari luar negeri begitu mendominasi pasar Indonesia dibandingkan merek lokal.

    Untunglah,sekarang sudah mulai banyak merek lokal yang unjuk gigi dipasar domestik walaupun beberapa diantaranya harus dengan cara menyamar seperti Polytron, Detron,Stanley Adams dll.



    Karakter #7: RELIGIUS

    Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama.Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama,ulama atau pendeta. Konsumen juga suka dengan produk yang mengusung simbol-simbol agama.

    Sudah lama para pelaku bisnis memanfaatkan simbol-simbol agama dalam melakukan strategi pemasaranya.

    Promag adalah contoh sukses yang memanfaatkan hal itu.Berkembangnya bank syariah di Indonesia juga tidak terlepas dari ciri konsumen
    Indonesia yang peduli pada agama,begitu juga dengan asuransi syariah,
    pegadaian syariah dll.

    Kepedulian konsumen soal agama juga tercermin dari perilaku mereka dalam memilih
    produk yang berlabel halal walaupun kadang harus membayar lebih mahal.


    Karakter #8: GENGSI

    Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun.

    Menurut Handi Irawan D, ada tiga budaya yang menyebabkan gengsi.
    Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer.
    Budaya feodal yang masih melekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial dan akhirnya terjadi “pembrontakan” untuk cepat naik kelas.
    Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan sehingga
    mendorong untuk saling pamer.

    Banyak sekali produk yang sukses di Indonesia dengan memanfaatkan sifat gengsi ini, Mercedes-Benz, BMW, Nokia Communicator dan lain sebagainya. Karena dengan membeli produk yang mahal,kesuksesan yang mereka peroleh dapat dilihat oleh orang lain.



    Karakter #9: KUAT DI SUBCULTURE

    Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri,
    namun unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.

    Pada produk-produk tertentu,ada hal yang bersifat lokal yang memang
    harus diperhatikan.

    Contohnya,orang Jawa suka manis, orang Padang suka yang pedas,
    orang Batak suka bicara keras,orang Semarang suka menawar dll.

    Strategi pemasaran yang bisa di pakai adalah dengan membuat konten-konten lokal untuk kegiatan komunikasi atau dengan memperkuat aktifitas below the line di daerah dengan mengadopsi budaya lokal sehingga lebih mudah diterima konsumen setempat.

    Karakter #10: KURANG PEDULI LINGKUNGAN

    Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurangpedulian
    mereka terhadap isu lingkungan.Tetapi jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat,terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.

    Sebaliknya,akan susah sekali memasarkan produk dengan tema ramah lingkungn untuk kalangan bawah.


    skali lgi maap klo repost...iss:

  2. Who Said Thanks:


  3. #2

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Indonesia
    Posts
    4
    Thank(s)
    0/0
    Rep Power
    0

    Default

    nice info gan and cukup menarik.

    Cheers

  4. #3

    Join Date
    May 2008
    Location
    nCA_lBGne6o
    Posts
    3,695
    Thank(s)
    0/1,827
    Rep Power
    8

    Default

    Btw gw baru tau Polytron asli dalam negeri.

  5. #4

    Join Date
    Apr 2009
    Location
    Graveyard_Squad
    Posts
    613
    Thank(s)
    0/2,655
    Rep Power
    6

    Default

    POLYTRON MADE IN INA
    tp kualitasnya bisa dibilang bagus kok!
    So jgn mlu pke ne produk.Bkn promosi ya.Hehehe

  6. #5

    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Jakarta
    Posts
    355
    Thank(s)
    0/46
    Rep Power
    0

    Default

    Makanya di Indo banyak banget org yang gampang ikutin trend, kyk ada BB lgsg beli BB. Ada 3g lgsg cari hp 3G smua, padahal itu gak bisa diblang teknologi baru, ya beginilah negeri kita...

  7. #6

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    jakarta
    Posts
    287
    Thank(s)
    0/1
    Rep Power
    0

    Default

    nice threads...jd nambah pengetahuan nih tentang karakter konsumen indonesia

  8. #7

    Join Date
    Mar 2009
    Location
    -
    Posts
    293
    Thank(s)
    0/360
    Rep Power
    0

    Default

    Betul banget.

    Sekarang banyak yg beli BB, iPhone, tapi sebenarnya fungsi utamanya itu apa aja nggak tau.

    Padahal cuma dibuat kirim sms ama dengerin lagu aja beli BB. - -a

  9. #8

    Join Date
    Aug 2008
    Location
    OctopusGarden
    Posts
    567
    Thank(s)
    0/202
    Rep Power
    6

    Default

    polytron apa maspion sih??




    bener semua tuh...
    emang indonesia negara konsumtif....

  10. #9

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    Jogja
    Posts
    589
    Thank(s)
    0/522
    Rep Power
    5

    Default

    betul tuh
    masyarakat kita cenderung tidak memiliki dasar yang kuat ketika membeli sesuatu
    biasanya mengikuti trend padahal tidak perlu
    contohnya: beli BB padahal ngga beli BB kan ngga bikin mati
    punya hp yg penting bisa nelpon & sms

  11. #10

    Join Date
    Mar 2009
    Location
    surabaya
    Posts
    342
    Thank(s)
    0/23
    Rep Power
    0

    Default

    iy bener nih, tp bb jg ada bagusnya kq. email compressionnya bagus, jadi klo buka email banyak masih bisa..

Page 1 of 6 12345 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia