Page 1 of 61 123451151 ... LastLast
Results 1 to 10 of 607

Thread: Hachiko: A Dog's Story [2009]
http://idws.in/61952

  1. #1

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    Designer IDWS
    Posts
    119
    Thank(s)
    8,107/14,037
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    0

    Default Hachiko: A Dog's Story [2009]

    Hachiko: A Dog's Story (2009) iTalian dub



    Hachiko: A Dog's Story (2009)

    Genre: Dramas

    http://www.imdb.com/title/tt1028532/

    Synopsis: Many people missed out on the charming gem THE HOAX, but this family drama reunites actor Richard Gere and director Lasse Halström. Born out of real-life events, HACHIKO: A DOG’S STORY tells the tale of Hachiko, a faithful dog who would walk his owner to and from the train station every day. But when the man unexpectedly dies, Hachiko continues his daily routine of waiting for his master at the train station for the next nine years, becoming a fixture in the community.

    Starring: Richard Gere, Joan Allen, Sarah Roemer
    Director: Lasse Hallström
    Screenwriter: Stephen Lindsey
    Producer: Richard Gere, Bill Johnson, Vicki Shigekuni Wong, Paul Mason

    IDWS Link sudah termasuk eng sub di dalamnya...

    You must click 'Thank You' before you can see the data contained here.
    You do not have sufficient rights to see the hidden data contained here.

    Code:
    Undub atau versi english...
    Mirror (AVI) + indo subtitle


    Hachiko Monogatari (1987) >> versi original (jepang)
    Foto Langka Momentum Kematian Hachiko

    Hachiko: A Dog's Story [2009] BluRay.720p.HD 548 mb
    Hachi: A Dog’s Tale (2009) BluRay 720p 600MB Ganool
    Hachi: A Dog’s Tale (2009) BluRay 720p 600MB Ganool

    Hachi: A Dog's Tale (2009) BRRip 480p – 445MB
    Last edited by TerakuNomiya; 28-04-2014 at 09:40 AM.
    TerakuNomiya Photography Blog
    Reply With Quote Reply With Quote

  2. Who Said Thanks:

    There are too many to display.

  3. #2

    Join Date
    Jul 2009
    Location
    cybertron200
    Posts
    500
    Thank(s)
    13/1,962
    Rep Power
    6

    Default

    Kok bisa ya cuma anjing yang duduk deket tempat kereta bisa bikin sekota jadi gitu?
    Last edited by bumblebee200; 24-01-2010 at 08:27 AM.
    Reply With Quote Reply With Quote

  4. #3

    Join Date
    Sep 2008
    Location
    Depan Komputer
    Posts
    411
    Thank(s)
    67/1,321
    Rep Power
    0

    Default

    Show cerita

    Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor doggy. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor doggy kepada tuannya.

    Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor doggy kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan doggy dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun.

    Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali.. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

    Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

    Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
    Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

    Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan doggynya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

    Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada doggynya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan," saya akan menunggu tuan kembali."

    " doggy manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!" teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

    Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,"guukh!"
    Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

    Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

    Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
    Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

    Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan doggy itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

    Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

    Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

    Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi doggy itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

    Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor doggy yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor doggy yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

    Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor doggy yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. doggy itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

    Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan doggy itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.

    Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan doggy itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiko saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiko pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.

    Film ttg kisah hachiko dibuat d jepang tahun 1987 dgn judul "Hachiko Monagatari". Film ini byk memperoleh penghargaan...
    Dan saat ini versi hollywoodnya sedang dbuat dgn judul "Hachiko : A Dog's Story" (Starring and Co-Producted by Richard Gere).
    Last edited by annisasafanta1; 17-10-2012 at 03:57 AM.
    Reply With Quote Reply With Quote

  5. Who Said Thanks:

    There are too many to display.

  6. #4

    Join Date
    Apr 2009
    Location
    Surabaya
    Posts
    7
    Thank(s)
    4/9
    Rep Power
    0

    Default

    Hiks, hachiko..
    Btw ada yg tau ga anjing jenis apaan yg maen di film versi richard gere?
    Lucu bgt anjingnya...
    Reply With Quote Reply With Quote

  7. Who Said Thanks:


  8. #5

    Join Date
    Sep 2008
    Location
    Depan Komputer
    Posts
    411
    Thank(s)
    3/1,321
    Rep Power
    0

    Default

    yg nonton, ga nangis tuh boong....

    sayang suara na bhs itali (bener ga?)

    Jenis anjing na Akita Inu
    Reply With Quote Reply With Quote

  9. Who Said Thanks:


  10. #6

    Join Date
    Apr 2009
    Location
    Surabaya
    Posts
    7
    Thank(s)
    5/9
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by EtherUnion View Post
    yg nonton, ga nangis tuh boong....

    sayang suara na bhs itali (bener ga?)

    Jenis anjing na Akita Inu
    Oh, kirain salmoyet bro, thx infonya yah..
    ga ada yang jual donk di indo klo gt ~_~
    Reply With Quote Reply With Quote

  11. Who Said Thanks:


  12. #7

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    HERE eARTH
    Posts
    107
    Thank(s)
    8/63
    Rep Power
    0

    Default

    Iyee gw udah lama denger nih cerita di jepang,..
    terharu gw anjing setianya ampe bgt,....
    Reply With Quote Reply With Quote

  13. #8

    Join Date
    Sep 2008
    Location
    Indonesia
    Posts
    688
    Thank(s)
    2/3,752
    Rep Power
    6

    Default

    bro ini dubbing itali ?
    wah tadi baru liat iklannya di bioskop.
    tp tega ga ya gue nontonnya
    baca cerita hachinko beneran aja udah nangis, apalagi nonton filmnya :S
    Reply With Quote Reply With Quote

  14. Who Said Thanks:


  15. #9

    Join Date
    Sep 2008
    Location
    Depan Komputer
    Posts
    411
    Thank(s)
    2/1,321
    Rep Power
    0

    Default

    bused itu nge post Triple Kill @_@
    dah ada sub english na di dalem
    Reply With Quote Reply With Quote

  16. Who Said Thanks:


  17. #10

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Parijs van Java
    Posts
    656
    Thank(s)
    3/11,154
    Rep Power
    6

    Default

    sayangnya subnya belum bagus/pas bro ...... audio itali pula
    tapi lumyan lah .... ceritanya mengharu biru
    Reply With Quote Reply With Quote

  18. Who Said Thanks:


Page 1 of 61 123451151 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia