Results 1 to 9 of 9

Thread: Motif Batik & Maknanya
http://idws.in/70643

  1. #1

    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Indonesia
    Posts
    717
    Thank(s)
    2/2,126
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    6

    Default Motif Batik & Maknanya

    Batik merupakan bagian dari budaya negara kita tercinta, Indonesia. Nah, batik memiliki banyak motif yang melambangkan hal-hal tertentu. Disini akan dijelaskan beberapa motif batik beserta maknanya.



    1. Motif Udan Riris.


    Mengandung makna ketabahan dan harus tahan menjalani hidup prihatin biarpun dilanda hujan dan panas.

    Contoh: Orang hidup berumah tangga, apalagi bagi pengantin baru, harus berani dan mau hidup prihatin ketika banyak halangan dan cobaan, ibaratnya tertimpa hujan dan panas, tidak boleh mudah mengeluh. Segala halangan dan rintangan itu harus bisa dihadapi dan diselesaikan bersama-sama. Suami atau istri merupakan bagian hidup di dalam rumah tangga. Jika salah satu menghadapi masalah maka pasangannya harus ikut membantu menyelesaikan, bukan sebaliknya justru menambahi masalah. Misalkan, apabila suami sedang mendapat cobaan tergoda oleh wanita lain, maka sang istri harus bisa bijak mencari solusi dan mencari permasalahan. Begitu pula sebaliknya jika sang istri mendapat godaan dari pria lain, tentu suami harus bersikap arif tanpa harus menaruh curiga yang berlebihan sebelum ditemukan bukti.



    2. Motif Parangkusuma.


    Mengandung makna hidup harus dilandasi oleh perjuangan untuk mencari keharuman lahir dan batin, ibaratnya keharuman bunga (kusuma).

    Contoh: Bagi orang Jawa, hidup di masyarakat yang paling utama dicari adalah keharuman pribadinya tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku dan sopan santun agar dapat terhindar dari bencana lahir dan batin. Walaupun sulit untuk direalisasikan, namun umumnya orang Jawa berharap bisa menemukan hidup yang sempurna lahir batin. Apalagi di zaman yang serba terbuka sekarang ini, sungguh sulit untuk mencapai ke tingkat hidup seperti yang diharapkan, karena banyak godaan. Di zaman materialistis ini, orang lebih cenderung mencari nama harum dengan cara membeli dengan uang yang dimiliki, bukan dari tingkah laku dan pribadi yang baik.


    3. Motif Parikesit.


    Mengandung makna bahwa untuk mencari keutamaan harus dilandasi dengan usaha keras dan gesit. Tentu usaha keras dan gesit itu tanpa harus meninggalkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Bukan sebaliknya usaha keras dan gesit dengan cara kotor, pasti akan sangat dihindari. Sebab dampak yang ditimbulkan akan sangat berat dan yang jelas pasti akan menjadi bumerang bagi diri-sendiri. Dengan usaha keras dan gesit itulah diharapkan bisa membangun keluarga inti yang sejahtera lahir dan batin.



    4. Motif Kawung.


    Mengandung makna bahwa keinginan dan usaha yang keras akan selalu membuahkan hasil, seperti rejekinya berlipat ganda. Sudah hukum karma, bahwa orang yang bekerja keras pasti akan menuai hasil, walaupun kadang harus memakan waktu yang lama.

    Contoh: seorang petani yang bekerja giat di sawah, jika tidak ada hama yang mengganggu, tentu dia akan memanen hasil padi yang berlipat di kemudian hari. Namun sayang, budaya kerja keras untuk menuai hasil maksimal tidak dilakukan oleh semua orang. Apalagi di zaman sekarang, di mana inginnya serba instan, orang ingin cepat kaya tanpa harus bekerja keras. Ingin cepat kaya dengan cara korupsi, merampok, menipu, dan segala tindakan cela lainnya. Kebiasaan untuk bekerja keras untuk menuai hasil yang maksimal sudah sering diajarkan oleh nenek moyang kita orang Jawa sejak dulu. Kerja keras untuk menghasilkan rejeki berlipat akan lebih bermakna jika dibarengi dengan sikap hemat, teliti, cermat, dan tidak boros.



    5. Motif Truntum.


    Mengandung makna tumbuh dan berkembang. Demikianlah, orang Jawa selalu mendambakan bagi setiap keluarga baru supaya segera mempunyai keturunan yang akan dapat menggantikan generasi sebelumnya. Generasi baru itulah yang akan menjadi tumpuan setiap keluarga baru yang baru menikah untuk meneruskan segala harapan dan cita-cita keluarga sekaligus sebagai generasi penerus secara biologis yang mewarisi sifat-sifat keturunan dari sebuah keluarga baru. Harapan itu selalu muncul saat keluarga baru terbentuk. Ungkapan-ungkapan seperti segera mendapatkan keturunan yang solih dan solihah, berguna bagi keluarga, masyarakat, agama, dan negara sering terdengar saat ada upacara pernikahan. Sebab memang dari keluarga baru itulah diharapkan akan berkembang keluarga-keluarga baru lainnya. Sementara sumber lain mengatakan bahwa motif truntum ini awal mulanya diciptakan oleh kerabat kerajaan Surakarta yang sedang sedih hatinya karena merasa diabaikan oleh raja. Di tengah kesendirian itulah ia melihat di langit di tengah malam banyak bintang gemerlap menemani dirinya dalam kesepian. Insipirasi itulah yang ditangkap dan dituangkan dalam motif batik.



    6. Motif Sidaluhur.


    Mengandung makna keluhuran. Bagi orang Jawa, hidup memang untuk mencari keluhuran materi dan non materi. Keluhuran materi artinya bisa tercukupi segala kebutuhan ragawi dengan bekerja keras sesuai dengan jabatan, pangkat, derajat, maupun profesinya. Keluhuran materi yang diperoleh dengan cara yang benar, halal, dan sah tanpa melakukan kecurangan atau perbuatan yang tercela seperti korupsi, merampok, mencuri, dan sebagainya. Sebab walaupun secara materi merasa cukup atau bahkan berlebihan, namun jika harta materi itu diperoleh secara tidak benar, tidak halal, itu tidak bisa dikatakan bisa mencapai keluhuran secara materi. Keluhuran materi akan lebih bermakna lagi apabila harta yang dimiliki itu bermanfaat bagi orang lain dan bisa diberikan dalam berbagai bentuk seperti sumbangan, donasi, hibah, dan sebagainya. Sementara keluhuran budi, ucapan, dan tindakan adalah bentuk keluhuran non materi. Orang yang bisa dipercaya oleh orang lain, atau perkataannya sangat bermanfaat kepada orang lain tentu itu akan lebih baik daripada perkataannya tidak bisa dipegang orang lain dan tidak dipercaya orang lain. Orang yang sudah bisa dipercaya oleh orang lain adalah suatu bentuk keluhuran non materi. Orang Jawa sangat berharap hidupnya kelak dapat mencapai hidup yang penuh dengan nilai keluhuran.



    7. Motif Sidamukti.


    Mengandung makna kemakmuran. Demikianlah bagi orang Jawa, hidup yang didambakan selain keluhuran budi, ucapan, dan tindakan, tentu agar hidup akhirnya dapat mencapai mukti atau makmur baik di dunia maupun di akhirat. Orang hidup di dunia adalah mencari kemakmuran dan ketentraman lahir dan batin. Untuk mencapai kemakmuran dan ketentraman itu niscaya akan tercapai jika tanpa usaha dan kerja keras, keluhuran budi, ucapan, dan tindakan. Namun untuk mencapai itu semua tentu tidaklah mudah. Setiap orang harus bisa mengendalikan hawa nafsu, mengurangi kesenangan, menggunjing tetangga, berbuat baik tanpa merugikan orang lain, dan sebagainya, agar dirinya merasa makmur lahir batin. Kehidupan untuk mencapai kemakmuran lahir dan batin itulah yang juga menjadi salah satu dambaan masyarakat Jawa dan tentu juga secara universal.



    8. Motif Megamendung


    Pada bentuk Megamendung bisa kita lihat garis lengkung yang beraturan secara teratur dari bentuk garis lengkung yang paling dalam (mengecil) kemudian melebar keluar (membesar) menunjukkan gerak yang teratur harmonis. Bisa dikatakan bahwa garis lengkung yang beraturan ini membawa pesan moral dalam kehidupan manusia yang selalu berubah (naik dan turun) kemudian berkembang keluar untuk mencari jati diri (belajar/menjalani kehidupan sosial agama) dan pada akhirnya membawa dirinya memasuki dunia baru menuju kembali kedalam penyatuan diri setelah melalui pasang surut (naik dan turun) pada akhirnya kembali ke asalnya (sunnatullah). Sehingga bisa kita lihat bentuk megamendung selalu terbentuk dari lengkungan kecil yang bergerak membesar terus keluar dan pada akhirnya harus kembali lagi menjadi putaran kecil namun tidak boleh terputus. Terlepas dari makna filosofi bahwa Megamendung melambangkan kehidupan manusia secara utuh sehinga bentuknya harus menyatu. Dilihat dari sisi produksi memang mengharuskan kalau bentuk garis lengkung megamendung harus bertemu pada satu titik lengkung berikutnya agar pada saat pemberian warna pada proses yang bertahap (dari warna muda ke warna tua) bisa lebih memudahkan.


    9. Parang Barong


    Motif batik ini berasal dari kata “batu karang” dan “barong” (singa). Parang Barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya motif ini hanya boleh digunakan untuk Raja, terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi.

    Motif ini diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta.

    Kata barong berarti sesuatu yang besar, dan ini tercermin pada besarnya ukuran motif tersebut pada kain. Motif Parang Rusak Barong ini merupakan induk dari semua motif parang. Motif ini mempunyai makna agar seorang raja selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri

    __________________________________________________ __________________________________________________ ____________________________


    Sebenernya masih banyak lagi, tapi kapan-kapan baru ditambah. Ini dibuat juga karena lagi nyari contoh-contoh motif batik. Biar ngga bolak-balik nyari kalo butuh gw jadi kepikiran buat thread di IDWS deh .

    Sorry kalo uda ada yang buat thread kaya ini sebelumnya. Gw cuma pingin berbagi pengetahuan sambil sekalian ngerjain tugas aja. iss:
    Last edited by bighendz; 09-07-2012 at 06:00 PM.

  2. Who Said Thanks:


  3. #2

    Join Date
    Dec 2009
    Location
    Pontianak
    Posts
    328
    Thank(s)
    0/4,544
    Rep Power
    0

    Default

    Wew, ternyata batik banyak model/motif nya ya?
    Gw kira cuma ukir2an aja
    Ada arti2nya lagi
    Mantap gan thread nya
    Budayakan produk Indonesia iss:

    Pertamax uda gw amanin

  4. #3

    Join Date
    Jan 2009
    Location
    ladang belalang
    Posts
    4,063
    Thank(s)
    0/725
    Blog Entries
    56
    Rep Power
    8

    Default

    ternyata dibalik motif batik ada makna tersirat

    bisa berguna nih buat temen gw yg skripsinya museum batik

    tks bang
    visit my blog -> http://dejivrur.blogspot.com/
    twitter : @dejivrur instagram : @dejivrur

  5. #4

    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Promised land
    Posts
    6,254
    Thank(s)
    0/115,326
    Rep Power
    0

    Default



    btw tiap daerah kan punya corak khas batik tertentu, kayak batik solo pasti beda sama batik jogja..

    biasanya klo jogja suka pake unsur2 garuda, secara lambang keraton jogja

  6. #5

    Join Date
    Sep 2009
    Location
    bandung
    Posts
    2,539
    Thank(s)
    0/8,123
    Blog Entries
    1
    Rep Power
    6

    Default

    nambah pengetahuan nih, kirain batik cuman orat-oret doang, ternyata ada nilai filosofis-nya ya... hmmmm menarik

  7. #6

    Join Date
    Jan 2009
    Location
    ladang belalang
    Posts
    4,063
    Thank(s)
    0/725
    Blog Entries
    56
    Rep Power
    8

    Default

    oh iya nih, motif batik spt di atas udah pakem mati sama warnanya ya?
    maksudnya kalau batik emas dibikin pake motif di atas bisa gak sih?
    gw seneng banget liat batik emas... jadi pengen punya satu nih...
    visit my blog -> http://dejivrur.blogspot.com/
    twitter : @dejivrur instagram : @dejivrur

  8. #7

    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    347
    Thank(s)
    0/154
    Rep Power
    0

    Default

    denger2 setiap kabupaten / kota dianjurkan punya batik sendiri, bener gak ya

    di surabaya bikin batik mangrove ktanya, bentuknya gak tau gmn. artinya apa pula.

    btw pola 1 n 3 gak keliatan gambarnya

  9. #8

    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Indonesia
    Posts
    717
    Thank(s)
    0/2,126
    Blog Entries
    7
    Rep Power
    6

    Default

    Quote Originally Posted by cukopara View Post
    saya pernah denger motif namanya Parang Rusak...
    itu maknanya apa ya?
    Ini yang berhasil gw temukan:

    Parang Rusak yang biasa digunakan prajurit setelah perang, untuk memberitahu Raja bahwa mereka telah memenangkan peperangan.
    Motif parang sendiri dulunya juga cuma boleh dipake ama tingkatan prajurit ke atas. Jadi mungkin secara umum menggambarkan tentang tingkatan dalam militer ato hal-hal yang berhubungan dengan itu. (jaman dulu Parang Barong cuma boleh dipake raja)


    Kalo gambar yang nomor 1 ama 3 sampe sekarang gw belum nemu gambarnya. Ntar gw update kalo uda nemu.

  10. #9

    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Promised land
    Posts
    6,254
    Thank(s)
    0/115,326
    Rep Power
    0

    Default

    parang rusak salah satu motif batik yg populer juga dijogja loh..

    Show bw killer




    tau kan...

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia