Results 1 to 6 of 6

Thread: Orang Indonesia yang berjaya di negeri orang
http://idws.in/68907

  1. #1

    Join Date
    Feb 2010
    Location
    d rumah nami
    Posts
    51
    Thank(s)
    0/41
    Rep Power
    0

    Default Orang Indonesia yang berjaya di negeri orang

    Teman2 sekalian, ini adalah bukti dari kesuksesan orang Indonesia yang sukses di luar negeri. Ini adalah motivasi untuk kita semua... Cekidot

    Show for 1March Boedihardjo

    HONG KONG – Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU)

    March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika.
    Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun(dari 2007).

    Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya.
    March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu.
    Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik.
    Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.




    Show for 2 Prof Nelson Tansu PhD- Pakar Teknologi Nano

    Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano.
    Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.

    Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.

    Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. "Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?" "Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia," katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

    Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita.




    Show for 3Muhammad Arief Budiman MERAH-PUTIH DI SAINT LOUIS

    Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat...

    Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah "dagadu"—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat.
    anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.

    Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutu*an pangan dunia.

    Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.

    Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa "membeli" kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, "Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia," ujarnya.




    Show for 4Prof Dr Khoirul Anwar TERINSPIRASI KISAH FIRAUN

    Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang.

    Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya.
    Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

    Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.Dunia memujinya.
    Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

    Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

    Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

    Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.”

    Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang.




    Show for 5 Dr Warsito P Taruno AKU PULANG AKU BERJUANG AKU MENANG

    Dr Warsito P. Taruno, pendiri dan pemilik Edwar Technology.
    Belasan tahun belajar di luar negeri. Tanpa bantuan pemerintah, penelitian mereka berhasil di Tanah Air.

    Robot itu bernama Sona CT x001. robot yang dibekali dua lengan itu sedang memindai tabung gas sepanjang 2 meter. Di bagian atas robot, layar laptop menampilkan grafik hasil pemindaian. Selasa dua pekan lalu itu, Sona—buatan Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology—sedang diuji coba. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.

    Perusahaan migas Petronas, kata Warsito, tertarik kepada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Selain Sona, Edwar Technology mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.
    Bahkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito.

    ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya).




    Show sumber
    www.tyrips*Forbidden*


    moga2 gk repost..iss:iss:



    Show komen

    Quote Originally Posted by bibiw View Post
    Wow ini pernah di kick andy ya......

    Cerita nya mereka keluar karena menurut mereka ....... mereka kurang di hargai di negri sendiri, istilah kata di sia-sia kan ,

    Bener2 mengenas kan.

    Quote Originally Posted by roniindowebster View Post
    keren banget...

    moga moga mereka bisa dimanfaatkan dalam membangun negara ini...
    soalnya yang aku tahu nasib mereka nggak bisa bagus jika bekerja didalam negeri ini,
    di negara ini pemerintrahnya hanya cari orang yang hanya pinter ngomong daripada yg pinter bekerja...
    Last edited by uun_skill; 10-02-2010 at 10:36 AM.

  2. #2

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    INDONESIA
    Posts
    641
    Thank(s)
    0/342
    Rep Power
    6

    Default

    Wow ini pernah di kick andy ya......

    Cerita nya mereka keluar karena menurut mereka ....... mereka kurang di hargai di negri sendiri, istilah kata di sia-sia kan ,

    Bener2 mengenas kan.

  3. #3

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    malang
    Posts
    448
    Thank(s)
    0/40
    Rep Power
    0

    Default

    keren banget...

    moga moga mereka bisa dimanfaatkan dalam membangun negara ini...
    soalnya yang aku tahu nasib mereka nggak bisa bagus jika bekerja didalam negeri ini,
    di negara ini pemerintrahnya hanya cari orang yang hanya pinter ngomong daripada yg pinter bekerja...

  4. #4

    Join Date
    Feb 2009
    Location
    detikcom HQ
    Posts
    8,012
    Thank(s)
    0/113,369
    Blog Entries
    40
    Rep Power
    17

    Default

    1.March Boedihardjo
    Alamak nii bocah ...
    umur segitu udh bisa Kuliah ...
    jenius banged dah ...

  5. #5

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Jogja-Purwodadi
    Posts
    1,309
    Thank(s)
    0/1,165
    Rep Power
    6

    Default

    sangar euy...orang indonesia ternyata pinter2 juga....salut deh.

  6. #6

    Join Date
    Aug 2009
    Location
    indonesia
    Posts
    319
    Thank(s)
    0/8
    Rep Power
    0

    Default

    wah pinter bangedh.. tu orang bisa bawa nama indonesia ke luar negeri

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia