Page 1 of 14 1234511 ... LastLast
Results 1 to 10 of 132

Thread: JEPANG...Raksasa Asia yang patut menjadi suri tauladan bagi bangsa lain.
http://idws.in/86532

  1. #1

    Join Date
    Feb 2010
    Location
    Konoha Village
    Posts
    1,096
    Thank(s)
    9/690
    Rep Power
    5

    Thumbs up JEPANG...Raksasa Asia yang patut menjadi suri tauladan bagi bangsa lain.



    MEREKA yang pernah mendaki Gunung Fuji layak disebut orang bijak. Namun, mereka yang mendaki untuk kedua kalinya layak disebut orang bodoh. (Rahasia Pepatah Jepang).

    Fuji yang berketinggian 3.776 meter merupakan simbol bagi masyarakat Negeri Sakura. Gunung yang dikeramatkan orang Jepang yang berarti ”keabadaian” ini adalah simbol pembangkit semangat bagi masyarakat Jepang untuk terus berpikir kreatif, terlebih ketika keadaan kian mustahil. Inilah salah satu mengapa orang Jepang sukses menguasai dunia meski memiliki segunung kekurangan. Fakta itulah yang diungkapkan Ann Wan Seng dalam bukunya, Rahasia Bisnis Orang Jepang: Belajar dari Langkah Raksasa Sang Nippon Menguasai Dunia (terbitan 2006).

    Dalam buku itu Wan Seng menggambarkan bagaimana orang Jepang yang berfisik kecil bisa mengalahkan mereka yang berasal dari Barat. Setelah bom atom Amerika menghunjam di jantung kota Jepang pada 1945, semua pakar ekonomi saat itu memastikan Jepang akan segera bangkrut. Namun, prediksi itu meleset. Dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, Jepang mampu bangkit dan bahkan menyaingi perekonomian negara yang menyerangnya. Terbukti, pendapatan per kapita dan taraf hidup rakyat Jepang menempati posisi kedua tertinggi di dunia. Pada pertengahan era 1990-an, produk nasional bruto (PNB) Jepang mencapai USD37,5 miliar.



    Angka tersebut sekaligus menempatkan posisi Jepang di belakang Swiss yang memiliki PNB tertinggi di dunia sebesar USD113,7 miliar. Selain itu, Jepang tidak memiliki utang luar negeri. Dalam pandangan orang Jepang, kekalahan dapat ditebus dengan kemenangan dan keberhasilan dalam bidang lain. Bangsa Jepang tidak pernah menyerah dengan segala kekurangan dan kelemahan. Meski memiliki sumber daya alam yang sedikit, gempa sering mengancam, orang Jepang berupaya menggunakan segala potensi yang ada untuk membangun negaranya agar sebanding dengan negara yang kaya dengan sumber alam.

    Orang Jepang pandai menempatkan dan memanipulasi segala sumber yang ada sebaik mungkin. Bangsa Jepang cepat dan tanggap bertindak dan tidak menunggu peluang datang, tetapi mencari dan menciptakan sendiri peluang tersebut. Sejatinya, faktor utama kesuksesan bangsa Jepang terletak pada etos kerja, kreativitas, dan paradigma pantang menyerah. Bangsa Jepang dinilai rajin dan optimistis. Prinsip kesungguhan, disiplin ketat, usaha, dan semangat kerja keras (spirit bushido) rakyat Jepang diwariskan secara turun-temurun.

    Kedisiplinan bangsa Jepang dikaitkan dengan harga diri (disiplin Samurai). Sejarah membuktikan, Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun di bawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika Restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Selain menjadi pengimpor minyak bumi, batu bara, biji besi dan kayu, sebanyak 85 persen sumber energi Jepang berasal dari negara lain, termasuk Indonesia.



    Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, ditambah adanya gempa bumi besar di Tokyo. Namun, ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri automotif dan bahkan kereta cepat (shinkansen). Sebenarnya, etos dan budaya kerja orang Jepang tidak jauh beda dengan bangsa Asia lain seperti China dan Korea yang juga pekerja keras. Namun, mengapa bangsa Jepang lebih berhasil dan maju dibandingkan bangsa Asia lain?

    Ternyata, orang Jepang sanggup berkorban dengan bekerja lembur tanpa mengharap bayaran. Mereka merasa lebih dihargai jika diberi tugas pekerjaan yang berat dan menantang. Bagi mereka, jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan besar, otomatis mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Dalam pikiran dan jiwa mereka, hanya ada keinginan untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan mencurahkan seluruh komitmen pada pekerjaan. Pada 1960, rata-rata jam kerja pekerja Jepang adalah 2.450 jam/ tahun.

    Pada 1992 jumlah itu menurun menjadi 2.017 jam/tahun. Namun, jam kerja itu masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata jam kerja di negara lain, misalnya Amerika Serikat (1.957 jam/tahun), Inggris (1.911 jam/tahun), Jerman (1.870 jam/tahun), dan Prancis (1.680 jam/tahun). Ukuran nilai dan status orang Jepang didasarkan pada disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskannya di tempat kerja. Di Jepang, orang yang pulang kerja lebih cepat selalu diberi berbagai stigma negatif, dianggap sebagai pekerja yang tidak penting, malas, dan tidak produktif.

    Bahkan istri-istri orang Jepang lebih bangga bila suami mereka ”gila kerja” bukan ”kerja gila”. Sebab hal itu juga menjadi pertanda suatu status sosial yang tinggi. Untuk melancarkan urusan pekerjaan, orang Jepang memegang teguh prinsip tepat waktu dengan tertib dan disiplin. Kedua elemen itu menjadi dasar kemakmuran ekonomi yang dicapai Jepang sampai saat ini. Seperti pahlawan dalam cerita rakyat Jepang, si samurai buta Zatoichi, Jepang harus memastikan segala-galanya, termasuk rakyatnya, senantiasa bergerak cepat menghadapi perubahan di sekelilingnya.

    Jika semuanya berhenti bergerak, ekonomi Jepang akan runtuh seperti Zatoichi yang luka dan mati karena gagal mempertahankan diri dari serangan musuh. Sebab ia tidak bergerak dan hanya dalam keadaan statis. Ketika para pekerja di negara-negara Barat mengalami penurunan produktivitas, di Jepang justru tampak prestasi yang menakjubkan. Pada 1975 misalnya, setiap sembilan hari seorang pekerja Jepang menghasilkan sebuah mobil seharga 1.000 poundsterling. Sementara pekerja di perusahaan Leyland Motors, Inggris, membutuhkan 47 hari untuk menghasilkan mobil dengan harga yang sama. Seorang pekerja di Jepang rata-rata dapat melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan enam sampai tujuh orang di negara lain.




    Selain itu, budaya malu di Jepang juga menjadi faktor yang cukup menentukan keberhasilan. Malu adalah budaya leluhur dan turun-temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena ”mengundurkan diri” bagi para pejabat yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugas. Orang Jepang juga memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian.



    Sikap antikonsumerisme berlebihan ini tampak dalam berbagai bidang kehidupan. Banyak orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekira pukul 19.30. Sudah menjadi hal biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuh pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Di Jepang, supermarket rata-rata tutup pada pukul 20.00. Di samping itu, loyalitas membuat sistem karier di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Yang tak kalah penting dari budaya bangsa Jepang adalah membaca.

    Di Jepang pada setiap densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Hal lain yang cukup menarik adalah hingga saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata ”tidak” apabila mendapat tawaran dari orang lain.


    Catatan dari TS :
    Semoga kita dapat meniru contoh- contoh yang baik dari sikap dan etitude orang jepang sehingga Bangsa kita lebih maju . KIta bukanlah bangsa yang miskin Kita hanya tidak memiliki sedikit moral untuk maju
    bayangkan jepang itu miskin tapi dia bisa kaya karna memiliku sikap2 yang menuntunnya menjadi bangsa yang kaya
    Semoga kita memiliki sikap tersebut agar Indonesia terus maju dan menjadi Raksasa- Asia selanjutnya.

  2. #2

    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Indonesia
    Posts
    434
    Thank(s)
    0/21
    Rep Power
    0

    Default

    contoh yang baik, bila kita bisa disiplin seperti orang jepang, Indonesia pasti lebih maju dari Jepang

  3. #3

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Jakarta
    Posts
    392
    Thank(s)
    0/218
    Rep Power
    0

    Default

    kalau bisa di contoh oleh orng indonesia g kasih cebol deh

  4. #4

    Join Date
    May 2009
    Location
    HyoYeon Heart
    Posts
    1,226
    Thank(s)
    0/3,613
    Rep Power
    7

    Default

    huaaaahhh..
    itu robot yang bisa masaknya oke bangeett daahh..
    emank jepang tuh ga ada matinya..

    banyak pembelajaran yang bisa diambil dr sana..
    banyak2 buat masa depan bangsa..


    *iihh.. apa banget bahasa ane.

  5. #5

    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Jakarta
    Posts
    236
    Thank(s)
    0/26
    Rep Power
    0

    Default

    klo dilihat bebrapa negara ygn pernah di hantam musibah sampai hancur hancuran memang bisa bangkit kembali jadi suatu kekuatan yang hebat di dunia contoh yah jerman dan jepang simplenya aja

    teori gw dulu sih bahwa kemalangan yg dasyat bisa menimbulkan suatu kenasionalisme yang bisa mempersatukan rakyat dan memajukan bangsa

    apakah indo harus di luluh lantakkan duru baru bisa jadi bangsa besar? apakah kita selama ini sudah keasikkan krn di bilang tanah yang subur penuh kekayaan?

    kadang sedih ngeliat bangsa sendiri saling curi, bunuh, korupsi , apa mereka gak liat ini bangsa sendiri, apapun rasnya apapun kulitnya apapun matapencahariannya
    tapi kita sibuk bunuh2an sendiri sibuk hujatan2 sendiri, sibuk mencuri dari bangsa sendiri

    just my sad opinion, maaf jika tak berkenan

  6. #6

    Join Date
    Apr 2010
    Location
    Indonesia
    Posts
    344
    Thank(s)
    0/8
    Rep Power
    0

    Default

    Jepang emang Negara yang patut di tiru

    gw juga pengen ke sana

    mana cewe nya cakep2

  7. #7

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Indonesia
    Posts
    337
    Thank(s)
    0/1,418
    Rep Power
    0

    Default

    Latar belakang yg membedakan sesuatu dengan sesuatu yg lain

  8. #8

    Join Date
    Jun 2009
    Location
    9x-7i>3(3x-7u)
    Posts
    5,346
    Thank(s)
    0/7,312
    Rep Power
    13

    Default

    Quote Originally Posted by tolos View Post
    klo dilihat bebrapa negara ygn pernah di hantam musibah sampai hancur hancuran memang bisa bangkit kembali jadi suatu kekuatan yang hebat di dunia contoh yah jerman dan jepang simplenya aja

    teori gw dulu sih bahwa kemalangan yg dasyat bisa menimbulkan suatu kenasionalisme yang bisa mempersatukan rakyat dan memajukan bangsa

    apakah indo harus di luluh lantakkan duru baru bisa jadi bangsa besar? apakah kita selama ini sudah keasikkan krn di bilang tanah yang subur penuh kekayaan?

    kadang sedih ngeliat bangsa sendiri saling curi, bunuh, korupsi , apa mereka gak liat ini bangsa sendiri, apapun rasnya apapun kulitnya apapun matapencahariannya
    tapi kita sibuk bunuh2an sendiri sibuk hujatan2 sendiri, sibuk mencuri dari bangsa sendiri

    just my sad opinion, maaf jika tak berkenan
    bner juga sih, semua manusia kyk nya bakal sadar setelah mengalami yg namanya penderitaan....
    We're all made of star-stuff
    - Carl Sagan

  9. #9

    Join Date
    Nov 2009
    Location
    surabaya
    Posts
    523
    Thank(s)
    0/12
    Rep Power
    5

    Default

    nice contoh sejarah masa lalu dijadikan tantangan untuk maju

  10. #10

    Join Date
    Feb 2010
    Location
    On Laptop
    Posts
    471
    Thank(s)
    0/1,679
    Rep Power
    0

    Default

    orang Jepang tu ulet, mau bekerja keras, mau makan bubur demi kesuksesannya...hebat..

Page 1 of 14 1234511 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Indowebster is proudly powered by PT. Gudang Data Indonesia